Está en la página 1de 6

Groh

mencatat

pajak

penghasilan pada tahun 2015 sebagai berikut :

Income Tax Expense

100,000

Deferred Tax Asset

80,000

Income Taxes Payable

20,000

Laporan laba rugi tahun 2015 tidak melaporkan pengaruh pajak dari carryback ataupun
kerugian akumulasi rugi karena Groh telah melaporkan keduanya sebelumnya .

Akumulasi (Tidak Diakui)

Asumsikan bahwa Groh tidak akan menyadari seluruh akumulasi NOL di tahun-tahun
mendatang . Dalam situasi ini , Groh tidak mengakui aset pajak tangguhan untuk akumulasi
rugi karena kemungkinan tidak akan menyadari akumulasi tersebut. Groh membuat jurnal
berikut pada tahun 2014 .
Income Tax Refund Receivable

110,000

Benefit Due to Loss Carryback (Income Tax Expense)

110,000

Laporan laba rugi GROH tahun 2014 adalah sebagai berikut :

Pada 2015 , diasumsikan bahwa Groh memiliki penghasilan kena pajak sebesar $ 250.000
( sebelum mempertimbangkan akumulasi) , dikenakan tarif pajak 40 persen , GROH
mendapat pajak tangguhan aset . Groh mencatat entri berikut:
Deferred Tax Asset

80,000

Benefit Due to Loss Carryforward


Income Tax Expense

80,000

100,000

Deferred Tax Asset

80,000

Income Taxes Payable

20,000

Diasumsikan bahwa pendapatan GROH untuk tahun 2015 berasal dari kegiatan operasi yang
dilanjutkan , GROH mempersiapkan laporan laba rugi sebagai berikut:

Non-Recognition Revisited

Jika perusahaan akan menyadari aset pajak tangguhan tergantung pada laba fiskal yang cukup
atau akan ada dalam jangka waktu berlakunya tersedia di bawah hukum pajak .

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

Laporan Posisi Keuangan

Aset pajak tangguhan dan kewajiban pajak tangguhan diakui dan diukur secara terpisah tetapi
dapat disajikan di laporan posisi keuangan. Aset pajak tangguhan bersih atau kewajiban pajak
tangguhan bersih dilaporkan dalam bagian laporan posisi keuangan tidak langsung.

Laporan Laba Rugi

Perusahaan mengalokasikan beban pajak penghasilan ( atau manfaat) untuk

Operasi yang dilanjutkan


Operasi dihentikan
Pendapatan komprehensif lain
Sebelum periode penyesuaian

Komponen beban (manfaat) pajak penghasilan dapat mencakup :


Beban (manfaat) pajak kini
Setiap penyesuaian yang diakui pada periode pajak saat periode sebelumnya

Jumlah beban pajak tangguhan (manfaat) yang berkaitan dengan originasi dan
pembalikan perbedaan temporer
Jumlah beban pajak tangguhan (manfaat) yang berkaitan dengan perubahan tarif pajak
atau pengenaan pajak baru
Jumlah manfaat yang timbul dari kerugiannya sebelumnya tidak dikena pajak, kredit
pajak, atau perbedaan temporer periode sebelumnya yang digunakan untuk
mengurangi arus dan beban pajak tangguhan

Rekonsiliasi Pajak

Perusahaan baik memberikan :


Rekonsiliasi antara beban pajak numerik (manfaat) dan produk dari laba akuntansi
dikalikan dengan tarif pajak yang berlaku, pengungkapan juga menjadi dasar tarif
pajak yang berlaku dihitung.
Rekonsiliasi numerik antara tarif pajak efektif rata-rata dan tarif pajak yang berlaku,
mengungkapkan juga menjadi dasar tarif pajak yang berlaku dihitung.
PEMERIKSAAN METODE KEWAJIBAN ASET
Perusahaan menerapkan prinsip-prinsip dasar sebagai berikut :
Kewajiban pajak yang berlaku atau aset diakui sebesar taksiran pajak terutang atau
dikembalikan pada pengembalian pajak untuk tahun berjalan
Kewajiban pajak tangguhan atau aset diakui sebesar taksiran efek pajak periode
mendatang yang timbuldari perbedaan temporer dan akumulasi
Pengukuran kewajiban pajak kini dan pajak tangguhan dan aset didasarkan pada
ketentuan hilangnya pajak yang berlaku, efek dari perubahan masa depan dalam
penurunan pajak atau tarif tidak diantisipasi
Pengukuran aset pajak tangguhan berkurang, jika perlu , dengan jumlah manfaat pajak
yang berdasarkan bukti yang tersedia, tidak diharapkan akan direalisasi.

Relevant Facts
U.S GAAP mengklasifikasikan pajak tangguhan berdasarkan klasifikasi
aset atau
kewajiban yang berhubungan. Klasifikasi pajak tangguhan berdasarkan IFRS selalu
tidak lancar.
U.S GAAP menggunakan pendekatan penurunan nilai aktiva pajak tangguhan. Dalam
pendekatan ini, aktiva pajak tangguhan diakui secara penuh. Hal ini kemudian
dikurangi dengan akun valuasi jika lebih mungkin bahwa tidak semua atau sebagian
dari aktiva pajak tangguhan tidak akan terealisasi. Berdasarkan IFRS, pendekatan
penilaian afirmatif digunakan, dimana aset pajak tangguhan diakui sampai dengan
jumlah yang kemungkinan untuk diwujudkan.
Untuk U.S GAAP, tingkat pajak yang berlaku harus digunakan. IFRS menggunakan
tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku tarif pajak ( secara
substantial diberlakukan berarti hampir pasti )
Pengaruh pajak yang terkait dengan item tertentu dilaporkan dalam ekuitas
berdasarkan IFRS. Itu terjadi dibawah U.S GAAP, yang mengubah atau kredit
pengaruh pajak terhadap pendapatan.
U.S. GAAP mengharuskan perusahaan untuk menilai kemungkinan posisi
ketidakpastian pajak yang berkelanjutan pada audit. Potensi kewajiban harus diakui
dan diungkapkan jika posisi adalah lebih mungkin daripada tidak untuk menjadi
batasan. Berdasarkan IFRS, semua potensi kewajiban harus diakui. Sehubungan

dengan pengukuran, IFRS menggunakan pendekatan nilai yang diharapkan untuk


mengukur kewajiban pajak, yang berbeda dari U.S. GAAP .