Está en la página 1de 8

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang.

1.2. 1.3.

Rumusan Masalah. Tujuan.

BAB 2 KAJIAN TEORI

2.1.

Jenis Jenis Matriks 2.1.1. Matriks Diagonal Sebuah matriks bujursangkar yang unsur-unsurnya berada di garis diagonal utama dari matriks bukan nol dan unsur lainnya adalah nol. Berikut ini contoh matriks diagonal.
6 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 8

secara umum matriks D, n x n bisa ditulis sebagai

D=[

Matriks diagonal dapat dibalik, jika dan hanya jika seluruh unsurnya pada posisi diagonal adalah bilangan tak nol; dalam hal ini invers dari D adalah D-1 = [ ]

Dapat dibuktikan bahwa DD-1 = D-1D = I


jika D adalah matriks diagonal dan k adalah angka yang positif maka

Jadi kesimpulannya: Untuk mengalikan sebuah matriks A dari kiri dengan sebuah matriks diagonal D, kita bisa mengalikan secara berturut-turut barisbaris A dengan anggota anggota diagonal D, untuk dan mengalikan A dari kanan dengan D seseorang bisa mengalikan secara berturut-turut kolom-kolom A dengan anggota-anggota diagonal D

2.1.2. Matriks Segitiga Matriks segitiga adalah matriks persegi yang di bawah atau di atas garis diagonal utama nol. Matriks segitiga atas(uppertriangular) adalah matriks persegi yang semua unsur di bawah garis diagonal utama,bernilai nol. Matriks segitiga bawah(lowertriangular) adalah matriks persegi yang semua unsur di atas garis diagonal utama,bernilai nol. Contoh 2. Matriks segitiga atas dan bawah

Matriks segitiga Atas umum 4 4

Matriks segitiga bawah umum 4 4

Amati bahwa matriks-matriks diagonal adalah segitiga atas sekaligus segitiga bawah karena matriks-matriks ini memunyai nol di bawah dan di atas diagonal utama. Amati juga bahwa matriks bujur sangkar yang berbentuk baris-eselon adalah segitiga atas karena mempunyai nol di bawah diagonal utama. Berikut ini adalah empat sifat matriks segitiga; Suatu matriks bujur sangkar A = [aij] adalah segitiga atas jika dan hanya jika baris ke- i dimulai dengan paling tidak i 1 nol. Suatu matriks bujur sangkar A = [aij] adalah segitiga bawah jika dan hanya jika baris ke- j dimulai dengan paling tidak j 1 nol. Matriks segitiga atas A = [aij] jika dan hanya jika aij = 0 untuk i > j, sedangkan Matriks segitiga bawah A = [aij] jika dan hanya jika aij = 0 untuk i < j.

Teorema 1.7.1 a. Transpos suatu matriks segitiga bawah adalah segitiga atas, dan transpos suatu matriks segitiga atas adalah segitiga bawah. b. Hasil kali matriks-matriks segitiga bawah adalah segitiga bawah, dan hasil kali matriks-matriks segitiga atas adaah segitiga atas. c. Suatu matrks segitiga bisa dibalik(invers) jika dan hanya jika anggota-anggota diagonalnya semuanya tak nol. d. Invers suatu matriks segitiga bawah yang dapat dibalik adalah segitiga bawah, dan invers suatu matriks segitiga atas yang dapat dibalik adalah segitiga atas.

2.1.3. Matriks Simetrik Matriks kotak A disebut simetris jika A = AT Contoh matriks simetris

Teorema Jika A dan B adalah matriks simetris dengan ukuran yang sama, dan jika k adalah skalar maka AT adalah simetris A + B dan A - B adalah simetris kA adalah simetris (AB)T = BTAT = BA Jika A adalah matriks simetris yang bisa di inverse, maka A 1 adalah matriks simetris. Asumsikan bahwa A adalah matriks simetris dan bisa di inverse, bahwa A = AT maka : (A 1)T = (AT) 1 = A 1 Yang mana membuktikan bahwa A 1 adalah simetris. Produk AAT dan ATA (AAT)T = (AT)TAT = AAT dan (ATA)T = AT(AT)T = ATA Contoh A adalah matriks 2 X 3 A= lalu

ATA =

AAT = = Jika A adalah Matriks yang bisa di inverse, maka AAT dan ATA juga bisa di inverse

2.2.

Fungsi Determinan 2.2.1. Definisi Determinan 2.2.2. Notasi dan Istilah Determinan

BAB 3 SOAL DAN PEMBAHASAN

3.1. 3.2.

UFUSGIUFG JFJEF

BAB 4 PENUTUP

4.1. 4.2.

Kesimpulan. Saran.

DAFTAR PUSTAKA