Está en la página 1de 8

A.

Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Campak Sesuai Kasus


1. Identitas pasien
Nama : An. A
Usia : 1 tahun 7 bulan
Agama : Islam
Suku : Jawa
Alamat : Jalan Porong No. 50, Sidoarjo
Reg,Med : 413954
Masuk RS : 15-09-2014, 08.
00

Anamnesis : 15-09-2014, 08.
30

2. Riwayat Keperawatan
a. Anamnesa (Alloanamnesis)
1) Keluhan Utama
Demam sejak 2 minggu hari sebelum masuk Rumah Sakit.
2) Riwayat Penyakit Sekarang
Demam terus menerus selama 14 hari, disertai dengan pilek dan batuk
produktif, tubuh terlihat lemas, muntah hanya setelah batuk, berisi makanan
yang dimakan, frekuensi 2 x/ hari, terdapat rasa gatal pada tubuh, BAB cair
dengan ampas sedikit berwarna kuning, terdapat lendir, dan tidak ada darah,
frekuensi 4-5x/ hari banyaknya gelas, mata merah, bengkak, nyeri, berair,
bercak merah sejak 7 hari SMRS, awalnya tampak pada wajah, namun sudah
menyebar ke seluruh tubuh. Terdapat kemerah-merahan di belakang telinga.
BAK berwarna kuning keruh, frekuensi 2-3x/hari, tidak ada riwayat
kontak dengan penderita campak sebelumnya, tidak ada riwayat bepergian ke
daerah endemis malaria sebelumnya. Namun anak pernah kontak fisik dengan
tetangga yang memiliki tanda dan gejala yang sejenis 15 hari yang lalu.
3) Riwayat Penyakit Dahulu
Keluarga mengatakan tidak ada riwayat campak sebelumnya.
4) Riwayat Pengobatan
Sudah diobati sebelumnya di mantri desa dekat rumah, namun tidak
ada perubahan. Pasien mengaku obat yang diberi hanya penurun panas dan
antibiotik.

5) Riwayat Penyakit Keluarga
Keluarga mengatakan tidak ada riwayat TB paru, hipertensi, DM,
stroke dalam keluarga.
6) Riwayat Kelahiran dan Kehamilan
Ibu pasien selalu memeriksakan kehamilannya secara rutin di bidan.
Bayi lahir cukup bulan di rumah dibantu oleh bidan secara spontan langsung
menangis.
7) Riwayat Imunisasi (usia 19 bulan)
BCG 1x
Hepatitis B 3x
Polio 4x
DPT 4x
Campak (-)
Kesimpulan : riwayat imunisasi dasar tidak lengkap
8) Pertumbuhan dan Perkembangan (usia 19 bulan)
1. Motorik kasar :
mulai merangkak usia 8 bulan, berdiri dan berjalan usia 12 bulan
2. Motorik halus :
Memegang benda dan membenturkannya usia 7 bulan, Suka memasukkan
benda kedalam mulut usia 10 bulan
3. Bahasa :
Anak mengucapkan kata papa dan mama dengan jelas usia 12 bulan.
4. Personal sosial :
Takut pada orang lain usia 7 bulan, mulai bermain dengan anak-anak lain
usia 18 bulan
Kesimpulan : riwayat tumbuh kembang sesuai usia
i. Riwayat Makanan
ASI diberikan sampai sekarang, usia 7 bulan sudah diberikan bubur susu, usia 14
bulan sudah diberikan makanan keluarga.
3. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum : anak rewel
b. Tanda Vital :
1) Suhu : 39
0
C
2) Nadi : 125 x/menit
3) RR : 48 x/menit
c. Status Gizi
1) BB : 9,5 kg
2) TB : 80 cm
d. Status Generalisata
Kepala Normocephal, ruam mukopapular pada seluruh wajah
Mata Mata merah (+/+), conjunctiva hiperemis (+/+), mata cekung (+), air mata
(+/+), sklera ikterik (-/-)
Hidung Menggunaka otot bantu pernapasan, sekret (-)
Telinga Sekret (-)
Mulut Peri oral sianosis (-), bibir tampak kering, lidah kotor (-)
Leher Pembesaran kelenjar getah bening (-), thyroid (-), retraksi supracostae (-)

Dada (paru)
Inspeksi Dada tampak simetris, retraksi intercostae (-), ruam mukopapular (+)
Palapasi Vocal fremitus sama pada kanan dan kiri paru
Perkusi Sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi ronchi (+/+), wheezing (-/-)

Cordis
Inspeksi Ictus cordis tidak tampak
Palapasi Ictus cordis tidak teraba
Perkusi Batas kanan jantung linea sternalis dextra, batas kiri jantung linea
midclavicularis sinistra
Auskultasi Bunyi jantung I dan II murni reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
Inspeksi Kembung, retraksi epigastrium (+), ruam mukopapular (+)
Auskultasi Bising usus (+) meningkat
Palapasi Hepatomegali (-), spleenomegali (-), nyeri tekan (-), turgor kembali lambat
Perkusi Tympani


Ekstremitas
Acral hangat, RCT < 2 detik, edema (-), sianosis (-), ruam mukopapular (+)

4. Laboratorium
Hasil leukosit : 12 x 10
3
/L ( diatas normal)
Hasil trombosit : 120 x 10
3
/L (dibawah normal)

5. Resume
Anamnesis ; perempuan usia 19 bulan dari ibunya mengeluh demam terus
menerus, disertai batuk, produktif, pilek (+), muntah (+) tidak berwarna hitam,
frekuensi 2x/ hari, BAB cair ampas (+) sedikit berwarna kuning, lendir (+),
darah(-), frekuensi 4-5x/ hari banyaknya gelas, mata merah, bengkak, nyeri,
berair, bercak merah awalnya tampak pada wajah, namun sudah menyebar ke
seluruh tubuh. Anak tampak kehausan, saat diberi ASI tampak bibirnya mengikuti
dada ibunya, dan menangis keras saat dilepas. BAK normal tidak nyeri, berwarna
kuning keruh, frekuensi 2-3x/hari,
Pemeriksaan fisik: pasien rewel, dengan gizi kurang, suhu febris,
pernapasan cepat, tampak ruam pada seluruh tubuh, mata merah, conjunctiva
hiperemis, mata cekung, air mata masih ada, abdomen tampak kembung, tampak
retraksi epigastrium, bising usus terdengar meningkat, turgor kulit kembali
lambat.
Laboratorium : leukosit diatas normal, trombosit dibawah normal

6. Diagnosa Kerja
Morbili + Bronchopenumonia + Diare cair akut dengan dehidrasi ringan sedang.

7. Rencana Terapi
a. Rl 9,5x75 / 12 dilanjutkan 9,5 x (50+100+80)/96
b. Zinc 1x1 cth
c. Lacto-B 4x1 sach
d. Propyretik 80 mg supp (bila demam)
e. Taxegram 2 x 50 mg IV
f. Gentamicin 2 x 19 mg IV
g. Vitamin A 200.000 IU

8. Diagnosa Keperawatan
a. Hipertermi b/d proses infeksi.
b. Kerusakan integritas kulit b/d defisit imunologi.
c. Defisit volume cairan b/d kehilangan volume cairan secara aktif.
d. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d
Ketidakmampuan untuk memasukkan atau mencerna nutrisi oleh karena
faktor biologis

9. Intervensi Keperawatan
a. Hipertermi b/d proses infeksi.
Tujuan : pemeliharaan ( mempertahankan ) suhu tubuh dalam rentang yang
normal.
Dengan kriteria hasil :
Suhu 36 37C
Nadi dan RR dalam rentang normal
Tidak ada perubahan warna kulit dan tidak ada pusing, merasa nyaman
Intervensi:
No Intervensi Rasional
1 Monitor perubahan suhu tubuh sesering
mungkin
Sebagai pengawasan terhadap adanya perubahan
keadaan umum pasien sehingga dapat diakukan
penanganan dan perawatan secara cepat dan
tepat.

2 Kompres pasien pada lipat paha dan aksila Upaya upaya tersebut dapat membantu
menurunkan suhu tubuh pasien serta
meningkatkan kenyamanan pasien.

3 Libatkan keluarga dalam perawatan serta
ajari cara menurunkan suhu dan
mengevaluasi perubahan suhu tubuh.
Meningkatkan rasa nyaman anak.
4 Kaji sejauh mana pengetahuan keluarga dan
anak tentang hypertermia

Mengetahui kebutuhan infomasi dari pasien dan
keluarga mengenai perawatan pasien dengan
hypertemia.

5 Kolaborasi dengan dokter dengan
memberikan antipiretik dan antibiotic
sesuai dengan ketentuan.
Antipiretik menurunkan/mempertahankan suhu
tubuh anak.

b. Kerusakan integritas kulit b/d defisit imunologi.
Tujuan : kerusakan integritas kulit pasien teratasi
Dengan kriteria hasil :
Integritas kulit yang baik bisa dipertahankan (sensasi, elastisitas, temperatur,
hidrasi, pigmentasi)
Tidak ada luka/lesi pada kulit
Perfusi jaringan baik
Menunjukkan pemahaman dalam proses perbaikan kulit dan mencegah terjadinya
sedera berulang
Intervensi:
No Intervensi Rasional
1 Jaga kebersihan kulit agar tetap
bersih dan kering

2 Oleskan lotion atau minyak/baby oil
pada derah yang tertekan

3 Memandikan pasien dengan sabun
dan air hangat


4 Bersihkan secret dari mulut dan
trakea ; pengisapan sesuai keperluan.

5 Cegah kontaminasi feses dan urin


6 Kolaburasi ahli gizi pemberian diet
TKTP, vitamin


c. Defisit volume cairan b/d kehilangan volume cairan secara aktif.
Tujuan : defisit volume cairan teratasi
Dengan kriteria hasil :
Mempertahankan urine output sesuai dengan usia dan BB, BJ urine normal,
Tekanan darah, nadi, suhu tubuh dalam batas normal
Intervensi:
No Intervensi Rasional
1 Pertahankan catatan intake dan output yang
akurat
Dorong keluarga untuk membantu pasien
makan


2 Berikan cairan oral


3 Monitor status nutrisi


4 Monitor status hidrasi ( kelembaban
membran mukosa, nadi adekuat, tekanan
darah ortostatik ), jika diperlukan


5 Kolaborasi pemberian cairan IV


6 Kolaborasi dokter jika tanda cairan menurun

d. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d Ketidakmampuan
untuk memasukkan atau mencerna nutrisi oleh karena faktor biologis
Tujuan : Ketidak seimbangan nutrisi lebih teratasi
Dengan kriteria hasil :
Mengerti factor yang meningkatkan berat badan
Mengidentfifikasi tingkah laku dibawah kontrol klien
Intervensi:
No Intervensi Rasional
1 Weight Management
Diskusikan bersama pasien mengenai
hubungan antara intake makanan, latihan,
peningkatan BB dan penurunan BB
BB
Diskusikan bersama pasien mengenai

risiko yang berhubungan dengan BB
berlebih dan penurunan BB
Dorong pasien untuk merubah kebiasaan
makan

Nutrition Management
Kolaborasi dengan ahli gizi untuk
menentukan jumlah kalori dan nutrisi
yang dibutuhkan pasien.
Anjurkan pasien untuk meningkatkan
intake Fe, Protein dan Vitamin C
Berikan substansi gula
Kolaborasi dengan tim gizi untuk
menentukan jenis makanan untuk pasien
2 Ukur berat jenis urine
3 Observasi kulit/membrane mukosa untuk
kekeringan, turgor.

4 Hilangkan tanda bau dari lingkungan
5 Berikan :
a. Bentuk-bentuk cairan yang menarik ( sari
buah, sirup tanpa es, susu )