P. 1
rabu-25

rabu-25

|Views: 7.706|Likes:
Publicado pormshopii
Gresik Satu
Rabu, 25 April 2012
GRESIK-Penggunaan anggaran di Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik sebesar Rp. 460.000.000,- untuk pendidikan dasar, dicurigai tidak jelas. Pasalnya, dana dalam APBD Gresik Tahun 2012 tersebut, peruntukannya untuk sosialisasi persiapan ujian nasional (Unas) pada lembaga penyelenggara Unas dan pengawas. Kenyataannya, banyak sekolah yang mengaku tidak mendapatkan sosialisasi. “Hasil sidak yang kita lakukan ke sekolah-sekolah selama Unas tingkat SMP sederajat, mereka tid
Gresik Satu
Rabu, 25 April 2012
GRESIK-Penggunaan anggaran di Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik sebesar Rp. 460.000.000,- untuk pendidikan dasar, dicurigai tidak jelas. Pasalnya, dana dalam APBD Gresik Tahun 2012 tersebut, peruntukannya untuk sosialisasi persiapan ujian nasional (Unas) pada lembaga penyelenggara Unas dan pengawas. Kenyataannya, banyak sekolah yang mengaku tidak mendapatkan sosialisasi. “Hasil sidak yang kita lakukan ke sekolah-sekolah selama Unas tingkat SMP sederajat, mereka tid

More info:

Published by: mshopii on Apr 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/24/2012

pdf

text

original

Gresik Satu

Rabu, 25 April 2012
GRESIK-Penggunaan anggaran di Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik sebesar Rp. 460.000.000,- untuk pendidikan dasar, dicurigai tidak jelas. Pasalnya, dana dalam APBD Gresik Tahun 2012 tersebut, peruntukannya untuk sosialisasi persiapan ujian nasional (Unas) pada lembaga penyelenggara Unas dan pengawas. Kenyataannya, banyak sekolah yang mengaku tidak mendapatkan sosialisasi. “Hasil sidak yang kita lakukan ke sekolah-sekolah selama Unas tingkat SMP sederajat, mereka tidak mendapatkan sosialisasi persiapan Unas dari Disdik Gresik. Lalu, kemana anggaran sebesar itu,”ujar Ketua Komisi D, Drs. Chumaidi Ma’un dengan nada tinggi, Selasa (24/4). Dicontohkannya, hasil sidak Unas tingkat SMP sederajat yang dilakukan di SMP YIMI. Pihak sekolah kebingungan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Komisi D terkait blanko berita acara Unas maupun daftar hadir. “Artinya, anggaran sosialisasi sebesar itu, sosialisasi yang dilakukan oleh Disdik Gresik tidak tuntas. Sebab, mayoritas sekolah atau penyelenggara Unas tidak faham pada persoalan yang terjadi ketika pelaksanaan Unas tingkat SMP sederajat,”imbuh

HARIAN DIGITAL LOKAL

Anggaran Sosialisasi Unas Tak Jelas
politisi dari F-PKB itu. Selama Unas tingkat SMP sederajat, lanjut dia, komisi D bakal terus melakukan pemantauan ke sekolah-sekolah. Sehingga, berbagai permasalahan yang timbul dapat diinventarisir serta menjadi catatan untuk dilakukan evaluasi ke depan. Hal senada diungkapkan anggota komisi D, Dra. Hj. Wafiroh Ma’sum MM berdasarkan hasil sidak yang dilakukan di SMPN 1 Gresik. Namun, ketidaktahuan dari pihak sekolah tertutupi dengan pengalaman dari pengawas. Sebab, pengawas Unas tingkat SMP, sebelumnya menjadi pengawas dalam Unas tingkat SMA sederajat. “Pengalaman menjadi pengawas Unas tingkat SMA sederajat diterapkan dalam melakukan pengawasan tingkat SMP sederajat,”tutur politisi wanita dari Kecamatan Dukun ini. Semestinya, sambung politisi dari F-PKB ini, anggaran untuk sosialisasi persiapan Unas sudah mencukupi dengan mengundang sekolah serta pengawas se-Kabupaten Gresik. Maka, hal yang aneh apabila pihak sekolah maupun pengawas tidak memahami permasalahan serta solusinya sesuai aturan dalam pelaksanaan Unas.(sho)

www.gresiksatu.com

GRESIK- Anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) di desa maupun kelurahan, secara personal maupun satuan perlu di bekali pengetahuan dan kemampuan kewaspadaan dini. Sehingga, mereka mempunyai kepekaan, kesiagaan dan antisispasi dalam menghadapi segala potensi bencana yang timbul. Demikian ditandaskan Bupati Sambari Halim Radianto dalam upacara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Linmas di alon-alon Gresik, Selasa (24/4) Menurutnya, Bangsa Indonesia sering dilanda bencana alam. Sebab, Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada di antara 2 benua dan 2 samudra serta terletak pada pertemuan 4 lempeng tektonik utama

Linmas Perlu Pengetahuan Memadai
Bunga. Anak-anak PAUD membagikan bunga kepada pegaweai di Bagian Humas Pemkab Gresik setelah berkunjung ke DPRD
Gresik.

GRESIK-Sekitar 30.000 buruh di Kabupaten Gresik bakal turun ke jalan dalam peringatan Hari Buruh se-Dunia yang jatuh pada 1 Mei mendatang. Mereka dikerahkan oleh Sekretariat Bersama Serikat Pekerja Serikat Buruh (Sekber SP-SB) Gresik untuk ngluruk Pemkab Gresik. Untuk itu, menurut penuturan Ketua Sekber SP-SB Gresik, Agus Salim, bahwa, mereka bakal melakukan sweeping perusahaan yang tidak menyertakan buruhnya. Keputusan tersebut diambil dalam rapat internal di dua lokasi yaitu di BLK Unit Disnaker Jalan Proklamasi dan di Kecamatan Driyorejo. Ada 8 organisasi buruh yakni FSP Kahutindo, SPN, Sarbumusi, SP KEP MBU SPSI, SBSI, F-KUI, Serbusetan dan SP Kahut SPSI yang sepakat aksi besar-besaran turun ke jalan tersebut. “Kami sudah membagi empat wilayah sweeping. Kawasan Driyorejo-Wringinanom, kawasan Menganti-Kedamean, kawasan Manyar dan terakhir kawasan Gresik kota . Dengan titik sasaran kantor Bupati Gresik,” ungkapnya dengan ekspresi serius, Selasa (24/4). Setiap perusahaan, sambung Agus Salim, diminta mengikutsertakan 30 persen buruh. Sebab, target demo dalam peringatan hari buruh atau MayDay diikuti 30 ribu orang. Ada beberapa tuntutan yang diusung yakni penegakan hukum dengan menindak perusahaan yang tidak memberlakukan hak-hak normative, menuntut gedung Sekber SP-SB diberi fasilitas, minta Dewan Pengupahan (DP) Gresik membahas upah sektoral, membentuk tim pengaduan outsorching dan menolak kenaikan BBM. “Kami akan melawan setiap tindakan yang menghalangi kami melakukan

Bakal Turun Jalan

30 Ribu Buruh

dunia. Selain itu, memiliki gunung api yang masih aktif sebanyak 100 gunung. Maka, Indonesia sebagai negara ketiga di Asia yang sering di landa bencana.(sho)

sweeping. Tidak perduli dengan kelompok mana yang menghalangi kami,” ancam Agus Salim. Sementara itu, Ketua SP KEP MBU SPSI Gresik, Mansah menambahkan, bahwa, aksi pada MayDay merupakan alat bagi para buruh untuk terus maju bergerak memperjuangkan hak-haknya. Karena para buruh masih tertindas. “Demo adalah cara buruh memperingati Hari Buruh. Beda dengan peringatan ulang tahun lainnya. Jadi tidak ada yang bisa menghalangi kami,” tegas sesepuh aktivis buruh tersebut. Namun, DPC Konfederasi SPSI Gresik bakal melakukan perlawanan dengan aksi sweeping tersebut. Caranya, sekitar 500 orang yang masuk dalam Brigade SPSI Gresik siap menjaga perusahaan agar tak di-sweeping. “Silahkan melakukan aksi MayDay. Kami akan mengamankan perusahaanperusahaan dari sweeping yang dilakukan para buruh. Karena itu sudah menyalahi ketentuan yaitu pemaksaan kehendak. Dan itu tindakan pidana,” tukas Ketua DPC K-SPSI Gresik, Suyanto SH MH. Sekadar menginggatkan Sekber SPSB pecah menjadi dua kelompok yakni kelompok Agus Salim dan kelompok DPC K SPSI Gresik. Secara terspisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gresik Edi Purwanto kepada wartawan mengatakan, bahwa, pihaknya tidak menghalangi demo dalam peringatan MayDay. Hanya dia berpesan supaya aksi dilakukan dengan cara-cara yang baik dan tetap menjaga kondusifitas perushaan. “Silahkan demo, tapi harus dilakukan dengan cara-cara yang benar,”tandasnya. (sho)

GRESIK-Sebanyak 250 anak yang tergabung dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se Kabupaten Gresik berkunjung ke Kantor DPRD Gresik, Selasa (24/4).Mereka dengan berpakaian khas daerah ini, tentu menarik perhatian para karyawan di Sekretariat DPRD Gresik. Kunjungan dengan ditemani orang tuanya tersebut bertajuk education PAUD Kartinian. Akhirnya, anak-anak yang lucu tersebut, dikumpulkan di ruang rapat paripurna DPRD Gresik dan diterima oleh Ketu DPRD Gresik, Zulfan Hasyim, SH MH. Selain itu, rombongan PAUD tersebut juga mengunjungi Kantor Bupati Gresik. Karena sangat lucu-lucu, memancing perhatian dari pegawai dilingkungan Pemkab Gresik. Bahkan, ada yang mencubit pipinya, ada yang mengelus-elus kepalanya. Mislkan, salah satu pegawai di

Anak PAUD Kunjungi Dewan
Bagian Humas, Zakiah yang tampak gemas sambil berkali-kali megang pipi salah seorang anak yang tampak montok dengan pakaian khas Bali . “Hemmm.......”ujar Zakiah tak sengaja melihat kemontokan Fitri sambil mencubit dengan gemas. Wakil Bupati Moh Qosim turun dari ruang kerjanya untuk menemui anak-anak diruang Ruang Puteri Cempo di lantai I. Dengan suasana Ruangan yang baru, tampak anakanak begitu riuh rendah. Sebagai mantan pendidik, Wabup tak canggung dengan mengajak anakanak dan semua yang hadir bersamasama menyanyikan lagu yang berjudul Ibu Kartini. “Ibu Kartini adalah inspirator dalam pengarustamaan gender di Indonesia ,” jelasnya. Tak sampai disitu, Moh Qosim mengajak anak-anak untuk bermain

dan tebak-tebakan. Termasuk para guru dan orang tua juga mendapat kesempatan menebak dan mendapat hadiah. Saat itu Wabup juga banyak bercerita tentang berbagai hal tentunya dengan sudut pandang anak-anak. Pimpinan Rombongan Bunda PAUD yang juga sebagai guru, Vivin Ira Artari menjelaskan,bahwa, tujuan anak-anak PAUD datang ke Kantor Bupati Gresik dalam rangka mencari sosok Kartini masa kini. ”Ini salah satu bentuk pembelajaran di luar kelas. Pada pelajaran kali ini, kami ingin memberikan contoh bahwa Kartini masa sekarang ini lebih luas pengertiannya. Salah satunya perwujudannya yaitu menjadi pejabat, DPRD, jaksa, polwan, dan bahkan presiden, serta profesi lain yang disandang banyak wanita di Indonesia ,”tukasnya.(sho)

Pemberkasan 446 Honorer Gresik
GRESIK- Sebayak 446 pegawai honorer di lingkungan Pemkab Gresik menghadiri pemberkasan status kepegawaiannya di Ruang Mandala Bakti praja, Selasa (24/4). Sambil mengisi formulir yang disiapkan panitia, mereka tampak antusias. Tak jarang, mereka tampak bercanda dengan temannya yang sama-sama sebagai pegawai honorer. Mereka sangat bahagia karena sudah bertahun-tahun mereka mengabdi di berbagai instansi dengan berharap diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) Pengakuan ini setidaknya disampaikan oleh “Saya bahagia, semoga ada hasilnya dalam mengirimkan berkas kami ke Jakarta ,”.ujar Lilis Widyaning Ati (27) yang mengaku sudah mengabdi sejak tahun 2004 menjadi guru SDN Domas Menganti. Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Kebomas, Nuryadi mengaku mengirim 16 orang tenaga honorer untuk pemberkasan kali ini. “Salah satunya ada tenaga honor kami yaitu Elis Suwati (42) yang mengajar di SD Randuagung 2, sudah mengabdi sejak tahun 1994,”ujarnya. Bupati Sambari Halim Radianto yang hadir dalam pemberkasan memberikan semangat kepada para tenaga honorer. “Yang perlu diketahui oleh saudara, bahwa ini merupakan tahapan awal. Selanjutnya akan dilaksanakan test dan verifikasi absensi. Dalam tahapan ini kami minta para kepala UPT tidak memalsukan data absensi, karena jabatan resikonya,” ancamnya. Menurut Bupati, mereka yang masuk dalam pem-

berkasan adalah tenaga honor murni. Dengan berbagai kendala, para tenaga honorer ini berkasnya tidak terkirim ke Jakarta . “ Dari data yang saudara isi ini, segera kami kirimkan ke Jakarta . Pokoknya kami akan berusaha untuk mengirimkan berkas ini. Kami mohon, anda semua selalu berdoa agar perjuangan saya ini berhasil,”katanya. Sementara itu, Kepala BKD, Saputro melalui kabag Humas Andhy Hendro Wijaya mengatakan, bahwa, mereka yang melakukan pemberkasan adalah para guru yang masuk dalam data Dinas Pendidikan Gresik sebanyak 372 orang, sedangkan 74 orang lainnya honorer dari Dinas Kesehatan Gresik. (sho)

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->