Está en la página 1de 4

Pengendalian Hayati Hama

KEMAMPUAN MEMANGSA MUSUH ALAMI PREDATOR CECOPET (Euborellia annulata) DALAM MENGENDALIKAN PENGGEREK BATANG JAGUNG (Ostrinia furnacalis)

NURHARDIANTI G111 09 301

JURUSAN ILMU HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012

KEMAMPUAN MEMANGSA MUSUH ALAMI PREDATOR CECOPET (Euborellia annulata) DALAM MENGENDALIKAN PENGGEREK BATANG JAGUNG (Ostrinia furnacalis)

Musuh Alami adalah Suatu mahluk hidup (organisme > Predator, Parasitoid dan Patogen) yang dapat mengendalikan hama penyakit dan gulma (OPT). Musuh alami terdiri dari pemangsa/predator, parasitoid dan patogen. Pemangsa adalah binatang (serangga, laba-laba dan binatang lain) yang memakan binatang lain sehingga menyebabkan kematian. Kadang-kadang disebut predator. Predator berguna karena memakan hama tanaman. Semua laba-laba dan capung merupakan contoh pemangsa. Parasitoid adalah serangga yang hidup di dalam atau pada tubuh serangga lain, dan membunuhnya secara pelan-pelan. Parasitoid berguna karena membunuh serangga hama, sedangkan parasit tidak membunuh inangnya, hanya melemahkan. Predator adalah organisme yang hidup bebas yang memangsa organisme lainnya. Predator dapat menyerang dari mulai fase immature (pra dewasa) sampai dengan fase dewasa dari serangga mangsa. Dan untuk mencapai fase dewasa, predator membutuhkan lebih dari satu individu inang. Predator serangga di alam, terdiri dari burung,ikan, ampibi, reptile, mamalia dan arthropoda. Pada umumnya yang biasanya digunakan sebagai agen biocontrol dalam pengendalian hama adalah serangga dan tungau (mites). Cecopet (Euborellia annulata) merupakan ord dari dermaptera. Sebagian jenis cecopet adalah pemangsa. Cecopet mudah dikenal karena ada penjepit pada ekornya. Penjepit dipakai untuk mengambil dan memegang mangsanya, serta pertahanan diri. Kebanyakan jenis cecopet aktif malam hari. Pada siang hari, mereka bersembunyi dalam tanah atau dalam bagian tanaman. Malam hari

dia keluar dan mencari telur, larva dan nimfa serangga yang badannya lembut. Kadang-kadang dia menggerek ke dalam batang untuk mencari mangsa. Seekor cecopet dapat memakan larva 20 sampai 30 ekor setiap hari. Dewasa ada yang bersayap atau tanpa sayap. Jenis-jenis cecopet yang bukan pemangsa, memakan serasah tanaman. Adapun daur hidup dari cecopet awalnya ari telur diletakkan dalam lubang di dalam tanah atau diantara serasah. Euborellia annulata betina menjaga telurnya sampai menetas. Nimfa kelihatan mirip dewasa kecuali berukuran lebih kecil dan sayapnya (jika ada) belum sempurna. Nimfa berganti kulit beberapa kali. Terakhir kali dia menjadi dewasa. Dewasa kawin dan kemudian betina bertelur. Seekor cecopet dapat menghasilkan 200 sampai 300 butir telur setiap peletakan. Dimana cecopet tidak bermetamorfosis sempurna (telur-nimfa-dewasa). Ostrinia furnacalis merupakan hama utama pada tanaman jagung di Asia dan Negara-negara Pasifik Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan hasil yang disebabkan oleh penggerek batang jagung berkisar 16 34 bahkan, hama ini dapat menurunkan hasil pada

tanaman jagung sampai 80% bahkan dapat terjadi puso. Pengendalian dengan memanfaatkan musuh alami (parasit, predator dan patogen) adalah cara pengendalian yang aman terhadap lingkungan, murah dan mudah dilakukan. Euborellia annulata atau disebut dengan cecopet adalah salah satu jenis predator Ostrinia furnacalis (penggerek batang) dan Helicoverva armigera (penggerek tongkol) yang efektif dan menpunyai potensi untuk dikembangkan karena menpunyai tingkat predasi yang tinggi.

Euborellia annulata mempunyai kemampuan yang cukup tinggi dalam hal memangsa larva Ostrinia furnacalis. Euborellia annulata merupakan predator yang efektif karena dapat memangsa telur, larva, dan pupa penggerek batang jagung Ostrinia furnacalis. Euborellia Annulata ini juga dilaporkan banyak memangsa Bactrocera dorsalis pada tanaman. Euborellia annulata adalah serangga kecil yang berwarna hitam mengkilap dengan sepasang capit pada ujung abdomennya. Nimfa Euborellia annulata mirip dengan dewasa dan makanannya sama termasuk aphis, wereng daun, larva, kumbang, kaki seribu dan serangga-serangga kecil lainnya. Euborellia annulata adalah predator telur dan larva Ostrinia furnacalis. Predator ini banyak ditemukan pada jagung yang ditanam di sawah irigasi, sawah tadah hujan, tegalan, kawasan danau dan pigiran sungai. Euborellia annulata dapat memangsa larva Ostrinia furnacalis, larva Helicoverva armigera, aphid dan tungau. Imago betina Euborellia annulata meletakkan telur satu persatu dalam satu kelompok, telur saat diletakkan berwarna putih bersih permukaannya halus. Bentuk, warna dan ukuran berubah sesuai dengan bertambahnya umur. Perubahan tersebut mulai nampak 3 sampai 4 hari setelah telur diletakkan, saat ini embrio juga sudah mulai nampak. Telur setelah diletakkan akan dilindungi/ dijaga oleh induknya didalam selnya hingga telur menetas menjadi nimfa, maksud penjagaan telur ialah melindungi telur dari serangan musuh. Imago betina selain membersihkan telurnya juga meletakkan semacam cairan pada telur tersebut (sebagai zat pelindung).