Está en la página 1de 13

ANALISA STRUKTUR

METODA MATRIKS (ASMM)


METODE MATRIKS KEKAKUAN

ASMM
Analisa Struktur Metode Matriks (ASMM)
adalah suatu metode untuk menganalisa
struktur dengan menggunakan bantuan
matriks, yang terdiri dari : matriks
kekakuan, matriks perpindahan dan
matriks gaya. Dengan
Dimana : menggunakan
hubungan
P K U { P }, { F }= matriks gaya

[K]
= matriks kekakuan
{ U },{ D } = matriks perpindahan

Salah satu cara untuk menyelesaikan persamaan di atas, yaitu denga


Menggunakan Metode Kekakuan

ASMM
Pada Metode Kekakuan, variabel
yang tidak diketahui besarnya adalah
displacement/perpindahan titik
simpul (rotasi/defleksi) dan dicari
terlebih dahulu
Jumlah variabel dalam metode
kekakuan sama dengan derajat
ketidaktentuan kinematis struktur

Metode matriks Kekakuan


U1,P1
1
U2,P2

U3,P3
2
U4,P4

P K U

Metode matriks Kekakuan


U1=1
U2=U3=U4=0
P1 = K11 ; P2 = K21 ; P3 = K31
P4 = K41
(a)
U2=1
U1=U3=U4=0
P1 = K12 ; P2 = K22 ; P3 = K32
P4 = K42
(b)

Metode matriks Kekakuan


U3=1
U1=U2=U4=0
P1 = K13 ; P2 = K23 ; P3 = K33
P4 = K43
(c)

U4=1
U1=U2=U3=0
P1 = K14 ; P2 = K24 ; P3 = K34
P4 = K44
(d)

Metode matriks Kekakuan

Matriks Kekakuan
Jika pada batang bekerja gaya aksial

Matriks Kekakuan
Jika pada batang bekerja gaya aksial

Matriks Kekakuan
U2,P2
1

U1,P1

U3,P3

Kekakuan dengan
melibatkan gaya aksial

U5,P5
U4,P4
2
U6,P6

PROSEDUR ANALISIS
1. Semua kekakuan elemen dievaluasi
sesuai dengan hubungan antara
gaya dan
deformation
(dalam koordinat LOKAL).
2. Matriks kekakuan elemen
ditransformasikan ke koordinat
GLOBAL.
3. Matriks kekakuan elemen-elemen
struktur (dalam koordinat global)
digabungkan menjadi matriks
kekakuan seluruh struktur (dengan
mempertimbangkan kompatibilitas).

PROSEDUR ANALISIS
4. Berdasarkan pembebanan yang ada, disusun
vektor/matriks gaya.
5. Kondisi batas pada perletakan diperhitungkan, dan
dilakukan static condensation untuk memperoleh
matriks kekakuan struktur ter-reduksi.
6. Matriks kekakuan struktur yang ter-reduksi
tersebut memberikan persamaan kesetimbangan
struktur, yang solusinya akan menghasilkan
displacement setiap node/joint. Kemudian gayagaya (reaksi perletakan) dapat diperoleh
kemudian.
7. Kemudian gaya-gaya dalam dapat dihitung untuk
setiap elemen.

Daftar Pustaka
PENGANTAR ANALISA STRUKTUR
METODE MATRIKS ( Erwin Rommel
(FT.Sipil UMM))
Diktat kuliah MEKANIKA TEKNIK 3,
Jurusan Teknik Sipil ITS Surabaya