Está en la página 1de 2

Stasiun Pengamatan VI

Stasiun pengamatan VI adalah pantai Glagah. Daerah ini merupakan daerah


dataran rendah. Tepatnya pantai yang terdapat di sebelah barat pulau Jawa, yaitu di Jawa
Tengah. Pada daerah ini terdapat deposit pantai yang merupakan hasil pelapukan dan
mengalami proses transportasi yang sudah jauh dari sumber pelapukannya yang
dibuktikan dengan ukuran batuan pasir. Yaitu hasil dari proses pelapukan batuan formasi
andesit tua yang telah mengalami deposisi terendapkan didaerah bibir pantai.
Deskripsi Geomorfologi
Geomorfologi daerah pantai Gelagah ini merupakan bentuk gabungan dari
bentang alam pantai dengan bentang alam eolian. Proses eksogenik pada daerah ini
dilakukan oleh angin dan gelombang. Bentang alam pantai ini merupakan perbatasan
antara dataran dan lautan. Pantai Gelagah merupakan bentuk pantai lurus yaitu pantai
dengan konfigurasi garis pantai yang relatif lurus karena pantai terbentuk oleh
sedimentasi mineral yang berasal dari sungai-sungai yang bermuara ke pantai. Daerah
ini ditutupi oleh material lepas berupa pasir. Hasil dari pengaruh angin laut tersebut
adalah dengan terbentuknya gumuk-gumuk pasir yang ada pada pantai sebagai penanda
adanya bentang alam eolian. Gumuk-gumuk pasir ini (dune) ini mempunyai penyebaran
disepanjang pantai Gelagah. Material-material tadi kemudian terendapkan sehingga
membentuk gumuk-gumuk pasir, lalu mendapat pengaruh angin sehingga membentuk
bentukan parabolic dune atau barchan dune.
Pada pantai Gelagah terdapat laguna. Yaitu jalur muara sungai yang aliranya
membelok menuju laut dan terisi air laut ketika air laut pasang.
Terdapat muara sungai Serang, yang muaranya membelok ke kanan pada peta
yang secara mata angin berbelok ke arah barat disebabkan oleh pengaruh angin yang
bertiup dari arah tenggara ke barat laut. Pembelokan ini terjadi pada sungai-sungai lain
yang bermuara di pantai selatan Jawa.
Setelah melihat batas peta lempeng dunia maka diketahui bahwa bagian selatan
pulau jawa yaitu samudra Hindia terdapat batas lempeng konvergen. Batas lempeng
konvergen adalah batas dimana lempeng-lempeng bertemu dan menyusup di bawah
yang lain, masuk ke selubung. Batas daerah ini disebut daerah subduksi. Daerah

subduksi ini membentuk cekungan di dasar laut dan membentuk rangkaian pegunungan.
Seperti yang terdapat di Jawa Tengah.
Deskripsi Litologi
Dilihat dari litologinya, pantai Gelagah ini tersusun atas pasir, terutama pasir
besi. Kandungan bijih besi yang terdapat didalamnya menyebabkan pasir tersebut
berwarna gelap. Pasir besi mengandung mineral-mineral yaitu : magnetit, ilmenit, rutil,
yang dapat dibuktikan dengan magnet. Pasir besi ditarik kuat oleh magnet maka bersifat
ferromagnetik. Pasir besi yang ada pada pantai ini merupakan pasir besi yang terangkut
oleh sungai, seperti genesa pasir besi itu sendiri yang merupakan hasil letakan deposit
dari hasil pelapukan formasi andesit tua pada zaman oligomeosen. Terendapkan pula
oleh ombak yang membawa material ke pantai.
Selain pasir besi ditemukan pula sedikit batu apung yang berasal dari gunung
dan ditransportasikan oleh angin karena sangat ringan. Batu apung tersebut berstruktur
afanitik dan memiliki struktur pumisan, berwarna coklat. Ada pula batu gamping koral,
batu ini merupakan batuan sedimen yang berasal dari lautdan bersifat karbonatan.
Berwarna putih, bertekstur nonklastik, struktur masif, dan terdiri dari mineral karbonat.
Pada laguna terdapat beberapa jenis mineral yang terbentuk dari hasil evaporasi,
yaitu halit, anhidrit.
Deskripsi Geologi Lingkungan
Aspek geologi lingkungan pada pantai Gelagah ini adalah dapat dijadikan
sebagai daerah objek wisata, namun bukan merupakan daerah penambangan pasir besi
karena depositnya yang dirasa kuran walaupun kandungan pasir besinya cukup tinggi
tetapi daerah tersebut lebih diprioritaskan untuk wisata dan beberapa proyek
penanggulangan akibat banjir pasang air laut.
Arus yang cukup tinggi dan ombak laut yang besar tidak memungkinkan
penggunaan wisata yang sesungguhnya, sehingga prospek lain seperti penanaman buah
naga yang merupakan vegetasi dominan selain vegetasi pantai lainya seperti kelapa.
Buah tersebut dapat dijadikan komoditi penting nantinya.
Ditinjau dari segi bencana, bencana yang mungkin terjadi adalah terjadi pasang
besar dan ombak besar.