Está en la página 1de 50

1

ASKEP KEDARURATAN
SHOCK (SYOK)
2
Pengertian :
Mrpk sindrom yg ditandai dg hipoperfusi jar.
Etiologi :
1. Kehilangan drh
2. Kehilangan cairan selain drh
3. Pergeseran cairan ke ruang tubuh yg lain
Jeis-jenis shock :
1. Hipovolemik
2. Kardiogenik
3. Vsogenik
Inti dr ketiga shok tsb adl : penurunan perfusi jar.


3
Patofisiologi Shock
Efek syok seluler :
Sel kekurangan O2

Sel menghasilkan energi mel metabolisme anaerob

Energi yg dihasilkan rendah & lingk seluler asam

Fungsi normal sel menurun

Sel bengkak & membrannya mjd > permiable

Ciran & elektrolit merembes dr dan ke sel

Pompa natrium, kalium mjd tgg

Struktur sel mjd rusak

Kematian sel
4
Fase Shock : dibagi mjd 3 thp
1. Fase kompensatori, ditandai dg :
TD normal
Vasokontriksi
Peningkatan FJ
Peningkatan kontraktilitas jtg
Kulit dingin dan kusam
Bising usus hipoaktif
Haluaran urin menurun
Asidosi metabolik
Respirasi meningkat
pH drh meningkat

5
Penatalaksanaan Medis :
Memperbaiki gg yg mendasari
Penggantian cairan
Obat-obatan

6
Penatalaksanaan Keperawatan :
Mengkaji perfusi jar, perawat memantau :
Perubahan tk kesadaran
Kulit
Haluaran urin
TTV
Na serum & glukosa drh meningkat.

7
Peran Perawat :
Memantau hemodinamik
Memberi cairan & medikasi yg diresepkan
Meningkatkan keselamatan pasien
Memantau status pasien
Mengkaji efek langsung terapi
Mengkaji respon pasien & keluarga thd krisis &
terapi
Memberikan penjelasan ttg prosedur diagnostik
dan pengobatan yg sedang dilakukan
Memberikan dukungan kpd pasien
Pementauan yg ketat thd pasien


8
2. Fase Progresif, ditandai dg :
TD sistolik < 80-90 mmHg
Gagal pemompaan jtg ( syok bukan
berasal dr jantung)

9
Dampak Sistemik terhadap:
Paru-paru
Jantung
Otak
Ginjal
Hepar
Hematologik

10
Penatalaksanaan Medis :
1. Memulihkan perfusi jar melalui
penggunaan IV cairan yg sesuai u/ :
Mengoptimalkan volume drh
Mendukung kerja pemompaan jtg
Memperbaiki kompetensi sistem vaskuler
2. Dukungan nutrisi
3. Terapi semitidin & ranitidin

11
Penatalaksanaan Keperawatan :
Dirawat di ruang Intensif, sebab diperlukan
pemantauan :
Hemodinamik
Gas drh
Kadar elektrolit serum
Perubahan fisik dan mental
Seringnya perubahan medikasi dan cairan yg
diresepkanKemungkinan penggunaan ventilasi
mekanik, dialisis & IABP
Mendokumentasikanpengobatan,cairan yg
diberikan oleh semua anggota tim




12
Mencatat waktu, dosis/volume, dan
respon pasien
Mengkoordinasikan prosedur
diagnostik yg sering dilakukan
Perwat hrs berupaya mengurangi
komplikasi akibat penggunaan alat
suportif
Menjaga keamanan dan kenyamanan
Mencegah komplikasi pulmonal
13
Sgl upaya dibuat u/ meminimalkan beban
kerja jtg dengan :
Mengurangi aktivitas fisik pasien
Mengurangi sgl ketakutan & ansietas
Prioritas perawatan pasien adalah :
meningkatkan istirahat dan kenyamanan
dg :
Meniadakan sgl aktivitas yg tdk diperlukan
Hindari pasien dr kepanasan & kedinginan
Pasien tdg boleh dihangatkan terlalu cepat
Perawat hrs memastikan bahwa keluarga
pasien dlm situasi yg nyaman & tetap
diinformasikan mengenai status pasien.
14
3. Fase irreversible :
Pd fase ini sdh tjd kerusakan organ yg
sangat parah sehingga pasien tdk
berespon thd pengobatan
Penatalaksanaan medias : sama dg fase II
Penatalaksanaan Keperawatan :
Melaksanakan pengobatan yg
seharausnsya
Memantau pasien dg ketat
Mencegah komplikasi
Melindungi pasien dr cedera
15
Memberikan kenyamanan
Menjelaskan scr singkat kpd pasien
tentang apa yg terjadi
Informasikan kpd keluarga tentang
keadaan pasien
Berikan kesempatan kpd keluarga u/
melihat, menyentuh, dan berbicara kpd
pasien
Teman dekat, pemuka agama bisa
dihadirkan
Jelaskan kpd keluarga sgl yg dilakukan
hanya u/ memberikan kenyamanan kpd
pasien.
16
Syok Kardiogenik :
Mrpk stadium akhir disfungsi ventrikel
kiri atau gagal jtg kongestif
Kardiogenik syok sering tjd sebg
komplikasi MI, tamponade jtg,
emboli paru, kardiomiopati &
disritmia.

17
Patofisiologi :
Perusakan jtg penurunan curah jtg
penurunan TD ke organ2 vital
Aliran drh ke A.Koroner berkurangasupan
O2 ke jtg menurunmeningkatkan
iskemia & penurunan lebih lanjut
kemampuan jtg u/ memompa drh
akhirnya terjadi lingkaran setan
Asupan O2 ke jar tdk adekuattjd
metabolisme anaerobtjd akumulasi
asam laktatasidosis metabolik
18
Menurunnya kontraktilitas jtg


Menurunnya volume sekuncup


Kongesti pulmonari menurnnya curah jtg


Menurunnya perfusi jar
19
Tanda dan Gejala
Pd awalnya akan ditemukan :
1. Hipoksemia dg manifestasi :
Cerebral hipoksemia
Cyanosis sentral
1. Kulit dingin dan berair
2. Pengeluatan urin berkurang (< 20 ml/hr)
3. TTV : sistolik < 100 mmHg, nadi meningkat,
CVP meningkat (ada tekanan A.Pulmonal)
4. CO < 2,2 l/mnt
5. Gas drh :PCO2 ,PO2 (asidosis metabolik)
20
Penatalaksanaan :
A. TindakanUmum :
Bila tjd hipovolemia cairan IV
Bila hipoksia O2
B. Parmakologi :
Katekolamin
Bahan vasoaktif
C. IABP
21
Pengkajian Keperawatan :
A. Faktor Pencetus :MI, Tamponade Jtg, Peny.
Katup Jtg, Pnemotorak tegangan, Embol Paru,
Disritmia Jtg
B. Riwayat : Hipotensi, Nyeri dada, letargi,
kekacauan mental, tekanan nadi menurun,
oliguri
C. Hasil pemeriksaan diagnostik :
Bisa trdpt edema
Gas drh : asidosis metabolik, hipoksemia,
hipokapnea
Lab : Na Urin , BJ urin ,leukositosis, BUN
,Kreatinin serum ,Glukosa serum ,
peningkatan K+ ,Peningkatan Ca+
EKG : takikardia, disritmia ventrikuler


22
Pengkajian Fisik :
Inspeksi :
Vena leher membesar (pd peningkatan CVP)
Takipnea
Hiperventilasi
Palpasi :
Edema perifer
Kulit lembab, dingin
Auskultasi : Kongesti paru2
Kadiovaskuler : nadi lemah dan cepat
23
Penatalaksanaan Kep.
Syok Kardiogenik
1. Pencegahan :
Mengidentifikasilebih dini pasien
beresiko
Meningkatanoksigenisasi otot jatung
Menurunkan beban kerja jtg
Menghilangkan angina
Pemberian O2 suplemen
24
2. Pemantauan Hemodinamik :
Memantau hemodinamik danjtg pasien
Memantau EKG
Perawat menyiapkan obat-obatan, cairan
IV & peralatan yg mungkin digunakan
Perubahan hemodinbamik, jtg & status
pulmonal dicatat dan dilaporkan segera
kpd dokter
Bunyi napas tambahan, perubahan
irama jtg, temuan fisik lainnya dilaporkan
dg segera.
25
3. Pemberian Cairan :
Peran penting perawat dlm pemberian
cairan IV yg aman & akurat sesuai
pesanan
Perawat harus mengetahui efek yg
diinginkan dan efek samping medikasi
Tempat fingsi, amati perdrhan & infeksi
Pantau haluaran urin, BUN, kreatinin.
4. Perawatan pasien dg IABP : periksa
neurovaskuler ekstremitas bawah
sesering mungkin
26
5. Keselamatan & kenyamanan :
Berikan medikasi u/ menghilangkan nyeri dada
sesuai pesanan
Cegah infeksi pd tempat insersi
Lindungi kulit pasien
Pemantauan fungsi pernapasan
Atur posisi senyaman mungkin
Berikan penjelasan ttg prosedur yg dilakukan
Berikan sentuhan yg menenangkan
pasienBerikan kesempatan keluarga pasien u/
mencenguk, berbicara dg pasien
Beri penjelasan kpd keluarga, tentang
pengobatan, respon pasien terhadap terapi
27
Syok Hipovolemik :
Syok yg ditandai dg penurunan volume
intravaskuler
Penyebab : Perdarahan, dehidrasi berat,
edema berat/asites
Kondisi2 resiko Syok Hipovolemik :
1. Kehilangkan cairan eksternal : trauma,
pembedahan, muntah2, diare, diuresis,
diabetes insipidus
2. Perpindahan cairan internal : hemoragie
internal, luka bakar, asites, peritonitis

28
Patofiologi syok Hipovolemik
Penurunan volume darah

Penuruann harus balik darah

Penurunan isi sekuncup

Penuruann curah jantung
(tekanan darah juga turun)

Penurunan perfusi jaringan



29
Penatalaksanaan Medis
Tujuan :
1. Memulihkan volume intra vaskuler
2. Meredistribusi volume cairan
3. Memperbaiki penyebab yg
mendasari
Pengobatan penyebab yg mendasari
Penggantian cairan dan darah
Retribusi cairan dg mengatur posisi
Medikasi

30
Pengkj Kep. Syok Hipovolemik :
Faktor pencetus
Riwayat
Hasil pemeriksaan diagnostik
Pengkajian fisik : Inspeksi, Palpasi,
Auskultasi


31
Penatalaksanaan Kep
1. Pencegahan Primer syok :
Pantau dg ketat pasien beresiko defisit
cairan
Berikan cairan sebelum volume
intravaskuler menipis
2. Tindakan Kep. Umum :
Berikan cairan & medikasi sesuai yg
diresepkan
Dokumentasikan cairan & medikasi yg
diberikan serta efeknya
Pantau komplikasi, efek samping terapiu
& laporkan
32
3. Pemberian transfusi darah : pantau efek
yg merugikan
4. Komplikasi penggantian cairan :
Pantau tekanan hemodinamik, TTV, gas
darah, HB & hematokrit
Pantau masukan dan haluaran
Pengkajian fisik
Pantau status jtg & pernapasan scr krtat
5. Oksigen :
Jelaskan pentingnya pemasangan O2
Jaga keamanan dan kenyamanan pasien

33
Syok Vasogenik/Distributif :
Terjadi bila volume darah scr abnormal
berpindah tempat dalam vaskuler.
Dibagi mjd 3 tipe :
1. Neurogenik
2. Anafilaktik
3. Septik
34
Urutan Perintiwa
Vasodilatasi

Maldistribusi Volume darah

Penurunan Venus Return

Penurunan SV

Penurunan CO

Penurunan Perfusi Jar
35
Syok Neurogenik :
Tjd akibat kehilangan tonus simpatis

Penyebab : cedera medula spinalis,
anastesi spinal, kerusakan sistem saraf,
kerja obat-obatan depresan, kekurangan
glukosa.
Tanda dan Gejala :
SN Spinal : kulit kering, hangat, lembab,
bradikardi
36
Penatalaksanaan medis :
Penstabilan cedera m.spinalis
Pd anastesi spinal : mmposisikan pasien secara
tepat
Pengobatan spesifik
Jika hipoglikmik glukosa
Pengkajian Kep :
Riwayat : hipotensi
Pengkajhian fisik :
Inspeksi : kulit belang
Palpasi : kulit dingin, ekstremitas hangat
Auskultasi: nadi pelan
37
Penatalaksanaan Kep.
Syok Neurogenik dpt dicegah :
Pada anastesi spinal, meninggikan bagian
kepala TT 15-20 derajat
Pd cedera spinal : immobilisasi
Mendukung fungsi CV & neurologis
Pd cedera spinalis pantau thd perdarahan
internal syok hipovolemik
Periksa tanda Homan & kemerahan
Pemberianheparin
Stoking kompresi
ROM pasif ekstremitas yg immobilisasi
38
Syok Anafilaktik :
Tjd dg cepat & mengancam jiwa
Urutannya :

Reaksi antigen- antibodi

Sel-selmast melepas histamin & bradikinin

Vasodilatasi & permebialitas kapiler yg luas

Syok

39
Penatalaksanaan Medis :
Pembuangan antigen penyebab
Obat-obatan
Dukungan kedaruratan fungsi hidup dasar
Henti jtg & henti napas RJP
Jalur IV dipasang

40
Pengkajian Kep
A. Faktor pencetus :
B. Riwayat : Hipotensi dst
Hasil Pemeriksaan :
Radiologik,
Gas darah,
Pengawasan di TT
Lab.
EKG

41
Pengkajian Fisik :
Inspeksi : urtikaria, kulit kemerahan,
dispnea.
Palpasi :edema pada muka, leher dan
tangan
Auskultasi :
Edema faring (stridor, mengi, distres
pernapasan)
Kardiovaskuler ( disritmia, nadi lemah dan
cepat )
42
Penatalaksanaan Kep :
Mengkaji semua pasien thd alergi & reaksi terdahulu thd
antigen
Mengkomunikasikankeberadaan alergi pada tim kes
lainnya
Setiap pemberian obat baru, amati reaksi pasien
Lakukan tindakan segera bial ada tanda & gejala,
siapkan u/ RJP
Pantau status hemodinamik
Memastikan akses intravena
Berikan cairan & obat2an yg diresepkan
Dokumentasikan pengobatan & efeknya
Jelaskan kpd pasien & keluarga ttg apa yg terjadi
Penyuluhan u/ menghindari pemajanan thd antigen
penyebab
43
Syok Septik
Disebabkan o/ infeksi yg menyebar luas
Insiden dpt dikurangi dengan :
Pengendalian infeksi
Teknik aseptik yg cermat
Debridemen luka
Pemeliharaan alat yg tepat
Mencuci tangan scr menyeluruh


44
Fase Syok Septik
1. Fase I : (fase hangat)/hiperdinamik ditandai
dg :
Tingginya curah jtg & vasodilatasi
Panas tinggi,kulit hngat kemerahan
HR & RR meningkat
Haluaran urin bisa meningkan/normal
Gangguan gastrointestinal



45
2. Fase lanjut/fase dingin/hipodinamik ditandai
dg :
CO rendah kompensasi tjd vasokonstriksi
TD turun
Suhu normal/dibawah normal
HR cepat
RR cepat
Pasien tdk membentuk urin, dapat tjd
kerusakan organ multiple

46
Penatalaksananan Medis :
Mengidentifikasi & mengeliminasi penyebab
infeksi
AB spektrum luas sebelum pem kultur
AB spesifik sesuai pem kultur
Cairan IV yg sesuai
Rule infeksi yg potensial disingkirkan
47
Pengkajian Kep.
Faktor pencetus :
Riwayat : hipertermi, menggigil, mual &
muntah, diare, gelisah, konfusi, hipotensi
Pengkajian Fisik :
Inspeksi : kulit kemerahan, takipnea, nadi
meloncat-loncat
Palpasi : kulit hangat dan kering tahap awal,
berkeringat, kulit dingin (syok tahap awal)
Auskultasi :
Kardiovaskuler ( takikardia, nadi meloncat)

48
Penatalaksanaan Kep :
Semua prosedur invasif aseptik
Pantau adanya tanda2 infeksi pada jalur
infasif, insisi bedah
Identifikasipasien beresiko syok septik
Pengumpulan spesimen yg sesuai
Menurunkan suhu tubuh
Pantau reaksi menggigil
Kolaborasi pemberian obat-obatan
Pantau kadar darah, laporkan bila ada
peningkatan

49
Pantau status hemodinamik pasien
Pantau haluaran dan masukan cairan, status
nutrisi
Penimbangan BB setiap hari
Pantau kebutuhan ketat protein pasien

50
Sekian dan terima kasih atas
perhatiannya