Está en la página 1de 16

LABORATORIUM PILOT PLANT

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015

MODUL

: Aliran Fluida

PEMBIMBING

: Ir. Gatot Subiyanto

Praktikum

: 01 Juni 2015

Penyerahan (Laporan) : 10 Juni 2015

Oleh :
Kelompok

: 2

Nama

: 1. Annisa Novita N

Kelas

NIM. 131424005

2. Hesti Diana Wahyuni

NIM.131424012

3. Ken Putri Kinanti

NIM.131424013

: 2A - TKPB

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2015

Kata Pengantar

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. Karena dengan izin dan
karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan lancar. Laporan ini disusun
untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Praktikum Laboratorium Teknik Kimia pada
semester empat jurusan Teknik Kimia program studi D-IV Teknik Kimia Produksi Bersih
Politeknik Negeri Bandung. Adapun judul dari laporan ini adalah Laporan Praktikum Aliran
Fluida.
Dalam menyusun laporan ini, penulis memperoleh banyak bimbingan dari berbagai
pihak. Untuk itu, penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada:
1. Ir. Gatot Subiyanto selaku dosen Teknik Kimia Politeknik Negeri Bandung yang telah
membimbing penulis dalam menyusun laporan ini.
2. Seluruh rekan di kelas 2A-TKPB yang telah membantu dan memberikan arahan untuk
penyusunan laporan ini.
3. Orang tua yang telah memberikan dorongan moril dalam kelancaran penyusunan
laporan ini.
4. Semua pihak yang telah membantu, membimbing dan memberikan arahan dalam
penyusunan laporan ini.
Semoga bantuan dan bimbingan serta dorongan dibalas oleh Allah Swt.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini terdapat banyak kekurangan
karena keterbatasan kemampuan penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan
kritik yang sifatnya membangun dari semua pihak agar penulis dapat memperbaiki dan
meningkatkan kemampuan diri di masa yang akan datang.
Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi penulis dan menambah
pengetahuan umumnya bagi keluarga besar Politeknik Negeri Bandung.

Bandung, 04 Juni 2014

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Fluida adalah zat yang tidak dapat menahan perubahan bentuk secara permanen. Bila kita
mencoba mengubah bentuk suatu massa fluida, maka di dalam fluida itu akan terbentuk
lapisan, dimana lapisan yang satu meluncur di atas yang lain, sehingga mencapai suatu
bentuk baru.
Sifat dasar dari setiap fluida statik ialah tekanan. Tekanan dikenal sebagai gaya
permukaan yang diberikan oleh fluida terhadap dinding bejana. Tekanan terdapat pada setiap
titik di dalam volume fluida. Pada ketinggian yang sama, tekanan pada fluida adalah sama.

1.2 Tujuan
1. Menghitung harga koefisien orificemeter dan venturimeter lalu membandingkannya
dengan literatur.
2. Membuat kurva antara koefisien orificemeter dan venturimeter terhadap bilangan
Reynold.
3. Membuktikan apakah pressure drop harganya tetap untuk laju aliran fluida yang
berbeda.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
Fluida adalah zat yang mampu mengalir dan yang menyesuaikan diri dengan bentuk
wadahnya. Perbedaan antara fluida dengan zat padat anatara lain adalah fluida tidak dapat
menahan tegangan singgung (geser) yang dialaiminya. Adanya tegangan singgung dari luar
walaupun kecil akan menyebabkan kondisi fluida diam akan bergerak atau mengalir.
Sifat dasar dari setiap fluida static ialah tekanan. Tekanan dikenal sebagai gaya
permukaan yang diberikan oleh fluida terhadap dinding bejana. Tekanan terdapat pada setiap
titik di dalam volume fluida. Pada ketinggian yang sama, tekanan pada fluida adalah sama.
Fluida terdiri dari 2 jenis yaitu fluida cair dan fluida gas.
Ciri fluida cair:
-

Tidak kompresibel, yaitu volume fluida akan tetap walaupun dikenai tekanan

tertentu.
Mengisi volume tertentu.
Mempunyai permukaan bebas.
Daya kohesi besar, jarak antar molekul rapat.

Ciri fluida gas:


-

Kompresibel
Mengisi seluruh bagian wadah.
Jarak antar molekul besar, daya kohesi dapat diabaikan.

Dalam aliran kondisi mantap (steady state) dikenal 2 rejim aliran atau pola aliran yang
tergantung kepada kecepatan rata-rata aliran (v), densitas (), viskositas fluida () dan
diameter pipa (D). kedua rejim aliran tersebut diatur oleh hokum-hukum yang berbeda
sehingga perlu dipelajari secara keseluruhan.
Rejim aliran Laminer
Rejim aliran laminar mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:

Terjadi pada kecepatan rendah.


Fluida cenderung mengalir tanpa adanya pencampuran lateral.
Berlapis-lapis seperti kartu.
Tidak ada arus tegak lurus arah aliran.
Tidak ada pusaran (arus eddy).
Rejim aliran Turbulen
Rejim aliran turbulaen mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:

Terbentuk arus eddy.

Terjadi lateral mixing.


Secara keseluruhan arah aliran tetap sama.
Distribusi kecepatan lebih uniform atau seragam.

Rejim aliran Transisi


Rejim aliran yang terbentuk di antara rejim laminer dan turbulen adalah rejim transisi.
Penentuan rejim aliran dilakukan dengan menentukan bilangan tak berdimensi yaitu bilangan
Reynolds (Reynolds Number/NRe). Bilangan Reynolds merupakan perbandingan antara gaya
dinamis dari aliran massa terhadap tegangan geser yang disebabkan oleh viskositas cairan.

vD

NRe =
Keterangan:

: massa jenis fluida.

: kecepatan fluida.

: viskositas fluida.
D

: diameter pipa dalam.

Untuk pipa circular lurus;


NRe

<

2100

: rejim laminar.

NRe

>

4000

: rejim turbulen.

2100 < NRe > 4000

: rejim transisi.

Kecepatan kritis:
Kecepatan pada saat NRe = 200.
Prinsip kerja alat ukur fluida adalah mengganggu aliran dengan penambahan alat
tertentu sehingga menyebabkan terjadinya pressure drop yang dapat diukur. Nilai pressure
drop ini berhubungan dengan debit dari aliran tersebut. Adanya pressure drop bias
disebabkan Karena adanya perubahan energi kinetik (karena laju alir berubah), skin friction,
dan form friction.

Berdasarkan persamaan Bernoulli, persamaan neraca energi dapat ditentukan yaitu:

P2 P1 v2 2 v12
F 0


2 gc

disusun ulang menjadi:
P2 P1

v2 v1 2 gc.
2

digabung dengan persamaan kontinuitas:


v1 x A1 x 1 = v2 x A2 x 2
karena fluida inkompresibel (khusus bahasan fluida cair), maka:
v1 A1
A2

v2 =
sehingga dimasukan ke persamaan neraca energi menjadi:
P

A1
1 2
A2

2 gc

v1 =
dimana:
lbm ft
lb f sec 2
gc

: 32,174

= 1kg m N-1 det-2

: jumlah energi yang hilang.


Ada beberapa jenis alat untuk mengukur laju suatu fluida. Beberapa

alat yang biasa digunakan diantaranya:

Ada beberapa jenis alat yang untuk mengukur laju aliran suatu fluida Beberapa alat yang
biasa digunakan diantaranya:
1

Venturimeter

Meteran ini terbuat dari bagian masuk yang mempunyai flens, yang terdiri dari bagian
pendek berbentuk silinder dan kerucut terpotong. Bagian leher berflens dan bagian keluar
juga berflens yang terdiri dari kerucut terpotong yang panjang.
Dalam venturimeter, kecepatan fluida bertambah dan tekanannya berkurang di dalam
kerucut sebelah hulu. Penurunan tekanan di dalam kerucut hulu itu lalu dimanfaatkan,
untuk mengukur laju aliran melalui instrument itu. Kecepatan fluida kemudian berkurang
lagi dan sebagian besar tekanan awalnya kembali pulih didalam kerucut sebelah hilir.
Agar pemulihan lapisan batas dapat dicegah dan gesekan minimum. Oleh karena itu pada
bagian yang penampungannya mengecil tidak ada pemisahan, maka kerucut hulu dapat
dibuat lebih pendek dari pada kerucut hilir. Gesekannya pun di sini kecil juga. Dengan
demikian ruang dan bahan pun dapat dihemat. Walaupun meteran venturi dapat
digunakan untuk mengukur gas, namun alat ini biasanya digunakan juga untuk mengukur
zat cair terutama air.
Persamaan yang digunakan dalam venturimeter adalah

Vv Cv
2

2 P

1
4

Orificemeter
Venturimeter memiliki beberapa kekurangan pada kenyataanya. Untuk meteran tertentu
dengan sistem manometer tertentu pula, laju alir maksimum yang dapat diukur terbatas,
sehingga apabila laju alir berubah, diameter leher menjadi terlalu besar untuk
memberikan bacaan yang teliti, atau terlalu kecil untuk dapat menampung laju aliran
maksimum yang baru. Meteran orifice dapat mengatasi kekurangan-kekurangan
venturimeter, tetapi konsumsi dayanya cukup tinggi.
Prinsip meteran orifice identik dengan meteran venturi. Penurunan penampang arus
aliran melalui orifice menyebabkan tinggi tekan kecepatan menjadi meningkat tetapi
tinggi tekan akan menurun, dan penurunan antara kedua titik sadap diukur dengan
manometer. Persamaan bernoulli memberikan dasar untuk mengkolerasikan peningkatan
tinggi tekan kecepatan dengan penurunan tinggi tekanan
Persamaan yang berlaku untuk persamaan orificemeter adalah:

Vo Co

2 P
1 4

BAB III
PERCOBAAN
3.1 Alat dan bahan
Satu set alat aliran fluida lengkap dengan pipa venturi dan orifice
stop watch

3.2 Prosedur Kerja


1. Membuka semua keran aliran, menyamakan tinggi air raksa dalam pipa manometer.
2. Menghidupkan pompa.
3. Melakukan kalibrasi laju alir pompa.
4. Alat yang digunakan dalam percobaan :
a. Pipa Venturi
b. Pipa Orifice
- Mengukur waktu yang dibutuhkan untuk setiap bukaan.
- Mengukur perbedaan tekanan pada pipa manometer air raksa.

3.3 Flowsheet Percobaan

Membuka semua
keran aliran,
menyamakan tinggi air
raksa dalam pipa
manometer.

Alat yang digunakan


dalam percobaan :
a. Pipa Venturi
b. Pipa Orifice

Menghidupkan
pompa.

Melakukan kalibrasi
laju alir pompa.

- Mengukur waktu yang dibutuhkan untuk setiap


bukaan.
- Mengukur perbedaan tekanan pada pipa
manometer air raksa.

BAB IV
HASIL PRAKTIKUM DAN PEMBAHASAN
4.1.

Data Orifice Meter


P cm Hg

No
1
2
3
4
5
6
7
8

Volume (L)

Waktu (s)

Q (L/s)

10
10
10
10
10
10
10
10

25
19
17,17
14
11,7
10,4
9
8

0,4
0,526
0,582
0,714
0,855
0,961
1,111
1,25

Volume (L)

Waktu (s)

Q (L/s)

10
10
10
10
10
10
10
10

25
19,5
17,5
13,73
11,23
10,57
9,4
8

0,4
0,513
0,571
0,728
0,890
0,946
1,064
1,25

1
1,5
2
3
4
5
6
7

4.2.

Data Venturi Meter


P

No
1
2
3
4
5
6
7
8

cm Hg
1
1,5
2
3
4
5
6
7

Keterangan
D1

= 0,039 m

Do

= 0,033 m

4.3.

(m/det)
0,468
0,615

= 0,5126

= 0,000855 m2
= 0,001194 m2
= 133,3 Pa
= 0,0009 kg/m.det

Tabel Perhitungan Konstanta orifice


Vo Co

Vo

= 0,84615

= 998,9 kg/m3

Ao
A1
1cmHg

Do
D1

P
CmHg
Pa
1
133,3
1,5
199,95

Q
L/s
0,4
0,526

m3/s
4.10-4
5,26.10-4

2 P
1 4

Nre

17.141,12
22.525,20

0,84615
0,84615

Co
Praktek
0,632
0,678

Literatur
0,61
0,61

0,681
0,835
1,000
1,124
1,299
1,462

2
3
4
5
6
7

266,6
399,9
533,2
666,5
799,8
933,1

0,582
0,714
0,855
0,961
1,111
1,25

5,82.10-4
7,14.10-4
8,55.10-4
9,61.10-4
1,11.10-3
1,25.10-3

24.942,53
30.582,99
36.626,33
41.168
47.577,61
53.547,70

0,84615
0,84615
0,84615
0,84615
0,84615
0,84615

0,651
0,651
0,676
0,679
0,717
0,747

0,61
0,61
0,61
0,61
0,61
0,61

Co rata-rata = 0,678
4.4.

Tabel Perhitungan Konstanta Venturimeter

Vv Cv
P

Vv

2 P

Nre

(m/det)
0,468
0,600

CmHg
1
1,5

Pa
133,3
199,9

L/s
0,4
0,513

m3/s
4.10-4
5,13.10-4

17.141,12
21.975,8

0,668
0,851
1,041
1,106
1,244
1,462

2
3
4
5
6
7

5
266,6
399,9
533,2
666,5
799,8
933,1

0,571
0,728
0,890
0,946
1,064
1,25

5,71.10-4
7,28.10-4
8,9.10-4
9,46.10-4
1,064.10-3
1,25.10-3

24.466,39
31.169,01
38.128,01
40.508,72
45.563,16
53.547,70

Cv rata-rata = 0,675
4.5.

Grafik antara Co vs Nre

Co

0,84615
0,84615

Praktek
0,632
0,662

Literatur
0,61
0,61

0,84615
0,84615
0,84615
0,84615
0,84615
0,84615

0,638
0,664
0,703
0,668
0,686
0,747

0,61
0,61
0,61
0,61
0,61
0,61

Grafik antara Co vs Nre

Co

0.76
0.74
0.72
0.7
0.68
0.66
0.64
0.62
0.6
0.58
0.56
10000

f(x) = 0x + 0.59
Y-Values
Linear (Y-Values)
Linear (Y-Values)

20000

30000

40000

50000

60000

Nre

4.6.

Grafik antara Cv vs Nre

Grafik antara Cv vs Nre

Cv

0.76
0.74
0.72
0.7
0.68
0.66
0.64
0.62
0.6
0.58
0.56
10000

f(x) = 0x + 0.59
Y-Values
Linear (Y-Values)

20000

30000

40000

50000

60000

Nre

4.7.

Grafik Hubungan Tekanan Vs Laju Alir Pada Pipa Orifice

Grafik Hubungan Tekanan Vs Laju Alir

P (Pa)

1000
900
800
700
600
500
400
300
200
100
0

Y-Values

Q (m3/s)

4.8.

Grafik Hubungan Tekanan Vs Laju Alir Pada Pipa Venturi

Grafik Hubungan Tekanan Vs Laju Alir


1000
900
800
700
600
500
P (Pa)
400
300
200
100
0

Y-Values

Q (m3/s)

Pembahasan
Pada praktikum aliran fluida ini dilakukan pengukuran laju alir (flow) suatu fluida
(dalam hal ini cairan). Pengukuran laju alir ini bertujuan untuk menentukan konstanta atau

koefisien dari alat ukur yang digunakan. Alat ukur laju alir yang digunakan pada praktikum
ini yaitu venturimeter dan orificemeter. Prinsip kerja alat ukur fluida adalah mengganggu
aliran dengan penambahan alat tertentu sehingga menyebabkan terjadinya pressure drop yang
dapat diukur. Nilai pressure drop ini berhubungan dengan debit aliran tersebut. Adanya
pressure drop dapat disebabkan karena adanya perubahan energy kinetik (karena laju alir
tambah), skin friction, dan form friction. Perubahan energy kinetic disebabkan karena adanya
penurunan luas penampang aliran sehingga menyebabkan perubahan kecepatan aliran.
Pada praktikum, dilakukan pengamatan beda tekan pada kondisi yang berbeda, yaitu
pada orrificemeter dan venturimeter. Prinsip dari kedua alat yang digunakan sama, ujungujung dari bagian yang menyempit dihubungkan kedalam manometer pipa U. Jika ada fluida
yang mengalir maka akan ada penekanan pada air raksa yang ada dalam pipa U. Karena
kecepatan di penampang pipa berbeda, maka penekanan pada pipa U juga berbeda, sehingga
didapat perbedaan tinggi air raksa dari kedua pipa/perbedaan tekanan ( P).
Venturi meter merupakan suatu pipa dengan pegecilan dan pembesaran penampang
aliran secara bertahap. Beda tekanan diukur pada bagian penampang besar dan penampang
kecil pada veturimeter. Hal ini sesuai denga hukum kontinuitas dan bernoulli yang
mengakibatkan perbedaan kecepatan aliran serta tekanan pada penampang besar dan
penampang kecil. Secara teoritis nilai konstanta venturimeter akan semakin bertambah
seiring dengan bertambahnya Nre, sedangkan hasil percobaan nilai Cv tidak beraturan tetapi
secara garis besar bertambah seiring dengan bertambahnya Nre. Aliran yang dihasilkan
adalah jenis aliran turbulen dengan Nre > 4100. Nilai konstanta venturimeter (Cv) hasil
praktikum adalah 0,675, sedangkan menurut literatur nilai Cv adalah sebesar 0,61. Sehingga
dari data tersebut dapat diketahui bahwa nilai Cv hasil praktikum sudah mendekati nilai Cv
yang seharusnya.
Berbeda dengan venturi meter, prinsip kerja orifice meter adalah penurunan penampang
arus dan pembesaran penampang arus secara tiba-tiba. Hal ini meyebabkan terjadinya
perbedaan tekanan kedua sisi plat orifice. Secara teoritis nilai konstanta orificemeter akan
semakin bertambah seiring dengan bertambahnya Nre, sedangkan hasil percobaan nilai Co
tidak beraturan tetapi secara garis besar bertambah seiring dengan bertabahnya Nre. Aliran
yang dihasilkan adalah jenis aliran turbulen dengan Nre > 4100. Nilai konstanta orificemeter
(Co) hasil praktikum adalah 0,678, sedangkan menurut literatur nilai Cv adalah sebesar 0,61.
Sehingga dari data tersebut dapat diketahui bahwa nilai Cv hasil praktikum sudah mendekati
nilai Cv yang seharusnya.

Semakin besar laju alir maka gesekan yang terjadi dan energi kinetik yang dihasilkan
akan semakin besar. Karena energi mekanik di setiap titik adalah sama, maka semakin kecil
energi kinetik yang dihasilkan, semakin kecil tekanan yang dihasilkan maka akan semakin
besar pressure drop yang dihasilkan. Dari hasil praktikum nilai

P semakin bertambah

seiring dengan bertambahnya laju alir. Hal tersebut membuktikan bahwa hasil praktikum
sudah sesuai dengan teori yang sebenarnya.

BAB V
SIMPULAN
Aliran yang dihasilkan pada pipa orifice maupun venturi adalah aliran turbulen karena
Nre > 4100.
Berdasarkan kurva, apabila terjadi kenaikan bilangan reynold maka nilai koefisien
flowmeter (laju alir) juga semakin besar.
Pressure drop terjadi karena perubahan penampang arus, friction loss dan juga karena
peningkatan debit.
Harga pressure drop berbeda untuk setiap perubahan laju alir.

Semakin besar laju alir maka nilai P semakin besar pula.


Konstanta alat ukur
Alat Ukur

Konstanta
Praktikum

Literatur

Orificemeter (Co)

0,678

0,61

Venturimeter (Cv)

0,675

0,61

Daftar Pustaka
Geankoplis, Christij. 1993. Transport Processes and Unit Operations: Third
Edition. P T R Prentice-Hall, Inc. New Jersey.
Soeswanto, Bambang. 2004. Diktat Transportasi Fluida. Jurusan Teknik Kimia
POLBAN.
Jobsheet Praktikum Satuan Operasi. 2004. Modul Aliran Fluida.Jurusan Teknik
Kimia, POLBAN.