Está en la página 1de 2

Writer and Political Activist

Copyright © 2009 All Rights Reserved


contact@fadlizon.com

PRD - Partai Rakyat Demokratik

KOLOM FADLI ZON

Sejak beberapa tahun lalu hingga kini. Saya di undang sebagai pembicara diskusi di puluhan kampus
di Jawa dan luar Jawa. Mengenai gerakan mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, dan kondisi politik
Indonesia. Beberapa kali saya disandingkan dengan a k t i v i t a s SMID (Solidarilas Mahasiswa Indonesia untuk
Demokrasi). Salah satu anak organisasi PRD (Partai Rakyat Demokratik) yang aktif menggalang massa dan
didukung pers secara luas.

Di sebuah kampus di Surabaya. Seorang aktivitas SMID dengan lantang memanggil saya dengan
sebutan "kawan" Fadli Zon, ketika membantah argumentasi saya mengenai perubahan di Indonesia. "Kawan"
SMID itu menyatakan bahwa solusi perubahan di Indonesia hanya dapat dilakukan dengan Marxisme. Setiap
kali ia menyebut nama Presiden Soeharto, selalu dengan menambah huruf"A"di di ucapannya. "Kawan"
SMID ini dengan gegap gempita memuntahkan teori-teori yang tak asing bagi saya sebagai mahasiswa program
studi Rusia. Intinya. "kawan SMID" itu sebenarnya tak menguasai benar Marxisme atau Marxisme Leninisme.

Ketika mengunjungi beberapa kamp pertahanan MNLF (Moro National Liberation Front) di
Mindanao, Basilan dan Sulu. Filipina, t a h u n lalu. Saya mendengar cerita dan beberapa pejuang MNLF
mengenai orang-orang muda Indonesia yang d i la t i h oleh NPA (New People Arm). Tentaranya Partai
Komunis Filipina. Konon mereka dilatih melakukan teror dan keterampilan khusus seperti membuat bom.
Seorang rekan di Australia juga menceritakan adanya belasan ak t i v it as yang d i lat ih oleh Partai Buruh.
Sebuah latihan bagaimana membangunkan massa yang tidur. Saya baru tahu belakangan. Merekalah PRD
yang mempunyai anak organisasi untuk mahasiswa, buruh, petani dan seniman budayawan.

Manifesto Po lit ik PRD yang dikeluarkan 22 Juli I996. Memang mengindikasikan secara kuat adanya
benang merah organisasi ini dengan garis komunisme. Kalau melihat interpretasi sejarah dan program
PRD. Jelas organisasi ini berhaluan kiri. PRD menyatakan diri sebagai pemasok kesadaran progresil untuk
satu perlawanan dan satu perubahan dengan asas sosial demokrat kerakyatan. Target yang hendak
dicapai adalah lumpuhnya Orde Baru melalui gerakan revolusi rakyat. PRD dengan terang mengatakan
bahwa rezim Orde Baru harus diadili oleh pengadilan internasional untuk mempertanggungjawabkan
pembantaian massal ketika merebut kekuasaan pada 1965.

Dalam menerjemahkan sejarah, pola PRD tak jauh dari PKI PRD menilai bahwa PKI yang lahir pada
23 Mei 1920 adalah satu-satunya organisasi yang mampu memanifestasikan kesadaran perlawanan rakyat
melawan imperialistic Belanda. Pemberontakan PKI tahun 1926 di Jawa Barat dan 1927 di Sumatera
Barat, meski pun kalah, dilihat sebagai puncak perlawanan rakyat melawan imperialisme. Sedangkan
pemberontakan PKI di Madiun tahun I948 dinyatakan sebagai provokasi Hatta. Sama dengan yang
dikemukakan Aidit, tokoh puncak PKI dulu.

Artikel FadliZon.com
Writer and Political Activist
Copyright © 2009 All Rights Reserved
contact@fadlizon.com

PRD - Partai Rakyat Demokratik

PRD juga menyatakan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 sebagai Revolusi 1945 yang
gagal karena berwatak r e v o l u si borjuis demokratik. Sementara dalam melihat pemherontakan G-30-
S/PKItahun 1965. PRD meyakini bahwa sebenarnya G-30-S/PKI melalui Biro khusus yang t e r li ha t secara
tak profesional, telah berhasil memukul kelompok Dewan Jenderal dan Nasution. Tapi, menurul PRD.
Soeharto berhasil mengambil momentum dengan memainkan sekutu-sekutu sipilnya yang membantai 1,5
juta manusia Interpretasi ini makin menjelaskan jati diri PRD dalam kaitan sejarah, paralel dengan upaya
rehabilitasi dan penghapusan jejak PKL setelah beberapa kali gagal merebut pemerintahan di tahun l948
dan 1965.

Jika melihat program p o l it ik dan organisasi PRD yang terdiri atas sembilan poin. Maka kerusuhan
27 Juli 1996 sebenarnya di luar skenario mereka. Target PRD yang utama adalah memanfaatkan peluang
pemilu (point C). Untuk berhadapan dengan massa dengan mengajukan program independen. Khususnya
kepada PDI kelompok Megawati.

PRD berhasil mengambil alih massa PDI kelompok Megawati dengan merebut komando massa.
Penggerogotan massa PDI Meg a w a t i ini sebenarnya adalah kudeta massa. Sehingga aktivis-aktivis PRD
yang jumlahnya terbatas dapat mengklaim dan mengarahkan gerakan. Tapi ternyata aktivis PRD terbuai
dalam dekapan massa yang menyebabkan kelahiran prematur gerakan rakyat, terjadilah kerusuhan yang
brutal itu.

Padahal berdasarkan program, saat-saat sekarang adalah masanva kampanye p olit ik untuk
meneabut 5 paket UU Politik 1985 — UU Kepartaian, UU Keormasan, UU Pemilu, UU Susunan Kedudukan
DPR/MPR dan UU Referendum serta tu nt ut a n-tuntuta n praktis lainnya. Seharusnya gerakan rakyat baru
muncul ketika Pemilu dengan memanfaatkan massa kampanye yang telah disentuh kesadarannya melalui
test case. Latihan-latihan demonstrasi, terutama berbasis buruh, peta ni, dan kaum miskin kota.

Dalam buku Theory and Tactics of the International Communist Movement, terbitan Progress
P u b lis h e rs 1985, Lenin mengatakan bahwa prins ip kerja komunis adalah melayani massa dan
mengekspresikan kepentingan-kepentingan mereka serta merumuskan kemauan-kemauan mereka
dengan tepat. Dan tak menjadi komandan atau diktator yang menentukan keinginan mereka. Di dalam
Collected Works Vol. 23. Lenin juga mengatakan bahwa massa harus sadar kaitan antar perjuangan
jangka pendek untuk tuntutan mendesak dan perjuangan jangka panjang untuk merestrukturisasi
masyarakat dengan b asis sosialisme.

Intinya, komunisme akan subur dan bergerak bebas jika ada peluang keresahan pada masyarakat
yang tak puas dengan hidupnya. Terutama karena kesenjangan sosial ekonomi, korupsi, kolusi dan
berbagai bentuk ketidakadilan lainnya. Tuntutan-tuntutan mendesak kaum pekerja, petani dan mereka
yang masih berada di bawah kemiskinan senantiasa menjadi api yang mudah terbakar jika tak diantisipasi
dengan baik. Kerusuhan 27 Juli 1996, selain menjadi tanggung jawab PRD seharusnya juga melecut
pemerintah u n t u k sadar bahwa realitas seperti itu lahir karena belum terciptanya clean government.

Gatra 10 Agustus 1996

Artikel FadliZon.com