Está en la página 1de 6

JurnalSarjanaInstitutTeknologiBandungbidangTeknikElektrodanInformatika Vol.1,No.

3Oktober2012

KOORDINASI RELE ARUS LEBIH PADA SISTEM KELISTRIKAN PT. PERTAMINA UBEP TANJUNG SETELAH PENAMBAHAN BEBAN DAN PEMBANGKIT BARU
Novi Arianto #1,Dr. Ir. Muhammad Nurdin, Dr. Ir. Nanang Haryanto, M.T
#

Program Studi Teknik Tenaga Listrik, Institut Teknologi Bandung Bandung, Indonesia
1

nv.arianto@yahoo.com

Abstrak Dalam suatu sistem kelistrikan, terutama kelistrikan di industri, satu hal yang penting diperhatikan adalah sistem proteksi kelistrikanya. Dalam tugas akhir ini akan dibahas mengenai koordinasi rele arus lebih (overcurrent relay) di industri, sebagai kasus akan menggunakan sistem proteksi arus lebih di PT. Pertamina UBEP Tanjung setelah adanya penambahan beban dan pembangkit baru. Dengan bertambahnya beban dan pembangkit baru, akan dianalisis apakah menyebabkan koordinasi rele arus lebih menjadi tidak sesuai lagi, jika ternyata ada rele yang bekerja tidak sesuai berarti setting serta koordinasi rele harus diperbaiki untuk mewujudkan sistem pengamanan yang dapat melindungi sistem kelistrikan keseluruhan dan melindungi peralatan listrik ketika terjadi gangguan. Dalam proses koordinasi ini, dipilih beberapa tipikal koordinasi rangkaian yang bisa merepresentasikan sistem proteksi secara keseluruhan. Dalam pengaturan karakteristik rele arus lebih, seperti arus pickup, time dial, dan kurva karakteristiknya akan dilakukan dengan bantuan software ETAP Power Station 7.0 serta dengan perhitungan manual. Dengan adanya bantuan software ini, pengaturan interval waktu koordinasi (Coordination Time Interval) lebih mudah diatur.Hasil dari koordinasi rele di PT. Pertamina UBEP Tanjung menyimpulkan bahwa semua rele bisa terkoordinasi dengan cukup baik. Kata Kuncisistem kelistrikan industri, koordinasi, rele arus lebih

satu jenis rele yang umum digunakan untuk menangangi masalah arus short circuit. Rele arus lebih berkodinasi dengan rele lainnya dalam suatu sistem proteksi. II.
TEORI PENUNJANG

A. Rele Arus Lebih Rele arus lebih adalah rele yang digunakan untuk memproteksi suatu zona dari gangguan arus lebih (arus fault). Rele arus lebih terhubung ke circuit breaker, yang akan memicu circuit breaker untuk terbuka jika ada gangguan dengan waktu trip tertentu. Rele arus lebih dapat digunakan untuk melindungi hampir semua bagian pada sistem tenaga listrik misalnya jaringan transmisi, trafo, generator, atau motor.Rele arus lebih ini dapat berupa rele arus lebih waktu invers (inverse time overcurrent relay), rele arus lebih waktu tertentu (definite overcurrent relay), atau berupa rele arus lebih waktu instan (instantaneous overcurrent relay).Adapun kurva karakteristik kerja dari rele arus lebih ini diberikan seperti gambar berikut.

I. PENDAHULUAN Dalam suatu sistem proteksi diperlukan kordinasi yang baik antar rele agar rele hulu tidak trip terlebih dahulu atau ikut trip setelah rele hilir menghilangkan gangguan. Jika rele hulu di bus yang berisi feeder-feeder ke pompa trip, maka akan menyebabkan kerugian sangat besar karena pompa-pompa untuk produksi mati. Dalam laporan ini akan dibahas hanya untuk koordinasi rele arus lebih fasa, karena perangkat proteksi inilah yang sering ditemui di industri. Tujuan sistem proteksi secara umum adalah melindungi utilitas utilitas yang lebih mahal dalam sistem tenaga listrik serta dapat mengisolasi sistem kelistrikan lainya dari gangguan yang terjadi. Sistem proteksi berisi sekumpulan rele, alat pemutus, fuse, dan alat pengaman lain yang melindungi suatu zona proteksi terhadap berbagai gangguan. Salah satu gangguan yang sering terjadi dalam sistem tenaga adalah karena adanya gangguan hubung singkat. Arus short circuit menyebabkan arus lebih jauh di atas nilai nominalnya dan bisa menyebabkan kerusakan utilitas yang dilaluinya jika dibiarkan lama. Rele arus lebih adalah salah

Gambar 1.Kurva Karakteristik Rele Arus lebih. B. Pengaturan Parameter Rele Arus Lebih Parameter yang perlu diatur dalam pengaturan rele arus lebih adanh penentuan arus pickup dan penentuan Time Dial.Arus pickup pada rele arus lebih didefinisikan sebagai arus minimum saat rele memulai tindakan. Sedangkan Time dial merupakan faktor pengali waktu yang menskala kurva karakteristik arus-waktu. Perubahan arus pickup akan menggeser kurva kekiri dan kekanan, sedangakan perubahan Time dial akan mengeser kurva ke atas dan ke bawah. Dalam menentukan parameter koordinasi rele arah arus lebih terdapat beberapa langkah, yaitu:

a.

Menentukan arus a pickup rele e. 1. Nilai dari i arus pickup berada b pada sek kitar 150% dar ri arus beba an maksimum. Arus pickup berada b pada 50 0% atau lebih h kecil dari gangguan g fasa a-fasa di ujun ng saluran at tau pada bus. 2. Ampacity y cable, yaitu kemampuan pengaliran p aru us dari kabe el/saluran, untuk setting pic ckup sebaikny ya dilakukan n dibawah amp pacity maksimu um dari salura an atau kabe el. ime dial dan ku urva karakteris stik rele b. Menentukan ti 1. Hitung ar rus pickup rele utama dan bac ckup 2. Atur Tim me Dial Setting rele utama ya ang paling cepa at waktu ope erasinya pada arus a fault maks simum 3. Atur TDS S (Time Dial Setting) rele backup denga an Coordinat tion Time In nterval (CTI) 0.2 0.3 s terhadap rele utama pa ada arus fault maksimum m jik ka mengguna akan rele stati is. CTI 0.3 0.4 s jika rel le elektrome ekanik. tik rele yang sesuai s sehingga a waktu operas si Pilih karakterist mini imum untuk ar rus fault maksi imum dan mini imum terpenuh hi. C. Metodologi M Dalam D pengerj jaan laporan ini, metodologi dan alu ur peng gerjaanya seper rti gambar beri ikut.

beban yan ng terpasang sebesar 7600 kW. k Dan daya terpasang yang bisa a dibangkitkan n sebesar 850 00 kW. Dala am sistem kelistrikan nnya, beban lis strik PT. Perta amina UBEP Tanjung T di suplai dar ri dua unit ge enerator utama a TG 100 dan n TG 200, masing masing m mempun nyai kapasitas s total 3300 kW W. Selain pembangk kit utama te erdapat pemb bangkit pe embangkit cadangan, , yaitu Wauke esha 1, 2, 3 se erta Sewatama a 1 dan 2, Caterpillar 3512 dan Sie emens. Sistem distribusi yan ng digunakan adalah sistem distribusi ring yang dioperasikan radial dengan membuka bre eaker pada titik-titik tertentu. Adapun A tegan ngan meneng gah yang digunakan n adalah 6.6 kV. Teganga an menengah ini akan diturunkan n menjadi tega angan yang leb bih rendah den ngan trafo step-down n menjadi 0.4 k kV dan 0.22 kV V. Ada pe enambahan be eban baru dan n sumber bar ru di PT. Pertamina a UBEP Tanjun ng. Beban aka an bertambah 850 8 kW di awal tahun n 2012 dan 30 00 kW di akhir r tahun 2012. Sedangkan S u TG300 pembangk kit utama jug ga akan berta ambah 1 yaitu sebesar 37 700 kW. Setelah h penambahan ini perlu dilak kukan pengujia an settingan awal rele r pengaman n.Akan di cek apakah settin ngan awal masih me emenuhi standar koordinas si atau tidak. . Apabila pengaturan nya tidak bena ar maka perlu dilakukan pem mbenahan setting rel le setelah adan nya penambah han beban dan generator baru B. Pemili ihan Tipikal Ko oordinasi Untuk k mempermud dah studi koo ordinasi rele p pengaman pada sistem m kelistrikan PT. P Pertamina UBEP Tanjung g, diambil beberapa tipikal koord dinasi yang dapat d mewaki ili bentuk n sistem peng gaman arus le ebih yang koordinasi keseluruhan ada.Terda apat tiga tipikal l koordinasi ya ang diambil, ya aitu tipikal 1, tipikal 2, 2 dan tipikal 3 3.Ketiga tipikal koordinasi pa ada sistem kelistrikan n PT. Pertamin na UBEP Tanj njung dapat dil lihat lebih jelas seper rti pada gamba ar berikut. Tipik kal 1 : Koordi inasi untuk da aerah Old 1 (K Koordinasi mulai dari i feeder beban 6B double fe eeder - generat tor) Tipik kal 2 : Koordi inasi untuk da aerah Old 2 (K Koordinasi mulai dari i Motor Contro ol Center - line - generator) Tipik kal 3 : Koordin nasi untuk dae erah New Power Plant 3 (Koordina asi mulai beban n baru line - GTG G baru)

Gamb bar 2. Alur Koo ordinasi Arus Lebih L III. STUDI KASUS SIST TEM KELISTR RIKAN A UBEP TANJU UNG PT. PERTAMINA A. Sistem S Kelistrik kan PT. Pertam mina UBEP Ta anjung Untuk U menduk kung proses produksinya PT. Pertamin na UBE EP Tanjung me emerlukan kean ndalan sistem kelistrikan k sert ta kont tinuitas suplai daya listrik. Saat pemban ngkitan norma al, total l beban yang disuplai d sebesa ar 5600 kW. Sedangkan S tota al

Diagram Koor rdinasi Bagian Jaringan Gambar 3.Single Line D Old 1(T Tipikal Koordi inasi 1)

Tipikal Koordinasi I - Tes Gangguan Hubung Singkat

Tabel 1. Arus Short Circuit Tipikal 1 Terjadi kenaikan arus hubung singkat sehingga diperlukan adanya penggambaran plot kurva koordinasi ulang untuk mengetahui apakah koordinasi proteksi masih baik atau tidak. Gambar 4.Single Line Diagram Koordinasi Bagian Motor Control Center(Tipikal Koordinasi 2) Tes Setelan Kurva Koordinasi

Gambar 5.Single Line Diagram Koordinasi Bagian Jaringan Baru(Tipikal Koordinasi 3) IV. HASIL SIMULASI DAN ANALISIS A. Uji Koordinasi Setelah Penambahan Beban dan Sumber Baru Setelah adanya penambahan beban dan pembangkit baru TG300, diuji terlebih dahulu pengaruhnya terhadap koordinasi proteksi sistem di PT. Pertamina UBEP Tanjung. Pengujian yang akan dilakukan adalah tes hubung singkat dan kurva koordinasi proteksi - Tes Hubung Singkat Disimulasikan gangguan hubung singkat 3 phasa simetris, gangguan line to line, gangguan line to ground dan gangguan line line to ground maka akandidapatkan dua kriteria hubung singkat yaitu maksimum dan minimum. Besar arus hubung singkat ini semuanya dilihat saat steady state (30 cycle) - Tes Kurva Koordinasi Rele Overcurrent Tes kurva koordinasi digunakan untuk melihat pengaturan arus pickup, time dial dan interval waktu koordinasi antar rele.Akan dilihat bagaimana hubungan kuva antar rele serta kurva peralatan yang diproteksi.

Gambar 6. Kurva Koordinasi Awal Tipikal 1 Terdapat beberapa setelan dan koordinasi yang kurang baik. Seperti pemilihan Time Dial yang kurang baik, yang mengakibatkan waktu koodinasi antar rele tidak sesuai standar, seharusnya rele elektromekanik sebesar 0,3 - 0,4 s. Terdapat kurva koordinasi rele yang kurvanya tumpang tindih, hal ini bisa mengakibatkan rele yang harusnya menjadi backup bisa trip lebih dahulu, padahal harusnya trip diakhir. Kemudian pada bagian double feeder proteksinya seharusnya tidak sama dengan proteksi di jaringan radial. Disarankan menggunakan rele arus lebih berarah (Directional Overcurrent). Tipikal Koordinasi II - Tes Gangguan Hubung Singkat

Tabel 2.Arus Short Circuit Tipikal 2 Terjadi kenaikan arus hubung singkat sehingga diperlukan adanya penggambaran plot kurva koordinasi ulang untuk mengetahui apakah koordinasi proteksi masih baik atau tidak.

Tes Setelan Kurva Koordinasi

Tabel 4. Data setting pickup untuk melindungi kabel Tipikal Koordinasi I (Time Dial Setting) TDS rele paling hilir dipilih dengan nilai yang cukup kecil karena letaknya yang paling hilir. Diambil TDS 0,5 untuk yang paling hilir. Sehingga rele rele hilir yang diberi lingkaran di bawah ini rata rata di setting dengan Time Dial 0,5. Meskipun nanti ada sedikit perubahan setelah disimulasikan untuk mengecek setting yang paling sesuai. Gambar 7. Kurva Koordinasi Awal Tipikal 1 Terdapat beberapa setelan dan koordinasi yang kurang baik. Diantaranya adalah setelan rele yang masih dibawah kurva start motor. Selain itu adanya koordinasi yang belum tepat seperti waktu interval koordinasi yang tidak sesuai standar, terlihat dengan tumpang tindihnya kurva proteksi.beberapa kurva rele, kurvanya melebihi kurva kabel, hal ini berbahaya untuk peralatan yang diamankan ketika beroperasi pada saat melebihi kapasitas kabel. Perlu diperbaiki selisih waktu kerja antara rele utama dan backup-nya kurang dari 0,3-0,4 detik. Oleh sebab itu direkomendasikan untuk dilakukan penyetelan ulang rele untuk mendapatkan koordinasi yang lebih baik. Tipikal Koordinasi III - Tes Gangguan Hubung Singkat

Tabel 5. Hasil koordinasi tipikal 1 Agar kontinuitas suplai terjaga, diperlukan rele arus lebih berarah (Directional Ovecurrent) khusus untuk double feeder, sehingga apabila terjadi gangguan di salah satu double feeder tersebut, maka cuma salah satu feeder aja yang trip.Setelan untuk rele arus berarah adalah dengan mengaktifkan rele 67 yang berada di pilihan ETAP. Rele DOCR akan bekerja jika ada arus sebesar FLA mengalir berlawanan arah dengan arah beban atau arahnya menuju ke pembangkit.

Tabel 3.Arus Short Circuit Tipikal 3 B. Pengaturan Ulang Rele Arus LebihPT.Pertamina UBEP Tanjung Untuk mengamankan kabel di tiap tiap penyulang maka kurva kerja rele harus lebih rendah dibandingkan dengan waktu breakdown kabel.Penentuan arus pickup didasarkan pada kemampuan hantar kabel tempat rele berada.Dalam penentuanya tidak boleh melebihi kemampuan hantar arus kabel tersebut.Penentuan arus pick up nya adalah sebagai berikut

Gambar 8. Penambahan DOCR di tipikal 1

Tipikal Koordinasi III

Gambar 9. Plot Kurva Koordinasi 1 Tipikal Koordinasi II Berdasarkan hasil setelan rele setelah dilakukan plotting dalam software ETAP ternyata didapatkan hasil koordinasi yang lebih baik.Lama start motor adalah 7 detik. Dalam pengaturanya diambil selisih waktu kerja antara motor dan rele adalah 2 s, karena menurut IEEE std C37.96-2000 tentang pengaman motor AC, selisih waktu kerja rele dengan waktu start motor (pada waktu start motor) adalah 2 detik ketika waktu start 5-10 detik. Kurva rele juga sudah tidak ada yang melebihi batas kerusakan kabel.Adapun hasil plotting setelan rele untuk koordinasi antar rele R1 dan R2 dapat dilihat seperti gambar 9. Setelah dilakukan perubahan setting di rele didapatkan hasil sebagai berikut

Gambar 11. Plot Kurva Koordinasi 3 Terlihat kurva pengaman berada dibawah kurva damage trafo, selain itu kurva juga berada dibawah dari kurva kerusakan kabel. Setting arus pickup juga sudah sedikit diatas beban normal maksimum (Full Load Ampere) trafo serta diatas arus Inrush Trafo Urutan dan waktu kerja antara rele utama dan backup-nya sudah sesuai, seperti simulasi seperti dibawah ini. C. Hasil Simulasi Pengaturan Ulang Rele Arus LebihPT.Pertamina UBEP Tanjung Tipikal Koordinasi I

Tabel 6. Hasil koordinasi tipikal 2

Gambar 12. Simulasi gangguan di double feeder

Gambar 10. Plot Kurva Koordinasi 2

Tipikal Koordinasi II

V. KESIMPULAN 1. Penambahan beban dan sumber menambah level arus hubung singkat. 2. Nilai pickup dari overcurrent relay ditentukan oleh jenis peralatan yang akan dilindungi dan nilai Time Dial dan Grading Time didapatkan dari pengaturan kurva karakteristik rele. Dari hasil simulasi didapatkan hasil yang lebih baik. 3. Dipasang rele arah (directional overcurrent relay) di double feeder dalam tipikal koordinasi 1). DAFTAR PUSTAKA
[1] [2] D. Birla, R.P. Maheshwari, H.O. Gupta, Time-overcurrent relay coordination: a review, Int. J. Emerg. Electr. Power Syst. 2 (2) (2005). Febriadi, Nanda. Analisis Koordinasi Rele Arus Lebih dan ele Gangguan Tanah Sebagai Pengaman Motor Induksi, Kabel dan Trafo pada Plant XI di PT Indocement. Tugas Akhir S1 UI. 2010. J. Sadeh, Optimal coordination of overcurrent relays in an interconnected power system, in Proc. 15th Power System Computation Conference (PSCC). (Liege, Belgium, August, 2005, pp. 1-5). Protection and Coordination of Industrial and Commercial Power Systems, IEEE std. 242, 2001. F35 Multiple Feeder Protection System (UR Series Instruction Manual), GE Multilin, 2011. T. P. Smith, The ABCs of Overcurrent Coordination, Houston, USA: EPowerEngineering, 2006 P.M. Anderson, Power System Protection, New York: IEEE Press, 1998. Zuliansyah, Rifky. Studi Koordinasi Rele Arus Lebih Pada Jaringan Interkoneksi Dengan Metoda Improved PSO. Tugas Akhir S1 ITB. 2012.

Gambar 13. Simulasi gangguan di dekat motor Tipikal Koordinasi III


[3]

[4] [5] [6] [7] [8]

Gambar 14. Simulasi di jaringan baru