Está en la página 1de 18

I.

PENDAHULUAN
II. TINJAUAN UMUM GARDU INDUK
1.1 Latar Belakang
Kebutuhan listrik masyarakat semakin besar sedangkan energi 2.1 Definisi Umum
listrik diharapkan dapat mencukupi masyarakat seluruhnya. PT PLN Gardu induk disebut juga gardu unit pusat beban yang merupakan
(Persero) yang statusnya perusahaan milik negara mendapat kepercayaan gabungan dari transformer dan rangkaian switchgear yang tergabung dalam
pemerintah untuk mengelola penyediaan dan penyaluran listrik dengan satu kesatuan melalui sistem kontrol yang saling mendukung untuk
konsekuensi sistem penyaluran yang handal dan efektif. keperluan operasional. Pada dasarnya gardu induk bekerja mengubah
Pada sistem tenaga listrik terdapat berbagai macam pengaman tegangan yang dibangkitkan oleh pusat pembangkit tenaga listrik menjadi
seperti pengaman pada pembangkit, pengaman generator, pengaman tenaga listrik menjadi tegangan tinggi atau tegangan transmisi dan
transfomator, pengaman saluaran transmisi, pengaman gardu induk, sebaliknya mengubah tegangan menengah atau tegangan distribusi.
pengaman saluran distribusi, dan pengaman pada konsumen. Salah satu
komponen sistem pengaman adalah Pemutus Tenaga (PMT). 2.2 Klasifikasi Gardu Induk.
Gardu induk (substations) di klasifikasikan menurut kontruksinya.
1.2 Maksud dan Tujuan 2.2.1 Gardu Induk Pasang Luar.
Tujuan dari pelaksanaan Kerja Praktik di PT. PLN (PERSERO) Gardu induk jenis pasangan luar terdiri dari peralatan
P3B JB UPT PURWOKERTO adalah : tegangan tinggi pasangan luar. Pasangan luar yang dimaksud
1. Mempelajari aplikasi dan relevansi bahan-bahan kuliah dalam adalah diluar gedung atau bangunan. Walaupun ada beberapa
praktek dan mengembangkannya terutama yang berhubungan peralatan yang lain berada di dalam gedung, seperti peralatan panel
dengan konsentrasi ketenagaan. kontrol, meja penghubung (switch board) dan batere.
2. Membandingkan pengetahuan teoritis yang didapat selama proses 2.2.2 Gardu Induk Pasangan Dalam
perkuliahan dengan pengetahuan praktek sebagai aplikasi actual Disebut Gardu induk pasangan dalam karena sebagian besar
lapangan kerja. peralatannya berada dalam suatu bangunan. Peralatan ini seperti
3. Memberikan gambaran mengenai komponen-komponen, sistem halnya pada gardu induk pasangan luar. Dari transformator utama,
pengoperasian, prinsip kerja dan pemeliharaan dari Pemutus rangkaian switchgear, dan panel kontrol serta batere semuanya.
Tenaga dengan media pemadam busur api banyak minyak (Bulk 2.2.3 Gardu Induk Semi- Pasangan Luar
Oil Circuit Breaker). Konstruksi gardu induk semi-pasangan luar (semi-out door
substation) sebagian dariperalatabn teganagan tingginya terpasang
1.3 Lingkup Pembahasan di dalam gedung. Karena konstruksi yang berimbang antara
pasangan dalam dengan pasangan luar inilah tipe gardu induk inidi
Hal-hal yang dibahas dalam laporan ini meliputi:
sebut juga gardu induk semi pasangan dalam.
1. Tinjauan umum perusahaan PT. PLN (persero) P3B JB Unit 2.2.4 Gardu Induk Pasangan Bawah Tanah
Pelayanan Transmisi Purwokerto. Sesuai dengan namanya, gardu induk pasangan bawah tanah
2. Pengertian umum Gardu Induk hampir semua peralatanya terpasang dalam bangunan bawah tanah.
3. Pengoperasian, prinsip kerja, proses pengaturan busur api dan Hanya alat pendinginan biasanya berada diatas tanah, dan
pemeliharaan pemutus tenaga dengan ruang media menggunakan peralatan-peralatan yang tidak memungkinkan untuk ditempatkan
banyak minyak (Bulk Oil Circuit Breaker). di bangunan bawah tanah.

1
Sebagai pengaman peralatan terhadap tegangan listrik
2.3 Peralatan dan Perlengkapan Gardu Induk lebih.
Secara umum peralatan dan perlengkapan pokok dari suatu gardu c. Peralatan tegangan menengah (sisi sekunder)
induk terdiri dari: Peralatan untuk tegangan menengah (sisi sekunder) ragamnya
a. Transfomator sama dengan peralatan untuk tegangan tinggi.
Adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi d. Peralatan kontrol
menyalurkan tenaga atau daya listrik dari tegangan tinggi ke Jenis peralatan panel kontrol yang terdapat pada suatu Gardu
tegangan rendah atau sebaliknya (mentrasfer tegangan) . Induk antara lain:
b. Peralatan teganagan tinggi (sisi primer) antara lain: 1. Panel kontrol utama.
1. Pemutus Tenaga 2. Panel rele.
Pemutus tenaga termasuk peralatan yang fungsinya 3. Meter pengukuran.
menghubungkan dan memisahkan/memutuskan arus listrik 4. Peralatan komunikasi.
(switching equipment). 5. Batere.
2. Pemisah (PMS) 6. Batere charger.
Pemisah/PMS adalah suatu alat untuk memisahkan e. Peralatan lain
tegangan pada peralatan instalasi tegangan tinggi. Kecepatan Selain peralatan yang telah disebutkan masih terdapat
membuka maupun menutup sangat lambat. peralatan lain diantaranya:
3. Transfomator arus (CT) 1. Paterson coil
Untuk menurunkan arus besar pada tegangan tinggi 2. Kapasitor
menjadi arus kecil pada tegangan rendah yang digunakan 3. Rele pengaman sebagai proteksi pada
dalam pengukuran dan pengamanan (proteksi). transformator
4. Transfomator tegangan (PT)
Mempunyai fungsi memperkecil besaran tegangan pada
i. Rele Bucholz
sistem tenaga listrik menjadi besaran tegangan untuk sistem ii. Rele tekanan lebih
pengukuran atau proteksi. iii. Rele tangki tanah
5. Busbar (rail) iv. Rele differensial
Berfungsi sebagai titik pertemuan atau interkoneksi v. Rele arus lebih
baik transfomator tenaga jaringan SUTT, SKTT dan peralatan Rele hubung tanah
listrik sebagai penyalur, penerima daya listrik. Macam-macam Rele termis
rel GI:
i. Busbar/rel tunggal:
ii. Rel ganda:
6. Lightning arrester
Berfungsi untuk mengamankan instalasi dari gangguan
tegangan lebih akibat petir.
7. Spark rod

2
kV/cm. Diale A mempunyai toleransi batasan tahanan tembus
hingga 600 kV/cm, Diale B mempunyai toleransi batasan
tahanan tembus hingga 350 kV/cm, Diale C mempunyai
toleransi batasan tahanan tembus hingga 200 kV/cm, dan
III. TINJAUAN KHUSUS PEMUTUS TENAGA Diale D mempunyai toleransi batasan tahanan tembus hingga
100 kV/cm.
3.1 Pengertian Pemutus Tenaga 3.4.1.1. PMT dengan Banyak Menggunakan Minyak (Bulk
Pemutus tenaga (PMT) adalah suatu alat otomatis yang mampu Oil Circuit Breaker)
memutus/menutup rangkaian pada semua kondisi yaitu kondisi gangguan PMT dengan banyak menggunakan minyak
maupun kondisi normal, atau dapat juga sebagai alat yang dibutuhkan untuk secara umum dipergunakan pada sistem tegangan
mengontrol jaringan tenaga listrik dengan membuka circuit dengan sampai 245 kV. Pada tipe ini minyak berfungsi sebagai:
menutup circuit (sebagai sakelar) dengan membawa beban secara 1. Peredam loncatan bunga api listrik selama
pengawasan manual atau otomatis, sedangkan jika dalam keadaan gangguan pemutusan kontak-kontak.
atau keadaan tidak normal PMT dapat membuka dengan bantuan rele yang 2. Bahan isolasi antara bagian-bagian yang
mendeteksi, sehingga gangguan dapat dipisahkan. bertegangan dengan badan. Gambar PMT tipe ini
dapat dilihat pada Gambar 3.1.
3.4 Jenis-jenis Pemutus Tenaga
Selama beroperasi pada keadaan normal PMT dapat dibuka dan
ditutup tanpa menimbulkan akibat yang merugikan. Dalam keadaan
gangguan atau keadaan yang tidak normal relay akan mendeteksi dan
menutup rangkaian tripping dari PMT maka akan menggerakkan
mekanisme penggerak untuk membuka kontak-kontak PMT.
Berdasarkan media pemadam busur api listrik PMT dibedakan
menjadi :
1. PMT dengan menggunakan banyak minyak (Bulk Oil CB)
2. PMT dengan menggunakan sedikit minyak (Small Oil CB)
3. PMT dengan menggunakan udara hembus (Air Blast CB)
4. PMT dengan menggunakan ruang hampa udara (Vacuum
(a) (b)
CB)
Gambar 3.1 (a) PMT banyak menggunakan
5. PMT dengan menggunakan gas
minyak dan (b) PMT banyak
menggunakan minyak dengan
3.4.1. PMT dengan Media Minyak
pengatur busur api.
Media minyak yang digunakan pada PMT tipe ini
adalah Diale A, Diale B, Diale C dan Diale D. Jenis-jenis
Keterangan Gambar 3.1 (a) dan (b) :
minyak tersebut memiliki toleransi batasan tahanan tembus
1. tangki
yang bertingkat. Dengan standar tegangan tembus adalah 1

3
2. minyak dielektrik
3. kontak yang bergerak
4. gas yang terbentuk dari dekomposisi minyak
dielektrik (hidrogen 70%)
5. alat pembatas busur api listrik
6. kontak tetap
7. batang penegas (dari fiberglass)
8. konduktor dari tembaga
9. bushing terisi minyak atau tipe kapasitor
10. konduktor (tembaga berlapis perak)
11. inti busur api listrik
12. gas hasil ionisasi
Gambar 3.2 PMT sedikit menggunakan minyak
13. gelembung-gelembung gas
Keterangan Gambar 3.2 :
3.4.1.2. PMT dengan Sedikit Menggunakan Minyak (Low Oil 1. kontak tetap
Circuit Breaker)
2. kontak bergerak
Pada PMT dengan menggunakan sedikit
menggunakan minyak ini, minyak hanya dipergunakan 3. ruangan pemutus aliran
sebagai peredam loncatan bunga api. Sedangkan sebagai 4. ruang penyangga
bahan isolasi dari bagian-bagian yang bertegangan 5. ruangan atas (puncak)
digunakan porselen atau material isolasi dari jenis 6. alat pemadam busur api
organik.
7. kontak tetap
Pemutusan arus dilakukan di bagian dalam dari
pemutus. Pemutus ini di masukkan dalam tabung yang 8. penutup dari kertas berkelit
terbuat dari bahan isolasi. Diantara bagian pemutus dan 9. batang penggerak
tabung diisi minyak yang berfungsi untuk memadamkan 10. katup pelalu
busur api waktu pemutusan. Gambar potongan PMT tipe 11. terminal
ini dapat dilihat pada Gambar 3.2. 12. katup pembantu
13. lubang gas
3.4.1.3. Kelebihan dan Kelemahan PMT Media Minyak
1. Kelebihan PMT media minyak

4
Secara operasional handal, jika memutus Gambar 3.3 (a) PMT udara hembus dan (b) Ruangan
berulang kali tidak masalah, tidak mempengaruhi pemadam busur api ganda pada PMT
auxiliary lainnya. udara hembus
2. Kelemahan PMT media minyak
PMT terlalu berat dan besar (makan tempat), Keterangan Gambar 3.3 (a) dan (b) :
resiko terbakar, reaksi yang keras dengan tanah dan 1. tangki persediaan udara dari plat baja
frekuensi kegagalan bushing. 2. isolator berongga dari porselen
3.4.2. PMT dengan Media Udara
3. mekanis penggerak pneumatik
3.4.2.1. PMT Udara Hembus (Air Blast Circuit Breaker) 4. batang penggerak dari baja
Pada PMT udara hembus, udara tekanan tinggi 5. katup pneumatik
dihembuskan ke busur api melalui nozzle pada kontak 6. kontak tetap dari tembaga
pemisah ionisasi media diantara kontak dipadamkan 7. kontak bergerak dari tembaga
oleh hembusan udara. 8. terminal dari tembaga atau perak
Setelah pemadam busur api dengan udara
tekanan tinggi, udara ini juga berfungsi mencegah
9. pegas penekan dari campuran baja
restriking voltage (tegangan pukul). Kontak PMT di 10. pelepas udara keluar
tempatkan di dalam isolator, dan juga katup hembusan 11. tanduk busur api dari tembaga
udara. 12. unit tahanan
Pada PMT kapasitas kecil isolator ini 13. penututp dari porselen
merupakan satu kesatuan dengan PMT-nya, tetapi untuk 14. saluran
kapasitas besar tidak demikian halnya. Gambar 3.3
menunjukkan PMT hembusan udara tekanan tinggi
3.4.2.2. PMT dengan Hampa Udara (Vacuum Circuit Breaker)
Kontak-kontak pemutus dari PMT ini terdiri
dari kontak tetap dan kontak bergerak yang di tempatkan
dalam ruang hampa udara. Ruang hampa udara ini
mempunyai kekuatan dielektrik yang tinggi dan media
pemadam busur api yang baik. Gambar 3.4 menunjukan
pemutus sebuah PMT hampa udara.

(a) (b)

5
(seal), dan apabila bocor atau rusak pasti meledak
dan tidak dapat diperbaiki (harus diganti).

3.4.3. PMT dengan Media Gas


3.4.3.1. PMT dengan Gas SF6
Media gas yang digunakan pada tipe PMT ini
adalah gas SF6 (Sulphur Hexaflourida). Sifat-sifat gas
SF6 adalah tidak berbau, tidak berwarna, tidak beracun,
dan tidak mudah terbakar.
Pada temperatur di atas 150o C gas SF6
mempunyai sifat tidak merusak metal, plastik dan
Gambar 3.4 Pemutus dari PMT Hampa Udara bermacam-macam bahan yang umumnya digunakan
dalam pemutus tenaga tegangan tinggi.
Keterangan Gambar 3.4 : Sebagai isolasi listrik, gas SF6 mempunyai
1. plat-plat penahan bukan bahan magnit kekuatan dielektrik yang tinggi (2,35 kali udara) dan
2. rumah pemutus dari bahan isolasi kekuatan dielektrik ini bertambah dengan pertambahan
tekanan.
3. pelindung dari embun uap Sifat lain dari gas SF6 adalah mampu
4. kontak bergerak mengembalikan kekuatan dielektrik dengan cepat,
5. kontak tetap setelah arus bunga api listrik melalui titik nol. PMT SF6
6. penghembus dari bahan logam ada dua tipe, yaitu tipe tekanan tunggal dan tipe tekanan
7. tutup alat penghembus ganda.
Pada tipe tekanan tunggal, PMT diisi gas SF6
8. ujung kontak dengan tekanan kira-kira 5 kg/cm2. Selama pemisahan
kontak-kontak, gas SF6 ditekan ke dalam suatu tabung
3.4.2.3. Kelebihan dan Kelemahan PMT Media Udara
yang menempel pada kontak bergerak. Pada waktu
1. Kelebihan PMT media udara
pemutusan, gas SF6 ditekan melalaui nozzle dan tiupan
PMT jenis ini sangat simpel (tidak makan
ini yang mematikan busur api.
tempat), kemampuan peredam sangat tinggi dan
Pada tipe tekanan ganda, gas dari sistem
pemeliharaannya paling sedikit. Umumnya
tekanan tinggi di alirkan melalui nozzle ke gas sistem
digunakan pada sisi 20 kV.
tekanan rendah selama pemutusan busur api. Pada
sistem gas tekanan tinggi tekanan gas kurang lebih 12
2. Kelemahan PMT media udara
kg/cm2 dan pada gas sistem tekanan rendah, tekanan gas
Pada saat pelepasan sangat mempengaruhi
kurang lebih 2 kg/cm2. Gas pada sistem tekanan rendah
auxiliary lainnya, karena tekanan gas sangat besar
kemudian dipompakan kembali ke sistem tekanan tinggi.
yang mempengaruhi dinding isolator dan paking
Gambar 3.5 (a) dan (b) menunjukkan bentuk-bentuk
PMT gas SF.6.

6
Gambar 3.5 (a) Satu kutub PMT dengan gas SF 6 Gambar 3.5 (b) Satu kutub PMT 245 kV dengan gas SF6
bertangki ganda dalam tangki tertutup Keterangan Gambar 3.5 (b) :
1. mekanisme penggerak
Keterangan Gambar 3.5 (a) : 2. pemutus
1. sambungan terminal-terminal 3. isolator
2. isolator-isolator atas 4. batang penggerak berisolasi dari porselen rongga.
3. jalan masuknya gas SF6 5. penyambung diantara no.4 dan no.12
4. jalan keluarnya gas SF6 6. terminal-terminal
5. ruang pemadam busur api 7. saringan
6. sambungan penggerak 8. silinder bergerak
7. isolator bawah 9. torak tetap
8. persediaan utama gas SF6 14 kg/cm2 10. kontak tetap
9. penyangga dari alumunium
10. ruang tekanan rendah 3.4.3.2. Kelebihan dan Kelemahan PMT Media Gas SF6
1. Kelebihan PMT media gas SF6
11. pembantu persediaan tekanan tinggi Sifat gas SF6 tidak berbau, tidak berwarna,
tidak beracun, dan tidak mudah terbakar. Pada
temperatur di atas 150o C gas SF6 mempunyai sifat
tidak merusak metal, plastik dan bermacam-macam
bahan yang umumnya digunakan dalam pemutus
tenaga tegangan tinggi. Sebagai isolasi listrik, gas SF6
mempunyai kekuatan dielektrik yang tinggi (2,35 kali
udara) dan kekuatan dielektrik ini bertambah dengan

7
pertambahan tekanan. Sifat lain dari gas SF6 adalah dimana Diale B digunakan pada PMT 150 kV dan Diale C pada PMT
mampu mengembalikan kekuatan dielektrik dengan 20 kV.
cepat, setelah arus bunga api listrik melalui titik nol. 3.5.1 Pemutus Tenaga Dengan Menggunakan Banyak Minyak
Selain itu PMT jenis ini simpel (tidak makan tempat). (Bulk Oil Circuit Breaker)
2. Kelemahan PMT media gas SF6 PMT ini dipasang pada trafo I 20 MVA, bay Rawalo, bay
Pada saat pelepasan sangat mempengaruhi STARA dan pada kopel, yang masing-masing fasa mempunyai satu
auxiliary lainnya, karena tekanan gas sangat besar tangki. Minyak berfungsi sebagai pemadam busur api, selain sebagai
yang mempengaruhi dinding isolator dan paking isolasi antara bagian-bagian bertegangan dan dengan arde/tanah.
(seal). Minyak dalam PMT berfungsi sebagai pemadam busur api
selain sebagai isolasi antara bagian-bagian yang bertegangan dan
3.2 Cara Kerja Pemutus Tenaga dengan arde/tanah.
Pada PMT terdapat ujung kontak bergerak dan tuas yang dapat
menggerakkan kontak gerak, baik secara manual maupun secara otomatis, 3.6 Fungsi Bagian Utama dan Cara Kerja PMT Menggunakan Banyak
yaitu dengan bantuan suatu peralatan mekanisme penggerak (operating Minyak
mechanism). Untuk proses membuka dan menutup dari PMT adalah dengan
menggerakan batang penggerak (tension rod).

3.3 Macam-macam Mekanisme pada Pemutus Tenaga


Mekanisme penggerak berfungsi menggerakkan kontak bergerak
untuk pemutusan dari PMT. Terdapat macam-macam mekanisme
penggerak kontak-kontak PMT diantaranya:
1. pegas dan tenaga manual
2. pegas dan motor listrik/coil
3. pegas hidrolik – pompa hidrolik
4. pegas dan pneumatic – motor kompresor
5. hidrolik – pompa hidrolik
6. sistem pneumatik
Umumnya titik 2,3,4 untuk mengisi tenaga pegas dapat dilakukan
secara manual sedang untuk item 5 ada cadangan pompa hidrolik yang
digerakan manual. Gambar 3.6 Potongan satu kutub PMT dengan menggunakan media
banyak minyak
3.5 PMT yang Digunakan di GI 150 KV Lomanis Keterangan Gambar 3.6:
Jenis pemutus tenaga yang digunakan di GI Lomanis adalah
PMT dengan Banyak Menggunakan Minyak (Bulk Oil Circuit
1. tangki 7. batang penegang
Breaker), dan minyak yang digunakan adalah Diale B dan Diale C, 2. minyak dielektrik 8. konduktor dari tembaga
3. kontak gerak 9. bushing

8
4. gas yang terbentuk 10. konduktor 4. kotak bergerak
karena dekomposisi 11 inti busur api listrik 5. ujung kontak (arcing tip) terdiri
minyak dielektrik. 12. gas hasil ionisasi dari tungsten copper.
5. alat pembatas busur api13. gelembung gas 6. tangkai kontak bergerak (moving
6. kontak tetap contact stem) terdiri dari electrolytic copper.

3.6.1 Bagian Utama PMT Menggunakan Media Bamyak Minyak


a) Tangki
Tangki berfungsi menahan tekanan gas yang timbul c) Mekanisme penggerak
selama proses pemadaman busur api. Mekanisme penggerak berfungsi menggerakkan kontak
b) Kontak-kontak bergerak untuk pemutusan dari PMT. Bagian ini terdiri dari satu
Kontak-kontak terdiri dari kontak bergerak (moving kesatuan kerja tersendiri. Pada PMT dengan ruang media banyak
contact) perencanaan kontak-kontak ditentukan oleh tipe dari minyak di GI Lomanis menggunakan mekanis penggerak dengan
pengatur busur api (arc control device). menggunakan pegas pilin dan pneumatic.

Gambar 3.7 susunan kontak-kontak

Keterangan Gambar 3.7: Gambar 3.8 mekanis penggerak secara mekanik dengan
1. penahan kontak (contact pegas pilin
support).
Keterangan Gambar 3.8:
2. kontak utama (main contact)
1. lengan interlock 9. lengan Interlock
terdiri dari electrolytic cooper dengan tungsten cooper
2. pawl 10. alur pemberhentian
tips.
3. pegas penutup 11. pawl
3. beliatan pegas (coiled spring) 4. pegas pen-trip 12. penghubung
terdiri dari phospher 5. roda pengisi 13. batas pegas

9
6. engkol 14. sektor penunjang Berfungsi sebagai isolasi antara bertegangan dengan
7. motor 15. batang PMT beban.
8. kumparan pen-trip 16. kumparan penutup
3.6.2 Prinsip Kerja PMT dengan Menggunakan Media Banyak
Minyak
Untuk proses membuka dan menutup dari PMT ini adalah
dengan menggerakan batang penggerak (lihat gambar 3.7 no 6) turun
untuk membuka kontak-kontak dan naik menutup kontak-kontak.
Batang penggerak digerakkan oleh mekanisme penggerak.

3.7 Proses Pengaturan Busur Api


Pengatur busur api (Arc control Device) umumnya dipergunakan
pada PMT dengan banyak menggunakan minyak yang berkapasitas besar
dan PMT dengan sedikit menggunakan minyak. Pengatur busur api
mengatur panjang nya busur api dapat di jelaskan sebagai berikut:

Gambar 3.9 mekanis pneumatic pada jenis PMT bulk oil

Keterangan Gambar 3.9 :


1. Kompresor
2. Katup kompresor
3. Tabung berisi udara bertekanan tinggi
4. Katup pembuka
5. Katup penutup
6. Kumparan penutup dan pen-trip
7. Katup saluran
8. Pipa saluran udara
9. Ujung kontak gerak
10. Bushing
11. Penyangga kontak
12. Kontak gerak
13. Kontak tetap
14. Minyak

d) Bushing Gambar 3.10 proses pemadaman busur api


Keterangan Gambar 3.10:

10
1. kontak tetap Gambar 3.11 Diagram satu garis urutan pembukaan jaringan.
2. kontak
bergerak 3.8.2 Penutupan Jaringan
3. pengatur i. PMT dioperasikan setelah
busur api pemisah-pemisahnya dimasukkan lihat gambar.
4. busur api ii. Setelah PMT dimasukkan
5. gas diperiksa apakah terjadi kebocoran isolasi (misal minyak)
bertekanan pada PMT.
6. minyak iii. Urutan penutupan jaringan:
1. PMS tanah dikeluarkan
3.8 Pengoperasian PMT 2. PMS dimasukkan
3.8.1 Pembukaan Jaringan 3. PMT dimasukkan
i. PMT dioperasikan terlebih
dahulu, baru kemudian pemisah-pemisahnya.
ii. Sebelum pemisah dikeluarkan/
dioperasikan harus diperiksa apakah PMT sudah terbuka
sempurna .
iii. Urutan pembukaan jaringan:
1. PMTdikeluarkan
2. PMS dikeluarkan
3. PMS tanah dimasukkan

Gambar 3.12 Diagram satu garis urutan penutupan jaringan

11
6. Lemari kontrol: periksa apakah pintu tersebut sudah tertutup
dengan sempurna apakah gasket pintu dalam keadaan baik,
periksa apakah lampu-lampu tanda penerangan dan pemanas
masih normal.
7. Sumber tegangan searah (DC): periksa tegangan DC dan
sekeringnya untuk kumparan penutup/pelepasan PMT, motor
kompresor DC dan motor pengisi pegas DC apakah dalam
keadaan baik.
8. Sumber tegangan bolak-balik (AC): periksa tegangan AC dan
IV. PEMELIHARAAN PEMUTUS TENAGA DENGAN MEDIA sekeringnya untuk alat pemanas, motor kompresor AC apakah
BANYAK MINYAK dalam keadaan baik.
9. Bushing: periksa apakah dalam keadaan bersih, retak atau pecah.
4.1 Pengertian Umum Pemeliharaan 10. Indikator pegas: periksa indikator pegas harus selalu terisi.
Pemliharaan Pemutus tenaga (PMT) adalah tergantung dari ukuran 11. Indikator tekanan udara (pneumatic): periksa tekanan udara tekan
PMT dan statusnya, apakah dijaga atau tidak dijaga. Pelaksanaan dari (pneumatic) dalam tangki apakah normal.
pemeliharaan dapat dilakukan sesuai dari jenis pemeliharaannya, maka
pelaksanaannya dapat dilakukan apakah PMT itu dalam keadaan operasi
12. Indikator tekanan minyak (hydrolis): periksa apakah tekanan
atau tidak beroperasi. minyak (hydrolis) pada tangki dalam keadaan normal.
Untuk PMT yang dijaga, kurun waktu pemeliharaanya (secara 13. Terminal utama: periksa apakah terdapat benda-benda
periodik) adalah sebagai berikut: asing/sarang burung.
 Jadwal Harian
Dilaksanakan pada saat keadaan operasi, perlatan dan  Jadwal Bulanan
komponen yang diperiksa PMT dengan banyak menggunakan minyak Dilaksanakan dalam keadaan operasi. Peralatan yang diperiksa
(Bulk Oil Circuit Breaker): pada PMT dengan banyak menggunakan minyak:
1. Tangki dan katup pembuang minyak: periksa apakah ada 1. Counter (alat penghitung jumlah kerja) PMT: periksa penunjukan
kebocoran minyak. counter dan catat hasil baca sudah berapa kali kerja pemutusan
2. Indikator tinggi minyak pada indikator tangki, bushing dan PMT.
tabung isolator. 2. Terminal pentanahan: periksa apakah terdapat sambungan-
3. Tangki, pipa-pipa udara: periksa apakah ada kebocoran minyak. sambungan yang kendor atau panas lebih.
3. Kerangka dan tangki: periksa apakah terdapat kebocoran minyak,
4. Kompresor: periksa kerja motor kompresor apakah normal, periksa apakah ada tanda-tanda korosi dari luar.
periksa apakah ventbelt motor kompresor dalam keadaan baik,
tidak putus atau kendor, periksa apakah tidak ada kebocoran
 Jadwal Tahunan
minyak pelumas kompresor.
Dilaksanakan dalam keadaan tidak beroperasi.
5. Indikator PMT: periksa apakah indikator PMT tersebut sudah
Peralatan/komponen yang diperiksa pada PMT dengan menggunakan
sesuai dengan keadaan PMT masuk/keluar.
banyak minyak:

12
1. Pondasi: periksa pondasi apakah terdapat keretakan dan 9. Terminal utama dan pentanahannya: keraskan semua baut-baut
perubahan kedudukan. penghubung terminal ke rel, periksa dan kencangkan bila
2. Katup-katup, sumbat-sumbat pipa-pipa dan tangki: periksa katup- terdapat baut-baut sambungan tanah yang kendor atau yang putus
katup, sumbat-sumbat pipa-pipa dan tangki mimyak PMT, diganti.
bersihkan bagian dalam tangki untuk mencegah tersumbatnya 10. Counter (alat penghitung jumlah kerja) PMT: periksa penunjukan
katup-katup, periksa katup-katup pembuangan yang dapat dibuka counter dan catat penunjukannya berapa kali pemutusan PMT.
tanpa kunci apakah masih tertutup, periksa keadaan catnya dan 11. Posisi indikator: periksa posisi penunjukan indikator atau tanda
apabila perlu dicat kembali. lainnya, periksa dan kencangkan bila terdapat bagian-bagian
3. Dielektrik minyak: periksa kekuatan dielektrik dari isolasi batang atau tuas-tuas yang longgar.
minyak dalam tangki Bulk Oil dan dalam tabung isolator bila 12. Lemari kontrol mekanis: periksa kondisi metal dan bagian dari
tidak memenuhi syarat supaya disaring atau diganti. logam lainya, periksa dan perbaiki bila terdapat engsel-engsel
4. Indikator minyak: bersihkan kaca penduga atau kaca indikator kunci/gerendel gasket dan cat pintu yang luntur kemudian
yang kotor berikut hubungan-hubungannya dalam tangki atau bersihkan debu-debu yang menempel di bagian dalam
ruang pemutus tenaga. 13. Mekanis penggerak: periksa tahanan isolasi dan selenoid-
5. Alat pernafasan dan ventilasi: periksa alat pernafasan dan selenoid katup minyak udara gas dan minyak hydrolis dengan
ventilasi masih dalam keadaan normal. menggunakan Megger dan bila perlu diadakan pergantian,
6. Lemari kontrol peralatan listrik: periksa lemari kontrol apakah periksa dan keraskan bila terdapat contra mur baut-baut yang
terdapat bahan isolasi yang rusak bila perlu diperbaiki dan kendor dan berikan pelumasan pada bantalan-bantalan batang-
dibersihkan, periksa dan diperbaiki bila terdapat engsel-engsel, batang pengungkit-pengungkit poros-poros berputar pegas-pegas
kunci/gerendel, perapat dan cat pintu yang luntur kemudian dan roda-roda gigi bila perlu bersihkan dahulu kemudian diganti
bersihkan debu yang menempel di bagian dalam, periksa lampu- dengan pelumas yang baru, periksa kondisi kontak-kontak pada
lampu tanda elemen-elemen pemanas dan diganti bila kondisinya sekelar pembantu dan bila perlu bekas-bekas bunga api atau
kurang baik, periksa sekering-sekering atau pemutus-pemutus bekas karatan digosok dengan amplas halus, periksa pegas-pegas
pada semua sumber tenaga dan rangkaian pengawatannya, penggerak kontak berikut tuas-tuasnya bila perlu berikan
periksa dan kencangkan sambungan-sambungan pengawatan pelumas, periksa posisi membuka dan menutupnya kontak-
ujung-ujung terminal, periksa tahanan isolasi pengawatan dengan kontak sakelar pembantu dengan teliti bila perlu adakan
sambungan perlengkapan untuk sirkuit-sirkuit terbuka sirkuit- penyetelan.
sirkuit pendek dan kerusakan isolasinya.
7. Isolator: bersihkan porselin misalnya dengan buang air atau  Jadwal Overhaul
carbon tetra chloride dan periksa apakah terdapat keretakan, Dilaksanakan dalam keadaan tidak operasi.
perbaiki pada bagian-bagian yang lecet dengan lacquer, periksa Peralatan/komponen yang diperiksa pada PMT dengan menggunakan
dan keraskan bila terdapat mur/baut yang kendor, periksa dan banyak minyak:
ganti baru bila terdapat perapat paking yang bocor. 1. Pengatur busur api (arc control device): periksa pengatur busur
8. CT bushing dan peralatan tegangan: periksa dan keraskan api terutama bagian dalam cakramnya (disc) setelah dikeluarkan
hubungan-hubungan terminal termasuk tap alat potensial dari dalam ruangan pemutus tenaga jika batas pengikisan telah
kedalam bushing, periksa tahanan isolasi dan pengawatannya. dilampaui supaya diganti, bersihkan bagian dalamnya dan

13
kemudian keringkan, lumasi pengatur busur api tersebut sebelum 1. Tangki dan katup pembuang minyak: periksa apakah ada
dimasukkan kembali dengan mencelupkan beberapa kali kedalam kebocoran minyak.
minyak PMT yang masih baru. 2. Indikator tinggi minyak pada indikator tangki, bushing dan
2. Jari-jari kontak tetap: periksa permukaan jari-jari kontak jika tabung isolator.
terdapat bintik-bintik yang disebabkan oleh busur api bersihkan 3. Tangki, pipa-pipa udara: periksa apakah ada kebocoran minyak.
dengan kikir halus atau amplas, ganti jari-jari kontak dan cincin 4. Kompresor: periksa kerja motor kompresor apakah normal,
busur kontak yang telah aus (terkikis), stel sudut jari-jari kontak periksa apakah ventbelt motor kompresor dalam keadaan baik,
sedemikian rupa untuk memperlancar jalannya batang kontak tidak putus atau kendor, periksa apakah tidak ada kebocoran
bergerak. minyak pelumas kompresor.
3. Ujung kontak: periksa ujung kontak apakah terjadi keausan 5. Indikator PMT: periksa apakah indikator PMT tersebut sudah
(arcing tip): periksa ujung kontak apakah terjadi keausan ganti sesuai dengan keadaan PMT masuk/keluar.
ujung kontak tersebut jika sudah banyak terkikis. 6. Lemari kontrol: periksa apakah pintu tersebut sudah tertutup
4. Batang kontak bergerak/batang pengangkat (moving contact dengan sempurna apakah gasket pintu dalam keadaan baik,
rod/lift rod): periksa batang kontak bergerak apakah kendor atau periksa apakah lampu-lampu tanda penerangan dan pemanas
melengkung perbaiki seperlunya dan bersihkan periksa peralatan- masih normal.
peralatan bantuannya apakah lengkap. 7. Sumber tegangan searah (DC): periksa tegangan DC dan
5. Batang penggerak (fiber glass operating rod), poros-poros sekeringnya untuk kumparan penutup/pelepasan PMT, motor
engkol-engkol: periksa apakah batang penggerak apakah kendor kompresor DC dan motor pengisi pegas DC apakah dalam
atau membengkok, perbaiki seperlunya dan bersihkan, periksa keadaan baik.
contra mur baut-baut kunci-kunci dan bantalan-bantalan yang 8. Sumber tegangan bolak-balik (AC): periksa tegangan AC dan
kendor. sekeringnya untuk alat pemanas, motor kompresor AC apakah
6. Dashpot atau snubber: periksa apakah settingnya cocok atau dalam keadaan baik.
betul, atur seperlunya, bersihkan dan isi kembali cairan dalam 9. Bushing: periksa apakah dalam keadaan bersih, retak atau pecah.
dashpot cairan. 10. Indikator pegas: periksa indikator pegas harus selalu terisi.
7. Pegas-pegas penekan kontak: periksa sifat kumparan pegas-pegas 11. Indikator tekanan udara (pneumatic): periksa tekanan udara tekan
apakah dalam keadaan baik. (pneumatic) dalam tangki apakah normal.
8. Minyak isolasi: periksa kekuatan dielektrik dari isolasi minyak 12. Indikator tekanan minyak (hydrolis): periksa apakah tekanan
bila tidak memenuhi syarat supaya disaring atau diganti. minyak (hydrolis) pada tangki dalam keadaan normal.
9. Perapat (gasket/packing): ganti semua perapat dengan yang baru. 13. Terminal utama: periksa apakah terdapat benda-benda
asing/sarang burung.
Untuk PMT yang tidak dijaga, kurun waktu pemeliharaanya
(secara periodik) adalah sebagai berikut:  Jadwal Bulanan
 Jadwal Mingguan Dilaksanakan dalam keadaan operasi. Peralatan yang diperiksa
Dilaksanakan pada saat keadaan operasi, perlatan dan pada PMT dengan banyak menggunakan minyak:
komponen yang diperiksa PMT dengan banyak mengguanakan minyak
(Bulk Oil Circuit Breaker):

14
1. Counter (alat penghitung jumlah kerja) PMT: periksa penunjukan periksa dan kencangkan sambungan-sambungan pengawatan
counter dan catat hasil baca sudah berapa kali kerja pemutusan ujung-ujung terminal, periksa tahanan isolasi pengawatan dengan
PMT. sambungan perlengkapan untuk sirkuit-sirkuit terbuka sirkuit-
2. Terminal pentanahan: periksa apakah terdapat sambungan- sirkuit pendek dan kerusakan isolasinya.
sambungan yang kendor atau panas lebih. 7. Isolator: bersihkan porselin misalnya dengan buang air atau
3. Kerangka dan tangki: periksa apakah terdapat kebocoran minyak, carbon tetra chloride dan periksa apakah terdapat keretakan,
periksa apakah ada tanda-tanda korosi dari luar. perbaiki pada bagian-bagian yang lecet dengan lacquer, periksa
dan keraskan bila terdapat mur/baut yang kendor, periksa dan
 Jadwal Tahunan ganti baru bila terdapat perapat paking yang bocor.
Dilaksanakan dalam keadaan tidak beroperasi. 8. CT bushing dan peralatan tegangan: periksa dan keraskan
Perlatan/komponen yang diperiksa pada PMT dengan menggunakan hubungan-hubungan terminal termasuk tap alat potensial
banyak minyak: kedalam bushing, periksa tahanan isolasi dan pengawatannya.
1. Pondasi: periksa pondasi apakah terdapat keretakan dan 9. Terminal utama dan pentanahannya: keraskan semua baut-baut
perubahan kedudukan. penghubung terminal ke rel, periksa dan kencangkan bila
2. Katup-katup, sumbat-sumbat pipa-pipa dan tangki: periksa katup- terdapat baut-baut sambungan tanah yang kendor atau yang putus
katup sumbat-sumbat pipa-pipa dan tangki mimyak PMT, diganti.
bersihkan bagian dalam tangki untuk mencegah tersumbatnya 10. Counter (alat penghitung jumlah kerja) PMT: periksa penunjukan
katup-katup, periksa katup-katup pembuangan yang dapat dibuka counter dan catat penunjukannya berapa kali pemutusan PMT.
tanpa kunci apakah masih tertutup, periksa keadaan catnya dan 11. Posisi indikator: periksa posisi penunjukan indikator atau tanda
apabila perlu dicat kembali. lainnya, periksa dan kencangkan bila terdapat bagian-bagian
3. Dielektik minyak: periksa kekuatan dielektrik dari isolasi minyak batang atau tuas-tuas yang longgar.
dalam tangki Bulk Oil dan dalam tabung isolator bila tidak 12. Lemari kontrol mekanis: periksa kondisi metal dan bagian dari
memenuhi syarat supaya disaring atau diganti. logam lainya, periksa dan perbaiki bila terdapat engsel-engsel
4. Indikator minyak: bersihkan kaca penduga atau kaca indikator kunci/gerendel gasket dan cat pintu yang luntur kemudian
yang kotor berikut hubungan-hubungannya dalam tangki atau bersihkan debu-debu yang menempel di bagian dalam
ruang pemutus tenaga. 13. Mekanis penggerak: periksa tahanan isolasi dan selenoid-
5. Alat pernafasan dan ventilasi: periksa alat pernafasan dan selenoid katup minyak udara gas dan minyak hydrolis dengan
ventilasi masih dalam keadaan normal. menggunakan Megger dan bila perlu diadakan pergantian,
6. Lemari kontrol peralatan listrik: periksa lemari kontrol apakah periksa dan keraskan bila terdapat contra mur baut-baut yang
terdapat bahan isolasi yang rusak bila perlu diperbaiki dan kendor dan berikan pelumasan pada bantalan-bantalan batang-
dibersihkan, periksa dan diperbaiki bila terdapat engsel-engsel, batang pengungkit-pengungkit poros-poros berputar pegas-pegas
kunci/gerendel, perapat dan cat pintu yang luntur kemudian dan roda-roda gigi bila perlu bersihkan dahulu kemudian diganti
bersihkan debu yang menempel di bagian dalam, periksa lampu- dengan pelumas yang baru, periksa kondisi kontak-kontak pada
lampu tanda elemen-elemen pemanas dan diganti bila kondisinya sekelar pembantu dan bila perlu bekas-bekas bunga api atau
kurang baik, periksa sekering-sekering atau pemutus-pemutus bekas karatan digosok dengan amplas halus, periksa pegas-pegas
pada semua sumber tenaga dan rangkaian pengawatannya, penggerak kontak berikut tuas-tuasnya bila perlu berikan

15
pelumas, periksa posisi membuka dan menutupnya kontak- 6. Dashpot atau snubber: periksa apakah settingnya cocok atau betul
kontak sakelar pembantu dengan teliti bila perlu adakan atur seperlunya, bersihkan dan isi kembali cairan dalam dashpot
penyetelan. cairan.
7. Pegas-pegas penekan kontak: periksa sifat kumparan pegas-pegas
 Jadwal Overhaul pada keadaan baik.
Dilaksanakan dalam keadaan tidak operasi. 8. Minyak isolasi: periksa kekuatan dielektrik dari isolasi minyak
Peralatan/komponen yang diperiksa pada PMT dengan menggunakan bila tidak memenuhi syarat supaya disaring atau diganti.
banyak minyak: 9. Perapat (gasket/packing): ganti semua perapat dengan yang baru.
1. Pengatur busur api (arc control device): periksa pengatur busur
Gardu Induk Lomanis merupakan jenis Gardu Induk yang
api terutama bagian dalam cakramnya (disc) setelah dikeluarkan
dijaga, maka pemeliharaan peralatannya menggunakan jadwal
dari dalam ruangan pemutus tenaga jika batas pengikisan telah
pelaksanaan pemeliharaan pada Gardu Induk yang dijaga.
dilampaui supaya diganti, setelah dikeluarkan dari dalam ruangan
pemutus tenaga jika batas pengikisan telah dilampaui supaya
4.2 Syarat-syarat Pemeliharaan yang Baik
diganti, bersihkan bagian dalamnya dan kemudian keringkan,
1. Pemeliharaan dilaksanakan secara teratur dengan jadwal yang
lumasi pengatur busur api tersebut sebelum dimasukkan kembali
telah ditentukan.
dengan mencelupkan beberapa kali kedalam minyak PMT yang
2. Pemeliharaan dilakukan dalam keadaan tidak operasi sehingga
masih baru.
dapat dilakukan pada semua bagian.
2. Jari-jari kontak tetap: periksa permukaan jari-jari kontak jika
3. Pemeliharaan dilakukan dengan merawat semua bagian dari
terdapat bintik-bintik yang disebabkan oleh busur api bersihkan
alat.
dengan kikir halus atau amplas, ganti jari-jari kontak dan cincin
busur kontak yang telah aus (terkikis), stel sudut jari-jari kontak 4. Jadwal dan hasil pemeliharaan dicatat dalam kartu atau buku
sedemikian rupa untuk memperlancar jalannya batang kontak alat.
bergerak.
4.3 Tujuan Umum Pemeliharaan
3. Ujung kontak: periksa ujung kontak apakah terjadi keausan
Tujuan umum pemeliharaan adalah agar PMT bisa bertahan lama
(arcing tip): periksa ujung kontak apakah terjadi keausan ganti
dan awet. Pada saat pemeliharaan kita bisa mengetahui bagian-bagian PMT
ujung kontak tersebut jika sudah banyak terkikis.
yang sudah mulai rusak dan kita bisa menggantinya dengan yang lebih baik
4. Batang kontak bergerak/batang pengangkat (moving contact
rod/lift rod): periksa batang kontak bergerak apakah kendor atau 4.4 Ketentuan Pemeliharaan PMT
melengkung perbaiki seperlunya dan bersihkan periksa peralatan- Ketentuan pemeliharaan PMT adalah pemeliharaan dalam keadaan
peralatan bantunya apakah lengkap. operasi dan keadaan tidak operasi
5. Batang penggerak (fiber glass operating rod), poros-poros
engkol-engkol: periksa apakah batang penggerak apakah kendor 4.6 Gangguan Fisik pada PMT
atau membengkok, perbaiki seperlunya dan bersihkan, periksa Gangguan fisik yang bisa terjadi adalah karena pengaruh
contra mur baut-baut, kunci-kunci dan bantalan-bantalan yang lingkungan dan umur PMT.
kendor.
4.7 Gangguan Mekanik pada PMT

16
Gangguan mekanik dapat terjadi karena goncangan pada saat PMT tergantung dari banyaknya PMT kerja memutuskan arus hubung
menutup atau membuka. singkat dan jumlah minyak dalam tangki.

4.8 Gangguan Operasi pada PMT 5.2 Saran


Gangguan mekanik pada PMT bisa terjadi karena kesalahan pada Saran yang dapat diambil dari laporan kerja praktek ini untuk
sistem yang disebabkan karena kerusakan alat pengontrol PMT baik secara meningkatkan kinerja sistem pengaman berjalan dengan baik sebagai
otomatis atau manual. berikut:
Sistem tenaga listrik tidak memungkinkan tenaga listrik
secara mutlak tanpa adanya gangguan, sehingga untuk tersengalaranya
penyediaan tenaga listrik kepada konsumen dengan baik dan
berkesinambungan, memerlukan suatu sistem tenaga listrik yang
benar-benar handal. Dimana hal ini dapat dicapai jika relay pengaman
dan PMT berfungsi dengan baik. Agar relay pengaman dan PMT dapat
berfungsi lebih lama harus didukung oleh adanya penyetelan dan
pemasangan yang tepat sesuai dengan petunjuk (instruction manual)
dan pemeliharaan yang tepat waktu dan cermat (secara menyeluruh).

V. PENUTUP DAFTAR PUSTAKA

5.1 Kesimpulan -------, Diktat system pengaman distribusi, Perusahaan Umum Listrik
Kesimpulan yang dapat diambil dari laporan kerja praktek ini adalah: Negara, Pusdiklat PLN, Jakarta.
Pemutus tenaga (PMT) adalah suatu alat otomatis yang Djiteng Marsudi, 2005, Pembangkitan Energi Listrik, Erlangga :
mampu memutus atau menutup rangkaian pada semua kondisi yaitu Jakarta.
kondisi gangguan maupun kondisi normal. Flurscheim, C.H. Power Circuit Breaker Theory and Design. Peter
Pada operasi dan pemeliharaan PMT perlu adanya ketelitian Peregrinus LTD.
dan antisipasi yang tepat terhadap berbagai jenis gangguan yang ada. Stevenson, William Jr. Analisis Sistem Tenaga Listrik. Edisi keempat.
Pengoperasian PMT harus sesuai dengan pedoman dan jenis PMT Erlangga. Jakarta. 1984.
serta ukuran kapasitas kerja dari PMT tersebut. Pemeliharaan harus Team O & M Transmisi & Gardu Induk, PLN Pembangkitan Jawa
dilakukan secara rutin dengan penjadwalan yang tepat dan selalu Barat dan Jakarta Raya, Buku Petunjuk Operasi dan Memelihara
mengamati keadaan PMT sesuai dengan pedoman dan jenis dari PMT. Peralatan Pemutus Tenaga Nomor : O & M. 03/ BTG/ KJJ/
Perawatan terhadap kerusakan PMT harus dilakukan dengan 1981. PLN.
pergantian bagian-bagian PMT yang sudah rusak dengan yang baik. Team O & M Transmisi & Gardu Induk, PLN Pembangkitan Jawa
Jumlah minyak yang besar pada PMT dengan ruang media Barat dan Jakarta Raya, Buku Petunjuk Operasi dan Memelihara
banyak minyak, fungsi/tujuannya untuk memperpanjang waktu Peralatan Pemutus Tenaga Nomor : O & M. 10/ BTL/ KJB/
periodik/jadwal pemeliharaan PMT tersebut terutama pergantian 1986. PLN.
minyak, karena kotornya minyak atau menurunnya kondisi minyak

17
Woerjardjo, Ir, Her Pekik Hargono, BE. 1982, Pemutus Tenaga dan
Pemisah, PLN Pembangkitan Jawa Barat dan Jakarta. Jakarta.

18