Está en la página 1de 3

Ancaman Serius Degradasi Ekosistem

28 Dec 2005

Manusia yang memiliki peran besar dalam kehidupan dan sistem di biosfer ini
ternyata merupakan mahluk yang cukup rentan terhadap perubahan yang
terjadi pada ekosistem global. Menurut laporan terbaru WHO, disampaikan
betapa besar peran ekosistem dalam menunjang kehidupan manusia. Tidak
hanya itu, kerusakan atau degradasi pada ekosistem memiliki dampak yangs
serius bagi kesehatan manusia. Bahkan perubahan yang merugikan tersebut
dapat mempengaruhi pembangunan ekonomi.

Melalui Lpaoran WHO yang berjudul Ecosystems and Human Well-being:


Health Synthesis para ilmuwan memperingatkan bahwa akibat merugikan
degradasi ini bagi kesehatan manusia telah dirasakan dan dapat berkembang
menjadi lebih buruk secara signifikan hingga 50 tahun mendatang. Bagai dua
sisi mata uang yang tidak terpisahkan, perubahan yang dibuat oleh manusia,
di satu pihak memang mendatangkan manfaat dan berbagai kemudahan,
namun secara bersamaan kemajuan yang dibuat manusia juga berakibat
merugikan bagi kesehatan.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Jenderal WHO, Dr. LEE Jong-wook. ?
Lebih dari 50 tahun terakhir manusia telah merubah ekosistem alami lebih
cepat dan berdampak hebat dibandingkan periode sebelumnya sepanjang
sejarah manusia,? kata Dr. LEE, seperti yang dilansir situs resmi organisasi
kesehatan dunia tersebut. Dr. LEE menambahkan, selain itu perubahan
ekosistem telah menyebabkan dampak bagi kesehatan, kesejahteraan dan
pembangunan ekonomi, bahkan tidak semua wilayah dan sekelompok orang
mendapatkan manfaat dari perubahan ini. Hampir 60% dari keuntungan
yang diberikan oleh ekosistem untuk mendukung kehidupan di bumi, seperti
air bersih, udara bersih dan iklim yang stabil sedang mengalami degradasi
atau tidak bisa digunakan lagi. Populasi yang paling merasakan dampak dari
kerusakan ini adalah komunitas yang bergantung secara langsung pada
ekosistem alam bagi pemenuhan kebutuhan dasar mereka.

Kerusakan ekosistem ibarat bom waktu dengan dampak potensial yang tidak
terduga yang cepat atau lambat akan menghasilkan ?ledakan? parah bagi
kesehatan manusia. Wilayah yang menghadapi risiko tersebut antara lain ;
Sub Sahara Afrika, Asia Tengah, sebagian Amerika Latin dan wilayah tertentu
di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Beberapa masalah serius akibat degradasi
ekosistem yaitu :

1. Gizi. Degradasi lingkungan berpengaruh terhadap malnutrisi dan


ekosistem. Pertanian merupakan faktor yang berpengaruh terhadap
malnutrisi yang terjadi pada 800 juta orang di seluruh dunia.
Sedikitnya terdapat milyaran penduduk dunia mengalami kekurangan
mikronutrien kronis
2. Penyediaan air berish. Air merupakan kebutuhan dasar manusia, oleh
karena itu keamanan air untuk minum dan keperluan hidup lainnya
harus senantiasa terjamin. Masalah terjadi ketika penyakit infeksi
bersumber air atau water borne disease mulai menjangkiti. Jumlah ini
mencapai hampir 6% dari seluruh kematian di dunia. Lebih dari 1
miliar orang tidak bisa mendapatkan air minum yang aman.
Sementara itu sebanyak 2,6 miliar orang tidak mendapatkan sanitasi
yang memadai dan permasalahan yang berhubungan akibat tidak
mendapatkan air bersih meningkat, yang sebagian disebabkan oleh
perubahan dan kontaminasi ekosistem.
3. Ketergantungan terhadap bahan bakar padat. Sekitar 3 % penyakit di
dunia dipengaruhi oleh polusi udara di dalam rumah, penyebab
utamanya adalah penyakit pernapasan. Sebagian besar penduduk
dunia menggunakan bahan bakar padat untuk memasak dan
pemanasan yang merupakan faktor penyebab keruskan hutan

Kesehatan manusia sangat berhubungan dengan keberlangsungan


ekosistem, mengingat ekosistem adalah provider bagi banyak kebutuhan
dasar. Seluruh elemen terkait di sektor kesehatan harus serius
memperhatikan dan menindaklanjuti permasalahan ini.Upaya ditujukan tidak
hanya untuk memperoleh manfaat maksimal dari ekosistem, tapi juga untuk
menjamin agar anak cucu kita turut dapat merasakannya.