Está en la página 1de 6

Nabi Muhammad SAW sejak lahir hingga diangkat menjadi Rasul a) Kelahiran Nabi Muhammad SAW Pada tanggal

12 Rabiul Awal tahun Gajah, bertepatan dengan bulan April tahun 570 Masehi, Siti Aminah melahirkan seorang anak laki-laki. Dengan penuh kegembiraan, Abdul Muthalib (kakeknya) menggendong bayi itu dan dibawanya ke Kabah. Setelah dari Kabah, dan bayi tersebut diberi nama Muhammad b) Masa Pengasuhan Halimah binti Abi Dhuaib Pada hari ke-8 dari kelahirannya, Muhammad diserahkan kepada keluarga Saad yang bernama Halimah binti Abi Dhuaib untuk disusukan. Muhammad tinggal pada keluarga Saad/Halimah sampai mencapai usia lima tahun. Ia belajar menggunakan bahasa Arab yang murni serta belajar sifat-sifat terpuji yang terpatri dalam jiwa dan pribadinya. Setelah lima tahun hidup bersama Halimah, Muhammad diantarkan kepada ibunya di Mekah.

c) Masa Pengasuhan Abdul Muthalib dan Abu Tholib Pada saat Muhammad berusia enam tahun, Aminah mengajaknya berziarah ke makam ayahnya, Abdullah, di Madinah. Setelah satu bulan Aminah di Madinah, ia pulang bersama rombongan, namun, di tengah perjalanan, tepatnya di Abwa, ibunda Aminah menderita sakit dan meninggal dunia, kemudian dikuburkan di tempat itu. Begitu sedih dan pilu hati Muhammad, mempunyai ayah maupun ibu. Muhammad pulang ke Mekah dan tinggal bersama kakeknya, Abdul Muthalib. Tak lama, kakeknya pun dipanggil untuk menghadap Allah SWT, pada usia 80 tahun,.

Pada saat Muhammad sedang berduka, pamannya, Abu Thalib, mengajak Muhammad untuk tinggal bersama keluarganya. Abu Thalib yang sangat menyayanginya. Hal itu disebabkan budi pekerti Muhammad yang luhur, cerdas, suka berbakti, dan baik hati Dalam usia dua belas tahun, Muhammad sudah dapat bekerja membantu pamannya menggembala domba, atau bahkan sesekali idiajak pamannya berniaga. Ketika Muhammad berniaga di Basrah (Selatan Syam), Muhammad bertemu dengan rahib (pendeta) Bahira. Rahib itu telah melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad. d) Nabi Muhammad SAW Berniaga Pada usia 25 tahun, Muhammad mendagangkan barang dagangan Khadijah, ditemani oleh Maisara, budak Khadijah. Dengan mengambil jalan padang pasir, kafilah itu pun berangkat menuju Syam. Mereka melalui Wadil Qura, Madyan, dan Diar Thamud serta tempat yang dulu pernah dilalui Muhammad dengan pamannya, Abu Talib Dengan kejujuran dan kemampuannya, Muhammad mampu mendagangkan barang-barang Khadijah, dengan keuntungan yang lebih banyak daripada orang lain sebelumnya. e) Muhammad Menikah dengan Khadijah Setelah Khadijah melihat kecerdasan dan ketinggian budi pekerti Muhammad, akhirnya Khadijah yang berusia 40 tahun itu, jatuh hati dan akhirnya menikah dengan Muhammad yang saat itu berusia 25 tahun. Mereka menjadi suami-isteri yang harmonis dengan dihiasi nuansa sakinah, mawaddah, dan warahmah. Di samping mengarungi rumah tangga, Muhammad pun senantiasa memikirkan rusaknya moral, ketika kaum Quraisy yang penuh dengan ke-

jahiliyah-an, sehingga ia selalu mencari jalan dengan cara menyendiri untuk mencari solusi bagaimana caranya memperbaiki perilaku orang-orang Quraisy tersebut.

f) Nabi Muhammad SAW Menjadi Rosul Ketika Nabi Muhammad berusia 40 tahun, dia pergi ke gua Hira untuk berkhalwat dan mendekatkan diri kepada Allah dengan berdoa. Ketika ia sedang dalam dalam gua itu, datanglah malaikat seraya berkata kepadanya, Bacalah! Dengan terkejut Muhammad menjawab, Saya tak dapat membaca! Ia merasa seolah malaikat itu mencekiknya, kemudian dilepaskan lagi seraya berkata, Bacalah! Masih dalam ketakutan akan dicekik lagi, Muhammad menjawab, Apa yang akan saya baca? Malaikat itu pun berkata lagi, Bacalah! Dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan Pena. Mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya ... (QS. Al-Alaq: 15). Kemudian Beliau mengucapkan bacaan itu. Malaikat pun pergi setelah kata-kata itu terpatri dalam hati Nabi Muhammad. Namun, ia merasa ketakutan, sambil bertanya-tanya pada dirinya. Gerangan apakah yang dilihatnya? Setelah menerima wahyu yang pertama itu maka Muhammad menjadi seorang utusan (rasul), sehingga dia mempunyai kewajiban untuk menyampaikan ajaran Allah SWT kepada umat manusia. Dakwah Rasulullah di Makkah a) Tahapan Dakwah Rasulullah SAW.

1. Dakwah secara sembunyi-sembunyi (Siiriyatud Dakwah). 2. Dakwah secara terang-terangan (Jahriyatud Dakwah) b) Assabiqunal awwalun Assabiqunal awwalun adalah orang-orang yang pertama masuk islam. Secara keseluruhan ada 39 orang antara lain: Khadijah binti Khuwailid ra, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah mantan budak Rasulullah SAW dan anak angkatnya, Abu Bakar bin Abi Quhafah, Ustman bin Affan, Zubair bin Awwan, Abdur-Rahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqas, dan lainnya. c) Reaksi Masyarakat Makkah terhadap Kedatangan Islam Hinaan, cercaan terhadap dakwah Muhammad justru dipelopo ri oleh pamannya sendiri, Abu Lahab. Mereka menawarkan rayuan kepada Muhammad kekuasaan, kekayaan, dan wanita asalkan ia mau menghentikan dakwahnya. Kesepakatan untuk secara bergantian melakukan ibadah kepada Allah dan kepada berhala. Ancaman pembunuhan. Mereka mengancam Muhammad dan mengejar-ngejar para pengikutnya. Mendapat dukungan keluarga dekat. Pengikut Muhammad justru bertambah, Walaupun mereka (terutama yang berasal dan kalangan bawah) harus membayar sikap mereka dengan penderitaan.

d) ISRA MIRAJ DAN SUMPAH AKABAH Menjelang Akhir Periode Mekah, (621) ia mengalami peristiwa yang sangat penting dalam pengalaman keagamaannya, peristiwa Isra Miraj. Tak lama setelah peristiwa itu sejumlah orang Madinah susul-menyusul datang ke Mekah untuk menemui Muhammad, karena mereka pernah mendengar tentang seorang nabi yang bakal datang. Sehingga terjadi peristiwa Sumpah Akabah Pertama dan Sumpah Akabah Kedua. Dalam sumpah yang kedua (622) sejumlah orang

Madinah bersumpah membela Muhammad dan Islam. Oleh karenanya orang Madinah disebut Kaum Anshar atau Para Pembela. e) MISSI NABI MUHAMMAD SAW (1) Misi Nabi Muhammad saw yang utama adalah untuk mengajarkan keesaan Allah.


Artinya : Katakanlah Dialah Allah yang Maha Esa (QS al Ikhlas ayat 1) Dengan ajaran ini, Nabi Muhammad telah mampu mengajak manusiua dari kegelapan meniju cahaya.

Media KKG 4 Pada akhir tahun 1950-an teori komunikasi mulai masuk memengaruhi penggunaan alat bantu audio-visual dalam kegiatan pembelajaran. Menurut teori ini ada tiga komponen penting dalam proses penyampaian pesan yaitu sumber pesan, media penyalur pesan dan penerima pesan. Sejak saat itu, alat bantu audio-visual tidak lagi hanya dipandang sebagai alat bantu guru saja, tetapi juga sebagai alat penyalur pesan. Hanya saja faktor peserta didik yang menjadi komponen utama dalam proses belajar belum mendapat perhatian. Baru, pada tahun 1950 1965 orang mulai memerhatikan peserta didik sebagai komponen yang penting dalam proses pembelajaran. Teori tingkah laku ajaran Skinner mulai memengaruhi penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran. Teori ini mendorong orang untuk lebih memerhatikan peserta didik dalamproses pembelajaran. Pada tahun 1965 1970 pendekatan sistem mulai menampakkan pengaruhnya dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran. Pendekatan sistem ini mendorong penggunaan media sebagai bagian yang integral dalam program pembelajaran. Setiap program pembelajaran hendaknya direncanakan secara sistematis dengan memusatkan perhatian pada peserta didik dan berdasarkan kebutuhan serta karakteristiknya. Media tidak lagi dipandang sebagai alat bantu tetapi juga diberi wewenang membawa pesan. Untuk itu, media harus dipilih dan dikembangkan secara sistematis dan digunakan secara integral dalam proses

pembelajaran. Demikianlah, apabila kita mendengar kata media saat ini, maka istilah tersebut hendaknya ditafsirkan dalam pengertiannya yang terakhir, meliputi mulai dari alat bantu, hingga pembawa pesan dari kurikulum.

Verbal Simbol Visual Visual

Kongkrit

Audio
Film TV Wisata Demonstrasi Partisipas i Observasi Pengalaman langsung Abstrak

Kerucut Pengalaman Edgar Dale