Está en la página 1de 5

Ikatan Ionik (Elektrovalen)

Tinjauan sederhana mengenai ikatan ionik

Pentingnya struktur gas mulia

Seberapa penting struktur gas mulia adalah terletak pada struktur elektronik
gas mulia seperti neon atau argon yang memiliki delapan elektron pada
tingkat energi terluarnya (atau dua elektron pada kasus helium). Struktur
gas mulia tersebut merupakan gagasan secara keseluruhan dalam suatu cara
チ gyang diinginkan チ h untuk menjelaskan atom supaya dimengerti.

Kamu mungkin akan menangkap kesan yang kuat bahwa ketika atom-atom
bereaksi, atom-atom tersebut berusaha untuk mengorganisasi sesuatu hal
tertentu seperti tingkat energi terluarnya supaya terisi penuh atau kosong
sama sekali.Ikatan ionik pada natrium klorida

Natrium (2,8,1) memiliki satu elektron lebih banyak dibandingkan struktur


gas mulia (2,8). Jika natrium tersebut memberikan kelebihan elektron
tersebut maka natrium akan menjadi lebih stabil.

Klor (2,8,7) memiliki satu elektron lebih sedikit dibandingkan struktur gas
mulia (2,8,8). Jika klor tersebut memperoleh satu elektron dari tempat yang
lain maka klor juga akan menjadi lebih stabil.

Jawabannya sangatlah jelas. Jika atom natrium memberikan satu elektron ke


atom klor, maka keduanya akan menjadi lebih stabil

Natrium telah kehilangan satu elektron, karena itu natrium tidak lagi
memiliki jumlah elektron dan proton yang sebanding. Karena natrium
memiliki jumlah proton satu lebih banyak dibanding jumlah elektron, maka
natrium memiliki muatan 1+. Jika elektron dihilangkan dari sebuah atom,
maka terbentuk ion positif.

Ion positif kadang-kadang disebut dengan kation.

Klor memperoleh sebuah elektron, karena itu klor memiliki jumlah elektron
satu lebih banyak dibanding jumlah proton. Karena itu klor memiliki muatan
1-. Jika elektron diperoleh oleh sebuah atom, maka terbentuk ion negatif.

Ion negatif kadang-kadang disebut anion.


Khuluk (sifat alami) ikatan

Ion natrium dan ion klorida berikatan satu sama lain melalui dayatarik
elektrostatik yang kuat antara muatan positif dengan muatan negatif.

Rumus kimia natrium klorida

Kamu membutuhkan satu atom natrium untuk menyediakan kelebihan


elektron bagi satu atom klor, karena itu keduanya bergabung secara
bersamaan dengan perbandingan 1:1. Karena itu rumus kimianya adalah
NaCl.

Contoh yang lain mengenai ikatan ionik

magnesium oksida

Sekali lagi, terbentuk struktur gas mulia, dan magnesium oksida berikatan
satu sama lain melalui dayatarik yang sangat kuat antara kedua ion. Ikatan
ionik yang terbentuk lebih kuat dibandingkan dengan ikatan ionik pada
natrium klorida karena pada kondisi ini kamu memiliki ion 2+ yang menarik
ion 2-. Muatan lebih besar, dayatarik lebih besar.

Rumus kimia magnesium oksida adalah MgO.

kalsium klorida

Saat ini kamu membutuhkan dua atom klor untuk digunakan oleh dua
elektron terluar pada kalsium. Karena itu rumus kimia kalsium klorida adalah
CaCl2.

kalium oksida
Sekali lagi, terbentuk struktur gas mulia. Dibutuhkan dua atom kalium untuk
mensuplai kebutuhan elektron oksigen. Rumus kimia kalium oksida adalah
K2O.

Tinjauan Mengenai Ikatan Ionik

• Elektron ditransferkan dari satu atom ke atom yang lain sebagai hasil
pembentukan ion positif dan ion negatif.
• Dayatarik elektrostatik antara ion positif dan ion negatif mengikat
senyawa secara bersama-sama.

Jadi apa yang baru? Pada intinya - tidak. Yang perlu diubah adalah tinjauan
dimana terdapat suatu yang menarik mengenai struktur gas mulia. Banyak
sekali ion yang tidak memiliki struktur gas mulia dibandingkan dengan yang
memiliki struktur gas mulia.

Beberapa ion yang lazim dijumpai yang tidak memiliki struktur gas
mulia

Kamu dapat menjumpai beberapa ion berikut pada pelajaran tingkat dasar.
Semua ion tersebut bersifat sangat stabil, tetapi tidak satupun yang memiliki
struktur gas mulia.

Fe3+ [Ar]3d5
Cu2+ [Ar]3d9
Zn2+ [Ar]3d10
Ag+ [Kr]4d10
Pb2+ [Xe]4f145d106s2

Gas mulia (kecuali helium) memiliki struktur elektronik terluar ns2np6.

Selain beberapa unsur pada permulaan deret transisi (skandium membentuk


Sc3+ dengan struktur argon, sebagai contohnya), semua unsur transisi dan
setiap logam mengikuti deret transisi (seperti timah dan timbal pada
golongan 4, sebagai contohnya) akan memiliki struktur seperti yang
disebutkan diatas.

Hal itu berarti bahwa hanya unsur-unsur yang terletak pada golongan 1 dan
golongan 2 pada tabel periodik (terlepas dari hal aneh seperti skandium) dan
alumunium pada golongan 3 saja yang dapat membentuk ion positif dengan
struktur gas mulia (boron pada golongan 3 tidak dapat membentuk ion).

Ion negatif lebih teratur! Unsur-unsur yang terletak pada golongan 5,6 dan 7
yang membentuk ion negatif sederhana semuanya memiliki struktur gas
mulia.

Jika unsur-unsur tidak membentuk struktur gas mulia ketika membentuk ion,
bagaimana cara menentukan seberapa banyak elektron yang ditransferkan?
Jawabannya terletak pada proses energetika pembentukan senyawa.

Bagaimana cara menentukan muatan yang terdapat pada ion?

Unsur-unsur bergabung untuk membentuk senyawa yang se-stabil mungkin -


senyawa yang menghasilkan energi paling besar pada saat proses
pembentukannya. Lebih besar muatan ion positif yang dimiliki, menghasilkan
dayatarik yang lebih besar terhadap ion negatif. Daya tarik yang lebih besar,
maka lebih banyak energi yang dilepaskan ketika ion-ion bergabung.

Hal ini berarti bahwa selama unsur membentuk ion positif akan cenderung
untuk memberikan elektron sebanyak mungkin.

Dibutuhkan energi untuk menghilangkan elektron dari atom. Energi ini


disebut dengan energi ionisasi. Semakin banyak elektron yang kamu
hilangkan, total energi ionisasi menjadi semakin besar. Pada akhirnya energi
ionisasi total yang dibutuhkan menjadi sangat besar yang mana energi yang
dilepaskan ketika terjadi dayatarik antara ion positif dan ion negatif tidak
cukup besar untuk menutupinya.

Unsur-unsur membentuk ion yang menghasilkan senyawa yang paling stabil


- yaitu senyawa yang melepaskan energi paling banyak secara keseluruhan
(over-all).

Sebagai contoh, kenapa kalsium klorida CaCl2 lebih mudah terbentuk


dibandingkan dengan CaCl atau CaCl3?

Jika satu mol CaCl (mengandung ion Ca+) terbentuk dari unsurnya, sesuatu
hal yang memungkinkan untuk memperkirakan bahwa dihasilkan kalor
sekitar 171 kJ.

Akan tetapi, pembuatan CaCl2 (mengandung ion Ca2+) melepaskan lebih


banyak kalor. Kamu dapat memperoleh 795 kJ. Kelebihan jumlah kalor yang
dihasilkan menjadikan senyawa lebih stabil, hal inilah yang menyebabkan
kenapa kamu akan lebih mudah memperoleh CaCl2 dibandingkan CaCl.

Bagaimana dengan CaCl3 (mengandung ion Ca3+)? Untuk membuat satu mol
senyawa ini, kamu dapat memperkirakan bahwa kamu membutuhkan 1342
kJ. Hal ini menjadikan senyawa menjadi sangat tidak stabil. Kenapa begitu
banyak energi yang dibutuhkan untuk membuat CaCl3? Hal ini karena energi
ionisasi ketiga (energi yang diperlukan untuk menghilangkan elektron yang
ketiga) sangat tinggi (4940 kJ mol-1) karena elektron yang dihilangkan
berasal dari tingkat-3 dibandingkan daripada elektron dari tingkat-4. Karena
elektron lebih dekat ke inti dibandingkan dua elektron pertama yang
dihilangkan, hal ini menghasilkan tarikan yang lebih kuat.

Argumentasi yang sama digunakan untuk ion negatif. Sebagai contoh,


oksigen dapat lebih mudah membentuk ion O- dibandingkan ion O- atau ion
O3-, karena senyawa yang mengandung ion O2- menjadikan senyawa tersebut
paling stabil secara energetik.