Está en la página 1de 5

DAFTAR PUSTAKA

http://onnyapriyahanda.com/prinsip-kerja-pompa-aksial/ http://id.scribd.com/doc/103789703/Bab-5-Pompa-Aksial#download id.scribd.com/doc/83306730/Axial-Pump nggafauzian.blogspot.com/2012/05/pompa-aksial.html

JUDUL : POMPA AKSIAL A. TUJUAN 1. Mengetahui prinsip pengoperasian pompa 2. Mengetahui hubungan antara debit, head, dan efisiensi untuk kondisi putaran pompa yang berbeda 3. Menggambarkan kurva karakteristik pompa

B. DASAR TEORI
Axial pump atau pompa aksial, sering juga disebut sebagai pompa propeller merupakan salah satu jenis pompa yang masuk ke dalam kelompok pompa dinamik. Pompa ini menghasilkan sebagian besar tekanan dari propeler dan gaya lifting dari sudu terhadap fluida. Pompa aksial vertikal single-stage lebih umum digunakan, akan tetapi kadang pompa aksial two-stage (dua stage) lebih ekonomis penerapannya. Pompa aksial horisontal digunakan untuk debit aliran fluida yang besar dengan tekanan yang kecil dan biasanya melibatkan efek sifon dalam alirannya. Pompa ini berfungsi untuk mendorong fluida kerja dengan arah yang sejajar terhadap sumbu/poros impelernya sehingga pompa ini banyak digunakan di sistem drainase dan irigasi. Pompa axial bekerja pada kecepatan spesifik yang tinggi, hal ini berarti penggunaan pompa axial ditujukan untuk sistem fluida dengan kapasitas alir yang tinggi dan kenaikan head yang rendah. Kontruksi dari sebuah pompa axial umumnya lebih sederhana, dan faktor penyebab kavitasi tidak menjadi perhatian utama karena kenaikan head yang rendah. Sebuah pompa axial terdiri dari 3 komponen utama, yaitu poros penggerak, sudu Putar, dan sudu tetap yang berada pada inlet dan outlet dari sudu putar . Komponen tersebut adalah : Casing : yang meliputi rumah dan bantalan poros utama. Sudu Tetap : yang terdiri dari runner blades (yang berputar) dan diffuser blades (blades yang diam). Sudu putar : berfungsi menaikkan energi potensial fluida, karena dari sinilah terjadi perpindahan energi, dari energi mekanik menjadi energi fluida, dengan cara memberikan energi di kinetiknya kepada fluida. Diffuser blades (Guide Vane) : berfungsi merubah energi kinetik menjadi energi potensial fluida, dengan cara memberikan aliran fluida yang helical menjadi aliran yang lurus (straight flow) sepanjang sumbu pompa.

Head yang dikerjakan oleh pompa axial lebih disebabkan oleh gaya tangensial yang diberikan rotor ke ke fluida.

Gambar Penampang Pompa Aksial

Cara Kerja Pompa Aksial Karena adanya perputaran dari blade yang mempunyai kedudukan sudut tertentu sehingga tekanan dari sisi hisap blades pada daerah suction menjadi lebih rendah, akibatnya fluida mengalir ke sisi hisap, blades tersebut yang selanjutnya masuk ke sisi tekan blades, pada daerah discharge yang bertekanan lebih tinggi, dan dari sini fluida bergerak atau mengalir ke tempat yang bertekanan lebih rendah.

Cara Kerja Pompa Aksial

Pada pompa aksial ini fluida mengalir pada suatu pipa yang sama sehingga dapat diasumsikan bahwa kecepatan aksial sebelum dan sesudah runner blades adalah sama. Dengan demikian semua teori pada pompa aksial selalu berdasarkan pada asumsi tersebut. Rumus-Rumus Yang digunakan
a) Daya hidrolik = Ph = x g x Q x H Dimana H = H2-H1 Kemudian untuk Q =

xBx

Dimana : B = Lebar bendung (m) y = Tinggi permukaan air (m) b) Daya Poros Ps = x T Dimana (kecepatan angular) = =

c) Efisiensi Pompa = x 100 %

C. ALAT DAN BAHAN 1. Armfield multipump test rig 2. Pompa aksial 3. Penggaris 4. CN mesin fluida and pump test rig intruksional manual 5. Nonius meter

D. LANGKAH KERJA 1. Mempersiapkan peralatan 2. Mengkalibrasi torsi dengan cara menghidupkan motor tanpa menhubungkan kopling pada pompa dengan putaran 1100 rpm. Kemudian mengatur titik nol pada torsi. 3. Memasang sabuk/belt antara 4. Memasang sabuk/belt antara motor dengan pompa aksial 5. Menghidupkan motor dengan putaran 1100 rpm dan mengatur debit keluaran dengan control valve 6. Mengulangi langkah 2-5 untuk putaran 1200 rpm, 1300 rpm, 1400 rpm . 7. Mencatat data yang telah diperoleh kemudian setelah percobaan selesai mengembalikan alat ke tempayt semula . E. HASIL PERCOBAAN

Putaran 1100 1100 1100 1100 1100 1200 1200 1200 1200 1200 1300 1300 1300 1300 1300 1400 1400 1400 1400 1400 1 2 3 4 5

Bukaan Katub

H1 (cmH2o) 39,4 39,4 39,5 40,8 42,2 42,7 43,1 44,5 45 45 42 42,3 42,5 42,5 42,5 40,5 40,6 40,7 40,7 41,2

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

H2 (mPa) 0,008 0,009 0,01 0,011 0,012 0,008 0,01 0,011 0,012 0,012 0,008 0,0085 0,01 0,011 0,012 0,008 0,009 0,01 0,011 0,012

Y (mm) 0,052 0,048 0,042 0,02 0,009 0,052 0,0455 0,0405 0,039 0,027 0,065 0,064 0,06 0,054 0,047 0,068 0,0664 0,0623 0,055 0,0522

Torsi (Nm) 0,59 0,6 0,64 0,65 0,69 0,56 0,57 0,57 0,58 0,62 0,54 0,55 0,55 0,55 0,56 0,52 0,53 0,54 0,55 0,56