Oct 18, '08 12:53 AM for everyone TUGAS ILMU JIWA KEBIDANAN BANDUNG POLITEKNIK KESEHATAN BANDUNG POST PARTUM BLUES A.

PENGERTIAN POSTPARTUM BLUES

Postpartum atau masa nifas adalah masa 2 jam setelah lahirnya placenta sampai enam minggu berikutnya. Waktu yang tepat dalam rangka pengaeasan Postpartum adalah 2-6 jam, 2jam-6hari, 2jam-6minggu (atau boleh juga disebut 6 jam, 6 hari dan 6 minggu ). Kehamilan merupakan episode dramatis terhadap kondisi biologis, perubahan psikologis dan adaptasi dari seorang wanita yang pernah mengalaminya. Sebagian besar kaum wanita menganggap bahwa kehamilan adalah peristiwa kodrati yang harus dilalui tetapi sebagian wanita mengganggap sebagai peristiwa khusus yang sangat menentukan kehidupan selanjutnya. Perubahan fisik dan emisional yang kompleks, memerlukan adaptasi terhadap penyesuaian pola hidup dengan proses kehamilan yang terjadi. Konflik antara keinginan prokreasi, kebanggaan yang ditumbuhkan dari norma-norma sosial cultural dan persoalan dalam kehamilan itu sendiri dapat merupakan pencetus berbagai reaksi psikologis, mulai dari reaksi emosional ringan hingga ke tingkat gangguan jiwa yang berat. Postpartum blues merupakan kesedihan atau kemurungan setelah melahirkan, biasanya hanya muncul sementara waktu yakni sekitar dua hari hingga dua minggu sejak kelahiran bayi. Beberapa penyesuaian dibutuhkan oleh wanita dalam menghadapi aktivitas dan peran barunya sebagai ibu pada minggu-minggu atau bulan-bulan pertama setelah melahirkan, baik dari segi fisik maupun segi psikologis. Sebagian wanita berhasil menyesuaikan diri dengan baik, tetapi sebagian lainnya tidak berhasil menyesuaikan diri dan mengalami gangguan-gangguan psikologis, salah satunya yang disebut Postpartum Blues. B. SEJARAH POSTPARTUM BLUES Post-partum blues sendiri sudah dikenal sejak lama. Depresi setelah melahirkan sudah dikenali sejak 460 tahun sebelum Masehi, lewat pengungkapan oleh Hippocrates. Deskripsi lebih lengkap kemudian dikembangkan dari waktu ke waktu, namun baru sekitar 15 tahun terakhir ini muncul banyak informasi seputar ini. Savage pada tahun 1875 telah menulis referensi di literature kedokteran mengenai suatu keadaan disforia ringan pascasalin yang disebut sebagai ‘milk fever ‘ karena gejala disforia tersebut muncul bersamaan dengan laktasi. Dewasa ini, post-partum blues (PPB) atau sering juga disebut maternity blues atau baby blues dimengerti sebagai suatu sindroma gangguan afek ringan yang sering tampak dalam minggu pertama setelah persalinan, dan ditandai dengan gejala-gejala seperti : reaksi depresi /sedih/disforia, menangis , mudah tersinggung (iritabilitas), cemas, labilitas perasaan, cenderung menyalahkan diri sendiri, gangguan tidur dan gangguan nafsu makan. Gejala-gejala ini mulai muncul setelah persalinan dan pada umumnya akan menghilang dalam waktu antara beberapa jam sampai beberapa hari. Namun pada beberapa minggu atau bulan kemudian, bahkan dapat berkembang menjadi keadaan yang lebih berat.

tidak mau mengerti perasaan istri maupun persoalan lainnya dengan suami. Takut untuk memulai hubungan suami istri (ML). Sendirian mengurus bayi. Mudah tersinggung g. dan bahkan kadang-kadang gangguan ini dapat berkembang menjadi keadaan yang lebih berat yaitu depresi dan psikosis pasca-salin. Problem dengan Orangtua dan Mertua. m. Menangis dan ditambah ketakutan tidak bisa memberi asi 2. Frustasi karena bayi tidak mau tidur. Bayi sakit (Kuning. j. akhirnya dapat menjadi masalah yang menyulitkan. PENYEBAB DAN GEJALA POSTPARTUM BLUES 1. h. Kelelahan pasca melahirkan. Suami yang tidak membantu. terutama dalam masalah hubungan perkawinan dengan suami dan perkembangan anaknya. Sensitive f. Tidak percaya diri e. dll). D. MASALAH PADA POSTPARTUM BLUES Beberapa masalah yang dapat timbul pada klien yang mengalami Postpartum Blues diantaranya : 1. k. g. Frustasi karena anak tidak mau tidur . Perubahan Hormon b. i. Menangis tanpa sebab c. l. tidak ada yang membantu. Merasa kurang menyayangi bayinya Jika Postpartum Blues ini dianggap enteng. Stress c.Post-partum blues ini dikategorikan sebagai sindroma gangguan mental yang ringan oleh sebab itu sering tidak dipedulikan sehingga tidak terdiagnosis dan tidak ditatalaksanai sebagaimana seharusnya. nangis dan gumoh e. 2. Gejala Postpartum Blues Beberapa gejala yang dapat timbul pada klien yang mengalami Postpartum Blues diantaranya : a. ASI tidak keluar d. keadaan ini bisa serius dan bisa bertahan dua minggu sampai satu tahun dan akan berlanjut menjadi Postpartum Sindrome. tidak menyenangkan dan dapat membuat perasaan perasaan tidak nyaman bagi wanita yang mengalaminya. dan sakitnya akibat operasi. Problem dengan si Sulung. Rasa bosan si Ibu. Tidak sabar d. anak akan terganggu. Penyebab Postpartum Blues Beberapa penyebab Postpartum Blues diantaranya : a. Takut kehilangan bayi. yang mempunyai dampak lebih buruk. Cemas tanpa sebab b. f. C.

Ibu merasa lelah. PENANGANAN POSTPARTUM BLUES Dalam menjalani adaptasi setelah melahirkan. Adanya persoalan dengan suami 11. migraine dan cenderung sensitive 4. Para ibu yang mengalami post-partum blues membutuhkan pertolongan yang sesungguhnya. Fase letting go merupakan fase menerima tanggung jawab akan peran barunya yang verlangsung sepuluh hari setelah melahirkan. Hal ini membuat cenderung inu menjadi pasif terhadap lingkungannya. Jika ibu mengalami luka operasi. Dengan bantuan dari teman dan keluarga. Bila memang diperlukan. Mungkin juga mereka membutuhkan pengobatan dan/atau istirahat. Penanganan gangguan mental postpartum pada prinsipnya tidak berbeda dengan penanganan gangguan mental pada momen-momen lainya. Merasa sebal terhadap suami 5. Kebanyakan para ibu baru ingin pulang ke rumah orangtuanya dan berada didekat ibunya. Fase taking hold Yaitu periode yang berlangsung antara 3-10 hari setelah melahirkan. Masalah dalam menghadapi omongan ibu mertua 6. Fase Taking in yaitu periode ketergantungan yang berlangsung pada hari pertama sampai hari kedua setelah melahirkan. Pada fase ini ibu merasa khawatir akan ketidakmampuannya dan rasa tanggung jawabnya dalam merawat bayi. Pada saat itu focus perhatian ibu terutama pada dirinya sendiri. 15. mereka mungkin perlu untuk mengatur atau menata kembali kegiatan rutin sehari-hari. disesuaikan dengan konsep mereka tentang keibuan dan perawatan bayi. atau mungkin menghilangkan beberapa kegiatan. Terganggunya tidur ibu pada malam hari karena bayinya menangis 14. Menangis dan takut apabila bayinya meninggal 7. Menghabiskan waktu bersama bayi yang terus menerus menangis sehingga membuat ibu frustasi 9. Takut melakukan hubungan suami isteri karena takut mengganggu bayi 17. dan seringkali akan merasa gembira mendapat pertolongan yang praktis. Setiap kegiatan ibu menjadi terbatas karena hadirnya seorang bayi 16. dapat diberikan pertolongan dari para ahli. ibu akan mengalami fase-fase sbb : 1. 3.3. Menahan rasa rindu dan merasa jauh dari suami 8. Adanya masalah dengan ibu 13. Para ibu ini membutuhkan dukungan pertolongan yang sesungguhnya. Stress bila bayinya kuning 12. Para ibu ini membutuhkan dukungan psikologis seperti juga kebutuhan fisik lainnya yang harus juga dipenuhi. Pengalaman selama proses persalinan sering berulang diceritakannya. 2. merawat diri dan bayinya sudah meningkat. misalnya dari seorang . Ibu sudah dapat menyesuaikan diri. yang rasa sakitnya menambah masalah bagi ibu. Mereka membutuhkan kesempatan untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka dari situasi yang menakutkan. Pada fase ini ibu memerlukan dukungan karena saat ini merupakan kesempatan yang baik untuk menerima berbagai penyuluhan dalam merawat diri dan bayinya sehingga timbul percaya diri. Perilaku anak semakin nakal sehingga ibu menjadi stress 10. E.

Secara garis besar dapat dikatakan bahwa dibutuhkan penanganan di tingkat perilaku. memasak. bantuan-bantuan praktis dan pemahaman secara intelektual tentang pengalaman dan harapan-harapan mereka mungkin pada saat-saat tertentu. yaitu: dokter dan bidan/perawat sangat diperlukan. mengganti suasana. Menyiapkan mental dalam menghadapi anak pertama yang akan lahir e. keluarga dan juga teman dekatnya.psikolog atau konselor yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Pengobatan medis. Dengan cara peningkatan support mental Beberapa cara peningkatan support mental yang dapat dilakukan keluarga diantaranya : a. bahkan merujuk para ahli psikologi/konseling bila memang diperlukan. Para ahli obstetri memegang peranan penting untuk mempersiapkan para wanita untuk kemungkinan terjadinya gangguan mental pasca-salin dan segera memberikan penanganan yang tepat bila terjadi gangguan tersebut. dengan bersosialisasi j. 4. Berolahraga ringan . Memperbanyak dukungan dari suami f. Suami menggantikan peran isteri ketika isteri kelelahan g. Belajar tenang dengan menarik nafas panjang dan meditasi b. konseling emosional. Tidurlah ketika bayi tidur c. Dapat memahami dirinya c. Cara mengatasi gangguan psikologi pada nifas dengan postpartum blues ada dua cara yaitu : 1. Dibutuhkan pendekatan menyeluruh/holistik dalam penanganan para ibu yang mengalami post-partum blues . Dukungan yang memadai dari para petugas obstetri. sosial dan psikologis secara bersama-sama. intelektual. penanganan pada klien postpartum blues pun dapat dilakukan pada diri klien sendiri. Memanggil orangtua ibu bayi agar bisa menemani ibu dalam menghadapi kesibukan merawat bayi c. termasuk penyulit-penyulit yang mungkin timbul dalam masa-masa tersebut serta penanganannya. Bayi menggunakan pampers untuk meringankan kerja ibu i. Ibu dianjurkan sering sharing dengan teman-temannya yang baru saja melahirkan h. misalnya dengan cara memberikan informasi yang memadai/adekuat tentang proses kehamilan dan persalinan. yaitu: suami. emosional. Dapat mendukung tindakan konstruktif. dengan melibatkan lingkungannya. Dengan cara pendekatan komunikasi terapeutik Tujuan dari komunikasi terapeutik adalah menciptakan hubungan baik antara bidan dengan pasien dalam rangka kesembuhannya dengan cara : a. b. menyiapkan susu dll. Mendorong pasien mampu meredakan segala ketegangan emosi b. Sekali-kali ibu meminta suami untuk membantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah seperti : membantu mengurus bayinya. Suami seharusnya tahu permasalahan yang dihadapi istrinya dan lebih perhatian terhadap istrinya d. diantaranya dengan cara : a. Suami sering menemani isteri dalam mengurus bayinya Selain hal diatas.

Kesempatan merawat bayi hanya datang 1 x i. segera beritahukan pada pasangan atau orang terdekat. Bergabung dengan kelompok ibu F. Jika memiliki masalah dan merasa tidak nyaman terhadap sesuatu. Ikhlas dan tulus dengan peran baru sebagai ibu e. Pelajari diri sendiri Pelajari dan mencari informasi mengenai Postpartum Blues. 3. stres dalam keluarga dan kepribadian si ibu. Tetaplah hidup secara sederhana dan menghindari stres. seperti sedih dan takut. memang belum ada jalan keluar yang mujarab untuk menghindari Postpartum Blues. serta meneliti faktor-faktor apa saja yang bisa memicu juga dapat dijadikan alternative untuk menghindari Postpartum Blues. Bicarakan rasa cemas dan komunikasikan g. Stres di keluarga bisa akibat faktor ekonomi yang buruk atau kurangnya dukungan kepada sang ibu. lakukan usaha yang terbaik dengan makan dan tidur yang cukup. agar dapat meminimalisir faktor resiko lainnya dan membantu melakukan pengawasan. Apabila terjadi. Bersikap fleksibel h. Hindari perubahan hidup sebelum atau sesudah melahirkan Jika memungkinkan. Tidur dan makan yang cukup Diet nutrisi cukup penting untuk kesehatan. setelah melahirkan akan mengalami stres yang tak menentu. hindari membuat keputusan besar seperti membeli rumah atau pindah kerja. Selain itu juga dapat mengkonsultasikan pada dokter atau orang yang profesional. Keduanya penting selama periode postpartum dan kehamilan. Hingga saat ini. Tidak perfeksionis dalam hal mengurusi bayi f. 2. 6. sangat . 4. Berikut ini beberapa kiat yang mungkin dapat mengurangi resiko Postpartum Blues yaitu : 1. Lakukan peregangan selama 15 menit dengan berjalan setiap hari. Beritahukan perasaan Jangan takut untuk berbicara dan mengekspresikan perasaan yang Anda inginkan dan butuhkan demi kenyamanan Anda sendiri.d. sehingga Anda sadar terhadap kondisi ini. Sikap proaktif untuk mengetahui penyebab dan resikonya.Hampir semua wanita. Olahraga Olahraga adalah kunci untuk mengurangi postpartum. 5. sebelum atau setelah melahirkan. sehingga dapat segera dan lebih mudah menyembuhkan postpartum yang diderita. PENCEGAHAN POSTPARTUM BLUES Menurut para ahli. Yang bisa dilakukan. maka Anda akan segera mendapatkan bantuan secepatnya. sehingga membuat Anda merasa lebih baik dan menguasai emosi berlebihan dalam diri Anda. memengaruhi terjadinya depresi ini. Perasaan emosional inilah yang memengaruhi kepekaan seorang ibu pasca melahirkan. Dukungan keluarga dan orang lain diperlukan Dukungan dari keluarga atau orang yang Anda cintai selama melahirkan. hanyalah berusaha melindungi diri dan mengurangi resiko tersebut dari dalam diri.

G. yaitu: suami. Lakukan pekerjaan rumah tangga Pekerjaan rumah tangga sedikitnya dapat membantu Anda melupakan golakan perasaan yang terjadi selama periode postpartum. hingga Anda merasa lebih baik setelahnya. . Jika Anda tahu apa yang diinginkan.diperlukan. beberapa jenis antidepressant yang sesuai dapat diberikan kepada ibu yang menyusui. Konseling yang dapat diberikan sebagai asuhan keperawatan terhadap klien dengan postpartum Blues diantaranya : 1. konselor dan terapis yang telah diberikan petunjuk-petunjuk khusus untuk dapat memberikan dukungan secara psikologis. karena grup tersebut juga mengikuti proses terapi atau kondisi yang sama dengan klien. Memberitahukan pada klien untuk menyadari bahwa dirinya bukanlah ibu yang buruk. Mintalah dukungan dari keluarga dan lingkungan Anda. Kondisi Anda yang belum stabil. bisa Anda curahkan dengan memasak atau membersihkan rumah. Dukungan kelompok Postpartum Blues Dukungan terbaik datang dari orang-orang yang ikut mengalami dan merasakan hal yang sama dengan Anda. meski pembantu rumah tangga Anda telah melakukan segalanya. Dalam psikoterapi. sosial dan psikologis klien secara bersamaan dengan melibatkan lingkungannya. moril dalam proses terapi. 9. akan membantu Anda dalam mengatasi rasa frustasi yang menjalar. keluarga dan juga teman dekatnya. sehingga nantinya Anda tak akan terkejut setelah keluar dari kamar bersalin. Carilah informasi mengenai adanya kelompok Postpartum Blues yang bisa Anda ikuti. intelektual. Bukan salah klien memiliki pemikiran atau perasaan yang berlebihan pada postpartum. atau siapa saja yang bersedia menjadi pendengar yang baik. bahwa mereka akan selalu berada di sisi Anda setiap mengalami kesulitan. Persiapkan diri dengan baik Persiapan sebelum melahirkan sangat diperlukan. Support group adalah sekelompok orang yang dipilih oleh psikolog. Ceritakan kepada mereka bagaimana perasaan serta perubahan kehidupan Anda. Inti dari Asuhan Keperawatan yang diberikan mencakup perilaku. Dukungan emosional Dukungan emosi dari lingkungan dan juga keluarga. Senam Hamil Kelas senam hamil akan sangat membantu Anda dalam mengetahui berbagai informasi yang diperlukan. Ceritakan pada pasangan atau orangtua Anda. Biasanya keberadaan orang-orang tersebut tidak diketahui secara pasti oleh klien. Asuhan keperawatan yang dapat diberikan salah satunya yaitu Support group. ASUHAN KEPERAWATAN PADA POST PARTUM BLUES Asuhan Keperawatan yang diberikan setelah melahirkan dapat berupa medikasi dan terapi atau kombinasi keduanya. pengalaman traumatis saat melahirkan akan dapat dihindari. 8. 10. Yakinkan diri Anda. emosional. sehingga Anda tidak merasa sendirian menghadapi persoalan ini. 11. pastisipasi dalam grup support dilakukan untuk memberikan dan menanamkan dukungan sosial terhadap individu agar dapat mengurangi tingkat depresi yang muncul. 7.

tekanan darah rendah. Pengkajian yang benar dan terarah akan mempermudah dalam merencanakan tinfakan dan evaluasi dari tidakan yang dilakasanakan. Bahkan lebih baik lagi untuk menemui dokter specialis kesehatan mental untuk meminta resep obat atau psikolog untuk berkonsultasi. penolong. letih. anjurkan klien untuk berkonsultasi dengan dokter tentang terapis & kelompok pendukung yang dapat menolong. Makan makanan bergizi(hindari alkohol dan kafein) b. pendidikan. umur. medical record dan lain – lain b. Nadi lemah. cara persalinan. HPHT b) Riwayat perkawinan meliputi : Usia kawin. riwayat pre eklampsia. Banyak istirahat dan tidur c. Anjurkan klien untuk memberitahu teman yang terpercaya mengenai perasaan yang dirasakan. Riwayat kesehatan 1) Riwayat kesehatan dahulu Riwayat penyakit jantung. Pengkajian terhadap klien postpartum Blues meliputi : a. penyakit jantung. banyaknya. hipertensi. hemofilia. pucat. penyakit ginjal kronik. 2) Riwayat kesehatan sekarang Keluhan yang dirasakan saat ini yaitu: kehilangan darah dalam jumlah banyak (>500ml). penyakit keturunan hemopilia dan penyakit menular. Berlatih secara rutin(berjalan selama 20 mnit atau lebih) e. ekstremitas dingin. dan pre eklampsia. Pergi keluar untuk mendapat cahaya matahari d. keluhan waktu haid. berisikan informasi subjektif dan objektif dari klien yang diperoleh dari wawancara dan pemeriksaan fisik. tempat implantasi plasenta. Identitas klien Data diri klien meliputi : nama. alamat. haus. apakah ada abortus. Pengkajian dilakukan secara sistematis. gelisah. hamil tua. baunya . khususnya bila muncul kekhawatiran akan menyakiti diri sendiri atau bayi anda. tempat . Pengkajian Pengkajian merupakan langkah awal dari proses keperawatan. kegagalan kompresi pembuluh darah.2. lamanya siklus. kawin yang keberapa. dan mual. Bila perlu. 4. retensi sisa plasenta. 4) Riwayat obstetrik a) Riwayat menstruasi meliputi: Menarche. Sistematika Asuhan Keperawatan yang dapat dilaksanakan yaitu : 1. pekerjaan. retensi plasenta Riwayat persalinan meliputi: Tua kehamilan. Usia mulai hamil c) Riwayat hamil. 3) Riwayat kesehatan keluarga Adanya riwayat keluarga yang pernah atau sedang menderita hipertensi. melewatkan waktu bersama keluarga dan teman-teman 3. trauma jalan lahir. Menyediakan waktu untuk diri sendiri(untk sejenak menghindari tugas-tugas dan urusan bayi) f. lokea berwarna merah. persalinan dan nifas yang lalu Riwayat hamil meliputi: Waktu hamil muda. pusing. Memberitahu klien untuk memperlakukan dirinya dengan baik dengan cara: a.

apakah ada kesulitan dalam persalinan anak lahir atau mati. tinggi fundus uteri dan kontraksi d) Riwayat Kehamilan sekarang. apakah ada pendarahan. tinggi badan. ancaman perubahan pada status kesehatan atau kematian. Setelah post partum bluesnya sudah sembuh. Hamil muda. meliputi komposisi makanan. keadaan gizi akibat mual. keluhan selama hamil tua. 3. BAB harus ada 3-4 hari postpartum sedangkan miksi hendaklah secepatnya dilakukan sendiri (Rustam Mukthar. frekuensi. d. konsistensi. 2) Eliminasi. Ansietas berhungan dengan krisis situasi. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan vaskuler yang berlebihan. nadi. peningkatan tekanan darah. cukup kalori. keramas. sayur-sayuran dan buah – buahan. penurunan Hb. keluhan lain. Adanya perubahan pola miksi dan defeksi.bersalin. Pengalaman a. Diagnosa Keperawatan yang mungkin muncul a. Adapun makan dan minum pada masa nifas harus bermutu dan bergizi. banyak cairan. FAKTA MENGENAI POST PARTUM BLUES 1. Tapi dampaknya pada diri ibu sepertinya cukup hebat. Dia juga sering memarahinya untuk kesalahan yang sepele atau bahkan karena anaknya tidak bersalah sama sekali. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan trauma jaringan. Resiko tinggi terhadap nyeri berhubungan dengan trauma/ distensi jaringan. 1. panjang waktu lahir. c. Riwayat antenatal care meliputi : Dimana tempat pelayanan. Kadang dia membiarkannya menangis sampai bayinya diam sendiri karena kecapekan atau tertidur. e. Pola aktifitas sehari-hari 1) Makan dan minum. Dia memarahinya hanya karena merasa terganggu. Ibu jadi tidak percaya . 4) Personal hygiene meliputi : Pola atau frekuensi mandi. suhu. ASI cukup atau tidak dan kondisi ibu saat nifas. makanan yang mengandung protein. b. keluhan selama hamil muda 2. meliputi pola dan defekasi. berat badan anak waktu lahir. 2. f. baik sebelum dirawat maupun selama dirawat. dia bisa menyayangi anaknya itu seperti saudara-saudaranya yang lain. respon fisiologis. pernafasan. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan hipovelemia. Stasis cairan tubuh. perawatan serta pengobatannya yang didapat c. jumlah warna. Riwayat nifas meliputi: Keadaan lochea. 1995 ) 3) Istirahat atau tidur meliputi gangguan pola tidur karena perubahan peran dan melaporkan kelelahan yang berlebihan. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang pemajanan atau tidak mengenal sumber informasi H. Kasus Pertama Setelah melahirkan anak pertama yang berjenis kelamin perempuan seorang ibu mengalami post partum blues dengan menolak bayinya. baik sebelum dan selama dirawat serta perawatan mengganti balutan atau duk. peningkatan berat badan. Hamil tua. beberapa kali. menggosok gigi.

Kontrakan suami istri tersebut jauh dari orang-orang Indonesia lainnya. 2. EDPS juga telah teruji validitasnya di beberapa negara seperti Belanda. Dia lari dan bersembunyi di belakang bis tingkat yang dipajang di halaman museum. Atas saran seorang dosen. Padahal Ibu dan ayahnya juga kedua adiknya ada di dekatnya. Singkat kata. Swadia . beliau menyuruh mereka pulang berlibur ke Indonesia dengan tiket ditanggung sekolah. anak pertama mereka lahir. Beliau ternyata benar-benar ahli dalam memberikan terapi. Ada teman-teman orang Iran yang menengok sesekali. Peneliti mendapati bahwa nilai scoring lebih besar dari 12 memiliki sensitifitas 86 % dan nilai predikasi positif 73 % untuk mendiagnosa kejadian post partum blues . Kuesioner ini terdiri dari 10 pertanyaan dimana setiap pertanyan memiliki 4 pilihan jawabanya yang mempunyai nilai skor dan harus dipilih satu sesuai dengan gradasi perasaan yang dirasakan ibu pasca salin saat ini. Beliau merekomendasikan suami untuk skip kuliah semester itu supaya dapat mendampingi ibu di rumah. Pertanyaan harus dijawab sendiri oleh ibu dan rata-rata dapat diselesaikan dalam waktu 5 menit . seorang ulama. Alhamdulillah. karena ibu masih sering nangis dan marah-marah. Pertanyaan-pertanyaan berhubungan dengan labilitas persaaan kecemasan persaan bersalah serta mencakup hal-hal yang terdapat pada post-partum blues . bertanya untuk hal-hal sepele (boleh tidak melakukan ini atau itu. b. Ibu merasa sudah menjadi monster untuknya. Terakhir.diri. Biaya telpon saat itu masih sangat mahal sehingga tidak mungkin menelpon berlama-lama untuk sekedar curhat kepada Ibu. Australia. Edinburg Postanal Depression Scale (EDPS) merupan kuesioner dengan validitas yang teruji yang dapat mengukur intensitas perubahan suasana depresi selama 7 hari pasca salin. Untuk skrining ini dapat dipergunakan beberapa kuesinor sebagai alat Bantu. bukannya memeluk Ibu atau ayahnya. karena itu lari bersembunyi. takut melakukan sesuatu. yang menanganinya adalah langsung kepala lembaga itu. Dan yang membuat Ibu sedih pernah waktu jalan-jalan ke taman mini. Pasca persalinan. Penanganan a.Kasus Kedua Seorang ibu melahirkan anak pertama enam tahun di Iran. hanya dengan didampingi suami. mereka pun berkonsultasi kepada lembaga konseling yang disediakan pihak sekolah. kondisi yang oleh para psikolog disebut Postpartum Blues. Penanganan Postpartum Blues di luar negeri Diluar negeri skrining untuk mendeteksi gangguan mood / depresi sudah merupakan acuan pelayanan pasca salin yang rutin dilakukan . di museum transportasi anaknya ketakutan mendengar bunyi kereta. kondisi psikologis ibu benar-benar kacau. akhirnya ibu pun sembuh dari postpartum blues. dalam kesepian itulah. Mereka pun direkomendasikan untuk jalan-jalan ke luar kota dengan biaya dari pihak sekolah. Anaknya itu tidak percaya bahwa Ibunya bisa melindunginya. tapi tentu saja komunikasi tidak bisa terjalin dengan sangat akrab. tidak ada ibunda atau sanak saudara. Kebetulan. Italia dan Indonesia . Jongkok sambil menutup telinganya. yang mana yang harus dia pilih dan sebagainya). EDPS dapat dipergunakan dalam minggu pertama pasca salin dan bila hasilnya meragukan dapat diulangi pengisiannya 2 minggu kemudian . Postpartum Blues tidak memerlukan penanganan khusus Postpartum blues merupakan sindrom yang paling ringan diantara beberapa sindrom . b.

orang tua membawa bayinya ke psikolog justru karena mereka yang bermasalah. Meski bisa juga diobati lewat akupuntur atau obat tradisional untuk menghilangkan kelelahan. Jurus-jurus yang bermanfaat untuk diterapkan pada persalinan kedua dalam melawan Postpartum Blues 1) Jurus pertama Sebelum si bayi lahir. 3) Jurus Ketiga Usahakan tidur sebanyak mungkin (bahkan kalau ada kesempatan 10 menit pun." kata Ergin. Di sini letak pentingnya pemahaman suami sebelum melahirkan. Kondisi ibu dengan postpartum blues seperti ini akan sangat berpengaruh bagi kondisi mental bayinya. masalah orang tua memang bisa merembet ke bayi. perkenalkan apa itu postpartum blues pada suami. minum yang banyak dan jalan-jalan pagi/sore setiap hari. c. Namun setelah konsultasi berjalan. Banyak kalangan menganggap bahwa cara terbaik untuk menyembuhkannya adalah beristirahat. termasuk bagaimana kiat yang harus ditempuh agar bayi bisa tetap terstimulasi. semuanya berkaitan. pengetahuan tentang gejala postpartum blues akan membuat berpikir. Biasanya kondisi ini bisa tuntas setelah dua hingga tiga minggu setelah melahirkan. Misal. Misalnya. ada hal-hal yang perlu dilakukan . Si ibu perlu rileks untuk pemulihan fisik maupun mental. ya. Menkonsultasikan bayi ke Psikolog Kadang. Saat dibawa ke psikolog. Ini tentu harus dicarikan jalan keluar yang tepat. waspadalah dan kenalilah gejala-gejala postpartum blues. Untuk tetap kuat. Harus ada anggota keluarga atau orang lain yang membantunya melakukan pekerjaan rumah. Sindrom ini dialami oleh 80 persen ibu yang pertama kali melahirkan. penelusuran latar belakang masalah bayi akan sampai juga pada masalah ibu sehingga sindrom postpartum blues ikut terdeteksi dan selanjutnya akan ditangani dengan konseling atau psikoterapi. d. ia juga perlu berbagi cerita dengan sesama ibu baru yang memiliki pengalaman baby blues. Sadarilah. orang tua juga bermasalah. terungkaplah kalau si orang tua sedang bermasalah dan mereka mengkhawatirkan kondisi tersebut berpengaruh terhadap perkembangan si bayi. gunakan untuk tidur). pasti akan hilang seminggu-dua minggu lagi… sabar…sabar…” 2) Jurus kedua Lepaskan saja emosi. apalagi merasa:”Aku ini bukan ibu yang baik”. supaya si ibu bisa tidur enak. ini normal. Bagaimanapun. jadi tidak perlu ada rasa bersalah. Jenis depresi ini tidak perlu pengobatan khusus. ketika perasaan kacau-balau setelah melahirkan. tidak perlu ditahan-tahan. “Oh. Mau menangis ataupun marah keluarkan saja. bayi juga bisa terpengaruh. ia juga perlu makanan yang bergizi.pasca melahirkan lainnya. "Kalau bayi bermasalah. tadinya mereka datang untuk menanyakan perkembangan bayinya. Bukankah bayi adalah bagian dari keluarga? Jadi. Namun. bahwa kondisi ini normal dan dialami oleh hampir semua ibu. Di samping itu. Hal ini sangat berguna dalam menghadapi ancaman postpartum blues. Bayi akan memberikan respons yang serupa dengan ibunya dalam bentuk sering rewel tanpa sebab. Sebaliknya kalau orang tua bermasalah.

bayi yang menjengkelkan (karena menangis dan menyusui terus menerus) beberapa bulan lagi akan menjadi bayi mungil yang menakjubkan. Berbicara dengan orang lain adalah salah satu obat terbaik dalam mengatasi postpartum blues. urusan lain biar nanti diurus. cucian yang menumpuk. tidak perlu repot-repot masak lagi.indocina. Dengan cara ini. Memikirkan hal itu malah membuat resah dan susah tidur. dititipkan ke tetangga dulu selama ayah sedang di kantor.diantaranya jangan pedulikan keadaan rumah yang berantakan. suami teriak. antara lain dengan cara: Mandi berlama-lama (tentu saja. Yang penting tidur dulu.com/kemayoran/kesehatan005. ingatlah betapa beruntungnya kita karena telah dikaruniai anak oleh Tuhan. Buat manajemen pasca kelahiran (sebelum bayi lahir. jadi tiap akan makan. Online internet dan chatting. perkirakan situasinya: misalnya suami harus kerja. malah lebih bagus lagi tentang hal-hal lain. untuk mengingat bahwa rasa sakit. 4) Jurus Keempat Menyegarkan diri sendiri. 5) Jurus kelima Sadarilah bahwa badai pasti berlalu. Setiap kali merasa susah hati. anak harus sekolah.html http://www. si ibu tidur. kondisi rumah akan terkendali.dunia-ibu. Yang dibicarakan tidak harus selalu tentang bayi. pasca melahirkan.net/viewtopic. pikirkan bagaimana caranya agar si kakak tidak mengganggu tidur ibu (misalnya. simpan di kulkas. kakak. “Maaa…bajuku yang biru itu di mana??” Bila sudah ada si kakak. tidak ada apa-apanya dengan nikmat karunia anak yang sehat dan lucu. Memberi tahu suami dan si kakak letak barang-barang kebutuhan mereka.org/html/baby_blues. jalan-jalan sendiri saja ke mall untuk cuci mata atau shopping untuk diri sendiri. lelah. Contoh manajemen itu diantaranya membuat masakan banyak-banyak. adik. dan hal lainnya. perasaan tak karuan.php?f=28&t=7446 http://www. Ucapkan alhamdulillah banyak-banyak. Kalau sudah kuat jalan. teror tangis bayi lambat laun akan berubah menjadi ocehan dan tawa yang menggemaskan. lalu buat planning untuk memanage segala sesuatunya. atau dimasukkan ke play group). Rasa sakit setelah melahirkan pasti akan sembuh. DAFTAR PUSTAKA http://www. dan lain-lain. ketika ada si ayah yang menunggui bayi). misalnya tentang sinetron yang sedang ngetop di tv. Bila memungkinkan. bila sanggup. tinggal dihangatkan. rasa sakit ketika awal-awal memberi ASI pasti akan hilang. menyewa asisten ataupun pembantu minimalnya untuk sebulan sampai dua bulan setelah melahirkan. atau.html . atau teman-teman. pergilah jalan-jalan ke taman dekat rumah bersama suami. Dandan yang cantik (melihat diri di cermin dan menatap penampilan lusuh dan lesu diri sendiri pasca melahirkan sangat mungkin akan menambah stress). ini akan menyelesaikan banyak masalah. sehingga tidak ada kejadian.mitrakeluarga. Menelpon ibu.

html http://www.com/child-consultation/cara-mengatasi-baby-blues.com/journal/item/8 zietraelmart .co.php3?edisi=06304&rubrik=bayi Tags: kuliah Prev: PROTEIN Next: KLIMAKTERIUM DAN MENOPAUSE http://zietraelmart.korantempo.bayisehat.html http://www.com/news/2003/3/2/Keluarga/17.multiply.http://pdpersi.id/?show=detailnews&kode=2208&tbl=cakrawala http://www.tabloid-nakita.com/artikel.