P. 1
Fisiologi Masa Nifas

Fisiologi Masa Nifas

|Views: 30|Likes:
Publicado porFauzi Satria

More info:

Published by: Fauzi Satria on Sep 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/17/2014

pdf

text

original

FISIOLOGI NIFAS

Dr. Munizar, Sp.OG

NIFAS NORMAL
 Definisi dan tujuan Masa nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung berkisar selama 4 - 6 minggu. Perubahan alat reproduksi seperti sebelum melahirkan disebut involusi

 Perubahan fisiologi :
1. 2. 3. 4. Perubahan fisik Involusi uterus dan lokhia Laktasi Perubahan sistem tubuh lainnya

Aspek Anatomi, Fisiologi dan Klinis
 Vagina  Pada awal masa nifas, vagina dan outletnya membentuk rongga besar dan berdinding lembut yang perlahan mengecil dan jarang kembali ke ukuran nullipara  Rugae mulai muncul kembali pada minggu ketiga tetapi tidak sejelas sebelumny  Hymen tampil oleh beberapa jaringan kecil, dimana skarnya membentuk myrtiform caruncles

 Epitel vagina mulai berproliferasi dalam 4-6 minggu, biasanya secara kebetulan dengan kembalinya produksi estrogen ovarium

 Uterus
 Pada uterus masa nifas, semakin besar pembuluh darahnya berobliterasi akibat perubahan hialin, perlahan diserap, dan digantikan oleh pembuluh darah yang lebih kecil.

 Cerviks dan SBU
 Dilatasi cerviks menyempit, serviks menebal, dan kanal endoservikal membentuk kembali. Os eksternal tidak sepenuhnya kembali ke tampilan sebelum hamil  Penipisan segmen uterus bawah berkontraksi dan retraksi, tetapi tidak dipaksakan seperi korpus uterus. Epitel servikal juga mengalami remodeling. Sekitar sebagian wanita menunjukkan regresi displasia tingkat tinggi setelah kelahiran vagina.

tour de force destruksi atau dekonstruksi dimulai  Dua hari setelah kelahiran. seberat 300 gr dan telah menurun ke pelvis sebenarnya  Sekitar 4 minggu setelah kelahiran.  Postpartum. Involusi Uterus  Segera setelah ekspulsi plasenta. uterus seberat kira-kira 1000 gram  Selama masa nifas. 2 minggu. uterus mulai mengalami involusi. fundus dari uterus yang berkontraski sedikit di bawah umbilikus. uterus kembali ke ukuran sebelum hamil sekitar 100 gr atau kurang . pada 1 minggu seberat 500 gr.

.

 Subinvolusi  Subinvolusi adalah retardasi involusi  Hal ini diikuti perpanjangan sekret lokia dan perdarahan uterus berlebihan atau ireguler  Baik retensi fragmen plasenta dan infeksi pelvis bisa menyebabkan subinvolusi  metilergonovin (Methergine). 0.2 mg setiap 3-4 jam selama 24-48 jam. direkomendasikan untuk subinvolusi .

desidua yang terlepas. dan bakteri  Hari 1 nifas. Lokhia  lokia dan terdiri atas eritrosit. Hari 10. Hari 3 atau 4. warnanya merah disebut lochia rubra. lokia menjadi berwarna pucat disebut lochia serosa. Lokia ada sampai 4-8 minggu setelah kelahiran . sel-sel epitel. karena campuran leukosit dan penurunan isi cairan. lokia menjadi putih atau warna putih kekuningan disebut lochia alba.

disertai sistem pengumpulan dilatasi. . merupakan keadaan kondusif untuk infeksi.Traktus Urinarius  Ureter dan pelvis renal mengalami dilatasi dibandingkan keadaan sebelum hamil selama 28 minggu setelah kelahiran  Infeksi traktus urinarius menjadi pertimbangan karena residu urin dan bakteriuria pada vesika urinaria yang traumatisasi.

Ketika otot kembali atonik. dinding abdomen tetap lembut dan layu.Peritoneum dan Dinding Abdomen  Ligamen broad dan round membutuhkan waktu untuk kembali dari peregangan selama kehamilan. Sebagai hasil dari ruptur serat elastis di kulit dan distensi yang lama akibat uterus hamil. Dinding abdomen biasanya kembali ke tampilan sebelum hamil. dinding abdomen juga kembali kuat . Dibutuhkan beberapa minggu untuk struktur ini kembali normal.

Perubahan Darah dan Cairan  Leukositosis dan trombositosis bisa terjadi selama dan setelah kelahiran. dan diuresis postpartum adalah kebalikan fisiologi dari proses ini. dengan peningkatan granulosit  Secara normal. Hal ini terjadi antara hari kedua dan kelima dan berhubungan dengan hipervolemia kehamilan .  Kardiac Output biasanya kembali meningkat pada 24-48 jam postpartum dan menurun pada kadar tidak hamil setelah 10 hari  Kehamilan normal berhubungan dengan peningkatan cairan ekstraseluler.000/µl. pada beberapa hari pertama postpartum. Leukosit kadang mencapat 30. konsentrasi hemoglobin dan hematokrit berfluktuasi  Volume darah pada kebanyakan wanita kembali ke kadar sebelum hamil pada 1 minggu setelah kelahiran.

. terdapat penurunan 2-3 kg selama diuresis.Penurunan Berat Badan  Selain hilangnya 5-6 kg akibat evakuasi uterina dan kehilangan darah normal.

dimana konversi bertahap ke susu matur terjadi selama 4 minggu.Payudara dan Laktasi  Secara anatomis. banyak globulin. Faktor resistensi host lain terkandung di kolostrum dan susu mencakup komplemen. laktoperoksidase dan lisozim. masing-masing kelenjar mammaria matur terdiri atas 15-25 lobus. tetapi orifisium berbeda. Epitel sekretori alveolar membentuk konstituen susu bervariasi  Setelah kelahiran. . Setiap alveolus terdiri dari duktus kecil. Kolostrum mengandung antibodi. laktoferin. Setiap lobus terdiri dari beberapa lobulus. Keluar hari kedua postpartum. protein. payudara mulai mensekresi kolostrum: cairan lemon kekuningan kental. makrofag. tetapi gula dan lemak lebih rendah. dan mengandung imunoglobulin A (IgA) yang dapat melindungi bayi baru lahir dari patogen. Duktus laktiferos membuka terpisah di puting. Kolostrum mengandung banyak mineral dan asam amino. Sekresi tetap terjadi sampai kira-kira 5 hari. Tersusun secara radial dan dipisahkan oleh lemak. yang terdiri atas beberapa alveoli.

dan suplementasi pada bayi baru lahir direkomendasikan  Whey adalah serum susu yang mengandung banyak interleukin-6. β-laktoglobulin. Umumnya ibu memproduksi 600 mL susu setiap hari. Asam lemak disintesis di alveoli dari glukosa dan disekresikan oleh proses seperti apokrin. Susu manusia adalah suspensi lemak dan protein dalam solusi karbohidrat-mineral. Susu isotonik dengan plasma dan laktosanya sebagian tekanan osmotik. Kebanyakan protein susu unik dan mencakup α-laktalbumin. Prolactin secara aktif disekresikan ke susu payudara. Semua vitamin kecuali K ditemukan di susu manusia. Vitamin D rendah (22 IU/mL). dan kasein. Epidermal growth factor (EGF) telah ada di susu manusia. dan tidak dihancurkan oleh enzim proteolitik gastrik dan dapat diserap untuk pertumuhan dan maturasi mukosa intestinal bayi baru lahir . Hal ini berhubungan dengan produksi IgA oleh payudara.

nutrisi. KB.Tujuan asuhan masa nifas  Menjaga kesehatan ibu dan bayi  Melaksanakan skrinning yg komprehensif  Pendidikan kesehatan diri. Diperkirakan 60% kematian ibu pada masa nifas dan 50% terjadi dalam 24 jam pertama . menyusui. imunisasi dan perawatan bayi sehat  Pelayanan keluarga berencana  Periode ini adalah masa kritis baik ibu maupun bayi.

ANAMNESIS  Riwayat ibu : 1. Nama. untuk membantu di rumah Kebiasaan minum. 8. Nyeri Menyusui atau tidak Keluhan2 saat ini: perdarahan. putting susu 3. merokok dan obat Kepercayaan dan adat istiadat 5. umur Tanggal dan tempat lahir Jenis persalinan Masalah2 selama persalinan  Riwayat Sosial-Ekonomi: 1. 3. 2. Rencana KB . 4. 7. 2. 4. Respon ibu dan keluarga thd bayi Kehadiran anggota kel. 6.

Buang air kecil / besar. 3. 2. Menyusui. Vaksinasi. 4. .Riwayat bayi : 1. Keadaan tali pusat.

Pemeriksaan kondisi ibu : Umum  Suhu tubuh  Denyut nadi  Tekanan darah  Tanda2 anemia  Edema/ tromboflebitis  Refleks  Varises Payudara  Putting susu : pecah. rata  Nyeri tekan  Abses  Pembengkakan/ ASI terhenti  Pengeluaran ASI  CVAT . pendek.

Perut/ uterus  Posisi uterus/ tinggi fundus uteri  Kontraksi uterus  Ukuran kandung kemih Vulva/ perineum  Pengeluaran lokhia  Penjahitan laserasi atau episiotomi  Pembengkakan  Luka  Hemorhoid .

rooting.Pemeriksaan bayi baru lahir :  Pernafasan : normal. menggenggam)  Warna kulit  Keadaan mata  Keadaan tali pusat  Fontanella  Ketidaknormalan . berat badan. tersengalsengal  Panjang badan. cuping hidung. suhu  Refleks (menghisap.

Diagnosis  Apakah masa nifas berlangsung normal atau tidak  Adakah keadaan gawat darurat pada ibu  Adakah penyulit yg memerlukan rujukan  Apakah ibu dalam kondisi normal atau tidak  Apakah bayi dalam keadaan darurat  Apakah bayi perlu dirujuk .

setiap kali buang air  Ganti pembalut setidaknya 2 kali sehari  Cuci tangan dengan sabun setiapa buang air  Hindari menyentuh luka episiotomi . bersihkan vulva dari depan ke belakang baru daerah anus. dengan menggunakan sabun.Penanganan Kebersihan diri :  Anjurakan kebersihan seluruh tubuh  Mengajarkan cara membersihkan daerah kelamin.

Istirahat  Anjurkan cukup istirahat  Saran untuk memulai kegiatan rumah tangga peralahan-lahan  Kurang istirahat akan menyebabkan:  Mengurangi jumlah ASI  Memperlambat involusi uterus  perdarahan  Depresi .

kencangkan otot2 pantat dan pinggang dan tahan sampai hitungan 5.Latihan  Untuk mengembalikan otot-otot perut dan panggul ke keadaan normal. tahan nafas dan angkat dagu ke dada sampai hitungan ke 5. setiap minggu naikkan 5 kali. pada minggu ke 6 harus mengerjakan setiap gerakan 30 kali . sehingga mengurangi rasa sakit  Tidur telentang dengan tangan disamping. menarik otot perut selagi bernafas. ulangi 10 kali  Memperkuat otot vagina (latihan kegel)  Berdiri dengan tungkai dirapatkan. kendurkan dan ulangi sampai 5 kali  Mulai dengan 5 kali latihan.

Gizi Ibu menyusui harus :  Konsumsi tambahan 500 kalori  Diet seimbang  Minum sedikitnya 3 liter air sehari  Zat besi sampai 40 hari bersalin  Minum vit A 200.000 unit .

Perawatan Payudara  Perawatan Payudara  Jika posisis bayi tidak baik. benjolan dgn rasa nyeri • temperatur tubuh > 38 C perasaan tidak enak badan atau sakit . hal ini tidak membahayakan jika ibu terus memberikan ASI  Kaji tanda dan gejala tersumbatnya saluran ASI atau mastitis. garis atau bintik panas pada salah satu payudaranya. hentikan penyusuan bayi. anjurkan untuk mencari perawatan segera jika mengalami masalah dengan payudara • Bintik merah. atur ulang posisi bayi dan teruskan pemberian ASI  Pastikan ibu menjaga putting susunya tetap bersih dan kering  Yakinkan putting susunya lecet dan retak.

KU. RR. Luka jahitan . Lokhea 4. Udem atau pembengkakan pada tungkai 7. Miksi dan defekasi 5. Tinggi fundus Uteri 3. Tanda-tanda vital : TD. Keadaan buah dada 6. Kp 2. Suhu< Nadi.Penyulit Masa Nifas  Perlu diperhatikan : 1.

2. Nadi yang cepat >> 90 x/menit. Tinggi Fundus Uteri. Suhu dan Nadi kenaikan suhu badan aksiler sampai >> 38 C.1. mencurigakan adanya infeksi puerpuralis. ditentukan setelah :  Kandung kemih dikosongkan  Rahim diransang agar berkontraksi  Setelah rahim diketengahkan ke garis tengah perut  Keterlambatan turunnya rahim  hambatan involusi .

Warna. kepadatan dan bau Banyaknya :  Sangat banyak  Ketinggalan sisa buah kehamilan (plasenta)  Sedikit  jalan lokhea tersumbat  Sedikit dengan panas tinggi  febris puerpuralis .3. Lokhea Perhatika : banyaknya.

 Warna : Menetap merah : Bahaya perdarahan. sisa uri Coklat dan banyak : sub involusi  Kepadatan : Jaringan selaput janin atau uri : ketinggalan sisa buah kehamilan  Bau : Berbau : Ketinggalan sisa buah kehamilan Berbau disertai panas tinggi : febris puerpuralis .

sandaran pada buah dada. .Payudara Bengkak Disebabkan Bendungan ASI  Perawatan : Analgetika atau Mengeluarkan ASI dgn tekanan tangan pompa Memberi sandaran pada buah dada Mastitis dan abses payudara mastitis : antibiotika. analgetika.

obati dgn salep. kalau perlu pakai alat pelindung putting susu . hidup tenang. terus menyusi ASI terlalu banyak : kurangi minum Lecet pada putting susu : istirahatkan putting susus setidaknya 24 jam .Keluhan Mengenai Payudara  Kelainan pembentukan ASI  ASI kurang : Banyak minum.

aureus (CA-MRSA) yang menyebabkan insidensi abses lebih besar  Terapi Secara empiris dikloxasilin. Mastistis  Infeksi parenkim kelenjar mammaria merupakan komplikasi anterpartum yang jarang terjadi tetapi diperkirakan terjado pada hampir sepertiga wanita menyusui  Gejala mastitis supuratif jarang muncul sebelum akhir minggu pertama postpartum dan tidak sampai minggu ketiga atau keempat. 500 mg 4 kali sehari dapat diberikan. dan terdapat nyeri berat biasanya unilateral  Etiologi Staphylococcus aureus ialah organisme yang paling umum terisolasi. sekitar 40 %. Pada beberapa daerah terdapat isolasi community-acquired methicillinresistant S. Infeksi  Payudara menjadi lebih keras dan merah. Eritromisin diberikan pada wanita yang sensitif penisilin .

1 %. yang memiliki tingkat kesuksesan 80-90 %. Insidensi abses payudara sekitar 0. Abses  Bagian payudara yang bengkak biasanya lunak. Terapi alternatif yang kurang invasif ialah dengan aspirasi jarum yang dipandu sonografi menggunakan anestesi lokal.  Perawatannya :  Insisi secara radier  Pasang Drain  Antibiotika  Analgetika . Terapinya ialah drainase.

Selain itu.  Abnormalities Sekresi Sekresi mammaria yang tidak ada disebut agalactia. kadang sekresi berlebihan disebut polygalactia. . dan susu bisa terakumulasi di 1 atau lebih lobus mammaria. Ini bisa hilang sendiri atau memerlukan aspirasi. Galaktokel Duktus mengalami obstruksi oleh sekresi.

penyebanya adalah :  1.Komplikasi Nifas  Pedarahan. Perdarahan dari luka jalan lahir. yang berdarah kembali karena jahitan lepas atau putus  Bila perdarahan berasal dari luka maka luka dirawat . Sisa urin yang tertinggal  2.

Bila perdarahan dari rongga rahim :  Dilakukan kuretase  Pemberian uterotonika  Pemberian antibiotika .

Pembuluh darah balik -.Panas ( Febris)  Kenaikan suhu < 38 C dapat disebabkan :  1.Jalan air seni – pielitis  . Penumpukan lokhea karena penyumbatan liang senggama  Bila suhu > 38 C merupakan tanda infeksi :  .Buah dada – mastitis  . Bendungan ASI  2.tromboflebitis .Jalan lahir – febris puerpuralis  .

Pielonefritis  Gejala : Panas tinggi. nyeri pinggang. Muntahmuntah  Diagnosa pasti  periksa air seni  Perawatan : Tirah baring.Radang Saluran Seni  Pielitis . analgetika dan atau antibiotika .

ibu dapat memasukkan jari ke vagina tanpa rasa sakit  Budaya. misalnya 40 hari atau 6 minggu .Hubungan perkawinan/ keluarga berencana  Dapat dilakukan bila darah telah terhenti.

3. KB dapat dimulai 2 minggu setelah persalinan  Meskipun KB mengandung resiko tapi tetap lebih aman dari kehamilan  Sebelum menggunakan KB harus dijelaskan : 1. Metode mencegah kehamilan dan efektivitasnya Kelebihan dan kekurangannya Bagaimana menggunakannya Kapan dapat dimulai jika telah menggunakan KB sebaiknya bertemu kembali 2 minggu . 2. karena ovulasi sering tak dapat diduga datangnya. 4.Keluarga berencana  KB sebelum datang haid pertama.

Tindakan yang baik untuk asuhan masa nifas bayi normal Kebersihan :  Basuh bayi dengan kain/ busa setiap 2 hari sekali  Bayi baru lahir tidak boleh dimandikan sampai tali pusat  Setiap buang air. harus dibersihkan daerah perineal dengan ait dan sabun serta dikeringkan .

TERIMA KASIH .

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->