Está en la página 1de 5

LAPORAN PRAKTIKUM PERKERASAN JALAN

KELOMPOK 12

BAB IV
BERAT ISI AGREGAT
(SNI 03-4804-1998)

4.1

Maksud dan Tujuan


4.1.1 Maksud
Percobaan ini dimaksudkan untuk menentukan berat isi agregat halus dan
kasar. Berat isi adalah perbandingan berat dan isi dengan maksud untuk mendapatkan
hubungan berat dengan volume agregat.
4.1.2 Tujuan
Percobaan ini bertujuan untuk menghitung berat isi dalam kondisi padat atau
gembur serta rongga udara dalam agregat.

4.2

Peralatan
Peralatan yang digunakan harus memenuhi ketentuan berikut :
1) Timbangan dengan ketelitian 0,1 gram kapasitas 2 kg untuk contoh
agregat halus, dan ketelitian 1 gram kapasitas 20 kg untuk contoh agregat
kasar.
2) Batang penusuk terbuat dari baja berbentuk batang lurus, berdiamater 16
mm dan panjang 610 mm clan ujungnya dibuat tumpul setengah bundar.
3) Alat penakar berbentuk silinder terbuat dari logam atau bahan kedap
air dengan ujung dan dasar yang benar-benar rata, kapasitas penakar
sesuai dengan Tabel 4 . 1.
4) Sekop atau sendok sesuai dengan kebutuhan.
5) Peralatan kalibrasi berupa plat gelas dengan tebal minimum 6 mm dan
paling sedikit 25 mm lebih besar daripada diamter takaran yang dikalibrasi.

20

LAPORAN PRAKTIKUM PERKERASAN JALAN

KELOMPOK 12

Tabel 4 . 1 Kapasitas Penakar Untuk Berbagai Ukuran Agregat

4.3

Ukuran Besar Beton


Nominal Agregat (mm)

Kapasitas Maksimum
Penakar (liter)

12,5
25,0
37,5
75
112
150

2,8
9,3
14
28
70
100

Benda Uji
Contoh uji harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :
1) Jumlah mendekati 125% - 200% dari jumlah yang akan diuji;
2) Kering oven atau kering permukaan.

4.4

Prosedur Percobaan
4.4.1

Kondisi Padat
Kondisi padat dapat dilakukan dengan cara tusuk dan cara ketuk :
1)

Cara tusuk
a) Isi penakar sepertiga dari volume penuh dan ratakan
dengan batang perata.
b) Tusuk lapisan agregat dengan 25 x tusukan batang penusuk.
c) Isi lagi sampai volume menjadi dua per tiga penuh kemudian
ratakan dan tusuk seperti diatas.
d) Isi penakar sampai berlebih clan tusuk lagi.
e) Ratakan permukaan agregat dengan batang perata.
f) Tentukan berat penakar dan isinya dan berat penakar
itu sendiri.
g) Catat beratnya sampai ketelitian 0,05 kg.
h) Hitung berat isi agregat.
i) Hitung kadar rongga udara.

2)

Cara ketuk
a) Isi agregat dalam penakar dalam tiga tahap sesuai ketentuan.
b) Padatkan untuk setiap lapisan dengan cara mengetuk-ngetukkan
alas penakar secara bergantian di atas lantai yang rata sebanyak 50
kali.
c) Ratakan permukaan agregat dengan batang perata sampai rata.
21

LAPORAN PRAKTIKUM PERKERASAN JALAN

KELOMPOK 12

d) Tentukan berat penakar dan isinya.


e) Hitung berat isi dan kadar rongga udara dalam agregat.
4.4.2

Kondisi gembur
Kondisi gembur dengan cara sekop atau sendok :

4.5

1)

Isi penakar dengan agregat memakai sekop atau sendok secara

2)
3)
4)
5)

berlebihan dan hindarkan terjadjnya pemisahan dari butir agregat.


Ratakan permukaan dengan batang perata.
Tentukan berat penakar dan isinya, dan berat penakar sendiri.
Catat beratnya sampai ketelitian 0,05 kg.
Hitung berat isi dan kadar rongga udara dalam agregat.

Perhitungan dan Pelaporan


1)

Agregat dalam keadaan kering oven dihitung menurut rumus berikut :

M=
atau
M = (G - T) x F
Keterangan :
M = Berat isi agregat dalam kondisi kering oven (kg/m3).
G = Berat agregat dan penakar (kg).
T = Berat penakar (kg).
V = Volume penakar (m3).
F = Faktor penakar (m-3).

2)

Agregat dalam keadaan kering permukaan dihitung menurut rumus


sebagai berikut :
MSSD = M [ 1 + (A/100)]
Keterangan :
MSSD

= Berat isi dalam kondisi kering permukaan (kg/m3).


22

LAPORAN PRAKTIKUM PERKERASAN JALAN

4.6

KELOMPOK 12

= Berat isi agregat dalam kondisi kering oven (kg/m3).

= Absorpsi (%)

Laporan Hasil Uji


Laporan pengujian dicatat dalam formulir dengan mencantumkan ihwal sebagai
berikut :
1) Berat isi hasil pengujian cara tusuk.
2) Berat isi hasil pengujian cara ketuk.
3) Bila perlu berat isi hasil pengujian cara sekop atau sendok.
4) Kehilangan berat.
5) Laporan hasil untuk kadar rongga udara dengan ketelitian 1% sebagai
berikut:
a) Rongga udara dalam agregat dengan cara tusuk (%).
b) Rongga udara dalam agregat dengan cara ketuk (%).

23

LAPORAN PRAKTIKUM PERKERASAN JALAN

KELOMPOK 12

UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT


FAKULTAS TEKNIK
LABORATORIUM JALAN RAYA & TRANSPORTASI
Jl. Unlam II Banjarbaru. Telp (0511) 4773858

BERAT ISI AGREGAT


(SNI 2432:2011)

NO. CONOH
HARI/TANGGAL
PELAKSANA

:
: SELASA, 31 MARET 2015
: KELOMPOK 10

SUMBER CONTOH
JENIS CONTOH
UNTUK

: MARTADAH
: AGREGAT KASAR
: PRAKTIKUM

No.

No.

Berat

Ukuran

Volume

Buat

Berat

Penguapan

urut

Contoh

Contoh

Agregat

Penakar (m3)

Penakar

Volume

Air (%)

(kg)

(mm)

(kg) (kg/l)

Agregat

19.90

30

0.0143

9.58

1.398

1.78

20.80

30

0.0143

9.58

1.455

1.98

21.02

30

0.0143

9.58

1.469

2.20

20.57

30

0.0143

9.58

1.441

1.987

RATA-RATA

Catatan

: Berat Contoh Agregat kasar

*cara uji kering oven atau kering jenuh permukaan

24