Oct 18, '08 12:53 AM for everyone TUGAS ILMU JIWA KEBIDANAN BANDUNG POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG POST PARTUM BLUES A.

PENGERTIAN POSTPARTUM BLUES

Postpartum atau masa nifas adalah masa 2 jam setelah lahirnya placenta sampai enam minggu berikutnya. Waktu yang tepat dalam rangka pengaeasan Postpartum adalah 2-6 jam, 2jam-6hari, 2jam-6minggu (atau boleh juga disebut 6 jam, 6 hari dan 6 minggu ). Kehamilan merupakan episode dramatis terhadap kondisi biologis, perubahan psikologis dan adaptasi dari seorang wanita yang pernah mengalaminya. Sebagian besar kaum wanita menganggap bahwa kehamilan adalah peristiwa kodrati yang harus dilalui tetapi sebagian wanita mengganggap sebagai peristiwa khusus yang sangat menentukan kehidupan selanjutnya. Perubahan fisik dan emisional yang kompleks, memerlukan adaptasi terhadap penyesuaian pola hidup dengan proses kehamilan yang terjadi. Konflik antara keinginan prokreasi, kebanggaan yang ditumbuhkan dari norma-norma sosial cultural dan persoalan dalam kehamilan itu sendiri dapat merupakan pencetus berbagai reaksi psikologis, mulai dari reaksi emosional ringan hingga ke tingkat gangguan jiwa yang berat. Postpartum blues merupakan kesedihan atau kemurungan setelah melahirkan, biasanya hanya muncul sementara waktu yakni sekitar dua hari hingga dua minggu sejak kelahiran bayi. Beberapa penyesuaian dibutuhkan oleh wanita dalam menghadapi aktivitas dan peran barunya sebagai ibu pada minggu-minggu atau bulan-bulan pertama setelah melahirkan, baik dari segi fisik maupun segi psikologis. Sebagian wanita berhasil menyesuaikan diri dengan baik, tetapi sebagian lainnya tidak berhasil menyesuaikan diri dan mengalami gangguan-gangguan psikologis, salah satunya yang disebut Postpartum Blues. B. SEJARAH POSTPARTUM BLUES Post-partum blues sendiri sudah dikenal sejak lama. Depresi setelah melahirkan sudah dikenali sejak 460 tahun sebelum Masehi, lewat pengungkapan oleh Hippocrates. Deskripsi lebih lengkap kemudian dikembangkan dari waktu ke waktu, namun baru sekitar 15 tahun terakhir ini muncul banyak informasi seputar ini. Savage pada tahun 1875 telah menulis referensi di literature kedokteran mengenai suatu keadaan disforia ringan pascasalin yang disebut sebagai ‘milk fever ‘ karena gejala disforia tersebut muncul bersamaan dengan laktasi. Dewasa ini, post-partum blues (PPB) atau sering juga disebut maternity blues atau baby blues dimengerti sebagai suatu sindroma gangguan afek ringan yang sering tampak dalam minggu pertama setelah persalinan, dan ditandai dengan gejala-gejala seperti : reaksi depresi /sedih/disforia, menangis , mudah tersinggung (iritabilitas), cemas, labilitas perasaan, cenderung menyalahkan diri sendiri, gangguan tidur dan gangguan nafsu makan. Gejala-gejala ini mulai muncul setelah persalinan dan pada umumnya akan menghilang dalam waktu antara beberapa jam sampai beberapa hari. Namun pada beberapa minggu atau bulan kemudian, bahkan dapat berkembang menjadi keadaan yang lebih berat.

keadaan ini bisa serius dan bisa bertahan dua minggu sampai satu tahun dan akan berlanjut menjadi Postpartum Sindrome. Menangis tanpa sebab c. 2. dan bahkan kadang-kadang gangguan ini dapat berkembang menjadi keadaan yang lebih berat yaitu depresi dan psikosis pasca-salin. i. Mudah tersinggung g. dan sakitnya akibat operasi. akhirnya dapat menjadi masalah yang menyulitkan. Penyebab Postpartum Blues Beberapa penyebab Postpartum Blues diantaranya : a. Merasa kurang menyayangi bayinya Jika Postpartum Blues ini dianggap enteng. Perubahan Hormon b. terutama dalam masalah hubungan perkawinan dengan suami dan perkembangan anaknya. ASI tidak keluar d. dll). g. PENYEBAB DAN GEJALA POSTPARTUM BLUES 1. tidak menyenangkan dan dapat membuat perasaan perasaan tidak nyaman bagi wanita yang mengalaminya. Takut untuk memulai hubungan suami istri (ML). k. nangis dan gumoh e. Takut kehilangan bayi. l. Tidak sabar d. Menangis dan ditambah ketakutan tidak bisa memberi asi 2. Sensitive f. anak akan terganggu. C. Sendirian mengurus bayi. MASALAH PADA POSTPARTUM BLUES Beberapa masalah yang dapat timbul pada klien yang mengalami Postpartum Blues diantaranya : 1. tidak mau mengerti perasaan istri maupun persoalan lainnya dengan suami. Tidak percaya diri e. h. f. Problem dengan Orangtua dan Mertua. D. Cemas tanpa sebab b. yang mempunyai dampak lebih buruk. Kelelahan pasca melahirkan. tidak ada yang membantu. Rasa bosan si Ibu. Frustasi karena bayi tidak mau tidur. Gejala Postpartum Blues Beberapa gejala yang dapat timbul pada klien yang mengalami Postpartum Blues diantaranya : a. Problem dengan si Sulung. Suami yang tidak membantu. m. Stress c.Post-partum blues ini dikategorikan sebagai sindroma gangguan mental yang ringan oleh sebab itu sering tidak dipedulikan sehingga tidak terdiagnosis dan tidak ditatalaksanai sebagaimana seharusnya. j. Bayi sakit (Kuning. Frustasi karena anak tidak mau tidur .

Pada fase ini ibu merasa khawatir akan ketidakmampuannya dan rasa tanggung jawabnya dalam merawat bayi. E. Pada saat itu focus perhatian ibu terutama pada dirinya sendiri. Hal ini membuat cenderung inu menjadi pasif terhadap lingkungannya. Dengan bantuan dari teman dan keluarga. Fase taking hold Yaitu periode yang berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan. 3.3. Pengalaman selama proses persalinan sering berulang diceritakannya. Merasa sebal terhadap suami 5. Fase Taking in yaitu periode ketergantungan yang berlangsung pada hari pertama sampai hari kedua setelah melahirkan. Menangis dan takut apabila bayinya meninggal 7. ibu akan mengalami fase-fase sbb : 1. Stress bila bayinya kuning 12. Mereka membutuhkan kesempatan untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka dari situasi yang menakutkan. Menghabiskan waktu bersama bayi yang terus menerus menangis sehingga membuat ibu frustasi 9. Ibu sudah dapat menyesuaikan diri. Para ibu ini membutuhkan dukungan psikologis seperti juga kebutuhan fisik lainnya yang harus juga dipenuhi. Terganggunya tidur ibu pada malam hari karena bayinya menangis 14. Adanya masalah dengan ibu 13. Para ibu yang mengalami post-partum blues membutuhkan pertolongan yang sesungguhnya. migraine dan cenderung sensitive 4. Bila memang diperlukan. 15. Penanganan gangguan mental postpartum pada prinsipnya tidak berbeda dengan penanganan gangguan mental pada momen-momen lainya. dapat diberikan pertolongan dari para ahli. Takut melakukan hubungan suami isteri karena takut mengganggu bayi 17. PENANGANAN POSTPARTUM BLUES Dalam menjalani adaptasi setelah melahirkan. disesuaikan dengan konsep mereka tentang keibuan dan perawatan bayi. Ibu merasa lelah. Para ibu ini membutuhkan dukungan pertolongan yang sesungguhnya. 2. atau mungkin menghilangkan beberapa kegiatan. Jika ibu mengalami luka operasi. Perilaku anak semakin nakal sehingga ibu menjadi stress 10. Setiap kegiatan ibu menjadi terbatas karena hadirnya seorang bayi 16. Pada fase ini ibu memerlukan dukungan karena saat ini merupakan kesempatan yang baik untuk menerima berbagai penyuluhan dalam merawat diri dan bayinya sehingga timbul percaya diri. Menahan rasa rindu dan merasa jauh dari suami 8. misalnya dari seorang . Adanya persoalan dengan suami 11. dan seringkali akan merasa gembira mendapat pertolongan yang praktis. merawat diri dan bayinya sudah meningkat. mereka mungkin perlu untuk mengatur atau menata kembali kegiatan rutin sehari-hari. Fase letting go merupakan fase menerima tanggung jawab akan peran barunya yang verlangsung sepuluh hari setelah melahirkan. Masalah dalam menghadapi omongan ibu mertua 6. Kebanyakan para ibu baru ingin pulang ke rumah orangtuanya dan berada didekat ibunya. Mungkin juga mereka membutuhkan pengobatan dan/atau istirahat. yang rasa sakitnya menambah masalah bagi ibu.

bahkan merujuk para ahli psikologi/konseling bila memang diperlukan. dengan bersosialisasi j. Dapat mendukung tindakan konstruktif. Pengobatan medis. sosial dan psikologis secara bersama-sama. Memanggil orangtua ibu bayi agar bisa menemani ibu dalam menghadapi kesibukan merawat bayi c. yaitu: suami. Memperbanyak dukungan dari suami f. menyiapkan susu dll. Tidurlah ketika bayi tidur c. Suami seharusnya tahu permasalahan yang dihadapi istrinya dan lebih perhatian terhadap istrinya d. Mendorong pasien mampu meredakan segala ketegangan emosi b. Dibutuhkan pendekatan menyeluruh/holistik dalam penanganan para ibu yang mengalami post-partum blues . yaitu: dokter dan bidan/perawat sangat diperlukan. diantaranya dengan cara : a. Dengan cara pendekatan komunikasi terapeutik Tujuan dari komunikasi terapeutik adalah menciptakan hubungan baik antara bidan dengan pasien dalam rangka kesembuhannya dengan cara : a. penanganan pada klien postpartum blues pun dapat dilakukan pada diri klien sendiri. Cara mengatasi gangguan psikologi pada nifas dengan postpartum blues ada dua cara yaitu : 1. bantuan-bantuan praktis dan pemahaman secara intelektual tentang pengalaman dan harapan-harapan mereka mungkin pada saat-saat tertentu. Ibu dianjurkan sering sharing dengan teman-temannya yang baru saja melahirkan h. Sekali-kali ibu meminta suami untuk membantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah seperti : membantu mengurus bayinya. Para ahli obstetri memegang peranan penting untuk mempersiapkan para wanita untuk kemungkinan terjadinya gangguan mental pasca-salin dan segera memberikan penanganan yang tepat bila terjadi gangguan tersebut. Bayi menggunakan pampers untuk meringankan kerja ibu i. 4. Dapat memahami dirinya c. Berolahraga ringan . dengan melibatkan lingkungannya.psikolog atau konselor yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Dengan cara peningkatan support mental Beberapa cara peningkatan support mental yang dapat dilakukan keluarga diantaranya : a. Menyiapkan mental dalam menghadapi anak pertama yang akan lahir e. mengganti suasana. Suami menggantikan peran isteri ketika isteri kelelahan g. intelektual. Suami sering menemani isteri dalam mengurus bayinya Selain hal diatas. misalnya dengan cara memberikan informasi yang memadai/adekuat tentang proses kehamilan dan persalinan. Dukungan yang memadai dari para petugas obstetri. keluarga dan juga teman dekatnya. memasak. emosional. b. Belajar tenang dengan menarik nafas panjang dan meditasi b. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa dibutuhkan penanganan di tingkat perilaku. konseling emosional. termasuk penyulit-penyulit yang mungkin timbul dalam masa-masa tersebut serta penanganannya.

sehingga membuat Anda merasa lebih baik dan menguasai emosi berlebihan dalam diri Anda. 5. Tetaplah hidup secara sederhana dan menghindari stres. 2. sebelum atau setelah melahirkan. Ikhlas dan tulus dengan peran baru sebagai ibu e. Olahraga Olahraga adalah kunci untuk mengurangi postpartum. Selain itu juga dapat mengkonsultasikan pada dokter atau orang yang profesional. seperti sedih dan takut. Tidur dan makan yang cukup Diet nutrisi cukup penting untuk kesehatan. Hindari perubahan hidup sebelum atau sesudah melahirkan Jika memungkinkan. Perasaan emosional inilah yang memengaruhi kepekaan seorang ibu pasca melahirkan. memang belum ada jalan keluar yang mujarab untuk menghindari Postpartum Blues. hindari membuat keputusan besar seperti membeli rumah atau pindah kerja.d. sehingga dapat segera dan lebih mudah menyembuhkan postpartum yang diderita. serta meneliti faktor-faktor apa saja yang bisa memicu juga dapat dijadikan alternative untuk menghindari Postpartum Blues. PENCEGAHAN POSTPARTUM BLUES Menurut para ahli. lakukan usaha yang terbaik dengan makan dan tidur yang cukup. Yang bisa dilakukan. hanyalah berusaha melindungi diri dan mengurangi resiko tersebut dari dalam diri. Dukungan keluarga dan orang lain diperlukan Dukungan dari keluarga atau orang yang Anda cintai selama melahirkan. Tidak perfeksionis dalam hal mengurusi bayi f. 3. stres dalam keluarga dan kepribadian si ibu. Lakukan peregangan selama 15 menit dengan berjalan setiap hari. Kesempatan merawat bayi hanya datang 1 x i. sehingga Anda sadar terhadap kondisi ini. agar dapat meminimalisir faktor resiko lainnya dan membantu melakukan pengawasan. Stres di keluarga bisa akibat faktor ekonomi yang buruk atau kurangnya dukungan kepada sang ibu. 4.Hampir semua wanita. Sikap proaktif untuk mengetahui penyebab dan resikonya. Jika memiliki masalah dan merasa tidak nyaman terhadap sesuatu. Beritahukan perasaan Jangan takut untuk berbicara dan mengekspresikan perasaan yang Anda inginkan dan butuhkan demi kenyamanan Anda sendiri. Apabila terjadi. Keduanya penting selama periode postpartum dan kehamilan. sangat . Pelajari diri sendiri Pelajari dan mencari informasi mengenai Postpartum Blues. Bergabung dengan kelompok ibu F. Berikut ini beberapa kiat yang mungkin dapat mengurangi resiko Postpartum Blues yaitu : 1. setelah melahirkan akan mengalami stres yang tak menentu. Bersikap fleksibel h. maka Anda akan segera mendapatkan bantuan secepatnya. 6. memengaruhi terjadinya depresi ini. Bicarakan rasa cemas dan komunikasikan g. Hingga saat ini. segera beritahukan pada pasangan atau orang terdekat.

Jika Anda tahu apa yang diinginkan. yaitu: suami. moril dalam proses terapi. Lakukan pekerjaan rumah tangga Pekerjaan rumah tangga sedikitnya dapat membantu Anda melupakan golakan perasaan yang terjadi selama periode postpartum. Carilah informasi mengenai adanya kelompok Postpartum Blues yang bisa Anda ikuti. Dukungan emosional Dukungan emosi dari lingkungan dan juga keluarga. Senam Hamil Kelas senam hamil akan sangat membantu Anda dalam mengetahui berbagai informasi yang diperlukan. Biasanya keberadaan orang-orang tersebut tidak diketahui secara pasti oleh klien. konselor dan terapis yang telah diberikan petunjuk-petunjuk khusus untuk dapat memberikan dukungan secara psikologis. sehingga nantinya Anda tak akan terkejut setelah keluar dari kamar bersalin. ASUHAN KEPERAWATAN PADA POST PARTUM BLUES Asuhan Keperawatan yang diberikan setelah melahirkan dapat berupa medikasi dan terapi atau kombinasi keduanya.diperlukan. pastisipasi dalam grup support dilakukan untuk memberikan dan menanamkan dukungan sosial terhadap individu agar dapat mengurangi tingkat depresi yang muncul. Bukan salah klien memiliki pemikiran atau perasaan yang berlebihan pada postpartum. atau siapa saja yang bersedia menjadi pendengar yang baik. Persiapkan diri dengan baik Persiapan sebelum melahirkan sangat diperlukan. 9. bisa Anda curahkan dengan memasak atau membersihkan rumah. Ceritakan kepada mereka bagaimana perasaan serta perubahan kehidupan Anda. G. Yakinkan diri Anda. Kondisi Anda yang belum stabil. sehingga Anda tidak merasa sendirian menghadapi persoalan ini. karena grup tersebut juga mengikuti proses terapi atau kondisi yang sama dengan klien. Support group adalah sekelompok orang yang dipilih oleh psikolog. beberapa jenis antidepressant yang sesuai dapat diberikan kepada ibu yang menyusui. Dukungan kelompok Postpartum Blues Dukungan terbaik datang dari orang-orang yang ikut mengalami dan merasakan hal yang sama dengan Anda. keluarga dan juga teman dekatnya. Inti dari Asuhan Keperawatan yang diberikan mencakup perilaku. Dalam psikoterapi. Asuhan keperawatan yang dapat diberikan salah satunya yaitu Support group. 7. akan membantu Anda dalam mengatasi rasa frustasi yang menjalar. . meski pembantu rumah tangga Anda telah melakukan segalanya. 10. emosional. intelektual. 11. sosial dan psikologis klien secara bersamaan dengan melibatkan lingkungannya. Mintalah dukungan dari keluarga dan lingkungan Anda. Konseling yang dapat diberikan sebagai asuhan keperawatan terhadap klien dengan postpartum Blues diantaranya : 1. hingga Anda merasa lebih baik setelahnya. 8. pengalaman traumatis saat melahirkan akan dapat dihindari. bahwa mereka akan selalu berada di sisi Anda setiap mengalami kesulitan. Memberitahukan pada klien untuk menyadari bahwa dirinya bukanlah ibu yang buruk. Ceritakan pada pasangan atau orangtua Anda.

gelisah. tempat . cara persalinan. pekerjaan. HPHT b) Riwayat perkawinan meliputi : Usia kawin. keluhan waktu haid. Sistematika Asuhan Keperawatan yang dapat dilaksanakan yaitu : 1. 4. apakah ada abortus. Anjurkan klien untuk memberitahu teman yang terpercaya mengenai perasaan yang dirasakan. letih. 2) Riwayat kesehatan sekarang Keluhan yang dirasakan saat ini yaitu: kehilangan darah dalam jumlah banyak (>500ml). penolong. banyaknya. tekanan darah rendah. alamat. tempat implantasi plasenta. penyakit jantung. medical record dan lain – lain b. berisikan informasi subjektif dan objektif dari klien yang diperoleh dari wawancara dan pemeriksaan fisik. dan pre eklampsia. Bahkan lebih baik lagi untuk menemui dokter specialis kesehatan mental untuk meminta resep obat atau psikolog untuk berkonsultasi. Banyak istirahat dan tidur c. 4) Riwayat obstetrik a) Riwayat menstruasi meliputi: Menarche. melewatkan waktu bersama keluarga dan teman-teman 3. retensi sisa plasenta. ekstremitas dingin. pendidikan. pucat. Makan makanan bergizi(hindari alkohol dan kafein) b. hamil tua. retensi plasenta Riwayat persalinan meliputi: Tua kehamilan. penyakit ginjal kronik. hemofilia. hipertensi. pusing. Usia mulai hamil c) Riwayat hamil. trauma jalan lahir. Pengkajian Pengkajian merupakan langkah awal dari proses keperawatan. kawin yang keberapa. Memberitahu klien untuk memperlakukan dirinya dengan baik dengan cara: a. riwayat pre eklampsia. umur. baunya . khususnya bila muncul kekhawatiran akan menyakiti diri sendiri atau bayi anda. Bila perlu. penyakit keturunan hemopilia dan penyakit menular. Pengkajian yang benar dan terarah akan mempermudah dalam merencanakan tinfakan dan evaluasi dari tidakan yang dilakasanakan. Menyediakan waktu untuk diri sendiri(untk sejenak menghindari tugas-tugas dan urusan bayi) f. Identitas klien Data diri klien meliputi : nama. 3) Riwayat kesehatan keluarga Adanya riwayat keluarga yang pernah atau sedang menderita hipertensi. Riwayat kesehatan 1) Riwayat kesehatan dahulu Riwayat penyakit jantung. lokea berwarna merah. kegagalan kompresi pembuluh darah. Nadi lemah. Pengkajian dilakukan secara sistematis. dan mual. anjurkan klien untuk berkonsultasi dengan dokter tentang terapis & kelompok pendukung yang dapat menolong. Berlatih secara rutin(berjalan selama 20 mnit atau lebih) e. persalinan dan nifas yang lalu Riwayat hamil meliputi: Waktu hamil muda. lamanya siklus. Pergi keluar untuk mendapat cahaya matahari d. Pengkajian terhadap klien postpartum Blues meliputi : a. haus.2.

Tapi dampaknya pada diri ibu sepertinya cukup hebat. tinggi fundus uteri dan kontraksi d) Riwayat Kehamilan sekarang. Hamil tua. Adapun makan dan minum pada masa nifas harus bermutu dan bergizi. Pengalaman a. meliputi komposisi makanan. respon fisiologis. meliputi pola dan defekasi. pernafasan. apakah ada kesulitan dalam persalinan anak lahir atau mati. banyak cairan. makanan yang mengandung protein.bersalin. Riwayat antenatal care meliputi : Dimana tempat pelayanan. Kadang dia membiarkannya menangis sampai bayinya diam sendiri karena kecapekan atau tertidur. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan vaskuler yang berlebihan. menggosok gigi. sayur-sayuran dan buah – buahan. panjang waktu lahir. ancaman perubahan pada status kesehatan atau kematian. Hamil muda. Pola aktifitas sehari-hari 1) Makan dan minum. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang pemajanan atau tidak mengenal sumber informasi H. tinggi badan. e. BAB harus ada 3-4 hari postpartum sedangkan miksi hendaklah secepatnya dilakukan sendiri (Rustam Mukthar. 4) Personal hygiene meliputi : Pola atau frekuensi mandi. penurunan Hb. keluhan lain. apakah ada pendarahan. Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul a. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan hipovelemia. FAKTA MENGENAI POST PARTUM BLUES 1. keadaan gizi akibat mual. Dia memarahinya hanya karena merasa terganggu. jumlah warna. Stasis cairan tubuh. d. baik sebelum dirawat maupun selama dirawat. Setelah post partum bluesnya sudah sembuh. nadi. 2. Kasus Pertama Setelah melahirkan anak pertama yang berjenis kelamin perempuan seorang ibu mengalami post partum blues dengan menolak bayinya. beberapa kali. Dia juga sering memarahinya untuk kesalahan yang sepele atau bahkan karena anaknya tidak bersalah sama sekali. cukup kalori. perawatan serta pengobatannya yang didapat c. Ibu jadi tidak percaya . 3. keluhan selama hamil muda 2. keluhan selama hamil tua. Ansietas berhungan dengan krisis situasi. 2) Eliminasi. keramas. berat badan anak waktu lahir. 1995 ) 3) Istirahat atau tidur meliputi gangguan pola tidur karena perubahan peran dan melaporkan kelelahan yang berlebihan. Adanya perubahan pola miksi dan defeksi. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan trauma jaringan. f. konsistensi. Riwayat nifas meliputi: Keadaan lochea. suhu. peningkatan berat badan. c. peningkatan tekanan darah. 1. frekuensi. Resiko tinggi terhadap nyeri berhubungan dengan trauma/ distensi jaringan. baik sebelum dan selama dirawat serta perawatan mengganti balutan atau duk. ASI cukup atau tidak dan kondisi ibu saat nifas. b. dia bisa menyayangi anaknya itu seperti saudara-saudaranya yang lain.

kondisi psikologis ibu benar-benar kacau. EDPS juga telah teruji validitasnya di beberapa negara seperti Belanda. Mereka pun direkomendasikan untuk jalan-jalan ke luar kota dengan biaya dari pihak sekolah. Alhamdulillah. Padahal Ibu dan ayahnya juga kedua adiknya ada di dekatnya. bukannya memeluk Ibu atau ayahnya. beliau menyuruh mereka pulang berlibur ke Indonesia dengan tiket ditanggung sekolah. Jongkok sambil menutup telinganya.diri. mereka pun berkonsultasi kepada lembaga konseling yang disediakan pihak sekolah. di museum transportasi anaknya ketakutan mendengar bunyi kereta. Singkat kata. Atas saran seorang dosen. kondisi yang oleh para psikolog disebut Postpartum Blues. dalam kesepian itulah. Postpartum Blues tidak memerlukan penanganan khusus Postpartum blues merupakan sindrom yang paling ringan diantara beberapa sindrom . seorang ulama. yang menanganinya adalah langsung kepala lembaga itu. akhirnya ibu pun sembuh dari postpartum blues. Penanganan a. Pasca persalinan. Anaknya itu tidak percaya bahwa Ibunya bisa melindunginya. Swadia . hanya dengan didampingi suami. Untuk skrining ini dapat dipergunakan beberapa kuesinor sebagai alat Bantu. 2. Beliau ternyata benar-benar ahli dalam memberikan terapi. karena itu lari bersembunyi. Australia. bertanya untuk hal-hal sepele (boleh tidak melakukan ini atau itu. takut melakukan sesuatu. Biaya telpon saat itu masih sangat mahal sehingga tidak mungkin menelpon berlama-lama untuk sekedar curhat kepada Ibu. tidak ada ibunda atau sanak saudara. Ada teman-teman orang Iran yang menengok sesekali. Beliau merekomendasikan suami untuk skip kuliah semester itu supaya dapat mendampingi ibu di rumah. EDPS dapat dipergunakan dalam minggu pertama pasca salin dan bila hasilnya meragukan dapat diulangi pengisiannya 2 minggu kemudian . Pertanyaan harus dijawab sendiri oleh ibu dan rata-rata dapat diselesaikan dalam waktu 5 menit . b. Italia dan Indonesia . Terakhir. Ibu merasa sudah menjadi monster untuknya. karena ibu masih sering nangis dan marah-marah. Dan yang membuat Ibu sedih pernah waktu jalan-jalan ke taman mini. Pertanyaan-pertanyaan berhubungan dengan labilitas persaaan kecemasan persaan bersalah serta mencakup hal-hal yang terdapat pada post-partum blues . Kebetulan. Kuesioner ini terdiri dari 10 pertanyaan dimana setiap pertanyan memiliki 4 pilihan jawabanya yang mempunyai nilai skor dan harus dipilih satu sesuai dengan gradasi perasaan yang dirasakan ibu pasca salin saat ini. Dia lari dan bersembunyi di belakang bis tingkat yang dipajang di halaman museum. Edinburg Postanal Depression Scale (EDPS) merupan kuesioner dengan validitas yang teruji yang dapat mengukur intensitas perubahan suasana depresi selama 7 hari pasca salin. tapi tentu saja komunikasi tidak bisa terjalin dengan sangat akrab. yang mana yang harus dia pilih dan sebagainya). Penanganan Postpartum Blues di luar negeri Diluar negeri skrining untuk mendeteksi gangguan mood / depresi sudah merupakan acuan pelayanan pasca salin yang rutin dilakukan . anak pertama mereka lahir. Kontrakan suami istri tersebut jauh dari orang-orang Indonesia lainnya. b. Peneliti mendapati bahwa nilai scoring lebih besar dari 12 memiliki sensitifitas 86 % dan nilai predikasi positif 73 % untuk mendiagnosa kejadian post partum blues .Kasus Kedua Seorang ibu melahirkan anak pertama enam tahun di Iran.

bahwa kondisi ini normal dan dialami oleh hampir semua ibu. Sebaliknya kalau orang tua bermasalah. d. perkenalkan apa itu postpartum blues pada suami. Harus ada anggota keluarga atau orang lain yang membantunya melakukan pekerjaan rumah. ya. Mau menangis ataupun marah keluarkan saja. Bayi akan memberikan respons yang serupa dengan ibunya dalam bentuk sering rewel tanpa sebab. Biasanya kondisi ini bisa tuntas setelah dua hingga tiga minggu setelah melahirkan. jadi tidak perlu ada rasa bersalah. gunakan untuk tidur). Saat dibawa ke psikolog. ia juga perlu berbagi cerita dengan sesama ibu baru yang memiliki pengalaman baby blues. Si ibu perlu rileks untuk pemulihan fisik maupun mental. Namun. terungkaplah kalau si orang tua sedang bermasalah dan mereka mengkhawatirkan kondisi tersebut berpengaruh terhadap perkembangan si bayi. pengetahuan tentang gejala postpartum blues akan membuat berpikir. Di samping itu. Di sini letak pentingnya pemahaman suami sebelum melahirkan. c. Misal. supaya si ibu bisa tidur enak. tidak perlu ditahan-tahan. termasuk bagaimana kiat yang harus ditempuh agar bayi bisa tetap terstimulasi. pasti akan hilang seminggu-dua minggu lagi… sabar…sabar…” 2) Jurus kedua Lepaskan saja emosi. Menkonsultasikan bayi ke Psikolog Kadang. ada hal-hal yang perlu dilakukan . Sindrom ini dialami oleh 80 persen ibu yang pertama kali melahirkan.pasca melahirkan lainnya. 3) Jurus Ketiga Usahakan tidur sebanyak mungkin (bahkan kalau ada kesempatan 10 menit pun. ketika perasaan kacau-balau setelah melahirkan. orang tua membawa bayinya ke psikolog justru karena mereka yang bermasalah. waspadalah dan kenalilah gejala-gejala postpartum blues. Bagaimanapun. Untuk tetap kuat. "Kalau bayi bermasalah." kata Ergin. Meski bisa juga diobati lewat akupuntur atau obat tradisional untuk menghilangkan kelelahan. bayi juga bisa terpengaruh. masalah orang tua memang bisa merembet ke bayi. Hal ini sangat berguna dalam menghadapi ancaman postpartum blues. Sadarilah. Ini tentu harus dicarikan jalan keluar yang tepat. ini normal. tadinya mereka datang untuk menanyakan perkembangan bayinya. Bukankah bayi adalah bagian dari keluarga? Jadi. Jenis depresi ini tidak perlu pengobatan khusus. penelusuran latar belakang masalah bayi akan sampai juga pada masalah ibu sehingga sindrom postpartum blues ikut terdeteksi dan selanjutnya akan ditangani dengan konseling atau psikoterapi. Jurus-jurus yang bermanfaat untuk diterapkan pada persalinan kedua dalam melawan Postpartum Blues 1) Jurus pertama Sebelum si bayi lahir. Namun setelah konsultasi berjalan. minum yang banyak dan jalan-jalan pagi/sore setiap hari. “Oh. Banyak kalangan menganggap bahwa cara terbaik untuk menyembuhkannya adalah beristirahat. semuanya berkaitan. Misalnya. apalagi merasa:”Aku ini bukan ibu yang baik”. Kondisi ibu dengan postpartum blues seperti ini akan sangat berpengaruh bagi kondisi mental bayinya. orang tua juga bermasalah. ia juga perlu makanan yang bergizi.

atau teman-teman. bila sanggup. lelah. Kalau sudah kuat jalan. sehingga tidak ada kejadian. perkirakan situasinya: misalnya suami harus kerja. Ucapkan alhamdulillah banyak-banyak. perasaan tak karuan. simpan di kulkas. 4) Jurus Keempat Menyegarkan diri sendiri. atau dimasukkan ke play group). dan hal lainnya. ingatlah betapa beruntungnya kita karena telah dikaruniai anak oleh Tuhan. kakak. Bila memungkinkan. malah lebih bagus lagi tentang hal-hal lain. antara lain dengan cara: Mandi berlama-lama (tentu saja. rasa sakit ketika awal-awal memberi ASI pasti akan hilang. Rasa sakit setelah melahirkan pasti akan sembuh. Yang dibicarakan tidak harus selalu tentang bayi. “Maaa…bajuku yang biru itu di mana??” Bila sudah ada si kakak.php?f=28&t=7446 http://www. dan lain-lain. si ibu tidur. misalnya tentang sinetron yang sedang ngetop di tv.mitrakeluarga. Berbicara dengan orang lain adalah salah satu obat terbaik dalam mengatasi postpartum blues.html http://www. Contoh manajemen itu diantaranya membuat masakan banyak-banyak. Dengan cara ini. ketika ada si ayah yang menunggui bayi). cucian yang menumpuk. menyewa asisten ataupun pembantu minimalnya untuk sebulan sampai dua bulan setelah melahirkan.html . atau. lalu buat planning untuk memanage segala sesuatunya. Buat manajemen pasca kelahiran (sebelum bayi lahir. teror tangis bayi lambat laun akan berubah menjadi ocehan dan tawa yang menggemaskan. jalan-jalan sendiri saja ke mall untuk cuci mata atau shopping untuk diri sendiri. tidak ada apa-apanya dengan nikmat karunia anak yang sehat dan lucu. DAFTAR PUSTAKA http://www.indocina. Yang penting tidur dulu. pikirkan bagaimana caranya agar si kakak tidak mengganggu tidur ibu (misalnya. 5) Jurus kelima Sadarilah bahwa badai pasti berlalu. tinggal dihangatkan. Online internet dan chatting. Memikirkan hal itu malah membuat resah dan susah tidur. Dandan yang cantik (melihat diri di cermin dan menatap penampilan lusuh dan lesu diri sendiri pasca melahirkan sangat mungkin akan menambah stress). pergilah jalan-jalan ke taman dekat rumah bersama suami. bayi yang menjengkelkan (karena menangis dan menyusui terus menerus) beberapa bulan lagi akan menjadi bayi mungil yang menakjubkan.dunia-ibu.net/viewtopic. kondisi rumah akan terkendali. urusan lain biar nanti diurus. dititipkan ke tetangga dulu selama ayah sedang di kantor.com/kemayoran/kesehatan005.org/html/baby_blues. tidak perlu repot-repot masak lagi. Menelpon ibu. ini akan menyelesaikan banyak masalah. Setiap kali merasa susah hati. pasca melahirkan. jadi tiap akan makan. Memberi tahu suami dan si kakak letak barang-barang kebutuhan mereka. suami teriak. untuk mengingat bahwa rasa sakit.diantaranya jangan pedulikan keadaan rumah yang berantakan. adik. anak harus sekolah.

com/news/2003/3/2/Keluarga/17.co.com/artikel.id/?show=detailnews&kode=2208&tbl=cakrawala http://www.multiply.bayisehat.php3?edisi=06304&rubrik=bayi Tags: kuliah Prev: PROTEIN Next: KLIMAKTERIUM DAN MENOPAUSE http://zietraelmart.http://pdpersi.com/journal/item/8 zietraelmart .html http://www.html http://www.com/child-consultation/cara-mengatasi-baby-blues.korantempo.tabloid-nakita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful