Está en la página 1de 3

al MATURIDIYAH

( Sejarah hidup al Bazdawy, Pokok pokok Ajarannya dan Pengaruh al Maturidiyah terhadap Dunia Islam )
A. Sejarah Hidup al- Bazdawy Maturridiyah adalah aliran yang didirikan oleh Imam Abu Manshur al Maturidi (w. 333 H) dan didukung oleh beberapa tokoh diantaranya al Bazdawi. Al Bazdawi kemudian menakhodai aliran Maturidiyah di wilayah Bukhara. Nama lengkap al Bazdawy yaitu Abu al- Yasar Muhammad bin Muhammad bin al- Husain bin Abd. Karim al Bazdawy. Beliau dilahirkan tahun 421 H. sebagai tangga pertama al Bazdawy memahami ajaran ajaran maturidiyah lewat ayahnya kemudian dikembangkan pada kegiatannya mencari ilmu pada ulama seperti Yakub bin Yusuf bin Muhammad al Naisaburi dan Syekh al Imam Abu Khatib. Ia juga menelaah buku buku filosof seperti al Kindi dan buku buku Mutazilah. Selain itu ia juga mendalami pemikiran al Asyari dalam kitab al Muij. Al Bazdawy berada di Bukhara pada tahun 478 H/1085 M. kemudian ia menjabat sebagai qadhi Samarkhand pada tahun 481H / 1088 M, lalu kembali ke Bukhara dan meninggal di kota tersebut tahun 493 H / 1099 M. B. Al Bazdawy dan Pokok pokok Ajaran al Maturidiyah 1. Kemampuan akal manusia Al Bazdawy berpendapat bahwa akal tidak dapat mengetahui tentang kewajiban mengetahui Tuhan sekalipun akal dapat mengetahui Tuhan dan mengetahui baik dan buruk. Kewajiban mengetahui Tuhan haruslah melalui wahyu. Akal tidak dapat mengetahui kewajiban mengerjakan yang baik dan buruk. Akal dalam hal ini hanya dapat mengetahui baik dan buruknya saja sedangkan menentukan kewajiban mengenai baik dan buruk adalah wahyu. Dapat dipahami bahwa mengetahui Tuhan dalam arti berterima kasih kepada Tuhan sebelum turunnya wahyu tidaklah wajib bagi manusia. 2. Perbuatan Manusia Al Bazdawy berpendapat bahwa perbuatan manusia diciptakan oleh Tuhan sekalipun perbuatan tersebut berasal dari manusia sendiri.

3. Kehendak dan Kekuasaan Tuhan al Bazdawy menyatakan bahwa Tuhan berbuat apa saja yang ia kehendaki. Tak seorangpun bisa melarang. Allah mungkin menyakiti hamba-Nya dan menguji mereka tanpa dosa sebelumnya. Ia juga berpendapat bahwa perbuatan menganiaya, berbohong dan melanggar janji adalah mustahil bagi Allah. 4. Sifat sifat Tuhan Menurut al Bazdawy, Tuhan mempunyai sifat sifat yaitu ilmu, hayat, qudrah dan quwwah. Tuhan mengetahui dengan ilmu-Nya dan hidup dengan hayat-Nya. Sifat sifat Allah itu kekal, tapi dengan kekekalan yang terdapat dalam esensi Tuhan, bukan dengan kekekalan sifat itu sendiri. 5. Melihat Tuhan Menurut al Bazdawy Allah dapat dilihat nanti di akhirat. Melihat Tuhan merupakan puncak kenikmatan spiritual yang akan dirasakan oleh mukmin sejati yang memiliki amal kebaikan. 6. Iman kepada Tuhan Menurut al Bazdawy, iman adalah meyakini dalam hati bahwa Allah lah yang berhak disembah dan diucapkan dengan lisan. Mempercayai sifat sifat Tuhan, nabi nabi-Nya dan semua rukun islam. Alasan yang dikemukakan adalah karena iman tak dapat terwujud tanpa dua unsur itu, yakni keyakinan dalam hati dan pengakuan secara lisan.

C. Pengaruh al Maturidiyah terhadap Dunia Islam Aliran Maturidiyah ini meninggalkan pengaruh dalam dunia Islam karena manhajnya yang mengambil jalan tengah antara dalil aqli dan naqli. Pandangannya yang bersifat universal dalam menghubungkan masalah yang sifatnya juzI ke sesuatu yang kully. Aliran ini berusaha menghubungkan antara fikir dan amal, mengutamakan pada masalah masalah yang diperselisihkan oleh banyak ulama kalam namun masih berkisar pada satu pemahaman untuk dikritisi letak letak kelemahannya. Keistimewaan yang dimiliki al maturidiyah bahwa pengikutnya dalam perdebatan tidak sampai saling mengkafirkan. Al Maturidiyah banyak dianut

oleh penganut mazhab Hanafiyah. Hubungan al Maturidiyah dengan al Hanafiyah dapat dianalogikan dengan hubungan antara al Asyariyah dengan al Syafiiyah. Ia memiliki kaitan dengan kedudukan penggagas aliran aliran itu pada masa awal yang memilih mazhab mazhab ( fiqhi ) tertentu. Seperti yang diketahui, perkembangan al Hanafiyah sedang pesat di kawasan Asia Tenggara termasuk Samarkhand tempat al Maturidi dibesarkan. Hingga saat ini, al Maturidiyah bernaung dibawah tenda besar Ahlussunnah wa al- Jamaah bersama Asyary menjadi salah satu aliran yang memiliki pengikut yang luas.