Está en la página 1de 74

PROTEKSI TRANSFORMATOR

Oleh Ir. J. Soekarto

1. PENDAHULUAN.
Fungsi transformator ialah memindahkan energi dari satu tegangan ke tegangan yang lain secara magnetik Transformator (trafo) dapat merupakan fase tunggal ataupun fase tiga. Arus penguatan trafo dari 0,1% - 0,6% untuk trafo tenaga, dan 0,5% s/d 2,5% untuk trafo distribusi, sehingga kapasitas trafo sisi primer praktis sama dengan sisi sekender. Pendinginan trafo - ONAN : Oil natural air natural - ONAF : Oil natural air force - OFAF : Oil force air force
28-31 Mei 2001 Kursus Proteksi Pada Pembangkit 2

2. JENIS & SIFAT GANGGUAN


Jenis Gangguan Gangguan di luar daerah pengamanan yang berpengaruh pada trasformator Gangguan hubung singkat pada jaringan, dan kemungkinan kegagalan relai Beban lebih Surja petir atau surja hubung

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

Gangguan di dalam daerah pengamanan Gangguan pada lilitan trafo Hubung singkat antar fase Hubung singkat antar fase dan badan (bumi) Hubung singkat antar belitan Tegangan lebih (penguatan lebih, over excitation) Suhu lebih Gangguan pada inti Gangguan pada sadapan (tap changer) Gangguan pada bushing Kebocoran minyak, atau minyak terkontaminasi (umumnya dengan uap air)
28-31 Mei 2001 Kursus Proteksi Pada Pembangkit 4

Sifat Gangguan
(a) Gangguan serius yang dapat dideteksi oleh arus atau tegangan, karena arusnya besar atau tegangannya seimbang tidak seimbang (b) Gangguan insiepient Gangguan ini kecil dan tidak dapat dideteksi oleh relai arus atau tegangan tetapi potensial dan gangguan ini menimbulkan gas.

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

3. POLA PROTEKSI TRAFO


Trafo Distribusi
T.M Sekring LBS Trafo distribusi T.M = Tegangan menengah T.R = Tegangan rendah LBS = Load Break Switch MCCB = Molded Case Circuit Breaker MCCB T.R

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

Trafo Distribusi

T.M
T

T.R MCCB

CB F 51 F 51 = Relai arus lebih T = Relai suhu Trafo distribusi B = Relai Bucholz

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

Trafo Tenaga

T.T
T

T.M CB

CB F 51 F 51 = Relai arus lebih T T = Tegangan Tinggi Trafo Tenaga F 51

B = Relai Bucholz T = Relai suhu

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

Trafo Tenaga

T.T
T

T.M CB

CB F 51 F 87 F 87 = Relai diferensial F 51

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

2. JENIS GANGGUAN
Gangguan Di Luar Daerah Pengamanan Yang Berpengaruh Pada Trasformator Gangguan hubung singkat pada jaringan, dan kemungkinan kegagalan relai Beban lebih Surja petir atau surja hubung

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

10

4. RELAI BUCHOLZ.

Conservator

R. Bucholz F Alarm V Trip Bushing

TRAFO TENAGA

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

11

Relai Buchholz fungsinya mendeteksi gas yang timbul di dalam transformator karena adanya percikan bunga api atau pemanasan setempat di dalam transformator. Tingkat 1 : mendeteksi gangguan inciepient Siny Tingkat 2 : gangguan hubung singkat Trip

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

12

Analisa gas yang terkumpul di dalam relai Bucholz H2 dan C2H2 menunjukkan adanya busur api pada minyak antara bagian-bagian konstruksi H2, C2H2 dan CH4 menunjukkan adanya busur api sehingga isolasi phenol terurai, misalnya terjadi gangguan pada sadapan. H2, C2H4 dan C2H2 menunjukkan adanya pemanasan pada sambungan inti. H2, C2H, CO2 dan C3H4 menunjukkan adanya pemanasan setempat pada lilitan inti.

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

13

5. RELAI SUHU LILITAN

Mempunyai beberapa kontak untuk mengatur kipas, sinyal alarm dan trip
28-31 Mei 2001 Kursus Proteksi Pada Pembangkit 14

6. RELAI TEKANAN MEMDADAK. Transformator yang tidak menggunakan konservator, tidak dapat dipasang relai Bucholz, dalam hal ini dipasang relai tekanan mendadak.

Oil Oil

(a)

Tipikal seting relai ini untuk bekerja dengan kecepatan kenaikan tekanan 5g / cm / detik dan minimum beda tekanan 20 g /cm
28-31 Mei 2001 Kursus Proteksi Pada Pembangkit 15

7. PENGAMAN DENGAN SEKRING & MCCB. Trafo distribusi


T.M Sekring LBS Trafo distribusi MCCB T.R

Trafo distribusi dari tegangan menengah ke tegangan rendah tanpa pemutus tenaga di TM tetapi menggunakan LBS proteksi seperti gambar di atas.

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

16

Contoh karakteristik sekring dan MCCB

Penentuan elemen sekring dan seting MCCB

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

17

Penentuan seting MCCB Penentuan seting overload relai pada MCCB didasarkan pada kemampuan pembebanan dari transformatornya. Penentuan seting seketikanya didasarkan dengan arus hubung singkat yang terjadi di rel tegangan rendah. Penentuan elemen sekring Sekring di TM pada dasarnya untuk mengamankan bila terjadi hubung singkat di dalam trafo distribusinya. Dengan demikian didasarkan besarnya arus hubung singkat yang mungkin terjadi, dalam hal ini diambil besarnya arus hubung singkat di rel TR.

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

18

Arus hubung singkat MVAHS MVAT


MVA T % ZS = * 100 % MVA HS I HS = 100 * I NT % ZS + % ZT

T.M

T.R MVAHS = MVA hubung singkat sisi TM

Sirkit ekivalen MVAHS MVAT

MVAT = MVA trafo distribusi %ZT = %ZT sumber T.R %ZT = %ZT trafo distribusi

%ZS
28-31 Mei 2001

%ZT
Kursus Proteksi Pada Pembangkit 19

8. PENGAMAN DENGAN RELAI ARUS LEBIH. Trafo tenaga yang relatif kecil misalnya < 10 MVA hanya diamankan dengan relai arus lebih

T.T
T

T.M CB

CB F 51 Trafo Tenaga F 51

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

20

Fungsi relai arus lebih di sisi sekundair Sebagai pengaman utama bila terjadi gangguan setelah trafo dan gangguan di rel TM Sebagai pengaman cadangan bila proteksi penyulang (feeder) TM bila gagal bekerja. Dasar seting relai arus lebih dengan waktu F 51 Seting arus harus dapat menjangkau ujung saluran penyulang yang terpanjang Seting waktu dikoordinasikan dengan relai pada penyulang

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

21

Karakteristik relai harus sama dengan relai di penyulangnya. Bila di TM terdapat pembumian dengan tahanan (resistans), seting arus pada resistans diusahakan sesuai dengan kontinyu rating dari tahanannya, dengan koordinasi waktu dengan relai di penyulangnya. Seting waktu seketikanya (instantaneous, moment) F 50 Bila diseting akan tidak selektif dengan relai di penyulangnya Bila tidak diseting, kalau terjadi gangguan setelah trafo sampai rel TM akan bekerja dengan perlambatan waktu sesuai dengan seting waktunya.
28-31 Mei 2001 Kursus Proteksi Pada Pembangkit 22

Cara mengatasi digunakan relai numerikal dan disusun logic seperti gambar di bawah

F 50

F 50

F 50

F 50

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

23

Fungsi relai arus lebih di sisi primair Sebagai pengaman utama trafo Sebagai pengaman cadangan bila proteksi trafo sisi sekundair gagal bekerja. Dasar seting relai arus lebih dengan waktu F 51 Seting arus harus dapat menjangkau rel sisi TM Seting waktu dikoordinasikan dengan relai trafo pada sisi sekundair. Dalam keadaan terpaksa dapat disamakan / bila terdapat relai diferensial trafo

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

24

Seting waktu seketikanya (instantaneous, moment) F 50 Relai tidak boleh menjangkau rel sisi TM

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

25

9. PENGAMAN GANGGUAN TANAH. Gangguan 1 fase ke bumi (badan). Besar arus gangguan satu fase ke bumi tergantung : Hubungan transformator Suplai dari sisi delta (segitiga) atau bintang Pembumian sisi bintang

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

26

Proteksi gangguan tanah. Relai arus lebih untuk mendeteksi arus sisi untuk trafo dengan sambungan delta (d), proteksi restricted earth fault yang prinsipnya diferensial tanah.

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

27

Gangguan 1 fase ke bumi di luar daerah proteksi

Relai F 64 tidak dilalui arus sehingga tidak bekerja


28-31 Mei 2001 Kursus Proteksi Pada Pembangkit 28

Gangguan 1 fase ke bumi di dalam daerah proteksi

Relai F 64 dilalui arus sehingga relai bekerja


28-31 Mei 2001 Kursus Proteksi Pada Pembangkit 29

Relai pengaman tangki

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

30

9. PENGAMAN DEFERENSIAL. Untuk transformator yang besar umumnya di atas 10 MVA untuk pengamanan gangguan antar fase digunakan relai diferensial. Relai arus lebih hanyalah merupakan pengaman cadangan. Pengaman diferensial merupakan pengamanan yang mempunyai selektif mutlak, artinya batas daerahnya apakah untuk sumber dari satu sisi atau 2 sisi serta untuk pembangkitan yang berubah-ubah adalah tetap. Batas pengamanan ialah antara CT masuk dan keluar dari daerah/alat yang diamankan.
28-31 Mei 2001 Kursus Proteksi Pada Pembangkit 31

Dasar proteksi diferensial. Tidak ada gangguan atau gangguan di luar daerah proteksi Daerah proteksi CT1 I1 I2 CT2

i1 I1 = I2

F 87 i1 = i 2

id

i2 id = 0

Relai diferensial tidak bekerja


28-31 Mei 2001 Kursus Proteksi Pada Pembangkit 32

Gangguan dalam daerah proteksi, sumber 1 sisi Daerah proteksi CT1 I 1 CT2

i1 I1 = besar I2 = 0 id = i1

F 87

id i1 = besar i 2 = 0

Relai diferensial bekerja


28-31 Mei 2001 Kursus Proteksi Pada Pembangkit 33

Gangguan dalam daerah proteksi, sumber 2 sisi Daerah proteksi CT1 I 1 I2 CT2

i1

F 87

id

i2

I1 = besar I2 = besar id = i1 + i 2 Relai diferensial bekerja


28-31 Mei 2001 Kursus Proteksi Pada Pembangkit

i1 = besar i 2 = besar

34

Proteksi Diferensial Pada Transformator

T.T

I1
T

I2

T.M CB

CB F 51 F 87 ACT F 87 = Relai diferensial


28-31 Mei 2001 Kursus Proteksi Pada Pembangkit 35

F 51

Hal-hal yang harus diperhatikan Arus primer (I1) tidak sama dengan arus sekunder (I2) Arus primer (I1) belum tentu sama fasenya dengan arus sekunder (I2), tergantung vektor grupnya Hal ini menyebabkan Trafo arus 1 (CT1) tidak sama dengan Trafo arus 2 (CT2) Rangkaian sekunder harus disesuaikan dengan vektor grup transformatornya Secara umum diperlukan trafo arus pembantu ACT

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

36

Salah satu contoh sambungan relai diferensial untuk transformator dengan Yd1

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

37

Penyesuaian sudut pada ACT

Cara penyambungan secara rinci lihat lampiran


28-31 Mei 2001 Kursus Proteksi Pada Pembangkit 38

Relai diferensial Numerikal Penyesuai sudut dan ACT pada relainya.

Penyesuai sudut dinyatakan dalam seting

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

39

TRAFO ARUS PEMBANTU (Auxilliary CT, ACT) Fungsi ACT : Untuk menyesuaikan arus sekender CT sisi Primer dan sisi Sekender. Untuk menyesuaikan pergeseran sudut fase. Perbandingan tranformasi untuk penyesuai sudut fase: Hubungan yy sisi sekendernya 5 A atau 1 A Hubungan yd sisi sekendernya 5/V3 atau 1/V3 Dalam perbandingan jumlah lilitan

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

40

Letak ACT : a. Arus CT di sisi primer b. Arus CT di sisi sekender c. Arus CT di sisi primer dan sekender Contoh perhitungan Tap ACT Menggunakan ACT jenis 5 + 10 x 0,25 / 5 A Primer : 2,5 - 2,75 - . . . - 4,75 - 5 - 5,25 - . . . - 7,25 - 7,5 Sekunder : 5 A

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

41

Contoh perhitungan Tap

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

42

Arus nominal sisi H

Arus nominal sisi M

60000 IH = = 231A 150 3


Primer CT dipilih :

60000 IM = = 3012A 11.5 3


Primer CT dipilih 3000 A

231 3 = 400A
Sekender CT untuk sisi H dan L dipilih 5 A

5 iH = * 231.A = 2,89.A 400


i ' H = 2.89 3A = 5,01A
28-31 Mei 2001

5 iM = * 3012.A = 5,02.A 3000

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

43

Tap ACT
x 5 , 01 = 5 5 , 02 5 , 01 x= *5 = 5 5 , 02

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

44

Misalkan CT dipilih 300/5 A sisi H dan 3000/5 A sisi M

5 iH = * 231.A = 3,85.A 300

5 iM = * 3012.A = 5,02.A 3000


iH" = IM = 5,02 A
6 ,67 x= * 5 = 6 ,64 5,02

i' H = 3.85 3A = 6,67.A


Tap ACT
x 6 , 67 = 5 5 , 02

Jadi tap ACT dipilih 6,50 A atau 6,75 A

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

45

10. ARUS INRUSH PADA SAAT STRAT. Komponen arus inrush mengandung arus searah dan bermacam harmonis. Tipikan besarnya arus searah dan komponen harmonis seperti tabel Komponen harmonis.
Komponen d.c 2 Nilai tipilal 40-60 30-70 3 10-30 Harmonis 4 5,1 5 4,1 6 3,7 7 2

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

46

Bentuk gelombang arus inrush

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

47

Arus inrush hanya dirasakan pada sisi dimana trafo tersebut dimasukkan, sedang sisi lainnya tidak merasakan Untuk menghindari kesalahan kerja relai diferensial di antaranya - Menahan harmonis - Memblok harmonis. - Memblok secara resonansi

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

48

Contoh ACT dinyatakan jumlah lilitan.


Number of turn Preliminary tap Terminal 1-2 2-3 3-4 4-5 5-6 Transformer rating 5/5 A 5/1 A 1/1 A 1 1 1 1 25 1 1 1 1 25 5 5 5 5 125 Number of turn Preliminary tap Terminal X- 7 7-8 8-9 S1 - S2 S3 - S4 Transformer rating 5/5 A 5/1 A 1/1 A 5 5 5 25 18 5 5 9 125 90 25 25 25 125 90

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

49

Menggunakan ACT jenis jumlah lilitan.

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

50

Perhitungan jumlah lilitan diambil CTH 300/5 dan CTM 3000/5 A Dari perhitungan butir a didapat iH' = 6,67 A dan iM" = 5,02 A Dipilih NM = 18 lilitan IH NH = IM NM L = N /IH" * NH
iMH' 5,02 NH = * NM = * 25 = 19..belitan iH" 6,67

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

51

Relai diferensial dengan sadapan (tap) pada relai

Dari contoh di atas seting tap sisi 150 kV ialah 5,02 A ----> 5 serta sisi 11,5 kV ialah 6,67 A -----> 6,75

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

52

Mis Match Bila kedua sisi mempunyai ACT dan antara perhitungan (keadaan ideal) dan kenyataan tap yang ada berbeda, maka akan terjadi kesalahan, kesalahan ini disebut mis match dan besarnya : a. ACT di dua sisi.
T ip Mis match = Tis s Tp Ts * 100 %

a. ACT di satu sisi.


Mis match = Ti T * 100 % s

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

53

dimana : T = sadapan yang ada Ti = Sadapan idial Tip = Sadapan idial sisi primer Tis = Sadapan idial sisi sekunder Tp = Sadapan yang ada sisi primer Ts = Sadapan yang ada sisi sekunder
s= Tip Tis ataau Tp Ts

dipilih yg kecil

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

54

PENYETELAN KECURAMAN A. Sadapan trafo dayanya dalam % B. Kemungkinan kesalahan CT sisi primer dan sisi sekunder C. Mis match D. Arus beban nol dalam % E. Faktor keamanan

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

55

Sebagai contoh : Trafo daya 60 MVA, 150 +/- 10% /20 kV, A. Sadapan trafo dayanya 10% B. Kemungkinan kesalahan CT sisi primer dan sisi sekunder 2 x 5% = 10% C. Berdasarkan perhitungan mis match = 3% D. Arus beban nol dalam = 0,5 - 1% E. Faktor keamanan 5% Dengan demikian penyetelan kecuraman : 29% atau diambil 30%

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

56

RELAI DIFERENSIAL NUMERIKAL

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

57

3 x IP , 3 x IS Analog - digitel - conversiom CT adaption Vevtor group adaption Idiff calculate IRest calculate fault

Protection program - rush detecttion - oferflux detection - Idif >>


- ceking of characteristic (Idiff>) - monitiring of CT saturation - data fault recording - data even recordin

Routin program - plausibility check - monitoring of measure value


- output signal monitoring - procedure check - operation measurement

Command/information output Serial information


28-31 Mei 2001 Kursus Proteksi Pada Pembangkit 58

Sambungan relai diferensial numerikal

Penyesuai sudut dan ACT pada relainya dinyatakan dalam seting.

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

59

Sambungan relai diferensial numerikal dilengkapi dengan ERF

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

60

Lampiran PENYAMBUNGAN RELAI DIFERENSIAL Bilangan jam (vektor grup) trafo daya . Vektor grup trafo daya menentukan pergeseran sudut arus primer dan arus sekundernya, hal ini sangat menentukan sambungan relai diferensial. Vektor tegangan dan arah arus pada trafo daya atau trafo arus. Dasar menentukan sambungan trafo didasarkan vektur grup trafo - Sambungan Yy - Sambungan Yd

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

61

Vektor tegangan dan arah arus pada trafo daya atau trafo arus.

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

62

Dasar penyambungan trafo Yy0

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

63

Dasar penyambungan trafo Yd1

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

64

Macam-macam vektor grup transformator.

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

65

Cara penyambungan relai diferensial Yd1 (penyesuai sudut fase pada CT utama) Tahap 1 : Tentukan sambungan trafo daya didasarkan vektor grup. Tentukan arus sisi primer maupun sisi sekender

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

66

Tahap 2 : - CT di sisi delta (d) pada trafo dayanya disambung bintang. - Penyesuai fase di CT primer - Tentukan arus sisi sekender didasarkan arus primer, di samping itu arah arusnya.

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

67

Tahap 3 : Sambung relai diferensial dan arus sekender CT yang seharusnya pada sisi bintang Y didasarkan arus pada sisi delta

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

68

Tahap 4 : Sambung arus sekender CT pada sisi Y didasarkan arus yang ditentukan pada tahap ke 3.

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

69

Cara penyambungan relai diferensial Yd1 (penyesuai sudut fase pada ACT) Tahap 1 : - Tentukan sambungan trafo daya didasarkan vektor grup. - Tentukan arus sisi primer maupun sisi sekunder Tahap 2 : - CT di sisi delta (d) dan bintang (Y) pada trafo dayanya disambung bintang, penyesuai fase di ACT sehingga sambungannya yd. ACT sisi primer disambung y dan sisi sekunder disambung d - Tentukan arus sisi sekunder didasarkan arus primer, disamping itu arah arusnya.
28-31 Mei 2001 Kursus Proteksi Pada Pembangkit 70

Tahap 3 : - Sambung relai diferensial dan arus sekunder CT yang seharusnya pada sisi bintang Y didasarkan arus pada sisi delta Tahap4 : - Sambung arus sekunder ACT pada sisi d didasarkan arus yang ditentukan pada tahap ke 3.

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

71

Sambungan relai diferensial

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

72

Cara penyambungan relai diferensial Yy0 Penyesuai sudut fase pada CT utama, dalam hal ini sambungan CT di primer maupun sekunder ialah sambungan delta (d) Pada dasarnya salah satu sisi CT disambung delta, dalam hal ini bebas. Kemudian sambungan CT sisi lainnya mengikuti sambungan CT sisi lainnya.

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

73

Sambungan relai diferensial Yy0

Bila arah arus hendak diubah berlawanan, tanda dibalik

28-31 Mei 2001

Kursus Proteksi Pada Pembangkit

74