P. 1
Karya Tulis Bahasa Indonesia

Karya Tulis Bahasa Indonesia

|Views: 1.483|Likes:

More info:

Published by: Jessica Garci Puspita on Feb 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2013

pdf

text

original

Dengan diketahuinya macam-macam hambatan yang ditemui siswa dalam

belajar fisika tersebut, kiranya perlu mendapat perhatian bagi kita semua terutama

guru dan orang tua serta pihak-pihak yang terkait dengan masalah pendidikan

khususnya masalah pembelajaran fisika.

4.6 Mengatasai Hambata dalam Belajar

Upaya mengatasi hambatan siswa dalam belajar fisika yaitu.

1. Memanfaatkan ICT (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sebagai media

pembelajaran. Sekarang ini telah tersedia berbagai program pembelajaran

interaktif yang sangat mendukung kelancaran proses pembelajaran. Peristiwa-

peristiwa abstrak yang tidak mungkin dapat diamati secara langsung dapat

disimulasikan dengan program tersebut, misalnya gerak elektron mengelilingi

inti atom, dsb. Penjelasan konsep akan lebih mudah dipahami siswa bila

memanfaatkan media ini, dibanding dengsan penjelasan verbal biasa. Ada

kesulitan berkaitan dengan mahalnya software pembelajaran tersebut, untuk

itu guru bisa mencari alternative clip animasi pembelajaran di internet seperti

di http://www. E-dukasi.net. Sekarang sudah saatnya guru mulai akrab dengan

presentasi power point dalam pembelajaran di kelas. Karena dengan bantuan

power point animasi tampilan baik berupa grafik, diagram ataupun tulisan bisa

kita atur sesuai yang dikehendaki. Tampilan ini jauh lebih menarik bagi siswa

dibanding dengan tulisan bisa di atas papan tulis. Pihak sekolah juga sudah

seharusnya mengupayakan peralatan multi media seperti LCD dan komputer,

69

karena saat sekarang barang tersebut sudah merupakan keperluan primer

pendidikan disamping sarana lain seperti gedung, buku-buku dan peralatan

laboratorium.

2. Demo real ataupun virtual. Objek yang dipelajarai dalam pelajaran fisika

adalah benda, dengan demikian siswa harus dihadapkan dengan peristiwa

yang sesungguhnya, sehingga siswa dapat mengamati, memahami dan

menghayati gejala yang terjadi. Tidak cukup bagi siswa belajar tentang

peristiwa pemuaian hanya dengan mendengarkan penjelasan. Guru harus

menunjukkan peristiwa itu secara riil dihadapan siswa. Demonstrasi juga

memegang peranan penting untuk menggugah motivasi belajar siswa, juga

merupakan stimulan bagi daya nalar dan daya pikir siswa. Untuk hal-hal

tertentu yang sulit dilaksanakan demo secara real, terkait dengan ICT guru

dapat mengambil potongan video tentang demonstrasi sains melalui internet.

Sebagai contoh reaksi kimia yang menghasilkan energi panas, cahaya dan efek

ledakan yang besar dapat kita demonstrasikan dengan memutar clip video

peristiwa tersebut. Untuk keperluan ini guru bisa mengambil di http://www.

youtube.com.

3. Melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. Eksperimen

(percobaan) merupakan salah satu kegiatan pembelajaran fisika yang dapat

melibatkan secara aktif siswa, baik fisik, mental, perhatian, maupun pikiran.

Ini terjadi karena siswa secara langsung berhadapan dengan proses, dimana

didalamnya tahapan-tahapan kerja ilmiah terjadi. Ada beberapa kesulitan yang

ditemui guru untuk melaksanakan kegiatan ini, misalnya keterbatasan alat dan

70

sarana laboratorium serta sangat menyita waktu. Perlu ide kreatif guru untuk

mengatasinya, misalnya dengan mencari alat atau bahan praktikum yang

praktis dan mudah di dapat di sekitar kita. Pelaksanaan kegiatan juga dapat

dilakukan di luar laboratorium misalnya di taman, aula atau tempat lain yang

memungkinkan. Disamping memperhatikan tujuan pembelajaran yang akan

dicapai dari kegiatan eksperimen, faktor keselamatan juga menjadi perhatian

penting. Untuk kegiatan yang menggunakan alat atau bahan yang berbahaya

misalnya api, bahan kimia, listrik dsb, perlu pengawasan dan bimbingan serius

dari guru.

4. Memahami konsep bukan menghafal rumus. Sampai saat ini setiap belajar

fisika, dalam benak siswa pasti yang akan dipelajari adalah rumus-rumus

rumit serta hitungan sulit yang memusingkan kepala. Untuk itu perlu

ditanamkan kepada siswa bahwa penekanan dalam belajar fisika adalah

memahami konsep, sedangkan rumus adalah penurunan dari konsep tersebut.

Jika ada rumus yang memamang perlu di ingat oleh siswa maka rumus

tersebut adalah rumus dasar saja (Yohanes Surya, 2003), sementara rumus lain

adalah turunan dari rumus itu. Sebagai contoh hukum Ohm menyatakan

bahwa besarnya arus yang mengalir dalam suatu penghantar sebanding dengan

besarnya tegangan bilai nilai hambatan penghantar tetap. Dari konsep ini bisa

diturunkan rumus V = I . R, bila di gabungkan dengan hukum kirchoff , maka

dapat diturunkan rumus turunan yang lain, misalnya nilai hambatan seri,

paralel, sampai ke energi listrik.

71

5. Memberikan tugas teknologi. Pemberian tugas kepada siswa hendaknya bukan

hanya berupa soal? Soal yang selalu berkaitan dengan rumus dan hitungan

saja. Alangkah baiknya secara berkala siswa diberi tugas yang memotivasi

siswa untuk memahami konsep yang lebih dalam. Contoh siswa diberi tugas

untuk menjelaskan prinsip kerja lemari es yang ada dirumahnya, mulai dari

menggambar bagan, bagian-bagian alat sampai proses kerjanya. Siswa diminta

mengamati langsung serta mencari referensi dari sumber lain termasuk

internet. Jika memungkinkan bisa juga siswa disuruh membuat model alat

sederhana yang bekerja berdasarkan prinsip fisika, misalnya pompa air

sederhana menggunakan bahan pralon. Tugas membuat presentasi kelompok

dengan sumber langsung dari sumber terkait jika itu memungkinkan atau

setidaknya dari perpustakaan atau internet juga sangat dianjurkan.

4.7 Bagaimana cara cepat belajar fisika

Fisika masih merupakan mata pelajaran yang menakutkaan, atau dengan

kata lain malas untuk dipelajar, berbagai alasan mungkin pernah anda berikan,

sulit, banyak rumusnya, ngitungnya banyak, matematikaku lemah dan lain

sebaginya. menurut saya kalu dalam pengamatan, fisika merupakan pelajaran

yang mengasikkan. Supaya cepat belajar fisika ada beberapa hal yang perlu

diperhatikan, yaitu.

1. Belajarlah dengan mengamati dan menganalisis yang termasuk di dalamnya.

2. belajarlah untuk meniru dengan mengerjakan permasalahan yang kasusnya

sama.

72

3. kalau kedua langkah itu dengan baik dilaksanakan, mulailah cari modifikasi

soal, bereksperimen dengan kasus-kasus lain.

Langkah-langkah belajar efektif adalah mengetahui.

1. Diri sendiri.

2. Kemampuan belajar anda.

3. Proses yang berhasil anda gunakan, dan dibutuhkan.

4. Minat, dan pengetahuan atas mata pelajaran anda inginkan.

73

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Bagi kebanyakan siswa, fisika adalah pelajaran yang sulit dipahami.

Mereka lebih menghindari pelajaran yang satu ini karena materi yang mereka

terima selama ini hanya berorientasi kepada pemahaman rumus. Mereka jarang

menerima materi fisika yang di dalamnya membahas fenomena-fenomena alam

tanpa adanya perhitungan.

Sebenarnya tidak ada yang salah kalau materi fisika yang diberikan kepada

siswa lebih mengarah kepada pemahaman rumus dan perhitungan. Justru inilah

indahnya fisika, bisa memperhitungkan kejadian dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pandangan siswa, rumus dan perhitungan di dalam fisika cenderung sulit

untuk dipahami. Inilah yang menyebabkan mayoritas siswa terkesan menghindari

fisika. Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah penggunaan bahasa Indonesia

yang mudah dipahami dan efektif. Buku-buku pelajaran fisika yang ada saat ini

cenderung menggunakan bahasa yang sulit dipahami.

Bahasa yang baik dan mudah dipahami akan menjadi penggerak siswa

untuk lebih memahami fisika secara mandiri. Bahasa bisa menjadi alat yang

membantu siswa dan bisa juga menjadi alat yang menyesatkan. Di dalam dunia

pendidikan, kemampuan kebahasaan sangat penting, baik yang dimiliki guru

maupun pengarang buku. Kemampuan penggunaan bahasa Indonesia oleh guru

akan dirasakan langsung oleh peserta didik. Sedangkan kemampuan kebahasaan

74

pengarang buku akan dirasakan oleh guru dan siswa. Kesalahan sekecil apapun

dalam kebahasaan akan berindikasi missconception siswa tentang suatu materi

khususnya fisika. Rumus-rumus fisika akan menjadi mudah dipahami siswa jika

bahasa yang digunakan benar dan efektif. Begitupun sebaliknya, rumus-rumus

fisika akan sulit dipahami bahkan ada kemungkinan salah diartikan oleh siswa

jika bahasa yang digunakan untuk menjelaskannya sumbang dan salah.

Siswa telah merasakan dampak dari penggunaan bahasa Indonesia yang

digunakan untuk menjelaskan rumus-rumus dan konsep-konsep dalam fisika,

mayoritas siswa mengaku tidak begitu mengerti tentang fisika. Kebanyakan

mereka bingung tentang rumus fisika yang ada dalam buku. Mereka lebih

menyukai fisika tanpa adanya rumus. Padahal yang namanya fisika tidak bisa

terlepas dari rumus. Ini mengindikasikan bahasa yang digunakan untuk

menjelaskan rumus dan konsep fisika sumbang dan tidak efektif. Problematika

seperti ini harus segera diantisipasi agar ke depannya kejadian seperti di atas tidak

terulang lagi.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis menyampaikan beberapa saran,

diantaranya.

1. Biasakan membaca buku-buku pelajaran disertai dengan memahami apa yang

dibaca. Setelah itu tulis kembali apa yang telah pahami dari hasil membaca

tersebut dengan menggunakan kata-kata sendiri supaya kita lebih

memahaminya.

75

2. Sebelum pembelajaran dimulai, hendaknya kita harus tahu materi apa yang

akan dipelajari, manfaatnya, bahkan kalau bisa cari juga relevansinya dengan

kehidupan. Jika perlu tanya guru fisikanya.

3. Cari materi penghubung dan pendukung materi yang akan dipelajari. Guru

kadang lupa melakukan apersepsi atau menghubungkan materi baru dengan

materi sebelumnya padahal selalu ada hubunganya. Jangan malu untuk

bertanya pada guru. Hal ini bisa memudahkan kita menarik benang merah

antara materi baru dengan materi sebelumnya.

4. Pahami rumus, bukan hafalkan rumus. Rumus fisika kadang merupakan rumus

turunan dari rumus pada materi sebelumnya, pahami alurnya. Hindari hanya

menghapal rumus. Setelah kita paham rumus, hafal akan mengikuti dengan

sendirinya. Kalau guru langsung menyodorkan rumus, jangan segan untuk

bertanya. Melalui rumus yang dipahami dengan konsep yang benar kita bisa

menjelaskannya dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Insya

Allah dengan memahami penurunan rumus, kita akan merindukan belajar

fisika.

5. Pelajari materi dasar sebelum ke materi pokok. Sebelum mempelajari rumus

akhir, pelajari konsep materi yang disampaikan, pelajari materi dari yang

mudah dulu, yang ada relevansinya dengan materi sebelum dan selanjutnya,

kemudian ke materi pokok.

6. Mudah dengan banyak berlatih. Banyak berlatih dengan mengerjakan soal

adalah salah satu kunci memahami fisika dengan mudah, berlatih dengan soal

76

yang mudah terlebih dulu. Kemudian bertahap dan pahami soal yang relatif

lebih sulit. Berlatihlah sesering mungkin.

7. Optimis bahwa kita bisa paham dengan apa yang dipelajari.

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->