Está en la página 1de 2

Judul: Fairness as an Antecedent to Participative Budgeting: Examining the Effects of Distributive Justice, Procedural Justice and Referent Cognitions

on Satisfaction and Performance Author: Tim M. Lindquist Journal: Journal of Management Accounting Research, Fall 1995

Anggaran partisipatif merupakan anggaran yang dibuat oleh lebih dari seorang individu, yang menegaskan bahwa anggaran disusun dengan melibatkan banyak pihak yang berkompeten didalamnya. Anggaran partisipatif telah ditemukan memiliki efek positif, diabaikan dan bahkan negatif pada kepuasan dan kinerja. Penelitian ini menguji salah satu anteseden partisipasi dalam tiga bentuk: keadilan distributif, keadilan prosedural dan kognisi rujukan. Hal tersebut meneliti mekanisme di mana aturan-aturan keadilan yang diterapkan oleh individu ketika standar ditetapkan berdasarkan tingkat partisipasi yang bervariasi. Perbedaan dalam efektivitas berbagai bentuk partisipatif anggaran menimbulkan pertanyaan tentang mekanisme mekanisme mana partisipasi dapat beroperasi. Penelitian ini mengusulkan bahwa persepsi keadilan distributif dan keadilan prosedural berbeda tergantung pada tingkat partisipasi diperbolehkan individu dalam menetapkan standar kinerja. Beberapa teori yang mendasari penelitian ini antara lain: Distributive Justice adalah konsep proporsionalitas didasarkan pada teori ekuitas. Dalam
perumusan teori ekuitas, menggambarkan rujukan komparatif paling sering individu yang berbeda. Namun menyarankan orang karena kebanyakan juga menggunakan dirinya dalam situasi lain sebagai acuan komparatif. dalam penganggaran partisipatif, jika attainability anggaran dipandang sebagai output dari suatu hubungan maka kemampuan individu dan usaha untuk mencapai anggaran dapat dilihat sebagai masukan.

Ketika kemampuan dan usaha dicocokkan dengan attainability anggaran, keadilan distributif terjadi kemudian. Ketika usaha dan kemampuan yang setara terhadap attainability anggaran, keadilan distributif ada. Procedural Justice adalah merupakan pelengkap karena juga mengakui manfaat positif yang memungkinkan karyawan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan. Prosedural keadilan kontinum berkisar dari proses kontrol rendah ke tinggi maju dari tidak ada masukan suara, memilih dan akhirnya suara dan suara (pengendalian proses tertinggi).

Hipotesis dari penelitian ini antara lain: H1: Individual diijinkan untuk berpartisipasi deengan suara dalam mengemukakan anggaran mereka adalah lebih puas dengan anggaran yang diterima dibandingkan dengan individu
dengan kemampuan serupa diperbolehkan ada masukan, bahkan ketika anggaran preceived menjadi tak terjangkau (tidak adil).