Pembelahan Sel Secara Meiosis

gambar:miosis.jpg

Pembelahan Meiosis disebut juga pembelahan reduksi, di karena terjadinya pengurangan jumlah kromosom dalam prosesnya dari 2n menjadi n. Menghasilkan sel anakan dengan jumlah kromosom separuh dari jumlah kromosom sel induknya. Contoh, sel induk gamet jantan (spermatogonium) merupakan sel yang diploid (2n) setelah membelah, sel anak yang terbentuk (spermatozoa) merupakan sel yang haploid (n). Dalam pembelahan Meiosis terjadi dua kali pembelahan sel secara berturut – turut, tanpa diselingi adanya interfase, yaitu tahap meiosis 1 dan meiosis 2 dengan hasil akhir 4 sel anak dengan jumlah kromosom haploid (n).

Meiosis I
1. Profase I
a. Leptoten Kromatin menebal membentuk kromosom. b. Zygoten Kromosom yang homolog mulai berpasangan, kedua sentriol bergerak menuju ke kutub yang berlawanan. c. Pakiten Tiap kromosom menebal dan mengganda menjadi dua kromatida dengan satu sentromer.

membrane sel membentuk sekat sehingga terbentuk dua sel anak yang bersifat haploid.. Benang – benang kromatin berubah kembali menjadi kromosom. 2. bergandengan yang homolog dan menjadi rapat. 2. Kromosom hasil crossing over yang bergerak ke kutub sel membawa materi genetic yang berbeda. Diploten Kromatida membesar dan memendek. b. e. c. Hal ini hanya terjadi pada meiosis saja. terbentuk serat gelendong diantara dua kutub.d. Kromosom yang terdiri dari 2 kromatida tidak mengalami duplikasi lagi. Telofase I Pada tahap ini. Profase II a. Nucleolus dan dinding inti menghilang. Serat – serat gelendong terbentuk diantara 2 kutub pembelahan. Metafase II . Metafase 1 Pada tahap ini. 4. tetrad menempatkan dirinya pada bidang ekuator. Meiosis II 1. 3. e. Diakenesis Ditandai dengan adanya pindah silang (crossing over) dari bagian kromosom yang telah mengalami duplikasi. nucleolus dan dinding inti menghilang. yang dapat mengakibatkan terjadinya rekombinasi gen. tetapi setiap kromosom masih mengandung dua kromatid (siser cromatid) yang terhubung melalui sentromer. d. Anafase I Pada tahap ini. Membrane inti sudah tidak tampak lagi dan sentromer terikat oleh spindel pembelahan. Sentriol berpisah menuju kutub yang berawanan. Sentriol berpisah menuju kutub yang berlawanan. spindel pembelahan memendek dan menarik belahan tetrad (diad) ke kutub sel berlawanan sehingga kromosom homolog dipisahkan.

dan bergerak menuju ke kutub yang berlawanan.Kromosom kebidang ekuator menggantung pada serat gelendong melalui sentromernya. 4. Nucleolus dan dinding inti terbentuk kembali. c. Telofase II a. 3. . Serat – serat gelendong menghilang dan terbentuk sentrosom kembali. b. Anafase II Kromatida berpisah dari homolognya. Kromosom berubah menjadi benang – benang kromatin kembali.

Istilah-istilah . Gambar di bawah ini merupakan fase – fase pembelahan meiosis. terjadi perpasangan dari kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah kromosom induk terhadap sel anak. dan selanjutnya diikuti oleh proses pembelahan inti (M) serta pembelahan sitoplasma (C). yang disebut meiosis I dan meiosis II. yaitu pembelahan I (meiosis I) dan pembelahan II (meiosis II) PEMBELAHAN MEIOSIS Mitosis dan meiosis merupakan bagian dari siklus sel dan hanya mencakup 510% dari siklus sel. Disamping itu. Persentase waktu yang besar dalam siklus sel terjadi pada interfase. sel tumbuh (G2) mempersiapkan segala keperluan untuk pemisahan kromosom. dan G2. Meiosis adalah salah satu cara sel untuk mengalami pembelahan. Terjelaskannya faktor Mendel dalam perilaku mitosis dan meiosis melahirkan dorongan yang luar biasa untuk melakukan studi-studi genetika.) Jumlah kromosom sel anak setengah dari jumlah kromosom sel induknya.Hasil meiosis : 1. Setelah DNA bereplikasi. juga terjadi replikasi organel sitoplasma sehingga sel tumbuh membesar. pada meiosis terjadi dua kali periode pembelahan sel. Pada periode G1 selain terjadi pembentukan senyawa-senyawa untuk replikasi DNA. Pada meiosis.) Pembelahan meiosis hanya terjadi pada sel – sel generative atau sel – sel gamet seperti sperma dan ovum (sel telur).) Satu sel induk yang diploid (2n) menjadi 4 sel anakan yang masing – masing haploid (n) 2. Ciri pembelahan secara meiosis adalah:     Terjadi di sel kelamin Jumlah sel anaknya 4 Jumlah kromosen 1/2 induknya Pembelahan terjadi 2 kali Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nuftah. Pada meiosis terjadi satu kali penggandaan kromosom dan dua kali pembelahan sel. dan kemudian sel memasuki periode S yaitu fase terjadinya proses replikasi DNA. Sel – sel eukariot tertentu menghasilkan sel haploid (misalnya gamet pada hewan dan manusia. Interfase terdiri dari periode G1. serta spora pada tumbuhan) dengan pembelahan sel yang disebut meiosis. 3. S. Selanjutnya sel hasil pembelahan memasuki pertumbuhan sel baru (G1).

Sel anakan yang dihasilkan adalah 4 sel.baru kemudian muncul. sehingga hasilnya keempat sel anakan hanya memiliki separuh jumlah kromosom induknya. dan unit bawaan dasar Mendel disebut gen (gene). yaitu pembelahan I (meiosis I) dan pembelahan II (meiosis II). Setiap fase pada meiosis memiliki ciri-ciri tersendiri. maka individu memberikan satu jiplakan tunggal dari setiap satuan hereditas ke sel-sel germ haploid yang dengannya ia memperanakan turunannya. Fase-fase dalam pembelahan meiosis adalah sebagai berikut: Meiosis hanya terjadi pada fase reproduksi seksual atau pada jaringan nuftah. dengan kata lain seluruh kromosom disebut genom (genome). tetapi dalam prosesnya terjadi pengurangan (reduksi) jumlah kromosom. Akibat adanya dua kali proses pembelahan sel. metafase I. Reduksi jumlah kromosom terjadi selama meiosis I. Meiosis adalah proses menghasilkan gamet yang haploid dari diploid pada meiosis sel mengalami dua pembelahan berurutan. profase II. telofase I. terjadi perpasangan dari kromosom homolog serta terjadi pengurangan jumlah kromosom induk terhadap sel anak. Jumlah keseluruhan gen yang ada dalam satu individu. Demikian juga pada sel hewan terjadi meiosis I dan meiosis II. individu homozigot (homozygote) yaitu individu yang membawa sepasang allela identik. Di saat terjadi reduksi dalam meiosis dari dua kromosom dalam sel-sel diploid menjadi masingmasing unit tunggal. Meiosis terbagi menjadi due tahap besar yaitu Meiosis I dan Meiosis II Baik meiosis I maupun meiosis II terbagi lagi menjadi tahap-tahap seperti pada mitosis. maka pada meiosis. Baik pada pembelahan meiosis I dan II. disebut meiosis I dan meiosis II. terjadi fase-fase pembelahan seperti pada mitosis. Dua gen homologi mewakili dua bentuk alternatif disebut allelomorf (allelomorphs) yang kemudian disingkat allela (alleles). Meiosis mereduksi atau mengurangi jumlah kromosom menjadi setengahnya. bukan 2 sel seperti mitosis. Individu yang berkembang dari telur yang dibuahi disebut zigot (zygote). anafase II. Pada meiosis. Yang muncul pertama kali adalah disiplin itu sendiri diberi nama genetika (genetics). dan telofase II. metafase II. Meiosis I dan meiosis II terjadi pada sel tumbuhan. dengan masing-masing sel mengandung jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom sel induk. Meiosis (Pembelahan Reduksi) adalah reproduksi sel melalui tahap-tahap pembelahan seperti pada mitosis. Secara lengkap pembagian tahap pada pembelahan reduksi adalah sebagai berikut : . Ciri-ciri itu berupa tingkah laku kromosom yang hamper sama dengan pembelahan mitosis. Dua pembelahan meiosis dilangsungkan oleh hanya satu proses duplikasi kromosom. satu sel induk akan menghasilkan empat sbaru. anafase I . pada meiosis terjadi dua kali periode pembelahan sel. dan sebaliknya heterozigot (heterozygote) bagi individu yang membawa sepasang allela yang berbeda dari gen tertentu. Disamping itu. Oleh karena itu dikenal adanya profase I.

Berbeda dengan pembelahan mitosis. yaitu Oogenesis dan Speatogenesis. Setelah selesai telofase II dan akan dilanjutkan ke profase I barulah terdapat fase istirahat atau interface. . PERBEDAAN ANTARA MITOSIS DENGAN MEIOSIS Aspek yang dibedakan Tujuan Hasil pembelahan Sifat sel anak Tempat terjadinya Mitosis Untuk pertumbuhan 2 sel anak diploid (2n) sel somatis Meiosis Sifat mempertahan-kan diploid 4 sel anak haploid (n) sel gonad Pada hewan dikenal adanya peristiwa meiosis dalam pembentukan gamet. Sedangkan pada tumbahan dikenal Makrosporogenesis (Megasporogenesis) dan Mikrosporogenesis. pada pembelahan meiosis antara telofase I dengan profase II tidak terdapat fase istirahat (interface).

Gametogenesis meliputi spermatogenesis (pembentukan spermatozoa atau sperma) dan Oogenesis (pembentukan ovum) a. dalam pembahasan ini akan di jelaskan mengenai proses spermatogenesis pada nanusia. .Pembelahan Meiosis Pada Manusia 1. Gametogenesis berlangsung pada sel kelamin dalam alat perkembangbiakan. Gametogenesis Gametogenesis merupakan proses pembentukan gamet (sel kelamin) yang terjadi melalui pembelahan meiosis. Pembentukan Sperma (Spermatogenesis) Hampir semua spesies hewan tingkat tinggi terutama mamalia mempunyai proses spermatogenesis yang hampir sama.

Dinding tubulus seminiferus terdiri dari jaringan epitel dan jaringan ikat. .) Tempat spermatogenesis Spermatogenesis terjadi di testis. Didalam testis terdapat tublus seminiferus. Selain itu pada tubulus seminiferus terdapat pula sel leydig yang mengsekresikan hormone testosterone yang berperan pada proses spermatogenesis.1. pada jaringan epithelium terdapat sel – sel spermatogonia dan sel sertoli yang berfungsi member nutrisi pada spermatozoa.

Sel – sel spermatosit primer tersebut kemudian membelah secara meiosis nebjadi dua spermatosit sekunder yang jumlah kromosomnya menjadi setengahnya (23kromosom . sedangkan lainnya berkembang menjadi spermatosit primer yang juga mengandung kromosom sebanyak 46 kromosom. spermatogonia mengandung 23 pasang kromosom atau 46 kromosom (diploid) Beberapa spermatogonia membelah diri kembali. Pada manusia. spermatogonia membelah diri secara mitosis sehingga menghasilkan lebih banyak spermatogonia.2.) Proses Spermatogenesis Pada masa pubertas.

Selama pembelahan meiosis II. Pada pria dewasa normal. walaupun kualitas dan kauntitasnya makin menurun dengan bertambahnya usia. . Kepala sperma mengandung nucleus. Siklus spermatogenesis berlangsung rata – rata 74 hari. kedua spermatosit sekunder membelah lagi menghasilkan empat spermatid. Jadi. Ini juga memiliki23 kromosom (haploid). Selanjutnya spermatosit sekunder membelah lagi secara meiosis menjadi empat spermatid. Ekor sperma berfungsi sebagai alat gerak. spermatid. bagian tengah dan ekor (flagelata. spermatosit primer mengalami pembelahan meiosis I yang menghasilkan dua spermatosit sekunder. Bagian ujung kepala ini mengandung akrosom yang menghasilkan enzim yang berfungsi untuk menembus lapisan – lapisan sel telur pada waktu fertilisasi. perkembangan sel spermatogonia menjadi spermatozoa matang memerlukan waktu rata – rata 74 hari.) Bagian – Bagian Sperma Sperma dewasa terdiri dari tiga bagian yaitu kepala. Selanjutnya spermatid berdiferensi menjadi sel kelamin dewasa(masak) yang disebut spermatozoa atau sperma. Sementara itu pemasakan spermatosit menjadi sperma memerlukan waktu dua hari. Bagian tengah sperma mengandung mitokondria yang menghasilkan ATP sebagai sumber energy untuk pergerakan sperma. Artinya .jadi. 3. proses spermatogenesis terus berlangsung sepanjang hidup. Pada manusia proses spermatogenesis berlangsung setiap hari.proses pemasakan spermatosit menjadi sperma dinamakan spermatogenesis dan terjadi didalam epidemis.haploid).

Oosit sekunder ini mempunyai kromosom setengah kromosom oosit primer yaitu 23 kromosom (haploid). badan kutub pertama membelah diri menjadi dua kutub. oosit sekunder membelah diri menghasilkan satu sel ootid yang besar dan satu badan kutub kedua (polar body sekunder). oosit primer mengadakan pembelahan meiosis I menghasilkan satu sel oosit sekunder yang besar dan satu sel badan kutub pertama (polar body primer) yang lebih kecil. Pada saat yang sama.2. Sedangkan ketiga badan kutub kecil hancur sehingga setiap oosit primer hanya menghasilkan satu sel telur yang fungsional. Sel telur (ovum) yang besar itu mengandung sumber persediaan makanan. Oogenesis Pada masa pubertas. ribosom. Ootid yang besar tersebut mengandung hamper semua kuning telur dan sitoplasma. Selanjutnya ootid tumbuh menjadi sel telur (ovum) yang mempunyai 23 kromosom (haploid). Oogenesis hanya berlangsung hingga seseorang usia 40 sampai 50 tahun. RNA. Dalam pembelahan meiosis II. Setelah wanita tidak mengalami menstruasi lagi (menopause) sel telur tidak diproduksi lagi. Sel telur yang matang diselubungi oleh membrane corona radiate dan zona pellusida. sedangkan sel badan kutub pertama hanya terdiri dari nucleus saja. . dan komponen – komponen sitoplasma lain yang berperan dalam perkembangan embrio. Perbedaan bentuk ini disebabkan sel oosit sekunder mengandung hampir semua sitoplasma dan kuning telur.

Tujuan Pembelahan Sel Sel merupakan struktur terkecil dari makhluk hidup. Kumpulan dari banyak sel dengan struktur dan fungsi yang sama disebut jaringan dan kumpulan jaringan dengan tujuan fungsi tertentu disebut organ. masa istirahat antara keduanya disebut interfase. Meiosis terbagi menjadi 2 tahapan besar yaitu meiosis I dan meiosis II. oleh karena itu sel sangat menentukan fungsi dan bentuk dari organ atau jaringan yang disusunnya. Pembelahan sel mempunyai tujuan sebagai berikut :     Regenerasi sel-sel yang rusak/mati Pertumbuhan dan perkembangan Berkembang biak (reproduksi) Variasi individu baru Pembelahan Meiosis Meiosis atau pembelahan reduksi adalah pembelahan dengan proses yang hampir sama dengan pembelahan mitosis namun pada meiosis terjadi pngurangan (reduksi) jumlah kromosom. Untuk bisa mencapai jumlah banyak. apabila ovum dan sperma bersatu (fertilisasi) akan terbentuk zigot diploid (2n) yang akan tumbuh menjadi individu baru dengan gen hasil kombinasi dari ovum dan sperma. Tahapan pembelahan meiosis sebagai berikut : . Sel somatik manusia terdiri dari 46 kromosom (23 pasang kromosom). Pasangan kromosom ke 23 adalah kromosom seks yang menentukan jenis kelamin seseorang Sel ovum dan sperma hanya mempunyai setengah kromosom (haploid / n). sel melakukan pembelahan. setengah berasal dari tiap orang tua. Masing-masing dari 22 autosom maternal memiliki kromosom paternal yang homolog.

1 : tahapan pembelahan meiosis gambar 2.2 : tahapan pembelahan meiosis I dan II .gambar 2.

gambar 2. Poliploid   Triploid (3n) Tetraploid (4n) . Terdapat 2 gangguan jumlah kromosom : 1. struktur tiap kromosom Kedua kesalahan diatas bisa berakibat pada fenotip (sifat yang muncul pada individu). Kesalahan Jumlah kromosom Nondisjunction meiosis dapat terjadi jika homolog gagal berpisah selama anafase M-1 dan kromatid gagal berpisah selama M-2 yang pada akhirnya gamet memiliki jumlah kromosom yang abnornal. Jumlah kromosom per sel 2.3 : perbedaan tahapan meiosis dan mitosis Gangguan Pembelahan Meiosis Kesalahan selama pembelahan meiosis dapat merubah : 1.1. 2. Aneuploid   Trisomik (2n+1) Monosomik (2n-1) 2.

2. Delesi b. Duplikasi .2 Kesalahan Struktur Kromosom Perubahan struktur kromosom dapat menyebabkan terjadinya empat macam struktur. yaitu :     Delesi Duplikasi Inversi Translokasi a.

Inversi d. Translokasi .c.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful