Está en la página 1de 21

IMUNISASI

Reinaldo Zakaria Reflus, S.Ked

IMUNISASI MMR

MMR
(Measles, Mumps, Rubella)
Vaksin MMR adalah vaksin kombinasi campak,
parotitis, dan rubella (Measles, Mumps and
Rubella)
Virus campak ruam, batuk, pilek, mata iritasi,
dan demam infeksi telinga, pneumonia,
kejang, kerusakan otak, dan kematian
Virus gondok demam, sakit kepala, dan
bengkak pada kelenjar getah bening tuli,
infeksi meningitis yang mencakup otak dan
sumsum tulang belakang, pembengkakan testis
atau indung telur, namun jarang terjadi kematian

Virus Rubella (Campak Jerman) ruam,


demam ringan, dan radang sendi. Jika
seorang wanita mendapatkan rubella saat
dia hamil, wanita tersebut bisa mengalami
keguguran atau bayinya bisa lahir dengan
cacat lahir yang serius

Vaksin MMR diberikan dalam bentuk bubuk


dengan pengencer dan harus dilarutkan
sebelum digunakan

Kandungan dari vaksin MMR

Antibiotik neomycin
Sorbitol
Gelatin
MMR live virus
Konsentrasi MMR live virus dalam 0,5 ml adalah
sebagai berikut(5):
Measles : 1000 TCID50
Mumps : 20.000 TCID50
Rubella : 1000 TCID50
Sodium fosfat
Sodium klorida
Sukrosa
Albumin

Cara Pemberian dan dosis

Dosis: 1x 0.5 ml IM atau subkutan

Kontraindikasi
Sedang
Wanita
Anak
Penderita
Riwayat
Baru
menjalani
anak
hamil
sakit
alergi
trombositopenia
penyakit
dengan
ringan
terhadap
transfusi
HIV
kanker
atau
atau
kandungan
darah
atau
berat
imunokompromis
gangguan
vaksin
pembekuan darah

Reaksi KIPI

IMUNISASI
ROTAVIRUS

Rotavirus
April 2009, WHO merekomendasikan semua
lembaga kesehatan dunia untuk
memberikan vaksinasi rotavirus secara rutin
Tujuan: untuk mencegah infeksi rotavirus
DIARE
Diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan.

Jenis vaksin
Pentavalen
Tetravalen
Monovalen

Monovalen

Vaksin ini merupakan vaksin hidup yang mengandung 1 jenis


rotavirus dengan tipe G1P. Vaksin Rotarix telah diketahui efektif
untuk menurunkan kejadian diare rotavirus sebesar 57%

Komposisi
Rotarix mengandung virus rotavirus hidup yang dilemahkan.
Rotarix juga mengandung dextran, sorbitol, xanthan, dan
Dulbeccos Modified Eagle Medium (DMEM). Kandungan DMEM
adalah natrium klorida, kalium klorida, magnesium sulfat, ferric
nitrate, natrium fosfat, natrium pirufat, glukosa,
hydrogenocarbonate dan phenol red.
Porcine circovirus type 1 (PCV-1), adalah sejenis virus dari babi
terkandung dalam Rotarix. PCV-1 tidak dapat menyebabkan
penyakit pada manusia.

Cara pemberian
Pemberian diberikan secara oral dengan
dosis 1 ml sekali
Rotarix diberikan dalam 2 dosis dengan
rentang waktu 8 minggu setiap pemberian
vaksin. Dosis pertama diberikan dalam
rentang usia 6 14 minggu dan dosis kedua
pada umur 24 minggu.

Tetravalen
Merupakan vaksin rotavirus yang
mengandung 4 strain rotavirus.
Komposisi5
Rotashield merupakan virus hidup yang
dilemahkan. Dibuat untuk melindungi
manusia dari rotavirus serotype G tipe 1, 2,
3, dan 4.

Cara pemberian
Vaksin ini terdiri 3 dosis lengkap, juga
diberikan secara oral, yaitu pada bayi
berusia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan.
Usia minimum yang bisa mulai diberikan
vaksin ini adalah saat bayi telah berusia 6
minggu
Jarak interval atau selang waktu antara
dosis pertama dan dosis yang kedua, dan
dosis berikutnya, adalah 4 10 minggu.

Pentavalen

Vaksin ini merupakan vaksin rotavirus dengan 5 strain rotavirus.


Vaksin ini dikembangkan dari serum bovine dan dikenal dengan
nama dagang Rotateq. Vaksin ini memiliki efektivitas yang tinggi
dalam mencegah keparahan akibat rotavirus

Komposisi 5,6,7,9
Rotateq mengandung 5 strain virus Rotavirus yang dilemahkan
yaitu G1, G2, G3, G4 dan P1. RotaTeq juga mengandung sukrosa,
natrium nitrat, natrium fosfat monobasic monohidrat, natrium
hidroksida, polysorbate dan fetal bovine serum.
Komponen Porcine circovirus tipe 1 dan 2 (virus yang menginfeksi
babi) ditemukan di dalam RotaTeq. Porcine circovirus tipe 1 dan 2
tidak menyebabkan penyakit pada manusia.

Cara pemberian
Vaksin Rotateq, vaksin rotavirus ini
diberikan melalui mulut.
Rotateq diberikan dalam 3 dosis. Sekali
pemberian 2 ml. Jarak antara pemberian
dosis berkisar 2 bulan dari pemberian
pertama. Dosis pertama diberikan saat bayi
berumur 2 bulan. Dosis kedua diberikan
saat umur 4 bulan dan dosis ketiga
diberikan saat bayi berumur 6 bulan

Kontraindikasi

Riwayat
Alergi
Pernah
Bayi
dengan
yang
terhadap
mengalami
hipersensitifitas
mendapat
penyakit
salah
intususepsi
terapi
obat
satu
imuno
setelah
antiretroviral
komponen
aspirin
defisiensi
(obstruksi
mendapatkanvaksin
vaksin
atau
saluran
yang pencernaan)
mendapat pengobatan

Reaksi KIPI
Buangperut
Diare
Muntah
Demam
Nyeri
Pneumonia
Intususepsi
air
tinggi
besar bercampur darah

Daftar pustaka
Pedoman Imunisasi Di Indonesia edisi 4
2011
Intisari Imunisasi 2013
CDC-Table of catch up schedule for
immunization. http://
www.cdc.gov/mmwr/pdf/rr/rr6202.pdf
Jadwal Imunisasi Anak Umur 0 18 tahun.
Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia
(IDAI), Tahun 2011