POLUSI UDARA DIKOTA-KOTA BESAR DUNIA YUSNIWARTI YUSAD FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Pendahuluan

Banyak kota–kota didunia dilanda oleh permasalahan lingkungan,paling tidak adalah semakin memburuknya kualitas udara.terpapar oleh polusi udara saat ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kota-kota seluruh dunia.Informasi yang ada menunjukkan bahwa pedoman kualitas udara dari WHO secara teratur telah disebar diberbagai kota, bahkan di beberapa tempat tersebar luas. Angka yang didapat dari kota-kota yang sedang berkembang dan umumnya banyak diantara mereka tidak ada ukuran pengontrol polusi, kemungkinan akan terjadi pencemaran bagi buruh,dan kualitas hidup sebagian besar penduduk kota akan semakin memburuk. Walaupun beberapa kemajuan talah dicapai dalam pengendalian polusi udara dinegara-negara Industri lebih dari dua dekade terakhir ini, Kualitas udara terutama sekali dikota-kota besar negara sedang berkembang lebih buruk. Sejak tahun 1974, World Health Organization (=WHO)telah bekerja sama dengan Global Environment Monitoring System (=GEMS) bagian udara yang mengoperasikan jaringan pengontrol udara diperkotaan. GEMS menjalankan jaringannya keseluruh dunia untuk mengontrol kualitas udara dan air, dibantu oleh WHO dan United Nation Environment Programme (=UNEP). Baru-baru ini komisi kesehatan dan lingkungan WHO yang telah merampungkan tugasnya, mengidentifikasi polusi udara diperkotaan sebagai masalah pokok kesehatan lingkungan yang patut mendapatkan prioritas utama untuk diatasi. Pusat koordinasi untuk GEMS didirikan dibawah UNEP pada tahun 1975. Berdasarkan data – data dari GEMS bagian udara dan informasi tambahan,WHO dan UNEP menerbitkan dua cara penilaian kualitas udara perkotaan diseluruh dunia tahun 1980 yaitu : Polusi Udara Perkotaan tahun 1973-1980 pada 1984 dan penilaian kualitas udara tahun 1989. Artikel ini berisikan kutipan – kutipan terbaru dari laporan – laporan GEMS udara ; poluisi udara dikota-kota metropolitan didunia yang diterbitkan atas nama WHO dan UNEP oleh penerbit Blackwell tahun 1992. Studi Tentang Kualitas Udara Untuk menilai problem polusi udara perkotaan dikota-kota metropolitan dunia,WHO dan UNEP bekerjasama dengan GEMS-Air,memprakarsai sebuah studi rinci tentang kualitas udara 20 dikota – kota besar dunia. Guna mencapai tujuan studi tersebut, kota-kota besar didefenisikan sebagai kelompok kota dengan jumlah penduduk saat ini atau proyeksi sampai tahun 2000, sebanyak ± 10 juta orang. Walaupun ada 20 kota-kota besar memenuhi persyaratan tersebut, karena kekurangan sumber–sumber data dan waktu yang dibutuhkan, maka hanya 20 kota yang diteliti, Dakka, Lagos, Teheran dan Osaka tidak termasuk, karena kondisinya sama dengan Tokyo. Kelompok kota-kota yang terpilih itu adalah : 3 kota di Amerika Utara, 3 kota di Amerika Selatan, sebuah kota di Afrika, 11 kota di Asia dan 2 kota di Eropa. Kota-

©2003 Digitized by USU digital library

1

kependudukan. Sao Paulo Raya. Alasan utama dalam memilih kota-kota besar ini adalah. kendaraan bermotor. Beijing dan Sanghai di Cina. Untuk menghimpun data-data global polusi udara dikota-kota besar sangat sulit. sangat dipengaruhi dan berbeda oleh berbagai faktor yaitu: tofografi. karena kota-kota ini: 1. dalam proses–proses industri dan pembuangan limbah padat dengan pembakaran merupakan sumber utama dari pembuangan limbah zat-zat pencemar didaerah perkotaan.pembakaran bahan bakar posil untuk pemanasan rumahtangga untuk pembangkit tenaga listrik. Los Angeles dan New York di Amerika Serikat. dan Rio de janero di Brazilia. Meksiko di Meksiko . New Delhi dan Bombay Raya di India. Bangkok di Thailand. Mempunyai wilayah daratan yang luas dengan jumlah penduduk yang besar. jika jumlah penduduk perkotaan semakin meningkat yang mengakibatkan jumlah penduduk yang terpapar polusi udara juga meningkat. 3. Manila di Filipina. Mempunyai masalah pencemaran paling serius 2. Kairo de Raya di Mesir. Sumber-sumber polusi udara Pertumbuhan polusi kota dan tingakat industrialisasi yang tak terhindar. dalam negara yang sama dan dikota-kota. data-data dan analisa yang dipersiapkan merupakan gambaran yang luas dan keabsahan pertama dari keadaan polusi udara serta kecenderungannya dikota-kota besar. Seoul di Korea. Karaci di Pakistan. Kalkuta. 60 kota–kota didunia mempunyai jumlah penduduk ± 3 juta orang dan pada tahun 2000 diproyeksikan 85 kota-kota akan termasuk jenis katagori ini. termasuk yang tidak mewakili persoalan dibandingkan. ©2003 Digitized by USU digital library 2 .47 persen dari jumlah keseluruhan populasi akan tinggal didaerah perkotaan.karena 1. Sungguhpun demikian. Sebuah tinjauan masalah polusi udara dikota-kota besar dan kesukaran mengidentifikasi serta mencari pemecahan masalahnya merupakan peringatan bagi kota-kota yang sedang berkembang pesat lainnya. Jakarta di Indonesia.dan dicatat dimana yang perlu. point terakhir ini merupakan hal yang penting. London di Britania Raya. tidak lengkap atau sudah usang. Perkiraan–perkiraan PBB menunjukkan sampai tahun 2000. Pada tahun1990. pada umumnya akan menghasilkan pembuabuangan limbah / zat pencemar lebih banyak. Bakal banyak kota-kota lainnya yang sedang meningkat statusnya sebagai kota metropolitan.kota tersebut adalah : Buenos Aires di Argentina. iklim dan cuaca serta tingkat atau angka perkembangan sosio ekonomi dan industrialisasi. 2. Informasi tentang zat-zat pencemaran dan kesehatan mereka sering tidak ada. Tokyo di Jepang. Moskow di Rusia. dimana jumlah keseluruhan penduduk di 20 kota-kota ini tahun 1990 kirakira mencapai 234 juta orang. Kekurangan data yang dipakai. akan mengarah kepada kebutuhan enegi yang lebi besar. Pengertian tentang Polusi Udara Perkotaan Masalah pencemaran udara dikota-kota besar. 3. Masalahmasalah ini akan meningkat keadaannya. Juga dapat sebagai pedoman untuk mengatasi dan mencegah sebagian masalah tersebut. Adanya perbedaan dalam metodologi dan laporan antar negara.

tergantung dari tingkat motorisasi. dapat disimpulkan bahwa kendaran bermotor merupakan sumber utama dari zat-zat pencemar udara terutama CO. negara–negara OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) mencatat bahwa dari 80% jenis-jenis mobil didunia: 70%nya adalah jenis truk dan bus-bus . armada kendaraan secara global telah meningkat 10% kali lipat dan diperkirakan menjadi dua kali lipat dalam tempo 20 –30 Tahun mendatang. mengarah terbentuknya produksi SO2. Ozon merupakan suatu fotokimia oksidan secara tidak langsung dihasilkan dari sumber-sumber pembakaran. >50% merupakan kendaraan beroda dua dan tiga. Sebaiknya dikota-kota negara berkembang menunjukkan variasi sumber polusi udara yang lebih besar. Angka pertambahan jumlah kendraan dunia ©2003 Digitized by USU digital library 3 . Suatu hal yang perlu diperhatikan pada beberapa negara berkembang adalah cenderung banyaknya kendaraan bermotor tua dan tak terawat sehingga jelas merupakan suatu faktor yang menunjukkan kendaraan tersebut adalah sumber zatzat pencemar. CO. Pada tahun 1988. dibentuk dibagian bawah atmosfir. NO. Pembakaran bahan bakar fosil di sumber-sumber yang menetap. Banyaknya jumlah kendaraan bermotor didunia saat ini dipusatkan kedalam kelompok ekonomi pendapatan tinggi dunia. Kontribusi dari kendaraan bermotor lebih sedikit dikota-kota dengan tingkat motorisasi rendah seperti: di Afrika dan kota-kota terletak didaerah yang suhu dingin (tergantung pada bahan bakar batu bara atau biomosa untuk pemanas ruangan) Cina. O3. Berdasarkan observasi nasional dan adanya peningkatan registrasi kendaraan bermotor akhir-akhir ini. VOCs dihasilkan dari keaneka ragaman sumber-sumber buatan manusia termasuk lalu lintas jalan raya.tipe industri yang ada. transport dan pemakaian crude oil. NO dan NO2 serta Pb. Ozon. Eropa Timur. Walaupun penemuan-penemuan pembuangan limbah cair secara rinci tidak tersedia luas bagi kota-kota itu sendiri. SPM. dan NO2. pemakaian dan distribusi gas alam. SPM(=Suspended Particulate Matter) dan Pb(=Lead). Kontribusi relatif dari mobil dan sumber-sumber yang bergerak / menetap terhadap emisi – emisi polutan udara berbeda nyata diantara kota–kota. produksi dan pemakaian zat-zat kimia organik seperti . SO2 berperan dalam terjadinya hujan asam dan polusi partikel sulfat aerosol. tempat pembuangan limbah dan pabrik-pabrik limbah cair. Asap dan debu termasuk polusi partikel. NO2 berperan terhadap polusi partikel dan deposit asam dan prekusor ozon yang merupakan unsur pokok dari kabut fotokimia.bahan-bahan pelarut. Sejak tahun 1950. kepadatan. dari sekarang berjumlah 630 juta buah. CO. dan Pb seluruhnya telah dibuktikan memberi pengaruh yang merugikan kesehatan manusia.Zat-zat pencemar udara yang paling sering dijumpai dilingkungan perkotaan adalah: SO2. NO dan NO2. dari NO dan komponen-komponen organik yang mudah menguap(=VOCs= Volatile Organic Compounds) atau Hidrokarbon–hidrokarbon reaktif dengan adanya sinar matahari. sedangkan masing–masing berminyak solar jelas terbukti menghasilkan sejumlah partikel dan SO2 sebagai tambahan dari NO dan NO2. SPM dimayoritas dikota-kota besar dinegara industri.

Polyaromatic hidrokarbon) . Untuk itu dilakukan pengawasan secara otomatis. bahan–bahan bangunan. pada ketinggian yang lebih tinggi. yakni iklim dan cuaca. Lapisan ini akan merangkap polutan–polutan yang dekat sumber-sumber emisi dan berperan sebagai pelindung panas. Cadnium. suhu udara lebih meningkat jauh dan membentuk suatu lapisan inversi beberapa puluh atau ratus meter diatas tanah. Distribusi dan Transportasi Dua hal yang sangat mempengaruhi panyebaran dan transportasi dari zat-zat pencemar udara. gas-gas pencemar yang panas akan timbul disaat mereka datang dan kontak dengan masa udara yang dingin. seperti SO2 diwaktu musim dingin. dan kendaraan bermotor.Fibers. sejumlah besar racun dan zat kimia dideteksi telah meningkat jumlahnya diudara perkotaan. Dalam keadaan penyebaran normal. Akibat beratnya musim dingin. juga karena pengawasan yang sangat kurang. Walaupun emisi-emisi zat kimia ini umumnya lebih rendah kadarnya dibandingkan zat pencemar tradisionil. serta letak topografi daerah yang dikaitkan dengan penyebaran penduduk. beban polusi cenderung disebarkan secara merata sepanjang tahun. radon . Thermal inversion (=pembalikan suhu) merupakan masalah khusus bagi kotakota dengan iklim panas dan dingin. pembakaran sampah.Logam–logam berat pilihan (Berilium. dry cleaning. Furan. walaupun dengan konsentrasi rendah. Kondisi-kondisi seperti ini akan menjadi permasalahan jika kecepatan angin rendah. Vinychloride. Zat-zat polutan ini lebih sering dianalisa karena rendahnya konsentrasi mereka diudara. Polychlorodi benzo-dioxid.Sedikit zat-zat organik (Benzene. Asbes Bahan–bahan kimia tersebut dikeluarkan dari bermacam-macam sumber seperti. Contohnya : . Fenomena iklim dan cuaca lain yang sangat mempengaruhi kualitas udara adalah ©2003 Digitized by USU digital library 4 .Radionucleids seperti . Bagaimanapun lingkaran–lingkaran tertentu. dapat menentukan jumlah pemanasan yang dibutuhkan penduduk sehingga meningkatkan emisi-emisi polutan. Pada kota–kota dengan temperatur sedang.Formaldehide. pabrik-pabrik pengelolah limbah. sudah pasti akan memperburuk kondisi udara daerah ini. Keadaan isotermal adalah suatu keadaan yang dijumpai bila tidak ada perubahan dalam temperatur didaerah ketinggian. Peranan kendaraan bermotor terhadap pertambahan polusi menjadi meningkat di negara-negara yang sedang berkembang. Sebagai tambah zat-zat pencemar udara yang lebih tradisionil yang lebih umum. Jika tidak dilakukan pengawasan yang ketat terhadap zat-zat pencemar yang berkaitan dengan lalu lintas.diproyeksikan melampaui kedua jumlah total produksi dan populasi diperkotaan. Iklim–iklim dikota besar berbeda dengan benua yang lebih dingin dan lembab (seperti di Beijing yang sangat dingin). dibandingkan dengan daerah yang di Gurun (Kairo) atau tropical dengan temperatur sedang dan kelembaban tinggi (Bangkok). memperlambat penyebarannya. sehingga mempunyai pengaruh yang sama. proses-proses industri dan manufaktur. namun jelas polutan ini memberi resiko terhadap kesehatan sehubungan dengan daya racun mereka yang sangat tinggi atau bersifat karsinogenik bahkan bisa keduanya. Merkuri) .

Jakarta. Sebaiknya pada kota-kota yang bersuhu lebih tinggi. fungsi pau menjadi berkurang dan menghambat jalan udara. Pengaruh-pengaruh langsung dari polusi udara terhadap kesehatan manusia tergantung pada. bombay. SPM. sumsum tulang. ©2003 Digitized by USU digital library 5 . yang terkena sinar matahari dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi. 3. New Delhi dan Moskow mempunyai tingkat tofografi relatif dan iklimnya tak dipengaruhi oleh molekul air . Dampak Polusi Udara Dampak memberikan pengaruh yang merugikan bagi kesehatan manusia. London. Keberadaan yang jelas dari suatu badan air/molekul dapat mempengaruhi iklim mikro dan arah angin pantai siang dan malam hari. Shanghai dan Tokyo mempunyai tingkat tofografi yang relatif dan iklimnya dipengaruhi oleh molekul air. Ozon dapat mengiritasi mata. Kairo. sehingga terjadi penarikan suhu lebih dingin kedalam dan kemungkinan udaranya lebih tercemar dari daerah-daerah industri sekitarnya. CO beraffianitas tinggi terhadap Hb sehingga mampu mengganti O2 dalam darah yang menuju ke sistem pembuluh darah dan jantung serta persarafan. Umumnya sebagian besar zat-zat polutan udara ini langsung mempengaruhi sistem pernafasan dan pembuluh darah. 2. Letak tofografi kota-kota besar juga dapat mempengaruhi sifat penyebaran dan transportzat-zat polutan. Pada kota-kota dengan bangunan berstruktur tinggi penyebaran emisi polutan akibat angin besar lebih rendah (The Canyon Effect). Pb menghambat sistem pembentukan Hb dalam darah merah. Bukit-bukit yang mengitari kota-kota sering berfungsi sebagai penghalang hembusan angin. Buenos aires. Meningginya angka kesakitan dan kematian dan adanya gangguan fungsi paru-paru dikaitkan dengan kenaikan konsentrasi zat SO2. Bangkok. tetapi juga dengan cara-cara pemaparan lainnya seperti: meminum air yang terkontaminasi dan melalui kulit. Manila. Los Angeles. karena terhalang oleh bangunan. perangkap polusi yang dekat kekota. Sao paolo dan Seoul mempunyai tofografi beraneka ragam dan suhunya dipengaruhi oleh pegunungan disekitarnya.contohnya sbb : 1. Calcutta. juga status kesehatan penduduk yang terpapar. New York. intensitas dan lamanya pemaparan. hidung dan tenggorokan dan penyebab sakit kepala. bukan saja dengan terhisap langsung. Daerah pegunungan juga berfungsi sebagai penghambat transportasi polusi udara di kota-kota besar.heat urban island yaitu panas yang dihasilkan oleh sebuah kota mengakibatkan meningkatnya suhu udara. merusak fungsi hati dan ginjal dan penyebab kerusakan syaraf. NO2 dan O3 yang juga mempengaruhi sistem pernafasan. seperti Los Angeles dan Mexico City. Karachi. Pada kota-kota yang dikitari oleh pegungungan tinggi. cenderung mudah terbentuknya jaringan ozon dan fotokimia oksidan lain dari emisi-emisi polutan . Pemaparan yang akut dapat menyebabkan radang paru sehingga respon paru kurang permeabel. Mexico city. zat-zat polutan mungkin akan terperangkap dalam udara selama beberapa hari. Beijing. Rio de janeiro.

khususnya di Asia dan Amerika Selatan. Walaupun alat ini tidak begitu banyak berkembang. Beberapa Kasus Yang Telah dimonitor 1.khusus di Asia dan Amerika Selatan. serta tertarik akan pengaruh yang merugikan bagi kesehatan manusia mendorong Institusi-institusi untuk mengatur pemantauan jaringan guna pengukuran rutin kualitas udara perkotaan.dimana sumber polusi udara berasal dari pemanasan rumah – rumah. SPM. dengan penduduknya yang sangat padat (27000/km2 ditahun 1990) sebagai bahan bakar utama adalah arang batubara yang mempunyai konsentrasi SO2. pemantau udara secara tradisioil didirikan di negara-negara berkembang. NO & NO2. Menurt penilitian WHO dari 60 perusahaan-perusahan didunia. perkembangan jaringan pemantau polutan kualitas udara dari lalu lintas dilakukan secara rutin. Pb dan O3 di udara perkotaan. Untuk zat polutan VOCs jarang digunakan karena sulitnya data tentang zat ini diperoleh.O3 dan VOCs. Sebagai kunci dari prioritas pemantauan zat polutan adalah resikonya terhadap kesehatan manusia. Untuk zat polutan VOCsjaramg digunakan karena sulitnya data tentang zat ini diperoleh.hanya sedikit negara yang rutin memonitor O3 sebagai pedoman dari polusi fotokimia. Banyak dinegara-negara maju UU dan pemantauan pada mulanya difokuskan terhadap SO2 dan SPM. 2. Bahkan pada negara-negara maju dengan tingkat industri tinggi umumnya hanya terbatas pada pengamatan lokasi secara rutin. Standard-standard kualitas udara Nasional dan bentuk-bentuk lain dari Undang-undang juga diperkenalkan untuk melindungi kesehatan manusia. Sebagai kunci dari prioritas pemantauan zat polutan adalah resikonya terhadap kesehatan manusia. Beijing . Pusat monitor hanya memantau data-data tentang tingkat polusi udara disaat tertentu dan contoh tempat tertentu. Pusat monitor hanya memantau data-data tentang tingkat polusi udara di saat tertentu dan contoh tempat tertentu.Pemantau Kualitas Udara Pada tahun 1960 an pengenalan zat-zat pencemar alam yang ada dimanamana seperti: SO2. karena besarnya biaya untuk mendirikannya. Pemantauan kualitas udara di India yang dipantau oleh jaringan NEER (National Environmental Engineering Research Institute). Saat sekarang ini perhatian besar ditujukan terhadap pemantau oksidan fotokimia. Dalam musim dingin yang berat.pemantau udara secara tradisionil didirikan negara-negara belum berkembang. sejak akhir tahun 1970 sejalan dengan datangnya dan peningkatan jumlah kenderaan bermotor yang merupakan sumber polusi udara yang penting seperti: CO.hanya 34 yang memiliki rencana pemantauan sedang yang 16 lagi tidak ada. O3 dan VOCs.SPM dan CO yang tinggi.sebagai parameter ©2003 Digitized by USU digital library 6 . Saat sekarang ini perhatian besar ditujukan terhadap pemantauan oksidan fotokimia. Walaupun alat ini tidak begitu banyak berkembang. NO & NO2 dan Pb. Bahkan pada negara-negara maju dengan tingkat industri tinggi umumnya hanya terbatas pada pengamatan lokasi secara rutin. Pada tahun 1980. hanya sedikit negara yang rutin memonitor O3 sebagai pedoman dari polusi fotokimia. CO. Pada tahun 1980.

Faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi dan transport zat polutan ini adalah: letak topografi daerah. KESIMPULAN Banyak kota-kota besar didunia kualitas udaranya memburuk karena tercemar oleh. arah angin. NO dan NO2. asap.SO2. suhu dan cuaca.testil dan plastik. 4.curah hujan hanya 22mm rata-rata pertahunnya GMS memantau TSP(500-1100 ug/m3) dan SPM. letak topografi yang salah dengan populasi 19. intensitas dan pemaparan.HS. Emisi asap mobil diestimasi sampai 1200 ton/ tahun. pabrik semen dan lainnya.37 juta ditahun 1990 dan ketinggian dari permukaan tanah 2240 meter. dan O3 yang berasal dari daerah – daerah industri. Emisi berasal dari proses pembakaran. mempunyai iklim mediteranian dikelilingi oleh pegunungan. Pb. Dijumpai lebih dari 450 pabrik industri metal. Mexiko City . hati dan ginjal. zat-zat pencemar yang sumbernya berasal dari pabrik-pabrik industri. Dampak yang paling utama adalah terhadap kesehatan manusia terutama pada sistem pernapasan. pembuluh darah. Kairo . dengan iklim gurun dan panas tinggi. SPM. keramik. Hanya sedikit industri berat yang dijumpai. dan kendaraan bermotor. Mobil dan kendaraan bermotor merupakan sumber berpolusi utama . gelas. proses pembakaran. sebab baja dan pabrik pembuatan mobil terdapat didaerah – daerah. persarafan.NO&NO2 serta VOCs 5. SPM. O3 dan CO untuk memonitor zat-zat polutan ini. dikelilingi 0leh pegunungan dengan tinggi 5000 meter dan mempunyai > 30. WHO (tahun 1974) telah bekerjasama dengan global Environment monitoring System (=GEMS) bagian udara.industri.NO2.pembuangan limbah padat.adalah . Los Angeles .000 industri dengan berbagai ukuran dan tipe. 3.zat-zat pencemar yang paling sering dijumpai adalah: So2. ©2003 Digitized by USU digital library 7 . Debu yang terkira banyaknya. lalu lintas dan kabut asap dengan estimasi penduduk tahun 2000 sebesar 10.91 juta. O3 yang dibentuk oleh fotokimia dari kendaraan bermotor. 4000 dipakai pembakaran atau proses transformasi yang mengelaurkan emisi ke udara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful