Está en la página 1de 28

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Penuaan adalah suatu proses alami yang tidak dapat dihindari, berjalan
seara terus menerus, dan berkesinambungan! "elanjutnya akan menyebabkan
perubahan anatomis, #isiologis, dan biokimia pada tubuh, sehingga akan
mempengaruhi #ungsi dan kemampuan tubuh seara keseluruhan $%epKes
R&, '(()*!
+enjadi tua ditandai dengan adanya kemunduran biologis yang
terlihat sebagai gejala , gejala kemunduran #isik, antara lain kulit mulai
mengendur, timbul keriput, rambut beruban, gigi mulai ompong, pendengaran
dan penglihatan berkurang, mudah lelah, gerakan menjadi lambat dan kurang
linah, serta terjadi penimbunan lemak terutama di perut dan pinggul!
Kemunduran lain yang terjadi adalah kemampuan , kemampuan kogniti#
seperti suka lupa, kemunduran orientasi terhadap -aktu, ruang, tempat, serta
tidak mudah menerima hal. ide baru!
"elain itu pada lansia juga terjadi perubahan pada sistem perkemihan,
dimana ginjal mengalami pengeilan dan ne#ron menjadi atro#i! Aliran ginjal
menurun hingga /(0, #ungsi tubulus berkurang mengakibatkan B1N
meningkat hingga ') mg0, berat jenis urine menurun, serta nilai ambang
ginjal terhadap glukosa meningkat! Pada kandung kemih, otot , otot
melemah, sehingga kapasitasnya menurun hingga '(( ml yang menyebabkan
#rekuensi berkemih meningkat! Pada laki , laki, pembesaran kelenjar prostat
menyebabkan obstruksi aliran urine dari kandung kemih!
%ata di luar negeri menyebutkan bah-a )/ , 2(0 usia lanjut yang
tinggal di masyarakat dan /(0 usia lanjut yang di ra-at menderita
inkontinensia urine! Pada tahun )333, dari semua pasien yang di ra-at di
R"1P 4ipto +angunkusumo didapatkan angka kejadian inkontinensia urin
sebesar )(0 dan pada tahun '(((, angka kejadian inkontinensia urine
meningkat menjadi )'0!
B. R1+1"AN +A"ALA5
Adapun rumusan masalah dari makalh ini yaitu 6
1. %e#inisi &nkontinensia pada pasien lansia
2. Klasi#ikasi &nkontinensia pada pasien lansia
3. Etiologi &nkontinensia pada pasien lansia
4. Pato#isiologi &nkontinensia pada pasien lansia
5. Path-ay &nkontinensia pada pasien lansia
6. +anis#estasi klinis &nkontinensia pada pasien lansia
7. Komplikasi &nkontinensia pada pasien lansia
8. Pemeriksaan penunjang
9. Penatalaksanaan &nkontinensia pada pasien lansia
10. Asuhan kepera-atan &nkontinensia pada pasien lansia
1
C. T171AN
1. Tujuan 1mum
Tujuan dari penyusunan makalah ini supaya mahasis-a.& mengerti tentang
konsep dasar penyakit dan asuhan kepera-atan pada pasien lansia dengan
&nkontinensia urine!
2. Tujuan Khusus
+ahasis-a.& mengetahui dan mengerti tentang
a. %e#inisi dan Klasi#ikasi &nkontinensia urine pada pasien lansia
b. Etiologi &nkontinensia urine pada pasien lansia
c. Pato#isiologi beserta Path-ay &nkontinensia urine
d. +anis#estasi klinis &nkontinensia urine
e. Komplikasi &nkontinensia urine
f. Pemeriksaan penunjang &nkontinensia urine
g. Penatalaksanaan &nkontinensia urine
h. Asuhan kepera-atan pada pasien lansia dengan &nkontinensia urine
BAB II
KONSEP DASAR PENYAKIT
A. %E8&N&"&
&nkontinensia adalah berkemih di luar kesadaran, pada -aktu dan
tempat yang tidak tepat, dan menyebabkan masalah kebersihan atau sosial!
Aspek sosial yang akan dialami klien lansia antara lain kehilangan harga diri,
merasa terisolasi, dan depresi $9atson, '((3*! &nkontinensia urine $&1* adalah
pengeluaran urine in:olunter $tidak disadari. mengompol* yang ukup
menjadi masalah $+aryam ,'()(*! &nkontinensia urine $beser* adalah kondisi
ketika dorongan berkemih tidak mampu dikontrol oleh s#ingter ekternal
$-ahit, '((3*! &nkontinensia urine adalah ketidak mampuan otot s#ingter
ekternal sementara atau menetap untuk mengontrol ekresi urine $Tar-oto,
'())*! &nkontinensia urine adalah keluarnya urin seara tidak terkendali atau
tidak pada tempatnya $"ar-ono, '()(*!
B. KLA"&8&KA"&
+enurut +aryam, $'()(* inkontinensia diklasi#ikasikan menjadi
beberapa antara lain 6
1. &nkontinensia stress
Adanya tekanan di dalam abdomen, seperti bersin, batuk, terta-a dapat
menyebabkan kebooran urine dari kandung kemih serta tidak terdapat
akti:itas kandung kemih! Tipe inkontinensia ini sering diderita -anita
yang mempunyai banyak anak
Penegahan penyakit ini dilakukan dengan ara mengajarkan ibu untuk
melakukan latihan dasar pel:iks! Latihan ini bertujuan untuk menguatkan
2
otot rangka pada dasar pel:iks sehingga membentuk #ungsi s#ingter
eksternal pada kandung kemih!
2. &nkontinensia mendesak (Urge Incontinence)
Berkemih dapat dilakukan, tetapi orang biasanya berkemih sebelum
sampai ke toilet! +ereka tidak merasakan adanya tanda untuk berkemih!
Kondisi ini terjadi karena kandung kemih seseorang berkontraksi tanpa
didahului oleh keinginan untuk berkemih!
Kehilangan sensasi untuk berkemih ini disebabkan oleh adanya penurunan
#ungsi persara#an yang mengatur perkemihan!
Penatalaksanaanya adalah dengan melakukan bledder training yang
bertujuan melaih seseorang mengembalikan kontrol berkemih! Latihan ini
menakup pengkajian yang baik terhadap pola berkemih yang normal pada
seseorang! Kemudian dilakukan suatu upaya untuk mengikuti pola ini agar
klien menapai kontinensia sebagai tahap pertama, kemudian seara
bertahap menunda -aktu untuk pergi ke toilet! 5al ini dimaksudkan agar
klien dapat menahan kemih dalam -aktu yang lama!
3. &nkontinensia aliran berlebihan (Overflow)
"eseorang yang menderita inkontiensia overflow akan mengeluh bah-a
urinenya mengalir terus menerus! 5al ini disebabkan karena obstruksi pada
saluran kemih seperti pada pembesaran prostat atau konstipasi! 1ntuk
pembesaran prostat yang menyebabkan inkontinensia dibutuhkan tindakan
pembedahan dan untuk konstipasinya relati# mudah diatasi!
4. &nkontinensia re#leks
&ni terjadi karena sistem sara# pusat yang terganggu seperti pada dimensia!
%alam hal ini, pengosongan kandung kemih dipengaruhi re#leks yang
dirangsang oleh pengisian! Kemampuan rasa ingin berkemih dan berhenti
berkemih tidak ada!
Penatalaksanaannya dengan permintaan untuk miksi seara teratur setiap
jam atau dengan menggunakan kateter dan sekarang banyak menggunakan
diapers ukuran de-asa!
5. &nkontinensia #ungsional
Pada klien ini mempunyai kandung kemih dan saluran urine yang utuh dan
tidak mengalami kerusakan persara#an yang seara langsung
mempengaruhi sistem perkemihan tersebut! Kondisi ini munul akibat
beberapa ketidakmampuan lain yang mengurangi kemampuannya untuk
mempertahankan kontinensia! 4ontohnya, seseorang yang mempunyai
keterbatasan gerak atau berada di kursi roda, mungkin tidak mampu untuk
pergi ke toilet atau berpindah ke dan dari toilet duduk! "eseorang yang
menderita ini masih mampu untuk mempertahankan kontinensia dengan
bantuan dan masih mempunyai keinginan untuk kontinensia! Klien perlu
diberi kesempatan berkemih!
C. ET&;L;G&
+enurut +aryam, $'()(* ada ' #aktor yang berkonstribusi terhadap
perkembangan inkontinensia adalah #aktor #isiologis dan psikologis! 8aktor
psikologis dapat menangkup depresi dan apatis yang dapat memperberat
3
kondisi, sehingga sulit untuk mengatasi masalah ke arah normal! Beberapa
kondisi psikiatri dan kerusakan otak organik seperti dimensia juga dapat
menyebabkan inkontinensia! 8aktor anatomis dan #isiologis dapat menakup
kerusakan sara# spinal yang menghanurkan mekanisme normal untuk
berkemih dan rasa ingin menghentikannya! Penglihatan yang kurang jelas,
in#eksi saluran perkemihan, dan medikasi tertentu seperti diuretik juga
berhubungan dengan inkontinensia! 9anita yang melahirkan dan laki , laki
dengan gangguan pada prostat enderung mengalami kerusakan kandung
kemih akibat trauma atau pembedahan!
D. PAT;8&"&;L;G&
+enurut "tanlay,$'((3*&nkontinensia urine dapat terjadi dengan
berbagai mani#estasi, antara lain6
a. Perubahan yang terkait dengan usia pada sistem Perkemihan <esika
1rinaria $Kandung Kemih*
Kapasitas kandung kemih yang normal sekitar 2(( , =(( ml! %engan
sensasi keinginan untuk berkemih diantara )/( , 2/( ml! Berkemih dapat
ditundas ) , ' jam sejak keinginan berkemih dirasakan! Ketika keinginan
berkemih atau miksi terjadi pada otot detrusor kontrasi dan s#ingter
internal dan s#ingter ekternal relaksasi,yang membuka uretra! Pada orang
de-asa muda hampir semua urine dikeluarkan dengan proses ini!
Pada lansia tidak semua urine dikeluarkan, tetapi residu urine /( ml
atau kurang dianggap adekuat! 7umlah yang lebih dari )(( ml
mengindikasikan adanya retensi urine!
Perubahan yang lainnya pada peroses penuaan adalah terjadinya
kontrasi kandung kemih tanpa disadari! -anita lansia, terjadi penurunan
produksi esterogen menyebabkan atropi jaringan uretra dan e#ek akibat
melahirkan mengakibatkan penurunan pada otot , otot dasar $"tanley +
> Beare G Patriia, '((=*!
b. 8ungsi otak besar yang terganggu dan mengakibatkan kontraksi kandung
kemih!
Terjadi hambatan pengeluaran urine dengan pelebaran kandung
kemih, urine banyak dalam kandung kemih sampai kapasitas
berlebihan! 8ungsi s#ingter yang terganggu menyebabkan kandung kemih
boor bila batuk atau bersin
4
E. PAT59A?
F. +AN&8E"TA"& KL&N&"
Tanda , tanda &nkontinensia 1rine menurut $5!Alimun A@is, '((=*
1. &nkontinensia %orongan atau mendesak
a. "ering miksi
b. "pasme kandung kemih
2. &nkontinensia total atau aliran berlebihan (Overflow)
a. Aliran konstan terjadi pada saat tidak diperkirakan!
b. Tidak ada distensi kandung kemih!
c. Nokturia dan Pengobatan &nkontinensia tidak berhasil!
3. &nkontinensia stres
a. Adanya urin menetes dan peningkatan tekanan abdomen!
b. Adanya dorongan berkemih!
c. "ering miksi!
d. ;tot pel:is dan struktur penunjang lemah!
4. &nkontinensia re#leks
a. Tidak dorongan untuk berkemih!
b. +erasa bah-a kandung kemih penuh!
c. Kontraksi atau spesme kandung kemih tidak dihambat pada inter:al!
5. &nkontinensia #ungsional
5
Faktor fiio!ogi " faktor #iko!ogi
$er%aka& #ada otot detr%or' fi&gter i&ter&a!' ekter&a!
$a&d%&g ke(ih bocor' #a(e ka&d%&g ke(ih
)&ko&te&ia *ri&e
+er%baha& #o!a e!i(i&ai, %ri&e -dk b (e&go&tro! (iki
.a&gg%a& citra diri Bereiko (e&giritai k%!it diekitar a!at ke!a(i&
/eti ga&gg%a& i&tegrita k%!it
0okt%ria
a. Adanya dorongan berkemih!
b. Kontraksi kandung kemih ukup kuat untuk mengeluarkan urin!
Gejala &nkontinensia 1rine menurut $Potter > Perry, '((/*
1. &nkontinensia dorongan atau mendesak gejalanya adalah berkemih sering
disertai oleh tingginya #rekuensi berkemih $lebih sering dari ' jam sekali*!
"pasme kandung kemih atau kontraktur berkemih dalam jumlah keil
$kurang dari )(( ml* atau dalam jumlah besar $lebih dari /(( ml*!
2. &nkontinensia total atau aliran berlebih gejalanya adalah urine tetap
mengalir pada -aktu , -aktu yang tidak dapat diperkirakan nokturia, tidak
menyadari bah-a kandung kemihnya berisi!
3. &nkontinensia stres gejalanya adalah keluarnya urine pada saat tekanan
intra abdomen meningkat dan seringnya berkemih!
4. &nkontinensia re#leks gejalanya adalah Tidak menyadari bah-a kandung
kemihnya sudah terisi, kurangnya untuk berkemih, kontraksi spasme
kandung kemih yang tidak diegah!
5. &nkontinensia #ungsional gejalanya adalah mendesaknya keinginan untuk
berkemih menyebabkan urin keluar sebelum menapai tempat yang sesuai!
.. K;+PL&KA"&
+enurut R! "iti +aryam, dkk $'((A* &nkontinensia dapat
menyebabkan terjadinya iritasi kulit, menimbulkan stres keluarga, teman dan
orang yang mera-at!
1. PE+ER&K"AAN PEN1N7ANG
1. Pengkajian #ungsi otot destrusor
2. Radiologi dan pemeriksaan #isik $ mengetahui tingkat keparahan . kelainan
dasar panggul *
3. 4ystometrogram dan elektromyogram
4. Laboratorium 6 Elektrolit, ureum, reatinin, glukosa, dan kalsium serum
dikaji untuk menentukan #ungsi ginjal dan kondisi yang menyebabkan
poliuria!
5. Kultur 1rine
a. "teril
b. Pertumbuhan tak bermakna $)((!((( koloni.ml*
=! ;rganisme
B! 4atatan Berkemih $<oiding reord*
4atatan berkemih dilakukan untuk mengatasi pola berkemih!atatan ini
digunakan untuk menatat -aktu dan jumlah urin saat mengalami
inkontinensia urin, dan gejala berkaitan dengan inkontinensia urin!
Penatatan pola berkemih tersebut dilakukan selama ) sampai 2 hari!
4atatan tersebut dapat digunakan untuk memantau respon terapi dan juga
dapat dipakai sebagai inter:ensi terapeutik karena dapat menyadarkan
6
pasien #aktor #aktor yang memiu terjadinya inkontinensia urin pada
dirinya!
). PENATALAK"ANAAN
Penatalaksanaan inkontinensia urin menurut +uller $'((3* adalah
mengurangi #aktor resiko, mempertahankan homeostasis, mengontrol
inkontinensia urin, modi#ikasi lingkungan, medikasi, latihan otot pel:is dan
pembedahan! %ari beberapa hal tersebut di atas, dapat dilakukan sebagai
berikut 6
1. Peman#aatan kartu atatan berkemih
?ang diatat pada kartu tersebut misalnya -aktu berkemih dan jumlah urin
yang keluar, baik yang keluar seara normal, maupun yang keluar karena
tak tertahan, selain itu diatat pula -aktu, jumlah dan jenis minuman yang
diminum.
2. Terapi non #armakologi
%ilakukan dengan mengoreksi penyebab yang mendasari timbulnya
inkontinensia urin, seperti hiperplasia prostat, in#eksi saluran kemih,
diuretik, gula darah tinggi, dan lainClain!
Adapun terapi yang dapat dilakukan adalah 6 +elakukan latihan
menahan kemih $memperpanjang inter:al -aktu berkemih* dengan teknik
relaksasi dan distraksi sehingga #rek-ensi berkemih =CB D.hari! Lansia
diharapkan dapat menahan keinginan untuk berkemih bila belum
-aktunya!
Lansia dianjurkan untuk berkemih pada inter:al -aktu tertentu, mulaC
mula setiap jam, selanjutnya diperpanjang seara bertahap sampai lansia
ingin berkemih setiap 'C2 jam!+embiasakan berkemih pada -aktuC-aktu
yang telah ditentukan sesuai dengan kebiasaan lansia! Promted :oiding
dilakukan dengan ara mengajari lansia mengenal kondisi berkemih
mereka serta dapat memberitahukan petugas atau pengasuhnya bila ingin
berkemih! Teknik ini dilakukan pada lansia dengan gangguan #ungsi
kogniti# $berpikir*! +elakukan latihan otot dasar panggul dengan
mengkontraksikan otot dasar panggul seara berulangCulang!
Adapun araCara mengkontraksikan otot dasar panggul tersebut
adalah dengan ara 6
Berdiri di lantai dengan kedua kaki diletakkan dalam keadaan terbuka,
kemudian pinggul digoyangkan ke kanan dan ke kiri E )( kali, ke depan ke
belakang E )( kali! Gerakan seolahColah memotong #eses pada saat kita
buang air besar dilakukan E )( kali! 5al ini dilakukan agar otot dasar
panggul menjadi lebih kuat dan urethra dapat tertutup dengan baik!
3. Terapi #armakologi
;bat , obat yang dapat diberikan pada inkontinensia urgen adalah
antikolinergik seperti ;Dybutinin, Propantteine, %iylomine, #la:oDate,
&mipramine! Pada inkontinensia stress diberikan al#a adrenergi agonis,
7
yaitu pseudoephedrine untuk meningkatkan retensi urethra! Pada s#ingter
relaD diberikan kolinergik agonis seperti Bethanehol atau al#akolinergik
antagonis seperti pra@osin untuk stimulasi kontraksi, dan terapi diberikan
seara singkat!
4. Terapi pembedahan
Terapi ini dapat dipertimbangkan pada inkontinensia tipe stress dan
urgensi, bila terapi non #armakologis dan #armakologis tidak berhasil!
&nkontinensia tipe o:er#lo- umumnya memerlukan tindakan pembedahan
untuk menghilangkan retensi urin! Terapi ini dilakukan terhadap tumor,
batu, di:ertikulum, hiperplasia prostat, dan prolaps pel:i $pada -anita*!
5. +odalitas lain
"ambil melakukan terapi dan mengobati masalah medik yang
menyebabkan inkontinensia urin, dapat pula digunakan beberapa alat
bantu bagi lansia yang mengalami inkontinensia urin, diantaranya adalah
pampers, kateter, dan alat bantu toilet seperti urinal, komod dan bedpan!
BAB III
KONSEP DASAR KEPERAWATAN GERONTIK
A. %e#inisi
Kepera-atan Gerontik adalah suatu pelayanan pro#esional yang berdasarkan
ilmu dan kiat.tehnik kepera-atan yang berbentuk bioCpsikoCsosialCkultural
dan spiritual yang holistik yang ditujukan pada klien lanjut usia baik sehat
maupun sakit pada tingkat indi:idu, keluarga, kelompok, dan masyarakat
$Bandiyah! '((3*! +enurut pasal & ayat ', 2, F dalam 11 no )2 tahun )33A
tentang kesehatan dikatakan bah-a usia lanjut ialah seorang yang telah
menapai usia lebih dari =( tahun!Gerontik +enurut 95; yang dianggap
dengan lanjut usia adalah seorang manusia golongan umur =/ tahun keatas,
8
tetapi ada juga yang mengambil batas =( tahun keatas, bahkan ada pula yang
menganggap orang yang berumur /( tahun keatas $95; '()( G %it! ?ankes
'()(*!
1. BatasanCBatasan Lanjut 1sia
+engenai kapankah orang tersebut disebut lansia, sulit dija-ab seara
memuaskan! %i ba-ah ini dikemukakan beberapa pendapat mengenai
batasan umur lansia!
a. +enurut 95; $ ;rganisasi Kesehatan dunia *
12 1sia pertengahan $middle Age* H F/C/3 tahun!
22 Lanjut 1sia $elderly* H =(CBF tahun
32 Lanjut 1sia Tua $;ld* H B=C3( tahun
42 1sia "angat Tua $<ery ;ld* H I3( tahun
b. Pro# %r! Ny "umiati Ahamad +ohamad
12 (C) tahun H masa bayi
22 )C= tahun H masa prasekolah
32 =C)( tahun H masa sekolah
42 )(C''( tahun H masa pubertas
52 F(C=/ tahun H Prasenium $ masa setengah umur *
62 I=/ tahun H "enium $ masa lanjut usia *
BAB IV
ASUHAN KEPERAWATAN
A. Pengkajian
Pengkajian dilaksanakan pada hari selasa tanggal 2( Agustus '()F pukul
)(!(( 9&B
1. &dentitas
a. &dentitas Pasien
Nama 6 Tn! A
1mur 6 BB Tahun
Pendidikan terakhir 6 "+P
Agama 6 &slam
"tatus Perka-inan 6 %uda
TB. BB 6 )=/ m. /( Kg
Penampilan 1mum 6 Badan tampak bugar, berjalan dengan bantuan
tongkat
4iri , iri tubuh 6 Badan agak kurus, berjalan bungkuk dengan
bantuan tongkat, rambut dipotong pendek
ber-arna putih, -arna kulit sa-o matang,
hidung manung
Alamat 6 %usun Ronggo RT () R9 (), %esa Baturejo ,
ke! "ukolilo , Pati
;rang yang dapat dihubungi 6 Tn! "
5ub! %engan Klien 6 Anak Pasien
2. Ri-ayat Keluarga
a. Genogram
9
b. Keterangan
: LakiCLaki Normal
: 9anita Normal
: LakiCLaki yang pernah mengalami hipertensi
: 9anita yang pernah mengalami hipertensi
: pasien yang mengalami inkontinensia dengan hipertensi
3. Ri-ayat Pekerjaan
Pasien mengatakan dulu bekerja sebagai ketua dusun setempat, tetapi
sekarang bekerja sebagai petani dengan bantuan anak laki , laki nya!
4. Ri-ayat Lingkungan 5idup
Pasien tinggal dengan keluarga anak terakhirnya tetapi pasien berada
dirumah belakang sedangkan anaknya di depan!
Penerangan 6 penerangan baik, pada siang hari ada ahaya dari :entilasi
rumah! Lantai tidak liin! Keadaan rumah datar! Tata ruang tidak sering
diubah, kamar mandi berada dibelakang rumah, didekat dapur, peralatan
yang diperlukan tidak jauh dari jangkauan, pasien menggunakan ember
keil sebagai tempat seni ketika malam hari!
5. Ri-ayat Rekreasi
Keluarga mengatakan pasien suka menonton t:
6. "istem Pendukung yang %igunakan
Biaya hidup pasien ditanggung oleh sendiri, rumah pasien ukup dekat
dari sarana kesehatan, pasien menggunakan tongkat sebagai alat bantu
jalan dan pasien mengatakan sebagai seorang perokok berat!
7. %eskripsi Kekhususan. Kebiasaan Ritual
Pasieen mengatakan menjalankan ibadah sesuai ajaran agamanya tetapi
dengan semampunya saja!
8. "tatus kesehatan "aat &ni
Pasien mengatakan sulit untuk mengerakan kakinya atau kaki terasa
kaku!
9. "tatus Kesehatan +asa Lalu
Pasien mengatakan pada bulan 7uni '()F pasien dira-at selama 2 hari
dirumah sakit PB karena keluahan sesak na#as, dan kaki lemas dan
pernah dipasang selang pipis!
10. A%L $Ati:ity %aily Li:ing*
a. Berdasarkan &ndeks KATJ"
12 +akan
a2 Pasien manpu memegang, mengambil dan memasukan
makanan. minuman ke dalam mulut sendiri
10
b2 Pasien mampu mengunyah
c2 Pasien mampu menelan
22 Kontinen
a2 Pasien terkadang tidak mampu menahan BAK sampai ke toilet
b2 Pasien sering BAK ketika malam hari $BAK lebih dari 'D
setiap malam*
32 Berpindah
a2 Pasien dapat berjalan dengan bantuan tongkat
b2 Pasien tidak dapat berlari
c2 +ampu memindahkan posisi dari duduk menjadi berdiri
maupun sebaliknya
42 Kekamar keil
a2 Pasien mampu melakukan ui muka, membasahi rambut,
tangan, telinga, menui tangan hanya setelah makan, setelah
BAK. BAB tidak menui tangan dengan sabun, tidak
melakukan pera-atan khusus!
52 Berpakaian
a2 Pasien mampu memakai pakaian dengan baik, menganing
pakaian
62 +andi
a2 Pasien dapat melakukan personal hygiene dengan baik, mampu
mandi dengan mandiri!
Klasi#ikasi &ndeks KATJ" 6 4 $pasien mandiri keuali kontinen dan
) #ungsi lain*
b. Psikologi Klien +eliputi 6
12 Persepsi klien terhadap penyakit
Pasien mengatakan mau sembuh dari penyakit yang dideritanya!
22 Konsep diri
Pasien malu karena sering BAK dan terkadang tidak bisa
menahan BAK tersebut!
32 Emosi
Pasien merasa keadaan emosinya sekarang sedang stabil!
42 Kemampuan adaptasi
Pasien dapat beradaptasi dengan lingkungan!
52 +ekanisme pertahanan diri
Pasien memahkan masalahnya dengan bererita kepada anak C
anaknya!
11. Tinjauan "istem
a. Keadaan 1mum
General appearane. penampilan umum 6 sedikit lemas
b. Tingkat kesadaran 6 4omposmentis
c. "kala Koma Glasgo-
G4" H )/
11
E 6 F
+ 6 =
< 6 /
d. Tanda , tanda :ital
12 Tekanan %arah 6 )=(.3( mm5g
22 Respiratory Rate 6 '( D. menit
32 Nadi 6 AF D. menit
42 Temperature 6 2=
(
4
e. Tinggi Badan dan Berat Badan
TB. BB 6 )=/ m. /( Kg
f. Kulit
9arna kulit sa-o matang, kulit terlihat bersih, tidak ada luka, terlihat
keriput karena proses aging, turgor kulit elastis kembali kurang dari )
detik, tidak ada gangguan pigmentasi kulit
g. 1lkus %ekubitus
Pasien tidak memiliki ulkus dekubitus
h. Kepala
Bentuk kepala 6 "imetris, mesohepal
i. Rambut, kulit kepala dan kuku
Rambut kepala 6 ber-arna hitam ke putih , putihan!
Kulit kepala 6 Tidak ada benjolan, tidak ada lesi, kulit kepala
bersih tidak ada ketombe
Kuku 6 sudut antara kuku )A(
(
dasar kuku kokoh tetapi
kuku terlihat panjang dan kotor, 4RT ) detik
3. +ata
Konjungti:a tidak anemis, slera tidak ikterik, pupil isokor, simetris
antara kanan dan kiri, tidak memakai alat bantu penglihatan!
k. Telinga
Bentuk simetris, terdapat sedikit penumpukan serumen, tidak
memakai alat bantu pendengaran!
!. 5idung
"aluran hidung bersih tidak ada sumbatan maupun benjolan, tidak ada
polip, tidak terpasang ;
'
(. +ulut > gigi
Bibir kering tetapi tidak terdapat lesi, bentuk simetris, gigi tanggal,
tidak ada karies, gusi tidak ada perdarahan maupun lesi, lidah lembab,
simetris, tidak ada lesi, tidak ada pembesaran tonsil!
&. Leher
Tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran kelenjar tiroid!
o. Payudara
Payudara tidak ada lesi, tidak ada benjolan, tidak ada nyeri tekan
#. "istem 4ardio:askuler
12
&nspeksi 6 tidak tampak itus ordis
Palpasi 6 teraba itus ordis pada &4" keC/ midla:iula sinistra
Perkusi 6 bunyi pekak
Auskultasi 6 suara ") dan "' reguler, tidak ada gallop dan mur
mur!
4. "istem Respirasi
&nspeksi 6 bentuk simetris, tidak ada retraksi interkosta
Palpasi 6 :oal #remitus paru kanan sama kuat dengan paru kiri!
Perkusi 6 bunyi sonor
Auskultasi 6 :esikuler lemah pada semua lapang paru, tidak ada
suara na#as tambahan $ -hee@ing, ronhi*!
r. "istem Gastrointestinal
&nspeksi 6 bentuk datar, tidak ada benjolan umbilius, tidak ada
lesi, tidak ada asites
Auskultasi 6 peristatik usus )2 D. menit
Perkusi 6 bunyi timpani
Palpasi 6 tidak ada nyeri tekan, tidak ada massa!
. Anus dan Genetalia
Genetalia 6 Alat genetalia tidak bisa terkaji karena pasien malu,
tidak terpasang %4
Anus 6 Tidak bisa terkaji karena pasien menolak
t. "istem perkemihan
Pasien BAK )(D. hari E)/(( per hari dengan bau khas urine, -arna
kuning jernih!
%. "istem musuloskeletal
12 Ektermitas
a2 "uperior
Kekuatan otot superior )((0, tidak ada de#ormitas, terasa akral
panas, tidak ada :arises, tidak ada oedem!
b2 &n#erior
Ekstremitas ba-ah kekuatan B/0, tidak ada de#ormitas, terasa
akral panas, ada :arises pada tungkai kanan dan kiri ba-ah,
tidak ada oedem, tidak terjadi atropi otot ekstremitas ba-ah!
+enggunakan alat bantu jalan berupa tongkat
5. "istem endokrin
Pasien mengatakan tidak pernah mengalami penyakit gondok dan gula
6. "istem imun
Tidak terjadi pembesaran pada kelenjar lim#e, pasien tidak pernah
mengalami alergi
7. "istem gastrointestinal
Pasien mengatakan BAB )D. ' hari, #ases lembek terkadang keras, bau
khas #ases, -arna #ases kuning keoklatan!
8. "istem reproduksi
Pasien mengatakan tidak ada gangguan!
13
9. "istem persyara#an
12 syara# kranial ber#ungsi dengan normal dengan sedikit gangguan 6
12 Ner:us ;l#atorius
Pasien mampu mengenal bau , bauan yang didekatkan dengan
hidung pasien $minyak -angi dan minyak kayu putih*
22 Ner:us ;ptikus
<isus pasien berkurang, pasien tidak mampu melihat benda yang
jauh dan keil
32 Ner:us ;kulomotorius
Gerakan bola mata normal
42 Ner:us trokhearis
Gerakan bola mata normal
52 Ner:us trigeminus
Pasien dapat mengunyah, dan menggerakkan rahang
62 Ner:us abdusen
Gerakan bola mata normal
72 Ner:us #asialis
Pasien dapat merasakan. membedakan test yang dilakukan
82 Ner:us :estibulo akustikus
Test rinne positi#, test -eber sama keras, pasien mampu berjalan
sesuai petunjuk yang dibuat dengan bantuan tongkat!
92 Ner:us Gloso#aringeus
Pasien mampu menelan, menguapkan KaaahhL, u:ula tetap
ditengah
102 Ner:us :agus
Pasien mampu menelan, menguapkan KaaahhL, u:ula tetap
ditengah
112 Ner:us aksesoris
Pasien mampu mengangkat bahu, dapat menolehkan kepala
dengan normal
122 Ner:us 5ipoglosus
Pasien dapat mengerakan lidah sesuai dengan instruksi
12. Pengkajian "tatus 8ungsional
Berdasarkan &ndeks KATJ" 6
a. +akan
12 Pasien manpu memegang, mengambil dan memasukan makanan.
minuman ke dalam mulut sendiri
22 Pasien mampu mengunyah
32 Pasien mampu menelan
b. Kontinen
12 Pasien terkadang tidak mampu menahan BAK sampai ke toilet
22 Pasien sering BAK ketika malam hari $BAK lebih dari 'D setiap
malam*
c. Berpindah
12 Pasien dapat berjalan dengan bantuan tongkat
14
22 Pasien tidak dapat berlari
32 +ampu memindahkan posisi dari duduk menjadi berdiri maupun
sebaliknya
d. Kekamar keil
12 Pasien mampu melakukan ui muka, membasahi rambut, tangan,
telinga, menui tangan hanya setelah makan, setelah BAK. BAB
tidak menui tangan dengan sabun, tidak melakukan pera-atan
khusus!
e. Berpakaian
12 Pasien mampu memakai pakaian dengan baik, menganing pakaian
f. +andi
12 Pasien dapat melakukan personal hygiene dengan baik, mampu
mandi dengan mandiri!
Klasi#ikasi &ndeks KATJ" 6 4 $pasien mandiri keuali kontinen dan )
#ungsi lain*
13. "tatus Kogniti# dan a#ekti#
a. Pengkajian status mental gerotik dengan "P"+M
BENAR "ALA5 N; PERTAN?AAN
N () Tanggal berapa hari O
N (' 5ari apa sekarang ini O
N (2 Apa nama tempat ini O
N (F %imana alamat anda O
N (/ Berapa umur anda O
N (= Kapan anda lahir O
N (B "iapa presiden &ndonesia sekarang O
N (A "iapa presiden &ndonesia sebelumnya O
N (3 "iapa nama ibu anda O
N )( Kurangi 2 dari '( dan tetap pengurangan 2 dari
setiap angka baru, semua seara manurun
Penilaian "P+"M 6 8ungsi intelektual utuh $tidak ada gangguan*
14. Pengkajian status soial
APGAR KEL1ARGA
No 8ungsi 1raian skore
) Adaptasi "aya puas bah-a saya dapat kembali pada
keluarga $teman , teman* saya untuk membantu
'
15
pada -aktu sesuatu menyusahkan saya
' 5ubungan "aya puas dengan ara keluarga $teman , teman*
saya membiarakan sesuatu dengan saya dan
mengungkapkan masalah dengan saya
'
2 Pertumbuhan "aya puas bah-a keluarga $teman , teman* saya
menerima dan mendukung keinginan saya untuk
melakukan akti:itas atau arah baru
'
F A#eksi "aya puas dengan ara keluarga $taman , teman*
saya mengekspresikan a#ek dan berespon
terhadap emosi , emosi saya, seprti marah, sedih,
atau menintai
'
/ Pemeahan "aya puas dengan ara temen , temen saya dan
saya menyediakan -aktu bersama sama
'
B. Analisa %ata
No %ata Etiologi +asalah
) %s 6 Pasien mengatakan
sering BAK dan
terkadang tidak bisa
menahan BAK!
%o 6 Pasien BAK )(D.
hari E)/(( per hari
dengan bau khas urine,
-arna kuning jernih!
&nkontinensia 1rine Perubahan pola
eliminasi6 BAK
' %s 6 Pasien malu karena
sering BAK dan
terkadang tidak bisa
menahan BAK tersebut
%o 6 pasien terlihat malu
ketika ditanya tentang
kebiasaan BAK nya!
Tidak bisa menahan miksi,
BAK sering
Gangguan itra diri
2 %s 6 pasien mengatakan
sukar mengerakan
kakinya, tersa kaku
%o 6 pasien terlihat
kesulitan dalam berjalan,
Ekstremitas ba-ah
kekuatan B/0, ada
:arises pada tungkai
kanan dan kiri ba-ah,
+enggunakan alat bantu
jalan berupa tongkat
penurunan kekuatan otot Gangguan mobilisasi
#isik
16
F %s 6 pasien mengatakan
sering BAK
%o 6 pasien terkadang
tidak bisa menahan BAK
sehingga BAK dielana
iritasi kulit oleh urine Resiko tinggi gangguan
integritas kulit
C. %iagnosa Kepera-atan
No %iagnosa Kepera-atan
) Perubahan pola eliminasi6 BAK b.d &nkontinesia 1rine
' Gangguan mobilisasi #isik b.d penurunan kekuatan otot
2 Gangguan itra diri b.d tidak bisa menahan miksi
F Resiko tinggi gangguan integritas kulit b.d iritasi kulit oleh urine
D. &nter:ensi Kepera-atan
N; %&AGN;"A T171AN KR&TER&A E<AL1A"& REN4ANA
1+1+ K51"1" KR&TER&A "TAN%ART
)! Gangguan
mobilisasi
b.d
penurunan
kekuatan
otot
"etelah
dilakukan
tindakan
kepera-atan
selama ' D
'F jam
diharapkan
pasien
berpartisipasi
dalam
akti#itas
Pasien
mengalami
peningkatan
mobilisasi
)* +engutarakan
keinginan dan
berpartisipasi
dalam akti#itas
sehari , hari!
'*+endemonstra
sikan teknik.
tingkah laku
yang
meningkatkan
kelangsungan
atau kembali
melakukan
akti#itasnya!
2*+empertahank
an.
meningkatkan
kekuatan dan
#ungsi , #ungsi
bagian yang
)* klien dapat
mengutaraka
n dan
berpartisipasi
'* klien dapat
mendemonstr
asikan
teknik .
tingkah laku
yang
meningkatka
n
kelangsungan
atau kembali
melakukan
akti:itasnya
2* klien
mampu
mempertahan
kan .
)*Tentukan
kemampuan
#ungsional
$skala ( , F*
dan alasan
ketidakseimb
angan!
Rasional
6mengidenti#
ikasi
kebutuhan.
tingkat
inter:ensi
yang
dibutuhkan
'*Renanaka
n akti:itas.
kunjungan
dengan
periode
istirahat
17
terpengaruh! meningkatka
n kekuatan
adekuat
sesuai
kebutuhan
Rasional6
menegah
kepenatan,
menghemat
energi untuk
melanjutkan
partisipasi
2*Berikan
lingkungan
yang terang
bagi pasien
yang
mengalami
penurunan
pengelihatan
Rasional
6menegah
terjadinya
keelakaan
dan
menurunya
sensori
penglihatan!
Bila pasien
buta, akan
membutuhka
n bantuan
dan orientasi
lingkungan
F*ajarkan
teknik R;+
'! Perubahan
pola
eliminasi 6
BAK b.d
&nkontinensi
a urine
setelah
dilakukan
tindakan
kepera-atan
selama 'D'F
jam pasien
dapat
mengurangi
atau
mengatasi
Pola
eliminasi
pasien dapat
berkemih
dengan
normal
&ndi:idu akan
menjadi kontinen
$terutama selama
siang hari,
malam, 'F jam*
dan mampu
mengidenti#ikasi
penyebab
inkontinens dan
rasional untuk
Klien mampu
menjadi
kontinen dan
mengidenti#i
kasi
penyebab
inkontinen
)*Tentukan
pola
berkemih
normal
pasien dan
tentukan
:ariasi
Rasional6Kal
kulus dapat
menyebabka
18
pola
eliminasi
agar dapat
berkemih
normal,
dapat
menahan
BAK
pengobatan n eksitalitas
sara#, yang
menyebabka
n sensasi
berkemih
segera!
Biasanya
#rekuensi
dan urgensi
meningkat
bila kalkulus
mendekati
pertemuan
uretro:esikal
'*%orong
meningkatka
n pemasukan
airan
Rasional6
Peningkatan
hidrasi
membilas
bakteri,
darah,dan
debris dan
dapat
membantu
le-atnya
batu
2*"elidiki
keluhan
kandung
kemih
penuh,
palpasi
untuk daerah
suprapubik
Rasional6Ret
ensi urine
dapat terjadi
menyebabka
n distensi
jaringan dan
potensial
resiko
19
in#eksi,
gagal ginjal
F*Ajari
pasien
bladder
training
Rasional6
pasien dapat
mengetahui
keadaan
dimana
pasien ingin
berkemih
dan pasien
dapat
menahan
BAK dengan
normal
2! Gangguan
itra diri b.d
tidak bisa
menahan
miksi
setelah
dilakukan
tindakan
kepera-atan
selama 'D'F
jam pasien
dapat
menerima
keadaan
tersebut,
melakukkan
koping yang
baik
Pasien
dapat
meningkatk
an itra diri
indi:idu
menerima
keadaan, mau
berakti:itas dan
berinteraksi
dengan
lingkuangan
tanpa rasa malu
dengan
penyakitnya!
Klien mampu
menerima
keadaan mau
berakti#tas
dan
berinteraksi
)*Kaji
pengetahuan
klien tentang
penyakit
yang
dialaminya
Rasional6
mengetahui
tingkat
pemahaman
pasien
tentang
penyakitnya
'*Beri
in#ormasi
klien tentang
penyakitnya
Rasional6
pengetahuan
tentang
penyakitnya
dapat
membuat
pasien mau
menerima
keadaan
20
yang ada!
2*%orong
klien untuk
menyatakan
perasaan
Rasional6
pasien
menjadi lega
setelah
mengeluarka
n perasaan
yang
dipendamny
a!
F*%orong
klien untuk
berakti:itas
dan
berinteraksi
dalam
lingkungany
a!
Rasional6
pasien mulai
beradaptasi
dengan
lingkungan
membuktika
n pasien
mulai
menerima
keadaan!
F! Resiko
tinggi
gangguan
intregitas
kulit b.d
iritasi kulit
oleh urine
setelah
dilakukan
tindakan
kepera-atan
selama 'D'F
jam pasien
tidak
mengalami
gangguan
integritas
kulit
1ntuk
mengurangi
intregitas
kulit karena
iritasi
kulit sekitar alat
kelamin tidak
menunjukan
terjadi proses
in#lamasi!
Klien mampu
menjaga kulit
sekitar
kelamin tidak
iritasi .
im#lamasi
)*1bah
posisi
dengan
sering
$setiap ' jam
sekali*
Rasional6
menjaga
kelembapan
kulit agar
tidak terjadi
iritasi!
21
'*Berikan
pera-atan
kulit
Rasional
6memperep
at
penyembuha
n iritasi
2*7aga kulit
agar tetap
kering
Rasional6
kulit yang
lembab
dapat
mengakibatk
an
munulnya
iritasi kulit
F*Berikan
pakaian dari
bahan yang
dapat
menyerap air
Rasional6
menjaga
kelembaban
kulit
E. &mplementasi
%&AGN;"A T171AN
K51"1"
TANGGAL &+PLE+ENTA"& E<AL1A"&
)! Gangguan
mobilisasi b.d
penurunan
kekuatan otot
Pasien
mengalami
peningkatan
mobilisasi
2) . A.'()F +enentukan
kemampuan
#ungsional $ skala (C
F * dan alas an
ketidakseimbangan
" 6 Pasien
mengatakan
dapat berjalan
dengan tongkat
; 6 Pasien
terlihat
berjalan
22
menggunakan
tongkat , skala
tergantungan '
+erenanakan
akti:itas . kunjungan
dengan periode
istirahat adekuat
sesuai kebutuhan
" 6 Pasien mau
mengikuti
instruksi dari
tenaga
kesehatan
; 6 pasien
terlihat lebih
segar setelah
mengikuti
instruksi dari
pera-at
+ensituasikan
lingkungan yang
kondusi# , aman
untuk latihan
mobilisasi
" 6 pasien
mengikuti
instruksi dari
pera-at
; 6 Pasien
tampak lebih
nyaman
berlatih
mobilisasi
setelah
lingkungan
kondusi#
+engajarkan teknik
R;+
" 6 pasien
bersedia
dilakukan
R;+
; 6 pasien
tampak
mengikuti
instruksi dari
pera-at
'! Perubahan pola
eliminasi 6 BAK
b.d &nkontinensia
urine
Pola eliminasi
pasien dapat
berkemih
dengan normal
2) . A.'()F +enentukan pola
berkemih normal
pasien dan tentukan
:ariasi
" 6 pasien
mengatakan
bah-a pasien
sering
berkemih
kurang lebih
)( kali per hari
; 6 Pasien
terlihat sering
berkemih,
berkemih
23
dalam kurang
lebih ' jam
sekali
+endorong
meningkatan
pemasukan airan
" 6 Pasien mau
banyak minum
; 6 pasien
minum A gelas
sehari
+enyelidiki keluhan
kandung kemih
penuh, palpasi untuk
daerah suprapubik
" 6 pasien
mengeluh
kadang BAK
tidak bisa
tertahan
; 6kandung
kemih pasien
tidak penuh ,
inkontinensia
bukan karena
pembesaran
prostat!
+engajari pasien
bladder train ing
" 6 Pasien mau
diajari
; 6 pasien
mulai tahu
kapan terasa
ingin BAK ,
Pasien mampu
melakukan
blader training
dengan baik!
2! Gangguan itra
diri b.d tidak bisa
menahan miksi
Pasien dapat
meningkatkan
itra diri
) . 3 .'()F +engkaji
pengetahuan klien
tentang penyakit
yang dialaminya
" 6 pasien
belum paham
tentang
penyakitnya
; 6 pasien
hanya
mengatakan ini
terjadi karena
proses penuaan
memberi in#ormasi
klien tentang
penyakitnya
" 6 pasien mau
diberi
penjelasan
tentang
penyakitnya
; 6 pasien
mulai tahu
24
dengan
keadaan yang
terjadi pada
dirinya
mendorong klien
untuk menyatakan
perasaan
" 6 pasien
mengatakan
tentang
perasaan yang
agak malu
tentang BAK
yang tidak
dapat
terkendali
; 6 pasien
lebih lega dan
mulai bisa
menerima
keadaanya!
mendorong klien
untuk berakti:itas
dan berinteraksi
dalam lingkunganya
" 6 pasien
mengatakan
mau
berakti:itas
dan
berinteraksi
dengan
lingkungan
; 6 pasien
terlihat mulai
berinteraksi
dengan uu
nya
$lingkungan*
F! Resiko tinggi
gangguan
intregitas kulit
b.d iritasi kulit
oleh urine
1ntuk
mengurangi
intregitas kulit
karena iritasi
) . 3 .'()F mengubah posisi
dengan sering
$setiap ' jam sekali*
" 6 pasien mau
melakukan
; 6 pasien
mengubah
posisi setiap '
jam
memberikan
pera-atan kulit
" 6 pasien
mengatakan
bersedia
dilakukan
pera-atan
; 6 area lipatan
paha tidak
menunjukan
25
iritasi akibat
urine!
+emberikan pakaian
dari bahan yang
dapat menyerap air
" 6 pasien mau
memakai
pakaian yang
menyerap air
; 6 kulit pasien
tetap terjaga
kelembabanny
a!
F. E:aluasi
TANGGAL %iagnosa E:aluasi
2) . A .'()F )* Gangguan mobilisasi
#isik b.d penurunan
kekuatan otot
" 6 pasien mengatakan lebih nyaman
dengan mobilisasi yang diajarkan
pera-at
; 6 pasien terlihat lebih nyaman ketika
mobilisasi!
A 6 masalah belum teratasi
P 6 lanjutkan inter:ensi
C Berikan situasi yang kondusi#
C Bantu ambulasi
C Kolaborasi ahli terapis #isik
" 6 pasien mengatakan lebih nyaman
dengan mobilisasi dan latihan R;+
pasi# yang diajarkan pera-at, pasien
sudah tidak merasakan kaku , kaku
; 6 pasien terlihat lebih nyaman ketika
mobilisasi!
A 6 masalah sudah teratasi
P 6 pertahankan keadaan pasien
2) . A.'()F '* Perubahan pola
eliminasi6 BAK b.d
&nkontinesia 1rin
" 6 pasien mengatakan mulai merasakan
ketika ingin BAK tetapi terkadang masih
tdk bisa menahan BAK, pasien dapat
melakukan bladder training
; 6 pasien mulai mampu mengatur BAK,
dan tahu kapan BAK, tetapi tekadang
26
masih BAK dielana!
A 6 masalah belum teratasi
P 6 lanjutkan inter:ensi
C Peningkatan masukan airan
C +elakukan promted :oiding dan
bladder training
" 6 pasien mengatakan masih BAK
dielana tetapi #rekuensinya mulai
menurun
; 6 pasien mulai mampu mengatur BAK,
dan tahu kapan BAK, tetapi tekadang
masih BAK dielana!pasien BAK BD.
sehari, nokturia mulai berkurang
A 6 masalah belum teratasi
P 6 lanjutkan inter:ensi
C Peningkatan masukan airan
C +elakukan promted :oiding dan
bladder training
) . 3 .'()F Gangguan itra diri b.d
tidak bisa menahan miksi
" 6 pasien mengatakan lebih lega dan
mampu menerima keadaannya
; 6 pasien terlihat lebih peraya diri
karena mulai mampu menerima keadaan
A 6 masalah teratasi
P 6 pertahankan kondisi pasienG moti:asi
pasien untuk sembuh
) . 3 .'()F Resiko tinggi gangguan
integritas kulit b.d iritasi
kulit oleh urine
" 6 pasien mengatakan kulit disekitar alat
kelamin tidak mengalami kemerahan
; 6 kulit pasien tidak mengalami iritasi
A 6 masalah teratasi
P 6 pertahankan kondisi pasien
BAB V
PENUTUP
A. KE"&+P1LAN
1. &nkontinensia adalah berkemih di luar kesadaran, pada -aktu dan tempat
yang tidak tepat, dan menyebabkan masalah kebersihan atau sosial
2. &nkontinensia diklasi#ikasikan menjadi beberapa antara lain 6
a. &nkontinensia stress
b. &nkontinensia mendesak (Urge Incontinence)
c. &nkontinensia aliran berlebihan (Overflow)
d. &nkontinensia re#leks
e. &nkontinensia #ungsional
3. Ada ' #aktor yang berkonstribusi terhadap perkembangan inkontinensia
adalah #aktor #isiologis dan psikologis!
27
4. &nkontinensia dapat menyebabkan terjadinya iritasi kulit, meimbulkan
stres keluarga, teman dan orang yang mera-at!
DAFTAR PUSTAKA
Anonim! '()'! Askep Gerontik Inkontinensia Urine. Retrie:ed6 ;ktober )(, '()2!
8rom6 http6..all-hyoehy!blogspot!om.'()'.)(.askepCgerontikC
inkontenensiaCurine!html
%armojo, R! Boedhi > 5! 5adi +artono! '((3! Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia
an!ut) "disi ke#$. Balai Penerbitan 8akultas Kedokteran 1ni:ersitas
&ndonesia6 7akarta!
+ana#, Abdul! '()'! Asuhan Keperawatan Inkontinensia Urine. Retrie:ed6
;ktober )(, '()2! 8rom6
http6..abdulblogspot!blogspot!om.'()'.)(.asuhanCkepera-atanCpadaC
klienCnyCs!html
+aryam, R! "iti, dkk! '((3! %engenal Usia an!ut dan &erawatann'a. "alemba
+edika6 7akarta!
"tanley, +ikey > Patriia Gauntlett Beare! '((3! (uku A!ar Keperawatan
Gerontik "disi ). EG46 7akarta!
28