Está en la página 1de 18

TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN

REMAJA

Oleh :
Riwan Maruli Simanjuntak 708 114 240
David Wijaya Munthe 708 114 092
Dina Sihombing 708 114 105
M. Taufik 708 114 179
Rico Jayadi Sitanggang 708 114 233
Hartato Nababan 708 114 145

PENDIDIKAN EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2010

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan selaku penulis makalah ini kepada Tuhan Yang
Maha Esa atas berkat yang diberikannya kepada saya sehingga saya mampu membuat
dan menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Adapun makalah ini berisi mengenai bagaimana “Tugas-tugas
Perkembangan Remaja” yang mencakup didalamnya tentang Pengertian Tugas-
Tugas Perkembangan, Jenis Tugas-tugas Perkembangan serta Tugas-tugas
Perkembangan Remaja hubungannya dengan Kehidupan berkeluarga.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan baik dari segi isi maupun tata bahasanya. Oleh karena itu penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dalam upaya
perbaikan dan kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini memberikan kontribusi yang
positif kepada para pembaca,namun penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan,oleh sebab itu penulis juga mengharapkan saran dan kritik
yang membangun agar perbaikan dalam makalah selanjutnya.
Atas perhatiannya penulis ucapkan terima kasih.

Medan, Oktober 2010

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR -------------------------------------------------------------- i


DAFTAR ISI ------------------------------------------------------------------------- ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang -----------------------------------------------------
B. Tujuan

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Tugas-Tugas Perkembangan ------------------------- 1
B. Jenis Tugas-Tugas Perkembangan Remaja ---------------------- 4
C. Tugas Perkembangan Remaja Berkenaan Dengan Kehidupan
Berkeluarga --------------------------------------------------------- 12

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ---------------------------------------------------------- 14
B. Saran ----------------------------------------------------------------- 14

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masa remaja merupakan masa "belajar" untuk tumbuh dan berkembang dari
anak menjadi dewasa. Masa belajar ini disertai dengan tugas-tugas, yang dalam istilah
psikologi dikenal dengan istilah tugas perkembangan. Sama halnya dengan di
sekolah, tugas perkembangan ini juga harus diselesaikan oleh seorang remaja dengan
baik dan tepat waktu untuk dapat naik ke kelas berikutnya. Istilah tugas
perkembangan digunakan untuk menggambarkan harapan masyarakat terhadap suatu
individu untuk melaksanakan tugas tertentu pada masa usia tertentu sehingga individu
itu dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat.
Setiap fase perkembangan, yaitu sejak seorang bayi lahir, tumbuh menjadi
dewasa sampai akhirnya mati, mempunyai tugas-tugas perkembangan yang harus
dipenuhi. Misalnya, balita berusia dua tahun diharapkan sudah dapat berbicara dan
berkomunikasi secara sederhana dengan orang-orang di sekelilingnya.
Setiap fase perkembangan memiliki tugas-tugas perkembangan. Tugas-tugas
perkembangan tersebut merupakan pengharapan atas apa yang akan diakukan oleh
seseorang pada masa perkembangannya. Tugas-tugas ini bersifat normatif, on time,
dan diharapkan serta diantisipasi oleh individu.

1.2 Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk melengkapi tugas mata kuliah
perkembangan peserta didik. Selain itu, makalah ini bertujuan agar penulis maupun
pembaca dapat mengetahui perkembangan remaja pada zaman sekarang.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Tugas-Tugas Perkembangan


Setiap fase perkembangan memiliki tugas-tugas perkembangan. Tugas-tugas
perkembangan tersebut merupakan pengharapan atas apa yang akan diakukan oleh
seseorang pada masa perkembangannya. Tugas-tugas ini bersifat normatif, on time,
dan diharapkan serta diantisipasi oleh individu.
Robert Havighrust (Adam & Gullota, 1983) melalui perspektif psikososial
berpendapat bahwa periode yang beragam dalam kehidupan individu menuntut untuk
menuntaskan tugas-tugas perkembangan yang khusus. Tugas-tugas ini berkaitan erat
dengan perubahan kematangan, persekolahan, pekerjaan, pengalaman beragama, dan
hal lainnya sebagai prasyarat untuk pemenuhan dan kebahagiaan hidupnya.
Selanjutnya Havighrust (1961) mengartikan tugas-tugas perkembangan itu
sebagai berikut :
“A developmental task is a task which arises at or about a certain
period in the life of the individual, successful achievement of which
leads to his happiness and to success with later task, while failure leads
to unhappiness in the individual, disapproval by society and difficulty
with later task.”

“Maksudnya, bahwa tugas perkembangan itu merupakan suatu tugas


yang muncul pada periode tertentu dalam rentang kehidupan individu,
yang apabila tugas itu dapat berhasil dituntaskan akan membawa
kebahagiaan dan kesuksesan dalam menuntaskan tugas-tugas
berikutnya; sementara apabila gagal, maka akan menyebabkan
ketidakbahagiaan pada diri individu yang bersangkutan, menimbulkan
penolakan masyarakat, dan kesulitan-kesulitan dalam menuntaskan
tugas-tugas berikutnya.”

Tugas-tugas perkembangan ini berkaitan dengan sikap, perilaku, atau


keterampilan yang seyogianya dimiliki oleh individu, sesuai dengan usia atau fase
perkembangannya. Hurlock (1981) menyebut tugas-tugas perkembangan ini sebagai

2
ini sebagai social expectations. Dalam arti, setiap kelompok budaya mengharapkan
anggotanya menguasai keterampilan tertentu yang penting dan memperoleh pola
perilaku yang disetujui bagi berbagai usia sepanjang rentang kehidupan.

Tugas-tugas perkembangan mempunyai tiga macam tujuan yang sangat


bermanfaat bagi individu dalam menyelesaikan tugas perkembangan, yaitu sebagai
berikut:
1. Sebagai petunjuk bagi individu untuk mengetahui apa yang diharapkan
masyarakat dari mereka pada usia-usia tertentu.
2. Memberikan motivasi kepada setiap individu untuk melakukan apa yang
diharapkan oleh kelompok sosial pada usia tertentu sepanjang
kehidupannya.
3. Menunjukkan kepada setiap individu tentang apa yang akan mereka
hadapi dan tindakan apa yang diharapkan dari mereka jika nantinya akan
memasuki tingkat perkembangan berikutnya.

Tugas-tugas perkembangan ada yang dapat diselesaikan dengan baik, ada juga
yang mengalami hambatan. tidak dapat diselesaikannya dengan baik suatu tugas
perkembangan dapat menjadi suatu bahaya potensial yang menjadi penghambat
penyelesaian tugas perkembangan, yaitu sebagai berikut :
1. Harapan-harapan yang kurang tepat, baik individu maupun lingkungan
sosial mengharapkan perilaku di luar kemampuan fisik maupun
psikologis.
2. Melangkahi tahap-tahap tertentu dalam perkembangan sebagai akibat
kegagalan menguasai tugas-tugas tertentu.
3. Adanya krisis yang dialami individu karena melewati satu tingkatan ke
tingkatan yang lain.

3
B. Jenis Tugas-Tugas Perkembangan Remaja
Menurut Havighurs, menjelaskan tugas-tugas perkembangan sebagai berikut :
1. Mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya
a. Hakikat Tugas. Tujuan (1) belajar melihat kenyataan; (2) berkembang
menajdi orang dewasa diantara orang dewasa lainnya; (3) belajar bekerja
sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama; (4) belajar
memimpin orang lain tanpa mendominasinya.
b. Dasar Biologis (1) manusia terbagi ke dalam dua jenis kelamin; (2)
kemantangan seksual terjadi pada masa remaja, sehingga daya tarik seksual
menjadi kekuatan yang dominan terhadap kehidupannya; (3) hubungan sosial
diantara remaja dipengaruhi oleh kematangan fisik yang dicapainya.
c. Dasar Psikologis. Pada akhir masa anak-anak, anak-anak lebih cepat
perkembangannya dan menaruh perhatian untuk bergaul dengan orang lain.
Pada usia 14-16 tahun, mereka sudah cukup memiliki keterampilan, dan mulai
meninggalkan kelompok besar, serta membentuk kelompok-kelompok kecil,
sehingga pergaulan mereka menjadi lebih akrab.
Keberhasilan remaja dalam menyelesaikan tugas perkembangan ini
mengantarkannya ke dalam satu kondisi penyesuaian yang baik dalam
keseluruhan hidupnya.
d. Dasar Kebudayaan. Kebudayaan dapat membentuk pola hubungan sosial
remaja. Pola-pola ini sangat beragam dari masyarakat satu ke masayarakat
lainnya.
e. Tingkat Pencapaian Tugas Perkembangan.
1) Tinggi. Indikatornya: (a) memiliki sahabat dekat dua orang atau lebih; (b)
sebagai anggota “klik” dari jenis kelamin yang sama secara mantap; (c)
dipercaya oleh teman sekelompok dalam posisi tanggung jawab tertentu;
(d) memiliki penyesuaian sosial yang baik; (e) banyak meluangkan waktu
untuk berinteraksi dengan teman sebaya; (f) berpartisipasi dalam acara
teman sebaya; (g) memahami dan dapat melakukan keterampilan sosial

4
dalam bergaul dengan teman sebaya; (h) mau bekerja sama dengan orang
lain; (i) berusaha memahami pandangan orang lain dalam diskusi
kelompok; (j) kadang-kadang memberikan tepuk tangan kepada lawan
dalam suatu permainan.
2) Sedang. Indikatornya: (a) memiliki seorang teman dekat; (b) menjadi
anggota “klik” atau “gang” namun kurang mendapat perhatian; (c)
memiliki kemampuan sosial yang sedang; (d) kadang-kadang mau
menghadiri acara dengan teman lawan jenis; (e) merasa tidak percaya diri,
apabila berada dalm kelompok yang beragam; (f) mempunyai peran yang
netral dalam kegiatan kelompok.
3) Rendah. Indikatornya: (a) tidak memiliki tema akrab; (b) tidak pernah di
undang untuk menghadiri acara kelompok; (c) sering dikambing hitamkan
oleh kelompok sebaya; (d) sering balas dendam dengan sikpa
bermusuhan; (e) berperilaku penyimpangan penyesuaian sosial, dan (f)
sangat malu bergaul dengan lawan jenis.

2. Mencapai peran sosial sebagai pria atau wanita


a. Hakikat Tugas. Remaja dapat menerima dan belajar peran sosial sebagai pria
atau wanita dewasa yang dijunjung tinggi oleh masayarakat.
b. Dasar Biologis. Siklus pertumbuhan fisik remaja berbeda antra pria dan
wanita.
c. Dasar Psikologis. Karena peranan pria dan wanita relatif berbeda dalm
masayarakat, maka remaja pria remaja harus menerima gagasan atau ide
seorang pria dewasa dan remaja wanita menerima ide sebagaim seorang
wanita dewasa.
d. Dasar Budaya. peran wanita terus berubah, terutama dalam masyarakat
perkotaan.
e. Tingkat Pencapaian Tugas Perkembangan.

5
1) Tinggi. Indikatornya: (a) remaja pria matang seksualnya dan melalui
siklus perkembangan pubertas menyenangi acara-acara yang diadakan
kelompok yang beragam jenis kelamin, menyenangi lawan jenis,
memelihara diri secara baik, aktif dalam berolahraga, dan mempunyai
minat untuk mempersiapkan diri dalam suatu pekerjaan yang sesuai
dengan jenis kelaminnya. (b) remaja wanita memiliki fisik yang matang
dan bersifat feminin dalam penampilan dan berpakaian, menunjukan sifat
mau menerima pernikahan dan peran sebagai istri/ibu, dan menunjukan
minat dan sikap senangnya untuk memelihara bayi.
2) Sedang. Indikatornya: (a) remaja pria matang seksualnya namun kurang
mempunyai perhatian terhadap remaja wanita; (b) mempunyai perhatian
untuk mengahadiri acara dalam kelompok yang beragam jenis
kelaminnya; (c) menampilkan ciri-ciri maskulinitas, namun masih ragu;
(d) hanya menyenangi olahraga yang ringan, dan kurang perhatian untuk
ememlihara diri.
3) Rendah. Indikatornya: (a) remaja pria tidak matang fisiknya, tidak
mempunyai interes terhadap remaja wanita, tidak menyenangi olahraga,
tubuh atau penampilannya kurang maskulin; (b) remaja wanita
kematangannya terlambat, mungkin tidak menstruasi, penampilannya
seperti anak kecil, penampilannya “tomboy”, dan senang bergaul dengan
pria.

3. Menerima keadaan fisik dan menggunakanya secara efektif


a. Hakikat tugas. bertujuan agar remaja merasa bangga atau bersikap toleran
terhadap fisiknya, menggunakan dan memelihara fisiknya secara efektif, dan
merasa puas dengan fisiknya tersebut.
b. Dasar Biologis. Siklus pertumbuhan remaja melibatkan serangkaian
perubahan endoctrin dengan berkembangnya ciri-ciri seksual dan fisik orang
dewasa.

6
c. Dasar Psikologis. Perubahan fisik remaja tidak hanya paralel dengan
perubahan fisik, namun juga dengan perubahan sikap dan interes, minat atau
perhatiannya.
d. Dasar Budaya. masyarakat sangat memperhatikan penampilan fisik dan
pemeliharaannya. Remaja pria dan wanita di ajar untuk menampilkan fisiknya
yang menarik, dan berkembang melebihi teman sebayanya.
e. Tingkat Pencapaian.
1) Tinggi. Indikatornya: mampu mengarahkan diri dan memelihara kesehatan
secara rutin; memiliki keteampilan dalam berolahraga; mempersepsi tubuh
dan jenis kelaminnya secara tepat; merasa senang untuk menerima dan
memanfaatkan fisiknya; memiliki pengetahuan tentang reprodukssi;
memnerima penampilan fisiknya secara feminin (wanita) dan maskulin
(pria); memelihara dirinya secara hati-hati.
2) Sedang. Indikatornya: mampu mengarahkan diri dalam memelihara
kesehatan, namun tidak dalam waktu lam; memiliki persepsi yang sedang
terhadap tubuh manusis dan keragaman seksual; kadang-kadang bersikap
menolak terhadap tubuhnya atau jenis kelaminnya; memiliki pengetahuan
tentang reproduksi, namun memiliki rasa takut yang tidak rasional tentang
hal itu (bagi wanita); tubuhnya matang; dan memiliki sedikit keterampilan
untuk memelihara rumah.
3) Rendah. Indikatornya: kurang memiliki kebiasaan untuk memelihara
kesehatan, tidak dapat mengendalikan diri; cenderung fisiknya kurang
matang; memiliki distorsi persepsi tenang tubuhnya dan keragaman seks;
menampakan ketidaksenangan terhadap tubuhnya; merasa cemas tentang
kematangannya atau penampilan fisiknya yang menyimpang; tidak meiliki
pengatahua yang tepat tentang reproduksi; dan menyatakan
kesenangannya untuk menjadi lawan jenis kelaminnya.

7
4. Mencapai kemandirian emosional dari orangtua dan orang dewasa lainya.
a) Hakikat Tugas. Tujuannya (1) membebaskan diri dari sikap dan perilaku yang
kekanak-kanakan atau bergantung pada orang tua, (2) mengembangkan afeksi
(cinta kasih) kepada orang tua, tanpa bergantung padanya, dan (3)
mengembangkan sikap respek terhadap orang dewasa lainnya tanpa
bergantung padanya.
b) Dasar Biologis. Secara biologis, remaja sudah dapat mencapai tugas
perkembangan ini, karena mereka sudah memperoleh kematangan fisiknya.
c) Dasar Psikologis. Di satu sisi, remaja ingin berkembang secara mandiri,
namun di sisi lain-dengan melihat dunia dewasa yang asing dan rumit-mereka
masih ingin mendaptkan kenyamanan hidupnya dibawah perlindungan atau
kasih sayang orang tua.
d) Dasar Budaya. Sebenarnya ada dua penyebab konflik antar generasi dalam
masyarakat, yaitu (1) perubahan sosial yang sangat cepat, dan (2) ikatan
pernikahan yang cenderung tertutup dan tidak terikat lagi kepada orang tua.
e) Tingkat Pencapaian Tugas Perkembangan
1) Tinggi. Indikatornya: (a) memiliki tujuan hidup yang realistik, (b) mampu
mengembangkan persepsi yang positif terhadap orang lain dan mencoba
berintegrasi dengan keluarga sendiri secara mandiri, (c) mengembangkan
kemampuan untuk mengemukakan dan mempertahankan pendapatnya
sendiri, (d) mampu membangun hubungan dengan beberapa orang
dewasa muda dalam masyarakat, (e) ikut berpartisipasi dengan orang
dewasa dalam kegiatan masyarakat, (f) menerima konsekuensi dari
kesalahan tanpa mengeluh, (g) berani bepergian sendiri, (h) dapat
memilih dan membeli pakaian sendiri, (i) melakukan sejumlah kegaiatan
tertentu yang disenanginya tanpa meminta persetujuan dari guru atau
orangtua, (j) meminta nasihat orangtua hanya pada saat mengalami
masalah yang rumit, dan (k) mampu menghadapi kegagalan dengan sikap
rasional.

8
2) Sedang. Indikatornya: ego idealnya dipengaruhi dewasa muda, atau figur
yang tidak nyata atau glamor, sikapnya belum ajeg antara desakan untuk
menjadi dewasa dengan sikap kekanak-kanakan; memerlukan dorongan
dewasa pada saat megerjakan tugas baru; menolak secara keras terhadap
perintah/keinginan orangtua dalam berpakaian, menggunakan waktu
senggang, memilih teman dan menggunakan uang; mengalami kerinduan
pada saat jauh dari orang tua.
3) Rendah. Indikatornya: (a) ego idealnya sangat ditentukan oleh orangtua;
(b) menghabiskan banyak waktu senggangnya dengan orangtua; (c)
menerima otoritas orangtua atau orang dewasa lainnya untuk menyusun
kegiatan; (d) ingin ditemani keluarga apabila pergi keluar jauh dari
rumah; (e) bersifat pemalu; (f) selalu mencari dukungan dari orangtua
dalam menghadapi masalah; (g) tidak mampu menggunakan pikirannya
untuk hal-hal yang penting bagi dirinya; (h) tidak mampu menjadi
manusia yang mandiri dalam kehidupan masyarakat; (i) mengalami
kesulitan dalam bergaul dengan teman sebayanya; dan (j) mengalami
kesulitan dalam menempuh pernikahan.

5. Mencapai jaminan kemandirian ekonomi


1) Hakikat Tugas. Tujuanya adalah agar remaja merasa mampu menciptakan
suatu kehidupan ( mata pencaharian).
2) Dasar Biologis. Perkembangan fisik yang matang.
3) Dasar Psikologis. Kemampuan untuk menjadi orang dewasa yang memliki
pekerjaan yang layak.
4) Dasar Kebudayan. Dalam masyarakat sederhana kemandirian ekonomi bukan
merupakan tugas perkembangan, namun dalam masyarakat modern kehidupan
bersifat kompleks.

9
6. Memilih dan mempersiapkan karier
1) Hakikat Tugas. Tujuan (1). Memilih suatu pekerjaan yang sesuai dengan
kemampuan. (2). Mempersiapkan diri, memiliki pengetahuan dan
keterampilan.
2) Dasar biologis. Remaja sudah memiliki ukuran dan kekuatan fisik yang
matang.
3) Dasar Psikologis. Perencanaan dan persiapan pekerjaan merupakan minat-nya
yang pokok, pada usia 15-20 tahun.

7. Mempersiapkan pernikahan dan hidup berkeluarga


1) Hakikat tugas. (1). Mengembangkan sikap positif terhadap pernikahan dan
hidup berkeluarga. (2). Memperoleh pengetahuan yang tepat tentang
pengelolaaan keluarga dan pemeliharaan anak.
2) Dasar Biologis. Kematangan seksual.
3) Dasar Psikologis. Sikap remaja terhadap pernikahan yang beragam.
4) Dasar Kebudayaan. Pernikahan merupakan lembaga kehidupan yang penting.

8. Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang


diperlukan bagi warga negara
1) Hakikat Tugas. (1). Mengembangkan konsep-konsep hukum, ekonomi,
politik, geografi, hakekat manusia, dan lembaga-lembaga sosial. (2).
Mengembangkan kemampuan berbahasa dan kemampuan berpikir.
2) Dasar Biologis. Usia 14 tahun dinyatakan sebagai kematangan mental.
3) Dasar Psikologis. (1) keterampilan berbahasa. (2). Memperoleh konsep-
konsep. (3). Minat dan motivasi.
4) Dasar Kebudayaan. Kehidupan modern yang kompleks menuntut individu
agar memiliki kemapuan berpikir yang tinggi agar dapat memecahkan
masalah yang dihadapinya.

10
9. Mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial
1) Hakikat Tugas. (1). Berpartisipasi sebagai orang dewasa yang bertanggung
jawab sebagai masyarakat, (2). Memperhitungkan nilai-nilai sosial dalam
tingkah laku dirinya.
2) Dasar Biologis. Manusia memiliki dorongan sosial ( social instict).
3) Dasar Psikologis. Remaja harus memiliki kesadaran untuk berkorban untuk
mencapai kebaikan, dan menghargai tau menghormati perilaku yang disetujui
masyarakat.
4) Dasar Kebudayaan. Dalam masyarakat modern cenderung individualistik
dalam mempersiapkan rasa tanggung jawab kurang.

10. Memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai pentunjuk /


pembimbing dalam bertingkah laku
1) Hakikat Tugas. (1). Memebentuk seperangkat nilai yang mungkin dapat
direalisasikan. (2). Mengembangkan kesadaran untuk merealisasikan nilai-
nilai. (3). Mengembangkan kesadaran akan hubungannya dengan sesama
manusia dan alam. (4). Memahami gambaran hidup dan nilai-nilai secara
harmonis dan selaras.
2) Dasar Psikologis. Remaja mempunyai minat atau perahatian terhadap
masalah filosofis dan kegamaan.
3) Dasar kebudayaan. Sebagian besar masyarakat modern hidup dalam
kehidupan kebobrokan moral, manusia modern kurang mengakui hukum
moral tuhan.Beriman dan bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa

11
C. Tugas Perkembangan Remaja Berkenaan Dengan Kehidupan Berkeluarga
Tugas perkembangan remaja dalam hubungannya dengan persiapan mereka
untuk memasuki dengan kehidupan baru. Secara biologis pertumbuhan remaja telah
mencapai kematangan seksual, yang berarti bahwa secara biologis remaja telah siap
melakukan fungsi produksi.kematangan fungsi seksual tersebut berpengaruh terhadap
dorongan seksual remaja dan telah mulai tertarik kepada lawan jenis.
Garrison (1956) menyatakan bahwa dorongan seksual pada remaja adlah
cukup kuat, sehingga perlu dipersiapkan secara mantap tentang hal-hal yang
berhubungan dngan perkawinan, karena masalah tersebut mendasari pemikiran
mereka untuk muli menetapkan pasangan hidupnya. Untuk ini sekolah perlu
memberikan perhatian secara khusus tentang masal perkawinan tersebut, dalam
bentuk pendidikan seksual atau kegiatan yang lain bagi remaja sebagai persiapan
baginya dalam menghadapi fungsinya sebagi orang tua dikemudian hari.
Dari sekian banyak masalah penyesuaian diri dalam kehidupan berkeluarga
atau perkawinan, ada empat unsur utama yang penting bagi kebahagiaan perkawinan,
yaitu :
1. Penyesuaian dengan pasangan
2. Penyesuaian seksual
3. Penyesuaian keuangan, dan
4. Penyesuaian dengan pihak keluarga masing-masing
Berkaitan dengan empat penyesuaian diri remaja dalam kehidupan keluarga
dan perkawinan,a da sejumlah faktor yang mempengaruhinya, yaitu sebagai berikut :
1. Faktor yang mempengaruhi penyesuaian terhadap pasangan ialah konsep
tentang pasangan yang ideal, pemenuhan kebutuhan, kesamaan latar
belakang, minat, kepengingan bersama, kepuasan nilai, konsep peran, dan
perubahan dalam pola hidup.
2. Faktor penting yang mempengaruhi penyesuaian seksual adalah perilaku
seksual, pengalaman seksual masa lalu, dorongan seksual, pengalaman
seksual marital awal, serta sikap terhadap penggunaan alat kontrasepsi.

12
3. Faktor yang mempengaruhi penyesuan diri dengna pihak keluarga
pasangan ialah seterotipe tradisional, keinginan untuk mandiri, fanatisme
keluarga, mobilitas sosial, anggata keluarga berusia lanjut, dan bantuan
keuangan keluarga pasangan.

Kriteria keberhasilan penyesuaian kehidupan berkeluarga dan perkawinan


yaitu :
1. Kebahagiaan pasangan suami istri
2. Hubungan yang baik antara anak dan orang tua
3. penyesuaian yang baik dari anak-anak
4. Kemampuan untuk memperoleh kepuasan dari peberdaan pendapat
5. kebersamaan
6. penyesuaian yang baik dalam masalah keuangan
7. penyesuaian yang baik dari pihak keluarga pasangan.

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak – anak menuju masa
dewasa. Perkembangan secara keseluruhan mengikuti periodisasi yang teratur, dari
masa pra-natal, masa bayi, masa anak sekolah, remaja, dewasa, dan masa tua. Remaja
merupakan masa peralihan antara masa anak dan masa dewasa yang berjalan antara
umur 12 tahun sampai 21 tahun.
Selain tugas-tugas perkembangan, kita juga harus mengenal ciri-ciri khusus
pada remaja, antara lain:
Pertumbuhan Fisik yang sangat Cepat
Emosinya tidak stabil
Perkembangan Seksual sangat menonjol
Cara berfikirnya bersifat kausalitas (hukum sebab akibat)
Terikat erat dengan kelompoknya

B. Saran
Dengan mengetahui tugas perkembangan dan ciri-ciri usia remaja diharapkan
para orangtua, pendidik dan remaja itu sendiri memahami hal-hal yang harus dilalui
pada masa remaja ini sehingga bila remaja diarahkan dan dapat melalui masa remaja
ini dengan baik maka pada masa selanjutnya remaja akan tumbuh sehat kepribadian
dan jiwanya.

14
DAFTAR PUSTAKA

Hurlock, Elizabeth B. (1980). Psikologi Perkembangan. Jakarta : Erlangga.

Ali, Mohammad. Psikologi Perkembangan : Aksara

http://lmupsikologi.wordpress.com/2009/12/11/tugas-perkembangan-remaja/

http://apadefinisinya.blogspot.com/2008/05/tugas-tugas-perkembangan remaja.html

http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/remaja.html

15