P. 1
SITOLOGI

SITOLOGI

|Views: 341|Likes:
Publicado pormignonne13

More info:

Published by: mignonne13 on Apr 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2012

pdf

text

original

Sections

  • SITOLOGI
  • I. JARINGAN EPITEL
  • II. Epitel Kelenjar
  • JARINGAN SARAF
  • JARINGAN OTOT

SITOLOGI PENDAHULUAN Kata Histology berasal dari bahasa Yunani yaitu dari akar kata Histos yang berarti

jaringan dan kata Logia/Logos yang berarti ilmu pengetahuan/ ilmu yang mempelajari. Jadi secara harafiah dapat diartikan bahwa Histology adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang jaringan. Dari pengertian tersebut kemudian muncul suatu pertanyaan, yakni apa yang tercakup dalam istilah histology dewasa ini ? Setelah ditelusuri lebih jauh ternyata Anatomi dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah Anatomi Makroskopik yang artinya struktur tubuh yang dapat dilihat dengan mata telanjang, kelompok kedua Anatomi Mikroskopik artinya struktur tubuh yang hanya dapat dilihat dengan memakai alat bantu yaitu mikroskop. Anatomi mikroskopik dikenal dengan istilah Histologi. Materi pembahasan pada anatomi mikroskopik dikelompokkan menjadi tiga. Kelompok pertama adalah Histology (ilmu yang mempelajari tentang jaringan), kelompok kedua adalah Organology (ilmu yang mempelajari tentang organ), dan kelompok ketiga adalah Sitology (ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk sel). Kelompok ketigan ini (sitologi) merupakan cikal bakal perkembangan ilmu-ilmu lain yang berhubungan dengan struktur molekuler sel, misal, ilmu Biology Molekuler. Ilmu Biology Molekuler dalam penerapan sering digunakan dalam teknology dibidang kedokteran yaitu Teknik Rekayasa Genetika. Jadi Histologi tidak hanya mempelajari mengenai jaringan/organ juga mempelajri sel baik itu struktur baupun fungsinya, bahkan mempelajari sampai ketingkan sel/molekuler. Oleh karena itu histology merupakan dasar dari ilmu-ilmu yang lain seperti : Patology, VirologylImunology, Biok.imia, fisiolgy dll. BAB II SITOLOGI Sitologi berasal dari akar kata cytos yang artinya cel dan logos artinya ilmu pengetahuan. Jadi sitologi berarti ilmu yang mempelajari tentang sel. Definisi sel adalah sel merupakan unit struktural yang terkecil dari mahluk hidup yang terdiri dari segumpal protoplasma dan inti sel. Selanjutnya seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan sehingga pada tahun 1930 ditemukan mikroskop elektron. Definisi sel selanjutnya berbunyi “ Sel adalah merupakan unit struktural dan fungsional yang terkecil yang mampu hidup di dalam suatu lingkungan yang mati “. Tanda-tanda sel itu hidup ada beberapa kriteria antara lain: 1. Sel dapat bersifat iritabel, artinya sel dapat menujukkan respon terhadap stimuli baik secara kimiawi maupun listrik. Contohnya adalah sel saraf dan sel otot. 2. Sel dapat bersifat konduktivitas, artinya sel mampu meneruskan rangsangan. Contohnya sel saraf dan sel otot. 3. Sel dapat bersifat kontraktivitas, artinya sel dapat memendekkan protoplasma ke satu arah (terlihat saat pembelahan sel) 4. Sel dapat bersifat absorbsi, sifat ini dapat dimiliki oleh semua jenis sel.

5. Sel mempunyai sifat sekresi, sifat ini paling baik dimuliki oleh sel-sel kelenjar, selain itu juga mempunyai sifat ekskresi. Contoh sel yang kurang/tidak mempunyai sifat ini adalah sel otot dan sel saraf. 6. Sel mempunyai kemampuan respirasi, artinya sel mempunyai kemampuan menangkap oksigen untuk kebutuhan metabolisme di dalam sel. 7. Sel mempunyai sifat pertumbuhan dan perbanyakan, perbanyakan sel berarti dapat membelah diri dan selama perkembangannya dapat menjadi banyak bentuk sifat ini disebut multipoten. Contoh sel yang bersifat multipoten adalah sel mesenchym yang pada akhirnya mengalami defrensiasi artinya sel tersebut telah menuju suatu proses spesialisasi dan bertambah besar. Kegiatan/perubahan-perubahan yang terjadi pada protoplasma/sitosol dapat terlihat secara langsung pada mahluk bersel satu, tapi pada mahluk tingkat tinggi hal tersebut sulit dilihat, hal ini dikarenakan sel tersebut mengalami spesialisasi sel. Akibat spesialisasi sel maka terjadi antara lain: 1. Terjadi hubungan yang erat antara bentuk dan fungsinya. 2. Bagian-bagian tubuh menjadi tergantung satu dengan yang lainnya. 3. Hilangnya potensi sel, artinya hilangnya kemampuan sel untuk berubah bantuk. Di alam semesta ini kita mengenal 2 jenis sel bila dilihat struktur selnya (inti sel) yaitu : 1. Sel prokariota, tipe sel ini mempunyai inti tidak sejati atau tidak mempunyai inti. Di dalam inti sel tidak ada/ada bagian-bagian sel yang tidak jelas. Tipe sel ini dapat dijumpai pada sel bakteri atau sel darah merah (erytrocyt). Sel Prokariota mempunyai struktur internal yang sangat sederhana seperti:

• Tidak mempunyai organel yang terbungkus membran. • Tidak mempunyai inti sel yang terbungkus membran. • Struktur DNA tidak membentuk komplek dengan Histon

2. Sel Eukariota, sel ini mempunyai inti sel sejati. Contoh sel tanaman, sel mahluk hidup tingkat tinggi. Inti sel eukariota di dalamnya dijumpai: · Chromatin: merupakan serabut-serabut DNA yang secara erat terikat dengan histon.

Jadi pada hewan tingkat tinggi di dalam tubuhnya terdapat tiga jenis sel yaitu: 1. Sel-sel yang sudah ada sejak lahir. Sel seperti ini sudah mempunyai spesialisasi yang sangat tinggi dan semakin bertambahnya umur maka jumlahnya juga makin berkurang. Jenis sel-sel seperti ini dijumpai pada sel-sel otak, sel-sel ovum. 2. Sel-sel yang dalam perkembangan selanjutnya akan mengalami proses defrensiasi secara bertahap dan kontinyu, namun setelah sel tersebut sudah mencapai umur tertentu maka sel itu akan dilepaskan dari tubuh. Contoh, sel epitel pada saluran cerna, epitel vesica urinaria, sel epitel kulit. 3. Ada juga sel-sel yang sudah mengalami spesialisasi tinggi, tapi dalam keadaan tertentu dapat menjadi muda lagi. Contoh sel-sel pada organ hati, sel-sel organ kelenjar.

MORFOLOGI SEL Pada mahluk tingkat tinggi terdapat berjuta-juta sel yang berbeda bentuk, ukuran, isi sel, dan afinitasnya terhadap berbagai macam zat warna. Pada sel yang masih hidup aktivitas isi sel (sitoplasma) tidaklah tetap melainkan selalu berubah-ubah sesuai dengan aktivitas sel tersebut, Ukuran sel tidaklah tetap juga tergantung dari aktivitas sel saat itu, sel yang aktif atau sel yang sedang istirahat (stadium interpase) berbeda ukurannya maupun bentuknya. Namun demikian sudah ada patokan rentang besarang ukurannya, misal: sel eritrosit ( 3 – 20 mikron ), sel leukosit ( 8 – 20 mikron ), sel ovum mamalia ( 100 – 150 mikron ), sel otot polos panjangnya ( 15 – 200 mikron ). SITOPLASMA Sitoplasma umumnya terlihat homogen tapi pada beberapa daerah ada terlihat granuler, fibriler atau vakuoler. Sitoplasma sebenarnya mengandung berbagai bangunan kecil yang fungsinya berbeda-beda pula, hal inilah yang menujukkan perbedaan penampilan sitoplasmanya pada saat pengecatan sel. Perbedaan penampilan ini dikarenakan dikarenakan variasi jumlah dan jenis organel yang terkandung di dalam sitoplasma. Pada sel hidup istilah cytoplasmic matrix juga disebut hyaloplasmic. Hyaloplasma berdasarkan komposisi penyusun dan kepekatan (struktur) yaitu: 1) Ektoplasma : terletak di bagian perifir dari sitoplasma (dekat dengan membran sel), mempunyai konsistensi kekentalan yang sangat pekat berbentuk gel ( jel ). Pada cairan ini tidak dijumpai/bebas dengan adanya organel-organel sel maupun benda-benda inklusi, selain itu cairan ini mempunyai sifat tiksotropi artinya cairan tersebut dapat berubah konsistensinya menjadi lebih pekat daripada gel yang disebut sol. Konsistensi seperti sol ini sifatnya revelsibel.

namun ada juga beberapa peneliti memasukkan ke dalam golongan organoid. sel RES. Membran sel ini disebut juga dengan istilah membran plasma / plasmalemma. 2) Endoplasma : letaknya ada di sebelah dalam dari ektoplasma.Perubahan tiksotropi ini terjadi apabila sel tersebut terkena pengaruh mekanik dari luar sel. Organella yang terbentuk dari membran (mempunyai membran) 1) Membran sel Pada sel hewan dinding sel disebut dengan membran sel kerena komposisi penyusunnya sebagian besar berupa lipid. Cairan ini mempunyai sifat konsistensi lebih cair dibandingkan dengan gel tapi lebih pekat daripada air. dll. gian cel. Penyerapan/masuknya zat berupa cairan ke dalam sel disebut pinositosis dan masuknya materi berupa benda sifatnya tetap disebut fagosistosis. Jadi organoid tidak lain adalah merupakan benda-benda kecil yang tetap berada di dalam sel dan terorganisasi yang mempunyai fungsi spesifik untuk proses metabolisme dalam mengatur kelangsungan kehidupan sel. Sifat-sifat membran sel antara lain: · Mempunyai permiabilitas yang sangat tinggi . dan penyerapan zat. makrofag. plasma sel. selain itu cairan ini tidak mempunyai sifat tiksotropi. Organel-organel ini disebut organoid ( organelles ). Contoh sel yang mempunyai kemampuan tiksotropi yang tinggi adalah sel amuba. Organel-organel tersebut dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu: A. sel-sel yang mempuyai sifat fagositik ( leukosit. hal ini dilihat dari strutur dan fungsinga yakni berperan pada saat pembelahan sel. Cairan ini mengandung/dijumpai adanya organel-organel sel dan cytoplasmic inclution. ). regenerasi sel. Beberapa peneliti (buku) plasmalemma tidak digolongkan ke dalam organoid.

pada bgian tengah kepadatan elektronnya rendah terlihat lebih terang. Karena terlihat seperti tersusun 3 lapis maka disebut juga tri laminar membran yakni pada bagian luar yang tersusun oleh lipid yang kepekatan elektronnya lebih tinggi maka akan terlihat gelap.sebagai perekat/penghubung antar sel . Lapisan lipid yang satunya (di bawah) letaknya terbalik yakni non-polar menghadap ke luar (atas) dan gugus polar menghadap ke dalam (bawah). Teori ini yang sampai kini diyakini kebenarannya yaitu teori Bilayer Lipid. cholesterol) 2) protein ( proteni integral. glikolipid. Jadi sifat hydrophylic ada disebelah luar (karena gugus polar dari phospolipid) dan sifat hydrophobic ada disebelah dalam (karena gugus nonpolar dari rantai hidrokarbon) ini terdapat pada membran bagian luar sedangkan membran bagian dalam posisinya terbalik.sebagai ion cenel (pintu gerbang) . hal ini sesuai dengan prinsip mikroskop elektron apa bila materi itu padat elektron akan terlihat gelap sedangkan bila kurang padat elektron terlihat terang. Phospolipid struktur molekulnya ada yang bersifat polar (dapat dilalui air) yang menghadap keluar (digambarkan sebagai kepala) dan satu lagi bersifat non-polar (tidak dapat ditembus air) yang berada di sebelah bawahnya (digambarkan sebagai ekor).sebagai pompa ion . Dengan ketebalan tersebut tidak tampak pada pemeriksaan mikroskop kecuali potongannya sedikit miring.sebagai reseptor . dan pada bagian dalam tersusun juga oleh lipid maka terlihat pula belap. Dengan menggunakan mikroskop elektron ternyata membran sel terlihat 3 lapis. Hasil pemisahan tersebut ternyata membran sel terdiri dari dua lapis rantai lipid yaitu asam lemak rantai panjang tidak jenuh (lipid acid ansaturated) dan protein.sebagai enzim .· Tersusun dari 3 komponen :1) lipid ( phospolipid. Dengan seiring perkembangan ilmu pengetahuan ternyata membran sel dapat dipisahkan dengan zat ditergen. · Mempunyai kemampuan untuk mengontrol terhadap keluar masuknya informasi dari maupun ke dalam sel · Mempunyai active site untuk proses transformasi energi Membran sel terlalu tipis untuk dilihat dengan mikroskop cahaya karena membran sel mempunyai ketebalan antara 8 – 10 nm. Protein membran berfungsi sebagai: . namun dengan mikroskop elektron membran sel mudah terlihat. protein periferal ) 3) karbohidrat ( karbohidrat dapat terikat dengan protein maupun lipid ).

ini terlihat jelas pada sel-sel otot (disebut ergastoplasma) selain itu juga terlahat jelas pada sel kelenjar. Dengan pengecatan HE akan memberikan kesan warna biru/violet (sifat basa) sehingga disebut juga komponen basofil sitoplasma. RIBOSOMA : . Smooth endoplsmik dapat juga berbentuk gelembung pipih (cysternae) yang membentuk suatu jalinan disebut retikulum. karbohidrat berperan untuk membantu protein dalam kemampuannya untuk mengenal sesuatu. GAMBAR: foto mikroskop elektron membran sel 2) Retikulum Endoplasmik Retikulum endoplasmik terdapat dua bentuk yang berbeda baik struktur maupun fungsinya yakni yang berbentuk butiran-butiran kasar disebut Rough endoplasmik retikulum (RER) dan satunya lagi berbentuk buluh/gelembung disebut smooth endoplasmik (SER) berupa butiran halus. sehingga cell coat tersebut berfungsi sel menjadi bersifat selektif dan permiabel. Rough Endoplasmik retikulum (RER) diidentikkan dengan ribosoma.Gugus karbohidrat terikat pada protein/lipid yang menonjol ke permukaan sel disebut glikokalik (extrinsic cell coat). Pada sel saraf retikulum endoplasmik disebut benda-benda Nissl. dan sifat adhesif (melekat). sifat spesifik. Perkembangan teori terkhir ternyata retikulum endoplasmik dianggap sebagai proliferasi dari kerioteka interna (membran inti bagian luar).

hormon ini berfungsi merangsang terbentuknya membran baru (terbentuknya retikulum endoplsmik baru). . Pada hati glukagon diperlukan untuk perombakan glikogen menjadi glukosa.sintesis lipid/detoksifikasi oleh sel-sel hati (hepatocyt) . sehingga sitoplasma menjadi bersifat basofil karena begitu banyaknya jumlah ribosom di dalam sitoplasma. .Pada otot skelet/jantung (RER disebut retikulum sarkoplasma) yang secara aktif mengatur kadar kalsium disekitar miofibril.Pada sel-sel eptel usus berperan dalam absorbsi lipid.biosintesis hormon steroid/testosteron oleh sel Leydig . Ribosom pada mamalia mempunyai koefisien sedimen (kecepatan dalam pengendapan) sebesar 80S (satuan Swedberg) butiran besar dari ribosom satuan sedimennya sebesar 60S dan butiran becil sebesar 40S.biosistesis hormon glukagon oleh sel-sel pankreas. karena komposisi inilah yang menyebabkan ribosom bersifat basopilik. misal.biosintesis hormon progesteron oleh sel-sel korpus luteum . dari jalinan-jalinan tersebut terbentuklah vesikel yang mengangkut bahan-bahan untuk disintesis di RER dan selanjutnya diteruskan ke Golgi komplek. Pada proses pembentukan protein ribosom melekat pada mRNA Gambar: SER tersusun berupan gelembung-gelembung pipih berupa lembaranlembaran dengan permukaan yang halus tanpa adanya ribosom (bentuk vesikuler).Ribosoma mersifat basofil. . . sehingga berperan dalam membantu proses kontraksi otot. hal in penting fungsinya untuk menghasilkan sekret baik itu berupa hormon maupun nonhormon. Dengan mikroskop elektron ukuran ribosoma berkisar antara 10 – 20 nm dengan komposisi RNA sebanyak 60 % dan protein sebanyak 40 %. Jumlah SER untuk setiap jenis sel tidak sama. Ribosoma merupakan pusat pembentukan protein. Robosoma merupakan tempat untuk merangkai asam-asam amino menjadi peptida atau protein.

Butir-butir tersebut pada saat dilepaskan berwarna cerah namun lama kelamaan berubah warna menjadi gelap. Golgi komplek berbentuk pipih yang tersusun seperti jala. Perkembangan selanjutnya dimana golgi komplek yang telah kompak (dewasa) menghadap kutub bebas dari sel.tempat penyimpanan sementara hasil produk Fungsi ini jelas terlihat aktivitasnya pada sel-sel kelenjar maupun sel-sel endokrin. pada sel saraf letaknya mengelilingi inti. Aparatus Retikularis Golgi. dan dari tempat ini melepaskan butiran-butiran sekret yang disebut juga sebagai butir Golgi ( Golgi granules) atau Vakuola Golgi atau Vesikel Pemindah. Selanjutnya protein/sekrit yang dihasilkan mengalami . 3) GOLGI KOMPLEK Pada tahun 1889 seorang ahli saraf dari Italia bernama Camillo Golgi menemukan organel pada sel saraf kucing dan burung dengan menggunakan metoda pengecatan perak nitrat. Beberapa buku/penulis gilgi komplek mempunyai banyak nama seperti: Golgi Net.Smooth Endoplasmik Retikulum (SER) mempunyai peranan yang berbeda-beda sesuai dengan jenis selnya.tempat proses penambahan gugus/senyawa .tempat pemekatan (membentuk struktur protein) . Butir-butir yang telah menjauhi Golgi disebut Butir Zymogen. dimana pada bagian yang memanjang pada lempeng golgi disebut saculus. misal: pada sel kelenjar terletak di atas inti (dekat inti) yakni berbatasan dengan kutub bebas dari sel. Internal Retikuler Apparatus.tempat proses sintesis . Dengan mikroskop elektron golgi komplek letaknya tidak sama untuk semua jenis sel. Fungsi dari Golgi Komplek adalah: . pada sel pankreas letaknya tidak menentu. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa setiap sel memiliki organel ini (golgi komplek) yang di dalamnya mengandung lipoprotein.

karbohidrat. namun dekade terakhir ini banyak diselidiki karena perannya yang sangat penting dalam mempertahankan sel.8 mikron. sehingga ensim ini disebut Hidrolisa Asam. Lisosoma ada 2 tipe yaitu: 1) Lisosoma primer: berisi berisi ensim hidrolitik. Sintesa ensim tersebut diduga terjadi di dalam Endoplasmik Retikulum dan selanjutnya tersimpat dalam kantong penyimpan. Heterofagosom terbentuk akibat invaginasi membran plasma yang mengelilingi benda asing. sedangkan Vakuola Krinofagi adalah merupakan peleburan dari gelembung sekrit yang telah mengalami penuaan atau kerusakan dengan lisosom primer. di dalamnya mengandung ensim pencernaan bagi sel. dan selanjutnya menjauhi Golgi. 2) Lisosoma sekunder: merupakan peleburan antara lisosoma primer dengan berbagai gelembung substrat.15 – 0. hal ini disebut Lisosom pembentuk pigmen lipofuksin. Lisosoma primer berkembang yang berasal dari perkembangan dari Aparatus Golgi. Lisosoma Sekunder sekrit yang ada di dalamnya dapat dikeluarkan dari selaput atau masih tetap ada di dalamnya. Hasil penyelidikan diketahui organel lisosoma berupa kantong-kantong kecil berdiameter antara 0. dan lemak. MITOKONDRIA . Jenis ensim yang terkandung di dalamnya adalah: · Acid phospatase · Acid ribonuclease · Acid deoxyribonuclease · Cathepsin · Peroksidase. Dengan demikian lisosoma merupakan organel dalam sel yang berperan dalam proses penghancuran. Ensim yang terkandung di dalam organel lisosoma dapat memecah/menghancurkan protein. Ensim tersebut bersifat hidrolitik yang bekerja aktif pada situasi sedikit asam ( PH 5 ).pengaktifan. DNA. RNA. setelah itu barulah dikeluarkan dari sel atau digunakan sendiri oleh selnya untuk eksistensi sel 4) LISOSOMA Dahulu organel in kurang mendapat perhatian.

Diantara membran luar dan membran dalam terdapat matrik berupa cairan yang merupakan tempat terjadinya siklus creb. dapat berbentuk bulat. Pembelahannya tidak tergantung dari informasi dari inti sel namun untuk kelangsungan hidupnya dibawah kendali inti sel. Pada matrik dijumpai ensim kreb ( Krebscitric acid cycle enzymes ) dan ensim untuk sintesis protein/lipid. Selain itu juga terdapat ion-ion anorganik sperti Ca. dan proses pembentukan ATP. kalau aktivitsnya tinggi maka lipatan krista akan tampak lebih banyak dan mitokondria terlihat memanjang. Pembelahan mitokondria bersifat semiotonom. Dengan adanya materi genetik serta ensimensim untuk pembelahan sel ada di dalamnya maka mitokondrian dapat mengadakan pembelahan. Mg. phosphrilasi oksidatif. Mitokondria mempunyai sangat bervariasi bentuknya tergantung dari aktivitasnya. Pembelahan mitokondrian diperkirakan melalui pembelahan yang sangat sederhana yakni pembelahan Amitosis. Lipatan ini disebut Krista. namun demikian susunan nukleotida (mtDNA) sama persis dengan susunan nukleotida (mtDNA) dari orang tuanya (Ibunya). Dengan mikroskop elektron mitokondria terlihat mempunyai dua (2) lapisan membran yaitu lapisan di sebelah luar disebut outer membran dengan ketebalan 7 nm (nanometer) dan lapisan sebelah dalam disebut inner membran yang tebalnya 8 nm. Pada inner membran dapat membentuk lipatanlipatan ke arah dalam. yang berguna untuk memelihara keseimbangan ion di dalam sel.Mitokondria telah lama sudah diketahui oleh para ilmuan baik itu mitokondria yang berasal dari tanaman maupun dari mahluh hidup (eukariota). Pada tahun 1890 oleh Altman menemukan mitokondria sebagai butiran-butiran kecil seperti benang dan dapat bergerak aktif serta dapat membelah diri tanpa diikuti oleh pembelahan sel. artinya dapat dikatakan mitokondria merupakan sel lain yang hidup di dalam sel yang hidup secara bersimbiose. oval. Kepadatan krista tergantung dari aktivitas mitokondria. selain itu juga ditemukan DNA dan RNA untuk pembelahan sel (sebagai materi genetik). selain itu juga terdapat ensim seperti sitokrom dan flavoprotein yang mengandung ion Fe untuk mengatur respirasi sehingga kedua ensim ini dikenal sebagai ensim resipirasi. Pada inner membran terdapat partikel-partikel yang mrupakan elementary unit untuk kelangsungan proses reaksi oksidasireduksi. . P. selain itu juga terdapat ensim Koensim Q dan ensim Oksidatif Fosforilase. dan bahkan memanjang dengan ukuran birkisar antara 2 – 3 mikron. Hasil pemetaan gen pada DNA mitokondria ternyata susunan nukleotida berbeda dengan susunan nukleotida pada DNA inti sel.

dan membantu pada proses mitosis Yang termasuk organel ini antara lain: 1. Dengan menggunakan mikroskop elektron ternyata bentuk sentriola berbentuk kantong silinder tidak seperti anggapan semula berbentuk granul. SENTRIOLA Organel sentriola asal usulnya tidak terbentuk dari membran (tidak mempunyai membran sel).
 Ensim yang terkandung di dalamnya : Katalase. proses metabolik. urat oksidase. gerakan sel (waktu pembelahan sel). D-aminooksidase. Fungsi organel ini mengatur pemakaian oksigen di dalam sel. Selama memasuki tahap mitosis sentriola dikelilingi oleh massa yang cerah disebut Centromer. Bagian paling dalam disebut buluh A lalu buluh B dan buluh C yang paling luar. Butiran-butiran pekat elektron. Di dalam sentriola juga ditemukan senyawa aktin dan miosin. Belakangan ini justru mendapat perhatian yang tinggi mengingat telah diketemukan ensim yang terkandung di dalamnya. sehingga sumbu dari setiap sentriola membentuk diplosom tersusun tegak lurus satu dengan yang lainnya. dan pemecahan asam lemak menjadi asetil-CoA ( sangat jelas terlihat pada sel hati). sehingga pada potongan melintang tampak adanya 3 lingkaran yang berdekatan . Kerangka sel ini membentuk jalinan komplek yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel.5 – 10 mikron.6) PEROKSISOM ( MIROBODIES ) Organel ini dahulu belum mendapat perhatian walaupun telah diketemukan lewat pemeriksaan dengan elektron mikroskop berbentuk bulat. Buluh A dari 9 sub-unit memilik i jarak yang sama satu dengan yang lainnya yang membentuk lingkaran dengan lingkaran 150 mm Buluh A dari sub-unit yang satu akan berhubungan dengan buluh C dari subunit yang terdekat. Organella yang tidak terbentuk dari membran (tidak mempunyai membran) Organel yang tidak terbentuk dari membran sering disebut dengan kerangka sel (cytoskleton). sehingga sentriola dapat memanjang maupun memendek sesuai dengan aktivitasnya. B. . Benang-benang halus yang memancar dari centriola disebut Aster yang merupakan /dikenal dengan Pusat Sel . Melalui penampang melintang tampak adanya 9 bangunan sub-unit yang tersusun longitudinal (paralel longitudinal) dan tiap sub-unit memiliki 3 buluh-buluh halus yang tersusun sedemikian rupa. sehingga memberika gambaran seperti roda bergerigi. hidrogen peroksida. Pada stadium interpase tampak sepasang berbentuk granul berukuran antara 0. proses detoksifikasi. stabilitas sel. Bentukkan kantong silinder ini mempunyai diameter 150 mm (milimikron) dan panjang 300 – 500 mm dengan unjung yang satu terbuka dan ujung lainnya tertutup.

Pada pase mitosis terlihat dari kutub ke kutub sel atau dari kutub ke kromosom dengan jumlah ± 12 buah dengan jarak satu dengan yang lainnya 55 – 60 Amstrom. Pada stadium mitosis mikrotubulus jumlahnya sangat banyak. CYTOPLASMIC INCLUSION Cytoplasmik inklusi mempunyai nama lain yaitu Paraplasma. Di bawah mikroskop elektron mikrotubulus terlihat seperti tabung kecil dengan diameter 220 – 270 Amstrom dengan ketebalan dindingnya 50 – 70 Amstrom. Fungsi utama filamen adalah untuk kontraksi sel. tapi pada sel neutrofil (polinuklier) intinya terlihat bergelambir. FILAMEN Filamen merupakan komponen dari fibril yang mempunyai ukuran jauh lebih kecil. sedangkan di stoplasma merupakan tempat matabolisme sel berlangsung. Paraplasma bersifat sementara. sehingga dapat mempertahankan bentuk sel (sel erytrocyt). Paraplasma tidak dijumpai pada semua sel. NUKLEUS Nukleus atau inti sel dianggap sebagai pusat pengatur aktivitas sel. bentukan ini merupakan benda yang sifatnya mati/senyawa. glikogen). tapi pada sel yang lainnya (bukan sel otot) fungsinya belum jelas.2. atau berupa granul-granul sekretorik ( yang isinya dapat berupa protein/ensim. ini jelas terlihat pada sel otot. Pada sel kulit (daerah epidermis ) filamen membentuk tonofibril yang merupakan bahan pembentuk keratin. Letaknya tersebar di dalam sitosol oelh karena itu para ahli juga menduga juga dapat berfungsi sebagai penyokong sel (cytoskeleton) C. hemosiderin). Sebenarnya bagian lobus satu dengan lobus inti lainnya dihubungkan oleh selaput penghubung tipis. Sementara ini diduga filamen membantu dalam perpindahan/memindahkan komponen-komponen sitoplasmik. sehingga pada saat pengecatan . MIKROTUBULUS Mikrotubulus microtubules mempunyai nama lain adalah Cytoplasmic microtubules. Pada stadium interpase sangat sedikit dan berperan sebagai kerangka sel. begitu pula untuk membantu transport berbagai organel dari perkarion ke tepi. Pendapat lain menyatakan bahwa mikrotubulus membantu dalam perubahan bentuk sel (sel Leukocyt dan sel Makrofag). berupa pigmen ( melanin. Filamen yang terdapat pada sel mempunyai diameter 30 – 60 Amstrom. tapi hanya ada pada sel-sel tertentu saja. artinya bangunan ini berada di dalam sel hanya sementara dan akan dikeluarkan dari sel pada saat-saat tertentu atau dirombah menjadi bentuk lain. hormon). Bentuk inti umumnya berbentuk mendekati bulat. Pada sel saraf (axon) mikrotubulus disebut juga Neurotubulus dengan ukuran sedikit lebih besar dari pada neurofilamen yang berjalan longitudinal. misal yang berupa cadangan ( lemak. Neurotubulus berfungsi untuk pertumbuhan penjuluran sel saraf yang sedang berkembang. 3.

b) ruang perinuklier.kadang penghubung ini tidak tercat dan akhirnya inti sel terlihat lebih dari satu (polinuklier) Untuk melihat bagian-bagian sel yang terkandung di dalamnya akan terlihat bila sel berada dalam stadium interpase (istirahat). Membran inti terdapat pori-pori yang mempunyai diameter 300 – 1000 Angstrom dengan jarak antara 0.1 – 0. Kedua karioteka (membran) mempunyai kepadatan elektron yang berbeda yakni karioteka eksterna (membran bagian luar dengat dengan sitoplasma) kurang padat elektron dan pada pada lapis ini banyak diketemukan ribosum yang melekat dan endoplasmik retikulum.2 mikron. Ruangan yang terbentuk dari dua lapis tersebut disebut dengan istilah Sisterna Perinuklier. Pada karioteka interna di bagian dalamnya terdapat polipeptida yang merupakan tempat pertautan dari kromatin. c) karioteka interna. antara lapis yang satu dengan lapis lainnya terdapat ruang antara yang berisi bahan amorf dan berjarak 40 – 70 nm (nanometer). Penelitian lebih jauh. Hal-hal yang tampak umumnya adalah: 1. MEMBRAN INTI Dinding inti terdiri dari dua lapis. Lapisan tersebut adalah: a) karioteka eksterna. diketehui lubang/pori tersebut dilapisi oleh .

sedangkan pars Kromosomal kaya dengan DNA. KARIOLIMFE Kariolimfe disebut juga Nukleuplasma yang berupa cairan proyein dengan . DNA. 4. Belakangan diketemukan kromatin kelamin yang tidak lain dalah kromatin sex atau Barr Bodies tampak berupa granul-granul basofilik terletak dekat dengan nukleolus. Terlihat jelas pada sel soma dari individu betina. KROMATIN Kromatin mudah diwarnai dengan pengecatan HE yang tampak berwarna ungu (basofil). oleh karena itu sel yang mempunyai nukleolus lebih dari satu ( sel hati ) kadang terlihat di bawah mikroskop hanya satu atau dua. Kromatin di dalam inti letaknya menyebar. hal ini dikarenakan di da. kromatin ini diduga merupakan peleburan dari hetrokromatin yang berasal dari dua kromosom-X.am nukleolus merupakan tempat materi genetik (Gen)/DNA. Pars Granulosa dan Pars Fibrosa kaya dengan Ribonukleoprotein yang merupakan prekursor ribosum yang akan dibentuk. hal ini karena pergerakan nukleulus yang posisinya kebetulan sejajar/berhimpitan. 2) pars Fibrosa. dan 3) Pars Kromosomal. Istilah Heterokromatin tidak lain merupakan kromatin dari segmen kromosom berupa benang-benang halus yang tampak selama stadium interpase. Dengan menggunakan mikroskop elektron nukleolus terlihat ada 3 zona yaitu: 1) pars Granulosa. 2. Dari peyebarannya dapat dikelompokkan menjadi 3 daerah yaitu: · Kromatin tepi: berupa granul-granul di sekitar karioteka interna · Lempeng-lempeng kromatin: letaknya tersebar di antara dinding inti dan nukleolus · Kromatin pembungkus nukleolus: letaknya mengelilingi nukleolus Pada pembelahan sel (stadium interfase) kromatin berkumpul membentuk benang-benang halus yang disebut KROMOSOM. NUKLEOLUS Nukleolus disebut juga Plasmosum. RNA-ribosomal (rRNA) di daerah pars kromosomal diubah dan disimpan sementara di daerah pars Fibrosa dan selanjutnya diteruskan ke pars Granulosa sebelum akhirnya dilepaskan ke dalam sitoplasma. Nukleolus kaya akan RNA. Filamen ini diperkirakan berfungsi mirip sebagai diafragma.selaput yang sangat tipis berupa chenel material berbentuk filamen. Plasmosum bentuknya bulat berjumlah 1 – 4. 3. dan protein. Tapi ada juga kromatin yang tidak tampak pada stadium ini dan masih merupakan bagian dari kromosom disebut EUKROMATIN. Nukleolus di dalam inti dapat bergerak.

4. 3. . dengan demikian diyankni pembawa informasi genetik itu adalah DNA. Apa bila inti mengalami kelainan/perubahan berupa: kariopiknosis. Penelitian berikutnya dilakukan oleh Oswold Avery pada tahun 1944 di Institut Rokefeller New York dengan menggunakan bakteri yang sama tapi dengan metoda yang berbeda (lebih canggih) yaitu bakteri strain patogen diambil materi genetiknya lalu dimurnikan dan akhirnya dimasukkan ke dalam sel bakteri nonpatogen. Pasangan-pasangan tersebut terjadi karena adanya ikatan hidrogen antara basa dari rantai pertama dengan rantai kedua. Sampai disini disepakati bahwa Gen itu adalah: bagian atau segmen dari DNA yang berperan sebagai pembawa informasi gentik melalui pembentukan secara tidak langsung molekul-molekul protein. Peneliti mayakini bahwa pada kromosom terdapat gen-gen pembawa informasi genetik. dan kariolisis itu merupakan pertanda bahwa seltersebut telah mengalami kalainan patologik. kejadian ini ditemukan pada saan pembelamah sel baik itu pembelahan mitosis maupun pembelahan meiosis. ini belum bisa dijawab. karioreksis. Gugus-gugus basa purin dan pirimidin dari kedua rantai terletak di bagian dalam dan basa-basa dari rantai pertama berpasangan dengan basa-basa dari rantai kedua. Pada saat itu belum banyak diketahui bagai mana bentuk gen itu. Kemudian tahun 1953 oleh James D. Watson dan Francis Crick dapat menjawab pertanyaat tersebut yang terkenal dengan sebutan Postulat Watson and Crick yaitu: 1. Kemudian pada tahun 1928 seorang akhli mikrobiologi berkebangsaan Inggris bernama Griffith. Kemudian timbul pertanyaan bagaimanakah bentuk DNA itu. REPIKLASI GEN Replikasi gen adalah merupakan perbanyakan/dupliksi gen. Basa-basa tersebut berpasangan sedemikian rupa sehingga basa Adenin (A) berpasangan dengan Timin (T) dan Guanin (G) berpasangan dengan Citosin (C). Struktur DNA terdiri dari dua rantai polinukleotida yang berbentuk helix berputar ke kanan melingkari satu sumbu membentuk helix berganda. Dengan menggunakan bakteri Diplococcus pneumonia meneliti tentang materi genetik bakteri tersebut. kedua rantai helix melingkar tersebut sedemikian rupa sehingga keduanya tidak dapat dipisahkan kecuali dengan perlakuan. 2. 6. 7. Pasangan basa pada rantai yang satu dengan rantai kedua merupakan pasangan kompementer.konsistensi lebih pekat bila dibandingkan sitoplasma. hasilnya bakteri nonpatogen itu menjadi patogen. kedua rantai berpasangan satu dengan yang lainnya dalam posisi anti paralel dan arah rantai yang satu dengan rantai yang lainnya berlawanan arah. kesimpulan yang didapat adalah pembawa informasi genetik adalah DNA. 5.

DNA berperan aktif dalam menentukan kehidupan dan arah sel dan dari DNA dapat disintesa RNA dan pada akhirnya dibentuk protein. Pembelahan Mitosis 3. Pembelahan secara amitosis berlangsung sangat sederhana dan dalam waktu yang sangat singkat. Perbedaan ini dipengaruhi oleh: . Pembelahan dimulai dari pembelahan inti kemudian diikuti oleh pembagian sitoplasmanya. Ditinjau dari sitologi modern. Pembelahan cara ini banyak ditemukan pada binatang tingkat rendah. Pembelahan Amitosis 2. bahkan dapat menggunakan DNA untuk melacak penyakit-penyakit keturunan dan sekaligus dapat memperbaiki kelainan DNA yang mengalami kelainan tersebut. Proses mitosis pada sel/organ tubuh berlangsung secara kontinyu dengan kecepatan yang berbeda. PEMBELAHAN MITOSIS Pembelahan mitosis menghasilkan dua sel anak yang sama persis dengan sel induk. disini terjadi penambahan jumlah protoplasma pada sel. Pembelahan Miosis PEMBELAHAN AMITOSIS Pembelahan amitosis disebut juga pembelahan secara langsung ( direct cell division ). mitosis dipandang sebagai replikasi DNA.Setelah diketahui postulat ini barulah perkembangan di bidang sel sangat maju. sifat-sifat genetiknya juga sama. juga pada bakteri. PERTUMBUHAN DAN PEMBELAHAN SEL Pertumbuhan sel adalah hasil sintesis biokimiawi dari protoplasma. Pembelahan sel melalui 3 cara yaitu: 1. Replikasi gen tidak lain adalah duplikasi DNA yang berlangsung pada stadium interpase. Cara pembelahan amitosis tidak diikuti dengan pembelahan/duplikasi kromosom.

Dari sentriola ini keluar benang-benag halus. kromosum sudah berkontraksi sempurna (kompak) dan sudah memisahkan diri ke bidang ekuator. anapase. PROPASE Pada pase ini terlihat perubahan-perubahan pada inti sel dan sitoplasma. kemudian menunju ke masing-masing kutub sel. 2. Pada akhir stadium profase. metapase. kromosom terlihat agak panjang dan langsing (belum berkontraksi sempurna). kariotek mulai lenyap tapi belum sempurna sehingga kromosum mulai terlihat tapi belum kompak. ANAPASE Pada stadium anapase terjadi pembelahan kromosom secara longitudinal dan belahannya menuju ke masing-masing kutub. pada akhir metafase membran inti sudah lenyak sama sekali. pemindahan kromosom ini diduga karena pengaruh protein yang berada di dalam mikrotubulus.· Jenis kelamin · Macam organ · Suhu. Sentriola membelah menjadi dua. Perubahan-perubahan yang dapat diamati adalah: a. Sel . 3. METAPASE Pada stadium metapase. c. 1. b. propase. Pada stadium ini tampak kromosom bergerak menuju kutub masing-masing. baik suhu tubuh maupun suhu di luar tubuh · Kondisi fisiologis individu Menurut De Robert mitosis meliputi 5 tahap al: interpase. dan telopase. Inti sel membesar dan kromonemata memendek sehingga tampak seperti benang-benag halus.

terlihat menggelembung mendekati oval.

4. TELOPASE Pada stadium telopase awal, sentriola sudah berada pada kutub-kutub sel dan selanjutnya diikuti dengan munculnya inti pada sel anakan. Nukleulus muncul kembali dari nukleoler organizer. Sebelum memasuki stadium interfase, kromosom membelah diri dan kembali dari bentuk uliran ke bentuk benang. Kariotek terbentuk kembali dan diikuti dengan terbetuknya membran inti. Selanjutnya diikuti dengan terbentuknya organel-organel sitoplasmik. Pada akhir stadium telofase teleh terbentuk dua anak sel yang membawa materi genetik yang idendik.

5. INTERPASE Stadium interpase merupakan tahap istirahat, keadaan ini dipergunakan untuk tumbuh dan penambahan sitoplasma dan paraplasma. Waktu yang diperlukan pada stadium ini trgantung jenis. Sel-sel muda diperlukan waktu yang lebih singkat bila dibandingkan sel tua. Jenis sel epitel mempunyai ewaktu yang singkat bila dibandingkan dengan sel saraf. Sebetulnya pada stadium interfase dikatakan fase insirahat tidaklah tepat, karena pada stadium ini justru terjadi serangkaian perubhan untuk mempersiapkan diri untuk membelah berikutnya. Oleh karena itu pada stadium ini terbagi menjadi 3 fase yaitu: · Pase G1 : disebut pase presintesis DNA · Pase S : disebut pase sintesis DNA · Pase G2 : disebut pase pasca duplikasi DNA

PEMBELAHAN MEIOSIS

Menurut konsep lama meiosis diartikan sebagai pembelahan reduksi, hal in mungkin disebabkan jumlah kromosom sel anak mengalami pengurangan menjadi setengah jumlah kromosom sel induk. Kini konsep itu telah ditinggalkan. Konsep terbaru menyatakan, bahwa meiosis terjadi proses crossing over kromosom. Pada proses ini kromosom tidak mengalami reduksi baik pada pembelahan pertama maupun pembelahan kedua, tapi yang terjadi sebenarnya adalah berupa distribution of chromosomes. Artinya, pembelahan reduksi tidak tepat, hanya terjadi distribusi/penyebaran dari kromosom.. Pembelahan meiosis meliputi dua tahap antara lain: Tahap pertama : terjadi distribution and redistribution bagian kromosom. Tahap kedua : Pada tahap ini sama dengan pembelahan mitosis. Tahap pembelahan pertama dapat diamati 4 tahap ( sama seperti pembelahan mitosis) hanya pada tahap stadium propase memerlukan waktu yang lebih lama, karena di dalamnya terbagi lagi menjadi 4 substadium yaitu: 1. Stadium Leptoten : pada stadium ini kromosom tampak jelas berbentuk filamen. 2. Sadium Zygoten : pada stadium ini kromosom yang homolog saling berkumpul dan mulai berpasangan. 3. Stadium Pakhiten : kromosom homolog yang berpasangan tersebut menempatkan diri secara longitudinal, sehingga tiap pasangnya disebut: bivalen. Selanjutnya terjadi pembelahan secara longitudinal dan akhirnya terbentuk 4 kromonemata. Selanjutnya terjadi crossing over (pindah silang).Terjadinya pindah silang bagian-bagian kromosom dengan pola tertentu. Artinya terjadi pertukaran gen secara acak sehingga terbentuk 4 anak sel dengan membawa gen yang berbeda satu dengan lainnya. 4. Stadium Diploten : setelah crossing over (pindah silang) selesai, terjadilah proses pemisahan antara kromosom homolog, tapi proses pemindahan kromatid agak mengalami kesulitan karena terjadi proses terminasi. Setelah itu diikuti dengan lenyapnya membran inti.

Setelah itu berakhirlah stadium propase dan selanjutnya diikuti pase selanjutnya ( metapase, anapase, dan telopase) Tahap pembelahan kedua, menjelang pembelahan kedua terjadi interpase secara singkat. Setelah itu kembali terjadi serangkaian pembelahan seperti pada pembelahan mitosis biasa. Bedanya denga pembelahan pertama terletak pada pembelahan stadium propase, dimana pada pembelahan kedua stadium propase berjalan singkat dan seterusnnya diikuti dengan satium berikutnya. Jadi sel anak yang dihsilkan pada pembelahan meiosis terbentuk 4 sel anak yang haploid dengan membawa kombinasi gen-gen yang berbeda.

Meiosis yang berlangsung pada sel spermatogonia (spermatogenesis) dan sel oogonia (oogenesis) pada prinsipnya adalah sama, hanya saja pembelahan pada spermatogonia menghasilka 4 spermatozoa dengan morfologik identik tapi mempunyai gen-gen yang tidak sama. Sedangkan pada sel oogonia hanya terbentuk satu oocyt (ovom) yang besar (fungsional) tiga lainnya mengalam atrisia karena pembagian sitoplsma yang tidak merata. Pembagian sitoplasma yang tidak merata ini terjadi pada stadium telopase pertama dan stadium telopase kedua.

Meiosis spermatogonia I. JARINGAN EPITEL Bab I PENDAHULUAN Bahan ajar ini disusun untuk memenuhi kebutuhan akan bahan-bahan kuliah yang mempelajari struktur jaringan tubuh dalam setiap organ tubuh. Untuk mempelajarinya diperlukan pengetahuan mendasar tentang jenis-jenis jaringan yang ada dalam tubuh, khususnya jaringan epitel. Dalam jaringan, pada umumnya terdapat 3 komponen dasar yang menyusunnya yaitu 8. Sel : merupakan komponen yang bersifat hidup dalam jaringan dan merupakan Unit Struktural dan Fungsional yang terkecil dari organisme. 9. Substansi interseluler : bersifat tidak hidup dan sebagai hasil produksi sel. Sebagai nampak dari peranannya maka substansi ini terdapat diantara selsel dalam jaringan. Bentuk fisiknya : dapat sebagai substansi dasar, karena tidak berbentuk dan dalam keadaan setengah padat. Juga dapat sebagai serabut. 10. Cairan : merupakan komponen yang menonjol dalam plasma darah, cairan limfa cairan jaringan dan sebagainya. Jaringan epitel, merupakan sistem yang tersusun oleh 2 macam komponen pokok yaitu 4. Sel yang telah mengalami diferensasi khas. 5. Substansi interselular yaitu bahan antara sel-sel,yang bersifat khas pula dan merupakan penunjang bagi sel dalam jaringan. Bab II JARINGAN EPITEL Jaringan ini terdiri dari kumpulan atau deretan sel-sel yang sangat rapat susunannya sehingga membentuk suatu lembaran/ lapisan yang substansi interselulernya sangat sedikit dan tipis atau tidak punya, dan cairannya sangat sedikit. Deretan sel ini melapisi permukaan jaringan atau alat, baik dari luar maupun dalam organ (melapisi rongga alat), tapi juga digunakan untuk kelenjar. Istilah Epithelium berasal dari kata epi yang berarti di atas dan thele berarti punting (nipple). Istilah persebut untuk pertama kali digunakan terhadap suatu lapisan pada permukaan bibir yang tembus cahaya. Dibawah lapisan tersebut

jantung dan pembuluh limfe. Membrana basalis ini dahulu dianggap sebagai kondensasi substitusi dasar jaringan ikat di bawah epitel yang langsung berhubungan dengan jaringan epitel. Sebagian besar epitel tumbuh dari lapisan ektoderm dan entoderm. • Lamina fibroretikularis. cakar. di sebelah luar lamina basalis. yang merupakan lapisan di bawah sel epitel setebal 500-800 A terdiri atas filamen tipis dengan diameter 30-40 A Filamen membentuk anyaman dalam substansi dasar membrana basalis dan berhubungan langsung dengan membran dasar sel epitil terdekat. Sekarang membrana basalis dianggap sebagai hasil produksi langsung sel epitel. jengger. Membrana basalis bersifat permeabel. kuku. Dari lapisan endoderm : melapisi bagian dalam tubuh. pleura dan perikardium.terdapat punting-punting (papilae) jaringan pengikat yang banyak mengandung kapiler darah. Mesotelium yang merupakan susunan sel-sel yang membatasi rongga tubuh yang besar yang juga menutupi beberapa organ tertentu seperti misalnya melapisi peritonium. Mesothelium yang merupakan susunan sel-sel yang membatasi rongga tubuh yang besar yang juga menutupi beberapa organ tertentu seperti misalnya melapisi peritoneum. C: Serabut kolagen. bulu. Pada umumnya mesoderm yang terdapat di antara ektoderm dan entoderm embrio akan menjadi jaringan pengikat atau otot. gelambir. • Substansi dasar yang mengandung protein polisakarida.). ASAL-USUL EPITEL. jantung dan pembuluh limfe. sehingga zat makanan dari jaringan dibawahnya dapat merespon epitelium melalui membrana ini. Dalam perkembangan. Sedangkan epitel yang berbentuk membran dan berasal dari mesoderm ada 2 yaitu : endotelium yang merupakan susunan sel-sel yang membatasi permukaan dalam pembuluh darah. D: Membrana Basalis Epitel berasal dari lembaran/ lapisan embrio yaitu dari lapisan ektoderm misalnya epitel permukaan kulit tubuh. invaginasi kulit. Jaringan epitel tidak berdiri terlepas. Gambar Membrana Basalis (Mikroskop Elektron) A: Lamina Basalis. Dari lapisan ektoderm misalnya epitel kulit dan derivatnya seperti rambut. tempat sel epitel melekat. dan perikardium. .. jaringan ini dinamakan membrana basalis. Dari lapisan entoderm misalnya epitel dinding duodeum. Membrana basalis tidak dapat dilihat dengan mikroskop optik dengan teknik pewarnaan Haematoksilin-Eosin (H. pleura. tetapi melekat erat pada jaringan di bawah deretan sel. tanduk. Dalam perkembangan.E. pada suatu tempat epitel dapat melekuk. Dari lapisan mesoderm ada 2 yaitu : Endothelium yang merupakan susunan sel-sel yang membatasi permukaan dalam pembuluh darah. bahan membrana basilis tersusun oleh: • Lamina basalis. misalnya epitel dinding duodenum. B: Lamina fibro retikuler. walaupun ada sejumlah epitel yang berasal dari mesoderm. Mikroskop elektron memperlihatkan. menjadi batang atau pipa sehingga menjadi epitel kelenjar. pada suatu tempat epitel dapat melekuk. yang merupakan serabut kecil-kecil sebagai serabut retikuler. menjadi batang atau pipa sehingga menjadi epitel kelenjar.

Epitelium kolumnar dengan epiteliocytus columnaris: silindris. Melihat letak deretan inti sel-sel. Dengan demikian ukuran tinggi/tebal kurang dari ukuran panjang dan lebar selnya. Epitel kelenjar yaitu epitelium glandulare. 6. Sedangkan apabila dilihat dari permukaan epitil tampak sel-selnya berbentuk poligonal Gambar Epitel pipih selapis Sel kuboid: Mempunyai ukuran tebal dan panjang yang sama sekarang nampak sebagai bujur sangkar. epitel tampak bentuk sel yang memanjang dengan bagian tengahnya yang berisi inti lebih menebal. Pada potongan tegak lurus permukaan (melintang). epitel bentuk selnya nampak poligonal.: kuboid. Berdasarkan bentuk sel epitel: 4. Untuk melihat bentuk sel epitel tersebut tidak cukup melihat dari arah permukaan epitil yang kebanyakan berbentuk poligonal. Sel kolumner/silindris: Mempunyai ukuran tinggi yang melebihi ukuran lebarnya. Dari permukaan. Biasanya inti berbentuk bulat terletak ditengah sel. Gambar epitel silindris selapis.seakan-akan epitel ini berlapis. EPITEL PELAPIS : Epitel ini dapat dikelompokan dan diberi nama berdasarkan patokan tertentu. Dari permukaan epitelnya nampak selnya berbentuk poligonal biasanya inti yang berbentuk oval terletak agak kearah basal. Epitelium kuboideum dengan epiteliocytus cuboideus. Epitelium squamousum dengan epiteliocytus squamous: pipih/gepeng 5. Sel pipih/ gepeng/ squamous: Karena berbentuk sebagai sisik ikan maka disebut sel squamuos. 1. Namun yang penting bentuk pada potongan tegak lurus permukaannya. hanya sel-sel dasar (basal) saja mencapai membrana basalis. I. Berdasarkan Jumlah Lapisan Sel Epitel: • Epitelium simpleks: selapis (seperti contoh gambar di atas) • Epitelium stratifikatum/kompleks: berlapis-lapis.Dari uraian ini maka jaringan epitel dapat menjadi 2 kelompok yakni : I. Berlapis.namun sebenarnya tidak . II. 2. Gambar epitelium kuboid selapis. Gambar skematis tipe-tipe epitelium • Epitelium pseudostratifikatum/pseudokompleks: Semua berlapis. Epitel pelapis yaitu epiteliumsuperfisiale yang bersifat membran atau lembaran/lapisan.

Gambar epitelium pipih selapis • Epitelium simpleks kuboideum/epitel kuboid selapis susunannya terdiri atas selapis sel yang berbentuk kuboid dengan inti yang bulat ditengah.berlapis. vasa darah dan limfa. Seluruh sel yang menyusun epitel ini berbentuk gepeng dan tersusun dalam satu lapisan. Contoh : lapisan luar kapsula glomeruli pada ginjal. • Epitelium transitionale: Epitil peralihan. vesica fellea. ductus exretorius beberapa kelenjar. Contoh : pada plexus choroideus di ventriculus otak. Contoh dijumpai pada ureter dan Vesika urinaria. retetestis.karena diantarannya terdapat sel-sel yang mampu menghasilkan lendir. Bahkan pada beberapa tempat terdapat hampir seluruh epitelnya terdiri atas sel kelenjar yang berbentuk sebagai piala. Yang berbentuk gepeng .yang akan menjadi sel payung jika alat mengembang. Ciri khas epitil ini adalah bahwa lapisan permukaan yang membatasi lumen dilengkapi dengan sel-sel khusus.berbentuk bulat.pars descendens ansa henle pada ginjal. Oleh karena itu bentuk sel berlapis yang kolumner dapat berubah menjadi kuboid rendah jika alat penuh isi. labyrinth. Jenis epitil ini terutama dimiliki oleh alat berongga yang dapat mekar jika bertambah isi. mesotelium rongga tubuh. Gambar epitelium kubus selapis • Epitelium simpleks columnare/epitel silindris selapis: susunannya terdiri atas selapis sel-sel yang berbentuk silindris dengan inti yang berbentuk oval tampak terletak pada satu deretan. Epitel pada permukaan usus selain berfungsi sebagai pelindung juga berfungsi sebagai sekresi. Gambar epitel transisional 3. Gambar Epitel Pseudokompleks bersilia. folikel glandula thyroidea. Berdasarkan Jumlah dan Bentuk Sel Epitel dikenal: • Epitelium simpleks squamosum/epitel selapis pipih. permukaan dalam menbrana tympani. sebab semua sel bersandar pada membrana basilis : hanya ukuran tinggi sel-sel berbeda-beda. epitel pigmentosa retinae. walaupun disebut epitel gepeng. endotelium.sekarang dinamakan sel piala (goblet sel) Gambar Epitelium silindris selapis dengan goblet sel • Epitelium squamosum compleks/epitelium stratificatum squamosum/epitel gepeng berlapis: Epitel ini lebih tebal dari epitel selapis. ductus exretorius beberapa kelenjar. epitel germinativum pada permukaan ovarium. Pada potongan tegak lurus permukaan (melintang) terlihat berbagai bentuk sel yang menyusunnya. duktus alveolaris dan alveoli paru. Contoh : pada permukaan selaput lendir tractus digestivus dari lambung sampai anus.

oesofagus. Sel-sel yang terletak lebih dalam bentuknya berubah. Karena berlapis dan tebal.maka kemungkinan timbul gangguan nutrisi. Dalam sitoplasmannya terdapat butir-butir pigmen melanin. cornea. • Stratum korneum : merupakan lapisan yang teratas dari epidermis. .misalnya pada covum oris. Diatas sel-sel silindris ini terdapat lapisan sel yang berbentuk polihedral yang makin mendekati permukaan makin memipih. Sebenarnya lapisan ini terdiri atas sel-sel tidak berinti yangtelah mati yang mengandung zat yang dinamakan eleidin dalam sitoplasmanya.sedangkan sel-sel yang terletak lebih dalam bentuknya berubah.sel berbentuk silindris pendek atau kubus. Oleh karena itu. Pada pengamatan dengan mikroskop cahaya terlihat seakanakan selnya berduri (spina) yang sebenarnya disebabkan adanya bangunan yang disebut desmosome. • Epitelium silindrikum kompleks/epitel silindris berlapis/stratified columnar epithelium.oleh karena mulai lapisan ini terjadi perubahan-perubahn faali. • Stratum lusidum : lapisan ini kadang-kadang tidak jelas karena tampak sebagai garis jernih yang homogen. vagina dan urethrae feminina.Epitel jenis ini sangat cocok untuk berfungsi proteksi.tetapi sebaliknya kurang cocok untuk fungsi sekresi. Sel-sel yang terletak paling basal berbentuk kuboid atau silindris melekat pada membrana basalis.hanyalah sel-sel yang terletak pada lapisan permukaan. conjuntiva. Gambar epitel pipih berlapis yang mengalami penandukan Mempelajari epitel gepeng berlapis dapat dilihat lapisan-lapisan sel pada epidermis kulit sebagai berikut : • Stratum basale : merupakan lapisan dasar. Lapisan permukaan tersebut merupakan lapisan keratin. apabila pada permukaan epitel gepeng berlapis terdapat cairan. Didalam sel-selnya terdapat butir-butir keratolin. bagian-bagian epidermis dilepaskan sehingga merupakan lapisan tersendiri yang dinamakan stratum disjunctum. Gambar epitel pipih berlapis tanpa penandukan • Epitelium stratificatum squamosum cornificatum/epitel gepeng berlapis berkeratin penandukan). kecuali sel-sel permukaannya mengalami perubahan menjadi suatu lapisan yang mati yang tidak jelas lagi batasbatas selnya. Jenis epitel ini diketemukan pada permukaan epidermis kulit. • Stratum spinosum : lapisan ini terdiri atas beberapa lapis sel yang berbentuk polihedral. bukanlah berasal dari epitil itu sendiri melainkan berasal dari kelenjar yang terdapat dibawah epitil. Struktur epitel ini mirip dengan epitel gepeng berlapis tanpa keratin. Bagian terluar dari lapisan ini. Epitel ini terdapat pada permukaan basal. Pada lapisan ini zat eleidin telah berubah menjadi keratin.Sekarang epitil jenis ini dibedakan 2 macam yaitu : • Epitelium stratificatum squamosum noncornificatum/epitel gepeng berlapis tanpa keratin (tanpa penandukan).
 Epitel ini terdiri atas beberapa lapisan sel dengan lapisan yang teratas berbentuk silindris dan bagian basal selnya tidak mencapai . • Stratum granulosum : lapisan ini terdiri atas 2-4 lapis sel yang berbentuk belah ketupat dengan sunmbu panjangnya sejajar permukaan.

mirip epitil berlapis. Gambar Epitel silindris berlapis semu EPITEL KHUSUS 1. larynx dan esofagus dari fetus. berbentuk bintang memeluk sel kelenjar. mengandung filamen kontraktil. Fungsi endotelium sebagai media pertukaran zat antara pembuluh darah dengan ruang jaringan ikat. broncus yang besar. . apalagi terlihat bahwa tonjolan-tonjolan sitoplasmanya yang panjang mengelilingi Pars secretoria membentuk anyaman sebagai keranjang. sel ini dianggap ikut membantu “memeras” sekret keluar dari kelenjar. 4. 5. dimana sel ini terdapat antara kutub dasar sel epitel kelenjar dan membrana basalis. Disebut juga sebagai sel keranjang karena sel mioepitel diduga berfungsi membantu mendorong sekrit kelenjar ke dalam ductus excretorius. Contoh : pada dinding antrum folikuli ovarii. Pada permukaan sel dari lapisan teratas dilengkapi dengan silia. menjadi dinding terdalam dari pembuluh darah dan limfe. Silia tidak bergerak (stereosilia). Myoepitelium: epitel ini mengandung myofibril (serabut otot) sehingga dapat berkontraksi. Contoh pada retina mata. Gambar epitel silindris berlapis (terlihat melapisi dinding lumen) • Epitelium kuboideum kompleks/epitel kubus berlapis. epitel olfaktorius. ductus deferens. 3. Terbentuk dari sel mio-epitel. misalnya pada facies nasalis falatum molle. Epitel berpigmen: epitel yang berfungsi dalam penangkapan sinar matahari. Contoh pada duktus epididimis. namun apabila diperhatikan secara seksama ternyata tidak berlapis. Endotelium: Epitel ini mempunyai bentuk pipih selapis. seperti mikrovili panjangpanjang saling bergandengan melalui anastomosis yang fungsinya memperluas permukaan skretorik. Gambar Epitelium kuboid berlapis.membrana basalis. mempunyai rambut seperti silia. Contoh : dijumpai pada trachea. Neuroepitelium: Sel epitel ini mengalami deferensiasi sehingga dapat menghantarkan stimulus. urethrae pars kavernosa. • Epitelium cylindricum pseudocompleks/epitel silindris bertingkat/epitil silindris berlapis semu. Epitel bersilia: ada 2 macam silia yaitu silia bergerak (kinosilia).Merupakan epitil berlapis yang terdiri atas sel-sel permukaan yang berbentuk kuboid. duktus exkretorius glandula parotis. Contoh : pada fornix conjunctiva. gerak sendiri contoh pada spermatozoa dan gerak zat lain contoh pada sel respiratorius dan oviduk. Lapisan sel-sel dibawah sel silindris berbentuk lebih pendek bahkan bagian yang terbawah berbentuk kuboid. Epitil ini sepintas lalu. peralihan oropharynx ke larynx. 2. Epitil jenis ini pun mempunyai modifikasi dengan adanya silia pada permukaan sel yang berukuran tinggi sehingga epitil ini disebut epitil silindris berlapis semu bersilia. Contoh dapat dijumpai pada organ gustus (pengecap).

Synsisium: merupakan epitel dengan batas sel mengabur. STRUKTUR KHUSUS PADA PERMUKAAN SEL EPITEL Pengkhususan struktur pada permukaan sel epitel merupakan modifikasi pada permukaan lateral. Jadi fungsi Zonula occludens rupanya untuk memisahkan celah ekstraselluler dengan lumen . Contoh dapat dijumpai pada timus dan organ-organ pembentuk darah. sehingga pada pemeriksaan preparat dengan pengecatan Haematoksilin-Eosin (HE).6. yang merupakan susunan sel-sel yang membatasi rongga tubuh yang besar yang juga menutupi beberapa organ tertentu misalnya yang melapisi peritoneum. Istilah Occludens diterapkan untuk sel-sel yang berhadapan sedemikian dekatnya sehingga masing-masing membran plasmanya berhimpitan langsung tanpa dipisahkan oleh celah. untuk komunikasi antar sel. untuk mengisi celah antar sel pada tempat tertentu dan merambatkan listrik. Contoh pada vili choriales plasenta. batas samping sel-sel dapat mengabur. 7. Gap junction merupakan bentuk hubungan antar sel yang dipisahkan oleh celah yang sempit sebesar 20 A. Contoh pada epitelium pipih selapis. difusi antar sel. Mesotelium: Bentuk epitel ini mirip dengan endotelium. sehingga bahan ekstrasel tidak mungkin melintas dari bagian permukaan ke bagian dasar epitel. Nexus (Gap junction). pleura dan pericardium. epitelnya hanya dapat dikenal dengan melihat inti-inti sel yang berderetderet. Istilah Macula merupakan daerah kecil berupa bercak sedangkan Zonula dimaksud apabila daerah tersebut melingkari sel sebagai gelang. ada 2 macam yaitu Junctio intercellularis simpleks dan Junctio intercellularis kompleks. yang berfungsi memperluas dan memperkuat perlekatan antar sel. bagian basal dan bagian apeks. Merupakan hubungan antar sel-sel epitel yaitu cara perlekatan satu sel dengan tetangga bermacam-macam disebut junctio intercellularis. Desmosome (Macula adhaerens). di dalam celah antara sel tersebut berisi bahan yang diduga berguna untuk melekatkan satu sama lain. untuk penghalang (barier) antar sel. Istilah Adhaerens dimaksudkan untuk struktur khusus pada membran sel yang berdekatan dengan jarak antara 200 A. Retikuler epitelium: epitel ini membentuk jala / retikuler. berupa gambaran serupa jari-jari kedua tangan yang saling terjalin disebut junctio intercellularis digitiformis. Zonula adhaerens (Intermediate junction). Mempunyai daya penutup. masuknya zat-zat dari lumen yang dibatasi oleh jaringan dibawahnya. Pada pembentukan epitel.250 A. Modifikasi pada permukaan lateral/ sisi sel epitel. dimana celah antara 2 sel sangat sempit karena membran sel melebur. Sedangkan junctio-intercellularis kompleks merupakan bangunan yang cukup kompleks disebut “Junctional Complex” yaitu: Zonula occludens (Tight Junction). sukar dilihat. Junctio intercellularis simpleks: sederhana. Zonula occludens/ Tight junction/ Pentalaminar junction: Terletak pada permukaan epitel. Terjadinya modifikasi untuk berbagai fungsi seperti mengikat epitelium yang satu dengan yang lainnya. 8.

juga epitel simpleks kolumner. Fungsinya untuk perlekatan mekanik antar sel yang berdekatan pada epitel atau jaringan lain (sebagai rangka sel) dan membantu proses pengaliran zat-zat. Pada beberapa jaringan. Adanya bahan glikoprotein dalam celah ekstraseluler terbukti bahwa di daerah tersebut terwarnai. Ini berakibat bahwa lebar celah tersebut dapat diatur sesuai dengan keperluan pertukaran zat melalui dinding kapiler. Invaginasi basal: Merupakan bagian basal dari membran terlihat sebagai bangunan yang berkelokkelok. Hemidesmosome: . biasanya berbentuk bulat atau oval. Membrana basalis yang paling tebal terdapat di bawah epitel yang sering mengalami gesekan seperti misalnya epidermis kulit. Nexus/Gap junction/Macula communicans. walaupun ketebalannya tidak selalu sama.yang dibatasi oleh epitel bersangkutan. Sel ini banyak memiliki mikrofilamen kontraktil. tetapi belum jelas bahan apa yang menyusunnya. Contohnya pada sel-sel tubuli ginjal. Fungsi desmosome rupanya sebagai tempat penempelan mekanik antar 2 sel yang berdekatan. Terdapat sebagai celah antara sel endotel pada dinding kapiler. Di tengah-tengah celah tersebut terdapat lapisan padat elektron yang memisahkan. tetapi lebih ke dalam sitoplasmanya kurang padat dengan mengandung filamen. Bentuk hubungan tersebut memberikan kesan bahwa dua sel yang berdekatan tersebut menempel satu sama lain. dimana ada suatu ruang yang memisahkan membran tersebut sebesar 150 A dan terisi oleh polisakarida yang padat. Misalnya penggandengan secara listrik akan mensinkronkan kontraksi otot jantung dan otot polos yang perlu untuk peristaltik. Zonula adhaerens/Intermediate junction: Letaknya di bawah zonula occludens. Letaknya di bawah zonula adhaerens. Diungkapkan bahwa filamen tersebut tidak berakhir dalam bagian yang padat elektron melainkan memutar kembali sebagai huruf “U”. penggandengan sel melalui nexus menunjukkan fungsi yang menonjol. Di daerah tersebut membrana plasma dari kedua sel berjalan sejajar dengan jarak 200 A – 250 A. Desmosome/ Macula adhaerens. Termasuk hubungan interseluler yang mempunyai katagori hubungan komunikasi antar sel. Sitoplasma di dekat bangunan tersebut tampak lebih padat elektron. Membrana basalis: Merupakan kondensasi bahan mukopolisakarida dan protein yang terdapat di bawah permukaan basal semua epitel. Caveolae: Pada bagian basal dari sel ada bangunan seperti tonjolan ke dalam. Sebagai contoh banyak dijumpai pada epitel berlapis yang banyak mengalami tekanan seperti pada epitel dermis dan pada cervix. Dengan demikian pengangkutan bahanbahan dari lumen haruslah melalui permukaan bebas sel. Fungsinya untuk memperluas permukaan sekresi dan absorbsi. sehingga diduga sel sendiri juga kontraktil. Modifikasi pada permukaan basal sel epitel.

Merupakan bahan yang disekresikan oleh sel epitel yang kemudian diletakkan sebagai kerak di luar sel epitel. Jenis mikrovili ini terdapat pada permukaan epitel duktus epididimis dan duktus deferens yang berfungsi mengatur keadaan lingkungan untuk pematangan spermatozoa. merupakan tonjolan yang berbentuk sebagai bulu halus dan bersifat motil (bergerak). Kinosilia. EPITEL KELENJAR/ EPITHELIUM GLANDULARE Sel epitel yang mampu mengeluarkan sekret disebut sel kelenjar atau epitheliocytus secretorius atau glandulocytus. Kemampuan bergerak tersebut disebabkan karena adanya struktur khusus yang berbeda dengan stereosilia. Tonjolan-tonjolan tersebut dinamakan berbeda-beda. Biasanya dinamakan sebagai silia saja. di dalamnya terdapat susunan mikrotubuli yaitu sepasang di tengah dan 9 pasang di sekelilingnya. Silia dapat diketemukan pada epitel traktus respiratorius. Sebuah silium tertanam dalam suatu bangunan yang dinamakan korpuskulum basale. Epitel ini bersama dengan jaringan lain . Jika sel-sel ini membentuk epitel maka terjadilah epithelium glandulare. dimana bentuknya menyerupai desmosome tetapi hanya separuh. Epitel Kelenjar II. oviduk dan uterus. Misalnya yang terdapat pada tubulus kontortus proksimalis. Merupakan tonjolan sitoplasma berbentuk silindris yang terdapat pada permukaan bebas sel epitel. karena berbentuk bulu sikat. II. Apabila dibuat potongan melintang melalui batang di luar sel. Mikrovili. Kuticula. Stereosilia. Sedangkan tonjolan yang terdapat pada epitel usus dinamakan striated border. Krusta. Ini dapat ditemukan sebagai kapsula lentis. Fungsi mikrovili yaitu memperluas permukaan agar dapat meningkatkan daya absorbsi sel-sel epitel usus. pleksus khoroideus dan plasenta sebagai brush border.Bangunan yang terdapat di bagian dasar sel epitelyang berdekatan dengan jaringan pengikat di bawahnya. karena tampak bergaris-garis. Merupakan pemadatan sitoplasma di dekat permukaan bebas sel epitel misalnya pada epitel transisional dengan maksud melindungi sel terhadap pengaruh kimiawi di luarnya. Modifikasi pada permukaan apex/ permukaan bebas sel epitel. Merupakan jenis mikrovili yang berukuran sangat panjang. Pada permukaan mikrovili usus terdapat enzim yang berguna untuk memecahkan bahan-bahan makanan agar dapat diabsorbsi.

Apabila hasilnya diangkut oleh pembuluh darah atau pembuluh limfa. misalnya kelenjar ludah atau langsung dalam rongga alat berdekatan. Kelenjar eksokrin dimaksudkan untuk kelenjar-kelenjar yang biasanya mempunyai saluran keluar untuk mengangkut hasil kelenjarnya yang selanjutnya bermuara pada permukaan dalam dan luar tubuh. Karena kelenjar hormon tidak memiliki saluran keluar kadang-kadang dinamakan juga sebagai kelenjar buntu dan hasilnya dinamakan hormon. Sel penghasil sekret atau hormon dinamakan endokrinosit. Sel penghasil sekret dinamakan eksokrinosit. KLASIFIKASI KELENJAR Berdasarkan pemanfaatan hasil kelenjarnya secara garis besar dibedakan menjadi kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin.dapat membentuk kelenjar atau glandula. misalnya pada kelenjar dinding usus. Berdasarkan jumlah sel. sedang untuk kelenjar endokrin sudah tidak lagi berhubungan. kelenjar suprarenalis. Krin berasal dari kata krinos yang berarti memisahkan atau menghasilkan. Kelompok sel-sel epitel yang mengadakan invasi tersebut selanjutnya memperbanyak diri dan berdiferensasi untuk membentuk kelenjar. Kelenjar endokrin: kelenjar ini melepaskan sekret langsung ke dalam pembuluh darah atau limfe. kelenjar digolongkan menjadi . Contoh pada kelenjar thyroidea. Biasanya dalam pembentukan kelenjar eksokrin masih tetap dipertahankan hubungannya dengan epitel permukaannya. dan diangkut ke alat atau jaringan sasaran. maka kelenjar demikian dimasukkan kedalam kelenjar endokrin atau kelenjar hormon. Namun bagi beberapa kelenjar endokrin yang tidak mempunyai saluran keluar tidak dapat dimasukkan sebagai kelenjar hormon. Kedua jenis kelenjar yang disebutkan diatas kesemuanya berasal dari membran epitel yang menutupi permukaan. Kelenjar eksokrin : kelenjar ini melepaskan sekret melalui saluran kelenjar (duktus ekskretorius).yang pada suatu saat tumbuh masuk ke dalam jaringan pengikat dibawahnya.

Kelenjar jenis ini dapat dijumpai pada epitel mukosa lambung dan rongga hidung. dan Kelenjar asiner yang bentuknya mirip kelenjar alveoler tetapi lebih bulat. Kelenjar alveoler yang berbentuk sebagai labu. jenis kelenjar ini merupakan kelenjar yang terdapat dalam jaringan pengikat. yang terdiri atas 1 lapis sel (misalnya pada kelenjar keringat) dan Kelenjar polyotyche. umumnya membentuk kelenjar. misalnya pada epitel usus sebagai sel piala atau sel cangkir atau “goblet cell”. maka jenis kelenjar ini dibedakan menjadi: Kelenjar intraepitelial. dibedakan menjadi: Kelenjar monotyche..Kelenjar uniseluler: Kelenjar ini hanya tersusun oleh 1 sel. Kelenjar jenis ini tidak mempunyai saluran keluar. . yang berbentuk pipa. yaitu membentuk kelompok sel kelenjar pada epitel permukaan tanpa saluran kelenjar (lihat gambara). Kelenjar tubuler masih dibedakan menjadi : tubuler lurus. Kelenjar multiseluler: Terdiri atas banyak sel. yang terdiri atas beberapa lapis sel (misalnya kelenjar sebasea). Kelenjar ekstraepitelial. Berdasarkan letak kelenjarnya terhadap epitel permukaan.. karena biasanya terdapat pada epitel permukaan. Berdasarkan jumlah lapisan sel epitel Pars sekretorianya. Pada kelenjar jenis ini. dapat dibedakan 2 bagian yaitu: Pars secretoria adalah bagian yang menghasilkan sekrit dan Duktus ekskretorius adalah saluran yang menampung sekrit dari pars sekretoria. Berdasarkan bentuk Pars sekretorianya. tubuler bergelung dan tubuler bercabang. dapat dibedakan menjadi: Kelenjar tubuler.

5. sehingga sel sama sekali tidak rusak. dalam tubuh dikenal berbagai jenis kelenjar yaitu: 1. Contoh pada testis. 3. kelenjar duodenalis brunneri). Kelenjar Holokrin: Semua isi sel diikutsertakan dalam sekret. karena duktus ekskretoriusnya tidak bercabang dan Kelenjar kompleks. Contoh pada kelenjar parotis. Kelenjar tubulo-alveoler kompleks (Compound tubulo-alveolar gland): Kelenjar ini mempunyai pars sekretoria berbentuk alveoler dan beberapa saluran keluar yang bermuara dalam saluran keluar utama.Contoh pada Pars exocrin Pancreatis. karena duktus ekskretoriusnya bercabang-cabang. Kelenjar tubuloalveoler sederhana (simple tubuloalveolar gland): kelenjar ini terdapat selalu bercabang (misal: kelenjar sub-mandibularis. Berdasarkan cara pembentukan dan pelepasan sekret dikenal: Kelenjar Merokrin: Isi lain sel kelenjar tidak diikutsertakan dalam sekret. Kelenjar tubuler sederhana (Simple tubular gland): a. dapat dibedakan: Kelenjar sederhana. kelenjar submandibularis. Dengan memperhatikan bentuk Pars sekretoria dan duktus exkretorius . Kelenjar tubuler bercabang (misal: kelenjar uterina) 2.Berdasarkan bentuk duktus excretoriusnya. Kelenjar tubuler bergelung (misal: kelenjar sudorifera) c. Kelenjar tubuler kompleks (compound tubular gland) : Kelenjar ini mempunyai pars skretoria yang berbentuk tubuler dengan saluran keluarnya yang bercabang yang akhirnya bermuara dalam satu saluran utama. 4. Kelenjar tubuler lurus (misal: kelenjar usus besar) b. Kelenjar alveoler sederhana (simple alveolar gland): contohnya pada kelenjar sebasea yang terdapat pada kulit dan kelenjar meibomi pada kelopak mata. Contoh . kelenjar sudorifera.

ada yang berbentuk uniseluler yaitu sel Piala. Butir-butir sekretoris bersifat asidofil. dibedakan menjadi: Kelenjar Mukosa. Contoh pada testis dan ovarium. kelenjar sirkumanale. Kelenjar Mukosa. Bentuk sel kelenjarnya piramidal dengan bagian puncahnya berisi tetes-tetes bahan musinogen atau premusin sebagai bahan pembentuk lendir. . kelenjar parotis. Di bagian basal sel terdapat granular endoplasmis reticulum sehingga pada pengamatan dengan mikroskop cahaya. Kelenjar Serosa: Kelenjar ini menghasilkan sekretnya yang encer jernih yang berbentuk sebagai albumin. Kelenjar Nonsitogen. Inti sel berbentuk gepeng terdesak di daerah basal. Dari jenis kelenjar ini . tampak gambaran yang bergaris-garis. Contoh pada kelenjar axillaris. Kelenjar Apokrin: Pada sekret diikutsertakan isi bagian puncak sel. yang menjadi rusak. maka bahan tersebut berubah menjadi mukus lendir. Contoh pada kelenjar pankreas.pada kelenjar sebasea (kelenjar minyak). yaitu kelenjar yang hasilnya tidak mengandung selsel. kadang-kadang mengandung enzim. Apabila premusin telah dilepaskan oleh sel kelenjar. kelenjar Serosa dan kelenjar Seromukosa (campuran). kelenjar eksokrin dapat dibedakan menjadi: Kelenjar Sitogen yaitu kelenjar yang menghasilkan sel-sel sebagai sekretnya. Sel-sel gamet jantan dan betina. Sel-sel Serosa juga berbentuk piramidal dengan inti berbentuk bulat yang terletak agak di tengah. Diantara kelenjar-kelenjar yang termasuk jenis ini . Sekret kelenjar mukosa bersifat kental. Berdasarkan sifat sekretnya.

sebagian besar saluran-saluran dalam tubuh permukaannya harus tetap basah. 4. Gambar : (A) Kelenjar Serosa . Contoh pada kelenjar Submandibularis. Sebagai alat sekresi. dalam hal ini epitel tersebut bertindak sebagai kelenjar. misalnya epitel yang melapisi vagina yang tidak memiliki kelenjar. . (B) Kelenjar Mukosa.Kelenjar Campuran: Kelenjar yang merupakan campuran dari sel-sel kelenjar Mukosa dan Serosa. karena epitel melapisi permukaan dalam dan luar tubuh. kelenjar sublingualis. Fungsi Jaringan epitel: 1. misalnya epitelium sensorium. 3. 5.(D) Kelenjar Demiluna. Sebagai alat absorbsi. Sebagai penutup dan perlindungan (proteksi). Sebagai lubrikasi. 2. Sebagai alat indera. sehingga epitel yang menutupi harus mampu menghasilkan cairan tertentu. Kadang-kadang sel-sel mukosa terdesak oleh sel serosa sehingga membentuk gambaran sebagai bulan sabit yang dinamakan Demiluna Gianuzzi.(C) Kelenjar Seromukosa (campuran). misalnya epitel membatasi permukaan dalam usus selain berfungsi perlindungan juga berperan dalam proses penyerapan hasil-hasil pencernaan makanan yang bekerja secara selektif.

and W.DAFTAR PUSTAKA Bloom W. Sebagai alat komunikasi di dalam tubuh: Fungsi ini terlihat dari kemampuan jaringan syaraf dalam menerima. Sebagai alat koordinasi: Semua aktivitas syaraf yang dimiliki ini diperlukan adanya koordinasi yang dilakukan oleh jaringan syaraf itu sendiri. maerubah rangsangan (stimulus) menjadi impuls dan selanjutnya menyalurkan keseluruh syaraf dan berakhir pada syaraf pusat. Bentuk kesatuan tersebut (Neuron) terdiri dari badan sel (cyton/soma) dan penjuluran sitoplasma. Mariono SH di Fiore. Unit kesatuan itu dapat berupa unit genetik. B. Morfologi jaringan syaraf A. sehingga individu tersebut dapat menyesuaikan dirinya terhadap perubahan yang terjadi di sekitarnya. Pokok pembahasan jaringan syaraf ada dua aspek yaitu: A. JARINGAN SARAF Jaringan syaraf mempunyai fungsi utama sebagai berikut: 1. Dellmann H. Fawcett. Lea and Febiger Phladelphia. 1981. 1976. dan unit tropik sistem syaraf.D and E. 1976. Kedua fungsi ini sangat erat hubungannya dalam menjalankan keselarasan fungsional untuk segala kegiatan hidup sehari-hari. Philadelphia. Tex Book of Histology. unit morfologik. Saunders Company Philadelphia London. Subowo.. Pusat Antar Universitas-Ilmu Hayati Institut Teknologi Bandung. Atlas of Human Histology. Lea and Febiger. Organisasi jaringan syaraf B.M Brown. Tex Book of Histology ed. Penjuluran sitoplasma ini . 1992. Histologi Umum . 2. ORGANISASI JARINGAN SYARAF Unit struktural jaringan syaraf yang merupakan bentuk satu kesatuan yang disebut NEURON.

dan panjang prosesus sel. Unit-unit tersebut membentuk seperti rantai sel-sel yang merupakan mekanisme konduksi sistem syaraf. KLASIFIKASI NEURON Neuron memiliki berbagai variasi ukuran. B. Morfologik neuron yang bermacam-macam ini menggambarkan adanya adaptasi terhadap perubahan fungsional yang terjadi sangat bervariasi. 4. Kemampuan iritabilitas dan konduktivitas yang tinggi dari sitoplasmanya merupakan pendukung utama fungsi neuron tapi kemampuan regenerasinya sangat kecil.sering disebut Neurit (axon) dan Dendrit. Sel yang erat hubungannya dengan kelangsungan hidup/fungsional jaringat syarah adalah sel neuroglia. nutrisi . Hubungan antara neuron sebagai pengantar impuls terjadi melalui sinaps. Doktrin Neuron : 1. Tiap neuron adalah unit struktural yang terpisah secara jelas dengan unit neuron lainnya yang mengadakan kontak dengan unit-unit lainnya. Jadi sinaps merupakan tempat hubungan neuron dengan neuron yang lainnya. Neuron Transmisi . Neuron dapat dibagi menjadi 2 kelompok yaitu neuron transmisi dan neuron sekretorik. dan integritas struktural jaringan syaraf . Tiap neuron berasal dari stem sel embrional yaitu neuroblast yang memiliki informasi genetik untuk menjalankan fungsinya. Sel neuroglia memegang peranan untuk proteksi. MORFOLOGI JARINGAN SYARAF Neuron mempunyai banyak tipe namun demikian mempunyai hungsi utama sama yakni menerima stimuli dari dalam lingkungan (interosepsi) dan menerima stimuli dari luar (exterosepsi). Selajutnya neuron bersama-sama dengan neuroglia yang bertindak sebagai sel-sel penunjang membentuk jaringan syaraf. dan medulla spinalis akan dibahas lebih lanjut pada mata ajaran ORGANOLOGI. 3. jumlah prosesus sel. metabolisme. Tiap neuron bertanggung jawab untuk nutrisi. sedangkan perikaryon merupakan bagian badan sel disekeliling nukleus. bentuk. cerebellum (otak kecil). dan pemeliharaan bagian komponen dirinya sendiri Jaringan syaraf yang terdapat pada susunan syaraf pusat seperti cerebrum (otak besar). A. Neuron menghantarkan impuls hanya kesatu arah saja yang dikenal dengan istilah Polarisasi Dinamik. 2.

sel olfaktorius. Tipe ini memiliki banyak dendrit dan sebuah axon yang panjang yang berakhir membentuk percabangan yang komplek disebut axon terminal atau telodendron. Neuron neurosekretorik . Tipe neuron ini umumnya bersifat sensoris. Contohnya terdapat pada: neoron di daerah kortek serebri. Pada susunan syaraf pusat terbatas dijumpai pada: neuron piramidal. kortek serebelli. Neuron Bipoler : neuron ini memiliki sebuah dendrit utama dan sebuah axon yang terletak pada kutub badan sel yang berlawan. Axon dan dendritnya bersatu dekat dengan badan selnya. badan sel. b. tapi yang jelas terlihat hanya satu akan berfungsi sebagai axon dan selebihnya sebagai dendrit. tapi di badan sel masih terlihat terlihat sedikit terpisah sebelum penjuluran itu menyatu. Neuron Multipoler : Neuron ini mempunyai banyak penjuluran. dimana yang satu sebagai neurit (axon) dan satunya lagi sebagai dendrit. Neuron Unipoler Sejati: neuron ini hanya memiliki sebuah axon. (b) neuron golgi tipe II : neuron ini mempunyai banyak dendrit dan sebuh axon yang pendek dan berakhir tidak jauh dari badan selnya. Ganglion spinale. Dijumpai pada syaraf perifir yakni neuron preganglionik simpatik dan parasimpatik. Selain itu juga ada yang tampak penjuluran yang keluar dari badan sel dan kemudian baru terjadi pemisahan antara neurt dan dendrit. Axon terminalnya disebut juga neuropodia. dan neuron motoris dari cornua ventralis tulang belakang. Disini jelas terlihat dua penjuluran yang terpisah jelas keluar dari badan selnya. dan retina mata.Merupakan bagian terbesar dari neuron. Umumnya terdapat pada substansia grisea dan tidak sampai memasuki daerah substansia alba. c. Contoh neuron tipe ini terdapat pada: retina mata. Pada retina mata terdapat sel amacrin yang tidak memiliki axon. Berdasarkan atas banyaknya penjuluran neuron transmisi ada beberapa tipe antara lain: a. neuron postganglionik simpatik. tipe ini terdapat terbatas pada sistem saraf yang sedang berkembang. sel Purkinje. banyak sedik tipe percabangannya neuron multipoler dibedakan lagi menjadi: (a) neuron golgi tipe I : disebut juga tipe Deiter. ganglion vestibulare. sehingga neuron ini juga disebut neuron-anaxonik. Bila dilihat dari panjang pendeknya penjuluran. Apabila penjuluran tersebut pendek dan segera terpisah disebut neuron pseudo-unipoler. dan sebuah axon. Sel neuron ini memiliki dendrit. Tipe ini paling banyak ditemukan.

Di dalam plasma terdapat organel-organel sel seperti aparatus golgi.Adalah sel-sel syaraf spesifik yang mempunyai kemampuan mensintese. badan sel. Zona dendritik: adalah daerah neuron yang merupakan subjek dari stimulus eksitasi dan inhibisi. Termasuk dalam zona ini adalah: dendrit. sehingga nukleolus bisa bersifat basofil atau asidopil tergantung jenis pengecatan yang dipakai Perikaryon atau badan sel syaraf . dan segmen permukaan axon. Proses kromatolisis dibarengi dengan bertambahnya ribosom. Morfologi sel syaraf: Bentuk sel syaraf (perikaryon) umumnya bulat. sentriola. dan polysoma maka proses kromatolisis juga dapat diangga sebagai proses restorasi neuron itu sendiri. Selain itu juga terdapat butiran-butira di dalamnya mengandung zat sejenis protein/hormon yang disebut juga Benda Nissl yang terletak pada perbatasan badan sel dengan dendrit atau axon namun tidak dijumpai pada axon. Maka dengan adanya benda Nissl yang jumlahnya berubah-ubah adalah cukup membingungkan. Hubungan antara sel ini dengan vasa darah disebut organ neurohemal. Bervariasinya benda Nissl merupakan ciri utama berbagai tipe neuron. Beberapa sel neurohemal neuropypophyse (hypopise pars posterior) menghasilkan oxytocin dan anti diuretik hormon (ADH) . mempunyai sitoplasma disebut neuroplasma. paraplasma (pigmen/lemak). kromatin relatif sedikit terletak di daerah eksentris sehingga nukleus terlihat sedikit pucat. Hasil penelitian menyatakan bahwa dalam satu hari neuron dan memperbaiki 1/3 dari jumlah proteinnya dan benda Nissl diperkirakan berperan dalam proses pembentukan protein. Pada pangkal axon di daerah perikaryaon tercat/terlihat terang karena kepadatan elektron rendah. Impuls yang datang ke zona ini dapat . dan kemudian mentransport benda Herring melalui axonnya yang selanjutnya membebaskan berbagai zat (hormon) ke dalam darah. Sehubungan kebanyakan neuron tidak menghasilkan protein untuk transport ekstraseluler. sedangkan pada axon/dendrit disebut aksoplasma. dapat juga polihidral dengan diameter birkisar antara 4 – 150 mikron. Garanul-granul tersebut (benda-benda Nissl) sebenarnya merupakan kelompokan RER. Penelitian lebih lanjut dilaporkan bahwa Benda Nissl tidak lain adalah endoplasmik retikulum dengan bitir RNA. Khromatolisis ini bersifat reversibel. Anak inti (nukleolus) umumnya satu mengandung RNA dan protein dasar. Peristiwa hilangnya/berkurangnya benda Nissl ini disebut Khromatolisis. daerah ini disebut axon-hillock Berdasarkan klasifikasi Bodian secara fungsional neuron dapat dibagi dalam 3 zona : 1. RER. Selain itu ada juga sel neurohemal yang terdapat pada hypothalamusyang menghasilkan releasing factors (releasing hormon). misal. Intinya bulat dan besar. Benda Nissl jumlahnya pada badan sel sangat bervariasi tergantung aktivitas sel syaraf tersebuit. mitokondria. pada keadaan lelah jumlahnya sedikit atau istirahat jumlahnya sangat banyak dan tidak dijumpai dalam keadaan patologik. dan neurofibril. ribosom bebas dan polysoma.

Benda Nissl hanya terbatas pada bagian proximal dendrit. Membran plasma axon disebut juga axolemma. selain itu di tempat ini mempunyai ambang exitasi yang lebih rendah dibandingkan pada dendrit dan badan sel.menimbulkan atau tidak menimbulkan adanya aksi potensial dan respon bersifat bertingkat. hal ini diperlukan dalam mengangkut material yang besdar untuk pemeliharaan. Isi sitoplasma sama dengan sitoplasma badan sel. Secara fungsional Nodus Ranvier merupakan konduksi saltatorik impuls yaitu tempat meloncatnya gelombang depolarisasi dari satu nodus ke nodus berikutnya. Namun ada juga material yang mengalir dengan kecepatan 10 – 200 mm/hari yang merupakan aliran cepat. Aliran somatopugal ada 2 macam yaitu: aliran axoplasmik lambat dan aliran axoplasmik cepat. bercabang-cabang secara kontunyu hingga terkecil. dan benda Nissl tidak dijumpai pada axon hillock maupun pada axon. penggantian organela yang sud ah tua atau untuk reparasi axon. Respon bersifat bertingkat. Dendrit biasanya lebih pendek dibandingkan dengan axon. Aliran cepat ini . SER.. Nodus ranvier terdapat pada beberapa tempat disepanjang axon bermyelin dan merupakan tempat diskontinyu dari selubung myelin. Permukaan dendrit maupun badan sel tertutupoleh spina atau gemmula yang merupakan hubungan synaps dengan axon terminal dari sel syaraf lainnya.5 – 5 mm/hari. Zona Telodendritik: adalah meliputi modifikasi terminal yang memungkinkan terjadinya transfer secara listrik atau kimia ke neuron berikutnya atau ke organ efektor. Prosesus yang tunggal ini permukaannya licin dan diameter ukurannya konstan. DENDRIT Dendrit berfungsi untuk memperluas permukaan neuron. 2. Karena panjangnya prosesus maka akan terjadi masalah transportasi impuls maupun zat-zat lainnya. AXON Axon atau axis silinder timbul dari axon hillock di perikarion. mirip dengan cabangcabang pohon. Sebagian besar material dalam axoplasma bergerak lambat dengan kecepatan 0. Segmen permulaan tempat munculnya dari badan sel merupakan tempat permulaan myelinisasi. neurofilamen. Pada Nodus Ranvier axon menebal. Pada tempat tersebut axon disebungi oleh processus sitoplasmik sel glia. Zona Axonik: adalah meliputi segmen arborisasi ujung syaraf. Aliran material ada 2 macam yaitu material yang mengalir dari badan sel disebut somatopugal (retrograde) dan aliran materian ke badan sel disebut somatopetal (anterograde). Sebelum berakhir pada efektor terlebih dahulu bercabang-cabang membentuk telodendron. Daerah ini merupakan bagian konduksi yang bersifat all or none 3. neurotubulus. Organel seperti mitokondria.

Sehubungan sifat badan sel yang tanggap terhadap perubahan axon terjadi juga aliran somatopetal (anterograde) TRANSFER INFORMASI Neuron mengalami modifikasi untuk menimbulkan dan mengkonduksikan informasi ke seluruh tubuh dalam bentuk pesan elektrik. Material yang diangkut dengan cepat ini digunakan untuk keperluan berlangsungnya fungsi synaps axon. Pada jaringan lain misal nexi disebut Gap junctions. Hal yang sama pentingnya yaitu kemampuan neuron untuk mentransfer informasi ke organ efektor dan atau neuron. Proses pembebasan baik secara difusi maupun persatuan substansi transmiter pada sisi reseptor mengakibatkan waktu transmisi terhabat. Ruang yang terbentuk adalah sangat sempit sehingga tidak ada perbedaan konsentrasi ion antara kedua sel tersebut. Hambatan ini disebut Hambatan sinapses. Mekanisme transfer transmisi elektronik 2. Ujung axon merupakan elemen membran presinaptik. Stimulus yang melalui efapses tidak perlu mengalami polarisasi untuk mengalirkan materi dari satu sel ke sel yang lainnya. Kedua membran ini dipisahkan oleh ruang interseluler (celah sinaptik/synaptic cleft) yang lebarnya 6 – 20 nm dan . Persatuan antara sel neurotransmiter dengan sisi reseptor akan mengakibatkan perubahan yang dapat bersifat exitasi ataupun inhibisi. Transfer informasi terjadi dengan 2 cara mekanisme: 1.menggunakan bantuan organel neurotubulus sebagai alat transport. MEKANISME ELEKTROKIMIA Sinapses merupakan tempat transmisi elektrokimia terjadi dan bersifat lebih umum dibandingkan dengan efapses. Aktivitas listrik pada membran sel syaraf presinaptik menyebabkan dibebaskannya substansi neurotransmiter yang melintasi ruang interseluler dan menghubungkan sisi reseptor pada membran sel post sinaptik. sehingga aliran listrik dapat berjalan dengan cepat. sedangkan organ efektor merupakan membran postsinaptik. Mekanisme transfer elektrokimia MEKANISME TRANSMISI ELEKTRONIK Transmisi elektronik pada jaringan syaraf terjadi pada tempat spesifik disebut efapses elektrotonic junctions atau disebut juga sinapses elektronik.

somato-somatik Sinapses yang terbentuk antara sel syaraf dengan sel otot skelet disebut Junctura –neuro-muskuler. Sitoplasma yang padat dapat ditemukan pada membran pre. Ujung axon dapat membentuk sinapses dengan berbagai bagian neuron lain yaitu: 1. Pada bidang membran postsinaptik terdapat penebalan yang disebabkan karena adanya filamen. dan vesikula sinaptik. Epithelium ini tergantung pada jaringan pengikatnya tetapi terpisah dari padanya. Model hubungan yang erat dan ketergantungan merupakan sifat struktural dari sistem syaraf perifir. NEUROGLIA Jaringan ikat tubuh membentuk rangka utama pada sebagian besar organ tubuh. axo-dendritik 3 axo-axonal 4. Perluasan pada ujung axon disebut boutons terminauuk sedangkan perluasan sepanjang axis silinder disebut boutons passage. kadang dapat juga dijumpai hanya pada salah satunya. dan penebalan ini disebut subsynaptic web. neurotubulus. dendro-dendritik 5. Neuroglia merupakan derivat ektoderm yang merupakan epithelium yang telah mengalami modifikasi secara unik. axo-somatik 2. Rangka jaringan ini tidak hanya bersifat sebagai penyokong tetapi juga merupakan sarana tempat komponen vaskuler menyebar ke seluruh bagian parenchim. neurofilamen. Sistem syaraf pusat berasal dari perkembangan 2 macam sel yaitu satu kelompok sel . somato-dendritik 6. Pada ujung presinaptik terdapat mitokondria.mengandung material yang padat elektron dan filamen halus. Tidak seperti pada efapses maka sinapses kimia bersifat polar (aliran satu arah) yaitu sesalu dari membran presinapstik ke membran postsinaptik. Kedua macam perluasan ini dapat dijumpai pada axon dari serabut syaraf tak bermyelin atau pada nodus Ranvier dari serabut syaraf bermyelin. Hubungan semacam ini tidak menojol pada sistem syaraf pusat. Bagian presinaptik axis silinder meluas membentuk bentukan seperti bola lampu atau seperti kancing baju.maupun postsinaptik.

Selain itu neuroglia juga membentuk pelekat neuron yang mengikat neuron bersama-sama. Disamping sebagai penyokong juga mempunyai fungsi sebagai proteksi. dan fungsi-funsi lainnya untuk integritas neuron. amfisit 15. Berdasarkan ukurannya terdapat dua macamneuroglia: yaitu makroglia dan mikroglia. ependima 14. mikrogliosit Selain berdasarkan atas bentuk ukuran sel neuroglia dapat juga digolongkan berdasarkan hubungannya dengan sistem syaraf pusat sistem syaraf perifir yaitu: Gliasentral : termasuk di dalamnya adalah • oligodendrogliosit • astrosit • ependima • sel Muller • mikrogliosit Gliaperifir: 7. Neuroglia berfungsi membentuk rangka penyokong atau stroma sistem syaraf pusat. Nukleusnya bervariasi dari besar dan pucat sampai kecil dan . Pada neuropil terdapat processus sel (axon dan dendrit) serta elemen neuroglia substansia grissea. penyuplai nutrisi. ampisit 8. mengandung heterochromatin dalam jumlah sedang. Yang tergolong makroglia adalah: 11. Neuropil merupakan istilah untuk menggambarkan susunan mirip jala yang komplek yang terdapat pada sel-sel sistem syaraf pusat. sel Muler Yang tergolong mikroglia adalah : 6. Gliaperifir madah diidentifikasi berdasarkan dengan melihat hubungannya dengan elemen sistem syaraf perifir. astrosis 13. sel Schwann Dengan pengecatan rutin ( HE ) badan sel dan prosessus sel dari neuroglia tidak begitu jelas terlihat. oligodendrosit 12. sel Schwann 16. Ciri-ciri spesifik : nukleus kecil. bentuk bulat atau oval. Neuroglia juga terdapat pada sistem syaraf perifir. Oligodendrogliosit Oligodendrogliosit merupakan neuroglia yang terbesar jumlahnya.membentuk neuron yang berkembang membentuk bangunan geometris yang komplek dan kelompok yang lainnya berkembang diantara neuron. Kelompok sel kedua ini yang dikenel dengan neuroglia (sel glia).

Astrosit dapat mengalami hipertrodi. Granula chromatin halus kadang-kadang tampak menggumpal di perifer. Ada 2 macam astrosit yaitu astrosit fibrosan dan protoplasmik. Sel epindema memiliki nuklei besar dan pucat. Sel-sel ini membatasi canalis neuralis medulla spinalis dan keempat ventrikel yang terdapat pada otak. Pada otak kucing kira-kira 90% permukaan badan sel tertutup oleh sel ini.gelap. sitoplasma tidak padat. bulat atau oval biasanya sangat pucat. maka sel fogositik bermigrasi dari vasa darah untuk membantu mikrogliosit. Astrosit penting sebagai penyokong struktural pada otak dan medula spinalis. nukleus kecil dan gelap. Ependima Merupakan elemen neuroglia yang membatasi canalis neuralis. Astrosit berfungsi sebagai isolator permukaan reseptor sel saraf. Oligodendroliosit dapat menempati posisi perineuronal. hiperprasi dan bersifat fogositik. 2 sesudah oligodendroliosit. sel-sel ini terjepit antara processus sel dan badan sel saraf. Sitoplasmanya kurang padat. Astrosit Dalam sistem saraf pusat jumlahnya no. Tetapi tidak semua peneliti sependapat. Sel ini dimasukkan dalam sistem makrofag yang berasal dari promonosit sumsum tulsng nerah. Mikrogliosit hanya dapat melakukan fogositosis kalau kerusakan kecil. Pada hewan . perivaskuler. atau intervasikuler. Oligodendrogliosit berperan pada proses melenisasi processus sel di sistem saraf pusat. punya identasi atau berbentuk tidak teratur. Sel ini juga berperan pada proses reparasi dan pembentukan parut pada sistem saraf pusat. nekleoli satu atau lebih. Pada emberyo sel ependima berbentuk kuboid atau kolumner rendah. Kalau kerusakan yang terjadi besar. Lapisan ini memiliki gambaran yang menyolok pada tempat-tempat pada plexus chorioideus karena sel-sel mengalami modifikasi yang cukup jauh. Secara klasik sel ini berfungsi sebagai barier/ penghalang hubungan darah dan otak. Pada dewasa. Keduanya memiliki nukleus besar. Oligodendroliosit perineurel memiliki fungsi nutrisi. Nukleus dapat bulat. Juga memiliki hubungan erat dengan kapiler darah. processus sedikit. nukleusnya lebih kecil dan lebih bulat dari pada nukleus astrosit. tepi basal dipisahkan dari jaringan saraf oleh membran basalis. Astrosit fibrosa lebih banyak ditemukan pada substansialba sedang yang protoplasmik yang lebih banyak ditemukan pada substansia grisea. Yang protoplasmik lebih kaya protoplasma dari yang lain. Secara umum. Sel Muller Sel Muller merupakan elemen neugrolia yang spesifik. Fungsi ini mempengaruhi kecepatan produksi sepanjang processus sel saraf. Processai sel banyak. terdapat pada retina mata. Mikrogliosit Terbesar di sistem saraf pusat.

Fungsi sel epindema bermacam-macam. Tanycyt adalah sel spesifik yang terdapat pada lapisan ependima. antara lain untuk pembentukan cairan cerebro-spinal. Proses pembentukan cairan cerebrospinal tidak hanya terbatas pada sel epindima di daerah plexus choriadius tetapi terjadi juga pada daerah yang tersebar di ventrikel otak. Hubungan antara Neuron dan Neuroglia Melalui perkembangannya neuron sistem saraf pusat memiliki hubungan erat dengan sel neuroglia sentral. Struktur hubungan antara neuron dengan sel neuroglia bervariasi. panjang tak bercabang yang meluas ke areal subependima dan berakhir pada kapiler di area tersebut. Sel ependima yang bersilia berfungsi untuk menggerakkan cairan cerebrospinal pada sistem ventrikel otak. modifikasi basal sangat komplekx dam processus sitoplasmatiknya dapat meluas sampai ke jaringan saraf. Sel-sel ini mungkin tidak hanya berfungsi struktural. Sel-sel ini mungkin memiliki hubungan erat dengan oligodendrogliosit. Serabut saraf tak bermyelin diselubungi invaginasi plasmalemma sel Schwann. . mungkin melanjutkan diri ke selubung Schwann. Organ subependima mungkin berperan untuk menghasilkan sel-sel pengganti neuroglia sepanjang kehidupan organisme. Ujung-ujung saraf pada lapisan ependima bersifat sensorik. Selubung myelin terdiri dari lipatan-lipatan memberan. Oligodendrogliasit membentuk hubungan unik dengan neuron yaitu dengan pembentukan selubung myelin pada processus sel saraf pada sistem saraf pusat. Sel ini memiliki processus basal. Sel Schwann Sel Schwann glia perifer berhubungan dengan serabut saraf. Amfisit sel ganglion membentuk selubung sel tunggal diseluruh sel. terutama ditemukan pada dinding ventrikeltertius. Cairan cerebrospinal yang dihasilkan oleh sel ependima mungkin berperan untuk transport hormon.muda. sel kapsul) glia perifer merupakan sel neuroglia yang mengelilingi neuron ganglia. mereka mungkin berperan untuk transport dan/ atau aktivitas sekretorik. Serabut saraf bermyelin juga diselubungi oleh invaginasi sel Schwann yang membentuk selubung myelin. Amfisit mungkin memiliki hubungan erat dengan oligodendrogliosit. Processus sel saraf dan beberapa neuron (sel ganglion) terdapat pada sistem saraf perifer dan diselubungi elemen neuroglia yang memiliki hubungan dengan badan sel dan processus sel mirip seperti yang digambarkan pada sistem saraf pusat. Amfisit Amfisit (sel satelit. Mereka membungkus serabut dan berperan pada pembentukan myelin. Sel-sel ini membatasi prikaryon ganglia.

Lamina basalis yang terletak di perifer selubung neurolemma. Serabut Saraf Tak Bermyelin. Selubung tidak terbatas pada badan sel tetapi dapat meluas ke bagian dendrit maupun bagian segmen permulaan axon. vesikula dengan gumpalan chromatin di perifer. disebut axolemma. maka selubung neorolemma terbentuk dari deretan sel Schwann yang tersambungsambung. kecepatan konduksi kecil. Sel Schann membentuk selubung processus sel saraf. Gambaran elektron mikroskopik lebih menjelaskan hubungan antara selubung . merupakan serabut kecil yang tak bermyelin atau hanya diselubungi satu lapisan myelin. Serabut Saraf Tak Bermyelin atau serabut Remak. Amfisit berakhir pada saat sel Schwann mulai muncul. Tetapi mungkin untuk proses reparasi. Serabut saraf tak bermyelin berukuran kecil. Axis silinder atau processus sel saraf memiliki axio plasma dan dibatasi oleh membran sel. Yang tertinggal hanyalah komponen nonlipida selubung myelin disebut neurokeratin. Meskipun cara dan produk akhir sedikit berbeda. Axis silinder sendiri tidak pernah terputus di rodus. pada ganglian autonom dapat tidak lengkap. Di perifer neurokeratin terdapat sel Schwann. hilangnya lipida akan mengubah gambaran gulungan membran. tetapi hanya dibungkus oleh plasmalemma sel Schwann. Kumpulan badan sel saraf disebut ganglia. Sel ganglion adalah sel saraf yang merupakan bagin dari sistem saraf perifer. Sel Schwann di sebut juga sel neurolemma. Pada pengecatan rutin. tetapi sebuah serabut saraf diselubungi oleh sel-sel Schwann yang bersambungsambung. Fungsi sel Schwann disini yang tepat belun jelas. Selubung semacam itu disebut selubung Schwann atau selubung neurolemma. tetapi processus sel Schwann tetap menyelubungi axolemma. Serabut-serabut itu diselubungi oleh invaginasi memanjang sel Schwann. Sebuah sel Schwann dapat membentuk selubung untuk banyak serabut saraf. tampak sebagai jari-jari roda. Serabut Saraf Bermyelin Ini merupakan serabut saraf yang paling besar dan memiliki kecepatan konduksi yang tertinggi. Nodus ini tampak sebagai bagian yang menyempit yang tidak memiliki myelin. Sitoplasma sel Schwann yang membatasi myelin disebut neurolemma atau selubung Schwann. Oligodendrogliosit dan sel Schwann bertanggung jawab untuk pembentukan myelin. tetapi hasil akhir menunjukan bahwa serabut saraf dibungkus selubung myelin. Fungsi myelin disini sama dengan isolator pada kabel listrik. Plasmalemma sel Schwann yang membungkus axis silinder disebut mesaxon. Karena sebuah sel Schwann hanya dapat membentuk selubung serabut pada jarak yang terbatas. Ruangan dekat axis slinder terisi dengan selubung myelin. Sebuah sel Schwann tidak menyelubungi seluruh panjang serabut saraf. Sel memiliki nukleus besar. Badan sel dibungkus oleh satu lapisan sel disebut amfisit. Tempat persambungan ini disebut nodus Ranvier . Tetapi serabut tersebut tidak di dalam sitoplasma. membungkus sel Schwann dan memisahkannya dari ruang jaringan pengikat.Selubung Sel Ganglion. Meskipun amfisit biasanya berupa selubung kontinyu ganglion seperti pada ganglian radix dorsalis.

Sebuah oligodendrogliasit dapat membentuk selubung untuk lebih dari 1 sel saraf. . axis silinder dan elemen neuroglia . Mesaxon internal merupakan gambaran yang sama terletak disebelah perifer myelin. sehingga membran plasma menjadi saling berdekatan. maupun menyelubungi lebih dari satu daerah internodal. Sebuah sel Schwann bertanggung jawab pada proses myelinasi serabut saraf antara sebuah nodus Ranvier dengan berikutnya. Myelinasi pada serabut saraf sistem saraf pust terjadi karena adanya hubungan erat antara serabut saraf dan oligodendrogliasit. Dellman dan Brown (1989) mengatakan bahwa sel-sel khusus jaringan otot memiliki bangun khusus yang dikaitkan dengan aktivitas kontraksi.myelin. Berdasarkan bentuk serta bangunnya. Jaringan pengikat tidak banyak ditemukan di sistim saraf pusat. Pada proses myelinasi pada saraf perifer maka sebuah serabut saraf mengisi invaginasi sepanjang sel Schwann. Banyak serabut saraf tak bermyelin diselubungi oleh sebuah sel Schwann. Suatu penjuluran berbentuk mirip lidah dari sel Schwann membungkus mengelilingi axis silinder. Bentuknya memanjang membentuk serabut. 2002). Ada sedikit perbedaan antara proses myelinasi di perifer dan di sentral. Serabut saraf bermyelin yang berdekatan tidak dibatasi dengan lamina basalis. Selanjutnya sitoplasma dari penjuluran menghilang. Tetapi serabut otot tentu berbeda dengan serabut jaringan ikat karena serabut jaringan ikat bersifat ekstraseluler. Derajad myelinasi atau tebalnya selubung myelin tergantung pada banyaknya putaran selama terjadi proses myelinasi. Sebuah lamina basalis membatasi sel Schwann dan memisahkannya dari jaringan pengikat disekitarnya. Sel neuroglia penting untuk memelihara integritas selubung myelin di samping untuk proses remyelinasi setelah terjadi demyelinasi setelah serangan penyakit atau akibat kerusakan. Jaringan otot terdiri atas susunan sel-sel yang panjang tanpa komponen lain (Subowo. sel otot disebut serabut otot. Mesaxon internal dibentuk oleh processus sel Schwann yang berhadapan dengan processus sel saraf. Myelinasi Proses myelinasi serabut saraf dari sistem saraf perifer merupakan akibat dari hubungan yang erat antara serabut saraf dan sel Schwann. Badan sel oligodendrogliasit dapat membentuk selubung myelin tetapi berhubungan dengan myelin melalui processus sel. Sebelah luar selubung myelin terbungkus sitoplasma sel Schwann yang berperan pada proses myelinisasi. JARINGAN OTOT JARINGAN OTOT Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu melangsungkan kerja mekanik dengan jalan kontraksi dan relaksasi sel atau serabutnya. Selubung myelin terbentuk dari gulungan kontinyu yang dibentuk oleh processus sitoplasmatik sel neuroglia.

dan otot jantung yang merupakan dinding jantung (Genneser. yakni : 17. Adanya fibril serta pola susunannya maka otot dibedakan menurut morfologinya. Sedangkan otot kerangka mendapat inervasi dari susunan saraf pusat (serebrospinal). karena aktivitasnya bersifat involunter. aktivitasnya bersifat volunter.Serabut otot tersusun dalam berkas. Otot kerangka (Skeletal muscle). berorigo dan berinsersio pada bungkul tulang. Bentuknya seperti kincir (spindle-shaped) dengan ujung runcing atau bercabang. ukuran terbesar pada uterus pada masa pregnansi 12x600µm. Kontraksi dapat terjadi karena adanya energi kimia berupa ATP yang terbentuk pada sel otot. Inti otot . Otot pucat (White muscle) b. otot skelet (otot rangka) yang melekat pada tubuh. Dalam serabut otot banyak terdapat fibroprotein dalam sarkoplasma yang mudah menyerap zat warna untuk sitoplasma (Dellman dan Brown. OTOT POLOS Satuan/serabut otot polos umumnya disebut “sel”. pada sayatan memanjang otot kerangka dan otot jantung pada myofibrilnya terdapat garis-garis melintang yang khas sedangkan pada otot polos tidak (Dellman dan Brown. 1989). Ukurannya bervariasi. Intinya 1 (satu) dan berbentuk lonjong dengan ujung tumpul. Otot jantung (Cardiac muscle). 1989). karena memenuhi kreteria sel. Peranan otot (muscle) yang utama ialah sebagai penggerak alat tubuh lain. Kedua protein ini menyusun myofilamen dari otot. sumbunya paralel dengan arah kontraksi. Otot polos ( Smooth muscle) 18. Secara mikroskopis inti otot polos agak sulit dibedakan dengan fibroblast. Kontraksi terjadi sangat dipengaruhi oleh 2 jenis protein yaitu aktin dan myosin. Interaksi dari 2 protein tersebut menyebabkan terjadinya kontraksi pada otot. Otot polos dan otot jantung mendapat inervasi dari susunan saraf otonom. B. disebut otot sadar. dan yang terkecil ditemukan pada arteri-arteri keci 1x10µm. tapi bila diperhatikan dengan teliti keduanya jelas berbeda. dan sering disebut sebagai otot tidak sadar. 1994). Hal ini disebabkan oleh sifat otot yang mampu berkontraksi. Otot merah (Red muscle). sedangkan kontraksi dapat berlangsung bila ada rangsangan (stimulus) baik oleh pengaruh saraf atau oleh pengaruh lain. Dengan gambaran mikroskopik. yang dibagi menjadi: a. Terdapat tiga jenis otot yaitu : otot polos yang merupakan bagian kontraktil dinding alat jeroan. meliputi: A. Otot serat melintang (Striated muscle). Pada otot polos yang sedang berkontraksi bentuk inti sering bergelombang.

antara lain : .Apparatus Golgi . Pendapat lain mengatakan bahwa tenaga yang terjadi pada waktu kontaksi dapat dipindahkan ke lain alat tubuh melalui serabut kolagen atau elastis.Endoplasma retikulum . mengandung : · Organoid. kira-kira 25 Angstrom Selaput dalam. masingmasing: Selaput luar.polos memiliki ujung tumpul dan mengambil warna sedikit pucat.E. Membran Plasma: Membran plasma pada otot sering disebut sarkolema (Sarcolemma). tebalnya 25-30 Angstrom. Sarkoplasma bersifat eosinofilik. selaput luar tampak menyatu. sedangkan fibroblast intinya agak runcing dan mengambil warna lebih kuat. seperti glikogen. Ruang intermedier. Hubungan ini dianggap lebih serasi dari pada hubungan antar sel dengan desmosoma.Mitokondria yang mengitari inti . sulit dilihat. Hubungan ini berperanan memperlancar transmisi impuls untuk kontraksi dari satu otot ke otot yang lainnya. Miofibril pada otot polos sangat halus. dan Aktin 3 mµ. Bangun Histologi: Otot polos memiliki bagian-bagian sebagai berikut : 7. dengan pewarnaan H. tetapi dengan mikroskop elektron tampak sebagai selaput ganda (double membrane).Sentriol · Paraplasma. tebalnya berkisar antara 25-30 Angstrom. Sitoplasma Sering disebut sarkoplasma (Sarcoplasma). Filamen tersebut berakhir di daerah pekat sarkolema. Dengan mikroskop cahaya kurang jelas. lipofusin. 9. Dengan mikroskop elektron tampak miofilamen Miosin berdiameter 5 mµ. Sarkoplasma di dekat inti bebas dari filament dan di bagian tepi banyak pinocytic vesicle .Miofibril . Pada daerah hubungan posisi antara otot polos. Filamen aktin dan myosin juga . Yang menarik perhatian adalah myofibril karena peranannya dalam kontraksi.

epididimis dll. uterus). bahkan membungkus/mengitari otot polos. Otot polos terdapat pada: • Alat jeroan berupa lamina muskularis dan muskularis mukosa. Susunan Otot Polos : Pada organ tubuh lazimnya berkelompok membentuk lamina muskularis (lambung. Asam nitrat ini berfungsi melakukan maserasi endomesium. vesika urinaria. muskulus konstriktor dan dilatator pupile. Tetapi dapat pula soliter (sendiri) misalnya pada villi usus halus. Pemisahan masing-masing sel (serabut) otot polos dilakukan dengan menggunakan asam nitrat. misalnya pelvis renalis. lambung dan esophagus • Saluran pernapasan. • Kulit : muskulus arektorpili • Mata : muskulus siliaris. bergelombang pada saat terjadi kontraksi. tunika media (pembuluh darah). berbeda dengan otot skelet. • Inti Berbentuk lonjong memanjang dengan ujung tumpul. usus. Fungsi Kontraksi otot polos disebabkan oleh empat faktor: 1) Neksus . melalui hubungan inilah impuls dapat berpindah dengan cepat. Hubungan antar otot polos ditunjang oleh endomisium (Endomysium). misalnya usus. broncheolus. yang mengandung serabut kolagen dan retikuler yang cukup halus dan jarang terdapat sel-sel jaringan ikat di dalamnya. membentuk tunika media • Saluran urogenital. duktus deferens. misalnya bronchus.terdapat pada pada otot polos. berkontraksi dengan adanya adenosine trifosfat. Dengan pewarnaan khusus misalnya PAS serabut retikuler tampak jelas. Susunan filament aktin dan myosin pada otot polos belum jelas. Hubungan antar otot polos dengan penyatuan selaput luar disebut Nexus . stroma kelenjar kelamin jantan. muskularis mukosa (usus). ureter. dan trachea • Dinding pembuluh darah.

2) Tarikan mekanik yang bersifat lokal 3) Pengaruh hormonal mis. OTOT KERANGKA Satuan otot kerangka (skelet) umumnya disebut “serabut” (fibers) dan bukan sel. Pada manusia panjang serabut berkisar antara 3-4 cm.Umur. Bangun Histologi A. Oksitosin 4) Inervasi saraf otonom Kontraksi ritmis pada peristaltik dapat mendorong makanan ke arah belakang. Secara embriologik otot polos berkembang dari mesenkhim atau mesoderm. Bentuk panjang dan diameter serabut otot kerangka tergantung pada beberapa faktor.Ruang antara. yakni . antara lain: .Jenis hewan (spesies) . setebal 40 Angstrom . kecuali pada iris (mata) dan kelenjar keringat berasal dari ektoderm. Bentuk serabut silindris dan memiliki banyak inti sel yang terletak di tepi.Selaput luar. Perkembangan dimulai dari mioblas yang selanjutnya membelah secara mitosis yang menghasilkan otot polos. sedangkan pada hewan dapat mencapai 12 cm. Kontraksi otot polos yang tidak terkoordinasi dan tersendiri membangkitkan gejala kejang (Spasmus). berbatasan dengan sarkolema. jenis kelamin dan cara kerja hewan yang bersangkutan.Keadaan gizi (state of nutrition) . tetapi dengan mikroskop elektron tampak adanya selaput ganda (double membrane). Diameter berkisar antara 10-150µ. Sarkolema: Pengamatan dengan mokroskop cahaya tampak sebagai selaput tipis dan tembus cahaya (transparan). setebal 20 Angstrom .

: . Sarkoplasmik retikulum bersifat agranuler (Smooth ER. sel endotel. Ada 5 sel utama yang dijumpai dalam fasikulus yaitu: serabut otot. yang dibalut oleh jaringan ikat kolagen pekat (endomisium).glikogen .mitokondria (sarcosomes) . a. B. . Sarkoplasma: Sarkoplasma (Cytoplasmic matrix) mengandung: · Organoida. Secara umum sarkolema bersifat transparan.myoglobin Selain itu terdapat pula enzim sitokrom oksidatif. . Pada hewan lain dan manusia tiap sarkomer memiliki dua triade di daerah pertemuan garis A (anisotrop) dan garis I (isotrop). kenyal dan resisten terhadap asam dan alkali. Penelitian pada otot salamander (Amblistoma punctatum) .Apparatus golgi. Selaput dalam (plasmalemma) terdiri dari dua lapis protein yang ditengahnya diisi lemak (lipid). a. disebut triade.myofibril -Endoplasmik retikulum · Paraplasma. Mitokondria terdapat berbatasan dengan sarkolema dan dekat inti di antara myofibril. Sisterna pada sarkolasmik retikulum terjalin pararel dengan myofibril. triade ini terdapat mengitari garis Z (Zwischenschreibe). Organoida ini berfungsi menyalurkan impuls dari permukaan otot kerangka ke dalam serabut yang lebih dalam letaknya. perisit. karena ribosom pada otot kerangka terdapat bebas dari matriks. fibroblast dan miosatelit..Selaput dalam.l. yang pada interval tertentu membentuk pertemuan dengan jalinan transversal.ribosom . Serabut-serabut otot kerangka yang bergabung membentuk berkas serabut otot primer disebut fasikulus.l.).: . setebal 40 Angstrom Selaput luar mirip membrane basal epitel yang dibalut serabut retikuler.lipid .

bila menggunakan pewarnaan hematoksilin besi (Heidenheia). Filamen ini membentuk cakram I. Filamen ini membentuk daerah A atau cakram A.5µ. Garis melintang ini dapat diamati pada: . meskipun sebagian masuk ke dalam cakram A. Aktin dan myosin tersusun sejajar dengan sumbu memanjang serabut otot skelet. Daerah antara 2 garis Z disebut “sarkomer” yang panjangnya sekitar 1.Myofibril Dengan mikroskop cahaya myofibril tampak memiliki bagian cerah (cakram I) dan gelap (caktam A).Otot kerangka yang masih hidup . • Filamen Aktin Panjangnya 1µ dan diameternya 50 Angstrom. Fungsi dari myosin adalah sebagai enzim katalisator yang berperanan memecah ATP menjadi ADP + energi.Otot segar tanpa menggunakan pewarnaan . § Garis H (Helleschreibe): . Bagian tengah agak tebal dari bagian tepi. Filamen ini tersusun pararel dan berenang bebas dalam matriks. § Garis Z (Zwischenschreibe) atau intermediate disc: Berupa garis tipis dan gelap yang membagi cakram I sama rata. sedangkan tiap myofibril memiliki ratusan myofilamen yang bersifat submikroskopis. berdiameter 100 Angstrom dan panjangnya 1.Otot setelah mengalami fiksasi dan di warnai Pada satu serabut otot kerangka terdapat ribuan myofibril. Bagian tengahnya langsing dan elastis. Pada sediaan histologi yang baik selain cakram I dan A. tampak pula garis Z dan H bahkan garis M.5 µ. Myofilamen terdiri dari 2 macam yaitu: • Filament Miosin Sering disebut filament kasar (coarse filaments). Inilah yang memberikan aspek bergaris melintang baik pada otot kerangka maupun otot jantung. dan energi ini digunakan untuk kontraksi. terpancang antara 2 garis Z.

Jadi dalam 1 sarkomer terdapat garis-garis Z-I-A-H-M-H-A-I-Z (tepatnya interval antara 2 garis Z. Dalam sarkoplasma banyak butir-butir lemak halus sehingga berasfek seperti lumpur. Kuda-kuda pacu arab lebih banyak memiliki otot pucat dibandingkan dengan kuda kerja misalnya kuda belgia yang memiliki otot kekar. Pada mamalia bentuk inti memanjang. sedangkan muskulus . Muskulus pektoralis mayor burung merpati adalah otot pucat. Pada otot kerangka dikenal dua bentuk otot. Miofibril membentuk lapang Cohnheim (Cohnheim’s field). C. Inti: Dalam satu serabut otot kerangka terdapat banyak inti. 1 pita A. b. terletak langsung di bawah sarkolema pada otot pucat. Miofibril tidak membentuk lapang Cohnheim (Cohnheim’s field) seperti pada otot merah. Otot jenis ini memiliki kandungan mioglobin lebih sedikit dari pada otot merah. § Garis M (Mittelschreibe): Terdapat di tengah-tengah cakram A. Secara umum pada mamalia posisi inti di tepi. Otot pucat bekerja cepat dan kuat. Otot merah (Tipe I) Otot merah memiliki myofibril relative sedikit. tetapi sarkoplasma dan mitokondria relative banyak serta mioglobin dengan jumlah yang banyak bila dibandingkan dengan otot pucat.Terdapat dalam cakram A. mengelompok dengan batas yang jelas. tetapi cepat lelah. yaitu: a. suatu garis yang disusun oleh bagian tengah filamen myosin yang menebal. dan ½ dari 2 garis I).. Merupakan bagian agak cerah di kanan-kiri garis M. Posisi inti lebih superficial langsung di bawah sarkolema. Otot pucat (Tipe II) Otot pucat memiliki myofibril banyak dan sarkoplasma dan mitokondria relative sedikit. dapat ratusan. yang bebas dari unsur aktin. tetapi pada insekta dan vertebrata tingkat rendah posisi inti terletak di tengah. seperti halnya otot jantung. sedangkan pada otot merah letaknya lebih dalam lagi.

sebagai hasil penelitian dengan menggunakan mikroskop elektron. Tiap serabur dikelilingi oleh endomisium. Bagaimana proses berlangsungnya pemendekan dapat dijelaskan dengan meneliti struktur serta susunan miofilamen. Pada daerah peralihan ini terdapat tendon spindle yang memiliki ujung saraf. Sejumlah serabut otot dibungkus oleh jaringan ikat pekat dengan banyak serabut kolagen disebut fasikulus . sebaliknya panjang cakram A praktis tidak mengalami perubahan baik pada waktu kontraksi maupun relaksasi. perimisium berangsur-angsur menebal untuk kemudian membentuk serabut tendon. tetapi susunanya secara terperinci belum dilaporkan dengan tuntas. Dari kedua pengamatan tersebut ditarik kesimpulan bahwa pada waktu kontraksi berlangsung otot memendek dan membesar. Susunan Otot Susunan serabut otot kerangka dalam membentuk muskulus ditunjang oleh jaringan ikat. Kedua macam otot rangka ini pada mamalia dan manusia umumnya bercampur. Hal ini disebabkan karena cakram A hanya memendek sedikit sekali bila sarkomer berkontraksi. Di luar perimisium diisi oleh jaringan ikat longgar yang memberikan kelonggaran bagi vasikulus untuk bergerak. Penebalan cakram Z disebabkan berkumpulnya bahan . Di daerah peralihan antara otot dan tendon endomisium.pektoralis minor adalah otot merah. Beberapa fasikulus bergabung membentuk muskulus dan dibalut oleh jaringan ikat pekat disebut epimisium. Daerah H dalam cakram A juga ikut lenyap. Perubahan ini dirumuskan dengan istilah “slidingfilaments mechanism of contraction” yaitu: pada permulaan kontraksi cakram I mulai menyempit yang selanjutnya lenyap bila serabut otot tersebut berkontraksi kira-kira 50%. yang pada kontraksi sarkomerpun ikut memendek dan memanjang pada waktu relaksasi. Kontraksi Otot Kerangka Perubahan bentuk dalam rangka mekanisme kontraksi otot sekelet telah lama diselidiki baik dalam keadaa hidup maupun pada yang telah dimatikan. Sebelum otot bertaut pada bungkul tulang baik pada origo dan lebihlebih pada insersio. Satuan myofibril yang terkecil disebut sarkomer. sedangkan fasia terdapat disekitarnya. terdapat tendon. suatu jaringan ikat halus dengan serabut retikuler dan kapiler. sedangkan pembungkusnya disebut perimisium.

Filament-filamen myosin terdiri atas kumpulan padat molekul-molekul myosin dengan bagian yang berbentuk gagang terbentang sejajar dengan sumbu panjang filament. Hipotesa lain mengungkapkan bahwa kontraksi otot skelet terjadi karena folding and coiling filament aktin. Selanjutnya ion kalsium tersebut merangasang aktivitas adenosin trifosfat (ATP). dan panjang molekulnya 150 nm. dan meromiosin berat (HMM). Molekul-molekul aktin G ini tersusun seperti untaian mutiara. Protein-protein tersebut adalah tropomiosin (bergelung melingkar satu sama lain).000). sehingga terbentuk pita H semu (“daerah kosong” dari Huxley) .000) yang berbentuk bola (globular) dan disebut aktin G. terletak dalam alur yang terbentuk antara kedua untaian filamen aktin F.pekat yang kuat mengambil zat warna. Kontraksi otot diprakarsai dengan pelepasan ion kalsium dari sarkoplasmik reticulum. Protein lainnya adalah troponin yang terletap pada kedua ujung tropomiosin. Molekul myosin lentur karena kedua sub unit dapat bergerak antara satu dan lainnya. bersama-sama membentuk suatu filament aktin F (serat). Dengan menggunakan enzim tripsin molekulmolekul myosin dapat diuraikan dalam 2 subunit: meromiosin ringan (LMM) yang berbentuk batang dengan panjang 85 nm. Alur pilinan ganda ini merupakan struktur dasar dari filamen-filamen aktin. merupakan molekul protein dengan panjang 40 nm. dan bukan secara sliding. troponin T. Dasar Molekul Kontraksi Otot Filamen-filamen aktin terdiri dari suatu protein (BM= 43. yang kemudian terjadi hidrolisa molekul ATP menjadi ADP dan pelepasan energi. Energi inilah yang dipakai untuk kontraksi. Filamen-filamen myosin. Kepala myosin terletak pada ujung dari molekul ynag bersebrangan dengan garis M dan dengan memakai mikroskop elektron terlihat membentuk gambaran seperti jembatan. Hal ini didasarkan dengan daerah H yang tetap tampak jelas meskipun otot berkontraksi. Protein-protein pengatur tertentu berikatan pada filament-filamen aktin. dan troponin C. Meromiosin berat terdiri atas bagian yang berbentuk batang yang membentang terus ke dalam bagian LMM. terdiri atas protein myosin (BM= 460. Ion kalsium yang hanya bekerja sebagai katalisator selanjutnya ditangkap kembali oleh sarkoplasmik reticulum. Ada 3 sub unit troponi: troponin I. yang selanjutnya dikenal sebagai “contraction band”. dan struktur globular pada bagian ujungnya yaitu kepala myosin. Polarisasi dari filament-filamen myosin dengan kepala-kepala menjauhi garis M diyakini sebagai alasan mengapa proyeksi atau jembatan-jembatan melintang tak terdapat pada bagian tengah pita H. yang membentuk double helix dengan suatu puntiran tiap 36 nm. Pendapat lain mengatakan bahwa cantraction band disebabkan oleh crumpling and folding ujung-ujung filament myosin pada cakram Z.

Potensial aksi dari tubulus-tubulus T menyebabkan perubahan pada potensial membran dalam sisterna terminal reticulum sarkoplasma dan ini menyebabkan pelepasan pada ion-ion Ca dari reticulum ke dalam sarkoplasma seklilingnya (dalam keadaan istirahat sebagian besar Ca dalam serat terpusat pada sisterna terminal reticulum sarkoplasma). mungkin secara fisik menutupi kepala-kepala myosin tersebut. tidak jauh dari tempat tersebut. Dengan demikian filament aktin tertarik selangkah demi selangkah ke arah garis M. Hal ini dapat diterangkan sebagai berikut : setelah terikat pada suatu tempat perlekatan pada filament aktin. Melalui pengikatan ion-ion Ca pada molekul troponin. Kontraksi ini berlangsung terus selama ion-ion Ca dalam sarkoplasma konsentrasinya masih cukup tinggi. Dengan demikian hambatan tempat perlekatan pada filament aktin oleh kompleks troponin-tropomiosin ditiadakan. Hal ini menghasilkan pembentukan 6 baris kepala myosin pada permukaan filament myosin. Hal ini adalah sama betul dengan preodisitas aktin. Pada posisi ini kepala myosin berhubungan dengan tempat perlekatan berikutnya yang terletak sepanjang filament aktin.Kepala-kepala myosin tersusun dalam suatu spiral sepanjang filament myosin dengan jarak 42 nm tiap putaran spiral. kompleks troponin (toponin I)-tropomiosin menghambat tempat perlekatan pada filament aktin untuk kepala-kepala myosin. Selama kontraksi. setelah itu kepala myosin kembali mengangguk ke arah garis M dan seterusnya. Kejadian-kejadian molekuler selama kontraksi Fragmen-fragmen meromiosin berat dapat berikatan dengan salah satu ujungnya pada tempat tertentu pada filament aktin yang terdapat setiap 36 nm. filament aktin bergeser lebih jauh dari pada jarak antara 2 kepala myosin yang berturutan. Ion-ion Ca ini berikatan pada troponin (troponin C) yang mempunyai afinitas sangat kuat terhadap ion-ion Ca ini. Sebelum kontraksi otot. ATPase yang terdapat pada kepala myosin akan memecah ATP sehingga tersedia energi yang digunakan untuk kontraksi. Selama keadaan istirahat. molekul ini diperkirakan berubah bentuk. sehingga filament aktin tertarik pada jarak tertentu ke arah garis M. suatu potensial aksi merambat sepanjang sarkolema dan dari sini diteruskan ke bagian dalam serat melalui tubulus T . kepala myosin dilepaskan dari tempat perlekatan dan kembali ke posisi semula tegak lurus tehadap fragmen meromiosin yang berbentuk batang. Anggukananggukan kepala myosin disebabkan oleh suatu perubahan kekuatan pengikatan antara kepala dan bagian batang molekul meromiosin akibat pengikatan pada filament aktin. dan sekarang diyakini bahwa setiap kepala myosin selama kontraksi arahnya “miring” berkontak dengan filament aktin terdekat. Segera sesudah itu. setiap kepala myosin “mengangguk” ke arah garis M. kemudian konsentrasi Ca dalam sarkoplasma menurun sampai tingkat paling . Kapala-kepala myosin kemudian dengan segera secara fisik berhubungan dengan tempat-tempat perlekatan aktin dimana mencetuskan pergeseran filament-filamen. Akan tetapi dengan memakai pompa Ca aktif di dekat membrane reticulum sarkoplasma ion-ion Ca terus menerus dan secara aktif dipompakan ke dalam sisterna longitudinal reticulum berlangsung kira-kira 20 mili detik.

. molekul asetilkolin terikat pada molekul reseptor pada membrane post synaptic (sarkolema). Suatu potensial aksi yang mencapai lempeng akhir menyebabkan pelepasan asetilkolin dari vesikel ke celah sinaps. Kebutuhan energi untuk transfort aktif ion-ion Ca ke dalam reticulum sarkoplasma tersedia dari pemecahan ATP. Sarkoplasma mengandung banyak mitokondria dan nucleus tetapi yang lainnya tidak khas. oleh asetilkolinesterase yang terletak di membrane post-sinaptik. sel-sel Schwann tampak pada permukaan ujung akson. yang di dalamnya terdapat ujung akson. dapat diperlihatkan pada sajian mikroskop cahaya bahwa ujung satu serat saraf motorik bercabang-cabang menjadi sejumlah cabang halus yang menuju ke tiap serat otot. Vesikel-vesikel ini sesuai dengan vesikel sinaptik pada sinaps-sinaps biasa. Lempeng akhir motoris dapat dianggap sebagai suatu modifikasi sinaps. Di bawah setiap celah sinaptik primer. sel-sel Schwann ini tak ada pada celah sinaptik dimana aksolema (plasmalema akson) dan sarkolema berbatasan satu sama lainnya (meskipun melalui suatu lapisan antara dari glikoprotein). yang disebut celah sinaptik sekunder. Akan tetapi. Serat-serat otot dan tendon keduanya mengandung bahan akhir sensoris yang kompleks yang disebut gelendong otot (muscle spindle) dan tendon organ. Dengan memakai ME.rendah (kurang dari 10M) yang terdapat selama keadaan istirahat. dan karena itu kontraksi dan relaksasi keduanya membutuhkan ATP. Keduanya dijabarkan pada bagian badan-badan akhir sensoris. Dengan demikian pengikatan ion-ion Ca pada troponin terhenti. yang terletak di daerah ini. tampak suatu jajaran cekungan ke dalam serat otot. dan kompleks troponintropomiosin kembali menghambat tempat-tempat perlekatan pada filament aktin. Terdapat suatu cekungan yang di sebut celah sinaptik primer. Hubungan neuromuscular Daerah perlekatan antara ujung suatu serat saraf motorik dengan satu serat otot kerangka disebut lempeng akhir motorik (motor end plate). jadi serat ini dipertahankan dalam keadaan istirahat. Setiap cabang membentuk suatu penebalan seperti lempengan kecil yaitu lempeng akhir motoris ini juga dapat terlihat dengan mikroskop cahaya (seperti juga dengan mikroskop elektron) memakai reaksi histokimia untuk menentukan adanya enzim asetilkolinesterase. Vesikel sinaptik mengandung asetilkolin yang berfungsi sebagai substansi transmitter selama penghantaran rangsang saraf dari akson ke sarkolema. yang menyebabkan pembentukan potensial lempeng akhir dan prambatan selanjutnya dari suatu potensial aksi sepanjang sarkolemma. Celah sinaptik sekunder membentuk invaginasi sarkolema dari celah sinaptik primer. Dengan memakai impregnasi garam-garam logam. Rangkaian perangsangan/ kontraksi melalui system tubulus T menerangkan mengapa semua myofibril pada serat otot diaktivasi secara serentak dan hampir bersamaan dengan merambatnya potensial aksi pada sarkolema. Setelah asetilkolin berdifusi dalam celah sinaps. Asetikolin dihidrolisa dalam beberapa mdet. Dalam aksoplasama tampak sejumlah vesikel dengan diameter 50nm.

Bangun Histologi Seperti halnya dengan otot polos dan kerangka. dan pada endomisium banyak pembuluh darah. yang berhubungan satu dengan yang lain melalui ujungnya. Panjangnya sulit diukur. Penelitian dengan mikroskop elektron. Dibagian lain . zonula adherens. Hubungan otot jantung melalui discus interkalatus cukup kuat sehingga sulit dilakukan tepsing untuk memperoleh satu serabut secara terpisah. Pada otot kerangka maupun otot polos hal ini masih mungkin dilakukan. otot jantung memiliki bagian-bagian sebagai berikut: a) Sarkolema Keadaannya hampir mirip dengan sarkolema otot kerangka. Penelitian dengan mikroskup cahaya menunjukkan bahwa otot jantung memiliki serabut yang bercabang. Pada discus interkalatus terdapat desmosoma. Diameter serabut kira-kira 10-14µ pada hewan dewasa dan 5-8µ pada yang baru lahir. zonula okludens.OTOT JANTUNG Miokardium (Myocardium) jantung vertebrata tingkat tinggi terdiri dari serabut otot jantung yang berhubungan satu dengan yang lain membentuk jalinan. tetapi hubungan antara serabut (sel) dapat dipelajari dengan cukup jelas. Pada keadaan patologik misalnya hipertropi jantung diameter dapat meningkat sampai 20µ. Hubungan mana sangat kuat sehingga memberikan asfek sebagai sinsisium. bentuk sinsisium tidak tampak. Yang jelas bahwa otot jantung tergolong otot bergaris melintang yang satuannya disebut “serabut “. Semula otot jantung dianggap sebagai peralihan antara otot polos dan otot kerangka. Yang terakhir ini sebenarnya tidak membentuk zona secara jelas hanya berupa daerah yang tidak teratur. dinding luarnya mirip membran basal dengan fibril retikuler yang dapat terus berhubungan dengan tendon (chorda tendinae) atau katup jantung. Bangun otot jantung dan otot kerangka tidak sama dalam beberapa asfek.

Pada desmosoma. Mitokondria. zonula aderen. lipofuksin dan glikogen banyak terdapat pada sarkoplasma di sekitar inti. hanya saja otot jantung relative memiliki sarkoplasma lebih banyak. perisit. miofilamen berakhir pada lapis protein permukaan serabut (myofilamentous incertion plaques). c) Inti Berbeda dengan otot kerangka. Bentuk ini nampak pula di daerah memanjang disebut “fasciae occludentes”. Garis-garis melintang hampir mirip dengan otot kerangka. Penelitian dengan mikroskup elektron menunjukkan adanya bentuk mirip desmosoma.5µ berbentuk tangga. meskipun susunan miofilamen tersusun secara acak.berhubungan langsung dengan endomisium. yang dikenal sebagai “serabut purkinje”. Sarkoplasmik reticulum tidak sesubur pada otot kerangka. Sistem T cukup jelas pada otot jantung berbentuk invaginasi tubuler dari plasmalema dan lamina basalis di daerah cakram Z. sel endotel. Secara histologik dapat dibedakan dengan otot jantung biasa sebagai berikut: . Serabut Purkinje Pada jantung selain terdapat otot untuk kontraksi terdapat pula bentuk modifikasi yang berfungsi sebagai pengatur rangsangan (stimulus) ke seluruh penjuru jantung. Sel-sel yang dijumpai pada otot jantung: serabut otot (miosit). Diskus Interkalatus Berupa penebalan di daerah cakram Z. terutama di sekitar inti yang terletak di tengah. lipid. Tebalnya dapat mencapai 0. Sistem T berperan dalam pertukaran metabolik dan transmisi impuls. dan fibroblast b) Sarkoplasma Pada garis besar hampir mirip dengan otot kerangka. yang sebenarnya adalah daerah hubungan antara serabut otot jantung. Di daerah melintang terdapat pula penyatuan antara selaput luar berbentuk macula occludens. zonula okluden. meskipun yang terakhir ini bentuknya tidak teratur. pada otot jantung inti terdapat di tengah. Daerah ini diduga berperan didalam transmisi impuls dari satu serabut ke serabut yang lain. beberapa dianataranya berhubungan dengan system T.

Brown (1989). Genneser. Secara elektron mikroskopis struktur discus interkalatus tidak jelas pada otot jantung biasa.D. • Inti lebih besar dan pucat. Buku teks Histologi Veteriner I. Penerjemah Jan Tambayong. Di daerah ini perubahan bentuk berlangsung secara bertahap. dengan ruang Ebert-Bellajev dibagian tepi serabut. dan E. Jakarta. • Serabut purkinje menyusun diri dalam berkas. 3rd Ed. sebab ujungnya berhubungan dengan otot jantung biasa. Binapura Aksara. H. Department of Anatomy. (1994). Pada batas serabut tampak lebih jelas.M. 5th Ed. Yang perlu dicatat bahwa ada teori yang mengatakan bahwa sejumlah serabut (sel) otot jantung semenjak lahir tetap.• Diameter serabut purkinje lebih besar dari otot jantung. Pertumbuhan organ jantung sebenarnya hanya panambahan diameter serta panjang yang dibarengi dengan penambahan endomisium. Bentuk garis melintang tidak jelas pada serabut purkinje. jadi persembuhan luka selalu diikuti dengan terjadinya parut ( scar). Jilid I. Jakarta. Keadaan serupa terjadi pada kasus hipertropi jantung yang bersifat patologik. Daya regenerasi otot jantung sangat sedikit. Buku Kedokteran. DAFTAR PUSTAKA Dellmann. Mariano (1986). Atlas of Human Histology. F. Buku teks Histologi. Ekstrak jantung embrio diduga dapat menaikkan daya regenerasi otot jantung yang rusak karena trauma. • Miofibril jauh lebih sedikit dan tersusun di bagian tepi sejajar dan agak mengulir. Jadi jumlah serabut tidak bertambah. . EGC. Dalam satu serabut sering terdapat 2 inti berdampingan.

School of Anatomy and Human Biology-University of Western Australia Subowo. Blue Histology-Muscle. (2002). L (2006). 1st Ed. Bumi Aksara. Jakarta. Slomianka. . Histologi Umum.University of Alabama.

letak geografis dan strukturnya. Ekstra seluler tersebut teridi atas substansi dasar dan serabut jaringan ikat. Komponen jaringan ikat terdiri atas sel dan matriks ekstra seluler. Walaupun demikian. sel multipoten pada embryo atau dikenal dengan sebutan mesenkim berkembang menjadi jaringan penyambung. ketiga komponen jaringan ikat memegang . jaringan ikat.Diposkan oleh INK Bes di 12:21JARINGAN IKAT JARINGAN IKAT Jaringan ikat memiliki variasi yang sangat luas berdasarkan morfologi. Fungsi utama adalah sebagai penghubung jaringan. Secara embriologis. tulang. jaringan ikat berasal dari mesoderm. Dari lapis mesoderm ini. Sel jaringan ikat merupakan komponen penting pada beberapa jenis jaringan ikat. dan darah. sedangkan serabut jaringan ikat juga merupakan komponen penting pada tipe jaringan ikat yang lainnya.

Sel kelana akan migrasi ke jaringan ikat karena adanya rangsangan. Fibroblas muda. media untuk pertukaran. Diperkirakan berperan sebagai sel penghasil serabut dan substansi dasar. Sifat sel kelana adalah berumur pendek. Substansi dasar 3. Pada sedian histologi. dan makrofag. Perisit. Yang termasuk ke dalam sel kelana adalah Sel plasma. sel immunokompeten. Pada setiap jaringan ikat terdapat 3 unsur utama. Fibroblas : Salah satu jenis sel yang paling banyak terdapat pada jaringan ikat longgar. Jaringan ikat juga berperan sebagai media pertukaran hasil metabolik dalam jaringan dan zat nutrisi serta oksigen di dalam darah dan pada beberapa sel dalam tubuh. secara aktif mengahsilkan protein. Sel jaringan ikat 2. Fungsi pertahanan dan proteksi diperan kan oleh beberapa sel jaringan ikat seperti sel fagositik. Fibroblas tua atau yang kurang aktif kadang-kadang disebut . Yang termasuk ke dalam sel tetap adalah : Fibroblas. Cabang-cabangnya langsing. gambaran sel tidak begitu jelas dan ciri inti digunakan sebagai pedoman untuk menentukannya. Sedangkan sel kelana adalah sel yang berasal dari sumsum talang dan ikut sirkulasi aliran darah. sitoplasma bersifat basofilik. bercabang-cabang yang dari samping berbentuk seperti gelendong. Jenis-jenis sel tetap : 1. Sel tetap sifatnya stabil dan berumur panjang. namun yang paling utama adalah sebagai penunjang dan pengikat. basofil. pertahanan tubuh. eosinofil. mackrofag. Fungsi Jaringan Ikat Jaringan ikat mempunyai banyak fungsi. dan monosit. Fungsi sebagai penunjang karena jaringan ikat dapat membentuk kapsula yang membungkus organ yang sekaligus menunjang fungsi organ tersebut. limfosit. dan hanya basofilik lemah. Pada Fibroblas tua. Sel jaringan ikat dibagi dalam dua kategori yaitu sel yang tetap (fixed cells) dan sel kelana (transien cells atau wandering cells). Inti lonjong atau memanjang dan kromatin halus. neutrofil.peran penting di dalam jaringan ikat. dan penyimpan lemak. dan sel penghasil substansi khusus dalam tubuh. sel lemak. dan relatif yang kurang aktif sitoplasmanya jarang. sel mast. Sel tetap merupakan sel yang tetap berada di tempat. Fibroblas merupakan sel besar. yaitu 1. Serabut jaringan ikat Sel Jaringan Ikat Pemerian sel jaringan ikat didasarkan atas penampilannya dalam jaringan ikat.

4. Sel lemak putih berbentuk bulat atau polihedral dengan diameter 120 ųm. Ada dua jenis sel lemak yakni sel unilokular yaitu mengandung satu unit sel lemak dan ukurannya besar dan membentuk jaringan lemak putih. Selain itu. dan serotonin yang berperan sebagai vasokonstriktor. Sel ini berbentuk memanjang dan dikelilingi oleh lamina basalis yang terus berhubungan dengan membran basalis kapiler. fungsi perisit dihubungkan dengan proses kontraksi yang mengatur aliran darah pada kapiler. Perisit Merupakan sel yang berasal dari sel mesenkim yang tidak berdiferensiasi. Sel Mast Sel Mast tersebar luas pada jaringan ikat. Karena itu. Perisit mempunyai kompleks Golgi. Sedangkan sel lemak yang dibentuk oleh banyak unit lemak namun ukurannya kecil disebut multilokular dan membentuk jaringan lemak coklat. sel Mast melepaskan mediator seperti faktor anafilaktif dan pengaktif trombosit. Populasi sel ini hampir sama dengan fibroblas. perisit kemungkinan dapat berubah menjadi sel otot polos dan sel endotjel pada kapiler darah. Fungsi sel lemak adalah untuk mensintesis dan menyimpan triglyserida. dan berasal dari sel mesenkim yang tidak mengalami diferensiasi. Perisit mempunyai karakteristik seperti sel endothel dan sel otot polos yaitu mengandung aktin. Perisit adalah sel perikapiler dengan posisi tetap pada sel endothel kapiler darah dan vena kecil. 2. 3. Makrofag : Sering disebut histiosit. tidak beraturan dan kadang-kadang memiliki kaki semu pendek. Mudah dikenal karena terdapat granula pada sitoplasmanya. Penyebaran lemak putih lebih banyak dibanding dengan lemak coklat. Bentuk sel lonjong. tetapi cenderung mengelompok kecilkecil pada pembuluh darah. Sel Lemak Sel lemak sering disebut adiposit. 5. Fibroblas diperkirakan sebagai sel tetap pada jaringan ikat. mitokondria. mikrotubulus dan filamen.fibrosit. myosin dan tropomyosin. Sel lemak coklat berbentuk poligonal. histamin yang mengakibatkan vasodilatasi. Pada kejadian tertentu sperti terjadinya perlukaan. Bentuk sel tidak . tetapi mereka tetap bisa tumbuh dan bergenerasi. Makrofag kebanyakan ditemukan pada daerah yang kaya pembuluh darah. Sel Mast menghasilkan antikoagulan yaitu heparin. Inti sel kecil dan tidak mencolok.

Hasil dari proses ini akan terbentuk nanah. Akan tetapi sering migrasi melawati kapiler darah menuju ke jaringan ikat khususnya pada saat terjadinya peradangan. Inti berbentuk lonjong . .beraturan dan cabang-cabangnya pendek. Neutrofil Sel yang berperan di dalam fagositosis dan penghancur bakteri pada daerah radang. Makrofag menghasilkan sejumlah substansi penting seperti. lebih kecil dari inti fibroblas. kadang-kadang berlekuk. yaitu penyerap sinar cahaya. lisozim. Kromatin inti menggumpal di tepi dan tersusun menyerupai ruji roda pedati. Sel ini mempunyai kemampuan menelan. Ukuran sel ini besar dengan diameter 20 µm. Beberapa dari sel pigmen tersebut adalah Melanosit. Sel ini menghasilkan antibodi. Sitoplasmanya lebih banyak dan bersifat basofilik dengan inti terletak eksentris. Makrofag berperan untuk pertahanan tubuh karena dapat bergerak dan berdaya fagositosis. 4. Berperan dalam mengahasilkan melanin. Umumnya.Sitoplasma berwarna gelap. yaitu pengumpulan jaringan yang telah mati. Jenis Sel Pengembara 1. 3. 2. dan interferon. dapat melakukan gerakan amuboid dengan kaki-kaki palsu terjulur ke segala arah. Sel Plasma merupakan deferensiasi khusus dari limfosit. namun biasa dijumpai pada jaringan ikat padat. Sel ini sering terdapat pada membran serosa dan jaringan limfoid dan banyak pada tempat radang. Juga berperan dalam reaksi imunologis. Bila dirangsang. Limfosit. sel darah putih ini bersirkulasi pada aliran darah. kolagenase. Merupakan tipe sel pengembara. Eosinofil Eosinofil bersama dengan neutrofil juga berperan pada peradangan terutama pada kejadian terinfestasi cacing serta pada kejadian reaksi alergi Sel Pigmen : sel – sel yang mengandung pigmen jarang ditemukan pada jaringan ikat longgar. Sel Plasma Sel ini mirip limfosit. elastase.

Serabut kolagen memiliki daya tahan tarik tinggi. gigi dan sementum 2. Pada keadaan segar berwarna putih. Tipe I : tipe kolegen yang paling banyak ditenukan. Benang serabut kolagen yang paling halus yang dapat dilihat dengan mikroskop cahaya adalah fibril dengan tebal kurang lebih 0. Dalam keadaan segar bersifat lunak. keratan sulfat. Susunan serabut kolagen bergelombang. Sedangkan. Tipe II : kolagen tipe ini dibentuk oleh kondroblas dan merupakan unsur utama penyusun matriks tulang rawan. Terdapat pada jaringan ikat dewasa. Substansi intersel memberi kekuatan dan penyokong bagi jaringan dan berfungsi sebagai medium untuk perembesan cairan jaringan. proteoglikan pada jaringan ikat adalah : fibronektin. heparan sulfat. Serabut kolagen dapat dicerna oleh pepsin dan enzim kolagenase. ada 6 tipe kolagen yang yang paling utama dan secara genetik berbeda. Diameternya berkisar antara 1-12 mikron. Dari 20 jenis tersebut. Semua serabut merupakan protein. Terdapat pada semua jenis jaringan ikat. Ketiga jenis serabut ini dibedakan berdasarkan penampilan dan sifat kimianya. Terdiri atas protein kolagen. Bahan amorf terdiri atas glikosaminoglikans (polisakarida yang mengandung gula amino) dan glikoprotein. Beberapa serabut bergabung menjadi berkas serabut yang lebih besar.3 sampai 0. dll. kapsula. Bila kolagen direbus akan menghasilkan gelatin. dan sangat kuat. Serabut ini bening dan terlihat garis memanjang. Kolagen ini ditemukan pada kartilago hyalin dan . karenannya bersifat lentur. Keenam tipe kolagen tersebut adalah : 1. Glikosaminoglikans yang banyak pada jaringan ikat adalah: asam hialuronat. yakni serabut kolagen. Selanjutnya fibril ini disusun oleh satuan serabut yang lebih kecil yang disebut miofibril dengan diameter 45 sampai 100nm. serabut elastin. laminin. Serabut kolagen dijumpai pada tendon. Paling tidak telah dikenal 2 jenis serabut kolagen dengan variasi pada urutan asam amino dari rantai α (alfa). dan kondronektin. Serabut Jaringan Ikat Dalam jaringan ikat terdapat 3 jenis serabut. dermatan sulfat. Serabut Kolagen. ligamen. Miofibril ini hanya terlihat dengan mikroskop elekron dan tampak mempunyai garis melintang khas dengan periodisitas 67 nm. kondroitin sulfat.Substansi Dasar Substansi dasar ini membentuk matriks. 1.5 µm. tulang. Substansi intersel amorf berbentuk gel kaku dan berperan membantu untuk memberikan kekuatan dan sokongan pada jaringan dan media untuk difusi nutrisi. dan serabut retikuler.

Dengan pengecatan HE serabut elastin berwarna merah jambu. Tipe V : terdapat pada plasenta. serabut saraf. Serabut Elastin Serabut elastin terlihat sebagai pita pipih atau benang silindris panjang dan sangat elastis. Akan tampak bila dicat dengan garam perak. Bentuknya lembut dan membentuk jalinan. jaringan lemak dan hepatosit. Kategori Jaringan Ikat : . Tipe III : Kolagen ini ditemukan pada awal perkembangan beberapa jenis jaringan ikat. serabut elastin berwarna kekuning-kuningan. Tipe IV : terdapat pada lamina densa pada lamina basalis dan diperkirakan merupakan hasil sel-sel yang langsung berhubungan engan lamina tersebut 5. Tertapi dapat dicerna secara enzymatik oleh enzym elastase pankreas. trakea.yaitu daun telinga. pita suara. Daya elastisitas ini disebabkan karena serabut elastin mengandung protein elastin. serabut otot. kulit dan pembuluh arteri. Serabut retikuler terdiri atas fibril kolagen (kolagen tipe III) yang dibalut oleh proteoglikan dan glikoprotein. Elastin merupakan material amorf yang kandungan utamanya adalah asam amino glysin dan prolin. Serabut Retikuler Serat retikuler adalah serat kolagen yang sangat halus tersusun membentuk suatu kerangkan penyokong seperti jala atau retikulum.elastik 3. Serat elastin tidak terpengaruh oleh air panas atau dingin atau larutan asam dan alkali. Ukurannya antara 1-4 mikrometer. dan berhubungan dengan kolagen tipe I 6. Lazimnya bercabang dan membentuk jalinan. Gambar : Serabut Elastin 3. ligamentum nukhe. Terdapat pada organ yang memerlukan daya elastisitas . Pada keadaan dewasa kolagen ini terdapat pada jaringan retikuler 4. Tipe VI : terdapat pada basal lamina 2. Dalam keadaan segar. Ditemukan pada kapiler.

serabut dan matrik. Matriks jaringan ikat cukup banyak dan pada tahap-tahap awalnya adalah cairan yang dapat mengental tetapi kemudian mengandung serabut-serabut halus. Jaringan Ikat Padat a. Jaringan Retikuler 4.Sifat jaringan ikat sangat bervariasi. Tabel 1. Klasifikasi Jaringan Ikat A. Jaringan Ikat Longgar 2. dan serabut jaringan ikat. Elastik 3. Jaringan Ikat Dewasa 1. jaringan ikat dibagi menjadi Jaringan ikat Embrional dan Jaringan ikat Dewasa seperti terlihat pada Tabel1. Mesenkim Hanya ditemukan pada jaringan embryo dan terdiri dari sel mesenkim. Jaringan Ikat Mesenkim 2. Sel mesenkim dapat menumbuhkan organ tubuh. Sel mesenkim mempunyai inti lonjong. Jaringan Ikat Padat Tidak Teratur b. Gambar Jaringan Ikat Mesenkim . Penampilannya tergantung pada proporsi relatif san susunan unsur sel. substansi. Jaringan Lemak JARINGAN IKAT EMBRIONIK 1. memiliki penjuluran panjang saling berhubungan membentuk jalinan tiga dimensi. Jaringan Ikat Embryonal 1. Kolagen 2. Jaringan Ikat Mukosa B. Berdasarkan perkembangannya. Jaringan Ikat Padat Teratur 1. sel.

Jaringan Ikat Mukosa Selnya membentuk jalinan. Jaringan ikat ini menciri dengan banyak ditemukan adanya substansi dasar dan cairan jaringan. Jumlah serabutnya tergantung orientasi. Serabut pada jaringan ikat dewasa berbeda dalam jenis. kuantitas dan ukurannya. Gambar : Jaringan Ikat Mukosa JARINGAN IKAT DEWASA Memiliki sel. matriknya diisi oleh massa gel terutama mengandung asam hyaluronat. Gambar : Jaringan Ikat Longgar . elastis dan retikuler. penunjang dan bantalan. Jaringan ikat longgar banyak mengandung sel pengembara seperti makrofag. Serabutnya adalah kolagen.2. Jaringan Ikat Longgar. Jaringan ikat longgar dikenal juga dengan nama Jaringan Ikat Areolar. saraf. di bawah epitel. Jaringan ikat ini dikenal juga dengan nama Wharton’s jelly. diantara berkas otot. Jenis jaringan ikat ini banyak ditemukan pada hewan dewasa. Jaringan ikat ini juga banyak mengandung sel dan serabutnya longgar. Fungsi jaringan ini sebagai pengisi. 1. susunan dan kuantitasnya. Jaringan ikat ini telah mengandung serabut kolagen terutama tipe I dan III serta fibroblast. sel mast dan sel yang tidak berdeferensiasi. serabut dan matrik. Terdapat pada hipodermis embrio dan tali pusar. Jaringan ini banyak dijumpai pada pembuluh darah. Pada dewasa terdapat pada lipatan omasum dan glans penis.

Diameter sel lemak 200 µm dan mengandung satu unit lemak. Gambar : Jaringan Ikat Tidak Teratur Jaringan Ikat Padat Tidak Teratur. Jaringan lemak putih terbagi atas septa berbentuk jaringan ikat longgar menjadi kelompok sel lemak disebut lobulus. Banyak dijumpai pada organ seperti : kapsula paru-paru. Serabut kolagen paling banyak dan tersusun saling menyilang. limpa. Populasi sel yang utama adalah fibroblast. Sitoplasma tipis dan inti pipih. Jaringan Retikuler Terdiri dari sel retikuler dan serabut kolagen tipe III. . mengandung terutama serabut kolagen. Ada dua macam yaitu lemak coklat dan lemak putih. Jaringan Lemak. Jaringan Ikat Padat Jumlah serabut lebih banyak dari sel dan matrik. testis. 3. 4. aponeurosa. perikardium dan dermis. Terdapat pada jaringan limfoid dan mieloid. Tiap sel dikelilingi oleh serabut kolagen dan retikuler. ginjal. Merupakan bentuk jaringan khusus dimana selnya mampu menimbun lemak.2. terdapat dua bentuk tergatung macam serabutnya. kapsula hati. yaitu Jaringan Ikat Padat teratur dan Tidak teratur. Pada tendon dan ligamen mayoritas kolagen sedangkan pada ligamentum nukhe serabut elatis yang utama. Jaringan Ikat Padat Teratur. fasia. yang saling berhubungan membentuk jalinan tiga dimensi. Jaringan ikat padat dibagi menjadi 2.

Banyak dijumpai pada rodensia dan binatang berhibernansi. selnya lebih kecil dari lemak putih. sehingga warnanya coklat. Kadar sitokrom tinggi.Gambar : Lemak Putih Jaringan Lemak Coklat. Unit-unit kecil lemak tersebar pada sitoplasma. Gambar : Lemak Coklat .

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->