Está en la página 1de 1

Writer and Political Activist

Copyright © 2009 All Rights Reserved


contact@fadlizon.com

SDSB, Fenomena Protes, dan Demokratisasi


umbangan Dermawan Sosial Ber- Kriya akan dipanggil pula oleh DPR sesuai

S hadiah (SDSB) nadir karena perlunya


tambahan dana untuk bidang olahraga
dan kegiataan sosial
sehubungan dana APBN untuk hal-hal itu
lainnya,
Oleh Fadli Zon
Bangkalan, Sampang, Semarang, Riau,
Medan Banjarmasin, Padang dan seterusnya
tuntutan Senat Mahasiswa UI beberapa
waktu lalu? Atau Pemerintah dan aparatnya
akan meredam aksi-aksi demonstrasi dengan
cara mengarahkan pihak-pihak itu untuk
kurang me-madai. Perdebatan masalah ini tujuan utamanya penghapusan SDSB di cooling down. Proses pendiaman ini
selalu ber-akhir dengan tantangan mencari wilayahnya sebagai modal untuk pengha- memang efektif dilakukan pada tahun 1991
alternatif penggantinya. Sejak lahirnya pusan SDSB di seluruh Indonesia. Protes di ketika Sudomo, selalu Menko Polkam,
SDSB, 1989 yang merupakan reinkarnasi Jakarta, selain penutupan SDSB di Jakarta, memalingkan perhatian mahasiswa dan
undian harap-an, Porkas, KSOB dan TSSB, utamanya penutupan SDSB secara nasional. masyarakat agar menunggu penelitian Biro
sebagian ma-syarakat memprotes dengan Karenanya tempat-tempat yang dikunjungi Pusat Statistik (BPS).
argumen bera-gam, sejak tinjauan pun beragam, mulai dari Balai Kota,
agama.sampai ekonomi. Depsos, DPR, hingga Istana Negara. Demonstrasi dan demokratisasi
Ketika argumen-argumen itu berhadapan Demonstrasi tak selalu berarti demokra-
dengan pemerintah, yang terjadi adalah Departemen Sosial terjepit tisasi dan jalan satu-satunya untuk peru-
nihilnya dialog. Jawaban-jawaban peme- Fenomena protes SDSB yang ada seka- bahan. Ia merupakan jalan terakhir ketika
rintah yang legitimatif menjadikan dialog rang bisa berakhir dengan dua skenario. dialog, lobi, dan diskursus sudah tak bisa
dan diskursus sekitar SDSB macet. Pertama, bila Pemerintah tidak tanggap atas diharapkan lagi untuk merubah keadaan.
Besarnya tuntutan penghentian SDSB tuntutan di atas, protesrprotes itu akan ber- Kondisi stagnan inilah yang mengabsahkaan
dapat dilihat dari berbagaai sisi. Pertama, tambah besar dan mulai destruktif hingga tindakan aksi demonstrasi.
protes-protes terhadap kehadiran SDSB pihak-pihak keamanan mendapat jastifikasi Hambatan utama dialog soal SDSB
selama ini tak diakomodasi dengan baik untuk mengambil tindakan. Akibatnya, adalah karena kelemahan pihak Pemerintah
oleh Pemerintah. Kedua, usulan-usulan protes akan berhenti atau malah lebih besar. yang tidak berkeinginan untuk berargumen-
alternatif pengganti SDSB pun tidak Ketika protes mulai destruktif, turunnya tasi. Dan jika pun ada, argumentasi itu biasa-
ditindaklanjuti Pemerintah secara serius. tindakan aparat keamanan akan mengha- nya klise dan mudah dipatahkan karena
Pada sisi ini, political will Pemerintah belum rumkan namanya dan menjadi legitimasi memang tak punya pijakan kuat. Ini karena
tergambar secara konkret. Ini terjadi, antara bahwa demonstrasi dan protes terbuka — konon — belum ada alatematif pengganti
lain, karena tidak satunya suara di kalangan cenderung destruktif. Dalam skenario ini, SDSB yang cocok di mata pemerintah;
Pemerintah sendiri. SDSB bisa ditutup, tapi bisa pula diteruskan. padahal banyak sudah konsep maupun
Di satu sisi ada yang menginginkan Substansi persoalannya bisa saja dikalahkan alternatif sudah diberikan.
SDSB diteruskan dengan menghindari oleh masalah cara atau prosedurnya. Dalam kondisi seperti ini jelas, demon-
ekses-ekses negatif. Ia mengibaratkan SDSB Kedua, bila Pemerintah tanggap dan strasi merupakan jalan akhir yang lebih
sebagai babi. Jika babi haram, jangan bunuh segera menghapuskan SDSB dalam waktu efektif.' Dengan cara ini, Pemerintah dapat
babinya. Lalu ada pula yang mengatakan, dekat, maka ia akan mendapat nama baik melihat langsung se-berapa besar harapan
SDSB akan dihentikan kalau DPR minta, karena mau mendengar suara rakyat. Bah- mahasiswa dan masyarakat agar SDSB
dst. Namun satu hal jelas: silang pendapat kan akan ada jastifikasi bahwa demonstrasi dihapus. Suara-suara yel, takbir, poster,
pernyataan pemerintah itu tak dapat dan protes terbuka menjadi alat penyampai- spanduk, doa bersama, merupakan suara-
mengimbangi makin besarnya tuntutan an aspirasai yang efektif. Dalam hal ini tentu suara yang penuh sadar dilontarkan ke
masyarakat agar SDSB ditutup. saja Pemerintah tidak mau kehilangan telinga birokrasi yang masih sulit merekam
Ketiga, makin terbukanya "kran" de- muka. Soalnya, ini akan menjadi preseden kehendak rakyat, apalagi menyalurkannya.
mokrasi belakangan ini menyebabkan iklim untuk kasus-kasus serupa di masa datang. Apakah demonstrasi adalah cara yang
yang ada kondusif untuk melancarkan protes Sebenamyalah, Pemerintah terutama De- intelektual untuk menggolkan suatu tujuan?
terbuka. Karenanya gelombang protes di partemen Sosial (Depsos), berada dalam Pertanyaan ini, acap disuguhkan pimpinan
berbagai pelosok Indonesia makin cepat posisi terjepit; mendapat tekanan dari universitas dan birokrat yang menafikan
membesar dan mempola dalam gerakan- bawah, dari atas, dan dari samping. Dari ba- peran politik mahasiswa. Bagi saya, perta-
gerakan massal. Ini merupakan perhelatan wah, kekuatan mahasiswa dan masyarakat nyaan itu merupakan ironi. Bahkan Kanselir
baru demokrasi kita. Proses keterbukaan makin besar menuntut melalui aksi-aksi Helmut Kohl pun turun ke jalan untuk
sedang diuji sampai sejauh mana efektifitas- unjuk rasa langsung di depan kantor Depsos. demonstrasi menentang sikap antiorang
nya. Pendekatan yang loose pihak keaman- Sementara organisasi massa seperti NU, asing di Jerman beberapa waktu lalu. Belum
an, selain hendak cuci nama atas kejadian Muhammadiyah, dan Iain-lain, mengaktuali- lagi di Amerika Serikat, demonstrasi men-
buruk Haur Koneng dan Sampang, juga sasikan protesnya di depan gedung DPR. jadi salah satu sarana demokrasi yang pen-
menandai itikad baik Pemerintah dalam Dan dari atas, dari Istana Negara, Depsos ju- ting ketika jalan dialog dan parlemen
mengakomodasi keterbukaan. Peluang yang ga dipermasalahkan karena tidak mau bungkam. Karena itu, tidaklah beralasan
jarang diberikan Pemerintah inilah yang menerima para demonstran. Lalu dari sam- mengatakan demonstrasi sebagai cara yang
digunakan sebaik-baiknya oleh mahasiswa ping, pernyataan-pernyataan MUI, ICMI, nonintelektual. Intelektualitas ditentukan
dan masyarakat. dan pernyataan bersama Habibi-Hasan Basri oleh substansi yang diperjuangkan dan argu-
Keempat, konkretnya hasil protes dan merupakan tekanan tersendiri bagi Depsos. mentasi yang ilmiah. Justru dalam demons-
pemenuhan tuntutan penutupan SDSB di Belum lagi sikap DPR dari FPP dan FPDI trasi SDSB inilah tampak sekali ciri intelek-
beberapa tempat memberi keyakinan adanya yang terang-terangan menentang kebijakan tualitas tersebut. Demonstrasi yang ideal
celah dan kemungkinan penghentian SDSB pemerintah soal SDSB tadi. mungkin demonstrasi yang terkonsep rapi,
secara nasional. Penutupan SDSB di bebe- Terjepitnya posisi Depsos, Menteri So- berdasar pemikiran kuat, berjalan tertib dan
rapa tempat di Bandung, Malang, Bang- sial, semakin menarik untuk dilihat: apakah damai. Jika ini dapat ditolerir, maka nuansa
kalan, dan Jember menjadi akselerator bagi yang akan terjadi dalam dengar pendapat keterbukaan akan lebih konkret dan
makin gencarnya protes tersebut. antara Mensos dengan DPR 25 November pendewasaan demokrasi kita akan berjalan
Protes mahasiswa dan masyarakat umum- mendatang. Siapakah yang akan menjadi lebih cepat. ■
nya terbagi dalam dua pola: protes dengan tumbal persoalan SDSB? Apakah Ketua Fadli Zon,
target lokal dan target nasional. Tempat- YDBKS (Yayasan Dana Bakti Kesejahte- Sekjen ISAFIS dan mahasiswa Sastra Rusia
tempat yang dikunjungi mencerminkan per- raan Sosial) dan Direktur PT Artha Dana FSUI, Depok.
juangan ini. Protes di Jember, Bandung,