Está en la página 1de 2

ASURANSI SYARIAH

Dalam bahasa Arab, Asuransi disebut Attamin yang


berasal dari kata Amana yang memiliki arti memberi
perlindungan, ketenangan, rasa aman dan bebas dari
rasa takut, sebagaimana firman Allah SWT
Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk
menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari
ketakutan (QS Qurasy:4)
Arti yang paling dekat untuk menerjemahkan istilah
attamin, yaitu : Mentaminkan sesuatu, artinya seseorang
membayar/ menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli
warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana
yang telah disepakati, atau untuk mendapatkan ganti
terhadap hartanya yang hilang.
Di kalangan ummat Islam ada anggapan bahwa asuransi
itu tidak Islami. Orang yang melakukan asuransi sama
halnya dengan orang yang mengingkari rahmat Allah.
Allah-lah yang menentukan segala-segalanya dan
memberikan rezeki kepada makhluk-Nya, sebagaimana
firman Allah SWT:
"Dan tidak ada suatu binatang melata pun dibumi
melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya"(QS Hud: 6)
"dan siapa (pula) yang memberikan rezeki
kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah
ada Tuhan (yang lain)?" (QS An-Naml: 64)
"Dan kami telah menjadikan untukmu dibumi keperluankeperluan hidup, dan (kami menciptakan pula) makhlukmakhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki
kepadanya." (QS Al-Hijr: 20)
Dari ketiga ayat tersebut dapat dipahami bahwa Allah
sebenarnya telah menyiapkan segala-galanya untuk
keperluan semua makhluk-Nya, termasuk manusia
sebagai khalifah di muka bumi. Allah telah menyiapkan

bahan mentah, bukan bahan matang. Manusia masih


perlu mengolahnya, mencarinya dan mengikhtiarkannya.
Melibatkan diri ke dalam asuransi ini, adalah merupakan
salah satu ikhtiar untuk menghadapi masa depan dan
masa tua. Namun karena masalah asuransi ini tidak
dijelaskan secara tegas dalam nash, maka masalahnya
dipandang sebagai masalah ijtihadi, yaitu masalah yang
mungkin masih diperdebatkan dan tentunya perbedaan
pendapat sukar dihindari.
Asuransi Syariah (Tamin, Takaful atau Tadhamun)
adalah usaha saling melindungi dan tolong menolong
diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam
bentuk aset dan/atau tabarru yang memberikan pola
pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui
akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.
Akad yang sesuai dengan syariah adalah yang tidak
mengandung gharar (penipuan), maysir (perjudian), riba,
dzulm (penganiayaan), risywah (suap), barang haram dan
maksiat.
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan takwa, (QS Al-Maidah:2)
"Dari Nu'man bin Basyir ra, Rasulullah SAW bersabda,
Perumpamaan persaudaraan kaum muslimin dalam cinta
dan kasih sayang diantara mereka adalah seumpama
satu tubuh. Bilamana salah satu bagian tubuh merasakan
sakit, maka akan dirasakan oleh bagian tubuh yang
lainnya, seperti ketika tidak bisa tidur atau ketika demam."
(HR. Muslim)
Perintah Allah SWT Untuk Mempersiapkan Hari Depan
"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang
seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak
yang lemah, yang mereka khawatir terhadap
(kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah
mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka
mengucapkan perkataan yang benar." (QS An-Nisa:9)

Ayat ini menggambarkan kepada kita tentang pentingnya


planning atau perencanaan yang matang dalam
mempersiapkan hari depan. Nabi Yusuf as, dicontohkan
dalam Al-Quran membuat sistem proteksi menghadapi
kemungkinan yang buruk dimasa depan. (QS.Yusuf:4349)
Berasuransi tidaklah berarti menolak takdir atau
menghilangkan ketawakalan kepada Allah SWT,
karena:
Segala sesuatunya terjadi setelah berpikir dengan
baik, bekerja dengan penuh kesungguhan, teliti dan
cermat.
Segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, semuanya
ditentukan oleh Allah SWT. Adapun manusia hanya
diminta untuk berusaha semaksimal mungkin.
Allah SWT berfirman QS. Attaghabun/ 64 : 11
"Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa
seseorang kecuali dengan izin Allah."
Jadi pada dasarnya Islam mengakui bahwa kecelakaan,
musibah dan kematian merupakan qodho dan qodar
Allah yang tidak dapat ditolak. Hanya kita diminta untuk
membuat perencanaan hari depan
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada
Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang
telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan
bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS.Al-Hasyr:18)
Kantor Takaful Bogor
Komp. Ruko Villa Indah Pajajaran Blok AL/2,
Jl. Bangbaru Raya, Bogor
Telp.: (0251) 363 017, 370 002

Sdr. Rully Adrianto (08561686045)

Asuransi Syariah VS Konvensional.


SYARIAH

NON SYARIAH
DEWAN PENGAWAS

Wajib adanya Dewan Pengawas


Syariah, berfungsi mengawasi
Manajemen, Produk serta Investasi
supaya sejalan dengan syariat Islam

Dalam asuransi konvensional, maka


hal itu tidak mendapat perhatian

AKAD
Takafuli (tolong-menolong), nasabah
yang satu menolong nasabah yang
lain yang mengalami kesulitan

tadabuli (jual-beli antara nasabah


dengan perusahaan)

PENGELOLAAN DANA NASABAH (PREMI)


Diinvestasikan berdasarkan syariah
dengan sistem bagi hasil
(Mudharabah)

Investasi dana dilakukan pada


sembarang sektor dengan sistem
bunga (Riba)

KEPEMILIKAN DANA
Diperlakukan tetap sebagai dana milik Dana yang terkumpul dari nasabah
nasabah. Perusahaan hanya sebagai menjadi milik perusahaan.
pemegang amanah untuk
Perusahaan bebas untuk menentukan
mengelolanya
investasinya
PEMBAYARAN KLAIM NASABAH KENA MUSIBAH (meninggal)
Dana diambil dari rekening tabarru
(dana sosial) seluruh peserta yang
sudah diikhlaskan untuk keperluan
tolong-menolong

Dana diambil dari rekening milik


perusahaan

KEUNTUNGAN INVESTASI
Dibagi antara nasabah selaku pemilik Keuntungan sepenuhnya menjadi
dana dengan perusahaan selaku
milik perusahaan. Jika tak ada klaim,
pengelola, dengan prinsip bagi hasil
nasabah tak memperoleh apa-apa

Dari perbandingan di atas, dapat diambil kesimpulan


bahwa asuransi konvensional tidak memenuhi standar
syari yang bisa dijadikan objek muamalah yang syah
bagi kaum muslimin. Hal itu dikarenakan banyaknya
penyimpangan-penyimpangan syariat yang ada dalam
asuransi tersebut.
Oleh karena itu hendaklah kaum muslimin menggantinya
dengan asuransi yang senafas dengan prinsip-prinsip
muamalah yang telah dijelaskan oleh syariat Islam
seperti bentuk-bentuk asuransi syariah.
(Sumber : www.Takaful.com & www.syariahonline.com )

Orang-orang yang makan riba tidak dapat berdiri


melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan
syaitan lantaran penyakit gila. Keadaan mereka yang
demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata,
sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal
Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan
riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya
larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari riba),
maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu
(sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah)
kepada Allah. Orang yang mengulangi, maka orang itu
adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di
dalamnya.(QS.Al-Baqarah:275)

ASURANSI SYARIAH TAKAFUL


PT Syarikat Takaful Indonesia berdiri pada 24 Februari
1994 oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia
(ICMI) melalui Yayasan Abdi Bangsa, Bank Muamalat
Indonesia Tbk., PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri,
Departemen Keuangan RI, serta beberapa pengusaha
muslim Indonesia. Perusahaan telah memberikan jasa
perlindungan asuransi yang menerapkan prinsipprinsip murni syariah pertama di Indonesia.
PT Asuransi Takaful Keluarga yang bergerak di bidang
asuransi jiwa Syariah didirikan pada 4 Agustus 1994
dan mulai beroperasi pada 25 Agustus 1994, yang
ditandai dengan peresmian oleh Menteri Keuangan
Mar'ie Muhammad. Diikuti dengan pendirian anak
perusahaan yang bergerak di bidang asuransi umum
Syariah yaitu PT Asuransi Takaful Umum, yang
diresmikan oleh Menristek/Ketua BPPT Prof. Dr. B.J.
Habibie pada 2 Juni 1995
Untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan
Perusahaan dan menjaga konsistensinya, Perusahaan
memperoleh Sertifikasi ISO 9001:2000 dari SGS JASANZ, Selandia Baru bagi Asuransi Takaful Umum,
serta Asuransi Takaful Keluarga memperoleh
Sertifikasi ISO 9001:2000 dari dari Det Norske Veritas
(DNV), Belanda pada April 2004. Selain itu, atas upaya

keras seluruh jajaran perusahaan, Asuransi Takaful


Keluarga meraih MUI Award 2004 sebagai Asuransi
Syariah Terbaik di Indonesia, dan Asuransi Takaful Umum
memperoleh penghargaan sebagai asuransi dengan
predikat Sangat Bagus dari Majalah InfoBank secara
berturut-turut pada tahun 2004 dan 2005.
Pemegang Saham
Syarikat Takaful Malaysia
Islamic Development Bank (IDB)
PT Permodalan Nasional Madani
PT Bank Muamalat Indonesia
PT Karya Abdi Bangsa
Koperasi Karyawan Takaful
Pemegang Saham Lainnya

: 56%
: 26,39%
: 6,92%
: 5,91%
: 1,06%
: 0,10%
: 3,62%

Dewan Komisaris
Komisaris Utama : DR.Ir. B.S. Kusmuljono, MBA
Komisaris
: Dato Noorazman A. Aziz
Komisaris
: Mohamed Hassan Md Kamil
Komisaris
: Ahmed S. Hariri
Direktur Utama : Wan Zamri Wan Ismail
Dewan Pengawas Syariah
Ketua
: Prof. Dr. K.H. Didin Hafidhuddin
Anggota
: Dr. H.M. Syafii Antonio, MSc
Prof. Dr. Fathurrahman Djamil, MA
Prof. Madya Dr. Shobri Salamon
: Y.A.A. Dato Sheikh Ghazali bin Haji
Abdul Rahman
Beberapa Produk TAKAFUL : Fulnadi(Dana
Pendidikan), Takafulink(Investasi), Falah(Jiwa
Menyeluruh), Dana Haji, Wakaf, Al-Khairat,
Pembiayaan(Hutang), Fulmedicare(kesehatan),
FamilyCare(Kesehatan keluarga), Abror(Kendaraan),
Baituna(Rumah), dll.