Está en la página 1de 352

Kantor Pusat

Bandung
JIn. Pasirwangi No. 1 Soekarno-Hatta, Bandung 40254, Telp. (022) 5206178, 5226062,
Faks. (022) 5202714 PO Box 8632 BDCJ 40265 A, e-mail: penerbitan@grafindo.co.id,
website: www.grafindo.co.id.

Kantor Pemasaran
Jakarta
Jln. Pulo Kambing No. 9, Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur 13930, Telp. (021) 46829111, 4619151,
Faks. (021) 4612217, 4614533, e-mail: marketing@grafindo.co.id, website: www.grafindo.co.id
Regional 1

: Jln. Madyo Santoso No. 100 P.Brayan, Medan 20239, Telp/Faks. (061) 6610596

Area/Territory
Medan
Binjai
Lhokseumawe
Langsa
Banda Aceh
Lubuk Pakam
Sergei

:
:
:
:
:
:
:

Kabanjahe
:
Sidikalang
:
Pematang Siantar :
Tebing Tinggi
:
Tarutung
:
Balige
:
Humbanghas
:
Padang Sidempuan :
Sibolga
:
Nias
:
Kisaran
:
Rantau Prapat
:
Pekanbaru
:
Dumai
:
Duri
:
Padang
:
Bukit Tinggi
:

Pariaman
:
Solok
:
Jambi
:
Palembang
:
Prabumulih
:
Muara Enim, Lahat :
Bengkulu
:
Curup

Regional 2
:

Area/Territory
Jakarta Timur
:

Jakarta Barat
:
Jakarta Selatan
:

Pontianak
:
Bekasi
:
Depok
:
Bogor
:
Tangerang
:
Bandar Lampung :

Bandung
:
Cirebon
:

Sukabumi
:
Tasikmalaya
:
Semarang
:
Yogyakarta
:
Regional 3

Jln. Cemara Gg. Kuini No. 49 P. Brayan, Medan 20239, Telp. (061) 6644176
Jln. Kartika Ekapaksi No. 39, Binjai Kota 20741, Telp. (061) 8821244
Jln. T.U. Agam No. 60 D Kuta Blang, Lhokseumawe, Telp. (0645) 41307
Jln. Ahmad Yani, Perum Marantika No. 179, Bierun Puntong, Langsa, Telp. 0811641039
Paya Lhok Lr. K. Budiman Gg. Monda, No. 9A, Banda Aceh, Telp. 081361656642
Jln. Pasar 4,5 No. 4A, Lubuk Pakam 20512, Telp. (061) 7952493, 081361105090
Jln. Komp. Perum Griya Permai Indah Blok A No. 89, Sergei, 20695, Telp. 081361380055,
08192073400
Komp. Perumahan Sari Nembah No. 106/107, Kabanjahe 22114, Telp. (0628) 22101
Jln. Empatlima No. 18, Sidikalang, Telp. 085275411448
Jln. Kertas Sampul No. 05, Pematang Siantar 21147, Telp. (0622) 7550884
Jln. Salak, Tebing Tinggi, Telp. 081361568273
Jln. TD. Pardede No. 25, Tarutung, Taput, Telp. (0633) 7325156, 081375570802
Jln. Debata Sinomba No. 28, Balige, Tobasa, Telp. 081376663455, 081396998384
Jln. Letkol. G. Manulang, Humbanghas, Telp. 085296170033
Jln. Merdeka No. 130 Padang Sidempuan 22717, Telp. (0634) 27123
Jln. Sisingamangaraja No. 220, Sibolga, Telp. (0631) 21391
Jln. Pattimura No. 74 Kel. Hilir, Gunung Sitoli, Telp. 085275855128
Jln. Marah Rusli No. 47, Kisaran Timur, Telp. (0623) 42455
Jln. Bulutangkis No. 21 Rantau Prapat, Kab. Lab Batu, Telp. (0624) 325666
Jln. Pinang No. 89 Kel. Wonorejo Kec. Marpoyan Damai, Pekanbaru, Telp. (0761) 855597
Jln. Teladan No. 41 Kec. Dumai Timur Jaya Mukti, Telp. (0765) 37938
Jln. Tegal Sari No. 07 RT. 02 RW. 20 Kel. Air Jamban, Duri
Jln. Andalas Baru No. 14 Simpang Haru Kec. Padang Timur, Padang, Telp. (0751) 37622
Jln. Raya Bukittinggi-Payakumbuh Km. 4 Samping Endah Musik Tanjung Alam,
Telp. 085271655553
Jln. Imam Bonjol, Pariaman, Telp. (0751) 7897719, 08126742018
Jln. Raya Kotobaru, Samping Kantor Camat Cubung, Kota Solok, Telp. 081374541636
Jln. H.M. Kamil No. 50 Kel. Wijaya Pura, Jambi, Telp. (0741) 20431
Jln. Proklamasi Blok J No. 9 RT 32 Kel Lr. Pakjo Kec. Ilir Barat Palembang 30137,
Telp. (0711) 352601
Jln. Sumatera Perum Gunung Ibunda Blok A4 Prabumulih Barat, Telp. (0713) 322467
Jln. Prof. Emil Salim No. 23A Kel. RD PJKA Lahat, Telp. (0731) 322635
Jln. Tut Wuri Handayani No. D1/D5 RT. 5 Kel. Padang Nangka Kec. Gading Cempaka,
Bengkulu, Telp. (0736) 27360
Jln. Batu Galing Perumnas Curup, Renjang Lebong, Telp. 081397848897
Jln. Pulo Kambing No. 9 Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur 13930,
Telp/Faks. (021) 4600576
Jln. Pulo Kambing No. 9 Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur 13930,
Telp. (021) 4603691
Jln. Kramat IV No. 22 RT. 11-RW 006 Kel Kwitang - Kecamatan Senen Jakarta Pusat 10420,
Telp (021) 3926774
Jln. Palapa I No. 1 RT/RW 01/05 Komp.Palapa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520,
Telp. (021) 7829058
Jln. Karimata No. 62, Pontianak 78116, Telp. (0561) 733927
Jln. Pembina Raya No. 171 Bumi Bekasi Baru Rawa Lumbu, Bekasi, Telp. (021) 8206808
Jln. Dadap Raya No. 66 Depok II Tengah 16411, Telp. (021) 77835099
Perum Indra Prasta Jln. Samiaji Raya No. 13 Bogor Utara 16153, Telp. (0251) 319216
Jln. Betet Raya No. 22 Perumnas I - Karawaci, Tangerang 15138, Telp. (021) 5584415
Jln. Way Kanan Atas No. 54 Pahoman, Teluk Betung Utara, Bandar Lampung 5213,
Telp. (0721) 251696
Jln. Pasirwangi No. 1 Soekarno-Hatta, Bandung 40254, Telp. (022) 5212118
Komp. Griya Sunyaragi Permai, Jln. Rasamala ll Blok A No. 17, Cirebon 45135,
Telp. (0231) 483397
Perum Bumi Pasir Rahayu Jln. Asir Bahagia No. 50 Nanggeleng Sukabumi, Telp. (0266) 212570
Jln. Letkol Komir Kartaman No.73 Lengkong Tengah, Tasikmalaya, Telp. (0265) 326188
Jln. Banteng Raya No. 1 Majapahit, Semarang, Telp. (024) 6717733
Jln.Semangu No. 4A Kota Gede Gedong Kuning, Yogyakarta, Telp. (0274) 419122

Katalog Dalam Terbitan (KDT)


Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII SMP/MTs/Yusa,
Djoko Arisworo, Nana Sutresna; Siti Muliati, Gianto, Cucu Suhendar
(ed.).Jil.1.Ed.1.Cet.1.Bandung: Grafindo Media Pratama, 2008.
3 jil. (vi, 346 hlm.): ilus., foto, tab.; 17,6 25 cm.




ISBN 978-602-00-0419-8 (Jilid lengkap)


ISBN 978-602-00-0420-4 (Jilid 1)
ISBN 978-602-00-0421-1 (Jilid 2)
ISBN 978-602-00-0422-8 (Jilid 3)
1. Ilmu Pengetahuan Alam
I. Yusa
II. Arisworo, Djoko
III. Sutresna, Nana
IV. Muliati, Siti
V. Gianto
VI. Suhendar, Cucu

500

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam


untuk Kelas VII SMP/MTs
GMP 03-01-28-02-069

2008 oleh Yusa, dkk.

Penyunting
: Siti Muliati
Gianto
Cucu Suhendar
Pewajah Isi
: Yudiono
Hendi Hudaya
Fitrah Insan M.
Pereka Ilustrasi : Yudiana
Pewajah Sampul : Andrie Purnama
Sumber Sampul : jalakbali.indonetwork.co.id; www.blog.thesietch.
org; www.imexin.ch

: Jln. Kutisari Indah Utara IV No. 17, Surabaya, Telp/Faks. (031) 8436074

Area/Territory
Surabaya
:
Sidoarjo
:
Gresik
:
Mojokerto
:
Malang
:
Jember
:
Madiun
:
Bali
:
Mataram
:
Kupang
:
Balikpapan
:
Samarinda
:
Makassar
:

Palu
:
Manado
:
Kotamobagu
:
Parepare
:
Palopo
:

Jln. Kutisari Indah Utara IV No. 17, Surabaya, Telp/Faks. (031) 8436074
Jln. Garuda No. 61, Rewin, Sidoarjo, Telp. (031) 8546069
Jln. Baja XI No. 11, Gresik, Telp. (031) 3953746
Griya Permata Meri Blok I No. 04
Jl. Citandui No. 1, Malang, Telp. (0341) 471378
Jln. Tegal Besar Permai Blok N No. 15-16, Telp. (0331) 320252
Jln. Jalak III F3, Perum Merak Indah, Madiun, Telp. (0351) 451215
Jln. Ceningan Sari No. 50 Sesetan, Denpasar 80223, Telp. (0361) 721200
Jln. Merdeka I No. 28 Pepabri Pagesangan Baru Mataram NTB, Telp. (0370) 628108
Jln. Amabi No.73 RT 007/003 Kel Oepura Tofa Kupang, NTT, Telp. (0380) 824149
Jln. Joko Tole RT 44 No. 38 Kel. Sumberejo, Balikpapan, Telp. (0542) 763402
Jln. Cipto Mangunkusumo Perum Telkom E-2, Samarinda, Telp. (0851) 260800
Jln. Raya Pendidikan Blok C-1 No. 2 Komplek Dosen UNM/MAPALA,
Makassar 90222, Telp. (0411) 863765
Jln. Nuri No. 8 Palu, Telp. (0451) 453655
Jln. W.Z. Johanes No.621 Kel. Bumi Nyiur, Manado 95118, Telp. (0431) 853693
Jln. Arief Rahman Hakim No.12 Kotamobagu, Kab. Bolaang Mongondow, Telp. (0434) 23200
Jln. Reformasi No. 29, Parepare, Telp. (0421) 24859
BTN Merdeka Blok E No. 16 Palopo V, Telp. (0471) 21098

Diterbitkan oleh
Penerbit Grafindo Media Pratama
Anggota IKAPI
Cetakan I, 2008
Kekuatan jilid buku teks pelajaran ini dapat digunakan selama lima tahun. Buku
yang penjilidannya lepas sebelum lima tahun akibat pemakaian dan bukan karena
disengaja, akan diganti oleh penerbit.
Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Tidak ada bagian mana pun dalam
penerbitan ini boleh diterbitkan kembali atau disimpan dalam bentuk yang sama
atau dipublikasikan dalam berbagai bentuk dengan cara apa pun, termasuk file
elektronis, pemindaian (scanning), foto kopi, rekaman atau sebaliknya, tanpa
mendapat izin dari Penerbit.

Kenali Isi Buku Ini


Materi-materi pembelajaran dalam buku ini disajikan secara sistematis,
komunikatif, dan interaktif. Berikut ini cara cerdas yang kami tawarkan
untuk membaca dan memahami isi buku ini.
1. Manfaat Hasil Belajar memberikan informasi secara khusus
kepadamu tentang tujuan yang akan dicapai dalam mempelajari
dan memahami materi setiap bab.
2. Advance Organizer memberikan gambaran dan manfaat dari materi
yang akan dipelajari serta menuntut penguasaan materi sebelum
mempelajari materi tersebut.
3. Peta Konsep berisi uraian konsep-konsep pada bab yang
bersangkutan.
4. Uji Kompetensi Awal disajikan untuk memberikan rangsangan
daya pikirmu terhadap materi bab yang akan dipelajari.
5. Uji Sikap disajikan untuk meningkatkan sikap afektifmu dalam
mengamati hal-hal yang berkenaan dengan sikap atau perilaku di
lingkungan sekitarmu.
6. Fakta Ilmiah berisi tentang penerapan ilmu pengetahuan alam
dalam berbagai bidang teknologi dan kehidupan.
7. Tokoh IPA berisi tokoh-tokoh nasional dan internasional yang
memiliki prestasi di bidangnya.
8. Kegiatan Ilmiah berisi kegiatan yang mengajakmu untuk berpikir
kritis dan menemukan fakta-fakta ilmiah.
9. Tantangan IPA (Science Quest) disajikan dalam dua bahasa
(bilingual) yang dapat mengajakmu mengenal IPA lebih luas.
10. Info Net mengajakmu untuk mengunjungi situs internet yang
berkaitan dengan materi.
11. Soal Persiapan UN berisi soal dan pembahasan untuk menghadapi
Ujian Nasional.
12. Rangkuman berisi rangkuman materi dari setiap bab yang harus
dipahami olehmu.
13. Kata Kunci berisi konsep atau kata yang harus dipahami dalam
setiap bab.
14. Apa yang Kamu Pelajari Setelah Mempelajari Bab Ini? berisi
evaluasi yang berguna bagimu sebelum masuk pada materi
berikutnya.
15. Uji Kompetensi berisi soal-soal pilihan ganda, esai, dan tugas yang
disajikan pada setiap akhir bab dan akhir semester.
16. Kunci Jawaban berisi jawaban soal nomor ganjil Uji Kompetensi
Bab dan Uji Kompetensi Semester.
17. Glosarium berisi istilah-istilah penting dan definisi yang terdapat
dalam buku.
18. Indeks berisi kata-kata dan nama-nama tokoh penting beserta
halamannya di dalam buku.
19. Daftar Pustaka berisi daftar bacaan yang menjadi bahan rujukan dalam
penyusunan buku yang disajikan secara alfabetis.

iii

1
2

3
4
5
6
8

9
10
11

12

13
14
18
15

16
17
18
19

Kata Pengantar
Dengan lahirnya standar isi yang berlaku sekarang ini merupakan respons terhadap perkembangan
dan perubahan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Perkembangan
dan perubahan yang dimaksud adalah mulai berlakunya peraturan perundang-undangan yang
baru tentang otonomi daerah. Hal ini membawa implikasi terhadap paradigma pengembangan
kurikulum, antara lain pembaruan dan diversifikasi kurikulum serta antisipasi keadaan masa
datang dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi multidimensional.
Hal tersebut di atas dikembangkan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan,
keterampilan, keahlian bertahan hidup, dan pengalaman belajar yang membangun integritas
sosial serta mewujudkan karakter nasional. Selain itu, juga memudahkan guru dalam menyajikan
pengalaman belajar yang sejalan dengan prinsip belajar sepanjang hayat (learning for life) yang
mengacu pada empat pilar pendidikan universal, yaitu belajar mengetahui (learning to know),
belajar melakukan (learning to do), belajar menjadi diri sendiri (learning to be oneself), dan belajar
hidup dalam kebersamaan (learning to live together).
Mengingat strategisnya kedudukan tersebut untuk menciptakan tatanan yang kompeten
dan cerdas dalam membangun identitas budaya bangsa, maka kami sebagai salah satu penerbit
yang concern terhadap tercapainya tujuan pendidikan nasional, berusaha memberikan kontribusi
nyata melalui penerbitan buku-buku pelajaran yang berkualitas. Buku yang dimaksud salah
satunya adalah buku Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII.
Buku Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII ini sudah mengakomodasi
materi dalam standar isi yang berlaku sekarang ini. Oleh karena itu, buku ini diharapkan lebih
bermanfaat bagi siswa.

iv


Penerbit

Daftar Isi
Kenali Isi Buku Ini.............................. iii
Kata Pengantar.................................... iv

E. Kapilaritas . .................................... 84
Uji Kompetensi Bab 4............................ 86

Tugas Proyek ...................................... 1


Bab 1
Pengukuran dan Besaran ................... 3
Peta Konsep .......................................... 4
A. Pengukuran . .................................. 4
B. Besaran Pokok, Besaran Turunan,
dan Satuannya ............................... 11
C. Suhu dan Pengukurannya .............. 15
Uji Kompetensi Bab 1 ........................... 28

Bab 5
Pemuaian Zat ...................................... 89
Peta Konsep .......................................... 90
A. Pemuaian Zat Padat, Cair,
dan Gas . ........................................ 90
B. Prinsip Pemuaian
dalam Teknologi ............................ 98
Uji Kompetensi Bab 5............................ 102
Bab 6
Kalor dan Pengaruhnya....................... 105
Peta Konsep .......................................... 106
A. Pengertian Kalor
dan Pengaruhnya ........................... 106
B. Jumlah Kalor untuk Perubahan Suhu
dan Perubahan Wujud ................... 114
C. Perpindahan Kalor ......................... 123
D. Asas Black ...................................... 130
Uji Kompetensi Bab 6 ........................... 132

Bab 2
Unsur, Senyawa, dan Campuran ......... 31
Peta Konsep .......................................... 32
A. Unsur . ........................................... 32
B. Senyawa ......................................... 38
C. Campuran ..................................... 42
D. Perbedaan Antara Unsur, Senyawa,
dan Campuran . ............................. 47
Uji Kompetensi Bab 2 ........................... 54
Bab 3
Mengenal Asam, Basa, dan Garam ...... 57
Peta Konsep .......................................... 58
A. Identifikasi Senyawa Asam,
Basa, dan Garam ............................ 58
B. Kelompok Senyawa Asam,
Basa, dan Garam ............................ 64
C. Penentuan Skala Keasaman
dan Kebasaan ................................. 67
Uji Kompetensi Bab 3............................ 72

Bab 7
Perubahan Materi dan Pemisahan
Campuran . ......................................... 135
Peta Konsep .......................................... 136
A. Perbedaan Antara Perubahan Fisika
dan Perubahan Kimia.......................... 136
B. Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia
dalam Kehidupan
Sehari-hari...................................... 140
C. Pemisahan Campuran Berdasarkan
Sifat Fisika dan Sifat Kimia ............ 145
Uji Kompetensi Bab 7............................ 157

Bab 4
Massa Jenis dan Sifat Zat .................... 75
Peta Konsep .......................................... 76
A. Massa Jenis Zat............................... 76
B. Wujud Zat ..................................... 79
C. Partikel-Partikel Zat ....................... 81
D. Adhesi dan Kohesi ......................... 83

Bab 8
Reaksi Kimia ...................................... 161
Peta Konsep .......................................... 162
A. Ciri-Ciri Reaksi Kimia ................... 162
B. Faktor-Faktor yang Memengaruhi
Kecepatan Reaksi ........................... 169
v

Uji Kompetensi Bab 8............................ 174


Uji Kompetensi Semester 1 .................. 177

C. Organ ............................................ 262


D. Sistem Organ ................................. 264
E. Organisme ..................................... 265
Uji Kompetensi Bab 13.......................... 267

Bab 9
Pengamatan Gejala-Gejala Alam ......... 179
Peta Konsep .......................................... 180
A. Pengamatan Objek . ....................... 180
B. Pengenalan Alat ............................. 183
C. Menyiapkan Objek Pengamatan .... 189
D. Keamanan dan Keselamatan
Kerja .............................................. 193
Uji Kompetensi Bab 9 ........................... 195

Bab 14
Ekosistem ........................................... 271
Peta Konsep............................................ 272
A. Satuan Makhluk Hidup
dalam Ekosistem............................. 272
B. Kebergantungan.............................. 279
C. Keseimbangan Ekosistem................ 285
D. Pelestarian Ekosistem...................... 286
E. Pola-Pola Interaksi........................... 288
Uji Kompetensi Bab 14.......................... 291

Bab 10
Gerak Lurus......................................... 199
Peta Konsep............................................ 200
A. Gerak Lurus Beraturan.................... 200
B. Gerak Lurus Berubah Beraturan...... 206
Uji Kompetensi Bab 10.......................... 212

Bab 15
Kepadatan Populasi Manusia............... 295
Peta Konsep .......................................... 296
A. Masalah Kepadatan Populasi
Manusia ......................................... 296
B. Upaya-Upaya untuk Mengatasi
Kepadatan Populasi Manusia ......... 302
Uji Kompetensi Bab 15.......................... 304

Bab 11
Makhluk Hidup................................... 215
Peta Konsep............................................ 216
A. Membedakan Makhluk Hidup
dan Makhluk Tidak Hidup............. 216
B. Ciri-ciri Makhluk Hidup................ 217
Uji Kompetensi Bab 11.......................... 223

Bab 16
Pengelolaan Lingkungan..................... 307
Peta Konsep............................................ 308
A. Dampak Kegiatan Manusia terhadap
Kelestarian Hutan........................... 308
B. Dampak Kegiatan Manusia terhadap
Pencemaran Lingkungan................. 312
Uji Kompetensi Bab 16.......................... 321
Uji Kompetensi Semester 2 ................... 325

Bab 12
Klasifikasi Makhluk Hidup ................ 227
Peta Konsep............................................ 228
A. Keanekaragaman Makhluk Hidup... 228
B. Mengidentifikasi Makhluk Hidup

Berdasarkan Kunci Determinasi...... 245
Uji Kompetensi Bab 12.......................... 247

Kunci Jawaban .................................... 329


Glosarium ........................................... 338
Indeks ................................................. 341
Daftar Pustaka .................................... 344

Bab 13
Organisasi Kehidupan......................... 251
Peta Konsep............................................ 252
A. Sel . ................................................ 252
B. Jaringan ......................................... 257

vi

Tugas Proyek

Semester 1
Membuat Kertas Indikator Alami
Indikator dapat berupa larutan dan kertas. Kertas indikator digunakan untuk mengetahui
apakah suatu larutan bersifat asam atau basa. Bahan-bahan alam juga dapat digunakan
untuk menunjukkan sifat asam atau basa itu. Beberapa bahan alam akan berubah warna
pada kondisi keasaman atau kebasaan tertentu. Salah satu bahan alam yang menunjukkan
perubahan tersebut adalah bunga kembang sepatu.
Berikut langkah-langkah yang harus kamu lakukan.
1. Membuat kelompok yang terdiri atas 45 siswa
2. Membuat jadwal kegiatan

Jadwal kegiatan ini berguna untuk memandumu dalam mengerjakan proyek secara
sistematis dan terarah. Kamu dapat meminta pendapat guru bidang studi IPA tentang
jadwal kegiatan ini.
3. Menyiapkan bahan dan peralatan yang diperlukan
a. Bahan
1) Bunga kembang sepatu 810 tangkai
2) Kertas saring
b. Peralatan
1) Pisau tajam dan talenan

Alat ini digunakan untuk mengiris bunga kembang sepatu. Gunakan pisau yang
terbuat dari baja (stainless steel).
2) Lumpang alu

Alat ini digunakan untuk menggerus bunga kembang sepatu.
3) Loyang

Alat ini digunakan untuk menjemur kertas indikator alami.
4) Penggaris dan gunting

Alat ini digunakan untuk mengukur dan memotong kertas indikator alami.
4. Melaksanakan kegiatan
a. Siapkan bunga kembang sepatu berwarna merah yang sudah mekar.
b. Buang tangkai, dasar kelopak bunga yang keras, dan serbuk sarinya.
c. Bunga diiris kecil-kecil, kemudian digerus halus.
d. Siapkan kertas saring dengan ukuran 8 10 cm.
e. Oleskan hasil gerusan bunga kembang sepatu pada seluruh
permukaan kertas.
f. Tempatkan kertas yang sudah diolesi ekstrak dalam loyang.

Pengukuran dan Besaran

g. Panaskan di bawah sinar matahari hingga kering.


h. Setelah kering, potong kertas dengan ukuran 8 1 cm.
5. Gunakan kertas indikator alami yang kamu buat untuk menguji berbagai produk yang
biasa digunakan sehari-hari. Misalnya, dengan mencelupkan kertas tersebut ke dalam air
jeruk. Amati perubahan warna yang terjadi pada kertas indikator setelah diujikan pada
produk-produk tersebut. Kemudian, bandingkan hasilnya dengan kertas lakmus merah
dan biru yang dijual di pasaran.
6. Setelah kegiatan ini selesai, susun hasil pengamatanmu dan buat laporan secara tertulis.
Presentasikan laporanmu di depan kelas.

Semester 2
Pengklasifikasian Makhluk Hidup
Di Semester 2 pada Bab 12, kamu akan mempelajari tentang pengklasifikasian makhluk hidup,
terutama pengklasifikasian hewan dan tumbuhan. Oleh karena itu, agar kamu lebih mengenal
makhluk hidup di sekitarmu, buatlah kliping tentang berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang
ada di daerahmu bersama teman-temanmu. Kemudian, klasifikasikan hewan dan tumbuhan
tersebut berdasarkan ciri-ciri yang dapat kamu amati.
Kliping tersebut dapat berisi gambar/foto atau hal-hal tentang jenis tumbuhan/hewan yang
ada di daerahmu. Setiap gambar atau artikel yang diperoleh, diberi keterangan, penjelasan, atau
komentar. Carilah literatur pendukungnya di perpustakaan.
Untuk mencari sumber data, kamu dapat mencarinya di berbagai jenis buku, surat kabar,
majalah, atau kamu dapat memotretnya sendiri. Selain itu, kamu pun dapat mencari data di
internet. Tugas pembuatan kliping ini dikerjakan selama satu bulan. Selama pengerjaan tugas
ini, kamu dapat bertanya kepada gurumu jika ada hal-hal yang belum dipahami. Buatlah kliping
ini sebagus mungkin.
Setelah pembelajaran Bab 12 tentang klasifikasi makhluk hidup selesai, kliping ini akan
dipresentasikan dan didiskusikan bersama di dalam kelas. Gurumu akan membimbing diskusi
tersebut sambil memberikan penilaian. Beberapa aspek yang akan dinilai, antara lain aspek
biologi, bahasa, seni, kreativitas, dan kemampuan kamu dalam mempresentasikan kliping hasil
pekerjaanmu.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab

kum
Sumber: Do

entasi

Pener

bit

Pengukuran dan Besaran


Manfaat Hasil Belajar
Agar dapat memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan, kamu
harus mampu:
mendeskripsikan besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya,
mendeskripsikan pengertian suhu dan pengukurannya, dan
melakukan pengukuran dasar secara teliti dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam
kehidupan sehari-hari.

Ukurlah panjang dan lebar buku IPA-mu dengan menggunakan


jengkalmu. Bandingkan hasil pengukuranmu dengan hasil
pengukuran temanmu. Hasil pengukuran mungkin akan ber
beda. Hal tersebut disebabkan ukuran jengkalmu dan jengkal
temanmu yang berbeda. Ternyata, pengukuran dengan meng
gunakan alat ukur seperti jengkal akan menghasilkan nilai yang
berbeda-beda.
Agar hasil pengukuran benda tidak berbeda-beda, diperlukan
suatu standar dalam melakukan pengukuran. Untuk mengetahui
lebih jelas hal-hal yang berhubungan dengan pengukuran,
besaran, dan satuan, pelajarilah bab ini secara saksama.

Peta Konsep
Pengukuran
satuan yang
digunakan

menggunakan

dilakukan pada

Alat ukur
Satuan baku dan satuan
internasional

Satuan
tidak baku

contoh

contoh

Meter

Alat ukur
suhu

Alat ukur
waktu

Stopwatch dan jam


cesium

contoh

Neraca analitis dan


neraca tiga lengan

contoh

m2, kg/m3,
newton

Alat ukur
panjang
contoh

Mistar, jangka sorong, dan


mikrometer sekrup

berdasarkan
kegunaannya

Skala Celsius
Skala Fahrenheit
Skala Kelvin
Skala Reamur

Uji Kompetensi Awal


Sebelum mempelajari bab ini,
kerjakanlah soal-soal berikut.
1. Pernahkah kamu
melakukan pengukuran?
Apa saja yang pernah
kamu ukur?
2. Bagaimana cara mengukur
suhu badanmu?
3. Sebutkan alat-alat ukur
yang kamu ketahui dan apa
kegunaannya?
4. Apakah satuan yang
digunakan untuk mengukur
panjang, waktu, luas, dan
kecepatan.

Meter, kilogram,
sekon

contoh

Besaran
turunan

contoh

Alat ukur
massa

berdasarkan
skalanya

di antaranya

Jengkal, depa,
hasta

contoh

Termometer

Besaran
pokok

Termometer klinis
Termometer ruang

Pengukuran

1. Pengertian Mengukur
Bagaimana kamu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini?
Berapakah tinggi dan berat badanmu? Berapakah panjang dan
lebar meja belajarmu? Pukul berapakah kamu pergi ke sekolah?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kamu tentu
harus melakukan pengukuran terlebih dahulu. Pengukuran
tersebut memerlukan berbagai jenis alat ukur yang sesuai.
Pada zaman dahulu, manusia menggunakan bagian tubuh
nya untuk mengukur panjang suatu benda. Akibatnya, dikenal
istilah hasta, depa, dan jengkal sebagai satuan panjang. Bangsa

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Mesir kuno menggunakan hasta untuk mengukur panjang.


Satu hasta adalah panjang lengan dari siku sampai ke ujung jari
tengah. Adapun panjang rentang kedua lengan disebut satu depa.
Di Inggris, satuan yang serupa dengan depa adalah fathom yang
sampai saat ini masih digunakan untuk mengukur kedalaman
laut. Akan tetapi, apakah semua orang akan mendapatkan hasil
pengukuran yang sama jika menggunakan satuan tersebut? Untuk
membuktikannya, lakukanlah Kegiatan Ilmiah 1.1 berikut.

Kegiatan Ilmiah 1.1


Tujuan
Memahami dan mampu melakukan pengukuran
Alat dan Bahan
Buku, meja, papan tulis, penggaris, dan meteran
Langkah Kerja
1. Ukurlah panjang dan lebar dari buku, meja, dan papan tulis
di kelasmu dengan menggunakan jengkalmu, penggaris, dan
meteran.
2. Buatlah hasil pengukuran tersebut dalam bentuk tabel.

Pertanyaan
1. Samakah hasil dari ketiga pengukuran tersebut?
2. Bandingkan hasil pengukuranmu dengan hasil pengukuran
temanmu? Pengukuran menggunakan apa saja yang sama
dan berbeda?
3. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Gambar 1.1
Melakukan pengukuran panjang
buku dengan jengkal dan
penggaris.
Pengukuran menggunakan apa
yang menghasilkan harga sama?

Dari Kegiatan Ilmiah 1.1 yang telah dilakukan, dapat


disimpulkan bahwa untuk mengukur panjang benda, diperlukan
suatu ukuran panjang pembanding. Ukuran pembanding yang
dapat digunakan misalnya jengkal tanganmu. Akan tetapi,
jengkal tangan tidak dapat dijadikan standar karena ukuran
tubuh setiap orang tidaklah sama. Ketika kamu mengukur
panjang buku, meja, dan papan tulis dengan jengkalmu, hasilnya
belum tentu sama dengan hasil yang diperoleh temanmu. Hal

Pengukuran dan Besaran

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
www.fisika.uns.ac.id/
tutorial/fisikadasar1/F102_
Besaran_Satuan_files/
frame.htm
www.scribd.com/
doc/268528/4-1-SifatTermometri
www.dikmenum.go.id/
dataapp/e-learning/
bahan/kelas1
www.notesandsketches.
co.uk/Measuring_Tools_
Small.swf

Uji Sikap
Andi diminta ayahnya
untuk mengukur panjang
dan lebar kaca jendela
yang pecah. Oleh karena
tidak memiliki meteran,
Andi memutuskan untuk
mengukur panjang
dan lebar kaca jendela
menggunakan seutas tali.
Bagaimana sikapmu
terhadap keputusan Andi
tersebut?

ini disebabkan ukuran jengkalmu dan jengkal temanmu yang


berbeda. Sebaliknya, ketika kamu dan temanmu mengukur
panjang buku menggunakan penggaris, hasil pengukurannya
pasti akan sama. Mengapa demikian? Penggaris merupakan alat
ukur yang memiliki ukuran pembanding yang dapat digunakan
oleh semua orang.
Jadi, dapat diperoleh kesimpulan bahwa mengukur adalah
proses membandingkan suatu besaran yang diukur dengan
besaran tertentu yang diketahui atau ditentukan sebagai satuan.
Adapun besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan
dengan nilai. Satuan menunjukkan besaran pembanding yang
dipakai dalam pengukuran.
Perhatikan contoh berikut. Misalnya, tinggi badanmu 150
cm. Tinggi badanmu merupakan besaran yang diukur, sedangkan
satuan sentimeter (cm) sebagai besaran pembanding. Jadi, angka
150 disebut nilai besaran yang diukur (kuantitas pengukuran)
dan cm sebagai besaran pembanding yang disebut satuan.
Besaran-besaran yang telah kamu pelajari, seperti panjang,
berat, tinggi, dan volume termasuk besaran IPA. Namun, ada pula
besaran yang bukan merupakan besaran IPA. Besaran-besaran ini
tidak memiliki patokan yang jelas karena sangat bergantung pada
penilaian setiap orang. Contoh besaran yang bukan termasuk
besaran IPA, di antaranya cantik, cerdas, dan baik.

2. Satuan Baku dan Satuan Tidak Baku


Pernahkah kamu mengisi ember dengan air sampai penuh?
Misalnya, untuk mengisi penuh sebuah ember diperlukan air
sebanyak 10 gayung. Kemudian, gayung yang kamu gunakan
diganti dengan gayung yang berukuran lebih kecil atau lebih
besar. Ulangi mengisi ember tersebut. Samakah jumlah satuan
gayung yang kamu peroleh?
Begitu pula ketika mengukur tinggi badan dengan jengkalmu.
Ukuran jengkalmu dan jengkal temanmu belum tentu sama.
Satuan seperti gayung, depa, hasta, dan jengkal disebut satuan
tidak baku karena hanya berlaku di suatu tempat tertentu dan
hasil pengukurannya tidak selalu sama.

Tugas
Di daerah sekitarmu mungkin terdapat satuan tidak baku yang digunakan untuk melakukan
pengukuran. Carilah satuan tidak baku yang dipakai di lingkungan sekitarmu. Laporkan dan
diskusikan hasilnya kepada gurumu.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Kamu sudah mengetahui bahwa ukuran jengkalmu


dan ukuran jengkal temanmu belum tentu sama. Jika ingin
menggunakan jengkal sebagai satuan, diperlukan satuan jengkal
yang seragam. Oleh karena itu, hasil pengukuran yang dilakukan
setiap orang selalu sama. Namun, hal tersebut tidak mungkin.
Oleh karena itu, untuk mempermudah pengukuran, dalam ilmu
pengetahuan dan teknologi dibutuhkan keseragaman sistem
satuan antarnegara yang bersifat baku atau standar. Suatu satuan
standar harus memenuhi hal-hal berikut.
a. Satuan yang ditetapkan tidak mengalami perubahan oleh
pengaruh apa pun (bersifat tetap).
b. Satuan tersebut harus selalu sama di mana pun dan kapan
pun (bersifat internasional).
c. Satuan yang ditetapkan harus mudah ditiru oleh siapa saja
yang menggunakannya (mudah ditiru).
Berdasarkan syarat tersebut, pada 1975 para ilmuwan di
Prancis telah menciptakan suatu standar sistem satuan yang
berlaku menyeluruh di seluruh dunia, yaitu dengan mendefinisi
kan sistem satuan baku dan dikenal dengan nama sistem Satuan
Internasional (SI). Sistem tersebut juga dikenal dengan nama
sistem metrik.

3. Standar dan Alat Ukur Besaran Pokok


a. Satuan Panjang dan Alat Ukurnya

(a)

(b)

Sumber: Oxford Ensiklopedi Pelajar,


1992;
The World Book Encyclopedia:
Volume19, 1995

Gambar 1.2
(a) Jam matahari dan (b) jam pasir
Kedua alat ukur waktu tersebut
menghasilkan satuan tidak baku.
Tahukah kamu cara menggunakan
kedua alat tersebut?

Panjang ialah besaran yang digunakan untuk menyatakan jarak.


Dalam sistem metrik (SI), jarak diukur dalam satuan meter
(m). Pada 1983, diputuskan bahwa 1 meter adalah panjang
jarak tempuh cahaya dalam ruang hampa dalam selang waktu
1/299.792.458 sekon. Di dalam IPA, ada beberapa alat ukur
panjang yang sering digunakan untuk mengukur panjang, yaitu
mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.

1) Mistar (Penggaris)
Kamu tentunya sering menggunakan mistar. Pada mistar terdapat
beberapa garis yang menunjukkan skala pengukuran. Perhatikan
mistar pada Gambar 1.3.
Pada sisi bawah mistar, terdapat ukuran panjang dengan
skala utama yang ditunjukkan oleh garis-garis panjang. Skala
utama pada mistar tersebut adalah sentimeter. Jarak terdekat
antara dua garis pendek adalah sepersepuluh kali skala utama dan
ukuran satuan terkecilnya 1 mm. Dengan demikian, kamu dapat
mengukur panjang suatu benda menggunakan mistar sampai
rentang skala terkecil 1 milimeter.

1 milimeter (mm)

Gambar 1.3
Mistar
Berapakah skala terkecil pada
mistar tersebut?

Pengukuran dan Besaran

Sumber: Dokumentasi Penerbit

Gambar 1.4
Pulpen diukur panjangnya dengan
menggunakan mistar.

Skala utama

Beberapa mistar ada pula yang menggunakan satuan inci.


Perhatikan kembali sisi atas dari mistar yang tampak pada
Gambar 1.3. Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa 1 inci
sekitar 2,5 cm atau tepatnya sama dengan 2,54 cm.
Ada beberapa cara yang baik dan benar untuk mengukur
panjang suatu benda dengan menggunakan mistar. Pertama,
tempatkan skala nol pada mistar sejajar dengan ujung benda.
Kedua, ujung benda yang lain sejajar dengan skala pembacaan.
Untuk membaca skala pada mistar, matamu harus tegak lurus
dengan tanda garis skala yang akan kamu baca (Gambar 1.4).

2) Jangka Sorong

Skala
nonius

Gambar 1.5
Jangka sorong
Bagian manakah yang digunakan
untuk mengukur diameter dalam
silinder?

Jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter dalam


dan diameter luar silinder berongga. Jangka sorong juga dapat
digunakan mengukur kedalaman lubang silinder. Pada jangka
sorong terdapat dua bagian penting, yaitu rahang tetap dan rahang
geser. Pada rahang tetap, terdapat skala utama. Adapun pada
rahang geser, terdapat skala nonius. Gambar 1.5 menunjukkan
jangka sorong dengan nilai skala terkecil pada skala utamanya
1 mm dengan 20 skala pada skala nonius. Artinya, panjang
satu skala nonius adalah 0,05 mm. Dengan kata lain, nilai
skala terkecil yang dapat dibaca jangka sorong tersebut adalah
0,05 mm atau 0,005 cm.
Bagaimana cara menggunakan jangka sorong? Perhatikan
kembali Gambar 1.5. Pada gambar diperlihatkan pengukuran
panjang benda dengan menggunakan jangka sorong. Cara
mendapatkan besaran ini adalah sebagai berikut.
a) Skala utama berimpit dengan skala nonius pada angka antara
2,3 cm dan 2,4 cm.
b) Garis skala nonius yang berimpit dengan garis skala utama
ialah garis kedua belas. Jadi, panjang benda yang terbaca
jangka sorong adalah 2,3 cm + (12 0,005 cm) = 2,36 cm.

3) Mikrometer Sekrup

Sumber: faq.f650.com

Gambar 1.6
Mikrometer sekrup
Bagian manakah yang digunakan
untuk memastikan benda ukur
tercengkeram dengan benar?

Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur diameter bola


logam, seperti peluru atau untuk mengukur ketebalan suatu
lembaran tipis. Mikrometer sekrup memiliki dua jenis skala, yaitu
skala tetap dan skala putar. Skala mikrometer sekrup diperoleh
dari skala terkecil skala utama (0,5 mm) dibagi skala pada skala
nonius (50 skala) sehingga diperoleh nilainya sebesar 0,01 mm.
Bagaimanakah cara membaca pengukuran panjang dengan
mikrometer sekrup? Perhatikan Gambar 1.6. Skala utama
menunjukkan angka 4,5 mm lebih. Skala nonius berada pada
garis ke-32. Jadi, hasil pengukuran dengan mikrometer sekrup
adalah 4,5 mm + (32 0,01 mm) = 4,532 mm.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Tugas
Carilah informasi mengenai alat ukur panjang lainnya melalui buku, majalah, surat kabar, ataupun
internet. Buatlah laporan tertulis, lalu diskusikan hasilnya bersama gurumu.

b. Satuan Massa dan Alat Ukurnya


Para ilmuwan memiliki pendapat bahwa massa suatu benda
menunjukkan banyaknya kandungan zat (materi) dalam benda
tersebut. Satuan massa dalam sistem SI adalah kilogram (kg).
Massa benda di berbagai tempat selalu sama. Massa satu kilogram
gula di Bulan dan di puncak gunung tidak berubah meskipun
gaya gravitasinya berbeda. Standar internasional untuk massa 1 kg
adalah massa sebuah silinder yang terbuat dari campuran logam
platina dan iridium. Satuan massa tersebut disebut kilogram
standar. Standar massa ini terdapat di Sevres, Prancis. Jumlah
massa satu kilogram standar setara dengan massa 1 liter air pada
suhu 4C.
Untuk mengukur massa, biasanya digunakan neraca yang
memiliki anak timbangan sebagai pembanding. Beberapa neraca
yang banyak digunakan, di antaranya neraca pasar, neraca tiga
lengan O-Hauss, neraca elektronik, dan neraca analitis.
(a)

Sumber: Chemistry, 2002

Gambar 1.7
Sebuah silinder platina-iridium
yang memiliki tinggi dan diameter
3,9 cm dijadikan sebagai kilogram
standar.

(b)

Gambar 1.8
(a) Neraca analitis
(b) Neraca tiga lengan dengan
nilai skala terkecil 0,1 gram
Sumber: Phywe Physics Catalogue, 3.22

Bagaimanakah cara mengukur massa dengan menggunakan


neraca tiga lengan? Perhatikan Gambar 1.9. Pada gambar terlihat
neraca memiliki tiga skala lengan. Pada lengan pertama, skala
menunjukkan nilai 0 g, lengan kedua 80 g, dan lengan ketiga
0,3 g. Dengan demikian, hasil pengukuran massa benda adalah
0 g + 80 g + 0,3 g = 80,3 g.
Berdasarkan satuan standar massa 1 kg, dapat diturunkan
satuan massa yang lain, yaitu sebagai berikut.
1.000 g
= 1 kg
1 mg
= 1 g = 0,001 g
1.000
1.000 kg = 1 ton
100 kg
= 1 kuintal
1 kg
= 10 ons

Lengan pertama

Lengan kedua

Lengan ketiga

Gambar 1.9
Contoh pembacaan pada
pengukuran massa dengan
menggunakan neraca tiga lengan.

Pengukuran dan Besaran

c. Satuan Suhu dan Alat Ukurnya


Termometer merupakan alat ukur suhu. Ada berbagai macam
termometer. Akan tetapi, yang sering digunakan dalam kehidupan
sehari-hari adalah termometer klinis, yaitu untuk mengukur suhu
tubuh. Satuan suhu dalam sistem Satuan Internasional adalah
kelvin (K). Namun, satuan suhu yang sering digunakan dalam
kehidupan sehari-hari adalah derajat celsius (C). Di luar negeri,
misalnya di Amerika Serikat, satuan suhu yang sering digunakan
adalah derajat fahrenheit (F).
Skala pada termometer klinis berkisar antara 35C42C.
Di dalam termometer terdapat cairan yang digunakan untuk
menunjukkan nilai suhu. Bagaimanakah cara melakukan peng
ukuran suhu dengan menggunakan termometer? Kamu akan
mempelajari hal tersebut pada subbab C.
Sumber: www.e-circleoflife.com

Gambar 1.10
Termometer analog dengan nilai
skala terkecil 1C dan termometer
digital dengan nilai skala terkecil
0,1C.
Apakah setiap termometer memiliki
batas pengukuran yang sama?

Sumber: CD Image

Gambar 1.11
Stopwatch.
Berapakah nilai ketelitian
stopwacth?

10

d. Satuan Waktu dan Alat Ukurnya


Apakah kamu pernah menonton perlombaan lari atau renang di
televisi ataupun di stadion? Jika kamu perhatikan, peserta yang
menjadi juara, yaitu peserta yang mencapai garis finish dengan
waktu tercepat. Apakah sebenarnya waktu itu?
Waktu dapat didefinisikan sebagai saat berawal sampai
berakhirnya suatu peristiwa. Waktu dapat diukur berdasarkan
gerakan yang berulang-ulang, misalnya tetesan air atau ayunan
bandul. Alat ukur waktu yang biasa digunakan adalah jam.
Seorang ilmuwan Italia bernama Galileo Galilei (15641642)
adalah orang yang kali pertama menciptakan jam berdasarkan
ayunan bandul.
Sangatlah penting bagi semua orang untuk memegang
waktu standar yang sama dan mengukurnya dengan cara yang
sama pula. Satuan waktu yang digunakan hingga saat ini adalah
sekon (detik), menit, dan jam. Pada awalnya, para ilmuwan
1 kali dari
berpendapat bahwa satu sekon sama dengan
86.400
rata-rata hari Matahari.
Akan tetapi, para ilmuwan menyadari bahwa 1 hari Matahari
rata-rata berubah dari tahun ke tahun sehingga tidak cocok
dijadikan standar. Pada 1967, para ilmuwan menggunakan
standar waktu yang tidak dipengaruhi oleh perputaran Bumi,
yaitu "jam atom". Alat ini mengukur seberapa cepat atom
cesium-133 bergetar. Oleh karena itu, ditetapkanlah satu sekon
sama dengan selang waktu yang dibutuhkan oleh atom cesium133 untuk melakukan getaran sebanyak 9.192.631.770 kali.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Satuan waktu lainnya yang diturunkan dari satuan sekon


adalah sebagai berikut.
1 menit = 60 sekon
1 jam = 60 menit = 3.600 sekon
Dalam kehidupan sehari-hari, kamu dapat mengetahui
lamanya 1 sekon dari alat ukur waktu seperti jam tangan, jam
dinding, dan stopwatch. Stopwatch merupakan alat ukur waktu
yang sangat teliti dan sering digunakan dalam perlombaan olahraga
dan di laboratorium. Penggunaannya sangat mudah. Ketika akan
digunakan untuk mengukur waktu, kamu tinggal menekan tombol
pada stopwatch. Kemudian, tekan kembali tombol tersebut jika
pengukuran waktu telah selesai.

Uji Pemahaman Konsep 1.1


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Carilah kaleng bekas minuman ringan atau
bungkus makanan ringan, seperti bungkus
mi instan. Cari dan tulislah yang termasuk
besaran, kuantitas pengukuran, dan satuan
dari setiap kemasan tersebut.
2. Menurutmu, mengapa satuan yang ditetap
kan tidak boleh mengalami perubahan oleh
pengaruh apa pun?

3. Sebutkan satuan baku dan satuan tidak


baku yang telah kamu kenal berdasarkan
kejadian yang telah kamu alami secara
langsung maupun dari informasi yang
kamu peroleh.

Besaran Pokok, Besaran Turunan,


dan Satuannya

Pada subbab sebelumnya, kamu telah memahami dan melakukan


pengukuran terhadap panjang suatu benda. Misalnya, panjang
buku IPA-mu 17,5 cm dan panjang papan tulis di kelasmu
2 meter. Kamu pun dapat melakukan pengukuran terhadap massa
suatu benda, misalnya massa badan temanmu 35 kg dan massa
penghapus 50 gram. Dari hasil pengukuran tersebut, diperoleh
satuan cm dan m untuk besaran panjang serta satuan kg dan
gram untuk satuan massa.
Bagaimana jika kamu mengukur besaran-besaran lainnya,
misalnya waktu dan suhu? Apakah akan menggunakan satuan
yang sama seperti satuan untuk panjang dan massa?

Pengukuran dan Besaran

11

Fakta
Ilmiah
Mengukur panjang atau
jarak sering merepotkan.
Terkadang dibutuhkan
dua orang untuk
memegang setiap ujung
meteran. Akan tetapi, kini
mengukur panjang tidak
perlu membentangkan
meteran lagi. Kamu cukup
menekan tombol pada alat
seukuran kotak kecil dan
mengarahkannya ke titik
tertentu. Ukuran panjang
akan segera diketahui di
layar monitor.
Alat ini menggunakan
gelombang ultrasonik
yang dipancarkan ke
titik tertentu dan akan
memantulkan kembali. Alat
yang dinamakan meteran
ultrasonik ini dapat
menjangkau panjang 20
meter dengan ketepatan
pengukuran mencapai 99,5
persen. Meteran ultrasonik
ini juga dapat menampilkan
ukuran dalam satuan yard,
inci, dan kaki.

Sumber: Majalah Tempo, November


2002

12

Sekarang, jika kamu mengukur luas permukaan buku IPAmu, akan diperoleh satuan cm2. Dari manakah satuan tersebut
diperoleh? Luas buku IPA-mu dihitung dengan cara mengalikan
panjang dan lebar dari buku tersebut. Akibatnya, satuan luas
merupakan hasil kali antara satuan panjang dan satuan lebar,
yaitu cm cm = cm2. Dengan demikian, luas merupakan besaran
yang diperoleh dari perkalian antara besaran panjang dan lebar.
Besaran panjang merupakan besaran pokok, yaitu besaran
yang satuannya dipakai sebagai dasar penentuan besaran-besaran
lain. Ada tujuh besaran pokok dalam sistem Satuan Internasional
(SI), seperti yang tertera pada Tabel 1.1 berikut.
Tabel 1.1 Besaran Pokok dan Satuannya

Telah disebutkan bahwa besaran luas bukanlah besaran


pokok, melainkan besaran turunan. Jadi, besaran turunan ialah
besaran yang diturunkan dari satu atau beberapa besaran pokok.
Satuan besaran turunan diperoleh dari satuan besaran pokok.
Contoh besaran turunan beserta satuannya dapat dilihat pada
Tabel 1.2 berikut.
Tabel 1.2 Beberapa Besaran Turunan dan Satuannya

Setelah melihat beberapa contoh besaran turunan tersebut,


dapatkah kamu mencari besaran-besaran turunan lainnya?
Dalam pengukuran suatu besaran, dikenal faktor pengali
satuan yang letaknya di depan satuan yang digunakan, seperti
mili, senti, desi, dan kilo. Contohnya, untuk besaran panjang
digunakan satuan meter. Dengan menggunakan faktor pengali
satuan, kamu pun mengenal satuan milimeter, sentimeter, dan
kilometer. Jika diurutkan dari faktor pengali terkecil hingga

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

terbesar, faktor pengali tersebut naik menjadi sepuluh kali setiap


tingkatannya dalam tangga konversi. Untuk lebih jelasnya, kamu
perhatikan Gambar 1.12.
(a)

km
10 hm
10 dam
10 m

(b)

Proses
pengalian

10 dm
10 cm
Proses
10 mm
pembagian
10

kg
10 hg
10 dag
10 g

Proses
pengalian

10 dg
Proses
pembagian

Gambar 1.12
Tangga konversi:
(a) satuan panjang dan
(b) satuan massa.
Dapatkah kamu menjelaskan
persamaan kedua tangga konversi
tersebut?

10 cg
10 mg
10

Berdasarkan Gambar 1.12, setiap naik satu tingkat, bilangan


asal dibagi 10 dan setiap turun satu tingkat, bilangan asal dikali
10. Perhatikan Tabel 1.3 berikut.
Tabel 1.3 Perbandingan Nilai Beberapa Satuan

Tantangan IPA
Science Quest
Jika kamu memiliki sebuah
mistar yang ujung awalnya
patah, bagaimana cara
kamu menggunakannya
untuk mengukur panjang
sebuah buku?
If you have a ruler whose
one of its tip has broken,
how do you use it to
measure the length of the
book?

Contoh Soal 1.1


Konversikan satuan berikut ini.
a. 1 km = ... m
b. 75 mL = ... L
Pembahasan:
a. Pada tangga konversi, letak m berada di bawah km sejauh 3
tangga sehingga untuk mengonversikan satuan km ke satuan m
dikalikan 10 10 10 = 1.000.

Jadi, 1 km = 1 1.000 m = 1.000 m.
b. Pada tangga konversi, letak L berada di atas mL sejauh 3 tangga
sehingga untuk mengonversikan ke satuan L dibagi 10 10
10 = 1.000.
75

Jadi, 75 mL =
L = 0,075 L.
1.000

Pengukuran dan Besaran

13

Perhatikan ruangan kelasmu. Cukup besar, bukan? Sekarang,


bandingkan dengan kamar tidurmu. Terasa sekali perbedaannya,
bukan? Ruangan kelasmu dapat menampung siswa sebanyak
lebih kurang 40 orang. Adapun kamar tidurmu mungkin hanya
dapat menampung 5 orang. Dengan demikian, ruangan kelasmu
memiliki volume yang lebih besar daripada kamar tidurmu.
Volume dapat diartikan besarnya suatu ruang. Seperti
halnya luas, volume merupakan besaran turunan yang diperoleh
dari besaran pokok panjang. Misalnya, untuk mengukur volume
sebuah balok, besaran yang harus diukur adalah panjang balok
(p), lebar balok (), dan tinggi balok (t). Volumenya adalah
pt. Jika ditinjau berdasarkan satuannya, satuan volume
adalah mmm =m3. Satuan volume yang lain adalah dm3
(desimeter kubik), cm3 (sentimeter kubik), dan mm3 (milimeter
kubik). Selain itu, juga terdapat satuan liter.
1 liter = 1 dm3
1 mL = 1 cm3
Untuk benda yang memiliki bentuk teratur, volumenya dapat
dihitung dengan cara mengukur panjang, lebar, dan tingginya.
Adapun untuk mengukur volume benda yang bentuknya tidak
teratur seperti batu, dapat digunakan gelas ukur. Contoh benda
yang memiliki bentuk teratur adalah balok dan kubus, sedangkan
benda dengan bentuk tidak teratur contohnya batu. Untuk lebih
jelasnya, lakukan kegiatan berikut ini.

Kegiatan Ilmiah 1.2

Gambar 1.13
Mengukur volume benda yang
bentuknya tidak teratur.
Apa yang terjadi dengan cairan
dalam gelas?

14

Tujuan
Melakukan pengukuran volume benda secara langsung
Alat dan Bahan
Gelas ukur 100 mL, batu kecil ukuran sembarang, dan air 50 mL
Langkah Kerja
1. Isilah gelas ukur dengan air sebanyak 50 mL dan ikat batu
dengan seutas tali.
2. Masukkan batu ke dalam gelas ukur tersebut, kemudian
perhatikan permukaan air pada gelas ukur.
Pertanyaan
1. Berapakah tinggi air dalam gelas ukur?
2. Berapakah volume batu?
3. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Uji Pemahaman Konsep 1.2


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Sebutkan besaran-besaran yang tergolong
ke dalam besaran pokok dan besaran
turunan dari besaran-besaran yang telah
kamu ketahui dalam kehidupan seharihari, kemudian berikan alasannya.
2. Sebuah mobil Formula 1 bergerak dengan
kecepatan 250 km/jam. Tekanan udara
rata-rata ban mobil tersebut adalah 30 Pa.
Diameter ban mobil tersebut adalah 76 cm.
Tiba-tiba mobil tersebut direm. Akibatnya,
keempat ban mobil tersebut mendapat
gaya pengereman sebesar 100 N.

Dari wacana tersebut, tentukanlah besaran


pokok, besaran turunan, dan satuannya.
3. Konversikan satuan-satuan berikut ini.

a. 5 mL = ... dL

b. 2 kg = ... dag

c. 10 s = ... ms

d. 1 km2 = ... cm2
4. Sebuah tempat air berbentuk balok
memiliki tinggi 0,5 m, panjang 30 cm,
dan lebar 20 cm. Berapa liter air yang
diperlukan jika tempat air tersebut diisi
sampai penuh?

Suhu dan Pengukurannya

Dalam kehidupan sehari-hari, kamu tentu sering berhubungan


dengan istilah panas dan dingin. Pada pagi hari, biasanya kamu
merasakan udara di sekitarmu yang dingin. Untuk menghangatkan
tubuh, kamu dapat meminum segelas susu hangat atau secangkir
teh hangat. Lain halnya ketika Matahari bersinar sangat terik
pada siang hari, kamu akan merasa kegerahan. Dalam keadaan
tersebut, minum segelas air putih yang dingin atau segelas es
sirop akan membantu untuk menyegarkan tubuhmu.
Keadaan panas dan dingin suatu benda sebenarnya me
nyatakan suhu dari benda tersebut. Apakah pengertian suhu?

Sumber: Dokumentasi Penerbit

Gambar 1.14
Tubuhmu dapat merasakan panas
ketika berada di dekat api unggun.

1. Suhu dan Indra Peraba


Manusia dengan akal dan nalurinya dapat merasakan dan
membedakan panas, hangat, dan dingin. Misalnya, ketika me
megang es, tanganmu merasakan dinginnya es tersebut. Hal
sebaliknya, ketika berada di dekat api unggun tubuhmu akan
merasakan hantaran panas. Akan tetapi, jangan terlalu dekat
karena tubuhmu dapat terbakar. Contoh-contoh tersebut me
nunjukkan bahwa tubuh dapat berfungsi sebagai sensor suhu.
Untuk menguji tubuh, khususnya tangan sebagai sensor
suhu, lakukan Kegiatan Ilmiah 1.3 berikut.

Pengukuran dan Besaran

15

(a)

Kegiatan Ilmiah 1.3

(b)

Gambar 1.15
Menguji kedua tangan pada suhu zat
yang berbeda.

Tujuan
Menguji fungsi tangan sebagai sensor suhu
Alat dan Bahan
Tiga buah ember kecil, air es, air hangat, dan air ledeng
Langkah Kerja
1. Isi ember A dengan air hangat, ember B dengan air ledeng,
dan ember C dengan air es.
2. Celupkan tangan kanan ke dalam ember A dan tangan kiri ke
ember C. (Gambar 1.15 (a))
3. Diamkan beberapa saat, kemudian angkat kedua tanganmu
dan celupkan keduanya ke ember B. (Gambar 1.15 (b))
Pertanyaan
1. Ketika tanganmu di celupkan ke ember B, apa yang kamu
rasakan? Apakah tangan kanan dan tangan kirimu merasakan
hal yang sama?
2. Apakah tangan dapat mengukur suhu dengan baik?
3. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Pada Kegiatan Ilmiah 1.3, dapatkah kamu menentukan


dengan tepat perbedaan dan nilai antara panas, dingin, dan
hangat berdasarkan apa yang kamu rasakan? Tentu saja tidak.
Tanganmu hanya dapat merasakan panas dan dingin secara
relatif. Tanganmu tidak dapat menyatakan nilai dari panas dan
dingin suatu benda. Jadi, jelaslah bahwa tangan atau seluruh
anggota tubuh tidak dapat dijadikan patokan pengukuran suhu.
Dalam Ilmu Pengetahuan Alam, khususnya Fisika, telah
ditentukan suatu besaran yang dapat menyatakan panas dan
dinginnya suatu benda. Besaran tersebut adalah temperatur atau
suhu. Dengan mengetahui nilai suhu, kamu dapat menyatakan
perbedaan panas atau dingin dengan pasti. Benda yang panas
adalah benda yang memiliki suhu tinggi. Semakin tinggi
suhu suatu benda, semakin panas benda tersebut. Kemudian,
bagaimana suhu pada benda yang dingin?

2. Pengukuran Suhu
Sekarang kamu tahu, panas dan dinginnya suatu benda dinyatakan
dalam besaran suhu atau temperatur. Bagaimana cara mengetahui
nilai suhu suatu benda? Misalnya, ada dua benda yang memiliki
suhu yang berbeda. Bagaimanakah kamu mengetahui bahwa salah
satu benda lebih panas atau lebih dingin dari benda yang lain?
Untuk mengetahuinya, tentu saja harus melakukan pengukuran

16

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

suhu terhadap kedua benda tersebut. Walaupun kamu dapat


membedakan panas dan dingin dengan indra peraba, ukuran
tersebut tidak dapat dijadikan sebagai acuan. Oleh karena itu,
diperlukan suatu alat yang dapat mengukur suhu dengan tepat
dan akurat.
Seorang ilmuwan Italia terkenal pada abad XVII, Galileo
Galilei adalah orang pertama yang merancang alat untuk meng
ukur suhu yang disebut termoskop. Alat tersebut terdiri atas sebuah
bola kaca yang dilengkapi dengan tangkai kaca yang panjang.
Bola kaca tersebut dipanaskan dan tangkainya dicelupkan
ke dalam air yang berada dalam bejana. Ketika bola menjadi
dingin, air yang ada dalam bejana naik ke dalam tangkai bola
kaca. Namun, alat tersebut tidak dapat mengukur suhu secara
pasti karena tidak memiliki skala dan hanya dapat menunjukkan
adanya perubahan suhu.
Saat ini, alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah
termometer yang merupakan pengembangan dari termoskop
Galileo. Kata termometer berasal dari bahasa Yunani, yaitu
thermos yang berarti panas, dan meter yang berarti mengukur.
Termometer biasanya merupakan sebuah pipa kaca sempit
tertutup yang berisi alkohol atau raksa dan memiliki skala. Ingin
tahu bagaimana mengukur suhu menggunakan termometer?
Lakukanlah Kegiatan Ilmiah 1.4 berikut.

Sumber: www.scienceand society.co.uk

Gambar 1.16
Termoskop Galileo Galilei

Sumber: CD Image

Gambar 1.17
Termometer

Kegiatan Ilmiah 1.4


Tujuan
Mengukur suhu dengan termometer
Alat dan Bahan
Tiga bejana, air es, air hangat, air ledeng, dan dua termometer
Langkah Kerja
1. Isi bejana A dengan air es, bejana B dengan air ledeng, dan
bejana C dengan air hangat.
2. Celupkan termometer pertama ke bejana A dan termometer
kedua ke bejana C. Catat skala yang ditunjukkan oleh kedua
termometer tersebut.
3. Kemudian, angkat kedua termometer dan celupkan keduanya
ke bejana B. Catat juga skala yang ditunjukkan kedua
termometer setelah tercapai keadaan setimbang.
Pertanyaan
1. Ketika kedua termometer dicelupkan ke dalam bejana B,
apakah kedua termometer menunjukkan harga yang sama?
2. Berapakah masing-masing suhu air dalam ember A, B, dan C?
3. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

(a)

(b)

Air
es

(c)

Air
ledeng

Air
hangat

Gambar 1.18
Mengukur suhu pada setiap bejana.

Pengukuran dan Besaran

17

Tantangan IPA
Science Quest
Bandingkanlah hasil
yang diperoleh dari
Kegiatan Ilmiah 1.3 dan
1.4. Apa yang dapat kamu
simpulkan?
Compare the result you
can obtain from Science
Activities 1.3 and 1.4.
What is your conclusion?

Pipa
kaca
Ketinggian pada
suhu ruang

Ketinggian setelah
pemanasan

Statif

Air
es

Kaki
tiga

Pembakar
bunsen

Gambar 1.19
Pembuatan termometer
sederhana.

18

Ketika melakukan pembacaan skala termometer pada


Kegiatan Ilmiah 1.4, kamu memperoleh nilai yang ditunjukkan
oleh permukaan alkohol atau raksa yang ada dalam termometer.
Permukaan alkohol atau raksa pada termometer yang dimasukkan
ke bejana A menunjukkan nilai pada suhu rendah. Adapun
termometer yang dimasukkan ke bejana C menunjukkan nilai
yang lebih tinggi. Namun, ketika termometer 1 dan termometer
2 dimasukkan ke dalam bejana B, apakah kedua termometer
tersebut akan menunjukkan hasil pengukuran yang sama?
Termometer dibuat berdasarkan prinsip pemuaian zat.
Semua zat, baik zat padat, cair, dan gas akan mengalami
pemuaian jika dipanaskan. Zat cair sering digunakan untuk
menjadi pengisi termometer karena mudah memuai dan praktis.
Mengapa zat memuai saat dipanaskan? Hal ini dibahas di bab
selanjutnya. Untuk lebih memahami cara kerja termometer,
lakukanlah Kegiatan Ilmiah 1.5 berikut.

Kegiatan Ilmiah 1.5


Tujuan
Membuat termometer sederhana
Alat dan Bahan
Labu kaca, pipa kaca kecil yang salah satu ujungnya tertutup,
pembakar bunsen, karet atau gabus, es balok, alkohol, dan spidol
Langkah Kerja
1. Isi labu kaca dengan es balok sampai setengah volumenya. Isi
pipa kaca dengan alkohol sampai ketinggian 1 cm dari ujung
pipa yang tertutup, tandai permukaannya dengan spidol.
2. Masukkan pipa ke dalam labu kaca. Panaskan labu kaca di
atas pembakar bunsen. Tunggu beberapa saat.
Berhati-hatilah terhadap api dan benda panas. Gunakan
sarung tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

3. Amatilah permukaan alkohol di dalam pipa sampai naik


beberapa milimeter.
4. Kemudian, matikan pembakar bunsen dan dinginkan labu
kaca dengan merendamnya di dalam air dingin.
5. Perhatikan permukaan alkohol di dalam pipa kaca.
Pertanyaan
1. Ketika pembakar bensin dihidupkan, apa yang terjadi pada
permukaan alkohol?
2. Ketika pembakar bensin dimatikan, apa yang terjadi pada
permukaan alkohol?
3. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Berdasarkan Kegiatan Ilmiah 1.5, naiknya permukaan


alkohol ketika dipanaskan dan berkurangnya volume alkohol
ketika didinginkan merupakan sifat fisis zat cair. Hampir semua
zat akan mengalami pertambahan volume (memuai) ketika
dipanaskan. Semua zat juga akan menyusut ketika didinginkan.
Sifat-sifat tersebut dimanfaatkan termometer untuk mengukur
suhu suatu zat.
Zat cair yang digunakan dalam termometer biasanya raksa
atau alkohol karena kedua zat tersebut memiliki kelebihan
dibandingkan dengan zat lain. Namun demikian, keduanya
tetap memiliki kekurangan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan
Tabel 1.4 berikut.
Tabel 1.4 Sifat-Sifat Raksa dan Alkohol

a. Skala Termometer
Sebelum menentukan skala termometer, terlebih dahulu harus
ditentukan titik tetap atas dan titik tetap bawah. Biasanya titik
tetap atas diambil dari titik didih air dan titik tetap bawah diambil
dari titik beku air pada tekanan normal (1 atmosfer). Kemudian,
di antara titik tetap atas dan bawah terdapat garis-garis skala hasil
bagi jarak titik tetap atas dan bawah yang sama panjang. Garisgaris skala ini ditulis pada dinding kolom cairan termometer.

Pengukuran dan Besaran

19

Terdapat empat skala termometer yang telah dibuat dan


digunakan, yaitu skala Celsius, Fahrenheit, Reamur, dan Kelvin.
Keempat skala tersebut memiliki perbedaan pada nilai titik tetap
atas dan bawah serta pembagian skala di antara kedua titik tetap
tersebut.

Tokoh IPA

1) Skala Celsius

Andres Celsius
(17011744)
Ilmuwan ini menyusun
skala suhu di mana nol
derajat ditetapkan sebagai
suhu lebur es dan suhu
100 derajat sebagai suhu
didih air. Kamu pun dapat
membuat termometer
dengan skala sendiri.
Belajarlah dengan baik.
Sumber: www.abako.hu

Skala Celsius merupakan skala yang paling banyak digunakan


dalam kehidupan sehari-hari. Skala ini ditetapkan oleh seorang
ahli Fisika Swedia bernama Anders Celsius (17011744). Ia
menetapkan titik beku air sama dengan 0 sebagai titik tetap
bawah dan titik didih air sama dengan 100 sebagai titik tetap
atas. Di antara jarak kedua titik tersebut dibagi menjadi 100
satuan derajat. Skala Celsius memiliki satuan derajat celsius yang
ditulis C.

2) Skala Fahrenheit
Skala Fahrenheit ditetapkan oleh Gabriel Daniel Fahrenheit
(16861736), seorang ilmuwan Fisika berkebangsaan Jerman.
Ia menetapkan titik beku air sama dengan 32 dan titik didih
air sama dengan 212. Di antara jarak kedua titik tetap tersebut
dibagi menjadi 180 satuan derajat. Penulisan nilai suhu, misalnya
100 derajat fahrenheit, cukup ditulis 100F. Skala Fahrenheit
banyak dipakai di negara-negara Eropa dan Amerika.

3) Skala Reamur
Titik tetap bawah skala Reamur adalah 0, ditetapkan dari titik
beku air. Titik tetap atasnya 80, ditetapkan dari titik didih air.
Skala Reamur memiliki 80 satuan derajat. Penulisan nilai suhu
skala Reamur, misalnya 40 derajat reamur, ditulis 40R.
R

Gambar 1.20
Perbandingan antarskala yang
terdapat pada termometer

4) Skala Kelvin
Lord Kelvin (18241907) adalah ilmuwan berkebangsaan Inggris
yang menetapkan skala Kelvin. Skala Kelvin ditetapkan ber
dasarkan perhitungan bahwa ada suhu minimal di alam ini. Hal
tersebut didukung oleh teori kinetik partikel bahwa pada suhu

20

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

nol mutlak, partikel-partikel semua zat praktis tidak bergerak.


Suhu nol mutlak tersebut sama dengan 273,15C, biasa di
bulatkan menjadi 273C. Pada skala Kelvin, titik beku air
adalah 273 K dan titik didihnya 373 K. Bagaimana pendapatmu
tentang pembagian skala Kelvin jika dibandingkan dengan skala
Celsius?
Skala Kelvin memiliki satuan kelvin (disingkat K, bukan
K). Khusus pada skala Kelvin, tidak ada nilai suhu negatif. Suhu
yang dinyatakan dengan termometer Kelvin disebut suhu mutlak.
Skala inilah yang digunakan dalam sistem Satuan Internasional
untuk keperluan ilmiah.
Kamu pun dapat membuat skala pada termometer secara
mudah. Pada kegiatan berikut, kamu akan diajak untuk membuat
skala termometer untuk skala Celsius.

Kegiatan Ilmiah 1.6


Tujuan
Menentukan skala Celsius pada termometer
Alat dan Bahan
Termometer raksa atau alkohol tanpa skala, gelas kimia berisi air
panas, serta pembakar bunsen
Langkah Kerja
1. Tentukan titik tetap atas dan titik tetap bawah terlebih
dahulu.
2. Titik tetap bawah didapat dengan cara mencelupkan
termometer tanpa skala ke gelas kimia berisi es. Perhatikan
permukaan zat cair pada termometer tanpa skala. Tunggu
sampai permukaan zat cairnya tidak mengalami penurunan.
Setelah ini terjadi, beri tanda batas permukaan zat cair
tersebut dengan spidol.
3. Tentukan titik tetap atas dari gelas kimia berisi air panas dan
lakukan seperti langkah nomor 2. Namun, gelas kimia berisi
air panas dipanaskan pembakar bunsen sampai mendidih.
Berhati-hatilah terhadap api dan benda panas. Gunakan
sarung tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

Termometer
Air mendidih

Es mencair

Termometer

Gambar 1.21
Menentukan skala Celsius.

4. Titik tetap bawah diberi nilai 0 dan titik tetap atas diberi
nilai 100. Kemudian, bagilah dengan cermat jarak antara
titik tetap bawah dan atas menjadi 100 skala yang sama.
Pertanyaan
1. Bandingkanlah skala Celsius yang telah kamu buat dengan
skala pada termometer Celsius yang sudah jadi. Apakah
berbeda? Mengapa?
2. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Pengukuran dan Besaran

21

b. Perbandingan Skala Termometer


Pada bagian sebelumnya, telah dijelaskan bahwa perbedaan
skala termometer disebabkan oleh perbedaan penentuan titik
tetap bawah dan titik tetap atas. Selain itu, perbedaan skala
termometer juga disebabkan pembagian jumlah skala antara
kedua titik tersebut. Skala Celsius menetapkan nilai untuk suhu
lebur es sebesar 0C. Nilai tersebut setara dengan 32F, 0R, dan
273K. Secara matematis, ditulis sebagai berikut.
0C = 32F = 0R = 273 K
Skala Celsius juga memberikan nilai untuk suhu didih air
sebesar 100 C. Nilai tersebut setara dengan 212F, 80R, dan
373 K. Kesetaraan suhu didih air dapat ditulis sebagai berikut.
100C = 212F = 80R = 373 K

1) Hubungan Skala Celsius dan Skala Fahrenheit

Gambar 1.22
Perbandingan skala Celsius dan
skala Fahrenheit

Telah diketahui bahwa 0C = 32F, 100C = 212F, berarti 100


satuan skala Celsius = 180 satuan skala Fahrenheit. Oleh karena
9
180
itu, 1 satuan derajat skala Celsius sama dengan
atau
5
100
satuan derajat skala Fahrenheit. Artinya, kenaikan suhu sebesar
9
1C sama dengan kenaikan suhu sebesar F.
5
Jadi, kenaikan suhu sebesar T C sama dengan kenaikan suhu
9
sebesar T F. Oleh karena 0 pada skala Celsius sama dengan
5
32 pada skala Fahrenheit, persamaan yang menyatakan hubungan
antara skala Celsius dan skala Fahrenheit adalah sebagai berikut.
9

T C = (32 + T ) F
(1.1)
5
Persamaan (1.1) dapat kamu gunakan untuk mencari nilai
suhu dalam Fahrenheit dari nilai pengukuran suhu berdasarkan
termometer skala Celsius. Jika kamu akan mengubah nilai
suhu dari skala Fahrenheit menjadi skala Celsius, kamu dapat
menggunakan persamaan berikut ini.
5

T F = (T 32)C
(1.2)
9

Contoh Soal 1.2


Suhu tubuh manusia normal adalah 37C. Tentukan nilai suhu
tersebut dalam skala Fahrenheit.
Pembahasan:
Gunakanlah Persamaan (1.1).
T C = (32 +

22

9
5

T )F

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

37C = (32 +

9 .
37)F
5

= 32 + 66,6F = 98,6F
Jadi, suhu tubuh manusia normal dalam skala Fahrenheit sama
dengan 98,6F.

2) Hubungan Skala Celsius dan Skala Kelvin


Pada termometer Celsius dan Kelvin, pembagian skala sama, yaitu
100 satuan derajat. Kenaikan 1C sama dengan kenaikan suhu
1 kelvin sehingga persamaan untuk menyatakan hubungan kedua
skala tersebut adalah sebagai berikut.

T C = (T + 273) K
atau

(1.3)

T K = (T 273)C

(1.4)

Skala Kelvin dipakai sebagai patokan dalam mengukur suhu


(temperatur) berdasarkan sistem SI.

Contoh Soal 1.3


Hasil pengukuran suhu dengan menggunakan termometer Fahrenheit
adalah 50F. Tentukan nilai tersebut menurut skala Kelvin.
Pembahasan:
Untuk menentukan nilai 50F dalam skala Kelvin, pertama harus
dihitung dulu nilai pengukuran tersebut menurut skala Celsius, yaitu
dengan menggunakan Persamaan (1.2).
TF = 5 (T 32)C
9
50F = 5 (50 32)C = 5 . 18C = 10C
9
9
Selanjutnya, gunakan Persamaan (1.3) untuk mencari nilai dalam
suhu skala Kelvin.
TC = (T + 273) K ; dengan T = 10C
10C = (10 + 273) K = 283 K
Jadi, 50F = 10C = 283 K.

Soal Persiapan UN
Termometer Fahrenheit
menunjukkan angka yang
sama dengan dua kali
angka yang ditunjukkan
oleh termometer Celsius
pada suhu ....
a. 20C
c. 80C
b. 40C
d. 160C
(UN 2004)
Pembahasan
1F = 2C
9 C + 32 = 2C
5
2C 9 C = 32
5
1 C = 32
5
1C = 32 . 5 = 160C
Jadi, pada suhu 160C,
termometer fahrenheit
sama dengan dua kali
termometer Celsius.
Jawaban: D

3) Hubungan Skala Celsius dan Skala Reamur


Titik tetap bawah skala Celsius dan skala Reamur adalah 0C dan
0R, sedangkan titik tetap atasnya adalah 100C dan 80R. Oleh
80
karena itu, 1 satuan derajat skala Celsius sama dengan
atau
100
4 satuan derajat skala Reamur. Artinya, kenaikan suhu sebesar
5
4
1C sama dengan kenaikan suhu sebesar R.
5
Pengukuran dan Besaran

23

Jadi, kenaikan suhu sebesar T C sama dengan kenaikan sebesar


4
T R. Oleh karena suhu awal pada skala Celsius 0C dan
5
suhu awal pada skala Reamur 0R, persamaannya dapat ditulis
sebagai berikut.

T C =

4
TR
5

(1.5)

atau
T R =

Fakta
Ilmiah

5
4

T C

(1.6)

Contoh Soal 1.4

Molekul-molekul suatu
zat akan selalu bergerak
karena molekul-molekul
tersebut memiliki energi
gerak. Suhu suatu
zat terkait dengan
energi gerak seluruh
partikel pembentuknya.
Termometer adalah alat
untuk mengukur suhu.
Selai yang terdapat pada
sebuah botol pada gambar
berikut, setiap
molekulnya mengandung
sejumlah kecil energi
gerak yang bersuhu 67C
(152F).

Jika suhu udara pada siang hari 30R, tentukanlah nilai suhu tersebut
berdasarkan skala Celsius, Fahrenheit, dan Kelvin.
Pembahasan:
Terlebih dahulu tentukan nilai suhu tersebut berdasarkan skala
Celsius. Gunakan Persamaan (1.6).
T R = 5 T C

4
30R = 5 (30)C = 37,5C
4
Gunakan Persamaan (1.1) untuk mengubahnya ke dalam skala
Fahrenheit.
T C = (32 +
37,5 C = (32 +

9
5
9
5

T )F
. 37,5)F = 99,5F

Gunakan Persamaan (1.3) untuk mengubahnya ke dalam skala


Kelvin.
TC = (T + 273) K
37,5C = (37,5 + 273) K = 310,5 K
Jadi, 30R = 37,5C = 99,5F = 310,5 K.

4) Hubungan Skala Reamur dan Skala Fahrenheit


Sumber: Jendela Iptek: 5, 1997

Telah diketahui bahwa titik tetap bawah dan atas untuk skala
Reamur adalah 0R dan 80R. Adapun untuk skala Fahrenheit
adalah 32F dan 212F. Oleh karena itu, 1 satuan derajat
180
9
skala Reamur sama dengan
atau
satuan derajat skala
80
4
9
Fahrenheit. Artinya, kenaikan 1R = kenaikan 1 F. Jadi,
4

24

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

kenaikan suhu sebesar TR sama dengan kenaikan suhu sebesar


T

9
4

F. Perbandingan skala Reamur dan skala Fahrenheit dapat

dituliskan sebagai berikut.


T R = (32 +

9
4

T)F

atau
4
T F = (T 32)R
9

(1.7)
(1.8)

Contoh Soal 1.5


Pengukuran suhu suatu ruangan kantor menggunakan termometer
Reamur menghasilkan nilai 20R. Berapakah suhu ruangan tersebut
jika diukur menggunakan termometer skala Fahrenheit?
Pembahasan:
Gunakan Persamaan (1.7).
Diketahui T = 20R
9
20R = (32 +
20)F = 77F.
4
Jadi, 20R = 77F.

c. Jenis-Jenis Termometer
Pernahkah kamu mengukur suhu tubuhmu? Apakah jenis
termometer yang digunakan untuk mengukur suhu tubuh sama
dengan termometer untuk mengukur suhu ruangan?
Termometer untuk mengukur suhu tubuh tidak sama
dengan termometer untuk mengukur suhu ruangan. Perbedaan
kedua termometer tersebut, selain bentuknya, juga rentang suhu
yang digunakan.
Berdasarkan kegunaannya, termometer terdiri atas tiga jenis,
yaitu termometer klinis, termometer suhu ruang, dan termometer
maksimum-minimum. Kamu sebaiknya memerhatikan pemi
lihan jenis termometer yang sesuai dengan suhu benda yang akan
diukur agar termometer yang kamu gunakan tidak mengalami
kerusakan.

1) Termometer Klinis
Sesuai dengan namanya, termometer klinis sering digunakan
para dokter untuk mengukur suhu tubuh pasiennya. Perhatikan
Gambar 1.23. Kamu pun mungkin pernah menggunakannya
untuk mengetahui suhu tubuhmu, terutama ketika sakit. Termo
meter klinis umumnya dibuat pada skala 35C sampai dengan
42C karena umumnya suhu normal badan manusia adalah 37
C. Nilai skala terkecil pada termometer klinis adalah 0,1C.

Sumber: Kamus Visual, 2004

Gambar 1.23
Termometer klinis digital
Apa perbedaan antara termometer
klinis digital dan analog?

Pengukuran dan Besaran

25

Tugas
Bentuk kelompok yang terdiri atas 45 siswa. Ukurlah suhu tubuh setiap siswa dalam kelompokmu
dengan menggunakan termometer klinis. Buatlah tabelnya. Adakah suhu tubuh yang kurang dari
35C atau lebih dari 42C? Mengapa? Diskusikan bersama teman sebangkumu. Kemudian, buat
laporannya dan serahkan hasilnya kepada gurumu.

2) Termometer Ruang

Sumber: Phywe Physics


Catalogue, 3.22

Gambar 1.24

Oleh karena suhu udara selalu berubah, dibutuhkan termometer


yang cukup peka sehingga dapat mengukur suhu udara secara
tepat. Termometer tersebut adalah termometer ruang. Perhatikan
Gambar 1.24.
Pada umumnya, termometer suhu ruang berskala 50C
sampai dengan +50C. Ukuran termometer suhu ruang jauh
lebih besar dibandingkan termometer klinis. Untuk memudah
kan pembacaan suhu, biasanya termometer ruang ditempelkan
di dinding dengan arah vertikal.

Termometer ruang

Tugas
Selain termometer klinis dan termometer suhu ruang, terdapat juga jenis termometer maksimumminimum. Kegunaannya untuk mencatat suhu tertinggi dan suhu terendah di suatu tempat selama
satu hari. Carilah informasi mengenai cara kerja alat tersebut melalui buku, majalah, surat kabar,
ataupun internet. Buatlah laporan tertulis, kemudian diskusikanlah hasilnya bersama gurumu.

Uji Pemahaman Konsep 1.3


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Mengapa besaran suhu perlu dinilai secara
tepat?
2. Lengkapilah tabel berikut.

26

3. Mengapa tangan atau anggota tubuh


manusia tidak dapat dijadikan alat ukur
suhu yang tepat?
4. a. Made sedang sakit demam.

b. Saat ini, suhu di Puncak sangat dingin.

Termometer apakah yang tepat digunakan
untuk mengukur suhu pada peristiwa
tersebut.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Rangkuman
1. Pengukuran adalah proses membanding
kan suatu besaran yang diukur dan besaran
sejenis yang diketahui atau ditentukan
sebagai satuan.
2. Besaran ialah sesuatu yang dapat diukur
dan dinyatakan dengan nilai dan satuan.
Satuan menunjukkan besaran pemban
ding pada pengukuran.
3. Besaran pokok adalah besaran yang
satuannya dipakai sebagai dasar penentuan besaran-besaran yang lain. Ada tujuh
besaran pokok dalam Fisika, yaitu
panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus
listrik, intensitas cahaya, dan jumlah
zat. Besaran turunan adalah besaran
yang diturunkan dari satu atau beberapa
besaran pokok.
4. Ada dua macam satuan, yaitu satuan tidak
baku dan satuan baku. Satuan tidak baku
adalah satuan yang tidak berlaku umum,

seperti depa, tumbak, dan jengkal. Satuan


baku adalah satuan yang sudah dibakukan
secara internasional dan berlaku di seluruh
dunia.
5. Setiap besaran pokok memiliki satuan
standar, seperti satu sekon ditetapkan sama
dengan selang waktu yang dibutuhkan
oleh atom cesium-133 untuk melakukan
getaran sebanyak 9.192.631.770 kali.
6. Setiap besaran pokok memiliki alat ukur
tersendiri, seperti jam atau stopwatch untuk
mengukur selang waktu. Setiap alat ukur
tersebut memiliki ketelitian yang berbedabeda. Semakin tinggi ketelitiannya, se
makin baik data yang diperoleh.
7. Suhu adalah besaran yang menyatakan
tinggi rendahnya derajat panas suatu
benda. Alat ukur suhu disebut termometer.
Terdapat empat jenis skala termometer,
yaitu Celsius, Fahrenheit, Reamur, dan
Kelvin.

Kata Kunci





besaran
besaran IPA
besaran pokok
besaran turunan
Celsius
Fahrenheit

Kelvin
jangka sorong
mikrometer sekrup
neraca Reamur
satuan
satuan baku

satuan tidak baku


stopwatch
suhu
tangga konversi
termometer

Apa yang Kamu Peroleh Setelah Mempelajari Bab Ini?


Setelah mempelajari materi tentang Pengukuran dan Besaran, kamu pasti mengetahui
salah satu manfaatnya, yaitu kamu memahami bagaimana cara kerja dan cara membuat
termometer. Dapatkah kamu menyebutkan manfaat lain mempelajari bab ini? Bagian
mana dari materi tersebut yang paling kamu sukai? Mengapa kamu menyukainya?
Bagian mana yang belum kamu pahami? Coba tuliskan dan konsultasikan hasilnya
dengan gurumu.

Pengukuran dan Besaran

27

Uji Kompetensi Bab 1


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1. Sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan
dengan nilai dan satuan disebut ....
a. ukuran
c. nilai pengukuran
b. satuan
d. besaran
Alasan:
2. Berikut ini adalah hasil pengukuran suatu
benda:

massa = 10 kg; volume = 20 cm3.

Pernyataan tersebut yang termasuk besaran
IPA adalah ....
a. massa
c. 10 dan 20
b. volume
d. massa dan volume
Alasan:
3. Membandingkan suatu besaran dengan
besaran sejenis yang diketahui atau ditentu
kan sebagai satuan disebut ....
a. mengukur
c. nilai pengukuran
b. satuan
d. besaran
Alasan:
4. Detik, kg, dan m3 disebut ....
a. mengukur
c. nilai pengukuran
b. satuan
d. besaran
Alasan:
5. Perhatikan gambar berikut.

Panjang potongan lidi tersebut adalah ....


a. 3,7 cm
c. 3,9 cm
b. 3,8 cm
d. 4,0 cm
Alasan:
6. Perhatikan gambar berikut.

28

Panjang pensil tersebut adalah ....


a. 9 cm
b. 9,1 cm
c. 6,5 cm
d. 2,5 cm
Alasan:

7. Neraca adalah alat untuk mengukur ....


a. waktu
c. luas
b. massa
d. panjang
Alasan:
8. Satu kilometer (1 km) sama dengan ....
a. 100 cm
c. 10.000 cm
b. 1.000 cm
d. 100.000 cm
Alasan:
9. Berikut ini yang semuanya merupakan
besaran pokok adalah ....
a. panjang, massa, sekon
b. sekon, meter, kilogram
c. panjang, ampere, waktu
d. panjang, massa, waktu
Alasan:
10. Air sebanyak dua m3 setara dengan ....
a. 200 dm3
c. 2.000.000 cm3
3
b. 2.000 cm
d. 200.000 cm3
Alasan:
11. Volume satu liter air sama dengan ....
a. 1 cc
c. 1 dm3
3
b. 1 cm
d. 1 m3
Alasan:
12. Satuan untuk besaran turunan massa jenis
adalah ....
a. kg
c. mL
b. m3
d. kg/m3
Alasan:
13. Pasangan besaran dan satuan yang tidak
benar adalah ....
a. volume sentimeter kubik
b. luas sentimeter
c. massa kuintal
d. waktu sekon
Alasan:
14. Termometer dibuat berdasarkan prinsip
bahwa perubahan suhu menyebabkan ....
a. perubahan massa jenis
b. perubahan wujud
c. perubahan tekanan
d. perubahan volume
Alasan:

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

15. Di antara alat berikut ini yang penggunaannya


a. A, B, C
c. C, A, B
mengaplikasikan perubahan suhu adalah ....
b. B, C, A
d. A, C, B
a. setrika listrik
c. bimetal
Alasan:
b. kompor listrik
d. solder listrik
18. Suhu nol mutlak adalah ....
Alasan:
a. 0C
c. 273C
16. Suhu titik didih air murni pada tekanan
b. 0 K
d. 273 K
1 atm jika dinyatakan dalam skala Celsius
Alasan:
adalah ....
19. Pada skala Celsius terukur suhu 40C. Pada
a. 100
c. 212
skala Fahrenheit suhu tersebut adalah ....
b. 273
d. 373
a. 40F
c. 104F
Alasan:
b. 72F
d. 56F
17. Diberikan tiga buah bejana A, B, dan C.
Alasan:
Bejana A berisi es, bejana B berisi air, dan 20. Suhu 300 kelvin sama dengan ....
bejana C berisi lilin cair. Jika ingin mengukur
a. 27C = 80,6F c. 27C = 32F
suhu dengan menggunakan satu termometer,
b. 80C = 27F
d. 27C = 172F
urutan pengukuran suhu tersebut sebaiknya
Alasan:
adalah ....
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.
1. Perhatikan pernyataan berikut.

"Mobil bergerak dengan kecepatan sebesar 60
km/jam." Berdasarkan pernyataan tersebut,
tentukan:
a. besaran,
b. satuan, dan
c. nilai pengukuran dari pernyataan ter
sebut.
2. Dapatkah bagian tubuh manusia dijadikan
sebagai satuan internasional? Sebutkan 3
syarat standar sistem Satuan Internasional.
3. Bumi membutuhkan waktu selama 1 tahun
(365 hari) untuk mengelilingi Matahari.
Jika 1 hari adalah 24 3.600 sekon, berapa
II.

sekonkah waktu yang dibutuhkan Bumi


untuk mengelilingi Matahari?
4. Mengapa tanganmu tidak dapat dijadikan
alat ukur suhu padahal kamu dapat mem
bedakan panas dan dingin?
5. Sebuah termometer memiliki skala dengan
titik tetap bawahnya 40X dan titik tetap
atasnya 140X.
a. Buatlah persamaan matematisnya jika
dihubungkan dengan termometer skala
Celsius.
b. Jika termometer X menunjukkan angka
70X, tentukan angka yang ditunjukkan
oleh skala Celsius.

Uji Pemahaman IPA

1. Bacalah dialog antara Dina dan Yudi berikut.


Apakah yang dilakukan Dina dapat dikatakan
kegiatan pengukuran? Jelaskan alasanmu dan
diskusikan dengan temanmu.

Dina, sepupumu
yang baru datang
dari Medan, tinggi
badannya berapa ya?

Kira-kira setinggi
ini, Yud.

2. Terdapat 3 bejana, A, B, dan C yang bervolume


masing-masing 500 mL, 300 mL, dan 200
mL. Bejana B dan C terisi penuh air, tetapi
bejana A kosong. Dengan menggunakan 3
bejana tersebut, bagaimanakah cara yang
dilakukan agar pada bejana A yang bervolume
500 mL terisi tepat 100 mL air?
3. Pernahkah kamu berenang? Ketika kamu
berenang pada siang hari yang panas,
tubuhmu akan terasa sejuk sekali. Kemudian,
keluarlah kamu dari kolam renang tersebut,
tubuhmu akan merasa menggigil kedinginan.
Mengapa hal tersebut terjadi? Jelaskan.

Pengukuran dan Besaran

29

Mengukur Ketuntasan Belajar


Setelah kamu selesai menjawab pertanyaan pada Uji Kompetensi Bab ini, periksalah jawabanmu dengan
melihat kunci jawaban, bertanya pada guru, atau melihat kembali materi pada buku ini. Gunakan
rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajarmu.
Tingkat penguasaan =

Skor yang kamu peroleh


100%
Skor maksimal

Tingkat penguasaan yang kamu peroleh:


90% 100% Baik sekali
80% 89%
Baik
70% 79%
Cukup
< 69%
Kurang
Jika kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kamu telah tuntas mempelajari materi bab
ini dan dapat mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, jika tingkat penguasaan kamu kurang dari
80%, kamu harus mempelajari kembali materi bab ini, terutama bagian yang belum kamu kuasai.

Kata Bijak
Sesuatu yang besar tidak mungkin dicapai tanpa semangat yang besar.
(Cirdes)

30

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab

Sumber: ww

.c
w.levity

om

Unsur, Senyawa, dan Campuran


Manfaat Hasil Belajar
Agar dapat memahami klasifikasi zat, pada bab ini kamu harus mampu:
menjelaskan nama unsur dan rumus kimia sederhana;
membandingkan sifat unsur, senyawa, dan campuran.

Emas merupakan salah satu unsur yang telah digunakan sejak


zaman dahulu. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya peti
mumi Tutakhomon, Raja Mesir kuno, terbuat dari kayu yang
dilapisi emas. Hal tersebut merupakan satu di antara ribuan
pemanfaatan unsur kimia dalam kehidupan sehari-hari.
Selain unsur, dalam kehidupan sehari-hari, kamu sering
berinteraksi dengan senyawa dan campuran. Kamu tentu pernah
meminum air atau sirup. Air merupakan salah satu contoh
senyawa, sedangkan sirup merupakan contoh campuran. Apakah
sebenarnya unsur, senyawa, dan campuran itu? Adakah perbedaan
di antara ketiganya?
Pada Bab 2 ini, kamu akan mempelajari perbedaan antara
unsur, senyawa, dan campuran. Selain itu, kamu juga akan
mempelajari aturan penulisan nama dan lambang unsur serta
nama beberapa senyawa kimia sederhana. Untuk lebih jelasnya,
pelajarilah uraian bab ini secara saksama.

31

Peta Konsep
Materi
terdiri atas

Zat tunggal

Zat campuran

terbagi atas

Unsur

Senyawa

tersusun atas

dilambangkan dengan
tersusun atas

Atom-atom

1 huruf

2 huruf

contoh

H, S, O, C, N

Molekul-molekul

contoh

Na, Cl, Fe, Ag


Unsur logam dan nonlogam
contoh

NaCl, CaCl2

Campuran homogen
contoh

Larutan garam, larutan gula, larutan sirup

Uji Kompetensi Awal


Sebelum mempelajari bab ini,
kerjakanlah soal-soal berikut.
1. Tuliskan 3 contoh logam serta
kegunaannya.
2. Tuliskan 5 contoh senyawa
yang kamu ketahui.
3. Sirup merupakan contoh
campuran. Tuliskanlah
komponen penyusun sirup.

32

meliputi

tersusun atas

Unsur nonlogam dan nonlogam


contoh

CO, CO2, N2O3

Campuran heterogen
contoh

Campuran air dan minyak

Unsur

Mahaagung Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakan berbagai


jenis unsur di Bumi ini. Semua benda yang ada disekitarmu pasti
mengandung unsur tertentu. Untuk lebih mengenal unsur, kamu
dapat mengikuti uraian berikut.

1. Pengertian Unsur
Perhatikanlah benda-benda di sekitarmu. Apakah kamu
menemukan benda-benda yang terbuat dari atau mengan-dung
besi, emas, aluminium, atau karbon? Kamu tentu sering menjumpai

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

atau bahkan berinteraksi dengan benda-benda tersebut. Amati


Gambar 2.1 berikut. Pernahkah kamu menemukan benda-benda
itu dalam kehidupan sehari-harimu?
(a)

(c)

(b)

(d)

Gambar 2.1
(a) Gembok terbuat dari besi;
(b) arang mengandung karbon;
(c) panci terbuat dari aluminium;
dan
(d) perhiasan terbuat dari emas.

Sumber: Ensiklopedi Sains dan Kehidupan, 2002;


Stockbyte

Besi, karbon, aluminium, dan emas merupakan unsur. Unsur


adalah zat tunggal yang paling sederhana. Unsur tidak dapat
diuraikan menjadi zat lain melalui reaksi kimia biasa. Contoh
unsur lainnya, yaitu tembaga, seng, oksigen, perak, hidrogen,
belerang, dan timah. Dapatkah kamu menyebutkan unsur-unsur
yang sering kamu jumpai di rumah?
Para ahli kimia menamai bagian terkecil dari unsur dengan
istilah atom. Kumpulan atom-atom tersebut membentuk unsur,
contohnya sepotong besi dapat mengandung bertriliun-triliun
atom besi. Gambar 2.2 menggambarkan hubungan antara unsur
dan atom.

Atom

Unsur

Gambar 2.2
Ilmuwan kimia membuat model
lingkaran besar (unsur) terdiri atas
kumpulan lingkaran kecil (atom).

2. Aturan Penulisan Lambang Unsur


Tahukah kamu, arti dari lambang pada Gambar 2.3? Lambang
tersebut dicantumkan pada bahan kimia yang mudah terbakar.
Lambang tersebut dibuat untuk memudahkan orang yang
melihatnya. Jika dibuat dalam bentuk tulisan, isinya mungkin
berupa kalimat ''Hati-hati terhadap zat ini karena mudah terbakar''.
Kamu tentunya sulit membaca tanda peringatan dalam
bentuk tulisan dari kejauhan. Akan tetapi, jika dibuat dalam
bentuk lambang, kamu akan lebih mudah melihatnya. Itulah
sebabnya tanda peringatan dibuat dalam bentuk lambang.
Seperti halnya simbol pada bahan kimia unsur-unsur kimia
juga diberi lambang. Sejak kali pertama unsur kimia ditemukan,
para ahli kimia memberinya lambang-lambang tertentu. Tujuannya

Sumber: Dokumentasi Penerbit

Gambar 2.3
Lambang dibuat dengan tujuan
agar mudah mengenali sesuatu,
seperti lambang pada bahan kimia
yang mudah terbakar.

Unsur, Senyawa, dan Campuran

33

agar mudah mengenali dan membedakan antara satu unsur dan


unsur lainnya. Sejak zaman dahulu, penulisan lambang unsur
kimia terus mengalami perkembangan.

a. Penulisan Lambang Unsur pada Zaman Alkimia


Perhatikanlah lambang-lambang pada Gambar 2.4. Lambanglambang tersebut merupakan lambang yang digunakan untuk
menyatakan suatu unsur. Tahukah kamu unsur-unsur yang
memiliki lambang tersebut?

Gambar 2.4
Beberapa lambang unsur kimia
pada zaman Alkimia.

(a) Besi

(c) Air

(b) Perak

Pada zaman Alkimia (sekitar tahun 27 M), gambar tersebut


merupakan lambang dari besi (a), perak (b), dan air (c). Lambang
tersebut cukup membantu karena pada saat itu pengetahuan
dan jumlah zat yang ada masih terbatas. Selain besi, perak, dan
air, unsur-unsur yang sudah diketahui pada masa tersebut diberi
lambang sebagai berikut.

Gambar 2.5

Antimon

Arsenik

Bismuth

Tembaga

Emas

Raksa

Fosfor

Platina

Kalium

Belerang

Lambang unsur kimia pada zaman


Alkimia.
Menurutmu, apakah lambang
unsur kimia tersebut mudah diingat
dan ditulis?

Timbel

Magnesium

Timah

Seng

Seiring dengan berjalannya waktu, berbagai penemuan dan


pengetahuan mengenai unsur-unsur kimia terus berkembang.
Akibatnya, menggambarkan unsur dalam bentuk lambang
menjadi sulit karena jumlah unsur semakin banyak. Bagaimana
perkembangan penulisan unsur selanjutnya?

34

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

b. Penulisan Lambang Unsur Menurut Dalton


John Dalton mengusulkan penulisan lambang unsur kimia yang
berbeda dengan penulisan pada zaman Alkimia. Bagaimana
penulisan lambang unsur menurut Dalton? Perhatikan gambar
berikut.

Gambar 2.6
Lambang unsur serta senyawa
yang diusulkan John Dalton.

John Dalton juga merumuskan bahwa atom-atom dari unsur


yang berbeda dapat bergabung membentuk senyawa. Berdasarkan
hal tersebut, Dalton juga mencantumkan lambang senyawa.
Contoh senyawa yang diberi lambang oleh Dalton yaitu air.
Pada saat itu, diketahui bahwa air terdiri atas unsur hidrogen
dan unsur oksigen. Jadi, lambang air adalah gabungan dari
lambang hidrogen dan oksigen.
Pada gambar tersebut, air dilambangkan sebagai gabungan
lambang unsur hidrogen dan oksigen (HO). Pada zaman Alkimia,
lambang senyawa tidak dapat menggambarkan unsur-unsur yang
menyusun suatu senyawa. Perhatikan dan bandingkanlah lambang
air pada zaman Alkimia dengan lambang air menurut Dalton.

Tokoh IPA

John Dalton
(17661844)

c. Lambang Unsur Berzelius


Dengan ditemukannya unsur dan senyawa baru, cara Dalton
juga menjadi kurang praktis. Meskipun demikian, cara Dalton
sebenarnya lebih mudah dipahami. Kemudian, seorang ahli kimia
Swedia bernama Jons Jacob Berzelius membuat lambang unsur
yang berbeda dengan Dalton. Berikut aturan penulisan unsur
yang diusulkan Berzelius.

1) Unsur-unsur yang dilambangkan dengan satu huruf


Untuk mengetahui bagaimana penulisan lambang unsur menurut
Berzalius, perhatikan dan pelajari Tabel 2.1 berikut.

Setelah melakukan serangkaian


percobaan dan analisis, Dalton
merumuskan bahwa unsur
merupakan kumpulan partikel
kecil yang disebut atom.
Menurut Dalton, setiap
unsur tersusun atas atomatom yang berbeda. Atom
yang menyusun unsur besi
berbeda dengn atom-atom yang
menyusun oksigen.
Sumber: www.chemheritage.com

Unsur, Senyawa, dan Campuran

35

Tabel 2.1 Beberapa Unsur yang Dilambangkan dengan Satu


Huruf Menurut Berzelius

Tokoh IPA

Jons Jacob Berzelius


(17791848)
Berzelius adalah seorang
kimiawan berkebangsaan
Swedia yang mengusulkan
aturan penulisan lambang
unsur. Aturan yang
diusulkannya masih digunakan
hingga saat ini.
Ia membuat aturan
tersebut dalam rangka
membantu penyelidikannya
tentang unsur-unsur. Selama
hidupnya, Berzelius berhasil
menemukan silikon, thorium,
selenium, dan cerium. Selain
itu, di bawah bimbingannya
para siswa yang bekerja
di laboratoriumnya juga
menemukan lithium dan
ganadium.

Berdasarkan Tabel 2.1, kamu dapat mengetahui bahwa


sebagian besar unsur memiliki huruf awal nama Latin dan nama
Indonesia yang sama. Oleh karena itu, huruf awal lambangnya
sama dengan huruf awal nama Indonesianya.
Namun, ada juga unsur-unsur yang lambang unsurnya berbeda
dengan huruf awal nama Indonesianya. Hal ini disebabkan nama
Latin dan nama Indonesia unsur-unsur tersebut berbeda. Unsurunsur tersebut, di antaranya karbon, belerang, dan fosfor.

2) Unsur-unsur yang dilambangkan dengan dua huruf


Unsur-unsur yang dilambangkan dengan dua huruf bertujuan
membedakan antara unsur-unsur yang memiliki huruf depan
sama. Contohnya, hidrogen dan helium memiliki huruf depan H.
Oleh karena itu, hidrogen dilambangkan H, sedangkan helium
dilambang He. Untuk mengetahui penulisan unsur-unsur yang
dilambangkan dengan dua huruf, perhatikan tabel berikut.
Tabel 2.2 Beberapa Unsur yang Dilambangkan dengan Dua
Huruf Menurut Berzelius

Sumber: http://wikipwdia.org

36

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bagaimana penulisan unsur-unsur yang dilambangkan


dengan dua huruf? Berdasarkan Tabel 2.2, dapat diketahui bahwa
aturan penulisan lambang unsur dengan dua huruf yaitu sebagai
berikut.
a) Huruf pertama ditulis kapital, sedangkan huruf kedua tidak
ditulis kapital.
b) Lambang beberapa unsur diambil dari huruf pertama dan
kedua nama Latin. Perhatikan gambar berikut.

Aluminium (Al)

Kobalt (Co)

Silikon (Si)

Galium (Ga)

Besi (Fe)

Barium (Ba)

Kalsium (Ca)

Titanium (Ti)

Gambar 2.7
Contoh unsur yang penulisan
lambangnya berasal dari huruf
pertama dan huruf kedua nama
Latinnya.

Sumber: www.theodoregray.com; www.bbs-winsen.de



c) Lambang beberapa unsur diambil dari huruf pertama dan
salah satu huruf khas yang terdapat dalam nama Latin unsur
tersebut. Perhatikan gambar berikut.

Arsenik (As)

Klorin (Cl)

Kadmium (Cd)

Dapatkah kamu menyebutkan


nama Latin unsur-unsur tersebut?

Perak (Ag)

Gambar 2.8
Timbel (Pb)

Seng (Zn)

Mangan (Mn)

Magnesium (Mg)

Sumber: www.theodoregray.com; www.bbs-winsen.de

Contoh unsur yang penulisan


lambangnya berasal dari huruf
pertama dan salah satu huruf khas
dalam nama Latinnya.

Unsur, Senyawa, dan Campuran

37

Contoh Soal 2.1


Fakta
Ilmiah
Karbon merupakan unsur
yang telah dikenal sejak
zaman kuno. Karbon
berasal dari bahasa Latin,
carbo, yang artinya batu
arang.
Sumber: Oxford Ensiklopedi Pelajar,
1999

Apakah lambang dari unsur-unsur berikut?


a. Belerang
b. Neon
c. Raksa
Pembahasan:
a. Nama Latin belerang adalah sulphur. Belerang merupakan salah
satu unsur yang dilambangkan dengan 1 huruf. Jadi, lambang
unsur belerang adalah S.
b. Nama Latin neon adalah neon. Lambang neon ditentukan dari
huruf pertama dan kedua nama Latinnya. Jadi, lambang unsur
neon adalah Ne.
c. Nama Latin raksa adalah hydrargyrum. Lambang raksa diten
tukan dari huruf pertama dan salah satu huruf khas nama
Latinnya. Jadi, lambang unsur raksa adalah Hg.

Tugas
Carilah informasi mengenai unsur-unsur yang terkandung dalam benda-benda di sekitarmu.
Kemudian, buatlah daftar yang berisi nama benda, unsur yang terkandung, nama Latin, dan
lambangnya. Hiaslah hasil karyamu semenarik mungkin. Laporkan hasil kegiatanmu kepada
gurumu.

Uji Pemahaman Konsep 2.1


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Jelaskan mengapa unsur-unsur perlu diberi
lambang.
2. Asam sianida tersusun atas unsur hidrogen, karbon, dan nitrogen. Dengan meng
gunakan lambang unsur Dalton, gambarkanlah lambang dari asam sianida.

3. Apakah nama Indonesia dan nama Latin


dari lambang unsur berikut?

a. Bi

b. S

c. Na

d. Pb

Senyawa

Kamu pasti sering mendengar istilah senyawa. Jika kamu


mengamati lingkungan di sekitarmu, pasti kamu akan menemukan
senyawa. Setiap hari kamu menggunakannya, meskipun kamu
tidak menyadarinya. Perhatikan Gambar 2.9 berikut. Zat-zat pada
gambar tersebut tersusun atas dua atau lebih unsur yang berbeda.
Jadi, senyawa adalah gabungan dari dua atau lebih unsur yang

38

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

berbeda. Contohnya air tersusun atas unsur hidrogen dan oksigen,


gula pasir tersusun atas unsur karbon, hidrogen, dan oksigen.
Adapun garam dapur tersusun atas unsur natrium dan klorin.
Tahukah kamu, disebut apakah bagian terkecil dari senyawa?
(a)

1. Nama dan Rumus Kimia Senyawa


Sederhana
Pada pembahasan sebelumnya, kamu telah mengetahui nama dan
lambang unsur-unsur kimia. Seperti halnya unsur kimia, senyawa
kimia juga diberi nama dan lambang (rumus kimia) agar lebih
mudah dipelajari.
Molekul dari senyawa kimia terbentuk dari dua buah atau
lebih atom yang berbeda. Misalnya, molekul air tersusun atas dua
buah atom hidrogen dan satu buah atom oksigen.

(b)

(c)

Sumber: Dokumentasi Penerbit;


Ensiklopedi Sains dan Kehidupan, 2002;
Chemistry (McMurry Fay), 2001

Gambar 2.9
Beberapa senyawa yang sering
ditemukan dalam kehidupan
sehari-hari:
(a) air, (b) gula pasir, dan
(c) garam dapur.

Gambar 2.10
Atom hidrogen

Atom oksigen

Dua atom H dan satu atom O


bergabung membentuk satu
molekul air (H2O).

Molekul air

Kamu telah mengetahui bahwa lambang hidrogen adalah


H, sedangkan oksigen adalah O. Para ahli kimia menyepakati
bahwa rumus kimia air adalah H2O. Rumus ini menggambarkan
bahwa air mengandung dua atom H dan satu atom O. Selain air,
tahukah kamu tersusun atas unsur-unsur apa saja senyawa yang
ada di sekitarmu? Pelajarilah Tabel 2.3 berikut.
Tabel 2.3 Contoh Senyawa Kimia dan Komposisi Atomnya

Berdasarkan Tabel 2.3, dapat diketahui komposisi atom setiap


senyawa. Senyawa tersebut tersusun atas dua, tiga, dan empat atom
yang berbeda. Penanaman senyawa-senyawa mengikuti aturan
tertentu. Di kelas VII ini, hanya dibahas aturan penamaan senyawa
yang tersusun atas dua atom.

Unsur, Senyawa, dan Campuran

39

2. Aturan Penulisan Nama Senyawa Kimia


Sederhana
Salah satu senyawa kimia yang sering kamu jumpai adalah garam
dapur. Garam dapur tersusun atas unsur logam (natrium) dan
unsur nonlogam (klorin). Untuk penamaannya, nama unsur
logam ditulis terlebih dahulu, diikuti nama unsur nonlogam,
dan diakhiri akhiran -ida. Jadi, nama kimia garam dapur adalah
natrium klorida. Menurutmu, tersusun atas apakah senyawa
magnesium klorida?
Bagaimana penamaan senyawa yang tersusun atas dua unsur
nonlogam? Penamaan senyawa jenis ini harus diperhatikan
dari jumlah atom yang menyusunnya. Oleh karena itu, kamu
harus mengetahui penamaan jumlah atom dalam bahasa Latin.
Perhatikan Tabel 2.4 berikut.
Tabel 2.4 Tabel Penamaan Jumlah Atom dalam Bahasa Latin

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
http://id.wikipedia.org
http://free.vlsm.org
www.chem.is.try.org
www.chemistry4kid.com

Perhatikan kembali nama kimia CO dan CO2 pada Tabel


2.3. Jumlah atom C dalam CO dan CO2 adalah 1. Adapun
jumlah atom O dalam CO dan CO2 berturut-turut adalah 1 dan
2. Urutan penulisannya adalah nama unsur pertama, nama Latin
jumlah atom unsur kedua, nama unsur kedua, dan diakhiri -ida.
Jadi, nama kimia CO adalah karbon monoksida, sedangkan CO2
adalah karbon dioksida.
Bagaimana jika jumlah atom unsur nonlogam pertama lebih
dari satu? Perhatikan nama kimia N2O3. Aturan penamaannya
mirip dengan penamaan CO dan CO2. Hanya saja di depan nama
unsur nonlogam pertama dituliskan nama Latin jumlah atom N.
Jadi, nama kimia N2O3 adalah dinitrogen trioksida.
Agar kamu lebih memahami penulisan nama dan rumus
kimia senyawa, perhatikan dan pelajarilah beberapa contoh soal
berikut.

Contoh Soal 2.2


Tuliskan nama kimia dari:
a. NO2
b. PCl5
c. Cl2O5
Pembahasan:
a. NO2 tersusun atas satu atom nitrogen (nonlogam) dan dua atom
oksigen (nonlogam). Senyawa tersebut tersusun atas unsur-

40

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

unsur nonlogam. Jumlah atom nitrogen dalam NO2 (unsur


pertama) hanya satu. Jadi, nama NO2 adalah nitrogen dioksida,
di menyatakan bahwa jumlah atom oksigen adalah dua.
b. Nama kimia PCl5 adalah fosfor pentaklorida, penta menyatakan
bahwa jumlah atom klorin adalah lima.
c. Cl2O5 tersusun atas dua atom klorin (nonlogam) dan lima atom
oksigen (nonlogam). Senyawa tersebut tersusun atas unsurunsur nonlogam. Jumlah atom klorin (unsur pertama) dalam
Cl2O5 lebih dari satu. Jadi, nama kimia Cl2O5 adalah dikloro
pentaoksida.

Contoh Soal 2.3


Tuliskan rumus kimia dari senyawa berikut
a. fosfor triklorida,
c. karbon tetraklorida,
b. dinitrogen oksida,
d. difosfor trioksida.
Pembahasan:
a. Tentukan dahulu lambang unsur dan jumlah atom fosfor dan
klorin. Jumlah atom fosfor (P) adalah satu, sedangkan klorin
(Cl) adalah tiga (tri). Oleh karena itu, rumus kimia fosfor
triklorida adalah PCl3.
b. Jumlah atom nitrogen (N) adalah dua (di), sedangkan oksigen
(O) hanya satu. Jadi, rumus kimia dinitrogen oksida adalah
N2O.
c. Atom karbon (C) berjumlah satu, sedangkan klorin (Cl) ber
jumlah empat (tetra). Jadi, rumus kimia karbon tetraklorida
adalah CCl4.
d. Jumlah atom fosfor (P) adalah dua (di), sedangkan atom oksigen
berjumlah tiga (tri). Jadi, rumus kimia difosfor triklorida adalah
P2O3.

Uji Pemahaman Konsep 2.2


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Jelaskan pengertian dari senyawa, kemudian
tuliskan rumus senyawa garam dapur, gula
pasir, dan air.
2. Jelaskan aturan penamaan senyawa yang
tersusun atas unsur logam dan nonlogam,
kemudian tuliskan nama senyawa berikut.

a. CaCl2
c. NaI

b. MgO

3. Jelaskan aturan penamaan senyawa yang


tersusun atas unsur-unsur nonlogam,
kemudian tuliskan rumus kimia senyawa
berikut.

a. disulfur trioksida

b. dinitrogen tetraoksida

c. fosfor triklorida

Unsur, Senyawa, dan Campuran

41

Campuran

Dalam kehidupan sehari-hari, kamu tentunya sering memakai


suatu campuran dari senyawa atau unsur. Apakah jenis-jenis
dari campuran? Bagaimana cara menentukan kadar senyawa
dalam suatu campuran? Untuk lebih memahaminya, kamu dapat
mengikuti uraian berikut.

1. Jenis-Jenis Campuran
Minuman berkarbonasi

Sirup

Cat minyak
Sumber: Ensiklopedi Sains dan Kehidupan,
2002

Gambar 2.11
Beberapa contoh campuran

Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat banyak larutan yang


telah kamu ketahui. Contohnya, larutan gula, larutan garam,
dan larutan alkohol. Larutan-larutan tersebut merupakan contoh
campuran. Contoh lain campuran dapat kamu lihat pada gambar
berikut.
Berdasarkan ada tidaknya bidang batas pemisah, campuran
dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Contohnya, ketika
kamu mencampurkan air dan gula serta air dan kapur, kamu
akan memperoleh dua campuran yang berbeda. Tahukah kamu,
apakah perbedaan antara kedua jenis campuran tersebut? Untuk
mengetahuinya, lakukan Kegiatan Ilmiah 2.1 berikut.

Kegiatan Ilmiah 2.1

Garam

Kapur

Gambar 2.12
Skema Kegiatan Ilmiah 2.1

42

Tujuan
Mengamati perbedaan antara campuran homogen dan campuran
heterogen
Alat dan Bahan
Dua buah gelas, 2 buah sendok makan, air, serbuk kapur tulis,
dan garam dapur
Langkah Kerja
1. Masukkan air ke dalam gelas A dan gelas B dengan jumlah
yang sama.
2. Masukkan 1 sendok makan garam ke gelas A dan 1 sendok
makan serbuk kapur ke gelas B. Aduk setiap gelas selama 1
menit.
3. Amati campuran pada gelas A dan gelas B lalu bandingkan.
4. Catat hasil pengamatanmu di buku latihan dan diskusikan
bersama teman sekelasmu.
Pertanyaan
1. Apakah pada gelas A terdapat batas antara air dan garam?
2. Apakah pada gelas B terdapat batas antara air dan kapur?

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

(a)

3. Manakah di antara kedua campuran tersebut yang tergolong


campuran homogen?
4. Manakah di antara kedua campuran tersebut yang tergolong
campuran heterogen?
5. Apa yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan tersebut?

Campuran adalah gabungan dari dua atau lebih senyawa


yang berbeda tanpa melalui reaksi kimia. Campuran terdiri atas
campuran homogen dan campuran heterogen. Apakah yang
membedakan di antara keduanya? Air garam merupakan campuran
antara garam dan air. Setelah diaduk, garam larut dalam air secara
merata dan tidak terlihat lagi. Campuran seperti ini disebut
campuran homogen (campuran serbasama). Perhatikan beberapa
campuran homogen lainnya pada gambar.
Sirup merupakan campuran antara gula pasir, pewarna, dan
air. Alkohol 70% merupakan campuran homogen antarzat cair,
yaitu antara alkohol dan air. Cuka merupakan campuran asam
cuka murni (glasial) dan air.
Pernahkah kamu membuka minuman berkarbonasi?
Minuman berkarbonasi mengandung gas karbon dioksida
(CO2) yang larut dalam air. Campuran ini merupakan campuran
homogen. Pada saat kaleng minuman berkarbonasi dibuka, akan
keluar gas karbon dioksida.
Selain berbentuk cairan, campuran juga dapat berwujud
padatan. Sendok tahan karat (stainless steel) merupakan campuran
antara besi, krom, dan nikel. Campuran logam ini merupakan
campuran homogen yang kuat dan tahan karat.
Udara merupakan campuran gas-gas, seperti nitrogen,
oksigen, dan gas-gas lainnya yang bercampur secara merata. Oleh
karena itu, udara merupakan campuran homogen. Jadi, campuran
homogen adalah campuran yang zat-zat penyusunnya bercampur
secara merata. Pada campuran homogen, setiap bagiannya
memiliki sifat yang sama.
Bagaimana dengan air kapur? Ketika air kapur diaduk,
kapur tampak larut dalam air. Akan tetapi, setelah beberapa saat
kapur akan mengendap. Campuran seperti ini disebut campuran
heterogen. Tahukah kamu contoh campuran heterogen lainnya?
Campuran minyak dan air tergolong ke dalam campuran
heterogen karena ketika bercampur minyak dan air membentuk
dua lapisan. Minyak di bagian atas dan air di bagian bawah. Jadi,
campuran heterogen adalah campuran yang zat-zat penyusunnya
tidak tercampur merata. Pada campuran heterogen, perbedaan
sifat penyusunnya masih tampak jelas.

(b)

(c)

(d)

Sumber: Dokumentasi Penerbit

Gambar 2.13
(a) Cuka, (b) alkohol 70%, (c)
sendok stainless steel, dan (d)
larutan sirup.

Sumber: Basic Concepts of Chemistry, 1994

Gambar 2.14
Minyak dan air yang bercampur.
Apa yang terjadi jika minyak dan
air bercampur?

Unsur, Senyawa, dan Campuran

43

Tugas
Bersama temanmu, cari dan catatlah dalam sehelai kertas, zat-zat di sekitarmu yang merupakan
campuran. Kemudian, tentukan jenis campurannya, apakah termasuk homogen atau heterogen.
Laporkan hasil penyelidikanmu kepada gurumu, kemudian presentasikan hasilnya di depan kelas.

2. Bagaimana Cara Menentukan Kadar Zat


dalam Campuran?
Kamu telah mengetahui bahwa campuran dapat berupa
campuran antara zat padat dan zat cair atau antarzat cair. Salah
satu bentuk campuran adalah larutan. Zat-zat dalam larutan ada
yang merupakan zat pelarut dan ada pula yang merupakan zat
terlarut.
Zat pelarut (solvent) adalah zat yang berada dalam jumlah
terbanyak. Adapun zat terlarut (solute) adalah zat-zat lain selain
pelarut. Contohnya, pada campuran gula dalam air. Gula
merupakan zat terlarut, sedangkan air merupakan zat pelarut.
Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menentukan
kadar zat dalam campuran adalah persen (%). Persen menyatakan
perbandingan antara banyaknya bagian zat terlarut terhadap 100
bagian larutan. Bagaimana perhitungan persen zat padat terlarut
dalam larutan? Untuk larutan yang tersusun atas zat padat dan zat
cair, perhitungan persen dirumuskan sebagai berikut.
Persen (%) zat =

M t (massa zat terlarut )

M p (massa zat pelarut )+M t (massa zat terlarut )

100%

Contoh Soal 2.4


Gula sebanyak 30 g dilarutkan dalam 70 g air, tentukan persentase
larutan gula.
Pembahasan:
Diketahui: Massa gula pasir = mt = 30 g
Massa air = mp = 70 g
Persen (%) larutan gula =

mt
100%
mt + m p

30 g
100%
30 g + 70 g

30 g
100 % = 30%
100 g

Jadi, persen larutan gula adalah 30%.

44

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Contoh Soal 2.5


Tentukan persen air garam jika 25 g garam dilarutkan dalam 225
mL air.
Pembahasan:
Diketahui:
Massa garam = mt = 25 g

Massa air = mp = volume air = 225 mL = 225 g

(karena massa jenis air = 1 g/mL)
Persen (%) larutan gula =

mt
100%
mt + m p

25 g
100%
25 g + 225 g
25 g
=
100% = 10%
250 g

Jadi, persen air garam adalah 10%.

Uji Sikap

Contoh Soal 2.6


Jika kadar gula pasir dalam sirup sebesar 62%, tentukan jumlah gula
pasir yang terlarut dalam 1 botol sirup (berat bersih 800 g). Tentukan
juga massa air.
Pembahasan:
Diketahui: % zat = 62%


mt + mp = 800 g
% zat
62% =

Unsur dan senyawa di


alam banyak dimanfaatkan
manusia. Akan tetapi,
tidak sedikit dari unsur dan
senyawa tersebut yang
bersifat membahayakan dan
perlu penanganan tertentu.
Apabila kamu masuk ke
dalam laboratorium kimia
dan menemukan unsur atau
senyawa baru yang belum
kamu kenal, hal apa yang
sebaiknya kamu lakukan?

mt
100%
mt + m p

mt
100%
800 g

62%
800 g = 496 g
100%
Jadi, massa gula pasir yang terlarut = 496 g.
Adapun massa air adalah 800 g = mt + mp;
mp = 800 g mt = 800 g 496 g = 304 g
Jadi, massa air adalah 304 gram.
mt =

Apabila campuran tersebut tersusun atas zat cair dan zat


cair, bagaimana perhitungan persen zat tersebut? Larutan alkohol
merupakan campuran antara alkohol dan air. Alkohol dan
air berwujud cair. Oleh karena zat terlarut dan zat pelarutnya
berwujud cair, perhitungan persennya (%) menggunakan satuan

Unsur, Senyawa, dan Campuran

45

volume (V/V). Persen (V/V) menyatakan perbandingan volume


zat terlarut terhadap volume larutan. Cara menghitungnya
dirumuskan sebagai berikut.
Persen (%) zat =

Vt ( volume zat terlarut )

Vt ( volume zat pelarut )+ Vt ( volume zat terlarut )

100%

Untuk lebih memahami penentuan kadar zat menggunakan persen (V/V), perhatikan dan pelajari beberapa contoh
perhitungan persen berikut.

Contoh Soal 2.7


Fakta
Ilmiah
Perbandingan zat terlarut
dengan zat pelarut dalam
larutan tidak harus tetap.
Banyaknya zat terlarut
dalam larutan dinyatakan
dengan konsentrasi. Larutan
yang konsentrasinya besar
disebut larutan pekat.
Ini berarti, jumlah zat
terlarutnya banyak atau
kadarnya besar. Adapun
larutan yang konsentrasinya
kecil disebut larutan encer.
Ini berarti, jumlah zat
terlarutnya sedikit atau
kadarnya kecil.

Sebanyak 20 mL gliserin dilarutkan dalam 80 mL air, kemudian


diaduk sampai membentuk larutan gliserin. Tentukan kadar larutan
gliserin.
Pembahasan:
Diketahui:
Volume air (Vp) = 80 mL
Volume gliserin (Vt) = 20 mL
Volume larutan = volume air + volume gliserin = 100 mL
V1
Persen gliserin (V/V) =
100%
Vt + V p
20 mL

=
100%
20 mL + 80 mL

= 20 mL 100 % = 20%
100 mL
Jadi, kadar gliserinnya adalah 20 % (V/V).

Contoh Soal 2.8


Larutan cuka memiliki kadar 5%. Jika kamu ingin membuat 5 botol
larutan cuka masing-masing 600 mL, tentukan asam cuka murni
(glasial) yang diperlukan.
Pembahasan:
Diketahui:
Persen (V/V) cuka = 5%
Total volume larutan yang diperlukan =
5 600 mL = 3.000 mL = Vt + Vp
Persen gliserin (V/V)

46

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

V1
100%
Vt + V p

Vt
100%
3.000 mL
5%
Vt
=
3.000 mL
100%

= 150 mL (untuk 5 botol)
Jadi, volume asam cuka murni (glasial) yang dibutuhkan dalam tiap
botol adalah 30 mL.
5%

Uji Pemahaman Konsep 2.3


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Jelaskan perbedaan antara campuran
homogen dan campuran heterogen. Tulis
kan contohnya.

2. Jika 30 g gula pasir dilarutkan dalam 150


mL air, kemudian diaduk secara merata
sampai semua larut, berapakah kadar gula
pasir dalam air tersebut?

Perbedaan Antara Unsur,


Senyawa, dan Campuran

Pada subbab sebelumnya, kamu sudah mempelajari unsur,


senyawa, dan campuran beserta contoh-contohnya. Dapatkah
kamu membedakan ketiga jenis materi tersebut? Materi-materi
tersebut dapat dibedakan melalui sifatnya.

1. Sifat Unsur
Unsur dapat diklasifikasikan menjadi unsur logam dan nonlogam.
Sifat unsur logam berbeda dengan unsur nonlogam. Tahukah
kamu, mengapa besi dapat digunakan untuk membuat pisau tajam
dan rangka bangunan yang kuat dan kokoh? Dapatkah rangka
bangunan dibuat dari arang? Perhatikan juga bahan pembuat
panci, wajan, atau ketel yang digunakan untuk memasak. Mengapa
dibuat dari bahan baja tahan karat (stainless steel) atau aluminium?
Sebagian besar unsur logam memiliki wujud padat dan kuat
sehingga sukar untuk dipatahkan. Logam juga bersifat dapat
mengalirkan arus listrik. Logam tembaga contohnya, digunakan
untuk kabel listrik, sedangkan logam aluminium untuk kawat
listrik. Sebaliknya, unsur nonlogam seperti arang (unsur karbon)
bersifat rapuh dan tak dapat mengalirkan panas dan arus listrik.

Unsur, Senyawa, dan Campuran

47

2. Sifat Senyawa
Unsur-unsur kimia dapat bergabung satu sama lain membentuk
senyawa. Menurutmu, samakah sifat senyawa dengan sifat unsurunsur yang menyusunnya? Untuk memahaminya, lakukanlah
Kegiatan Ilmiah 2.2 berikut.

Kegiatan Ilmiah 2.2

Soal Persiapan UN
Perhatikan data berikut ni.
1. Terdiri atas dua zat
tunggal
2. Komposisi tertentu
3. Sifat komponen masih
tampak
4. Pemisahan atas
komponennya
merupakan proses kimia
Sifat yang merupakan sifat
senyawa adalah nomor ....
a. 1, 2, dan 3
b. 1, 2, dan 4
c. 2, 3, dan 4
d. 1, 2, 3, dan 4
Pembahasan
Sifat senyawa adalah (1)
terdiri atas dua zat tunggal
atau lebih, (2) komposisi
setiap senyawa tertentu,
dan (4) hanya dapat
dipisahkan dengan cara
kimia.
Jawaban: B

Tujuan
Membandingkan sifat unsur dan senyawa
Alat dan Bahan
Sendok makan logam, korek api, gula pasir, dan lilin
Langkah Kerja
1. Amati bentuk gula pasir, cicipi rasanya.
2. Kemudian, nyalakan lilin.
3. Taruh gula pasir dalam sendok logam, kemudian pegang
dan taruh sendok tersebut di atas nyala lilin.
Berhati-hatilah terhadap api dan benda panas. Gunakan
sarung tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

4. Amati perubahan yang terjadi.


Pertanyaan
1. Tuliskan sifat-sifat gula pasir.
2. Apakah yang terbentuk dari hasil pembakaran gula pasir?
3. Apakah zat hasil pembakaran gula pasir memiliki sifat yang
sama dengan gula pasir?

Gula pasir memiliki nama kimia sukrosa dan rumus kimia


C12(H2O)11. Ini berarti, gula pasir tersusun atas unsur karbon
(arang) dan air. Ketika kamu membakar gula pasir, akan terbentuk
arang dan uap air. Apakah sifat gula pasir sama dengan sifat arang
dan air? Gula bersifat manis dan berbentuk kristal putih. Adapun
karbon bersifat pahit, hitam, dan rapuh, sedangkan air berwujud
cair dan tidak berasa. Jadi, sifat gula pasir jauh berbeda dengan
sifat karbon dan air.
(a)

(b)

(c)

Gambar 2.15
(a) Gula pasir dapat diuraikan
menjadi
(b) arang dan
(c) air.

48

Gula pasir

Arang

Air

Sumber: Ensiklopedi Sains dan Kehidupan, 2002; Dokumentasi Penerbit

Bagaimana dengan garam dapur? Garam dapur memiliki


rumus kimia NaCl, berasa asin, dan berbentuk kristal putih. Sifat
garam dapur berbeda dengan sifat zat-zat penyusunnya. Logam

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

natrium berwujud padat, lunak, dan mudah diiris. Jika bereaksi


dengan air, dapat menimbulkan nyala api. Adapun gas klorin
berwujud gas, berwarna hijau-kekuningan, dan beracun. Setelah
bergabung membentuk senyawa garam, zat-zat yang awalnya
berbahaya tersebut menjadi zat yang sering dikonsumsi manusia.

Gambar 2.16
natrium

gas klor

Garam dapur (NaCl) dibuat dengan


cara mereaksikan logam natrium
dan gas klorin.

natrium klorida

Sumber: Ensiklopedia IPTEK: Kimia dan Unsur-Bahan dan Teknologi. 2007


dan Explore Your World with Science Discovery 1, 2004

Perhatikan tabel berikut untuk membandingkan sifat senyawa


dan unsur-unsur penyusunnya. Senyawa-senyawa tersebut dapat
diuraikan menjadi unsur-unsur penyusunnya dengan reaksi
kimia.

Apakah sifat NaCl sama dengan


sifat zat-zat penyusunnya?

Tabel 2.5 Persamaan dan Perbedaan Antara Senyawa dan Campuran

Bagaimana perbandingan pencampuran (reaksi) dari unsurunsur yang membentuk senyawa? Perhatikan proses pembentukan
air. Untuk menghasilkan 18 g air, diperlukan 2 g gas hidrogen yang
bereaksi dengan 16 g gas oksigen. Begitu pula untuk menghasilkan 9 g
air diperlukan 1 g gas hidrogen yang bereaksi dengan 8 g gas oksigen.
Kesimpulan apa yang dapat diperoleh dari kenyataan tersebut?

Unsur, Senyawa, dan Campuran

49

Suatu senyawa (seperti air) terbentuk dari unsur-unsur


penyusunnya (yaitu hidrogen dan oksigen) dengan perbandingan
massa yang tetap. Dapatkah kamu menentukan perbandingan
massa hidrogen dan massa oksigen dalam pembentukan air? Hal
inilah yang membedakan pencampuran zat dalam pembentukan
senyawa dengan pembentukan campuran.

3. Sifat Campuran
Suatu campuran dapat merupakan gabungan antara unsur dan
unsur, unsur dan senyawa, atau senyawa dan senyawa. Perunggu
terbuat dari campuran dua unsur, yaitu tembaga dan timah. Air
laut merupakan campuran antara garam dan air, sedangkan air
susu merupakan campuran antara lemak dan air.
Udara merupakan campuran berbagai gas. Gas oksigen dan
nitrogen merupakan unsur, sedangkan karbon dioksida dan uap air
merupakan senyawa. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan
bahwa campuran tersusun atas dua atau lebih zat. Menurutmu,
apakah sifat campuran sama dengan sifat zat-zat penyusunnya?

Kegiatan Ilmiah 2.3

gula/garam

Gambar 2.17
Skema Kegiatan Ilmiah 2.3

Tujuan
Membandingkan sifat campuran dan zat penyusunnya
Alat dan Bahan
Gelas, sendok makan logam, gula pasir, dan air
Langkah Kerja
1. Amati bentuk dan warna gula pasir dan garam dapur.
2. Cicipi rasa keduanya.
3. Masukkan 1 sendok makan gula pasir ke dalam gelas berisi
air, aduk hingga larut.
4. Masukkan 1 sendok makan garam ke dalam gelas lain berisi
air, aduk hingga larut.
5. Amati bentuk dan warna larutan gula dan larutan garam, lalu
cicipi juga rasanya.
Catat hasil pengamatanmu dalam buku latihan dan diskusikan
bersama teman sekelasmu.

Pertanyaan
1. Samakah rasa gula pasir dengan rasa larutan gula?
2. Samakah rasa garam dengan rasa larutan garam?
3. Apa yang dapat kamu simpulkan dari hasil kegiatan
tersebut?

50

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Gula pasir berbentuk kristal putih dan memiliki rasa manis.


Adapun air tidak memiliki rasa, berwujud cair, dan berwarna
bening. Setelah dicampurkan, larutan gula yang dihasilkan
berwarna bening, berwujud cair, dan rasanya manis. Sifat larutan
gula merupakan gabungan dari sifat gula pasir (zat terlarut) dan
air (pelarut). Dengan kata lain, sifat larutan gula sama dengan
sifat zat-zat penyusunnya (gula pasir dan air).
Sirup mengandung gula pasir, zat pewarna, asam sitrat
(citroen zuur), dan zat pengharum yang dicampur dengan air.
Gula berbentuk kristal dan berasa manis. Zat pewarna umumnya
berbentuk serbuk berwarna. Asam sitrat berbentuk kristal dan
berasa asam, sedangkan zat pengharum berbentuk cair dan harum.
Zat-zat tersebut bercampur dengan air yang berwujud cair, bening,
dan tidak berasa menghasilkan sirup. Sirup berwujud cair dan
berwarna sesuai warna zat pewarna, berasa manis, dan sedikit asam
serta beraroma. Sifat campuran sirup merupakan sifat gabungan
dari zat terlarutnya, yaitu berwarna, berasa manis, sedikit asam,
dan harum serta sifat zat pelarutnya, yaitu cair.
Begitu juga dengan air teh manis. Air teh manis memiliki rasa
manis (sifat gula pasir), warna cokelat dan aroma khas teh (sifat
teh), dan berwujud cair (sifat air). Sifat lain dari campuran adalah
perbandingan zat-zat penyusunnya tidak sama serta dapat dengan
mudah dipisahkan menjadi zat-zat penyusunnya.

Tantangan IPA
Science Quest
Kelompokkan bendabenda berikut ke dalam
unsur, senyawa, dan
campuran: besi, baja,
tembaga, perunggu, air
murni, karbon dioksida,
udara, dan air laut.
Group the following
materials into element,
compound, and mixture:
iron, steel, copper, bronze,
pure water, carbon
dioxide, air, and sea water.

4. Cara Membandingkan Sifat Senyawa


dan Campuran
Kamu telah mempelajari sifat-sifat senyawa dan campuran. Dapatkah
kamu membandingkan sifat senyawa dan campuran? Membandingkan
adalah kegiatan mencari persamaan dan perbedaan dari dua atau lebih
benda. Jadi, jika kamu ingin membandingkan antara sifat senyawa
dan campuran, kamu harus mengetahui persamaan dan perbedaan
antara senyawa dan campuran. Setelah itu, tuliskan perbandingan
tersebut dalam bentuk tabel. Perhatikan Tabel 2.6 berikut.
Tabel 2.6 Persamaan dan Perbedaan Antara Senyawa dan Campuran

Sumber: Explore Your World with


Science Discovery 1, 2004

Gambar 2.18
Teh manis merupakan campuran.
Tahukah kamu, apa alasannya?

Unsur, Senyawa, dan Campuran

51

5. Cara Membuat Bagan Klasifikasi Materi


Untuk memudahkan ketika mempelajari materi, para ilmuwan
mengelompokkan benda-benda yang ada di dunia berdasarkan
persamaan dan perbedaannya. Misalnya, berdasarkan wujudnya,
berdasarkan kegunaannya, atau berdasarkan zat-zat penyusunnya.
Para ilmuwan biasanya mengelompokkan benda-benda dalam
bentuk bagan klasifikasi. Berikut bagan klasifikasi materi
berdasarkan zat-zat penyusunnya.
Materi

Zat Tunggal

Campuran

Gambar 2.19
Pengelompokan materi akan lebih
mudah dipelajari jika disajikan dalam
bentuk bagan.

Unsur

Senyawa

Dapatkah kamu membuat bagan


pengelompokan materi sesuai
pemahamanmu sendiri?

Campuran
Homogen

Campuran
Heterogen

Uji Pemahaman Konsep 2.4


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Jelaskan perbedaan sifat antara unsur logam
dan unsur nonlogam.
2. Air merupakan senyawa yang terbentuk dari
gas hidrogen dan gas oksigen. Dapatkah kamu
menjelaskan bahwa air bukan merupakan
campuran gas hidrogen dan gas oksigen?

52

3. Ketika kamu membuat air kopi dalam gelas,


kopi, gula pasir, dan air panas dicampurkan
dan diaduk hingga larut. Jelaskan sifat
campuran yang terbentuk dibandingkan
dengan sifat setiap zat penyusunnya.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Rangkuman
1. Unsur adalah zat tunggal paling sederhana
yang tidak dapat diuraikan dengan reaksi
kimia biasa. Bagian terkecil dari unsur
disebut atom. Senyawa adalah zat tunggal
yang terbentuk dari dua unsur atau lebih
dan dapat terurai dengan reaksi kimia.
Bagian terkecil dari senyawa disebut
molekul.
2. Lambang unsur dituliskan dengan aturan
sebagai berikut.
a. Unsur yang dilambangkan dengan 1
huruf ditulis kapital.
Contoh: F, K, I, O, dan S.
b. Unsur yang dilambangkan dengan 2
huruf. Huruf pertama ditulis kapital,
sedangkan huruf kedua tidak ditulis
kapital.
Contoh: Na, Cl, dan Cu.
Lambang beberapa unsur ada yang diambil
dari huruf pertama dan kedua nama Latin.
Ada pula yang diambil dari huruf pertama
dan salah satu huruf khas yang terdapat
dalam nama Latin unsur tersebut.
3. Ada dua jenis campuran, yaitu campuran
homogen dan campuran heterogen.

Kadar suatu zat dalam campuran dapat


ditentukan menggunakan rumus sebagai
berikut.
a. Campuran padat dan cair:
mt

Persen (%) zat =
100 %
mt + m p

mt = massa zat terlarut;

mp = massa zat pelarut
b. Campuran cair dan cair:
V1

Persen (V/V) =
100 %
Vt + V p

Vt
= volume zat terlarut

Vp
= volume zat pelarut
4. Unsur dapat digolongkan menjadi unsur
logam dan nonlogam. Sifat unsur logam
berbeda dengan unsur nonlogam. Senyawa
tersusun atas dua unsur atau lebih dengan
perbandingan yang tetap. Sifat senyawa
berbeda dengan unsur-unsur penyusunnya.
Campuran tersusun atas dua zat atau lebih
dengan perbandingan tidak tetap. Sifat
zat-zat penyusunnya masih ada dalam
campurannya.

Kata Kunci


atom
heterogen
homogen

rumus senyawa
molekul

Apa yang Kamu Peroleh Setelah Mempelajari Bab Ini?


Setelah mempelajari materi tentang Unsur, Senyawa, dan Campuran, kamu tentu
dapat merasakan manfaatnya, seperti kamu dapat membedakan unsur, senyawa, dan
campuran serta menyebutkan beberapa kegunaannya. Jelaskan olehmu manfaat lainnya
yang kamu rasakan setelah mempelajari materi tersebut. Selain itu, bagian mana yang
belum kamu pahami? Coba tuliskan di buku catatanmu dan konsultasikan hasilnya
dengan gurumu.

Unsur, Senyawa, dan Campuran

53

Uji Kompetensi Bab 2


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1. Besi, gas oksigen, air, garam, sirup, dan kecap
termasuk ....
a. unsur
c. campuran
b. senyawa
d. materi
Alasan:
2. Air, garam dapur, gula pasir, dan urea ter
masuk ....
a. unsur
c. campuran
b. senyawa
d. materi
Alasan:
3. Bagian terkecil dari unsur disebut ....
a. atom
c. materi
b. molekul
d. partikel
Alasan:
4. Partikel terkecil dari air adalah ....
a. atom
c. unsur
b. molekul
d. materi
Alasan:
5. Penulisan lambang unsur yang sekarang
digunakan berdasarkan pada lambang unsur
usulan ....
a. Alkimia
c. Berzelius
b. Dalton
d. Lavoisier
Alasan:
6. Lambang unsur nitrogen adalah ....
a. N
c. Na
b. P
d. Nt
Alasan:
7. Lambang unsur klorin adalah ....
a. K
c. Kl
b. Cl
d. Cr
Alasan:
8. P merupakan lambang untuk unsur ....
a. platina
c. fosfor
b. karbon
d. natrium
Alasan:

54

9. Cu merupakan lambang untuk unsur ....


a. karbon
c. kalsium
b. magnesium
d. tembaga
Alasan:
10. Lambang unsur seng adalah ....
a. Sn
c. Se
b. Zn
d. Zi
Alasan:
11. Kita menghirup udara karena tubuh me
merlukan gas oksigen. Rumus kimia gas
oksigen adalah ....
a. O
c. O3
b. O2
d. CO
Alasan:
12. Garam dapur akan memberikan rasa asin
pada masakan. Rumus kimia garam dapur
adalah ....
a. CO2
c. NH3
b. NaCl
d. H2O
Alasan:
13. Gas yang sangat berbahaya dari asap ken
daraan bermotor adalah karbon monoksida
yang memiliki rumus kimia ....
a. CO2
c. CO
b. NO
d. NO2
Alasan:
14. Senyawa dengan rumus kimia CO2 memiliki
nama ....
a. karbon monoksida
b. karbon dioksida
c. karbon bioksida
d. karbon dioksida
Alasan:

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

15. Gula pasir mengandung unsur-unsur ....


a. karbon, hidrogen, dan boron
b. karbon, aluminium, dan oksigen
c. karbon dan oksigen
d. karbon, oksigen, dan hidrogen
Alasan:
16. Jika gas hidrogen dicampurkan dengan gas
oksigen, akan terbentuk materi yang ber
wujud cair dan bening yang sifatnya berbeda
dengan gas hidrogen dan gas oksigen. Materi
tersebut adalah ....
a. unsur
b. senyawa
c. larutan
d. campuran heterogen
Alasan:
17. Zat berwujud kristal padat dan berasa manis
dicampurkan dengan zat lain yang berwujud
cair, bening, dan tidak berasa. Pencampuran
tersebut menghasilkan materi berwujud cair,
merata, dan berasa manis. Materi tersebut
adalah ....
a. unsur
b. senyawa

c. larutan
d. campuran heterogen
Alasan:
18. Garam dapur sebanyak 25 g dicampurkan dengan 100 g air, lalu diaduk hingga
terbentuk larutan garam. Kadar garam
tersebut adalah ....
a. 10%
c. 20%
b. 15%
d. 25%
Alasan:
19. Cuka mengandung kadar asam asetat sebesar
5%. Artinya, dalam setiap 300 mL larutan
cuka terdapat asam asetat murni (glasial)
sebanyak ....
a. 5 mL
c. 10 mL
b. 7 mL
d. 15 mL
Alasan:
20. Kamu memiliki gula pasir sebanyak 500 g
dan akan dibuat sirup dengan kadar 25%.
Air matang yang harus dicampurkan ke
dalam sirup sebanyak ....
a. 2.000 mL
b. 1.500 mL
c. 1.000 mL
d. 500 mL
Alasan:

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


1. Jelaskan mengapa besi disebut sebagai unsur.
2. Jika kamu menemukan unsur yang memiliki
nama Latin Californium, apakah lambang
dari unsur tersebut?

3. Jelaskan prinsip penamaan lambang unsur


menurut IUPAC.
4. Air laut merupakan campuran antara garam
dapur dan air. Tuliskan rumus kimia kedua
zat tersebut.

II. Uji Pemahaman IPA


Siswa kelas VII akan membuat sirup rasa


jeruk sebanyak 100 botol. Berat bersih
setiap botol adalah 800 g. Komposisi yang
digunakan adalah sebagai berikut.
gula pasir 40%;
pewarna 0,1%;

asam sitrat 3%;


zat pengharum 1%;
sisanya air.
Tentukan berat setiap bahan yang harus
ditimbang.

Unsur, Senyawa, dan Campuran

55

Mengukur Ketuntasan Belajar


Setelah kamu selesai menjawab pertanyaan pada Uji Kompetensi Bab ini, periksalah jawabanmu dengan
melihat kunci jawaban, bertanya pada guru, atau melihat kembali materi pada buku ini. Gunakan
rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajarmu.
Tingkat penguasaan =

Skor yang kamu peroleh


100%
Skor maksimal

Tingkat penguasaan yang kamu peroleh:


90% 100% Baik sekali
80% 89%
Baik
70% 79%
Cukup
< 69%
Kurang
Jika kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kamu telah tuntas mempelajari materi bab
ini dan dapat mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, jika tingkat penguasaan kamu kurang dari
80%, kamu harus mempelajari kembali materi bab ini, terutama bagian yang belum kamu kuasai.

Kata Bijak
Tidak ada apapun yang berharga di dunia ini dapat diperoleh tanpa usaha dan
kerja keras.
(Abedkar)

56

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab

Sumber: C

y (Mc
hemistr

Murry

), 200

Mengenal Asam, Basa, dan Garam


Manfaat Hasil Belajar
Agar dapat memahami klasifikasi zat, pada bab ini kamu harus mampu:
mengelompokkan sifat larutan asam, larutan basa, dan larutan garam melalui alat dan indikator yang tepat;
melakukan percobaan sederhana dengan bahan-bahan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah asam, basa,
dan garam. Pada bab ini, kamu akan mempelajari ketiga istilah
itu lebih jelas. Kamu akan mengetahui bahwa zat-zat kimia yang
ada di sekitarmu banyak sekali, ada yang bersifat asam, basa, atau
merupakan garam.
Dalam jeruk nipis, terdapat zat kimia yang disebut asam sitrat
yang bersifat asam. Yoghurt, kefir, dan asam cuka, dibuat dari
proses fermentasi dengan zat kimia yang bersifat asam.
Bagaimana dengan zat kimia yang bersifat basa? Adakah
contoh bahan-bahan yang bersifat basa di sekitarmu? Bagaimana
dengan bahan yang berupa garam? Dari namanya, kamu dapat
memperkirakan zat apa saja yang termasuk dalam golongan garam
ini. Namun, betulkah hanya garam dapur yang termasuk golongan
ini? Untuk mengetahuinya pelajarilah bab ini dengan baik.

57

Peta Konsep

Lakmus merah
Kertas indikator

identifikasi menggunakan

Indikator

yaitu

Lakmus biru
Kulit manggis

terdiri
atas

Indikator alami

contohnya

Bunga kembang sepatu

diteteskan pada

Asam

Kertas lakmus merah


Kertas lakmus biru

Asam, Basa,
dan Garam

ciri-ciri

diteteskan pada

Basa

Kertas lakmus merah


Kertas lakmus biru

Garam

diteteskan pada

Kertas lakmus merah


Kertas lakmus biru

nilai pH

pH meter

Uji Kompetensi Awal


Sebelum mempelajari bab ini,
kerjakanlah soal-soal berikut.
1. Tuliskan bahan-bahan
alam yang mengandung
senyawa asam.
2. Tuliskan contoh-contoh
bahan yang mengandung
senyawa basa.
3. Tuliskan contoh-contoh
bahan yang mengandung
senyawa garam.

58

menjadi

Merah
Merah

menjadi

Biru

menjadi
menjadi

Biru
Merah

menjadi

Biru

Asam 1 < pH < 7

Indikator universal
ditentukan PH-nya dengan

menjadi

Basa 7 < pH < 14


Garam pH = 7

Identifikasi Senyawa Asam,


Basa, dan Garam

Apa yang kamu ketahui tentang hidrogen klorida (HCl), natrium


hidroksida (NaOH), dan natrium klorida (NaCl)? Hidrogen
klorida adalah senyawa asam yang lebih dikenal dengan nama asam
klorida. Natrium hidroksida adalah senyawa basa, juga dikenal
sebagai soda api. Adapun natrium klorida merupakan senyawa
garam yang lebih dikenal sebagai garam dapur. Bagaimana cara
membedakan antara senyawa asam, basa, dan garam?

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Gambar 3.1
Contoh bahan-bahan yang bersifat
asam dan basa
Air jeruk

Pembersih lantai

Aki

Dapatkah kamu menyebutkan sifat


bahan-bahan itu?

Sumber: Chemistry (Fullick), 2000

Untuk membedakan ketiga sifat senyawa tersebut, digunakan


suatu indikator. Indikator asam basa merupakan senyawa kimia
yang dapat berubah warna saat ditetesi zat yang bersifat asam atau
basa. Indikator asam basa dapat berupa kertas lakmus merah dan
biru, indikator alami, atau pH meter.
(a)

(b)

Gambar 3.2
Indikator asam basa;
(a) indikator alami dan
(b) indikator kertas lakmus.

Sumber: Indonesian Heritage: Plants, 1996 dan Science Discovery, 2000

1. Indikator Alami
Kamu dapat menentukan sifat asam atau basa suatu zat dengan
menggunakan indikator bahan alam. Bahan-bahan alam,
seperti kulit manggis, kunyit, dan bunga kembang sepatu dapat
digunakan sebagai indikator alami. Caranya, bahan-bahan tersebut
dihaluskan dan diberi air sehingga diperoleh ekstrak bahan alam
sebagai indikator alami.
Ekstrak kunyit yang dilarutkan dalam air pada keadaan netral
akan berwarna kuning. Jika ditetesi larutan asam, warna kuning
tersebut akan berubah menjadi kuning cerah. Jika ditetesi larutan
basa, warna kuning itu berubah menjadi jingga kecokelatan.
Ekstrak kulit manggis pada keadaan netral berwarna ungu.
Jika ditetesi larutan asam, warna ungu berubah menjadi cokelat
kemerahan. Jika ditetesi larutan basa, akan berubah menjadi biru
kehitaman.
Bunga kembang sepatu yang digerus dan ditambah sedikit
air pada keadaan netral akan berwarna merah. Jika sudah kering
akan berwarna cokelat sedikit ungu. Jika ditetesi larutan asam,
ekstrak bunga kembang sepatu akan berwarna merah cerah, dan
berwarna hijau jika ditetesi larutan basa.

Mengenal Asam, Basa, dan Garam

59

Ekstrak kubis ungu juga dapat digunakan untuk menentukan


sifat suatu larutan. Bahkan, kubis ungu akan memperlihatkan
perubahan warna sesuai kekuatan sifat asam maupun sifat basa.
Jika ekstrak kubis ungu diteteskan dalam larutan asam, basa, atau
netral, akan menghasilkan berbagai macam warna sesuai kekuatan
asam/basanya. Perhatikan Tabel 3.1 berikut.

(a)

Tabel 3.1 Warna Ekstrak Kubis Ungu dalam Larutan Asam, Basa,
dan Netral

(b)
Sumber: Indonesian Heritage:
Plants, 1996

Gambar 3.3
Contoh indikator alami:
(a) kulit manggis, dan
(b) bunga kembang sepatu

Dari Tabel 3.1, terlihat bahwa ekstrak kubis ungu memberikan warna yang berbeda dalam berbagai tingkat keasaman.
Warna ekstrak kubis ungu berubah dari ungu menjadi merah tua
di dalam larutan asam kuat. Di dalam larutan basa kuat, akan
berwarna kuning. Untuk lebih memahami cara menentukan
sifat asam atau basa suatu zat, lakukanlah Kegiatan Ilmiah 3.1
berikut.

Kegiatan Ilmiah 3.1


Tujuan
Menentukan sifat asam dan basa dengan menggunakan kunyit
sebagai indikator alami
Alat dan Bahan
Pisau, gelas, larutan soda kue, larutan detergen, dan kunyit
Langkah Kerja
1. Irislah kunyit dengan menggunakan pisau. Masukkan kunyit
hasil irisan ke dalam air hangat dan amatilah ekstrak kunyit
tersebut. Ekstrak kunyit yang dihasilkan merupakan indikator
alami.
2. Masukkan larutan soda kue dan larutan detergen ke dalam
gelas bening yang berbeda.
3. Pada masing-masing gelas tambahkan beberapa tetes larutan
indikator yang diperoleh dari cara kerja no.1.
4. Amati perubahan warna pada larutan soda kue dan larutan
detergen.

60

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

5. Tuliskan hasil pengamatanmu pada tabel seperti berikut pada


buku latihanmu.

Pertanyaan
1. Apa warna ekstrak kunyit?
2. Apa warna larutan soda kue setelah ditambah ekstrak
kunyit?
3. Apa warna larutan detergen setelah ditambah ekstrak
kunyit?
4. Bagaimanakah sifat larutan soda kue dan larutan detergen?

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
http://id.wikipedia.org
www.chem.is.try.org
www.chemistry4kid.com

2. Indikator Kertas Lakmus


Indikator kertas lakmus merupakan senyawa kimia yang
dikeringkan pada kertas. Ada dua warna kertas lakmus, yaitu
warna merah dan biru. Untuk mengetahui sifat asam, basa, dan
garam dengan menggunakan kertas lakmus, lakukanlah kegiatan
berikut.

Kegiatan Ilmiah 3.2


Tujuan
Membedakan sifat asam, basa, dan garam dari suatu larutan
Alat dan Bahan
Pelat tetes, pipet tetes, kertas lakmus merah, kertas lakmus biru,
larutan soda api, air aki, larutan cuka, air kapur, dan larutan garam
dapur
Langkah Kerja
1. Letakkan lakmus merah dan lakmus biru dalam pelat tetes.
2. Teteskan setiap larutan yang telah kamu siapkan ke dalam
masing-masing kertas lakmus (terpisah).
Berhati-hatilah terhadap air aki. Jika terkena kulit akan
terasa gatal. Gunakan sarung tangan karet jika kamu perlu
menuangkannya.

Soal Persiapan UN
Pada suatu larutan
dimasukkan kertas lakmus.
Ternyata, lakmus merah
tetap merah dan lakmus
biru tetap biru. Larutan
tersebut adalah ....
a. NaOH

c. NaCl

b. KOH

d. HCl

Pembahasan
Larutan yang tidak
mengubah warna lakmus
merah dan biru adalah
larutan yang bersifat
netral. Larutan NaOH dan
KOH adalah larutan yang
bersifat basa. Larutan
HCl adalah larutan yang
bersifat asam. Adapun
NaCl, merupakan suatu
garam yang bersifat netral.
Jawaban: C

3. Amati perubahan warna kertas lakmus.


4. Tuliskan hasil pengamatanmu pada tabel seperti berikut pada
buku latihanmu.

Mengenal Asam, Basa, dan Garam

61

Gambar 3.4
Skema Kegiatan Ilmiah 3.2

Uji Sikap

Pertanyaan
1. Pada saat penambahan larutan apa saja lakmus merah berubah
warna?
2. Pada saat penambahan larutan apa saja lakmus biru berubah
warna?
3. Menurutmu, kertas lakmus warna apa yang digunakan untuk
mendeteksi sifat asam dan kertas lakmus warna apa untuk sifat
basa?
4. Buatlah kesimpulan dari kegiatan tersebut dan laporkan
hasilnya pada gurumu.

Kamu sudah mengetahui larutan-larutan yang dapat


mengubah warna kertas lakmus. Akan tetapi, apakah kamu sudah
mengetahui manakah larutan yang yang termasuk kelompok asam,
basa, atau garam? Perhatikan tabel yang menunjukkan perubahan
warna kertas lakmus berikut.
Tabel 3.2 Perubahan Warna Kertas Lakmus pada Beberapa Larutan

Air adalah sumber kehidupan,


setiap makhluk hidup
memerlukan air untuk
bertahan hidup. Salah satu
sumber air adalah sungai.
Bagaimana sikapmu jika air
sungai di sekitar rumahmu
dapat memerahkan kertas
lakmus biru?

Dari data tersebut, larutan yang dapat mengubah kertas


lakmus biru menjadi merah adalah asam klorida dan cuka. Jadi,
asam klorida dan cuka dapat memerahkan kertas lakmus biru
sehingga kedua larutan tersebut bersifat asam. Adapun larutan soda
api dan air kapur dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi
biru. Jadi, kedua larutan tersebut dapat membirukan kertas lakmus
merah sehingga kedua larutan itu bersifat basa.
Bagaimana dengan air minum dan larutan garam dapur? Air
minum dan larutan garam dapur tidak mengubah warna kertas
lakmus. Jadi, dapat disimpulkan bahwa air minum dan larutan
garam dapur bersifat netral.
Selain larutan-larutan tersebut, di sekitarmu tentu masih
banyak larutan yang belum diketahui sifat asam atau basanya.
Untuk lebih mengenal sifat-sifat larutan di sekitarmu, lakukanlah
Kegiatan Ilmiah 3.3 berikut.

62

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Kegiatan Ilmiah 3.3


Tujuan
Mengelompokkan larutan di sekitar berdasarkan sifatnya (asam,
basa, atau garam)
Alat dan Bahan
Kertas lakmus merah, kertas lakmus biru, air jeruk nipis, air sabun
mandi, air aki, yoghurt, minuman bersoda, air kapur, air teh dalam
kemasan (botol atau karton), dan larutan detergen
Langkah Kerja
1. Celupkan kertas lakmus merah dan lakmus biru ke dalam
setiap larutan.
Berhati-hatilah terhadap air aki. Jika terkena kulit akan
terasa gatal. Gunakan sarung tangan karet jika kamu perlu
menuangkannya.

Gambar 3.5
Skema Kegiatan Ilmiah 3.3

2. Catat perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus.


3. Setelah mengetahui perubahan warna kertas lakmus, tentukan
sifat larutan-larutan tersebut.
4. Tuliskan hasilnya pada buku latihanmu seperti tabel
berikut.

Pertanyaan
1. Larutan-larutan mana saja yang bersifat asam?
2. Larutan-larutan mana saja yang bersifat basa?

Uji Pemahaman Konsep 3.1


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Jelaskan pengertian indikator asam-basa
dan tuliskan jenis-jenisnya.
2. Bagaimana cara penentuan sifat suatu
larutan menggunakan indikator alami?
3. Buah x dihaluskan dan ditambahkan air.
Ekstrak buah tersebut diteteskan pada

kertas lakmus merah dan kertas lakmus


biru. Ternyata, kertas lakmus biru berubah
menjadi merah dan lakmus merah tetap
merah. Apakah sifat dari buah tersebut?

Mengenal Asam, Basa, dan Garam

63

Kelompok Senyawa Asam, Basa,


dan Garam

1. Ciri Senyawa Asam

Fakta
Ilmiah
Ada dua proses
pembuatan asam sulfat,
yaitu proses kamar timbel
dan proses kontak. Seiring
dengan perkembangan
teknologi, ternyata yang
lebih menguntungkan
adalah proses kontak.
Proses ini menggunakan
vanadium oksida sebagai
katalis. Kepekatan asam
sulfat yang dihasilkan pada
proses ini dapat mencapai
98%, bahkan 100%.

Jika larutan hidrogen klorida diteteskan pada kertas lakmus


biru, kertas itu akan berubah menjadi merah. Berarti, hidrogen
klorida bersifat asam. Begitu juga jika air aki diteteskan pada
lakmus biru. Lakmus biru akan berubah menjadi merah. Air aki
mengandung asam sulfat yang bersifat asam. Jadi, kedua senyawa
tersebut memiliki sifat yang sama, yaitu asam. Apa ciri senyawa
yang bersifat asam?
Jika hidrogen klorida (HCl) dilarutkan dalam air, senyawa
itu akan terurai membentuk ion H+ dan Cl. Persamaan reaksinya
dapat dituliskan sebagai berikut.
terurai
HCl(cair) + H2O(cair) menjadi

Asam klorida

Air

ion H+(larutan) + ion Cl(larutan)

Senyawa asam sulfat (H2SO4) jika dilarutkan dalam air


akan terurai membentuk ion H+ dan SO42-. Persamaan reaksinya
dituliskan sebagai berikut.
terurai
H2SO4(cair) + H2O(cair) menjadi

Asam sulfat

air

2 ion H+(larutan) + ion SO42(larutan)

Dapatkah kamu melihat persamaan dari kedua persamaan


reaksi tersebut? Dari kedua hasil penguraian tersebut, diperoleh
ion yang sama, yaitu H+. Hidrogen yang bertanda positif itu
disebut ion hidrogen. Jadi, ciri senyawa yang bersifat asam adalah
menghasilkan ion H+ jika dilarutkan dalam air.
Ion H+ pada kedua senyawa tersebut berasal dari atom H
yang terdapat di dalamnya. Contoh rumus kimia senyawa lain
yang bersifat asam, yaitu asam nitrat (HNO3), asam sulfida (H2S),
dan asam asetat/asam cuka (CH3COOH).
Tabel 3.3 Contoh-Contoh Asam dalam Kehidupan Sehari-hari

64

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

2. Ciri Senyawa Basa


Jika larutan natrium hidroksida diteteskan pada kertas lakmus
merah, lakmus akan menjadi biru. Dari perubahan warna
lakmus ini, bagaimana sifat natrium hidroksida? Larutan natrium
hidroksida bersifat basa. Begitu pula jika larutan air kapur
diteteskan pada kertas lakmus merah. Kertas lakmus akan berubah
menjadi berwarna biru. Air kapur mengandung senyawa kalsium
hidroksida yang bersifat basa. Jadi, larutan natrium hidroksida
dan larutan kalsium hidroksida memiliki suatu kesamaan, yaitu
bersifat basa. Apa ciri senyawa yang bersifat basa?
Natrium hidroksida (NaOH) jika dilarutkan dalam air akan
terurai membentuk ion Na+ dan ion OH. Persamaan reaksi
kimianya adalah sebagai berikut.
terurai
NaOH(cair) + H2O(cair) menjadi

Natrium

Air

ion Na+(larutan) + ion OH(larutan)

Bagaimana dengan kalsium hidroksida? Senyawa kalsium


hidroksida memiliki rumus kimia Ca(OH)2. Jika dilarutkan dalam
air, senyawa ini akan terurai sesuai dengan reaksi berikut.
terurai
Ca(OH)2(padat) + H2O(cair) menjadi


Kalsium hidroksida
Air
ion Ca2+(larutan) + ion OH(larutan)

Dapatkah kamu melihat ada hasil penguraian yang sama dari


kedua senyawa tersebut? Ion OH muncul pada kedua reaksi. Jadi,
ciri senyawa yang bersifat basa adalah menghasilkan ion OH jika
terurai dalam air. Contoh senyawa yang bersifat basa adalah kalium
hidroksida (KOH), barium hidroksida (Ba(OH)2), dan amonium
hidroksida (NH4OH).

Tantangan IPA
Science Quest
Akhir-akhir ini, beredar
berita tentang penggunaan
formalin dan boraks dalam
mi dan bakso.
Kemukakan pendapatmu,
apa yang harus
dilakukan pemerintah
dan masyarakat untuk
mengatasi hal ini?
We have heard news
about illegal using of
formaldehyde and borax in
meetballs and noodles.
Give your opinion, what
should the government
and people do in order to
solve this problem?

Tabel 3.4 Contoh-Contoh Basa dalam Kehidupan Sehari-hari

3. Ciri Senyawa Garam


Ketika larutan natrium klorida diteteskan pada kertas lakmus merah
atau biru, kedua kertas tidak akan berubah warna. Artinya, natrium
klorida (garam dapur) merupakan senyawa garam yang bersifat
netral. Begitu juga jika larutan kalium sulfat diteteskan pada kertas
lakmus merah dan biru. Apa ciri senyawa yang bersifat netral?

Mengenal Asam, Basa, dan Garam

65

Tokoh IPA

Senyawa natrium klorida memiliki rumus kimia NaCl,


sedangkan kalium sulfat memiliki rumus kimia K2SO4. Dapatkah
kamu menemukan perbedaan rumus kimia tersebut dengan
beberapa rumus kimia sebelumnya? Dalam air, kedua senyawa
itu akan mengalami reaksi sebagai berikut.
terurai
NaCl(padat) + H2O(cair) menjadi

Natrium

Air

ion Na+(larutan) + ion Cl(larutan)

terurai
K2SO4(padat) + H2O(cair) menjadi

Kalsium sulfat
Air
2 ion K+(larutan) + ion SO42(larutan)

Heinrich O. Wieland
(18771957)
Heinrich Otto Wieland
adalah warga Jerman yang
mencurahkan hidupnya
di bidang kimia. Wieland
memfokuskan penelitiannya
pada isolasi berbagai jenis
asam dan zat-zat yang terdapat
pada makhluk hidup seperti
jamur. Pada 1927, kerja keras
Wieland membuahkan hasil.
Penelitiannya mendapatkan
penghargaan berupa hadiah
Nobel.

Oleh karena tidak ada ion hidrogen (tidak ada H+), berarti
kedua senyawa itu tidak bersifat asam. Begitu pun dengan tidak
adanya ion hidroksil (tidak ada OH), berarti senyawa tersebut
tidak bersifat basa. Jika suatu senyawa tidak bersifat asam maupun
basa, senyawa itu disebut bersifat netral. Umumnya, senyawa
berupa garam bersifat netral. Contoh senyawa garam yang bersifat
netral, yaitu kalium klorida (KCl), natrium bromida (NaBr),
natrium nitrat (NaNO3), dan natrium sulfat (Na2SO4). Ada pula
garam yang bersifat asam dan basa, yang akan dibahas di SMA.
Tabel 3.5 Contoh-Contoh Garam dalam Kehidupan Sehari-hari

Sumber: www.ch.tum.de

Uji Pemahaman Konsep 3.2


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Jelaskan ciri-ciri senyawa yang bersifat asam
dan senyawa yang bersifat basa.
2. Berikut beberapa larutan senyawa yang
ditulis dalam rumus kimianya. Tentukan
perubahan pada kertas lakmus dan sifat
nya.

66

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Penentuan Skala Keasaman


dan Kebasaan

Kamu telah dapat menentukan sifat asam-basa suatu senyawa


dengan menggunakan kertas lakmus. Akan tetapi, kertas lakmus
tidak dapat membedakan kekuatan asam ataupun kekuatan basa
suatu larutan. Untuk menentukan kekuatan asam/basa dibuat
skala keasaman/skala kebasaan.

1. Skala Keasaman
Kekuatan asam pada suatu senyawa berbeda-beda. Ada yang
bersifat asam kuat, ada juga yang bersifat asam lemah. Contoh
senyawa yang memiliki sifat asam yang kuat adalah asam klorida
dan asam sulfat. Adapun senyawa yang kekuatannya lebih lemah,
contohnya asam asetat (asam cuka), asam sitrat (pada jeruk), dan
asam laktat (pada yoghurt). Kekuatan asam dapat ditentukan dari
skala keasamannya. Skala keasaman suatu senyawa dinyatakan
dengan pH (dibaca pe-ha). Nilai pH suatu senyawa berkisar antara
114. Untuk senyawa yang bersifat asam, nilai pH-nya lebih kecil
dari 7 (< 7).
Semakin kecil nilai pH pada kadar yang sama, semakin kuat
asam tersebut. Pada suatu asam yang sama, semakin kecil nilai
pH berarti semakin pekat larutan asam tersebut. Perhatikanlah
contoh berikut.
a. Pada kadar yang sama, larutan asam klorida memiliki nilai
pH = 1, sedangkan larutan asam cuka memiliki nilai pH =
3. Artinya, asam klorida lebih kuat dibanding asam cuka.
b. Larutan HNO3 memiliki nilai pH = 1 dan larutan HNO3
lainnya memiliki nilai pH = 3. Artinya, larutan HNO3 yang
memiliki nilai pH = 1 lebih pekat dibanding larutan HNO3
yang memiliki nilai pH = 3.

Semakin kecil nilai pH, sifat asam


semakin kuat

2. Skala Kebasaan
Senyawa natrium hidroksida bersifat basa kuat dan senyawa
amonium hidroksida bersifat basa lemah. Kekuatan basa dapat
ditentukan dari skala kebasaan yang juga dinyatakan dengan nilai
pH. Skala untuk senyawa yang bersifat basa adalah lebih besar
dari 7 (> 7).
7

10

11

12

13

14

netral semakin besar nilai pH, semakin kuat sifat basa

Mengenal Asam, Basa, dan Garam

67

7
netral

Semakin besar nilai pH pada kadar yang sama, semakin kuat


sifat basa pada zat tersebut. Pada basa yang sama, semakin besar nilai
pH, semakin pekat larutan basa itu. Perhatikan contoh berikut.
a. Pada kadar yang sama, larutan NaOH memiliki nilai pH
= 13, sedangkan larutan NH4OH memiliki nilai pH = 11.
Artinya, larutan NaOH merupakan basa yang lebih kuat
dibanding NH4OH.
b. Larutan KOH memiliki nilai pH = 13 dan larutan KOH
lainnya memiliki nilai pH = 10. Artinya, larutan KOH yang
memiliki nilai pH = 13 lebih kuat dibanding larutan KOH
yang memiliki nilai pH = 10.

3. Penentuan Nilai pH
Pengukuran nilai pH suatu larutan asam atau larutan basa dapat
dilakukan dengan menggunakan suatu indikator. Indikator
yang digunakan di antaranya larutan indikator, kertas indikator
universal, atau pH meter.

a. Larutan Indikator Asam-Basa


Larutan indikator asam-basa merupakan senyawa kimia yang
memiliki warna berbeda pada nilai pH yang berbeda. Sifat inilah
yang dimanfaatkan untuk menentukan nilai pH suatu larutan.
Perubahan warna dari larutan indikator memiliki rentang pH
tertentu. Rentang pH disebut juga trayek pH indikator.
Bagaimana cara menentukan nilai pH suatu larutan? Mulamula, suatu larutan indikator A diteteskan pada larutan yang akan
diukur (sampel), larutan itu akan berubah warna. Perubahan warna
ini dicocokkan dengan trayek pH, barulah diperoleh perkiraan
nilai pH dari indikator A. Umumnya, untuk memperoleh nilai
pH yang pasti, digunakan tiga jenis larutan indikator atau lebih.
Perhatikanlah Tabel 3.6 berikut.
Tabel 3.6 Trayek pH Beberapa Larutan Indikator

Penjelasan:
1. Indikator metil ungu: jika larutan memiliki nilai pH < 0,5,
warna menjadi kuning. Jika nilai pH > 1,5 maka warna
menjadi ungu.

68

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

2. Indikator metil kuning: jika larutan memiliki nilai pH < 2,


warna menjadi merah. Jika nilai pH > 3 maka warna menjadi
kuning.
3. Indikator brom timol biru: jika memiliki larutan nilai pH <
6,0, warna menjadi kuning. Jika nilai pH > 7,6 maka warna
menjadi biru.
4. Indikator alizarin kuning: jika larutan memiliki nilai pH <
10,1, larutan menjadi tidak berwarna. Jika nilai pH > 12
maka warna menjadi ungu.
Agar kamu lebih paham cara menentukan pH laruan
menggunakan larutan indikator, perhatikan contoh penentuan
pH larutan berikut.

Contoh Soal 3.1


Dari hasil pengujian pH suatu larutan dengan menggunakan beberapa
larutan indikator diperoleh data sebagai berikut.

Tentukan perkiraan nilai pH larutan tersebut.


Pembahasan:
Cara menentukan pH larutan adalah sebagai berikut.
1. Dengan menggunakan indikator metil jingga diketahui bahwa
larutan berwarna kuning. Artinya, pH larutan > 4,4.
2. Dengan menggunakan indikator fenolftalein diketahui bahwa
larutan berwarna merah. Artinya, pH larutan > 9,6.
3. Dengan menggunakan indikator alizarin kuning diketahui
bahwa larutan tidak berwarna. Artinya, pH larutan < 10,1.
Jadi, larutan tersebut memiliki nilai pH sekitar 9,6 sampai dengan
10,1 (mungkin 9,7; 9,8; 9,9; atau 10,0).

b. Kertas Indikator Universal


Kertas indikator universal dapat digunakan untuk menentukan
nilai pH suatu larutan. Kertas indikator universal memiliki empat
buah garis warna, kuning, hijau, jingga, dan jingga kecokelatan.
Kertas indikator tersebut dicelupkan pada larutan yang akan
ditentukan nilai pH-nya. Ketika sudah tercelup, warna-warna
pada kertas akan berubah. Keempat garis warna yang berubah
dicocokkan dengan skala pH dari 0 sampai 14 yang terdapat pada
kemasan kertas indikator.

Sumber: Science Discovery, 2000

Gambar 3.6
Kertas indikator universal

Mengenal Asam, Basa, dan Garam

69

Tabel 3.7 Urutan Warna pada Kertas Indikator Universal

Contoh Soal 3.2


Suatu larutan akan dianalisis pH-nya dengan menggunakan kertas
indikator universal. Ternyata, setelah kertas indikator universal di
celupkan ke dalam larutan, keempat garis warna berubah menjadi (dari
bawah): ungu, kuning, jingga, dan kecokelatan. Berapa nilai pH larutan
tersebut?
Pembahasan:
Setelah dicocokkan dengan warna pada tabel kemasan, hasil yang didapat
tersebut (dari bawah): ungu, kuning, jingga, dan jingga kecokelatan. Dari
data tersebut dapat disimpulkan bahwa pH larutan tersebut adalah 1.

Contoh Soal 3.3


Suatu larutan akan dianalisis pH-nya dengan menggunakan kertas
indikator universal. Ternyata, setelah kertas indikator universal dicelupkan
ke dalam larutan, keempat garis warna berubah. Warnanya menjadi (dari
bawah): kuning, biru, cokelat, dan cokelat ungu. Berapa nilai pH larutan
tersebut?
Pembahasan:
Setelah dicocokkan dengan warna pada tabel kemasan, hasil yang didapat
adalah (dari bawah): kuning, biru, cokelat, dan cokelat ungu. Dari data
tersebut dapat disimpulkan bahwa pH larutan tersebut adalah 13.
Sumber: Chemistry (Chang), 2002

Gambar 3.7
Pengukuran pH dengan pH meter
lebih akurat dibandingkan indikator
lainnya.

70

c. pH Meter
Penentuan nilai pH larutan yang lebih akurat dapat dilakukan
menggunakan pH meter. Elektrode pada pH meter dicelupkan
ke dalam larutan yang akan diperiksa. Harga pH larutan dapat
dilihat pada layar alat pengukur.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Uji Pemahaman Konsep 3.3


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Suatu larutan akan ditentukan nilai pH-nya
dengan menggunakan larutan indikator
asam-basa. Indikator yang digunakan yaitu
metil kuning menghasilkan warna kuning.
Kemudian, indikator brom kresol hijau menghasilkan warna kuning. Adapun dengan

indikator fenolftalein tidak berwarna. Dengan


menggunakan tabel trayek pH indikator,
perkirakan nilai pH larutan tersebut.
2. Apakah nilai pH dapat ditentukan dengan
kertas lakmus merah atau biru? Jelaskan.

Rangkuman
1. Identifikasi sifat asam, basa, dan garam
dapat menggunakan kertas lakmus (merah/
biru) atau indikator alami, yaitu ekstrak
kulit manggis, kunyit, dan bunga kembang
sepatu.
2. Larutan bersifat asam dapat memerahkan
kertas lakmus. Larutan bersifat basa dapat
membirukan kertas lakmus.
3. Senyawa asam adalah senyawa yang
menghasilkan ion hidrogen (H+) dalam air,
dan dalam rumus kimianya mengandung
atom H. Senyawa basa adalah senyawa
yang menghasilkan ion hidroksil (OH)

dalam air, dan dalam rumus kimianya


mengandung OH.
4. Skala keasaman dan kebasaan dapat
ditentukan dari nilai pH. Senyawa yang
bersifat asam memiliki nilai pH < 7,
sedangkan senyawa yang bersifat basa
memiliki nilai pH > 7. Asam semakin
kuat jika nilai pH-nya semakin kecil,
sedangkan basa semakin kuat jika nilai
pH-nya semakin besar.
5. Nilai pH dapat ditentukan dengan
indikator asam-basa, kertas indikator
universal, dan pH meter.

Kata Kunci





air kapur
alizarin kuning
asam
basa
brom kresol biru
brom kresol hijau

fenolftalein
garam
indikator universal
ion
kertas lakmus
metil jingga

metil kuning
metil ungu
pH
pH meter
soda api

Apa yang Kamu Peroleh Setelah Mempelajari Bab Ini?


Setelah mempelajari materi tentang Asam, Basa, dan Garam, kamu tentu dapat
merasakan manfaatnya, seperti mengidentifikasi sifat asam, basa, atau garam suatu
zat. Jelaskan olehmu manfaat lainnya yang kamu rasakan setelah mempelajari materi
tersebut. Selain itu, bagian mana yang belum kamu pahami? Coba tuliskan di buku
catatanmu dan konsultasikan hasilnya dengan gurumu.

Mengenal Asam, Basa, dan Garam

71

Uji Kompetensi Bab 3


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1. Berikut ini yang bersifat basa adalah ....
a. cuka
c. jeruk nipis
b. sabun
d. air aki
Alasan:
2. Lakmus yang digunakan untuk mengidentifikasi larutan asam atau basa memiliki
dua warna, yaitu ....
a. merah dan hitam
b. hijau dan kuning
c. biru dan hitam
d. merah dan biru
Alasan:
3. Berikut ini cara yang dilakukan untuk
mengetahui sifat asam atau basa pada larutan,
kecuali ....
a. menggunakan kertas lakmus merah
b. menggunakan kertas lakmus biru
c. menggunakan indikator alami
d. dicicipi
Alasan:
4. Larutan berikut yang dapat mengubah warna
kertas lakmus merah menjadi biru adalah ....
a. Sr(OH)2
c. HNO3
b. H2SO4
d. KBr
Alasan:
5. Ekstrak kunyit pada keadaan asam akan
berwarna kuning cerah, sedangkan pada
keadaan basa berwarna jingga kecokelatan.
Untuk membuat nasi kuning, pada rendaman nasi dan ekstrak kunyit sebaiknya
ditambahkan perasan ....
a. air jahe
c. jeruk nipis
b. air garam
d. air kapur
Alasan:
6. Suatu senyawa dalam air menghasilkan ion
hidroksil. Larutan tersebut bersifat ....

72

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

a. asam
c. netral
b. basa
d. garam
Alasan:
Senyawa berikut yang menghasilkan ion
hidroksil dalam air adalah ....
a. asam sitrat
c. soda api
b. asam sulfat
d. asam laktat
Alasan:
Nilai pH < 7 menandakan suatu larutan ber
sifat ....
a. asam
c. netral
b. basa
d. garam
Alasan:
Larutan garam atau air yang bersifat netral
memiliki nilai pH sebesar ....
a. 2
c. 7
b. 4
d. 10
Alasan:
Nilai pH yang mungkin untuk air aki
(H2SO4) adalah ....
a. 2
c. 10
b. 7
d. 12
Alasan:
Di antara larutan berikut, yang dapat
mengubah kertas lakmus merah menjadi biru
adalah ....
a. larutan H2SO4
b. larutan KOH
c. larutan HCl
d. larutan HNO3
Alasan:
Larutan yang tidak mengubah warna kertas
lakmus adalah ....
a. larutan NaOH
b. larutan KCl
c. larutan HCl
d. larutan Ca(OH)2
Alasan:

13. Suatu larutan dibuat dari ekstrak buah.


Ketika diuji dengan kertas lakmus biru, kertas
lakmus berubah warna menjadi merah. Sifat
buah tersebut adalah ....
a. basa
c. asam
b. netral
d. manis
Alasan:
14. Salah satu ciri senyawa yang bersifat basa
adalah menghasilkan ion ... dalam air.

a. hidrogen
c. natrium
b. hidroksil
d. klorida
Alasan:
15. Bahan berikut yang memiliki nilai pH > 7
adalah ....
a. air kapur
c. air jeruk
b. yoghurt
d. asam jawa
Alasan:

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


1. Tuliskan indikator alami untuk identifikasi
larutan asam atau basa.
2. Jelaskan apa yang terjadi jika larutan yang
bersifat asam dilarutkan dalam air.
3. Jelaskan bagaimana menentukan nilai pH
larutan menggunakan indikator universal.

4. Bagaimana cara menentukan keasaman dan


kebasaan pada suatu larutan?
5. Trayek pH indikator metil merah sebesar 4,2
6,3 dengan perubahan warna merahkuning.
Jika larutan x memiliki nilai pH sebesar 12,
tentukan warna larutan indikator tersebut.

II. Uji Pemahaman IPA


1. a.

b.

Lengkapilah tabel berikut.

Dari tabel tersebut, buatlah diagram


batang yang menunjukkan jumlah zat
yang bersifat asam, basa, dan netral.
2. Air pada suatu sungai akan ditentukan nilai
pH-nya dengan menggunakan kertas indikator
universal. Ternyata, setelah kertas indikator

universal dicelupkan ke dalam larutan, keempat garis warnanya berubah menjadi (dari
bawah): kuning, biru, cokelat muda, dan
jingga kecokelatan. Dengan menggunakan
tabel skala pH kertas indikator universal,
tentukan nilai pH larutan tersebut.

Mengenal Asam, Basa, dan Garam

73

Mengukur Ketuntasan Belajar


Setelah kamu selesai menjawab pertanyaan pada Uji Kompetensi Bab ini, periksalah jawabanmu dengan
melihat kunci jawaban, bertanya pada guru, atau melihat kembali materi pada buku ini. Gunakan
rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajarmu.
Tingkat penguasaan =

Skor yang kamu peroleh


100%
Skor maksimal

Tingkat penguasaan yang kamu peroleh:


90% 100% Baik sekali
80% 89%
Baik
70% 79%
Cukup
< 69%
Kurang
Jika kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kamu telah tuntas mempelajari materi bab
ini dan dapat mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, jika tingkat penguasaan kamu kurang dari
80%, kamu harus mempelajari kembali materi bab ini, terutama bagian yang belum kamu kuasai.

Kata Bijak
Nilai setiap manusia terlihat dalam hasil karyanya.
(Ali bin Abi Thalib)

74

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab

Sumber: ww

s
w.photo

eek.c

om

Massa Jenis dan Sifat Zat


Manfaat Hasil Belajar
Agar dapat memahami wujud zat dan perubahannya, kamu harus mampu:
Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan wujud zat dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, dan
Mendeskripsikan konsep massa jenis dalam kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kamu melihat gunung es di film-film atau televisi?


Mengapa gunung es yang terlihat begitu besar dapat meng
ambang di atas permukaan air laut? Fenomena yang terjadi
tersebut diakibatkan perbedaan massa jenis zat.
Zat dapat berada dalam tiga keadaan, yaitu padat, cair, dan
gas. Dalam kehidupan sehari-hari, kamu dapat mengamati bahwa
es yang padat dapat mencair, air akan menguap jika dipanaskan.
Uap air di udara dapat pula mengembun menjadi air kembali.
Embun di daun pada pagi hari merupakan contoh akibat dari
proses perubahan wujud zat.
Secara fisis, terdapat perbedaan sifat antara suatu zat dan
zat yang lain. Bagaimana cara mengetahui bahwa jenis suatu
zat berbeda dengan jenis zat yang lain? Untuk mengetahuinya,
pelajari bahasan berikut secara saksama.

75

Peta Konsep

Zat
partikel-partikelnya dapat
mengalami

dapat dibedakan
berdasarkan

Adhesi

Massa jenis (r)

Kohesi

perumusannya

terdiri atas

menyebabkan

r=m
V
Meniskus
cekung

Meniskus
cembung

sifatnya

Jarak antarpartikel rapat


Partikel penyusun teratur
Volume tetap

Uji Kompetensi Awal


Sebelum mempelajari bab ini,
kerjakanlah soal-soal berikut.
1. Ada berapa wujud zat yang
kamu ketahui? Sebutkan
dan berikan contoh.
2. Sebutkan perbedaan sifat
zat padat, zat cair, dan zat
gas.
3. Sebutkan persamaan sifat
zat padat, zat cair, dan zat
gas.
4. Ada berapa macam
perubahan wujud zat?
Jelaskan.
5. Apa yang kamu ketahui
tentang kapilaritas?

76

Gas

Cair

Padat

sifatnya

sifatnya

Jarak antarpartikel
kurang rapat

Jarak antarpartikel
sangat renggang

Menempati ruang

Menempati ruang

Volume tetap

Volume sesuai dengan


ruang

Massa Jenis Zat

Pernahkah kamu mengangkat kayu dan besi yang ukurannya


sama? Manakah yang kamu rasakan lebih berat? Tentu kamu
merasakan besi lebih berat daripada kayu. Hal ini terjadi karena
kayu dan besi memiliki massa jenis yang berbeda walaupun
ukurannya sama. Penyusun besi lebih rapat dibandingkan
penyusun kayu. Tingkat kerapatan penyusun setiap benda
dinamakan massa jenis.
Secara matematis, perumusan massa jenis adalah per
bandingan massa benda dengan volume yang dimilikinya.

r=

m

V

dengan: r (rho) = massa jenis (kg/m3)



m
= massa zat (kg)

V
= volume zat (m3)

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

(4.1)

Satuan massa jenis dapat juga ditulis dalam g/cm3.


1.000 g
1 kg/m3 =
= 0,001 g/cm3
1.000.000 cm 3
Dari persamaan 4.1, terlihat bahwa untuk zat yang
sejenis, nilai perbandingan massa dan volumenya selalu sama.
Bagaimana dengan zat yang tidak sejenis? Apakah massanya
sama jika volumenya sama? Pada Tabel 4.1 ditampilkan massa
jenis (r) beberapa zat, yang dinyatakan dalam sistem Satuan
International.
Tabel 4.1 Massa Jenis Berbagai Zat

Tantangan IPA
Science Quest
Botol dan gelas minum
yang tebal terkadang
pecah jika diisi air
mendidih. Dapatkah kamu
menjelaskan peristiwa
tersebut?
The bottle and thick glass
beaker sometimes crack
if boiling water is put in
them. Can you explain how
this could happen?

Gambar 4.1
Sumber: Contemporary College Physics, 1992

Kayu dan besi memiliki massa jenis


yang berbeda meskipun volumenya
sama.
Apa yang menyebabkan
perbedaan massa jenis tersebut?

Tugas
Untuk lebih memahami massa jenis zat, lakukan kegiatan berikut secara berkelompok. Kumpulkan
beberapa jenis benda yang ada di sekitarmu, seperti balok kayu atau pipa besi. Ukurlah volume dan
massanya, kemudian cari massa jenis kayu atau besi tersebut. Apakah hasil yang kamu peroleh sama
seperti keterangan pada Gambar 4.1. Laporkan hasilnya kepada gurumu.

Bagaimana cara menentukan massa jenis zat padat dan zat


cair? Untuk menentukan massa jenis zat padat dan zat cair,
kamu cukup mengukur massa dan volumenya. Jika zat padat
memiliki bentuk yang teratur, volumenya lebih mudah diukur.
Akan tetapi, bagaimana mengukur massa jenis zat padat yang
bentuknya tidak beraturan dan mengukur massa jenis zat cair?
Untuk lebih jelasnya, lakukanlah Kegiatan Ilmiah 4.1 berikut.

Massa Jenis dan Sifat Zat

77

Kegiatan Ilmiah 4.1

V2
V1

Gambar 4.2
Mengukur volume batu.

Tujuan
Menentukan massa jenis zat padat yang bentuknya tidak teratur
Alat dan Bahan
Sebuah batu, neraca tiga lengan, gelas ukur, dan air
Langkah Kerja
1. Ukurlah massa batu menggunakan neraca tiga lengan.
2. Isilah gelas ukur dengan air sampai ketinggian tertentu,
kemudian nyatakan sebagai V1.
3. Masukkan batu ke dalam gelas ukur. Akibatnya, air dalam
gelas ukur akan naik sampai volume V2.
Pertanyaan
1. Hitunglah volume batu dari selisih ketinggian air dalam gelas
ukur, dengan cara:

Vbatu = V2 V1
2. Hitunglah massa jenis batu tersebut. Tentukan pula massa
jenis zat padat lainnya yang bentuknya tidak teratur (minimal
3 jenis zat padat).
3. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Kegiatan Ilmiah 4.2

Gambar 4.3
Mengukur massa dan volume zat
cair.

Tujuan
Menentukan massa jenis zat cair
Alat dan Bahan
Gelas ukur, neraca tiga lengan, dan air
Langkah Kerja
1. Timbanglah gelas ukur kosong menggunakan neraca tiga
lengan, kemudian nyatakan hasilnya sebagai m1.
2. Isilah gelas ukur tersebut dengan air sampai mencapai volume
tertentu (V).
3. Ukurlah massa gelas ukur yang berisi air tersebut menggunakan
neraca tiga lengan, kemudian nyatakan sebagai m2.
Pertanyaan
1. Hitunglah massa air dari selisih antara m2 dan m1.
2. Hitunglah massa jenis air (r). Dengan cara yang sama,
tentukan pula massa jenis minyak tanah dan minyak
goreng.
3. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Apakah hasil perhitungan massa jenis yang kamu peroleh pada


Kegiatan Ilmiah 4.1 dan Kegiatan Ilmiah 4.2 ada yang mendekati
nilai pada Tabel 4.1?

78

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Contoh Soal 4.1


Hitung massa balok yang memiliki panjang 2,5 cm, lebar 2 cm,
tebal 2 cm, dan massa jenis 10.000 kg/m3.
Pembahasan:
2 cm
Diketahui: V = p t

V = 2,5 cm 2 cm 2 cm
2 cm
2,5 cm
= 10 cm3 = 0,000010 m3

r = 10.000 kg/m3
Maka, m = r V = (10.000 kg/m3)(0,000010 m3) = 0,1 kg.

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
www.fisikatujuh.blogspot.
com
www.id.answers.yahoo.
com/question

Uji Pemahaman Konsep 4.1


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Apakah yang dimaksud dengan massa
jenis?
2. Apakah pendapatmu mengenai pernyataan
berikut ini?

a. Massa jenis merupakan ciri khas suatu
zat.

b. Zat yang sama dapat memiliki massa
jenis yang berbeda jika volume zat
tersebut berbeda.

c. Satu kilogram kapas memiliki massa


jenis yang sama dengan 1 kg besi.
3. Massa jenis tembaga 8,920 kg/m3, sedang
kan massa jenis timbel 11,3 g/cm3. Manakah
yang memiliki massa jenis lebih besar?
4. Sebuah gelas ukur mula-mula diisi air
sampai ketinggian 45 mL. Setelah diisi
batu, air dalam gelas ukur tersebut naik
sampai 75 mL. Hitunglah massa jenis batu
jika diketahui massa batu 120 g.

Wujud Zat

Zat atau materi memiliki sifat-sifat tertentu yang berbeda dengan


sifat zat lainnya. Misalnya, sifat batu tentu berbeda dengan sifat
air. Demikian pula, wujud benda dapat berbeda dari wujud
benda lainnya. Sebagian besar benda di sekitarmu berada hanya
dalam satu wujud. Sebagai contoh, besi dan kayu yang ada di
sekitarmu hanya dijumpai berupa zat padat. Beda halnya dengan
besi dan kayu, air dapat berada dalam tiga wujud, yaitu padat,
cair, dan gas. Benarkah demikian?
Perhatikan lingkungan di sekitarmu. Seluruh isi Bumi terdiri
atas berbagai zat. Lapisan Bumi sebagian besar berwujud padat,
lautan adalah zat cair, dan udara merupakan campuran dari

Fakta
Ilmiah
Adanya zat lain di dalam
larutan mengubah titik
didih zat murni. Contohnya,
garam akan menyebabkan
es meleleh dengan
menurunkan titik lelehnya
dari 0C menjadi 20C.
Namun, menambahkan
garam ke dalam air akan
meningkatkan titik didih air.
Oleh karena itu, titik didihnya
menjadi di atas 100C.
Sumber: Ensiklopedia IPTEK, 2007

Massa Jenis dan Sifat Zat

79

Tokoh IPA

Oliver Evans
Sistem pendinginan artifisial
pertama didemonstrasikan
oleh William Cullen di
Universitas Glasgow,
pada 1748. Sayangnya,
Cullen tidak menggunakan
penemuannya untuk tujuan
praktis. Pada 1805, seorang
penemu Amerika, Oliver
Evans, merancang lemari
es pertama. Berdasarkan
rancangan Oliver Evans,
dibuatlah sebuah lemari es
untuk membuat es, yang
akan digunakannya untuk
mendinginkan udara.
Sumber: cybershopping.cbn.net.id

berbagai gas. Batu-batuan dan kayu termasuk zat padat karena


bentuk dan volumenya selalu tetap. Sirup dan air termasuk zat cair
karena dapat mengalir dengan mudah. Jika kamu menuangkan
air ke dalam suatu wadah, misalnya gelas, air akan memenuhi
setiap ruangan gelas. Selain itu, permukaannya juga selalu rata.
Berbeda dengan zat cair, gas memiliki sifat mudah menyebar
sehingga volume dan bentuknya berubah-ubah sesuai dengan
wadahnya. Gas juga dapat dipompakan ke dalam ruang yang
tertutup. Kamu tentu pernah meniup balon. Ingatkah kamu,
apa yang terjadi pada balon yang kamu tiup tersebut? Bagaimana
keadaan balon sebelum dan sesudah ditiup? Apa yang dapat
kamu simpulkan dari peristiwa tersebut?
Apakah semua zat dapat berubah wujud? Untuk membukti
kannya, kamu dapat mengamati benda-benda yang ada di
sekelilingmu. Pada pagi hari, sesekali kamu akan melihat kabut
di sekitarmu. Kemudian, kamu akan mendapati embun di daundaun. Embun di daun terjadi karena uap air yang terkandung
dalam kabut mengembun ketika cuaca menjadi panas. Ketika
kamu menjemur pakaian yang basah, lama-kelamaan pakaian
akan menjadi kering. Peristiwa tersebut dinamakan penguapan.
Contoh lainnya, yaitu ketika kamu menuangkan air ke
dalam gelas plastik, kemudian dimasukkan ke dalam freezer
lemari es. Akibatnya, air di dalam gelas tersebut akan berubah
menjadi es. Peristiwa tersebut dinamakan pembekuan. Untuk
lebih memahami perubahan wujud zat, lakukan Kegiatan Ilmiah
4.3 berikut ini.

Kegiatan Ilmiah 4.3


Gelas
kimia
Balok es
Penahan tiga
kaki

Pembakar
bunsen

Gambar 4.4

Tujuan
Mengamati perubahan wujud zat
Alat dan Bahan
Gelas kimia, pembakar bunsen, kaki tiga beserta kawat kasa, dan
beberapa balok kecil es
Langkah Kerja
1. Masukkan beberapa balok kecil es ke dalam gelas kimia.
2. Susunlah alat-alat seperti tampak pada Gambar 4.4.
3. Nyalakan pembakar bunsen, kemudian amati perubahan
wujud yang terjadi pada es.

Mengamati perubahan wujud zat.

80

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Berhati-hatilah terhadap api dan benda panas. Gunakan


sarung tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

Pertanyaan
1. Apa yang terjadi pada wujud es ketika pembakar bunsen
dinyalakan?
2. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu
lakukan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kamu dapat melihat


perubahan wujud zat lainnya. Misalnya, pada saat menyalakan
lilin. Lilin akan mencair, kemudian dengan cepat akan berubah
wujud kembali menjadi lilin padat. Contoh lainnya adalah kapur
barus yang disimpan di udara terbuka, lama-kelamaan akan
habis. Pada kapur barus tersebut terjadi perubahan wujud dari
padat menjadi gas yang disebut menyublim. Masih banyak lagi
peristiwa perubahan wujud zat lainnya di alam yang masih dapat
kamu amati.
Dari uraian tersebut dan kegiatan yang telah kamu lakukan,
terdapat beberapa perubahan wujud zat yang terjadi. Zat padat
dapat berubah wujud menjadi zat cair, zat cair dapat berubah
menjadi zat gas, dan sebagainya.

Sumber: Jendela Iptek, 1997

Gambar 4.5
Lilin yang mencair jika dipanaskan
merupakan contoh perubahan
wujud zat.
Dapatkah kamu memberi contoh
perubahan wujud zat lainnya?

Partikel-Partikel Zat

Suatu zat (misalnya, sebatang kapur tulis) dapat dibelah menjadi


potongan-potongan kecil. Kemudian, jika potongan-potongan
tersebut dibelah terus-menerus menjadi bagian yang sangat kecil,
akan didapatkan partikel-partikel dari zat tersebut.
Semua zat tersusun atas partikel-partikel yang sangat kecil
sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Partikelpartikel zat selalu bergerak dan tarik-menarik. Jika suatu benda
dipanaskan, gerak partikel-partikelnya akan semakin cepat.
Partikel-partikel inilah yang sebenarnya memengaruhi sifat zat
padat, cair, dan gas. Mengapa zat padat memiliki volume yang
tetap? Bandingkan dengan zat cair yang bentuknya selalu berubah.
Bandingkan pula dengan gas yang volume dan bentuknya selalu
berubah-ubah.
Hal tersebut terjadi karena letak dan susunan partikelpartikel zat padat, cair, dan gas berbeda. Di manakah letak
perbedaannya? Berikut akan dibahas sifat partikel-partikel zat.

Soal Persiapan UN
Sifat dari zat cair adalah ....
a. bentuk tetap, volume
berubah
b. bentuk dan volume tetap
c. bentuk dan volume
berubah
d. bentuk berubah, volume
tetap
(UN 2007)
Pembahasan
Ciri-ciri wujud zat padat,
cair, dan gas.

Jawaban: D

Massa Jenis dan Sifat Zat

81

1. Partikel Zat Padat

Gambar 4.6
Susunan partikel zat padat
Bagaimanakah bentuk gerakangerakan partikel tersebut?

Partikel-partikel zat padat tersusun teratur dan memiliki jarak


antarpartikel yang rapat. Partikel zat padat dalam pergerakannya
bergetar di sekitar kedudukan setimbangnya. Gerakan partikel
zat padat yang bergetar disebut gerakan vibrasional.
Gaya tarik-menarik antarpartikel ini sangatlah kuat sehingga
partikel tidak dapat bergerak secara bebas meninggalkan kedu
dukannya untuk berpindah tempat. Keadaan tersebut menye
babkan zat padat dapat mempertahankan bentuk dan volumenya
sehingga zat padat memiliki bentuk dan volume yang tetap.
Amatilah benda-benda padat yang ada di sekitarmu. Bagaimana
keadaan benda-benda tersebut?

2. Partikel Zat Cair

Gambar 4.7
Susunan partikel zat cair
Mengapa zat cair dapat mengalir
dengan mudah?

Gambar 4.8
Susunan partikel gas
Bagaimana bentuk dan volume gas
jika dipindahkan ke suatu tempat
yang ukurannya berbeda?

82

Pada zat cair, partikel-partikel penyusunnya berada pada posisi


yang kurang rapat dibanding dengan partikel zat padat. Hal
tersebut menyebabkan partikel-partikelnya dapat bergerak bebas
untuk berpindah tempat. Partikel yang tadinya hanya bergetar
pada kedudukan setimbangnya, sekarang dapat berpindah tem
pat. Pergerakan partikel-partikel ini dikenal dengan nama gerakan
translasional.
Pada zat cair, gaya tarik-menarik antarpartikelnya besar
sehingga partikel-partikel zat cair tidak dapat memisahkan diri
dari kelompoknya. Walaupun bentuk zat cair selalu berubah
sesuai dengan wadah yang ditempatinya, volumenya selalu tetap.
Ketika suatu zat padat (misalnya es) dipanaskan, gerak
partikelnya lebih cepat dan jarak antarpartikelnya semakin jauh.
Jika suhu terus dinaikkan, gaya tarik-menarik antarpartikel tidak
dapat lagi menahan partikel untuk tetap di tempatnya. Akibatnya,
partikel-partikel berpindah tempat. Dengan demikian, dapat
dikatakan bahwa zat padat (es) telah berubah wujud menjadi zat
cair (air).
Sebaliknya, ketika suhu diturunkan, gerak partikel akan
lebih lambat dan jarak antarpartikelnya semakin dekat. Misalnya,
jika zat cair disimpan dalam lemari es. Pada suhu tertentu, gaya
tarik-menarik antarpartikel dapat menahan partikel untuk tetap
di tempatnya. Pada saat itu, zat cair (air) telah berubah wujud
menjadi zat padat (es).

3. Partikel Gas
Gas adalah wujud zat yang tidak dapat mempertahankan
bentuk dan volumenya. Jarak antarpartikel gas sangat besar jika
dibandingkan dengan ukurannya. Oleh karena itu, gaya tarikmenarik antarpartikel gas tidak seperti pada zat padat dan cair.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Interaksi antarpartikel gas hanyalah berupa tumbukan.


Akibatnya, partikel-partikel gas dapat bergerak secara bebas
dengan kecepatan dan arah yang acak. Hal tersebut mengakibatkan
gas akan selalu memenuhi ruangan yang ditempatinya dan gas
dapat dimampatkan atau diperkecil volumenya. Sifat gas inilah
yang dikenal dengan nama kompresibel.

Tugas
Amati air yang berubah wujud menjadi uap air, dan amati pula lilin yang meleleh. Berdasarkan teori
partikel zat yang telah kamu pahami, diskusikan tentang pergerakan partikel saat terjadi perubahanperubahan wujud tersebut. Buatlah laporan tertulis dari hasil diskusi tersebut.

Uji Pemahaman Konsep 4.2


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Apakah yang dapat kamu simpulkan dari
peristiwa berikut.
a. Ruangan kelasmu menjadi harum
ketika disemprotkan pengharum
ruangan.
b. Air panas dituangkan ke atas sebatang
es balok.
2. Bagaimanakah gerak partikel zat padat dan
zat cair jika mengalami pemanasan dan
pendinginan?

3. Tahukah kamu apa balon udara itu?


Untuk menaikkan balon, pengemudinya
melakukan pembakaran gas di dalam balon
dengan menyemburkan api. Mengapa
demikian? Jelaskan alasannya dengan teori
partikel pada gas yang telah kamu pelajari.
4. Apakah yang dimaksud dengan vibrasional,
translasional, dan sifat kompresibel pada
gas?

Adhesi dan Kohesi

Kamu tentu telah mengetahui bahwa antarpartikel suatu zat


terdapat gaya tarik-menarik. Apakah kamu mengetahui bentuk
gaya tarik-menarik antarpartikel zat tersebut? Gaya tarik-menarik
antarpartikel dibagi menjadi dua, yaitu gaya tarik-menarik
antarpartikel yang tidak sejenis (adhesi) dan gaya tarik-menarik
antarpartikel sejenis (kohesi). Pernahkah kamu memerhatikan
permukaan suatu zat cair di dalam sebuah tabung reaksi? Terlihat
bahwa permukaan zat cair sedikit melengkung. Permukaan zat cair
yang berbentuk melengkung tersebut dinamakan meniskus. Untuk
lebih memahami gaya kohesi dan gaya adhesi serta hubungannya
dengan peristiwa meniskus, perhatikan Gambar 4.9.

(a)

(b)
Sumber: Physics Today, 1995

Gambar 4.9
Bentuk permukaan zat cair dalam
tabung reaksi.
(a) Meniskus cembung.
(b) Meniskus cekung.

Massa Jenis dan Sifat Zat

83

Uji Sikap
Andri dan Ratna sedang
berdiskusi mengenai
peresapan air pada kain.
Andri berpendapat itu
adalah gejala kapilaritas.
Adapun Ratna berpendapat
itu terjadi karena daya
resap kain.
Bagaimana sikapmu
terhadap kedua pendapat
tersebut?

Jika kamu memasukkan air ke dalam tabung reaksi, per


mukaan air akan berbentuk cekung, dan disebut meniskus cekung.
Meniskus cekung terjadi karena gaya adhesi lebih besar daripada
gaya kohesi. Gaya tarik-menarik antarpartikel air dan kaca lebih
besar daripada gaya tarik-menarik antarpartikel air. Dikatakan
pula bahwa air "membasahi" kaca. Adapun permukaan raksa
pada termometer akan berbentuk cembung. Bentuk seperti itu
disebut meniskus cembung. Meniskus cembung terjadi karena
gaya kohesi antarpartikel raksa lebih besar daripada gaya adhesi
antara partikel raksa dan kaca. Dikatakan pula bahwa raksa tidak
"membasahi" dinding kaca.

Uji Pemahaman Konsep 4.3


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Apakah yang dimaksud dengan atom,
partikel, kohesi, adhesi, meniskus cembung,
dan meniskus cekung.
2. Jika kamu meneteskan air di atas permukaan
daun talas, ternyata daun talas tidak menjadi

Sumber: Jendela Iptek: 3, 1997

Gambar 4.10
Tinggi permukaan air selalu sama
di dalam bejana berhubungan.

84

basah. Pada daun talas tersebut terbentuk


butiran-butiran air. Mengapa daun talas
tidak dapat dibasahi air? Bagaimana bentuk
meniskusnya?

Kapilaritas

Jika kamu menuangkan air ke dalam cerek, permukaan air


di dalam badan cerek akan sama dengan permukaan air di
belalainya. Hal ini disebabkan rongga pada badan dan belalai
berhubungan satu sama lainnya. Prinsip tersebut dinamakan
bejana berhubungan.
Di laboratorium kamu dapat melihat bagaimana permu
kaan air selalu tetap dan sama pada berbagai bentuk bejana
berhubungan. Perhatikanlah Gambar 4.10. Hal ini menunjukkan
bahwa ketinggian permukaan air tidak dipengaruhi oleh bentuk
bejana. Sifat air ini dimanfaatkan oleh tukang bangunan untuk
memastikan dinding yang dibuatnya agar tidak miring. Seorang
tukang bangunan biasa menggunakan sebuah selang panjang
yang diisi air. Ketinggian air ini digunakan untuk menyamakan
ketinggian dinding yang dibuatnya.
Bagaimana dengan permukaan air dalam pipa kapiler?
Ambillah segelas air dan beberapa pipa kaca atau pipa plastik
bening yang diameternya berbeda. Usahakan diameter pipa

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

cukup kecil sehingga pipa tersebut dapat digolongkan sebagai


pipa kapiler (diameter pipa 23 mm). Masukkan pipa secara
tegak lurus dalam gelas berisi air. Ternyata, permukaan air di
dalam pipa lebih tinggi daripada permukaan air di dalam gelas.
Semakin kecil diameter pipa, akan semakin tinggi pula kenaikan
air di dalam pipa.
Jika air dalam gelas diganti dengan raksa, ternyata keting
gian raksa di dalam pipa lebih rendah daripada ketinggian raksa
di luar pipa. Semakin kecil diameter pipa, semakin rendah
ketinggian raksa di dalam pipa.
Gejala kenaikan atau penurunan zat cair di dalam pipa
kapiler disebut kapilaritas. Jenis kapilaritas yang terjadi (ke
naikan atau penurunan zat cair) sangat dipengaruhi oleh sifat
adhesi dan kohesi zat cair tersebut. Contoh peristiwa kapilaritas
dalam kehidupan sehari-hari adalah naiknya minyak tanah pada
kompor melalui sumbu kompor. Contoh lainnya adalah naiknya
air tanah dari akar sampai ke daun.

Sumber: Physics Today, 1995

Gambar 4.11
Kenaikan air pada pipa kapiler.
Semakin kecil diameter pipa,
semakin tinggi permukaan air.

Uji Pemahaman Konsep 4.4


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Apakah yang dimaksud dengan kapilaritas?

2. Mengapa minyak tanah dapat naik melalui


sumbu kompor minyak?

Rangkuman
1. Nilai perbandingan massa dan volume
ubah sesuai dengan wadahnya. Zat gas tidak
disebut massa jenis dan merupakan ciri
dapat mempertahankan bentuk maupun
khas suatu zat.
volumenya.
2. Massa jenis memiliki satuan kg/m3.
5. Gaya tarik-menarik antarpartikel terdiri atas
3. Zat dapat berada dalam tiga wujud, yaitu
dua jenis, yaitu antarpartikel yang sejenis
padat, cair, dan gas.
(kohesi) dan tidak sejenis (adhesi). Dari gaya
4. Zat padat dapat mempertahankan bentuk
tersebut muncul peristiwa meniskus cembung
dan volumenya. Zat cair memiliki volume
dan cekung.
yang tetap, namun bentuknya berubah-

Kata Kunci


adhesi
gas
kohesi

meniskus
massa jenis
zat

partikel
zat cair
zat padat

Massa Jenis dan Sifat Zat

85

Apa yang Kamu Peroleh Setelah Mempelajari Bab Ini?


Setelah mempelajari materi tentang Massa Jenis dan Sifat Zat, kamu pasti mengetahui
salah satu manfaatnya, yaitu kamu memahami mengapa es dapat mengambang di
permukaan air. Dapatkah kamu menyebutkan manfaat lain mempelajari bab ini? Bagian
mana dari materi tersebut yang paling kamu sukai? Mengapa kamu menyukainya?
Bagian mana yang belum kamu pahami? Coba tuliskan dan konsultasikan hasilnya
dengan gurumu.

Uji Kompetensi Bab 4


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1. Sebuah aluminium memiliki massa sebesar
6 kg. Jika volumenya 0,25 m3, massa jenis
aluminium tersebut adalah ....
a. 0,04 kg/m3
c. 2,5 kg/m3
3
b. 1,5 kg/m
d. 24 kg/m3
Alasan:
2. Sepotong perak yang ingin diketahui massa
nya dimasukkan ke dalam gelas ukur. Massa
perak tersebut adalah ....
(r = 10,5 g/cm3, satuan gelas ukur cm3)
a. 17,5 g
c. 210 g
b. 1,9 g
d. 0,525 g
Alasan:
3. Aroma minyak wangi tercium dari tempat
yang jauh karena ....
a. partikel-partikelnya mudah menyebar
b. partikelnya memiliki gaya tarik yang
besar
c. penciuman manusia yang tajam
d. terbawa udara
Alasan:
4. Jika zat dipanaskan, molekul-molekulnya ....
a. bergerak semakin lambat
b. bergerak semakin cepat
c. tidak bergerak sama sekali
d. mengalami gaya tarik-menarik yang lebih
kuat
Alasan:
5. Raksa termasuk zat cair karena memiliki ciriciri ....

86

a. bentuknya tetap, volumenya tetap


b. bentuknya tetap, volumenya tidak tetap
c. bentuknya tidak tetap, volumenya tetap
d. bentuknya dan volumenya tidak tetap
Alasan:
6. Bentuk permukaan air di dalam tabung reaksi
berbeda dengan bentuk permukaan raksa di
dalam tabung reaksi karena ....
a. pada tabung berisi raksa, adhesi lebih kecil
daripada kohesi
b. pada tabung berisi raksa, adhesi lebih besar
daripada kohesi
c. pada tabung berisi air, adhesi sama dengan
kohesi
d. pada tabung berisi air, kohesi lebih besar
daripada adhesi
Alasan:
7. Salah satu sifat partikel zat padat adalah ....
a. letak partikel-partikelnya sangat ber
dekatan dan tersusun teratur
b. letak partikelnya sangat berdekatan dan
tersusun tidak teratur
c. partikel-partikelnya dapat bergerak bebas
d. gaya tarik-menarik antarpartikelnya sangat
lemah
Alasan:
8. Perubahan wujud zat dari cair menjadi padat
disebut ....
a. mencair
c. menguap
b. membeku
d. mengembun
Alasan:

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

9. Massa per satuan volume disebut ....


a. berat jenis
c. berat jenis relatif
b. massa jenis
d. massa jenis relatif
Alasan:
10. Gerak partikel zat padat yang selalu bergerak
disebut gerak ....
a. translasional
c. rotasional
b. vibrasional
d. rasional
Alasan:
11. Zat padat dapat berubah wujud menjadi gas
melalui proses ....
a. mengkristal
c. menyublim
b. menguap
d. mengembun
Alasan:
12. Jika massa jenis kayu 0,24 g/cm3, massa kayu
yang volumenya 2 m3 adalah ....
a. 480 kg
c. 48 kg
b. 120 kg
d. 12 kg
Alasan:
13. Perhatikan gambar di bawah ini.

(A)

(B)

a. A ke B ke C
b. B ke A ke C
c. A ke C ke B
d. C ke A ke B
Alasan:
14. Pernyataan berikut yang bukan merupakan
ciri dari gas adalah ....
a. selalu menempati ruang tertutup
b. bentuknya selalu berubah jika tempatnya
berubah
c. jarak partikelnya lebih renggang jika
dibanding dengan zat cair
d. semua gas mudah terbakar
Alasan:
15. Gambar berikut merupakan gambar meniskus
permukaan zat cair. Kemungkinan zat cair
yang dimaksud adalah ....
a. alkohol
b. raksa
c. air
d. spiritus
Alasan:

(C)

Jika es dipanaskan sampai 100C, perubahan


susunan partikel yang terjadi adalah ....

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


1. Diketahui massa jenis air 1 g/cm3. Berapakah
massa jenis air dalam satuan SI?
2. Mengapa permukaan air dalam 2 ujung selang
air (biasa digunakan tukang bangunan) selalu
memiliki ketinggian yang sama?
3. Air memiliki massa jenis 1 g/cm3, es memiliki
massa jenis 0,5 g/cm3. Manakah yang lebih
besar volumenya, 10 g air atau 10 g es?
4. Jika massa jenis aluminium 11 g/cm3,
berapakah massa aluminium yang memiliki
volume:
II. Uji Pemahaman IPA
1. Saat kamu mengembuskan napas ke arah
cermin, kamu akan melihat udara napasmu
berembun di cermin tersebut. Bagaimana
kamu menjelaskan hal tersebut?




5.

a. 1 cm3,
b. 10 cm3, dan
c. 1.000 cm3?
Perhatikan gambar berikut.
Air yang menetes dari
saputangan seperti pada
gambar, membuktikan
terjadinya peristiwa apa?
Jelaskan olehmu, mengapa
hal tersebut terjadi?

2. Jika kamu meletakkan segelas air di luar


rumah, setelah beberapa hari jumlah air akan
berkurang meskipun tidak diminum. Apa
yang menyebabkan terjadinya pengurangan
jumlah air tersebut? Jelaskan.

Massa Jenis dan Sifat Zat

87

Mengukur Ketuntasan Belajar


Setelah kamu selesai menjawab pertanyaan pada Uji Kompetensi Bab ini, periksalah jawabanmu dengan
melihat kunci jawaban, bertanya pada guru, atau melihat kembali materi pada buku ini. Gunakan
rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajarmu.
Tingkat penguasaan =

Skor yang kamu peroleh


100%
Skor maksimal

Tingkat penguasaan yang kamu peroleh:


90% 100% Baik sekali
80% 89%
Baik
70% 79%
Cukup
< 69%
Kurang
Jika kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kamu telah tuntas mempelajari materi bab
ini dan dapat mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, jika tingkat penguasaan kamu kurang dari
80%, kamu harus mempelajari kembali materi bab ini, terutama bagian yang belum kamu kuasai.

Kata Bijak
Kalau perjalanan semakin berat dan sukar, lanjutkanlah terus tanpa berhenti,
maka kamu akan lebih cepat sampai daripada orang lain yang menganggap
perjalanan itu mudah.
(Anonim)

88

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab

Sumber: Ox

ford Ens

di P
iklope

elaja

9
r, 19

Pemuaian Zat
Manfaat Hasil Belajar
Agar dapat memahami wujud zat dan perubahannya, kamu harus mampu melakukan percobaan yang berkaitan dengan
pemuaian dalam kehidupan sehari-hari.

Di Bab 1, kamu telah mempelajari tentang besaran suhu dan


pengukurannya. Menurutmu, apa yang terjadi jika suatu benda
mengalami kenaikan suhu? Salah satu akibat dari kenaikan suhu
pada suatu benda adalah terjadinya pemuaian.
Jika kamu memerhatikan sambungan rel kereta api dan
bingkai kaca di rumahmu, kamu akan melihat celah pada
sambungan rel kereta api dan bingkai kaca tersebut. Hal tersebut
dilakukan untuk mengantisipasi akibat dari pemuaian.
Pada bab ini akan dibahas tentang pemuaian pada zat padat,
cair, dan gas. Kamu juga akan mempelajari penerapannya dalam
bidang teknologi dan kehidupan sehari-hari.

89

Peta Konsep

Pemuaian
manfaatnya
terjadi pada
terjadi akibat

Keping bimetal

Pengelingan

Zat padat

Zat cair

Gas

Kenaikan suhu

contoh
bergantung pada

Termometer bimetal
Termostat
Alarm kebakaran

Uji Kompetensi Awal


Sebelum mempelajari bab ini,
kerjakanlah soal-soal berikut.
1. Menurutmu, apa yang
terjadi jika sebatang besi
dipanaskan?
2. Apakah yang dimaksud
dengan pemuaian?
3. Apakah kenaikan suhu
pada suatu benda selalu
mengakibatkan terjadinya
pemuaian pada benda
tersebut?
4. Bagaimanakah cara
mengamati pemuaian pada
zat padat, cair, dan gas?

90

Jenis bahan
Keadaan awal
Kenaikan suhu

Pemuaian Zat Padat, Cair, dan Gas

Di bagian awal bab ini, telah diulas bahwa pemuaian dapat terjadi
pada rel kereta api dan kaca jendela. Oleh karena itu, sambungan
rel kereta api dan bingkai kaca harus diberi celah. Sebenarnya,
bagaimanakah terjadinya pemuaian pada suatu zat?
Pemuaian disebabkan oleh adanya pergeseran partikel zat
akibat pemanasan. Mengapa dapat terjadi pergeseran partikel?
Setiap benda tersusun atas partikel-partikel zat yang sangat
kecil. Zat padat, cair, dan gas dibedakan oleh susunan partikelpartikelnya.
Partikel-partikel zat selalu bergetar selama memiliki energi
panas. Getaran yang dialami setiap partikel dalam benda
bergantung pada suhu benda tersebut. Semakin tinggi suhu,
semakin kuat getaran partikel benda tersebut. Sebaliknya,
semakin rendah suhu benda, semakin lemah getaran partikelnya.
Pada suhu yang sangat rendah, yaitu nol kelvin, partikel tidak
mengalami getaran. Timbulnya getaran pada setiap partikel
dapat menjelaskan mengapa zat yang dipanaskan mengalami
pemuaian.
Pada suhu rendah, getaran partikel melemah. Ruang yang
diperlukan untuk bergetar tidak terlalu besar, seperti pada Gambar
5.1 (a). Diketahui energi getaran partikel sebanding dengan
kenaikan suhu. Semakin tinggi suhu, semakin kuat getarannya

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

sehingga partikel membutuhkan ruang yang lebih besar untuk


bergetar. Perhatikanlah Gambar 5.1 (b). Merenggangnya jarak
antarpartikel mengakibatkan ukuran zat bertambah atau dikata
kan memuai. Dengan prinsip yang sama, kamu dapat menjelas
kan, mengapa zat mengerut atau menyusut jika didinginkan?

(a)

(b)

1. Pemuaian Zat Padat


Menurutmu, apa yang akan terjadi jika sebuah gelas yang dingin,
tiba-tiba diisi air panas? Gelas mungkin saja pecah akibat gelas
tersebut mengalami pemuaian. Pada umumnya, zat padat akan
memuai jika dipanaskan, kecuali bismut pada suhu tertentu
akan menyusut. Besarnya pemuaian setiap bahan tidak sama,
bergantung pada jenisnya. Terjadinya pemuaian tersebut dapat
merugikan, tetapi ada kalanya menguntungkan.

Gambar 5.1
(a) Partikel-partikel zat pada suhu
rendah, jarak antarpartikelnya
berdekatan.
(b) Partikel-partikel zat pada suhu
tinggi, jarak antarpartikelnya
menjadi berjauhan.

Tugas
Amatilah lingkungan di sekitarmu. Carilah peristiwa pemuaian yang merugikan dan peristiwa
pemuaian yang menguntungkan yang dapat kamu amati. Bandingkan dengan hasil kerja temanmu.
Laporkan hasilnya kepada gurumu.

a. Muai Panjang
Pada dasarnya, arah pemuaian yang terjadi pada zat padat menuju
ke segala arah. Namun, jika kamu mengamati pemuaian benda
padat yang berbentuk batang, pemuaian yang terjadi dapat
diamati ke arah panjangnya. Pemuaian panjang berbagai zat
padat dapat diamati dengan menggunakan alat Musschenbroek.
Kamu dapat membuktikan terjadinya pemuaian pada zat
padat dengan melakukan Kegiatan Ilmiah 5.1 berikut.

Kegiatan Ilmiah 5.1


Tujuan
Mengamati pemuaian pada zat padat
Alat dan Bahan
Alat Musschenbroek, sebatang aluminium, tembaga, dan besi yang
panjangnya sama
Langkah Kerja
1. Letakkan batang aluminium, tembaga, dan besi di atas dua
penumpu yang salah satu ujungnya dipasang baut dan ujung
lainnya menekan pengungkit sebuah jarum penunjuk yang
dapat berputar pada sumbunya.

Tembaga
Aluminium
Besi

Gambar 5.2
Alat Musschenbroek

Pemuaian Zat

91

2. Panaskan batang logam tersebut dengan pembakar spiritus,


kemudian amati apa yang terjadi dengan jarum penunjuk.
Pertanyaan
1. Berapakah panjang pemuaian barang-barang tersebut berda
sarkan skala yang ditunjukkan jarum?
2. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Tokoh IPA

Pieter van Musschenbroek


(16921761)
Ia adalah ilmuwan dari
Belanda yang dilahirkan di
Leiden pada 14 Maret 1692.
Ayahnya bernama Johann
Joasten Musschenbroek,
seorang pembuat peralatan
Fisika. Musschenbroek
mendapat gelar profesor
di Duisburg pada 1719 dan
dipromosikan sebagai
ketua fakultas ilmu alam
dan matematika di Utrecht
pada 1732. Salah satu
penemuannya adalah
eksperimennya mengenai
pengaruh panas terhadap
perubahan bentuk benda
(pemuaian zat).
Sumber: www.1911encyclopedia.org

Berdasarkan Kegiatan Ilmiah 5.1, diketahui bahwa ujung


batang yang bebas akan menekan pengungkit penunjuk sehingga
jarum akan berputar. Batang logam yang menekan pengungkit
penunjuk, menunjukkan pertambahan panjang batang. Jika
suhu semakin tinggi, pertambahan panjang akan semakin besar.
Pertambahan panjang ini disebut muai panjang.
Bandingkan pemuaian pada besi dan aluminium. Pada
pertambahan suhu yang sama, teranyata pertambahan panjang
aluminium lebih besar daripada besi. Dari uraian tersebut,
disimpulkan bahwa muai panjang bergantung pada jenis zat.
Artinya, setiap zat memiliki pertambahan panjang yang berbedabeda meskipun kenaikan suhunya sama.
Selain jenis zat, panjang mula-mula benda juga menentukan
pertambahan panjang pemuaian. Misalnya, dua batang aluminium
yang panjangnya masing-masing 10 cm dan 20 cm dipanaskan
pada suhu yang sama. Pertambahan panjang aluminium yang
panjang mula-mulanya 20 cm ternyata mengalami pertambahan
yang lebih besar.

b. Muai Volume
Bagaimana jika zat padat yang dipanaskan berbentuk balok,
kubus, atau bola? Pemuaian yang dialami balok, kubus, dan bola
dapat diamati berdasarkan volumenya. Pemuaian yang seperti ini
disebut muai volume. Misalnya, sebuah bola besi dengan volume
mula-mula V0 digantungkan pada seutas kawat. Kemudian, bola
tersebut dipanaskan dan memuai sehingga bola besi tersebut
akan bertambah volumenya.
(a)

(b)

(c)

Bola
besi

Gambar 5.3
Muai volume pada bola besi.
(a) Bola besi sebelum dipanaskan
dapat melewati cincin logam.
(b) Bola besi dipanaskan.
(c) Bola besi setelah dipanaskan
tidak dapat melewati cincin logam

Cincin logam

Pembakar
bunsen

Mengapa hal ini terjadi?

92

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Sumber: Jendela Iptek: 5, 1997

Kamu dapat membuktikannya sendiri dengan memasuk


kan bola besi sebelum dipanaskan dan setelah dipanaskan pada
sebuah lubang cincin logam. Sebelum dipanaskan, bola besi
dapat masuk melalui lubang cincin logam. Akan tetapi, setelah
dipanaskan bola besi tidak dapat melaluinya karena volume bola
besi telah bertambah. Hal ini diperlihatkan pada Gambar 5.3.
Dari pengamatan tersebut, apa yang dapat kamu simpulkan?

2. Pemuaian Zat Cair


Oleh karena bentuknya yang tidak tetap, zat cair sulit dikata
kan mengalami muai panjang. Oleh karena itu, jika zat cair
dipanaskan, akan terjadi pertambahan volume pada zat cair.
Pertambahan volume pada zat cair yang berdasarkan bentuk
ruang yang diisinya dinamakan muai ruang atau muai volume.
Analogi dengan muai panjang, pertambahan volume zat
yang mengalami pemuaian dipengaruhi oleh volume mulamula, kenaikan suhu, dan jenis zat. Untuk membuktikannya,
lakukanlah Kegiatan Ilmiah 5.2 berikut.

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
www.staff.fisika.ui.ac.id/
adhi_hs/lecture/panas/
Lec%2002.pdf
www.free.vlsm.org/
v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/
Fisika/0279%20Fis-1-4c1.
htm

Kegiatan Ilmiah 5.2


Tujuan
Mengamati pemuaian pada zat cair
Alat dan Bahan
Dua tabung berisi zat cair yang berbeda (misalnya, air dan alkohol)
dengan volume sama, serta dilengkapi pipa di dalamnya. Sediakan
pula pembakar bunsen dan bejana berisi air
Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan seperti tampak pada Gambar 5.4.
2. Masukkan alkohol ke dalam tabung sebanyak 300 mL.
3. Panaskan bejana hingga suhu 40C. Catat perubahan volu
menya dari keadaan awal.

Tabung

Bejana

Pembakar
bunsen

Berhati-hatilah terhadap api dan benda panas. Gunakan


sarung tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

4. Naikkan suhu bejana hingga 50C. Catat perubahan volu


menya dari keadaan awal.
5. Lanjutkan ke percobaan selanjutnya dengan menuangkan
alkohol pada dua tabung masing-masing 200 mL dan
400 mL.
6. Panaskan bejana hingga suhu 50C. Catat perubahan volume
masing-masing alkohol pada dua tabung.
7. Percobaan terakhir, kamu isi dua tabung masing-masing dengan
air dan alkohol yang volumenya sama, yaitu 300 mL.

Gambar 5.4
Skema alat percobaan Kegiatan
Ilmiah 5.2.

Pemuaian Zat

93

8. Panaskan bejana hingga suhu 50C. Catat perubahan


volume masing-masing zat cair pada kedua tabung.
Pertanyaan
1. Apa yang dapat kamu amati dari langkah percobaan 2 sampai 4?
2. Apa yang dapat kamu amati dari langkah percobaan 5 dan 6?
3. Apa yang dapat kamu amati dari langkah percobaan 7 dan 8?

Tantangan IPA
Science Quest
Pada Kegiatan Ilmiah 5.2,
bandingkan perbedaan
pemuaian yang terjadi
pada tabung (zat padat)
dan pada zat cair.
Jelaskan.
In Science Activity 5.2,
compare the differences
of expansion of tube (solid
state) and liquid state.
Explain.

Dari langkah percobaan 2 sampai 4, kamu dapat mengamati


pemuaian pada alkohol. Pertambahan volume alkohol pada suhu
50C ternyata lebih besar dibanding pada suhunya 40C. Hal
ini menunjukkan semakin besar perubahan suhu, semakin besar
pertambahan volume zat cair (V T ).
Dari langkah percobaan 5 dan 6, kamu dapat mengamati
pemuaian pada alkohol juga. Pertambahan volume alkohol
dengan volume mula-mula 400 mL lebih besar dibandingkan
dengan volume mula-mulanya 200 mL. Dengan demikian,
semakin besar volume mula-mula, semakin besar pertambahan
volume zat cair (V V0).
Sementara itu, dari langkah percobaan 7 dan 8, kamu dapat
mengamati pemuaian pada alkohol dan air secara bersamaan.
Pada volume dan perubahan suhu yang sama, pertambahan
volume pada alkohol lebih besar dibanding pada air. Hal ini
menunjukkan jenis zat memengaruhi pemuaian volume zat cair.

3. Pemuaian Gas
Seperti halnya zat cair, pemuaian gas bukan merupakan muai
panjang. Pemuaian yang terjadi pada gas merupakan muai ruang.
Pemuaian gas jauh lebih cepat daripada pemuaian zat padat dan
zat cair. Pemuaian gas ada dua jenis, yaitu pemuaian volume dan
pemuaian tekanan.
Untuk menunjukkan bahwa gas dapat mengalami pemuaian,
dapat dilakukan dengan skema percobaan seperti tampak pada
Gambar 5.5.
Raksa

Udara

Dipanaskan

Gambar 5.5
Pemuaian gas

Percobaan tersebut menunjukkan gas memuai pada tekanan


tetap (sama dengan tekanan udara di luar tabung). Berarti yang
memuai adalah volume gas. Apakah yang terjadi jika tabung itu
ditutup, lalu dipanaskan? Gas akan memuai pada volume tetap.

94

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Artinya, tekanan gas yang memuai. Buktinya apa? Jika terus


dipanaskan, tabung tersebut akan meledak, sama seperti ban
mobil yang meledak karena kepanasan.

4. Koefisien Pemuaian Zat


Kamu sudah mengetahui bahwa nilai pemuaian pada zat padat
dan zat cair, ditentukan oleh kenaikan suhu, panjang, dan
volume awal, serta jenis bahannya. Untuk mengetahui nilai
pemuaian suatu benda, dapat dilihat dari koefisien muai panjang
(a) dan koefisien muai ruang atau volume (g). Namun, perlu
diperhatikan bahwa koefisien muai volume dan koefisien muai
tekanan gas untuk semua jenis gas adalah sama, yaitu g = 1 .
273

a. Koefisien Muai Panjang


Suatu benda padat akan memuai ke segala arah jika dipanaskan.
Dengan demikian, ukuran panjang, luas, dan volumenya akan
bertambah. Untuk benda padat yang ukuran panjangnya jauh
lebih besar daripada ukuran luas penampangnya, seperti lidi,
pensil, dan paku, kamu dapat memperhitungkan pemuaian zat
padat tersebut ke arah panjangnya saja. Selanjutnya, kamu dapat
menghitung nilai koefisien muai panjang benda-benda tersebut.
Koefisien muai panjang (a) suatu zat adalah besarnya per
tambahan panjang setiap satuan panjang zat jika suhunya
dinaikkan sebesar 1C. Tabel 5.1 memperlihatkan nilai koefisien
muai panjang (a) beberapa zat.
Misalnya, kamu memiliki aluminium yang panjangnya 1 m.
Jika suhunya dinaikkan 10C, pertambahan panjang aluminium
ternyata 0,00023m. Dengan demikian, setiap 1 m aluminium
yang mengalami pemanasan sebesar 1C akan bertambah panjang
0,000023 m. Angka pertambahan panjang untuk setiap 1 m
aluminium ketika suhunya naik 1C, yaitu sebesar 0,000023,
disebut koefisien muai panjang aluminium. Jadi, koefisien muai
panjang aluminium adalah 0,000023/C. Untuk mengetahui
pertambahan panjang suatu benda ketika dipanaskan, gunakan
persamaan berikut.

T 0 = 0 . a . T


= 0 . a . T
dengan:
T = panjang benda setelah pemanasan (m)
T = kenaikan suhu (C)
0 = panjang benda mula-mula (m)
a = koefisien muai panjang (/C)
= T 0

Tabel 5.1 Koefisien Muai Panjang



Beberapa Zat

Sumber: Fundamental of Physics, 2001

(5.1a)

(5.1b)
Gambar 5.6

Muai panjang sebuah logam.

Pemuaian Zat

95

Contoh Soal 5.1

Fakta
Ilmiah
Termometer cairan
menggunakan zat cair
yang memuai untuk
mengukur suhu. Cairan
tersebut ditempatkan di
pangkal tabung. Cairan
akan naik dan turun
pada tabung tipis sesuai
temperatur lingkungan.
Cairan yang digunakan
biasanya raksa atau etanol
yang diwarnai.

Sebatang tembaga yang panjangnya 10 m dan memiliki suhu awal


25C dipanaskan sampai 50C. Tentukan pertambahan panjang
batang tembaga tersebut.
Pembahasan:
Diketahui: 0 = 10 m;
T0
= 25C

T1 = 50C;
atembaga = 0,0000167/C
Sehingga = 0 . a . T

= 10 m . 0,0000167/C . (50 25)C

= 0,004175 m
Jadi, pertambahan panjang tembaga adalah 0,004175 meter.

b. Koefisien Muai Ruang atau Volume


Seperti telah diketahui, zat padat dan zat cair dapat mengalami
muai ruang atau volume. Untuk mengetahui pertambahan
volume suatu zat padat dan zat cair, dapat digunakan persamaan
berikut.

Soal Persiapan UN
Cara untuk mengatasi
akibat yang ditimbulkan
oleh adanya pemuaian
dalam kehidupan seharihari adalah ....
a. ujung setrika dibentuk
segitiga
b. sambungan pada rel
kereta api diberi celah
c. pada solder listrik
ujungnya dibuat runcing
d. tangki minyak dicat putih
(UAS 2006)

VT V0 = V0 . g . T

(5.2a)



V = V0 . g . T
(5.2b)
dengan:
V = pertambahan volume
VT = volume akhir benda setelah pemanasan (m3)
V0 = volume awal benda (m3)
T = kenaikan suhu (C)
g = koefisien muai volume (/C)
Koefisien muai volume atau ruang (g) suatu zat padat atau
zat cair ialah besarnya pertambahan volume untuk setiap satuan
volume zat jika suhunya dinaikkan sebesar 1C. Hubungan
koefisien muai ruang (g) dan koefisien muai panjang (a) zat
padat dan zat cair adalah g = 3a.
Perhatikan Tabel 5.2 yang memperlihatkan nilai koefisien
muai volume (g ) beberapa zat.
Tabel 5.2 Koefisien Muai Volume Beberapa Zat

Pembahasan
Sambungan pada rel
kereta api diberi celah
untuk mengantisipasi
pemuaian rel pada siang
hari.
Jawaban: B
Sumber: Physics for Scientists and Engineers, 2000

96

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Contoh Soal 5.2


Air sebanyak 5 L dengan suhu 30C dipanaskan hingga mencapai
suhu 60C. Tentukan volume air setelah dipanaskan.
Pembahasan:
Diketahui: V0 = 5 L

T0 = 30C

T1 = 60C

gair = 0,00021 /C
maka VT = V0 (1 + g . T)

= 5 L (1 + 0,00021 /C . (60 30)C)

= 5,0315 L
Jadi, volume air setelah dipanaskan adalah 5,0315 liter.

Bagaimana dengan pemuaian volume gas pada tekanan


tetap? Kemudian, bagaimana dengan pemuaian tekanan gas
pada volume tetap? Seperti yang sudah kamu ketahui bahwa nilai
koefisien muai volume dan koefisien muai tekanan untuk semua
1
jenis gas adalah sama, yaitu g P = g V =
. Dengan demikian,
273
dapat dituliskan persamaan pertambahan volume gas sebagai
berikut.

Fakta
Ilmiah

VT = V0 (1+ gP . T )

(5.3a)

Pesawat Concorde
merupakan pesawat
supersonik pertama
yang memiliki kecepatan
melebihi kecepatan suara
(2.400 km/jam). Akibatnya,
pesawat Concorde memuai
sekitar 25 cm saat terbang
karena panas yang timbul
dari gesekannya dengan
udara yang dilaluinya.

PT = P0 (1+ gV . T )

(5.3b)

Sumber: World Book Encyclopedia,


1995

Uji Pemahaman Konsep 5.1


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Mengapa suatu zat yang dipanaskan akan
memuai? Jelaskan dengan menggunakan
teori tentang partikel.
2. Mengapa pemuaian zat cair lebih besar
daripada pemuaian zat padat, begitu
pula pemuaian gas lebih besar daripada

pemuaian zat cair dan zat padat? Jelaskan


dengan memerhatikan perubahan susunan
partikel-partikelnya ketika dipanaskan.
3. Sebatang aluminium yang panjangnya 5
m memiliki suhu 25C. Jika pertambahan
panjang aluminium 0,006375 m, tentukan
suhu akhirnya. (aaluminium = 23 106/C)

Pemuaian Zat

97

Uji Sikap
Indra sedang membantu
temannya mengganti kaca
jendela yang pecah. Oleh
temannya, ia diminta untuk
membeli kaca dengan
ukuran kaca yang tepat
sama dengan ukuran
bingkai kaca yang akan
diganti.
Bagaimana sikapmu
terhadap pernyataan
tersebut? Menurutmu,
saran apa yang semestinya
diberikan Indra kepada
temannya?

Prinsip Pemuaian dalam Teknologi

Tahukah kamu, bagaimana prinsip kerja alarm kebakaran? Alarm


kebakaran merupakan salah satu alat yang menerapkan prinsip
pemuaian zat. Selain alarm kebakaran, alat-alat yang prinsip
kerjanya menerapkan prinsip pemuaian zat adalah termometer
bimetal dan termostat.

1. Bimetal
Bimetal adalah gabungan dua jenis batang logam dengan koefisien
muai panjang yang berbeda dan digabungkan dengan cara dilas,
kemudian dipanaskan. Logam yang memiliki koefisien muai
lebih besar akan lebih cepat memuai. Sebagai contoh, batang
tembaga dan besi yang digabungkan sebagai bimetal. Perhatikan
Gambar 5.7 berikut.
Besi

Besi

Gambar 5.7
(a) Bimetal dipanaskan.
(b) Bimetal didinginkan.

Skala
Dingin

Panas

Tembaga
(a)

Tembaga

(b)

Jika dipanaskan, gabungan logam tersebut melengkung ke


arah besi. Tembaga akan lebih cepat bertambah panjang daripada
besi. Akibatnya, pertambahan panjang tembaga mendorong logam
besi hingga melengkung. Ketika didinginkan, gabungan batang
logam lurus kembali. Jika didinginkan lebih lanjut, gabungan
logam akan melengkung ke arah tembaga karena tembaga
mengalami penyusutan panjang lebih cepat daripada besi.

a. Termometer Bimetal
Lempeng
bimetal

Kuningan

Baja

Sumber: The World Book Encyclopedia, 1995

Gambar 5.8
Termometer Bimetal

98

Gambar 5.8 menunjukkan sebuah termometer bimetal keping


tipis. Bimetal dibuat dalam bentuk spiral, ujung dalamnya diikat,
sedangkan ujung bagian luar bebas dan dihubungkan dengan
jarum penunjuk skala. Jika suhu naik, lengkung spiral bimetal
semakin kencang dan jarum penunjuk skala bergerak ke kanan.
Sebaliknya, jika suhu turun, lengkung spiral akan mengendur
sehingga jarum penunjuk skala kembali ke kiri.

b. Alarm Kebakaran
Alarm kebakaran bekerja berdasarkan perubahan suhu. Jika di
suatu ruangan terdapat api dan suhu ruangan memanas, bimetal
akan bereaksi. Bimetal berfungsi sebagai sakelar. Ketika bimetal
melengkung dan terjadi kontak listrik, arus akan mengalir dari
sumber arus baterai ke bel sehingga bel berbunyi, seperti terlihat
pada Gambar 5.9 (b).

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

(a)

Lempengan
bimetal

Logam yang
lebih cepat
memuai

(b)
Terjadi
kontak listrik

Logam yang lebih


lambat memuai

Gambar 5.9

Baterai
Sumber: Kingfisher Science Encyclopedia, Jilid 1, 1997

(a) Lempengan bimetal memanas


dan memuai.
(b) Kontak listrik terhubung dan
bel akan berbunyi.

c. Termostat
Termostat sering dijumpai pada setrika listrik otomatis, oven
elektronik, lemari es, pemanas nasi, dan lain-lain. Termostat
adalah alat pengatur suhu dengan bimetal sebagai komponen
utamanya yang berfungsi sebagai sakelar otomatis. Bahan bimetal
yang digunakan adalah kuningan dan besi.
Perhatikan Gambar 5.10. Pada saat arus listrik mengalir,
bimetal yang dalam keadaan lurus mengalirkan arus listrik dari
sumber arus ke pemanas. Selama pemanas bekerja, suhu bimetal
naik. Semakin lama, suhunya semakin tinggi sehingga bimetal
yang tadinya lurus, melengkung ke arah luar. Akibatnya, kontak
harus terpisah dan arus listrik tidak lagi mengalir ke pemanas.
Dengan demikian, pemanas tidak bekerja lagi. Ketika suhu bimetal
berangsur-angsur turun dan kembali lurus, arus dapat mengalir
lagi ke pemanas, dan begitu seterusnya. Dengan demikian, suhu
pada termostat dapat diatur sesuai dengan keinginan. Ketika
suhu naik dan melewati batas yang ditentukan, pemanas akan
langsung berhenti bekerja karena arus dari sumber terputus.

Tombol
kontrol

Energi listrik
ke elemen
pemanas

Kuningan

Energi
listrik

Kontak
Besi
Sumber: Oxford Ensiklopedi Pelajaran, 1995

Gambar 5.10
Termostat

2. Pengelingan
Pengelingan diperlukan untuk menyatukan dua buah batang besi
agar hasilnya benar-benar kuat. Pengelingan biasanya dilakukan
pada pembuatan sasis (kerangka) kendaraan, pintu gerbang
besi. Pengelingan adalah proses penyambungan dua batang
logam dengan menggunakan paku keling. Sebelum dikeling,
kedua batang logam yang sudah dilubangi, dipanaskan sampai
lubangnya agak besar sehingga paku keling dapat masuk. Setelah
itu, pemanasan dihentikan, selanjutnya paku keling ditempa.
Pada saat suhu batang besi menurun, lubang pada besi menyusut
dan mengikat erat paku keling. Perhatikan Gambar 5.11.
Paku keling

Gambar 5.11
Proses pengelingan

Batang logam dipanaskan

Paku keling ditempa

Pemuaian Zat

99

3. Pemasangan Bingkai Besi pada Roda


Jika kamu perhatikan, roda sado atau pedati serta roda kereta
api ternyata terbuat dari besi. Bagaimana cara pemasangan roda
tersebut pada bingkainya?
Pada intinya, baik roda pedati maupun roda kereta api, terdiri
atas dua bagian, yaitu bagian roda dan bingkai yang keduanya
terbuat dari besi. Jika roda besi langsung dimasukkan ke dalam
bingkainya, tanpa proses pemuaian, tentunya akan sulit sekali.
Perhatikan Gambar 5.12.
(a)

(b)
Bingkai roda dimasukkan
setelah roda besi dipanaskan

Gambar 5.12
(a) Roda sebelum dipasang pada
bingkainya dan
(b) bingkai roda dapat masuk
setelah roda besi dipanaskan.

Sumber: Physics for You, 2001

Gambar 5.13
Pemasangan rel kereta api
yang tidak diberi celah akan
mengakibatkan rel membengkok.
Mengapa hal tersebut dapat
terjadi?

Roda

Bingkai

Untuk memudahkan pemasangan roda sado atau pedati


pada bingkainya, roda besi dipanaskan terlebih dahulu hingga
lubangnya agak membesar. Dengan demikian, roda akan mudah
masuk ke bingkainya.
Selain pemanfaatan prinsip pemuaian, dalam kehidupan
sehari-hari kamu temukan fenomena pemuaian yang kurang
bermanfaat. Perhatikan Gambar 5.13. Lintasan kereta api ketika
kali pertama dibuat lurus, namun karena mengalami pemuaian
lintasannya memanjang dan akhirnya melengkung. Untuk
mengurangi terjadinya hal tersebut, pada tiap persambungan
batang rel diberikan celah sehingga ada ruang untuk memuai.
Selain pada rel kereta api, pada bingkai kaca pun dibuat
agak longgar agar ketika kaca memuai terdapat celah yang cukup
sehingga kaca tersebut tidak pecah.

Uji Pemahaman Konsep 5.2


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Mengapa sambungan rel kereta api selalu
dibuat bercelah pada saat dipasang?
Jelaskan.
2. Sebutkan beberapa contoh manfaat gejala
pemuaian.

100

3. Jelaskan cara kerja termostat pada setrika


listrik otomatis.
4. Mengapa pada pemasangan kabel listrik,
kabel listrik tidak ditegangkan?

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Tugas
Carilah dalam kehidupan sehari-hari, contoh pemuaian yang dapat mengakibatkan dampak buruk,
seperti halnya pemuaian pada rel kereta api. Buatlah laporannya dan diskusikan bersama gurumu.

Rangkuman
1. Koefisien muai panjang (a) suatu zat
adalah besarnya pertambahan panjang
setiap satuan panjang zat jika suhunya
dinaikkan sebesar 1C.
T = 0(1 + a T)
2. Koefisien muai volume atau ruang (g)
suatu zat adalah besarnya perubahan
volume untuk setiap satuan volume zat
jika suhunya dinaikkan sebesar 1C.
VT = V0 (1 + g . T)

dengan g = 3a.

3. Peralatan yang menggunakan prinsip pe


muaian, di antaranya termometer bimetal,
termostat, alarm kebakaran, pengelingan,
dan pemasangan bingkai besi pada roda.
4. Pemuaian yang kurang bermanfaat di
antaranya adalah pada rel kereta api dan
kaca jendela. Usaha untuk mengurangi
efeknya adalah dengan cara memberikan
celah untuk memuai.

Kata Kunci



bimetal
koefisien muai panjang
koefisien muai volume
muai panjang

muai volume
pembakar bunsen
pengelingan
termostat

Apa yang Kamu Peroleh Setelah Mempelajari Bab Ini?


Setelah mempelajari materi tentang Pemuaian Zat, kamu pasti mengetahui salah satu
manfaatnya, yaitu kamu memahami bagaimana cara kerja termometer bimetal dan alarm
kebakaran. Dapatkah kamu menyebutkan manfaat lain mempelajari bab ini? Bagian
mana dari materi tersebut yang paling kamu sukai? Mengapa kamu menyukainya?
Bagian mana yang belum kamu pahami? Coba tuliskan dan konsultasikan hasilnya
dengan gurumu.

Pemuaian Zat

101

Uji Kompetensi Bab 5


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1. Besaran IPA yang menyatakan derajat panas
suatu zat adalah ....
a. kalor
c. suhu
b. intensitas panas d. koefisien muai
Alasan:
2. Di antara alat berikut ini yang penggunaannya
mengaplikasikan perubahan suhu adalah ....
a. setrika listrik
c. bimetal
b. kompor listrik
d. solder listrik
Alasan:
3. Besarnya pertambahan volume benda ketika
dipanaskan tidak bergantung pada ....
a. suhu awalnya
b. volume benda mula-mula
c. jenis benda
d. kenaikan suhu
Alasan:
4. Sebatang besi panjangnya 15 meter dengan
suhu 10C dipanaskan sampai 25C. Per
tambahan panjang besi tersebut adalah ....
a. 0,27 m
c. 0,0027 m
b. 0,027 m
d. 0,00027 m
Alasan:
5.

40

7.

Air es

102

Tujuan kegiatan yang ditunjukkan pada


gambar tersebut adalah ....
a. menentukan skala pada termometer
b. mengamati muai ruang pada zat cair
c. mengamati pemuaian pada zat cair
d. mengukur suhu air
Alasan:

Air mendidih

Termometer

Termometer

6.

8.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Grafik tersebut menunjukkan pemanasan


yang dilakukan pada es bersuhu 4C menjadi
air bersuhu 40C. Garis bc menunjukkan
tidak terjadi perubahan suhu karena ....
a. pada lintasan bc, es mengambil energi
dari lingkungan sehingga tidak terjadi
perubahan suhu dan wujud
b. pada lintasan bc, es "beristirahat" sejenak
untuk berubah wujud sehingga inilah yang
disebut anomali air
c. pada lintasan bc, es mengalami perubahan
volume sehingga energi yang digunakan
habis
d. pada lintasan bc, es tidak mengalami
perubahan wujud dan kalor digunakan
untuk melepaskan energi ikatan zat
padatnya
Alasan:
Sebatang logam dengan panjang awal 3 m,
berubah panjang menjadi 3,00091 m. Setelah
dinaikkan 60C, koefisien muai panjang
batang logam tersebut adalah ....
a. 3,5 106/C
c. 4,5 106/C
6
b. 4,1 10 /C
d. 5,1 106/C
Alasan:
Sebuah tabung gelas diisi penuh dengan 50
cm3 raksa pada suhu 20C. Jika tabung dan
isinya dipanaskan sampai 50C, volume raksa
yang akan tumpah adalah ... (ggelas = 9 10
6
/C dan graksa = 180 106/C)

a. 0,1340 cm3
c. 0,2565 cm3
3
b. 0,2234 cm
d. 0,3326 cm3
Alasan:
9. Volume awal suatu gas adalah 100 mL. Suhu
gas tersebut harus dinaikkan agar volumenya
menjadi 123,154 mL. Perubahan suhu gas
tersebut adalah ....(g = 3,4 103 /C)
a. 68,1C
c. 34,25C
b. 54,6C
d. 27,3C
Alasan:
10.
A
dingin

dipanaskan

12.

13.

B
A
B

Pada gambar di atas, dua jenis logam A dan B


dibuat menjadi bimetal. Dari kedua gambar
tersebut dapat disimpulkan bahwa ....
a. koefisien muai logam A sama dengan
koefisien muai logam B
b. koefisien muai logam A lebih besar
daripada koefisien muai logam B
c. koefisien muai logam A lebih kecil
daripada koefisien muai logam B
d. koefisien muai logam A dapat lebih besar
atau lebih kecil daripada koefisien muai
logam B
Alasan:
11. Berikut beberapa zat yang dipanaskan pada
suhu 50C.
1) besi
3) tembaga
2) baja
4) aluminium

Zat yang mengalami muai panjang paling
besar adalah ....

14.

15.

a. 1
c. 3
b. 2
d. 4
Alasan:
Persamaan yang dapat digunakan untuk
mencari koefisien muai ruang adalah ...
a. VT V0 = 1 + g . T
b. VT + V0 = 1 + g . T
c. VT = V0 + g . T
d. VT = V0 (1+ g . T)
Alasan:
Alat-alat di rumahmu yang menggunakan
termostat adalah ....
a. setrika listrik dan lampu pijar
b. pemanas nasi dan radio
c. oven elektronik dan lemari es
d. televisi dan kompor listrik
Alasan:
Ujung-ujung dari dua buah rel kereta api akan
tepat bertemu setelah bertambah panjang
2 cm. Jika panjang rel kereta api tersebut
adalah 20 m dan koefisien muai panjang baja
adalah 1,2 105/C, pertambahan suhu rel
adalah ....
a. 63,33
c. 83,33
b. 73,33
d. 93,33
Alasan:
Agar baja dan tembaga memiliki pertam
bahan panjang yang sama maka perbanding
an panjang mula-mula baja dan tembaga
adalah ....
(abaja = 1,2 105/C, atembaga = 1,9 105/C)
a. 12 : 10
c. 12 : 19
b. 19 : 10
d. 19 : 12
Alasan:

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


1. Kemampuan muai benda bergantung pada
koefisien muai panjang atau koefisien muai
volume. Mengapa besar koefisien muai volume
(g) tiga kali besar koefisien muai panjang (a)?
Jelaskan.
2. Dua batang rel kereta api pada suhu 18C
panjangnya masing-masing 20 m. Ketika
akan dipasang, pada sambungan diberi celah.
Berapakah jarak celah minimum yang harus
diberikan jika suhu naik menjadi 45C? (a =
0,000011/C)

3. Sebuah bejana bervolume 2 liter dan berisi


penuh air, dipanaskan hingga terjadi kenaikan
suhu sebesar 50C. Jika bejana tersebut dibuat
dari bahan tembaga, berapakah persentase
air yang tumpah ketika kali pertama bejana
memuai? (atembaga = 0,0000167/C)
4. Sebatang tembaga (a = 0,000017/C)
pada suhu 30C memiliki panjang 50 cm.
Berapakah panjang tembaga tersebut jika
dipanaskan sampai suhu 70C?
5. Sebutkan dan jelaskan beberapa alat yang
menerapkan konsep pemuaian.
Pemuaian Zat

103

II. Uji Pemahaman IPA


Pernahkah kamu melihat dan mengamati cara
pembuatan keramik atau gerabah? Keramik
dan gerabah dibuat melalui proses pembakaran.
Gerabah dibuat dari tanah liat. Ketika keramik
atau gerabah dibakar pada suhu yang sangat
tinggi, sampai 1.000C, keramik dan gerabah

tersebut tidak mengalami pemuaian, tetapi


mengalami penyusutan. Dapatkah kamu
menganalisis mengapa keramik atau gerabah
yang terbuat dari tanah liat tidak mengalami
pemuaian ketika dipanaskan?

Mengukur Ketuntasan Belajar


Setelah kamu selesai menjawab pertanyaan pada Uji Kompetensi Bab ini, periksalah jawabanmu dengan
melihat kunci jawaban, bertanya pada guru, atau melihat kembali materi pada buku ini. Gunakan
rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajarmu.
Tingkat penguasaan =

Skor yang kamu peroleh


100%
Skor maksimal

Tingkat penguasaan yang kamu peroleh:


90% 100% Baik sekali
80% 89%
Baik
70% 79%
Cukup
< 69%
Kurang
Jika kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kamu telah tuntas mempelajari materi bab
ini dan dapat mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, jika tingkat penguasaan kamu kurang dari
80%, kamu harus mempelajari kembali materi bab ini, terutama bagian yang belum kamu kuasai.

Kata Bijak
Sesuatu yang besar tidak mungkin dicapai tanpa semangat yang besar.
(Cirdes)

104

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab

tivat
Sumber: mo

ionnati

on

wor
.files.

dpre

ss.c

om

Kalor dan Pengaruhnya


Manfaat Hasil Belajar
Agar dapat memahami wujud zat dan perubahannya, kamu harus mampu mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah
wujud zat dan suhu suatu benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pernahkah kamu mendidihkan air dalam panci seperti tampak


pada gambar di atas? Jika kamu perhatikan dengan saksama, pada
permukaan air tampak peristiwa perubahan air menjadi uap air
pada suhu tertentu. Tahukah kamu disebut apakah perubahan
tersebut? Sebelum terjadi perubahan wujud, air mengalami
perubahan suhu terlebih dahulu. Tahukah kamu berasal dari
manakah energi yang digunakan untuk menaikkan suhu dan
mengubah wujud zat?
Pada Bab 6 ini, kamu akan mempelajari aliran energi yang
menyebabkan perubahan suhu, yaitu kalor. Selain itu, akan
dibahas pula konsep tentang perpindahan kalor dan perubahan
wujud dan suhu zat akibat perubahan kalor. Untuk lebih jelasnya,
simaklah uraian bab ini secara saksama.

105

Peta Konsep
Kalor
mengakibatkan

perpindahannya melalui proses

Konduksi

Perubahan wujud
benda

Perubahan
suhu benda
bergantung
pada

bergantung
pada

Massa (m)

Massa (m)

Kalor jenis (c)

Kalor lebur (L) atau


Kalor uap (U)

Perubahan
suhu (T)

yaitu

Hantaran kalor
pada partikelpartikel zat

perumusannya

perumusannya

Q=m.L
atau
Q=m.U

Q = m . c . T

contoh

Pemanasan
pada setrika

Konveksi

yaitu

Perpindahan kalor
melalui aliran partikel
zat
contoh

Proses
pemanasan air

Radiasi

melalui

Pancaran
tanpa medium

contoh

Perambatan sinar
matahari

melalui
proses

Menguap
(cair ke gas)

Mengembun
(gas ke cair)

Uji Kompetensi Awal


Sebelum mempelajari bab ini,
kerjakanlah soal-soal berikut.
1. Apakah benda yang
panas memiliki kalor yang
banyak? Jelaskan.
2. Apakah kalor merupakan
salah satu bentuk energi?
Jelaskan.
3. Apakah tubuhmu dapat
menghasilkan kalor?
Jelaskan.
4. Menurutmu, apakah yang
terjadi jika suatu benda
mengalami perubahan
kalor?

106

Mencair
(padat ke cair)

Membeku
(cair ke padat)

Menyublim
(padat ke gas)

Pengertian Kalor dan Pengaruhnya

Pada 1760, Joseph Black menyatakan bahwa suhu adalah nilai


yang terukur pada termometer, sedangkan kalor adalah sesuatu
yang mengalir dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu
rendah. Kemudian, seorang ilmuwan Amerika bernama
Benjamin Thompson menyatakan bahwa kalor bukanlah zat alir,
melainkan suatu bentuk energi yang dihasilkan dari suatu kerja
mekanis, seperti gesekan dan tumbukan. Selain Thompson, para
ahli Fisika lainnya, yaitu Court Rumhford, Julius Meyer, James P.
Joule, Hermann Von Helmholtz, dan L.A. Colding menyepakati
bahwa kalor merupakan suatu bentuk energi.
Saat ini semua para ahli Fisika dapat memahami bahwa kalor
ialah suatu bentuk energi yang dipindahkan oleh benda bersuhu
lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Tahukah kamu, mengapa AC (Air Conditioner) dapat men


dinginkan ruangan? Jika suatu benda yang suhunya lebih tinggi
didekatkan pada benda yang suhunya lebih rendah, secara
alamiah energi dalam bentuk kalor akan berpindah dari benda
yang suhunya lebih tinggi ke benda yang suhunya lebih rendah.
Sebaliknya, kalor tidak akan berpindah secara alamiah dari benda
yang suhunya lebih rendah ke benda yang suhunya lebih tinggi.
Namun, dengan bantuan alat, hal ini dapat terjadi.
Sebagai contoh, proses perpindahan kalor pada AC (Air
Conditioner) dan lemari pendingin. Pada alat tersebut, kalor
dipindahkan dari ruangan bersuhu rendah ke lingkungan
sekitarnya yang bersuhu lebih tinggi sehingga ruangan akan
terasa sejuk atau dingin.

1. Kalor Dapat Mengubah Suhu suatu Benda


Pernahkah kamu memerhatikan yang terjadi jika kamu
mencelupkan sebuah sendok ke dalam sebuah gelas berisi air
panas? Suhu sendok tersebut lebih rendah daripada suhu air
sehingga energi panas (kalor) akan mengalir dari air menuju
sendok. Hal tersebut mengakibatkan suhu sendok menjadi naik.
Dengan demikian, kalor dapat mengubah suhu suatu benda.

Udara dingin yang


keluar

Alat pendingin secara


konveksi

Udara panas yang


masuk

Gambar 6.1
Proses perpindahan kalor pada
pendingin ruangan.

Gambar 6.2
Sendok logam dicelupkan ke dalam
air panas.
Mengapa sendok terasa panas?

Satuan kalor dalam SI adalah joule, sedangkan satuan


kalor lain yang juga sering digunakan adalah kalori. Satu kalori
ditetapkan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan untuk
memanaskan 1 gram air hingga suhunya naik 1C.
Hubungan satuan kalori dengan satuan joule ditemukan
oleh James P. Joule setelah melakukan serangkaian percobaan.
Joule menyatakan bahwa:
1 kalori = 4,2 joule

atau

1 joule = 0,24 kalori

Secara umum, energi kalor diberikan pada benda melalui


pemanasan. Dari pemanasan akan timbul kenaikan suhu yang
merupakan tanda bahwa suatu benda telah diberikan energi
kalor. Faktor-faktor apakah yang memengaruhi jumlah kalor
yang diperlukan zat untuk mengalami perubahan suhu? Untuk
mengetahuinya, lakukanlah Kegiatan Ilmiah 6.1 berikut.
Kalor dan Pengaruhnya

107

Kegiatan Ilmiah 6.1

(a)

(b)

(c)

Tujuan
Menyelidiki hubungan kalor, suhu, dan jenis zat cair
Alat dan Bahan
Tiga gelas ukur, pembakar bunsen, termometer, air, stopwatch
Langkah Kerja
1. Isilah ketiga gelas ukur dengan air bermassa A = 1.000 g,
B = 750 g, dan C = 500 g. Kemudian, panaskan ketiga gelas
ukur dengan pembakar bunsen.
Berhati-hatilah terhadap api dan benda panas. Gunakan
sarung tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

Gambar 6.3

2. Masukkan termometer ke dalam setiap gelas ukur. Catatlah


di dalam buku latihanmu selang waktu yang diperlukan
untuk menaikkan suhu yang sama (misalnya 10C) seperti
pada tabel berikut.

Tiga tabung air dengan jumlah


yang berbeda dipanaskan dengan
api yang sama.
Air pada tabung manakah yang
paling cepat panas?


Pertanyaan
1. Air dalam gelas ukur manakah yang lebih cepat mengalami
kenaikan suhu? Bagaimanakah pengaruh massa terhadap
jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu?
2. Untuk kegiatan selanjutnya, sediakan minyak kelapa 500
gram dan minyak tanah 500 gram. Lakukan seperti kegiatan
pertama. Bagaimana pengaruh jenis zat terhadap jumlah
kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu?


3. Untuk kegiatan selanjutnya, lakukan percobaan seperti
tabel berikut. Bagaimanakah pengaruh kenaikan suhu zat
terhadap kalor yang diperlukan?


4. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

108

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Dari Kegiatan Ilmiah 6.1 dapat kamu amati bahwa massa


air yang lebih banyak memerlukan waktu lebih lama, artinya
diperlukan energi yang lebih banyak pula. Selain itu, jenis zat
cair yang berbeda memerlukan jumlah energi yang berbeda pula
walaupun massa dan kenaikan suhu sama. Untuk kenaikan suhu
yang berbeda, diperlukan jumlah kalor yang berbeda pada jenis
dan massa zat yang sama.

2. Kalor Dapat Mengubah Wujud Zat


Jika sebuah gelas yang berisi es dipanaskan (diberi kalor), menu
rutmu, apakah yang akan terjadi pada es dalam gelas tersebut?
Jika gelas berisi es dipanaskan, es dalam gelas lama-kelamaan
akan mencair dan menjadi air. Jika air terus diberi pemanasan, air
dalam gelas tersebut akan mendidih dan berubah wujud menjadi
uap air (gas). Pemanasan merupakan cara pemberian kalor yang
dapat mengubah wujud zat. Namun, pemberian kalor tidak
selalu mengakibatkan perubahan wujud zat.
Untuk lebih memahami perubahan wujud zat akibat kalor,
lakukanlah kegiatan berikut.

Kegiatan Ilmiah 6.2


Tujuan
Mengamati perubahan wujud zat
Alat dan Bahan
Gelas kimia, beberapa balok es, termometer, dan pembakar bunsen
Langkah Kerja
1. Masukkan termometer dan balok es ke dalam gelas kimia.
Kemudian, panaskan gelas tersebut dengan pembakar bunsen.
Berhati-hatilah terhadap api dan benda panas. Gunakan
sarung tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

2. Amatilah perubahan wujud pada balok es.


3. Setelah es mencair, catat suhunya.
4. Kemudian, panaskan terus sampai air mendidih dan catat
suhunya.
Pertanyaan
1. Apa yang terjadi pada es tersebut? Ketika berubah wujud, apa
massa zat dalam tabung berubah?
2. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Termometer
Es

(a)

(b)

(c)

Gambar 6.4
Perubahan wujud es sampai
menjadi uap.
Apakah volume es berubah ketika
wujudnya menjadi cair?

Kalor dan Pengaruhnya

109

Sumber: Dokumentasi Penerbit

Gambar 6.5
Lilin yang berwujud padat akan
meleleh, lalu membeku lagi setelah
melewati titik bekunya.

Ketika sejumlah kalor diberikan pada balok es dalam


bejana melalui pemanasan, energi getar molekul-molekul es
akan bertambah dan mengakibatkan molekul-molekul tersebut
lepas dari ikatannya. Pada akhirnya, es (wujud padat) berubah
menjadi air (zat cair). Apabila pemanasan terus dilakukan, air
dalam bejana tersebut akan berubah wujud menjadi gas.
Suhu zat padat ketika berubah menjadi zat cair disebut titik
cair atau titik lebur zat padat tersebut. Sebaliknya, suhu ketika
suatu zat cair berubah menjadi zat padat disebut titik beku.
Sebagai contoh, titik beku air 0C, titik lebur raksa 38,87C,
dan titik lebur besi 1.535C (semuanya pada tekanan 1 atm).
Pernahkah kamu mengamati lilin yang terbakar? Setelah
beberapa saat, lilin akan meleleh, kemudian membeku lagi.
Melelehnya lilin disebabkan oleh adanya sejumlah kalor yang
diserap lilin sehingga suhu lilin bertambah besar. Kenaikan
suhu ini akan mengakibatkan energi getar molekul-molekul
lilin bertambah sehingga mampu melepaskan diri dari ikatan
antarmolekul yang besar.
Adapun pembekuan kembali lilin cair disebabkan oleh
terserapnya sejumlah kalor yang dimiliki lilin cair oleh lingkungan
di sekitarnya (misalnya, tempat lilin dan udara). Akibatnya, suhu
lilin cair turun dan lilin membeku kembali.
Gas

Gambar 6.6

Jenis-jenis perubahan wujud zat.


Apakah ada proses perubahan
wujud dari gas ke padat?

Padat

en

ge

im

l
ub

ny

en

Melebur

bu

gu

ap

Cair

Membeku

Pada bahasan sebelumnya telah dijelaskan bahwa proses


penguapan zat cair terjadi karena adanya kalor. Hal tersebut dapat
kamu amati pada air yang dipanaskan. Untuk membuktikannya,
lakukanlah kegiatan berikut ini.

Kegiatan Ilmiah 6.3


Tujuan
Mengamati penguapan pada zat cair
Alat dan Bahan
Gelas kimia, tutup gelas, air, dan pembakar bunsen
Langkah Kerja
1. Isilah gelas kimia dengan air kira-kira setengahnya,
kemudian ditutup dengan penutup gelas. Panaskan gelas
kimia dengan pembakar bunsen.

110

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Tutup gelas

Berhati-hatilah terhadap api dan benda panas. Gunakan


sarung tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

2. Tunggu hingga air mendidih. Setelah itu, buka tutup gelas


dan amati apa yang terjadi setelah 10 menit.
Pertanyaan
1. Apakah volume air dalam gelas kimia berkurang atau tetap
ketika tutup dibuka? Mengapa demikian?
2. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Berdasarkan Kegiatan Ilmiah 6.3 dapat kamu amati bahwa


setelah air dipanaskan selama selang waktu tertentu, timbullah
uap air. Semakin lama air dipanaskan, semakin banyak air yang
berubah menjadi uap air. Hal tersebut menunjukkan bahwa
proses penguapan memerlukan kalor.
Namun, proses penguapan atau pemberian kalor tidak
selalu melalui proses pemanasan. Teteskan alkohol atau spiritus
ke permukaan kulitmu. Dalam waktu yang singkat, alkohol atau
spiritus tersebut akan menguap dan kamu akan mencium baunya.
Kemudian, kulitmu akan terasa dingin. Mengapa demikian?
Hal tersebut terjadi karena kalor yang dibutuhkan alkohol atau
spiritus untuk menguap berasal dari badanmu sehingga kulitmu
terasa dingin.
Kembali ke Kegiatan Ilmiah 6.3, ketika mengamati peng
uapan pada zat cair, terlihat tetes-tetes air pada tutup gelas.
Tetes-tetes air tersebut berasal dari uap air yang mencapai tutup
gelas. Di tutup gelas, uap air melepaskan kalornya karena suhu
tutup gelas lebih rendah daripada gelas kimia. Proses perubahan
wujud dari uap air menjadi air ini disebut mengembun. Sekarang,
sebutkan olehmu perubahan wujud zat lainnya yang diakibatkan
oleh pelepasan kalor?

1. Mempercepat Penguapan
Penguapan terjadi karena molekul-molekul zat cair yang lebih
dekat ke permukaan mampu bergerak lebih cepat dan melepaskan
diri dari permukaan zat cair untuk membentuk uap air (gas).
Pada uraian sebelumnya tentang penguapan pada zat cair,
kamu mengetahui bahwa proses penguapan dapat dilakukan
dengan cara pemanasan dan tanpa pemanasan. Namun,
apakah kamu mengetahui cara-cara untuk mempercepat proses
penguapan? Berikut ini beberapa cara untuk mempercepat proses
penguapan.

Gelas kimia

Pembakar
bunsen

Gambar 6.7
Proses penguapan pada zat cair.

Fakta
Ilmiah
Tahukah kamu, proses
apa yang terjadi pada saat
mandi uap air atau sauna?
Jika kulit lebih dingin
daripada udara sauna
(pemandian uap),
uap air mengembun
pada kulit, dan kulit
memperoleh panas.
Jika kulit memperoleh
panas terlampau banyak,
kulit berkeringat, tetapi
menguapnya keringat
akan mendinginkan kulit.
Menyeimbangkan kedua
proses ini akan melindungi
kulit.
Sumber: Energi dan Fisika, 2000

Kalor dan Pengaruhnya

111

a. Memperluas Permukaan
Bandingkan mana yang lebih cepat kering, pakaian basah yang
dijemur secara dibentangkan atau yang tidak? Agar pakaian cepat
kering, tentunya kamu akan membentangkan pakaian tersebut.
Untuk membuktikan hal tersebut, lakukanlah kegiatan berikut.

Kegiatan Ilmiah 6.4


Gambar 6.8
Dengan cara dibentangkan,
pakaian yang dijemur akan cepat
kering.
Mengapa terjadi demikian?

Mangkuk A

Tujuan
Mempercepat proses penguapan dengan cara memperluas
permukaan
Alat dan Bahan
Dua mangkuk yang ukuran lebarnya berbeda, gelas ukur, dan air
panas
Langkah Kerja
1. Pastikan air yang dipakai bersuhu sekitar 98C, lebih panas
lebih baik. Kemudian, tuangkan air panas tersebut pada
mangkuk A dan B sebanyak 100 cm3. Pengukuran volume
air panas dilakukan menggunakan gelas ukur.
Berhati-hatilah terhadap benda panas. Gunakan sarung
tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

Mangkuk B

Gambar 6.9
Memperluas permukaan
mempercepat penguapan zat.

2. Diamkan kondisi air panas tersebut sekitar 5 menit.


3. Ukurlah volume air pada kedua mangkuk tersebut sekali
lagi. Bandingkan volume air sebelum dituangkan dan setelah
didiamkan.
Pertanyaan
1. Setelah 5 menit, mangkuk manakah yang masih menam
pung air lebih banyak?
2. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

b. Mengurangi Tekanan pada Permukaan


Jika tekanan di atas permukaan zat cair berkurang, partikelpartikel udara yang ada di atas permukaan zat cair menjadi
lebih sedikit. Dengan demikian, molekul-molekul uap air yang
ada di atas permukaan dapat lebih cepat melepaskan diri dari
molekul-molekul lainnya karena berkurangnya molekul udara
yang sebelumnya menjadi penghalang bagi molekul-molekul
uap air untuk berpindah tempat. Untuk lebih memahaminya,
lakukanlah kegiatan berikut.

112

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Kegiatan Ilmiah 6.5


Tujuan
Pengaruh tekanan terhadap percepatan penguapan
Alat dan Bahan
Dua mangkuk yang ukurannya sama, gelas ukur, kipas angin kecil,
dan air panas bersuhu sekitar 98C
Langkah Kerja
1. Tuangkan air panas pada mangkuk A dan B sebanyak 100
cm3 menggunakan gelas ukur.

Mangkuk A

Mangkuk B

Gambar 6.10
Berhati-hatilah terhadap benda panas. Gunakan sarung
tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

2. Kipasilah mangkuk B dengan kipas angin sekitar 5 menit.


3. Ukurlah volume air yang tersisa menggunakan gelas ukur.
Pertanyaan
1. Setelah lima menit, air pada mangkuk manakah yang bersuhu
lebih dingin?
2. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Air panas dalam mangkuk B lebih


cepat dingin.
Mengapa terjadi demikian?

c. Mempercepat Proses Penguapan dengan


Meniupkan Udara Kering di Atas Permukaan
Pernahkah kamu memerhatikan pakaian basah yang dijemur
pada siang hari menjadi kering meskipun cuaca mendung?
Atau, pernahkah kamu meneteskan alkohol di piring, lalu kamu
meniupnya dan tidak lama kemudian, alkohol tersebut sudah
tidak tampak lagi di piring?
Pakaian basah tersebut menjadi kering karena adanya
embusan udara yang mengandung sejumlah kecil molekul
cairan di permukaan pakaian. Akibatnya, sedikit demi sedikit
molekul-molekul zat cair akan terlepas dari pakaian. Pakaian pun
menjadi kering. Penjelasan yang sama dapat kamu terapkan pada
permukaan alkohol yang kamu tiup.

Uji Pemahaman Konsep 6.1


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Jelaskan pengertian kalor menurut pemaha
manmu sendiri.
2. Rancanglah suatu percobaan yang mem
buktikan bahwa kalor dapat mengubah
suhu suatu benda.

3. Samakah volume es dan air pada suhu 0C?


Jelaskan.
4. Pada proses menyublim apakah diperlukan
kalor? Jelaskan jawabanmu melalui contoh.

Kalor dan Pengaruhnya

113

Jumlah Kalor untuk Perubahan


Suhu dan Perubahan Wujud

1. Jumlah Kalor untuk Perubahan Suhu


Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
www.bima.ipb.ac.id/~tpbipb/materi/fisika_pdf/P08Suhu%20dan%20Kalor.pdf
www.dikmenum.go.id/
dataapp/e-learning/
bahan/kelas1/images/
PERAMBATAN%20KALOR.
swf

Kalor dapat menyebabkan terjadinya perubahan suhu suatu


benda. Jika kalor diberikan pada suatu benda, suhu benda
tersebut akan bertambah. Sebaliknya, jika kalor dilepaskan oleh
suatu benda, suhu benda tersebut akan menurun.
Berdasarkan Kegiatan Ilmiah 6.1 yang telah kamu lakukan,
didapat beberapa kesimpulan sebagai berikut.
a. Kalor yang diberikan pada suatu zat sebanding dengan
massa zat (untuk jenis zat dan kenaikan suhu yang sama).
b. Kalor yang diberikan pada suatu zat sebanding dengan
kenaikan suhu zat tersebut (untuk jenis zat dan massa yang
sama).
c. Kalor yang diberikan pada suatu zat sebanding dengan kalor
jenis zat (untuk massa dan kenaikan suhu yang sama).
Jika dirumuskan dalam bentuk persamaan, diperoleh:

Q = m . c . T
(6.1)
dengan: Q = kalor (J)

m = massa zat (kg)

c = kalor jenis (J/kgC)

T = kenaikan suhu (C)
Bandingkan sifat kalor pada air, aluminium, dan besi yang
massanya sama. Jika suhu awal ketiga zat tersebut sama, kemudian
diberi sejumlah kalor yang sama, kenaikan suhu dari setiap zat
akan berbeda. Berdasarkan penelitian para ahli, zat yang memiliki
perubahan suhu paling besar adalah besi, diikuti aluminium dan
air. Mengapa demikian? Tidak semua zat memiliki kemampuan
yang sama dalam menyerap kalor. Kemampuan untuk menyerap
kalor ditentukan oleh sifat dari zat yang disebut dengan kalor
jenis. Setiap zat memiliki nilai kalor jenis yang berbeda.
Perhatikan kembali uraian sebelumnya. Oleh karena ke
naikan suhu pada besi lebih besar, berarti besi memiliki kalor
jenis paling kecil dibandingkan aluminium dan air. Adapun air
memiliki kalor jenis lebih besar karena kenaikan suhunya paling
kecil daripada aluminium dan besi. Semakin besar kalor jenis
suatu zat, semakin sulit mengubah suhu zat tersebut.

114

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Telah ditetapkan bahwa kalor jenis adalah banyaknya kalor


yang diperlukan untuk menaikkan suhu setiap 1 kilogram zat
sebesar 1celsius.
Q

(6.2)
c=
m DT
Satuan dari kalor jenis adalah kalori/gram celsius, atau dalam
sistem SI adalah joule/kilogram celsius.
Nilai kalor jenis air adalah 1 kal/gC yang dalam SI sebesar
4.200 J/kgC. Hal tersebut berarti diperlukan kalor sebesar
4.200 joule untuk menaikkan suhu 1 kilogram air sebesar 1C.
Berikut adalah tabel nilai kalor jenis (c) beberapa zat pada suhu
kamar (25).
Tabel 6.1 Kalor Jenis Beberapa Zat pada Suhu 25C

Sumber: Fundamental of Physics, 2001

Berdasarkan Tabel 6.1, ternyata air memiliki kalor jenis


terbesar. Zat yang memiliki kalor jenis besar tentunya akan
membutuhkan kalor yang lebih banyak untuk menaikkan
suhunya.
Oleh karena memiliki kalor jenis yang besar, air banyak
dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh,
pada siang hari kamu akan merasa segar jika minum air dingin.
Hal tersebut disebabkan kalor jenis air lebih besar daripada
kalor jenis udara. Air tidak mudah naik suhunya walaupun suhu
udara cukup panas. Selain itu, air dapat pula digunakan sebagai
pendingin mesin mobil karena kenaikan suhu air lebih lambat
daripada kenaikan suhu mesin mobil.

Tokoh IPA

James P. Joule
(18181889)
Joule sangat tertarik pada
hal-hal yang berhubungan
dengan kalor. Kemudian,
ia membuat eksperimen
untuk mengukur jumlah
kalor yang dihasilkan oleh
motor listrik. Kamu pun
dapat mengikuti jejaknya.
Hampir semua peralatan
listrik berhubungan dengan
masalah kalor, ini merupakan
salah satu lahan untuk
belajar wirausaha.
Sumber: Science Encyclopedia, 1997

Tugas
Carilah contoh lain dalam kehidupan sehari-hari yang memanfaatkan air karena nilai kalor jenisnya.
Buatlah laporannya secara tertulis, kemudian serahkan hasilnya kepada gurumu.

Kalor dan Pengaruhnya

115

Contoh Soal 6.1


Jika untuk memanaskan 1 kg timah (c = 225 J/kgC) diperlukan
energi sebesar 42.000 joule, tentukan perubahan suhu yang terjadi
pada timah. Bandingkan dengan pemanasan untuk 1 kg air.
Pembahasan:
Dengan menggunakan Persamaan (6.1), diperoleh perubahan suhu
untuk memanaskan 1 kg timah sebagai berikut.
Q = m . c . T
Q
42.000 J
DT =
=
= 186,7C
m c (1kg) (225 J/kg C)
Pada pemanasan 1 kg air, diperoleh perubahan suhu air sebagai
berikut.
Q
42.000 J
DT =
=
= 10C
m c (1kg) (4.200 J/kg C)
Jadi, saat memanaskan 1 kg timah dengan kalor sebesar 42.000
J terjadi kenaikan suhu sebesar 186,7C. Akan tetapi, jika kalor
tersebut digunakan untuk memanaskan 1 kg air, kenaikan suhu air
tersebut hanya 10C.

2. Jumlah Kalor untuk Perubahan Wujud

Sumber: Dokumentasi Penerbit

Gambar 6.11
Ketika air mendidih, gelembung
air akan naik dari dasar panci ke
permukaan.
Mengapa hal tersebut terjadi?

116

Pada bahasan sebelumnya, telah diperkenalkan jenis-jenis


perubahan wujud zat, seperti mendidih, mengembun, melebur,
dan membeku. Apa perbedaan antara mendidih, mengembun,
melebur, dan membeku?
Mendidih merupakan peristiwa yang tepat terjadi pada
suatu zat ketika berubah wujud dari cair menjadi gas pada titik
didih normalnya. Adapun melebur adalah peristiwa yang tepat
terjadi ketika zat berubah wujud dari padat menjadi cair pada
titik lebur normalnya. Mengembun merupakan peristiwa yang
tepat terjadi ketika zat berubah wujud dari gas menjadi cair pada
titik embunnya. Adapun membeku adalah peristiwa yang tepat
terjadi ketika zat berubah wujud dari cair menjadi padat pada
titik bekunya.
Ketika sedang melebur dan mendidih, suhu zat tetap
walaupun zat tersebut menerima kalor. Ketika sedang mengembun
dan membeku, suhu zat juga tetap walaupun zat tersebut melepas
kalor. Untuk lebih jelasnya, simaklah uraian berikut.

a. Mendidih, Menguap, dan Mengembun


Ketika kamu memanaskan air dalam panci, lama-kelamaan
suhu air dalam panci tersebut akan naik. Kita dapat menyatakan
bahwa keadaan air tersebut semakin panas. Apakah air dalam

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

panci tersebut menerima kalor sehingga suhunya naik? Pada


suhu tertentu, zat cair tersebut mulai mendidih. Suhu ketika zat
cair mendidih disebut titik didih.
Mendidihnya suatu zat cair disebabkan adanya penyerapan
kalor pada seluruh bagian zat cair, tidak hanya di permukaan
zat cair saja. Jika titik didih zat cair telah tercapai, gelembunggelembung udara akan terbentuk di seluruh bagian zat cair.
Jika tekanan diturunkan (diperkecil), titik didih zat cair
akan turun sehingga zat cair akan lebih mudah mendidih. Hal
sebaliknya terjadi jika tekanan dinaikkan. Titik didih zat cair
akan naik, artinya zat cair akan mendidih pada suhu lebih tinggi
daripada titik didih sebelumnya. Titik didih normal air (tekanan
1 atm) adalah 100C.
Berbeda dengan mendidih, menguap tidak harus terjadi
pada suhu 100C. Coba kamu perhatikan pakaian yang kamu
jemur. Pada awalnya pakaianmu basah, tetapi ketika diangkat
pada sore hari, pakaianmu telah kering. Air yang terdapat pada
bajumu menghilang karena menguap. Menurutmu, apakah air
pada bajumu sempat mencapai 100C ketika dijemur? Tentu
tidak, bukan? Penguapan tidak harus terjadi pada 100C. Dengan
demikian, penguapan dapat diartikan sebagai proses perubahan
wujud zat dari cair menjadi gas pada suhu tertentu (titik uapnya).
Proses kebalikan dari menguap ini adalah mengembun. Untuk
jenis zat yang sama, titik uap dan titik embunnya sama.
Berapakah besar kalor yang dibutuhkan untuk menguapkan
air pada titik uapnya? Apa saja yang memengaruhinya? Coba
bandingkan ketika kamu mendidihkan 200 g air dan 400 g
air dengan nyala api yang sama. Manakah yang lebih dahulu
mendidih? Ternyata, waktu yang diperlukan untuk mendidihkan
air 400 g lebih lama dibanding dengan air 200 g. Artinya, kalor
yang diperlukannya pun lebih besar. Hal ini menunjukkan kalor
yang diperlukan zat untuk menguap dipengaruhi massa zat
(Q m). Selain massa, kalor yang diperlukan zat untuk menguap
juga dipengaruhi oleh jenis zat. Buktinya, coba kamu tumpahkan
air dan alkohol pada permukaan lantai. Alkohol akan lebih cepat
menguap dibandingkan air.
Banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk menguapkan 1 kg
zat pada titik didihnya disebut kalor uap (U). Kalor uap memiliki
satuan J/kg. Jadi, untuk menguapkan sejumlah zat sebanyak m
kg pada titik didihnya, dibutuhkan kalor (Q) sebesar:

Q = m U

Fakta
Ilmiah

Kamu mungkin pernah


mendengar atau melihat
dry ice, baik itu dari
televisi, surat kabar,
maupun majalah. Akan
tetapi, apakah sebenarnya
dry ice itu? Dry ice adalah
karbon dioksida yang
membeku. Ketika mencair/
meleleh, dry ice berubah
wujud langsung menjadi
gas tanpa melalui wujud
cair terlebih dahulu. Dry
ice yang mencair/meleleh
terlihat seperti kabut
sehingga sering digunakan
dalam pertunjukan
teater atau musik untuk
memberikan kesan misteri.
Sumber: 1.000 Questions and
Answers, 1998

(6.3)

dengan: Q = kalor yang diperlukan (J)



m = massa zat (kg)

U = kalor uap (J/kg)
Kalor dan Pengaruhnya

117

T (C)

Titik
didih
Air
0

Uap air

Perhatikan Persamaan (6.3), besaran rentang suhu T tidak


ada dalam rumusan karena suhu dari titik didih sampai titik uap
konstan tidak berubah (lihat Gambar 6.12). Berikut adalah tabel
yang menampilkan titik didih dan kalor uap (U) beberapa zat.
Tabel 6.2 Kalor Uap dan Titik Didih Beberapa Zat pada Tekanan 1 atm

Titik
uap
Q (joule)

Gambar 6.12
Dari titik didih sampai titik uap
berlaku kalor uap (U).
Di manakah pada grafik tersebut
berlaku kalor jenis (c)?

Sumber: Fundamental of Physics, 2001

Adapun banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk meng


embunkan 1 kg zat pada titik embunya disebut kalor embun.
Untuk jenis zat yang sama, besar kalor uap sama dengan kalor
embunnya.

Contoh Soal 6.2


Soal Persiapan UN
Tangkai setrika dibuat dari
bahan isolator (plastik)
agar ....
a. setrika mudah panas
b. setrika tidak mudah
rusak
c. setrika tidak cepat
panas
d. kalor tidak merambat ke
tangan
(UN 2007)
Pembahasan
Isolator panas adalah bahan
yang sukar menghantarkan
panas. Contohnya,
karet, kayu, dan plastik.
Pemanfaatan isolator panas
terdapat pada tangkai setrika
dari plastik agar panas tidak
merambat ke tangan.
Jawaban: D

118

Jika massa alkohol yang diuapkan menjadi uap alkohol adalah 0,5
kg, berapa joule kalor yang dibutuhkan?
Pembahasan:
Diketahui: malkohol = 0,5 kg

Ualkohol = 0,854 106 J/kg
Kalor yang dibutuhkan adalah
Q = mU
= (0,5 kg) (0,854 106 J/kg)
= 427 kJ

b. Mencair (Melebur) dan Membeku


Suatu zat memerlukan kalor agar dapat mencair. Mencair
adalah proses perubahan wujud zat dari padat ke cair pada titik
leburnya. Jika suatu zat padat dapat mencair, zat tersebut dapat
pula mengalami proses sebaliknya, yaitu membeku. Membeku
adalah proses perubahan wujud zat dari cair ke padat pada titik
bekunya. Untuk jenis zat yang sama, titik lebur sama dengan
titik bekunya. Contohnya, air membeku pada suhu 0C dan es
mencair pada suhu 0C.
Untuk lebih memahami bahwa mencair membutuhkan
kalor, lakukanlah kegiatan berikut.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Kegiatan Ilmiah 6.6


Tujuan
Memahami peranan kalor dalam proses mencairnya suatu zat
Alat dan Bahan
Lilin, termometer laboratorium (0100C), gelas kimia,
stopwatch, dan pembakar bunsen
Langkah Kerja
1. Masukkan lilin dan termometer ke dalam gelas kimia.
Kemudian, panaskan gelas kimia di atas pembakar bunsen.

Termometer

Lilin

Gambar 6.13
Berhati-hatilah terhadap api dan benda panas. Gunakan
sarung tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

Proses mencair memerlukan


sejumlah kalor.

2. Amatilah perubahan suhu setiap satu menit.


3. Setelah semua lilin mencair, angkatlah gelas tadi. Kemudian,
letakkan gelas yang berisi lilin cair di atas permukaan yang
dingin tanpa pembakar bunsen.
4. Amati dan catat penurunan suhu yang terjadi. Bandingkan
suhu ketika melebur dan ketika membeku?
Pertanyaan
1. Apakah perubahan suhu termometer naik atau turun ketika
terjadi pencairan dan pembekuan lilin?
2. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.
T (C)

Grafik suhu terhadap waktu berdasarkan hasil Kegiatan


Ilmiah 6.6 ditunjukkan oleh Gambar 6.14. Pada grafik tersebut
terlihat bahwa suhu lebur (cair) dan suhu beku berada pada
titik yang sama, namun berbeda wujud. Artinya, untuk jenis
zat yang sama, titik lebur (cair) dan titik beku sama besarnya.
Terlihat pula bahwa ketika mencair dibutuhkan kalor dan ketika
membeku dilepaskan kalor. Bagaimanakah hubungan antara
kalor untuk meleburkan benda dengan jumlah massanya? Untuk
mengetahuinya, lakukanlah kegiatan berikut.

Suhu

Melebur
(mencair)

Membeku

Suhu
awal

t (s)

Gambar 6.14
Grafik suhu terhadap waktu ketika
terjadi perubahan wujud zat.

Kegiatan Ilmiah 6.7


Tujuan
Mengamati peleburan dengan jumlah massa zat yang berbeda
Alat dan Bahan
Dua gelas kimia, dua lilin beku, dan pembakar bunsen. Salah satu
lilin memiliki massa lebih banyak.

Kalor dan Pengaruhnya

119

Langkah Kerja
1. Isi kedua gelas kimia dengan lilin-lilin tersebut, kemudian
panaskan secara bersamaan.
Berhati-hatilah terhadap api dan benda panas. Gunakan
sarung tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

2. Amati cepatnya perubahan wujud lilin dalam kedua gelas


kimia hingga mencair seluruhnya.
Gambar 6.15
Peleburan zat yang sama dengan
massa berbeda.
Lilin manakah paling cepat lebur?

Pertanyaan
1. Apa yang terjadi pada kedua lilin tersebut? Lilin manakah
yang lebih cepat lebur?
2. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Fakta
Ilmiah

Di padang pasir, suhu


pada siang hari sangatlah
panas dan pada malam hari
sangat dingin. Hal tersebut
menjelaskan mengapa
dinding rumah yang berada
di padang pasir dibuat
dari tanah liat yang tebal.
Ketika malam hari, panas di
dinding luar akan berpindah
ke dinding bagian dalam
sehingga suhu di ruangan
akan hangat. Ketika siang
hari, suhu di ruangan akan
menjadi minimum meskipun
suhu di luar sangat panas.
Sumber: Physics, Fourth Edition, 1995

120

Berdasarkan hasil Kegiatan Ilmiah 6.7, dapat disimpulkan


bahwa kalor yang diperlukan untuk meleburkan suatu zat ber
banding lurus dengan massa zat tersebut.
Banyaknya kalor yang diperlukan untuk mencairkan
suatu zat padat bergantung pada jenis zatnya. Misalnya, untuk
mencairkan 1 kg es diperlukan kalor sebesar 3,33 105 joule,
sedangkan untuk 1 kg perak sebesar 0,88 105 joule. Mengapa
demikian? Setiap zat memiliki kalor lebur yang berlainan. Kalor
lebur ialah banyaknya kalor yang diperlukan untuk mencairkan
1 kg zat padat menjadi 1 kg zat cair pada titik leburnya. Adapun
kalor yang dilepaskan 1 kg zat cair untuk membeku menjadi 1
kg zat padat pada titik bekunya disebut kalor beku. Kalor beku
memiliki nilai yang sama dengan kalor lebur untuk jenis zat yang
sama. Jadi, untuk membekukan atau meleburkan sejumlah zat
sebanyak m kg, besar kalornya (Q) adalah

Q = m L

(6.4)

dengan: L = kalor lebur atau kalor beku (J/kg)



Q = jumlah kalor yang diperlukan untuk melebur
atau jumlah kalor yang dilepaskan pada saat
membeku (J)

m = massa zat (kg)
Setiap benda memiliki titik lebur yang berbeda. Kalor lebur
setiap benda pun tidak sama. Hal tersebut dapat kamu lihat pada
tabel berikut.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Tabel 6.3 Titik Lebur dan Kalor Lebur Beberapa Zat

Uji Sikap
Setiap Rida akan
menuangkan air panas ke
dalam gelas, ia terlebih
dahulu menyimpan sendok
di dalam gelas.

Sumber: Fundamental of Physics, 2001

3. Kalor dalam Kehidupan Sehari-hari


Sebagaimana telah dijelaskan pada subbab sebelumnya, kalor
yang diserap atau dilepaskan ketika terjadi perubahan suhu tidak
sama dengan kalor yang diserap atau dilepaskan ketika terjadi
perubahan wujud.
Jika kita memanaskan es batu yang bersuhu 6C, es akan
menyerap kalor sehingga suhunya naik sampai 0C. Pada suhu
0C, es menyerap kalor untuk melepaskan molekul-molekulnya
dari ikatan zat padat sehingga es (zat padat) berubah menjadi air
yang bersuhu 0C. Kemudian, air yang bersuhu 0C menyerap
kalor sehingga suhunya bertambah sampai mencapai titik
didihnya. Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa
jumlah kalor (Q) yang diserap oleh es batu untuk mencair hingga
mencapai titik didih air memiliki persamaan sebagai berikut.

Qserap = Qes + Qlebur es + Qair + Qdidih air

atau
Qserap = mes ces Tes + mes Les + mair cair Tair + mair Uair

(6.6)

Bagaimana pendapatmu
mengenai kebiasaan Rida?
Menurutmu, apa sendok
tersebut dapat mengurangi
panas dari air yang
dituangkan?
T (C)

Uap
air

100
Air
0

Q1

Q2

Q3

Q4

Es

Gambar 6.16
Grafik jumlah kalor yang dibutuhkan
untuk mengubah wujud es sampai
menjadi uap air.
Keterangan:
Q1 = Q menaikkan suhu es
Q2 = Q lebur es
Q3 = Q menaikkan suhu air
Q4 = Q mendidihkan air

Bagaimana dengan proses sebaliknya? Berdasarkan


Persamaan (6.6), dapatkah kamu menuliskan perumusannya?

Contoh Soal 6.3


Tentukanlah kalor yang dibutuhkan untuk mencairkan 1.000 g es
bersuhu 5C di bawah nol hingga menjadi air yang bersuhu 10C,
jika diketahui kalor jenis es 2.100 J/(kgC), kalor lebur es 340.000
J/kg, dan kalor jenis air 4.200 J/(kgC).

Kalor dan Pengaruhnya

121

Q (J)

Pembahasan:
Grafik berikut memperlihatkan jumlah kalor pada Contoh Soal
6.3.
T (C)
10
5
0

Q1

Q2

Q3

Q (J)

Mencari Q1:
Oleh karena pada Q1 ini terjadi kenaikan suhu, persamaan yang
digunakan adalah
Q1 = mes . ces . T ; 1.000 g es = 1 kg es

= 1 kg . 2.100 J/(kgC) . 5C = 10.500 joule.
Mencari Q2:
Pada bagian ini, es sudah mencair menjadi air pada suhu konstan
0C.
Q2 = m . L

= 1 kg . 340.000 J/kg = 340.000 joule.
Mencari Q3:
Terjadi kenaikan suhu dari 0C sampai 10C maka
Q3 = mair . cair . T

= 1 kg . 4.200 J/(kgC) . 10C = 42.000 joule.
Kalor total yang diberikan adalah:
Qtotal = Q1 + Q2 + Q3

= 10.500 J + 340.000 J + 42.000 J = 392.500 joule.

Uji Pemahaman Konsep 6.2


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Apakah proses pengembunan memerlukan 5. Perhatikan grafik berikut.
kalor? Jelaskan.
T (oC)
2. Pada pemanasan perak bermassa 4 kg,
diberikan kalor sebanyak 460.000 joule.
Jika suhu akhir perak 560C dan kalor jenis
td
perak 230 J/kgC, berapakah suhu awal
98
perak tersebut?
0
3. Apakah titik didih air di pantai dan di
t (menit)
pegunungan berbeda? Jelaskan.

Apa yang dapat kamu simpulkan dari grafik
4. Manakah yang lebih banyak memerlukan
tersebut?
kalor, mendidihkan 2 kg alkohol atau
mendidihkan 1 kg air? Jelaskan dengan
alasannya.

122

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Perpindahan Kalor

Pada waktu mencelupkan sebuah sendok ke dalam gelas yang


berisi air panas, sendok yang kamu celupkan tersebut akan
menjadi panas. Jika kamu memasak air di dalam panci, air dalam
panci akan menjadi panas. Kemudian, pada siang hari yang terik,
kamu akan merasa kepanasan. Mengapa hal-hal tersebut dapat
terjadi?
Contoh-contoh yang dikemukakan tersebut menunjuk
kan adanya perpindahan kalor. Sendok yang kamu celupkan ke
dalam air panas ikut menjadi panas karena adanya perpindahan
kalor dari air panas menuju sendok. Begitu pula pada peristiwa
pemanasan air dalam panci dan pancaran sinar matahari pada
siang hari. Secara alamiah perpindahan kalor terjadi dari benda
yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah.
Dalam mempelajari kalor dikenal ada tiga macam cara
perpindahan kalor, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.

Tantangan IPA
Science Quest
Pernahkah kamu
mendengar istilah "efek
rumah kaca"? Apakah "efek
rumah kaca" tersebut jika
dihubungkan dengan kalor
dan perpindahan kalor?
Have you heard the term
"green house effect"?
What do you think about
"green house effect" if it is
connected to heat and heat
transfer?

1. Perpindahan Kalor secara Konduksi


Peristiwa perpindahan kalor pada sendok yang dicelupkan ke
dalam air panas merupakan contoh perpindahan kalor secara
konduksi. Apa yang dimaksud dengan perpindahan kalor secara
konduksi?
Sebelum membahasnya, perhatikanlah uraian berikut.
Kamu dan teman-temanmu akan memindahkan buku dari satu
lemari ke lemari yang lain dengan cara duduk berjejer di bangku
panjang. Perhatikan ilustrasi pada Gambar 6.17. Dalam keadaan
tidak berpindah tempat, kamu dan teman-temanmu memin
dahkan buku-buku tersebut secara estafet dari satu tangan ke
tangan lainnya.
Seperti yang telah kamu ketahui, zat terdiri atas partikelpartikel. Seandainya buku-buku tersebut diumpamakan sebagai
kalor dan kamu bersama teman-temanmu sebagai partikelpartikel, dapat dikatakan bahwa perpindahan kalor secara
konduksi ialah perpindahan kalor melalui zat tanpa disertai
perpindahan partikel-partikel zat tersebut. Zat (medium) yang
dapat memindahkan kalor ini disebut dengan penghantar kalor.
Pahamilah bagaimana proses konduksi berlangsung dari
ujung sendok yang dipanaskan ke ujung yang lainnya (pangkal
sendok). Perhatikan Gambar 6.18.
Ketika ujung sendok dipanaskan, partikel-partikel sendok
yang dipanaskan bergetar. Partikel-partikel yang bergetar me
mindahkan kalor pada partikel lainnya. Akibatnya, partikel-

Gambar 6.17
Proses perpindahan kalor secara
konduksi menyerupai perpindahan
buku secara estafet.
(a)

(b)

Gambar 6.18
(a) Perpindahan kalor secara
konduksi pada sendok.
(b) Getaran partikel zat pada
peristiwa konduksi.

Kalor dan Pengaruhnya

123

partikel yang menerima kalor bergetar sambil meneruskan aliran


kalor ke partikel berikutnya. Begitu seterusnya sampai pada
partikel-partikel di pangkal sendok. Untuk memahami sifat
hantar kalor beberapa zat, lakukan Kegiatan Ilmiah 6.8 berikut.

Kegiatan Ilmiah 6.8


Besi
Aluminium

Kaca

Gambar 6.19
Sifat setiap zat berbeda saat
dijadikan penghantar atau medium
bagi kalor.

Tujuan
Mengamati sifat hantar kalor beberapa zat
Alat dan Bahan
Batang besi, aluminium, dan kaca yang memiliki lebar dan
panjang yang sama, masing-masing satu buah
Langkah Kerja
1. Lapisi batang besi, aluminium, dan kaca batang dengan
lilin.
2. Panaskanlah ketiga batang tersebut dengan menggunakan
lilin secara bersamaan pada salah satu ujungnya.
Berhati-hatilah terhadap api dan benda panas. Gunakan
sarung tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

Pertanyaan
1. Manakah dari ketiga batang tersebut yang paling cepat
melelehkan seluruh lapisan lilin?
2. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Lilin yang melapisi ketiga batang tersebut tidak meleleh


seluruhnya secara bersamaan. Mengapa demikian? Hal tersebut
disebabkan perbedaan daya hantar kalor secara konduksi untuk
setiap batang.
Di alam ini terdapat zat-zat yang berfungsi sebagai
penghantar kalor yang baik dan terdapat pula zat-zat penghantar
kalor yang buruk. Zat-zat yang menghantarkan kalor dengan
baik disebut konduktor. Logam, seperti besi dan aluminium
merupakan contoh bahan konduktor. Sebaliknya, benda yang
kurang baik menghantarkan kalor disebut isolator. Umumnya,
zat yang termasuk sebagai isolator adalah semua zat selain logam,
seperti kayu, kaca, dan plastik. Selain itu, air dan udara juga
termasuk isolator.
Pada umumnya, zat cair merupakan penghantar yang
buruk. Oleh karena itu, air banyak digunakan sebagai pendingin,
misalnya mobil memiliki radiator yang diisi air sebagai pendingin
mesin.

124

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Tugas
Carilah di lingkungan sekitarmu benda-benda yang termasuk konduktor dan yang termasuk isolator.
Buatlah laporannya secara tertulis dan serahkan kepada gurumu.

2. Perpindahan Kalor secara Konveksi


Pada perpindahan kalor secara konveksi, partikel-partikel benda
penghantar ikut bergerak. Untuk memahami perpindahan kalor
secara konveksi, simaklah uraian berikut ini.
Ketika kamu dan teman-temanmu memindahkan buku
dari satu lemari ke lemari yang lain, kamu ikut bergerak, yaitu
berjalan membawa buku dari lemari satu ke lemari yang lain.
Begitu pula teman-temanmu. Setelah menyimpan buku di
lemari kedua, kamu akan kembali lagi untuk mengambilnya dan
begitu seterusnya.

Gambar 6.20
Ketika kamu memindahkan buku
dari satu lemari ke lemari lainnya,
hal itu serupa dengan perpindahan
kalor secara konveksi.

Peristiwa yang sama terjadi pada proses air mendidih.


Ketika dipanaskan, partikel-partikel air yang berada di bagian
bawah (dekat pembakar) akan mengalami kenaikan suhu karena
menerima kalor, sedangkan partikel-partikel di atas permukaan
masih dingin. Kemudian, partikel-partikel air yang panas naik
dan yang dingin turun. Di bawah permukaan, partikel-partikel
air yang dingin akan menerima kalor sampai suhunya lebih
tinggi dari partikel-partikel di atas yang naik tersebut. Akhirnya,
partikel yang di bawah naik kembali dan yang di atas turun
kembali. Begitu proses tersebut berlangsung akan terjadi aliran
partikel pembawa kalor. Semakin lama, suhu air akan semakin
naik dan akhirnya air akan mendidih.
Dari contoh tersebut, aliran yang terjadi merupakan
perpindahan partikel-partikel zat dari satu tempat ke tempat
lainnya. Perpindahan kalor yang disertai aliran partikel zat pem
bawa kalor disebut konveksi.
Untuk lebih memahami peristiwa konveksi di udara dan di
dalam zat cair, lakukanlah kegiatan berikut ini.

Kalor dan Pengaruhnya

125

Kegiatan Ilmiah 6.9

Gambar 6.21
Asap dari kertas tertarik ke dalam
tabung.
Mengapa terjadi demikian?

Tujuan
Mengamati peristiwa konveksi di udara
Alat dan Bahan
Kotak kaca yang bagian atasnya berlubang dua, lilin, kertas, korek
api, dan dua tabung kaca
Langkah Kerja
1. Tempatkan lilin yang menyala dalam kotak dan letakkan
kedua tabung pada kedua lubang kotak kaca, seperti tampak
pada Gambar 6.21.
2. Bakar kertas, lalu padamkan dan dekatkan pada tabung A.
Berhati-hatilah terhadap api dan benda panas. Gunakan
sarung tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

Pertanyaan
1. Bagaimana arah aliran asap?
2. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Kegiatan Ilmiah 6.10


Aliran
air

Kalium
permanganat

Pembakar
bunsen

Gambar 6.22
Gerakan kalium permanganat
memperlihatkan konveksi kalor
pada zat cair.

Tujuan
Mengamati peristiwa konveksi di air
Alat dan Bahan
Gelas kimia, butiran kalium permanganat, dan pembakar bunsen
Langkah Kerja
1. Isilah gelas kimia dengan air sebanyak 100 mL.
2. Masukkan pula butiran kalium permanganat.
3. Panaskan gelas kimia pada salah satu sisinya.
Berhati-hatilah terhadap api dan benda panas. Gunakan
sarung tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

Pertanyaan
1. Apakah yang terjadi pada butiran kalium permanganat?
2. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Sekarang, pikirkan olehmu mengapa sampai terjadi aliran


partikel pada zat yang dipanaskan? Ketika air di dalam gelas
dipanaskan, air memuai sehingga volumenya bertambah.
Dengan bertambahnya volume, massa jenisnya menjadi kecil

126

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

m
). Akibatnya, massa jenis air yang berada di bagian
V
bawah (dekat pembakar) akan lebih ringan daripada massa jenis
air di bagian atas sehingga molekul air yang di bawah akan naik.
Selain dalam zat cair, proses perpindahan kalor secara konveksi
juga dapat terjadi dalam gas atau udara. Angin merupakan salah
satu contoh aliran udara secara konveksi.
(ingat r =

Tugas
Buatlah makalah tentang proses terjadinya angin darat, angin laut, angin gunung, dan angin lembah
dikaitkan dengan perpindahan kalor secara konveksi. Presentasikan hasilnya dan buatlah laporan
tertulisnya untuk dilaporkan ke gurumu.

3. Perpindahan Kalor secara Radiasi


Ketika kamu sedang berada di luar rumah pada siang hari,
kamu akan dapat merasakan panasnya terik Matahari. Mengapa
demikian? Padahal Matahari berada di tempat yang sangat
jauh. Contoh lainnya, yaitu ketika kamu sedang berkemah dan
menyalakan api unggun. Kamu akan dapat merasakan panasnya
api unggun, padahal kamu tidak bersentuhan langsung dengan
api unggun. Mengapa demikian?
Bagaimanakah energi kalor dari Matahari sampai ke Bumi?
Kalor yang berasal dari Matahari tidaklah dihantarkan secara
konduksi. Mengapa demikian? Hal tersebut disebabkan antara
Matahari dan Bumi tidak terdapat zat penghantar kalor. Di
sekeliling Bumi hanya ada atmosfer. Kalor dari Matahari juga
tidak dihantarkan secara konveksi.
Dengan cara apakah kalor tersebut merambat? Kehangatan
yang kamu rasakan merupakan pancaran (radiasi) kalor. Energi
(kalor) dari Matahari dihantarkan tanpa melalui perantara
apapun. Perpindahan kalor yang tidak memerlukan zat perantara
(medium) apapun disebut radiasi kalor.
Penyerapan kalor secara radiasi ternyata sangat bergantung
pada warna benda. Mengapa demikian? Warna benda memegang
peranan penting dalam pemantulan atau penyerapan kalor.
Benda-benda yang berwarna hitam lebih banyak menyerap kalor
dan memantulkan sebagian kecil kalor jika dibandingkan bendabenda yang berwarna terang.
Oleh karena itu, seseorang yang mengenakan pakaian hitam
pada siang hari akan merasa lebih cepat gerah daripada orang
yang mengenakan pakaian yang berwarna putih. Pada malam
hari, orang yang mengenakan pakaian hitam merasa lebih dingin

Sumber: CD Image

Gambar 6.23
Radiasi kalor dari sinar matahari
menuju Bumi.

Tantangan IPA
Science Quest
Pelajaran apa yang kamu
dapatkan dari peristiwa
penyerapan kalor secara
radiasi yang bergantung
pada warna benda?
What are the lessons
you get from the event
of absorption of heat by
radiation which is based on
the colour of the object?

Kalor dan Pengaruhnya

127

daripada orang yang mengenakan pakaian putih. Hal tersebut


terjadi karena pada malam hari, kalor yang dikeluarkan tubuh
diserap pakaian yang berwarna hitam dan dipancarkan ke luar
tubuh.

4. Penerapan Prinsip Perpindahan Kalor

Gabus
Dinding kaca

Ruang
vakum
Sumber: Physics
for You, 2001
Cairan
Lapisan
perak

Gambar 6.24
Termos air panas
Pengatur panas

Lempeng
bimetal

Elemen
pemanas

Gambar 6.25
Setrika menghantarkan panas
melalui alas besi.

Tangki penyuplai air


dingin

Pipa
pemuaian

a. Termos
Termos air panas ataupun termos es merupakan salah satu
alat yang mampu mencegah hilangnya kalor secara konduksi,
konveksi, ataupun radiasi. Termos sebenarnya adalah sebuah
botol di dalam botol. Lapisan botol termos sebelah luar, biasa
nya diberi lapisan perak yang berfungsi mencegah perpindahan
kalor secara radiasi. Lapisan botol sebelah dalam yang mengilap
berfungsi sebagai pemantul radiasi sehingga suhu air dalam
termos relatif tetap.
Di antara botol bagian dalam dan botol bagian luar, terdapat
ruang vakum atau hampa udara sehingga perpindahan kalor secara
konveksi dari dinding kaca ke luar tidak terjadi. Tutup termos
terbuat dari bahan isolator, misalnya gabus, untuk mencegah
proses perpindahan kalor secara konduksi pada permukaan air.

b. Setrika Listrik
Prinsip kerja dari setrika adalah mengubah energi listrik menjadi
energi panas yang kemudian dikonduksikan melalui alas besi
tebal di bawah setrika. Penghantaran kalor secara radiasi dan
konveksi tidak terjadi pada setrika.

c. Alat Penyuplai Air Panas

Keran air
panas
Air panas
naik
Air dingin turun

Boiler
Sumber: Physics for You, 2001

Gambar 6.26
Bagan alat penyuplai air panas.

128

Dalam kehidupan sehari-hari, penerapan prinsip perpindahan


kalor dapat kamu temui pada termos, setrika, alat penyuplai air
panas, dan radiator (alat pendingin mesin mobil).

Pada alat penyuplai air panas, arus konveksi membawa


energi (kalor) dari ketel pemanas (boiler) naik menuju tangki
penyimpanan. Air dingin dari penyuplai air dingin mengalir
turun menuju tangki penyimpanan. Debit air tangki penyuplai
air dingin diatur oleh suatu katup yang dikendalikan oleh suatu
pelampung. Jika debit air dalam tangki tersebut berkurang
melewati ketinggian minimum tertentu, pelampung akan
membukakan katup penyuplai air.
Pada tangki penyimpanan terdapat air dingin pada bagian
bawah dan air panas pada bagian atas. Tangki penyimpanan
dihubungkan dengan keran air panas sebagai tempat keluarnya
air panas dari sistem penyuplai air panas tersebut (Perhatikan
Gambar 6.26).

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Aliran konveksi mengakibatkan air dingin dari tangki


penyimpanan turun menuju boiler. Sebaliknya, air panas dari
boiler bergerak naik menuju tangki penyimpanan sehingga terjadi
sirkulasi air dingin dan air panas antara tangki penyimpanan dan
boiler.

d. Radiator
Mesin mobil yang bekerja lama-kelamaan akan menjadi panas.
Untuk mendinginkan mesin mobil tersebut agar tidak rusak,
digunakan suatu alat pendingin yang dinamakan radiator.
Prinsip kerja radiator adalah pendinginan secara konveksi.
Di dalam radiator terdapat pompa yang berfungsi untuk
memompa air panas dari mesin menuju radiator. Air dalam
radiator didinginkan dengan menggunakan kipas. Selanjutnya,
air dingin dari radiator dialirkan ke mesin. Sebaliknya, air panas
dari mesin dialirkan menuju radiator sehingga terjadi sirkulasi air
panas dan air dingin di antara mesin dan radiator.

Pompa

Udara
yang
menuju
radiator

Kipas
Sumber: Physics for You, 2001

Gambar 6.27
Radiator merupakan produk
teknologi yang mengaplikasikan
aliran konveksi kalor.

Tugas
Tahukah kamu bahwa air mineral diperoleh dengan cara penyulingan air. Penyulingan air merupakan
suatu proses untuk mendapatkan air murni melalui proses pengembunan dan penguapan. Buatlah
makalah tentang proses dan cara penyulingan air, kemudian rancanglah percobaannya dan
presentasikan hasilnya di depan kelas.

Uji Pemahaman Konsep 6.3


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Apakah perbedaan antara perpindahan
kalor secara konduksi, konveksi, dan
radiasi?
2. Jelaskan mengapa es yang berada di dalam
termos es tetap dingin.
3. Jelaskan perbedaan penyerapan kalor pada
benda yang berwarna hitam dan benda
yang berwarna putih.
4. Carilah di sekitarmu alat-alat rumah tangga
yang menerapkan prinsip perpindahan
kalor.

5. Es bersuhu 10C dipanaskan hingga


mencapai titik didih. Tentukan kalor yang
dibutuhkan es tersebut jika massa es 1 kg.

(cair = 4.200 J/kgC; ces = 2.100 J/kgC;

L = 3,33 105 J/kg)
6. Mungkinkah es bermassa 2 kg dan bersuhu
30C berubah wujud menjadi air jika
diberi kalor sebesar 20 kalori? Jelaskan
jawabanmu.

Kalor dan Pengaruhnya

129

Fakta
Ilmiah

Air dingin

Air panas

Es batu yang diletakkan


dalam mangkuk berisi air
hangat akan bergerak
menepi, tetapi es
batu dalam mangkuk
berisi air dingin akan
diam mengapung. Hal
tersebut disebabkan es
yang mencair di dalam
air hangat prosesnya
lebih cepat sehingga
menimbulkan aliran air ke
bawah. Aliran tersebut
akan mendorong es batu
bergerak ke sisi mangkuk.
Sumber: Fisika itu Asyik, 2001

130

Asas Black

Pada peristiwa pencampuran dua zat cair yang berbeda suhunya,


zat cair yang suhunya lebih tinggi memiliki energi yang lebih
besar. Adapun zat cair yang suhunya lebih rendah memiliki
energi lebih rendah. Akibatnya, terjadi aliran energi dari zat cair
yang suhunya lebih tinggi ke zat cair yang suhunya lebih rendah.
Sifat tersebut mirip dengan aliran air yang mengalir dari tempat
yang tinggi ke tempat yang lebih rendah.
Hal tersebut diteliti oleh seorang ilmuwan yang bernama
Joseph Black. Ia mengukur kalor jenis suatu zat yang dicampur
dengan zat lain yang sudah diketahui kalor jenisnya. Suatu zat
cair yang akan diukur kalor jenisnya bermassa m1 dengan suhu
T1. Zat cair tersebut dicampur dengan zat cair yang lain bermassa
m2 dan bersuhu T2 yang berada dalam kalorimeter. Kalorimeter
merupakan suatu sistem tertutup sehingga tidak ada kalor yang
keluar maupun yang masuk ke dalam sistem tersebut.
Dengan demikian, seluruh kalor dari zat yang suhunya lebih
tinggi diterima oleh zat yang suhunya lebih rendah sehingga akan
terjadi kesetimbangan energi. Pernyataan tersebut dikenal sebagai
asas Black dan dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut.

Qlepas = Qterima

(6.8)

Contoh Soal 6.4


Air dengan massa 500 g dan suhu 20C dicampur dengan 100 g
air yang suhunya 50C. Jika kalor jenis air 4.200 J/kgC, tentukan
suhu akhir campuran.
Pembahasan:
Diketahui: m1 = 500 g = 0,5 kg; m2 = 100 g = 0,1 kg

T1= Ta 20; T2= 50 Ta; c = 4.200 J/kgC
Berdasarkan Persamaan (6.8),

Qterima = Qlepas

m1 c T1 = m2 c T2

0,5 kg c (Ta 20) = 0,1 kg c (50 Ta)

0,5Ta 10 = 5 0,1Ta

0,6Ta = 15
15

Ta =
= 25C
0, 6
Jadi, suhu akhir campuran air tersebut adalah 25C.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Uji Pemahaman Konsep 6.4


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Jelaskan berdasarkan pemahamanmu ten
tang asas Black.
2. Dua liter air bersuhu 40C dicampurkan
dengan es 1 kg bersuhu 0C. Jika tidak ada
kalor yang diserap bejana, berapakah suhu
akhir campuran tersebut?


(cair = 4.200 J/kgC dan ces= 2.100 J/kgC)
3. Sepotong logam bermassa 50 g yang
suhunya 95C dicelupkan ke dalam 250 g
air bersuhu 17C. Suhu akhir air berubah
menjadi 19,4C. Berapakah kalor jenis
logam tersebut?

Rangkuman
1. Energi yang dapat berpindah dari benda
bersuhu lebih tinggi menuju benda bersuhu
rendah disebut kalor. Satuan kalor adalah
joule, dengan nilai 1 kalori = 4,2 joule atau 1
joule = 0,24 kalori.
2. Besarnya kalor yang diperlukan untuk menaik
kan suhu satu kilogram zat sebesar 1C disebut
kalor jenis (c).
3. Kalor yang diperlukan (Q) untuk menaikkan
suhu zat berbanding lurus dengan massa zat (m),
kenaikan suhu (T), dan kalor jenis benda (c).

Q = m c T
4. Selain dapat mengubah suhu zat, kalor juga
dapat mengubah wujud zat. Proses menguap,
melebur, dan membeku adalah peristiwa peru
bahan wujud zat akibat perubahan kalor.

5. Kalor yang diperlukan untuk melebur


kan suatu zat padat bermassa m sama
dengan kalor yang diperlukan untuk
membekukan zat cair bermassa m, dan
dinyatakan dengan persamaan,

Q=mL

dengan L = kalor lebur (J/kg).
6. Kalor yang diperlukan untuk meng
uapkan sejumlah zat sebanyak m kg
pada titik didihnya dinyatakan dengan
persamaan

Q=mU

dengan U = kalor uap (J/kg).
7. Perpindahan kalor dapat berlangsung
secara konduksi, konveksi, dan radiasi.

Kata Kunci




asas Black
isolator
joule
kalor lebur
kalor

kalori
kalor uap
kalor jenis
kalorimeter
konduksi

konduktor
konveksi
melebur
membeku
mencair

mendidih
titik beku
mengembun
titik didih
menguap
titik lebur
penyulingan air
radiasi

Apa yang Kamu Peroleh Setelah Mempelajari Bab Ini?


Setelah mempelajari materi tentang Kalor dan Pengaruhnya, kamu pasti mengetahui
salah satu manfaatnya, yaitu kamu memahami bagaimana mempercepat terjadinya
perubahan wujud zat. Dapatkah kamu menyebutkan manfaat lain mempelajari bab ini?
Bagian mana dari materi tersebut yang paling kamu sukai? Mengapa kamu menyukainya?
Bagian mana yang belum kamu pahami? Coba tuliskan dan konsultasikan hasilnya
dengan gurumu.

Kalor dan Pengaruhnya

131

Uji Kompetensi Bab 6


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1. Pada suhu tertentu, temperatur suatu benda
tidak akan berubah walaupun diberikan
kalor. Dengan demikian, benda tersebut ....
a. tidak dapat menerima kalor
b. memantulkan panas yang diterimanya
c. jenuh terhadap penambahan kalor
d. sedang berubah wujudnya
Alasan:
2. Empat kilogram besi dipanaskan dari 20C
hingga 70C. Kalor jenis besi 460 J/(kgC).
Energi yang diperlukan adalah ....
a. 9.200 J
b. 32.200 J
c. 92.000 J
d. 394.000 J
Alasan:
3. Tiga kilogram balok baja memiliki suhu 5C.
Kalor jenis baja 0,11 kkal/(kgC). Kemudian,
balok baja tersebut dipanaskan sampai 30C.
Banyaknya kalor yang diterima balok baja
adalah ....
a. 8,25 kalori
c. 825 kalori
b. 82,5 kalori
d. 8.250 kalori
Alasan:
4. Jika spiritus diteteskan pada kulit, kulit akan
terasa dingin. Hal tersebut terjadi karena ....
a. suhu spiritus sama dengan suhu tubuh
b. untuk menguapkan spiritus, kulit memer
lukan kalor
c. untuk menguap, spiritus melepask an
kalor
d. untuk menguap, spiritus memerlukan
kalor dari kulit
Alasan:
5. Titik didih normal zat adalah titik didih pada
tekanan ....
a. 0,5 atm
c. 1,5 atm
b. 1,0 atm
d. 2,0 atm
Alasan:

132

6. Perhatikan gambar berikut.


T (C)
50o
40o
30o
20o
10o

10.000

Q (kalori)

Grafik tersebut menunjukkan pemanasan 50


g suatu zat cair. Kalor jenis pada pemanasan
tersebut adalah ....
a. 1 kal/(gC)
b. 2 kal/(gC)
c. 3 kal/(gC)
d. 4 kal/(gC)
Alasan:
7. Perpindahan kalor secara konveksi terjadi
pada ....
a. zat cair secara aliran
b. zat padat secara rambatan
c. zat gas secara pancaran
d. ruang hampa secara pancaran
Alasan:
8. Grafik pemanasan es yang bersuhu 5C
sampai menjadi air bersuhu 30C adalah ....
a. T(C)

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

30C

0C
5C

b.

Q(J)

T(C)
30C

0C
5C

Q(J)

c.

T(C)
30C

12.
0C
5C

d.

Q(J)

T(C)
30C

0C
5C

13.

Q(J)

Alasan:
9. Menyublim adalah perubahan wujud zat dari
wujud ....
a. padat menjadi gas
b. gas menjadi cair
c. cair menjadi padat
d. gas menjadi padat
Alasan:
10. Rumus kalor uap adalah ....
a. Q = m . U . T c. Q = m . U
b. Q = m . c . T d. Q = m + U
Alasan:
11. Pada diagram berikut ini, perubahan wujud
yang disertai pelepasan kalor adalah ....
Gas
3

1
2

14.

15.

a. 1 dan 2
c. 5 dan 6
b. 3 dan 4
d. 4 dan 6
Alasan:
Berikut ini yang tidak termasuk dalam upaya
untuk mempercepat penguapan adalah ....
a. memperluas permukaan
b. mengurangi tekanan pada permukaan
c. meniupkan udara kering di atas per
mukaan
d. menambah zat pelarut
Alasan:
Es sebanyak 10 g pada suhu 10C diberi
kalor sebanyak 1.000 kalori. Jika kalor lebur
es sama dengan 80 kal/g, suhu air yang ter
bentuk dari es tersebut adalah .... (kalor jenis
es = 0,5 kal/gC, kalor jenis air = 1 kal/gC)
a. 10C
c. 20C
b. 15C
d. 40C
Alasan:
Jika alkohol yang menguap sebanyak 200 g,
kalor yang dibutuhkan untuk menguapkan
alkohol adalah ....
(kalor uap alkohol = 0,854 106 J/kg)
a. 1.708 kJ
c. 17,08 kJ
b. 170,8 kJ
d. 0,1708 kJ
Alasan:
Gas yang dapat menahan radiasi sinar
matahari adalah ....
a. oksigen
c. argon
b. karbon dioksida d. nitrogen
Alasan:

Cair

Padat
6

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


1. Mengapa kalor merupakan salah satu bentuk
energi?
2. Benarkah penguapan dapat terjadi tanpa
harus mendidih dahulu? Berikan contohnya.
3. Es sebanyak 1,5 kg suhunya 4C. Jika
ces= 2.100 J/kgC, cair= 4.200 J/kgC, Les =
430.000 J/kg, dan Uair adalah 22,56 105 J/
kg, hitunglah:
a. banyaknya kalor yang dibutuhkan hingga
es seluruhnya berubah wujud menjadi
air,
b. banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk
mendidihkan air, dan

c. banyaknya kalor total yang dibutuhkan


agar es tersebut menjadi air mendidih.
4. Tentukan kenaikan suhu (T) untuk
a. 1 kg raksa (craksa = 1.000 J/kgC) jika kalor
yang diberikan sebesar 10.000 J;
b. 2 kg perak (cperak = 230 J/kgC) jika kalor
yang diberikan 4.600 J.
5. Besi berbentuk kubus dipanaskan hingga
bersuhu X, selama selang waktu t dengan
menggunakan sebuah termometer. Jika besi
dimasukkan dalam suatu bejana tertutup,
kemudian dipanaskan selama waktu t,
apakah penunjukan termometer juga akan
sama sebesar X ? Jelaskan alasanmu.
Kalor dan Pengaruhnya

133

I.

Uji Pemahaman IPA

1. Perhatikan gambar berikut.

2. Perhatikan gambar termos air panas berikut


ini.
(a)

(b)

Seutas kawat yang kedua ujungnya digantungi


anak timbangan dengan massa 100 g
diletakkan sedemikian rupa di atas sebuah
balok es. Ternyata, kawat mampu memotong
es. Jelaskan mengapa hal tersebut dapat
terjadi? Kemudian, setelah es terpotong, ter
nyata es mampu merekat kembali. Mengapa
demikian?

(c)

a. Jelaskan fungsi bagian c.


b. Sebutkan bahan-bahan yang dapat di
gunakan untuk membuat bagian a.
c. Bagaimana pencegahan perpindahan kalor
pada b?

Mengukur Ketuntasan Belajar


Setelah kamu selesai menjawab pertanyaan pada Uji Kompetensi Bab ini, periksalah jawabanmu dengan
melihat kunci jawaban, bertanya pada guru, atau melihat kembali materi pada buku ini. Gunakan
rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajarmu.
Tingkat penguasaan =

Skor yang kamu peroleh


100%
Skor maksimal

Tingkat penguasaan yang kamu peroleh:


90% 100% Baik sekali
80% 89%
Baik
70% 79%
Cukup
< 69%
Kurang
Jika kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kamu telah tuntas mempelajari materi bab
ini dan dapat mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, jika tingkat penguasaan kamu kurang dari
80%, kamu harus mempelajari kembali materi bab ini, terutama bagian yang belum kamu kuasai.

Kata Bijak
Kemenangan tidaklah diraih dalam sekejap, tetapi bertahap. Raihlah sejengkal
kemenangan, pertahankan,kemudian raihlah sedepa lagi.
(Louis L' amour)

134

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab

Sumber: M

BDC, 20

04

Perubahan Materi
dan Pemisahan Campuran
Manfaat Hasil Belajar
Agar dapat memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia, pada bab ini kamu harus mampu:
membandingkan sifat fisika dan sifat kimia zat;
melakukan pemisahan campuran dengan berbagai cara ber-dasarkan sifat fisika dan sifat kimia; dan
menyimpulkan perubahan fisika dan kimia berdasarkan hasil percobaan sederhana.

Pernah mengamati telur yang digoreng? Telur mengalami


perubahan. Demikian juga dengan benda lain, seperti besi dan
makanan. Pagar besi yang kokoh menjadi rapuh karena berkarat.
Makanan menjadi basi karena membusuk.
Apakah ada materi di dunia ini yang tidak berubah? Semua
materi akan berubah. Manusia akan semakin tua. Tanaman cabai
akan berbunga menghasilkan cabai hijau, kemudian berubah
menjadi cabai merah. Lilin yang menyala akan habis karena
terbakar dan meleleh. Banyak sekali perubahan materi, dari yang
merugikan sampai dengan yang menguntungkan.
Jenis perubahan materi apa sajakah yang terjadi di alam
semesta? Apakah ciri-ciri setiap perubahan materi? Kamu akan
mengetahui jawabannya setelah mempelajari bab ini.

135

Peta Konsep

Perubahan materi
terbagi atas

Perubahan fisika
contohnya

cirinya

Tidak menghasilkan
senyawa baru

Perubahan kimia

Pelarutan

Perubahan bentuk

Aliran energi

Perubahan wujud

contohnya

Penguapan

Penyubliman

Pembekuan

Pencairan

Pengembunan

contohnya

cirinya

Menghasilkan
senyawa baru

Pembakaran

Uji Kompetensi Awal


Sebelum mempelajari bab ini,
kerjakanlah soal-soal berikut.
1. Es yang dibiarkan di tempat
panas akan berubah menjadi
air. Menurutmu, perubahan
tersebut termasuk perubahan
kimia atau fisika?
2. Tahukah kamu, bagaimana
cara memisahkan santan
kelapa dari ampas parutan
kelapa?

136

Terdeposisi

Pengaratan

Pembusukan

Reaksi
Fermentasi

Fotosintesis

Reaksi
enzimatis

Perbedaan Antara Perubahan


Fisika dan Perubahan Kimia

Sudah menjadi ketentuan Tuhan bahwa setiap materi yang ada di


alam semesta akan berubah. Tidak ada satu pun materi di alam
semesta yang abadi. Materi itu sendiri, adalah segala sesuatu yang
memiliki massa dan menempati ruang. Begitu banyak materi
yang berubah, misalnya perubahan air yang dipanaskan sampai
mendidih, air berubah menjadi uap. Selain itu, pembakaran kayu
akan menghasilkan asap dan menyisakan abu.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Perubahan materi dapat digolongkan ke dalam perubahan


fisika dan perubahan kimia. Apa saja materi yang mengalami
perubahan fisika? Apa pula materi yang mengalami perubahan
kimia? Bagaimana cara membedakan kedua jenis perubahan
tersebut? Untuk mengetahuinya, lakukanlah kegiatan berikut.

Gambar 7.1
Skema alat percobaan 1 Kegiatan
Ilmiah 7.1

Gula

Tujuan
Mengamati ciri-ciri perubahan fisika dan perubahan kimia
Alat dan Bahan
Sendok makan, panci kecil, kawat kasa, kaki tiga, gelas, pembakar
spiritus, piring, korek api, lilin, garam, gula pasir, es batu, koran,
lilin tanpa sumbu, dan air
Percobaan 1
Langkah Kerja
1. Rasakan sedikit garam, kemudian masukkan satu sendok
makan garam ke dalam panci kecil.
2. Tambahkan air sedikit demi sedikit sampai semua garam
larut. Rasakan larutan garam.
3. Panaskan larutan garam secara perlahan sampai semua air
menguap.
4. Setelah dingin, rasakan padatan yang terbentuk.
5. Kumpulkan padatan yang terbentuk. Bandingkan jumlah,
rasa, dan bentuknya dengan garam sebelum dicampur air.
Pertanyaan
1. Apakah rasa garam dan larutan garam berbeda?
2. Apakah sifat garam dan larutan garam berbeda?
3. Termasuk perubahan apakah pelarutan garam?
Percobaan 2
Langkah Kerja
1. Rasakan sedikit gula pasir, kemudian masukkan dua sendok
makan gula pasir ke dalam panci kecil.
2. Panaskan dengan nyala api kecil sampai semua gula pasir
berubah menjadi hitam.
3. Setelah dingin, rasakan hasil pemanasan gula pasir.
Pertanyaan
1. Apakah bentuk dan rasa gula sebelum dipanaskan berbeda
dengan gula setelah dipanaskan?
2. Termasuk perubahan apakah gula yang dipanaskan?
Percobaan 3
Langkah Kerja
1. Cicipi rasa es batu, kemudian panaskan es batu secara
perlahan sampai semua es mencair.
2. Setelah dingin, rasakan lelehan es batu.

Kegiatan Ilmiah 7.1

Garam

Gambar 7.2
Skema alat percobaan 2 Kegiatan
Ilmiah 7.1

Perubahan Materi dan Pemisahan Campuran

137

Es batu

Pertanyaan
1. Apakah rasa es batu sebelum dipanaskan sama dengan air
hasil pemanasan es batu?
2. Termasuk perubahan apakah es batu yang meleleh?
Percobaan 4
Langkah Kerja
1. Siapkan secarik kertas koran, kemudian bakarlah koran
tersebut.
Berhati-hatilah terhadap api dan benda panas. Gunakan
sarung tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

2. Amati hasil pembakarannya.

Gambar 7.3
Skema alat percobaan 3 Kegiatan
Ilmiah 7.1

Gambar 7.4
Skema alat percobaan 4 Kegiatan
Ilmiah 7.1

Gambar 7.5
Skema alat percobaan 5 Kegiatan
Ilmiah 7.1

Pertanyaan
1. Apakah wujud kertas koran sebelum dibakar sama dengan
abu hasil pembakaran?
2. Termasuk perubahan apakah kertas yang dibakar?
Percobaan 5
Langkah Kerja
1. Simpan lilin tanpa sumbu di atas sendok makan, kemudian
panaskan dengan nyala api kecil, amati perubahan yang
terjadi.
2. Biarkan lilin cair menjadi dingin, lalu amati perubahannya.
3. Nyalakan lilin yang ada sumbunya. Amati perubahannya.
Pertanyaan
1. Apakah lilin sebelum dipanaskan berbeda dengan lilin setelah
dipanaskan?
2. Termasuk perubahan apakah lilin yang dipanaskan?
3. Perubahan apa sajakah yang terjadi saat lilin menyala? Apa
yang dapat kamu simpulkan setelah melakukan kelima
percobaan tersebut?

1. Perubahan Fisika
Perhatikan es batu yang dipanaskan. Es yang awalnya berwujud
padat akan berubah wujud menjadi cair. Tahukah kamu, dari
bahan apakah es batu dibuat? Es batu dibuat dari air yang berwujud

138

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

cair, kemudian didinginkan hingga membeku menjadi padatan


yang disebut es. Perubahan es menjadi air dan air menjadi es
merupakan perubahan fisika.
Apakah ciri-ciri perubahan fisika? Es yang asalnya berupa
padatan akan berubah menjadi cair. Pada peristiwa ini, yang
berubah hanya wujud zat. Perubahan ini tidak menghasilkan
senyawa baru. Es batu dan air merupakan senyawa yang sama,
yaitu H2O.
Apakah kamu tahu pemisahan campuran iodium dan
pengotornya dengan cara sublimasi? Ketika dipanaskan, iodium
padat akan menyublim menjadi iodium gas. Iodium gas akan
berubah kembali menjadi iodium padat setelah didinginkan.
Sifat iodium padat setelah didinginkan sama dengan iodium
padat sebelum dipanaskan. Dengan demikian, peristiwa sublimasi
senyawa iodium juga termasuk ke dalam perubahan fisika.
Pada saat kamu menyalakan sumbu lilin, lilin ada yang
terbakar dan ada pula yang meleleh. Lilin dan hasil lelehannya
berwarna putih dan rapuh. Demikian juga dengan peleburan besi.
Batang besi yang dipanaskan berubah menjadi besi cair. Cairan
tersebut dialirkan ke dalam cetakan. Kemudian, dibiarkan dingin
hingga terbentuk besi padat. Perubahan apa yang terjadi pada
kedua peristiwa tersebut?
Peristiwa-peristiwa tersebut merupakan contoh-contoh
perubahan fisika. Perubahan fisika tidak mengubah sifat zat
tersebut. Dengan kata lain, perubahan fisika tidak menghasilkan
senyawa baru.
Bagaimana dengan garam dan gula yang dilarutkan dalam
air? Jika dilarutkan dalam air, garam yang berasa asin akan
membentuk larutan garam yang juga berasa asin. Ketika larutan
garam dipanaskan sampai semua air menguap, akan timbul kristalkristal garam yang rasanya tetap asin.
Demikian juga dengan gula. Jika gula yang berasa manis
dilarutkan dalam air, akan terbentuk larutan gula yang rasanya
tetap manis. Jika larutan gula tersebut dipanaskan sampai semua
air menguap, akan dihasilkan padatan gula dan rasanya tetap
manis.
Apakah hal tersebut masih merupakan perubahan fisika?
Garam yang berubah menjadi larutan garam termasuk perubahan
fisika karena tidak mengubah sifat garam. Begitu pula halnya
dengan gula yang berubah menjadi larutan gula.

Gambar 7.6
Pelelehan besi merupakan contoh
perubahan fisika.

Tantangan IPA
Science Quest
Ketika alkohol diteteskan
ke kulitmu, alkohol tersebut
menguap, dan kulitmu terasa
dingin. Mengapa demikian?
When alcohol drops onto
your skin, it evaporates and
feels cool. Why?

Perubahan Materi dan Pemisahan Campuran

139

2. Perubahan Kimia

Sumber: Jendela Iptek: Kimia, 1997

Gambar 7.7
Lilin yang dinyalakan mengalami
perubahan kimia sekaligus perubahan fisika.

Kamu sudah mengenal bahwa perubahan fisika tidak mengubah


sifat materi. Contohnya, gula yang dilarutkan. Bagaimana jika
gula dipanaskan sehingga menjadi arang yang berwarna hitam
dan berasa pahit?
Arang hasil pembakaran gula tidak dapat dikembalikan
menjadi gula. Demikian juga pada pembakaran kertas. Kertas
yang terbakar menghasilkan abu, asap, dan gas. Zat-zat hasil
pembakaran kertas tersebut tidak dapat dikembalikan menjadi
kertas. Bagaimana dengan lilin yang terbakar? Ingat pada
pembakaran lilin, ada lilin yang terbakar dan ada lilin yang
meleleh. Lilin yang meleleh termasuk perubahan fisika karena
tidak menghasilkan zat baru. Adapun pada lilin yang terbakar,
mengalami perubahan menjadi asap dan gas yang tidak terlihat
oleh mata. Asap dan gas yang dihasilkan tidak dapat dikembalikan
menjadi lilin. Perubahan-perubahan tersebut termasuk perubahan
kimia. Pada perubahan kimia dihasilkan senyawa baru yang
sifatnya berbeda dengan senyawa asalnya.

Uji Pemahaman Konsep 7.1


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Jelaskan perbedaan antara perubahan fisika
dan perubahan kimia.
2. Tuliskan dua contoh perubahan fisika yang
dialami air.

3. Ketika kamu menyalakan lilin, lilin meng


alami dua perubahan materi secara bersamaan. Jelaskan perubahan fisika dan
perubahan kimianya.

Perubahan Fisika dan Perubahan


Kimia dalam Kehidupan
Sehari-hari

Kamu telah mengetahui perbedaan antara perubahan fisika dan


perubahan kimia. Dapatkah kamu menyebutkan contoh-contoh
perubahan fisika dan perubahan kimia dalam kehidupan seharihari? Untuk mengetahuinya, pelajarilah uraian berikut.

1. Perubahan Fisika dalam Kehidupan


Sehari-hari
Kamu tentu pernah mendidihkan air atau membuat es batu di
dalam kulkas. Kedua proses tersebut termasuk perubahan fisika.
Perubahan fisika dapat terjadi karena adanya perubahan wujud,
pelarutan, perubahan bentuk, dan aliran energi.

140

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

a. Perubahan Fisika karena Perubahan Wujud


Setiap materi yang berubah wujud karena pengaruh pemanasan
akan memiliki sifat yang sama. Materi tersebut juga dapat
dikembalikan ke sifatnya semula. Contoh perubahan fisika
karena perubahan wujud adalah pelelehan, peleburan, pencairan,
penguapan, pengembunan, pembekuan, penyubliman, dan
terdeposisi. Perhatikan Gambar 7.8.
Contoh-contoh perubahan fisika karena perubahan wujud
lainnya dapat kamu lihat pada tabel berikut.

(a)

(b)

Tabel 7.1 Contoh-Contoh Perubahan Fisika karena Perubahan


Wujud dalam Kehidupan Sehari-Hari

(d)
(c)
Sumber: Stockbyte; www.wondernet.
com; i-Science, 2004; Explore Your
World with Science Discovery, 2004

Gambar 7.8

b. Perubahan Fisika karena Pelarutan


Sifat gula yang dilarutkan dalam air seperti rasa manis masih tetap
tampak. Jika larutan gula diuapkan, akan diperoleh kembali gula
dengan sifat manis yang sama. Proses pembuatan sirup, cuka, dan
alkohol 70% merupakan contoh perubahan fisika.

Beberapa perubahan fisika dalam


kehidupan sehari-hari.
(a) Salju di gunung es mencair.
(b) Air yang dididihkan menguap.
(c) Embun di daun terbentuk
karena pengembunan.
(d) Es krim mencair.

c. Perubahan Fisika karena Perubahan Bentuk


Termasuk perubahan apakah kayu yang digergaji, kemudian
diubah menjadi kursi atau lemari? Perubahan materi dari kayu
menjadi kursi termasuk perubahan fisika. Hal ini karena kayu
hanya berubah bentuknya saja. Adapun sifatnya tidak berubah.
Sifat kursi atau meja sama dengan kayu. Begitu pun dengan
perubahan kayu gelondongan menjadi kayu lembaran, batang
bambu menjadi angklung, dan kain menjadi pakaian.
Gambar 7.9

Sumber: Stockbyte

Kayu banyak dimanfaatkan sebagai


bahan baku pembuatan lemari,
meja, dan kursi. Perubahan kayu
menjadi benda-benda tersebut
termasuk per-ubahan fisika.

Perubahan Materi dan Pemisahan Campuran

141

d. Perubahan Fisika karena Adanya Aliran Energi

Sumber: Science in Focus Chemistry,


2002

Gambar 7.10
Ketika lampu bohlam dinyalakan,
energi listrik berubah menjadi
energi cahaya.

Uji Sikap
Sampah yang dibakar
termasuk perubahan kimia
yang berlangsung dengan
cepat. Membakar sampah
dapat mencemari lingkungan.
Apa yang akan kamu
lakukan untuk menghindari
pencemaran lingkungan
akibat pembakaran sampah?

Perhatikan lampu bohlam di rumahmu. Ketika sakelar dinyalakan,


kawat wolfram dalam lampu tersebut menyala dan menerangi
seluruh ruangan. Begitu juga saat tombol bel ditekan, bel akan
berdering dengan keras. Apa yang terjadi ketika setrika listrik
dihubungkan dengan arus listrik? Bagian dasar setrika akan
memanas, bukan? Termasuk perubahan apakah lampu bohlam
menyala, bel berdering, dan setrika listrik memanas? Perubahan
ini dikarenakan adanya aliran energi. Pada lampu bohlam, kawat
wolfram tidak mengalami perubahan.
Lampu bohlam hanya mengubah energi listrik menjadi
energi cahaya. Kumparan bel listrik hanya mengubah energi
listrik menjadi energi gerak sehingga menimbulkan suara. Elemen
pada setrika listrik hanya mengubah energi listrik menjadi energi
panas. Jadi, ketiganya merupakan perubahan fisika karena pada
perubahan ini materi hanya bertindak sebagai penghantar aliran
energi.

2. Perubahan Kimia dalam Kehidupan


Sehari-hari
Besi berkarat dan makanan basi merupakan beberapa contoh
perubahan kimia yang sering dijumpai. Perubahan kimia dapat
terjadi karena adanya pembakaran, pengaratan, pembusukan,
fermentasi, pemasakan, fotosintesis, dan pengenziman. Agar lebih
memahaminya, ikuti uraian berikut.

a. Perubahan Kimia karena Pembakaran


Pembakaran merupakan reaksi kimia antara materi yang terbakar
dan gas oksigen. Pembakaran disebabkan adanya api. Selain
menghasilkan abu dan gas, pembakaran materi juga menghasilkan
energi. Misalnya, pembakaran lilin menghasilkan energi cahaya
dan pembakaran bensin/solar di dalam mesin kendaraan bermotor
menghasilkan energi gerak. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak
ditemukan peristiwa jenis reaksi kimia ini. Misalnya, kayu, kertas,
lilin, bensin atau solar yang dibakar, dan bom yang meledak.

b. Perubahan Kimia karena Pengaratan


Pengaratan merupakan reaksi kimia antara besi, gas oksigen,
dan air. Reaksi kimia ini menghasilkan karat yang secara umum
merupakan oksida logam (senyawa logam dan oksigen). Pengaratan
merupakan perubahan kimia karena menghasilkan zat baru.
Besi (Fe) berubah menjadi karat besi (Fe2O3.nH2O). Sifat besi

142

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

dan karat besi berbeda. Besi pagar yang berkarat akan rapuh
dan mudah runtuh. Begitu juga dengan atap seng. Istilah yang
digunakan untuk reaksi antara logam (selain besi), gas oksigen,
dan air adalah korosi. Atap seng yang terkorosi akan mudah bocor
jika terjadi hujan.
Air atau

+ uap air +

Gambar 7.11

Gas oksigen
di udara

Paku tidak berkarat

Paku berkarat

Peristiwa besi berkarat termasuk


perubahan kimia yang berlangsung
sangat lambat.

Sumber: Ensiklopedi Sains dan Kehidupan, 2002

c. Perubahan Kimia karena Pembusukan


Pembusukan merupakan reaksi kimia yang diakibatkan
mikroorganisme. Pada pembusukan, makanan berubah menjadi
makanan yang berbau, berlendir, dan terkadang mengeluarkan
gas. Misalnya, nasi yang basi atau roti yang berjamur. Makanan
yang membusuk tersebut tidak dapat berubah kembali seperti
semula. Oleh karena itu, nasi yang basi dan roti yang berjamur
telah mengalami perubahan kimia.

Gambar 7.12
Proses roti yang membusuk ini
dipengaruhi oleh kelembapan.

Sumber: 101 Great Science Experiments, 1998

d. Perubahan Kimia karena Fermentasi


Fermentasi hampir sama dengan pembusukan, yaitu reaksi kimia
karena pengaruh mikroorganisme. Pembusukan merupakan
perubahan kimia yang merugikan karena materi menjadi rusak dan
terbuang. Adapun fermentasi merupakan perubahan kimia yang
menguntungkan. Fermentasi termasuk perubahan kimia karena
makanan yang difermentasi akan lebih lunak, harum, dan memiliki
rasa yang berbeda. Contohnya, pada pembuatan tape ketan dan
tape singkong. Tape ketan terbuat dari beras ketan, sedangkan tape
singkong terbuat dari singkong. Dengan cara fermentasi, beras
ketan dan singkong berubah menjadi tape. Tape memiliki sifat
yang berbeda dengan bahan pembuatnya. Selain itu, tape tidak
dapat dikembalikan menjadi beras ketan atau singkong. Contoh
lain perubahan kimia karena fermentasi adalah pembuatan tauco
dari kedelai, pembuatan kecap dari kedelai, dan pembuatan vetsin/
MSG dari tetes tebu.

Beras ketan

Singkong
Sumber: Kamus Visual, 2004; CD Image

Gambar 7.13
Beras ketan dan singkong yang
belum diolah, keras dan tidak berasa.
Apakah yang menyebabkan tape
ketan dan tape singkong bersifat
lunak dan memiliki rasa manis?

Perubahan Materi dan Pemisahan Campuran

143

e. Perubahan Kimia karena Pemasakan

Sumber: Science in Focus Chemistry, 2002

Gambar 7.14
Dengan bantuan minyak goreng
dan api, bahan masakan
mengalami perubahan kimia.

Menurutmu, apakah beras yang ditanak sama dengan garam


yang dilarutkan, kemudian dipanaskan? Larutan garam yang
dipanaskan akan menghasilkan garam kembali. Itulah sebabnya
pelarutan garam termasuk perubahan fisika. Adapun menanak
beras termasuk perubahan kimia. Hal ini disebabkan karena beras
yang ditanak berubah menjadi nasi. Nasi tidak dapat berubah
kembali menjadi beras.
Demikian juga dengan proses-proses lainnya karena
pemanasan seperti merebus jagung, menggoreng telur, atau
membuat kue bolu. Dengan adanya pemanasan, makanan menjadi
lebih lunak sehingga perut lebih mudah mencerna.

f. Perubahan Kimia karena Fotosintesis


Tokoh IPA

Antoine-Laurent
de Lavoisier
(17431794)
Lavoisier adalah seorang
kimiawan berkebangsaan
Prancis. Ia merupakan ilmuwan
yang kali pertama berhasil
membuktikan bahwa proses
pembakaran merupakan reaksi
antara material dan materi di
udara. Materi ini, kemudian dia
sebut oksigen. Sebelumnya,
pembakaran dipercayai sebagai
proses pelepasan suatu zat
yang dinamai phlogiston.
Sikap kritis dan kerja
keras Lovoisier membuatnya
berhasil menjelaskan proses
pembakaran. Kamu pun dapat
menjadi ilmuwan hebat dengan
berlatih, berpikir kritis dan
bekerja keras.

Fotosintesis merupakan reaksi pembentukan suatu senyawa yang


berlangsung pada tumbuhan hijau. Proses fotosintesis merupakan
perubahan kimia karena tumbuhan mengolah air dan karbon
dioksida dengan bantuan sinar matahari. Hasil akhir fotosintesis
adalah karbohidrat dan gas oksigen. Padi, jagung, dan gandum
merupakan sumber karbohidrat bagi manusia. Rumput-rumputan
merupakan sumber karbohidrat bagi hewan pemakan tumbuhan,
seperti sapi, kambing, dan kerbau.

g. Perubahan Kimia karena Pengenziman


Pernahkah kamu mengamati pertumbuhan cabai merah? Pada
awalnya, cabai berwarna hijau dan tidak pedas. Kemudian, cabai
yang hijau berubah menjadi cabai merah yang rasanya pedas.
Pertumbuhan cabai yang hijau menjadi cabai merah disebabkan
oleh adanya enzim.
Pengenziman (proses enzimatis) merupakan proses yang
berlangsung dalam tubuh manusia, hewan, dan tumbuhan. Nasi
yang dimakan, dengan bantuan enzim dalam tubuh akan diubah
menjadi glukosa. Proses enzimatis merupakan perubahan kimia
karena nasi dan daging dengan bantuan enzim akan berubah
menjadi senyawa lain.
Proses enzimatis dalam tumbuhan terjadi pada buah-buahan
muda. Mangga mentah yang keras dan berasa asam, dengan proses
enzimatis akan berubah menjadi buah matang yang lunak, manis,
dan harum.

Sumber: http://en.wikipedia.org

144

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Tugas
Buatlah sebuah karangan dengan tema perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari.
Panjang karangan minimal satu halaman kertas folio bergaris. Karangan terbaik dibacakan di depan
kelas dan teman-temanmu boleh memberi pendapat serta saran.

Uji Pemahaman Konsep 7.2


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Jelaskan mengapa proses pelarutan, penguapan, dan penyubliman tergolong ke
dalam perubahan fisika.
2. Proses apa yang terjadi pada pembuatan
tape ketan dan tape singkong? Jelaskan.

3. Termasuk ke dalam perubahan apa proses


pengaratan besi, pematangan buah, dan
pembakaran kertas? Jelaskan.

Pemisahan Campuran Berdasarkan


Sifat Fisika dan Sifat Kimia

Banyak campuran dari suatu materi yang dapat dipisahkan dengan


cara-cara yang sesuai dengan karateristiknya. Pemisahan campuran
dilakukan berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia materi tersebut
sehingga pemisahan akan lebih mudah dilakukan.

1. Pemisahan Campuran Berdasarkan Sifat


Fisika
Dengan mengetahui sifat-sifat fisika suatu materi penyusun
campuran, seperti ukuran partikel, titik didih, dan titik beku,
dapat dipilih teknik pemisahan yang sesuai. Adapun teknik
pemisahan berdasarkan sifat fisika, antara lain: penyaringan,
penguapan, penyulingan, kristalisasi, dan sublimasi. Berikut uraian
tentang teknik-teknik pemisahan tersebut.

a. Penyaringan (Filtrasi)
Pernahkah kamu melihat pembuatan santan kelapa? Santan
kelapa terbuat dari kelapa yang diparut, lalu dicampur dengan air.
Setelah itu, campuran santan kelapa dan air disaring menggunakan

Perubahan Materi dan Pemisahan Campuran

145

Sumber: Dokumentasi Penerbit

Gambar 7.15
Alat penyaring memiliki pori-pori.

saringan. Tahukah kamu, mengapa campuran tersebut harus


disaring? Campuran santan yang belum disaring mengandung
santan kelapa, ampas kelapa, dan air. Agar memperoleh santan
kelapa yang tidak mengandung ampas, santan kelapa dipisahkan
dari ampasnya dengan cara penyaringan. Menurutmu, jenis saringan
seperti apakah yang harus digunakan? Perhatikan Gambar 7.15.
Ukuran lubang-lubang pada saringan harus lebih kecil dibandingkan
ukuran ampas kelapa. Dengan demikian, santan kelapa dapat
melewati lubang saringan. Adapun ampas kelapa akan tertahan.
Cara pemisahan seperti itu dinamakan penyaringan (filtrasi).
Pemisahan campuran dengan penyaringan (filtrasi)
berdasarkan pada perbedaan ukuran partikel komponen penyusun
campuran. Partikel dengan ukuran lebih kecil dari lubang saringan
akan lolos, sedangkan partikel yang lebih besar akan tertahan.
Untuk lebih memahami cara pemisahan campuran dengan
cara penyaringan, lakukan Kegiatan Ilmiah 7.2 berikut.

Kegiatan Ilmiah 7.2

Larutan gula
Saringan teh

Gambar 7.16
Skema peralatan Kegiatan Ilmiah 7.2

Tujuan
Memisahkan gula pasir dari pengotornya (pasir)
Alat dan Bahan
Gelas, saringan teh, gula pasir kotor oleh pasir, dan air 100 mL
Langkah Kerja
1. Masukkan gula pasir kotor ke dalam gelas berisi air sebanyak
100 mL.
2. Aduk hingga gula pasir larut.
3. Saring larutan gula pasir tersebut menggunakan saringan
teh.
4. Jika air gula masih mengandung pasir, saring lagi campuran
tersebut menggunakan kertas saring yang ditempatkan pada
corong saring.
5. Amati air gula hasil penyaringan.
6. Bandingkan dengan air gula sebelum penyaringan kedua.
Pertanyaan
1. Apakah campuran gula pasir dapat langsung dipisahkan?
2. Mengapa penyaringan harus menggunakan saringan teh
terlebih dahulu?
3. Apakah dasar proses pemisahan campuran dengan cara
penyaringan?

Campuran antara gula pasir dan pasir merupakan campuran


zat padat. Ukuran satu butir gula pasir hampir sama dengan satu
butir pasir. Agar dapat dipisahkan, gula pasir dan pasir dilarutkan

146

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

dalam air. Gula pasir akan larut dalam air, sedangkan pasir tidak
akan larut. Ketika campuran disaring, gula pasir yang larut dalam
air akan lolos melewati saringan. Adapun pasir akan tertahan di
saringan. Walaupun demikian, ada kemungkinan tidak semua
pasir tertahan. Ada beberapa butir pasir yang lolos.
Oleh karena itu, larutan hasil penyaringan disaring lagi
menggunakan kertas saring. Pori-pori kertas saring lebih kecil
daripada pori-pori saringan teh. Hal ini menyebabkan sisa pasir
dalam larutan gula akan tertahan di kertas saring.
Berdasarkan Kegiatan Ilmiah 7.2, dapat disimpulkan bahwa
dasar pemisahan dengan cara penyaringan adalah perbedaan
ukuran partikel. Jadi, teknik penyaringan dapat digunakan untuk
memisahkan campuran yang ukuran partikel zat-zat penyusunnya
berbeda. Pori-pori alat penyaringan yang digunakan harus
berukuran di antara zat-zat yang akan dipisahkan. Bagaimana cara
menyaring campuran di laboratorium kimia? Berikut langkahlangkah proses filtrasi di laboratorium.

1) Memilih dan Melipat Kertas Saring


Lipatlah kertas seperti pada Gambar 7.17a dan b. Cara ini
dilakukan jika kamu ingin mengambil padatannya. Jika kamu
ingin mengambil cairannya, kertas saring harus dilipat seperti
pada Gambar 7.17c.

Soal Persiapan UN
Zat yang jika dicampur
dengan air dapat dipisahkan
melalui cara penyaringan
adalah ....
a. alkohol
c. garam
b. bensin
d. pasir
Pembahasan
Penyaringan adalah teknik
pemisahan campuran
heterogen. Jika air atau
garam dicampurkan dengan
alkohol, akan terbentuk
campuran homogen. Jika air
dicampurkan dengan bensin
atau pasir, akan terbentuk
campuran heterogen.
Akan tetapi, bensin dan
air keduanya merupakan
zat cair sehingga tidak
dapat dipisahkan dengan
penyaringan. Jadi, campuran
yang dapat dipisahkan
dengan penyaringan adalah
air dan pasir.
Jawaban: D

(a)

(b)

(c)

Sumber: www.orgchem.colorado.edu; www.chem.ubc.ca

Gambar 7.17
Cara melipat kertas saring

2) Menyaring Campuran
Kertas saring yang telah dilipat dimasukkan ke dalam corong
saring, lalu letakkan di mulut corong. Basahi kertas saring secara
merata dengan sedikit air. Tuangkan campuran yang akan disaring
ke dalam corong saring.

Gambar 7.18
(a)

Cara menyaring larutan


menggunakan corong saring

(b)
Sumber: www.orgchem.colorado.edu

Perubahan Materi dan Pemisahan Campuran

147

Prinsip dasar penyaringan banyak dimanfaatkan dalam


kehidupan sehari-hari. Untuk memisahkan kerikil dari pasir,
tukang bangunan menggunakan saringan dari kawat besi.
Saringan tersebut dapat meloloskan pasir karena ukuran kerikil
lebih besar daripada pasir. Apa yang akan kamu lakukan jika ingin
memisahkan air yang tercampur pasir?

b. Penguapan (Evaporasi)
Sumber: Jendela Iptek: Kimia, 1997

Gambar 7.19
Campuran air dan pasir dipisahkan
dengan cara penyaringan sehingga
pasir tertahan di kertas saring,
sedangkan air akan lolos.

Gambar 7.20
Skema Kegiatan Ilmiah 7.3

Ketika kamu melakukan Kegiatan Ilmiah 7.2, kamu dapat


memurnikan gula pasir dengan cara melarutkan, kemudian
menyaringnya. Bagaimana cara memperoleh kembali gula pasir?
Untuk mengetahuinya, lakukanlah Kegiatan Ilmiah 7.3 berikut.

Kegiatan Ilmiah 7.3


Tujuan
Memisahkan gula pasir dari larutannya
Alat dan Bahan
Gelas, saringan teh, piring, gula pasir kotor oleh pasir, dan air 100
mL
Langkah Kerja
1. Sediakanlah larutan gula pasir hasil Kegiatan Ilmiah 7.2 dan
piring.
2. Tuangkan larutan gula pasir ke dalam piring, kemudian jemur
larutan dalam piring di bawah panas cahaya matahari.
3. Amati yang terjadi dan catat hasil pengamatanmu.
Pertanyaan
1. Mengapa larutan dalam gelas harus dituangkan ke dalam
piring?
2. Apakah tujuan penjemuran larutan gula?
3. Apa prinsip dasar pemisahan dengan cara penguapan?

Gula pasir dapat diperoleh kembali dengan menjemur


larutan gula di bawah panas cahaya matahari. Jika dipanaskan,
air akan menguap. Adapun gula pasir sukar menguap pada suhu
rendah. Dengan demikian, gula pasir akan diperoleh kembali.
Cara pemisahan seperti itu disebut penguapan (evaporasi). Dasar
pemisahan dengan cara penguapan adalah perbedaan kemampuan
menguap dari zat-zat dalam larutan.
Metode penyaringan dan penguapan biasanya dilakukan
secara berurutan. Di laboratorium kimia, penyaringan dan
penguapan dilakukan dengan menggunakan peralatan seperti
pada Gambar 7.21 berikut.

148

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Cawan uap
Corong saring

Kawat kassa
Kaki tiga

Gelas kimia

Campuran yang
akan dipisahkan

Pembakar
bunsen

Labu erlenmeyer

Penyaringan

Gambar 7.21
Penguapan
Sumber: Jendela Iptek: Kimia, 1997

Gambar 7.21 menunjukkan alat-alat yang digunakan untuk


memisahkan campuran belerang dan tembaga sulfat. Ke dalam
campuran tersebut dituangkan air. Sulfur tidak larut dalam air,
sedangkan tembaga sulfat larut. Kemudian, campuran belerang,
tembaga sulfat, dan air dipisahkan dengan cara penyaringan.
Partikel-partikel belerang akan tertahan di kertas saring, sedangkan
larutan tembaga sulfat (campuran tembaga sulfat dan air) akan
lolos. Larutan tembaga sulfat dituangkan ke dalam cawan uap.
Lalu, cawan uap dipanaskan sehingga larutan tembaga sulfat ikut
terpanaskan. Air dalam larutan tembaga sulfat akan menguap
(berubah wujud dari cair menjadi gas). Ketika seluruh air telah
menguap, padatan tembaga sulfat akan tersisa dalam cawan uap.
Jika kamu melakukan hal tersebut, berhati-hatilah. Jangan pernah
memanaskan langsung cawan uap di atas pembakar bunsen.
Kecepatan penguapan dipengaruhi oleh luas permukaan
wadah. Semakin luas permukaan wadah, semakin cepat peng
uapannya. Itulah sebabnya larutan gula pasir dalam gelas
dipindahkan ke piring. Selain itu, penguapan juga dipengaruhi
oleh suhu, angin, dan kelembapan udara.
Prinsip dasar pemisahan dengan cara penguapan ini
dimanfaatkan para petani garam. Mereka membendung air laut,
kemudian menguapkannya dengan memanfaatkan panas cahaya
matahari. Setelah seluruh air laut menguap, akan diperoleh garam.
Apakah menurutmu garam tersebut dapat langsung digunakan?

Campuran air dan pasir dipisahkan


dengan cara penyaringan sehingga
pasir tertahan di kertas saring,
sedangkan air akan lolos.

Tantangan IPA
Science Quest
Kadang-kadang, garam
yang diperoleh dengan cara
menguapkan air laut tidak
murni, tetapi bercampur
dengan pasir. Bagaimana
cara memisahkan pasir
agar diperoleh garam
murni?
Sometimes, the salt from
the evaporation of the sea
water is impure, but it is
mixed with sand. How can
sand be separated to obtain
pure salt?

c. Penyulingan (Distilasi)
Tahukah kamu, bagaimana cara memperoleh air murni dari air
teh? Air teh dapat diuapkan sehingga diperoleh air murni yang
bening tanpa ada warna teh. Untuk mengetahuinya, lakukanlah
Kegiatan Ilmiah 7.4 berikut.

Perubahan Materi dan Pemisahan Campuran

149

Kegiatan Ilmiah 7.4

Gabus
Labu erlenmeyer

Pipa U

Kawat
kassa
Kaki tiga
Pembakar
spiritus

Wadah

Gambar 7.22
Skema peralatan Kegiatan Ilmiah 7.4

Tujuan
Memisahkan air murni dari larutan teh manis
Alat dan Bahan
Labu erlemeyer/botol bekas selai, gabus, pembakar spiritus, pipa U,
kaki tiga, kawat kasa, wadah, larutan teh manis, dan air dingin
Langkah Kerja
1. Siapkanlah rangkaian alat seperti pada Gambar 7.22.
2. Tuangkan larutan teh manis pada labu erlemeyer/botol bekas
selai, kemudian nyalakan pembakar spiritus.
Berhati-hatilah terhadap api dan benda panas. Gunakan
sarung tangan tahan panas untuk memegang benda panas.

Fakta
Ilmiah
Minyak bumi dibawa menuju
ke tempat penyulingan
minyak melalui saluran
pipa atau diangkut dengan
menggunakan kapal
tanker. Kemudian, minyak
bumi dipisahkan dengan
proses distilasi fraksional.
Distilasi ini bertujuan untuk
menghasilkan beberapa
campuran produk dengan
titik didih yang berbeda.
Campuran tersebut
kemudian diolah lebih lanjut
sehingga menghasilkan
beberapa jenis bahan bakar
dan bahan mentah. Bensin,
solar, minyak tanah, gas,
dan nafta adalah contoh
produk hasil distilasi minyak
bumi.
Sumber: Ensiklopedia IPTEK : Kimia
dan Unsur-Bahan dan Teknologi.
2007

150

3. Tampung air hasil distilasi dalam erlenmeyer atau botol bekas


selai yang tercelup dalam ember berisi air dingin.
Pertanyaan
1. Terdiri atas zat apa sajakah larutan teh manis?
2. Bandingkan air hasil distilasi (warna dan rasa) dengan larutan
teh manis.
3. Tuliskan dasar pemisahan dengan cara distilasi.

Campuran teh manis merupakan campuran antara teh, gula


pasir, dan air. Gula dan teh sukar menguap pada saat air mendidih
(100C), sedangkan air dapat menguap saat dipanaskan. Ketika
dipanaskan, air berubah wujud dari cair menjadi gas (uap air).
Ketika uap air melewati pipa, uap air wujudnya akan berubah
kembali menjadi cair. Perubahan wujud dari gas menjadi cair
disebut pengembunan (kondensasi). Dalam Kegiatan Ilmiah 7.4,
pada bagian mana terjadi kondensasi?
Dengan demikian, air akan mengalir ke bak penampung,
sedangkan teh dan gula pasir akan tertinggal di labu. Cara
pemisahan seperti ini disebut penyulingan (distilasi).
Air dapat dipisahkan dari gula dan teh karena adanya perbedaan
titik didih antara air, gula, dan teh. Jadi, dapat disimpulkan bahwa
dasar pemisahan penyulingan adalah perbedaan titik didih antara
zat-zat yang terkandung dalam larutan.
Proses penyulingan air pada Kerja Ilmiah 7.4 dibuat secara
sangat sederhana untuk memudahkanmu melakukan distilasi.
Adapun alat penyulingan air yang biasa dilakukan di laboratorium
dapat dilihat pada gambar berikut.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Termometer

Air keluar
Kondensor

Air masuk

Labu
distilasi
Larutan
garam

Batu didih

Gambar 7.23

Air murni

Rangkaian alat penyulingan di


laboratorium.
Pembakar bunsen
Sumber: Basic Concepts of Chemistry, 1994

Dapatkah kamu menyebutkan


nama dan fungsi alat-alat
penyusunnya?

Jika kamu menggunakan alat tersebut, jangan sampai tertukar


antara tempat air masuk dan tempat air keluar. Dengan cara
seperti itu, pengembunan akan lebih mudah terjadi. Ke dalam
larutan distilasi dimasukkan batu didih untuk mencegah letupan
akibat panas.
Prinsip penyulingan banyak dimanfaatkan dalam industri.
Contoh pemanfaatan penyulingan di antaranya, yaitu industri
minyak, pembuatan air suling, pembuatan kayu putih, dan
minyak asiri.

d. Kristalisasi
Pernahkah kamu mengamati bentuk butiran garam? Jika kamu
mengamati secara teliti, kamu akan mengetahui bahwa butiran
garam berbentuk kristal. Bagaimana prosesnya sehingga butiran
garam dapur berbentuk kristal?
Proses pemisahan garam dari air laut dilakukan dengan
cara membendung air laut. Bendungan tersebut berupa kotakkotak dengan ketinggian air tertentu. Kemudian, permukaan air
diratakan dan dibiarkan terkena panas cahaya matahari sehingga
airnya akan menguap. Akibat penguapan, air laut lambat laun
menjadi pekat hingga terbentuk larutan yang lewat jenuh.
Setelah terbentuk larutan lewat jenuh, terbentuklah kristal-kristal
garam. Semakin lama, air laut yang menguap semakin banyak
sehingga kristal garam yang terbentuk semakin banyak. Peristiwa
ini disebut pengkristalan (kristalisasi). Kristalisasi adalah proses
pemisahan campuran berdasarkan pada kemampuan suatu zat
untuk mengkristal. Kebersihan garam dapur sangat bergantung
pada kebersihan air laut yang dikeringkan.

Sumber: Introductory Chemistry, 2000;


Chemistry (McMurry Fay), 2001

Gambar 7.24
Kristal garam dapur berbentuk
kubus.

Perubahan Materi dan Pemisahan Campuran

151

Pembuatan gula pasir dari batang tebu juga menggunakan


prinsip dasar kristalisasi. Batang tebu dihancurkan dan diperas
hingga terbentuk cairan, lalu disaring. Cairan tebu diuapkan
dengan penguap hampa udara sehingga semakin lama akan
terbentuk larutan gula yang lewat jenuh sampai terbentuk kristalkristal gula pasir. Kristal-kristal gula pasir dipisahkan dari cairan
yang tidak mengkristal. Setelah itu, kristal dikeringkan hingga
diperoleh kristal gula pasir atau gula putih. Cairan tebu yang
tidak mengkristal disebut gula tetes. Gula tetes ini digunakan
sebagai bahan baku pembuatan vetsin atau MSG (monosodium
glutamat).

Potongan tebu

Tebu

Cairan gula

Gula tetes

Gambar 7.25
Proses pembuatan gula dari
batang tebu.
Berdasarkan gambar tersebut,
ceritakanlah proses pembuatan
gula pasir.

Gula pasir
Perebusan cairan gula

Kristal gula pasir


Sumber: Oxford Ensiklopedia Pelajar, 1999

Pembuatan MSG juga merupakan proses kristalisasi. Gula


tetes difermentasi terlebih dahulu dengan bakteri Nitrococcus
glutammicus. Pada proses ini, gula dalam tetes tebu diubah menjadi
senyawa glutamat. Kemudian, senyawa glutamat yang terbentuk
dikristalisasi hingga terbentuk kristal-kristal MSG.

e. Sublimasi
Apakah kamu masih ingat zat-zat yang dapat menyublim? Kapur
barus dapat menyublim karena mengandung senyawa naftalena.
Kapur barus, es kering (karbon dioksida padat), dan iodium padat
merupakan benda berwujud padat yang dapat menyublim menjadi
gas. Jika ketiganya bercampur dengan pengotor, seperti tanah atau
zat kimia lain, bagaimana cara memisahkannya?

152

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Campuran-campuran tersebut dapat dipisahkan dengan cara


sublimasi. Prinsip dasar pemisahan campuran dengan cara sublimasi
berdasarkan pada sifat zat-zat dalam campuran tersebut. Kapur
barus, es kering, dan iodium padat dapat menyublim, sedangkan
zat lainnya (pengotor) tidak dapat menyublim. Dengan demikian,
campuran tersebut dapat dipisahkan dengan cara memanaskannya
hingga menyublim, kemudian didinginkan.
Padatan iodium yang tercampur dengan tanah atau pasir,
dipanaskan dalam botol sehingga iodiumnya berubah menjadi gas
yang menempel pada dasar piring kecil. Karena bagian atas botol
ditutup piring kecil berisi kapas yang telah dibasahi sebelumnya,
uap akan berubah kembali menjadi padatan.
(a)

(b)

(c)

Gambar 7.26
Zat-zat yang dapat menyublim:
(a) kapur barus;
(b) es kering; dan
(c) iodium padat.

Sumber: Dokumentasi Penerbit; Introductory Chemistry, 2000

2. Pemisahan Campuran Berdasarkan Sifat


Kimia

Tokoh IPA

Pemisahan campuran berdasarkan sifat kimia hanya dilakukan


pada campuran yang mengandung senyawa kimia dengan sifat
kimia yang khas. Biasanya, digunakan bahan kimia tertentu untuk
pemisahaannya.

a. Kromatografi
Pernahkah kamu berpikir, terbuat dari apakah tinta warna
untuk menulis? Tinta warna untuk menulis biasanya merupakan
campuran dari beberapa zat warna. Warna-warna yang terkandung
dalam tinta dapat diketahui dengan cara kromatografi.
Prinsip pemisahan dengan cara kromatografi adalah perbedaan
kecepatan perambatan setiap zat kimia yang berbeda-beda pada
pelarut tertentu. Perbedaan kecepatan perambatan disebabkan
perbedaan kelarutan dari setiap zat yang akan dipisahkan. Metode
pemisahan dengan cara kromatografi banyak sekali jenisnya dan
yang paling sederhana adalah metode kromatografi kertas.
Contohnya, apda pemisahan pigmen warna tinta. Pada
kromatografi kertas, campuran warna diteteskan pada kertas
kira-kira 2 cm dari ujung kertas, kemudian dikeringkan. Ujung
kertas dicelupkan dalam wadah/botol gelas bekas selai yang berisi
pelarut. Usahakan tetesan campuran tidak tercelup pada pelarut.
Perhatikan Gambar 7.27 berikut.

Mikhail Semyonovich Tswett


(18721919)
Metode Kromatografi
ditemukan oleh ahli botani
Rusia, Mikhail Semyonovich
Tswett pada 1901. Ketika
itu, Tswett sedang
melakukan penelitian
mengenai klorofil (zat hijau
daun). Dia menggunakan
metode Kromatografi
untuk memisahkan zat
pewarna dalam tumbuhan.
Istilah kromatografi sendiri
digunakan kali pertama oleh
Tswett dalam tulisannya
mengenai klorofil yang
dimuat di Jurnal Botani
Jerman.
Sumber: http:\\id.wikipedia.org

Perubahan Materi dan Pemisahan Campuran

153

Garis akhir

Kromatogram
Tetesan
tinta A

Tetesan
tinta B

Garis awal

Garis awal
Tinta A

Pelarut

Tinta B

Gambar 7.27
Kromatografi kertas

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
http://id.wikipedia.org
http://digilib.its.ac.id
www.chem.is.try.org
www.chemistry4kid.com

Sumber: Science in Focus Chemistry, 2002

Pada Gambar 7.27, dua tinta yang berbeda warna (tinta A dan
B) diteteskan pada kertas. Setelah beberapa saat dicelupkan dalam
pelarut, pelarut akan merambat pada kertas. Setiap zat warna
akan ikut merambat dengan kecepatan rambat yang berbeda-beda
sehingga campuran warna tersebut akan terpisah.
Tinta A terpisah menjadi 4 titik, sedangkan tinta B terpisah
menjadi 3 titik. Hal tersebut menunjukkan bahwa tinta A tersusun
atas 4 warna, sedangkan tinta B tersusun atas 3 warna. Perhatikan
tanda panah ( ). Hal tersebut menunjukkan bahwa titik yang diberi
tanda panah ( ) merupakan warna yang sama. Hal ini disebabkan
kedua titik pada tinta A dan B memiliki jarak yang sama. Jadi, jenis
zat warna dapat diketahui dari jarak titik yang diperoleh.
Metode kromatografi ini sangat berguna untuk memisahkan
dan mengidentifikasi zat-zat kimia dalam jumlah yang sedikit.
Misalnya, zat pewarna makanan, herbisida, dan pestisida yang
terdapat dalam buah dan sayuran.

b. Penyarian (Ekstraksi)
Pernahkah kamu membuat teh manis atau kopi? Ke dalam
gelas berisi teh atau kopi dituangkan air panas. Mengapa tidak
menggunakan air dingin atau air es? Teh atau kopi mengandung
bahan kimia dengan aroma dan warna yang hanya akan larut dalam
air panas. Adapun air dingin tidak dapat melarutkannya. Proses
pembuatan air teh atau air kopi merupakan contoh dari ekstraksi
atau penyarian. Berdasarkan hal tersebut, campuran seperti apakah
yang dapat dipisahkan dengan cara ekstraksi? Teh atau kopi
merupakan campuran yang mengandung bahan kimia, aroma,
warna, dan ampas. Air panas berfungsi sebagai pelarut yang akan
melarutkan komponen aktif (sarinya atau ekstraknya) agar terpisah
dari ampasnya. Itulah sebabnya proses ini disebut penyarian
(mengambil sarinya) atau ekstraksi (mengambil ekstraknya).

154

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Jadi, prinsip dasar pemisahan campuran dengan cara ekstraksi


adalah perbedaan kelarutan zat dalam pelarut. Ada dua jenis
pelarut, yaitu pelarut polar dan pelarut nonpolar. Pelarut polar
adalah pelarut yang dapat bercampur dengan air. Adapun pelarut
nonpolar adalah pelarut yang dapat bercampur dalam minyak/
lemak. Contoh pelarut polar adalah air dan alkohol. Adapun
contoh pelarut nonpolar adalah eter dan aseton. Selain kopi dan
teh, tahukah kamu contoh lain penerapan ekstraksi?
Kapsaisin adalah zat kimia yang memberikan rasa pedas
pada cabai. Kapsaisin dikenal juga dengan nama ekstrak cabai.
Kapsaisin dibuat dengan cara mengekstraksi cabai yang pedas
dengan menggunakan pelarut alkohol. Kapsaisin mudah larut
dalam alkohol. Kapsaisin yang dijual di pasaran berwujud cair
dan sangat pedas.
Demikian juga dengan pembuatan kurkumin, pewarna
kuning alami. Kurkumin diperoleh dari hasil ekstraksi kunyit
dengan pelarut alkohol. Ekstrak yang diperoleh dari kunyit ini
dikeringkan hingga semua pelarut menguap dan bentuknya
menjadi serbuk.
Sekarang, sudah banyak dijual jamu ekstrak yang tidak ada
ampasnya. Jamu ekstrak dibuat dari bahan-bahan yang sama
dengan bahan-bahan jamu seduh. Hanya saja, bahan-bahan
tersebut diambil sarinya (ekstraknya) dengan proses ekstraksi.
Oleh karena itu, jamu ekstrak mudah larut dalam air tanpa ada
ampasnya. Jamu ekstrak pun dapat dibuat pil sehingga mudah
untuk mengonsumsinya dan tidak terasa pahit.
Di laboratorium kimia, ekstraksi dilakukan dengan
menggunakan alat seperti pada Gambar 7.29. Alat tersebut
dinamakan corong pisah. Dalam pemisahan campuran dengan
metode ekstraksi, harus diketahui dahulu mengenai kelarutan
sari atau ekstrak yang akan dipisahkan. Jika dalam campuran
mengandung berbagai bahan kimia dengan kelarutan yang
berbeda, digunakan dua pelarut yang berbeda. Misalnya, ekstraksi
minyak dalam jagung. Setelah jagung dihancurkan, jagung
dilarutkan dalam air, lalu dimasukkan ke dalam corong pisah.
Setelah itu, ditambahkan pelarut eter. Setelah keran dipastikan
dalam keadaan tertutup, corong pisah dikocok hingga minyak
yang ada pada jagung larut dalam eter.
Setelah pengocokan, campuran itu didiamkan hingga
terbentuk dua lapisan. Kemudian, kedua pelarut dipisahkan
dengan cara membuka keran labu pengekstraksi (corong pisah).
Larutan minyak jagung dalam eter, kemudian diuapkan untuk
menghilangkan eternya sehingga akan diperoleh minyak jagung.

Cabai merah dan cabai rawit

Kunyit

Daun suji

Jahe
Sumber: Ensiklopedia Sains dan
Kehidupan, 2002; Kamus Visual, 2004

Gambar 7.28
Zat aktif pada bumbu-bumbu dapur
tersebut dapat dipisahkan dengan
cara ekstraksi.
Apakah nama zat aktif pada cabai
merah dan kunyit?

Sumber: Chemistry Today, 1995

Gambar 7.29
Ekstraksi dilakukan untuk
memisahkan zat-zat yang
kelarutannya dalam pelarut
berbeda-beda.

Perubahan Materi dan Pemisahan Campuran

155

Uji Pemahaman Konsep 7.3


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Jelaskan prinsip dasar proses pemisahan
campuran dengan cara distilasi.
2. Jika kamu memiliki garam yang tercampur
dengan sedikit pasir, dapatkah dipisahkan
dengan cara distilasi? Jelaskan alasannya.

Bagaimana langkah yang paling tepat untuk


memisahkan pasir dan garam?
3. Jelaskan perbedaan antara jamu seduh dan
jamu ekstrak?

Rangkuman
1. Perubahan materi terdiri atas perubahan
fisika dan perubahan kimia. Perubahan fisika
tidak menghasilkan zat baru dan umumnya
zat hasil perubahan fisika dapat dikembali
kan lagi seperti sebelum perubahan.
2. Perubahan kimia terjadi karena dapat menghasilkan zat baru yang tidak sama dengan
zat semula. Zat yang dihasilkan tidak dapat
dikembalikan menjadi zat semula.
3. Contoh perubahan kimia antara lain
pembakaran, pengaratan, pembusukan,
fermentasi, pemanasan, fotosintesis, dan
proses enzimatis.
4. Contoh perubahan fisika antara lain proses
perubahan wujud (meleleh, menguap,
mengembun, membeku, terdeposisi, dan
menyublim), pelarutan, perubahan bentuk,
dan adanya aliran energi.

5. Pemisahan materi dapat dilakukan melalui


beberapa cara, yaitu filtrasi, evaporasi,
distilasi, kristalisasi, sublimasi, kromatografi, dan ekstraksi.
6. Filtrasi (penyaringan) berdasarkan pada
perbedaan ukuran partikel. Evaporasi
(penguapan) berdasarkan pada perbedaan
kemampuan zat menguap. Distilasi (penyulingan) berdasarkan pada perbedaan
titik didih. Kristalisasi berdasarkan pada per
bedaan kemampuan zat membentuk kristal.
Sublimasi berdasarkan pada per-bedaan ke
mampuan zat menyublim. Kromatografi
berdasarkan pada perbedaan kecepatan
perambatan pada pelarut ter-tentu. Ekstraksi
(penyarian) berdasarkan pada perbedaan
kelarutan zat dalam pelarut tertentu.

Kata Kunci



distilasi
ekstraksi
enzim
evaporasi

fermentasi
filtrasi
fotosintesis
karat

kondensasi
korosi
kristalisasi
kromatografi

pembakaran
pembusukan
sublimasi

Apa yang Kamu Peroleh Setelah Mempelajari Bab Ini?


Setelah mempelajari materi tentang Perubahan Materi dan Pemisahan Campuran, kamu
tentu dapat merasakan manfaatnya, seperti kamu dapat mengetahui perubahan materi yang
merugikan dan cara penanggulangannya. Jelaskan olehmu manfaat lainnya yang kamu
rasakan setelah mempelajari materi tersebut. Selain itu, bagian mana yang belum kamu
pahami? Coba tuliskan di buku catatanmu dan konsultasikan hasilnya dengan gurumu.

156

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Uji Kompetensi Bab 7


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1. Es mencair, kertas terbakar, dan besi berkarat
termasuk perubahan ....
a. fisika
b. kimia
c. materi
d. senyawa
Alasan:
2. Bom yang meledak dan menghancurkan
gedung bertingkat termasuk perubahan ....
a. kimia
b. fisika
c. bentuk
d. wujud
Alasan:
3. Contoh perubahan materi berikut yang
termasuk perubahan fisika adalah ....
a. mercon meledak
b. menggoreng kacang
c. kapur barus menyublim
d. kayu menjadi arang
Alasan:
4. Perubahan-perubahan materi berikut terma
suk perubahan fisika, kecuali ....
a. pakaian basah dijemur
b. bensin terbakar
c. emas melebur
d. lilin meleleh
Alasan:
5. Proses enzimatis dalam tubuh atau tanaman
merupakan perubahan kimia yang menguntungkan. Contohnya adalah ....
a. pembuatan tape
b. pembuatan sirup
c. pematangan buah
d. penggorengan kerupuk
Alasan:

6. Peristiwa berikut yang termasuk perubahan


kimia adalah ....
a. peleburan
b. penggorengan
c. perubahan bentuk
d. pelarutan
Alasan:
7. Pembuatan tape termasuk perubahan materi
yang menguntungkan karena terjadinya
proses ....
a. fotosintesis
b. enzimatis
c. fermentasi
d. korosi
Alasan:
8. Berikut beberapa hasil pengamatan perubahan materi:
1. pada pemanasan, dihasilkan senyawa
yang wujudnya berbeda;
2. tidak mengalami perubahan rasa dan
warna; dan
3. pada pendinginan, zat kembali ke wujud
asal.

Berdasarkan data tersebut, materi mengalami perubahan ....
a. fisika
b. kimia
c. rasa
d. bentuk
Alasan:
9. Dari hasil pengamatan perubahan materi
diperoleh data sebagai berikut.
1. Teksturnya berubah dari keras menjadi
lembek.
2. Terjadi perubahan rasa dan aroma.
3. Tidak dapat diubah menjadi materi
asal.

Perubahan Materi dan Pemisahan Campuran

157

10.

11.

12.

13.

158

Berdasarkan data tersebut, materi mengalami perubahan ....


a. fisika
b. kimia
c. wujud
d. bentuk
Alasan:
Berikut beberapa proses perubahan materi.
1. Sari parutan singkong dijemur menjadi
tepung.
2. Tepung singkong diproses menjadi
makanan gorengan.
3. Singkong difermentasi menjadi tape.
Proses tersebut yang termasuk perubahan
kimia adalah ....
a. 1
b. 2
c. 3
d. 2 dan 3
Alasan:
Gula cair yang berasa manis dapat dibuat dari
ubi singkong. Perubahan singkong menjadi
gula cair termasuk perubahan ....
a. kimia
b. fisika
c. bentuk
d. wujud
Alasan:
Perhatikan perubahan materi berikut.
1. Kertas terbakar.
2. Seng berkarat.
3. Eter menguap.
4. Susu menjadi yoghurt.
5. Iodium menyublim.
Perubahan yang tergolong perubahan kimia
adalah ....
a. 1 dan 3
b. 2 dan 3
c. 2 dan 4
d. 4 dan 5
Alasan:
Perhatikan perubahan materi berikut.
1. Pembuatan es.
2. Jagung direbus.
3. Peleburan besi.
4. Lampu spiritus menyala.
5. Salju mencair.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Perubahan yang tergolong perubahan fisika


adalah ....
a. 1 dan 2
b. 2 dan 4
c. 3 dan 5
d. 4 dan 5
Alasan:
Cara pemisahan campuran yang berdasarkan
pada perbedaan titik didih adalah ....
a. distilasi
b. kristalisasi
c. filtrasi
d. sublimasi
Alasan:
Cara pemisahan campuran yang berdasarkan
pada perbedaan kelarutan adalah ....
a. distilasi
b. ekstraksi
c. sublimasi
d. filtrasi
Alasan:
Cara pemisahan campuran yang berdasarkan
pada perbedaan ukuran partikel adalah ....
a. distilasi
b. ekstraksi
c. sublimasi
d. filtrasi
Alasan:
Campuran yang dapat dipisahkan dengan
cara kromatografi adalah campuran yang
memiliki perbedaan ....
a. titik didih
b. daya uap
c. daya rambat
d. ukuran partikel
Alasan:
Campuran mengandung alkohol, air, dan
minyak atsiri dapat dipisahkan karena
memiliki perbedaan ....
a. titik didih
b. daya larut
c. daya rambat
d. kelarutan
Alasan:
Zat pewarna yang terkandung dalam tinta
warna dapat diketahui dengan cara ....

a. sublimasi
b. distilasi
c. kromatografi
d. kristalisasi
Alasan:
20. Suatu zat yang larut dalam air dan bercampur
dengan lemak dapat dipisahkan dengan cara

menambahkan air, kemudian dikocok. Cara


pemisahan ini disebut ....
a. sublimasi
b. distilasi
c. kromatografi
d. ekstraksi
Alasan:

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


1. Jelaskan ciri-ciri perubahan fisika dan
perubahan kimia.
2. Tuliskan contoh perubahan kimia dalam
kehidupan sehari-hari yang menguntungkan
dan merugikan.
3. Minyak yang dibiarkan terbuka di udara
semakin lama akan semakin tengik. Termasuk
perubahan apakah minyak menjadi tengik?

4. Apakah pembuatan garam dapur dari air laut


dapat dengan cara penyaringan? Mengapa?
5. Jika kamu mendapatkan tugas membuat
minyak serai dari batang serai, jelaskan cara
pemisahan yang paling tepat.

II. Uji Pemahaman IPA


Pada musim kemarau, daerah di sekitar


rumahmu kesulitan memperoleh air bersih.
Satu-satunya sumber air yang tersedia adalah
air sumur. Akan tetapi, air sumur tersebut
kotor dan berwarna kecokelatan. Selain itu,
meskipun samar, tercium bau logam pada air
tersebut.

a.
b.

Menurutmu, zat apa saja yang terdapat


pada air sumur tersebut?
Apa yang dapat kamu lakukan agar air
sumur tersebut dapat kamu gunakan?

Perubahan Materi dan Pemisahan Campuran

159

Mengukur Ketuntasan Belajar


Setelah kamu selesai menjawab pertanyaan pada Uji Kompetensi Bab ini, periksalah jawabanmu dengan
melihat kunci jawaban, bertanya pada guru, atau melihat kembali materi pada buku ini. Gunakan
rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajarmu.
Tingkat penguasaan =

Skor yang kamu peroleh


100%
Skor maksimal

Tingkat penguasaan yang kamu peroleh:


90% 100% Baik sekali
80% 89%
Baik
70% 79%
Cukup
< 69%
Kurang
Jika kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kamu telah tuntas mempelajari materi bab
ini dan dapat mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, jika tingkat penguasaan kamu kurang dari
80%, kamu harus mempelajari kembali materi bab ini, terutama bagian yang belum kamu kuasai.

Kata Bijak
Kegagalan merupakan bumbu dari sebuah kesuksesan.
(Truman Capote)

160

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab

Sumber: En

sikloped

i Isla

uk P
m unt

elaja

0
r, 20

Reaksi Kimia
Manfaat Hasil Belajar
Agar dapat memahami berbagai sifat dalam perubahan fisika dan kimia, pada bab ini kamu harus mampu:
mengidentifikasi terjadinya reaksi kimia melalui percobaan sederhana.

Ilmu Kimia begitu dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.


Banyak peristiwa kimia yang terjadi di sekitarmu, pernahkah kamu
memerhatikan dan berpikir mengapa hal-hal itu terjadi?
Ketika kamu melarutkan tablet vitamin berkalsium tinggi ke
dalam segelas air, kamu akan melihat gelembung-gelembung gas.
Kejadian ini persis sama seperti ketika kamu membuka kaleng
atau botol minuman berkarbonasi. Menurutmu, apa yang sedang
terjadi? Timbulnya gelembung-gelembung gas dan perubahan
warna merupakan ciri-ciri reaksi kimia.
Kamu dapat mengetahui terjadinya reaksi kimia dari ciri-ciri
yang ditimbulkannya saat reaksi berlangsung. Apa saja ciri-ciri
terjadinya reaksi kimia? Apa saja yang memengaruhi berjalannya
suatu reaksi kimia? Dalam bab ini, kamu akan mempelajari ciri-ciri
berlangsungnya reaksi kimia dan faktor-faktor yang memengaruhi
reaksi.

161

Peta Konsep
contoh

Timbul gas

contoh

contoh

Karbon dioksida (CO2)


Hidrogen (H2)
Karbida (C2H2)

menghasilkan panas

ciri-ciri

Eksoterm

Perubahan suhu
Perubahan warna

menyerap panas

Endoterm

Ada endapan
Sifat zat

Reaksi kimia

Ukuran zat

semakin kecil
semakin besar
dinaikkan

Suhu

diturunkan

Reaksi semakin cepat


Reaksi semakin lambat
Reaksi semakin cepat
Reaksi semakin lambat

faktor yang memengaruhi


cepat

Pengadukan

lambat

semakin pekat

Kadar zat

Uji Kompetensi Awal


Sebelum mempelajari bab ini,
kerjakanlah soal-soal berikut.
1. Tuliskan ciri-ciri terjadinya
reaksi kimia yang kamu
ketahui.
2. Sabun yang dikocok
dengan air akan
menimbulkan busa. Apakah
ini termasuk reaksi kimia?
Jelaskan.

162

semakin encer

Reaksi semakin cepat


Reaksi semakin lambat

Reaksi semakin cepat


Reaksi semakin lambat

Ciri-Ciri Reaksi Kimia

Kamu telah mempelajari berbagai perubahan kimia pada Bab 7.


Perubahan kimia terjadi pada proses pembakaran, pengaratan,
pembusukan, fermentasi, dan proses enzimatis. Proses-proses
tersebut merupakan contoh reaksi kimia. Pada proses pembakaran
kertas, terjadi reaksi antara kertas, oksigen, dan api. Besi menjadi
berkarat karena besi bereaksi dengan gas oksigen dan air. Tahukah
kamu, contoh proses lain yang menyebabkan perubahan kimia?

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

(a)

(b)

Gambar 8.1

Sumber: Chemistry for You, 2001; Chemistry (McMurry), 2001

Reaksi kimia yang terjadi di


sekitarmu.
(a) Reaksi pembakaran antara kayu
dan oksigen.
(b) Reaksi terbentuknya gas karbon
dioksida dari minuman yang
berkarbonasi.

Ketika reaksi kimia terjadi, tentu ada perubahan yang dapat


diamati. Bagaimana cara yang tepat untuk mengetahui perubahan
yang terjadi selama proses reaksi kimia? Sebelum melakukan
percobaan, kamu harus memastikan keadaan awal setiap zat yang
akan kamu campurkan/reaksikan. Apa saja ciri-ciri reaksi kimia
yang dapat kamu amati? Untuk mengetahui ciri-ciri reaksi kimia
yang biasa terjadi, bacalah uraian berikut ini. Lakukanlah setiap.
kegiatan ilmiah yang diberikan agar kamu lebih memahaminya.

Gambar 8.2
(a) Reaksi korosi pada besi.
(b) Reaksi oksidasi pada perak oleh
tembaga nitrat.
(a)

(b)

Sumber: Ensiklopedi Sains dan Kehidupan, 2002; Chemistry (McMurry), 2001

Perubahan apa saja yang dapat


kamu amati pada kedua reaksi
kimia tersebut?

1. Reaksi yang Menghasilkan Gas


Beberapa reaksi kimia ditandai dengan timbulnya gas. Untuk
mengetahui contoh reaksinya, lakukanlah kegiatan berikut.

Kegiatan Ilmiah 8.1

Soda kue
Air aki

Tujuan
Mengamati reaksi kimia yang menghasilkan gas
Alat dan Bahan
Pipet tetes, sendok atau pengaduk, gelas, air, soda kue, dan air
aki
Langkah Kerja
1. Masukkan soda kue ke dalam gelas berisi air.
2. Aduk sampai semua soda kue larut.

Gambar 8.3
Skema Kegiatan Ilmiah 8.1

Reaksi Kimia

163

3. Teteskan air aki ke dalam gelas.


Berhati-hatilah terhadap air aki. Jika terkena kulit akan
terasa gatal. Gunakan sarung tangan karet jika kamu perlu
menuangkannya.

4. Amati dan catatlah perubahan yang terjadi dalam buku


latihanmu.

Tantangan IPA
Science Quest
Korosi yang terjadi pada
tiang penyangga jembatan
sangat berbahaya karena
dapat menyebabkan
jembatan tersebut
runtuh. Berikan saran
untuk mencegah atau
memperlambat proses
korosi.
Corrosion that occur on the
support beam of a bridge
is very dangerous. It can
cause the bridge collapse.
Suggest a way to prevent or
slowing down the corrosion
process.

Pertanyaan
1. Apa yang terjadi pada saat mencampurkan air dengan soda
kue?
2. Ketika larutan soda kue ditetesi air aki, perubahan apa yang
terjadi?
3. Hal apa yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan tersebut?

Perubahan kimia dapat diamati dari campuran senyawa


kimia yang menghasilkan gas. Timbulnya gas dalam campuran
sangat mudah diamati karena gas akan muncul dalam bentuk
gelembung-gelembung. Adanya gas merupakan salah satu ciri
terjadinya perubahan kimia. Setiap perubahan kimia terjadi karena
adanya reaksi kimia. Berikut adalah beberapa reaksi kimia yang
menghasilkan gas.

a. Reaksi Kimia yang Menghasilkan Gas Karbon


Dioksida
Setiap senyawa karbonat atau senyawa bikarbonat ketika bereaksi
dengan asam (H2SO4 atau HCl) akan menghasilkan gas karbon
dioksida. Senyawa karbonat contohnya natrium karbonat dan
kalsium karbonat. Adapun senyawa bikarbonat contohnya natrium
bikarbonat dan kalsium bikarbonat. Para ahli kimia biasanya
menuliskan reaksi yang terjadi dalam bentuk persamaan reaksi
kimia. Secara umum, persamaan reaksi kimia untuk pernyataan
tersebut adalah sebagai berikut.

(a)
(b)
Sumber: Dokumentasi Penerbit dan
Chemistry (McMurry), 2001

Gambar 8.4
Reaksi kimia yang menimbulkan gas
karbon dioksida.
(a) Pelarutan tablet minuman
berenergi.
(b) Minuman soda yang baru
dituangkan ke dalam gelas.

menjadi

Senyawa karbonat + Asam sulfat


(padat)

Garam sulfat + Air + Karbon dioksida


(larutan)

(cairan)

(gas)

Jika asam yang digunakan adalah asam klorida, garam yang


dihasilkan dari reaksi tersebut adalah garam klorida.
menjadi

Senyawa karbonat + Asam klorida


(padat)

164

(larutan)

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

(larutan)

Garam klorida + Air + Karbon dioksida


(larutan)

(cairan)

(gas)

Dalam percobaan yang telah kamu lakukan, soda kue


merupakan bahan yang mengandung natrium karbonat.
Adapun air aki merupakan larutan asam sulfat.

b. Reaksi Kimia yang Menghasilkan Gas Hidrogen


Beberapa logam, seperti besi, seng, dan aluminium ketika
direaksikan dengan senyawa asam, akan menghasilkan gas
hidrogen. Reaksi kimia yang terjadi sebagai berikut.
menjadi

Logam + Asam klorida Garam klorida + Hidrogen


(padat)

(cair)

(larutan)

(gas)

Jika asam yang digunakan adalah asam sulfat, garam yang


dihasilkan dari reaksi tersebut adalah garam sulfat.
menjadi

Logam + Asam sulfat Garam sulfat + Hidrogen


(padat)

(cair)

(larutan)

Sumber: Chemistry (McMurry), 2001

Gambar 8.5
Gas hidrogen yang dihasilkan pada
reaksi antara besi dan asam sulfat.

(gas)

c. Reaksi Kimia yang Menghasilkan Gas Karbid


Batu karbida (karbit) merupakan senyawa kalsium karbida. Rumus
kimianya adalah CaC2. Jika batu karbida direaksikan dengan air,
akan menghasilkan gas karbida atau C2H2. Berikut reaksi kimia
yang terjadi.
menjadi

Batu karbida + Air Kalsium hidroksida + Gas karbida


(padat)

(cair)

(larutan)

(gas)

Selain digunakan untuk mengisi balon gas, gas karbida juga


digunakan dalam pengelasan logam dan untuk mematangkan
buah-buahan.

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
http://id.wikipedia.org
http://digilib.its.ac.id
www.chem.is.try.org
www.chemistry4kid.com

Gambar 8.6
Pisang

Pepaya

Balon

Sumber: Indonesian Heritage: Plants, 1996 dan Jendela


IPTEK Kimia, 1997

Gas karbida digunakan untuk


mematangkan buah-buahan dan
mengisi balon gas.

2. Terjadi Perubahan Suhu

Untuk memahami terjadinya perubahan suhu dalam reaksi kimia,


lakukanlah kegiatan berikut.

Kegiatan Ilmiah 8.2


Tujuan
Mengamati reaksi kimia yang mengalami perubahan suhu
Alat dan Bahan
Gelas besar, termometer, air, batu kapur, dan stopwatch
Reaksi Kimia

165

Langkah Kerja
1. Ukur dan catat suhu air dalam gelas sebelum reaksi.
2. Masukkan batu kapur ke dalam air dan biarkan bereaksi.
3. Ukur dan catat suhu air dalam gelas ketika bereaksi dengan
batu kapur setiap menit.
4. Buatlah tabel seperti berikut pada buku latihanmu.

Termometer
Batu kapur

Gambar 8.7

Pertanyaan
1. Perubahan apa saja yang terjadi selama reaksi berlangsung?
2. Pada menit ke berapa teramati suhu tertinggi/terendah dari
reaksi tersebut?
3. Apa yang dapat kamu simpulkan setelah melakukan Kegiatan
Ilmiah 8.2 tersebut?

Skema Kegiatan Ilmiah 8.2

Soal Persiapan UN
Terjadinya kebakaran
hutan merupakan reaksi
kimia yang menyebabkan
perubahan suhu. Reaksi
yang terjadi adalah ....
a. reaksi eksoterm
b. reaksi penggabungan
c. reaksi endoterm
d. reaksi penguraian
Pembahasan
Saat kebakaran hutan,
terjadi peningkatan suhu
lingkungan. Reaksi yang
menghasilkan kenaikan
suhu disebut reaksi
eksoterm.

Perubahan suhu pada suatu reaksi kimia dapat berupa


penyerapan panas, atau sebaliknya, menghasilkan panas. Pada
Kegiatan Ilmiah 8.2, batu kapur yang dilarutkan dalam air akan
mengeluarkan panas sehingga gelas terasa panas. Reaksi kimianya
dapat ditulis sebagai berikut.
menjadi

Batu kapur + Air Kalsium hidroksida + Karbon dioksida


(padat)

(cair)

(larutan)

(gas)

Amatilah reaksi pembakaran kertas dan pembakaran kayu.


Kedua proses itu ternyata melepaskan/menghasilkan panas.
Pembakaran bensin pada kendaraan bermotor juga menghasilkan
panas untuk menggerakkan piston sehingga dapat menggerakkan
motor atau mobil. Reaksi kimia yang menghasilkan atau
membebaskan panas disebut reaksi eksoterm. Perhatikan reaksi
berikut.
menjadi
Barium hidroksida + Amonium klorida + Air

(padat)

(larutan)

(cair)

Barium klorida + Amonium hidroksida

Jawaban: A

(larutan)

(larutan)

Ketika campuran barium hidroksida dan amonium klorida


dimasukkan ke dalam gelas berisi air, larutan tersebut akan
menyerap panas sehingga gelas terasa dingin. Reaksi ini menyerap
panas dari lingkungan di sekitar reaksi. Jika percobaan dilakukan
dalam tabung reaksi, tabung reaksi itu akan terasa dingin. Reaksi
kimia yang menyerap panas disebut reaksi endoterm.

166

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

3. Terjadi Perubahan Warna


Bagaimana dengan perubahan warna? Apakah ada reaksi kimia
yang menghasilkan perubahan warna?

Kegiatan Ilmiah 8.3


Tujuan
Mengamati reaksi kimia yang diikuti perubahan warna
Alat dan Bahan
Pipet tetes, gelas kimia, gelas ukur 25 mL, air, larutan kalium permanganat (KMnO4) 2%, larutan air aki (asam sulfat), dan larutan
asam oksalat (H2C2O4) 2%
Langkah Kerja
Percobaan A
1. Catat warna awal setiap larutan.
2. Isi gelas kimia dengan 10 tetes larutan kalium permanganat
dan 5 tetes air aki.
Berhati-hatilah terhadap air aki. Jika terkena kulit akan
terasa gatal. Gunakan sarung tangan karet jika kamu perlu
menuangkannya.

Uji Sikap
Pembakaran merupakan
reaksi kimia yang
membebaskan
energi/eksoterm. Energi
yang dibebaskan dalam
proses pembakaran sering
digunakan manusia untuk
memasak dan menggerakan
kendaraan. Akan tetapi,
proses pembakaran
tak terkendali dapat
membahayakan manusia
dan lingkungan seperti
kebakaran.
Ketika kamu harus bekerja
dengan proses pembakaran
baik di laboratorium atau
di rumah, hal apa yang
sebaiknya kamu lakukan?

3. Tambahkan 25 mL air untuk mengencerkan larutan.


4. Tambahkan asam oksalat tetes demi tetes.
5. Amati dan catat setiap perubahan yang terjadi.

Kalium permanganat/asam
oksalat dan Air aki

Percobaan B
1. Isi gelas kimia dengan 10 tetes larutan asam oksalat dan 5 tetes
air aki.
2. Tambahkan 25 mL air untuk mengencerkan larutan.
3. Tambahkan kalium permanganat tetes demi tetes.
4. Amati dan catat setiap perubahan yang terjadi.

Air

Asam oksalat/
kalium permanganat

Pertanyaan
1. Pada percobaan A, perubahan warna apa yang terjadi?
2. Pada percobaan B, perubahan warna apa yang terjadi?
3. Apa yang dapat kamu simpulkan setelah melakukan kegiatan
tersebut?

Warna ungu pada larutan kalium permanganat akan berubah


jika direaksikan dengan larutan asam oksalat. Perubahan warna
ini disebabkan senyawa kalium permanganat berubah menjadi
senyawa mangan(II) sulfat yang tidak berwarna. Reaksinya dapat
ditulis sebagai berikut.

Gambar 8.8
Skema Kegiatan Ilmiah 8.3

Reaksi Kimia

167

menjadi

Kalium permanganat + Asam oksalat + Asam sulfat



(larutan)
(larutan)
(larutan)

Kalium sulfat + Mangan(II) sulfat + Air + Karbon dioksida


(larutan)

(larutan)

(cair)

(gas)

Pada percobaan B, asam oksalat dan asam sulfat dicampurkan


terlebih dahulu. Kedua larutan ini berwarna bening. Kemudian,
campuran yang berwarna bening tersebut ditetesi larutan kalium
permanganat yang berwarna unggu. Warna ungu tetesan kalium
permanganat akan hilang dan berubah menjadi bening.

4. Menghasilkan Endapan

Sumber: Basic Concepts of Chemistry, 1994

Pada beberapa reaksi kimia, perubahan yang terjadi tidak berupa


perubahan warna, pembentukan gas, maupun perubahan suhu.
Dua senyawa kimia yang berupa cairan dapat membentuk padatan
yang mengendap di dasar gelas/tabung. Padatan ini disebut
endapan. Untuk mengetahui jenis reaksi yang dapat menghasilkan
endapan, lakukanlah kegiatan berikut.

Gambar 8.9
Contoh reaksi kimia yang
menghasilkan endapan.

Kegiatan Ilmiah 8.4


Tujuan
Mengamati reaksi pembentukan endapan
Alat dan Bahan
Tabung reaksi, pipet tetes, larutan barium klorida (BaCl2) 1%,
dan air aki
Langkah Kerja
1. Masukkan barium klorida ke dalam tabung reaksi.
2. Tambahkan beberapa tetes air aki ke dalam tabung reaksi.
3. Amati dan catat setiap perubahan yang terjadi.

air aki

BaCl2 1%

Gambar 8.10
Skema Kegiatan Ilmiah 8.4

Larutan barium klorida dan air aki merupakan larutan


berwarna bening. Ketika kedua larutan tersebut dicampurkan,
akan membentuk larutan berwarna putih keruh dengan endapan
putih. Endapan putih yang terbentuk adalah garam barium
sulfat (BaSO4) yang sukar larut dalam air. Reaksi tersebut dapat
dituliskan sebagai berikut.
menjadi

Barium klorida + Asam sulfat



168

(larutan)

(larutan)

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Barium sulfat + Asam klorida


(padat)

(larutan)

Jika larutan barium klorida dicampurkan dengan larutan kalium


kromat (K2CrO4), akan terbentuk endapan barium kromat
(BaCrO4) yang berwarna kuning.

Tugas
Salah satu reaksi kimia yang berdampak negatif bagi alam adalah hujan asam. Carilah informasi
mengenai hujan asam dari koran, majalah, buku, maupun internet. Kemudian, buatlah laporan hasil
penelitianmu itu dan serahkan kepada gurumu. Laporan terbaik akan dipresentasikan di depan kelas.

Uji Pemahaman Konsep 8.1


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Jelaskan dan tuliskan contoh ciri-ciri
terjadinya reaksi kimia.
2. Bagaimana cara membuat gas karbida?
Jelaskan fungsi gas karbida.

3. Disebut apakah reaksi yang menghasilkan


panas? Tuliskan beberapa contohnya.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi


Kecepatan Reaksi

Tokoh IPA

Reaksi kimia ada yang berlangsung cepat dan ada yang berlangsung
lambat. Bensin bersifat mudah terbakar, berbeda dengan solar.
Banyak faktor yang memengaruhi kecepatan suatu reaksi kimia,
seperti sifat zat, ukuran zat, suhu, dan pengadukan.

1. Sifat Zat
Tahukah kamu mengapa bensin lebih mudah terbakar dibandingkan
solar? Bensin dan solar memiliki sifat yang berbeda. Bensin lebih
mudah menguap dibandingkan solar. Elpiji akan jauh lebih cepat
terbakar dibandingkan bensin. Tahukah kamu apa alasannya?
Sebelum mereaksikan suatu zat kimia, sebaiknya kamu mengetahui
sifat-sifat zat itu terlebih dahulu. Sifat-sifat zat di antaranya titik
didih, titik beku, dan titik leleh. Kamu juga harus mengetahui
apakah zat itu mudah terbakar, berbahaya, atau beracun.

2. Ukuran Zat
Kamu tentunya pernah melakukan pelarutan suatu zat. Permen
akan lebih mudah larut jika ditumbuk sampai halus sebelum
dilarutkan. Jadi, semakin halus atau semakin kecil ukuran zat,

Wilhelm Ostwald
(18531932)
Wilhelm Ostwald merupakan
kimiawan asal Jerman yang
memperoleh hadiah Nobel
pada 1909 untuk penelitiannya
di bidang katalis, kecepatan
reaksi dan kesetimbangan.
Tidak hanya sukses sebagai
kimiawan, Ostwald juga
seorang guru yang hebat.
Tiga orang muridnya pun
memperoleh hadiah nobel.
Sumber: www.chemheritage.com

Reaksi Kimia

169

semakin mudah larut zat tersebut. Dalam reaksi kimia, ukuran


zat juga memengaruhi kecepatan reaksi. Untuk memahaminya,
lakukanlah kegiatan berikut.

Kegiatan Ilmiah 8.5


Tujuan
Mengetahui pengaruh ukuran zat terhadap kecepatan reaksi
Alat dan Bahan
Gelas bening, stopwatch, pengaduk, air, air aki (larutan asam sulfat),
dan kapur tulis
Langkah Kerja
1. Campurkan 200 mL air dengan 200 mL air aki. Kemudian,
bagi larutan tersebut ke dalam dua buah gelas bening dengan
ukuran yang sama.

Kapur
batangan

Berhati-hatilah terhadap air aki. Jika terkena kulit akan


terasa gatal. Gunakan sarung tangan karet jika kamu perlu
menuangkannya.

Campuran
air dan air
aki
Serbuk
kapur

Campuran air
dan air aki

Gambar 8.11

2. Siapkan dua buah kapur tulis dengan panjang masing-masing


1 cm.
3. Satu batang kapur digerus halus, sedangkan batang kapur yang
lain dibiarkan utuh.
3. Masukkan kapur serbuk dan kapur batangan pada setiap gelas
secara bersamaan.
4. Aduk dengan kecepatan yang sama.
5. Gunakan stopwatch untuk mencatat waktu hingga semua kapur
habis bereaksi.

Skema Kegiatan Ilmiah 8.5

(b)

(a)

Gambar 8.12
Luas bidang sentuh sangat
memengaruhi kecepatan reaksi.

170

Pertanyaan
1. Berapa waktu yang diperlukan agar seluruh kapur batangan
larut sempurna?
2. Berapa waktu yang diperlukan agar seluruh serbuk kapur larut
sempurna?
3. Apa yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan yang telah
kamu lakukan?

Perhatikanlah Gambar 8.13. Pada Gambar 8.13(a), terdapat


satu buah balok besar. Jika balok besar ini dimasukkan ke dalam bak
berisi air, air akan menyentuh seluruh permukaan balok besar. Dalam
matematika, kamu telah mengetahui bahwa balok seperti gambar
tersebut memiliki enam sisi/permukaan. Jadi, dapat disimpulkan
bahwa air akan menyentuh enam permukaan balok besar.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Sekarang, bayangkanlah jika balok besar itu dipotong-potong


menjadi balok-balok yang lebih kecil. Setiap balok kecil memiliki
enam sisi/permukaan. Ketika balok-balok kecil ini dimasukkan ke
dalam bak berisi air, air tentu akan menyentuh seluruh permukaan
setiap balok kecil. Jika balok besar dipotong menjadi 50 balokbalok kecil, permukaan yang dapat disentuh air menjadi lebih
besar, bukan? Apa yang terjadi jika balok besar itu kamu bagi lagi
menjadi 100 balok yang jauh lebih kecil?
Seperti itulah pengaruh ukuran zat pada kecepatan reaksi.
Serbuk kapur akan memiliki bidang sentuh (permukaan) yang lebih
banyak dibandingkan kapur batangan. Air aki akan lebih mudah
bereaksi dengan serbuk kapur dibandingkan kapur batangan. Dari
percobaan yang telah kamu lakukan, dapat diambil kesimpulan
bahwa luas permukaan bidang sentuh sangat memengaruhi
kecepatan reaksi kimia. Semakin besar permukaan zat yang dapat
disentuh pereaksi, semakin cepat reaksi kimia terjadi.
Ketika makan, kamu dianjurkan untuk mengunyah makanan
dengan cermat agar makanan yang masuk ke dalam lambung
berukuran kecil. Hal ini dilakukan untuk mempermudah kerja
lambung dalam memproses makanan yang kamu makan itu.

Tantangan IPA
Science Quest
Aluminium digunakan
sebagai bahan pembuat
kaleng makanan dan
minuman karena tahan
terhadap korosi. Berikan
pendapatmu, reaksi apa
yang terjadi pada proses
korosi?
Aluminum is used for
food and drink containers
because of its corrosion
resistance. Give your
opinion, what reaction that
happen when corrosion
occurs?

3. Suhu
Kamu sudah mempelajari bagaimana pengaruh suhu terhadap
suatu zat. Semakin tinggi suhu larutan, semakin mudah zat larut
dalam larutan itu.
Kecepatan reaksi kimia hampir sama seperti kelarutan zat
dalam air. Pada suhu tinggi, partikel-partikel zat bergerak lebih
cepat sehingga tumbukan antarpartikel lebih banyak. Hal ini
menyebabkan reaksi kimia berjalan semakin cepat.
Pada umumnya, jika suhu suatu reaksi dinaikkan 10 C, reaksi
kimia menjadi dua kali lebih cepat. Jika pada suhu 25 C kecepatan
reaksi sebesar x, pada suhu 35 C kecepatan reaksi menjadi 2x
dan pada suhu 45 C kecepatannya menjadi 4x. Dapatkah kamu
menentukan berapa kecepatan reaksinya pada suhu 65 C?
Ketika membuat kue, kamu menambahkan soda kue pada
adonan kue itu. Apa kegunaan soda kue tersebut? Pada suhu
tinggi, soda kue akan bereaksi membentuk gas karbon dioksida.
Kue yang mengembang disebabkan adanya gas karbon dioksida
dalam adonannya. Gelembung-gelembung gas yang terperangkap
dalam adonan membuat adonan menjadi lebih besar. Jika suhu
pemanasan terlalu rendah, soda kue akan sulit bereaksi sehingga
kue yang dihasilkan tidak mengembang dan waktu yang
diperlukan lebih lama.

Sumber: Chemistry (McMurry), 2001

Gambar 8.13
Es akan mencair dan menguap jika
suhu lingkungannya naik.

Reaksi Kimia

171

4. Pengadukan
Fakta
Ilmiah
Minuman berenergi
atau tablet effervescent
mengandung senyawa
karbonat. Asam yang
terdapat di dalam minuman
ini adalah asam sitrat atau
asam askorbat (vitamin C).
Ketika dilarutkan dalam
air, senyawa-senyawa
kimia dalam minuman
itu akan bereaksi dan
menghasilkan gas karbon
dioksida.

Pernahkah kamu membantu ibumu membuat kue bolu? Ibu meng


gunakan alat pengocok yang disebut mixer untuk mencampur telur,
mentega, gula pasir, dan terigu. Mixer digunakan untuk mengaduk
dan mencampur bahan-bahan kue agar terbentuk adonan yang
homogen. Dengan pengadukan, partikel-partikel zat dalam reaksi
kimia dipaksa bergerak dan bersentuhan dengan partikel lain. Hal
tersebut mengakibatkan reaksi itu berjalan semakin cepat.

5. Kadar Zat
Logam seng lebih cepat bereaksi dengan larutan HCl 10%
dibanding dengan larutan HCl 2%. Dalam larutan yang pekat,
terdapat lebih banyak partikel-partikel larutan dibandingkan
dalam larutan encer. Oleh karena itu, partikel larutan yang dapat
bereaksi dengan partikel logam pun lebih banyak. Semakin pekat
larutan, semakin banyak partikel zat yang dapat larut. Semakin
banyak partikel-partikel zat terlarut yang bergerak, semakin
banyak partikel yang bereaksi. Banyaknya partikel yang bereaksi
menyebabkan kecepatan reaksi kimia semakin bertambah.

Tugas
Buatlah kelompok sebanyak 57 orang. Kunjungilah perusahaan yang memproduksi bahan-bahan
makanan atau alat-alat yang menggunakan prinsip reaksi kimia. Misalnya, pabrik pembuat roti, mi
basah, atau perusahaan pengelola limbah. Lakukanlah wawancara dengan para pekerja yang dapat
menjelaskan tentang reaksi kimia yang terjadi di tempat tersebut. Susunlah laporan kunjunganmu itu
dan presentasikan di depan kelas.

Uji Pemahaman Konsep 8.2


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Jelaskan mana yang lebih cepat bereaksi,
zat yang berwujud gas atau zat berwujud
cair.

172

2. Jelaskan mengapa zat terbentuk serbuk lebih


cepat bereaksi dibanding bentuk padatan.
3. Jelaskan bagaimana kadar zat dapat memengaruhi kecepatan reaksi kimia.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Rangkuman
1. Perubahan kimia terjadi karena adanya
reaksi kimia.
2. Ciri terjadinya reaksi kimia adalah timbul
gelembung gas, terjadi perubahan warna,
terjadi perubahan suhu, atau terbentuk
endapan.
3. Reaksi kimia yang menghasikan gas
adalah:
senyawa karbonat direaksikan dengan asam menghasilkan gas karbon
dioksida;

logam besi/seng direaksikan dengan


asam menghasilkan gas hidrogen;
dan
batu karbida direaksikan dengan air
menghasilkan gas karbida.
4. Reaksi yang menghasilkan panas disebut
reaksi eksoterm.
5. Reaksi yang menyerap panas disebut
reaksi endoterm.
6. Faktor-faktor yang memengaruhi kece
patan reaksi, antara lain sifat zat, ukuran
zat, suhu, pengadukan, dan kadar zat.

Kata Kunci



eksoterm
endapan
endoterm
karbonasi

korosi
oksidasi
partikel
reaksi kimia

titik beku
titik leleh

Apa yang Kamu Peroleh Setelah Mempelajari Bab Ini?


Setelah mempelajari materi tentang Reaksi Kimia, kamu tentu dapat merasakan
manfaatnya, seperti kamu dapat mengetahui ciri-ciri terjadinya reaksi kimia. Jelaskan
olehmu manfaat lainnya yang kamu rasakan setelah mempelajari materi tersebut. Selain
itu, bagian mana yang belum kamu pahami? Coba tuliskan di buku catatanmu dan
konsultasikan hasilnya dengan gurumu.

Reaksi Kimia

173

Uji Kompetensi Bab 8


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1. Proses berikut yang tidak mengalami reaksi
kimia adalah ....
a. pembakaran bensin
b. proses fotosintesis
c. pelelehan lilin
d. fermentasi tape
Alasan:
2. Ciri-ciri terjadinya reaksi kimia adalah sebagai
berikut, kecuali ....
a. terbentuk gas
b. terbentuk endapan
c. bertambah banyak
d. suhu semakin panas
Alasan:
3. Reaksi kimia yang menghasilkan endapan
adalah ....
a. barium klorida + asam sulfat barium
sulfat + asam klorida
b. kalsium karbonat + asam klorida
kalsium klorida + air + karbon dioksida
c. seng + asam sulfat seng sulfat +
hidrogen
d. batu kapur + air kalsium hidroksida
+ karbon dioksida
Alasan:
4. Jika sepotong besi direaksikan dengan larut
an asam klorida, akan dihasilkan gas ....
a. oksigen
c. karbon dioksida
b. hidrogen
d. karbida
Alasan:
5. Bahan baku pembuatan gas karbida yang
digunakan untuk mengisi balon adalah ....
a. batu bata
b. batu kapur
c. batu karbida
d. lempung
Alasan:
6. Jika larutan KMnO4 yang berwarna ungu
direaksikan dengan ion besi, akan terbentuk

174

7.

8.

9.

10.

11.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

senyawa MnO yang berwarna cokelat. Ciriciri terjadinya reaksi tersebut adalah ....
a. ada gelembung gas
b. ada perubahan warna
c. ada perubahan suhu
d. ada endapan
Alasan:
Reaksi kimia yang dapat menyerap panas
disebut ....
a. reaksi endoterm
b. reaksi eksoterm
c. reaksi pengaratan
d. reaksi penguapan
Alasan:
Faktor yang tidak memengaruhi kecepatan
reaksi adalah ....
a. sifat zat
c. suhu
b. ukuran zat
d. warna zat
Alasan:
Kondisi reaksi kimia yang paling lambat
bereaksi adalah ....
a. bentuk zat serbuk pada suhu 45 C
b. bentuk zat serbuk pada suhu 25 C
c. bentuk zat batangan pada suhu 45 C
d. bentuk zat batangan pada suhu 25 C
Alasan:
Kecepatan reaksi akan berlangsung 2 kali
lebih cepat jika suhu reaksi dinaikkan 10 C.
Jika pada suhu 26 C kecepatan reaksi kimia
sebesar x, pada suhu 56 C kecepatan reaksi
kimia menjadi ....
a. 2x
c. 6x
b. 4x
d. 8x
Alasan:
Di antara proses berikut, yang berupa reaksi
kimia adalah ....
a. peleburan aluminium
b. penguapan air laut

c. pembakaran kertas
d. kapur barus menyublim
Alasan:
12. Pada kapur yang dicampur air, akan terjadi
reaksi kimia yang terlihat dari adanya ....
a. terbentuk larutan
b. perubahan warna
c. perubahan suhu
d. endapan
Alasan:
13. Batu karbida akan mengalami reaksi kimia
jika dicampur dengan air. Hal ini diketahui
dari terjadinya ....
a. gelembung gas
b. perubahan warna

c. perubahan suhu
d. endapan
Alasan:
14. Reaksi kimia yang membebaskan panas
disebut reaksi ....
a. endoterm
c. isoterm
b. eksoterm
d. pembakaran
Alasan:
15. Di antara kondisi reaksi berikut yang
kecepatan reaksinya paling cepat adalah ....
a. bentuk zat lempengan pada suhu 23 C
b. bentuk zat serbuk pada suhu 23 C
c. bentuk zat lempengan pada suhu 43 C
d. bentuk zat serbuk pada suhu 43 C
Alasan:

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


1. Tuliskan ciri-ciri terjadinya reaksi kimia.
2. Jelaskan bagaimana membuat gas karbida
yang sering digunakan untuk mengisi balon.
3. Tuliskan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kecepatan reaksi kimia.

4. Jelaskan bagaimana pengaruh suhu terhadap


kecepatan reaksi kimia.
5. Jika suhu naik 10 C maka kecepatan reaksi
naik dua kali lipat. Jika pada suhu 28 C
kecepatan reaksi sebesar x, tentukan kece
patan pada suhu 48 C.

II. Uji Pemahaman IPA


1. Pada musim kemarau, sering terjadi keba
karan hutan akibat suhu udara yang terlalu
tinggi.
a. Apakah kebakaran hutan termasuk
reaksi kimia?
b. Jika kebakaran hutan termasuk reaksi
kimia, tuliskan ciri-ciri reaksi kimia yang
dapat diamati dari peristiwa tersebut.
c. Tuliskan reaksi kimia yang mungkin
terjadi pada peristiwa kebakaran hutan.
2. Kelompok Ani melakukan pengamatan
terhadap faktor-faktor yang memengaruhi
kecepatan reaksi. Ani melarutkan zat A ke
dalam air. Berikut pengamatan yang mereka
lakukan.

a.

b.
c.

Tentukan urutan reaksi yang menurut


mu berlangsung paling lambat sampai
reaksi yang menurutmu paling cepat di
antara kelima reaksi tersebut.
Berikan alasan mengapa kamu memilih
urutan tersebut.
Buatlah kesimpulan mengenai faktorfaktor yang memengaruhi kecepatan
reaksi berdasarkan jawabanmu.

Reaksi Kimia

175

Mengukur Ketuntasan Belajar


Setelah kamu selesai menjawab pertanyaan pada Uji Kompetensi Bab ini, periksalah jawabanmu dengan
melihat kunci jawaban, bertanya pada guru, atau melihat kembali materi pada buku ini. Gunakan
rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajarmu.
Tingkat penguasaan =

Skor yang kamu peroleh


100%
Skor maksimal

Tingkat penguasaan yang kamu peroleh:


90% 100% Baik sekali
80% 89%
Baik
70% 79%
Cukup
< 69%
Kurang
Jika kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kamu telah tuntas mempelajari materi bab
ini dan dapat mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, jika tingkat penguasaan kamu kurang dari
80%, kamu harus mempelajari kembali materi bab ini, terutama bagian yang belum kamu kuasai.

Kata Bijak
Cita-cita adalah impian yang dibatasi oleh waktu.
(D.S. Hunt)

176

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Uji Kompetensi Semester 1


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1. Kelompok besaran yang termasuk besaran
pokok adalah ....
a. panjang, kecepatan, kuat arus
b. massa, volume, suhu
c. suhu, massa, kuat arus
d. luas, massa jenis, massa
Alasan:
2. Kecepatan merupakan besaran turunan yang
diturunkan dari besaran pokok ....
a. panjang dan suhu
b. panjang dan waktu
c. massa dan waktu
d. panjang dan massa
Alasan:
3. Sebuah buku memiliki lebar 8 inci. Dalam
satuan lain, lebar buku tersebut adalah ....
a. 15,5 cm
c. 20,32 m
b. 15,5 m
d. 20,32 cm
Alasan:
4. Sebuah batu bermassa 200 gram dicelupkan
ke dalam gelas ukur berisi air. Air dalam gelas
ukur tersebut volumenya bertambah 20 cm3.
Massa jenis batu tersebut adalah ....
a. 1 g/cm3
c. 100 g/cm3
3
b. 0,1 g/cm
d. 10 g/cm3
Alasan:
5. Zat padat berubah wujud menjadi gas melalui
proses ....
a. mengkristal
c. menyublim
b. menguap
d. mengembun
Alasan:
6. Salah satu sifat partikel gas adalah ....
a. partikelnya bergerak bebas dengan
kecepatan dan arah yang acak
b. jarak antarpartikelnya sangat rapat
c. partikel bergetar dan berputar pada
posisi setimbangnya
d. susunan partikel teratur
Alasan:

7. Kohesi adalah gaya ....


a. tarik-menarik antarpartikel tak sejenis
b. tarik-menarik antarpartikel sejenis
c. yang menyebabkan permukaan air
cembung
d. yang menyebabkan permukaan air
datar
Alasan:
8. Sebuah silinder kuningan yang memiliki
tinggi 4 cm dan jari-jari alas 20 mm. Jika
nilai massa jenis kuningan 8.400 kg/m3,
massa silinder kuningan tersebut adalah ....
a. 25,12 g
c. 422 g
b. 211 kg
d. 25,12 kg
Alasan:
9. Pernyataan berikut ini yang benar adalah ....
a. massa benda di Bumi lebih besar dari
pada massa benda di Bulan
b. berat benda di Bumi lebih kecil daripada berat benda di Bulan
c. massa benda di Bumi lebih kecil
daripada massa benda di Bulan
d. berat benda di Bumi lebih besar daripada
berat benda di Bulan
Alasan:
10. Massa jenis gabus adalah 0,24 g/cm3. Massa
gabus yang volumenya 2 m3 adalah ....
a. 480 kg
c. 48 kg
b. 120 kg
d. 12 kg
Alasan:
11. Panci aluminium dibuat dari peleburan
logam aluminium yang kemudian dicetak.
Di antara proses berikut yang menunjukkan
terjadinya peleburan zat adalah ....
a. kapur barus di lemari
b. mendidihkan air
c. menyalakan lilin
d. membuat es di freezer
Alasan:

177

12. Jika lilin dipanaskan maka lilin berubah


menjadi cair. Suhu pada saat perubahan
wujud itu terjadi disebut ....
a. titik leleh
c. titik didih
b. titik beku
d. titik uap
Alasan:
13. Besi, aluminium, emas, dan tembaga termasuk kelompok ....
a. unsur
c. campuran
b. senyawa
d. materi
Alasan:
14. Garam dapur mengandung natrium dan
klorida. Lambang unsur natrium adalah ....
a. N
c. Nt
b. Na
d. Ni
Alasan:
15. Senyawa dengan rumus kimia NaCl memiliki
nama ....
a. nitrogen klorida c. natrium klorida
b. natrium klorin d. natrium klor
Alasan:
16. Perhatikan perubahan materi berikut.
1. Bel berdering.
2. Minyak goreng menjadi tengik.
3. Es kering menyublim.
4. Terbentuk kabut di puncak gunung.
5. Kayu terbakar.

Perubahan yang merupakan perubahan fisika
adalah ....
a. 1, 2, dan 3
c. 1, 3, dan 4
b. 2, 3, dan 4
d. 3, 4, dan 5
Alasan:
17. Perhatikan perubahan materi berikut.
1. Pembuatan tahu dari kedelai.
2. Pembuatan sirop dari gula.
3. Pencetakan panci dari aluminium cair.

4. Pembuatan tauco dari kedelai.


5. Pembakaran sate kambing.

Perubahan yang merupakan perubahan kimia
adalah ....
a. 1, 2, 3
c. 1, 4, 5
b. 2, 3, 4
d. 3, 4, 5
Alasan:
18. Jika suatu zat padat berwarna putih
dipanaskan, zat tersebut akan berubah
menjadi cair. Jika cairan tersebut dipanaskan
kembali, ternyata berubah menjadi padat
dan berwarna hitam dengan rasa yang
berbeda dari sebelum dipanaskan. Ini semua
termasuk perubahan ....
a. bentuk
c. fisika
b. kimia
d. warna
Alasan:
19. Jika larutan perak nitrat direaksikan dengan
natrium klorida, akan terbentuk perak
klorida yang sukar larut dan natrium nitrat
yang dapat larut. Ciri-ciri terjadinya reaksi
ini adalah ....
a. ada gelembung gas
b. ada perubahan warna
c. ada perubahan suhu
d. ada endapan
Alasan:
20. Bensin yang dibakar akan menghasilkan
panas yang dapat menggerakkan piston
sehingga motor atau mobil dapat bergerak.
Reaksi pembakaran bensin disebut ....
a. reaksi endoterm
b. reaksi eksoterm
c. reaksi pengaratan
d. reaksi penguapan
Alasan:

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


1. Berapakah massa air dalam penampung yang
3
berbentuk kubus bersisi 2 m dan terisi air
4
bagiannya (massa jenis air 1.000 kg/m3)?
2. Batu timbangan yang berbentuk silinder
dengan luas alas 13 cm2 dibuat dari bahan
kuningan ( kuningan = 8,40 g/cm3). Jika massa
batu timbangan tersebut 1 kg, berapakah
tingginya?

178

3. Dalam proses penyaringan air diperlukan


arang, pasir, kapas, dan kerikil. Tentukan
urutan penyimpanan bahan-bahan yang
tepat untuk air.
4. Perubahan apakah yang terjadi pada proses
pembuatan susu bubuk dengan cara spray
dried?
5. Jika logam besi dicampurkan dengan air
aki, apakah terjadi reaksi? Jika terjadi reaksi,
perubahan apa yang terjadi?

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab

Sumber: ww

ag
w.dkim

es.co

Pengamatan
Gejala-Gejala Alam
Manfaat Hasil Belajar
Agar dapat memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan, kamu harus mampu:
melaksanakan pengamatan objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan
abiotik,
menggunakan mikroskop dan peralatan pendukung lainnya untuk mengamati gejala-gejala kehidupan,
menerapkan keselamatan kerja dalam melakukan pengamatan gejala-gejala alam.

Salah satu kajian Ilmu Pengetahuan Alam adalah tentang


makhluk hidup dan segala proses kehidupannya. Untuk belajar
Ilmu Pengetahuan Alam dengan baik, diperlukan proses atau
kerja ilmiah, seperti pengamatan dan praktikum.
Pada bab ini, kamu akan mempelajari cara mengamati gejalagejala alam. Selain itu, kamu akan mempelajari pula alat-alat
untuk pengamatan serta keamanan dan keselamatan kerja dalam
pengamatan. Melalui berbagai kegiatan dan diskusi, diharapkan
materi pelajaran pada bab ini dapat kamu pahami lebih dalam.

179

Peta Konsep
Pengamatan gejalagejala alam
dengan cara

diperlukan

Pengamatan objek

diperhatikan

Keamanan dan
keselamatan kerja

Alat praktikum

menghasilkan
antara lain

Data atau informasi

dengan cara

berupa

Data kualitatif

Memahami
fungsi alat dan bahan

Data kuantitatif

Termometer

pH meter

Anemometer

Mikroskop

Memahami
tata tertib
laboratorium

Atmometer

terdiri atas

Melakukan
persiapan
saat akan bekerja
di lapangan

Alat bedah
contohnya

Skalpel
Mikroskop
elektron

Mikroskop
optik/cahaya

Gunting
Pinset
Jarum pentul

Uji Kompetensi Awal


Sebelum mempelajari bab ini,
kerjakanlah soal-soal berikut.
1. Bagaimana cara
melakukan pengamatan
objek dengan baik?
2. Apa fungsi mikroskop,
termometer, atmometer,
dan anemometer?
3. Hal apakah yang harus
diperhatikan untuk
menjaga keselamatan kerja
di laboratorium?

180

Pengamatan Objek

Penemuan dan perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam tidak


terlepas dari para ilmuwan yang terus berusaha menggali informasi.
Informasi yang mereka peroleh berasal dari pengamatan maupun
eksperimen (percobaan). Para ilmuwan memulai pengamatan
atau observasi terhadap gejala-gejala alam. Gejala alam yang
mereka amati berupa makhluk hidup (biotik) maupun benda
tak hidup (abiotik). Melalui ketekunan dan kesabaran yang

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

tinggi, para ilmuwan mengamati gejala-gejala alam dalam kurun


waktu yang cukup lama. Melalui pengamatan tersebut diperoleh
penemuan-penemuan di berbagai bidang kehidupan.
Kegiatan pengamatan tidak hanya dengan melihat saja.
Pengamatan yang baik harus melibatkan berbagai alat indra,
misalnya indra pencium, pengecap, pendengar, dan peraba.
Dengan menggunakan berbagai alat indra pada waktu melakukan
pengamatan, akan diperoleh sejumlah informasi tentang ciri-ciri
suatu objek.
Segala informasi yang kamu peroleh dari hasil pengamatan
disebut sebagai data. Secara garis besar data dapat dikelompokkan
menjadi data kualitatif dan data kuantitatif. Tahukah kamu
perbedaan dari dua kelompok data tersebut?

1. Data Kualitatif
Data kualitatif merupakan data yang tidak dapat dinya
takan dalam angka-angka. Misalnya, warna, bau, dan tekstur
permukaan. Sebagai contoh, kamu diminta mengamati ciri-ciri
buah jeruk. Kamu tidak hanya dapat menjelaskan bentuknya
yang bulat dan warnanya yang kuning. Akan tetapi, kamu dapat
juga menjelaskan ciri-ciri lainnya. Misalnya, rasanya asam atau
manis, berair, berbiji, baunya khas, dan permukaan kulitnya
licin. Tentunya untuk mengamati ciri-ciri tersebut, kamu harus
melakukan berbagai kegiatan, antara lain melihat, mencicipi,
mencium, dan meraba.

2. Data Kuantitatif
Data kuantitatif merupakan data yang dapat dinyatakan dalam
angka-angka. Misalnya, berat, panjang, suhu, pH, konsentrasi,
dan volume. Setiap data kuantitatif diukur menggunakan alat
ukur tertentu yang berlaku di seluruh dunia. Sebagai contoh,
kamu diminta mengamati daun pada tanaman melinjo. Untuk
memperoleh data kuantitatif, kamu dapat mengukur panjang
daun, lebar daun, dan berat daun tersebut.
Seperti telah diungkapkan sebelumnya, pengamatan yang
baik harus melibatkan semua alat indra, yaitu indra penglihat,
perasa, pencium, dan pendengar. Akan tetapi, jika objek atau
benda yang akan diamati belum kamu kenal, sebaiknya benda
tersebut ditanyakan dulu kepada gurumu. Lakukan kegiatan
berikut secara berkelompok, agar kamu dapat malakukan
pengamatan dengan menggunakan berbagai indra.

Pengamatan Gejala-Gejala Alam

181

Kegiatan Ilmiah 9.1


Tujuan
Mengamati objek menggunakan berbagai indra
Alat dan Bahan
Kardus, penghapus, dan buah-buahan
Langkah Kerja
1. Masing-masing kelompok memasukkan satu atau dua buah
benda, misalnya penghapus atau buah-buahan, ke dalam
kardus yang tertutup rapat. Masing-masing kelompok tidak
boleh mengetahui objek yang dimasukkan ke dalam kardus
oleh kelompok lain. Kardus tersebut ditukar antarkelompok.
Masing-masing kelompok harus berusaha untuk mengetahui
objek yang ada di dalam kardus milik kelompok lain.
Gambar 9.1
Contoh kardus yang digunakan


2. Angkatlah kardus tersebut, perkirakan berat objek di dalam
kardus.
3. Miringkan kardus tersebut, apakah objeknya diam, bergeser,
atau menggelinding?
4. Guncangkan kardus tersebut, bagaimana gerakan objeknya?
Apakah bunyi yang ditimbulkannya keras?
5. Ciumlah olehmu kardus tersebut. Apakah objek tersebut
mengeluarkan bau tertentu? Apakah kamu sudah dapat
memperkirakan objek yang ada di dalam kardus?
6. Sekarang masukkan tanganmu ke dalam kardus. Rabalah
objek tersebut tanpa melihat objeknya. Bagaimana kekasaran
permukaannya? Bagaimana bentuknya?
7. Setelah melalui langkah-langkah tersebut, tebaklah objek apa
yang sedang kamu amati?
8. Kemudian, keluarkan objeknya dan cocokkan dengan dugaan
yang telah dikemukakan.

Tabel Pengamatan Objek

182

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Uji Pemahaman Konsep 9.1


Kerjakanlah di dalam buku latihanmu.
1. Mengapa dalam mempelajari Ilmu Penge
tahuan Alam kamu harus mahir dalam
melakukan pengamatan?
2. Apa perbedaan antara data kualitatif dan
data kuantitatif?

3. Mengapa dalam melakukan pengamatan


kita harus menggunakan indra sebanyakbanyaknya?

Pengenalan Alat

Bekerja dengan menggunakan alat-alat laboratorium tidaklah


sama dengan bekerja menggunakan alat-alat lain. Bekerja di
laboratorium atau di lapangan dengan menggunakan peralatan
laboratorium memerlukan keterampilan, kecermatan, dan
ketelitian. Tahukah kamu mengapa demikian?
Peralatan sangat diperlukan dalam mengumpulkan data
atau informasi, terutama data kuantitatif. Dalam menggunakan
peralatan laboratorium kamu harus memiliki keterampilan,
kecermatan, dan ketelitian agar data yang diperoleh akurat. Oleh
sebab itu, kamu dituntut harus mengenal setiap peralatan yang
biasa digunakan di laboratorium dan di lapangan.
Pengenalan alat secara umum mencakup spesifikasi alat,
prinsip kerja, dan kegunaan alat. Pada dasarnya setiap alat
memiliki nama yang menunjukkan karakteristik alat tersebut.
Sebagai contoh, penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur
biasanya diakhiri dengan kata meter. Misalnya, termometer,
pH meter, atmometer, anemometer, dan lux meter. Untuk lebih
memahami alat-alat yang biasa digunakan dalam pengamatan,
berikut ini akan dijelaskan mengenai mikroskop, atmometer,
anemometer, termometer, dan pH meter.

1. Mikroskop
Mikroskop merupakan alat yang digunakan untuk mengamati
objek Biologi yang berukuran sangat kecil. Dengan meng
gunakan mikroskop, bayangan suatu benda dapat diperbesar
ukurannya sampai beberapa kali dari ukuran sebenarnya.
Mikroskop sederhana kali pertama dirancang oleh Antony
van Leeuwenhoek. Dengan adanya mikroskop tersebut, dilakukan
penelitian-penelitian objek yang sangat kecil, seperti sel atau
mikroorganisme.

Tokoh IPA

Antony van Leeuwenhoek


(16321723)
Ia adalah seorang pedagang
tekstil berkebangsaan
Belanda. Ia memanfaatkan
waktu luangnya untuk
mengembangkan hobinya
sebagai ilmuwan mandiri
dan ahli mikroskop. Dengan
mikroskop buatannya, ia
menjadi orang pertama yang
melihat bakteri.
Sumber: id.wikipedia.org

Pengamatan Gejala-Gejala Alam

183

a. Macam-Macam Mikroskop
Berdasarkan sumber cahaya dan jenis alat pembesarannya,
terdapat dua jenis mikroskop, yaitu:
1) mikroskop cahaya (mikroskop optik), menggunakan lensa dari
kaca dan sumber cahayanya berasal dari cahaya matahari atau
lampu;
2) mikroskop elektron, menggunakan magnet sebagai pengganti
lensa dan elektron sebagai sumber pengganti cahaya.
Mikroskop elektron mampu memperbesar bayangan suatu
objek hingga satu juta kali ukuran sebenarnya.
(a)

(b)

(c)

Gambar 9.2
(a) Mikroskop yang kali
pertama dibuat oleh Antony van
Leeuwenhoek, (b) mikroskop optik
yang sekarang umum digunakan,
dan (c) mikroskop elektron.
Mikroskop apakah yang
pembesarannya paling kuat?
Lensa okuler

Tabung

Mikrometer

Lensa
objektif
Pegangan

Kondensor

Diafragma

Meja
preparat
Cermin

Kaki
Sumber: Kamus Visual, 2004

Gambar 9.3
Mikroskop monokuler dan bagianbagiannya.
Bagian mikroskop manakah
yang berfungsi menerima dan
mengarahkan cahaya?

184

b. Bagian-Bagian Mikroskop Optik


Pada dasarnya, setiap mikroskop optik terdiri atas bagian-bagian
optik dan bagian-bagian mekanik.

Makrometer

Revolver

Penjepit

Sumber: homepage3.nifty; www.handelshausprieser; www.phy.cuhk.edu

1) Bagian Optik
a) Lensa okuler, biasanya terdapat dua buah dengan pembesaran
masing-masing 5 dan 10.
b) Lensa objektif, biasanya terdapat tiga buah dengan pembesaran
masing-masing 10, 45, dan 100.
c) Cermin, digunakan untuk menerima dan mengarahkan
cahaya.
d) Kondensor, berfungsi mengumpulkan cahaya yang dipantulkan
oleh cermin dan memfokuskann ya ke objek (sediaan/
preparat).
e) Diafragma, berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang
mengenai preparat.
2)
a)


b)

Bagian Mekanik
Revolver berfungsi sebagai pemutar lensa objektif sehingga
pembesaran lensa yang diinginkan berada pada posisi yang
siap digunakan.
Kaki dan pegangan (tangkai) mikroskop berfungsi sebagai
penyangga bagian optik.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

c) Meja preparat merupakan tempat sediaan atau preparat yang


diamati.
d) Makrometer merupakan pemutar kasar untuk mencari fokus
secara cepat.
e) Mikrometer merupakan pemutar halus untuk mempertajam
objek.
f ) Penjepit berfungsi menjepit sediaan atau preparat yang
diamati.

c. Cara Menggunakan Mikroskop


Berikut adalah tahapan cara menggunakan mikroskop.
1) Tahap Persiapan
a) Membawa mikroskop dengan benar.

Tekniknya yaitu dengan cara tangan kanan memegang
pegangan mikroskop. Adapun tangan kiri menyangga bagian
bawah kaki mikroskop. Perhatikan Gambar 9.4.
b) Membersihkan mikroskop.

Jika akan membersihkan lensa, gunakan kain yang sangat
halus. Tujuannya supaya lensa tidak tergores. Adapun untuk
bagian lainnya dapat digunakan kain yang biasa, artinya tidak
terlalu halus.
c) Meletakkan mikroskop dengan benar.

Letakkan mikroskop di tempat yang datar. Tujuannya agar
saat pengamatan, khususnya saat mengamati preparat basah
tidak rusak karena terdapat air.
d) Mengambil posisi pengamatan yang benar.
Hal ini sangat diperlukan terutama jika menggunakan
mikroskop yang sumber cahayanya berasal dari sinar matahari
atau cahaya lampu. Posisi yang tepat dapat menghasilkan
bayangan yang jelas.

Sumber: Dokumentasi Penerbit

Gambar 9.4
Cara membawa mikroskop.
Diletakkan di manakah tangan
kirimu saat mengangkat
mikroskop?

2) Tahap Pelaksanaan
a) Mengatur penerangan atau cahaya.

Gunakanlah lensa objek dengan pembesaran paling kecil, lalu
pastikan makrometer dan mikrometer dapat diputar. Terakhir,
arahkan cermin ke arah sumber cahaya. Perhatikan gambar
berikut.
(a)

(b)

(c)

Gambar 9.5
Tahapan dalam mengatur
penerangan atau cahaya.

Pengamatan Gejala-Gejala Alam

185

b) Memasang preparat.
c) Mencari dan memfokuskan objek pengamatan.
Caranya, gunakan lensa objektif yang memiliki pembesaran
paling lemah. Setelah didapatkan gambarnya, putarlah
revolver sampai mendapatkan perbesaran yang diinginkan.
Gunakan lensa objektif yang memiliki perbesaran paling kuat.
Aturlah makrometer dan mikrometer untuk mendapatkan
fokus gambar yang jelas. Aturlah dengan diafragma dan
kondensor (jika ada) untuk mendapatkan gambar objek
yang jelas dan mudah diamati.
(a)

(b)

(c)

Gambar 9.6
Tahapan mencari dan
memfokuskan objek pengamatan.
(a) dan (b) Mengatur makrometer
dan mikrometer, dan (c) mengatur
diafragma.
Jangan menggerakkan pemutar lensa objektif hingga menyentuh
preparat, karena dapat mengakibatkan pecahnya preparat.

Gambar 9.7
Posisi pengamatan dengan
menggunakan mikroskop.

d) Mengamati preparat. Perhatikan Gambar 9.7.


e) Memperbesar bayangan dari objek pengamatan.
Jika objek pengamatan yang diamati belum jelas dan terlalu
kecil untuk diamati, gunakanlah pembesaran (lensa objektif
atau lensa okuler) yang lebih besar. Perlu diingat bahwa besar
pembesaran yang didapat merupakan hasil kali pembesaran
lensa objektif dan lensa okuler. Misalnya, pembesaran lensa
objektif adalah 10 dan lensa okuler adalah 10 maka
pembesaran yang didapat adalah 100.
2) Tahap Penyelesaian
Preparat diambil dan dipindahkan ke tempat lain. Bersihkan,
kemudian tutup mikroskop dengan penutupnya.

2. Atmometer/ Evaporimeter
Atmometer atau evaporimeter merupakan salah satu alat yang biasa
digunakan di laboratorium. Atmometer berfungsi mengukur ke
cepatan penguapan. Mengapa kamu harus mengukur kecepatan
penguapan? Kecepatan penguapan perlu diukur karena kecepatan
penguapan merupakan salah satu gejala alam yang memengaruhi
suatu lingkungan. Dengan menggunakan atmometer, kamu akan
tahu berapa jumlah air yang diuapkan ke udara dalam waktu
tertentu.

186

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Atmometer merupakan tabung berskala (mililiter) yang diisi


oleh air. Untuk lebih jelasnya, berikut ini cara menggunakan
atmometer sederhana.
a. Isi tabung atmometer dengan air sampai penuh.
b. Pada bagian ujung tabung yang terbuka, selipkan kertas isap
dengan ukuran 1 1 cm. Kertas ini akan berfungsi sebagai
penutup tabung.
c. Balikkan posisi tabung tersebut sehingga kertas penutup tadi
berada di bagian bawah. Menurutmu apakah air dalam tabung
atmometer akan tumpah?
d. Gantungkan tabung tersebut pada ranting atau pohon di
tempat kamu melakukan pengamatan. Catat posisi awal
permukaan air pada tabung.
e. Setiap 15 menit tabung diamati. Perhatikan apakah
permukaan air pada tabung mengalami penurunan. Catat
berapa milileter air tersebut mengalami penurunan.

Sumber: Dokumentasi Penerbit

Gambar 9.8
Atmometer sederhana

3. Anemometer
Salah satu faktor abiotik yang merupakan gejala alam adalah
kecepatan angin. Menurutmu apakah kecepatan angin dapat
diukur? Kecepatan angin dapat diukur menggunakan suatu alat
yang disebut anemometer.
Anemometer banyak sekali jenisnya, di antaranya anemo
meter dengan propeler, anemometer digital, dan anemometer
high range and low range. Semua fungsi anemometer tersebut
sama, yaitu untuk mengukur kecepatan angin. Perbedaannya
terletak pada prinsip dan cara menggunakannya.
Anemometer digital merupakan alat yang terdiri atas tomboltombol dan layar tampilan (display). Anemometer digital memiliki
tiga skala pengukuran yaitu meter/sekon, km/jam, dan north.
Pada anemometer digital pengukuran dapat dilakukan berulangulang dan data akan otomatis tersimpan dalam memori.
Agar kamu dapat lebih memahami penggunaan anemometer
digital, berikut ini akan dijelaskan cara penggunaannya.
a. Tentukan arah angin. Kamu harus menghadap ke arah yang
berlawanan dengan arah angin.
b. Nyalakan anemometer dengan cara menekan tombol
power.
c. Layar tampilan (display) menghadap ke arahmu dan angin
akan datang dari arah belakang layar tampilan.
d. Perhatikan angka yang menunjukkan kecepatan angin pada
layar tampilan.
e. Apabila angka kecepatan angin telah konstan tekan tombol
hold dan catat hasilnya.

Sumber: www.reuk.co.uk

Gambar 9.9
Anemometer

Pengamatan Gejala-Gejala Alam

187

4. Termometer
Berapa derajat suhu normal tubuh manusia? Apakah kamu dapat
mengukur suhu tubuh tersebut? Kamu dapat mengukur suhu
tubuhmu menggunakan termometer. Termometer merupakan
alat untuk mengukur suhu, salah satunya suhu tubuh manusia.
Penggunaan termometer telah dibahas pada semester satu di Bab
pertama. Coba kamu pelajari kembali tentang cara penggunaan
termometer.
(a)

(b)

Gambar 9.10
(a) Termometer digital dan
(b) termometer sederhana.

5. pH Meter

Sumber: garudastore.com

pH meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur


derajat keasaman. Dengan menggunakan pH meter, kamu dapat
menentukan apakah suatu zat tersebut bersifat asam, basa, atau
netral. Pembahasan mengenai pH meter telah disampaikan pada
semester satu bab kedua. Coba kamu pelajari kembali tentang
cara penggunaan pH meter. Agar kamu lebih memahami cara
penggunaan alat-alat laboratorium tersebut, lakukanlah kegiatan
berikut ini secara berkelompok.
Sumber: www.palintest.com

Gambar 9.11
pH meter

188

Kegiatan Ilmiah 9.2


Tujuan
Mengukur faktor-faktor abiotik yang ada di lingkungan
Alat dan Bahan
Atmometer, anemometer,termometer, pH meter, kolam, sawah
Langkah Kerja
1. Buatlah dua kelompok besar yang beranggotakan siswa-siswi
di kelasmu.
2. Kelompok pertama melakukan pengamatan di kolam dan
kelompok kedua melakukan pengamatan di sawah. Pilihlah
kolam dan sawah yang tidak jauh dari sekolahmu.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

3. Setelah berada di tempat pengamatan masing-masing, ukurlah


faktor-faktor abiotik menggunakan alat yang telah kamu
sediakan. Faktor abiotik yang kamu ukur seperti kecepatan
penguapan, kecepatan angin, suhu air, dan pH air.
4. Lakukanlah pengukuran sebanyak tiga kali pengulangan.
Pengulangan dilakukan per sepuluh menit.
5. Catat hasil pengamatanmu pada tabel di bawah ini.

Soal Persiapan UN
Alat untuk mengamati
objek yang berukuran
sangat kecil adalah ....
a. anemometer
b. termometer
c. mikroskop
d. atmometer

Tabel Hasil Pengamatan Faktor Abiotik

Pembahasan
Anemometer merupakan
alat untuk mengukur
kecepatan angin.
Termometer merupakan
alat untuk mengukur suhu.
Mikroskop merupakan alat
untuk mengamati objek
yang berukuran sangat
kecil. Adapun atmometer
merupakan alat untuk
mengukur kecepatan
penguapan.

Pertanyaan

1. Sudah benarkah prosedur penggunaan alat yang kamu


lakukan?
2. Mengapa pengamatan harus dilakukan di dua tempat
berbeda?
3. Dari hasil pengamatanmu, apakah ada perbedaaan hasil antara
di kolam dan di sawah?
4. Cobalah presentasikan hasil pengamatanmu di depan kelas.

Jawaban: C

Uji Pemahaman Konsep 9.2


Kerjakanlah di dalam buku latihanmu.
1. Tuliskan peralatan yang biasa digunakan di
laboratorium dan di lapangan?
2. Mikroskop optik terdiri atas dua bagian
utama. Tuliskanlah bagian-bagian tersebut.

3. Terangkan cara menggunakan mikroskop


pada tahap persiapan.
4. Apa fungsi dari atmometer dan anemo
meter?

Menyiapkan Objek Pengamatan

Berikut akan dipelajari cara pembuatan objek mikroskopis (sediaan mikroskopis) serta persiapan dalam melakukan pembedahan
sederhana.

Pengamatan Gejala-Gejala Alam

189

1. Membuat Sediaan Mikroskopis


Bahan-bahan yang akan diamati dengan menggunakan mikroskop
biasanya berukuran sangat kecil dan tipis. Oleh karena itu, bahan
harus diiris (disayat) terlebih dahulu setipis mungkin. Irisan
dapat melintang atau membujur bergantung pada bahan yang
akan diamati dan tujuan pengamatan.
Bahan yang akan diiris dipotong-potong terlebih dahulu
sehingga berukuran kecil. Selanjutnya, bahan yang akan diiris
dipegang di antara ibu jari dan telunjuk tangan kiri. Bahan yang
akan diiris tersebut dapat pula diselipkan di antara gabus tutup
botol, umbi wortel, atau empulur batang umbi kayu (singkong).
Dengan memegang pisau di antara ibu jari dan telunjuk tangan
kanan, letakkan pisau di atas telunjuk tangan kiri atau gabus
tutup botol yang berisi bahan yang akan diiris. Irisan yang baik
adalah irisan yang sangat tipis. Buatlah beberapa irisan setiap
kali menyediakan suatu sediaan agar dapat memilih irisan yang
paling baik.
Ambillah irisan-irisan tersebut dengan alat. Masukkan irisan
tersebut ke dalam kaca objek yang telah berisi sedikit cairan.
Jenis cairan yang digunakan bergantung pada tujuan dan objek
yang akan diamati, misalnya air atau metilen biru. Cairan yang
diteteskan ke atas kaca objek tidak boleh terlalu banyak atau
terlalu sedikit. Selanjutnya, secara perlahan-lahan ditutup dengan
kaca penutup. Ingat, jangan sampai ada gelembung udara yang
terperangkap. Perhatikan gambar berikut.

45

Gambar 9.12
Langkah-langkah membuat
preparat mikroskopis. 1) Membuat
irisan preparat dengan irisan
melintang ataupun membujur.
2) Tetesi kaca objek dengan cairan
menggunakan pipet.
3) Masukkan irisan yang akan
diamati ke dalam kaca objek tadi.
4) Spesimen ditutup dengan kaca
penutup.
5) Preparat siap untuk diamati
mikroskop.

190

Untuk menutup objek yang diamati, mula-mula kaca


penutup diletakkan miring hingga membuat sudut 45 dengan
kaca objek. Kemudian, perlahan-lahan rebahkan kaca penutup
tadi sampai akhirnya menempel seluruhnya di atas kaca objek.
Dengan cara ini, akan terhindar terjadinya gelembung udara pada
objek yang akan diamati. Lakukanlah kegiatan berikut secara
berkelompok agar kamu dapat mengamati objek menggunakan
mikroskop.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Kegiatan Ilmiah 9.3


Tantangan IPA
Science Quest

Tujuan
Mengetahui bentuk sel gabus di bawah mikroskop
Alat dan Bahan
Mikroskop, tutup botol gabus bekas, silet
Langkah Kerja
1. Sediakan gabus bekas tutup botol.
2. Potonglah gabus tersebut menjadi potongan-potongan kecil.
Dengan menggunakan silet yang tajam buatlah irisan tipis
dari potongan gabus tersebut.

Apakah kegunaan kaca


penutup pada pembuatan
sediaan?
What is the cover glass in
the making of specimen
used for?

Berhati-hatilah dalam menggunakan silet.

3. Selanjutnya, kerjakanlah proses pembuatan preparat basah


sesuai petunjuk pembuatan preparat yang telah kamu pelajari.
Buatlah irisan gabus secara melintang dan membujur.
4. Amati sediaan yang telah kamu buat dengan menggunakan
mikroskop. Mintalah petunjuk kepada gurumu jika kamu
memperoleh kesulitan. Gambarlah hasil pengamatanmu di
buku latihanmu.
Pertanyaan
1. Sudah sesuaikah langkah kerjamu dengan prosedur pem
buatan preparat basah yang telah kamu pelajari?
2. Sudah sesuaikah langkah kerjamu dengan prosedur peng
gunaan mikroskop yang telah kamu pelajari?
3. Berdasarkan hasil pengamatanmu, samakah bentuk pe
nampang melintang gabus dengan bentuk penampang mem
bujurnya?
4. Dari gambar penampang melintang dan penampang
memanjang preparat sel gabus yang kamu buat, kemudian
perkirakan bentuk gabusnya.

Cara membuat irisan


membujur.

Cara membuat irisan


melintang.

Gambar 9.13
Cara membuat irisan.

2. Pembedahan

Uji Sikap

Selain melakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop,


seringkali kita harus melakukan pembedahan. Pembedahan
biasanya dilakukan oleh para ahli Biologi untuk mengamati struktur
anatomi hewan, khususnya hewan bertulang belakang. Misalnya,
ikan, katak, marmut, atau tikus.
Untuk melakukan suatu pembedahan, kamu harus
menyiapkan papan bedah (preparasi) dan seperangkat alat bedah
(dissecting kit). Paling sedikit kamu harus mempunyai gunting

Saat ini, banyak aktivis


lingkungan hidup yang
begitu peduli terhadap
binatang.
Bagaimana pendapatmu
tentang binatang yang
dipakai untuk percobaan di
laboratorium?

Pengamatan Gejala-Gejala Alam

191

Skalpel

Gunting
Pinset
Jarum pentul
Sumber: Jendela Iptek: Ilmu
Kedokteran, 1997

Gambar 9.14
Beberapa alat yang dibutuhkan
untuk pembedahan.
Menurutmu alat manakah yang
biasanya digunakan untuk
mengiris?

bedah, pisau bedah (skalpel), pinset, jarum bertangkai panjang,


dan jarum pentul seperti yang terlihat pada Gambar 9.14. Selain
itu, sediakan pula wadah tertutup (ember plastik) yang telah diisi
dengan larutan formalin 4%5%. Gunanya untuk menyimpan
hewan yang dipraktikumkan supaya tidak membusuk dan dapat
dipakai lagi di kemudian hari.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu melakukan
kegiatan pembedahan adalah sebagai berikut.
a. Pastikan ruang laboratorium dalam kondisi bersih.
b. Pakailah baju khusus praktikum, seperti jas lab agar pakaian
seragammu tidak kotor pada saat praktikum.
c. Pastikan hewan yang akan dibedah telah mati dibius.
d. Pada waktu menggunting dinding rongga tubuh hewan
praktikum, harus dilakukan dengan hati-hati. Jangan
sampai ada organ dalam yang terpotong (misalnya, jantung,
pembuluh darah, atau organ lainnya).
e. Ketika menggunakan alat bedah, harus berhati-hati jangan
sampai mencelakakan diri sendiri atau orang lain.
f. Buanglah sisa tubuh hewan yang tidak terpakai pada tempat
khusus agar tidak menimbulkan bau busuk dan penyakit.
g. Jika praktikum telah selesai, bersihkan seluruh peralatan dan
ruangan tempat praktikum.

Tugas
Carilah informasi mengenai cara yang baik dalam pembiusan hewan yang akan dibedah. Kerjakanlah
bersama teman kelompokmu. Kamu dapat mencarinya di buku-buku yang ada di perpustakaan atau
di situs-situs internet. Kamu juga dapat bertanya kepada para ahli yang ada di universitas terdekat di
kotamu.

Uji Pemahaman Konsep 9.3


Kerjakanlah di dalam buku latihanmu.
1. Apakah yang harus kamu lakukan untuk
mengamati suatu objek pengamatan?
2. Bagaimana cara membuat sediaan mikros
kopis?

192

3. Apakah tujuan kamu melakukan pembe


dahan?

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Keamanan dan Keselamatan Kerja

Di laboratorium Biologi, jenis kecelakaan yang sering terjadi


adalah luka karena benda tajam, pecahan kaca objek atau gelas
kimia, dan terkena zat kimia. Selain itu, percikan api atau terkena
benda panas dapat menimbulkan luka bakar. Luka bakar pun
dapat disebabkan zat kimia tertentu, seperti asam pekat, bromin,
atau raksa. Kecelakaan juga dapat terjadi karena keracunan.
Keracunan dapat disebabkan oleh masuknya zat kimia ke
dalam tubuh lewat saluran pernapasan, tertelan, atau kontak
dengan kulit. Oleh sebab itu, penggunaan zat kimia pada waktu
melakukan praktikum harus tepat dan hati-hati.
Ketidaktahuan terhadap bahan-bahan atau alat-alat
praktikum dapat menimbulkan kecelakaan. Selain itu, kurang
berdisiplin ketika melakukan praktikum dapat menimbulkan
kecelakaan.
Oleh karena itu, perlu dibuat tata tertib praktikum untuk
mencegah terjadinya kecelakaan. Tata tertib di laboratorium
sangat penting untuk menjaga kelancaran dan keselamatan bekerja
di laboratorium. Hendaknya seluruh pemakai laboratorium
mematuhi tata tertib yang telah ditentukan.
Untuk menanggulangi terjadinya kecelakaan, di laboratorium
harus tersedia kotak P3K, alat pemadam kebakaran, dan pencuci
mata. Jika percobaan telah selesai, buanglah cairan, bahan-bahan
sisa, sobekan kertas, atau pecahan kaca pada tempat pembuangan
khusus yang telah disediakan.
Bahan-bahan kimia yang digunakan di laboratorium,
biasanya memiliki simbol-simbol yang terpasang di bagian
luarnya. Simbol-simbol tersebut menunjukkan karakteristik dari
bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Berikut ini beberapa
simbol yang biasa terdapat pada bahan-bahan kimia.

Gas beracun

Zat cair mudah


terbakar

Oksidator

Zat padat mudah


terbakar

Peroksida organik

Fakta
Ilmiah
Bahan kimia dapat
memercik atau meluap
dari tabung reaksi yang
sedang dipanaskan. Jika
memanaskan suatu bahan
kimia dalam tabung reaksi,
pastikan mulut tabung
tersebut tidak mengarah
kepadamu atau orang lain.
Sumber: Teknik Laboratorium, 2000

Gambar 9.15
Simbol-simbol yang terdapat pada
tempat bahan-bahan kimia.

Gas mudah terbakar

Racun

Berbahaya jika
basah

Korosif
Sumber: Dokumentasi penerbit

Pengamatan Gejala-Gejala Alam

193

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
id.wikipedia.org/wiki/
Level_keselamatan_
biologi
http://www.cdc.gov/
od/ohs/biosfty/bmbl4/
bmbl4s3.htm
www.chem.itb.ac.id/
oldsafety/

Selain bekerja di laboratorium dalam ruangan, kamu juga


akan bekerja di laboratorium alam atau di lapangan. Bahaya
bekerja di lapangan akan selalu ada. Misalnya, digigit serangga,
terjatuh, pingsan karena kepanasan, dan keracunan. Oleh sebab
itu, kamu harus selalu berhati-hati ketika bekerja di lapangan.
Persiapkanlah segala sesuatunya sebelum kamu berangkat ke
lapangan.
Persiapan ketika akan berangkat ke lapangan sangat
diperlukan. Persiapan yang dapat kamu lakukan di antaranya:
1. menggunakan sepatu dan pakaian tertutup;
2. membawa bekal berupa makanan dan minuman;
3. membawa obat-obatan.
Untuk lebih jelasnya lagi, coba tanyakan kepada gurumu apa saja
yang harus dipersiapkan ketika akan pergi ke lapangan.

Uji Pemahaman Konsep 9.4


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Tuliskan jenis kecelakaan yang sering terjadi
di laboratorium Biologi?

2. Jelaskan persiapan ketika akan berangkat ke


lapangan.

Rangkuman
1. Kemampuan melakukan pengamatan
merupakan hal yang penting dalam
mempelajari ilmu pengetahuan alam.
2. Data yang diperoleh dari proses penga
matan dapat dikelompokkan menjadi
dua kelompok data, yaitu data kualitatif
dan data kuantitatif.
3. Peralatan yang biasa digunakan di labo
ratorium dan di lapangan di antaranya
adalah mikroskop, atmometer, anemo
meter, termometer, dan pH meter.
4. Mikroskop adalah alat yang digunakan
untuk mengamati objek Biologi yang ber
ukuran sangat kecil.

194

5. Ada tiga tahap yang harus diperhatikan


saat menggunakan mikroskop, yaitu tahap
persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian
pengamatan.
6. Pengamatan objek dapat dilakukan dengan
membuat sediaan mikroskopis atau mela
kukan pembedahan.
7. Tata tertib laboratorium sangat penting
untuk menjaga kelancaran dan kesela
matan bekerja di laboratorium.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Kata Kunci





anemometer
atmometer
data kualitatif
data kuantitatif
diafragma
kondensor

lensa objektif
lensa okuler
makrometer
mikrometer
mikroskop
pengamatan

preparat
revolver
skalpel
termometer

Apa yang Kamu Peroleh Setelah Mempelajari Bab Ini?


Setelah kamu mempelajari materi tentang Pengamatan Gejala-Gejala Alam, kamu tentu
merasakan manfaatnya, seperti mampu menggunakan mikroskop dan membuat sediaan
mikroskopis. Coba jelaskan manfaat lain yang kamu rasakan setelah mempelajari
materi tersebut. Selain itu bagian mana yang belum kamu pahami? Coba tuliskan dan
konsultasikan hasilnya dengan gurumu.

Uji Kompetensi Bab 9


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1. Panjang daun, lebar daun, dan berat daun
merupakan data ....
a. kualitatif
c. statistik
b. kuantitatif
d. ukuran
Alasan:
2. Data yang merupakan hasil pengamatan
kuantitatif adalah ....
a. rasanya manis
b. tekanan darahnya 80/120
c. badannya tinggi
d. suaranya merdu
Alasan:
3. Data hasil eksperimen dapat dikomunikasi
kan dalam bentuk berikut ini, kecuali ....
a. tabel
b. grafik
c. bagan
d. rumus
Alasan:
4. Pengamatan yang baik adalah pengamatan
yang melibatkan ....

a. indra penglihatan
b. indra penciuman
c. indra peraba
d. semua indra
Alasan:
5. Gurumu menyuruh kamu untuk mengamati
bunga yang ada dihadapanmu.

Sumber: img170.imageshack.us

Informasi/data yang tidak dapat kamu


peroleh dari bunga tersebut adalah....
a. ukuran bunga
b. warna bunga
c. jumlah kelopak
d. suara bunga
Alasan:

Pengamatan Gejala-Gejala Alam

195

6. Perhatikan gambar buah jeruk dan tomat


berikut.

Untuk soal nomor 10-12, Perhatikan gambar


berikut.
1

2
3
4
Jeruk

Tomat
Sumber: Stockbyte

Pertanyaan yang muncul dibenakmu setelah


melihat gambar tersebut adalah ....
a. mengapa buah jeruk dan tomat warnanya
berbeda?
b. mengapa buah jeruk lebih besar daripada
buah tomat?
c. apakah buah jeruk lebih manis daripada
buah tomat?
d. apakah aroma buah jeruk berbeda dengan
aroma buah tomat?
Alasan:
7. Kegiatan yang tidak termasuk mengelompokkan dalam kegiatan ilmiah adalah ....
a. mengelompokkan benda
b. mengelompokkan peristiwa
c. mencari persamaan dan perbedaan
beberapa jenis tumbuhan
d. menuliskan ciri-ciri suatu hewan
Alasan:
8. Mikroskop merupakan alat yang digunakan
untuk mengamati ....
a. objek-objek yang berukuran kecil
b. hewan dan tumbuhan yang berukuran
kecil
c. objek-objek berukuran kecil yang tidak
terlihat dengan mata
d. objek-objek yang terletak sangat jauh
Alasan:
9. Jika suatu pengamatan mikroskop meng
gunakan cahaya matahari, sebaiknya meng
gunakan cermin ....
a. datar
b. cekung
c. cembung
d. boleh cekung boleh datar
Alasan:

196


10. Letak lensa okuler ditunjukkan oleh bagian
yang bernomor ....
a. 1
c. 3
b. 2
d. 4
Alasan:
11. Bagian dari mikroskop yang berfungsi
mempertajam fokus pengamatan adalah
nomor ....
a. 1
c. 3
b. 2
d. 4
Alasan:
12. Bagian mikroskop yang berperan menerima
dan mengarahkan cahaya adalah nomor ....
a. 3
c. 5
b. 4
d. 6
Alasan:
13. Alat yang digunakan untuk mengukur
kecepatan angin adalah ....
a. anemometer
c. pH meter
b. atmometer
d. termometer
Alasan:
14. Gambar di samping ini adalah alat
untuk mengukur ....
a. kecepatan angin
b. kecepatan penguapan
c. derajat keasaman
d. suhu
Alasan:
15. Berikut adalah bahan atau objek yang
hanya dapat hanya diamati menggunakan
mikroskop elektron adalah ....
a. jaringan hewan
b. jaringan tumbuhan
c. virus
d. protozoa
Alasan:

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

16. Pembedahan adalah salah satu kegiatan


Biologi yang bertujuan untuk ....
a. mengamati struktur morfologi, terutama
hewan vertebrata
b. mengamati struktur anatomi hewan
vertebrata
c. mengamati fungsi kerja fisiologi hewan
vertebrata
d. mengamati struktur anatomi dan morfologi
hewan vertebrata
Alasan:
17. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu
akan melakukan pembedahan adalah sebagai
berikut, kecuali ....
a. gunakan alat bedah sesuai dengan
fungsinya
b. pastikan hewan yang akan dibedah sudah
mati
c. diupayakan menggunakan pakaian khusus
praktikum (jas lab)
d. apabila praktikum sudah selesai, mintalah
petugas praktikum untuk membersihkan
peralatan yang telah digunakan
Alasan:
18. Hal-hal yang perlu ditaati pada waktu
melakukan kegiatan praktikum adalah seperti
berikut, kecuali ....

a. membawa makanan
b. menaati tata tertib laboratorium
c. memahami cara pemakaian zat-zat kimia
d. memahami cara-cara pemakaian alat
Alasan:
19. Fungsi larutan formalin 4,5% dalam kegiatan
pembedahan adalahuntuk ....
a. membius hewan yang akan dibedah
b. mengawetkan hewan yang dibedah supaya
tidak busuk
c. mensterilkan alat bedah sebelum
digunakan
d. melunakkan organ-organ yang akan
dibedah terutama kulit
Alasan:
20. Tanda atau label yang tertera pada wadah
atau botol zat kimia seperti gambar berikut,
artinya ....

a. zat mudah terbakar


b. zat mengandung racun
c. menimbulkan luka bakar
d. bahan yang menimbulkan uap beracun
Alasan:

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


1. Mengapa dalam mempelajari ilmu pe
ngetahuan alam kamu harus mahir mengamati
gejala-gejala alam?
2. Tuliskan peralatan yang menunjang kerja di
laboratorium dan di lapangan.
3. Apa perbedaan lensa okuler dan lensa objektif
pada mikroskop?

4. Jelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan


untuk menjaga keselamatan kerja di la
boratorium dan di lapangan.
5. Tuliskan hal-hal yang perlu diperhati
kan ketika melakukan pembedahan dalam
praktikum Biologi.

Pengamatan Gejala-Gejala Alam

197

II. Uji Pemahaman IPA


1. Dalam suatu kegiatan pengukuran kecepatan
angin, Ahmad menggunakan anemometer
digital. Pada saat itu angin bertiup dari utara
ke selatan. Coba kamu bantu Ahmad agar
pengukuran dapat dilakukan dengan benar.

a. Ke arah manakah Ahmad harus meng
hadap? Mengapa demikian?

b. Setelah Ahmad menyalakan tombol
power, langkah apa selanjutnya yang
harus dilakukan oleh Ahmad?
2. Perhatikan gambar kenampakan lalat dari
mikroskop berikut.

(a)

a.
b.

(b)

(c)

Urutkan gambar tersebut dari pembesaran


terkecil.
Agar pembesaran dapat berubah seperti di
gambar, apa yang harus kamu lakukan pada
mikroskop pada saat pengamatan?

Mengukur Ketuntasan Belajar


Setelah kamu selesai menjawab pertanyaan pada Uji Kompetensi Bab ini, periksalah jawabanmu dengan
melihat kunci jawaban, bertanya pada guru, atau melihat kembali materi pada buku ini. Gunakan
rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajarmu.
Tingkat penguasaan =

Skor yang kamu peroleh


100%
Skor maksimal

Tingkat penguasaan yang kamu peroleh:


90% 100% Baik sekali
80% 89%
Baik
70% 79%
Cukup
< 69%
Kurang
Jika kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kamu telah tuntas mempelajari materi bab
ini dan dapat mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, jika tingkat penguasaan kamu kurang dari
80%, kamu harus mempelajari kembali materi bab ini, terutama bagian yang belum kamu kuasai.

Kata Bijak
Jenius adalah kemampuan mengubah yang rumit menjadi sederhana.
(C.W Ceran)

198

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab

10

Sumber: Ox

ford Ens

di P
iklope

elaja

9
r, 19

Gerak Lurus
Manfaat Hasil Belajar
Agar dapat memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan, kamu harus mampu menganalisis data percobaan gerak
lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dahulu orang mengira bahwa Matahari bergerak mengelilingi


Bumi. Perhatikan bagaimana gerak Matahari di langit. Ketika
terbit, Matahari bertengger di ufuk timur. Semakin siang,
Matahari semakin meninggi. Pada sore hari, Matahari turun
kembali sampai akhirnya tenggelam di ufuk barat.
Seorang bernama Copernicus memiliki pendapat yang lain.
Bagaimana jika bukan Matahari yang bergerak, tetapi Bumi?
Menurutmu, Matahari atau Bumikah yang bergerak? Sebenarnya,
apakah yang dimaksud dengan gerak? Untuk mengetahui lebih
banyak tentang gerak, khususnya gerak lurus, simaklah bahasan
berikut ini secara saksama.

199

Peta Konsep

Gerak
dapat berupa

Gerak lurus
terdiri atas

Gerak lurus berubah beraturan


(GLBB)

Gerak lurus beraturan


(GLB)

terdiri atas

contoh

GLBB diperlambat

GLBB dipercepat
contoh

Gerak jatuh
buah kelapa

Gerak mobil di jalan tol


dengan laju tetap

A
(a)

(b)

Gambar 10.1
(a) Buah kelapa jatuh dari
pohonnya.
(b) Mobil melaju di jalan tol.
Bagaimana bentuk lintasan gerak
benda-benda tersebut?

200

contoh

Gerak mobil yang direm


Gerak sepeda di jalan menanjak

Gerak Lurus Beraturan

Pernahkah kamu memerhatikan buah kelapa yang jatuh dari


pohonnya? Apakah lintasannya berbelok-belok atau berupa garis
lurus? Setelah diamati, ternyata lintasan buah kelapa yang jatuh
dari pohonnya merupakan garis lurus.
Ketika buah kelapa jatuh dari pohonnya, buah kelapa
tersebut mengalami perubahan kedudukan (dari pohon ke
permukaan tanah) sehingga dikatakan bergerak. Suatu benda
dikatakan bergerak jika benda tersebut mengalami perubahan
kedudukan terhadap suatu titik acuan. Titik acuan adalah suatu
titik untuk memulai pengukuran perubahan kedudukan suatu
benda.
Gerak lurus ialah gerak yang lintasannya berupa garis
lurus. Lintasan yang dihasilkan oleh benda yang bergerak lurus
adalah berupa titik-titik yang dilalui oleh benda ketika bergerak.
Beberapa contoh gerak lurus lainnya dapat diamati pada gerak
mobil yang melintasi jalan tol dengan kelajuan tetap dan kereta
api yang bergerak melintasi rel yang lurus.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Gambar 10.2
2,5 m
2,5 m

Gerakan sepeda Andi dikatakan


gerak lurus beraturan.
Apa alasannya?

Perhatikan Gambar 10.2. Andi bersepeda dari A ke C. Jarak


A ke B sama dengan jarak dari B ke C, yaitu 2,5 m. Waktu yang
ditempuh Andi dari A ke B sama dengan dari B ke C, yaitu 1
sekon. Untuk setiap 1 sekon Andi menempuh jarak lurus 2,5 m,
atau untuk selang waktu 2 sekon Andi menempuh jarak lurus
5 m. Dengan demikian, Andi bersepeda dengan kelajuan konstan
karena setiap menempuh jarak 2,5 m, waktu yang diperlukan
adalah 1 sekon.
Gerak yang dialami oleh Andi ketika bersepeda tersebut
dinamakan gerak lurus beraturan. Gerak lurus beraturan (GLB)
adalah gerak suatu benda yang melintasi suatu lintasan lurus dan
dalam selang waktu yang sama (konstan) benda menempuh jarak
yang sama pula, atau gerak yang melintasi suatu lintasan lurus
dengan kelajuan tetap (tidak berubah). Untuk lebih memahami
konsep gerak lurus beraturan, lakukanlah Kegiatan Ilmiah 10.1
berikut.

Kegiatan Ilmiah 10.1

Uji Kompetensi Awal


Sebelum mempelajari bab ini,
kerjakanlah soal-soal berikut.
1. Apa yang kamu ketahui
tentang gerak?
2. Berdasarkan
pengalamanmu, apa saja
yang menyebabkan benda
bergerak?
3. Amati gerak setiap benda
di sekitarmu. Sebutkan
beberapa macam gerak
benda.
4. Apakah bentuk dan ukuran
benda memengaruhi
gerak benda? Jelaskan
pendapatmu.

Tujuan
Mengamati gerak lurus beraturan
Alat dan Bahan
Sepeda dan stopwatch
Langkah Kerja
1. Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok. Setiap kelompok
terdiri atas empat orang siswa.
2. Siapkan lintasan sepeda yang sudah diberi tanda jarak 10 m
pertama, 10 m kedua, dan 10 m ketiga dengan lintasan lurus.
3. Satu orang siswa menaiki sepeda dan bergerak melewati
lintasan dengan laju konstan.

Gambar 10.3
10 m

10 m

10 m

Gerak sepeda melewati suatu


lintasan.


Gerak Lurus

201

4. Tiga orang siswa yang lain mencatat waktu tempuh sepeda


ketika melewati lintasan 10 m pertama, 10 m kedua, dan 10
m ketiga.
5. Lakukan sekali lagi dengan laju yang lebih tinggi, namun
harus konstan.
Tabel Percobaan 1

II

s (m)

30

20

10

3 4

8 9

12

t (s)

Gambar 10.4
Contoh grafik gerak lurus
beraturan.

Tabel Percobaan 2


6. Catat hasilnya dan buatlah grafik jarak yang ditempuh
terhadap waktu dari data yang diperoleh.
Pertanyaan
1. Apakah waktu yang diperlukan untuk menempuh setiap
jarak 10 m sama?
2. Berapakah perbandingan jarak yang ditempuh dan waktu
yang diperlukannya?
3. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Jika sepeda bergerak melewati lintasan dengan laju konstan,


kamu akan mendapatkan grafik jarak terhadap waktu seperti
pada Gambar 10.4. Dari grafik tersebut, dapatkah kamu
memperkirakan berapa laju sepeda I dan II tersebut?
Agar pengamatan gerak lurus beraturan menjadi lebih
sederhana, kamu dapat menggunakan alat yang disebut ticker
timer. Alat ini digunakan untuk memeriksa suatu benda bergerak
lurus beraturan atau tidak beraturan. Perhatikan Gambar 10.5.

Gambar 10.5
Pewaktu ketik (ticker timer).

1 ketik

10 ketik

Gambar 10.6
Satu ketik menunjukkan selang
waktu antara dua titik.

202

Pewaktu ketik (ticker timer) adalah alat yang berfungsi untuk


memeriksa atau mengamati gerakan benda dengan tanda titiktitik yang dibuat di atas pita kertas. Pada pewaktu ketik tersebut,
terdapat semacam vibrator yang terbuat dari pelat baja yang
mampu bergetar 50 kali setiap satu sekon. Setiap kali bergetar,
pelat baja tersebut akan membuat satu tanda titik hitam pada
pita kertas. Gambar 10.6 menunjukkan selang waktu antara dua
titik yang berurutan dan disebut satu ketik. Waktu satu ketik
1
sama dengan
sekon.
50

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

1. Kecepatan dan Kelajuan


Laju sebuah benda dapat diukur dengan menggunakan alat yang
sering terdapat pada kendaraan bermotor, yaitu speedometer. Selain
laju, dikenal pula besaran kecepatan. Besaran laju dan kecepatan
memiliki arti fisis yang berbeda. Laju menyatakan panjang jarak
yang ditempuh dalam setiap detik. Laju tidak memiliki arah.
Adapun kecepatan adalah perpindahan benda dalam setiap detik.
Kecepatan memiliki arah. Dengan demikian, kecepatan benda
yang bergerak 1 m/s ke arah timur berbeda dengan kecepatan
benda yang bergerak 1 m/s ke arah barat.
Arah kecepatan ditunjukkan dengan tanda minus () atau
positif (+). Sebagai contoh, sebuah mobil bergerak ke kanan
dengan laju 10 km/jam, kemudian ke kiri kembali ke posisi
semula dengan laju yang sama. Pada saat ke kanan kecepatan
mobil adalah +10 km/jam. Pada saat ke kiri kecepatan mobil
adalah 10 km/jam.
Pada kejadian tersebut laju mobil ke kanan maupun ke kiri
tetap, yaitu 10 km/jam (tidak ada positif atau negatif ). Tahukah
kamu berapa jarak yang ditempuh mobil dalam waktu 2 jam?
Berapa perpindahan mobil dalam waktu 2 jam? Berapa laju
mobil dalam waktu 2 jam? Berapa kecepatan mobil dalam waktu
2 jam? Diskusikanlah hal ini dengan temanmu.

a. Laju dan Kecepatan Tetap


Suatu benda yang bergerak lurus beraturan memiliki jarak
tempuh dan perpindahan yang sama. Artinya, laju dan besar
kecepatannya juga sama.
Sebuah benda dikatakan bergerak lurus dengan laju tetap
atau kecepatan tetap jika dalam selang waktu (t) yang sama,
benda tersebut menempuh jarak atau perpindahan yang sama
pula. Berdasarkan pengertian laju dan kecepatan ini maka secara
matematis, dapat dituliskan persamaan berikut.
Ds


(10.1)
Dt
dengan: v = laju atau besar kecepatan (m/s)
s = perpindahan atau jarak tempuh (meter)
t = selang waktu (sekon)
Benda yang bergerak dengan laju tetap, dapat dinyatakan
dengan grafik v terhadap s, seperti ditunjukkan oleh Gambar
10.8 di samping.
Satuan kelajuan (v) dalam sistem Satuan Internasional
(SI) adalah m/s. Namun, dalam kehidupan sehari-hari sering
dijumpai kelajuan yang dinyatakan dalam satuan km/jam.
v=

Sumber: Dokumentasi Penerbit

Gambar 10.7
Alat speedometer dapat
menunjukkan laju kendaraan
dalam satuan km/jam.

(a)
Laju (m/s)
80
60
40
20
0

Waktu (s)
0,5

1,5

(b)
Jarak (m)
80
60
40
20
0

Waktu (s)
0,5

1,5

Gambar 10.8
Grafik gerak benda dalam kelajuan
tetap.
(a) Laju sebagai fungsi dari
waktu.
(b) Jarak sebagai fungsi dari
waktu.

Gerak Lurus

203

Contoh Soal 10.1


Sebuah sepeda motor menempuh jarak 36 km dalam waktu 1 jam.
Tentukan laju sepeda motor tersebut dalam m/s.
Pembahasan:
36
Ds
v =
=
km/jam = 36 km/jam
1
Dt
1.000
dalam satuan m/s; v = 36
m/s = 10 m/s
3.600
Jadi, 36 km/jam = 10 m/s.

b. Laju Rata-Rata
Sumber: CD Image

Gambar 10.9
Laju mobil di jalan raya selalu
mengalami perubahan.

Fakta
Ilmiah

Jika kamu perhatikan laju sebuah mobil saat berada di jalan


raya yang ramai, apakah lajunya mengalami perubahan? Laju
kendaraan selalu mengalami perubahan. Laju sebuah mobil yang
bergerak di jalan bebas hambatan (tol) akan lebih tinggi jika
dibandingkan dengan mobil yang bergerak di jalanan sempit.
Untuk menghitung laju yang berubah-ubah tersebut,
diperlukan laju rata-rata yang diambil dalam selang waktu
tertentu. Laju rata-rata ialah hasil bagi lintasan total yang
ditempuh benda dengan selang waktu total untuk menempuh
lintasan tersebut. Persamaannya adalah

Penerjun-penerjun
ini berada dalam
keseimbangan karena
adanya dua gaya
yang sama dan saling
berlawanan. Gaya gravitasi
menyebabkan mereka
turun dengan kecepatan
tinggi, dan diimbangi oleh
gaya gesekan udara yang
melambatkan laju turun
mereka. Dengan demikian,
para penerjun tersebut
turun dengan kecepatan
konstan.
Sumber: Jendela Iptek, 1997

204

v=

Ds total

Dt total

Ds1 + Ds 2 + Ds3 + ...

Dt1 + Dt 2 + Dt 3 + ...

(10.2)

dengan:
_
v = laju rata-rata (m/s)
stotal = lintasan yang ditempuh benda (meter)
stotal = selang waktu untuk menempuh lintasan (sekon)

Contoh Soal 10.2


Data yang diperoleh dari tes sebuah mobil adalah sebagai berikut.
Pada 8 sekon pertama, lajunya 72 km/jam. Pada 8 sekon kedua,
lajunya 108 km/jam, dan pada 8 sekon ketiga, lajunya 144 km/
jam.
Tentukan kecepatan gerak rata-rata mobil dalam satuan m/s.
Pembahasan:
Diketahui:
t1 = 8 s, v1 = 72 km/jam = 72 1.000 m/s = 20 m/s
3.600

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

t2 = 8 s, v2 = 108 km/jam = 108

1.000
m/s = 30 m/s
3.600

t3 = 8 s, v3 = 144 km/jam = 144

1.000
m/s = 40 m/s
3.600

(v t ) + (v 2 t 2 ) + (v 3 t 3 )
maka, v = 1 1
t1 + t 2 + t 3

(20)(8) + (30)(8) + (40)(8)


8+8+8

720
= 30 m/s.
24

Tokoh IPA

Jadi, kecepatan gerak rata-rata mobil adalah 30 m/s.

Kegiatan Ilmiah 10.2


Tujuan
Melakukan pengukuran laju rata-rata

Alat dan Bahan

Sepeda dan stopwatch


Langkah Kerja
1. Bermainlah kamu dengan menggunakan sepeda.
2. Tempuhlah suatu jarak, misalnya 100 m dengan menggunakan
sepeda. Lakukan dengan kecepatan yang berbeda-beda.
3. Ukurlah waktu tempuh sepeda yang kamu naiki setiap 10 m
dengan menggunakan stopwatch.
4. Catat hasilnya dalam tabel seperti berikut ini.

Galileo Galilei
Salah satu penemuan
Galileo yang terkenal adalah
penyelidikannya tentang
gerak jatuh benda dari
ketinggian tertentu tanpa
kecepatan awal (gerak
jatuh bebas). Konon, Galileo
menjatuhkan benda dengan
berat berbeda dari menara
Pisa. Ia mendapatkan hasil
bahwa ketika benda-benda
tersebut dilepaskan pada
saat yang sama, jatuh benda
bersamaan dan mengenai
tanah pada saat yang
sama. Gerak jatuh bebas
merupakan salah satu
contoh gerak lurus.
Sumber: content.answer.com

Pertanyaan
1. Berdasarkan data yang diperoleh, hitunglah laju rata-rata gerak
sepeda tersebut.
2. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Gerak Lurus

205

Tugas
Cari tahu melalui sumber informasi di sekolahmu mengenai satuan laju yang digunakan oleh
kendaraan lainnya, contohnya laju kapal laut. Kemudian, konversikan ke satuan laju km/jam dan
m/s. Laporkan hasilnya kepada gurumu.

Uji Pemahaman Konsep 10.1


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Menurutmu, apakah fungsi pewaktu ketik
(ticker timer)? Jelaskan.
2. Perhatikan pola yang dibentuk oleh pita
ketik berikut.
4 ketik

1 sekon
50

Berilah beberapa komentar mengenai


gambar tersebut berdasarkan materi yang
telah dipelajari.

Uji Sikap
Pada suatu percobaan
gerak lurus, Mira mengecat
jalan raya dengan cat putih
menggunakan kayu lurus
sebagai panduan agar
sepedanya bergerak secara
lurus.
Menurutmu, apakah
kegiatan yang dilakukan
Mira sudah tepat?
Bagaimana sikapmu
terhadap percobaan Mira
tersebut?

206

3. Sebuah sepeda motor bergerak dengan laju


tetap. Sepeda motor tersebut menempuh
jarak 10 km dalam waktu 15 menit.

Tentukan:

a. laju sepeda motor;

b. jarak yang ditempuh pada 3 menit
pertama;

c. jarak yang ditempuh 2 menit
terakhir;

d. jarak yang ditempuh antara akhir
menit ke-10 dan ke-15.

Gerak Lurus Berubah Beraturan

Jika kamu berangkat ke sekolah menggunakan sepeda, ketika


akan berangkat, sepeda yang akan kamu naiki dalam keadaan
diam dulu, bukan? Agar sepedamu dapat berjalan, kamu harus
memberikan tenaga dengan mengayuh pedal sepedamu. Tenaga
yang kamu berikan menyebabkan sepedamu bergerak dari
keadaan lambat, kemudian bertambah cepat. Akan tetapi, ketika
mendekati sekolah, kecepatan sepedamu harus dikurangi dengan
jalan menarik tuas rem sepeda agar berhenti.
Tenaga yang kamu berikan untuk menggerakkan sepedamu
agar bertambah cepat menghasilkan gaya dorong. Gaya ini menye
babkan terjadinya perubahan kecepatan (percepatan). Adapun
pengereman yang dilakukan menyebabkan perlambatan. Jika
lintasan yang kamu lewati adalah lintasan lurus dan perubahan
kecepatannya dalam setiap detik selalu sama, kejadian ini disebut
gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Gerak lurus berubah
beraturan (GLBB) ialah gerak benda yang melintasi garis lurus dan
mengalami perubahan kecepatan yang sama setiap detiknya.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Jika gerak yang dialami oleh benda lintasannya lurus dan


kecepatannya bertambah secara teratur (sama dalam setiap detik),
gerak benda tersebut dinamakan gerak lurus berubah beraturan
dipercepat. Jika dalam pergerakan benda tersebut lintasannya
lurus dan kecepatannya berkurang secara teratur (sama dalam
setiap detik), gerak itu disebut gerak lurus berubah beraturan
diperlambat. Karena perubahan kecepatan setiap detik adalah
percepatan atau perlambatan, dapat dikatakan GLB adalah gerak
lurus yang percepatan atau perlambatannya tetap.

1. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)


Dipercepat
Agar dapat memahami gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
dipercepat, perhatikan Gambar 10.10.
t = 3 s;
v = 12 m/s

t = 1 s;
v = 4 m/s
t = 2 s;
v = 8 m/s

Soal Persiapan UN
Sebuah sepeda motor
menempuh jarak sejauh
60 meter dalam waktu 15
sekon. Kecepatan sepeda
motor tersebut adalah ....
a. 2,5 m/s
c. 4 m/s
b. 3,5 m/s
d. 16 m/s
(UN 2007)
Pembahasan
v = s = 60 = 4 m/s
t 15
Jawaban: C
Gambar 10.10
Kecepatan mobil bertambah 4 m/s
setiap 1 sekon.
Darimana pengemudi mengetahui
kecepatannya?

Jika kamu perhatikan, kecepatan mobil tersebut selalu


bertambah 4 m/s setiap 1 sekon. Gerakan yang dialami mobil
tersebut dinamakan gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
dipercepat. Besar percepatannya adalah 4 m/s2. Untuk lebih
memahaminya, lakukanlah kegiatan berikut ini.

Kegiatan Ilmiah 10.3


Tujuan
Mengamati GLBB dipercepat
Alat dan Bahan
Pewaktu ketik, landasan dengan panjang 1 m, mobil mainan
elektronik, dan beberapa buku
Langkah Kerja
1. Lakukan kegiatan berikut bersama dua orang temanmu.
2. Sebelum memulai kegiatan, pastikan landasan bersih dari
debu sehingga mobil mainan dapat bergerak dengan lancar
(periksa roda-roda mobil mainan). Kemudian, salah satu
ujung landasan dinaikkan setinggi 5 cm.

Tantangan IPA
Science Quest
Alat apakah yang digunakan
polisi lalu lintas untuk
mengetahui seberapa cepat
mobil melaju? Bagaimana
cara kerja alat tersebut?
What are some devices
used by the traffic police to
find out how fast cars are
travelling? How do these
work?

Gambar 10.11
Percobaan mengamati GLBB
dipercepat.

Gerak Lurus

207

3. Selanjutnya, hubungkan mobil mainan dengan pewaktu


ketik, dan lepaskan mobil mainan dari ujung landasan yang
sudah dinaikkan 5 cm itu.
4. Hitung banyaknya titik yang tercetak pada pita kertas dan
beri tanda setiap 5 ketik.
5. Guntinglah pita ketik pada setiap 5 titik yang telah tercetak
pada pita ketik tersebut. Tempelkan potongan pita ketik
secara tegak berjajar pada selembar kertas.
6. Amati potongan pita ketik yang sudah ditempelkan tadi.
Pertanyaan
1. Apa yang kamu dapatkan? Bagaimana pola titik-titik yang
terbentuk pada pita ketik. Apakah gerak mobil dipercepat?
2. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
www.xflash.files.
wordpress.com/2007/12/
praktikum-fisika.pdf
www.banksoalunas.files.
wordpress.com/2008/03/
ipa.pdf
www.www.dikmenum.
go.id/dataapp/elearning/bahan/kelas3/
images/GERAK%20
LURUS%20BERUBAH%20
BERATURAN.swf

Pola yang dibentuk pita ketik yang ditarik oleh benda yang
bergerak lurus berubah beraturan dipercepat, ditunjukkan oleh
Gambar 10.12. berikut ini.

Gambar 10.12
Pola yang dibentuk pita ketik pada
benda yang melakukan GLBB.

5 ketik

5 ketik

5 ketik

5 ketik

Dari pola yang telah diperoleh, dengan menggunting


beberapa potong pita ketik dalam jarak 5 ketik, akan diperoleh
diagram batang seperti pada Gambar 10.13. Grafik tersebut
menunjukkan kecepatan fungsi waktu dari GLBB dipercepat.

Gambar 10.13
Diagram batang potongan pita
ketik pada GLBB dipercepat.

Sumber: CD Image

Gambar 10.14
Pada saat bersepeda melewati
jalanan menanjak kecepatannya
berkurang.

2. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB)


Diperlambat
Pernahkah kamu mengayuh sepeda di jalan yang menanjak?
Atau, pernahkah kamu memerhatikan seseorang yang berlari
di jalan yang mendaki? Apakah kecepatannya tetap, berkurang,
atau bertambah? Pada umumnya, kecepatan sepeda dan pelari
pada kondisi seperti itu semakin lama akan berkurang. Mungkin
kamu pernah merasakan beratnya mengayuh sepeda di jalan yang
menanjak. Pada awalnya, kamu akan mengayuh begitu ringan
dan cepat, tetapi lama-kelamaan kecepatannya akan berkurang,
dan jika tidak kuat akhirnya kamu harus berhenti.
Dari kejadian tersebut, dapat dikatakan bahwa gerak lurus
berubah beraturan (GLBB) diperlambat ialah gerak suatu benda
pada lintasan lurus dan mengalami pengurangan kecepatan yang
sama setiap sekonnya.

Mengapa terjadi demikian?

208

5 ketik

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Kegiatan Ilmiah 10.4


Tujuan
Mengamati GLBB diperlambat
Alat dan Bahan
Pewaktu ketik, landasan dengan panjang 1 m, mobil mainan
elektronik, dan beberapa buku
Langkah Kerja
1. Lakukan pengamatan seperti pada Kegiatan Ilmiah 10.3.
Per-bedaan terletak pada pewaktu ketik yang diletakkan
pada ujung landasan yang lebih rendah. Perhatikan gambar
berikut.
Gambar 10.15
Percobaan mengamati GLBB
diperlambat.

2. Naikkan salah satu ujung landasan setinggi 5 cm. Letakkan


pewaktu ketik pada ujung landasan yang lebih rendah.
3. Kemudian, hubungkan mobil mainan dengan pewaktu ketik
dan jalankan mobil mainan ke atas (arah menanjak).
Pertanyaan
1. Apakah yang kamu dapatkan? Bagaimana pola titik-titik yang
terbentuk pada pita ketik? Apakah mobil diperlambat?
2. Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

Pola yang dibentuk pita ketik yang ditarik oleh benda yang
bergerak lurus berubah beraturan diperlambat ditunjukkan oleh
Gambar 10.16.

5 ketik

5 ketik

5 ketik

5 ketik

5 ketik

Dari pola yang telah diperoleh, dengan menggunting beberapa


potong pita ketik dalam jarak 5 ketik, akan diperoleh diagram
batang seperti pada Gambar 10.17. Grafik ini menunjukkan
kecepatan fungsi waktu dari GLBB yang diperlambat.
Berdasarkan pengertian bahwa perubahan kecepatan dalam
setiap detik itu adalah percepatan atau perlambatan, dalam
bentuk rumus dapat dituliskan:
a = v

(10.3)
t
dengan: a = percepatan atau perlambatan (m/s )

v = perubahan kecepatan (m/s)

t = selang waktu (s)
2

Gambar 10.16
Pola yang dibentuk pita ketik
pada benda yang bergerak lurus
berubah beraturan diperlambat.
v

Gambar 10.17
Diagram batang potong pita ketik
pada GLBB diperlambat.

Gerak Lurus

209

Pada GLBB, perubahan kecepatannya dalam setiap detik


selalu sama atau percepatannya selalu tetap. Grafik percepatan
terhadap waktu dan grafik kecepatan terhadap waktu dari GLBB,
ditunjukkan Gambar 10.18 berikut.
(a)

Grafik 2

(b)
v4

Gambar 10.18
Grafik pada GLBB.
(a) Grafik a terhadap t .
(b) Grafik v terhadap t.

a2
a1

Grafik 2

v3

Grafik 1

v2
v1
t

Gambar 10.19
Pola gerak bola ketika dijatuhkan.
Apakah kecepatannya berubah?

Grafik 1

t1

t2

Gambar 10.18 (a) menunjukkan bahwa percepatan benda


tidak berubah dari detik ke-0 hingga waktu t. Benda 2 memiliki
percepatan lebih besar daripada benda 1. Adapun pada Gambar
10.18 (b), ditunjukkan kemiringan grafik menentukan nilai
percepatan a. Grafik 2 lebih curam (kemiringannya lebih besar)
daripada grafik 1. Hal tersebut menunjukkan percepatan gerak
benda 2 lebih besar daripada gerak benda 1.
Dalam kehidupan sehari-hari, benda jatuh adalah contoh
gerak lurus berubah beraturan. Misalnya, buah kelapa yang
jatuh dari pohonnya atau gerak sebuah bola yang dijatuhkan
dari suatu ketinggian, seperti Gambar 10.19. Gambar tersebut
memperlihatkan contoh GLBB dipercepat.
Carilah olehmu contoh gerak lurus berubah beraturan
diperlambat. Diskusikanlah bersama temanmu.

Tugas
Amatilah lingkungan di sekitarmu. Berikan contoh lain GLBB dalam kehidupan sehari-hari. Laporkan
hasil pengamatan kepada gurumu.

Uji Pemahaman Konsep 10.2


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Lemparkan sebuah bola tenis vertikal ke
atas. Amati gerakannya. Apakah gerakan
vertikal bola tenis tersebut merupakan
GLBB? Jelaskan alasanmu.
2. Sebuah batu dilempar ke dalam air. Gerak
apa yang dialami batu ketika berada di
dalam air? Jelaskan.

210

3. Empat penerjun payung melakukan


terjun bebas secara bersamaan dari sebuah
pesawat terbang. Beberapa detik kemudian
mereka membuka payungnya secara
bersamaan. Jika dianggap tidak ada angin
yang berembus ke arah samping penerjun
tersebut, gerakan apa yang dialami keempat
penerjun tersebut? Jelaskan alasanmu.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Rangkuman
1. Sebuah benda dikatakan bergerak jika ke
dudukan benda tersebut berubah terhadap
suatu titik acuan. Titik acuan ialah suatu
titik tempat memulai pengukuran terhadap
perubahan kedudukan suatu benda.
2. Gerak lurus ialah gerak suatu benda yang me
miliki lintasan berupa garis lurus. Kelajuan
suatu benda (v) dapat diketahui dari hasil
bagi perpindahan yang ditempuh oleh
benda (s) dan selang waktu yang diperlukan
untuk menempuh jarak tersebut (t). Secara
matematis, kelajuannya dinyatakan dengan
persamaan berikut.
v = Ds
Dt

samaan berikut.
Ds
Ds + Ds 2 + Ds 3 + ...
v = total = 1
Dt total Dt1 + Dt 2 + Dt 3 + ...

dengan:
v = laju rata-rata (m/s)

Dstotal = perpindahan total (m)

Dttotal = selang waktu total (s)
5. Gerak lurus beraturan (GLB) ialah gerak
suatu benda yang melintasi suatu garis
lurus dengan kecepatan tetap. Gerak
lurus berubah beraturan (GLBB) ialah
gerak suatu benda pada lintasan lurus
yang mengalami perubahan kecepatan
yang sama setiap sekonnya. GLBB ada
dua macam, yaitu GLBB diperlambat dan
3. Kecepatan berbeda dengan laju. Laju hanya
GLBB dipercepat.
menyatakan besar, sedangkan kecepatan
6. Pada gerak lurus berubah beraturan (GLBB)
mencakup besar dan arah gerakan benda.
akan memiliki percepatan yang besarnya
4. Laju rata-rata adalah hasil bagi perpindahan
selalu konstan tiap detiknya. Secara
total yang ditempuh benda dan selang
matematis, percepatannya dinyatakan de
waktu yang diperlukan untuk menempuh
ngan persamaan:
perpindahan tersebut. Secara matematis,
Dv
kecepatan rata-rata dinyatakan dengan per
a=
Dt

Kata Kunci



gerak
gerak lurus
gerak lurus
beraturan
gerak lurus berubah
beraturan

gerak relatif
gerak semu
jarak
kecepatan
kelajuan
kelajuan rata-rata

lintasan
percepatan
perpindahan
speedometer
ticker timer
titik acuan

Apa yang Kamu Peroleh Setelah Mempelajari Bab Ini?


Setelah mempelajari materi tentang Gerak Lurus, kamu pasti mengetahui salah satu
manfaatnya, yaitu kamu memahami bagaimana proses gerak jatuh bebas pada benda.
Dapatkah kamu menyebutkan manfaat lain mempelajari bab ini? Bagian mana dari
materi tersebut yang paling kamu sukai? Mengapa kamu menyukainya? Bagian mana
yang belum kamu pahami? Coba tuliskan dan konsultasikan hasilnya dengan gurumu.

Gerak Lurus

211

Uji Kompetensi Bab 10


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1.

Sebuah benda bergerak lurus beraturan selama


5 sekon. Jika perpindahan yang ditempuh
benda 20 m, kelajuan benda tersebut adalah
....
a. 0 m/s
c. 4 m/s
b. 2 m/s
d. 8 m/s
Alasan:
2. Kelajuan awal sebuah mobil 72 km/jam.
Mobil tersebut direm dan berhenti setelah
menempuh perpindahan 2 km. Waktu yang
diperlukan mobil untuk menempuh per
pindahan tersebut adalah ....
a. 200 s
c. 100 s
b. 110 s
d. 89 s
Alasan:
3. Benda bergerak beraturan jika ....
a. kelajuannya tetap
b. percepatannya ada
c. kelajuannya berubah-ubah beraturan
d. percepatannya berubah-ubah beraturan
Alasan:
4. Berikut ini yang merupakan GLBB diper
cepat adalah ....
a. mobil melaju di jalan
b. meteorit jatuh ke Bumi
c. perahu di permukaan laut
d. kereta api bergerak di atas rel
Alasan:
5. Berikut ini adalah grafik GLB untuk dua
buah mobil yang bergerak di jalan tol.
s (m)

6.

7.

8.

Mobil A

9.
Mobil B

212

t1

t2

t (s)

Pernyataan berikut yang tidak sesuai dengan


gambar tersebut adalah ....

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

a. mobil A memiliki kecepatan lebih besar


daripada mobil B
b. pada saat t2, jarak yang ditempuh mobil B
lebih pendek daripada mobil A
c. percepatan kedua mobil adalah nol
d. pada saat t1, jarak tempuh mobil A sama
dengan jarak tempuh mobil B
Alasan:
Ciri benda yang melakukan gerak lurus ber
aturan adalah ....
a. jaraknya tetap setiap saat
b. jarak yang ditempuhnya selalu tetap dalam
selang waktu yang berbeda
c. jaraknya berubah secara beraturan
d. kelajuannya berubah secara beraturan
Alasan:
Satuan kelajuan dalam SI adalah ....
a. m/jam
c. m/s
b. km/s
d. km/jam
Alasan:
Berikut ini merupakan gerak benda.
(1) Bola jatuh bebas ke tanah.
(2) Bola menggelinding di atas pasir.
(3) Bola menuruni bidang miring.
(4) Bola dilempar vertikal ke atas.
Peristiwa yang termasuk gerak lurus berubah
beraturan dipercepat pada contoh-contoh
gerak tersebut adalah ....
a. 1 dan 2
c. 2 dan 3
b. 1 dan 3
d. 2 dan 4
Alasan:
Dari peristiwa berikut, gerak benda yang
termasuk GLB adalah ....
a. bus yang sedang bergerak di jalan raya
b. mobil yang bergerak lurus di jalan tol
dengan kecepatan tetap
c. sepeda yang menuruni bukit
d. batu yang dilemparkan vertikal ke atas
Alasan:

10. Perhatikan grafik berikut ini.


s (m)

5
3
1

t (s)

Berdasarkan grafik tersebut, gerak yang


dilakukan benda adalah ....
a. GLB
b. GLBB
c. GLB dan GLBB
d. tidak termasuk GLB dan GLBB
Alasan:
11. Berdasarkan grafik soal nomor 10, benda
tersebut diam pada saat ....
a. 0 sampai dengan 2 s
b. 2 s sampai dengan 4 s
c. 4 s sampai dengan 6 s
d. 2 s sampai dengan 6 s
Alasan:
12. Berdasarkan grafik soal nomor 10, kecepatan
rata-rata dari gerak benda adalah ....
a. 2 m/s
c. 3 m/s
3
b. 2 m/s
d. 4 m/s
3
Alasan:

13. Suatu titik untuk memulai pengukuran per


ubahan kedudukan suatu benda disebut ....
a. titik gerak
c. titik acuan
b. titik benda
d. titik pengukuran
Alasan:
14. Berikut beberapa kecepatan sebuah mobil
yang dapat dicatat.
(1) 10 m/s
(3) 36 km/jam
(2) 30 m/s
(4) 72 km/jam

Kecepatan mobil yang memiliki kemiringan
grafik s t terbesar adalah ....
a. (1)
c. (3)
b. (2)
d. (4)
Alasan:
15. Berdasarkan pemahamanmu tentang GLBB,
grafik berikut yang merupakan grafik untuk
GLBB adalah ....
a.

c.

b.

d.

Alasan:

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


1. Apa yang dimaksud dengan gerak, laju, dan
kecepatan?
2. Perhatikan gambar berikut.

a.

b.

c.

Berdasarkan gambar tersebut, tentukan


potongan pita kertas yang menunjukkan:
a. gerak lurus beraturan;
b. gerak lurus berubah beraturan diper
cepat;
c. g e r a k l u r u s b e r u b a h b e r a t u r a n
diperlambat.
3. Sebuah mobil dari keadaan diam bergerak
hingga mencapai kecepatan 20 m/s selama 10
sekon. Kemudian, mobil tersebut memiliki
kecepatan konstan selama 20 sekon. Lalu,

mobil dipercepat lagi hingga kecepatannya


menjadi 30 m/s selama 2 sekon. Akhirnya,
mobil direm dan berhenti setelah 15 sekon
berikutnya. Tentukan:
a. grafik kecepatan terhadap waktu;
b. percepatan tertinggi;
c. percepatan saat detik ke-10 hingga detik
ke-30;
d. jarak total yang ditempuh oleh mobil.
4. Dani mengendarai sepeda motor. Pada
0,25 jam pertama, ia menempuh jarak 10
km. Ia menempuh jarak 15 km pada 0,25
jam berikutnya, dan 0,5 jam terakhir telah
menempuh jarak 31 km. Tentukan kelajuan
rata-rata Dani.
5. Deni berlari dengan kelajuan tetap 7 m/s.
Berapakah jarak yang ditempuh Deni dalam
43 menit.

Gerak Lurus

213

II. Uji Pemahaman IPA


1. Seorang pembalap sedang mengukur pe
rubahan waktu terhadap jarak yang ditempu
hnya, dengan menggunakan speedometer dan
stopwatch. Data yang diperoleh seperti tabel
berikut.

Buatlah grafik (s t) dan (v t) dari data


tersebut. Tentukan pula jenis gerak lurus
yang terjadi. (Perhatikan satuan-satuan yang
digunakan dan yang diminta sesuai kolomkolom berikut).
s (km)

v (km/jam)

t (jam)

t (jam)

Mengukur Ketuntasan Belajar


Setelah kamu selesai menjawab pertanyaan pada Uji Kompetensi Bab ini, periksalah jawabanmu dengan
melihat kunci jawaban, bertanya pada guru, atau melihat kembali materi pada buku ini. Gunakan
rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajarmu.
Tingkat penguasaan =

Skor yang kamu peroleh


100%
Skor maksimal

Tingkat penguasaan yang kamu peroleh:


90% 100% Baik sekali
80% 89%
Baik
70% 79%
Cukup
< 69%
Kurang
Jika kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kamu telah tuntas mempelajari materi bab
ini dan dapat mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, jika tingkat penguasaan kamu kurang dari
80%, kamu harus mempelajari kembali materi bab ini, terutama bagian yang belum kamu kuasai.

Kata Bijak
Ilmu adalah kekuatan.
(Hobbes)

214

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab

11

com
house.
w.solcom
Sumber: ww

Makhluk Hidup
Manfaat Hasil Belajar
Agar dapat memahami keanekaragaman makhluk hidup, kamu harus mampu mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup.

Pada waktu di sekolah dasar, kamu telah mempelajari ciri-ciri


makhluk hidup. Tentunya kamu masih ingat materi tersebut,
bukan? Istilah makhluk berasal dari bahasa Arab, yang artinya
ciptaan Tuhan. Makhluk hidup merupakan ciptaan Tuhan yang
mempunyai ciri-ciri kehidupan. Apa ciri-ciri makhluk hidup?
Pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kali ini, kamu akan
mempelajari ciri-ciri makhluk hidup serta gejala kehidupannya.
Ciri-ciri makhluk hidup yang akan kamu pelajari di antaranya
bernapas, bergerak, makan, mengeluarkan zat sisa, bereaksi terhadap
rangsang, berkembang biak, dan mengalami pertumbuhan. Konsep
tentang makhluk hidup dan gejala kehidupannya akan lebih mudah
dipahami dengan melakukan beberapa kegiatan pengamatan dan
percobaan.

215

Peta Konsep

Makhluk
terbagi menjadi

Makhluk hidup

Makhluk tidak hidup

contoh

contoh

Manusia, hewan, dan tumbuhan

Batu, udara, dan air

ciri-ciri

Melakukan
pernapasan

Melakukan
gerak

Membutuhkan
makanan

Uji Kompetensi Awal


Sebelum mempelajari bab ini,
kerjakanlah soal-soal berikut.
1. Adakah perbedaan antara
makhluk hidup dan makhluk
tidak hidup?
2. Tuliskan ciri-ciri makhluk
hidup yang kamu ketahui.

Mengeluarkan
zat sisa

Bereaksi terhadap
rangsang

Berkembang biak

Membedakan Makhluk Hidup


dan Makhluk Tidak Hidup

Makhluk hidup dan makhluk tidak hidup memiliki ciri yang


sangat jelas berbeda. Salah satu contoh ciri makhluk hidup
adalah berkembang biak. Dengan berkembang biak, makhluk
hidup dapat mempertahankan keturunannya.
Sebelum mempelajari makhluk hidup lebih jauh, kamu harus
sudah dapat membedakan antara makhluk hidup dan makhluk
tidak hidup. Di Sekolah Dasar, kamu pun sudah mempelajari
hal tersebut. Untuk mengingatkannya kembali, lakukan kegiatan
berikut secara berkelompok.

Kegiatan Ilmiah 11.1


Tujuan
Membedakan makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup
Alat dan Bahan
Bolpoin dan buku tulis

216

Tumbuh

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Langkah Kerja
1. Amati makhluk-makhluk yang ada di halaman sekolahmu.
2. Catat makhluk-makhluk yang kamu temukan.
Pertanyaan
1. Makhluk apa saja yang termasuk kelompok makhluk hidup?
2. Makhluk apa saja yang termasuk kelompok makhluk tidak
hidup?
3. Ciri-ciri apakah yang kamu temukan pada makhluk-makhluk
tersebut sehingga dikelompokkan ke dalam makhluk hidup dan
tidak hidup?

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
ilmupedia.com/content/
view/180/33/
www.http://www.
forumsains.
com/index.php

Setelah melakukan Kegiatan Ilmiah 11.1 tentunya kamu


telah dapat membedakan secara langsung antara makhluk
hidup dan makhluk tidak hidup. Kamu dapat membedakannya
mungkin dengan mengamati ciri-ciri yang kamu lihat dari
makhluk hidup tersebut.
Makhluk hidup dan makhluk tidak hidup jelas berbeda. Ciriciri yang ada pada makhluk hidup berbeda dengan ciri-ciri pada
makhluk tidak hidup. Misalnya, pada makhluk hidup terdapat
ciri-ciri bernapas, bergerak, makan, mengeluarkan zat sisa, dan
berkembang biak. Ciri-ciri tersebut tentunya tidak akan dapat
kamu temui pada makhluk tidak hidup. Contoh dari makhluk
hidup, yaitu belalang, pohon di depan sekolahmu, dan tentunya
kamu sendiri. Contoh makhluk tidak hidup, yaitu tanah, batu,
dan air.

Uji Pemahaman Konsep 11.1


Kerjakan di dalam buku latihanmu.
1. Tuliskan hal penting yang membedakan
makhluk hidup dan makhluk tidak hidup.

2. Tuliskan contoh makhluk hidup dan


makhluk tidak hidup yang kamu ketahui.

Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Pada pembahasan sebelumnya kamu telah dapat membedakan


makhluk hidup dan makhluk tidak hidup. Selanjutnya agar
kamu lebih memahami konsep ciri-ciri makhluk hidup, berikut
ini akan dibahas ciri-ciri makhluk hidup satu per satu.

Makhluk Hidup

217

1. Bernapas
Fakta
Ilmiah
Makhluk hidup yang
paling sederhana adalah
organisme bersel tunggal.
Makhluk hidup bersel
tunggal hidup pertama di
Bumi dan hingga sekarang
masih dijumpai di manamana.

Semua makhluk hidup yang besar maupun yang kecil melakukan


pernapasan. Proses apa yang terjadi ketika kamu bernapas? Ketika
bernapas, kamu menghirup oksigen dari udara. Di dalam tubuh,
oksigen akan digunakan untuk membakar makanan yang kamu
makan. Pembakaran makanan tersebut menghasilkan tenaga atau
energi. Kamu dapat tumbuh, bergerak, dan melakukan kegiatan
hidup lainnya karena ada energi. Ketika bernapas, udara yang
kamu hirup bukan hanya oksigen, tetapi hanya oksigen yang
digunakan oleh tubuh. Perhatikan Tabel 11.1.
Tabel Komposisi Gas

Sumber: Ensiklopedia Iptek 2, 2007

Makhluk hidup bernapas menggunakan alat-alat pernapasan.


Apakah alat pernapasan pada manusia? Apakah alat pernapasan
pada kucing dan anjing? Manusia, kucing, dan anjing bernapas
menggunakan paru-paru. Namun, tidak semua hewan bernapas
dengan paru-paru. Cacing tanah tidak mempunyai alat khusus
untuk pernapasannya. Pertukaran gas pada cacing tanah terjadi
melalui kulitnya. Dapatkah kamu menyebutkan alat pernapasan
lainnya?
(a)

(b)
Pembuluh
Kantung trakea
udara
Insang
Spirakel

(c)

(d)

Paru-paru

Paru-paru
kanan

Pundi-pundi
udara

Paru-paru kiri

Gambar 11.1
Berbagai alat pernapasan pada
beberapa makhluk hidup (a)
serangga, (b) ikan, (c) burung, dan
(d) manusia.

218

Tenggorokan

Jantung

vv
Sumber: Biology: Discovering Life, 1991; Biology: Exploring Life, 1994

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

2. Bergerak
Ciri makhluk hidup yang mudah diamati adalah bergerak.
Sekarang cobalah kamu berdiri, kemudian suruh teman
sebangkumu untuk pindah tempat. Pada saat kamu berdiri dan
temanmu pindah tempat, kamu dan temanmu mempunyai
kemampuan, yaitu bergerak. Apakah kemampuan bergerak
dimiliki oleh hewan? Kemudian, apakah tumbuhan juga dapat
bergerak?
Agar dapat bergerak, makhluk hidup membutuhkan alat
gerak. Alat gerak pada makhluk hidup bermacam-macam, ada
yang bergerak dengan kaki, sayap, atau dengan sirip. Makhluk
hidup berukuran kecil (mikroorganisme), seperti Amoeba dan
Paramaecium, juga memiliki alat gerak. Amoeba alat geraknya
berupa kaki semu (Gambar 11.2), sedangkan Paramaecium alat
geraknya berupa rambut getar.
Kaki semu

Soal Persiapan UN
Ciri-ciri mahluk hidup
yang hanya terdapat pada
hewan adalah .
a. bergerak pindah tempat
b. berkembang biak
c. tumbuh dan berkembang
d. melakukan ekskresi
(UN 2007)
Pembahasan
Ciri makhluk hidup antara
hewan dan tumbuhan
dapat dibedakan dalam
hal berpindah tempat.
Hewan berpindah tempat,
sedangkan tumbuhan
tidak.
Jawaban: A

Gambar 11.2
Amoeba dapat bergerak dengan
mempergunakan kaki semunya.
Sumber: Concise Encyclopedia Nature, 1994

Apakah tumbuhan juga mempunyai alat gerak? Diskusikan


dengan teman-temanmu.

3. Makan
Mengapa makhluk hidup harus makan? Makanan mempunyai
banyak fungsi bagi tubuh, terutama sebagai sumber energi.
Manusia dan makhluk hidup lainnya dapat melakukan berbagai
aktivitas karena memiliki energi yang cukup. Energi diperoleh
dari makanan. Makanan juga diperlukan untuk pertumbuhan
dan untuk mengganti jaringan tubuh yang rusak.
(a)

(b)

Gambar 11.3
Makhluk hidup membutuhkan
makanan. (a) Orangutan memakan
durian. (b) Nyamuk menghisap
darah.
(c) Singa memangsa hewan lain.

(c)

Sumber: Tropical Wildlife of Indonesia & Southeast Asia, 1998; www.dw-world.de; Biology: Discovering Life, 1991

Makhluk Hidup

219

Tantangan IPA
Science Quest
Apakah tujuan makhluk
hidup berkembang biak?
What is the goal of
reproduction for livimg
organisms?

Sumber: homepage.smc.edu

Gambar 11.4
Gutasi pada tumbuhan.

Apakah tumbuhan juga membutuhkan makanan? Perkirakan


olehmu, sekiranya dua tanaman yang sama, salah satunya diberi
pupuk, dan tanaman yang satunya tidak diberi pupuk. Manakah
yang pertumbuhannya lebih bagus? Dapatkah kamu melakukan
penyelidikan untuk membuktikannya?

4. Mengeluarkan Zat Sisa


Pembakaran zat-zat makanan akan menghasilkan energi dan zat
sisa. Dalam keadaan normal, zat sisa tidak berbahaya. Namun,
dalam kadar tinggi, zat sisa dapat membahayakan tubuh. Oleh
(c)
karena itu, zat-zat tersebut harus dikeluarkan. Proses pengeluaran
zat sisa ini disebut ekskresi.
Zat sisa yang dikeluarkan makhluk hidup dapat berupa
karbon dioksida, uap air, dan urea. Pengeluaran karbon dioksida
dan uap air terjadi pada saat mengembuskan napas. Urea
dikeluarkan tubuh pada waktu buang air kecil. Bau yang keluar
waktu buang air kecil adalah bau khas urea.
Untuk mengeluarkan zat sisa diperlukan alat ekskresi. Alat
ekskresi hewan berupa paru-paru, ginjal, hati, dan kulit. Paru-paru
mengeluarkan karbon dioksida dan uap air, ginjal mengeluarkan
air seni, sedangkan hati merupakan tempat pembentukan urea.
Kulit mengeluarkan minyak dan keringat. Pengeluaran minyak
terlihat jelas di bagian kulit hidung. Adapun keringat dengan
mudah dijumpai di seluruh permukaan kulit setelah melakukan
aktivitas yang berat, seperti berolahraga.
Adapun alat ekskresi pada tumbuhan berupa celah di bagian
epidermis daun. Celah ini disebut mulut daun atau stoma (disebut
stomata jika banyak), dan di bagian batang yang disebut lentisel.
Stomata dan lentisel mengeluarkan uap air, air, oksigen dan karbon
dioksida. Uap air dikeluarkan pada saat terjadi proses penguapan
atau transpirasi. Adapun air dikeluarkan dalam bentuk tetesantetesan air di ujung dan tepi daun melalui proses gutasi (Gambar
11.4). Sementara itu, oksigen dan karbon dioksida dikeluarkan
melalui proses respirasi.

Tugas
Ketika kamu mengembuskan napas ke arah permukaan cermin atau kaca, cermin atau kaca tersebut
akan berembun. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Kemudian, sentuhlah bekas embusan napas
yang menempel pada permukaan cermin atau kaca tersebut? Diskusikanlah bersama teman-temanmu.
Buatlah sebuah laporan dari hasil diskusi tersebut. Jika perlu, pergilah ke perpustakaan untuk mencari
referensi yang diperlukan.

220

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

5. Bereaksi terhadap Rangsang


Semua makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk menerima
dan bereaksi terhadap rangsangan. Kemampuan menerima dan
bereaksi terhadap rangsang disebut iritabilitas.
Kemampuan mereaksi rangsang untuk setiap makhluk hidup
berbeda-beda. Manusia dan hewan mampu mereaksi rangsang
dengan cepat karena memiliki sistem saraf dan alat indra. Per
hatikan serombongan semut yang berbondong-bondong menuju
gula pada saat semut mencium aroma manis. Semut menerima
rangsang berupa aroma, kemudian semut bergerak menuju
sumber aroma tersebut.
Apakah tumbuhan memiliki kemampuan menerima dan
mereaksi rangsang? Walaupun tidak mempunyai saraf, tumbuhan
mampu menerima dan mereaksi rangsang. Contohnya, gerak
tumbuhan ke arah cahaya dan gerak tumbuhan putri malu ketika
disentuh.
(a)

(b)

Tokoh IPA

Sir William Bowman


(18161892)
Ia adalah seorang ahli
bedah, ahli histologi,
dan ahli anatomi
berkebangsaan Inggris.
Pada usia 25 tahun, ia telah
mengidentifikasi struktur
pada nefron yang dikenal
dengan kapsula Bowman.
Sumber: id.wikipedia.org

Gambar 11.5
Sumber: Biology: Discovering Life, 1991; Botany,1995

6. Berkembang Biak

Perkembangbiakan pada makhluk hidup dapat terjadi melalui


dua cara, yaitu secara kawin dan secara tidak kawin. Perkembang
biakan secara kawin disebut perkembangbiakan generatif. Adapun
perkembangbiakan secara tidak kawin dinamakan perkembang
biakan vegetatif. Apakah perbedaan antara perkembangbiakan
secara kawin dan tidak kawin?
Perkembangbiakan secara kawin selalu melibatkan pertemuan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Ada
pun perkembangbiakan secara tidak kawin tidak melibatkan alat
perkembangbiakan. Contoh perkembangbiakan tidak kawin adalah
membelah diri dan membentuk tunas. Perhatikan gambar berikut.
(a)

(b)

1. Sel induk

2. Nukleus membelah

(a) Tumbuhan bergerak condong


ke arah sumber cahaya. (b) Semut
dapat menanggapi rangsang
sehingga dapat menemukan
tempat makanan berada.

Gambar 11.6
(a) Amoeba membelah diri dan
(b) pohon pisang menghasilkan
tunas.
Apa yang terjadi jika kamu
menghilangkan putik pada suatu
bunga?

3. Sitoplasma membelah

4. Terbentuk dua individu


Sumber: www.harlem-school.com; www.bonsaibc.com

Makhluk Hidup

221

Uji Sikap
Untuk mendapatkan tinggi
yang ideal, banyak orang
mengonsumsi obat- obatan
untuk menambah tinggi
badan.
Bagaimana menurutmu
tentang pernyataan
tersebut, apakah benar
obat-obatan tersebut
mampu menambah tinggi
yang ideal?

7. Tumbuh
Pertumbuhan merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Setiap
makhluk hidup, baik hewan maupun tumbuhan mengalami
proses pertumbuhan.
Pertumbuhan pada makhluk hidup ditandai dengan ber
tambahnya berat, ukuran, dan volume tubuh. Bertambahnya
berat, ukuran, dan volume tubuh makhluk hidup disebabkan
oleh bertambahnya jumlah dan ukuran sel-sel yang membangun
tubuh. Sel yang menyusun tubuh makhluk hidup dapat
bertambah melalui proses pembelahan sel. Apakah hal tersebut
juga terjadi pada benda mati, seperti meja, kursi, atau papan
tulis?
Perubahan yang terjadi pada makhluk hidup tidak hanya
terjadi karena proses pertumbuhan saja. Selain pertumbuhan,
makhluk hidup juga mengalami peristiwa perkembangan. Pada
peristiwa perkembangan, makhluk hidup mengalami kedewasaan,
baik secara fisik maupun psikis (sikap atau emosional). Dalam
perjalanan hidupnya, pertumbuhan dan perkembangan sulit
dipisahkan.
Daun
primer
Biji berselaput

Daun
primer

Kotiledon
Kotiledon

Gambar 11.7
Makhluk hidup mengalami
pertumbuhan. Pertumbuhan pada
kacang hijau dimulai dengan
terbentuknya akar. Setelah itu,
terbentuklah daun.

Kotiledon
Daun
primer

Cabang akar

Nodus/
buku
Cabang
akar

Bakal akar
Akar primer
Sumber: Biology: The Unity and Diversity of Life, 1995

Uji Pemahaman Konsep 11.2


Kerjakanlah di dalam buku latihanmu.
1. Tuliskan ciri-ciri makhluk hidup secara
lengkap.
2. Mengapa makhluk hidup mengeluarkan
zat sisa?

222

3. Bagaimana tumbuhan bereaksi terhadap


rangsang?
4. Apakah yang dimaksud dengan tumbuh?

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Rangkuman
1. Makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang
membedakannya dengan makhluk tidak
hidup.

2. Ciri-ciri makhluk hidup adalah bernapas,


bergerak, makan, mengeluarkan zat sisa,
bereaksi terhadap rangsang, berkembang
biak, dan tumbuh.

Kata Kunci





berkembang biak
ekskresi
gerak
hidup
iritabilitas
lentisel

makan
mikroorganisme
nitrogen
oksigen
gutasi
respirasi

stoma
transpirasi
tumbuh
vegetatif
zat sisa

Apa yang Kamu Peroleh Setelah Mempelajari Bab Ini?


Setelah kamu mempelajari materi tentang Makhluk Hidup, kamu tentu merasakan
manfaatnya, seperti dapat membedakan makhluk hidup dan makhluk tidak hidup. Coba
jelaskan olehmu manfaat lain yang kamu rasakan setelah mempelajari materi tersebut.
Selain itu, bagian mana yang belum kamu pahami? Coba tuliskan dan konsultasikan
hasilnya dengan gurumu.

Uji Kompetensi Bab 11


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1. Berikut ini yang bukan ciri makhluk hidup
adalah ....
a. bergerak
c. berubah bentuk
b. tumbuh
d. berkembang biak
Alasan:
2. Makhluk dikelompokkan menjadi makhluk
hidup dan makhluk tidak hidup.
I

II

III

IV

Gambar yang termasuk ke dalam makhluk


hidup adalah .
a. I dan II
c. II dan III
b. I dan III
d. III dan IV
Alasan:
3. Pada waktu kamu mengembuskan napasmu
ke permukaan cermin atau kaca, zat yang

Makhluk Hidup

223

menempel pada permukaan cermin atau kaca


tersebut adalah ....
a. oksigen
c. uap air
b. karbon dioksida d. udara
Alasan:
4. Perhatikan gambar ikan dan perahu layar
berikut.

Ciri yang membedakan ikan dan perahu layar


adalah ....
a. ikan dapat bergerak
b. ikan berkembang biak
c. ikan memerlukan energi
d. ikan hidup di air
Alasan:
5. Makhluk hidup dapat bernapas. Pernyataan
yang benar mengenai pernapasan makhluk
hidup adalah ....
a. mengambil oksigen dan mengeluarkan
karbon dioksida
b. mengambil karbon dioksida dan menge
luarkan oksigen
c. mengambil oksigen dan mengeluarkan
karbon dioksida dan uap air
d. mengambil karbon dioksida dan menge
luarkan oksigen dan air
Alasan:
6. Jika tanaman sikejut (putri malu) disentuh,
daun tanaman tersebut akan mengatup. Ini
membuktikan bahwa tumbuhan putri malu
dapat ....
a. mengeluarkan zat sisa
b. berkembang biak
c. bereaksi terhadap rangsang
d. menyesuaikan terhadap perub ahan
lingkungan
Alasan:
7. Berikut adalah suatu percobaan yang di
lakukan murid.

8.

9.

10.

11.

224

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

(a)

(b)

Diberi pupuk

Tidak diberi pupuk

Percobaan yang dilakukan siswa tersebut


adalah untuk membuktikan bahwa ....
a. tumbuhan tidak memerlukan makanan
b. tumbuhan akan mati jika tidak diberi
pupuk
c. tumbuhan akan baik pertumbuhannya jika
diberi pupuk
d. pupuk sangat diperlukan oleh tumbuhan
Alasan:
Alat ekskresi pada daun disebut ....
a. stomata
b. lentisel
c. transpirasi
d. epidermis
Alasan:
Burung bernapas menggunakan ....
a. insang
c. pembuluh trakea
b. kulit
d. pundi udara
Alasan:
Ketika kamu menyentuh daun putri malu,
yang akan terjadi pada daun putri malu
tersebut adalah ....
a. daun putri malu tetap diam
b. daun putri malu menutup untuk beberapa
saat, kemudian membuka
c. daun putri malu menutup kemudian
langsung membuka
d. d a u n p u t r i m a l u a k a n m e n u t u p
selamanya
Alasan:
Perhatikan gambar berikut.

Sumber: Kamus Visual, 2004

Ciri makhluk hidup yang ditunjukkan oleh


gambar tersebut adalah ....
a. bergerak
b. berkembang biak
c. peka terhadap rangsang
d. tumbuh
Alasan:
12. Proses perkembangan tidak dapat dipisahkan
dari proses pertumbuhan. Perkembangan pada
tumbuhan ditandai dengan terbentuknya ....
a. daun
c. batang
b. akar
d. bunga
Alasan:
13. Pada saat kamu duduk di kelas IV SD, berat
badanmu hanya 25 kg. Sekarang, berat
badanmu 35 kg. Pertambahan berat badan
menunjukkan bahwa tubuhmu mengalami ....

a. pertumbuhan
b. perkembangan
c. pertumbuhan dan perkembangan
d. pertambahan usia
Alasan:
14. Pisang berkembang biak dengan ....
a. membelah diri c. kawin
b. spora
d. tunas
Alasan:
15. Kemampuan menerima dan bereaksi terhadap
rangsang disebut ....
a. transpirasi
b. respirasi
c. kontraksi
d. iritabilitas
Alasan:

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


1. Tuliskan ciri-ciri makhluk hidup.
2. Mengapa makhluk hidup memerlukan
oksigen untuk bernapas?
3. Salah satu ciri dari makhluk hidup adalah
bergerak. Sebutkan alat gerak pada makhluk
hidup berikut ini.

a. buaya

b. katak

c. Amoeba

d. Paramaecium

e. burung

4. Proses tranpirasi, gutasi, dan respirasi


merupakan contoh-contoh dari proses
pengeluaran zat sisa. Jelaskan perbedaan
ketiga proses tersebut.
5. Rumah tawon setiap hari terus bertambah
ukurannya. Seperti telah dibahas sebelumnya,
salah satu ciri makhluk hidup adalah
berkembang biak. Dengan demikian, apakah
rumah tawon termasuk makhluk hidup?
Jelaskan.

II. Uji Pemahaman IPA


1. Untuk mengetahui pengaruh pupuk (NPK)
terhadap pertumbuhan, dilakukan percobaan
dengan menanam dua tumbuhan pada pot
yang berbeda. Pot pertama hanya disiram
dengan air suling, sedangkan pot yang
kedua disiram dengan larutan NPK. Hasil
percobaan tertera pada tabel berikut.

Makhluk Hidup

225

a. Isilah rata-rata pertumbuhan kedua tum


buhan tersebut. Samakah hasilnya?

b. Buatlah grafik pertumbuhan kedua
tumbuhan itu.

c. Apakah kesimpulan dari percobaan
tersebut?
2. Makhluk hidup memerlukan oksigen untuk
pernapasannya. Untuk membuktikan hal
tersebut, dilakukan percobaan dengan memasukkan lilin yang menyala, tikus hidup,
dan tumbuhan pada stoples. Perhatikanlah
gambar berikut.

(A)

(B)

(C)
Sumber: Botany, 1995

a. Mengapa nyala lilin pada stoples A


beberapa saat kemudian mati?
b. Mengapa tikus pada stoples B beberapa
saat kemudian mati?
c. Mengapa tikus pada stoples C dapat
bertahan hidup?

Mengukur Ketuntasan Belajar


Setelah kamu selesai menjawab pertanyaan pada Uji Kompetensi Bab ini, periksalah jawabanmu dengan
melihat kunci jawaban, bertanya pada guru, atau melihat kembali materi pada buku ini. Gunakan
rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajarmu.
Tingkat penguasaan =

Skor yang kamu peroleh


100%
Skor maksimal

Tingkat penguasaan yang kamu peroleh:


90% 100% Baik sekali
80% 89%
Baik
70% 79%
Cukup
< 69%
Kurang
Jika kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kamu telah tuntas mempelajari materi bab
ini dan dapat mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, jika tingkat penguasaan kamu kurang dari
80%, kamu harus mempelajari kembali materi bab ini, terutama bagian yang belum kamu kuasai.

Kata Bijak
Ilmu pengetahuan yang sedikit menjauhkan Anda dari Tuhan, namun
pengetahuan yang dalam mendekatkan Anda kepada-Nya.
(Louis Pasteur)

226

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab

12

w.na
Sumber: ww

tureph

.
oto-cz

com

Klasifikasi Makhluk Hidup


Manfaat Hasil Belajar
Agar dapat memahami keanekaragaman makhluk hidup, kamu harus mampu mengklasifikasikan makhluk hidup
berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki.

Pada Bab 11, kamu telah mempelajari bahwa makhluk hidup


memiliki ciri-ciri seperti bernapas, bergerak, makan, dan ber
kembang biak. Selain itu, makhluk hidup yang ada di dunia ini
sangatlah beraneka ragam.
Meskipun makhluk hidup beraneka ragam, namun tetap
terdapat kesamaan ciri yang dapat diamati. Kesamaan ciri
ini terkadang hanya sedikit pada beberapa makhluk hidup.
Sebaliknya, pada beberapa makhluk hidup lain kesamaan cirinya
sangat banyak sehingga sulit untuk membedakan dua makhluk
hidup yang mirip.
Oleh karena itulah, ilmuwan membuat suatu sistem penge
lompokan yang disebut sistem klasifikasi. Apa klasifikasi itu?
Apa tujuan dan manfaat klasifikasi? Semua pertanyaan itu dapat
kamu temukan setelah mempelajari bab berikut.

227

Peta Konsep

Makhluk hidup
dikelompokkan berdasarkan

Persamaan ciri
terdiri atas

Monera

Protista

contohnya

Bakteri

contohnya

Sebelum mempelajari bab ini,


kerjakanlah soal-soal berikut.
1. Terdapat pensil, pulpen,
gunting, penggaris, cincin,
gelang, dan penghapus.
Kelompokkan barangbarang tersebut. Apakah
dasar pengelompokanmu?
2. Tuliskan ciri-ciri yang
membedakan hewan dan
tumbuhan.

contohnya

Jamur tiram

Amoeba

Uji Kompetensi Awal

228

Fungsi

Plantae
contohnya

Rambutan

Animalia
contohnya

Ikan

Keanekaragaman Makhluk Hidup

Klasifikasi merupakan suatu cara untuk menyusun objek atau


informasi ke dalam kelompok berdasarkan suatu kesamaan.
Hal ini telah banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Misalnya, jika kamu ingin membeli kaset album musik penyanyi
favoritmu, tentunya kamu akan mencarinya di toko kaset. Setelah
itu, kamu mencari album tersebut berdasarkan jenis musik dan
huruf awal penyanyinya. Bayangkan jika kaset album musik
tersebut tidak tersusun dan ditempatkan secara acak, akan sulit
mencarinya, bukan?
Bumi dihuni oleh berbagai jenis makhluk hidup. Hingga
saat ini, para ahli telah mengenal hampir 10.000.000 jenis
makhluk hidup. Kemungkinan besar, masih banyak lagi jenis
lainnya yang belum ditemukan. Salah satu cara yang digunakan
untuk mempelajari makhluk hidup yang sangat beranekaragam
adalah melalui pengelompokan atau klasifikasi.
Untuk mengelompokkan makhluk hidup, dibutuhkan
dasar pengelompokan. Pengelompokan makhluk hidup biasanya
berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimilikinya. Makhluk

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

hidup yang memiliki ciri yang sama dikelompokkan dalam


kelompok yang sama. Pengelompokan ini dilakukan secara
bertingkat. Setiap tingkatan pengelompokan disebut takson
(Gambar 12.1). Semakin banyak persamaannya, semakin dekat
kekerabatannya dan tingkat taksonnya semakin rendah. Semakin
sedikit persamaannya, semakin jauh kekerabatannya, tingkat
taksonnya semakin tinggi.
Ciri-ciri yang diamati dalam klasifikasi makhluk hidup
biasanya dimulai dari yang bersifat umum. Kemudian, dilanjutkan
pada ciri-ciri yang bersifat khusus.
Tokoh yang sangat berjasa terhadap perkembangan ilmu
klasifikasi makhluk hidup adalah Carolus Linnaeus. Ahli Biologi
berkebangsaan Swedia ini, membagi makhluk hidup menjadi
dua dunia (Kingdom), yaitu dunia hewan (Animalia) dan dunia
tumbuhan (Plantae).
Selain itu, ia juga memelopori pemberian nama makhluk
hidup menggunakan dua nama latin yang dikenal dengan
binomial nomenklatur. Cara ini memberi nama jenis atau spesies
makhluk hidup dengan dua kata. Nama genus sebagai kata
pertama dan nama spesies sebagai kata kedua. Nama genus dan
nama spesies tersebut dicetak miring atau digarisbawahi setiap
kata. Huruf pertama nama genus menggunakan huruf besar.
Perhatikan contoh berikut.
Oryza sativa atau Oryza sativa, yaitu padi.
Drosophila melanogaster atau Drosophila
melanogaster, yaitu lalat buah.
Felis domestica atau Felis domestica, yaitu kucing.
Sistem penamaan binomial nomenklatur ini oleh para
ilmuwan disepakati sebagai penamaan makhluk hidup yang
diakui. Hal ini berguna agar tidak terjadi perbedaan nama untuk
suatu jenis makhluk hidup karena perbedaan bahasa di dunia.
Sebelum mikroskop ditemukan, bagi kebanyakan orang,
makhluk hidup terdiri atas hewan dan tumbuhan. Penemuan
mikroorganisme melalui mikroskop mengungkap keberadaan
makhluk hidup yang tidak termasuk hewan atau tumbuhan,
seperti pada Gambar 12.2.
(a)

Tinggi

Kerajaan (kingdom)
Divisi (divisio/filum)
Kelas (classis)
Bangsa (ordo)
Suku (familia)
Marga (genus)
Jenis (spesies)

Rendah

Gambar 12.1
Tingkatan takson pada klasifikasi
makhluk hidup.

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
http://biology.about.
com/b/2006/12/15/
binomial-nomenclature.
htm
http://www.britannica.
com/eb/article-9056056/
nomenclature
http://www.bio200.buffalo.
edu/labs/nomenclature.
html
http://www.e-dukasi.net/
mol/mo_full.

(b)

Gambar 12.2
(a) Euglena merupakan makhluk
hidup satu sel yang bergerak
bebas dan memiliki kloroplas.
(b) Jamur mirip tumbuhan namun
tidak memiliki kloroplas.
Apakah kedua makhluk hidup ini
termasuk hewan atau tumbuhan?
Sumber: Biology: The Unity and Diversity of Life, 1995;
Microsoft Encarta Reference Library, 2005

Klasifikasi Makhluk Hidup

229

Pada 1969, Robert H. Whittaker menambahkan beberapa


golongan dalam klasifikasi makhluk hidup. Sistem yang di
gunakan adalah membagi semua makhluk hidup dalam sistem
lima kingdom. Kelima kingdom tersebut, yaitu Monera, Protista,
Fungi (jamur), Plantae (tumbuhan), dan Animalia (hewan).

Monera

Protista

Gambar 12.3

Plantae

Animalia

Prokariotik

Organisme Awal

Eukariotik

Pembagian makhluk hidup


berdasarkan sistem lima kingdom.
Termasuk kingdom apakah
serangga?

Fungi

Sumber: Biology: Concepts and Connections, 2006

Berikut akan diuraikan ciri dan karakteristik masing-masing


kingdom, serta beberapa contoh jenis makhluk hidupnya.

1. Kingdom Monera
Monera adalah organisme yang inti selnya tidak memiliki
membran. Monera merupakan bentuk kehidupan paling
sederhana. Umumnya berkembang biak dengan cara membelah
diri. Makhluk hidup yang termasuk Monera adalah bakteri
(Eubacteria) dan Archaebacteria (termasuk di dalamnya
Cyanobacteria).
Bakteri merupakan organisme mikroskopis. Umumnya
bakteri aktif bergerak pada kondisi lembap. Bakteri tidak dapat
membuat makanan sendiri karena tidak memiliki klorofil.
(a)

(b)

Gambar 12.4
Kelompok yang termasuk Monera
adalah
a) bakteri Streptococcus, dan
b) Cyanobacteria jenis Anabaena.
Sumber: Essentials of Biology,1990

230

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bakteri memegang peranan penting dalam mendaur ulang


zat makanan dan mineral. Bayangkan, apa yang akan terjadi
seandainya di dunia ini tidak ada bakteri? Sampah-sampah tentunya
akan menumpuk karena tidak ada yang menguraikannya. Selain
itu, beberapa jenis bakteri bermanfaat juga dalam pembuatan
makanan dan minuman, seperti nata de coco dan yoghurt.
Berbeda dengan bakteri, Cyanobacteria telah memiliki klorofil.
Cyanobacteria dapat membuat makanan sendiri melalui fotosintesis.
Selain sebagai sumber makanan, Cyanobacteria berperan sebagai
makhluk hidup pelopor perintis di dalam satu ekosistem.

2. Kingdom Protista
Kingdom Protista meliputi makhluk hidup satu sel atau
banyak sel yang telah memiliki membran inti sel. Protista dapat
dikelompokkan menjadi Protista mirip tumbuhan, Protista mirip
hewan, dan Protista mirip jamur.
Protista mirip tumbuhan dikenal sebagai ganggang atau alga.
Alga ini memiliki kloroplas sehingga mampu berfotosintesis untuk
menghasilkan makanan. Selain kloroplas, alga juga memiliki
zat warna atau pigmen lain. Berdasarkan zat warna yang paling
dominan, alga dikelompokkan menjadi alga hijau (Chlorophyta),
alga merah (Rhodophyta), alga cokelat (Phaeophyta), dan alga
keemasan (Chrysophyta).
(a)

(b)

Gambar 12.5

Sumber: Botany, 1995; Biology: Exploring Life, 1994

Contoh spesies yang termasuk


alga merah, yaitu
(a) Bannemaisonia hamifera dan
(b) Coralina.

Alga hijau memiliki pigmen klorofil yang dominan. Alga


merah memiliki pigmen klorofil dan pigmen merah (fikoeritrin).
Adapun alga cokelat mengandung pigmen cokelat (fikosantin)
dan klorofil. Alga keemasan mengandung pigmen berwarna
kuning keemasan (karoten).
Protista mirip hewan yang dikenal dengan protozoa
merupakan makhluk hidup satu sel yang bergerak bebas di
perairan. Mereka tidak memiliki kloroplas sehingga mendapatkan
energi dari makanan yang mereka dapat. Pengelompokan Protista
mirip hewan ini dibuat berdasarkan cara mendapatkan makanan
dan cara bergerak. Pergerakan Protista mirip hewan dibantu
antara lain dengan kaki semu, bulu cambuk, dan rambut getar.
Perhatikan Gambar 12.6.
Klasifikasi Makhluk Hidup

231

(a)

(b)

Gambar 12.6
Contoh Protista mirip hewan
(a) Amoeba bergerak dengan kaki
semu dan
(b) Paramaecium bergerak
dengan rambut getar.

Sumber: Microsoft Encarta Reference Library, 2005

Protista mirip jamur memiliki fase reproduksi berkoloni


yang mirip jamur. Meskipun sebenarnya setiap individu pada
koloni tersebut mampu bertahan hidup sendiri. Contoh Protista
mirip jamur ini yaitu Physarium sp. atau yang lebih dikenal
dengan jamur lendir (Gambar 12.7).

3. Kingdom Fungi (Jamur)

Sumber: Biology, 1999

Gambar 12.7
Physarium sp. ini membentuk
koloni yang mirip jamur.

(a)

Jamur tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat membuat


makanan sendiri. Makanannya diperoleh dengan menyerap
zat organik dari lingkungannya. Jamur ada yang hidup dalam
organisme yang telah mati, ada pula yang yang hidup dalam
organisme yang masih hidup sebagai parasit.
Ukuran tubuh jamur sangat bervariasi. Ada yang bersel satu,
seperti jamur roti atau ragi (Saccharomyces cereviceae) dan ada
yang bersel banyak, misalnya jamur tiram (Pleurotus ostreatus).
Sel-sel yang membentuk tubuh jamur merupakan suatu bentuk
khusus yang dinamakan miselium. Miselium terdiri atas benangbenang halus yang disebut hifa.
(b)

Sumber: Biology: The Unity and Diversity of Life, 1995; Botany,1995

Gambar 12.8
Jamur banyak dimanfaatkan oleh
manusia. Misalnya,
(a) jamur tiram (Pleurotus
ostreatus) yang dapat dimakan
dan (b) spora jamur Aspergillus.
Namun, ada pula jamur yang
beracun, misalnya (c) Amanita
muscaria.

232

(c)

4. Kingdom Plantae (Tumbuhan)


Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang berklorofil dan
berdinding sel. Mereka dapat menggunakan energi matahari untuk
mengubah materi sederhana menjadi makanan melalui fotosintesis.
Para ahli botani telah berhasil mengidentifikasi sekitar 400.000
jenis tumbuhan dan mengelompokkannya menjadi beberapa
kelompok. Dunia tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan
tidak berpembuluh dan tumbuhan berpembuluh. Bagaimanakah
ciri masing-masing kelompok tumbuhan tersebut?

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

a. Tumbuhan tidak Berpembuluh


Kelompok tumbuhan tidak berpembuluh umumnya hidup di
daerah yang lembap. Tumbuhan tidak berpembuluh meliputi
semua jenis tumbuhan lumut (Bryophyta). Apakah kamu tahu
bahwa lumut tidak hanya satu jenis?
Lumut merupakan tumbuhan pertama yang hidup di darat.
Tumbuhan lumut tidak memiliki pembuluh angkut. Akan tetapi,
lumut memiliki rizoid serupa benang yang berfungsi sebagai
akar.
Berdasarkan struktur tubuhnya, lumut dikelompokkan
menjadi lumut hati (Hepatophyta), lumut daun (Bryophyta), dan
lumut tanduk (Anthocerophyta). Lumut hati adalah tumbuhan
sederhana yang berbentuk seperti pita. Contoh lumut hati
adalah Marchantia. Lumut daun sudah memiliki bagian yang
mirip batang dan daun. Contoh lumut daun, adalah Polytrichum
dan Sphagnum. Lumut tanduk memiliki bentuk seperti tanduk.
Contoh lumut tanduk adalah Anthoceros sp.
(a)

(b)

(c)

b. Tumbuhan Berpembuluh
Pada umumnya, kelompok tumbuhan berpembuluh telah
memiliki berkas pengangkut yang membangun sistem pembuluh.
Itulah sebabnya, mengapa kelompok tumbuhan ini disebut
tumbuhan berpembuluh.
Semua tumbuhan berpembuluh telah memiliki akar,
batang, dan daun sejati. Tumbuhan yang telah memiliki akar,
batang, dan daun sejati disebut tumbuhan kormus (Cormophyta).
Tumbuhan berpembuluh dapat dikelompokkan menjadi dua
kelompok, yaitu tumbuhan paku (Pteridophyta) dan tumbuhan
biji (Spermatophyta).

Sumber: Botany, 1995

Gambar 12.9
Lumut dikelompokkan menjadi tiga,
yaitu lumut hati dan lumut daun.
a) Marchantia,
(b) Polytrichum, dan
(c) Anthoceros sp.

1) Tumbuhan Paku (Pteridophyta)


Tumbuhan paku telah memiliki akar, batang, dan daun sejati.
Pada umumnya, batang tumbuhan paku sangat pendek, berupa
akar tinggal (rizoma). Hanya sebagian kecil yang memiliki batang
yang panjang, misalnya paku tiang. Daun tumbuhan paku dapat
dibedakan dengan tumbuhan lainnya karena daun yang masih
muda selalu menggulung. Tumbuhan paku memiliki klorofil

Klasifikasi Makhluk Hidup

233

sehingga dapat berfotosintesis. Contoh tumbuhan paku adalah


paku sarang burung (Asplenium nidus), Selaginella sp., suplir
(Adiantum sp.), dan paku ekor kuda (Equisetum).
(a)

(b)

Gambar 12.10
(a) Pada saat masih tunas, daun
tumbuhan paku menggulung. (b) Spora
pada tumbuhan paku.

Sumber: Indonesian Heritage: Plants,1996; Botany, 1995

2) Tumbuhan Biji (Spermatophyta)


Tumbuhan ini dinamakan tumbuhan biji karena dapat
menghasilkan biji. Biji digunakan sebagai alat untuk berkembang
biak. Biji dibentuk di dalam bunga sehingga tumbuhan biji
sering disebut tumbuhan berbunga atau Anthophyta. Proses ter
bentuknya biji pada bunga dimulai dengan proses penyerbukan
yang diikuti oleh proses pembuahan.
Anggota kelompok tumbuhan biji memiliki persamaan dan
perbedaan. Berdasarkan letak bijinya, tumbuhan biji (Sperma
tophyta) dibagi menjadi dua, yaitu tumbuhan berbiji terbuka
(Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).

Sumber: Biology: Exploring Life, 1995

Gambar 12.11
Strobilus merupakan alat
perkembangbiakan pada pinus.

a) Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae)


Tumbuhan berbiji terbuka memiliki biji yang tidak ditutupi
daging buah. Biji sebagai alat perkembangbiakan pada tum
buhan berbiji terbuka, terletak dalam suatu badan berbentuk
kerucut yang disebut runjung (strobilus). Terdapat dua macam
runjung, yaitu runjung betina dan runjung jantan.
Dalam kelompok tumbuhan biji terbuka terdapat spesies
yang khas, yaitu Ginkgo biloba. Selain Ginkgo, contoh tumbuhan
biji terbuka lainnya adalah pakis haji, pinus, dan melinjo.
(a)

(b)

Gambar 12.12
(a) Buah Ginkgo dan
(b) melinjo. Keduanya merupakan
contoh tumbuhan berbiji terbuka.

234

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Sumber: www.worldnet.kbs.co; www.indomedia.com

b) Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae)


Jika kamu memerhatikan buah avokad, rambutan, mangga, atau
buah apel, biji-biji tumbuhan tersebut tidak terlihat dari luar.
Biji-biji tumbuhan tersebut tersimpan di dalam buah. Atas dasar
inilah, tumbuhan tersebut dikelompokkan ke dalam tumbuhan
berbiji tertutup (Angiospermae).
Berdasarkan jumlah keping bijinya (kotiledon), tumbuhan
berbiji tertutup dibedakan menjadi tumbuhan berbiji keping
satu (Monocotyledonae) dan tumbuhan berbiji keping dua
(Dicotyledonae). Selain perbedaan jumlah keping bijinya, ciri apa
lagi yang membedakan tumbuhan monokotil dan dikotil? Untuk
mengetahuinya, lakukan kegiatan berikut secara berkelompok.

Sumber: Stockbyte

Gambar 12.13
Avokad termasuk tumbuhan berbiji
tertutup.

Kegiatan Ilmiah 12.1


Tujuan
Membedakan ciri tumbuhan dikotil dan monokotil
Alat dan Bahan
Tumbuhan kembang sepatu, mangga, kacang tanah, jagung,
anggrek, dan rumput
Langkah Kerja
1. Sediakan beberapa macam tumbuhan antara lain (kembang
sepatu, mangga, kacang tanah jagung, anggrek, dan rumput.
2. Amati ciri pokok masing-masing tumbuhan tersebut. Hal
yang perlu kamu amati adalah:
daun : pertulangan daunnya, apakah menyirip, menjari,
atau sejajar;
batang : bercabang atau tidak bercabang;
bunga : jumlah kelopak bunga dan jumlah mahkota bunga;
biji : jumlah keping bijinya (tunggal atau ganda);
akar : sistem perakarannya tunggang atau serabut.
Untuk memudahkan dalam mengidentifikasi tumbuhan
tersebut, gambar berikut dapat dijadikan acuan.
Perkecambahan

Dikotil

Biji

Monokotil

Berkeping dua Kotiledon di atas


tanah

Berkeping satu

Kotiledon di
bawah tanah

Fakta
Ilmiah
Pohon Ginkgo atau
Maidenhair telah hidup
lebih dari 300 juta tahun
silam. Pohon itu adalah
satu-satunya spesies
purba (dari kelompoknya)
yang masih hidup.
Sumber : Ensiklopedi Iptek 2, 2007

Batang

Jaringan pembuluh
tersusun dalam
lingkaran

Jaringan pembuluh
tersebar

Klasifikasi Makhluk Hidup

235

Akar

Bunga

Urat daun menjalar

Akar tunggang

Bunga dan bagiannya


kelipatan 4 atau 5

Urat daun sejajar

Akar serabut

Bunga dan bagiannya


kelipatan 3

Monokotil

Dikotil

Daun

Sumber: Biology: Discovering Life, 1991

3. Tuliskan hasil pengamatanmu dalam tabel seperti berikut di


buku latihanmu.
Tabel Hasil Pengamatan

Tokoh IPA

Carolus Linnaeus
(17071778)
Linnaeus adalah pekerja
yang sangat cermat dan
tidak kenal lelah. Ia mulai
menjelaskan dan memberi
nama semua makhluk hidup
dengan menggunakan
sistem penamaan binomial.
Sumber: Jendela Iptek:
kehidupan, 1997

Pertanyaan
1. Tuliskan jenis tumbuhan monokotil berdasarkan hasil

pengamatanmu.
2. Tuliskan pula jenis tumbuhan dikotil berdasarkan hasil

pengamatanmu.
3. Menurutmu, apakah terdapat ciri lain dari tumbuhan

monokotil atau tumbuhan dikotil berdasarkan pengamatan

pada tumbuhan-tumbuhan tersebut? Jika ada, tuliskan.

5. Kingdom Animalia (Hewan)


Berbeda dengan tumbuhan, hewan tidak memiliki klorofil dan
tidak berdinding sel. Akibatnya, hewan tidak dapat membuat
makanan sendiri, namun dapat bergerak secara bebas.
Dunia hewan berdasarkan keberadaan tulang belakangnya
dikelompokkan menjadi hewan tidak bertulang belakang
(avertebrata/invertebrata) dan hewan bertulang belakang
(vertebrata). Bagaimana ciri-ciri kedua kelompok hewan tersebut?
Apa perbedaan di antara keduanya? Untuk mengetahuinya,
lakukanlah kegiatan berikut secara berkelompok.

236

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Kegiatan Ilmiah 12.2


Tujuan
Mengetahui ciri-ciri invertebrata dan vertebrata
Alat dan Bahan
Katak, cacing, serangga (capung), atau hewan lainnya
Langkah Kerja
1. Sediakan seekor katak, seekor cacing, dan seekor serangga.
2. Amati hewan-hewan tersebut, mana yang memiliki rangka
luar dan mana yang memiliki rangka dalam? Dengan menekan
bagian punggung atau badan hewan-hewan tersebut, tentukan
pula hewan mana yang memiliki tulang punggung?
3. Setelah kamu mengamati dan mempelajari struktur tubuh
katak, cacing, dan serangga, isilah tabel seperti berikut di
buku latihanmu.

(a)

Tabel Hasil Pengamatan


(b)

Pertanyaan
1. Apakah perbedaan rangka tubuh katak dan rangka tubuh

serangga?
2. Hewan manakah yang tergolong invertebrata?
3. Hewan manakah yang tergolong vertebrata?

Sumber: Stockbyte

Gambar 12.14
(a) Rangka katak dan (b) rangka
serangga

a. Hewan Tidak Bertulang Belakang (Invertebrata)


Kelompok invertebrata tidak memiliki tulang belakang dan susunan saraf pusatnya terletak di bagian perut, tepatnya dekat saluran pencernaan. Kelompok invertebrata dapat berkembang biak
secara kawin dan tidak kawin. Berbeda dengan vertebrata yang
hanya berkembang biak dengan cara kawin. Selain itu, susunan alat-alat tubuh invertebrata lebih sederhana dibandingkan
dengan vertebrata. Hewan invertebrata bahkan ada yang belum
memiliki sistem organ.
Invertebrata dikelompokkan menjadi beberapa kelompok.
Kelompok invertebrata tersebut, antara lain hewan berpori
(Porifera), hewan berongga (Cnidaria/Coelenterata), cacing
pipih (Platyhelminthes), cacing gilig (Nematoda), hewan lunak
(Mollusca), cacing beruas-ruas (Annelida), hewan berbuku-buku
(Arthopoda), dan hewan berkulit duri (Echinodermata).

Uji Sikap
Uji Sikap
Untuk memuaskan
hobinya, banyak orang
yang mengoleksi binatangbinatang yang memiliki ciri
khas tertentu.
Bagaimana pendapatmu
mengenai kegiatan
pengoleksian binatang
dengan ciri khas tertentu?

Klasifikasi Makhluk Hidup

237

1) Porifera (Hewan Berpori)


Invertebrata berpori atau Porifera memiliki tubuh seperti
jambangan dan berpori-pori. Pada umumnya, Porifera hidup
menempel pada benda lain di lautan. Tubuh Porifera tersusun
atas banyak sel. Setiap sel memiliki tugas tertentu, misalnya untuk
mencerna makanan. Porifera merupakan hewan hermafrodit.
Artinya, dalam satu tubuh dapat dihasilkan sel sperma dan sel
telur. Oleh karena itu, Porifera dapat berkembang biak dengan
cara kawin. Contoh Porifera dapat dilihat pada Gambar 12.15.
(a)

(b)

Gambar 12.15
(a) Spons dan (b) Leucosolenia

Sumber: Biology: Discovering Life, 1991; www.seaslug.org.uk

2) Cnidaria/Coelenterata (Hewan Berongga)


Cnidaria umumnya hidup di laut. Hanya beberapa jenis yang
hidup di air tawar. Kelompok Cnidaria bertubuh simetri radial
dan memiliki rongga tubuh.
Ukuran tubuh Cnidaria sangat bervariasi. Contoh Cnidaria
adalah Hydra, ubur-ubur, dan bunga karang (Gambar 12.16).
Hydra merupakan jenis Cnidaria yang hidup di air tawar,
sedangkan bunga karang dan ubur-ubur hidup di laut. Bunga
karang laut hidup berkoloni. Sisa-sisa cangkangnya yang keras
akan membentuk batu karang. Perkembangbiakannya secara
vegetatif dengan membentuk tunas atau secara generatif dengan
pembuahan sel telur dan spermatozoid.
(a)

(b)

Gambar 12.16
a) Hydra dan
(b) ubur-ubur adalah contoh
Cnidaria.

238

Sumber: Essentials of Biology, 1990; Biology: Exploring Life, 1994

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

3) Platyhelminthes (Cacing Pipih)


Cacing pipih umumnya hidup sebagai parasit pada makhluk
hidup lain. Namun, terdapat juga yang hidup bebas seperti
planaria. Tubuhnya pipih, beberapa berbentuk pita, lunak, dan
tidak beruas-ruas. Cacing ini berkembang biak secara generatif.
Cacing pipih umumnya berjenis kelamin ganda (hermafrodit),
satu individu mampu menghasilkan sel telur (ovum) dan juga sel
kelamin jantan (spermatozoid).
Beberapa jenis cacing pipih memiliki daya regenerasi yang
sangat tinggi, contohnya planaria. Jika planaria terbelah dua,
setiap belahan tersebut mampu beregenerasi menjadi individu
baru. Contoh lain cacing pipih, yaitu cacing pita dan cacing hati.
(a)

(b)

(c)

Sumber: www.cdb.riken.jp; www.medicine.cmu; www.stanford.edu


4) Nematoda (Cacing Gilig)
Gambar 12.17
Nematoda memiliki tubuh yang tidak bersegmen dan berbentuk
silindris atau gilig. Nematoda sudah memiliki saluran pencernaan Beberapa contoh anggota
yang lengkap, terdiri atas mulut, kerongkongan, usus dan anus. Platyhelminthes, yaitu (a) planaria
(b) cacing pita, dan (c) cacing hati.
Sebagian besar hidup parasit dan sebagian hidup bebas. Umumnya sudah dapat dibedakan jenis jantan dan betina. Contoh
cacing gilig, yaitu cacing perut (Ascaris lumbricoides), cacing
kremi (Oxyuris vermicularis), dan cacing tambang (Ancylostoma
duodenale). Perhatikan Gambar 12.18.
(a)

(b)

Gambar 12.18
Sumber: www.kitchengarden.dial.pipex.com

5) Annelida (Cacing Beruas-ruas)


Annelida merupakan kelompok cacing yang beruas-ruas atau
bersegmen. Cacing ini telah memiliki sistem peredaran darah
tertutup. Saluran pencernaannya sudah lengkap. Cacing ini pernapasannya dapat melalui kulit atau insang. Cacing ini umumnya bersifat hermafrodit. Selain itu, cacing ini hidup secara bebas. Contoh cacing ini, yaitu cacing tanah, cacing wawo, cacing
palolo, dan lintah (Gambar 12.19).

Beberapa contoh cacing gilig,


yaitu (a) cacing perut dan (b)
cacing kremi.

Klasifikasi Makhluk Hidup

239

(a)

(b)

Gambar 12.19
(a) Cacing tanah dan (b) lintah
merupakan contoh cacing beruasruas.

Sumber: www.kitchengarden.dial.pipex.com

6) Mollusca (Hewan Lunak)


Keong termasuk invertebrata bertubuh lunak atau Mollusca.
Oleh karena tubuhnya lunak, sebagian besar Mollusca memiliki
cangkang dan zakat kapur untuk melindungi tubuhnya.Contoh
Mollusca dapat dilihat pada Gambar 12.20.

(a)

(b)

(c)

Sumber: Jendela Iptek: Kehidupan, 1997

Gambar 12.20
Sebagian besar Mollusca memiliki
cangkang yang terbuat dari zat
kapur. (a) Keong, (b) gurita, dan
(c) tiram.

(a)

7) Arthropoda (Hewan Berbuku-buku)


Hewan berbuku-buku atau Arthropoda merupakan kelompok
hewan yang terbanyak jenisnya dalam dunia hewan. Arthropoda
memiliki kaki yang berbuku-buku atau beruas-ruas. Arthropoda
memiliki rangka luar yang keras dan mengandung zat kitin.
Berbagai macam serangga termasuk anggota Arthropoda. Contoh
Arthropoda dapat dilihat pada Gambar 12.21.
(b)

(c)

Sumber: Biology: Discovering Life, 1991

Gambar 12.21
(a) Laba-laba,
(b) kelabang, dan
(c) kalajengking merupakan contoh
Arthropoda yang sering ditemukan.

240

8) Echinodermata (Hewan Berkulit Duri)


Hewan berkulit duri atau Echinodermata memiliki kulit yang
menonjol membentuk duri halus. Semua jenis hewan berkulit
duri hidup di laut. Contoh hewan berkulit duri di antaranya
adalah bintang laut dan bulu babi.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

(a)

(b)

Gambar 12.22
(a) Bintang laut dan
(b) bulu babi merupakan contoh
Echinodermata.
Sumber: Heath Biology, 1985; www.visindavefur.is

Apakah sama kulit Mollusca


dengan Echinodermata?

b. Hewan Bertulang Belakang (Vertebrata)


Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki ruasruas tulang belakang. Tulang belakang dapat juga disebut tulang
punggung. Mengapa disebut demikian?
Vertebarata merupakan hewan tingkat tinggi sehingga kamu
dapat lebih mudah mengenalnya. Vertebrata dikelompokkan
menjadi lima kelompok, yaitu ikan (Pisces), katak (Amphibia),
hewan melata (Reptillia), burung (Aves), dan hewan menyusui
(Mammalia). Ciri-ciri apakah yang membedakan kelima
kelompok vertebrata tersebut? Untuk mengetahuinya, lakukan
kegiatan berikut secara berkelompok.

Kegiatan Ilmiah 12.3


Tujuan
Mengidentifikasi ciri-ciri vertebrata
Alat dan Bahan
Gambar-gambar vertebrata (ikan, katak, ular, ayam, babi)

Soal Persiapan UN
Daftar kelompok hewan:
Kelompok 1: bekicot,
belalang, dan kepiting.
Kelompok 2: katak, ular,
dan burung.
Pengelompokan hewan di
atas berdasarkan .
a. ada tidaknya tulang
belakang
b. ada tidaknya cangkang
c. perbedaan habitat
d. perbedaan cara
berkembang biak
(UN 2007)
Pembahasan
a. Vertebrata: hewan
bertulang belakang.
Contohnya ikan, Ampibi,
reptil, burung, dan
mamalia.

Langkah Kerja
1. Pelajari gambar macam-macam vertebrata di atas.
2. Diskusikan dengan teman-temanmu mengenai ciri-ciri yang
dimiliki masing-masing hewan tersebut.
3. Kemudian, isikan hasil pengamatanmu pada tabel seperti
berikut di buku latihanmu.

b. Invertebrata: hewan
tidak bertulang
belakang, contohnya
moluska, bekicot,
belalang, dan kepiting.
Jawaban: A

Klasifikasi Makhluk Hidup

241

Tabel Hasil Pengamatan

Pertanyaan

1. Alat gerak vertebrata disesuaikan dengan cara hidupnya.


Jelaskan cara hidup setiap kelompok hewan tersebut.
2. Kelompok hewan manakah yang memiliki alat pernapasan
sama dengan manusia?
3. Selain ciri-ciri yang telah dituliskan, adakah ciri-ciri lain
yang membedakan kelima kelompok vertebrata?

1) Pisces
Ikan ada yang bertulang keras (Osteoichthyes) dan ada yang
bertulang rawan (Condrichthyes). Pada beberapa ikan tersebut
terdapat gigi. Bentuk gigi ikan sesuai dengan jenis makanannya.
Makanan ikan ada yang berupa tumbuhan dan ada yang berupa
hewan. Apakah gigi ikan pemakan tumbuhan sama dengan gigi
ikan pemakan hewan?
(a)

(b)

Sumber: Essentials of Biology, 1990

Gambar 12.23
Ikan bertulang keras contohnya (a)
ikan marlin. Ikan bertulang rawan,
contohnya (b) ikan hiu.
Dapatkah kamu memberi contoh
ikan bertulang keras dan bertulang
rawan lainnya?

242

2) Amphibia
Amphibia merupakan hewan yang dapat hidup di daratan dan di
perairan. Bentuk tubuh dan ukurannya beraneka ragam. Contoh
Amphibia yang terkenal adalah katak dan salamander.
Katak menggunakan lidahnya yang panjang untuk me
nangkap mangsanya. Walaupun katak memiliki gigi, mangsa
yang tertangkap tidak dikunyah, tetapi langsung ditelan.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Pernahkah kamu mendengar katak bersuara? Katak dapat


bersuara karena memiliki kantung suara. Melalui suaranya ini,
para ahli dapat mengenali jenis-jenis katak.
(a)

3) Reptillia
Pernahkah kamu melihat kadal? Cara berjalan kadal seperti
merayap. Berdasarkan cara berjalan inilah, kadal dan sejenisnya
disebut hewan melata atau Reptillia.
Kadal memiliki kulit yang kering, menanduk, dan bersisik.
Keadaan ini merupakan bentuk adaptasi untuk kehidupan darat.
Pernapasan pada hewan melata hanya menggunakan paru-paru
tanpa bantuan kulit tubuh. Contoh Reptillia lainnya adalah
kura-kura, ular, dan buaya (Gambar 12.25).
(a)

(b)

Sumber: Microsoft Encarta Reference


Library, 2005

Gambar 12.24
Katak

(c)

Sumber: Microsoft Encarta Reference Library, 2005; Essentials of Biology, 1990

4) Aves

Gambar 12.25

Burung memiliki dua macam alat gerak, yaitu sepasang sayap dan
sepasang kaki. Sayap berguna untuk terbang, sedangkan kaki untuk
berjalan. Walaupun memiliki sayap, tidak semua burung mampu
terbang. Burung apa yang bersayap namun tidak dapat terbang?

(a) Ular, (b) buaya, dan (c) kurakura merupakan contoh Reptillia.

(a)

(b)

(c)

Sumber: Biology: The Unity and Diversity of Life, 1995; newt.phys.unsw.edu.au; Indonesian Heritage Wildlife, 1996

Di antara jari-jari kaki burung, ada yang berselaput, ada


pula yang tidak. Sebutkan burung yang memiliki selaput pada
jari kakinya. Apakah fungsi selaput tersebut?
Mulut burung dinamakan paruh. Bentuk paruh burung
disesuaikan dengan jenis makanannya. Burung memiliki penutup
tubuh berupa bulu yang indah dan beranekaragam. Tahukah
kamu bahwa bulu-bulu burung jantan umumnya lebih indah
daripada burung betina?

Gambar 12.26
(a) burung pipit, (b) burung pinguin,
dan (c) burung kasuari.
Burung manakah yang tidak dapat
terbang?

Klasifikasi Makhluk Hidup

243

Tantangan IPA
Science Quest
Apa perbedaan antara
bulu dan rambut?
What is difference
between feather and hair?

5) Mammalia
Mammalia disebut juga hewan menyusui karena memiliki
kelenjar susu (mammae). Ciri Mammalia lainnya, yaitu beram
but, berdarah panas, dan bernapas dengan paru-paru.
Mammalia sangat beraneka ragam. Di antaranya ada
Mammalia petelur, Mammalia berkantung, Mammalia terbang,
Mammalia air, dan Primata.
Contoh hewan yang termasuk Mammalia petelur adalah
platypus (Ornithorhynchus) yang hidup di Australia dan
Tasmania. Mammalia berkantung contohnya kanguru dan
koala, sedangkan contoh Mammalia terbang adalah kelelawar.
Mammalia air contohnya paus dan lumba-lumba, sedangkan
Primata contohnya orangutan, siamang, dan simpanse.
Mammalia lainnya, yaitu Mammalia pengerat (tikus dan tupai),
Mammalia berbelalai (gajah), dan Mammalia berkuku ganjil
(kuda). Contoh Mammalia dapat dilihat pada gambar berikut.
(a)

(b)

(c)

(d)

Gambar 12.27
(a) Platypus, (b) kanguru, (c)
kelelawar, dan (d) orangutan
termasuk Mammalia
Manakah Mammalia petelur?

Sumber: Biology: The Unity and Diversity of Life, 1995; Microsoft Encarta Reference Library, 2005

Tugas
Bandingkan bentuk bulu, warna dan suara burung-burung jantan dan burung-burung betina dari
beberapa jenis burung. Apakah mereka menarik? Mengapa burung jantan lebih menarik? Apakah hal
ini berlaku pada hewan lainnya? Carilah informasinya di buku dan situs-situs internet. Diskusikan
dengan teman-temanmu.

244

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Uji Pemahaman Konsep 12.1


Kerjakanlah di dalam buku latihanmu.
1. Tuliskanlah klasifikasi makhluk hidup berdasarkan sistem lima kingdom, serta tulis
contohnya masing-masing.
2. Jelaskan perbedaan antara tumbuhan tidak
berpembuluh dan tumbuhan berpembuluh.
3. Jelaskan perbedaan antara tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil.

4. Tuliskanlah kelompok-kelompok hewan


yang masuk ke dalam invertebrata. Berikan
contohnya masing-masing.
5. Tuliskanlah kelompok-kelompok hewan
yang masuk ke dalam vertebrata. Tuliskan
contohnya masing-masing.

Mengidentifikasi Makhluk Hidup


Berdasarkan Kunci Determinasi

Pengelompokan makhluk hidup akan lebih mudah dilakukan


jika menggunakan kunci determinasi. Kunci determinasi
merupakan suatu kumpulan keterangan yang berisi sepasang
ciri yang berlawanan. Kunci determinasi sering pula disebut
kunci dikotomi. Disebut demikian karena sepasang ciri tersebut
merupakan sifat yang saling berlawanan. Berikut dicontohkan
cara penggunaan kunci determinasi secara sederhana.

Kegiatan Ilmiah 12.4


Tujuan
Menggunakan kunci determinasi
Alat dan Bahan
Burung, kelinci, ikan, katak, ayam, kadal, belut, atau vertebrata
lainnya.
Langkah Kerja
1. Sediakan beberapa jenis hewan, seperti burung, kelinci, ikan,
katak, ayam, belut, atau vertebrata lainnya.
2. Amati ciri-ciri hewan tersebut. Cocokkan ciri hewan tersebut
dengan ciri-ciri yang terdapat pada kunci determinasi berikut.

Klasifikasi Makhluk Hidup

245

3. Kemudian, ikutilah nomor yang ditunjukkan oleh kunci


determinasi sampai menemukan kelompok hewan yang
dimaksud.
4. Catatan hasil penelusuran ke dalam tabel seperti berikut di
buku latihanmu.

Tabel Hasil Pengamatan

Pertanyaan

1. Hewan apa sakajah yang termasuk Reptillia?


2. Nomor berapa sajakah yang dilewati untuk sampai pada

golongan Mammalia?

Uji Pemahaman Konsep 12.2


Kerjakanlah di dalam buku latihanmu.
1. Apakah yang dimaksud dengan kunci determinasi?

2. Dapatkah kamu menggunakan kunci determinasi?

Rangkuman
1. Salah satu cara yang digunakan untuk 3. Sistem lima kingdom, terdiri atas Monera,
mempelajari makhluk hidup yang sangat
Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.
beraneka ragam adalah melakukan penge 4. Kunci determinasi merupakan suatu
lompokan atau klasifikasi.
kumpulan keterangan yang berisi sepasang
2. Sekarang, semua makhluk hidup dibagi
ciri yang berlawanan.
dalam lima golongan yang lebih dikenal 5. Pengelompokan makhluk hidup, biasanya
dengan sistem lima kingdom.
berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki makhluk
hidup tersebut.

246

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Kata Kunci





Animalia
classis
divisio
familia
Fungi
genus

hifa
invertebrata
kingdom
klasifikasi
miselium
Monera

Plantae
Protista
spesies
vertebrata

Apa yang Kamu Peroleh Setelah Mempelajari Bab Ini?


Setelah kamu mempelajari materi tentang Klasifikasi Makhluk Hidup, kamu tentu
merasakan manfaatnya, seperti mengetahui keanekaragaman makhluk hidup dan
mengetahui bentuk kehidupan lain selain hewan dan tumbuhan. Jelaskan olehmu
manfaat-manfaat lain yang kamu rasakan setelah mempelajari materi tersebut. Selain itu,
bagian mana yang belum kamu pahami? Coba konsultasikan hasilnya dengan gurumu.

Uji Kompetensi Bab 12


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1. Di halaman belakang rumah Ika terdapat
bunga mawar, burung, serangga, rumput,
kucing, pohon mangga, dan sebagainya. Hal
ini membuktikan adanya ....
a. keanekaragaman c. klasifikasi
b. variasi

d. adaptasi
Alasan:
2. Contoh penulisan spesies yang benar
berdasarkan aturan binominal adalah ....
a. Oryza Sativa
c. Oryza saiva
b. Oryza Sativa
d. oryza sativa
Alasan:
3. Klasifikasi lima kingdom dipelopori oleh ....
a. R.H. Whitaker c. Aristoteles
b. C.Linnaeus
d. Leeuwenhoek
Alasan:
4. Persamaan antara hewan dan tumbuhan
adalah ....
a. makhluk hidup satu sel
b. memiliki klorofil
c. makhluk hidup banyak sel
d. dapat bergerak bebas
Alasan:

5. Para ahli memisahkan jamur dari tumbuhan


menjadi kingdom tersendiri. Hal ini
dikarenakan ....
a. jamur tidak memiliki klorofil
b. jamur tidak dapat membuat makanannya
sendiri
c. jamur tidak memiliki organ
d. jawaban a, b, dan c benar
Alasan:
6. Tujuan dibuatnya klasifikasi makhluk hidup
adalah untuk ....
a. memberi nama pada setiap makhluk
hidup
b. menentukan asal-usul makhluk hidup
c. mempermudah dalam mengenal dan
mempelajari makhluk hidup
d. mengumpulkan makhluk hidup yang
dapat dimakan
Alasan:
7. Hasil suatu pengelompokan hewan ber
dasarkan sistem pengelompokan bertingkat
adalah sebagai berikut.

Klasifikasi Makhluk Hidup

247

8.

9.

10.

11.

12.

13.

248

Hewan I
: 1b, 3b
Hewan II
: 1a, 2b, 4a, 6b
Hewan III
: 1a, 2b, 4c
Hewan IV
: 1a, 2b, 4a, 6a
Berdasarkan banyaknya persamaan yang di
miliki, hewan yang kekerabatannya dekat
adalah ....
a. I dan II
c. II dan IV
b. I dan III
d. III dan IV
Alasan:
Dalam suatu klasifikasi, dapat diketahui
bahwa ....
a. semakin banyak persamaan, semakin dekat
kekerabatannya
b. semakin sedikit persamaan, semakin dekat
kekerabatannya
c. semakin banyak persamaan, semakin jauh
kekerabatannya
d. semakin sedikit perbedaan, semakin jauh
kekerabatannya
Alasan:
Chlorella merupakan salah satu tumbuhan
alga yang berwarna hijau. Warna hijau ini
disebabkan oleh pigmen ....
a. fikosianin
c. karoten
b. fikoeritrin
d. klorofil
Alasan:
Tumbuhan yang memiliki jaringan pem
buluh di akar, batang, dan daun adalah ....
a. lumut
c. lumut kerak
b. alga
d. tumbuhan paku
Alasan:
Bunga pada tumbuhan Angiospermae meru
pakan organ berkembang biak karena ....
a. terdapat benang sari dan putik
b. memiliki warna yang menarik
c. mampu menarik serangga
d. dapat ditanam dan menjadi individu baru
Alasan:
Pengelompokan dunia hewan menjadi inver
tebrata dan vertebrata didasarkan atas ....
a. ada atau tidaknya pigmen
b. ukuran tubuh
c. ada atau tidaknya tulang belakang
d. cara berkembang biak
Alasan:
Fungsi kotiledon pada kecambah dikotil
adalah ....

14.

15.

16.




17.

18.







Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

a. sumber makanan bagi embrio


b. bakal tunas
c. melindungi embrio dari gangguan
d. tempat terbentuknya koleoptil
Alasan:
Pengelompokan hewan menjadi hewan
penghasil susu, hewan pedaging, dan hewan
penghasil kulit, didasarkan pada ....
a. tempat hidupnya
b. perkembangbiakan
c. sifat-sifatnya
d. kegunaannya
Alasan:
Suatu tumbuhan dengan ciri-ciri berbentuk
pohon, berdaun seperti jarum, tidak ber
mahkota bunga, dan bijinya tidak dilindungi
oleh buah. Tumbuhan tersebut termasuk ....
a. Angiospermae c. Gymnospermae
b. monokotil
d. dikotil
Alasan:
Sebagai pekerjaan rumah pelajaran Biologi,
guru kamu memberikan daftar tumbuhan
sebagai berikut:
1. melinjo;
5.damar;
2. jambu;

6. kacang tanah;
3. pakis haji;
7. jagung;
4. mangga;

8. bunga kana.
Tumbuhan yang termasuk tumbuhan berbiji
terbuka adalah ....
a. 1, 3, dan 5
c. 3, 5, dan 7
b. 4, 6, dan 8
d. 2, 4, dan 6
Alasan:
Pembagian tumbuhan menjadi monokotil
dan dikotil didasarkan atas jumlah ....
a. buah
c. mahkota bunga
b. keping biji
d. biji dalam buah
Alasan:
Teman kamu memberi daftar ciri-ciri makhluk
hidup dari kelas vertebrata sebagai berikut:
1. ovipar;
2. hidup di darat;
3. bernapas dengan paru-paru;
4. bergerak dengan kaki;
5. bergerak dengan sirip;
6. bernapas dengan insang;
7. hidup di air;
8. vivipar.

Ciri-ciri Pisces adalah ....


a. 2, 4, 6, dan 8
c. 1, 3, 5, dan 7
b. 1, 5, 6, dan 7
d. 2, 3 4, dan 8
Alasan:
19. Suatu organisme memiliki ciri tidak berdaun,
tubuhnya menyerupai payung, dan membentuk
hifa. Organisme tersebut termasuk ....
a. Tracheophyta
c. Fungi
b. Plantae
d. Spermatophyta
Alasan:
20. Berikut beberapa jenis tumbuhan.

1. suplir
4. pakis haji

2. rumput
5. lumut
3. melati
6. ganggang

Tumbuhan yang berpembuluh adalah ....
a. 1, 2, dan 3
c. 1, 3, dan 5
b. 4, 5, dan 6
d. 2, 4, dan 6
Alasan:
21. Beberapa jenis jamur dapat menghasilkan
antibiotik, di antaranya adalah ....
a. Rhizopus oligosporus
b. Penicillium notatum
c. Candida utilis
d. Volvariella volvaceae
Alasan:
22. Berikut ini yang bukan merupakan ciri lumut
adalah ....
a. memiliki klorofil
b. memiliki jaringan pembuluh angkut
c. belum memiliki akar, batang, dan daun
sejati
d. melakukan perkembangbiakan generatif
Alasan:

23. Contoh tumbuhan paku adalah ....


a. kaktus
c. suplir
b. rumput gajah
d. ilalang
Alasan:
24. Di belakang rumah Rini terdapat hewanhewan berikut.
1. belalang;
4. tikus;
2. kucing;
5. kumbang;
3. kupu-kupu;
6. burung.

Hewan yang termasuk vertebrata adalah ....
a. 1, 2, dan 3
c. 2, 4, dan 6
b. 4, 5, dan 6
d. 1, 3, dan 5
Alasan:
25. Perhatikan gambar berikut.

Hewan seperti pada gambar dikelompokkan


dalam kelas yang sama karena ....
a. hidup di daratan dan perairan
b. melompat dan berenang
c. menangkap serangga
d. bertelur di dalam air
Alasan:

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


1. Jelaskan manfaat klasifikasi.
2. Tuliskan pembagian kelompok makhluk hidup
berdasarkan sistem lima kingdom, dan berikan
dua contoh jenis makhluk hidup pada masingmasing kingdom.
3. Berikut beberapa jenis makhluk hidup.

ikan, ular, katak, ayam, itik, tikus,


padi, teratai, kangkung, dan rumput.

Buatlah suatu sistem klasifikasi bertingkat


dari jenis-jenis makhluk hidup tersebut.
Tentukan dasar klasifikasi yang digunakan.
4. Tuliskan lima jenis jamur yang menguntung
kan manusia.
5. Tuliskan masing-masing lima jenis invertebrata
yang menguntungkan dan merugikan beserta
jenis keuntungan dan kerugian yang ditimbulkannya.

Klasifikasi Makhluk Hidup

249

II. Uji Pemahaman IPA


1. Berikut adalah bagan dikotomi suatu pengelompokan makhluk hidup.

Apakah hewan ini


memiliki kaki

Ya

Ya

Ya
A

Apakah hewan ini


memiliki 6 kaki?

Apakah hewan ini


memiliki 2 pasang
sayap?

Dimulai di sini

Tidak

Tidak

Ya

Tidak
Apakah hewan ini
memiliki cangkang?

Tidak
E

2. Cocokkan gambar berikut dengan hasil pe


ngelompokan dari bagan dikotomi.
a. Tulislah gambar hewan yang cocok untuk A,
B, C, D, dan E.

b.

Buatlah bagan dikotomi tersebut dalam


bentuk kunci determinasi.

Cacing tanah
Laba-laba

Tawon

Siput

Lalat

Mengukur Ketuntasan Belajar


Setelah kamu selesai menjawab pertanyaan pada Uji Kompetensi Bab ini, periksalah jawabanmu dengan
melihat kunci jawaban, bertanya pada guru, atau melihat kembali materi pada buku ini. Gunakan
rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajarmu.
Tingkat penguasaan =

Skor yang kamu peroleh


100%
Skor maksimal

Tingkat penguasaan yang kamu peroleh:


90% 100% Baik sekali
80% 89%
Baik
70% 79%
Cukup
< 69%
Kurang
Jika kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kamu telah tuntas mempelajari materi bab
ini dan dapat mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, jika tingkat penguasaan kamu kurang dari
80%, kamu harus mempelajari kembali materi bab ini, terutama bagian yang belum kamu kuasai.

Kata Bijak
Anda harus tumbuh seperti pohon, jangan seperti jamur.
(Janet Erskine)

250

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab

13

Sumber: ww

l
w.stoffe

.us

Organisasi Kehidupan
Manfaat Hasil Belajar
Agar dapat memahami keanekaragaman makhluk hidup, kamu harus mampu mendeskripsikan keragaman pada sistem
organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme.

Pada pelajaran yang lalu, kamu telah belajar tentang mikroskop


dan penggunaannya. Mikroskop sederhana kali pertama dirancang
oleh Antony van Leeuwenhoek pada abad ke-17. Dengan adanya
penemuan mikroskop, keajaiban dunia mikroorganisme mulai
terbuka. Pada abad ke-19, Schleiden dan Schwann, ahli Biologi
tumbuhan dan hewan, mengatakan bahwa semua makhluk hidup,
baik hewan ataupun tumbuhan, tersusun atas sel. Bagaimana selsel dapat menyusun suatu makhluk hidup?
Pada bab ini, kamu akan mempelajari keanekaragaman
makhluk hidup berdasarkan tingkatan organisasi kehidupan.
Mulai dari tingkat sel sampai tingkat organisme. Dalam
mempelajari konsep organisasi kehidupan ini, kerja ilmiah
dan sikap ilmiah tetap harus kamu lakukan. Dengan cara
tersebut, kamu akan lebih mudah memahami tentang organisasi
kehidupan.

251

Peta Konsep

Organisme
tersusun oleh

Sisitem transportasi

Sisitem organ

contoh

Sisitem pernapasan
tersusun oleh

Akar
contoh

Organ

usus halus
tersusun oleh

contoh

Jaringan

Jaringan meristem
Jaringan epitel

tersusun oleh

Membran
memiliki

Sel

Stoplasma
Inti

Uji Kompetensi Awal


Sebelum mempelajari bab ini,
kerjakanlah soal-soal berikut.
1. Apakah yang dimaksud
dengan sel?
2. Apakah perbedaan sel
hewan dan sel tumbuhan?
3. Terdiri atas apakah
sistem organ? Sebutkan
contohnya.

252

Sel

Penemuan mikroskop telah memberikan inspirasi kepada


ilmuwan untuk melakukan penelitian terhadap objek-objek
yang berukuran sangat kecil. Salah satunya adalah Robert
Hooke (16351703), seorang ahli Fisika dan ahli Botani yang
pada 1665 mengamati irisan gabus batang tumbuhan dengan
menggunakan mikroskop. Hasil pengamatannya menunjukkan
bahwa irisan gabus tersebut terdiri atas rongga-rongga kosong
yang ia namakan sel. Dengan demikian, Robert Hooke adalah
yang kali pertama menggunakan istilah sel. Sel adalah satuan
terkecil penyusun makhluk hidup.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bentuk sel makhluk hidup sangat bervariasi. Ada yang


berbentuk bulat, lonjong, silindris, kotak, atau persegi. Misalnya,
sel darah merah manusia berbentuk bulat cekung (bikonkaf ) dan
sel otot rangka berbentuk silindris. Pada sel saraf terdapat juluran
benang akson yang panjangnya dapat mencapai beberapa meter.
Bentuk sel bermacam-macam, tetapi terdapat beberapa
persamaan tertentu pada kebanyakan sel. Untuk mengetahui
adanya keragaman bentuk serta struktur sel tumbuhan dan
hewan, lakukankah kegiatan berikut secara berkelompok.

Kegiatan Ilmiah 13.1


Tujuan
Mengamati bentuk dan struktur sel
A. Mengamati Bentuk dan Struktur Sel Tumbuhan
Alat dan Bahan
Mikroskop, gelas objek, kaca penutup, pipet tetes, pinset, bawang
merah, dan larutan iodium.
Langkah Kerja
1. Siapkan 1 siung bawang merah, kemudian bawang merah
tersebut dibelah.
2. Ambil selapis dari bawang merah tersebut, kemudian di
potong.
3. Hasil potongan berupa selaput tipis putih diambil dengan
pinset.
4. Letakkan potongan tersebut di atas kaca objek, kemudian
ditetesi iodium.
5. Sediaan ditutup dengan kaca penutup dan siap diamati.
6. Amatilah sediaan yang telah kamu buat, dengan menggunakan
mikroskop.
7. Gunakan lensa dengan pembesaran lemah kemudian ganti
dengan pembesaran kuat.
8. Gambarkan hasil pengamatanmu di buku latihanmu.
Pertanyaan
1. Berdasarkan hasil pengamatanmu, bagaimana bentuk sel umbi
lapis bawang merah?
2. Sebutkan bagian-bagian yang kamu temukan pada sediaan yang
kamu amati.
B. Mengamati Bentuk dan Struktur Sel Manusia
Alat dan Bahan
Mikroskop, gelas objek, kaca penutup, pipet tetes, metilen biru
dan tusuk gigi.
Langkah Kerja
1. Kulit pipi bagian dalam dikorek menggunakan tusuk gigi.
2. Tusuk gigi yang telah digunakan untuk mengorek digosokkan
pada kaca objek.

3
Pinset

4a

4b

Larutan iodium

Gambar 13.1
Skema langkah kerja

Organisasi Kehidupan

253

Kumur-kumurlah terlebih dahulu sebelum mengorek.


Berhati-hatilah mengorek bagian dalam kulit pipimu, jangan sampai
terluka.

3. Hasil korekan dari pipi bagian dalam ditetesi metilen biru;


4. Objek ditutup dengan kaca penutup dan siap diamati dengan
mikroskop.
5. Amati sediaan yang telah disiapkan dengan menggunakan
mikroskop.
6. Mulailah dengan pembesaran lemah (100 kali), kemudian ganti
dengan pembesaran kuat (450 kali).
7. Gambarkan hasil pengamatanmu di buku latihanmu.
Pertanyaan
1. Berdasarkan hasil pengamatanmu, bagaimanakah bentuk sel
yang diambil dari bagian dalam kulit pipi?
2. Sebutkan bagian-bagian yang kamu temukan pada sediaan
yang kamu amati.
Dari kedua hasil pengamatanmu, lengkapi tabel seperti berikut di
buku latihanmu.

Tabel Hasil Pengamatan


4

Gambar 13.2
Skema langkah kerja

1. Bagian-Bagian Sel
Secara umum, baik sel tumbuhan maupun sel hewan memiliki
tiga bagian utama, yaitu membran plasma, sitoplasma, dan inti
sel. Ketiga bagian tersebut memiliki struktur dan fungsi yang
berbeda. Kamu dapat mempelajari struktur sel hewan dan sel
tumbuhan pada Gambar 13.3.
(a)

Gambar 13.3
Makhluk hidup tersusun atas sel.
(a) Sel hewan dan
(b) sel tumbuhan.
Di dalam sel terjadi berbagai jenis
aktivitas yang akan menunjang
kelangsungan hidup organisme
tersebut.

254

(b)
Dinding sel

Inti sel
Retikulum
endoplasma
Mitokondria
Membran
plasma

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Vakuola

Inti sel
Plastida
Mitokondria
Sumber: Biology: The Unity and Diversity of Life, 1995

a. Membran Plasma
Membran plasma sering juga dinamakan selaput sel. Mem
bran plasma adalah bagian terluar dari sel yang menyelubungi
seluruh permukaan sel. Pada sel tumbuhan, membran plasma
ini diselubungi lagi oleh dinding sel yang tersusun atas selulosa.
Adanya dinding sel menyebabkan bentuk sel tumbuhan relatif
tidak berubah. Itulah sebabnya mengapa sel tumbuhan tidak
fleksibel seperti hewan.

b. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan cairan kental yang terdapat di dalam sel.
Sitoplasma terletak di antara membran sel dan inti sel. Di dalam
sitoplasma, terlarut bermacam-macam zat, seperti protein, lemak,
karbohidrat, dan garam-garam mineral. Di dalam sitoplasma
terdapat juga bagian-bagian yang disebut organel. Organel ini
yang berfungsi menjalankan fungsi sel. Contohnya, mitokondria
berfungsi sebagai tempat berlangsungnya respirasi sel. Lisosom
yang memiliki banyak enzim pencerna protein. Ribosom,
merupakan tempat perakitan asam amino menjadi protein.
Retikulum endoplasma yang berperan dalam transportasi
protein dan zat kimia lainnya. Serta badan Golgi yang banyak
mengandung enzim pencernaan yang belum aktif.

c. Inti Sel
Inti sel disebut juga nukleus. Inti sel merupakan bagian sel yang
berukuran lebih besar daripada bagian lain dan berbentuk bulat
atau bulat telur. Pada sel darah putih, bentuk inti sel tidak teratur.
Inti sel merupakan pusat pengendali seluruh kegiatan sel dan
juga penentu penurunan sifat dari induk kepada keturunannya.
Apakah perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan? Agar
kamu dapat menjawabnya, kerjakanlah kegiatan berikut secara
berkelompok.

Tokoh IPA

Frits Zernike
(18881966)
Seorang ilmuwan Belanda
yang menciptakan
mikroskop fase kontras
pada 1953. Dengan alat ini,
memungkinkan penelitian
struktur di dalam sel tanpa
harus menembus dan
merusak sel.
Sumber: Tempo, 2004

Kegiatan Ilmiah 13.2


Tujuan
Membandingkan struktur sel tumbuhan dan sel hewan
Langkah kerja
Pelajari gambar struktur sel tumbuhan dan sel hewan. Berdasarkan
informasi dari gambar tersebut, tulislah di buku latihanmu
mengenai bagian-bagian sel yang dimiliki oleh sel tumbuhan dan
sel hewan.

Organisasi Kehidupan

255

1
2
3
4
5
6

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:

7
8
9
10
11
12
13

id.wikipedia.org/wiki/Sel_
(Biologi)
ilmupedia.com/content/

Sel Tumbuhan

Keterangan
1. Dinding sel
2. Membran sel
3. Badan Golgi
4. Vakuola
5. Lisosom
6. Ribosom
7. Sitoplasma
8. Kloroplas
9. Mitokondria
10.
Pori-pori inti sel
11. Inti sel
12.
Anak inti sel
13. Membran inti sel

view/16/33/
http://www.dikmentidki.
go.id/belajar/Biologi/
SelTumbuhan.swf/
http://www.lablink.or.id/
Bio/
Sel/sel-tumbuhan.htm

1
2
3
4

Keterangan
1. Membran sel
2. Ribosom
3. Sitoplasma
4. Badan Golgi
5. Inti sel
6. Anak inti sel
7. Membran inti sel
8. Pori-pori inti sel
9. Lisosom
10.
Mitokondria

5
6
7
8
9
10

Sel Hewan

Pertanyaan
1. Sebutkan perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan.
2. Dari data pengamatanmu, sel hewan tidak memiliki dinding
sel, sedangkan sel tumbuhan memiliki dinding sel. Bagaimana
pengaruh ada-tidaknya dinding sel terhadap bentuk sel
hewan dan sel tumbuhan? Kamu dapat mencari jawabannya
dari buku-buku yang ada di perpustakaan sekolahmu.

Uji Pemahaman Konsep 13.1


Kerjakanlah di dalam buku latihanmu.
1. Jelaskan olehmu apa yang dimaksud dengan
sel.
2. Tuliskan organel-organel pada sel.

256

3. Jelaskan perbedaan sel tumbuhan dan sel


hewan.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Jaringan

Sebagian besar makhluk hidup di Bumi ini tersusun atas banyak


sel (multiseluler). Misalnya, tubuh manusia dewasa memiliki
jumlah sel sekitar 600 miliar dan terdiri atas 200 jenis sel yang
berbeda-beda.
Kelompok sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama
disebut jaringan. Dengan demikian, kumpulan sel epidermis
disebut jaringan epidermis.

1. Jaringan pada Tumbuhan

Pada tumbuhan, terdapat berbagai macam jaringan, di antaranya


jaringan meristem, jaringan pengangkut, jaringan dasar, jaringan
pelindung, dan jaringan penyokong atau penguat.

Tantangan IPA
Science Quest
Akar menyerap air, mineral,
dan oksigen dari dalam
tanah. Bagaimanakah air
diedarkan dari akar ke
batang, daun, dan buah?
Roots absorb water,
minerals, and oxygen from
the soil. How is the water
distributed from the roots to
the stem, leaves, and fruits?

a. Jaringan Meristem
Jaringan meristem terdiri atas sel-sel muda yang selalu aktif
membelah diri. Dengan adanya jaringan meristem, jumlah sel
tumbuhan selalu bertambah banyak. Jaringan meristem terdapat
pada ujung batang, ujung akar, dan kambium. Berdasarkan sifat
sel-selnya yang selalu aktif membelah dan membentuk jaringan
lain, jaringan meristem berfungsi dalam pertumbuhan dan
perkembangan. Perhatikan Gambar 13.4a
(a)

(b)

Xilem

Floem
Serat
Meristem pucuk

b. Jaringan Pengangkut

Sumber: Botany, 1995

Gambar 13.4
Jaringan-jaringan yang terdapat
di batang tumbuhan. (a) Jaringan
meristem dan
(b) jaringan pengangkut.
Jaringan apakah yang termasuk
jaringan penyokong?

Jaringan pengangkut terdiri atas xilem dan floem. Xilem berfungsi


mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun dan bagian
tubuh lainnya. Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis
dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Perhatikan kembali
Gambar 13.4b.

Organisasi Kehidupan

257

c. Jaringan Dasar

(a)

Kolenkim

Epidemis

(b)

Jaringan dasar atau jaringan parenkim mengisi ruang


antarjaringan. Jaringan ini terdapat pada hampir semua bagian
tumbuhan, seperti batang, akar, daun, buah, dan biji. Jaringan
parenkim di daun banyak mengandung kloroplas dan merupakan
tempat berlangsungnya fotosintesis. Jaringan tersebut adalah
jaringan pagar dan bunga karang.

d. Jaringan Pelindung

Sumber: Stockbyte; Biology for You, 2002

Gambar 13.5
(a) Jaringan kolenkim pada tangkai
daun dan (b) sklerenkim pada
buah pir.

Soal Persiapan UN
Perhatikan nama-nama
jaringan berikut ini.
(1) bunga karang, (2) epitel,
(3) floem, (4) tiang, (5) ikat,
(6) xilem, (7) epidermis,
dan (8) saraf. Jaringanjaringan yang terdapat pada
tumbuhan adalah .
a. 1, 3, 5, 6
c. 1, 3, 4, 6
b. 1, 2, 7, 8
d. 1, 4, 7, 8
(UN 2007)
Pembahasan
Jaringan pada hewan
terdiri atas jaringan
epitel(2), ikat(5), saraf(8).
Jaringan tumbuhan
terdiri atas jaringan
meristem, pengangkut(3,
6), dasar(1), pelindung (7),
penyokong(4).
Jawaban: C

258

Jaringan pelindung atau epidermis berfungsi melindungi


permukaan tumbuhan. Sesuai dengan fungsinya, jaringan
epidermis tersusun atas sel-sel yang rapat dan menutupi seluruh
permukaan tubuh tumbuhan. Selain itu, di atas epidermis
terdapat lapisan kutikula yang berfungsi membatasi penguapan.
Epidermis dapat dilihat pada Gambar 13.5a.

e. Jaringan Penyokong
Jaringan penyokong atau penguat berfungsi menyokong dan
menegakkan tumbuhan. Contoh jaringan penyokong adalah
kolenkim dan sklerenkim. Kolenkim dapat ditemukan pada ba
tang yang masih muda dan tangkai daun. Adapun sklerenkim,
dinding selnya tebal dan berlapis-lapis, terdapat pada tulang
daun, batang dewasa, dan biji (seperti pada tempurung kelapa,
biji salak, dan buah pir). Perhatikan Gambar 13.5b. Untuk lebih
memahami macam-macam jaringan yang menyusun tubuh
tumbuhan, kamu dapat melakukan kegiatan berikut secara
berkelompok.

Kegiatan Ilmiah 13.3


Tujuan
Mengamati macam-macam jaringan penyusun tumbuhan
Alat dan Bahan
Silet, mikroskop, anilin sulfat, dan bunga matahari
Langkah Kerja
1. Sediakan batang tanaman bunga matahari yang masih muda
(berumur sekitar 1 bulan).
2. Buatlah sayatan melintang dari batang muda tersebut setipis
mungkin. Letakkan sayatan tipis batang tersebut pada kaca
objek yang telah ditetesi anilin sulfat (anilin sulfat dapat
diganti oleh air suling).
3. Kemudian, tutuplah sediaan tadi dengan kaca penutup, dan
amati dengan menggunakan mikroskop.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

4. Gunakan terlebih dahulu lensa objektif dengan pembesaran


lemah, kemudian ganti dengan pembesaran kuat. Amatilah
jaringan-jaringan yang terdapat pada sayatan melintang batang
tersebut.
5. Gambarlah hasil pengamatanmu di buku latihan. Tunjukkan
jaringan epidermis, jaringan dasar (parenkim), xilem, floem,
dan jaringan lainnya.
Pertanyaan
1. Bagaimanakah bentuk dan susunan sel pada jaringan dasar?
2. Bagaimanakah bentuk sel-sel yang menyusun xilem dan
floem?
3. Bagaimanakah susunan xilem dan floem pada preparat yang
kamu amati?
4. Berdasarkan hasil pengamatanmu, apakah hubungan antara
bentuk sel, susunan, dan fungsinya?

2. Jaringan pada Hewan


Seperti telah dipelajari sebelumnya, struktur sel tumbuhan
dan sel hewan berbeda. Dengan demikian, jaringan penyusun
tubuh hewan dan tumbuhan pun tentunya berbeda. Jaringan
yang terdapat pada hewan adalah jaringan epitel, jaringan otot,
jaringan pengikat, dan jaringan saraf.

Gambar 13.6
Cara menyayat batang tanaman
bunga matahari.

a. Jaringan Epitel
Jaringan epitel berfungsi menutupi tubuh dan rongga tubuh,
seperti pada rongga usus. Oleh karena letaknya di permukaan,
jaringan epitel berfungsi sebagai pelindung tubuh, pengatur zatzat yang keluar masuk, dan penerima rangsang. Jaringan epitel
berfungsi juga mengeluarkan getah yang mengandung enzim
atau hormon, serta menyerap zat-zat yang diperlukan. Zatzat yang diperlukan contohnya oksigen dan hasil pencernaan
makanan. Berbagai bentuk jaringan epitel dapat dilihat pada
Gambar 13.7.
(a)

(b)

(c)

b. Jaringan Otot
Berdasarkan bentuk dan cara kerjanya, jaringan otot dike
lompokkan menjadi tiga, yaitu otot polos, otot lurik, dan otot
jantung. Sesuai dengan namanya, otot polos berpenampilan
polos, tidak berlurik-lurik. Otot polos terdapat pada organorgan dalam, misalnya lambung dan usus. Adapun otot lurik

Sumber: Biology: Exploring Life, 1994

Gambar 13.7
Jaringan epitel pada hewan
memiliki bentuk yang bermacammacam. (a) Epitel pipih selapis, (b)
epitel kubus selapis, dan (c) epitel
silinder selapis.

Organisasi Kehidupan

259

berpenampilan lurik-lurik karena memiliki serat lintang. Otot


lurik menempel pada rangka. Itulah sebabnya otot lurik disebut
juga otot rangka. Penampilan otot jantung mirip dengan otot
lurik, namun pada otot jantung terdapat cabang. Ketiga macam
jaringan otot dapat kamu lihat pada Gambar 13.8.
(a)

(b)

Inti sel

(c)

Inti sel

Gambar 13.8
Di dalam tubuh manusia terdapat
tiga jenis otot, yaitu (a) otot polos,
(b) otot jantung, dan
(c) otot lurik.
Perbedaaan apakah yang dapat
kamu lihat di antara ketiga macam
otot berdasarkan gambar tersebut?

Inti sel

Sumber: Biology: The Unity and Diversity of Life, 1995

c. Jaringan Pengikat
Jaringan pengikat berfungsi mengikat satu jaringan dengan
jaringan lainnya. Jaringan pengikat juga menguatkan dan memberi
perlindungan terhadap bagian-bagian tubuh yang lemah. Contoh
jaringan pengikat adalah jaringan ikat longgar, jaringan darah,
jaringan tulang rawan, jaringan tulang keras, dan jaringan lemak.
Jaringan ikat longgar berfungsi mengikat antarbagian tubuh.
Contoh jaringan ikat adalah tendon dan ligamen (Gambar 13.9),
yaitu jaringan penghubung antara otot dengan tulang.
Tulang panggul (pelvis)

Gambar 13.9
Hubungan antartulang
dibantu oleh ligamen.

Ligamen
Tulang paha

Apa yang terjadi jika


tidak ada ligamen?

Sumber: Jendela Iptek: Tubuh Manusia, 1997

Jaringan darah berfungsi mengedarkan oksigen dan zatzat makanan ke seluruh tubuh. Selain itu, darah dapat mem
pertahankan suhu tubuh dan mengangkut sisa hasil metabolisme.

260

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Jaringan tulang rawan ataupun tulang keras berfungsi


menguatkan tubuh dan melindungi bagian-bagian tubuh yang
lemah. Jaringan tulang rawan tersusun atas sel-sel tulang rawan.
Jaringan lemak atau adiposa terdiri atas sel-sel yang banyak
mengandung minyak. Jaringan lemak antara lain terdapat di
bawah kulit, bantalan bola mata, dan alat-alat tubuh lainnya.
Jaringan lemak juga merupakan tempat menyimpan cadangan
energi yang berlebih.

d. Jaringan Saraf
Jaringan saraf menyebabkan kamu dapat menerima dan
menjawab rangsang. Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf
atau neuron. Setiap sel saraf terdiri atas badan sel saraf, dendrit,
dan akson. Dendrit berfungsi membawa rangsang ke badan sel.
Adapun akson berfungsi membawa rangsang dari badan sel ke sel
saraf lainnya. Perhatikan gambar berikut.
Arah pergerakan rangsang

Sel target

Dendrit
Inti sel
Seludang mielin

Badan sel

Akson

Akson

Sumber: Biology: Exploring Life, 1994

Gambar 13.10
Sel saraf terdiri atas badan sel,
akson, dan dendrit.
Dari manakah arah pergerakan
rangsang?

Uji Pemahaman Konsep 13.2


Kerjakanlah di dalam buku latihanmu.
1. Jelaskan olehmu apa yang dimaksud dengan
jaringan.

2. Tuliskan jaringan-jaringan yang terdapat


pada sel hewan dan jaringan-jaringan yang
terdapat pada sel tumbuhan.

Organisasi Kehidupan

261

Uji Sikap
Pada manusia, tidak
selamanya dia memiliki
organ yang baik. Terkadang,
dia memerlukan organ yang
diambil dari manusia lainnya.
Bagaimana pendapatmu
mengenai kegiatan
transplantasi organ pada
manusia?

Organ

Di dalam tubuh makhluk hidup bersel banyak, masing-masing


jaringan tidak mampu melaksanakan semua fungsi hidup secara
sendiri-sendiri. Mereka harus bekerja sama dengan jaringan yang
lainnya. Kerja sama beberapa jaringan dalam menjalankan suatu
fungsi tertentu di dalam tubuh akan membentuk alat tubuh yang
disebut organ.

1. Organ pada Tumbuhan


Tidak seperti hewan atau manusia yang memiliki banyak organ,
tumbuhan hanya memiliki tiga organ utama. Ketiga organ tersebut
adalah akar, batang, dan daun. Perhatikan Gambar 13.11.
Epidermis atas

Bakal daun
Pucuk

Mesofil
Jaringan pengangkut
Epidermis bawah

Daun

Jaringan pengangkut
Tunas ketiak
Floem

Buku

Xilem

Ruas
Gabus

Jaringan

Korteks
Jaringan pembuluh

Epidermis

Endodermis

Akar primer

Korteks
Akar
Epidermis
Rambut akar

Gambar 13.11
Organ dan jaringan pada tumbuhan.
Apakah organ pada tumbuhan disusun
oleh jaringan yang sama?

262

Xilem
Ujung akar
Tudung akar

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Floem

Jaringan pengangkut

Sumber: Botany, 1995

2. Organ pada Hewan


Jika hanya tersusun atas jaringan epitel, usus halus (Gambar 13.12)
tidak akan mampu menjalankan fungsinya untuk menyerap sarisari makanan. Fungsi tersebut baru dapat dilakukan jika jaringan
epitel dibantu oleh jaringan otot. Selain jaringan otot dan jaringan
epitel, jaringan apa lagi yang terdapat di usus?
Pembuluh darah
Dari jantung
Menuju
jantung

Lambung

Vili

Usus halus
Lapisan otot
Sumber: Biology: Exploring Life, 1994

Organ lain yang sangat penting pada hewan dan manusia


adalah jantung. Jantung dibentuk oleh tiga macam jaringan,
yaitu jaringan ikat, jaringan otot jantung, dan jaringan saraf.
Jaringan ikat berfungsi sebagai pengikat, sedangkan jaringan otot
jantung berfungsi memompa darah. Mengapa jantung mampu
memompa darah? Diskusikan dengan teman-temanmu.

Gambar 13.12
Usus merupakan contoh organ.
Apakah jaringan penyusun organ usus
tersebut?

Uji Pemahaman Konsep 13.3


Kerjakanlah di dalam buku latihanmu.
1. Apakah yang dimaksud dengan organ?
2. Tuliskan organ-organ yang terdapat pada
tumbuhan.

3. Tuliskan organ-organ yang terdapat pada


hewan.

Organisasi Kehidupan

263

D
Fakta
Ilmiah
Duri-duri mawar merupakan
modifikasi daun. Duri
melindungi daun, bunga,
dan buah dari gigitan hewan
Sumber: Ensiklopedi Iptek 2, 2007

Sistem Organ

Pada proses pencernaan, makanan dicerna menjadi sarisari makanan sehingga dapat diserap oleh usus. Jika hanya
organ mulut yang bekerja, proses pencernaan makanan tidak
akan berlangsung dengan sempurna. Agar proses pencernaan
makanan dapat berlangsung sempurna, selain mulut, harus ada
organ-organ lain. Organ-organ tersebut adalah kerongkongan,
lambung, usus, hati, empedu, dan pankreas.
Berbagai organ di dalam tubuh makhluk hidup bekerja sama.
Organ-organ melakukan suatu fungsi tertentu dan membentuk
suatu sistem organ.

1. Sistem Organ pada Tumbuhan


Organ pada tumbuhan hanya dijumpai pada tumbuhan ber
pembuluh. Pada tumbuhan tidak berpembuluh, tidak dijumpai
organ. Hal tersebut dikarenakan tumbuhan tidak berpembuluh
belum memiliki organ akar, batang, dan daun sejati yang dapat
dibedakan.
Pada tumbuhan berpembuluh, ketiga organ tersebut mem
bentuk sistem organ transportasi dan sistem-sistem yang lainnya.
Oleh karena setiap sistem pada tumbuhan hanya tersusun
atas ketiga organ tersebut, beberapa ahli menganggap bahwa
tumbuhan tidak memiliki sistem organ.
Rongga
hidung
Laring
Tenggorokan
Paru-paru
kanan

Rongga
mulut
Paruparu kiri

Cabang
tenggorokan
Sumber: Human Anatomy, 1996

Gambar 13.13
Sistem pernapasan manusia
meliputi hidung, tenggorokan,
cabang tenggorokan, dan paruparu.

264

2. Sistem Organ pada Manusia dan Hewan


Pada manusia dan hewan tingkat tinggi, terdapat beberapa sistem
organ, di antaranya sistem pencernaan, sistem peredaran darah,
sistem pernapasan, sistem ekskresi, sistem saraf, sistem rangka,
dan sistem reproduksi. Agar lebih memahami sistem organ,
berikut akan dijelaskan organ-organ yang membentuk sistem
pernapasan manusia.
Organ pada sistem pernapasan manusia terdiri atas hidung,
tenggorokan, cabang tenggorokan, dan paru-paru (Gambar
13.13). Proses pernapasan juga dibantu oleh otot antartulang
rusuk dan sekat rongga dada (diafragma). Di antara organ-organ
tersebut terjadi saling kerja sama sehingga udara dapat masuk dan
keluar tubuh. Udara yang masuk tersebut, selanjutnya digunakan
untuk membakar makanan sehingga diperoleh energi.
Setiap sistem organ terletak pada bagian tubuh yang berbeda.
Beberapa lokasi sistem organ, seperti sistem rangka, sistem saraf,
dan sistem pencernaan di dalam tubuh manusia, dapat kamu
lihat pada Gambar 13.14.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

(a)

(b)

(c)

Gambar 13.14
Manusia memiliki beberapa sistem
organ, seperti (a) sistem rangka,
(b) sistem saraf, dan (c) sistem
pencernaan.
Sumber: Biology: The Unity and Diversity of Life, 1995

Apa yang terjadi jika salah satu


sistem organ tersebut tidak
berfungsi?

Uji Pemahaman Konsep 13.4


Kerjakanlah di dalam buku latihanmu.
1. Apakah yang dimaksud dengan sistem
organ?
2. Apakah tumbuhan memiliki sistem organ?
Tersusun dari organ apakah sistem-sistem
organ tersebut?

3. Tuliskan contoh-contoh sistem organ pada


hewan dan manusia.

Organisme

Berbagai sistem organ yang terdapat di dalam tubuh tidak dapat


berdiri sendiri. Sistem-sistem organ tersebut saling berhubungan
dan terorganisasi dengan rapi sehingga membentuk tubuh suatu
organisme. Sistem pencernaan tidak akan ada artinya apabila di
dalam tubuh tidak ada sistem peredaran darah. Sistem peredaran
darah akan mengangkut sari-sari makanan ke seluruh tubuh.
Di dalam tubuh, sari-sari makanan tersebut akan dibakar oleh
oksigen yang berasal dari sistem pernapasan. Proses pembakaran
makanan ini akan menghasilkan energi. Energi akan digunakan
oleh sel-sel untuk menjalankan fungsinya.
Dari seluruh uraian yang telah kamu pelajari, jelaslah
bahwa terbentuknya suatu organisme dimulai dari sel. Selsel yang bentuk dan fungsinya sama membentuk jaringan.
Berbagai jaringan bersatu dan bekerja sama membentuk organ.
Selanjutnya, berbagai organ bekerja sama menjalankan fungsi
tertentu membentuk sistem organ. Semua sistem organ itu
saling berhubungan dan bekerja sama membentuk organisme
multiseluler, yaitu tumbuhan, hewan, atau manusia.

Organisasi Kehidupan

265

Tugas
Sel, jaringan, organ, dan sistem organ membentuk suatu organisasi yang disebut organisasi kehidupan.
Apakah gangguan pada salah satu bagian penyusun organisasi kehidupan akan mengganggu
keseluruhan organisasi kehidupan tersebut?

Kamu dapat mencari jawabannya di buku-buku yang ada di perpustakaan sekolahmu atau situs-situs
internet. Kamu juga dapat bertanya kepada orang-orang yang kamu anggap ahli di bidang tersebut.

Uji Pemahaman Konsep 13.5


Kerjakanlah di dalam buku latihanmu.
1. Apa yang dimaksud dengan organisme.

2. Jelaskan hubungan antara sel, jaringan, organ,


dan sistem organ pada tubuh organisme.

Rangkuman
1. Sel merupakan satuan terkecil penyusun 4. Organ-organ membentuk sistem organ
makhluk hidup.
tertentu untuk melaksanakan fungsi-fungsi
2. Sel-sel yang bentuk dan fungsinya sama
khusus.
membentuk jaringan.
5. Tubuh tersusun atas beberapa sistem organ
3. Jaringan-jaringan membentuk organ untuk
yang fungsinya terkait satu dengan yang
melaksanakan suatu fungsi tertentu.
lain sehingga terbentuk fungsi kehidupan.

Kata Kunci



dinding sel
epidermis
inti sel
jaringan

kolenkim
meristem
organ
organel sel

organisme
sistem organ
sitoplasma

Apa yang Kamu Peroleh Setelah Mempelajari Bab Ini?


Setelah kamu mempelajari materi tentang Organisasi Kehidupan, kamu tentu merasakan
manfaatnya, seperti mengetahui sel-sel dan jaringan penyusun organisme. Jelaskan
olehmu manfaat-manfaat lain yang kamu rasakan setelah mempelajari materi tersebut.
Selain itu, bagian mana yang belum kamu pahami? Coba tuliskan dan konsultasikan
hasilnya dengan gurumu.

266

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Uji Kompetensi Bab 13


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1. Istilah sel kali pertama digunakan oleh ....
a. Leeuwenhoek
b. R. Hooke
c. M. Schleiden
d. T. Schwann
Alasan:
2. Bagian sel yang berfungsi sebagai pusat
pengendali seluruh kegiatan sel adalah ....
a. sitoplasma
b. membran
c. inti sel
d. mitokondria
Alasan:
3. Lemak di dalam tubuh membentuk jaringan
lemak. Salah satu fungsinya adalah sebagai
tempat menyimpan energi cadangan.
Jaringan lemak termasuk jaringan ....
a. pengikat
c. parenkim
b. epitel
d. penyokong
Alasan:
4. Kita dapat mengenal jenis bunyi karena
rangsangan diterima oleh telinga, kemudian
disampaikan ke otak untuk diolah dan diarti
kan. Jaringan yang berfungsi menyampaikan
rangsang bunyi adalah ....
a. jaringan pengikat
b. jaringan pelindung
c. jaringan epitel
d. jaringan saraf
Alasan:
5. Jaringan pada tumbuhan yang aktif membelah
adalah ...
a. epidermis
b. xilem
c. kolenkim
d. meristem
Alasan:
6. Pada organisme multiseluler, jika terjadi
gangguan kerusakan pada salah satu organ
akan mengakibatkan ....

7.

8.

9.

10.

a. hanya organ tersebut yang terpengaruh


b. organ yang lain turut terpengaruh
c. hanya sel-selnya saja yang terpengaruh
d. organisme tersebut tidak terpengaruh
Alasan:
Sel mampu menghasilkan energi karena di
dalam sel terdapat organel .
a. badan Golgi
b. retikulum endoplasma
c. mitokondria
d. ribosom
Alasan:
Organisme merupakan satu kesatuan yang
utuh dengan pengorganisasian yang sangat
rapi. Urutan yang benar dari suatu organisasi
kehidupan adalah .
a. sel jaringan organ organisme sistem
organ
b. sel jaringan sistem organ organ
organisme
c. sel jaringan sistem jaringan organ
sistem organ
d. sel jaringan organ sistem organ
organisme
Alasan:
Sistem organ pada hewan yang berperan
menghasilkan energi adalah .
a. sistem pencernaan
b. sistem reproduksi
c. sistem saraf
d. sistem pertahanan tubuh
Alasan:
Organ merupakan kumpulan jaringan yang
membentuk fungsi tertentu. Berikut yang
bukan merupakan organ adalah ....
a. ginjal
b. kulit
c. bola mata
d. darah merah
Alasan:

Organisasi Kehidupan

267

11. Organ jantung berfungsi memompa darah


ke seluruh tubuh. Pergerakan jantung
disebabkan oleh ....
a. jaringan otot jantung
b. jaringan otot polos
c. jaringan saraf jantung
d. jaringan ikat jantung
Alasan:
12. Jaringan otot, jaringan epitel, dan jaringan
ikat pada tubuh akan membentuk ....
a. sel
b. jaringan
c. organ
d. sistem organ
Alasan:
13. Sel-sel yang struktur dan fungsinya sama
akan membentuk .
a. jaringan
b. organ
c. sistem organ
d. kumpulan sel
Alasan:

14. Perhatikan gambar jaringan berikut.

Bagian sel saraf yang berfungsi membawa


rangsang dari badan sel ke sel saraf lainnya
ditunjukkan oleh nomor .
a. 1 c. 3
b. 2 d. 4
Alasan:
15. Kamu dapat berjalan dari rumah ke sekolah
karena tubuh kamu memiliki jaringan yang
berfungsi sebagai alat gerak aktif. Jaringan
tersebut adalah ....
a. jaringan tulang
b. jaringan otot
c. jaringan saraf
d. jaringan pengikat
Alasan:

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


1. Organel pada sel hewan berbeda dengan
tumbuhan. Organel apa yang menjadi pem
beda antara sel hewan dan sel tumbuhan?
2. Jelaskan apa yang terjadi jika sebuah sel
dihilangkan nukleusnya.
3. Buktikan bahwa fungsi suatu jaringan memengaruhi jaringan yang lain.
4. Proses kehidupan pada makhluk hidup
multiseluler, seperti pernapasan dan pen
cernaan dilakukan oleh sistem organ.
Bagaimanakah makhluk hidup uniseluler
menjalankan proses kehidupannya?

268

5. Jika kamu rajin membaca media massa (surat


kabar), mungkin kamu pernah membaca
beberapa tulisan yang isinya menyangkut
soal jual beli organ tubuh manusia, terutama
ginjal. Hal tersebut biasanya dilakukan oleh
orang-orang yang memerlukan uang dalam
jumlah yang banyak dalam waktu dekat.
Carilah informasi mengenai jual beli organ
tubuh di media massa. Alasan apa saja yang
mendasari tindakan mereka? Bagaimana
tanggapan kamu mengenai jual beli organ
tubuh tersebut?

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

II. Uji Pemahaman IPA


Perhatikan bagan mengenai hubungan sel, jaringan,
organ, dan sistem organ berikut.
Jaringan G

Sistem organ A
Individu

Sistem organ B
Sistem organ C

Organ D

Organ E

Organ F

Jaringan H
Jaringan I
Jaringan G

Sel X
Sel X
Sel X
Sel Y
Sel Y
Sel Y
Sel Z
Sel Z
Sel Z

Jaringan H
Jaringan I

1. Disusun oleh apakah sistem organ?


2. Jika salah satu jaringan rusak, bagaimana
pengaruhnya terhadap kerja organ?

3. Apakah ada jenis jaringan yang sama, tetapi


terletak pada organ yang berbeda?

Organisasi Kehidupan

269

Mengukur Ketuntasan Belajar


Setelah kamu selesai menjawab pertanyaan pada Uji Kompetensi Bab ini, periksalah jawabanmu dengan
melihat kunci jawaban, bertanya pada guru, atau melihat kembali materi pada buku ini. Gunakan
rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajarmu.
Tingkat penguasaan =

Skor yang kamu peroleh


100%
Skor maksimal

Tingkat penguasaan yang kamu peroleh:


90% 100% Baik sekali
80% 89%
Baik
70% 79%
Cukup
< 69%
Kurang
Jika kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kamu telah tuntas mempelajari materi bab
ini dan dapat mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, jika tingkat penguasaan kamu kurang dari
80%, kamu harus mempelajari kembali materi bab ini, terutama bagian yang belum kamu kuasai.

Kata Bijak
Jenius adalah kemampuan mengubah yang rumit menjadi selapis.
(C.W Ceran)

270

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab

14

o
w.sead
Sumber: ww

minica

.com

Ekosistem
Manfaat Hasil Belajar
Agar dapat memahami saling ketergantungan dalam ekosistem, kamu harus mampu:
menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem,
mengidentifikasi pentingnya keanekaragaman makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem.

Pada pembelajaran yang lalu, kamu telah belajar mengenai


organisasi kehidupan. Kamu telah mengetahui bahwa makhluk
hidup itu tersusun atas sel, jaringan, organ, dan sistem organ.
Setiap makhluk hidup dapat hidup apabila kebutuhannya ter
penuhi. Oleh sebab itu, perlu ada interaksi antara makhluk
hidup dengan lingkungannya sebagai penunjang kelangsungan
hidup organisme tersebut.
Jika kamu ingin menemukan cacing tanah, kamu harus men
carinya di tanah yang lembap dan gembur. Mengapa cacing tanah
hidup di tanah yang lembap dan gembur? Adakah hubungan yang
saling memengaruhi antara cacing tanah dan tempat hidupnya?
Pada bab ini, kamu akan mempelajari hubungan antara
makhluk hidup dan makhluk hidup lainnya. Kamu juga akan
mempelajari hubungan antara makhluk hidup dan makhluk
tidak hidup di lingkungannya.

271

Peta Konsep
terbentuk dari

terbentuk dari

Komunitas

Ekosistem

terbentuk dari

Populasi

Individu

terdiri atas

Komponen biotik

Komponen abiotik
contoh

terdiri atas

Produsen

berinteraksi membentuk

Konsumen

Pengurai

tanah
Simbiosis

air

dikelompokkan
menjadi

membentuk

udara
suhu

Rantai makanan

kelembapan

membentuk

Jaring makanan

cahaya matahari

Simbiosis
mutualisme

Simbiosis
komensalisme

Simbiosis
parasitisme

agar seimbang harus

dilestarikan
di antaranya melalui

Dikeluarkannya
undang-undang

Uji Kompetensi Awal


Sebelum mempelajari bab ini,
kerjakanlah soal-soal berikut.
1. Apakah terjadi hubungan
antara makhluk hidup satu
dengan makhluk hidup
lainnya?
2. Tuliskan contoh hubungan
antarmakhluk hidup.
3. Mengapa terjadi proses
makan dan dimakan
antarmakhluk hidup?

272

Strategi pengelolaan
keanekaragaman
hayati

Satuan Makhluk Hidup


dalam Ekosistem

Perhatikanlah kebun sekolah, sawah, atau taman. Kamu akan


melihat bahwa tidak ada satupun makhluk hidup yang dapat
hidup sendiri. Di antara makhluk hidup tersebut, terdapat suatu
hubungan yang saling memengaruhi. Hubungan tersebut juga
terjadi antara makhluk hidup dan makhluk tidak hidup. Bahkan
di antara makhluk tidak hidup pun terjadi hubungan yang saling
memengaruhi, contohnya adalah siklus air.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Hubungan saling memengaruhi antara makhluk hidup dan


makhluk tak hidup membentuk suatu sistem yang disebut ekosistem.
Ekosistem dibentuk oleh satuan-satuan makhluk hidup. Apa sajakah
satuan makhluk hidup yang membentuk ekosistem itu? Untuk
mengetahuinya lakukanlah kegiatan berikut secara berkelompok.

Kegiatan Ilmiah 14.1


Tujuan
Menunjukkan satuan makhluk hidup dalam ekosistem
Alat dan Bahan
Tali rafia dan patok dari kayu 4 buah
Langkah Kerja
1. Bersama kelompokmu, buatlah bidang pengamatan (plat) seluas
2 2 meter menggunakan patok kayu dan tali rafia. Lakukan
kegiatan pengamatan di halaman sekolah atau lapangan sekitar
sekolah. Pengamatan dilakukan dua kali, yaitu di tempat terang
dan di tempat teduh (di bawah pohon rindang).

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
http://www.e-dukasi.net/
mol/mo_full.php?
http://www.fi.edu/tfi/units/
life/habitat.html

2. Amati semua makhluk hidup ada pada plot pengamatan.


3. Catat hasil pengamatanmu pada tabel seperti berikut di buku
latihanmu.
Tabel Hasil Pengamatan

id.wikipedia.org/wiki/
Ekosistem
www.e-smartschool.com/
PNU/005/PNU0050001.asp

Pertanyaan
1. Berapakah jumlah masing-masing jenis hewan dan tumbuhan
yang kamu temukan di tempat terang dan di tempat teduh?
2. Samakah jenis dan jumlah makhluk hidup yang kamu
temukan di tempat terang dan di tempat teduh?
3. Adakah jenis hewan atau tumbuhan yang kamu temukan di
plot pengamatanmu yang jumlahnya hanya satu? Jika ada,
tuliskan jenis hewan atau tumbuhan tersebut.

Ekosistem

273

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, kamu dapat


menemukan satuan-satuan makhluk hidup pada suatu ekosistem.
Satuan makhluk hidup tersebut adalah individu, populasi,
komunitas, dan ekosistem.
Individu adalah satu makhluk hidup, misalnya seekor semut,
seekor burung, dan sebuah pohon. Populasi adalah kumpulan
individu sejenis yang dapat berkembang biak serta berada pada
tempat yang sama dan dalam kurun waktu yang sama. Contoh
populasi adalah sekelompok semut di atas meja. Komunitas
dibentuk oleh beberapa macam populasi yang menempati daerah
yang sama pada waktu yang sama. Contohnya, komunitas hutan
jati, padang rumput, dan hutan pinus. Perhatikan Gambar 14.1.

Gambar 14.1
Satuan makhluk hidup yang
membentuk ekosistem adalah
(a) individu, (b) populasi, dan (c)
komunitas.

(b)

Terdiri atas komponen apa sajakah


penyusun ekosistem pada gambar
tersebut?

Fakta
Ilmiah
Bioma savana terdiri atas
padang rumput tropis dan
subtropis dengan sedikit
pepohonan. Savana
meliputi 40% wilayah
Afrika, juga wilayah yang
luas di Australia, Amerika
Serikat, dan India.
Sumber: Ensiklopedia Geografis,
2007

274

(a)

(c)

Sumber: Jendela Iptek: Ekologi, 1997

Sementara itu, ekosistem merupakan kesatuan komunitas


dan lingkungannya yang membentuk suatu hubungan timbal
balik di antara komponen-komponennya. Komponen suatu
ekosistem mencakup seluruh makhluk hidup dan makhluk tidak
hidup yang terdapat di dalamnya.
Berdasarkan proses terbentuknya, ekosistem dibedakan
menjadi ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami
adalah ekosistem yang terbentuk secara alamiah, tanpa campur
tangan manusia. Contoh ekosistem alami adalah rawa, sungai,
dan laut. Jika suatu ekosistem sengaja dibuat manusia maka
disebut ekosistem buatan. Contoh ekosistem buatan, antara lain
ekosistem sawah, kebun, kolam, waduk, dan akuarium.
Setelah ekosistem, ada satuan makhluk hidup yang lebih
besar dari ekosistem, yaitu bioma dan biosfer. Bioma merupakan
suatu ekosistem darat yang khas dan luas cakupannya. Contohnya,
bioma savana, bioma tundra, bioma taiga, dan bioma hutan hujan
tropis (Gambar 14.2). Berbagai bioma di permukaan bumi saling
berhubungan dan membentuk sistem yang lebih besar lagi, yang
disebut biosfer.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

(a)

(b)

(c)

Sumber: www.saskchool.ca/gregory/artic; www.school.discovery.com; The Green Kingdom, 1993

Di dalam suatu ekosistem, terdapat satuan proses yang


saling berkaitan dan saling berpengaruh antara semua kompo
nennya. Suatu ekosistem dibangun oleh dua komponen utama,
yaitu komponen yang hidup (biotik) dan komponen tidak hidup
(abiotik).

Gambar 14.2
Contoh bioma, yaitu (a) bioma
tundra, (b) bioma taiga, dan (c)
bioma hujan tropis.
Macam bioma apakah yang
terdapat di Indonesia?

(a)

1. Komponen Biotik
Komponen biotik suatu ekosistem terdiri atas produsen,
konsumen, dan pengurai. Produsen adalah organisme yang dapat
menghasilkan makanan dan penyedia makanan untuk makhluk
hidup yang lain. Konsumen adalah organisme yang tidak dapat
membuat makanannya sendiri dan bergantung pada organisme
lain dalam hal makanan. Pengurai adalah organisme yang
menguraikan organisme mati. Contoh pengurai adalah jamur
dan bakteri.
(a)

(b)

Gambar 14.3
(a) Jamur Phallus impudicus
dan (b) bakteri Micrococcus
berperan sebagai pengurai atau
dekomposer.
Sumber: Botany, 1995

Mungkin kamu pernah melihat nasi basi ataupun buahbuahan yang busuk. Di dalam usus besar kita pun terjadi
pembusukan. Proses-proses ini dilakukan oleh berbagai jenis
bakteri.
Proses pembusukan oleh pengurai ini menghasilkan berbagai
macam mineral di dalam tanah. Mineral-mineral yang terdapat
di dalam tanah dan terlarut dalam air akan diserap oleh akar
tumbuhan.

Apa yang terjadi jika tidak ada


pengurai?

Ekosistem

275

Tugas
Sediakan sepotong tempe. Kemudian, simpanlah tempe tersebut di tempat yang lembap selama 3
hari. Amati pertumbuhan jamur dan keadaan biji kedelainya. Bandingkan tempe tersebut dengan
tempe yang masih baru. Diskusikan bersama teman-temanmu tentang peran jamur dalam tempe
tersebut. Buatlah laporan tertulisnya.

2. Komponen Abiotik

Tantangan IPA
Science Quest
Cahaya matahari berperan
dalam proses fotosintesis.
Apa yang terjadi jika di
Bumi tidak ada cahaya
matahari?
Sunlight takes part in
photosynthesis. What
will happen if there is no
sunlight?

Semua benda tidak hidup yang ada di sekitar makhluk hidup


merupakan komponen abiotik. Komponen abiotik suatu
ekosistem, di antaranya cahaya matahari, tanah, air, udara, suhu,
dan kelembapan.

a. Cahaya Matahari
Pada suatu ekosistem, cahaya matahari merupakan sumber energi
yang digunakan langsung oleh produsen untuk fotosintesis.
Tumbuhan hijau menyerap energi cahaya matahari melalui klorofil
pada daun. Proses fotosintesis menghasilkan zat makanan, yaitu
karbohidrat. Hewan dan manusia memanfaatkan tumbuhan
sebagai sumber makannya. Oleh karena itu, hewan dan manusia
memanfaatkan energi cahaya matahari secara tidak langsung.
Perlu kamu ketahui bahwa energi cahaya matahari ini jumlahnya
sangat melimpah. Namun, pemanfaatan energi cahaya matahari oleh
manusia masih sedikit. Beberapa universitas dan lembaga penelitian
di Indonesia telah melakukan penelitian mengenai manfaat energi
cahaya matahari. Penelitian ini dilakukan sebagai usaha memperoleh
sumber energi alternatif untuk meng-ganti bahan bakar minyak.

b. Tanah

Sumber: Microsoft Encarta Reference


Library, 2005

Gambar 14.4
Tumbuhan hijau dapat
berfotosintesis karena adanya
cahaya matahari.

Tanah merupakan tempat hidup bagi hampir semua organisme,


seperti manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Bagi
tumbuhan, selain untuk menancapkan akarnya, tanah juga
merupakan sumber bahan-bahan mineral (zat-zat hara). Tanah
yang kaya akan bahan-bahan mineral memungkinkan tumbuhan
dapat tumbuh subur.

c. Air
Sebagian besar tubuh organisme terdiri atas air. Oleh karena
itu, air mutlak dibutuhkan oleh semua organisme. Di dalam
tubuh, air berfungsi sebagai pengangkut dan pelarut zat-zat
yang dibutuhkan oleh semua organisme. Pada tumbuhan, air
digunakan untuk membuat zat makanan melalui fotosintesis.
Mineral-mineral di dalam tanah, umumnya terlarut dalam air.

276

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Dengan demikian, akan lebih memudahkan penyerapan mineralmineral oleh akar tumbuhan. Bagi makhluk hidup tertentu, air
merupakan habitat untuk hidup dan berkembang biak. Adapun
untuk makhluk hidup yang hidup di darat, air merupakan zat
yang diperlukan untuk metabolisme tubuh.

Tokoh IPA

d. Udara
Lingkungan abiotik yang berupa gas, biasa disebut udara. Udara
merupakan campuran berbagai macam gas yang menyelimuti
bumi. Gas-gas yang digunakan dengan jumlah banyak dalam
kehidupan makhluk hidup adalah oksigen, karbon dioksida, dan
nitrogen.
Oksigen (O2) digunakan oleh makhluk hidup untuk
bernapas. Nitrogen merupakan bagian terbesar dalam atmosfer
bumi, yaitu sekitar 80%. Semua makhluk hidup membutuhkan
nitrogen. Akan tetapi, tidak semua makhluk hidup dapat
langsung memanfaatkan nitrogen bebas yang ada di atmosfer
ini. Sementara itu, karbon dioksida diperlukan oleh tumbuhan
untuk dapat melangsungkan fotosintesis.
CO2
O2

Jean Baptiste
Boussingault
(18021887)
Ia adalah kimiawan
pertanian Prancis yang
mengidentifikasi skema
dasar siklus biologis
unsur nitrogen. Dia
mendemontrasikan bahwa
tanaman tidak menyerap
unsur tersebut dari udara,
melainkan dari dalam
tanah dalam bentuk nitrat.
Sumber: Koran Tempo, 2004

Gambar 14.5

Sumber: CD Images

e. Suhu
Suhu lingkungan sangat berpengaruh terhadap kehidupan
makhluk hidup. Ada tumbuhan yang hanya dapat hidup di
lingkungan yang panas. Namun, ada pula tumbuhan yang hanya
dapat hidup di lingkungan yang bersuhu dingin. Dapatkah kamu
menyebutkan contoh jenis tumbuhannya?
Bagi hewan dan manusia, suhu lingkungan sangat berpengaruh terhadap metabolisme tubuhnya. Beberapa hewan ada
yang harus menyesuaikan dirinya jika terjadi perubahan suhu di
lingkungannya. Misalnya, beberapa jenis hewan pengerat ada
yang bersembunyi di dalam lubang atau di dalam tanah jika
suhu lingkungan di sekitarnya sangat rendah. Dapatkah kamu
menyebutkan contoh lainnya?

Beruang menghasilkan oksigen


yang berguna bagi makhluk hidup
lainnya.
Apa yang terjadi jika di Bumi tidak
ada tumbuhan?

Sumber: www.sierrawildbear

Gambar 14.6
Beruang melakukan hibernasi
(tidur panjang) ketika suhu
lingkungannya turun drastis.

Ekosistem

277

f. Kelembapan
Pada ekosistem darat, kelembapan udara sangat ditentukan
oleh kadar air di udara. Kelembapan udara sangat berpengaruh
terhadap kehidupan makhluk hidup di darat. Beberapa jenis
hewan, misalnya cacing tanah hanya dapat hidup pada habitat
tanah yang lembap. Tumbuhan juga memerlukan kelembapan
tertentu untuk melakukan aktivitas hidupnya seperti pertumbuhan, fotosintesis, dan penguapan (transpirasi). Agar kamu
lebih memahami komponen-komponen yang membentuk suatu
ekosistem, lakukan kegiatan berikut secara berkelompok.

Kegiatan Ilmiah 14.2


Tujuan
Mengamati komponen-komponen yang membangun ekosistem
Alat dan Bahan
Buku, alat tulis, termometer, dan higrometer
Langkah Kerja
1. Bersama kelompokmu, amati komponen-komponen yang
terdapat dalam suatu ekositem. Jika memungkinkan, setiap
kelompok dapat melakukan pengamatan pada ekosistem yang
berbeda, misalnya kebun, taman, sawah, kolam, atau sungai.
2. Ukur suhu udara menggunakan termometer dan kelembapan
udara menggunakan higrometer. Tanyakanlah pada gurumu
cara menggunakan alat-alat tersebut.
3. Catatlah seluruh hasil pengamatanmu pada tabel seperti
berikut di buku latihanmu.
Tabel Hasil Pengamatan

4. Presentasikan dan diskusikan hasilnya di depan kelas.


Pertanyaan
1. Jenis makhluk hidup apakah yang berperan sebagai produsen,
konsumen, dan pengurai?
2. Disebut ekosistem apakah tempat makhluk hidup itu
berada?
3. Bandingkan data hasil pengamatanmu dengan data hasil
pengamatan kelompok lain.

278

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

4. Apakah setiap ekosistem memiliki jenis makhluk hidup


tertentu yang tidak ditemukan di ekosistem lain?
5. Apakah faktor abiotik berpengaruh terhadap jenis makhluk
hidup yang mendiami ekosistem tersebut?

Uji Pemahaman Konsep 14.1


Kerjakanlah di dalam buku latihanmu.
1. Terangkan olehmu, apa yang dimaksud
dengan individu, populasi, komunitas, dan
ekosistem.
2. Apakah perbedaan antara ekosistem alami
dan ekosistem buatan?

3. Tuliskan komponen biotik dalam suatu


ekosistem, serta jelaskan fungsinya masingmasing.
4. Tuliskan komponen abiotik yang ada dalam
suatu ekosistem.

Kebergantungan

Saling kebergantungan tidak hanya terjadi antarkomponen


biotik. Saling kebergantungan juga terjadi antara komponen
biotik dan abiotiknya.

1. Saling Kebergantungan Antarkomponen


Biotik
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa komponen biotik terdiri
atas produsen, konsumen, dan pengurai. Dengan demikian,
kebergantungan antarkomponen biotik sama dengan saling
kebergantungan antara produsen, konsumen, dan pengurai.
Dari manakah produsen, konsumen, dan pengurai memperoleh
makanannya? Dapatkah kamu melihat adanya hubungan saling
kebergantungan antara produsen, konsumen, dan pengurai?

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
biocab.org/Energy_
Pyramid.html
id.wikipedia.org/wiki/
Rantai_makanan
www.vtaide.com/png/
foodchains.htm

a. Rantai Makanan dan Jaring-Jaring Makanan


Dalam suatu ekosistem, terjadi kebergantungan antara produsen,
konsumen, dan pengurai. Saling kebergantungan antarkomponen
biotik, di antaranya dalam bentuk proses makan dan dimakan.
Pada dasarnya, proses ini merupakan perpindahan energi karena
di dalam makanan terdapat energi. Untuk memahami proses
makan dan dimakan dalam suatu ekosistem, perhatikan contoh
peristiwa makan dan dimakan pada Gambar 14.7.

Ekosistem

279

Burung elang
Ular
Tikus

Rumput-rumputan
Buah beri

Gambar 14.7
Rantai makanan di suatu padang
rumput.

Soal Persiapan UN
Hewan yang memakan
hewan pemakan tumbuh
an dalam suatu ekosistem
disebut .
a. produsen
b. konsumen dua
c. konsumen pertama
d. pengurai
(UN 2007)
Pembahasan
Berdasarkan
perantaranya, komponen
biotik dalam ekosistem
dibedakan ke dalam:

Sumber: Botany, 1995

Urutan makan dan dimakan pada Gambar 14.7 membentuk


suatu pola. Buah beri dan biji rumput dimakan tikus, tikus dimakan
ular, dan ular dimakan burung elang. Pola-pola makanan yang
berurutan ini memberikan kesan saling mengait seperti rantai.
Oleh karena itu, pola tersebut dinamakan rantai makanan.
Apakah buah beri dan biji rumput hanya dimakan oleh
tikus? Apakah tikus juga hanya dimakan ular? Jika kamu pernah
memperhatikan lingkungan sekitarmu, kamu dapat mengetahui
hewan-hewan apa saja yang makanannya rumput. Begitu juga
dengan hewan pemakan tikus dan ular. Nah, sekarang coba kamu
cari ada berapa banyak rantai makanan yang terjadi di padang
rumput?
Kumpulan rantai makanan membentuk suatu jaringjaring yang disebut jaring-jaring makanan. Agar lebih jelasnya,
perhatikan Gambar 14.8 berikut.

Ular

b. konsumen, pemakan
produsen;
c. dekomposer, pengurai.
Konsumen I: pemakan
produsen.
Konsumen II: pemakan
konsumen I.

Burung elang

Serigala

a. produsen, membuat
makanannya sendiri
melalui fotosintesis,
contohnya tumbuhan;

Katak

Tikus

Capung

Belalang

Kupu-kupu

Burung gereja

Lalat

Jawaban: B

Gambar 14.8
Jaring-jaring makanan di dalam
suatu ekosistem.
Siapa saja yang bertindak sebagai
konsumen tingkat satu?

280

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Tumbuhan
Sumber : Jendela Iptek: Ekologi, 1997

Kamu tentu masih ingat bahwa di dalam ekosistem terdapat


komponen pengurai. Di manakah posisi pengurai pada jaringjaring makanan di dalam ekosistem? Diskusikan dengan temantemanmu.

b. Piramida Makanan dan Aliran Energi


Rantai makanan akan berlangsung secara seimbang jika produsen
lebih banyak daripada populasi konsumen tingkat I. Demikian
pula dengan konsumen tingkat I, harus berjumlah lebih banyak
daripada konsumen tingkat II, dan seterusnya. Jika digambarkan
dalam bentuk diagram, jumlah populasi dari produsen sampai
konsumen tertinggi akan membentuk gambar seperti piramida.
Piramida ini disebut piramida makanan.
Tingkat trofik IV

Tingkat trofik III

Tingkat trofik II

Fakta
Ilmiah
Di bagian lautan yang
mendapatkan cukup
cahaya matahari, banyak
terdapat plankton yang
menjadi dasar pondasi
rantai makanan dengan
makhluk hidup yang
lainnya.
Sumber: Jendela Iptek: Ekologi,
1997

Konsumen tingkat III

Konsumen tingkat II

Konsumen tingkat I

Gambar 14.9
Tingkat trofik I

Pada piramida makanan,


Produsen
organisme yang menempati tingkat
trofik yang lebih tinggi, mempunyai
Sumber: Jendela Iptek: Ekologi, 1997
anggota yang lebih sedikit.

Dalam suatu piramida makanan, produsen dan konsumen


menempati tingkat-tingkat tertentu. Tingkat-tingkat seperti ini
disebut tingkat trofik. Berdasarkan tingkat trofiknya, produsen
menempati tingkat trofik I, konsumen tingkat I menempati
tingkat trofik II, konsumen tingkat II menempati tingkat tropik
III, dan seterusnya.
Proses makan yang dilakukan organisme bertujuan untuk
memperoleh energi. Dengan demikian, proses makan dan
dimakan dalam suatu rantai makanan dan jaring-jaring makanan
dapat dikatakan sebagai proses aliran energi. Energi yang berasal
dari cahaya matahari ini akan mengalir ke produsen, kemudian
ke konsumen. Perhatikan Gambar 14.10. Apakah energi tersebut
akan mengalir juga ke pengurai?

Ekosistem

281

Matahari

Rumput

Kuda

Singa

Sumber: Biology: Discovering Life, 1991

Gambar 14.10
Proses aliran energi yang terjadi
dalam tumbuhan dan hewan.
Dari manakah energi yang
diperoleh kuda zebra dan singa
untuk melakukan aktivitas
hidupnya?

Proses perpindahan energi ketika melalui tingkat trofik yang


lebih tinggi, selalu ada energi yang hilang. Berdasarkan Gambar
14.10, energi yang pindah dari rumput ke kuda lebih besar
dibanding energi yang pindah dari rumput ke singa. Dengan
demikian, jika dibuat suatu diagram, akan tergambar seperti
piramida.
Diagram ketersediaan energi ini dapat dibuat berdasarkan
satuan jumlah individu yang dibutuhkan untuk menjaga
kestabilan suatu ekosistem. Selain itu, dapat juga dibuat
berdasarkan rata-rata jumlah energi yang pindah ke setiap
trofiknya. Satuan yang digunakan adalah kilo kalori per meter
persegi (kkal/m2). Perhatikan diagram ketersediaan energi pada
Gambar 14.11.
(a)
1

Elang

90.000
200.000

Gambar 14.11
Contoh pembuatan diagram aliran
energi berdasarkan (a) satuan
jumlah individu dan
(b) satuan kilokalori/m2.
Mengapa pada perpindahan energi
ke tingkat tropik yang lebih tinggi
selalu diikuti energi yang hilang?

Ular
Tikus
Rumput

1.500.000
(b)

67 kkal/m2

Ikan besar

1.600 kkal/m

Ikan kecil

14.000 kkal/m

67.000 kkal/m

Kecebong
Tumbuhan air
Sumber: Biology for You, 2002

2. Saling Kebergantungan Antara


Komponen Biotik dan Abiotik
Untuk lebih memahami pengaruh komponen abiotik terhadap
komponen biotik dalam suatu ekosistem, lakukan kegiatan
berikut secara berkelompok.

282

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Kegiatan Ilmiah 14.3


Tujuan
Mengamati pengaruh komponen abiotik terhadap komponen
biotik ekosistem
Alat dan Bahan
Dua buah pot bunga dan biji kacang tanah
Langkah Kerja
1. Siapkan dua buah pot A dan B yang bentuk dan ukurannya
sama.
2. Isilah kedua pot tersebut dengan tanah yang berasal dari
tempat yang sama. Tanamlah di masing-masing pot tersebut
dua biji kacang merah, kemudian siram dengan sedikit air.
3. Biarkan biji tersebut berkecambah dan tumbuh. Setelah
biji di dalam kedua pot tumbuh, letakkan pot A di tempat
yang terkena sinar matahari, dan pot B di tempat yang tidak
terkena sinar matahari.
4. Siram secara teratur tanaman di dalam pot A, sedangkan
tanaman di dalam pot B jangan disiram. Amati keadaan
kecambah pada kedua pot setiap hari selama tujuh hari.
5. Catat hasil pengamatanmu pada tabel seperti berikut di
buku latihanmu. Kemudian, presentasikan di depan temantemanmu.

(a)

Pot A

(b)

Tabel Hasil Pengamatan

Pot B

Gambar 14.12

(a) Pot A disiram air secara teratur dan mendapatkan cukup


sinar matahari.

(b) Pot B tidak disiram air.
Pertanyaan
1. Bagaimana tinggi tanaman, warna daun, dan bentuk batang
tanaman di pot A dan di pot B?
2. Faktor abiotik apa yang mempengaruhi pertumbuhan
tanaman di pot A dan pot B?
3. Buatlah suatu kesimpulan tentang pengaruh faktor abiotik
terhadap faktor biotik dari percobaan tersebut.

Perlakuan pada pot A dan pot B

Cahaya matahari dan air merupakan faktor yang penting


dalam pertumbuhan tanaman. Bagaimana keadaan tanaman yang
disimpan di tempat yang tidak terkena cahaya dan tidak disiram?
Bandingkan dengan tanaman yang disimpan di tempat yang terkena
cahaya dan disiram air. Dapatkah kamu membedakannya?
Ekosistem

283

Apakah komponen biotik juga dapat memengaruhi


komponen abiotik? Ternyata, antara faktor tersebut terdapat
hubungan yang saling memengaruhi. Untuk memahami
pengaruh faktor biotik terhadap faktor abiotik, lakukan Kegiatan
Ilmiah 14.4 berikut secara berkelompok.

Kegiatan Ilmiah 14.4

Tanah dan cacing

Tanah

Dimasukkan ke dalam pot

Setelah tujuh hari tanah tersebut diamati

Gambar 14.13
Perlakuan pada pot A dan pot B.

Tujuan
Mengamati pengaruh faktor biotik terhadap faktor abiotik
Alat dan Bahan
Dua buah pot, beberapa ekor cacing, dan tanah secukupnya
Langkah Kerja
1. Sediakan dua buah wadah yang telah diberi label A dan B.
2. Isilah kedua wadah tersebut dengan tanah yang berasal dari
tempat yang sama.
3. Masukkan beberapa ekor cacing tanah pada wadah A,
sedangkan wadah B jangan diberi cacing tanah. Siram kedua
wadah A dan B dengan sedikit air sampai keadaan tanah
menjadi lembap.
4. Simpanlah kedua wadah A dan B selama tujuh hari di tempat
yang teduh. Setelah tujuh hari, balikkan kedua wadah tersebut.
5. Kemudian, periksa keadaan tanah pada kedua wadah
tersebut.
Usahakan keadaan tanah yang disiram jangan sampai berair atau becek. Jangan
lupa pula tambahkan dedaunan atau serbuk sebagai makanan cacing.

Pertanyaan
1. Mengapa kedua wadah pada percobaan tersebut harus
diberi air dan disimpan di tempat yang tidak terkena cahaya
matahari?
2. Bandingkan tanah pada wadah A dan wadah B. Tanah pada
wadah manakah yang berlubang-lubang? Mengapa hal ini
bisa terjadi ?
3. Jika tanah pada kedua wadah itu ditanami tumbuhan, tanah
yang manakah yang pertumbuhan tanamannya lebih cepat
dan baik? Mengapa hal itu bisa terjadi?
4. Kesimpulan apakah yang dapat kamu kemukakan dari
percobaan tersebut?

Tumbuhan yang ditanam pada tanah yang banyak cacingnya


akan mengalami pertumbuhan yang subur. Adapun tumbuhan
yang ditanam pada tanah yang tidak bercacing, pertumbuhannya
kurang subur.

284

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Saling kebergantungan di antara komponen yang ada dalam


ekosistem, dapat kamu lihat dengan jelas pada daur (siklus) karbon
berikut. Siklus karbon tersebut memperlihatkan kebergantungan
antara komponen biotik dan biotik maupun komponen biotik
dan abiotik.
Respirasi
Dari asap
Fotosintesis
pabrik
Bahan bakar
dari fosil

CO2 di
atmosfer
Fotosintesis

Respirasi
Proses penguraian
sisa-sisa organisme
hidup
Bahan organik
terlarut

Gambar 14.14
Siklus karbon
Sumber: Biology: Discovering Life, 1991

Siapakah yang berperan menyerap


CO2?

Siklus karbon tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak


ada tumbuhan, hewan, pengurai, air, dan tanah. Komponen
apalagi yang berperan dalam siklus karbon?

Uji Pemahaman Konsep 14.2


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Tulikan contoh peristiwa rantai makanan
dan jaring-jaring makanan.
2. Apakah yang dimaksud dengan piramida
makanan dan aliran energi?

3. Jelaskan saling kebergantungan antara


komponen biotik dan abiotik dalam suatu
ekosistem.

Keseimbangan Ekosistem

Dalam suatu ekosistem, jumlah produsen, konsumen, dan


pengurai akan berubah secara teratur serta seimbang, dan
terjadi secara alamiah. Apa yang akan terjadi di dalam suatu
ekosistem jika salah satu komponen biotiknya berubah? Untuk
memahaminya, perhatikan grafik hubungan antara mangsa dan
pemangsa pada Gambar 14.15.

Ekosistem

285

Keseimbangan mangsa dan


pemangsa menjadi salah satu
faktor keseimbangan dalam
ekosistem.

Jumlah Populasi

Gambar 14.15

Rumput

Kelinci
Kering hutan

Apakah yang terjadi jika salah satu


faktor punah?

Waktu
Sumber : Jendela Iptek: Ekologi, 1997

Uji Sikap
Karena dianggap berbahaya,
ular-ular yang berada di
persawahan banyak yang
dibunuh oleh para petani.
Dampak apa yang akan terjadi
terhadap keseimbangan
ekosistem?
Apakah kamu setuju dengan
tindakan para petani yang
membunuh ular karena
dianggap berbahaya?

Pada mulanya, populasi rumput banyak sehingga popu


lasi kelinci sebagai konsumen tingkat I meningkat (a). Kelinci
akan dimangsa oleh kucing hutan sebagai konsumen tingkat
II. Akibatnya, populasi kucing hutan meningkat dan populasi
kelinci menurun (b). Menurunnya populasi kelinci menyebab
kan populasi rumput meningkat, dan populasi kucing hutan
menurun karena kesulitan mendapatkan makanannya (c).
Dengan menurunnya populasi kucing hutan tersebut, ancaman
buat kelinci berkurang. Hal tersebut menyebabkan populasi kelinci
kembali meningkat, dan populasi rumput menurun (d). Demikian
seterusnya, sampai dimulainya siklus baru.

Uji Pemahaman Konsep 14.3


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Apakah yang dimaksud dengan keseim
bangan ekosistem?

2. Tuliskan contoh peristiwa keseimbangan


ekosistem.

Pelestarian Ekosistem

Agar ekosistem yang ada di alam ini tetap seimbang maka kelestarian
ekosistem harus dijaga. Salah satu upaya pelestarian ekosistem yaitu
dengan cara menjaga keanekaragaman makhluk hidup.
Keanekaragaman makhluk hidup sangat penting artinya
dalam menjaga kelestarian suatu ekosistem. Hal ini dikarenakan
suatu ekosistem tersusun oleh berbagai jenis makhluk hidup
dan tak hidup. Apabila keanekaragaman suatu makhluk hidup
berkurang maka keseimbangan ekosistem tempat makhluk hidup
itu tinggal akan terganggu.

286

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Di Indonesia, spesies yang terancam punah meliputi


126 spesies burung, 63 spesies mamalia, dan 21 spesies reptil.
Sementara itu, jenis kayu yang terancam punah keberadaannya,
yaitu jenis kayu ulin di Kalimantan, meranti di Jawa, dan kayu
eben yang berasal dari Sulawesi dan Jawa. Selain itu, beberapa jenis
tanaman hias, seperti anggrek terancam punah keberadaannya.
Usaha apa yang dapat dilakukan untuk melestarikan
keanekaragaman makhluk hidup di Indonesia? Berbagai usaha
telah dilakukan di Indonesia untuk melindungi hutan dan ke
anekaragaman makhluk hidup yang ada di dalamnya. Salah
satunya adalah dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor
5 Tahun 1982, tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kehutanan.
Undang-undang tersebut mencakup tiga hal pokok berikut.
a. Perlindungan proses-proses ekologi.
b. Pengawetan keanekaragaman plasma nutfah, yaitu untuk
menjaga kelestarian keanekaragaman jenis beserta ekosistemnya
supaya tidak punah. Strategi yang dilakukan antara lain dengan
dibuatkannya Undang-Undang Perburuan, suaka margasatwa,
cagar alam, dan taman nasional (Gambar 14.16).
c. Pemanfaatan ekosistem secara lestari. Pada bulan Juli 1992
di Rio de Janiero Brazil telah diselenggarakan Konfrensi
Tingkat Tinggi Bumi. Salah satu Agenda yang dihasilkan
dari pertemuan tersebut adalah Agenda 21 Indonesia. Di
dalam Agenda 21 Indonesia, dikemukakan bahwa fokus
pelestarian keanekaragaman hayati adalah mengelola kekayaan hayati Indonesia secara berkelanjutan.
Adapun strategi untuk mengelola keanekaragaman hayati
tersebut adalah sebagai berikut.
a. Meningkatkan pembentukan sistem kawasan lindung berikut
pengelolaannya secara efektif. Kegiatan ini merupakan
upaya konservasi in situ untuk melindungi spesies di habitat
aslinya. Misalnya, perlindungan badak bercula satu di Ujung
Kulon dan komodo di Pulau Komodo.
b. Melestarikan keanekaragaman hayati secara ex situ, yaitu
upaya konservasi yang dilaksanakan di luar habitat asli
hewan atau tumbuhan yang dikonservasi. Contoh konservasi
ex situ antara lain kebun raya, pusat pemuliaan tanaman,
penangkaran hewan, dan kebun binatang.
c. Melestarikan keanekaragaman hayati pada kawasan agroekosistem. Upaya yang dilakukan adalah dengan cara
mengembangkan dan melaksanakan pola pertanian yang
tidak mengganggu keanekaragaman hayati.

(a)

(b)

Sumber: Microsoft Encarta Reference


Library, 2005

Gambar 14.16
a. Taman Nasional Pulau Komodo
terletak di bagian tenggara
Kepulauan Indonesia.
b. Taman Nasional Lore Lindu
di Sulawesi Tengah. Taman
nasional dibuat untuk
melindungi keanekaragaman
hayati yang ada di dalamnya.

Ekosistem

287

Dalam perlindungan dan pelestarian hewan dan tumbuhan


langka yang terancam, salah satu hal yang penting adalah sikap
manusia. Sikap untuk menyadari bahwa makhluk hidup apa pun
jika telah punah keberadaannya, sulit untuk diadakan kembali.

Tugas
Diskusikan bersama teman-temanmu, contoh-contoh tingkah laku manusia yang dapat menyebabkan
terganggunya keseimbangan dan kelestarian ekosistem alam. Carilah informasinya di koran, majalah,
atau situs internet yang tersedia. Buatlah laporan tertulisnya dan presentasikan di depan kelas jika
waktunya memungkinkan.

Uji Pemahaman Konsep 14.4


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Mengapa ekosistem perlu dilestarikan?

2. Bagaimana cara melestarikan ekosistem?

Pola-Pola Interaksi

Bentuk interaksi yang sangat erat dan khusus antara dua


makhluk hidup yang berlainan jenis disebut simbiosis. Makhluk
hidup yang melakukan simbiosis disebut simbion. Berdasarkan
yang diuntungkan atau dirugikannya suatu simbion, simbiosis
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu simbiosis mutualisme,
komensalisme, dan parasitisme.

1. Simbiosis Mutualisme

Sumber: Biology: Exploring Life, 1994

Gambar 14.17
Interaksi antara bunga dan lebah
sangat kuat.
Apakah keuntungan yang
diperoleh kedua organisme
tersebut?

288

Hubungan antarorganisme yang saling menguntungkan di


sebut simbiosis mutualisme. Contoh simbiosis mutualisme adalah
hubungan antara lebah dan bunga. Lebah mendapat madu dari
bunga, sedangkan bunga dibantu penyerbukannya oleh lebah
seperti yang terlihat pada Gambar 14.17.
Lumut kerak (lichenes) juga merupakan contoh simbiosis
mutualisme. Lumut kerak terbentuk dari jamur kelompok
Ascomycotina atau Basidiomycotina, dan alga kelompok
Chlorophyta atau Cyanophyta. Pada lumut kerak, alga men
dapatkan air dan mineral-mineral atas bantuan jamur. Adapun
jamur mendapatkan makanan dari alga karena alga memiliki
klorofil untuk berfotosintesis. Dapatkah kamu menyebutkan
contoh simbiosis mutualisme yang lainnya?

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

2. Simbiosis Komensalisme
Simbiosis komensalisme terjadi apabila salah satu simbion memperoleh keuntungan, tetapi simbion lainnya tidak diuntungkan
dan juga tidak dirugikan. Contoh simbiosis komensalisme
adalah simbiosis antara ikan remora dan ikan hiu. Ikan remora
mempunyai semacam alat pengisap sehingga dapat menempel
pada ikan hiu atau ikan lainnya yang lebih besar. Dengan
menempel seperti itu, sisa makanan hiu yang berupa remahremah dimanfaatkan oleh ikan remora. Ikan remora juga
diuntungkan karena terhindar dari predatornya. Sementara itu,
kehadiran ikan remora tidak mengganggu ikan hiu. Contoh
Simbiosis komensalisme dapat dilihat pada gambar berikut.
(a)

(b)

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
http://users.rcn.com/
jkimball.ma.ultranet/
BiologyPages/S/Symbiosis.
html
http://www.cals.ncsu.edu/
course/ent591k/symbiosis.
html

(c)
Gambar 14.18
Simbiosis komensalisme pada
(a) Ikan hiu dan ikan remora;
(b) kelomang dan anemon lautnya;
(c) anggrek dan pohon inangnya.

Sumber: The World Book Encyclopedia,1995; Amazing Animal Fact,1993;


The Green Kingdom,1993

Simbion manakah yang


diuntungkan dalam hubunganhubungan tersebut?

3. Simbiosis Parasitisme
Disebut simbiosis parasitisme apabila salah satu simbion men
dapatkan keuntungan, sedangkan simbion yang lain dirugikan.
Berbagai mikroorganisme penyakit yang hidup pada manusia,
hewan, dan tumbuhan bersifat parasit. Parasit hidup dan men
dapatkan makanan dari inangnya, yaitu tubuh manusia, hewan,
ataupun tumbuhan.
Berdasarkan tempat hidupnya, parasit ada yang hidup di luar
tubuh inangnya (ektoparasit), dan yang hidup di dalam tubuh
inang (endoparasit). Contoh ektoparasit antara lain kutu rambut
pada kepala manusia, hubungan tali putri dan inangnya, serta
bunga raflesia dan inangnya. Adapun contoh endoparasit antara
lain cacing perut dan cacing pita yang hidup dan berkembang
biak di usus manusia.

Sumber: The Green Kingdom, 1995

Gambar 14.19
Tumbuhan tali putri membelit tubuh
inangnya.

Ekosistem

289

Berdasarkan cara memperoleh makanannya, parasit dikelompokkan menjadi setengah parasit atau parasit fakultatif dan
parasit sejati atau parasit obligat. Suatu parasit disebut fakultatif
apabila organisme tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada
inangnya.
Suatu parasit disebut obligat apabila organisme tersebut
sepenuhnya bergantung pada inangnya. Salah satu contoh parasit
yang obligat adalah Plasmodium, penyebab penyakit malaria. Seluruh
kebutuhan hidup Plasmodium diperoleh dari tubuh manusia.

Uji Pemahaman Konsep 14.5


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Apakah yang dimaksud dengan simbiosis?
2. Tuliskan jenis-jenis simbiosis beserta
contohnya.

3. Apakah yang dimaksud dengan ektoparasit


dan endoparasit? Tuliskan contohnya.

Rangkuman
1. Terdapat hubungan saling memengaruhi
antara faktor abiotik dan faktor biotik dalam suatu ekosistem.
2. Kebergantungan antarkomponen dalam
ekosistem dapat terjadi dalam bentuk
peristiwa makan dan dimakan.
3. Rantai makanan pada dasarnya meru
pakan peristiwa aliran energi.
4. Kumpulan rantai makanan membentuk
jaring-jaring makanan.

5. Keseimbangan ekosistem dapat terganggu


jika ada gangguan pada salah satu kom
ponen ekosistem.
6. Keanekaragaman makhluk hidup sangat
penting artinya dalam menjaga kelestarian
suatu ekosistem.
7. Pola interaksi yang sangat erat dan khusus
di antara organisme yang berlainan jenis
disebut simbiosis.

Kata Kunci



aliran energi
bioma
biosfer
ekosistem

individu
komunitas
konsumen
pengurai

populasi
produsen
rantai makanan
simbiosis

Apa yang Kamu Peroleh Setelah Mempelajari Bab Ini?


Setelah kamu mempelajari materi tentang Ekosistem, kamu tentu merasakan manfaatnya,
seperti mengetahui komponen ekosistem serta hubungan antarkomponen. Jelaskan
olehmu manfaat-manfaat lain yang kamu rasakan setelah mempelajari materi tersebut.
Selain itu, bagian mana yang belum kamu pahami? Coba tuliskan dan konsultasikan
hasilnya dengan gurumu.

290

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Uji Kompetensi Bab 14


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1. Pada suatu padang rumput yang luas terdapat
seekor sapi sedang merumput. Seekor sapi
tersebut merupakan ....
a. individu
c. komunitas
b. populasi
d. ekosistem
Alasan:
2 Di sebuah surat kabar diberitakan bahwa
pengeboran minyak lepas pantai mengancam
populasi lumba-lumba. Populasi di sini
mengandung pengertian ....
a. tempat hidup lumba-lumba
b. sekelompok lumba-lumba
c. kumpulan lumba-lumba di pantai
d. sumber makanan lumba-lumba di Lautan
Pasifik
Alasan :
3. Di suatu hutan, terdapat sekelompok pohon
pinus, sekelompok kupu-kupu, sekelompok
paku ekor kuda, dan kelompok-kelompok
makhluk hidup lainnya. Kelompok-kelompok
tersebut membentuk suatu ....
a. populasi
c. ekosistem
b. komunitas
d. biosfer
Alasan :
4. Berbagai komunitas membentuk suatu
hubungan timbal balik dengan ling
kungannya disebut ....
a. populasi
c. biosfer
b. ekosistem
d. habitat
Alasan :
5. Di dalam sebuah akuarium, organisme yang
berperan sebagai produsen adalah ....
a. tumbuhan air
c. ikan koki
b. batu kali
d. siput
Alasan:
6. Di suatu ekosistem terdapat produsen,
konsumen primer, konsumen sekunder, dan
konsumen tersier. Kelompok yang berjumlah
paling banyak adalah ....

a. produsen
b. konsumen primer
c. konsumen sekunder
d. konsumen tersier
Alasan :
7. Kayu lapuk, humus, daging busuk, dan
tempe merupakan contoh hasil aktivitas ....
a. produsen
b. konsumen tingkat I
c. konsumen tingkat II
d. dekomposer
Alasan :
8. Dalam setiap gambar jaring-jaring makanan,
tidak pernah ada ujung panah yang menun
juk tumbuhan. Hal ini berarti tumbuhan
merupakan ....
a. satu-satunya organisme yang selalu
menjadi makanan organisme lain
b. organisme yang berada di kons umen
puncak
c. organisme yang bertindak sebag ai
pengurai
d. satu-satunya organisme yang dapat hidup
di tingkat manapun
Alasan :
9. Tanaman yang disiram setiap hari tumbuh
dengan subur, sedangkan tanaman yang
tidak disiram tumbuh dengan merana. Hal
tersebut membuktikan bahwa ....
a. tanah memengaruhi pertumb uha n
tanaman
b. faktor abiotik memengaruhi faktor
biotik
c. penyiraman setiap hari dibutuhkan oleh
setiap tanaman
d. faktor biotik memengaruhi faktor
abiotik
Alasan :

Ekosistem

291

10. Tanah bercacing lebih subur daripada tanah


yang tidak bercacing. Hal tersebut mem
buktikan bahwa ....
a. tanah memengaruhi pertumbuha n
tanaman
b. faktor abiotik memengaruhi fakt or
biotik
c. bentuk pot memengaruhi pertumbuhan
tanaman
d. faktor biotik memengaruhi faktor
abiotik
Alasan :
11. Contoh pelestarian secara ex situ adalah ....
a. pelestarian komodo di Pulau Komodo
b. pelestarian hewan di kebun binatang
c. pelestarian badak cula satu di Ujung
Kulon
d. pembentukan taman nasional
Alasan :
12. Setiap organisme membutuhkan organisme
lain. Pernyataan ini mendukung bahwa ....
a. tiap organisme berdiri sendiri
b. ada beberapa organisme yang mampu
hidup sendiri
c. terjadi saling kebergantungan antar
organisme
d. saling kebergantungan hanya terjadi antara
faktor biotik dan abiotik
Alasan:
13. Perhatikan gambar berikut ini.
konsumen III
konsumen II

Berdasarkan gambar tersebut diketahui


bahwa ....
a. tidak ada hubungan antara jumlah
organisme dan tingkat trofik yang
ditempatinya
b. tingkat trofik yang lebih rendah mempunyai
jumlah organisme yang lebih banyak
c. tingkat trofik yang lebih rendah mempunyai
jumlah organisme yang lebih sedikit
d. hubungan antara jumlah suatu organisme
dan tingkat trofik yang ditempati tidak
beraturan
Alasan:
14. Perhatikan gambar aliran energi berikut ini.
Tikus

Padi

Jamur

Peran masing-masing organisme tersebut


adalah ....

15. Hubungan ikan remora dan hiu adalah ....


a. simbiosis mutualisme
b. simbiosis parasitisme
c. simbiosis komensalisme
d. predasi
Alasan:

konsumen I
produsen

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


1. Amati bagan piramida makanan berikut.
Konsumen III
Konsumen II
Konsumen I

292

?
?
?
?

Produsen

Tuliskan contoh organisme yang berperan


sebagai produsen, konsumen I, II, dan III

sehingga diperoleh piramida makanan yang


benar.
2. Mengapa hasil panen tanaman pertanian
yang ditanam sesudah tanaman kacangkacangan lebih banyak daripada sebelum
ditanam kacang-kacangan?
3. Ketika manusia dengan akalnya mencoba
memanfaatkan sumber daya alam secara
berlebih, keseimbangan lingkungan pun

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

menjadi terganggu. Tuliskan sebanyak


banyaknya, sikap apa saja yang harus kamu
kembangkan, sebagai seorang pelajar untuk
menjaga keseimbangan lingkungan hidup.
4. Terjadinya kebakaran hutan, perambahan
hutan, dan pengrusakan berbagai ekosistem
telah menurunkan tingkat keanekaragaman
hayati. Apakah manfaat dari melimpahnya
keanekaragaman hayati? Dampak apa
yang terjadi jika keanekaragaman hayati
menurun?

5. Di beberapa daerah di Indonesia sering terjadi


kegagalan panen akibat serangan hama ulat
yang mengganas. Jumlah ulat yang sangat
banyak tidak dapat diatasi dengan cepat.
Akhirnya, panen pun gagal.
a. Mengapa jumlah ulat dapat begitu
banyak?
b. Bagaimana dengan keseimbangan
ekosistem di daerah tersebut?
c. Apakah yang dapat kamu sarankan
untuk mencegah ledakan populasi
hama?

II. Uji Pemahaman IPA


1. Jika pada suatu areal ladang dan persawahan
terdapat organisme padi, bunga kembang
sepatu, kerbau, rumput teki, burung jalak,
cacing tanah, tikus, kupu-kupu, lebah,
tumbuhan tali putri, organisme mana yang
akan bersimbiosis mutualisme, komensalisme,
dan parasitisme?
2. Pada rantai makanan, terjadi peritiwa makan
dan dimakan antara produsen, konsumen,
dan konsumen tingkat tinggi. Jumlah
populasi trofik I lebih banyak daripada trofik
berikutnya. Sehingga, jika digambar dalam
bentuk diagram akan membentuk piramida.
Perhatikan gambar piramida berikut.

Konsumen III
Konsumen II
Konsumen I
Produsen

a.

b.

c.

d.

Mengapa jumlah trofik I lebih banyak


dari populasi trofik yang lain?
Bagaimana jumlah individu pada setiap
trofik dalam piramida makanan?
Mengapa tumbuhan selalu menempati
trofik pertama?
Apa yang terjadi jika jumlah individu
pada trofik I berkurang?

Ekosistem

293

Mengukur Ketuntasan Belajar


Setelah kamu selesai menjawab pertanyaan pada Uji Kompetensi Bab ini, periksalah jawabanmu dengan
melihat kunci jawaban, bertanya pada guru, atau melihat kembali materi pada buku ini. Gunakan
rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajarmu.
Tingkat penguasaan =

Skor yang kamu peroleh


100%
Skor maksimal

Tingkat penguasaan yang kamu peroleh:


90% 100% Baik sekali
80% 89%
Baik
70% 79%
Cukup
< 69%
Kurang
Jika kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kamu telah tuntas mempelajari materi bab
ini dan dapat mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, jika tingkat penguasaan kamu kurang dari
80%, kamu harus mempelajari kembali materi bab ini, terutama bagian yang belum kamu kuasai.

Kata Bijak
Jenius adalah kemampuan mengubah yang rumit menjadi sederhana.
(C.W Ceran)

294

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab

15

w.ja
Sumber: ww

waten

gah.g

o.id

Kepadatan Populasi Manusia


Manfaat Hasil Belajar
Agar dapat memahami ketergantungan dalam ekosistem, kamu harus mampu memprediksi pengaruh kepadatan populasi
manusia terhadap lingkungan.

Kamu telah mempelajari materi tentang keseimbangan ekosistem.


Ekosistem dikatakan seimbang jika semua komponen-komponen
yang terdapat di dalamnya berada dalam keadaan seimbang.
Komponen-komponen tersebut yaitu produsen, konsumen, dan
pengurai.
Perubahan suatu ekosistem tidak hanya disebabkan salah
satu komponennya yang berkurang. Akan tetapi, dapat pula
disebabkan salah satu komponennya yang semakin bertambah.
Hal ini terjadi pada populasi manusia. Pertambahan jumlah
populasi manusia yang terus meningkat akan berpengaruh
terhadap lingkungan. Apakah dampak yang akan terjadi jika
manusia terus bertambah?
Pada bab ini, kamu akan mempelajari hal-hal yang
berhubungan dengan kepadatan dan penyebaran penduduk.
Selain itu, dipelajari pula masalah-masalah yang muncul akibat
pertumbuhan populasi manusia yang semakin padat.

295

Peta Konsep
Kepadatan populasi
manusia

berpengaruh terhadap
diatasi
dengan

Daya dukung
lingkungan

Ketersedian
air bersih dan
udara bersih

Kebutuhan
pangan

Ketersedian
lingkungan

Mengimbangi laju
pertambahan penduduk

Uji Kompetensi Awal


Sebelum mempelajari bab ini,
kerjakanlah soal-soal berikut.
1. Faktor-faktor apakah yang
memengaruhi pertambahan
populasi manusia?
2. Apakah pengaruh dari
bertambahnya populasi
manusia terhadap
lingkungan alam?
3. Apa yang dapat dilakukan
manusia untuk mengatasi
kepadatan populasi
manusia?

Kerusakan
lingkungan

Kesejahteraan

Mengendalikan laju
pertambahan penduduk

Masalah Kepadatan Populasi


Manusia

Laju pertumbuhan penduduk yang cepat dapat menimbulkan


berbagai masalah. Masalah tersebut, antara lain sulit menyediakan
bahan pangan, air bersih, tempat tinggal, sarana kesehatan dan
pendidikan yang memadai, serta lingkungan yang sehat.
Masalah kepadatan penduduk tersebut tidak hanya dihadapi
oleh negara Indonesia saja, tetapi juga negara-negara lain di dunia.
Masalah kependudukan menyangkut tingkat kesejahteraan
manusia. Secara umum, negara dengan kepadatan penduduk
rendah lebih makmur daripada negara dengan kepadatan
penduduk tinggi.

1. Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia


terhadap Daya Dukung Lingkungan
Pertambahan jumlah populasi manusia yang terus meningkat
akan berpengaruh terhadap daya dukung lingkungan. Daya
dukung lingkungan adalah kemampuan suatu lingkungan
untuk memenuhi kebutuhan hidup makhluk hidup yang
menempatinya. Daya dukung lingkungan memiliki batasan
tertentu. Bagaimana alam menyediakan dan memenuhi berbagai
kebutuhan hidup manusia?

296

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Seorang ahli kependudukan, Thomas Robert Malthus, menyatakan bahwa pertambahan jumlah manusia akan lebih cepat
daripada pertambahan bahan makanan. Perhatikan Gambar 15.1.
Berdasarkan grafik tersebut, terlihat bahwa pertumbuhan
penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan sumber daya
alam. Jika pertambahan penduduk tidak seimbang dengan
pemenuhan kebutuhan pangan, dapat timbul berbagai masalah.
Misalnya, kelaparan, kekurangan air bersih, kekurangan tempat
tinggal, wabah penyakit, dan kerusakan lingkungan. Agar
dapat lebih memahami akibat yang ditimbulkan oleh tingginya
kepadatan penduduk di suatu lingkungan, lakukanlah Kegiatan
Ilmiah 15.1 berikut secara berkelompok.

Kegiatan Ilmiah 15.1

Jumlah

Pertumbuhan
penduduk

Ketersediaan
sumber daya
alam
Waktu

Gambar 15.1
Grafik laju pertumbuhan
penduduk dibandingkan dengan
ketersediaan sumber daya alam.
Apa yang terjadi jika jumlah
penduduk terus meningkat?

Tujuan
Memprediksi akibat yang ditimbulkan oleh tingginya kepadatan
penduduk
Alat dan Bahan
Tiga buah gelas plastik, tanah, dan biji kacang merah
Langkah Kerja
1. Sediakan tiga buah gelas plastik bekas air mineral yang telah
diisi tanah yang sama yang berfungsi sebagai pot.
2. Buatlah lubang kecil di dasar gelas. Berilah label A, B, dan C
di setiap gelas tersebut.
3. Tanamlah tiga biji kacang merah di pot A, enam biji di pot B,
dan sembilan biji di pot C. Siramlah pot A, B, dan C setiap
hari dengan jumlah air yang sama, yaitu lima sendok makan
sampai biji-biji tersebut tumbuh.
4. Amati pertumbuhan tanaman kacang merah di pot A, B, dan
C. Kemudian, catat hasil pengamatanmu secara berkala (dua
hari sekali) selama sepuluh hari pada tabel seperti berikut di
buku latihanmu.
Tabel Hasil Pengamatan

Kepadatan Populasi Manusia

297

Soal Persiapan UN
Masalah yang timbul
karena semakin banyak
jumlah penduduk di suatu
daerah adalah .
a. angka pengangguran
semakin meningkat
b. kebutuhan sandang
pangan menurun
c. kualitas hidup semakin
baik
d. lapangan kerja semakin
luas
(UN 2007)
Pembahasan
Masalah yang timbul
karena kepadatan
penduduk antara lain:
a. meningkatnya tenaga
kerja. Apabila lapangan
kerja jumlahnya tidak
memadai dengan jumlah
tenaga kerja, akan
terjadi pengangguran
yang kian meningkat;
b. kebutuhan sandang
pangan meningkat;
c. kualitas hidup menurun;
d. perumahan yang
dibutuhkan meningkat.
Jawaban: A

298

Pertanyaan
1. Tanaman di pot manakah yang pertumbuhannya paling
baik?
2. Tanaman di pot manakah yang pertumbuhannya kurang
baik?
3. Faktor-faktor apakah pada lingkungan pot, yang menyebab
kan kualitas pertumbuhan tanaman masing-masing pot
berbeda?
4. Adakah hubungan antara kerapatan tanaman dan kualitas
pertumbuhan tanaman?
5. Apakah hal yang sama juga akan terjadi pada manusia?
6. Diskusikan masalah yang akan timbul jika jumlah penduduk
yang menempati suatu tempat terlalu padat. Masalah-masalah
yang harus kamu diskusikan berkaitan dengan kepadatan
penduduk, di antaranya:

a. kebutuhan bahan pangan atau makanan;

b. kebutuhan tempat tinggal;

c. kebutuhan air bersih dan udara bersih;

d. timbulnya pencemaran lingkungan;

e. kesehatan individu dan masyarakat;

f. keseimbangan lingkungan.
7. Laporkan hasil diskusi kelompok tersebut kepada gurumu.
Jangan lupa, pada laporan tersebut harus dikemukakan
alternatif cara penanggulangannya. Mintalah bantuan guru,
orangtua, atau kakakmu jika kamu mendapat kesulitan.

2. Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia


terhadap Ketersediaan Air Bersih
dan Udara Bersih
Bertambahnya populasi manusia dan berkembangnya teknologi,
telah menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, di
antaranya pencemaran air dan udara. Pencemaran air dan udara
dapat mengakibatkan munculnya berbagai macam penyakit yang
dapat mengganggu kesehatan, misalnya gangguan pernapasan,
sakit perut, dan kanker.
Bertambahnya jumlah penduduk telah memaksa manusia
mencari lahan baru untuk dijadikan permukiman. Akibatnya,
banyak hutan yang ditebang sehingga tanah tidak dapat menahan
dan menyimpan air hujan. Akhirnya, sumber air pun menjadi
berkurang.
Wilayah yang penduduknya terlalu padat akan mengalami
kekurangan udara bersih. Berbagai aktivitas manusia, seperti
asap pabrik, asap kendaraan bermotor, dan pembakaran sampah

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

merupakan faktor penyebab terjadinya pencemaran udara. Gasgas tersebut dapat berupa karbon monoksida, karbon dioksida
(CO2), nitrogen oksida, dan sulfur dioksida. Gas lain yang
berbahaya adalah chloro flouro carbon (CFC). Gas ini biasa
digunakan dalam AC (pendingin ruangan), lemari es, dan obat
nyamuk semprot. CFC dapat menyebabkan menipisnya lapisan
ozon di atmosfer. Jika hal ini terjadi, dapat timbul berbagai
penyakit, seperti kanker kulit, katarak, dan menurunnya daya
tahan tubuh. Selain itu, gas-gas pencemar itu dapat menaikkan
suhu lingkungan sehingga terjadi pemanasan global.

3. Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia


terhadap Kebutuhan Pangan
Manusia mengeksploitasi sumber daya alam dan mengolahnya
menjadi berbagai barang yang dibutuhkannya. Akan tetapi,
jika populasi manusia terlalu padat maka eksploitasi sumber
daya alam tidak lagi memerhatikan keseimbangan ekosistem.
Akhirnya, sumber daya alam akan berkurang. Berkurangnya
sumber daya alam dapat membahayakan kehidupan manusia,
seperti berkurangnya bahan pangan. Akibatnya, timbul bahaya
kelaparan pada manusia.
Bertambahnya jumlah penduduk akan menyebabkan ke
butuhan bahan makanan meningkat. Sementara itu, sumber
pangan yang tersedia sangat terbatas. Akibatnya, timbul
berbagai penyakit di masyarakat karena kekurangan gizi dan
gizi buruk. Berbagai penyakit kekurangan gizi buruk, seperti
penyakit marasmus, kwashiorkor, dan gondok. Dapatkah kamu
menyebutkan penyakit lainnya?

Uji Sikap
Kepadatan penduduk
berpengaruh terhadap
ketersediaan air bersih dan
udara bersih.
Menurutmu, apa yang
harus kamu lakukan agar
ketersediaan air bersih dan
udara bersih tetap terjaga?

Tantangan IPA
Science Quest
Apa yang sebaiknya kamu
lakukan untuk mengurangi
dampak pemanasan global?
What should you do to
reduce global warming
effect?

Gambar 15.2
Sumber: www.elsam.or.com

Anak penderita gizi buruk.

Kepadatan Populasi Manusia

299

4. Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia


terhadap Ketersediaan Lahan

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
id.wikipedia.org/wiki/
Populasi_dunia
http://organisasi.org/
pertumbuhanpenduduk_
dan_dinamika_
kependudukan
http://funnyfree.net/
results03/
DINAMIKA_PENDUDUK.
html
http://pustaka.
ut.ac.id/learning.
php?m=learning2&id=156

Kepadatan populasi manusia yang tinggi, misalnya di kotakota besar, akan mengakibatkan sulitnya mendapatkan fasilitas
permukiman yang layak. Rumah-rumah penduduk saling berdempetan sehingga ruang gerak menjadi terbatas. Tidak sedikit
lahan pertanian dan perkebunan dijadikan permukiman dan
perumahan sehingga lahan pertanian menjadi berkurang.
Meningkatnya populasi manusia menyebabkan banyak
lahan dijadikan permukiman, jalan, dan perkantoran. Selain
itu, banyak di antara penduduk kota-kota besar terpaksa
mendirikan gubuk-gubuk liar di pinggir sungai. Akibatnya,
timbul permasalahan baru, seperti sampah berserakan, air sungai
tersumbat, dan udara berbau tidak sedap. Kondisi ini dapat
meningkatkan pertumbuhan bibit penyakit, seperti tipus, kolera,
demam berdarah, dan disentri.

5. Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia


terhadap Kerusakan Lingkungan
Penggunaan sumber daya alam yang berlebihan menyebabkan
menipisnya persediaan sumber daya alam. Hal tersebut dapat
menyebabkan kemerosotan dan kerusakan lingkungan hidup.

http://www.datastatistikindonesia.com/content/
view/83/115/1/1/

Gambar 15.3
Pembukaan lahan baru dengan
cara pembakaran hutan merusak
lingkungan hidup.

300

Sumber: Ensiklopedia IPTEK 5, 2007

Kerusakan lingkungan hidup tersebut semakin parah jika


pertumbuhan penduduk berjalan dengan cepat. Misalnya, pe
manfaatan teknologi dalam upaya peningkatan produksi per
tanian serta pengembangan industri, dapat menimbulkan
gangguan dan kerusakan terhadap lingkungan. Beberapa contoh
gangguan dan kerusakan lingkungan, antara lain:
a. timbulnya pencemaran lingkungan;
b. meluasnya kerusakan hutan;

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

c. meluasnya lahan kritis;


d. meningkatnya erosi tanah; dan
e. berkurangnya sumber air tanah.

6. Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia


terhadap Kesejahteraan
Hidup sejahtera berarti terpenuhinya berbagai kebutuhan, baik
yang bersifat material maupun spiritual. Jumlah penduduk
yang banyak akan menimbulkan persaingan untuk memenuhi
kebutuhan hidup tersebut. Tidak jarang terjadi perselisihan di
antara penduduk untuk memperoleh kebutuhan hidupnya.
Masalah sosial yang timbul saat ini akibat jumlah penduduk
yang terlalu banyak adalah meningkatnya pengangguran.
Akibat banyaknya pengangguran, muncul masalah lain,
yaitu meningkatnya kejahatan, seperti perampokan, pencurian,
dan perkelahian. Selain itu, masalah sosial lain yang timbul akibat
penduduk yang terlalu banyak adalah meningkatnya jumlah
pengemis dan pengamen jalanan. Kejadian-kejadian tersebut
akan jauh berkurang jika jumlah penduduknya lebih sedikit atau
sebanding dengan daya dukung lingkungannya.

Fakta
Ilmiah
Berdasarkan perkiraan
yang diterbitkan oleh Biro
Sensus Amerika Serikat,
penduduk dunia mencapai
6,5 milyar jiwa pada
tanggal 26 Februari 2006
pukul 07.16 WIB.
Sumber: id.wikipedia.org

Sumber: Dokumentasi penerbit

Gambar 15.4
Pengemis mengharap belas kasih
di jalanan.
Apa sebabnya banyak pengemis di
perkotaan?

Tugas

Saat ini, banyak sekali anak-anak yang terlantar di jalanan yang menjadi pengemis atau pengamen
jalanan. Amatilah olehmu fenomena tersebut, kemudian tulislah sebuah karangan. Isi karanganmu
dapat berupa pendapat, kekhawatiran, atau perasaanmu ketika melihat kehidupan anak-anak jalanan
tersebut.

Uji Pemahaman Konsep 15.1


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu
1. Tuliskan contoh-contoh masalah yang
diakibatkan oleh pertumbuhan populasi
manusia yang terlalu pesat.
2. Apakah yang dimaksud dengan daya
dukung lingkungan?
3. Tuliskan berbagai gas pencemar yang dapat
menaikkan suhu lingkungan sehingga ter
jadi pemanasan global.

4. Tuliskan contoh gangguan dan kerusakan


lingkungan yang terjadi karena kepadatan
populasi manusia yang terlalu padat.
5. Bagaimana pengaruh kepadatan populasi
manusia terhadap kesejahteraan?

Kepadatan Populasi Manusia

301

Upaya-Upaya untuk Mengatasi


Kepadatan Populasi Manusia

Upaya untuk mengatasi dan menanggulangi kepadatan penduduk


merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun
masyarakat. Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi
kepadatan penduduk yang tinggi adalah sebagai berikut.

Tokoh IPA

1. Mengendalikan Laju Pertumbuhan


Penduduk

Arthur Tansley
(18711995)
Arthur Tansley adalah
ahli Botani Inggris, tokoh
pendukung pendekatan
Ekologi dalam Botani. Tansley
merupakan tokoh yang
peduli terhadap pelestarian
lingkungan. Ia menyatakan
bahwa mengeksploitasi
alam adalah tindakan yang
tidak bijaksana.
Sumber: Jendela Iptek:
Ekologi, 1997

Untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, di Indonesia


dilaksanakan program Keluarga Berencana (KB) dan menunda
usia perkawinan. Pada dasarnya, KB bertujuan untuk menurunkan
angka kelahiran. Melalui KB, diharapkan terjadi keseimbangan
antara jumlah penduduk dan daya dukung lingkungan.
Angka kelahiran dapat ditekan dengan bantuan alat
kontrasepsi. Dengan demikian, pasangan muda dapat menunda
dan mengatur jarak antarkehamilan. Selain itu, KB juga ber
tujuan meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak dalam rangka
mewujudkan keluarga bahagia dan masyarakat yang sejahtera.
Dengan demikian, diharapkan akan tercipta Norma Keluarga
Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS).

2. Mengimbangi Laju Pertumbuhan


Penduduk
Untuk mengimbangi laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, dapat
dilakukan peningkatan produksi pangan, penambahan lapangan
kerja, dan peningkatan taraf pendidikan. Selain itu, dapat dilakukan
pemerataan penyebaran penduduk, peningkatan pelayanan kesehatan,
dan pemasyarakatan NKKBS. Dalam rangka mewujudkan keluarga
kecil bahagia dan sejahtera tersebut, pemerintah menganjurkan
pedoman berkeluarga melalui sistem caturwarga. Dalam sistem
caturwarga ini, setiap keluarga terdiri atas empat anggota keluarga,
yaitu sepasang suami-istri dan dua orang anak.

Gambar 15.5
(a) Alat-alat kontrasepsi
dan (b) sistem caturwarga
diharapkan mampu meningkatkan
kesejahteraan keluarga.

302

Kondom KB
Bermutu tinggi
dan telah terbukti
ampuh mencegah
kehamilan

Suntikan KB
Aman dari
kemungkinan
hamil selama 3
bulan

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

IUD
Pencegah
kehamilan
jangka panjang

Pil KB
Aman dan
dapat dengan
mudah subur
kembali
setelah
Sumber: www.dktindonesia.com;
penggunaan
Tempo, 2002

Uji Pemahaman Konsep 15.2


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Tuliskan usaha-usaha yang dapat dilakukan
untuk mengendalikan laju pertumbuhan
penduduk.

2. Bagaimana cara mengimbangi laju pertum


buhan penduduk yang tinggi agar tidak
terjadi permasalahan kependudukan?

Rangkuman
1. Kepadatan penduduk adalah jumlah
penduduk di suatu wilayah dalam kurun
waktu tertentu.
2. Pertambahan jumlah populasi manusia
yang terus meningkat akan berpengaruh
terhadap daya dukung lingkungan.
3. Daya dukung lingkungan adalah kemam
puan suatu lingkungan untuk memenuhi
kebutuhan hidup makhluk hidup yang
menempatinya.
4. Masalah yang timbul akibat pertumbuhan
penduduk yang cepat, di antaranya sulit

mendapat lahan pemukiman, berkurangnya


sumber daya alam, sulit mendapatkan
air bersih, kesejahteraan dan keamanan
menurun, rendahnya kualitas kesehatan,
serta timbulnya pencemaran lingkungan.
5. Usaha-usaha yang dapat dilakukan un
tuk mengatasi kepadatan penduduk ada
lah mengendalikan laju pertumbuhan
penduduk dan melakukan usaha-usaha
untuk mengimbangi laju pertumbuhan
penduduk.

Kata Kunci



alat-alat kontrasepsi
caturwarga
daya dukung lingkungan
lahan kritis

laju pertumbuhan penduduk


kepadatan populasi manusia
keluarga berencana
pencemaran lingkungan

Apa yang Kamu Peroleh Setelah Mempelajari Bab Ini?


Setelah kamu mempelajari materi tentang Kepadatan Populasi Manusia, kamu tentu
merasakan manfaatnya, seperti memahami pentingnya pengendalian penduduk. Jelaskan
olehmu manfaat-manfaat lain yang kamu rasakan setelah mempelajari materi tersebut.
Selain itu, bagian mana yang belum kamu pahami? Coba tuliskan dan konsultasikan
hasilnya dengan gurumu.

Kepadatan Populasi Manusia

303

Uji Kompetensi Bab 15


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.

304

c. kendaraan, keadaan rumah, dan gizinya


d. kesehatan, gizi, dan kendaraannya
Alasan:
7. Salah satu dampak kepadatan penduduk
adalah pengangguran yang bertambah.
Usaha yang paling tepat untuk mengatasi
pengangguran adalah ....
a. melaksanakan keluarga berencana
b. meningkatkan taraf kesehatan
c. menciptakan lapangan kerja sendiri
d. meningkatkan pendidikan
Alasan:
8. Faktor yang bukan merupakan hal yang perlu
ditingkatkan untuk mencapai kesejahteraan
masyarakat adalah ....
a. perumahan
b. ketersediaan pangan
c. biaya pendidikan
d. pelayanan kesehatan
Alasan:
9. Hal yang bukan merupakan tujuan dari
program keluarga berencana adalah ....
a. membudayakan NKKBS
b. menunda usia perkawinan
c. menurunkan angka kelahiran
d. meningkatkan pendapatan keluarga
Alasan:

Untuk menjawab pertanyaan nomor 10
dan 11, perhatikan grafik berikut.
Penduduk desa A
Jumlah

1. Sekelompok manusia yang menempati suatu


daerah tertentu dalam kurun waktu tertentu
berhubungan erat dengan masalah ....
a. individu
c. penduduk
b. lingkungan
d. keluarga
Alasan:
2. Kemampuan lingkungan untuk memenuhi
kebutuhan hidup makhluk hidup yang
menempatinya disebut ....
a. daya dukung populasi
b. ketidakseimbangan lingkungan
c. kepadatan populasi manusia
d. daya dukung lingkungan
Alasan:
3. Antara produksi pangan dan pertambahan
penduduk harus ....
a. seimbang
c. tidak sama
b. sama
d. lebih kecil
Alasan:
4. Salah satu usaha pemerintah untuk meng
atasi ledakan penduduk adalah ....
a. mengatur usia perkawinan
b. mempertinggi pendapatan negara
c. meningkatkan produksi pangan
d. menciptakan lapangan kerja
Alasan:
5. Berikut yang bukan dampak negatif dari
ledakan penduduk adalah .....
a. tersedianya tenaga kerja
b. meningkatnya angka pengangguran
c. terjadinya bencana kelaparan
d. terancamnya kelestarian lingk ungan
hidup
Alasan:
6. Kualitas suatu penduduk sangat ditentukan
oleh keadaan ....
a. pendidikan, perumahan, dan ke
sehatannya
b. gizi, kesehatan, dan pendidikannya

Penduduk desa B

Waktu

10. Pernyataan yang benar mengenai grafik


tersebut adalah ....
a. jumlah kelahiran penduduk B tinggi
b. jumlah kematian penduduk A tinggi

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

c. desa B melaksanakan keluarga berencana


d. desa A melaksanakan keluarga berencana
Alasan:
11. Kemungkinan taraf kesejahteraan kedua desa
itu adalah ....
a. desa A lebih baik daripada desa B
b. desa B lebih baik daripada desa A
c. A dan B memiliki taraf hidup yang sama
d. produksi makanan desa A dan B
melimpah
Alasan:
12. Makin padat penduduk di suatu daerah,
makin banyak masalah yang timbul. Hal ini
disebabkan ....
a. kebutuhan pangan dan perum aha n
semakin meningkat
b. banyak tenaga kerja yang ahli dalam
bidangnya
c. kualitas hidup makin buruk karena angka
pengangguran semakin meningkat
d. pendapatan daerah tersebut semakin
meningkat dengan semakin banyaknya
tenaga kerja
Alasan:

13. Berikut yang bukan usaha mengendalikan


laju pertumbuhan penduduk adalah ....
a. meningkatkan kesehatan
b. meningkatkan mutu pendidikan
c. menunda usia perkawinan
d. meningkatkan produksi pangan
Alasan:
14. Salah satu cara mengendalikan perkembangan
penduduk selain dengan KB adalah ....
a. adanya undang-undang perkawinan
b. adanya batas usia tertentu untuk
menikah
c. melaksanakan transmigrasi
d. meningkatkan produksi pangan
Alasan:
15. Hal-hal berikut perlu ditingkatkan guna
mencapai kesejahteraan masyarakat, kecuali ....
a. pelayanan kesehatan
b. perumahan
c. produksi pangan
d. biaya pendidikan
Alasan:

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


1. Tuliskan masalah yang ditimbulkan akibat
ledakan penduduk.
2. Jelaskan usaha-usaha pemerintah untuk
mengatasi ledakan penduduk.
3. Bagaimanakah pengaruh ledakan penduduk
terhadap lingkungan?

4. Jelaskan bahwa keluarga berencana dapat


menjadi sarana untuk mencapai keluarga
sejahtera.
5. Manusia sangat berbeda dengan makhluk
lainnya (baik dari perilaku, intelektual, dan
filosofinya). Penanganan populasi manusia
pun berbeda dengan spesies lain. Setujukah
kamu dengan pernyataan tersebut? Berikan
alasanmu.

Kepadatan Populasi Manusia

305

II. Uji Pemahaman IPA


1. Untuk membantu pemerintah dalam me
nyukseskan program Keluarga Berencana,
cobalah kamu buat poster kampanye pro
gram Keluarga Berencana. Poster dapat kamu
buat di kertas A3. Selanjutnya, tunjukkan
hasil kerjamu kepada gurumu.
2. Jumlah penduduk dari tahun ke tahun
semakin bertambah banyak. Berikut adalah
tabel jumlah penduduk Indonesia.

a.

b.

c.

d.

Ubahlah data pada tabel tersebut dalam


bentuk grafik.
Kapankah jumlah pertambahan
penduduk yang paling tinggi?
Perkirakan jumlah penduduk Indonesia
pada tahun 1993.
Apa dampak terhadap lingkungan jika
jumlah penduduk terus bertambah?

Mengukur Ketuntasan Belajar


Setelah kamu selesai menjawab pertanyaan pada Uji Kompetensi Bab ini, periksalah jawabanmu dengan
melihat kunci jawaban, bertanya pada guru, atau melihat kembali materi pada buku ini. Gunakan
rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajarmu.
Tingkat penguasaan =

Skor yang kamu peroleh


100%
Skor maksimal

Tingkat penguasaan yang kamu peroleh:


90% 100% Baik sekali
80% 89%
Baik
70% 79%
Cukup
< 69%
Kurang
Jika kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kamu telah tuntas mempelajari materi bab
ini dan dapat mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, jika tingkat penguasaan kamu kurang dari
80%, kamu harus mempelajari kembali materi bab ini, terutama bagian yang belum kamu kuasai.

Kata Bijak
Dua paradoks lebih baik ketimbang satu, dari keduanya mungkin ada jalan keluar.
(Edward Teller)

306

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab

16

w.re
Sumber: ww

ndyma

ulana

.com

Pengelolaan Lingkungan
Manfaat Hasil Belajar
Agar dapat memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan, kamu harus mampu mengaplikasikan peran manusia
dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Pada zaman dahulu, kehidupan manusia bergantung pada apa


yang dihasilkan oleh alam. Saat itu, jumlah penduduk masih
sedikit sehingga alam masih mampu menyediakan kebutuhan
hidup manusia. Kini, jumlah populasi manusia terus bertambah.
Masih ingatkah dampak yang ditimbulkan dari peningkatan
jumlah penduduk yang begitu pesat?
Pada bab ini, kamu akan mempelajari tentang berbagai
aktivitas manusia yang dapat memengaruhi lingkungan. Uraian
yang terdapat di dalam buku ini hanyalah sebagian informasi
yang harus kamu tindak lanjuti. Melalui berbagai kegiatan, kamu
diharapkan dapat lebih memahami peranan manusia dalam
pengelolaan lingkungan.

307

Peta Konsep
Pengelolaan lingkungan
menanggulangi

Dampak kegiatan manusia


terhadap kelestarian hutan

Dampak kegiatan manusia


terhadap pencemaran lingkungan

mengakibatkan

di antaranya

Ketidakseimbangan
lingkungan
ditanggulangi
melalui

Pencemaran tanah

Pencemaran air

Pengelolaan hutan
berkelanjutan

Pencemaran udara

mengakibatkan

Kerugian bagi manusia secara global


diperlukan

Upaya penanggulangan pencemaran lingkungan


di antaranya

Membuang sampah
pada tempatnya

Penanggulangan
pencemaran
udara

Penanggulangan
limbah industri

Penggunaan pupuk
dan obat pembasmi
hama tanaman yang
sesuai

Pengurangan
penggunaan CFC

Penghijauan di
kota-kota besar

Uji Kompetensi Awal


Sebelum mempelajari bab ini,
kerjakanlah soal-soal berikut.
1. Apakah fungsi dari hutan?
2. Mengapa hutan harus
dilestarikan?
3. Tuliskan contoh kegiatan
manusia yang dapat
merusak lingkungan.

308

Dampak Kegiatan Manusia


terhadap Kelestarian Hutan

Masalah pelestarian hutan bukan saja merupakan masalah


nasional atau regional, namun sudah merupakan masalah inter
nasional. Hal tersebut terbukti dengan diselenggarakannya
Konferensi Tingkat Tinggi Bumi di Rio de Janeiro Brazil tahun

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

1992 yang dihadiri oleh 179 negara. Beberapa agenda yang


disepakati pada KTT tersebut adalah pernyataan tentang prinsipprinsip kehutanan, perubahan iklim dunia, keanekaragaman
hayati, serta pembangunan lingkungan.
Hutan dengan keanekaragaman hayati yang terkandung di
dalamnya, memberikan banyak manfaat bagi manusia. Apakah
peranan hutan bagi manusia dan lingkungannya? Agar kamu
dapat lebih memahami peranan hutan, lakukanlah Kegiatan
Ilmiah 16.1 berikut secara berkelompok.

Kegiatan Ilmiah 16.1


Tujuan
Mengindentifikasi peranan hutan bagi kehidupan manusia
Alat dan Bahan
Alat tulis dan buku catatan
Langkah Kerja
1. Carilah benda atau barang yang ada di sekitarmu yang
menggunakan bahan baku dari hutan.
2. Kemudian, tuliskan hasil pengamatanmu pada tabel seperti
berikut di buku latihanmu.

Tabel Hasil Pengamatan

Soal Persiapan UN
Perhatikan pernyataanpernyataan berikut.
1. Memperluas lahan
pertahanan dengan
membuka hutan
produktif.
2. Ekploitasi sumber daya
alam secara besarbesaran.
3. Mementingkan
kelanjutan penggunaan
sumber daya alam.
4. Penggunaan sumber
daya alam sebaik
mungkin.
Cara-cara pengelolaan
sumber daya alam yang
berwawasan lingkungan
untuk meningkatkan taraf
hidup manusia adalah .
a. 1 dan 2
c. 2 dan 3
b. 1 dan 3
d. 3 dan 4
(UN 2004)
Pembahasan

3. Simpulkan manfaat hutan bagi manusia dari hasil


pengamatanmu.
Pertanyaan
1. Adakah manfaat lain dari hutan selain menjadi barang?
Tuliskan.
2. Apakah yang akan terjadi jika hutan menjadi rusak atau
berkurang?
3. Kegiatan-kegiatan seperti apakah yang dilakukan manusia
sehingga merusak hutan?
4. Menurutmu, apa yang harus dilakukan untuk menjaga
kelestarian hutan?

Cara pengolahan sumber


daya alam, yaitu:
a. penggunaan sumber
daya alam sebaik
mungkin, terutama
sumber daya alam yang
tidak dapat diperbaiki;
b. mementingkan
kelanjutan penggunaan
sumber daya alam.
Jawaban: D

Pengelolaan Lingkungan

309

Peranan hutan bagi lingkungan adalah sebagai penyangga


keseimbangan iklim dan cuaca. Oleh karena itu, hutan berperan
sebagai paru-paru dunia. Hutan mampu menyerap CO2 dan
melepaskan O2 ke udara melalui fotosintesis.
Hutan juga memiliki peranan penting dalam mempertahankan kesuburan tanah dan siklus air. Dengan adanya
hutan, air hujan dapat meresap ke dalam tanah lebih banyak
dan sebagian lagi diserap oleh serasah tumbuhan yang ada di atas
tanah. Di area hutan, laju penguapan air lebih banyak daripada di
tempat lain. Air yang menguap akan berkondensasi membentuk
air hujan.

77%
hujan di atas
lautan

7%
penguapan menuju
ke darat

23%
hujan di atas
daratan

84%
penguapan
dari laut
16%
penguapan
dari daratan
7%
air permukaan
tanah

Gambar 16.1
Siklus air
Bagaimanakah hujan terbentuk?

Sumber: Biology: Discovering Life, 1991

Bagaimanakah kondisi hutan kita saat ini? Semakin bertam


bahnya jumlah penduduk, semakin meningkat pula kebutuhan
akan pangan dan tempat tinggal. Hal inilah yang mendorong para
penduduk untuk mengubah hutan menjadi daerah pertanian dan
pemukiman. Sampai saat ini, pengubahan hutan menjadi petakpetak sawah atau ladang masih terus berjalan. Dengan demikian,
terjadi perubahan keseimbangan lingkungan hutan tersebut.
Jika hal tersebut terus dibiarkan, akan sangat membahayakan
kehidupan manusia.

Gambar 16.2
Pembukaan hutan untuk dijadikan
daerah pertanian.
Apakah yang akan terjadi jika hal
ini terus dilakukan?

310

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Sumber: www.elsam.or.com

Hal lain yang menyebabkan terjadinya kerusakan hutan


adalah penebangan kayu dan kebakaran hutan. Kebakaran hutan
yang hebat di Indonesia pernah terjadi pada 1983. Kemudian,
pada 1991 hutan seluas 33 ribu hektar di Kalimantan Timur
telah terbakar. Sekarang, hampir setiap tahun terjadi kebakaran
hutan di Indonesia. Sedikitnya, 25 ribu hektar hutan terbakar
setiap tahunnya. Kejadian yang berlangsung sangat singkat ini
menyebabkan kerugian yang sangat besar.
Gambar 16.3
Kebakaran hutan merupakan
salah satu penyebab terjadinya
kerusakan hutan.

Sumber: my.chinabroadcast.com; www.orangutan.com

Dampak lain yang tidak kurang merugikan dari kerusakan


hutan adalah berkurangnya keanekargaman hayati. Menurut
Pooer dan Sayer, spesies tertentu dari hutan tropis cenderung
punah akibat kerusakan hutan. Sedikitnya, satu spesies akan punah
setiap harinya akibat kerusakan hutan tropis. Kerusakan hutan
akan mengakibatkan terganggunya iklim, terjadinya erosi tanah,
banjir dan longsor. Pada akhirnya, hal ini akan menimbulkan
kesengsaraan dan kelaparan dan merugikan manusia.
Kerugian akibat rusaknya lingkungan, tidak hanya akan
dirasakan oleh masyarakat lokal, tetapi juga dirasakan oleh
seluruh masyarakat secara global. Untuk menanggulangi berbagai
dampak kegiatan manusia maka diperlukan perencanaan dalam
pengelolaan hutan dan lingkungan.
Pengelolaan hutan berkelanjutan yang dilaksanakan pada
saat ini adalah:
1. memelihara produksi hutan secara terpadu dan
berkelanjutan;
2. meningkatkan regenerasi, rehabilitasi, dan perlindungan
hutan;
3. memperkuat peraturan dan penegakan hukum bagi
pengelolaan hutan berkelanjutan; dan
4. meningkatkan peran serta dan kesejahteraan masyarakat
penghuni di sekitar hutan.

Apakah yang menyebabkan


kebakaran hutan?

Tokoh IPA

Mak Eroh
(19362004)
Berkat kegigihannya
membuat saluran air,
mak Eroh mendapat
penghargaan Upakarti
Lingkungan Hidup pada
1988. Ia "mengebor" tebing
gunung di lereng Gunung
Galunggung sepanjang 4,5
kilometer. Berkat usaha
tersebut pada satu tahun
kemudian, dia juga meraih
penghargaan lingkungan
dari PBB (Global 500).
Sumber: Tempo, 2004

Pengelolaan Lingkungan

311

Tugas
Sebagai warga negara Indonesia, kamu telah merasakan nikmatnya hidup dalam lingkungan hijau.
Buatlah sebuah karangan ilmiah dengan tema "peran serta siswa SMP dalam pengelolaan lingkungan".
Tanyakan kepada bapak/ibu gurumu, bagaimana cara melaksanakannya.

Uji Pemahaman Konsep 16.1


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Jelaskan fungsi hutan untuk kelangsungan
hidup manusia.
2. Jelaskan kegiatan-kegiatan yang dapat
menyebabkan kerusakan hutan.

B
Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
id.wikipedia.org.wiki/
pencemaran
www.ditjenphk.go.id/kkh.
php
www.lbl.gov/education/
elsi/pollution-main.html
www.umich.edu/~gs265/
society/waterpollution.
htm
www.pollutionissues.com/
re-sy/soil-pollution.html

3. Jelaskan tindakan-tindakan yang harus di


lakukan untuk menjaga kelestarian hutan.

Dampak Kegiatan Manusia


terhadap Pencemaran Lingkungan

Bahan yang menyebabkan timbulnya pencemaran lingkungan


disebut polutan. Suatu bahan dikatakan polutan jika kadar bahan
tersebut melebihi batas kadar normal. Di samping itu, disebut
polutan jika bahan itu berada di tempat yang tidak semestinya
dan pada waktu yang tidak tepat. Polutan dapat berupa bahan
kimia, debu, makhluk hidup, atau bahan yang dihasilkan
makhluk hidup, seperti panas, suara, atau radiasi yang masuk ke
dalam lingkungan.
Lingkungan yang tercemar adalah lingkungan atau ekosistem
yang keadaannya tidak seimbang akibat adanya polutan yang
masuk ke dalam lingkungan tersebut. Adapun lingkungan alami
adalah lingkungan atau ekosistem yang seimbang. Artinya,
komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem tersebut dalam
keadaan seimbang.

1. Macam-Macam Pencemaran Lingkungan


Berdasarkan lingkungan yang mengalami pencemaran, secara
garis besar pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan
menjadi pencemaran air, tanah, dan udara.

312

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

a. Pencemaran Air
Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang
peranan penting, antara lain untuk minum, memasak, mencuci,
dan mandi. Di samping itu, air juga banyak diperlukan untuk
mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.
Tindakan manusia dalam pemenuhan keperluan sehari-hari,
secara tidak sengaja telah menambah jumlah bahan anorganik pada
perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke
perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di
perairan.
Pupuk buatan yang digunakan di persawahan atau ladang
kemudian masuk ke dalam perairan akan menyebabkan per
tumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali. Pertumbuhan
tumbuhan air yang tidak terkendali disebut eutrofikasi. Beberapa
jenis tumbuhan seperti alga, paku air, dan eceng gondok akan
tumbuh subur. Permukaan perairan akan tertutupi sehingga
cahaya matahari tidak dapat menembus sampai dasar perairan.
Akibatnya, tumbuhan yang ada di bawah permukaan tidak
dapat berfotosintesis sehingga kadar oksigen yang terlarut di
dalam air menjadi berkurang. Dapatkah kamu memperkirakan
apa yang akan terjadi jika kadar oksigen dalam air berkurang?
Bahan-bahan kimia lain, seperti pestisida atau DDT yang
sering digunakan oleh petani juga dapat berakibat buruk terhadap
tanaman dan organisme lainnya. Apabila di dalam ekosistem
perairan terjadi pencemaran DDT atau pestisida, akan terjadi
aliran DDT seperti pada Gambar 16.4.

DDT yang terakumulasi


pada burung sebanyak
25 ppm

DDT yang terakumulasi pada


ikan besar sebanyak 2 ppm

DDT yang
terakumulasi pada
ikan kecil sebanyak
0,5 ppm
DDT yang
terakumulasi pada
perairan 0,000003
ppm

DDT yang
terakumulasi pada
mikroorganisme
peraiaran sebanyak
0,04 ppm

Sumber: Biology: Exploring Life, 1994

Gambar 16.4
Akumulasi DDT pada suatu rantai
makanan di ekosistem perairan.
Organisme apakah yang paling
banyak terkontaminasi DDT?

b. Pencemaran Tanah
Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan
makhluk hidup lain, termasuk manusia. Kualitas tanah dapat
berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehingga
kesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas
tanah juga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah.
Menurut sumbernya, limbah padat dapat berasal dari sampah
rumah tangga (domestik), industri, dan alam (tumbuhan).
Adapun menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan sampah
organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari sisasisa makhluk hidup, seperti dedaunan, bangkai binatang, dan
kertas. Adapun sampah anorganik biasanya berasal dari limbah
industri, seperti plastik, logam, dan kaleng.
Sampah organik pada umumnya mudah dihancurkan dan
dibusukkan oleh mikroorganisme di dalam tanah. Adapun
sampah anorganik tidak mudah hancur sehingga dapat menurunkan kualitas tanah.

Pengelolaan Lingkungan

313

Gambar 16.5
Tumpukan sampah ini jika tidak
ditangani dengan baik akan
menurunkan kualitas tanah.

Sumber: Biology: Exploring Life, 1994

c. Pencemaran Udara
Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsurunsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacammacam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel
cair atau padat.

Fakta
Ilmiah
Akibat pemanasan global,
permukaan laut Indonesia
naik 0,8 cm pet tahun
dan berdampak pada
tenggelamnya pulau-pulau
nusantara hampir 1 meter
dalam 16 tahun ke depan.
Sumber: Deputi Menteri Lingkungan
Hidup Bidang Konservasi SDA dan
Pengendalian Kerusakan Lingkungan.
www.eramuslim.com

314

1) Pencemar Udara Berbentuk Gas


Beberapa macam gas dengan jumlah yang melebihi batas toleransi
lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu
kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas
adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S),
senyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC).
Kadar CO2 yang terlampau tinggi di udara dapat me
nyebabkan suhu udara di permukaan Bumi meningkat dan
dapat mengganggu sistem pernapasan. Kadar gas CO lebih dari
100 ppm di dalam darah dapat merusak sistem saraf dan dapat
menimbulkan kematian. Gas SO2 dan H2S dapat bergabung
dengan partikel air dan menyebabkan hujan asam. Keracunan NO2
dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan,
dan kematian. Sementara itu, CFC dapat menyebabkan rusaknya
lapisan ozon di atmosfer.
2) Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat
Partikel yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau
padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau
kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terisap ke
dalam paru-paru.
Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu
vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup,
misalnya bakteri, virus, spora, serbuk sari, atau serangga-serangga
yang telah mati. Partikel-partikel tersebut merupakan sumber
penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Partikel yang mencemari udara dapat juga berasal dari


pembakaran bensin. Bensin yang digunakan untuk kendaraan
bermotor biasanya dicampur dengan senyawa timbel agar
pembakarannya cepat dan mesin berjalan lebih sempurna.
Timbel akan bereaksi dengan klor dan brom membentuk partikel
PbClBr. Partikel tersebut akan dihamburkan oleh kendaraan
melalui knalpot ke udara sehingga akan mencemari udara.
(a)

(b)

Gambar 16.6
Asap yang dikeluarkan dari (a)
pabrik dan (b) kendaraan bermotor
dapat mencemari udara.

Sumber: Young Scientist, Using Energy,1994; CD Images

2. Dampak Pencemaran bagi Manusia


secara Global
Pembakaran bahan bakar minyak dan batu bara pada kendaraan
bermotor dan industri menyebabkan naiknya kadar CO2 di
udara. Gas ini juga dihasilkan dari kebakaran hutan. Gas karbon
dioksida ini akan berkumpul di atmosfer Bumi. Jika jumlahnya
sangat banyak, CO2 ini akan menghalangi pantulan panas dari
Bumi ke atmosfer sehingga panas akan diserap dan dipantulkan
kembali ke Bumi. Akibatnya, suhu di Bumi menjadi lebih panas.
Keadaan ini disebut efek rumah kaca (green house effect).Perhatikan
Gambar 16.7. Selain CO2, gas lain yang menimbulkan efek
rumah kaca adalah CFC yang berasal dari aerosol, juga gas metan
yang berasal dari pembusukan kotoran hewan.
Energi panas dari Matahari
Energi cahaya dapat dengan
mudah masuk

Gambar 16.7
lustrasi yang menggambarkan
bagaimana efek yang ditimbulkan
oleh "rumah kaca" pada Bumi.

Sebagian energi panas matahari


dipantulkan Bumi

Polusi udara di atmosfer


menyebabkan efek rumah kaca

Atmosfer
Sebagian energi panas
matahari diserap Bumi

Sebagian energi panas matahari


terperangkap di Bumi

Panas yang terperangkap


Bumi
Sumber: Science Encyclopedia, 1997; Introductory Chemistry, 1997

Pengelolaan Lingkungan

315

Efek rumah kaca dapat menyebabkan suhu lingkungan


menjadi naik secara global, atau lebih dikenal dengan pemanasan
global. Akibat pemanasan global ini, pola iklim dunia menjadi
berubah. Permukaan laut menjadi naik, sebagai akibat
mencairnya es di kutub sehingga pulau-pulau kecil menjadi
tenggelam. Keadaaan tersebut akan berpengaruh terhadap
keseimbangan ekosistem dan membahayakan makhluk hidup,
termasuk manusia.
Akibat lain yang ditimbulkan pencemaran udara adalah
terjadinya hujan asam. Jika hujan asam terjadi secara terusmenerus akan menyebabkan tanah, danau, atau sungai menjadi
asam. Keadaan itu akan mengakibatkan tumbuhan dan
mikroorganisme yang hidup di dalamnya terganggu dan mati.
Matinya tumbuhan dan mikroorganisme akan berpengaruh
terhadap keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia.
Awan Asam
Polutan bersama-sama dengan air di
Polusi Udara
Hujan Asam
udara membentuk sulfur, sulfurik.
Gas buangan kendaraan
Awan asam dapat berpindah ke
bermotor, asap dari pabrik
tempat yang rendah.
Hutan yang
dan dari api dapat terbawa
Rusak
membentuk hujan asam.
Kerusakan
hutan terjadi
karena
tumbuhan
terkena hujan
asam.
Deposit
Beberapa partikel tidak
dapat bersatu dengan
air di udara, tetapi
langsung turun ke bumi.

Gambar 16.8
Ilustrasi penyebab dan dampak
hujan asam.

Danau Mati
Asam yang masuk, mengganggu
keseimbangan ekosistem
danau dan dapat membunuh
organisme di dalamnya.
Sumber: Encarta Reference Library Premium, 2005

Tanah Asam
Sistem perakaran yang rusak, tidak
dapat menyerap unsur-unsur yang
berfungsi sebagai bahan makanannya.

3. Upaya Penanggulangan Pencemaran


Lingkungan
Berbagai upaya telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun
masyarakat untuk menanggulangi pencemaran lingkungan. Di
antaranya melalui penyuluhan dan penataan lingkungan. Namun,
usaha tersebut tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan dan
kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Untuk membuktikan kepedulian kita terhadap lingkungan,
kita perlu bertindak. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk
menanggulangi pencemaran lingkungan, di antaranya sebagai
berikut.

316

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

a. Membuang Sampah pada Tempatnya


Membuang sampah ke sungai atau selokan akan menyebabkan
aliran airnya terhambat. Akibatnya, sampah akan menumpuk
dan membusuk. Sampah yang membusuk selain menimbulkan
bau tidak sedap juga akan menjadi tempat berkembang biak
berbagai jenis penyakit. Selain itu, bisa menyebabkan banjir pada
musim hujan.
Salah satu cara untuk menanggulangi sampah terutama
sampah rumah tangga adalah dengan memanfaatkannya menjadi
pupuk kompos. Sampah-sampah tersebut dipisahkan antara
sampah organik dan sampah anorganik.
Selanjutnya, sampah organik ditimbun di dalam tanah
sehingga menjadi kompos. Adapun sampah anorganik seperti
plastik dan kaleng bekas dapat didaur ulang menjadi alat rumah
tangga dan barang lainnya.

Sumber: www.myonestopserawak.com

Gambar 16.9
Untuk memudahkan daur ulang,
sampah dipisahkan dari sampah
organik dan anorganik.

b. Penanggulangan Limbah Industri


Limbah dari industri terutama yang mengandung bahan-bahan
kimia, sebelum dibuang harus diolah terlebih dahulu. Hal
tersebut akan mengurangi bahan pencemar di perairan. Dengan
demikian, bahan dari limbah pencemar yang mengandung
bahan-bahan yang bersifat racun dapat dihilangkan sehingga
tidak mengganggu ekosistem.
Menempatkan pabrik atau kawasan industri di daerah
yang jauh dari keramaian penduduk. Hal ini dilakukan untuk
menghindari pengaruh buruk dari limbah pabrik dan asap pabrik
terhadap kehidupan masyarakat.

c. Penanggulangan Pencemaran Udara


Pencemaran udara akibat kendaraan bermotor dan asap pabrik,
dapat dicegah dengan mengurangi pemakaian bahan bakar
minyak. Perlu dipikirkan sumber pengganti alternatif bahan
bakar yang ramah lingkungan, seperti kendaraan berenergi
listrik. Selain itu, dilakukan usaha untuk mendata dan membatasi
jumlah kendaraan bermotor yang layak beroperasi. Terutama
pengontrolan dan pemeriksaan terhadap asap buangan dari
knalpot kendaraan bermotor.

Uji Sikap
Plastik banyak digunakan
dan menunjang dalam
berbagai kegiatan manusia.
Namun di balik itu semua,
plastik merupakan bahan
pencemar yang sulit
diuraikan.
Bagaimana pendapatmu
mengenai penggunaan
plastik? Apa yang
seharusnya dilakukan untuk
mengurangi pencemaran
akibat plastik?

d. Penghijauan di Kota-Kota Besar


Tumbuhan mampu menyerap CO2 di udara untuk fotosintesis.
Adanya jalur hijau akan mengurangi kadar CO2 di udara yang
berasal dari asap kendaraan bermotor atau asap pabrik. Dengan
demikian, tumbuhan hijau bisa mengurangi pencemaran udara.
Selain itu, tumbuhan hijau melepaskan O2 ke atmosfer.

Sumber: id.wikipedia.org

Gambar 16.10
Jalur hijau dapat mengurangi
pencemaran udara.

Pengelolaan Lingkungan

317

e. Penggunaan Pupuk dan Obat Pembasmi Hama


Tanaman yang Sesuai Kebutuhan
Pemberian pupuk pada tanaman dapat meningkatkan hasil
pertanian. Namun, di sisi lain dapat menimbulkan pencemaran
jika pupuk tersebut masuk ke perairan. Eutrofikasi merupakan
salah satu dampak negatif yang ditimbulkan oleh pupuk buatan
yang masuk ke perairan. Dapatkah kamu menjelaskannya?
Begitu juga dengan penggunaan obat anti hama tanaman.
Jika penggunaannya melebihi dosis yang ditetapkan akan
menimbulkan pencemaran. Selain dapat mencemari lingkungan,
juga dapat menyebabkan musnahnya bakteri pengurai atau
serangga yang membantu penyerbukan tanaman.
Pemberantasan hama secara biologis merupakan salah satu
alternatif yang dapat mengurangi pencemaran dan kerusakan
ekosistem pertanian. Berikan beberapa contoh pemberantasan
hama secara biologis yang pernah kamu ketahui.

Tantangan IPA
Science Quest
Jika temperatur Samudra
Artik dan Antartika di
atas 0C, es di kutub akan
mencair. Apa yang terjadi
pada Bumi jika es di kutub
mencair?
If the temperature of the
Arctic and Antarctic is
above 0 C then the polar
ice would start to melt.
What happen to the earth
if the polar ice melt?

f. Pengurangan Pemakaian CFC


Untuk menghilangkan kadar CFC di atmosfer diperlukan waktu
sekitar seratus tahun. Salah satu cara penanggulanggannya,
yaitu dengan mengurangi penggunaan CFC yang tidak perlu
oleh manusia. Mengurangi penggunaan CFC dapat mencegah
rusaknya lapisan ozon di atmosfer sehingga dapat mengurangi
pemanasan global.
Dewasa ini, tingkah laku manusia dengan sikap semenamena terhadap lingkungan sudah sampai pada tingkat yang
mengkhawatirkan. Selain mengeksploitasi alam secara serakah,
manusia juga telah meracuni alam ini dengan berbagai jenis
sampahnya. Melalui kegiatan berikut ini diharapkan kamu dapat
memahami berbagai upaya dalam pengelolaan lingkungan secara
arif dan bijaksana.

Kegiatan Ilmiah 16.2


Tujuan
Mengidentifikasi berbagai macam sampah dan menentukan
jenisnya
Alat dan Bahan
Berbagai jenis sampah
Langkah Kerja
1. Kumpulkan sampah yang ada di rumahmu. Pisahkan sampah
tersebut berdasarkan jenisnya.

318

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

2. Kemudian, tentukan mana sampah yang dapat di daur ulang


dan sampah yang tidak dapat didaur ulang.
3. Jelaskan pula kegunaan sampah yang dapat didaur ulang satu
tersebut.
4. Selanjutnya, catatlah seluruh hasil pengamatanmu pada tabel
seperti berikut di buku latihanmu.
Tabel Hasil Pengamatan

Info Net
Untuk mengetahui informasi
lebih banyak, kamu dapat
membuka situs:
www.cifor.cgiar.org/
pubications/hmtl/AR-98/
Bahasa/Biodiversity.html
www.kitada.eco.tut.ac.jp.
pub/member/asep/plo/
index.html

Pertanyaan
1. Di antara sampah-sampah tersebut, tuliskan sampah yang
dapat didaur ulang.
2. Tuliskan sampah yang tidak dapat didaur ulang.
3. Jika kita dapat memilih, sampah dari bahan apa yang lebih
baik kita gunakan?

www.ypb.or.id/lh/uu9723p/
html

Uji Pemahaman Konsep 16.2


Kerjakan soal-soal berikut di buku latihanmu.
1. Jelaskan macam-macam pencemaran lingkungan.
2. Apakah dampak dari pencemaran lingkungan bagi manusia secara global?

3. Tuliskan tindakan-tindakan yang harus


dilakukan sebagai upaya penanggulangan
pencemaran lingkungan.

Pengelolaan Lingkungan

319

Rangkuman
1. Peranan hutan dimanfaatkan secara
langsung oleh manusia, di antaranya
menyediakan sumber makanan, bahan
obat-obatan, bahan bakar arang, dan
kayu untuk bangunan.
2. Pengelolaan hutan yang berkelanjutan
akan tercapai jika semua pihak ikut berperan dan bertanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan hidup.
3. Polutan adalah bahan yang kadarnya
melalui batas normal dan berada di
tempat dan waktu yang tidak tepat.

4. Macam-macam polusi adalah polusi udara,


tanah, dan air.
5. Pencemaran lingkungan dapat menyebab
kan terganggunya keseimbangan ekosistem
dan menimbulkan berbagai gangguan pada
makhluk hidup di lingkungan tersebut.
6. Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk
mengulangi pencemaran lingkungan,
seperti membuang sampah pada tem
patnya, mengadakan penghijauan di kotakota besar, dan mengurangi pemakaian
CFC.

Kata Kunci



blooming
Dikloro Difenil
Trikloroetana (DDT)
efek rumah kaca
erosi tanah

eutrofikasi
hujan asam
kelestarian hutan
polutan
pencemaran air

pencemaran tanah
pencemaran udara
penghijauan
pengelolaan lingkungan
siklus air

Apa yang Kamu Peroleh Setelah Mempelajari Bab Ini?


Setelah kamu mempelajari materi tentang Pengelolaan Lingkungan, kamu tentu
merasakan manfaatnya, seperti pentingnya mejaga lingkungan dan mengurangi
pencemaran. Jelaskan olehmu manfaat-manfaat lain yang kamu rasakan setelah
mempelajari materi tersebut. Selain itu, bagian mana yang belum kamu pahami? Coba
tuliskan dan konsultasikan hasilnya dengan gurumu.

320

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Uji Kompetensi Bab 16


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1. Berikut yang bukan merupakan fungsi hutan
secara alamiah adalah .
a. berperan sebagai paru-paru dunia
b. menyediakan sumber makanan dan obatobatan
c. menjaga keseimbangan iklim dan cuaca
d. menyediakan lahan untuk ladang dan
pertanian
Alasan:
2. Berikut adalah faktor yang bukan penyebab
terjadinya kerusakan hutan adalah .
a. pembukaan hutan menjadi area per
tanian
b. penebangan pohon dengan sistem tebang
pilih
c. kebakaran hutan pada musim kemarau
d. memanfaatkan hasil hutan semaksimal
mungkin
Alasan:
3. Langkah-langkah yang dapat dilaksanakan
untuk melestarikan hutan, yaitu .
a. melakukan reboisasi pada hutan gundul
b. tidak boleh berburu
c. mengadakan rotasi tanaman
d. memanfaatkan hutan untuk pertanian dan
perumahan
Alasan:
4. Penebangan hutan secara semena-mena akan
menyebabkan hutan gundul. Berikut ini
yang bukan merupakan dampak yang timbul
jika hutan gundul adalah .
a. jika turun hujan akan terjadi banjir
b. terjadi erosi tanah pada bukit
c. tersedianya cadangan air tanah
d. punahnya hewan dan tumbuhan langka
Alasan:
5. Penghijauan di kota-kota besar merupakan
salah satu cara untuk menanggulangi polusi

lingkungan. Tujuan penghijauan yang dilakukan di kota-kota besar adalah .


a. mempertinggi kadar CO2 di udara
b. mempertinggi kadar O2 di udara
c. mempertinggi suhu udara
d. menambah penghasilan penduduk
Alasan:
6. Sistem tebang pilih pada waktu menebang
pohon di hutan sebenarnya merupakan suatu
usaha untuk .
a. melindungi hutan agar terjaga keles
tariannya
b. memperoleh kayu-kayu yang berukuran
sama
c. menjaga agar pohon-pohon di hutan
berukuran sama
d. menjadikan pohon-pohon di hutan
kelihatan rapi
Alasan:
7. Hutan merupakan salah satu sumber devisa
negara selain minyak bumi. Langkah yang
paling tepat dilakukan adalah ....
a. pohon-pohon sebaiknya ditebang
sebanyak-banyaknya untuk menaikkan
pendapatan negara
b. penebangan pohon di hutan dilakukan
secara teratur dan terencana agar terjaga
kelestarian hutan
c. pohon di hutan tidak perlu ditebangi
karena masih ada sumber devisa lain
d. hanya pohon tertentu saja yang memiliki
nilai jual tinggi yang ditanam di hutan
Alasan:
8. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,
manusia telah mampu menggunakan ilmu
pengetahuan dan mengembangkan teknologi.
Dampak negatif yang ditimbulkan dari ke
majuan ilmu pengetahuan dan teknologi
bagi lingkungan adalah .

Pengelolaan Lingkungan

321

a.
b.
c.
d.

meningkatnya jumlah pengangguran


pengembangan pertanian dan industri
terjadinya pencemaran lingkungan
pemanfaatan sumber daya alam yang
meningkat
Alasan:
9. Suatu bahan yang menyebabkan pencemaran
disebut ....
a. polusi
b. polutan
c. resistensi
d. akumulasi
Alasan:
10. Berikut ini yang merupakan sampah organik
adalah.
a. plastik bekas
b. kertas bekas
c. kaleng bekas
d. pecahan kaca
Alasan:
11. Efek rumah kaca sebagai masalah lingkungan
secara global terjadi karena adanya kenaikan ....
a. suhu lingkungan
b. radiasi ultraviolet
c. kelembapan udara
d. kadar karbon dioksida
Alasan:
12. Berikut ini upaya yang bukan dilakukan
untuk mengendalikan pencemaran ling
kungan adalah .
a. tidak melakukan kegiatan yang menyebab
kan terjadinya pencemaran lingkungan
b. mengumpulkan dan mengolah bahan
pencemar menjadi bahan lain yang
bermanfaat

c. mengurangi pengaruh negatif bahan


pencemar terhadap lingkungan
d. menetralkan bahan pencemar sebelum
dibuang ke lingkungan
Alasan:
13. Bahan pencemar yang dapat menyebabkan
eutrofikasi adalah .
a. air hujan
b. pupuk buatan
c. deterjen
d. kotoran manusia
Alasan:
14. Usaha untuk menanggulangi pencemaran
udara di kota-kota besar adalah .
a. membatasi penduduk kota untuk memiliki
kendaraan bermotor
b. mengurangi jumlah kendaraan yang
beroperasi di dalam kota
c. melarang mendirikan pabrik atau industri
di dalam kota
d. membuat jalur hijau dan taman kota
Alasan:
15. Berikut adalah grafik yang tepat untuk
menggambarkan hubungan antara per
tambahan populasi manusia dan tingkat
pencemaran lingkungan, yaitu ....
a. y

b. y

c. y

d. y

Alasan:
B.
1.



2.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


4. Terjadinya kebakaran hutan dan perambahan
Jelaskan peranan hutan dalam:
hutan telah menurunkan tingkat keaneka
a. meningkatkan perekonomi masyarakat;
ragaman hayati.
b. menjaga kesuburan tanah; dan

a. Apakah manfaat dari melimpahnya
c. sumber mata air.
keanekaragaman hayati?
Tulis kegiatan-kegiatan manusia yang dapat

b. Dampak apakah yang ditimbul-kan jika
menyebabkan kerusakan hutan.
keanekaragman hayati menurun?
3. Usaha apa yang dapat dilakukan untuk
5. Bagaimana cara menanggulangi pencemaran
mencegah terjadinya kerusakan hutan?
air, udara, dan tanah?

322

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

II. Uji Pemahaman IPA


1. Di beberapa daerah di Indonesia terutama
Kalimantan dan Sumatera, akhir-akhir ini
sering terjadi kebakaran hutan.

Bagaimanakah dampak kebakaran hutan
terhadap perekonomian masyarakat di sekitar
hutan? Dampak apakah yang terjadi terhadap
lingkungan akibat kebakaran hutan?
2. Semakin meningkatnya jumlah populasi
manusia, serta berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, telah mendorong
manusia mengeksploitasi sumber daya alam
secara maksimal. Hutan telah dijadikan areal
pertanian dan pemukiman seperti gambar
berikut.

a. Jika daerah nomor 1 pohon-pohonnya


habis karena di tebang, apakah yang
akan terjadi terhadap daerah nomor
2 dan 3?

b. Bagaimanakah persediaan air bersih
pada daerah 2 jika hutan di daerah 1
habis ditebangi?
3. Akibat ulah manusia, terjadi pemanasan
global.

a. Apa yang menyebabkan terjadinya pe
manasan global?

b. Apa yang menyebabkan terjadinya
pemantulan panas?

c. Bahan pencemar apa saja yang dapat
menyebabkan efek rumah kaca?

1
3

Pengelolaan Lingkungan

323

Mengukur Ketuntasan Belajar


Setelah kamu selesai menjawab pertanyaan pada Uji Kompetensi Bab ini, periksalah jawabanmu dengan
melihat kunci jawaban, bertanya pada guru, atau melihat kembali materi pada buku ini. Gunakan
rumus berikut untuk mengetahui ketuntasan belajarmu.
Tingkat penguasaan =

Skor yang kamu peroleh


100%
Skor maksimal

Tingkat penguasaan yang kamu peroleh:


90% 100% Baik sekali
80% 89%
Baik
70% 79%
Cukup
< 69%
Kurang
Jika kamu mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kamu telah tuntas mempelajari materi bab
ini dan dapat mempelajari materi selanjutnya. Akan tetapi, jika tingkat penguasaan kamu kurang dari
80%, kamu harus mempelajari kembali materi bab ini, terutama bagian yang belum kamu kuasai.

Kata Bijak
Tak cukup memiliki pikiran yang bagus, yang lebih pokok ialah menggunakannya
dengan baik.
(Charles A. Dana)

324

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Uji Kompetensi Semester 2


Kerjakanlah pada buku tugasmu.
I.

Uji Pengetahuan IPA

A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.


1. Mengatur banyaknya sinar yang dikehendaki
pada saat melakukan pengamatan dengan
mikroskop, dapat dilakukan dengan cara ....
a. mengganti cermin datar dengan cermin
cekung
b. mengubah diagfragma
c. membawa mikroskop ke tempat yang lebih
terang
d. menaik-turunkan kondensor
Alasan:
2. Sebuah bus antarkota melaju dari kota A
menuju ke kota B dengan laju 80 km/jam.
Kemudian, melanjutkan ke kota C dengan
laju 90 km/jam dan sampai pada tujuan
akhir di kota D dengan laju 70 km/jam. Laju
rata-rata bus kota tersebut dari kota A sampai
kota D adalah ....
a. 70 km/jam
b. 90 km/jam
c. 80 km/jam
d. 60 km/jam
Alasan:
3. Rini dapat menempuh jarak dari A ke B
dalam waktu 15 s. Umar dapat menempuh
jarak tersebut dalam waktu 10 s. Sementara
Andri hanya memerlukan waktu 5 s untuk
menempuh jarak dari A ke B. Kecepatan
yang paling besar dimiliki oleh ....
a. Umar
b. Andri
c. Rini
d. kecepatan ketiganya sama
Alasan:
4. Perhatikan gambar ticker timer berikut.
(1)

(2)

(3)
Dapat disimpulkan bahwa besar kecepatan
benda ....

5.

6.

7.

8.

a. 1 tetap, 2 diperlambat, 3 dipercepat


b. 1 tetap, 2 dipercepat, 3 diperlambat
c. 1 dipercepat, 2 tetap, 3 diperlambat
d. 1 tetap, 2 diperlambat, 3 diperlambat
Alasan:
Berikut empat contoh gerak benda.
1. Bola jatuh bebas ke Bumi.
2. Bola menggelinding di atas pasir.
3. Bola menuruni bidang miring.
4. Bola yang dilempar vertikal ke atas.
Manakah yang termasuk gerak lurus beru
bah beraturan dipercepat pada contoh gerak
tersebut adalah nomor .
a. 1 dan 2
c. 2 dan 3
b. 1 dan 3
d. 2 dan 4
Alasan:
Seorang murid wanita tiba-tiba melihat ulat,
murid terkejut dan lari. Hal ini karena dia
memiliki ciri sebagai makhluk hidup, yaitu .
a. dapat bernapas
b. dapat bereaksi terhadap rangsang
c. tumbuh dan bergerak
d. tumbuh dan berkembang biak
Alasan:
Penamaan jenis makhluk hidup yang benar
berdasarkan aturan binominal nomenkkatur
adalah .
a. Felis domestica
b. Felis domestica
c. Felis Domestica
d. Felis Domestica
Alasan:
Mikroskop yang digunakan untuk mengamati
objek biologi sehingga pembesaran sampai 1
juta kali adalah ....
a. mikroskop optik
b. mikroskop tunggal
c. mikroskop elektron
d. mikroskop stereo
Alasan:

Uji Kompetensi Semester 2

325

9. Salah satu ciri makhluk hidup yang berkaitan


dengan usaha untuk melestarikan jenisnya
adalah ....
a. berkembang biak
b. tumbuh
c. menerima rangsang
d. makan
Alasan:
10. Untuk kegiatan hidupnya, makhluk hidup
membutuhkan energi. Energi tersebut
diperoleh dari ....
a. makanan
b. bernapas
c. fotosintesis
d. bergerak
Alasan:
11. Makhluk hidup yang bergerak menggunakan
kaki semu adalah ....
a. Paramaecium
b. kuda
c. katak
d. Amoeba
Alasan:
12. Perhatikan gambar berikut.

15.

16.

17.

18.

Ciri makhluk hidup pada gambar tersebut


adalah ....
a. berkembang biak
b. tumbuh
c. bergerak
d. bereaksi terhadap rangsang
Alasan:
13. Jika kita embuskan udara pernapasan pada
air kapur, air kapur tampak menjadi keruh.
Hal ini membuktikan bahwa pada waktu
bernapas, kita mengeluarkan ....
a. oksigen
b. karbon dioksida
c. nitrogen
d. uap air
Alasan:
14. Pada waktu pagi hari, seorang siswa melihat
air yang menetes dari ujung daun. Hal ini
menunjukkan bahwa tumbuhan ....

326

19.

a. mengeluarkan zat sisa


b. mengeluarkan karbon dioksida
c. memerlukan air
d. tidak perlu disiram
Alasan:
Anemometer merupakan alat yang digunakan
untuk mengukur ....
a. kecepatan angin
b. kecepatan penguapan
c. arah angin
d. mikroorganisme
Alasan:
Alga termasuk ke dalam kingdom ....
a. Plantae
b. Animalia
c. Protista
d. Monera
Alasan:
Cyanobacteria merupakan Monera yang
berbeda dengan bakteri lainnya. Perbedaan
ini terletak pada ....
a. inti sel
b. bentuk sel
c. cara berkembang biak
d. ada tidaknya kloroplas
Alasan:
Tujuan dibuatnya klasifikasi makhluk hidup
adalah untuk ....
a. memberi nama pada setiap makhluk
hidup
b. mempermudah mengenal dan mempelajari
makhluk hidup
c. menentukan asal-usul makhluk hidup
d. dapat memanfaatkan makhluk hidup
tersebut
Alasan:
Perhatikan gambar struktur sel berikut.
1

2
3

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Sel tumbuhan bentuknya relatif tetap. Hal


ini karena adanya bagian sel tumbuhan yang
ditunjukan oleh nomor ....
a. 1
c. 3
b. 2
d. 4
Alasan:

20. Perhatikan
berikut.
1

gambar

berbagai

jaringan
2

Jaringan yang berfungsi mengatur dan


mengendalikan aktivitas organ ditunjukkan
oleh nomor .
a. 1
c. 3
b. 2
d. 4
Alasan:
21. Dalam suatu ekosistem terdapat
1. tanah,
4. cacing tanah,
2. air,
5. kupu-kupu, dan
3. burung,
6. udara.

Pada ekosistem tersebut, yang merupakan
komponen abiotik adalah .
a. 1, 2, 4
c. 1, 2, 6
b. 1, 2, 5
d. 3, 4, 5
Alasan:
22. Tingkatan tropik yang mendapatkan energi
paling sedikit adalah .
a. tumbuhan
c. karnivora
b. herbivora
d. pengurai
Alasan:
23. Perhatikan tabel berikut.

Keterangan: + =
=
0 =

diuntungkan
dirugikan
tidak diuntungkan dan tidak
dirugikan

Simbiosis antara jamur dan alga biru diperlilatkan


oleh pola interaksi ....

a. K
c. L
b. M
d. N
Alasan:
24. Dalam suatu lingkungan terdapat beberapa
komponen
1. rumput,
4. ular, dan
2. belalang,
5. burung elang.
3. ayam,

Komponen tersebut dapat disusun menjadi
suatu rantai makanan, yaitu .
a. 1 - 2 - 3 - 4 - 5- 3
b. 1 - 2 - 3 - 5 - 4
c. 1 - 2 - 4 - 5
d. 1 - 2 - 5 - 4 - 3
Alasan:
25. Berikut adalah kondisi pada suatu ekosistem
hutan, yaitu udara segar, oksigen sangat
banyak, pohon-pohon rindang, hujan lebat,
air tanah tersimpan banyak, dan hewan
sangat beraneka ragam. Jika hutan digunduli,
akibat yang dapat terjadi adalah .
a. tanah longsor, kelembapan tinggi, dan
hewan tertentu musnah
b. banjir, mata air menjadi banyak, dan
hewan tertentu musnah
c. mata air banyak, oksigen banyak, dan
hewan tertentu musnah
d. kekeringan, oksigen sedikit, dan hewan
tertentu musnah
Alasan:
26. Berikut ini yang bukan dampak negatif
dari pertumbuhan penduduk yang semakin
meningkat adalah ....
a. berkurangnya sumber daya alam
b. meningkatnya kebutuhan pangan
c. berkurangnya sumber air bersih
d. tersedianya tenaga kerja yang produktif
Alasan:
27. Grafik yang menunjukan pertumbuhan
penduduk terhadap persediaan sumber daya
alam adalah ....
a.
c.

b.

d.

Alasan:
Uji Kompetensi Semester 2

327

28. Pemakaian pupuk buatan yang berlebihan


dapat menimbulkan pencemaran air sebab .
a. akan mematikan ikan karena bers ifat
racun
b. pupuk buatan sukar larut di dalam air
c. mempercepat tumbuhnya tumbuhan air
d. kurang menghemat biaya dan pem
borosan
Alasan:
29. Dahulu, di kota A masih banyak sumursumur dengan persediaan air yang cukup.
Sekarang, sumur-sumur menjadi kering.
Pernyataan berikut yang tidak berhubungan
dengan keringnya sumur setelah pohon di
hutan banyak ditebangi adalah ....
a. tidak ada tumbuhan yang menahan air
b. jika hujan maka air terus mengalir

c. jarang turun hujan setelah hutan


ditebang
d. jika musim kemarau, persediaan air tanah
berkurang
Alasan:
30. Berikut adalah piramida makanan pada suatu
ekosistem kolam.
ular
ikan besar
ikan kecil
ganggang

Jika ekosistem kolam tersebut tercemar oleh


DDT, konsentrasi DDT yang paling banyak
terdapat pada organisme .
a. ular
c. ikan kecil
b. ganggang
d. ikan besar
Alasan:

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan tepat dan benar.


1. Tuliskan bagian-bagian optik dan mekanik
sebuah mikroskop binokuler.
2. Pak Hari akan menghadiri rapat di kantornya
pukul 10.00. Jarak antara rumah pak Hari
dan kantornya adalah 14 km. Setiap hari pak
Hari pergi ke kantor pukul 09.00 dengan laju
rata-rata 13,8 m/s. Suatu hari ban kendaraan
pak Hari pecah di tengah perjalanan. Berapa
lamakah waktu paling lama untuk menambal
ban kendaraan pak Hari agar dia tidak ter
lambat mengikuti rapat?
3. Untuk mempelajari keanekaragaman makhluk
hidup dilakukan dengan cara klasifikasi.
a. Berdasarkan apakah makhluk hidup
diklasifikasikan?
b. Tuliskan dasar yang digunakan untuk
mengelompokkan duia hewan menjadi
hewan invertebrata dan vetebrata.

328

4. Pada suatu ekosistem padang rumput ter


dapat organisme-organisme, yaitu rumput,
belalang, jangkrik, kelinci, burung, ular,
tikus, dan burung elang.

a. Buatlah jaring-jaring makanan pada
ekosistem tersebut.

b. Jelaskan mengapa pada kenyataan di
alam hanya terdapat jaringan makanan
dan bukan rantai makanan.
5. Akhir-akhir ini di Sumatra dan Kalimantan
sering terjadi bencana banjir jika musim
hujan. Padahal sebelumnya, di kedua pulau
tersebut tidak pernah terjadi banjir. Salah satu
penyebabnya adalah terjadinya penebangan
pohon di hutan secara liar. Jelaskan hubungan
antara penebangan pohon di hutan dengan
terjadinya banjir.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Kunci Jawaban
Bab 1 Pengukuran dan Besaran

menyerap kalor dari lingkunganmu.


Akibatnya, tubuhmu akan menggigil
kedinginan.

I. Uji Pengetahuan IPA


A. Pilihan Ganda
1.
3.
5.
7.
9.

d
a
b
b
d

11. c
13. b
15. c
17. a
19. c

B. Esai
1. a. Nama besaran tersebut adalah
kecepatan.

b. Satuan besaran kesepatan adalah
km/jam.

c. Nilai hasil pengukuran dari besaran
tersebut adalah 60.
3. Waktu yang dibutuhkan Bumi untuk
mengelilingi Matahari adalah 31.536.000
sekon.
5. a. TC = (40 + T) X

b. Jika T = 70X, maka


TX = (T 40) C

T = (70 40)C = 30C.
II. Uji Pemahaman IPA
1. Tidak, karena tidak ada besaran pem
banding yang digunakan untuk
mengukur tinggi badan sepupu Dina.
3. Ketika berenang pada siang hari yang
panas, tubuh-mu akan terasa sejuk sekali,
kemudian ketika keluar dari kolam renang
tubuhmu akan menggigil kedinginan.
Hal tersebut terjadi karena suhu tubuhmu dipengaruhi oleh lingkungan. Ketika
berenang dalam kolam, suhu tubuhmu
menurun dan kamu akan melepaskan
kalor, sedangkan ketika kamu keluar
dari kolam, suhu tubuhmu lebih rendah
dari suhu lingkunganmu dan kamu akan

Bab 2 Unsur, Senyawa, dan Campuran


I. Uji Pengetahuan IPA
A. Pilihan Ganda
1.
3.
5.
7.
9.

d
a
c
b
d

11. b
13. c
15. d
17. c
19. d

B. Esai
1. Besi disebut unsur karena merupakan
zat tunggal yang tidak dapat diuraikan
lagi menjadi zat lain melalui reaksi kimia
biasa.
3. Penamaan unsur berdasarkan IUPAC:
Setiap unsur memiliki lambang
sendiri berdasarkan nama ilmiah
yang diambil dari nama Latinnya.
Unsur yang dilambangkan dengan
satu huruf diambil dari huruf pertama
nama Latin dan ditulis dengan huruf
kapital.
Unsur yang dilambangkan dengan
dua huruf diambil dari huruf pertama
dan kedua nama Latin. Huruf
pertama ditulis kapital, sedangkan
huruf kedua tidak ditulis kapital.
II. Uji Pemahaman IPA
1. Berat setiap bahan yang harus ditimbang:

gula pasir = 32.000 g

asam sitrat = 2.400 g

zat pengharum = 800 g

pewarna
= 80 g

air
= 44.720 g

Kunci Jawaban

329

Bab 3 Asam, Basa, dan Garam


I. Uji Pengetahuan IPA
A. Pilihan Ganda
1.
3.
5.
7.

b
d
c
c

9. c
11. b
13. c
15. a

B. Esai
1. Indikator alami asam atau basa, di
antaranya ekstrak kulit manggis, ekstrak
kunyit, dan ekstrak bunga kembang
sepatu.
3. Menentukan nilai pH larutan dengan
indikator universal dilakukan dengan
cara mencelupkan kertas indikator ke
dalam larutan. Kemudian perubahan
warna yang dihasilkan disamakan dengan
skala warna pada trayek pH indikator.
5. Trayek indikator 4,26,3 dengan per
ubahan warna merah-kuning. Jika
larutan mempunyai pH = 12, warna
larutan indikator adalah kuning.
II. Uji Pemahaman IPA
1. Berdasarkan tabel skala pH kertas
indikator universal, nilai pH larutan
tersebut adalah 11.

Bab 4 Massa Jenis dan Sifat Zat


I.
A.
1.
3.
5.
7.

Uji Pengetahuan IPA


Pilihan Ganda
d
9. b
a
11. c
c
13. a
a
15. b

B. Esai
1. Massa jenis air adalah 1 g/cm3 atau 1.000
kg/m3.
3. Volume lebih besar dimiliki oleh es
dengan massa 0,5 g/cm3.
5. Peristiwa kapilaritas. Molekul-molekul air
merambat naik membasahi sapu tangan

330

sehingga air dapat menetes di ujung sapu


tangan yang berada di luar gelas.
II. Uji Pemahaman IPA
1. Gas atau udara dari napas berisi uap
air. Jika udara dari napas mengenai
permukaan cermin yang dingin, uap
air itu akan mengembun di permukaan
cermin.

Bab 5 Pemuaian Zat


I.
A.
1.
3.
5.
7.

Uji Pengetahuan IPA


Pilihan Ganda
c
9. a
a
11. d
a
13. c
d
15. d

B. Esai
1. Untuk bahan tertentu, koefisien muai
volume adalah tiga kali koefisien muai
panjang. Misalkan, sebuah kotak dengan
ukuran p, l, dan t adalah l1, l2, dan l3.

Volume kotak tersebut pada temperatur
T adalah

V = l1 l2 l3

Jika setiap bagian kotak, yaitu panjang,
lebar, dan tinggi kotak mengalami pemuaian koefisien muai volume adalah g
= 3a.
3. Pertambahan volume air 0,00501 L.

Volume air yang tumpah adalah 0,016
liter.

Jadi, persentase air yang tumpah adalah
0,8 persen.
5. a. Alarm kebakaran bekerja berdasarkan perubahan suhu. Jika suhu di
suatu ruangan memanas, lempengan bimetal akan melengkung sehingga kontak listrik yang terjadi
akan mengalirkan arus listrik yang
akan membunyikan bel.

b. Termostat juga berfungsi sebagai
sakelar otomatis. Saat suhu rendah,
sakelar akan terhubung sehingga

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

arus listrik dapat meng-alir. Adapun


saat suhu tinggi, sakelar akan terputus dan arus listrik juga terputus.
II. Uji Pemahaman IPA
1. Keramik atau gerabah terbuat dari
tanah liat yang bersifat mengikat air.
Saat pembuatannya, keramik atau
gerabah dicampur dengan air sehingga
mudah dibentuk. Kemudian, keramik
atau gerabah tersebut dibakar untuk
menghilangkan air yang terdapat di
dalamnya sehingga keramik atau gerabah
akan menyusut dan mengeras.

Bab 6 Kalor dan Pengaruhnya


I. Uji Pengetahuan IPA
A. Pilihan Ganda
1.
3.
5.
7.

d
d
b
a

9. a
11. d
13. b
15. b

B. Esai
1. Kalor dapat mengubah keadaan suatu
benda, yaitu dapat mengubah suhu dan
wujud suatu zat.
3. a. Banyaknya kalor untuk mengubah es
menjadi air adalah 657.600 joule.

b. Banyaknya kalor untuk mendidihkan
air adalah 630.000 joule.

c. Banyaknya kalor yang dibutuhkan
untuk mengubah 1,5 kg es menjadi
air mendidih adalah 1.287 kJ.
5. Tidak, karena sebagian energi panas besi
akan ber-pindah ke bejana.
II. Uji Pemahaman IPA
1. Tekanan yang diberikan oleh kawat dan
beban pada balok es, menimbulkan
kalor yang dapat mencairkan balok es
sehingga mampu memotong es. Setelah
es terpotong, es dapat merekat kembali,
karena tekanan dari kawat dan beban
sudah hilang.

Bab 7 Perubahan Materi


dan Pemisahan Campuran
I. Uji Pengetahuan IPA
A. Pilihan Ganda
1.
3.
5.
7.
9.

c
c
c
c
b

11. a
13. c
15. b
17. c
19. c

B. Esai
1. Perubahan fisika memiliki ciri-ciri tidak
menghasilkan zat baru dan umumnya zat
hasil perubahan dapat dikembalikan lagi
seperti zat sebelum terjadi perubahan.

Perubahan kimia memiliki ciri-ciri meng
hasilkan zat baru yang tidak sama dengan
zat semula dan zat hasil perubahan tidak
dapat dikembalikan menjadi zat semula.
3. Minyak menjadi tengik adalah perubahan
kimia karena terjadi zat baru setelah
minyak tersebut bereaksi dengan oksigen
di udara.
5. Minyak serai diperoleh dengan cara
merebus batang serai dengan air
sampai mendidih, kemudian uap yang
dihasilkannya dikondensasi. Perbedaan
titik didih antara minyak serai dan air
membuat keduanya dapat dipisahkan.
II. Uji Pemahaman IPA
a. - pasir dari warna air yang kecokelatan

- besi dari bau logam pada air sumur
b. - untuk memisahkan pasir dapat dilakukan penyaringan

- untuk memisahkan besi dapat dilaku
kan distilasi

Bab 8 Reaksi Kimia


I.
A.
1.
3.
5.
7.

Uji Pengetahuan IPA


Pilihan Ganda
c
9. d
a
11. c
c
13. a
a
15. d
Kunci Jawaban

331

B. Esai
1. Ciri-ciri reaksi kimia adalah timbulnya
gas, terjadi perubahan warna, terjadi
perubahan suhu, atau terbentuk enda
pan.
3. Kecepatan reaksi kimia dipengaruhi
oleh sifat zat, ukuran zat, kadar zat, dan
suhu.
5. Dik:

kenaikan 10C = 2 kecepatan reaksi

kecepatan reaksi pada 28C = x

Dit: kecepatan reaksi pada 48C

Jawab: t = 48C 28C = 20C = 2
(10C)

Kecepatan reaksi pada 48C adalah: (2)x
= 4x
II. Uji Pemahaman IPA
1. a. Ya.

b. Terbentuk gas CO2 (terlihat dari
asap yang muncul), mengeluarkan
panas (reaksi eksoterm), dan kayu
pohon serta dedaunan yang terbakar
tidak dapat kembali ke bentuknya
semula.

Uji Kompetensi Semester 1


I. Uji Pengetahuan IPA
A. Pilihan Ganda
1.
3.
5.
7.
9.

c
d
c
b
d

11. c
13. a
15. c
17. c
19. d

B. Esai
1. 6.000 kg
3. Urutan penyimpanan yang baik adalah
pasir, kerikil, arang, dan kapas.
5. Ya, akan terbentuk gelembung gas H2.

332

Bab 9 Pengamatan Gejala-Gejala Alam


I. Uji Pengetahuan IPA
A. Pilihan Ganda
1.
3.
5.
7.
9.

b
d
d
b
d

11. c
13. a
15. c
17. d
19. d

B. Esai
1. Kemampuan mengamati gejala-gejala
alam diperlukan dalam mempelajari Ilmu
Pengetahuan Alam karena Ilmu Pengetahuan Alam berkembang dari hasil-hasil
pengamatan dan eksperimen.
3. Lensa okuler merupakan lensa yang
posisinya di atas dan yang terdekat
dengan mata pengamat, sedangkan lensa
objektif merupakan lensa yang dekat
dengan objek pengamatan.
5. Hal-hal yang perlu diperhatikan di
antaranya:
a. pastikan ruang laboratorium dalam
kondisi bersih;
b. pakailah baju khusus praktikum;
c. pastikan hewan yang akan di bedah
telah mati dibius;
d. berhati-hatilah saat menggunakan
alat bedah;
e. jika praktikum telah selesai, bersihkan
seluruh peralatan dan ruangan tempat
praktikum.
II. Uji Pemahaman IPA
1. a. Ahmad harus menghadap ke arah
utara karena harus berlawanan dengan
arah angin pada saat mengukur
kecepatan angin.
b. Ahmad harus menunggu sampai
kecepatan angin pada display menunjukkan angka yang konstan.
Selanjutnya, Ahmad harus menekan
tombol hold dan mencatat hasilnya.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Bab 10 Gerak Lurus

Grafik v terhadap t

I. Uji Pengetahuan IPA


A. Pilihan Ganda
1.
3.
5.
7.

c
a
d
c

9. b
11. b
13. c
15. b

B. Esai
1. Gerak adalah perubahan kedudukan
suatu benda terhadap suatu titik acuan.

Laju merupakan perubahan posisi dalam
suatu selang waktu tanpa memerhatikan
arah gerak benda, sedangkan kecepatan
merupakan perubahan posisi suatu benda
dalam suatu selang waktu dengan mem
erhatikan arah gerak dari benda tersebut.
3. a. Grafik kecepatan terhadap waktu.

b. a tertinggi pada detik ke 30 sampai 32,


yaitu 5 m/s2.

c. a(10 30) = 0.

d. stotal = 885 m.
5. 18.060 m.
II. Uji Pemahaman IPA

Grafik s terhadap t

Jenis gerak yang dilakukan pembalap


adalah gerak lurus beraturan (GLB).

Bab 11 Makhluk Hidup


I.
A.
1.
3.
5.
7.

Uji Pengetahuan IPA


Pilihan Ganda
c
9. d
c
11. b
c
13. a
c
15. d

B. Esai
1. Ciri-ciri makhluk hidup adalah bernapas,
bergerak, makan, mengeluarkan zat sisa,
bereaksi terhadap rangsang, berkembang
biak, dan tumbuh.
3. a. Buaya bergerak menggunakan kaki
dan tubuhnya.

b. Katak
bergerak
menggunakan
kakinya.

c. Amoeba bergerak menggunakan kaki
semu.

d. Paramaecium bergerak menggunakan
rambut getar.

e. Burung bergerak menggunakan kaki
dan sayapnya.
5. Rumah tawon bukan makhluk hidup.
Walaupun ukurannya bertambah besar
rumah tawon tidak dapat berkembang
biak, tidak memerlukan makanan, dan
tidak bereaksi terhadap rangsang.

Kunci Jawaban

333

II. Uji Pemahaman IPA


1. Berdasarkan tabel percobaan.

a. Rata-rata pertumbuhan kedua tumbuhan per harinya adalah sebagai
berikut.

Panjang Tanaman (cm)

5,5
5
4,5
4
3,5
3
2,5
2
1,5
1
0,5

a
a
d
c
d

11. a
13. a
15. c
17. b
19. c

21. b
23. c
25. a

Makhluk Hidup
ikan
ular
katak
ayam
itik
tikus
padi
teratai
kangkung
rumput

(5;5,1)
(4;4,2)
Tumbuhan
padi
teratai
kangkung
rumput

(3;3,6)
(2;2,8)
(1;2,0)

2
3
Hari Ke-

Monokotil
teratai
kangkung

Grafik pertumbuhan tanaman yang


diberi air.
5
4,5
4
3,5
3
2,5
2
1,5
1
0,5

(1;2,0) (2;2,2)

(4;2,9)
(3;2,5)

2
3
Hari Ke-

(5;3,3)

Hewan
ikan
ular
katak
ayam
itik
tikus

digolongkan menjadi

berdasarkan keping biji

Panjang Tanaman (cm)

334

1.
3.
5.
7.
9.

b. Grafik pertumbuhan tanaman yang


diberi air dan pupuk.

I. Uji Pengetahuan IPA


A. Pilihan Ganda

B. Esai
1. Klasifikasi bermanfaat untuk mempermudah
manusia dalam mengenal dan mempelajari
makhluk hidup.
3. Klasifikasi bertingkat:

Bab 12 Klasifikasi Makhluk Hidup

Dikotil
padi
rumput

berdasarkan penutup tubuh

Kulit tipis
katak

Bersisik
ikan
ular

Berbulu
ayam
itik

Berambut
tikus

berdasarkan alat pernapasan


Insang
ikan

Paru-paru
ular

5. Peranan invertebrata bagi manusia antara


lain sebagai berikut.
II. Uji Pemahaman IPA
1. a. Hewan A = lebah, B = lalat, C = laba-laba,
D = bekicot, E = cacing.

c. Tanaman yang diberi air dan pupuk


lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan pertumbuhan tanaman
yang hanya diberi air saja.

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

II. Uji Pemahaman IPA


1. Sistem organ tersusun atas beberapa
organ.
3. Ada, misalnya jaringan xilem dan floem,
selain terdapat pada batang juga terdapat
pada akar dan daun. Demikian juga pada
hewan, jaringan epitel pipih selain dite
mukan pada kulit juga ditemukan pada
pembuluh darah, rongga mulut, dan
alveolus paru-paru.

Bab 14 Ekosistem
I. Uji Pengetahuan IPA
A. Pilihan Ganda

Bab 13 Organisasi Kehidupan


I.
A.
1.
3.
5.
7.
B.
1.

Uji Pengetahuan IPA


Pilihan Ganda
b
9. a
a
11. a
d
13. a
c
15. b
Esai
Sel tumbuhan memiliki organel yang
tidak dimiliki sel hewan, yaitu plastida
dan dinding sel. Sel hewan pun memiliki
organel yang tidak dimiliki sel tumbuhan,
yaitu sentrosom dan lisosom.
3. Beberapa jaringan akan bekerja sama
membentuk suatu organ. Fungsi suatu
jaringan akan memengaruhi jaringan
lainnya. Misalnya, jaringan tulang tidak
akan berfungsi sebagai alat gerak apabila
tidak ada jaringan otot.
5. Alasannya, antara lain untuk kesembuhan
pasien dan untuk mencari keuntungan.
Tanggapan setiap siswa berbeda bergantung pada alasannya

1.
3.
5.
7.

a
b
a
d

9. b
11. b
13. b
15. c

B. Esai
1. Semua tumbuhan berfungsi sebagai
produsen. Herbivora, seperti kambing,
kelinci, belalang, dan tikus berfungsi
sebagai konsumen tingkat I. Hewan pe
makan herbivora seperti ular, anjing
hutan, serigala, kucing merupakan contoh
konsumen tingkat II. Adapun konsumen
tingkat III adalah hewan predator pemakan
konsumen tingkat II, seperti burung elang
dan burung pemakan bangkai.
3. Sikap yang perlu ditanamkan dan dikem
bangkan untuk menjaga keseimbangan
lingkungan antara lain:
a. memanfaatkan sumber daya alam
seoptimal mungkin, seperti mengam
bil sumber daya alam tidak melebihi
daya regenerasinya;
b. tidak merusak lingkungan, misalnya
melakukan pembakaran hutan atau
perburuan hewan-hewan secara liar;
c. selalu cinta terhadap lingkungan.

Kunci Jawaban

335

5. a. Jumlah ulat menjadi banyak karena


burung yang merupakan pemangsa
ulat berkurang atau musnah, diburu
oleh manusia.

b. Akibat banyaknya populasi ulat di
daerah tersebut, ekosistem menjadi
tidak seimbang.

c. Pendapat siswa beragam, seperti
menyarankan agar burung-burung
pemakan ulat tidak diburu dengan
semena-mena sehingga ulat yang merupakan hama tanaman dapat dimangsanya.
II. Uji Pemahaman IPA
1.

Bab 15 Kepadatan Populasi Manusia


I.
A.
1.
3.
5.

Uji Pengetahuan IPA


Pilihan Ganda
b
7. c
a
9. d
a
11. b

13. d
15. d

B. Esai
1. Masalah yang dapat ditimbulkan akibat
ledakan penduduk adalah masalah keter
sediaan sumber daya alam, kesejahteraan,
ruang gerak, dan lingkungan.
3. Ledakan penduduk yang tinggi akan
sangat berpengaruh terhadap lingkungan,
di antaranya adalah minimnya persediaan
sumber daya alam, tidak layaknya permukiman, dan timbulnya pencemaran
lingkungan.
5. Sangat setuju, karena manusia dianugerahi
oleh Tuhan kelebihan dari makhluk hidup
lain berupa akal. Dengan akalnya, manusia
mampu mengatasi segala kesulitan yang
dialaminya.
II. Uji Pemahaman IPA
1. Jawaban bergantung pada siswa.

336

Bab 16 Pengelolaan Lingkungan


I.
A.
1.
3.
5.
7.

Uji Pengetahuan IPA


Pilihan Ganda
d
9. b
a
11. d
b
13. b
b
15. c

B. Esai
1. a. Hutan menyediakan berbagai kebutu
han, di antaranya sebagai berikut.

1) Hutan sebagai sumber plasma
nutfah sehingga besar kemung
kinan tumbuhan jenis-jenis
tertentu dapat dibudidayakan
menjadi tanaman buah yang
mempunyai nilai ekonomis
tinggi.

2) Bahan baku produksi, yaitu
industri karet, minyak kayu
putih, dan gula aren memer
lukan bahan baku dari hutan,
yaitu hutan industri.
b. Sisa tumbuhan dan hewan memberikan
nutrisi bagi tanah. Sisa-sisa organisme
ini adalah bahan organik akan diuraikan
secara alami oleh dekomposer. Pengurai
an bahan organik menghasilkan
zat-zat anorganik yang larut di
dalam tanah. Kemudian, zat-zat ini
digunakan oleh tumbuhan sebagai
nutrisi yang mendukung pertum
buhannya.
c. Dengan adanya hutan, air hujan
dapat dihambat tegakan tumbuhan
sehingga mengalir secara perlahan
mengikuti alur tegakan tumbuhan.
3. Usaha untuk mencegah kerusakan hutan,
di antaranya:
a. tidak melakukan penebangan tumbuhan sembarangan;
b. mencegah terjadinya perladangan
berpindah-pindah;
c. mengadakan reboisasi di hutan
gundul;

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

5. a. Menanggulangi pencemaran air, di


antaranya:
tidak membuang sampah ke sungai;
penggunaan pupuk dan obat
pembasmi hama sesuai dengan
aturan.
b. Menanggulangi pencemaran udara,
di antaranya:
untuk mengurangi pemakaian bahan
bakar minyak, dicari alternatif
pengganti bahan bakar yang ramah
lingkungan;
dilaksanakan penghijauan di kotakota besar;
c. Menangulangi pencemaran tanah, di
antaranya:
tidak membuang barang-barang atau
benda-benda yang tidak bisa dirombak
oleh mikroorganisme tanah;
tidak membuang zat kimia berbahaya
ke tanah;
II. Uji Pemahaman IPA
1. Berkurangnya luas hutan mengakibatkan
gas karbon dioksida di udara semakin
bertambah. Seperti kita ketahui, gas
karbon dioksida adalah penyebab
utama efek rumah kaca. Selain itu,
efek lingkungan dari kebakaran
hutan adalah asap kebakaran yang
dapat menganggu kesehatan dan
berkurangnya tempat resapan air
hujan.

Musnahnya tumbuhan berarti hilangnya pendapatan masyarakat di sekitar
pantai.

3. a. Pemanasan global dapat disebabkan


oleh penggunaan CFC yang
berlebihan dan polusi udara.

b. Karbon dioksida (CO2) yang
berlebihan di atmosfer.

c. Karbon dioksida (CO2) dan chloro
flourocarbon (CFC)

Uji Kompetensi Semester 2


I. Uji Pengetahuan IPA
A. Pilihan Ganda
1. b
17. d
3. b
19. a
5. b
21. c
7. b
23. a
9. a
25. d
11. d
27. a
13. b
29. c
15. a
II. Esai
1. a. Bagian optik mikroskop, yaitu
lensa okuler, lensa objektif, cermin,
kondensor, dan diafragma.

b. Bagian mekanik mikroskop, yaitu
revolver, kaki mikroskop, pegangan
mikroskop, meja preparat, dan
pemutar.
3. a. Berdasarkan persamaan ciri-ciri yang
dimilikinya.

b. Pengelompokan hewan invertebrata
dan vertebrata didasarkan atas ada
tidaknya tulang belakang.
5. Dengan banyaknya pohon yang ditebang,
daerah resapan air berkurang sehingga
mengakibatkan terjadinya banjir.

Glosarium

337

Glosarium
Asam: zat yang dalam larutannya melepaskan ion hidrogen (H+).
Aseksual: mengenai reproduksi (atau organisme) yang tidak melibatkan: meiosis, produksi
gamet, fertilisasi, perpindahan materi genetik antarindividu, dan partenogenesis.
Atom: unsur kimia terkecil yang dapat berdiri sendiri dan dapat bersenyawa dengan atom
lain.
Basa: zat yang dalam larutannya melepaskan ion hidroksida (OH-).
Besaran pokok: Besaran yang berdiri sendiri yang terdiri dari tujuh buah besaran.
Besaran turunan: besaran yang diturunkan dari besaran pokok.
Campuran: gabungan dua zat atau lebih, dapat berupa unsur dengan unsur, unsur dengan
senyawa, atau senyawa dengan senyawa. Biasanya sifatnya sama dengan komponen
penyusunnya.
Distilasi: teknik pemisahan campuran/larutan yang didasari perbedaan titik didih komponenkomponen penyusunnya.
Ekosistem: unit fungsional yang mencakup organisme (biotik) dengan lingkungannya yang
tidak hidup (abiotik) dalam hubungan saling memengaruhi dan berinteraksi.
Ekskresi: suatu proses yang dilakukan organisme untuk membuang sampah produk
metabolik.
Eksoterm: reaksi kimia yang disertai pembebasan energi ke lingkungan.
Ekstrak: zat yang diperoleh dari saringan tumbuhan/hewan dengan menarik sari aktifnya
menggunakan pelarut yang sesuai, kemudian memekatkannya hingga tahap tertentu.
Ekstraksi: teknik pemisahan campuran yang memanfaatkan perbedaan kelarutan suatu ekstrak
di dalam dua jenis pelarut yang berbeda (polar dan nonpolar).
Endoterm: reaksi kimia yang disertai penyerapan kalor dari lingkungan.
Enzim: zat yang dapat mempercepat reaksi biokimia.
Evaporasi: teknik pemisahan campuran dengan cara menguapkan komponen pelarutnya.
Fermentasi: reaksi kimia yang disebabkan mikroorganisme.
Filtrasi: teknik pemisahan campuran yang memanfaatkan perbedaan ukuran partikel
Floem: bagian sistem pembuluh dalam tumbuhan yang terdiri atas sel-sel hidup yang tersusun
menjadi pipa memanjang yang mengangkut gula dan nutrien organik lainnya di seluruh
tumbuhan.
Fotosistesis: proses pengubahan karbon dioksida dan air dengan bantuan cahaya matahari
untuk membentuk senyawa karbohidrat.
Garam: hasil reaksi antara asam dan basa.

338

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Habitat: tempat hidup suatu populasi organisme.


Hermafrodit: suatu individu yang berfungsi sebagai jantan maupun betina dalam reproduksi
seksual.
Heterogen: terdiri atas jenis, macam, ukuran, dan sifat yang berbeda.
Heterotrof: organisme yang mendapatkan melekul makanan organik dengan cara memakan
organisme lain.
Homogen: terdiri atas jenis, macam, ukuran, dan sifat yang sama.
Indikator alami: indikator asam-basa yang diperoleh dari sari jaringan tumbuhan dengan cara
ekstrasi.
Indikator: zat (larutan/padatan) yang digunakan untuk menentukan sifat asam-basa suatu
materi (biasanya larutan) asam basa.
Ion: partikel (atom atau molekul) yang bermuatan listrik.
Jaringan: kelompok terpadu sel-sel dengan struktur dan fungsi yangsama.
Kadar: kandungan suatu materi (unsur/senyawa) di dalam materi lainnya (senyawa/
campuran).
Kalor: suatu bentuk energi yang dapat mengubah suhu atau wujud suatu benda. Berbeda
dengan panas, kalor lebih cenderung ditinjau pada saat perubahannya.
Kalor jenis: banyaknya kalor yang diperlukan menaikan suhu setiap i kologram zat sebesar 1
Celcius.
Kalorimeter: suatu alat untuk mengamati kalor yang diterima atau dilepaskan oleh sistem yang
ditijau. Sedangkan, dengan lingkungan tidak terjadi interaksi baik energi maupun materi.
Karat: reaksi antara logam besi dengan air dan gas oksigen membentuk oksidasi besi yang
bersifat rapuh.
Klorofil: pigmen hijau yang terdapat di dalam kloroplas.
Kloroplas: organel yang hany aditemukan dalam tumbuhan; menyerap cahaya matahari dan
menggunakannya untuk fotosintesis.
Komunitas: kumpulan populasi-populasi dari spesies-spesies yang ebrbeda yang hidup saling
berdekatan dan berinteraksi.
Kondensasi: perubahan wujud dari gas menjadi cair.
Konservasi: usaha pengamatan dan pelestarian sumber daya alam dan lingkungan.
Korosi: reaksi antara logam (selain besi) dengan gas oksigen dan air membentuk oksida logam
tersebut.
Kristalisasi: teknik pemisahan campuran dengan cara mengkristalkan zat ter-larutnya.
Kromatografi: teknik pemisahan campuran yang memanfaatkan perbedaan kecepatan perambatan komponen-komponen campuran pada suatu pelarut.
Laju: panjangnya jarak yang ditempuh setiap detik. Laju merupakan besaran yang terbaca
pada speedometer. Lain halnya dengan kecepatan yang memiliki besar dan arah, laju hanya
memiliki besar saja.
Lambang: huruf atau tanda untuk menyatakan unsur, senyawa, atau sifat.

Glosarium

339

Massa jenis: banyaknya massa zat yang dikandung oleh suatu benda setiap satu-satuan
volume.
Mendidih: proses menguapnya zat cair pada seluruh bagian yang dipanaskan.
Mengukur: membandingkan suatu besaran Fisika dengan suatu pembanding (satuan) baik
yang baku maupun yang tidak baku.
Metabolisme: perubahan molekul satu zat dalam sel dari bentuk sederhana ke bentuk kompleks
atau sebaliknya.
Mikroorganisme: organisme mikroskopis kecil, mencakup hewan dan tumbuhan bersel
tunggal, sejumlah jamur, dan termasuk virus.
Oksidasi: reaksi pengikatan oksigen.
Organ: pusat fungsi tubuh tertentu yang terdiri atas beberapa jenis jaringan yang ebrbeda.
Organel: peralatan sel.
Partikel zat: bagian paling kecil dari suatu zat yang masih memiliki sifat zat tersebut. Proton,
elektron, dan neutron tidak termasuk karena sifatnya sudah berbeda.
Pemuaian: penambahan jarak antarpartikel di dalam benda. Pemuaian dapat berbentuk
pemuaian panjang, luas, dan volume.
Pembakaran: reaksi antara suatu zat dengan gas oksigen.
pH meter: alat yang digunakan untuk menentukan nilai pH suatu larutan dengan cara
mencelupkan elektrode ke dalam larutan yang akan diuji.
pH: derajat keasaman/tingkat keasaman suatu zat.
Populasi: kelompok individu dari satu spesies yang hidup dalam suatu daerah tertentu.
Reaksi kimia: reaksi yang melibatkan pemutusan dan pembentukan ikatan kimia antar unsurunsur yang bereaksi.
Rumus senyawa: lambang kimia yang menggambarkan suatu senyawa, meliputi jenis unsur
penyusunnya dan jumlah unsur tersebut.
Senyawa: zat murni dan homogen yang terdiri atas dua unsur atau lebih yang berbeda dengan
perbandingan tertentu, biasanya sifat senyawa berbeda dengan unsur-unsur penyusunnya.
Simbiosis: suatu hubungan ekologis antara organisme-organisme daru dua spesies yang berbeda
yang hidup bersama dalam satu lingkungan.
Sistem organ: kelompok organ terintegrasi yang mempunyai satu atau lebih fungsi yang
menyatu, umpamanya sistem saraf, sistem pembuluh, sistem endokrin.
Sporangium: suatu kapsul pada fungi atau tumbuhan; tempat perkembangan spora.
Strobilus: susunan sporofil pada Gymnospermae.
Sublimasi: perubahan wujud padat ke wujud gas.
Suhu: besaran Fisika yang menunjukkan derajat panas dan dinginnya temperatur suatu
benda.
Unsur: bagian terkecil dari suatu benda yang tidak bisa dibagi-bagi lagi.
Xilem: bagian tidak hidup dari sistem pembuluh pada tumbuhan yang berbentuk pipa, yang
membawa air dan mineral dari akar ke bagian tumbuhan yang lain.

340

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Indeks
A
adhesi 83, 84, 85, 86
Alat-alat kontrasepsi 302
anemometer 35, 38, 43, 46, 47, 51, 55, 144,
174, 196
asam 1, 27, 33, 39, 54, 131, 314, 316, 320
asas Black 130, 10
atom 10, 243, 246
Aves 241

B
Badan Golgi 256
basa 1, 36, 173
batu karbida 35, 165, 174
Berzelius 3, 12, 14, 28, 35
besaran pokok 12, 90, 98, 99, 177, 102, 103
besaran turunan 12, 98, 99
bimetal 29, 98
binomial nomenklatur 229
bioma 274, 275, 290
biosfer 274, 291, 290
blooming 320
Bryophyta 233

C
campuran heterogen 42, 43, 47, 53, 55, 147
campuran homogen 42, 43, 47, 53, 147
caturwarga 302, 303
celsius 10, 20
Coelenterata 237, 238

D
Dalton 35, 38, 54
diafragma 186, 195, 264
dinding sel 255, 256, 266
distilasi 150, 156

E
Echinodermata 237, 240, 241
efek rumah kaca 123, 315, 320, 323
ekosistem 219, 220, 223, 224, 231, 271, 273,

274, 275, 276, 278, 279, 280, 281, 282,


285, 286, 287, 290, 291, 293
ekskresi 173, 220, 273, 274
eksoterm 166, 167, 173, 174, 175, 264
endapan 162, 168, 169
endoterm 166, 173, 174, 175, 178
enzim 144, 156, 255, 259
epidermis 156, 220, 224, 257, 258, 259, 266,
267
erosi tanah 301, 311, 321, 320
eutrofikasi 313, 322, 320
evaporasi 148, 156, 257

F
fahrenheit 10, 20, 23
fermentasi 57, 157, 156, 142, 143, 156, 174
filtrasi 146, 147, 156, 158, 156
floem 257, 259, 258
fotosintesis 157, 156, 142, 144, 247, 257, 258,
276, 277, 278, 280, 310, 317, 326
Fungi 230, 232, 246, 249

G
gerakan translasional 82
gerakan vibrasional 82
gerak lurus beraturan 199, 201, 202, 212, 213,
211
gerak lurus berubah 199, 206, 207, 208, 210,
211, 212, 213, 325
gutasi 220, 223, 225

H
hermafrodit 238, 239
hifa 232, 249, 247
hujan asam 169, 314, 316, 320

I
indikator alami 1, 2, 59, 60, 63, 71, 72, 73
Indikator asam basa 59
indikator universal 68, 69, 70, 71, 73, 69
individu 221, 232, 239, 248, 274, 279, 282,
290, 291, 293, 298, 304

Indeks

341

inti sel 64, 71, 231, 254, 255, 267, 326


invertebrata 64, 71, 72, 73, 236, 256, 266, 328
ion 72, 118, 128, 131, 237, 249, 245, 247
iritabilitas 221, 124
isolator 118, 225, 223

J
jaringan 196, 219, 248, 249, 257, 258, 259,
260, 261, 262, 263, 267, 268, 269
jaring-jaring makanan 280, 281, 285, 290, 291
joule 107, 131, 115

K
kadar zat 44, 46, 172, 173
kalor 4, 102, 105, 106, 107, 108, 109, 110, 111,
113, 114, 115, 116, 117, 118, 119, 120
kalor beku 120
kalori 85, 107, 115, 129, 131, 132, 133, 282
kalorimeter 130, 131
kalor jenis 23, 114, 115, 118, 121, 122, 130,
131, 133
kapilaritas 29, 76, 85, 90, 97, 114,
kecepatan 15, 29, 59, 61, 153, 154, 156, 169,
170, 171, 172, 173, 174, 175, 177, 186,
187, 196, 198
kelajuan 200, 201, 203, 211, 212, 213
kelvin 10, 21, 52, 57, 95
kertas lakmus 2, 61, 95, 101, 103, 147, 148, 149
kertas saring 1, 96, 146, 147
klasifikasi 2, 31, 97, 103, 147, 227, 228, 229,
230, 245, 246, 247, 248, 249
koefisien muai panjang 83, 95
koefisien muai volume 95, 177
Kohesi 76, 96, 123
kolenkim 258, 266, 267
komponen abiotik 276, 279, 282, 283, 284, 327
komponen biotik 125, 279, 282, 284, 285, 279,
280, 283, 312
komunitas 274, 279, 285, 290, 291
konduksi 123, 125, 131, 156, 159, 291
konduktor 123, 124, 125
konsumen 275, 278, 279, 280, 281, 285, 286,
290, 291, 292, 293, 295
konveksi 107, 131, 152
Korosi 164
kristalisasi 145
Kunci Determinasi 245

342

Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

L
lahan kritis 301, 303
Lambang unsur 54, 223, 224
lentisel 220, 256
Lisosom 255, 256

M
Mammalia 241, 244, 246
massa jenis 28, 45, 76, 77, 78, 86, 87
melebur 116, 119, 120, 131, 157
membeku 86, 95, 96, 97, 98, 99, 100, 101, 103,
110, 116, 118
membran plasma 254, 255
memuai 18, 75, 81, 86, 109, 111, 116, 117,
118, 125, 131, 133, 136
mencair 8, 9, 10, 11, 12, 14, 21, 77, 81, 102,
109, 111, 116, 117, 131, 141, 156, 177
mendidih 5, 7, 8, 21, 87, 111, 116, 117
mengembun 5, 6, 7, 8, 13, 75, 80, 86
mengukur 4, 5, 7, 8, 39, 326
Meniskus cekung 83, 84
meniskus cembung 84, 113
menyublim 71, 81, 87
Metil jingga 68, 69
metil kuning 69, 71, 183
Metil ungu 68
mikroorganisme 92, 93, 143, 198, 251, 276,
289, 313, 316, 326
mikroskop 94, 95, 96, 98, 101, 102, 103, 110,
127, 191, 196, 251, 252, 253, 254, 255,
258, 325, 328
mistar 7, 24, 95, 96, 97, 101, 103
Mitokondria 254, 256
molekul 24, 92, 228, 230, 240, 246, 247
Mollusca 230, 237, 240
Monera 326, 230
muai panjang 93, 101
muai volume 92

N
Nematoda 237, 239
Neraca analitis 4, 9
nitrogen 40, 54, 277, 299, 314, 326

O
oksigen 33, 35, 39, 40, 41, 43, 49, 50, 52, 54,
55, 133, 142, 143, 144, 162, 163, 174

organ 192, 197, 237, 247, 248, 252, 259, 262,


264, 265, 266, 267, 268, 269
organisme 218, 230, 232, 249, 251, 265, 254,
266, 267, 275, 276, 291, 292, 293,

P
partikel 20, 21, 24, 35, 54, 81, 82, 83, 84, 86,
87, 76, 82, 83, 84, 85, 90, 91, 97, 106,
112, 123, 124, 125, 126, 145, 146, 147,
149, 156, 158, 171, 172, 173, 177, 314,
315, 316
Pembakaran 136, 142, 166, 167, 178, 218, 220,
315
Pembekuan 136, 141
pembusukan 111, 142, 143, 156, 162, 275, 315
pemuaian 8, 18, 67, 111, 156
pengaratan 142, 145, 156, 162, 174, 178
penghijauan 320, 321
penguapan 6, 58, 59, 70, 80, 110, 310, 326
pengukuran 4, 5, 58, 275, 278, 279, 280, 281,
285, 290, 291, 295
pengurai 58, 68, 70, 145, 146, 147, 148, 149,
275, 318, 327
penyarian 154, 156
penyaringan 146, 156, 159, 207, 209, 137, 139,
135, 139, 140, 156
percepatan 113, 136, 137, 140, 156, 159, 206
perubahan fisika 58, 71, 157, 158, 159
perubahan kimia 157, 158, 180, 183, 188, 194
pH 58, 157, 158
pH meter 59, 71, 247, 249, 281, 285
piramida makanan 228, 246, 230, 249, 292,
293, 328
Pisces 241, 242, 232
Plantae 229, 230, 231, 326, 239
Platyhelminthes 237, 238, 239
polutan 312, 320, 322
populasi 274, 278, 279, 280, 281, 285, 290,
291, 292, 293, 295, 307, 322, 323
Porifera 231, 237, 238
produsen 275, 276, 291
Protista 326, 230, 231

R
radiasi 123, 127, 128, 129, 131, 133, 312
rantai makanan 280, 281, 285, 290, 293, 313,
327, 328
reaksi kimia 24, 33, 43, 49, 51, 53, 142, 143

Reamur 4, 20, 23, 24, 27


Reptilia 245
Respirasi 285
Retikulum endoplasma 254, 255
Ribosom 255, 256
rumus senyawa 53

S
satuan baku 7, 11, 27
Sel 221, 222, 232, 252, 253, 254, 255, 256,
261, 265, 266, 267, 268, 269, 326
senyawa 31, 35, 38, 39, 40, 41, 48, 53, 54, 55,
314, 315
siklus air 272, 310, 320
Simbiosis komensalisme 267, 289
simbiosis mutualisme 288, 289, 292
simbiosis parasitisme 288, 292
sistem organ 153, 211, 237, 255, 271, 289
sitoplasma 153, 254, 255, 258
sklerenkim 27, 258
Soda api 62
speedometer 145, 203
stoma 220, 223
stopwatch 11, 139
sublimasi 139
sukrosa 48

T
tangga konversi 13, 27
termometer 10, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 25,
26, 29
termostat 98, 99, 100, 101, 103
titik beku 19, 20, 21, 110, 119, 131, 145, 169,
173, 178
titik didih 19, 20, 29, 79, 116, 117, 118, 121,
122, 129, 131, 132,
Tswett 153
Tumbuhan lumut 233

U
unsur logam 40, 41, 47, 52, 53
unsur nonlogam 40, 41, 47, 52, 53

V
Vakuola 254, 256
vertebrata 197

Indeks

343

Daftar Pustaka
Achelis, Elisabeth, dkk.,2000. Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 5-9. Singapura: Grolier
International.
Allaby, Michael. 1997. The Environment. London: Horus Edition.
Allonso, M. dan E.D. Finn. 1980. Fundamental University Physics. Volume 1,2. New York:
Addison-Wesley.
Briggs, J.G. 2004. Science in Focus: Chemistry for Secondary 5 Normal (Academic). Singapore:
Longman.
Busche. J, Frederick. 1986. Introduction to Physics for Scientists and Engineers. Fourth Edition.
Singapore: Mac. Graw Hill.
BSNP. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran IPA untuk Sekolah
Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Depdiknas.
Cassel, Ralph. 1990. Tetumbuhan. London: Tira Pustaka.
Chang, Raymond. 2002. Chemistry. Seventh ed. New York: McGraw-Hill.
Darnell, .L.H. dan D. Baltimore. 1990. Molucular Cell Biology. New York: W.H. Freeman.
Ganiswara, S. G. 1995. Farmakologi dan Terapi. ed. IV. Jakarta: Bagian Farmakologi Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia.
Generi, Anita. 1994. First Stars: Reptiles. London: Watts Books.
Generi, Anita. 1994. First Stars: Birds. London: Watts Books.
Getty, W. Edward dkk.. 1989. Classical Physics and Modern. USA: McGraw Hill Book.
Giancoli, Douglas. C. 1995. Physics (Fourth Edition). New Jersey: Prentice Hall International.
Gifford, Clive. 2007. Ensiklopedia Geografi. Jakarta: PT Lentera Abadi.
Greenaway, Theresa. 2000. Insects Close Up. Leicester: Silverdale Books.
Gribbin, John. dan Mary. 1998. Jendela IPTEK.Jilid: I, 2, 3, 4, 5, 12, 13, 14. Jakarta: Balai
Pustaka.
Guttman, S.Burton. 1999. Biology. New York: McGraw-Hill.
Guyton, A.C. 1964. Function of The Human Body. Philadelphia: W.B. Saunders.
Halliday, David dan Robert Resnick. 1990. Fisika. Jilid I, ed. III. Jakarta: Erlangga.
Heyworth, R.M. 2004. Explore Your World with Science Discovery 1. Singapore: Longman.
Hopson, J.L. dan N.K. Wessells. 1990. Essential of Biology. New York: McGrawHill
Publishing.
Howkes, Nigeldan Watts, Franklin. 2001. How Science Works, Planes and Other Aircraft. London:
Sydney.
Ismunandar dan Djulia Onggo. 2003. Laboratorium Sains Keliling: Modul Praktikum Kimia.
Bandung: Depdiknas dan ITB.

344

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII

Johnson, Keith. 2001. Physics for You. Cheltenham: Nelson Thornes.


Kimball, J.W. .1991. Biologi Jilid 1& 2. Jakarta: Gelora Aksara Pratama.
LeBoffe, Michael. 1989. Biology: Exploring Life. New York: John Wiley & Sons.
Levine, J.S. dan K.R. Miller. 1991. Biology: Discovering Life. Toronto: D.C. Heath.
Mackinnon, John. 1993. Burung-Burung di Jawa dan Bali. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press.
Malone, Leo. J. 1994. Basic Concepts of Chemistry. Canada: John Wiley & Sons, Inc.
Mayhard. Christopher. 1993. Amazing Animal Facts. London: Dorling Kindersley.
Mc Laren E. James dan Lissa Rotundo. 1985. Heath Biology. Massachusetts: D.C. Heath.
Miller, Kenneth K dan Levire, Joseph. S. 1991. Biology: Discovering Life. Toronto: D.C Heath.
Moore, Clark, dan Stern. 1995. Botany. Indianapolis: Brown Publisher.
Nicolson, Iain. 1995. The Universe. London: Horus Editions.
Paul, G. Hewitt. 1997. Conceptual Physics. New York: Addison-Wesley.
Phywe Systeme GMBH. Physics, Catalogue 3.22
Rigg, Jonathan. 1996. Indonesia Heritage. Singapore: Grolier International.
Semiawan, Conny R. 1998. Ensiklopedi Populer Anak. Jilid 1, 3, 4. Jakarta: Ichtiar Baru Van
Hoeve.
Semiawan, Conny R. 1998. Ensiklopedi Populer Anak Jilid 1-10. Jakarta: Ichtiar Baru Van
Hoeve.
Sherwood, M. (ed). 1995. Chemistry Today. Chicago: World Book.
Smith, Miranda (ed). Ensiklopedia IPTEK 2. Jakarta: PT Lentera Abadi.
Smith, Miranda (ed). Ensiklopedia IPTEK 7. Jakarta: PT Lentera Abadi.
Shipman, James T. dan Jerry D. Wilson. 1990. An Introduction to Physical Science. Toronto.
Starr, C. 1991. Biology: The Unity and Diversity of Life. California: Wadsworth Publishing.
Taylor, Charles dan Stephen Pople. 1995. The Oxford Childrens Book of Science. Oxford: Oxford
University Press
Tim Armadillo. 1997. 1000 Questions and Answers. Leicester: Armadillo Books.
Tim Kingfisher. 1997. Science Encyclopedia. London: Kingfisher.
Tim Penyusun. 2004. Materi Pelatihan Terintegrasi: Sains. Jakarta: Departemen Pendidikan
Nasional.
Tim Penyusun. 1993. Childcraft: The Green Kingdom. Chicago: World Book.
Tim Penyusun. 1995. The Human Body. Chicago: World Book.
Tim Penyusun. 1994. Young Scientist: Animal with Backbones. Chicago: World Book.
Tim Penyusun. 1995. The Plant World. Chicago: World Book.
Tim Penyusun. 1994. Young Scientist: Plant Life. Chicago: World Book.
Tim Penyusun. 1993. Childcraft. Volume 7,8. Chicago: World Book International.
Tim Penyusun. 1994. Ilmu Pengetahuan Populer. Jilid 1, 4, 5. Jakarta: Intermasa.

Daftar Pustaka

345

Tim Penyusun.1994. Young Scientist. Volume 3, 2, 10, 15. Chicago: World Book
International.
Tim Philips. 1998. Science & Technology Encyclopedia. London: George Philip.
Tim Redaksi. Jendela Iptek. 1997. Jakarta: Balai Pustaka
Tim Redaksi World Book. 1995. The Animal World. Chicago: World Book.
Tim Redaksi World Book .1995. The World Book Encyclopedia. Volume 14, 21. Chicago: World
Book.
Tim Time Life. 2000. Hamparan Dunia Ilmu Time Life. Energi dan Fisika. Jakarta: Tira
Pustaka.
Yahya, Harun. 2003. Keajaiban pada Atom. Bandung: Dzikra.
Yohanes, Surya. 2001. Fisika itu Asyik. Tangerang: Yayasan Tim Olimpiade Fisika Indonesia.
Young, H. D. 1992. University Physics. New York: Addison-Wesley.
Wirjosoemitro, Koesmadji dkk. 2000. Teknik Laboratorium. Bandung: Jurusan Pendidikan
Biologi FPMIPA UPI.
Worral, Marry. 1995. Oxford Ensiklopedi Pelajar. Jilid III, IV,VII,VIII. Jakarta: Grolier
Widyadara.
Worall, Mary.1995. Oxford Ensiklopedi Pelajar 1-10. Grolier International.
Sumber lain:
CD Encarta
CD Images
homepage.smc.edu
homepage3.nifty

http://id.wikipedia.org
img170.imageshack.us
Intisari
Koran Tempo, 2004
Majalah Femina
my.chinabroadcast.com
newt.phys.unsw.edu.au
Pikiran Rakyat
Republika
Stockbyte
Suara Pembaharuan
Tempo, 2002
www.biomed.uwlax.edu
www.bonsaibc.com
www.cdb.riken

346

www.dkimages.com
www.dktindonesia.com
www.dw-world.de
www.elsam.or.com
www.garudastore.com
www.handelshausprieser.com
www.harlem-school.com
www.indomedia.com
www.jawatengah.go.id
www.kitchengarden.dial.pipex.com
www.medicine.cmu
www.mikroskop-online.com
www.myonestopserawak.com
www.naturephoto-cz.com
www.orangutan.com
www.palintest.com
www.phy.cuhk.edu
www.rendymaulana.com
www.reuk.co.uk
www.saskchool.ca/gregory/artic
www.saveonfood.com
www.school.discovery.com

Cerdas Belajar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VII