Optimalisasi Perlindungan Hak Saksi dan Korban Dalam Upaya Memberantas Tindak Pidana Korupsi Oleh Rendy Ivaniar

“Indonesia boleh bangga sebagai bangsa yang memiliki keanekaragaman suku, agama dan budaya. Mungkin juga bangga akan kemajuan peradaban masa lalunya. Tapi kini tidakkah ada hal baru atau prestasi yang pantas kita banggakan? Salah satu prestasi sesungguhnya bagi bangsa Indonesia adalah bila bangsa Indonesia mampu memberantas korupsi di negeri tercinta...!”1

Sesuai dengan karakteristiknya korupsi merupakan benalu sosial yang merusak struktur pemerintahan, sehingga menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan. Banyak tantangan yang harus dihadapi dan upaya yang harus dilakukan guna memberantas korupsi, mulai dari pembentukan lembaga yang bertugas mengawasi kinerja lembaga negara lainnya hingga melibatan peran serta masyarakat. JIka kita menilik sejarahnya, korupsi sudah berlangsung lama, sejak zaman Mesir Kuno, Babilonia, Roma, abad pertengahan hingga sampai sekarang, sehingga korupsi telah menyebar diberbagai belahan dunia, tak terkecuali di negara-negara maju sekalipun. Di negara Amerika Serikat sendiri yang sudah begitu maju masih ada praktekpraktek korupsi. Sebaliknya, pada masyarakat yang primitif dimana ikatan-ikatan sosial masih sangat kuat dan kontrol sosial yang efektif, korupsi relatif jarang terjadi. Tetapi dengan semakin berkembangnya sektor ekonomi dan politik serta semakin majunya usaha-usaha pembangunan dengan pembukaan-pembukaan sumber daya alam yang baru di negara berkembang, maka semakin kuat dorongan individu terutama di kalangan pegawai negeri untuk melakukan praktek korupsi dan usaha-usaha penggelapan. Akhir-akhir ini masalah korupsi sedang hangat-hangatnya dibicarakan oleh publik, terutama dalam media massa baik lokal maupun nasional. Banyak para ahli mengemukakan pendapatnya tentang masalah korupsi dan banyak pula dibentuk lembaga pengawasan disegala bidang, akan tetapi korupsi, gratifikasi, dan suap tidak dapat

berkurang bahkan kian menggila. Memang harus diakui jika hal tersebut telah menjadi perilaku yang membudaya, mulai dari yang berpenghasilan kecil sampai yang
1

KPK, Mengidentifikasi dan Memberantas Korupsi. Jakarta

berpenghasilan besar. Permasalahan akan korupsi di Indonesia selain karena kurangnya keterlibatan masyarakat dalam hal pengawasan juga kurangnya keterlibatan masyarakat perihal pembuktian dengan menjadi saksi. Korupsi menjadikan beban hidup yang harus dipikul melampaui dari kemampuan rakyat itu sendiri. Apa yang terdapat dipemikiran masyarakat bahwa pemberantasan korupsi adalah tugas negara saja merupakan sesuatu yang harus dirubah. Secara tidak langsung korupsi telah menyebabkan krisis ekonomi berkepanjangan yang mengakibatkan melemahkan kemampuan keuangan negara dan hutang kepada pihak luar negeri semakin menggunung. Oleh karena itu dilatarbelakangi masih banyaknya masyarakat yang takut untuk menjadi seorang saksi. media dan pemerintah. mulai dari masyarakat. tetapi juga bukan untuk menggeneralisir. Coba tanyakan kepada beberapa orang mengenai korupsi. pemerintahan daerah pun juga sering terjangkiti oleh penyakit korupsi ini. Seyogyanya pemberantasan korupsi sebagai gerakan nasional harus melibatkan semua peranan stakholder. namun sekedar menjelaskan adanya sebagian oknum yang melakukan korupsi dan rakyatlah yang harus membayar apa yang dinikmati koruptor itu.2 Akan tetapi kesadaran masyarakat dalam mengetahui bahaya korupsi bahkan masih jauh dari yang diharapkan. masyarakat telah terjebak dengan pemikiran-pemikiran yang salah. Mereka seakan mempunyai kebencian terhadap pemerintahan perihal pemberantasan korupsi. Tidak hanya menjangkit dilingkup pemerintahan pusat saja. Terlalu pragmatis memang. bahkan mereka akan menyalahkan pemerintah dan para penegak hukum. Seperti apa yang membuat Indonesia penuh korupsi? Bagaimana pemberantasan korupsi di Indoneia? Apakah korupsi di Indonesia terus meningkat? Pasti tidak banyak masyarakat yang merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan itu. maka pemerintah membuat Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang didasari oleh peraturan 2 http://lawan. Banyak kesempatan dalam seminar dan diskusi yang sering kali menyuguhkan opini terkait rendahnya kesadaran masyarakat akan bahayanya korupsi baik untuk rakyat maupun pembangunan berkelanjutan. Dari beberapa kasus yang telah diusut oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sudah dapat dipastikan kerugian negara mencapai ratusan miliar rupiah. “ Lalu siapa yang akan mebayar hutang-hutang itu?” Tentu saja rakyatlah yang harus membayar hutang itu. Harus jujur kita akui bersama.us/link/grafik-korupsi-di-indonesia/ . akademisi.

3 Bahkan menurut satgas anti mafia hukum.tribunnews. http://www. telah dimulai sejak awal proses peradilan pidana. Pentingnya kedudukan saksi dalam proses peradilan pidana. Sistem Peradilan Pidana (Criminal Justice Sistem). akan tetapi ternyata hal tersebut belum membuat masyarakat merasa yakin atas keamanan yang dijaminkan karena ternyata masih banyaknya masyarakat enggan untuk bersaksi. tentu dampaknya sangat terasa bila dalam suatu perkara tidak diperoleh saksi. Nyoman Serikat Putra Jaya mengemukakan bahwa dalam hukum positif di Indonesia. Dengan demikian peraturan perlindungan saksi ini merupakan pedoman dalam melakukan formulasi hukum pidana dalam satu sistem hukum yang baku. 5. Sebagai alat bukti utama.Semarang: 2006). Undang-undang ini merupakan karya terbaru bangsa dalam perkembagan hukum pidana Indonesia yang mengilhami sebuah cita-cita hukum dengan melindungi hak asasi segenap bangsa Indonesia terutama hak saksi dan korban dalam proses peradilan. (Bahan Kuliah Program Magister Ilmu Hukum Universitas Diponegoro . perlu dilakukan perlindungan bagi saksi dan/atau korban yang sangat penting keberadaannya dalam proses peradilan pidana secara komprehensif.perundang-undangan yaitu Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.com/2011/02/16/satgas-uu-lpsk-indikasikan-banyak-kelemahan . Penegak hukum dalam mencari dan menemukan kejelasan tentang tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana sering mengalami kesulitan karena tidak dapat menghadirkan saksi dan/atau korban disebabkan adanya ancaman. sebagaimana terlihat dalam Pasal 184 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. yaitu dalam sebuah formulasi hukum sistem peradilan pidana Indonesia.4 Perlu dipahami bersama bahwa salah satu alat bukti yang sah dalam proses peradilan pidana adalah keterangan saksi dan/atau korban yang mendengar. Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban diindikasi masih banyak menuai kelemahan. Harus diakui bahwa terungkapnya kasus 3 4 Nyoman Serikat Putra Jaya. hal. baik fisik maupun psikis dari pihak tertentu. Sehubungan dengan hal tersebut. masalah perlindungan saksi dan korban mendapat pengaturan yang sifatnya sangat sederhana dan parsial. atau mengalami sendiri terjadinya suatu tindak pidana dalam upaya mencari dan menemukan kejelasan tentang tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana. Kedudukan saksi dalam proses peradilan pidana menempati posisi kunci. melihat. Jika kita bahas lebih lanjut ternyata ketidak komprehensifan yang menyebabkan terjadinya hal itu.

uii. Pengadilan serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sendiri. mengingat 5 6 Surastini Fitriasih. sedikit banyak kekurangan perlndungan terhadap Susno dan Nasarudin pasti akan mempengaruhi kepada ketulusan dan kepercayaan masyarakat dalam menjadi saksi untuk mengungkap suatu korupsi.org/mod=tema&op=viewarticle&artid=53 http://repository.ac. http/www. oleh karena itu diperlukanlah harmonisasi dan revisi terhadap peraturan perundangundangan yang ada.5 Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan oleh Universitas Islam Indonesia serta berdasarkan hasil dari wawancara dari para responden. belum hilang diingatan kita tentang minimalnya perlindungan mantan kabareskrim Susno Djuadi yang dengan itikad baiknya telah mengungkap kasus korupsi dilingkup perpajakan. Muncul baru lagi tentang kasus Nasarudin Dzulkarnaen yang mencoba mengungkap kasus korupsi di badan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Memang terlihat sepele. Adapun hak yang belum bisa terlaksanakan dengan baik adalah hak saksi ataupun korban untuk mendapatkan biaya penggantian transportasi. Calon saksi pasti akan berpikir ulang seribu kali jika melihat tidak adanya perlindungan terhadap saksi seperti kasus-kasus Susno dan Nasarudin tersebut. Kejaksaan. dapat dikatakan bahwa pelaksanaan hak-hak saksi dan korban dalam sistem peradilan pidana belum sepenuhnya terlaksana oleh aparat penegak hukum baik itu dari pihak Kepolisian. 6 Seperti halnya kasus yang terjadi belakangan ini. jikalau masyarakat tidak mau menjadi saksi korupsi maka korupsi akan sulit untuk diberantas. hal ini terjadi karena belum adanya peraturan pemerintah yang mengatur mengenai hal tersebut sehingga menghambat penggantian biaya transportasi. “Perlindungan Saksi Dan Korban Sebagai Sarana Menuju Proses Peradilan (Pidana) Yang Jujur Dan Adil”.pdf .pelanggaran hukum sebagian besar berdasarkan informasi dari masyarakat. Memang betul. Jadi jelas bahwa saksi mempunyai kontribusi yang sangat besar dalam upaya menegakkan hukum dan keadilan.antikorupsi. sehingga jika hukum yang menjamin dan melindunginya tidak berjalan maksimal tak perlu bertanya lagi tentang kapan pesta korupsi di Indonesia ini akan usai. Para saksi yang kecewa dan kehilangan kepercayaan pasti tak cukup puas dengan penjaminan yang ada sekarang.id/410/SK/I/0/00/000/000928/uii-skripsi-perlindungan%20hukum%20b06410291-YK%20PURI%20FEBNI%20SHITA-3537519231-abstract. Kecurigaan masyarakat akan adanya persekongkolan dibadan penegak hukum yang kita sebut mafia hukum pun muncul kembali. akan tetapi tidak semua saksi mampu untuk membiayai sendiri transportasi yang diperlukan.

Adapun fakor-faktor yang menghambat pelaksanaan hak-hak saksi dan korban dalam sistem peradilan pidana yaitu faktor dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban itu sendiri dimana dalam undang. Satu lagi kekurangan dari Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 ini adalah mengenai perlindungan terhadap pelapor pelaku atau yang sering kita kenal dengan sebutan wistle blower si-peniup peluit. melainkan juga ada dalam lingkup pemerintahan daerah. Memang dalam Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban sudah tersirat mengenai wistle blower. Selain itu faktor lain yang menghambat adalah aparat penegak hukumnya sendiri yang sering tidak memperdulikan hak-hak saksi dan korban yang dikarenakan tingkat pengetahuan saksi dan korban mengenai hukum masih sangat kurang. maka dari itu sosialisasi yang dilakukan harus bersifat masif dan sangat penting dibentuk LPSK disetiap daerah mengingat kasus didaerah tidak sedikit khususnya kasus korupsi. hal ini juga dikarenakan masih kurangnya sosialisasi dari pihak penegak hukum khususnya dari LPSKnya sendiri kepada masyarakat yang berada di luar Jakarta. yaitu pada pasal 10 ayat (2) yang berbunyi “Seorang Saksi yang juga tersangka dalam kasus yang sama tidak dapat dibebaskan dari tuntutan pidana apabila ia ternyata terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. tetapi kesaksiannya dapat dijadikan pertimbangan hakim dalam meringankan pidana yang akan dijatuhkan”.datangnya saksi dalam persidangan merupakan kewajiban hukum yang harus dilaksanakan akan tetapi apakah kita juga menyalahkan saksi apabila saksi tidak hadir karena alasan ketidakmampuan biaya transportasi. sehingga dengan adanya LPSK didaerah maka akan dapat membantu pembongkaran kasus korupsi dan saksi pun ada yang melindungi. mengingat korupsi tidak hanya ada pada pemerintahan pusat saja. membuat masyarakat didaerah banyak yang tidak mengetahui bahwa telah ada lembaga yang bertanggungjawab dalam pemberian hak-hak saksi dan korban. Faktor anggaran dari pemerintah yang tidak memberikan alokasi dana yang cukup untuk pelaksanaan pemberian hak-hak bagi saksi dan korban yang berada didaerah dan juga mengenai LPSK sendiri yang hanya ada di Ibu Kota Negara.undang tersebut terdapat tata cara atau prosedur bagi seorang saksi ataupun korban yang ingin dilindungi oleh LPSK namun menemui proses yang sangat rumit dan harus melewati prosedur yang sangat panjang. Seharusnya menurut hemat penulis pemerintah harus .

Kejadian ini seharusnya cukup menjadi pelajaran berharga bagi kita semua sebagai generasi penerus bangsa. Masih sangat terasa keprihatinan bangsa ketika mendengar berita diberbagai surat kabar dan media massa bahwa adanya penggelapan uang pajak yang dilakukan oleh Gayus Tambunan yang dibongkar oleh Susno Duadji maupun pembongkaran kasus korupsi yang dilakukan oleh mantan bendahara Partai Demokrat Nasarudin Zukarnaen yang saat ini masih diproses. Kedua. Pembenahan internal yang harus dilakukan berupa sosialisasi kepada masyarakat tentang adanya LPSK dan membentuk cabang didaerah sehingga memudahkan saksi untuk meminta perlindungan. Pertama. sehingga sedikit orang yang mau menjadi saksi dan membongkar kasus korupsi. Sudah saatnya pemerintah melakukan pembenahan diri khusunya dalam hal perlindungan saksi dan korban guna memberantas kasus korupsi baik dipusat maupun didaerah. Kasus Gayus dan Nazarudin dapat diandaikan sebagai suatu kasus gunung es.3 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban juga sangat urgent dilakukan dalam hal penyederhanaan tata cara permohonan perlindungan. yang bersangkutan harus mempunyai info penting untuk mengungkap kejahatan itu. . LPSK memerlukan pembenahan diri yang didukung dengan dasar hukum yang pasti dan komprehensif. dan ketiga tidak ingin mengulangi kejahatannya lagi. akan tetapi upaya yang dilakukan oleh pemerintah dirasa masih sangat minimal terutama dalam hal perlindungan saksi dan korban. penggantian uang transportasi dan memasukan point emas berupa pembahasan secara detail tentang wistle blower mengingat kasus korupsi masih terus terjadi. Pembenahan Undang-Undang No. Sayangnya banyaknya berita negatif belakangan ini membuat pola pikir yang keliru dan menurunnya secara drastis kepercayan masyarakat kepada pemerintah. kasus Gayus hanya sebagian kecil saja yang terlihat dari banyak kasus korupsi dan mafia hukum yang ada di Indonesia saat ini. Tidak adanya perlindungan terhadap para saksi menggambarkan bahwa kita telah lengah dalam pengawasan peradilan.mengapresiasi dan memberikan sesuatu kepada whistle blower. akan tetapi kita tetap harus mengedepankan rasa keadilan. Sebagai tombak pelayanan publik dalam hal perlindungan saksi. dia bukan aktor intelektual yang berada di balik layar kejahatan. Harus terdapat syarat-syarat untuk seorang whistle blower agar dapat dibebaskan dari hukum.

us/link/grafik-korupsi-di-indonesia/ http://www. Jakarta Nyoman Serikat Putra Jaya.com/2011/02/16/satgas-uu-lpsk-indikasikan-banyak-kelemahan http/www.pdf .ac.tribunnews.id/410/SK/I/0/00/000/000928/uii-skripsi perlindungan%20hukum %20b-06410291-YK%20PURI%20FEBNI%20SHITA-3537519231-abstract.Semarang: 2006).DAFTAR PUSTAKA Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban Media Cetak KPK. Mengidentifikasi dan Memberantas Korupsi. Sistem Peradilan Pidana (Criminal Justice Sistem). (Bahan Kuliah Program Magister Ilmu Hukum Universitas Diponegoro . Surastini Fitriasih. 5. hal.org/mod=tema&op=viewarticle&artid=53 http://repository. “Perlindungan Saksi Dan Korban Sebagai Sarana Menuju Proses Peradilan (Pidana) Yang Jujur Dan Adil” Media Elektronik http://lawan.uii.antikorupsi.

id : Hukum/Ilmu Hukum : 4/2009 : Brawijaya : SMAN 1 Glagah Banyuwangi 1. Optimalisasi Ketahanan Pangan Kota Batu (Peraih Hibah Penelitian Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Tahun 2010). Perancangan Undang-Undang Keamanan Nasional (Juara I Legislatif Drafing Universitas Padjajaran Tahun 2011). Menegakkan Budaya Membayar Pajak Melalui Upaya Prefentif dari Zakat (Juara II Lomba Esai IPB Tahun 2011) .DAFTAR RIWAYAT PENULIS Nama NIM TTL Alamat Telepon Email Fakultas/Jurusan Semester/Angkatan Universitas Riwayat Terakhir Pendidikan Karya Ilmiah : : RENDY IVANIAR : 0910110213 : Banyuwangi. Kertoasri No. 4. 06 November 1990 : Jl. 5. Portable Printer (Juara I Kompetisi Kewirausahaan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Tahun 2009).co. Pajak Adalah Zakatku Yang Kedua (Juara II Kompetisi karya Tulis Mahasiswa Dirjen Pajak Kota Malang Tahun 2011). 3.103 Kota Malang : 081934751206 : rendy_joker@yahoo. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful