Está en la página 1de 37

Pengetanahan Peralatan

dan Sistem/Netral
WAHYUDI
Teknik Elektro ITS

Pengetanahan/pentanahan
1.

Pentanahan sistem
hubungan ketanah dari salah satu konduktor
yang dilalui arus tenaga dari suatu sistem tenaga
listrik
pentanahan netral dari sistem tenaga

2.

Pentanahan peralatan
hubungan ketanah bagian dari peralatan yang
pada kerja normal tidak dilalui arus

Pentanahan peralatan
Tujuan :

Membatasi tegangan antara bagian-bagian peralatan yang tidak


dialiri arus dan antara bagian ini dengan tanah ( pada harga aman )
pada semua kondisi
Untuk memperoleh impedansi yang kecil/rendah dari jalan balik
arus hubung singkat ketanah

Secara garis besar

Mencegah terjadinya tegangan kejut yang berbahaya untuk orang


dalam daerah tersebut
Memungkinkan timbulnya arus tertentu baik besar dan lamanya
dalam keadaan gangguan ketanah tanpa menimbulkan bahaya
Untuk memperbaiki performance dari sistem

Besarnya tegangan kejut/sentuh yang


diizinkan :
Tegangan rendah 50 volt
Tegangan tinggi
125 volt

Type elektroda pentanahan


a.Elektroda tipe rod
Pentanahan elektroda tipe rod adalah penanaman batang-batang
konduktor secara vertikal ke dalam tanah,yang fungsinya untuk
memperkecil tahanan pentanahan.

b.Elektroda tipe grid


Batang elektrode sejajar permukaan tanah, yang berfungsi untuk
meredam terjadinya tegangan langkah yang terjadi.

c.

Elektroda tipe counterpoise


Type ini digunakan untuk pertanahan kaki menara
yang, fungsinya lebih bersifat meredam tegangan sisa
akibat gelombang berjalan pada puncak menara.

d.

Elektroda tipe plat


Pentanahan dengan metode ini menggunakan plat tembaga
berukuran 1 x 1 meter yang ditanam pada kedalaman tanah
minimum 1 meter dan dihubungkan dengan peralatan yang
ditanahkan..

e.

Elektroda tipe gabungan


Pentanahan tipe gabungan adalah
gabungan dari tipe pentanahan yang ada.
Tujuannnya adalah agar mendapatkan keandalan
yang lebih baik

Harga typical resistivitas dari beberapa jenis tanah

Penampang konduktor yang digunakan :

8,5 *10 6 t
A I
Tm Ta
log(
1)
234 Ta
Titik cair tembaga

A = penampang

(mm2 )

I = arus yg mengalir (A)


t = lama gangguan ( det)
o

1083 C

sambungan las

450 C

baut

250 o C

Ta= temp. sekeliling(o C )


Tm= temperatur max( o C )

Type of Electrode

Side View

Top View

Formula

Vertikal electrode on Surface

Vertical electrode buried

Macam macam
Elektroda
Grounding
dengan
Formula
Harga
Teoritis
Tahanan
Grounding

d
L
d

2L

Strip on Surface
L

8L
1)
d

4L
ln
2L 1.36 d

L/2

2L

Ref

(ln

4L
2h L

1.36 d 2h L

2L
ln
L 1.36 d

ln

Strip buried

L2
ln
2L 1.85 hd

L2
ln
L 2 1.85 da

L/2

d
a

Two strips on surface


L/2

Two strips burried

L/2
h

Two strips buried

Eight strips burried

Ref. Table :

A a 2 4h 2

L/2

L/3

L/4

Four strips buried

Six strips buried

L4
ln
2L 16 3.42 hdaA

L/2

L/2

Three strips burried

L/6

L/8

d<<L d<<4h<<L/n d<<a<<L/n

L2
ln
2L 1.27 hd

L2
ln
2L 0.767 hd

L2
ln
2L 0.217 hd

L2 103
ln
2L 9.42 hd

L2 10 4
ln
2L 2.69 hd

Pentanahan netral
Tujuan pentanahan:

Untuk mengurangi/menghilangkan busur tanah akibat busur


listrik yang timbul saat gangguan

Membatasi tegangan pada phasa-phasa yang tak terganggu


Metode-metode pengetanahan:
1.
Pengetanahan melalui tahanan
- tahanan rendah Ro > 2Xo
- tahanan tinggi Ro < Xo/3
2.
Pengetanahan melalui reaktor Xo < 10 X1
3.
Pengetanahan tanpa impedansi
4.
Pengetanahan effektif Xo < 3X1 & Ro < X1
5.
Pengetanahan dengan kumparan Petersen ( Petersen coil )

Sistem tak ditanahkan


Tak ada hubungan galvanic antara sistem dengan tanah
Kerugiannya :
Arcing ground tak dapat hilang ( >5A )
Arsing ground padam sendiri ( <5A )
Arcing ground selalu timbul bila ada gangguan dan berulangulang tegangan lebih
Tegangan phasa yang tak terganggu naik V3 Vphasa
Arus gangguan ketanah (Io) kecil rele pengaman gangguan
ketanah sulit ditrapkan

Sistem keadaan normal

Menurut hukum Kirchoff I


Ia + Ib + Ic = 0

Ea/Za + Eb/Eb + Ec/Zc = 0


Akibat ketidak seimbangan kapasitif
Ea + Eb + Ec 0

E A E AN E NG
EB EBN E NG
EC ECN E NG
dan

E AN EBN ECN 0

E AN E NG EBN E NG ECN ECG

0
ZA
ZB
ZC
E AN EBN E CN 1
1
1


E NG 0
ZB
ZC Z A Z B ZC
ZA
sedang E AN EBN ECN I
VNG IU Z G
U
ZA
ZB
ZC

1
1
1
1

ZG Z A Z B ZC

= admitansi ekivalen sistem thdp tanah


Iu = arus ketidak seimbangan akibat ketidak seimbangan kapasitif

Sistem delta/tak ditanahkan saat gangguan ketanah

Saat hubung singkat ketanah


arus hubung singkat

IU << I FG

I FG

Z A Z B ZC Z

I FG
I FG

I FG

E ph
ZG

Iu

E ph
ZG

I FG I B I C

E ph
EL L
IB
3
Z
Z
E ph
IC 3
Z
E ph
E ph
3I B 3

Z
Z
3
E ph

ZG

I GF I FG = arus hubung singkat ketanah pd sistem delta

PENENTUAN BESAR ARUS GANGGUAN


KETANAH
Arus gangguan kapasitif ;
- tidak tergantung letak gangguan
- tergantung kapasitansi sistem ke tanah

I FG E ph (2fC0 )103.kr
Harga faktor koreksi
Tegangan sistem (KV)

Faktor koreksi kr

11

1,16

33

1,13

66

1,11

110

1,09

164

1,08

220

1,07

Secara praktis arus hubung singkat IFG


KVL L kms

260

Kawat transmisi udara

I FG

Kabel tanah

I FG 25

H H kabel

KVL L kms
260

I FG 60

KVL L kms
260

Sistem yang ditanahkan


Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode pentanahan :

Selektivitas dan sensitivitas dari ground foult relay


Pembatasan besar arus gangguan ketanah
Tingkat pengamanan terhadap tegangan surja dengan arrester
Pembatasan tegangan lebih transient

Pengaruhnya terhadap :

Keekonomisan sistem
Perencanaan serta tata letak dari sistem
Kontinuitas pelayanan

Pemilihan sistem pentanahan

Methoda pengetanahan
1. Diketanahkan effektif

Pengetanahan tanpa impedansi dan reaktansi rendah dapat


termasuk pengetanahan effektif

Keuntungan:

Tegangan frekwensi dasar dapat dikontrol dengan baik


Arcing ground tak terjadi, Isc menghapuskan Icap dan
menghilangkan pengaruhnya
Proteksi gangguan tanah sederhana
Tegangan arrester dapat diperbesar 25%

Keburukannnya:

Tiap gangguan hubung singkat saluran putus


Arus gangguan besar merusak alat2
Membahayakan manusia
Merusak isolatr akibat arus susulan
Tegangan lebih yang besar timbul pada phasa yang terganggu

2. Ditanahkan tanpa impedansi ( langsung )


Keuntungan :
Tegangan sistem yang tak terganggu tetap
Biaya pembatasan Isc ketanah termurah
Arcing ground tak terjadi, Isc menghilangkan Icap dan
menghilangkan pengaruhnya
Kerugian :
Kesalahan hubung singkat ketanah banyak
Isc ketanah umumnya lebih kecil Isc2ph tetapi ada
kemungkinan 3xIsc2ph mempengaruhi sistem komunikasi
Kenaikan Isc merusak saluran
Kenaikan Isc menurunkan stabilitas

PENTANAHAN LANGSUNG

Ib

+Icf

IFG

Vc
-Ib

Icf

Ic

Vb

-Ic
IFG

Ib

Va

Ic

3. Pengetanahan dengan tahanan


Keuntungan :

Stabilitas sistem terjamin


Effek-effek yang merusak pada pentanahan langsung
ditekan
Memungkinkan penggunaan macam-macam proteksi
Mengurangi momentary voltage dip pada saat timbul dan
lenyapnya gangguan ketanah

Kerugian :

Titik netral akan bergeser


Harga peralatan, bagian untuk transformator akan menjadi
lebih tinggi
Banyak panas yang terbuang
Tegangan phasa yang terganggu akan lebih tinggi daripada
sistem tak ditanahkan

PENTANAHAN DENGAN TAHANAN

+Icf =-Ib

+Icf

IFG
IFG

Ib-Ic= Ic

Vc
IfR sephasa dng Va
(teg yg terganggu)

Vb

Icf
-Ib
-Ic
Ifx
IfR

IFG

SPLN 26 TH 1980 : sistem 20 KV


Tahanan rendah 12 ohm Iscmax 1000 A
untuk jaringan kabel tanah
Tahanan rendah 40 ohm Iscmax 300 A
untuk saluran udara dan gabungan saluran
udara dengan kabel tanah
Tahanan tinggi 500 ohm Iscmax 25 A
untuk saluran udara

4. Pengetanahan dengan reaktansi

Pada dasarnya samadengan tahanan hanya saja


diganti dengan kumparan/reaktor

Keuntungan :

Isc diperkecil dan tegangan phasa tak terganggu


terbatas naiknya ( 1,73 Vph )
Arcing ground tak membvahayakan
Menentukan kerja relay yang memuaskan
Mengurangi interferennsi pada circuit komunikasi

PENTANAHAN DENGAN REAKTANSI

+Icf

-Ib

-Ic

IFG

Untuk PC X diatur
sehingga IFG = Icf

Vc
Icf
-Ib
-Ic

Vb
IFG

5. Pengetanahan dengan Petersen Coil


Sama dengan reaktor hanya saja bisa diubah-ubah

Keuntungan :

Isc dapat dibuat kecil sekali


Gejala arcing ground hilang
Kontinuitas pelayanannya tak terganggu
Tegangan lebih transient dapat dikurangi
Effek-effek terhadap sistem komunikasi dapat diperkecil
Mengurangi kejutan pada sistem

Kerugiannya :

Tak dapat mengkompensir gangguan 2phasa ketanah


Tak dapat menghilangkan gangguan satu ketanah yang
menetap
Tak dapat mencegah tegangan lebih secara keseluruhan
Tak dapat mengkompensir rugi-rugi daya dan harmonisa

Perbandingan berbagai sistem pentanahan

Sistem pengaman saluran transmissi

Pengaman Gangguan
Ketanah Dengan Sistem
Differensial
WAHYUDI
Teknik Elektro ITS

PENGAMAN GANGGUAN KE TANAH DENGAN SISTEM


DIFFERENTIAL
Bila titik netral ditanahkan langsung
Seluruh belitan generator/transformator dapat diamankan terhadap
gangguan ke tanah
Bila ditanahkan melalui tahanan pentanahan
Tidak mungkin seluruh belitan dapat diamankan prosentase (%)
belitan yang diamankan tergantung harga tahanan pentanahan dan
setting rele gangguan tanah

Rele gangguan tanah dan sistem pengaman differential

YANG

PERLU DIPERHATIKAN
Rating arus dari tahanan
Harga / besar tahanan
Setting rele dsb
Umumnya 80 85 % belitan diamankan 20 15 % dari sisi
netratidak diamankan ditambahkan pengaman gangguan ketanah

% belitan yang tak diamankan =

Z.I0 x 100
V

terhadap gangguan ke tanah, dimana :


I0: arus yang menyebabkan rele
beroperasi
Z : impedansi ()
V : tegangan line netral

Contoh soal
Suatu alternator 10 MVA; 6,6 KV dibebani
8 MVA, alternator tsb diamankan dengan
rele differential dimana rele akan
beroperasi bila ada ketidak seimbangan
arus sebesar 20%, belitan yang tak
teramankan adalah 10%. Tentukan besar
tahanan pentanahannya bila reaktansi
alternator 10% dan tahanannya diabaikan