Está en la página 1de 8

REKONSTRUKSI ACEH

N0. 2 ■ 20 AGUSTUS 2005 ■ DUA MINGGUAN

HIKAYAT
Bisa dihitung dengan jari,
Macam bantuan keunoe meusapat kegiatan dan bantuan
Ka teuka ramhmat keu wareh lingka pendidikan yang menge-
Bantuan ka na keu bantu rakyat depankan program pen-
Udep beumangat jinoe tarasa didikan jangka panjang
untuk anak-anak yatim
Beudoh wareh droe tajak hareukat
Tatem jak meukat lagee biasa
piatu di Aceh.
Tanyoe tieb watee pujoe hadarat
Baca cerita sampul di
Tajak hareukat bek sagai reuda halaman 4

■ HILMI HASBALLAH

2
Indikasi Korupsi
di Aceh Barat

3
Bila Batas Tanah ■ MANTO

Menghilang

PLTD Apung itu “Nangkring” di Tanah Martini


4 Asri Zaidir
Banda Aceh
biduan_bisu@yahoo.com
ada lokasi PLTD apung itu ramai
dikunjungi orang yang melaku-
kan tur tsunami.
yang bernasib sama, telah mem-
peroleh ganti rugi dari pemerin-
tah sebesar Rp 500 ribu.
perbedaan harga antara warga
satu dengan warga lainnya.
“Kita duek pakat dalam pe-

M
ARTINI Juned (58) “Saya sudah lapor masalah ini “Saya bingung dengar kabar mutusan harga. Saya kasih
jengkel bukan ke- ke kantor camat. Dan hingga saat itu,” kata Martini. penawaran, pemerintah yang
palang. Kapal Pem- ini belum ada tanggapan,” kata Harga tanah mahal memutuskan nantinya,” ucap
bangkit Tenaga Listrik Disel Martini yang tinggal di sana se- Untuk memastikan, Martini Martini memberi solusi.
(PLTD) apung milik PLN Aceh jak tahun 1964. ‘mengusut’ kabar yang ternyata Martini sangat mengharap-
Pada Merekalah yang berbobot mati 4.000 ton itu, Minta diselesaikan omong kosong itu. “Bagaimana kan ganti rugi cepat tereali-
masih saja “nangkring” di atas Di bawah PLTD apung itu ada mungkin ada yang mau diganti sasikan. Tujuannya agar dia
Aceh Bersandar tanahnya. dua rumah. Yaitu rumah Martini segitu. Harga tanah di kawasan cepat memperoleh bayangan
Pensiunan kantor Guber- dan sepupunya. ini kan mahal,” sergahnya. akan nasibnya ke depan.
nur NAD ini sudah sering Tanah Martini sendiri pernah Menurut Martini tanah Punge Maklum, hingga saat ini,
menghubungi pihak terkait satu kali diukur oleh pihak Badan Blang Cut, Meuraxa, Banda Aceh dia masih menumpang di ru-

7 meminta penjelasan perihal


status tanah rumahnya.
Apalagi dia mendengar pe-
merintah telah merencanakan
kapal ‘raksasa’ itu jadi monu-
Pertanahan Nasional (BPN). Na-
mun setelah itu tak ada kelanju-
tan lagi. Tak heran janda ini men-
jadi berang.
Buntutnya, Martini ‘mengulti-
sebelum tsunami harganya Rp
400 ribu per meter. Sehingga aneh
apabila ada yang mau diganti
dengan harga segitu.
Setuju untuk monumen
mah saudaranya, yang tak
jauh dari lokasi “nang-
kring”nya PLTD.
“Kalau bisa agak cepat.
Bagaimana pun tidak enak
men keganasan tsunami 26 matum’ pihak terkait dengan ren- Sebenarnya Martini sangat se- tinggal di rumah orang,” ucap
Desember tahun lalu. cana memagar tanah yang men- tuju perihal pembangunan mon- Martini sendu. ■
Namun Usaha Martini me- jadi haknya. umen ini. Namun pemerintah da-
ngalami jalan buntu. Hingga Tindakan Martini cukup ber- pat lebih arif dalam menentukan Untuk membaca cerita
Pulau Podiamat, delapan bulan pascatsunami, ralasan. Apalagi Ia mendengar ganti rugi tanah warga seperti di- pengukuran tanah kor-
ban tsunami, baca Ru-
Riwayatmu Kini tidak ada tanggapan. Yang selentingan kabar ada warga rinya. Jangan sampai nantinya ada
brik Fokus halaman 3
2 CEUREUMeN
ANTIKORUPSI

Indikasi Korupsi di Aceh Barat


■ ■ ■ TANYA JAWAB
Mahasiswa Mendapat- mana pun. Pelayanan gra-
Barak Beratap Rumbia
kan Tempat Tinggal
T: Apakah mahasiswa
bisa mendapatkan tempat
tis diberikan sepanjang
masih ada subsidi dari
APBN dan APBD. Sebelum
tsunami, hanya yang mem-
di Beureugang Aceh Barat
tinggal yang layak untuk kuli- punyai Kartu Sehat (KS)
Said Kamaruzzaman
Banda Aceh
ah? yang mendapat pelayanan said_kamaruzzaman@yahoo.com
Toni Zati

A
gratis. Tetapi sekarang tan-
(Melalui email) TAP barak itu terbuat
pa kecuali. Anda bisa meng-
Mahasiswa dari daun rumbia. Pe-
hubungi 0651-32010 ■
masangannya jarang-ja-
J: Untuk mahasiswa yang rang, karenanya banyak atap
kuliah di Universitas Syiah Mencari Saudara yang yang sudah bocor. Para pe
Kuala (Unsyiah) atau IAIN Hilang ngungsi yang tinggal menyia-
Ar-Raniry, tidak ada bantu- sati kebo-coran itu dengan me-
T: Saya meyakini saudara
an rumah atau uang lang- nambal-nya dengan kardus.
saya masih hidup meski ■ MAHDI ABDULLAH

sung biaya menyewa rumah. Begitu juga dengan 16 unit “Kami berharap DPRD Aceh sesuai dengan RAB. Salah satu
terkena tsunami. Siapa yang
Menurut Rektor IAIN Ar- MCK yang dibangun di lokasi Barat untuk mengkaji kembali alasannya adalah karena situ-
bisa membantu saya untuk
Raniry Prof Yusny Saby, pi- barak. Kakus yang dibangun rencana pengalokasian dana asi saat itu yang darurat.
membantu mempertemukan
haknya mencari solusi de- tersumbat dengan tanah kare- untuk Barak Beuregang,” kata “Barak dibangun pada kon-
dengannya?
ngan berencana membuat na tidak dibuat lubang. Neta. disi darurat. Material ba-
Azizah
sejumlah asrama maha- Inilah bentuk barak pe Tidak sesuai ngunan sulit didapat dan har-
Darussalam
siswa. ngungsi korban tsunami di Menurut Neta, pengerjaan ganya pun mahal. Sedangkan
Banda Aceh
Untuk merealisasikan- Beureugang, Kecamatan proyek barak itu juga tidak se- yang lain-lain, seperti atap
nya, telah diajukan usulan Kaway XVI, Aceh Barat. suai dengan Rencana Anggaran yang dibuat dari daun rumbia
J: Anda bisa melapor dulu
ke berbagai lembaga seperti Tambahan biaya Biaya (RAB) yang disusun oleh itu dibangun sesuai dengan
identitas lengkap Anda dan
PT Arun, BRR dan lainnya. Dengan keadaan yang serba Dinas Cipta Karya dan Sumber RAB,” kata seorang kontraktor
saudara Anda itu, antara
Hal yang sama juga di- minimalis ini, Badan Pekerja Daya Air Pemerintah Kabupa yang membangun barak di
lain kepada Dinas Sosial
lakukan oleh Unsyiah untuk Solidaritas untuk Anti-Korup- ten Aceh Barat. Beureugang itu.
NAD ataupun Palang Me-
membantu 22.805 maha- si (BP.SuAK) menemukan in- Kendati beralasan karena Sementara itu, Kepala Di-
rah. Mereka akan berusaha
siswanya. Selama ini bantu- dikasi penyimpangan dalam sedang darurat sehingga tidak nas Cipta Karya dan Sumber-
sebisa mungkin untuk men-
an yang dapat diberikan pembangunan 10 unit barak memiliki RAB, menurut SuAK daya Air Aceh Barat Ir Hilal
carinya dan mempertemu-
langsung kepada maha- Beureugang tersebut. itu bukan alasan. Hasballah juga mengakui ba-
kan dengan Anda jika
siswa dalam bentuk bea- Dana pembangunan barak “Tidak dibenarkan memba rak tak sesuai RAB.
masih hidup. Anda bisa
siswa bagi yang kurang ini bersumber dari bantuan ngun proyek yang tidak sesuai “Pembangunan saat itu kan
menghubungi PMI dengan
mampu atau berprestasi. Jika Depsos (Departemen Sosial) dengan RAB karena bertenta- dalam keadaan darurat. Tapi,
nomor 0651- 7410504 atau
masih tersisa, tentu bea- sebesar Rp 240.000.000. ngan dengan Pasal 43 UU No kita akan sempurnakan
Dinas Sosial dengan nomor
siswa ini bisa digunakan “Karena dananya kecil maka 18 Tahun 1999,” kata Neta lagi. kembali. Makanya kita belum
0651- 7406054 ■
untuk menyewa sebuah ka- bentuk baraknya seperti itu,” Darurat bayar sepeser pun kepada kon-
mar kost. kata Teuku Neta Firdaus dari Seorang kontraktor pelaksa- traktornya, karena memang
Pascatsunami, Unsyiah Perbedaan Rumah SuAK kepada Ceureumen. na memberi alasan mengapa belum sempurna,” katanya
menggratiskan biaya SPP Bantuan Belakangan Pemda Aceh barak tersebut dibangun tidak kepada Ceureumen. ■
selama satu semester bagi Barat menganggarkan kembali
T: Mengapa ada perbe-
seluruh mahasiswanya tan- dana APBD 2005 sebesar Rp
daan pembuatan rumah.
pa kecuali. Sedangkan IAIN 434.770.000 untuk menutupi
Ada masyarakat yang
juga menggratiskan SPP se-
lama dua semester bagi se-
diberikan rumah permanen,
kekurangan anggaran dalam
pembangunan barak yang pada
Beberapa Indikasi Barak
ada pula yang semiper-
luruh mahasiswanya. ■
manen?
Murni
tahap awal telah dibantu oleh Dep-
sos sebesar Rp 240.000.000 itu. Beuregang tidak Sesuai RAB
RS Jiwa Gratis Nah, jika anggaran yang di-
Lhoknga, Aceh Besar
ajukan sebagai tambahan itu 1. Dalam RAB tercantum pemakaian kayu ukuran 7/10. Ter
T: Apakah Rumah Sakit
disetujui DPRD Aceh Barat, nyata ukuran kayu dimaksud tidak dipergunakan sama
Jiwa Banda Aceh masih J: Istilah permanen dan
maka total biaya pembangunan sekali (fiktif), sementara harga ukuran kayu ini per ku-
memberikan pelayanan kese- semipermanen hanya istilah
barak tersebut nantinya menca- biknya Rp 1.260.000. Bila dikalikan per unit barak maka
hatan gratis untuk pasien tradisional. Sebetulnya, se-
pai Rp 674.770.000. Jumlah kerugian negara dan daerah mencapai Rp 12.660.000.
rawat inap yang menderita tiap rumah yang didirikan
yang fantastis! 2. Kayu yang dipakai untuk dinding dan lantai, harga yang
gangguan jiwa? di atas tanah sendiri adalah
Nurbaiti rumah permanen, meskipun tercantum di dalam RAB mencapai Rp 1.300.000 per m3.
Kembang Tanjung, Pidie berupa rumah panggung, Namun di lapangan, yang digunakan hanya kayu-kayu
Bila Anda menjumpai sembarang dengan kualitas mutu dan harganya lebih mu-
rumah setengah tembok, penyimpangan atau in-
J: Rumah Sakit Jiwa milik ataupun rumah tembok. dikasi korupsi di wilayah rah, yaitu Rp 1.000.000 per m3 (harga ini sudah terma-
pemerintah di Banda Aceh Bentuk rumah apa pun Anda di Aceh Barat, suk ongkos angkut). Hitungan mark-up yang terjadi dalam
masih memberikan pelayan- layak dihuni, antara lain Anda dapat menghubu pengadaan kayu untuk pembangunan 10 unit barak terse-
an kesehatan dan rawat sepanjang memenuhi syarat ngi Solidaritas untuk but mencapai Rp 45.015.000.
inap gratis bagi pasien kesehatan dan keamanan. ■ Anti-Korupsi (SUAK) 3. Pembuatan 16 unit MCK di lokasi Barak Beureugang
Jalan Sisingamangara- terkesan mubazir, karena pembangunan dilakukan asal-
ja no 48, Desa Gampa asalan dan tidak dapat difungsikan. Akibatnya, pengung-
Anda bisa mengirimkan pertanyaan apa pun yang ingin Anda ke-
Johan Pahlawan, Meula-
tahui, terutama mengenai masalah rekonstruksi dan rehabilitasi. Re- si tidak dapat menggunakan fasilitas MCK tersebut. Se-
daksi akan mencarikan jawaban untuk pertanyaan Anda. Kirimkan ke boh. Telepon: 0655-
7006850. Hubungi Teuku mentara anggaran yang diplot untuk pembangunan 16
PO BOX 061 Banda Aceh 23001 atau email ceureumen@gmail.com
dengan mencantumkan “Rubrik Tanya Jawab” Neta Firdaus unit MCK sebesar Rp 71.469.760. ■

■ REDAKSI CEUREUMeN ■
Pemimpin Redaksi: Sim Kok Eng Amy ■ Sekretaris Redaksi: Siti Rahmah ■ Redaktur: Nani Afrida ■ Wartawan: Mounaward Ismail, Said Kamaruzzaman ■
Koordinator Artistik: Mahdi Abdullah ■ Fotografer: Hotli Simanjuntak ■ Dengan kontribusi wartawan lepas di Aceh ■ Alamat: PO BOX 061 Banda Aceh
23001. Email: ceureumen@gmail.com ■ Percetakan dan distribusi oleh Serambi Indonesia.
CEUREUMeN merupakan media dwi-mingguan yang didanai dan dikeluarkan oleh Decentralization Support Facility (DSF atau Fasilitas Pendukung
Desentralisasi). DSF merupakan inisiatif multi-donor yang dirancang untuk mendukung kebijakan desentralisasi pemerintah dengan meningkatkan
keselarasan dan efektifitas dukungan dari para donor pada setiap tingkatan pemerintahan. Misi dari CEUREUMeN adalah untuk memberikan informasi
di Aceh tentang rekonstruksi dan berita yang bersifat kemanusiaan. Selain itu CEUREUMeN diharap bisa memfasilitasi informasi antara komunitas
negara donor atau LSM dengan masyarakat lokal.
FOKUS CEUREUMeN 3

Bila Batas Tanah Menghilang


Asri Zaidir Baharuddin Keusyik Lamteu-
Banda Aceh ngoh serius.
Biduan_bisu@yahoo.com
”Kami telah memberikan

R
AZALI Yahya, Kepala warga yang tidak punya tanah,
Badan Pertanahan Na- tanah sebesar sepetak rumah
sional (BPN) Aceh menga- untuk dibangun,” katanya.
ku sedang sibuk berat. Peker- Desa Lamteungoh, Kecama-
jaan mengukur tanah hingga tan Peukan Bada, memang
memasuki bulan ke delapan mengaku tidak memiliki masa-
bencana tsunami belum juga lah.Namun, tanah yang diukur
selesai. Dari 13 desa di Kota- itu harus menunggu BPN un-
madya Banda Aceh, baru 4 desa tuk mendapatkan sertifikat.
yang selesai. ”Jadi bukan berarti tanah
Mengukur tanah memang yang dipatok masyarakat
bukan pekerjaan mudah. sudah resmi akan mendapat
Apalagi batas tanahnya sudah sertifikat, tapi harus diukur
hilang. Dibutuhkan ketelitian ulang BPN,” kata Razali lagi.
ekstra keras untuk menghindari Bagaimana dengan warga
perselisihan. yang tanahnya tenggelam kare-
“Untuk sementara ini sih be- na abrasi?
lum ada masalah,” katanya ke- ”Mereka akan mendapatkan
pada Ceureumen. penggantian dari pemerintah
Bencana tsunami telah meng- dengan harga yang sesuai,”
hilangkan batas tanah milik kata Razali.
masyarakat sebanyak 250 ribu Wacana lain
hektar. Sementara itu 60.000 Berbeda dengan Lamteu- ■ HOTLI
MEMBERI TANDA - Sepasang suami istri asal Desa Lam Isek, Peukan Bada, sedang memberi tanda di atas tanah
buah sertifikat rusak berat. ngoh yang langsung melaku- mereka yang terkena tsunami.
Batas hilang kan pematokan tanah masing-
Jangankan pihak BPN, pemi- masing warga, di Desa Lam-
lik tanah pun masih bingung bung Kecamatan Meuraxa, war-
untuk menentukan tanah mere- ga punya wacana lain. Pengukuran Tanah di Desa Lambung
ka secara pasti. Mereka berencana akan me-
”Kalau posisinya sih kita ratakan seluruh tanah dan
tahu, tapi bataih jih kadang hana membangun perumahan seper-
Semua Tanah akan Diratakan
jelaih (batasnya tidak jelas),” ti Perumnas dengan jalanan
Asri Zaidir menurutnya, langkah pertama yang harus di
kata Zamzami, yang luas untuk menghindari
Banda Aceh ambil adalah meratakan seluruh sisa ba
Masyarakat memang telah tsunami kedua. Istilah itu dise- biduan_bisu@yahoo.com
ngunan yang ada di Desa Lambung tersebut.

D
melakukan pengukuran tanah but Land Consolidation (LC).
ESA Lambung Kecamatan Meuraxa, Menghargai keputusan
secara manual sambil menung- Kendati itu merupakan Banda Aceh, terletak tak jauh dari pu- Desa Lambung terbagi atas empat buah
gu pengukuran tanah resmi wacana baru, pihak BPN me-
sat Kota Banda Aceh. Di desa inilah ter- dusun: Melati, Mawar, Seulanga, dan Dahlia.
oleh BPN. Desa Lamteungoh, nyarankan warga berpikir dulu.
dapat monumen perahu untuk mengenang Sehingga otomatis tak mudah bagi seorang
Kecamatan Peukan Bada, Aceh ”LC membuat semua warga keganasan tsunami yang meluluhlantakkan keuchik untuk memimpin empat buah dusun
Besar, misalnya. harus rela melepaskan hak atas hampir setengah Kota Banda Aceh, akhir sekaligus, dengan karakter warga yang ber-
”Kami secara bergotong ro tanahnya. Baiknya jangan
tahun lalu. beda. Apalagi luas Desa Lambung cukup be-
yong mengukur sendiri,” kata dulu,” kata Kepala BPN Aceh
Muktar Muklis (51) misalnya. Warga Desa sar, 80 hektar luas keseluruhannya.
Razali. Lambung ini kini kembali ke desanya ken- Waktu digelarnya rapat, ternyata dari 320
Namun Razali men- dati harus menumpang di balai desa yang jumlah warga yang ada sekarang ini, hanya
gaku semuanya ada di dibangun sederhana, bersama 320 penduduk satu orang yang menjadi ahli waris merasa
tangan masyarakat. desa lainnya. keberatan apabila tanahnya diratakan. Ala-
Kalau masyarakat “Saya belum mampu membangun rumah, sannya cukup beralasan dalam segi ekono-
merasa ”nyaman” jadi tinggal di sini,” kata Muklis yang “ter- mis. Letak rumah almarhum orang tuannya
dengan keputusan itu, paksa” menitipkan anak gadisnya di rumah cukup strategis dengan luas tanah yang le bar.
silakan saja. saudara. Walaupun begitu, pak keuchik mencoba
”Asal jangan jadi Sebenarnya ada beberapa LSM yang berni- untuk menghargai keputusan si ahli waris
masalah,” ujarnya. at membangun rumah. Tetapi tersandung tersebut. Namun bukan berarti dia membatal-
Urusan tanah me- masalah tanah yang belum selesai. kan rencana yang telah diputusan bersama
mang pelik, karena Para aparat desa memang mengusulkan warga.
warga mulai bosan sebuah usul yang cukup ekstrim. Dan ada “ Kami akan tetap melaksanakan rencana
tinggal di tenda dan warga yang tidak setuju. kami. Dan tanah dia itu tetap kami biarkan
ingin segera kembali Meratakan tanah utuh. Masa yang ramai harus berkorban un-
membangun rumah. Usul itu adalah merencanakan pemba- tuk yang seorang,” ucap pak keuchik ber-
Namun karena tidak ngunan sistem perumahan bergaya ala “ Lon- filosofi.
adanya sertifikat ta- do”. Rumah sistem blok dengan tiap rumah Pengukuran dulu
nah, rencana pemba- seluas 450 meter berikut dengan jalan-jalan- Saat ini urusan dengan warga rasanya
ngunan rumah sering nya yang lebar. sudah mendapat penyelesaian. Yang setuju
terhambat. Apalagi Menurut keuchik Desa Lambung, Drs. Zai- akan di bongkar, dan yang tidak akan tetap
banyak LSM ingin di M Adan, tujuan menata desa mereka de dibiarkan saja. Namun bagai mana status
■ HOTLI membangun rumah ngan memakai sistem komplek antara lain tanah para warga nantinya pak keuchik pun
MENGUKUR TANAH - Seorang warga asal
Desa Lam Isek, Peukan Bada, sedang mengukur tanpa masalah serti- bertujuan untuk mengantisipasi apabila ke- menjelaskan.
tanah. fikat. ■ jadian serupa terjadi lagi di Aceh. “ Saat ini kami tidak berkoordinasi dengan
“ Kami akan membangun rumah dengan BPN dulu. Nanti setelah pengukuran, baru
Beberapa Desa di Banda Aceh gaya BTN, dan ber-blok. Kami tidak mau ke- kami akan lapor kepada BPN dan minta
bodohan terjadi dua kali. Rumah tidak tera- dibuatkan sertifikat baru. Supaya tidak ada
yang Tenggelam karena Tsunami tur, jalan sempit. Itulah yang mengakibatkan sertifikat ganda nantinya,” ucap pak keuchik
banyak jatuh korban dari kami waktu tsuna- lagi.
NAMA DESA LUAS SISA LUAS
mi,” ucap pak keuchik diplomatis. Masalah tanah ini memang harus segera
Ulee Lheu, Meraxa 67,5 hektar 54 hektar Demi mewujudkan impian itu, pak keuchik diselesaikan, sehingga rumah bisa segera
Asoe Nanggroe, Meraxa 16,8 hektar 15,12 hektar langsung mengajak warga untuk melakukan dibangun.
Tibang, Syiah Kuala 230,8 hektar 196,18 hektar rapat kilat. Tujuannya adalah membahas “Saya ingin segera berkumpul dengan anak
Alue Naga, Syiah Kuala 242,6 hektar 194,08 hektar masalah tanah yang nantinya terpakai se- saya, tidak enak merepotkan keluarga terus-
Deah Baro, Syiah Kuala 178,2 hektar 160,38 hektar bagai rumah “gaya baru” tersebut. Karena terusan,” kata Muktar serius. ■
■ Sumber BPN
4 CEUREUMeN CERITA

Jangan Buang
Ciri Khas Aceh
Saya seorang pengungsi
di Desa Tibang, Kecamatan
ngungsi di Komplek TVRI
Gue Gajah, Aceh Besar, say-
angnya hingga kini masih ter-
katung-katung. Rumah tidak
ada apalagi tempat hunian
Pada Merekalah Ac
Syiah Kuala. Melalui media sementara atau barak.
ini saya ingin memberi sedi- Tempat kami mengungsi
kit penekanan kepada para tidak lagi representatif kare-
petinggi Badan Rekonstruk- na sanitasi di komplek TVRI
si dan Rehabilitasi Aceh dan sudah buruk. Tenda sudah
Nias (BRR) —tapi maaf – mulai koyak. Mungkin saja
saya lebih suka memanggil satu atau dua bulan tidak
BRR dengan Bisanya Ra- bisa dipakai lagi. Kalaupun
pat-Rapat Aja atau Badan tenda diganti, alangkah
Rawon-Rawon. baiknya kami dipindahkan
Saya berharap BRR agar saja ke barak sambil menanti
tidak melupakan sejarah dan rumah seperti yang dijanjikan
seni budaya Aceh dalam pemerintah.
proses rekonstruksi di nang- Melalui Tabloid Ceureu-
groe ini. Faktor budaya yang men kami berharap supaya
saya maksud tak lain ter-
Isi kepalaku
fokus pada segi bangunan penuh dengan
barak!
yang sedang dibangun di
beberapa tempat di Aceh.
Baik itu bangunan publik
ataupun bangunan lain milik
masyarakat. Kebanggaan
kami sebagai orang Aceh
■ MANTO
ada di seni budaya ini.
BELAJAR - Seorang anak sedang berlatih menulis di atas lantai, di sekolah darurat Krueng Raya, Aceh Besar. Saat ini
Sebab dalam pepatah sekitar 23 ribu anak yatim piatu di Aceh membutuhkan bantuan pendidikan jangka panjang.
Aceh ada ungkapan; mate
aneuk meupat jeurat, gadoh Mounaward Ismail ‘’Masalah yang mereka tsunami.
adat pat tamita (meninggal pemerintah segera memikir- Banda Aceh hadapi saat ini cukup komp “Ada sekitar 67.654 jiwa
anak tahu kuburan di mana, kan masalah ini. Katakanlah aliamsy@gmail.com
leks. Mereka telah kehilangan anak terlantar tidak termasuk

“S
hilang adat tak tahu dicara kalau masalah rumah dalam AYA bu…, saya bu…” orang tua, saudara dan rumah korban tsunami. Tapi tidak se-
kemana). Cobaan yang tahap jangka panjang, namun teriak Andre dari kur- tempat tinggal, bahkan pendi muanya mendapat pembinaan
diberikan Allah SWT yang barak harus harus dipikirkan si belakang penuh se- dikan juga,’’ kata A. Gani Nur- dari dinas, jumlah sedikit seka-
“mengirimkan” tsunami guna sekarang juga. mangat. Murid kelas II SD 96 din dari LPA. li,” kata Burhanuddin, Humas
menguji kesabaran kami te- Selain itu, saya berharap Neusu Banda Aceh ini sedari A Gani Nurdin menjelaskan, Dinsos NAD.
rima dengan lapang dada, kepada pemerintah atau tadi mengacungkan tangan rata-rata anak yatim korban Program pendidikan
sehingga jeurat aneuk pun LSM donor kami sangat ber- minta tampil ke depan untuk tsunami itu berusia antara 5 Bisa dihitung dengan jari,
tak tahu di mana. harap agar segera menyalur- menulis di papan tulis. tahun hingga 17 tahun. Keba- kegiatan dan bantuan pendidi-
Nah sekarang kami minta kan bantuan rumah se- Semangatnya untuk belajar nyakan mereka, saat ini tidak kan yang mengedepankan pro-
kepada pemerintah dan sia- bagaimanan yang sudah di- tetap membara meski saat itu memiliki pakaian yang layak, gram pendidikan jangka pan-
papun dia, jangan sampai janjikan itu. Terima kasih.■ mereka belajar di bawah ten- makan tidak menentu, dan jang untuk anak-anak yatim pi-
setelah tsunami adat-adat da. Jangan tanya bagaimana keadaan kesehatan yang cen- atu di Aceh.
kami pun hilang. Untuk itu, Slamat fasilitas pendidikannya. Ala derung menurun. LSM Negara Turki misalnya.
kami minta kepada lembaga Warga Peulanggahan kadar. Pendidikan dadakan Beberapa LSM di Negara ini te-
manapun yang membantu Kec Kuta Raja “Senang juga bisa belajar lagi Pasca tsunami, banyak lem- lah membantu pendidikan jang-
Aceh di bidang konstruksi Banda Aceh biar pun ditenda,” ujar baga atau LSM yang segera ka panjang Aceh dengan mendi-
membangun negeri kami Nurazizah, siswa kelas V asal tanggap membuat pendidikan rikan beberapa sekolah, dengan
dengan “bau” Aceh. Perlu Alat Desa Ganoe, Lamdingin Keca- alternative bagi anak-anak program belajar mengikuti
Oleh karena itu kami men- matan Kuta Alam. korban tsunami. Unicef se- negara itu.
gusulkan supaya BRR mem- Pertanian dan Perahu Begitupula dengan Karmi bagai lembaga PBB yang me- LSM Plan International yang
perketat masalah ini. Se- Kami korban tsunami dari nisari, walau sebelumnya bela- ngurusi pendidikan malah mengurusi ribuan anak Aceh
harusnya setiap bangunan Desa Lhoh Kecamatan Pulo jar di gedung permanen, kini memberikan ribuan peralatan pasca tsunami juga melakukan
yang ada di Aceh wajib Aceh Aceh Besar sangat harus berkutat di bawah tenda, sekolah yang kerap disebut pembangunan beberapa se-
melambangkan ciri khas ke- berharap bantuan pemerintah dia juga ikhlaskan saja. school in the box (sekolah kolah dengan mengedepankan
Acehannya. untuk memberi kami modal “Saya ingin menjadi guru dalam kotak). mutu pendidikan dan kualitas
Saya kira dalam hal ini berupa perahu dan alat-alat Bahasa Inggris,” ucap anak ke- Selain itu children centre (pu- guru.
badan yang kalau tak salah pertanian. Kini kami beren- 4 dari 5 bersaudara asal Desa sat kegiatan anak-anak) didi- “Kalau gurunya bagus, mu-
bernama Majelis Adat Aceh cana akan kembali ke desa Babahdua, Kecamatan Lamno, rikan hampir di setiap titik ridnya pasti begitu juga,” kata
perlu difungsikan. Libatkan dan memulai aktivitas se- Aceh Jaya ini. pengungsian. Belakangan chil- Paulan dari Plan International.
mereka dalam masalah ini. perti dulu lagi. Dinas Pendidikan NAD dren centre itu jarang kelihatan. Sedangkan Save the Children
Jangan diabaikan begitu Bila kami diberikan mod- mencatat jumlah gedung “Jadi kalau LSM tidak di sudah menyalurkan bantuan
saja. Wassalam ■ al berupa perahu dan alat- sekolah yang rusak mencapai Aceh lagi, kami pasti tidak be- scholarship (beasiswa) yang
alat pertanian, maka desa 493 unit di seluruh Aceh. lajar lagi,” kata Fitri (13) pe- diberikan kepada 2.050 anak
A Haris Setiadi, ST kami akan lebih maju. Apala- Instansi ini juga mengumum- ngungsi asal Lhoong. dari berbagai jenjang pendidi-
Desa Lamjabat gi saat ini begitu sulit kare- kan, akibat tsunami, setidakn- Jangka panjang kan; SD/MIN. SMP/MTsN,
Kecamatan Meuraxa na Pulo Aceh sangatlah ya 1.298 orang guru telah men- Bicara pembinaan (baca: SMA/MAN.
Banda Aceh terpencil.■ inggal dunia. pendidikan) yang berkelanju- Yang pasti pekerjaan untuk
Banyaknya anak telantar tannya. Nampaknya ini yang pendidikan di Aceh masih
Kapan Kami Pindah ke Pawang Rasyid Itu baru fasilitas, lalu paling penting karena dialami menumpuk dan harus disele-
Desa Lhoh bagaimana dengan anak- puluhan ribu anak Aceh. saikan. Karena pada anak-
Barak? Kecamatan Pulo Aceh anak? Jumlah ini dikabarkan Apalagi sebenarnya masa- anak itulah nasib Aceh akan
Kami sudah lama me- Aceh Besar lebih besar lagi. lah ini bukan saja dialami anak bersandar…■
Lembaga Perlindungan korban tsunami, tetapi juga
Anak (LPA) Provinsi NAD, anak korban konflik. Konflik
Baca LSM yang menguru-
Buat Anda yang ingin menyampaikan Suara Rakyat kecil berupa ide, saran, dan memperkirakan sedikitnya ada sejak tahun 1976 telah membuat
kritik tentang rekonstruksi bisa melalui surat ke si soal pendidikan jangka
Tabloid CEUREUMeN
23.000 anak korban bencana ribuan anak Aceh putus panjang di rubrik Akrab
PO Box 061 Banda Aceh 23001 email: ceureumen@gmail.com gempa dan tsunami di 11 kabu- sekolah dan terlantar. Dan jum- dengan NGO halaman 6
paten/kota di Aceh. lah itu membengkak dengan
Ade Mau Jadi
Kepala Sekolah
Nanee pong Baro mulai belajar di
Calang bawah tenda.
hey_nanee@yahoo.com
Tsunami telah merengut

A
DE Marphan(10) bu- beberapa dari teman Ade. Kini
kan siapa-siapa. Dia kelas IV hanya berisi setengah
hanyalah murid la- dari murid biasanya.
ki-laki kelas IV SD Kam- “Ada yang pindah, ada
pong Baro Kecamatan Setia juga yang meninggal,” ka-
Bakti Aceh Jaya. Sama se- tanya sambil tersenyum.
perti murid sekolah lain, Mau jadi kepala sekolah ■ MANTO
SELAMATKAN ANAK YATIM- Beberapa anak sekolah darurat di krueng raya sedang memandang keluar melalui
Ade memakai pakaian se- Tenda terpal ukuran 8X5 jendela yang sudah rusak akibat tsunami.
ragam putih merah. Beda meter itu dihuni tiga kelas.
nya seragam itu sudah Yaitu kelas IV,V dan VI. Lan-
lusuh.
“Ini sisa tsunami,” kata-
tainya bekas pertapakan ru-
mah yang tersisa. Kalau ada Mengais Pendidikan
nya pada Ceureumen. angin atau hujan, kelas lang-
Bukan hanya baju, tas
dan seluruh isinya juga be-
sung bubar.
Murid belajar berhadap-
Lewat Rumah Singgah
kas pemberian orang. Isi tas hadapan. Ade biasanya
kecil itu tidak banyak. Ha- mendapat tempat duduk – Mounaward Ismail yang bahu-membahu dengan dan satu untuk putri. “Masing-
nya dua buah buku tipis baca bangku—bila dia cepat Banda Aceh sejumlah relawan Partai Keadi- masing rumah dihuni 30 anak,”
dan sebuah pinsil yang datang. Kalau terlambat, dia aliamsy@gmail.com
lan Sejahtera (PKS) membuat ujar Suhardi.

S
ujungnya sudah tumpul. harus bersedia duduk di ENYUM simpul Safrizal Zahri Cs kembali mendapat se- Jangka panjang
Korban tsunami tikar yang penuh dengan (14) terasa amat bermak- cercah sinar guna menyenter Komitmen lembaga ini tidak
Ade korban tsunami. Ba- pasir. na. Tak terlihat gurat se- masa depan setelah tsunami terbatas pada “merumahkan”
paknya hilang hingga saat Kendati belajar ala ka- dih di wajahnya. Apalagi dita- nyaris menenggelamkan cita- mereka. “Kita juga memberikan
ini. Dia juga tidak memiliki darnya, Ade tetap ceria. Dia mbahi sebuah kopiah haji yang cita mereka. pendidikan untuk mereka mu-
rumah untuk berteduh dan berharap semoga sekolah- membuat penampilannya kian Kepala Kepengasuhan Anak lai dari jenjang Sekolah Dasar
sekolah untuk belajar. nya yang dibuat oleh Interna- bersahaja. Memang, dia dan di Rumoh Aneuk Aceh, Suhar- hingga kuliah,” paparnya.
“Ibu dan saya tinggal di tional Organization for Mi- puluhan anak-anak lain sedang di yang ditanyai Ceureumen Pendidikan yang diberikan
tenda, jauh dari sini,” kata grant (IOM) cepat selesai. belajar mengaji. menjelaskan panti bentukan kepada anak-anak itu tidak se-
Ade. “Saya ingin belajar seper- Ketika dijumpai Ceureumen, Baznas ini semacam rumah batas pada sekolah umum se-
Sekolah Ade terbuat dari ti dulu,” katanya. dia ditemani Muhammad singgah. Rumoh Aneuk Aceh mata. Mereka juga digembleng
tenda yang mulai robek. Ade ingin menjadi se- Zahri (14). Dua rekan sejawat yang dikelola Baznas ini ada dengan ilmu agama plus diba-
Ada tulisan Unicef di tenda orang kepala sekolah. Tapi, ini adalah penghuni Rumoh Banda Aceh sebanyak empat hani berbagai macam pelatihan.
itu. Sejak dua bulan pasca “Semoga Ibu punya uang, Aneuk Aceh di kawasan Geu- rumah yang masing-masing “Kita juga akan upayakan
tsunami lalu, Ade dan te- kami saja masih tinggal di ceu Meunara. Keduanya sudah dua untuk putra dan putri. lapangan kerja untuk mereka,”
man-temannya di SD Kam- tenda,” katanya. ■ tujuh bulan menetap di panti “Mereka kita didik dipisah katanya. ■
yang dikelola Badan Amil Zakat antara laki-laki dan perem-
Nasional (Baznas) ini. puan,” katanya.
Semua anak-anak yang ting- Selain di ibu kota provinsi, Rumoh Aneuk Aceh
gal di rumah itu adalah korban rumah serupa juga terdapat di Jalan Fatahillah no. 59
tsunami, termasuk kedua siswa Sigli, Kabupaten Pidie dan Geuce Inem
kelas II SMP Darul Hijrah ini. Meulaboh, Aceh Barat. Masing- Banda Aceh
“Saya senang tinggal di sini, masing dua rumah yang Telepon : 0651-46671
ustazdnya baik-baik,” kata Sa- dikhususkan satu buat putra
frizal, anak asal Desa Karang
Ateuh, Kecamatan Lamno,
Aceh Jaya.
Bukan karena ustazd atau
pengasuh yang baik membuat
dia betah tinggal di sana. Ada
satu hal yang membuat dia
tetap bertahan. ● Pengurusan sertfikat tanah dilakukan se-
Apa itu? Sekolah. cara gratis tanpa dipungut bayaran oleh
Pendidikan adalah harga BPN.
mati bagi Safrizal dan M Zahri. ● Unicef (United Nation Children’s Fund)
Apalagi keduanya mulai me-
■ HOTLI akan melakukan imunisasi polio gratis
BERMAIN- Beberapa siswa sekolah dasar, Desa Nusa, sedang bermain lom- matok cita-cita.
pat karet, sesaat sebelum pelajaran dimulai. Saat ini terdata sekitar 23 ribu “Saya ingin menjadi ulama,”
tanggal 31 Agustus mendatang untuk
anak yatim membutuhkan batuan pendidikan jangka panjang.
timpal Zahri, asal Desa Puluet anak-anak usia 0-5 tahun. Imunisasi akan
Kecamatan Lhoong, Aceh Be- diberikan di pos-pos Pekan Imunisasi Na-
DATA ANAK YATIM PIATU DI ACEH sar. sional (PIN) di daerah Anda. Ini adalah
“Kalau saya ingin menjadi imunisasi putaran pertama. Untuk putaran
Jumlah Panti Asuhan : 193 tentara,” sambung Safrizal sedi-
kedua akan dilakukan pertengahan Sep-
Jumlah anak yang hidup di panti : 13.366 kit ragu seraya kembali merevisi
ucapannya. “Awalnya sih ten-
tember mendatang.
Anak-anak di pengungsian yang bersekolah : 19.867
Jumlah anak-anak seluruhnya : 102.082* tara karena apaa ya…, tapi men-
jadi dokter juga cita-cita saya.” Suara Rakyat Kecil dan Cerita Sampul bisa juga Anda simak pada program Peune-
* Jumlah ini dihitung 20 % dari jumlah pengungsi yakni sebanyak 514.410 jiwa
Rumah singgah gah Aceh di stasiun-stasiun radio kota Anda yang didukung oleh Internews.
■ Sumber: Dinas Sosial Nanggroe Aceh Darussalam Namun inisiatif Baznas
6 CEUREUMeN AKRAB BERSAMA LSM
Tak kenal maka tak sayang. Peribahasa itu juga
Mari...
CEK BANUN berlaku untuk rubrik “Akrab bersama LSM”. Mu-
silahkan lai edisi ini kami akan membahas profil LSM yang
terlibat dalam proses rekonstruksi Aceh.

Save the Children


Unicef
(United Nation
Children Fund) ● Bekerja di Aceh sejak 30
tahun yang lalu. Tujuannya un-
tuk meningkatkan kualitas ke-
hidupan anak-anak serta kelu-
arganya.
● Di bidang pendidikan, Save
Bayar
● Lembaga PBB ini The Children bermitra dengan
dengan
Dolar atau mengurusi tentang pen- Unicef dan Departemen Pendi
Rupiah?
didikan dasar 9 tahun bu- dikan.
? kan hanya di Aceh tetapi ● Save The Children juga

juga di Indonesia. melatih para guru untuk men-


● Dalam waktu dekat, gatasi reaksi pascatrauma yang
Unicef mendukung mem- terjadi pada anak-anak. Pro-
perbaiki 200 sekolah gram ini rencananya akan dilak-
dasar (SD) dan memban- sanakan di 125 sekolah di
gun 300 SD di Aceh. Aceh.
Unicef juga menyediakan Alamat : Jalan ST Man-
prasarana belajar menga- syursyah no 77
jar di sekolah. Kelurahan Peuniti
Alamat : J l . M a s j i d Banda Aceh
■ MAHDI ABDULLAH Shadaqah No.2 Telepon : 0651 637810
Lamlagang
Banda Aceh
23243 Cardi/NRC
Telepon : 0651 740 7651

Plan International

M
● LSM ini menangani
ASYARAKAT Aceh Cara membuat
soal pendidikan dengan
biasa memasak ikan ● Ikan kaleng dibuang airnya
membangun sekolah di
segar dengan bumbu ● Giling semua bumbu hingga
tiga Kabupaten di Aceh
Aceh. Bila tidak ada ikan segar, halus
yaitu Pidie, Aceh Barat
mengapa tidak dicoba ikan ● Goreng satu suing bawang
dan Banda Aceh.
kaleng atau ikan sarden? merah ke dalam minyak
● Termasuk melaku-
Rasanya tidak kalah lezatnya yang panas hingga kuning
● Berada di Aceh sejak Jan- kan training untuk para
bila dimasak dengan bumbu ● Masukkan bumbu yang di-
uari 2005. Kini mengurusi sedi- guru, pembagian serag-
Aceh. Apalagi kalau menjadi te- haluskan
kitnya 3000 anak di Aceh. am sekolah dan perala-
man nasi pagi dan kerupuk. ● Setelah setengah masak, ma-
● Memiliki rencana pendidi- tan belajar untuk murid.
Tidak percaya? Cobalah resep sukkan ikan sarden
kan long term (jangka panjang) ● Untuk di tingkat Uni-
Ibu Retno Santi. ● Masak hingga matang, beri
untuk anak-anak selama tiga versitas, Cardi mendor-
bumbu penyedap dan
tahun dengan membangun 17 ong training dan praktek
Resep: garam.■
sekolah dasar (SD) dan TK. mengajar untuk 100 orang
Ikan Sarden a la Aceh
● Plan membuat system pen- mahasiswa dari IAIN Ar-
Oleh Ibu Retno Santi
■ HOTLI

Bagi Anda yang memiliki resep didikan berbasis peningkatan raniry yang datang dari
Desa Cadek unik yang bisa dimasak dengan
mutu pendidikan. Aceh Jaya, Aceh Barat
RETNO SANTI mudah dan enak, bisa mengirim dan Pidie.
● Selain itu Plan juga
Bahan: surat ke PO BOX 061 Banda
melakukan pelatihan 153 guru Alamat : Jl. Alue Blang
1 kaleng ikan sarden ukuran 2 siung bawang putih Aceh 23001. Email:
di 31 titik pengungsian. No. 1C-D Neusu
sedang 4 buah asam sunti ceureumen@gmail.com. Can-
Alamat : Jl T Iskandar no 48 Aceh.
50 gr cabe merah Minyak makan secukupnya tumkan alamat lengkap. Ceure-
men akan mengunjungi Anda dan Lamteh Ulee Kareng Banda Aceh
2 buah tomat Garam secukupnya
melihat Anda memasak. Disedia- Banda Aceh Telepon : 0651 636523
4 siung bawang merah Bumbu penyedap secukupnya
kan bingkisan kecil untuk Anda. Telepon : 0651 22380

TEKA TEKI SILANG CEUREUMeN NO 2 MENDATAR: 4. Air Susu Ibu Pemenang TTS Ceureumen
1. Gejala, sesuatu yang luar 6. Bergerak ke atas No. 1 adalah:
1 2 3 4
biasa 8. Yang tertinggal sesudah di- ● Imran HS
5. Manusiawi makan Trieng Gadeng, Pidie
7. LSM yang menerbitkan bu- 9. Jatah hidup (Akronim) ● Ramli
Sabang
5 6 letin ini 10. Halangan, rintangan
● Irwan
9. Tulis JK 11. Binatang air
Indra Jaya, Pidie
7 8 10. Alat penghimpun tenaga lis- 12. Mandi, cuci dan kakus
Bagi pemenang di atas akan
trik
Jawaban TTS Ceureumen mendapat bingkisan VCD lagu
9 12. Orang yang mengawasi No. 01 Aceh dari Medicins San Frontiers
suatu pekerjaan
10 11 13. Himpunan Mendatar
1. Bala, 3. Dwi, 5. Teo, 6. Riba, Anda bisa mengirimkan
7. NGO, 8. Kolektor, 11. Buy, 12. jawaban Anda ke PO BOX
12 MENURUN: 061 Banda Aceh 23001.
Drum, 13. Alu, 14. Rok, 15. Arah.
1. Makanan (Inggris) Bagi lima pemenang akan
2. Sangat bersahaja Menurun diberikan bingkisan yang
3. Susunan nada atau suara 1. Barak, 2. Atase, 3. Donatur, menarik berupa Kamus
13 4. ILO, 9. Layak, 10. Rumoh, 11. Bahasa Inggris dari
yang mengandung irama
BRR, 12. Dua. Ceureumen.
KAMPUNGKU CEUREUMeN 7

Pulau Podiamat, Riwayatmu Kini


tidak pasang,” kata Marzuki. melaut, itu sekadar mencari
Jika air pasang naik, tambah- ikan untuk kebutuhan sendiri,”
nya, dipastikan tidak bisa lewat kata Salihin.
tanpa perahu atau boat. Mereka memang bukan
Ceureumen pun meminjam dasar pelaut. Mereka ke Po-
perahu masyarakat untuk da- diamat pun sebagai pengung-
pat melihat kondisi Podiamat si, karena daerah asal masing-
terkini. Butuh waktu sekitar 20 masing kurang kondusif bagi
menit mengayuh perahu hing- mereka.
ga tiba di Podiamat. Bersyukur, Tanah satu-satunya
pekan lalu itu tak ada air pasang, Begitupun, sebelum musibah
sebagaimana yang lazim terjadi tsunami mereka tergolong mak-
setiap bulan selama ini. mur. Selain adanya bantuan
Kalau pasang sedang melan- dari pemerintah daerah saban
da, niscaya pulau kecil ini bulan—karena sebagian mere-
tenggelam. “Kalau pasang, air ka penderita cacat—mereka
naik sekitar selutut. Dan itu ter- juga punya keahlian lain seper-
jadi dalam beberapa hari untuk ti bertukang dan berternak.
setiap bulan,” tandas M Yusuf. “Saya sendiri sebagai tukang,”
Sampai di Podiamat, tak ter- aku M Yusuf.
lihat ada sebuah rumah pun Namun, mereka tidak tahu,
yang tersisa. Mencari pertapakan kapan pemerintah mau kemba-
rumah saja sulit. M Yusuf bah- li membangun Podiamat. Soal-
kan harus berputar ke sana ke- nya, Yusuf dan teman-teman-
■ SAID KAMARUZZAMAN mari hingga menemukan tanah nya mengaku tak punya tanah
PULANG KAMPUNG - Empat orang warga Podiamat sedang mencari yang tersisa di bekas pertapakan rumah mereka. bekas pertapakan rumahnya. yang lain. “Saya tidak punya
Rumah Yusuf hanya berja- tanah lain, semua warga Po-
Said Kamaruzzaman untuk memudahkan orang- asanya mereka membawa nasi rak ratusan meter dari laut. diamat tak punya tanah lain.
Banda Aceh orang yang terkena penyakit kalau pulang ke Podiamat. Tapi, ia sendiri bukan pelaut. Makanya kami berharap diba-
said_kamaruzzaman@yahoo.com
lepra diobati dan dibina. Tak Soalnya, kalau jalan kaki butuh Selama ini Yusuf berprofesi se- ngun lagi di sini.

P
ODIAMAT, itulah nama mengherankan kalau pen- waktu lama. Pergi pagi hari, bagai tukang. Menurutnya, tak Atau kalau tak dibangun lagi
nya. Sebagian orang me- duduk Podiamat berasal dari tiba di sini kembali Ashar. Ca- seorang pun ada warga Po- di sini, ya dikasih lahan yang
nyebutnya Pulau Podiamat. berbagai daerah. Ada yang dari painya bukan main. Itu pun diamat yang berprofesi sebagai lain untuk membangun rumah
Podiamat ini sebenarnya se- Pidie, Aceh Jaya, Aceh Besar, masih bisa dilalui kalau air nelayan. “Kalaupun ada yang kami,” katanya. ■
buah dusun, tetapi jika melihat dan lain-lain.
○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

letaknya, Podiamat memang “Kami sudah tinggal di Po-


ibarat pulau, terpisah dari yang diamat sejak tahun 1960-an,”
lain. Kiri-kanan dusun ini di-
pagari oleh tambak.
kata A Gani Ali Basyah (53),
yang sudah 35 tahun tinggal di
Abdullah, di Antara Warga yang Tersisa
Induk desanya sendiri, Alue Podiamat.
Naga, jauh di sana. Harus Kebanyakan yang tinggal Said Kamaruzzaman nami, baru sekali pemerintah daerah mem-
menyeberang tambak beratus- dan mengungsi ke sini tahun
Banda Aceh bantu obat-obatan kepada penderita lepra
said_kamaruzzaman@yahoo.com
ratus meter jaraknya. Di ujung 60-an lalu adalah orang-orang di kawasan ini. “Kalau tak ada bantuan ru-

A
utara sana, baru ada hamparan yang menderita lepra. Kini, se- BDULLAH (45) tidak menyangka tin, bisa kambuh kembali,” imbuh pria ini.
laut yang tiada batas. Tapi, itu bagian besar telah sembuh dari kalau dirinya masih hidup saat tsu- Di Podiamat sana, ia masih bisa memeli-
pun harus melangkahi Alue penyakit lepra. nami. Penderita penyakit kusta ini hara ayam seraya menunggu dirinya sem-
Naga tadi. Dulu, ada 36 Kepala Keluar- dibawa air menyeberangi sungai besar buh. “Penghasilan dari memelihara ayam bisa
Dulu, dusun Podiamat dike- ga (KK) tinggal di sini. Jumlah Krueng Cut, hingga tiba di Lamreung, seki- saya peroleh mencapai 300.000 per bulan,”
lilingi oleh pohon-pohon kela- penduduknya mencapai 130 tar dua kilometer jarak dengan desanya. tandasnya. Tapi, itu dulu.
pa yang lumayan tinggi. Pohon- orang. Akan tetapi, setelah tsu- Saat tsunami 26 Desember, pria yang Kini, tak banyak yang ia bisa lakukan.
pohon lain yang sudah berumur nami menghantam wilayah ini, sedikit cacat jari-jemarinya itu juga me- Selain karena ketiadaan modal, ia juga mera-
berpuluh-puluh tahun juga jumlah penduduk yang tersisa ngaku kurang sehat. “Saya tidak sa waswas dengan penyakitnya.
banyak. Tapi kini, hanya seba- hanya 69 orang. “Yang mening- bisa lari. Tanpa sadar saya diba- Bekerja di luar seperti orang ke-
tang pohon kelapa yang tersi- gal dan hilang sebanyak 61 wa air menyeberangi sungai itu,” banyakan juga terasa sulit. Begi-
sa. orang,” kata Salihin, yang hing- kata Abdullah, seraya menunjuk tu pula dengan teman-teman Ab-
Yang lain semuanya ter- ga kini belum menumukan ja- sebuah sungai besar di belakang dullah.
cabut dihantam tsunami. “Itu- sad Ayahnya. barak tempat tinggalnya, Sim- “Puleh nyoe mateng rayek tuah
lah yang tersisa, sebatang po- Tak ada yang tersisa pang Mesra, Banda Aceh. (Sembuh ini saja sudah syukur),”
hon kelapa,” kata Salihin (32), Dengan ditemani oleh Ketika hanyut dan tersangkut katanya.
seraya menunjuk sebatang ke- Ceureumen, Marzuki Ibrahim, di Lamreung, seorang lelaki ke- Menurut Abdullah, penderita
lapa kepada Ceureumen, yang Salihin, maupun M Yusuf (40) mudian membantunya. “Saya di- lepra yang tersisa hanya 12 or-
letaknya di sudut timur Pulau coba pulang ke Podiamat, pe- angkatnya dari dalam air dalam ABDULLAH ang, termasuk dirinya. “Yang lain-
Podiamat. kan lalu. Sejak tsunami 26 keadaan tidak sadar,” katanya. nya meninggal semua,” tuturnya.
Bukan cuma pepohonan be- Desember, baru kali inilah M Sebatang kara Abdullah kemudian bertanya, kapan pe-
sar, rumput pun kini tak lagi Yusuf kembali. Soalnya, me- Lelaki ini sebatang kara. Tak punya istri merintah kembali membantu mengobati se-
tumbuh. Kalau ada rumput yang mang tidak ada jalan ke sana. dan keluarga lain. Ia menginjak kaki di Po- cara gratis dan rutin dirinya dan beberapa
tingginya semata kaki, warna- Warga yang ingin pulang ka- diamat, tujuh tahun lalu. Tujuannya, untuk orang temannya yang masih terselamatkan
nya sudah menguning. “Rum- mpung harus menyeberangi mengisolasi diri guna mengobati penyakit oleh tsunami.
put ini kuning karena air asin sungai. Jalan yang ada terpu- lepranya. “Kapan kami mau dibantu lagi obat-oba-
naik. Sekarang Podiamat sudah tus-putus dan telah berubah Maklum, masyarakat menjauhinya di Lam- tan oleh pemerintah secara rutin, setelah itu
turun, makanya air laut naik,” menjadi lautan. no sana . “Saya tidak tahu apakah Abang ya modal,” katanya.
timpal Marzuki Ibrahim (40). Kaum perempuan yang ingin dan Kakak saya masih hidup di Lamno, Aceh Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan
Desa berpenduduk lepra pulang, biasanya sampai me- Jaya,” katanya. NAD dr Teuku Marwan Nusri MPH mene-
Podiamat memang terpisah. nyiapkan nasi dan minuman Kini pun ia tinggal sendirian di baraknya. gaskan, penderita lepra di kawasan Alue
Wilayah ini seakan diisolir dari sebagai bekal di perjalanan. Bersama dengan 26 KK lainnya dari Po- Naga itu memang tidak lagi diberikan obat
tetangga di sekitarnya sejak Lalu, mereka berjalan perlahan- diamat, Abdullah kini tinggal di barak itu se- untuk kusta. “Mereka sudah sembuh dengan
puluhan tahun yang lalu, lahan di antara sisa-sisa jalan jak dua bulan lalu. kustanya. Yang kita berikan obat untuk reak-
meskipun dusun ini masuk ke yang masih bisa dilalui. Ketika Perlu berobat si kusta, bukan obat untuk kusta lagi. Begi-
dalam Desa Alue Naga, Keca- melewati jalan yang terputus, Yang membuat Abdullah dan teman-te- tupun, kita terus memeriksa mereka, seper-
matan Syiah Kuala, Kotamadya ya harus berjalan di dalam air mannya kini gelisah adalah soal pengoba- ti yang kita lakukan dengan mengumpulkan
Banda Aceh. yang ketinggiannya hingga tan. Persoalannya, delapan bulan setelah tsu- mereka tiga pekan lalu,” kata dr Marwan.■
Salah satu penyebab diisolir, mencapai sepinggang. “Bi-
SOSOK CEUREUMeN 8

Bidan Revita Menuai Buah Keikhlasan


Mounaward Ismail nang tragedi 26 Desember si- hayati. orang hamba Allah
Banda Aceh lam. Menolong persalinan yang akan memper-
aliamsy@gmail.com
Melahirkan di bukit korban tsunami juangkan saya men-

M
ELAHIRKAN di Dia mengaku bekerja tanpa Setelah Zakira lahir, bebera- jadi pegawai,” ka
perbukitan plus pamrih, kendati dalam kondisi pa hari kemudian Revita harus tanya sembari se-
sekaligus memban- kritis dan krisis. Sebab tak terse- menolong wanita lain yang mela- nyum mengem-
tu persalinan wanita lain, ten- dia obat-obat yang cukup saat hirkan juga. Persalinan itu dia bang.
tu amat merepotkan. Apala- itu. lakukan di bawah tenda yang Bukan itu
gi dalam kondisi bencana Revita dan keluarga me- semuanya berada di atas per- saja, belaka-
alam, ketika semua orang ngungsi ke Gunung Malahayati. bukitan. ngan dia juga
nafsi-nafsi. Terkadang ke- Malahayati adalah nama se- Berapa mendapat bayaran? banyak dili-
ikhlasan itulah yang sulit di- orang wanita janda (inong balee) “Saya ikhlaskan saja,” kata- batkan dalam
miliki. yang menjadi panglima laut per- nya lirih. sejumlah se-
Ternyata tidak dengan tama di dunia pada masa Kera- Keikhlasan itu tak selama- minar. “Al-
Revita. Seorang wanita jaan Aceh Darussalam. nya membuat dia tenang. hamdulillah
yang berprofesi sebagai Di sanalah dia melahirkan Kadang-kadang, Revita sempat banyak il-
bidan di Desa Lamreh, Ke- anak keduanya, tepat 10 hari putus asa juga. Apalagi tak ada mu yang
camatan Masjid Raya, setelah musibah tsunami meng- subsidi dan bantuan dari pihak saya pe-
Aceh Besar. Ketika benca- hancurkan Nanggroe Aceh manapun guna memenuhi paso- r o l e h ,”
na tsunami menerjang ka- Darussalam. Saat itu, 4 Januari kan obat. ujarnya
mpungnya, dia sedang 2005 di bawah sebuah tenda, Sekarang, secara lambat lagi. ■
hamil tua. Saat itu pula dia dia melahirkan anak keduanya. laun, Revita sudah mulai mera-
wajib menolong warga yang Dan diberi nama Zakira Mala- sa buah kesabaran itu. “Ada se-
butuh pengobatan.
“Untuk kebutuhan obat
saya suruh warga mengutip
di toko saya yang sudah
REVITA M IBRAHIM
Nama
Lahir
Pekerjaan
:
:
:
Revita M Ibrahim
10 Agustus 1976
Bidan PTT
hancur berserak,” urainya Alamat : Desa Lamreh,

■ MANTO
kepada Ceureumen, akhir Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar.
pekan lalu, ketika menge-

SENI & BUDAYA


acap kali menjumput warna- wa “lomba melukis bagi anak- ban bencana alam Aceh di
warna murni seperti apa yang anak aceh ini bertujuan untuk dunia internasional. Kami
dilihatnya. membantu menumbuhkan kre- akan memamerkan sedikit-
Kebiasaan menggunakan atifitas bagi anak korban tsuna- nya 50 lukisan karya anak-
warna-warna seperti apa yang mi agar dapat bangkit kembali. anak korban bencana ke be-
mereka alami merupakan jawa- Bagi pemenang lomba, lukisan- berapa negara”, kata Direktur
ban yang baik untuk kita cerna nya akan kita perkenalkan di Media dan Hubungan
dan membaca pikiran dan sua- Jepang dan mereka yang Masyarakat Islamic Relief,
sana hati si pembuatnya. menang akan memperoleh bea Abdel Salam, beberapa wak-
Tak heran, kalau lukisan siswa untuk melanjutkan pen- tu yang lalu.
anak-anak lebih menarik dari didikan,” ungkap Okawa. Sebagai ungkapan
pada lukisan dewasa. Sponta- Guntomara, Islamic Relief, Bagi anak-anak, melukis
nitas ungkapan dan kejujuran MahaStudio, Ikatan Santri merupakan wadah ekspresi
itu yang membuat kita bergidik Dayah Aceh, Yayasan Peduli murni, yang tanpa mereka sa-
untuk menyidik apa yang mere- Pendidikan, Yayasan Aceh Se- dari, karya lukisannya ada-
ka ungkapkan. hati, dan beberapa organisasi lah penyampaian sesuatu
Lomba seni lukis lainnya yang peduli terhadap dengan menggunakan garis
■ MAHDI ABDULLAH
Faozan dari Koordinatoriat Bangkit Aceh sedang memberi bimbingan kepa- Berbagai lomba seni lukis anak telah melakukan hal yang dan warna.
da anak-anak pengungsian dari Pulau Breuh di Kecamatan Seulimum, Aceh yang tujuannya beragam telah sama dengan tujuannya ma- Psikolog, Nurjanah Nitu-
Besar beberapa waktu yang lalu.
dilaksanakan oleh beberapa or- sing-masing. ra, mengungkapkan kepada
ganisasi dan diberbagai tempat. “Islamic Relief menyelengga- Ceureumen bahwa karya
Membaca Sebut saja seperti prakarsa Koor- rakan pameran lukisan karya
dinatoriat Bangkit Aceh yang anak-anak korban gempa bumi
lukisan anak-anak dapat di-
jadikan entry point untuk
Lukisan Anak-Anak mendatangi kemah-kemah pen- dan tsunami ke beberapa negara
gungsi untuk mengajak anak- dalam upaya pengumpulan
membaca kandungan beban
apa yang mereka alami
pada saat-saat tertentu. ■
anak untuk melukis apa saja dana bagi bantuan kepada kor-
Mahdi Abdullah nya menggambarkan orang-or- yang di alami
Banda Aceh ang bekerja serta figur kawan- sebelum dan
mahdiart@yahoo.com
kawannya sedang belajar di ten- sesudah tsu-

“G
ELOMBANG da-tenda. nami.
besar itu saya Seperti ungkapan di atas, Jaringan
lihat datang dari yang satu lukisannya merupa- Aceh Net beker-
sana, warnanya hitam, dan kan catatan harian Rusli, dan jasama dengan
saya terhempas tak sadar- yang satunya lagi adalah lukisan Harian Serambi
kan diri. Sedangkan ibu mimpi Rahman. Dua ekspresi Indonesia juga
saya hilang entah kemana,” yang berbeda perlakuannya. mengadakan
cerita Rusli mengenai sosok Menggambar atau melukis perlombaan
dalam karya lukisannya. bagi anak-anak adalah salah melukis bagi
Lain halnya dengan Rah- satu mainan yang mengasyik- anak-anak ter-
man, “lukisan ini saya buat kan, dan terapi bagi korban sebut untuk di
dari cita-cita atau keinginan gempa dan tsunami, melukis pamerkan di
saya atas masa depan, “ ung- dapat dijadikan sebagai teraphi Jepang. Seperti
■ MAHDI ABDULLAH

kap Raman tentang lukisan kejiwaan selain mengasah ungkap Seiichi


yang didominasi peng- memori kreatif bagi korban. Okawa kepada
gunaan warna merah dan hi- Anak-anak dalam melukis penulis beber-
jau dengan bentuk naif ke- biasanya spontan dan tak mem- apa waktu
kanak-kanakan itu. Lukisan- perdulikan proporsi bentuk dan yang lalu, bah- Dari sana kita dapat membaca kandungan yang dibawa.