Está en la página 1de 7

PERTANYAAN

1.apa yang dimaksud dengan jalur hijau?apakah boleh membangun bangunan di jalur hijau?
berapa jarak bangunan dari jalur hijau?

2.apa yang terjadi,apabila ada orang yang mengambil separuh dari tanah saya dan menunjukkan
sertifikat tanah juga yang menyatakan tanah saya milik dia,apa yang harus saya lakukan?

3.apa sanksi yang diberikan apabila ada warga yang menolak membayar pajak?

4.apa yang harus dilakukan apabila terjadi konflik lahan perkebunan dengan perusahaan?

5.apa yang sering menjadi penyebab konflik lahan perkebunan,terutama dalam hal
ini,perusahaan perkebunan sawit dengan warag sekitar perkebunan?

6.mengapa warga di tumbang tarusan tidak pernah mendapat bukti pembayaran PBB?

7.Yang dimaksud dengan bukti pembayaran PBB adalah?

8.apa perbedaan antara SKT dengan SERTIFIKAT HAK MILIK?

9.apa yang harus dilakukan apabila ada perusahaan yang mengambil tanah adat untuk lahan
perkebunan sawit?

10.apa yang dimaksud dengan verklaring?

11.apa yang dimaksud dengan saksi perhelatan?

12.apa yang harus saya lakukan apabila ada orang yang menganiaya saya karena masalah tanah,
itu masuk dalam hukum apa,dan pasal berapa?

13.mengapa ada warga yang membayar pajak ada yang tidak?

14.saya memiliki warisan tanah diwariskan pada anak cucu saya,ternyata orang yang saya suruh
menggarap tanah saya juga menuntut warisan,orang yang menggarap tiba-tiba saja menjual
tanah warisan saya tanpa persetujuan ahli waris sah kepada perusahaan perkebunan ,bagaimana
penyelesaiannya?
Jawaban

1.Jalur hijau adalah setiap Jalur yang terbuka sesuai rencana kota;

Jalur hijau bisa berupa taman kota atau zona perlindungan pepohonan yang berada dalam suatu
kota.jalur hijau juga bisa berarti lahan khusus yang disediakan di dalam kota untuk memperindah
kota,untuk kenyamanan, keasrian,ketertiban dan ketentraman suatu kota

Tidak ada orang yang boleh membangun sesuatu baik itu bangunan diatas jalur hijau

Selain itu tidak boleh:

* memasuki atau berada di jalur hijau atau taman yang bukan untuk umum

* melakukan perbuatan dengan alasan apapun yang dapat merusak jalur hijau dan atau teman
beserta kelengkapannya.

* Bertempat tinggal atau tidur di jalur hijau taman dan tempat-tempat umum.

* Berjongkok, berbaring atau berdiri di atas bangku-bangku milik pemerintah Daerah yang
terdapat di tepi jalan jalur hijau taman dan tempat-tempat umum.

* Berdiri, duduk, melompati atau menerobos sandaran jembatan atau pagar sepanjang jalan,
jalur hijau, taman dan tempat-tempat umum.

* Memanjat, memotong, menebang pohon dan tanaman yang tumbuh di sepanjang, jalan jalur
hijau, taman kecuali dalam keadaan darurat.

Sanksi untuk yang melanggar diatur sesuai perda daerah masing-masing

Untuk palangka raya persoalan tata kota /tata wilayah/tata ruang memang masih belum selesai

Sehingga masih belum ada kejelasan berapa jarak ideal untuk bangunan yang tidak terkena jalur
hijau dan garis sempadan badan jalan.

Persoalan jalur hijau bukan hanya dimiliki oleh palangka raya saja hampir setiap kota di
Indonesia memiliki masalah dengan penetapan jalur hijau

Contoh PKL liar yang berada di atas jalur hijau,SPBU yang dibangun diatas jalur
hijau,pemotongan jalur hijau untuk lajur jalan.
2.apabila terjadi hal seperti demikian maka yang harus dilakukan adalah segera meminta bantuan
perangkat desa apa yang harus dilakukan apabila ada masalah seperti tadi,segera diadakan
musyawarah dengan pihak pihak yang bersengketa tentang apa yang harus dilakukan dan akan
mereka lakukan.di sini peran perangkat desa sangat diperlukan untuk memecahkan masalah
apabila memang harus melalui jalur hukum maka semua keputusan ada di tangan hakim,itulah
kami sangat menyarankan betapa pentingnya SKT/SPPT/SPMT atau juga SHM sebab dengan
adanya kedua bukti ini nantinya akan sangat berguna dalam pembuktian di pengadilan

Dalam hal sengketa agraria yang menang biasanya adalah orang yang memiliki SKT terlebih
dahulu atau orang/pemilik yang memang terbukti tidak menelantarkan tanah tersebut atau
memiliki surat pernytaan menggarap tanah

3.apabila ada warga di desa tumbang tarusan,yang menolak membayar pajak maka yang
pertama- tama ialah harus diberikan pengertian bagaimana pentingnya pajak terutama dalam hal
ini pajak bumi dan bangunan,dalam hal ini perangkat desa harus proaktif.dan memberikan
pelayanan yang prima bagi warga desanya agar informasi yang diberikan kepada warga benar –
benar dimengerti,contoh sanksinya adalah apabila warga ingin mengurus misalnya KTP, kepala
desa atau perangkat desa yang berwenang harus memeriksa terlebih dahulu apakah warga ini
pembayar pajak atau tidak apabila memang terbukti menolak untuk membayar,maka perangkat
desa yang berwenang dalam hal ini kades,bisa menahan untuk sementara,pembuatan KTP warga
tersebut samapai ia melunasi atau membayar semua tagihan pajaknya

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh kades itu adalah sebagai salah satu bentuk sanksi,yang
apabila diukur dari peri kehidupan warga disana memang akan cukup berat bagi mereka.

Tapi kebijakan menunjukkan tanda bukti ini memang tidak bisa dipaksakan dan di sama rata kan
untuk setiap daerah/desa semuanya tergantung bagaimana kebijakan pemerintah desa dan
keadaan socio cultural dan socio ekonomi warga masyarakat di desa tersebut/setempat

4.yang harus dilakukan apabila terjadi konflik lahan dengan perusahaan adalah warga jangan
main hakim sendiri,segera menghubungi perangkat desa,perangkat desa segera menghubungi
pihak perusahaan agar segera mengadakan musyawarah bersama tentang permasalahan
ini,jangan sampai ke pengadilan apabila memang sampai ke pengadilan,mintalah bantuan LBH
hukum dan LSM yang pasti siap membantu warga masyarakat.

Perusahaan tidak bisa seenaknya mengambil tanah adat,apabila mereka igin membangun
perusahaan dan perkebunan apapun di tanah milik warga yang merupakan tanah adat,mereka
harus melapor pada perangkat desa terlebih dahulu,mereka harus bermusyawarah dengan
perangkat desa tanah mana saja yang boleh dan tidak boleh diambil sebagai lahan perkebunan
perusahaan
Perusahaan harus mendengarkan aspirasi warga,perusahaan tidak boleh mengambil tanah semau
mereka tanpa adanya izin tidak keberatan dari warga setempat.dan musywarah dengan warga
sekitar perkebunan atau warag desa di mana perkebunan akan didirikan

5.penyebab timbulnya konflik lahan perkebunan adalah perizinan yang carut marut,sering terjadi
sengketa tumpang tindih lahan dengan warga masyarakat sekitar,merupakan masalah utama yang
selalu dihadapi perusahaan terutama perusahaan sawit dengan warga sekitar.

Kebanyakan konflik disebabkan oleh,keslahan awal dalam pengeluaran izin hak guna
usaha(HGU)seharusnya pemerintah harus mengecek terlebih dahulu status tanah dan
memastikan tanah yang nantinya akan dibuka sebagai lahan perkebunan bukan tanah sengketa
ataupun tanah adat./tanah leluhur.

Sebelum izin dikeluarkan

Apabila ada warga yang merasa dirugikan maka perusahaan,perusahaan harus menyelesaiakn
masalah mereka dengan warga masyarakat yang merasa dirugikan,setidaknya ada negosiasi yang
menguntungkan kedua belah pihak,

Dalam mengatasi konflik lahan,perusahaan juga harus mengembangkan warga di sekitar lahan
perkebunan atau dengan program CSR(CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY),yaitu
memperbaiki infrastruktur desa,menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh
lingkungan sekitar.

Apabila perusahaan ingin menyelesaikan konflik melalui jalur hukum,maka harus dengan
persetujuan seluruh warga

Pencaplokan tanah tanpa spengetahuan warga sekitar sering terjadi,penyelesaian nya sebenarnya
gampang pemberian ganti rugi yang sesuai/pembebasan lahan atau dengan CSR ,dengan kata
lain selama menggunakan tanah adat./warga ,perusahaan juga memberikan kontribusi positif bagi
warga yang diambil tanahnya selama perusahaan mengusahakan tanah tersebut

Dalam hal ini peranan pemerintah sagat penting dalam nmencegah konflik lahan dengan warag
sekitar sebab pemerintah tugasnya bukan hanya memberikan izin saja dan tidak bertanggung
jawab setelahnya,pemerintah memilki kewajiban memfasilitasi warga dan perusahaan dan harus
merevisi ulang tata cara perizinan yang carut marut.

6.Bukti pembayaran PBB merupakan hal yang penting dalam tata tertib pelayanan pajak,para
fiskus atau para penagih pajak harus memberikan pelayanan yang prima dan mantap kepada para
wajib pajak yang akan menyetor pajaknya,

Apabila ada warga yang masih belum menerima bukti pembayaran pajak(STTS) itu bukan
merupakan kesalahn warga namun murni kelalaian para petugas yang berwenang dalam hal ini
KPPPB,para wajib pajak atau warga yang membayar pajak harus meminta tanda bukti
pembayaran pajak dengan petugas atau dengan pejabat kelurahan yang nantinya selain memberi
bukti pembayarn adri keluarhan juga akan meminta resi/STTS dengan petugas KPPPB dimana
lurah menyetorkan setoran pajak tersebut

Dalam hal wajib pajak membayar langsung ke tempat pembayaran yang telah ditetapkan, pada
saat membayar cukup menunjukkan SPPT PBB dan sebagai bukti pembayarannya wajib pajak
akan menerima Surat Tanda Terima Setoran (STTS

Dalam hal wajib pajak membayar atau melunasi PBB-nya melalui petugas pemungut, sebagai
bukti pembayaran akan diberikan Tanda Terima Sementara (TTS). Selanjutnya oleh Petugas
Pemungut dimasukkan dalam daftar penerimaan harian (DPH PBB) dan disetorkan ke tempat
pembayaran yang telah ditentukan.

7.bukti pembayarn PBB adalah tanda bukti,struk atau STTS (surat tanda terima setoran) yang
dikeluarkan oleh KPPBB setempat apabila wajib pajak telah menyetorkan penyetoran pajaknya
bukti pembayaran ini harus diberikan dan wajib diminta oleh wajib pajak.

8.perbedaan SKT/SKPT dengan SERTiFIKAT HAK MILIK

SKPT bukanlah surat tanda bukti pemilikan hak atas tanah.SKPT lebih sebagai tanda bahwa
tanah itu dimiliki dan digarap oleh si pemilik

SERTiFIKAT HAK MILIK(SHM) merupakan tanda bukti kepemilikan hak milik atas tanah

SKPT biasanya diterbitkan pertama kali oleh Camat atau kelurahan,barulah setelah itu
diterbitkan sertifkat tanah(SHM) biasnya SKPT diterbitkan apabila status tanah adalah tanah
girik atau istilah populer dari tanah adat atau tanah-tanah lain yang belum di konversi menjadi
salah satu tanah hak tertentu (Hak milik, hak guna bangunan, hak pakai, hak guna usaha) dan
belum didaftarkan atau di sertifikat kan pada Kantor Pertanahan setempat.

9.yang harus dilakukan adalah segera memberitahukan perangkat desa agar segera mengadakan
musyawarah desa dengan perusahaan tersebut apabila tanah adat tetap diambil oleh perusahaan
bersangkutan maka mereka harus memberikan ganti rugi kepada warga,hal seprti ini terjadi
Karena keegoisan dan arogansi perusahan.perusahaan tidak boleh mengarap lahan tanpa seizin
pemiliknya yaitu warga setempat ,tanah adat biasanya memiliki surat rekomendasi dari camat
dan lurah dan tanah adat ini di Kalimantan sebagian besar memang masih berbentuk hutan lebat.

Hal seperti ini terjadi karena biasanya perusahaan merasa sudah mengantongi izin HPH/HGU
dari pemerintah maka tidak perlu lagi mengantongi izin dari warga setempat,ini lebih kepada
internal perusahaan yang ingin segera meraup keuntungan dan tidak mau berurusan dengan
warga,setelah selesai menggunakan lahan langsung ditinggalkan saja tanpa ada penanganan lebih
lanjut.
Hal ini juga Karena tanah adat masih belum memiliki payung hukum yang cukup kuat biasanya
perusahaan berpedoman dengan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah,aoabila pemerintah
menyatakan tanah tersebut tidak sengketa dan bukan tanah adat maka biasnya perusahaan
langsung mengurus izinnya.kebanyakan tanah adat memang belum memiliki sertfikat
tanah,Karen aitu biasanya pemrintah bingung bila mengeluarkan izin HGU,unutk mengatasi
masalah ini yang harus dilakukan adalah

- segera melakukan pemetaan dan pensertifikasian tanah adat agar warga segera memilki
sertfikat tanah dan payung hukum yang kuat tentang tanah adat di setiap kabupaten,dengan ini
payung hukumnya akan menjadi jelas.

Dalam hal konflik seperti ini yang bertanggung jawab adalah pemerintah kabupaten,apabila
terjadi masalah maka ini menjadi tanggung jawab kabupaten masing-masing sebab basis masalah
biasanya ada di pemerintah kabupaten pemerintah provinsi hanya memfasilitasi dan
merekomendasi dalam pengeluaran HGU pemrintah provinsi tidak mengetahui tanah itu tanah
adat atau bukan pemerintah kabupaten lah yang mengetahui.dan bertanggung jawab di kemudian
hari.

10.verklaring adalah hak milik masyarakat adat terhadap tanah adat/tanah merupakan milik adat
warisan leluhur

verklaring mempunyai dua arti, yaitu menerangkan dan menyatakan. 'Menerangkan' merupakan
arti secara umum, yang dalam Bahasa Inggris disebut information. “Jadi hanya merupakan
pemberian keterangan dalam arti yang umum dan tidak mengikat secara hukum siapapun, baik
yang memberikan keterangan maupun yang menerima keterangan

Sedangkan verklaring dalam arti 'menyatakan' berarti penjelasan dalam arti yang khusus dan
mengikat secara hukum bagi yang menerima pernyataan, dan mereka yang tidak menerima
pernyataan tersebut wajib untuk membuktikannya secara hukum. “Pernyataan seperti ini dalam
Bahasa Inggris disebut declaration
11.yang dimaksud dengan saksi perhelatan adalah saksi saksi yang tanahnya berbatsan atau
bersebelahan dengan tanah milik seseorang,atau pemilik tanah sebelah menyebelah yang
menandatangi surat keterangan pendaftaran tanah,

12.apabila ada kejadian seperti itu,maka itu termasuk dalam ranah hukum pidana,dalam hal ini
penganiayaan pasal 351 dan 362 kuhpidana dengan ancaman hukuman bagi pelaku 2 sampai 7
tahun dan 5 tahun penjara.

13.hal seperti ini terjadi,karena para wajib pajak tidak sadar akan kewajiban mereka sebagai
warga negara dalam membayar pajak,tingkat kesadaran sebagian masyarakat memang masih
minim tentang betapa pentingnya PBB,walaupun penerimaan dari PBB memang tidak terlalu
besar namun memiliki arti penting bagi pembangunan sebab nantinya hasilnya kembali juga
untuk warga yang merupakan wajib pajak.sekaligus penikmat hasil pajak

Setiap warga Negara adalah wajib pajak, pajak hanya dipungut untuk wajib pajak yang telah
memiliki penghasilan apabila belum memiliki penghasilan tidak membayar namun harus
memiliki NPWP.

14.penjualan tanah tidak sah,karena tidak bisa tanpa ada surat pernyataan persetujuan ahli waris
dan surat kuasa dari ahli waris,apabila tidak ada surat keterangan waris dan SKPT serta sertifikat
asli,kemudian surat keterangan tidak sengketa serta surat rekomendasi dari perangkat desa
mengenai tanah tersebut maka perusahaan tidak akan mau membeli tanah tersebut