Está en la página 1de 16

MAKALAH ZAKAT, INFAQ

DAN SHODAQOH
Posted on Januari 3, 2014 by amri_khan@mig33.com
Standar
ZAKAT, INFAQ DAN SHODAQOH
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Fiqh
Dosen Pengampu: Kurnia Muhajarah, M.S.I

Disusun Oleh:
Aniswatul Khikmah

(113511039)

Dyah Qurrota Ayuni (113511043)


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG 2013
ZAKAT, INFAQ DAN SHODAQOH

I.

PENDAHULUAN

Harta merupakan titipan Allah SWT yang pada hakekatnya hanya dititipkan kepada kita
sebagai manusia ciptaan-Nya. Konsekuensi manusia terhadap segala bentuk titipan yang
dibebankan kepadanya mempunyai aturan-aturan Tuhan, baik dalam pengembangan maupun
dalam penggunaan.
Terdapat kewajiban yang dibebankan pada pemiliknya untuk mengeluarkan zakat untuk
kesejahteraan masyarakat, dan ada ibadah maliyah sunnah yakni sedekah dan infaq. Karena
pada hakekatnya segala harta yang dimiliki manusia adalah titipan Allah SWT, maka setiap
kita manusia wajib melaksanakan segala perintah Allah mengenai hartanya.
Dalam makalah ini akan dijelaskan secar rinci apa yang menjadi pengertian zakat, infaq dan
shadaqah serta segala macam bentuk, dasar hukum dan segala hal yang berkaitan dengan
masalah zakat.
II.

RUMUSAN MASALAH

1. Jelaskan pengertian dan perbedaan zakat, infaq dan shadaqah?


2. Jelaskan macam-macam zakat dan dasar hukum zakat?
3. Apa saja yang wajib dizakati?
4. Jelaskan ketentuan-ketentuan wajib zakat dan ashnafnya?
5. Apa perlunya pengembangan konsep wajib zakat, ashnaf, barang-barang zakat dan
pengelolaan zakat?
6. Sebutkan hal-hal yang menjadi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan
zakat,infaq dan shadaqah?
III.
1. A.

PEMBAHASAN
Pengertian zakat, infaq dan shadaqah
1. 1.

Pengertian zakat

Secara etimologi zakat dapat diartikan berkembang dan berkah. Selain itu zakat juga dapat
diartikan mensucikan sebagaimana dalam firman Allah SWT:

Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu (Q.S Asyams(91): 9)
Sedangkan menurut istilah syari zakat berarti sesuatu yang dikeluarkan atas nama harta atau
badan dengan mekanisme tertentu.[1]
1. 2.

Pengertian infaq

Infaq berasal dari kata anfaqa yang berarti mengeluarkan sesuatu untuk kepentingan sesuatu.
Sedangkan menurut istilah infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau
pendapatan/penghasilan untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran islam.[2]
t%!$# tbq)Z !#9$# !#9$#ur tJx69$#ur xt9$#
t$y9$#ur `t $Y9$# 3
!$#ur =t ZsJ9$#
orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan
orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai
orang-orang yang berbuat kebajikan.
1. 3.

Pengertian shadaqah

Shadaqah adalah pemberian harta kepada orang-orang fakir, orang yang membutuhkan,
ataupun pihak-pihak lain yang berhak menerima shadaqah, tanpa disertai imbalan[3].
1. 4.

Perbedaan zakat, infaq dan shadaqah

Menurut
Berdasarkan
kewajibannya
Waktu
pembayarannya
Berdasarkan
ketentuannya

1. B.

Zakat
Amal wajib
Ditentukan
Memberikan
sebagian harta
dengan ketentuan
tertentu

Infaq
Shadaqoh
Amal tidak wajib Amal tidak
wajib
Kapan saja
Kapan saja
Membelanjakan Membelanjakan
hartanya untuk hartanya dijalan
kepentingan diri Allah
sendiri dan
keluarganya

Macam-macam zakat dan dasar hukum zakat


1. 1.

Dasar hukum zakat

Zakat diwajibkan pada tahun ke 2 hijriyah setelah pensyariatan zakat fitrah. Dasar
pensyariatannya yaitu al-Quran, sunah, dan ijma. Allah berfirman, Tunaikanlah Zakat
(QS. al-Baqoroh:43) dan firman-Nya,
{ `B Nl;uqBr& Zps%y| Nddgs? Nkj.t?ur $pk5 e@|ur
Ngn=t ( b) y7s?4qn=| `s3y Nl; 3
!$#ur Jy O=t
Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka (QS. atTaubah: 103).

Dalam sunah Nabi banyak disampaikan hadist tentang zakat, diantaranya, Islam dibangun
atas lima dasar, antara lain menunaikan zakat,(HR. Syaikhani dari ibnu Umar). Para
Ulama kemudian sepakat mewajibkan zakat. Hadist tersebut menunjukkan bahwa zakat
merupakan salah satu rukun islam.orang yang mengingkari zakat dinyatakan kafir, meskipun
dia menunaikannya. Orang yang menolak untuk mengeluarkan zakat harus diperangi dan
dirampas hartanya secara paksa, seperti yang dilakukan Abu Bakar as-Shiddiq. [4]
1. 2.

Zakat fitrah
1. Pengertian zakat fitrah

Zakat fitrah adalah zakat jiwa yang diambil dari kata fitrah yang merupakan asal kejadian.
Sedangkan menurut pengertian syara adalah zakat yang dikeluarkan oleh seorang muslim
dari sebagian hartanya kepada orang-orang yang membutuhkan untuk mensucikan jiwanya
serta menambal kekurangan-kekurangan yang terdapat pada puasanya seperti perkataan yang
kotor dan perbuatan yang tidak ada gunanya. Diriwayatkan oleh Ibn Abbas, ia berkata:


.
Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah untuk mensucikan diri orang puasa dari perbuatan
sia-sia(al-laghw) dan perkataan kotor (ar-rafats), sekaligus untuk memberi makan orangorang miskin.
1. Syarat wajib zakat fitrah
Syarat wajib zakat fitrah antara lain:
1)

Islam

2)
adanya kelebihan makanan untuk kebutuhan sehari-hari dan orang yang berada dalam
tanggungan nafkahnya pada malam hari raya dan ketika hari raya
3)

mendapati bagian akhir ramadhan dan bagian bulan syawal.


1. Kadar dan bentuk zakat fitrah

Kadar yang wajib bagi setiap individu dalam zakat fitrah yaitu satu sha dari sesuatu yang
biasa dimakan oleh penduduk negeri tersebut, baik berupa biji-bijian (padi dan gandum),
kuram, anggur, ataupun lainnya.
Satu sha menurut ijma setara dengan 4 mud. Atau setara dengan 2,176 kg ( 3,5 liter).
1. Penerima zakat fitrah
Orang yang berhak menerima zakat fitrah adalah 8 kelompok sebagaimana yang termaktub
dalam firaman allah SWT:
yJR) Ms%y9$# !#ts)=9 3|yJ9$#ur t,#Jy9$#ur $pkn=t $
%px9xsJ9$#ur Nk5q=

ur >$s%h9$# tBt9$#ur ur @6y !$# $#ur @69$#


( Zps iB !$# 3
!$#ur O=t O6ym
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin,
pengurus-pengurus zakat, Para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan)
budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang
dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha
mengetahui lagi Maha Bijaksana (Q.S. At-Taubah : 60)
1. Waktu pembayaran zakat fitrah
Ada 5 waktu untuk mengeluarkan zakat fitrah:
1)

Waktu boleh, yaitu pada [permulaan bulan ramdhan.

2)

Waktu wajib, yaitu akhir ramadhan dan awal syawal.

3)

Waktu utama, yaitu setelah shalat subuh dan sebelum shalat idul fitri.

4)

Waktu makruh, yaitu setelah shalat idul fitri.

5) Waktu haram, yaitu waktu yang dilarang untuk menunda-nunda pembayaran zakat
fitrah, yaitu akhir hari raya idul fitri ketika matahari telah terbenam.[5]
1. 3.

Zakat mal

Zakat harta yang dikeluarkan apabila telah mencapai nisabnya.


1. C.

Benda yang wajib dizakati dan nishabnya


1. 1.

Binatang ternak

Syarat wajib zakat binatang ternak, unta, sapi dan kambing wajib dizakati apabila telah
memenuhi enam syarat, yaitu:
1. Islam
2. Merdeka
3. Hak milik sempurna
4. Telah mencapai satu nishab
5. Telah genap satu tahun
6. Digembalakan
Nishab zakat binatang ternak:

1. Nishab dan kadar zakatnya unta


No

Nishab

5-9

Jumlah
zakat
1 ekor

10-14

2 ekor

15-19

3 ekor

20-24

4 ekor

5
6
7
8
9
10
11
12

25-35
1 ekor
36-45
1 ekor
46-60
1 ekor
61-75
1 ekor
76-90
2 ekor
91-120
2 ekor
121-129 3 ekor
Dan seterusnya

Keterangan
Kambing betina jenis domba genap
umur 1 th/lebih, atau kambing betina
jenis kacang genap umur 2 tahun/
lebih
Kambing betina jenis domba genap
umur 1 th/lebih, atau kambing betina
jenis kacang genap umur 2 tahun/
lebih
Kambing betina jenis domba genap
umur 1 th/lebih, atau kambing betina
jenis kacang genap umur 2 tahun/
lebih
Kambing betina jenis domba genap
umur 1 th/lebih, atau kambing betina
jenis kacang genap umur 2 tahun/
lebih
Unta betina, genap umur 1 th/ lebih
Unta betina, genap umur 2 th/ lebih
Unta betina, genap umur 3 th/ lebih
Unta betina, genap umur 4 th/ lebih
Unta betina, genap umur 2 th/ lebih
Unta betina, genap umur 3 th/ lebih
Unta betina, genap umur 2 th/ lebih

Keterangan: jika jumlah unta lebih dari 121 ekor maka setiap 50 ekor (hasil pembagian 50)
zakatnya unta betina umur 3 th/ lebih, dan setiap 40 ekor (hasil pembagian 40) zakatnya unta
betina umur 2 th/ lebih.
1. Nishab dan kadar zakatnya sapi
no

Nishab

1
2
3
4

30-39
40-59
60-69
70-79

Jumlah
zakat
1 ekor
1 ekor
2 ekor
2 ekor

80-89

2 ekor

Keterangan
Sapi jantan genap umur 1th/lebih
Sapi jantan genap umur 2th/lebih
Sapi jantan genap umur 1th/lebih
1 ekor sapi jantan umur 1th/lebih,
dan 1 ekor sapi jantan umur
2th/lebih
2 ekor sapi jantan genap umur
2th/lebih

90-99

3 ekor

100-109

3 ekor

Dan seterusnya

3 ekor sapi jantan genap umur


1th/lebih
2 ekor sapi jantan umur 1th/lebih,
dan 1 ekor sapi jantan umur
2th/lebih

Keteranagan: setiap 30 ekor sapi (hasil pembagian 30) zakatnya seekor sapi jantan genap
umur 1 tahun/ lebih, dan setiap 40 ekor sapi (hasil pembagian 40) zakatnay seekor sapi jantan
genap umur 2th/lebih.
1. Nishab dan kadar zakatnya kambing
No
1
2
3
4
5
6

Nishab
Jumlah zakat
40-120
1ekor kambing
121-200 2ekor kambing
201-399 3ekor kambing
400-499 4ekor kambing
500
5ekor kambing
Dan seterusnya

Keteranagan
Jika berupa domba, maka harus
sudah genap umur 1 th/ lebih.
Dan jika berupa kambing kacang,
maka harus sudah genap umur 2
th/ lebih.

Keterangan: diatas 400 ekor, setiap seratus ekor zakatnaya seekor kambing. 600 ekor
zakatnya 6 ekor, 700 ekor zakatnya 7 ekor, dan begitu seterusnya.[6]
1. 2.

Zakat Tanaman

Syarat wajib zakat tanaman:


1. Pemiliknya islam
2. Pemiliknya merdeka
3. Milik sempurna
4. Ditanam oleh manusia
5. Berupa makanan pokok dan tahan lama
6. Mencapai satu nishab[7]
Kadar nishab zakat tanaman:
No
1

Tanaman
Gabah

Padi

Nishab
1323,132kg
1323,132kg
1631,516kg

%
10%
5%
10%

Zakat
1/10=132,3132kg
1/20=66,1566kg
1/10=163,1516kg

Keterangan
Tanpa biaya pengairan
Dengan biaya pengairan
Tanpa biaya pengairan

Gagang
Beras

Gandum

Kacang
tunggak

Kacang
hijau

Jagung
kuning

Jagung
putih

1631,516kg
815,758kg
815,758kg
558,654kg
558,654kg
756,697kg
756,697kg
780,036kg
780,036kg
720kg
720kg
714kg
714kg

5%
10%
5%
10%
5%
10%
5%
10%
5%
10%
5%
10%
5%

1/20=81,5758kg
1/10=81,5758kg
1/20=40,7879kg
1/10=55,8654kg
1/20=27,9327kg
1/10=75,6697kg
1/20=37,8349kg
1/10=78,0036kg
1/20=39,0018kg
1/10=72kg
1/20=36kg
1/10=71,4kg
1/20=35,7kg

Dengan biaya pengairan


Tanpa biaya pengairan
Dengan biaya pengairan
Tanpa biaya pengairan
Dengan biaya pengairan
Tanpa biaya pengairan
Dengan biaya pengairan
Tanpa biaya pengairan
Dengan biaya pengairan
Tanpa biaya pengairan
Dengan biaya pengairan
Tanpa biaya pengairan
Dengan biaya pengairan

Catatan:
1rithl syari/bagdhad= 408 gr
1 mud = 675 gr
1 mud syari menurut asy-syafii = 11/3 rithl iraqy = 573,75 gr
1 wasaq = menurut asy-syafii 130,5 gr
1 sho syari atau baghdad = menurut asy-syafii 2175 gr
1 dirham syari = 2,715 gr
1 mitsqol = 3,879 gr
5 wasaq = 300 sho
1 sho = versi nawawi gram Iraq = 2174,62 gram[8]
1. 3.

Zakat emas dan perak

Syarat wajib zakat emas dan perak:


1. Islam
2. Merdeka
3. Milik yang sempurna
4. Sampai satu nishab
5. Sampai satu tahun disimpan[9]

Kadar nishab zakat emas dan perak:


Nishab emas adalah 20 mitsqol dan zakat yang harus dikeluarkan 1/40 atau 2,5%.
1 mitsqol = 3,879 gram
3,879 x 20 = 77,58 gram
Jadi, jika seseorang memiliki emas dengan kadar berat telah mencapai 77,58 gram harus
mengeluarkan zakat sebesar 1/40, yaitu 77,58 : 40 (x 2,5%)= 1,9395 gram.
Nishab perak adalah 200 dirham dan zakat yang harus dikeluarkan 1/40 atau 2,5%.
10 dirham = 7 mitsqol
1 mitsqol = 3,879 gram
10 dirham = (3,879 x 20) 27,153 gram
200 dirham = (27,153 x 20) 543,6 gram
Jadi, jika seseorang memiliki perak dengan kadar telah mencapai 543,6 gram harus
mengeluarkan zakat sebesar 1/40, yaitu:
543,6 : 40 (x 2,5%) = 13,5765 gram.[10]
1. 4.

Zakat hasil tambang


1. Emas

Nishabnya = 20 mitsqol syari


= 77,58 gram
Zakatnya = 1/40 atau 2,5% = 0,5 mitsqol syari
= 1,9395 gram
1. Perak
Nishabnya = 200 dirham syari
= 543,06 gram
Zakatnya = 1/40 atau 2,5% = 5 dirham syari
= 13,5765 gram
1. 5.

Zakat barang terpendam (rikaz)

1. Emas
Nishabnya = 20 mitsqol syari
= 77,58 gram
Zakatnya =1/5 atau 20% = 4 mitsqol syari
= 15,516 gram
1. Perak
Nishabnya = 200 dirham syari
= 543,06 gram
Zakatnya = 1/5 atau 20% = 40 dirham syari
= 108,612 gram[11]
1. 6.

Zakat perniagaan

Yang dimaksud dengan zakat harta perniagaan adalah segala sesuatu yang dipersiapkan untuk
diperjual belikan. Kewajiban ini secara umum telah ada dalam surat al-Baqarah ayat 267 :
ygrt t%!$# (#qZtB#u (#q)Rr& `B Mt6hs $tB OF;|2 !$JBur $
$oY_tzr& N3s9
z`iB F{$# ( wur (#qJJus? y]7y9$# mZB tbq)Y? NGs9ur
/m{$t
Hw) br& (#qJ? m 4 (#qJn=$#ur br& !$# ;_x Jym
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu
yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan
janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, Padahal
kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya.
dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.
Setiap barang perdagangan wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat-syarat sebagai berikut:
1. Ada niat untuk memperdagangkan barang tersebut
2. Harta perdagangan diperoleh murni dari hasil jual beli
3. Telah terpenuhi waktu satu tahun
4. Harta tersebut sudah mencapai satu nishab
Kadar nishab zakat perniagaan:

Kadar wajib zakat perniagaan adalah 2,5%. Sedangkan nishabnya 20 dinar atau 90 gram
emas.
1. 7.

Zakat profesi

Semua bentuk penghasilan wajib dikeluarkan zakatnya dengan syarat mencapai satu nisab
dalam satu tahun, yakni senilai 85 gram emas.
1)

Contoh yang belum dikenakan pajak penghasilan

Pendapatan (gaji/bulan)

: 6.000.000

Pendapatan lain-lain pertahun

: 5.000.000

Harta simpanan

: 20.000.000

Pendapatan (gaji/tahun)

: 72.000.000

Kebutuhan perbulan

: 4.000.000

Kebutuhan pertahun

: 48.000.000

Sisa pendapatan

: 49.000.000

Harga pergram emas saat ini

: 300.000

Besarnya nisab 85gram

: 25.500.000

Zakat profesi pertahun

: 1.225.000

zakat profesi perbulan

: 102.083

2)

Contoh yang dikenakan pajak penghasilan

Pendapatan (gaji/bulan)

: 6.000.000

Pendapatan lain-lain pertahun

: 5.000.000

Harta simpanan

: 20.000.000

Pendapatan (gaji/tahun)

: 72.000.000

Kebutuhan perbulan

: 4.000.000

Kebutuhan pertahun

: 48.000.000

Sisa pendapatan

: 49.000.000

Harga pergram emas saat ini

: 300.000

Besarnya nisab 85gram

: 25.500.000

Zakat profesi pertahun

: 1.225.000

zakat profesi perbulan

: 102.083

penghasilan netto sebelum zakat

: 49.000.000

penghasilan netto setelah zakat

: 48.897.917

penghasilan tidak kena pajak/PTKP

: 47.872.917

penghasilan kena pajak

: 1.025.000

Pph terutang 5% X 1.025.000


Pembauaran zakat dan pajak pertahun
1. D.

: 52.250.000
: 1.277.250[12]

Ketentuan wajib zakat dan ashnafnya


1. 1.

Rukun dan Syarat Zakat

Rukun dimaksud adalah unsur-unsur yang terdapat dalam zakat yaitu:[13]


1. orang yang berzakat,
2. harta yang dizakatkan
3. orang yang menerima zakat.
Sedangkan syarat-syarat zakat adalah ketentuan yang mesti terpenuhi dalam setiap unsur
tersebut. Syarat-syarat tersebut diantaranya:
1. Syarat orang yang berzakat (muzakki) adalah sebagai berikut : islam, telah baligh,
berakal, memiliki harta yang memenuhi syarat.
2. Syarat harta yang dizakatkan : harta yang baik, milik yang sempurna dari yang
berzakat, telah mencapai nisab, telah tersimpan selama satu tahun qamariyah atau
haul.
3. Syarat orang yang menerima zakat (mustahiq) adalah jelas adanya, baik ia orang atau
badan atau lembaga atau kegiatan dan hal ini juga terdapat dalam QS at-Taubah ayat
60.[14]
4. 2.

Orang yang berhak menerima zakat (ashnaf)

Menurut mahdzab syafii orang yang berhak menerima zakat ada 8 kelompok, yaitu:
1. Fakir : orang yang tidak mempunyai harta dan usaha untuk mencukupi kebutuhannya.

2. Miskin : orang yang memiliki harta atau usaha namun tidak mampu mencukupi
kebutuhannya, dan hidupnya serba kekurangan.
3. Amil : semua orang yang bekerja mengurus zakat, sedangkan dia tidak mendapat
upah selain dari zakat itu.
4. Muallaf : ada empat macam: (1) orang yang baru masuk islam dan masih lemah
imannya,(2) orang islam yang berpengaruh dalam kaumnya, (3)orang yang menolak
kejahatan orang yang anti zakat, (4) orang kafir yang ada harapan untuk masuk islam.
5. Memerdekakan Budak : seorang yang hamba yang dijanjikan merdeka setelah
menebus dirinya. Hamba itu diberi zakat sekedar untuk menebus dirinya.
6.

Orang yang berhutang: orang yang berhutang karena mendamaikan dua orang yang
berselisih, orang yang berhutang untuk kepentingan dirinya sendiri pada keperluan
yang mubah dan tidak maksiyat, orang yang berhutang untuk menjamin hutang orang
lain.

7. g.
Ibnu sabil: orang yang berjuang dijalan allah untuk menegakkan agamanya,
diberi zakat untuk keperluan hidupnya selama perjuangannya.
8. h.
Musafir: orang yang melakukan perjalanan jauh dan tidak dalam maksiyat
mengalami kesengsaraan dalam perjalananya.[15]
1. E. Perlunya pengembangan konsep wajib zakat, ashnaf, barang-barang zakat
dan pengelolaan zakat
Zakat adalah ibadah wajib yang berkaitan dengan harta benda. Seoramg yang telah memnuhi
syarat dituntut untuk menunaikannya bukan semata-mata atas dasar kemurahan hatinya,
tetapi kalau terpaksa dengan penekana penguasa. Karena itu, agama menetapkan amilin atau
petugas khusus yang mengelolanya disamping menetapkan sanksi-sanksi duniawi dan
ukhrowi terhadap mereka yang enggan melaksanakannya.
Zakat diperuntukkan bagi mereka yang berhak menerimanya, yaitun delapan golongan yang
terdiri dari fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharim, sabilillah dan ibnu sabil. Karena itu
zakat dapat dijadikan sumber dana potensial untuk kesejahteraan masyarakat dan bangsa
indonesia.
Masyarakat dan kebutuhannya mengalami perkembangan maka penfsiran itu perlu
disesuaikan dengan kondisi yang ada. Bahkan macam zakat harta pun perlu dikembangkan
pula sesuai dengan perubahan operasionalnya.[16]
1. Hal-hal yang menjadi persoalan yang berkaitan dengan zakat,infaq dan
shadaqah
Contoh problematika dalam zakat, infaq dan shadaqah:
1. Apakah orang yang telah membayar pajak masih wajib mengeluarkan zakat?

Orang yang telah membayar pajak tetap harus mengeluarkan zakat. Karena zakat dan pajak
mempunyai perbedaan. Menurut masfuk Zuhdi perbedaannya adalah:
1. Dasar hukum zakat dari Al-Quran sedang pajak dari undang-undang
2. Zakat merupakan kewajiban agama sedang pajak kewajiban sebagai warga negara
3. Zakat ada prosentase nisab
4. Sasaran zakat adalah 8 asnaf (golongan)
5. Zakat berhubungan dengan Allah sedang pajak berhubungan dengan pemerintah
6. Apakah dapat dibenarkan zakat diberikan untuk beasiswa?
Sebagian ahli fiqh memasukkan orang-orang yang menghabiskan waktunya untuk menuntut
ilmu kedalam kadegori fuqara walaupun mereka mampu untuk bekerja, mereka boleh diberi
zakat.
Dari kitab Kasyafil Qana : seandainya seorang menghabiskan waktunya untuk menuntut
ilmu syarI walaupun bukan kegarusan baginya ia mampu untuk bekerja tetapi tidak mungkin
berhasil memperoleh ilmu, jika bersama dengan kerja maka ia diberi zakat karena
kebutuhannya.
IV.

KESIMPULAN

1. Zakat berarti sesuatu yang dikeluarkan atas nama harta atau badan dengan mekanisme
tertentu. infaq berarti mengeluarkan sebagian dari harta atau pendapatan/penghasilan
untuk suatu kepentingan yang diperintahkan ajaran islam. shadaqah adalah pemberian
harta kepada orang-orang fakir, orang yang membutuhkan, ataupun pihak-pihak lain
yang berhak menerima shadaqah, tanpa disertai imbalan.
2. Para Ulama kemudian sepakat mewajibkan zakat. Hadist tersebut menunjukkan
bahwa zakat merupakan salah satu rukun islam.orang yang mengingkari zakat
dinyatakan kafir, meskipun dia menunaikannya.
Macam zakat yaitu zakat fitrah dan zakat mall.
1. Harta yang wajib dizakati adalah hewan ternak, tanaman, barang terpendam, emas
perak, harta perniagaan, zakat profesi, barang tambang.
2. Orang yang berhak menerima zakat adalah fakir, miskin, amil, muallaf, garim,riqab,
sabil, ibnu sabil.
V.

PENUTUP

Demikian makalah yang kami sampaikan. Dengan harapan semoga dapat bermanfaat bagi
semua pihak. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh
karena itu kritik dan saran sangat diperlukan demi kemaslahatan kita semua. Dan semoga kita
bisa mengambil hikmahnya. Amin.

DAFTAR PUSTAKA
Abdul Aziz Muhammad Azzam dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas. fiqh ibadah. jakarta:
Amzah. 2009
As-Shiddieqy, Hasbi.Pedoman Zakat.Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra.2002
Nawaw,Syeh Muhammad . .Semarang: Pustaka Al alawiyah.1358
Rasyid, Sulaiman. fiqh islam.Bandung : Sinar Baru Algesindo. 2009
Syarifuddin, Amir.Garis-garis Besar fiqh .Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2010
Yunus, Mahmud. Al Fiqhul Wadhih Juz II. Padang: Maktabah As Sadiyah Putra. 1936
Zuhaili, Wahbah. Fiqh Imam Syafii.Jakarta: Niaga Swadaya. 2010
zuhri, Saifudin.zakat di era reformasi.Semarang: Bima Sejati.2012
Zuhri, Saifudin. Zakat di era reformasi.Semarang: Fak. Tarbiyah IAIN Walisongo. 2012

[1] Abdul Aziz Muhammad Azzam dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas, fiqh ibadah,
(jakarta: Amzah, 2009), hlm.343
[3] Yunus, Mahmud. Al Fiqhul Wadhih Juz II. (Padang: Maktabah As Sadiyah Putra. 1936)
[4] Wahbah Zuhaili, Fiqh Imam Syafii, (Jakarta: Niaga Swadaya, 2010), hlm.433-434
[5] Abdul Aziz Muhammad Azzam dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas, fiqh ibadah,
hlm.395-402
[6] Syeh Muhammad Nawawi, , (Semarang: Pustaka Al alawiyah, 1358), hlm.
38-39

[7] Sulaiman Rasyid, fiqh islam, (Bandung : Sinar Baru Algesindo, 2009), hlm.193
[8] Syeh Muhammad Nawawi, , hlm. 39
[9] Sulaiman Rasyid, fiqh islam, hlm.195
[10] Syeh Muhammad Nawawi, , hlm. 39-40
[11] Abdul Aziz Muhammad Azzam dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas, fiqh ibadah,
hlm.363
[12]Saifudin Zuhri, Zakat di era reformasi, (Semarang: Fak. Tarbiyah IAIN Walisongo,
2012)hlm. 133-134.
[13] Hasbi as-Shiddieqy, Pedoman Zakat, (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2002), hlm. 67.
[14] Amir Syarifuddin,Garis-garis Besar fiqh , (Jakarta: Kencana Prenada Media Group,
2010) hlm. 40.
[15] Sulaiman Rasyid, fiqh islam, hlm.213-215
[16] Saifudin zuhri, zakat di era reformasi, (Semarang: Bima Sejati, 2012)hal.154-155.