Está en la página 1de 1

ABSTRAK

Latar Belakang

: Ikterus adalah perubahan warna kulit, sklera mata atau jaringan

lainnya (membran mukosa) yang menjadi kuning karena pewarnaan oleh bilirubin yang
meningkat konsentrasinya dalam sirkulasi darah. Ikterus biasanya bisa terlihat jika kadar
bilirubin serum melebihi 2,0-2,5 mg/dL ( 34 hingga 43mol/L) atau sekitar dua kali batas
atas kisaran normal. Ikterus diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu pre-hepatik,
hepatik dan post-hepatik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan
evaluasi kadar bilirubin pada pasien ikterus obstruktif post-hepatik di RSUD Raden
Mattaher Jambi.
Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Sampel
penelitian adalah 41 pasien yang terdiagnosis ikterus obstruktif post-hepatik di RSUD
Raden Mattaher Jambi periode Januari 2011 Desember 2013.
Hasil : Dari 41 kasus terbanyak ditemukan usia 50-59 tahun (29,3%), jenis kelamin 27
laki-laki

(65,9%), etiologi penyebab

dari

ikterus

obstruksi post-hepatik yaitu

koledokolitiasis sebanyak 33 pasien (80,5%), pemeriksaan penunjang yang digunakan


dalam menegakkan diagnosis ikterus obstruksi post-hepatik yang digunakan yaitu
Ultrasonografi (90,2%), tatalaksana yang dilakukan pada pasien ikterus obstruksi dengan
etiologi koledokolitiasis yaitu kolesistektomi terbuka dan eksplorasi CBD dan pemasangan
T-Tube (80,5%), kadar bilirubin yang dievaluasi pre-operatif dengan post-operatif
didapatkan perbedaan yang bermakna dengan nilai p<0,05 (p = 0,000).
Kesimpulan : Terdapat perbedaan kadar bilirubin yang bermakna antara kadar bilirubin
pre-operatif dengan kadar bilirubin post-operatif..
Kata Kunci

: Ikterus Obstruksi, penelitian deskriptif, evaluasi kadar bilirubin.

13