P. 1
Modul-fisika x 2012

Modul-fisika x 2012

|Views: 568|Likes:
Publicado porFRIAN IVANSRAMA

More info:

Published by: FRIAN IVANSRAMA on Sep 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2015

pdf

text

original

MODUL

UNTUK SMK KELAS

FISIKA

10
NAMA
: ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

KELAS

: ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

ALAMAT

:

•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

·
••

• •• ••• •• ••• •• ••• •• ••• •• ••• •• ••• •• ••• ••• •• ••• •• ••• •• ••• •• ••• •• ••• •• ••• •• •••

·

•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••• •••••••••••••••••••••••••• : ................................................................................................................

NoTelp
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

E-Mail

: ................................................................................................................ ••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••

WebSite : •••••••••• •••••• ••• ••• •••••• ••• •••••••••• ••••••••• ••• •••••••••••••••• ••• ••••••

SMK ISLAM PB SOEDIRMAN 1
Oleh RUDY DJATMIKO, S.Si

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, dengan Ilmu-Nya yang Maha Luas, serta kemurahan hatinya, hingga kumpulan Modul Fisika untuk Siswa SMK kelas 10 ini dapat diselesaikan. Modul Fisika SMK Kelas 10 ini disusun sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Fisika Kelompok Teknologi dan Kesehatan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) / Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK). Karenanya materi yang diuraikan dalam modul ini tidak akan melenceng dari tujuan kurikulum. Materi dalam Modul Fisika Smk Kelas 10 ini disajikan dengan seringkas dan sejelas mungkin. Hal ini dimaksudkan agar Siswa bisa lebih cepat menangkap inti dari materi ajar yang sedang dipelajari. Kritik dan saran sangat Penulis harapkan demi kesempurnaan modul ini. Kritik dan saran dapat disampaikan melalui email rudyjatmiko@yahoo.com. Semoga modul ini dapat menghantarkan Siswa SMK menuju sukses.

Jakarta, 24 Juni 2012 Penyusun

Rudy Djatmiko, S.Si

rotasi. Menguasai konsep besaran dan satuannya Menggunakan alat ukur yang tepat untuk mengukur suatu besaran fisis 1 . dan keseimbangan benda 1 2 3 4 Menguasai konsep gerak translasi dan rotasi Menguasai konsep keseimbangan benda tegar Menghitung gerak translasi dan rotasi Menghitung keseimbangan benda tegar 4 . 2 . Menerapkan gerak translasi. Menerapkan konsep usaha/ daya dan energi 4 1 . 3 . 5 3 . Menerapkan konsep impuls dan momentum Mengenali jenis tumbukan Menguasai konsep impuls dan hukum kekekalan momentum Menerapkan hubungan impuls dan momentum dalam perhitungan ii . 3 . 4 3 . 4 2 . 2 . 1 2 3 5 Menguasai konsep gerak dan gaya Menguasai hukum Newton Menghitung gerak lurus Menghitung gaya gesek 3 . 2 . Menerapkan hukum gerak dan gaya 2 .STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR PELAJARAN FISIKA SMK TEKNOLOGI Standar Kompetensi Mengukur besaran dan menerapkan satuannya Kompetensi Dasar 1 1 . 1 2 . 3 . Menguasai konsep usaha/daya dan energi Menguasai hukum kekekalan energi Menghitung usaha/daya dan energi 5 . 3 . 5 1 . 2 . 5 2 .

2 Menguasai pengaruh kalor terhadap zat 7. gelombang. dan bunyi 10. 2 Menguasai hukum magnet dan elektromagnet 11. 2 Menggunakan hukum Termodinamika dalam perhitungan 10. 1 Menguasai hukum Termodinamika 9. gelombang. 3 Menentukan kekuatan bahan 7. gelombang.Standar Kompetensi 6. dan bunyi 10. Menerapkan konsep suhu dan kalor 7. Menerapkan konsep fluida 8. dan bunyi 10. 2 Membedakan getaran. 1 Menguasai hukum fluida statis 8. 4 Menghitung kalor 8. 2 Menguasai hukum fluida dinamis 8. 3 Menggunakan magnet 11. 4 Menghitung fluida dinamis 8. Menginterpretasikan sifat mekanik bahan Kompetensi Dasar 6. dan bunyi 11. gelombang. 3 Mengukur suhu dan kalor 7. 1 Menguasai konsep suhu dan kalor 7. 2 Menguasai hukum Hooke 6. 3 Menghitung fluida statis 8. Menerapkan konsep magnet dan elektromagnet 11. 4 Menggunakan electromagnet iii . 1 Menguasai hukum getaran. 3 Menghitung getaran. Menerapkan hukum Termodinamika 9. 1 Menguasai konsep kemagnetan 11. 1 Menguasai konsep elastisitas bahan 6. Menerapkan getaran.

Menerapkan konsep listrik arus bolak-balik 15. 1 Membedakan konsep listrik statis dan dinamis 13. Menerapkan konsep optik Kompetensi Dasar 12. 2 Menjelaskan penerapan listrik statis dan dinamis 14. hambatan. 1 Menguasai hukum kelistrikan arus bolakbalik 15. 3 Menghitung daya dan energi listrik arus bolakbalik v . 3 Menghitung daya dan energi listrik arus searah 14. dan arus 14. 2 Menguasai hubungan antara tegangan. 2 Menguasai hubungan antara tegangan. 2 Menggunakan hukum pemantulan dan pembiasan cahaya 12. 3 Menggunakan cermin dan lensa 13. 1 Membedakan konsep cermin dan lensa 12. 1 Menguasai hukum kelistrikan arus searah 14.Standar Kompetensi 12. dan arus 15. impedensi. Menginterpretasikan listrik statis dan dinamis 13. Menerapkan konsep listrik arus searah 15.

......................................................................................................................................................... DAN KESEIMBANGAN BENDA TEGAR A..................... iv BAB............ 38 B.. 3.............. 18 B........... 4............ 26 BAB.......... 2... USAHA DAN ENERGI A.................. GERAK DAN GAYA A................................... Pengukuran ............. Usaha dan Daya .......................... Keseimbangan Benda Tegar ....................................... GERAK TRANSLASI.............................................. Energi................... Dinamika Gerak Rotasi.......................................................................................................... Gaya .................................. 59 v ................................................. Titik Berat ......................................... 11 BAB....................................................... Mengukur .............. Gerak Translasi dan Rotasi .............. Gerak Lurus ............................................................................................. 46 D................................................................................................. 41 C.......... GERAK ROTASI....................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.................................................. 1 B.................................. BESARAN DAN PENGUKURAN A.......................... Hukum Kekekalan Energi Mekanik .................. 56 C........................................ 6 C............................................................. i STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR................ 54 B...................................... 1...........ii DAFTAR ISI...................... Besaran dan Satuan ............................... 49 BAB.................................................................................................................

.......... Tumbukan....................................................... Pemuaian.................... Perubahan Wujud......................... 63 B....... SUHU DAN KALOR A.................................................................................................................................................................. Perpindahan Kalor ................................ Momentum....................................... Impuls ...................... 86 B................................................... 95 F..........................vi vi ............................................ 7.................... 70 E... Elastisitas ................................................................................ 92 E......... 6....................................................................................... Azas Black ... 70 BAB....................................................................... 88 C............ Suhu ......................................................................................................................................................................... Kalor ..................................................... 90 D................................................................................................................. 5...................................... MOMENTUM DAN IMPULS A... 65 C........ SIFAT MEKANIK BAHAN A..................................BAB............ 95 DAFTAR PUSTAKA...................................................... Hukum Hooke............................................... Impuls dan Momentum.. 76 B.................................................................... Hukum Kekekalan Momentum...... 81 BAB..... 67 D......................................................

~yRt~yVj~~nLko-

X -1

BAB 1 BESARAN DAN PENGUKURAN
Standar Kompetensi: · Mengukur besaran dan menerapkan satuannya Kompetensi Dasar: · Menguasai konsep besaran dan satuannya · Menggunakan alat ukur yang tepat untuk mengukur suatu besaran fisis

A. BESARAN DAN SATUAN
1. Besaran Pokok Besaran pokok yaitu besaran yang diperoleh melalui pengukuran No. 1. 2. 3. 4. 6. No. 1. 2. Besaran Pokok Panjang Massa Waktu Arus listrik Intensitas cahaya Jumlah zat Besaran Pokok Tambahan Sudut bidang Sudut Satuan Meter Kilogram Sekon Ampere Candela Mol Satuan Radia n steradi

2. Besaran Turunan Besaran turunan adalah besaran yang diperoleh dengan cara menurunkan dari besaran pokok No. 1. 2. 3. 4. 5. Besaran turunan Energi Massa Jenis Kecepatan Berat Luas Satuan kg⋅m/s kg/m m/s 2 kg⋅ m/s m
2 3

9

~yRt~yVj~~nLko-

X -1

3. Dimensi Besaran Dimensi besaran dimanfaatkan untuk menentukan apakah suatu besaran dapat dijumlahkan atau tidak dengan suatu besaran yang lain. No. Besaran Pokok Satuan Dimensi 1. Panjang Meter [L] 2. Massa Kilogram [M] Arus listrik Ampere [I] 5. Suhu Kelvin [Ө] 6 Intensitas cahaya Candela [J] 7. Jumlah Zat Mol [N] 4. Besaran Vektor Besaran Skalar adalah besaran yang hanya menyatakan besarnya saja, sedangkan Besaran Vektor adalah besaran yang menyatakan besar dan juga a rah. Contoh Besaran Skalar Energi Volume Laju Luas Suhu Dan lain-lain Contoh Besaran Vektor Kecepata n Perpinda han Gaya Momentu m Percepat Panjan g m cm m cm feet Mas sa kg gr smsb smsk slug Wakt u Seko Seko seko seko seko n Gaya kg m / s2 gr cm / kg gr pound (lb)

5. Sistem Besaran Sistem Satuan Metrik Mks (besar) Dinamis Cgs (kecil) Metrik Besar Statis Kecil British

smsb = satuan massa statis kecil smsk = satuan massa statis besar slug = satuan massa sistem british Sistem Internasional Besaran Satuan (dalam SI) pascal (Pa) Energi joule (J) ohm (0) Hambatan Listrik Satuan Baku kg / m s2 kg m2 / s2 Kg m / A s3

10

~yRt~yVj~~nLko-

X -1

6. Satuan Baku Satuan mm cm dm m dam µm Nm Aº pm

Nama Satuan Millimeter Centimeter Desimeter Meter Dekameter Kilometer Micrometer Nanometer angstrom picometer

Nilai Satuan Baku 1 x 10-3 m 1 x 10-2 m 1 x 10-1 m 1 x 10 m 3 1 x 10 m 1 x 10-6 m 1 x 10-9 m 1 x 10-10 m 1 x 10-12 m

Latihan Soal Besaran
1. Energi suatu benda yang dalam system SI dinyatakan dalam Joule, satuannya dalam satuan besaran pokok adalah : A. Kg m2 / s2 B. Kg m / s2 C. Kg / m s2 D. Kg s / m2 E. m2 / s2 kg 2. Besaran-besarn berikut yang bukan merupakan besaran turunan adalah : A. momentum B. kecepatan C. gaya D. massa E. volume 3. Besaran pokok dengan satuan yang benar menurut Sistem Internasional (SI) pada tabel berikut adalah ... No. Besaran Satuan 1. Suhu detik 2. Massa kilogra 3. Waktu kelvin 4. Panjang meter A. 1 dan 3 B. 2 dan 3 C. 1 dan 4 D. 2 dan 4 E. 3 dan 4

11

massa jenis. Besaran-besaran berikut ini yang bukan besaran pokok adalah . suhu. tali 9. 2 A. satuan kalor adalah. energi D. [M] [L]-1 [T]-1 C. [M] [L] ‫[ ־‬T] ‫־‬ E. kalori B. derajat celcius 6. intensitas cahaya C. Besaran yang dimensinya [M] [L] A. waktu C. Suhu E. Panjang. Joule C. [M] [L] [T] ‫־‬ B. Kuat arus. waktu 8.... 15. gaya B. [M] [L] ‫[ ־‬T] ‫־‬ 10.000 B.. Muatan listrik 7. panjang. intersitas cahaya. gaya E. usaha.~yRt~yVj~~nLko- X -1 1 4. Kuat arus. Panjang B. A. A.. kuat arus. Waktu D.. luas. Volume. Rp C. A. suhu B. Pak Gandi membeli 5 meter tali tambang seharga Rp1 5. meter E. jumlah zat B.. A. gaya.. Rumus dimensi momentum adalah.-. Dalam system SI. kuat arus D. Massa C. Yang menyatakan satuan dalam kalimat tersebut adalah . percepatan ‫[ ־‬T] ‫ ־‬adalah .. Diantara kelompok besaran berikut. suhu. derajat Kelvin E. tekanan 12 1 2 2 2 . panjang. luas. tekanan C. massa. momentum E. Kelompok besaran berikut yang semuanya termasuk besaran turunan adalah .000. volume D. 5 D. 2 5.. waktu. A.. [M] [L] [T]-1 D. daya. yang termasuk kelompok besaran pokok dalam system Internasional adalah . Watt D.. usaha. massa. daya. suhu.....

~yRt~yVj~~nLko- X -1 E. percepatan. kecepatan. waktu 13 . Intensitas cahaya.

suhu dan usaha D. A. banyaknya mol dan volume 12. volume dan kuat arus listrik D. A. B. Pascal C. Energi C.. percepatan dan gaya C. Amper E. 5 jig C. ternyata besarnya adalah 3. “ Setelah diukur dengan lebih teliti.. D. E. A.. luas dan volume C. Daya D. luas dan tegangan E. Dimensi [M] [L]-1 [T]-2 menyatakan dimensi : . Satuan Standar Internasional (SI) dari besaran tekanan adalah . yang paling kecil adalah . waktu...1 mm 1 nm 60 jim 0. C. . Tekanan E. Massa.~yRt~yVj~~nLko- X -1 11.001 m 14 . Kuat arus. Meter D. massa jenis dan volume 14.9 dm 0. Tegangan listrik B. . Momentum 13.. dan percepatan E. Massa E. Kelompok besaran di bawah ini yang merupakan kelompok besaran turunan adalah . Jumlah zat 16.. 5 mg B. Newton B. Kecepatan. Panjang lebar dan luas B.. Mol 15.. Intensitas cahaya. Arus listrik C. 0.75 Amper “. Nilai besaran panjang berikut. A. Besaran yang disebutkan pada kalimat tersebut adalah . A. A. Intensitas cahaya D. A. Nilai 5 x 10-9 g dapat dituliskan . 5 pg E. . volume dan daya B.. . Besaran pokok panjang dapat diturunkan menjadi . 5 ng D.. Gaya B. 5 Mg 17.

Jenis-Jenis Alat Ukur Beberapa jenis alat ukur yaitu seperti dituliskan dalam tabel berikut Besaran Panjang Massa Suhu Tegangan listrik Hambatan listrik Volume Gaya Dan lain-lain 1.~yRt~yVj~~nLko- X -1 B. Mistar Nilai skala terkecil yang dimiliki oleh mistar adalah 1 mm dan skala utamanya adalah 1 cm b. Timbangan. Pengukuran Panjang a. neraca Amperemeter Termometer Voltmeter Ohmmeter Gelas ukur Dinamometer Dan lain-lain Mistar digunakan untuk mengukur besaran panjang dengan cara membandingkan nilai ukuran suatu benda dengan nilai yang telah tertulis pada skala pada mistar Gambar 1. mistar.2.1. Menggunakan Jangka Sorong Gambar 1. Jangka Sorong 15 . jangka sorong. PENGUKURAN 1. Menggunakan Mistar Alat ukur Mete ran. mikrometer skrup.

neraca Tuas Neraca Tiga Lengan (Ohaus) Neraca Dua Lengan 16 .1 mm c.3. Menggunakan Mikrometer Skrup Gambar 1. pada mikrometer skrup juga terdapat skala utama dan skala nonius. Pengukuran Massa a. neraca pegas b. Hasil pengukuran yang diperoleh dari jangka sorong yaitu: Hasil Pengukuran = Skala Utama + (Skala Nonius yang Berhimpit x nst) nst (nilai skala terkecil) dari jangka sorong adalah : 0.~yRt~yVj~~nLko- X -1 Pada jangka sorong terdapat skala utama dan skala nonius. Mikrometer Skrup Sama halnya dengan jangka sorong.01 mm 3. nst (nilai skala terkecil) dari mikrometer skrup adalah : 0.

Stopwatch Jam tangan digital 17 .~yRt~yVj~~nLko- X -1 c. Jam Jam tangan analog b. Pengukuran Waktu a.

~yRt~yVj~~nLko- X -1 Stopwatch Analog Stopwatch Digital 18 .

50 mm 2.1 mm C. Jangka sorong C. Mikrometer sekrup D.~yRt~yVj~~nLko- X -1 Latihan Soal Pengukuran 1. Mistar B. Dinamo meter 19 .1 mm E.1 cm B. .01 cm B. 1 mm E.01 mm C. Alat ukur panjang berikut yang memiliki ketelitian paling tinggi adalah . 0. 0. A.45 mm 3. 0.. . besarnya nilai skala terkecil mikrometer sekrup adalah .1 dm 2. . 1 cm D. 0. . 0. Rol meter 5. A. 0. A. E. B.95 mm 2. Stopwatch C. .. A. Alat yang digunakan untuk mengukur massa yaitu . .95 mm 3. Jam digital E. 3 . Hasil pengukuran mikrometer berikut adalah .1 cm D. Neraca tuas B.45 mm 3. 0. D. C. . Besarnya nilai skala terkecil jangka sorong adalah . A. Rol meter D. Meteran E. 1 dm 4. .

3 cm C. A..9 cm B. Perhatikan gambar di bawah ini! Panjang kertas adalah .~yRt~yVj~~nLko- X -1 6.1 cm 20 . 8.. 9. 9.

60 kg 9. 140 cm3 8. 40 cm3 C.1 mm 63. Arus listrik C. Perhatikan gambar di bawah ini! Bila neraca dalam keadaan setimbang. 20. B.9 cm 7. 24. Voltmeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besaran .0004 kg E. 20. 5 mm 10. A. maka besar massa batu B adalah . 20. 9.. 20 cm3 B. Hasil pengukuran jangka sorong yang di tunjukkan pada skala berikut adalah . A.4 cm E. A. Massa jenis 21 .04 kg D.~yRt~yVj~~nLko- x -1 D.. E.0 mm 63. Tegangan listrik D.00 kg B.004 kg C.... A. 62.. . C. Massa B. Volume batu sebesar . . 9. 30 cm3 D. Perhatikan gambar berikut. 3 mm 63. 50 cm3 E. D.0 mm 62.

dan lain-lain.54 (5 angka penting) 2) Semua angka nol yang terletak di antara angka bukan nol 22 . ampere meter D. Bilangan Eksak Dan Bilangan Tidak Eksak · Bilangan eksak yaitu bilangan yang didapat dari hasil membilang. Alat yang dapat yang digunakan untuk mengukur volume batu adalah . angka 5 merupakan angka taksiran karena angka tersebut berdasarkan perkiraan dan hasil yang ditunjukkan oleh garis skala alat ukur. Angka Pasti Dan Angka Taksiran Hasil pengukurannya adalah 20.. .~yRt~yVj~~nLko- x -1 E.. . dynamo meter C. Angka 20 merupakan angka pasti. gaya meter B. Menyatakan Banyaknya Angka Penting 1) Semua angka bukan nol adalah angka penting. 20 buah. · Bilangan tidak eksak yaitu bilangan yang diperoleh melalui pengukuran atau perhitungan c. Alat berikut yang digunakan untuk mengukur gaya adalah . MENGUKUR 1. neraca tuas E. Angka Penting Yaitu semua angka yang digunakan untuk menyatakan hasil pengukuran. gelas pancuran E.. Contoh: 256. A. jangka sorong 1 2. misalnya 5 ekor. b. A. hygrometer C.5 mm. jangka sorong B. baik angka pasti maupun angka taksiran a. Panjang 11 . gelas ukur D. 3 bungkus. mistar ukur C.

Contoh: 2006 (4 angka penting) 23 .~yRt~yVj~~nLko- x -1 adalah angka pasti.

Contoh : 1. kecuali jika ada penjelasan khusus misalnya berupa garis dibawah angka terakhir dianggap angka penting. Contoh: 3265 dibulatkan 3 angka menjadi 3260 3. 2) Perkalian angka penting Dalam perkalian dan pembagian angka penting.276 dibulatkan 2 angka menjadi 8. Contoh: 800 (3 angka penting).002 (1 angka penting) d. dibulatkan ke atas. maka: a) jika angka yang dibulatkan bernilai ganjil.415 (angka 5 merupakan angka taksiran) + 2. dibulatkan ke bawah.4 b) jika nilai yang dibulatkan bernilai genap. dibulatkan ke atas. Contoh: 9531 dibulatkan 3 angka menjadi 9530 3. Contoh: 775 dibulatkan 2 angka menjadi 780 63.56 (angka 6 merupakan angka taksiran) = 3.2 e.98 (75 yang merupakan 2 angka taksiran dibulatkan menjadi 8).352 dibulatkan 3 angka menjadi 63.975 (angka 7 dan 5 merupakan angka taksiran) dan hasilnya ditulis sebagai 3. Berhitung Dengan Angka Penting 1) Penjumlahan angka penting Dalam penjumlahan dan pengurangan angka penting. Contoh: 0. hasilnya dinyatakan dalam jumlah angka penting yang paling sedikit sebagaimana banyaknya angka penting dari bilangan-bilangan yang dihitung.~yRt~yVj~~nLko- x -1 3) Angka nol di sebelah kanan angka bukan nol termasuk angka penting.3 2) Bilangan di sebelah kanan bernilai kurang dari 5. dibulatkan ke bawah. Hasilnya harus dibulatkan hingga jumlah angka penting sama dengan jumlah angka penting berdasarkan faktor yang paling kecil jumlah angka pentingnya. 350 (2 angka penting) 4) Semua angka nol yang digunakan untuk menentukan letak desimal bukan angka penting.6 3) bilang di sebelah kanan bernilai tepat 5. 24 . hasilnya hanya diperbolehkan memiliki 1 angka taksiran (angka yang paling ka nan). Contoh: 1829 dibulatkan 2 angka menjadi 1900 63276 dibulatkan 3 angka menjadi 63300 8. Pembulatan Dalam fisika cara pembulatan bilangan dilakukan sebagai berikut: 1) Bilangan di sebelah kanan bernilai lebih dari 5.25 dibulatkan 2 angka menjadi 3.62 dibulatkan 2 angka menjadi 3.

Kesalahan Paralaks yaitu kesalahan dalam pengukuran akibat pandangan (penglihatan) si pengukur tidak pada posisi yang tepat e. cara ini dinamakan kalibrasi alat c. Kesalahan Fatique Pada Pegas yaitu kesalahan dalam pengukuran akibat keadaan pegas dalam alat ukur mengalami fatique (melunak atau melembek) 25 . kesalahan mutlak alat ukur yaitu kesalahan dalam pengukuran akibat penggunaan alat ukur dengan tingkat ketelitian yang tidak sesuai.01 mm menggunakan jangka sorong maka pengukuran tersebut mengalami kesalahan mutlak dari alat ukur. Hal ini dapat terjadi akibat keadaan alat ukut itu sendiri yang sudah tidak baik akibat pengaruh usia. d. atau hal lainnya. sehingga hasilnya menurut aturan angka penting seharusnya = 16. Kesalahan kalibrasi Yaitu kesalahan dalam pengukuran yang disebabkan karena pembagian skala alat ukur yang tidak tepat.. Kesalahan Dalam Pengukuran a. jika mengukur panjang suatu benda dalam kisaran 0. Kesalahan Kosinus Dan Sinus yaitu kesalahan dalam pengukuran akibat penempatan alat ukur yang tidak tepat.27925 Karena hasilnya hanya diperbolehkan mengandung 3 angka penting (jumlah angka penting yang paling sedikit). Tingkat ketelitian jangka sorong adalah 0. suhu. Posisi tersebut membentuk sudut tertentu dari posisi seharusnya.. kelembaban. f.~yRt~yVj~~nLko- x -1 Contoh : 3.005 = .1 mm. Kesalahan titik nol Yaitu kesalahan dalam pengukuran yang disebabkan karena alat ukur saat tidak dipakai tidak menunjuk ke titik nol. b.009 = mengandung 4 angka penting Hasil menurut hitungan = 16.25 = mengandung 3 angka penting 4.25 x 4. Kesalahan ini dapat dihindari dengan cara mengubah penunjukan skala ukur sebelum digunakan ke titik nol. 3.3 2. Kesalahan Akibat Benda Yang Diukur yaitu kesalahan dalam pengukuran yang terjadi akibat benda yang diukur mengalami perubahan bentuk g.

Pengolahan Data Hasil Pengukuran Secara lengkap. Data berulang Data berulang yaitu data yang diperoleh dari hasil pengukuran yang dilakukan secara berulang-ulang. data hasil pengukuran dituliskan dalam bentuk : ( x ± Ax ) Dengan x sebagai data hasil perhitungan dan Ax adalah nilai ketelitiannya a. Nilai x hasil pengukuran tersebut merupakan nilai yang nilai skala 1 dihasilkan dari pengukuran. Data tunggal Data tunggal yaitu data yang diperoleh dari satu kali pengukuran. b.~yRt~yVj~~nLko- x -1 3. Nilai x dari hasil pengukuran tersebut merupakan nilai rata-rata. sedangkan nilai Ax adalah × 2 terkecil alat ukur yang digunakan. sedangkan nilai Ax dihitung dengan rum us: x 1 2− 1 N⋅ x Δ −x N N No 1 2 3 4 N=4 Σx Σx2 X X2 () 2 N = banyaknya data pengukuran Σx = jumlah seluruh nilai hasil pengukuran Σx2 = jumlah seluruh nilai hasil pengukuran setelah dikuadratkan 26 .

13 cm3 D. 4. 4492..125 cm3 B. Sebuah kubus mempunyai sisi 16. Volume kubus tersebut adalah. 4492. 4..~yRt~yVj~~nLko- x -1 Latihan Soal Mengukur 1.12 cm3 C.49 x 103 cm3 E. 4492. A.5 cm.5 x 103 cm3 27 .

Kesalahan ini dapat diantisipasi dengan cara .8750 m2 B.01 C. Kesalahan mutlak E.25 m dan 4. dan logam lainnya 5.7 m2 D. menjadi . 52 m2 3.2 m C. Luas plat menurut satuan angka penting adalah . Kesalahan paralaks D. . A. deviasi B. Nilai 6. 6. 1. 8..26 m B. A. 1.12 6.02 B.~yRt~yVj~~nLko- x -1 2.. .0 m2 E. 51.25 m. dinamakan . .10 E.023 jika dibulatkan sebesar 3 angka. Kalibrasi alat 28 ..03 D. panjang total kedua batang logam tersebut menurut aturan angka penting adalah . 6.5 m dan lebar 1. Menurut aturan angka penting luas lantai adalah.3 m D.88 m2 D. 6.76 m. 8. A. . . 8. 9 m 5. 6.6 m. . Pada pengukuran plat logam diperoleh hasil panjang 1.875 m2 C. A. A.9 m2 E. 2 m2 4. 52. Hasil pengukuran panjang dan lebar suatu pelat adalah 11. 1. 6. 1. 51. Kesalahan pengukuran akibat cara pandang yang kurang pas. 8 m E. A.75 m2 B. Kesalahan manual C. 51. . Kesalahan titik nol yaitu kesalahan pengukuran akibat keadaan alat yang pada posisi awal. Suatu batang logam panjangnya terukur sebesar 2. .. skalanya tidak tepat menunjuk ke titik nol. Kesalahan titik nol B. Kesalahan cosinus 7.5 m.8 m2 C.

~yRt~yVj~~nLko- x -1 C. Membersihkan alat 29 .

Memindahkan posisi alat E.....62 cm...tersebut menurut aturan angka penting adalah .... 2060 D..... 2. .... Dari hasil pengukuran panjang batang baja dan besi masingmasing 1... .... panjangnya adalah .. menjadi ... A. Nilai 2055 jika dibulatkan sebesar 3 angka. m 30 ... 10..257 m dan 4. m 11. Rumus dimensi daya (satuan: kg m2 / s3) adalah . . 2040 C. .. .. 2 mm + 4000 jim = ... 2056 9... . .45 cm dan 1.12 m. Mangubah arah pandang 8....Cm3 13.~yRt~yVj~~nLko- x -1 D... Jika kedua batang disambung... Dari hasil pengukuran panjang. tuliskan hasil pengukuran mikrometer sekrup berikut lengkap dengan ketelitiannya! 12. Volume balok dari hasil .... 2054 E. lebar dan tinggi suatu balok adalah 5..70 cm...... maka berdasarkan aturan penulisan angka penting... 2050 B.pengukuran .

~yRt~yVj~~nLko- x -1 Catatan: 31 .

. Kecepatan memiliki besar dan juga arah. Besarnya laju: jarak Laju= waktu Laju sesaat adalah laju gerak dalam rentang waktu yang sangat kecil. Secara metematis.1 t t 2 + 2 3 + xx + + + t 3 Jumlah jarak = Jumlah waktu LajuRata−rata Kecepatan adalah besarnya perpindahan tiap satuan waktu. perpindah Kecepa an tan = waktu Nilai yang terbaca pada speedometer adalah laju.. Jarak dan Perpindahan Jarak: Panjang lintasan yang ditempuh Perpindahan: jarak dari posisi awal ke posisi akhir. Secara matematis.. 32 .~yRt~yVj~~nLko- X -2 BAB 2 GERAK DAN GAYA Standar Kompetensi: · Menerapkan Hukum Gerak dan Gaya Kompetensi Dasar: · Menguasai konsep gerak dan gaya · Menguasai hukum Newton · Menghitung gerak lurus · Menghitung gerak melingkar · Menghitung gaya gesek A. Laju termasuk besaran skalar. GERAK LURUS 1. Laju dan Kecepatan Laju adalah besarnya jarak yang ditempuh tiap satuan waktu. + 1 x . besarnya: LajuSesaat = dx dt Laju rata-rata adalah laju gerak rata-rata. 2.. Kecepatan termasuk besaran vektor. besarnya: .

~yRt~yVj~~nLko- X -2 3. Gerak Lurus Beraturan (GLB) GLB yaitu gerak dengan kecepatan tetap. Berlaku: 33 .

~yRt~yVj~~nLko- X -2 x = v⋅ t v= x t 34 .

~yRt~yVj~~nLko- X -2 x t= v 35 .

~yRt~yVj~~nLko- X -2 x = jarak yang ditempuh (m) v = kecepatan (m/s) t = waktu (s) 36 .

~yRt~yVj~~nLko- X -2 t x 37 .

~yRt~yVj~~nLko- X -2 v 38 .

~yRt~yVj~~nLko- X -2 x0 Grafik v – t pada GLB t 39 .

GLB ditemui pada: o Tangga jalan (excalator) o Mesin pabrik o Kendaraan saat bergerak dengan stabil 4.~yRt~yVj~~nLko- X -2 v0 Grafik x – t pada GLB Dalam kehidupan sehari-hari. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) GLBB yaitu gerak dengan percepatan tetap. secara matematis: v− v Δv =2 1 a=______ atau a t −t Δt 2 1 a = percepatan (m/s2) a t Grafik a – t pada GLB t 40 . dimana percepatan adalah perubahan kecepatan tiap satuan waktu.

~yRt~yVj~~nLko- X -2 Grafik v – t pada GLB v 41 .

~yRt~yVj~~nLko- X -2 v = v0 + at 1 x = vot + a t Hubungan jarak. dan waktu dalam GLBB yaitu: v v o 2 ax 2= 2+ 42 . percepatan. kecepatan.

o GLBB dipercepat nilai dari percepatannya positif (a) o GLBB diperlambat nilai percepatannya negatif (-a). perpindahan d. . besarnya jarak yang ditempuh tiap satuan waktu b. jarak luus dari posisi awal ke posisi akhir d. 43 . Jarak lurus dari posisi awal ke posisi akhir dinamakan . a. . a. kecepatan e. besarnya perpindahan yang ditempuh tiap satuan waktu c.~yRt~yVj~~nLko- X -2 x = jarak (m) t = waktu (s) v0 = kecepatan mula-mula (m/s) v = kecepatan (m/s) a = percepatan (m/s2) Terdapat dua jenis GLBB. Kecepatan sesaat merupakan kecepatan gerak dalam rentang waktu yang sangat kecil. GLBB ditemui pada: o Kendaraan saat mulai bergerak or saat akan berhenti o Benda yang jatuh dari ketinggian o Benda yang dilemparkan vertikal ke atas LATIHAN GERAK LURUS 1. jarak b. Yang dimaksud dengan laju adalah . . . Yaitu GLBB dipercepat dan GLBB diperlambat. Dalam kehidupan sehari-hari. Secara matematis ditulis . laju c. . Δ x Δt a. . . panjang lintasan yang dilalui oleh gerak suatu benda e. jumlah jarak per jumlah waktu 3. kecepatan rata-rata 2.

jarak waktu perpindahan waktu 44 . c.~yRt~yVj~~nLko- X -2 b.

x t 45 .~yRt~yVj~~nLko- X -2 d .

kapan mobil A berpapasan dengan B? a. mobil B bergerak 3 menit b. mobil B bergerak 8 menit c. mobil A bergerak 3 menit. mobil A bergerak 9 menit. 4 6 . Jika jarak antar keduanya 12 km. mobil A bergerak 8 menit. mobil B bergerak 9 menit d. mobil B bergerak 2 menit e. Adi berjalan menuju rumah budi dari posisi A ke posisi C melewati B dengan arah gerak seperti gambar berikut. Mobil A bergerak dengan kelajuan 60 km/jam dan lima menit kemudian mobil B bergerak dengan kecepatan 80km/jam.~yRt~yVj~~nLko- X -2 A dx dt 4. Dua mobil bergerak pada lintasan lurus dengan arah saling berlawanan. mobil A bergerak 2 menit. 5.

~yRt~yVj~~nLko- X -2 B 47 .

400 7. 280 m 6. 8000 d. 200 m e. 10 e. 7200 c.~yRt~yVj~~nLko- X -2 C Jika jarak AB 120 m dan jarak BC 160 m. Berapa perpindahannya? a. 100 m b. Berapakah 72 km/jam jika dinyatakan dalam m/s? a. 20 b. 120 m c. 160 m d. Sebuah lori bergerak lurus beraturan dan menempuh jarak 48 .

~yRt~yVj~~nLko- X -2 100 cm dalam waktu 2 sekon. Sebuah mobil bergerak dari keadaan diam mendapat percepatan tetap 6 m/s2..5 s d. x dalam meter dan t dalam sekon.4 m/s2. Sebuah bola menggelinding kebawah pada suatu bidang miring dengan percepatan tetap 3. 1 e. 0. 3m/s d. 10 m/s b. 1 c. 4m/s 10. 1 2 d. jika kecepatan bola sebelum menggelinding adalah 3 m/s. 1 s c. 2m/s c.. Sebuah sepeda yang bergerak lurus. 1 b.5 s. Berapakah waktu yang dibutuhkan lori jika lori menempuh jarak 25 cm? a. 30m/s d.5 s e. 1 m/s b.0 s 8. berapa kecepatan bola setelah 5 sekon? a.5 s b. Kecepatan rata-rata sepeda pada selang waktu t=1 dan t=2 adalah . Kecepatan mobil bertambah dari 5 m/s menjadi 14 m/s dalam selang waktu 4. 1 4 9. anggap jalanan tersebut adalah sumbu –x dengan perpindahannya dinyatakan dalam persamaan x = 2t2 + 5t – 1. 40m/s 11. berapa percepatannya? a. 1. a. 2. berapa jarak yang ditempuh mobil 4 9 . 2.m/s. 20m/s c..

147m 5 0 .~yRt~yVj~~nLko- X -2 setelah 7 sekon? a.

4 m/s 11 5 1 . 152 m 155 m 148 m 12. 4 m/s2 b. Setelah 10 s kecepatannya menjadi 60 m/s. Dedi mengendarai motor dengan kecepatan 20 m/s. 4 jam 3 5 c. . . 3. 3. Sebuah mobil melaju dengan kecepatan 150 km/jam. c. Lalu berjalan kaki sejauh 300 meter selama 2 menit. 2. jam 2 d.4 km selama 15 menit. 2 jam 15. 8 m/s2 14.5 m/s2 c. .~yRt~yVj~~nLko- X -2 b. Jika panjang lintasan adalah 720 m. berapakah percepatan yang harus dimiliki pesawat terbang tersebut? a. d. Percepatannya adalah . Ali pergi ke sekolah dengan berjalan kaki sejauh 600 meter selama 3 menit. a. 5 m/s2 c. Kemudian naik kendaraan umum menempuh jarak 2. 6 m/s2 d. 5 jam 3 b. Berapa kecepatan rata-rata ali pergi ke sekolah? a.5 m/s2 b. 7 m/s2 e.6 m/s2 13. 2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan mobil tersebut untuk menempuh jarak 250 km? a. Sebuah pesawat terbang harus memiliki kecepatan 60 m/s untuk tinggal landas. 3 jam 5 e.4 m/s2 d.

60 m/s a. Kemudian selama 4 detik dipercepat dengan percepatan 2 m/s2. Menjadi berapakah kecepatan Heri? a. . . 10 m/s c. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 36 km/jam. 1 m/s 6 b. 1 m/s c. 11 m/s e. 11 m/s 4 10 c. Heri berlari dengan kecepatan 5 m/s. Sebuah batu dilemparkan vertikal ke bawah dengan kecepatan awal 2 m/s. besarnya kecepatan mobil tersebut adalah . 11 m/s d. 12 m/s e. 13 m/s 17. .jika percepatan grafitasi 10 5 2 .~yRt~yVj~~nLko- X -2 b. 9 m /s b. 10 m/s 18. 11 m/s 6 4 3 16. a. 20 m/s d. Dalam satuan SI. m/s d.

125 m d. 90 m b. berapa kecepatan jatuh vas bunga saat menyentuh permukaan tanah? a. 100 m c. . . a. jarak yang ditempuh oleh batu setelah 5 detik adalah . Sebuah vas bunga tejatuh dari atas suatu bangunan bertingkat. 10 m/s 5 3 . 127 m e. 135 m 19.~yRt~yVj~~nLko- X -2 m/s. Jika ketinggian vas bunga tersebut dari permukaan tanah adalah 20 m dan percepatan gravitasi 10 m/s 2.

a. Grafik gerak lurus beraturan yang benar adalah . . gerak benda yang dijatuhkan e. a. gerak mobil yang sedang melaju dengan stabil b. gerak mobil saat akan berhenti c. c. gerak motor saat mulai berjalan d. gerak benda yang dilemparkan ke atas 21 . . gerak mobil yang tiba-tiba direm 22.~yRt~yVj~~nLko- X -2 b. . gerak tangga jalan (eskalator) c. e. 54 . d. 20 25 30 33 m/s m/s m/s m/s 20. gerak kereta api saat melaju dengan kecepatan tetap e. Yang termasuk peristiwa gerak lurus berubah beraturan adalah . gerak tangga jalan (eskalator) b. . gerak produk minuman saat dalam proses di mesin produksi d. . . Yang termasuk peristiwa gerak lurus beraturan adalah .

~yRt~yVj~~nLko- X -2 t t d b a v t c t a a x 55 .

~yRt~yVj~~nLko- X -2 e v 56 .

~yRt~yVj~~nLko- X -2 57 .

~yRt~yVj~~nLko- X -2 t 58 .

~yRt~yVj~~nLko- X -2 B. dapat dituliskan Dalam gerak lurus Dalam gerak melingkar x (posisi) θ (sudut) v (kecepatan) ω (kecepatan sudut) a (percepatan) α (percepatan sudut) Hubungan x=èr v=ωr a=ár 1. berlaku Δθ ω= Δt 2. GERAK MELINGKAR Dalam gerak melingkar dikenal Gerak Melingkar Beraturan (GMB) dan Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB) Jika dianalogikan dengan gerak lurus. Gerak Melingkar Beraturan (GMB) GMB yaitu gerak melingkar dengan kecepatan sudut tetap. Gerak Melingkar Berubah Beraturan (GMBB) GMBB yaitu gerak melingkar berubah beraturan dengan percepatan sudut tetap 59 .

~yRt~yVj~~nLko- X -2 ω 2 = ω 2 0 + 2 rad á ⋅ è 1 Putaran = jad 1 i rad 36 0° = θ = ω + t1 2át 0 =° 5 3° 7 2 ω = ω0 + α ⋅t θ = sudut (rad) ω = kecepatan sudut (rad/s) á = percepatan sudut (rad/s2) 60 .

~yRt~yVj~~nLko- X -2 61 .

Jika jari-jari lintasan geraknya adalah 20 m. besar kecepatan sudutnya adalah . 6 rad/s d. Sebuah pentil roda sepeda bergerak melingkar beraturan. 5 Hz 62 .~yRt~yVj~~nLko- X -2 LATIHAN GERAK MELINGKAR 1. 4 Hz c. . tentukanlah frekuensi gerak pentil tersebut. 4 rad/s c. 10 rad/s 2. Sebuah motor balap melaju di sirkuit yang berbentuk melingkar dengan kecepatan 120 m/s. 8 rad/s e. a. 2 rad/s b. . 3 Hz b. dalam waktu 10 s pentil dapat melakukan 50 kali putaran. a.

Berpakah waktu yang dibutuhkan sebuah alat pengering mesin cuci yang berputar pada kecepatan anguler tetap 900 rpm pada 600 kali putaran? a. 6 rad/s c.~yRt~yVj~~nLko- X -2 d. Tentukanlah percepatan centripetal yang dialami oleh titik-titik yang berada dipingir piringan tersebut.5 it m/s 63 . Sebuah piringan dengan jari-jari 10 cm diputar dengan kelajuan anguler 5 cps. 125it2 rad/s2 6. Sebuah bola kasti diikat dengan seutas tali dan diputar melingkar beraturan dengan jari-jari lingkarannya 0.8 m/s 4. a.5 m dengan kelajuan 4 m/s! a. 8.4 it m/s b. 6 Hz 8 Hz 3. 7 s 7. 5 rad/s b. 7 rad/s d. 50it2 rad/s2 c.8 m/s b. 1.8 m/s c. Berapakah kecepatan linier dari sebuah katrol yang berputar pada 300 rpm? a. 4 s b. 6. 8 rad/s e.7 m. 9. 10 rad/s 5. Berapakah kecepatan anguler dari sebuah bola kasti yang diikat dengan tali dan diputar membentuk sebuah lingkaran yang berjari jari 0.8 m/s d. 10it2 rad/s2 b. 7. 5s c. 6 s d. e. 1. bola kasti melakukan 2 kali putaran setiap detiknya. 20it2 rad/s2 d. berapakah kecepatan liniernya? a.

7 s d. 70 m/s d. 32/it put c. 8 s 11. 0. a.3 m/s2 b. 0. Sebuah cakram berputar dengan percepatan anguler konstan 2 rad/s. berapakah periode anak tese but? a.~yRt~yVj~~nLko- X -2 c. 1. berapa percepatan motor menuju pusat lingkaran jika kelajuan motor 30 m/s? a. 80 m/s 9.5 rad/s2 b. d.6 rad/s2 64 . Dalam waktu 16 s kecepatan anguler roda berkurang secara beraturan dari 12 rad/s menjadi 4 rad/s. 0.6 it m/s 1. 34/it put 12.6 m/s2 10. tentukanlah percepatan anguler roda. berapakah putaran yang dihasilkan dalam 8 sekon? a.7 it m/s 8. 0. 5 s b.4 m/s2 c. 31/it put b. 33/it put d. Berapakah percepatan uang logam itu ketika diletakkan 5 cm dari pusat piringan hitam? a. Seorang pembalap mengendarai motonya mengitari suatu lintasan lingkaran dengan diameter 30 m. 60 m/s c. 0. 6 s c. jika cakram mulai dari keadaan diam. Seorang anak berlari dilapangan sebanyak 8 kali dalam waktu 40 sekon.5 m/s2 d. 50 m/s b. 0. Sebuah uang logam diletakkan pada piringan hitam yang sedang berputar pada 33 rpm.

0.7 rad/s2 65 .~yRt~yVj~~nLko- X -2 c.

tentukan percepatan yang timbul oleh gaya pada bola tersebut. 5 d. Hitung jumlah putarannya. Sebuah dadu diikat dan diputar melingkar dengan percepatan sudut 2. dadu berhenti bergerak.~yRt~yVj~~nLko- X -2 2 d. Sebuah bola karet dengan massa 100 gr diputar membentuk sebuah lingkaran horizontal dengan jari-jari lintasan 1 m. 5 m/s2 c. 6 14. 21 rad/s c. Tentukanlah kecepatan awal dadu tersebut.8 rad/s 13. Mobil Yusman dengan jari-jari roda 30 cm mula mula dalam keadaan diam. Seekor semut berada pada sebuah piringan yang berotasi dengan kecepatan anguler 6 rad/s. 3 b. 0. Sebuah gaya 10 N bekerja pada bola yang massanya 2 kg. bola tersebut dapat menempuh satu putaran dalam 66 . 4 m/s2 b. Tentukan posisi sudut semut setelah bergerak 4 s. a. 27 radian 15. 7 m/s2 17. 23 rad/s 16. a. a. setelah bergerak selama 8 s. 25 radian c.5 rad/s2. 22 rad/s d. a. 20 rad/s b. 26 radian d. 24 radian b. Dalam waktu 10 s ban mobil berputar pada 8 putaran setiap sekon. pada awal pengamatan posisinya berada pada 2. 6 m/s2 d. 4 c.5 radian.

~yRt~yVj~~nLko- X -2 waktu 2 s.(ð2=1 0) 67 . tentukanlah percepatan sentripetal yang dialami bola.

e. b. Hukum Newton Hukum Newton I : “suatu benda dalam keadaan diam atau bergerak dengan kecepatan tetap jika resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut sama dengan nol” F=0 Hukum Newton II: “percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dengan resultan gaya. searah dengan resultan gaya. dan berbanding terbalik dengan massa benda” F a=______ atau F = m⋅ a m Hukum Newton III: “untuk setiap aksi. misalnya motor yang melaju jika direm geraknya menjadi lambat o Perubahan posisi. 10 20 30 40 50 m/s 2 m/s 2 m/s 2 m/s 2 m/s 2 C. atau perlakuan yang dapat menyebabkan keadaan suatu benda menjadi berubah. F 68 . o Perubahan gerakan.~yRt~yVj~~nLko- X -2 a. Perubahan keadaan tersebut meliputi: o Perubahan bentuk. d. 1. misalnya karet jika ditarik bentuknya memanjang. GAYA Gaya adalah suatu dorongan. c. tarikan. Gaya Gesek Gaya gesek merupakan gaya yang bekerja berlawanan arah dengan gaya yang diberikan. misalnya meja jika didorong dapat berpindah tempat o dan lain-lain. timbul reaksi yang sama besar tetapi berlawanan arah” aksi = −reaksi 2.

Pada bidang yang horizontal.~yRt~yVj~~nLko- X -2 f Besarnya gaya gesek(f) paling besar yaitu sama dengan besarnya gaya (F) yang diberikan. maka gaya gesek yang terjadi dinamakan gaya gesek statis(Fs). Fk = μ k ⋅N Jika benda diam. Jika benda bergerak saat mengalami gesekan. Contoh gaya gesek yang merugikan: o Gesekan pada mesin menyebabkan mesin menjadi cepat panas o Gesekan kinetis yang terjadi pada ban kendaraan menyebabkan ban kendaraan menjadi aus Contoh gaya gesek yang menguntungkan: o Gaya gesek pada rem kendaraan. kendaraan menjadi tidak slip saat melaju dijalan. yaitu besarnya gaya yang bekerja tegak lurus terhadap arah gaya gesek. besarnya gaya normal sama dengan gaya berat benda. untuk mengurangi dan menghentikan laju kendaraan o Gaya gesek statis pada ban kendaraan dengan permukaan jalan. maka gaya geseknya dinamakan gaya gesek kinetis(F k). F s =μ s ⋅N N adalah gaya normal. Fk = gaya gesek kinetis (N) Fs = gaya gesek statis (N) N = gaya normal (N) k = koefisien gesek kinetis Ps = koefisien gesek statis Gaya gesek ada yang merugikan dan ada pula yang menguntungkan. 69 .

jikapercepatan gravitasi bumi 10 m/s2 tentukanlah gaya normal yang bekerja! a. Sedut kemiringan terhadap bidang horizontal 37o. 34 N e.~yRt~yVj~~nLko- X -2 LATIHAN GAYA 1. 35 N 2. 32 N c. Sebatang bambu yang massanya 4 kg meluncur tanpa kecepatan awal sepanjang bidang miring yang licin. Dua balok m1 = 1kg dan m2=2kg berada pada bidang datar licin dan kedua balok dihubungkan dengan seutas tali. Balok 2 ditarik dengan 70 . 31 N b. 33 N d.

90 N d. 98 N b. Suatu mobil permukaan bannya memiliki koefisien gesek statis 5. 30.000 N d. 80 N 71 .000 N e. a. 4 m/s2 e. 20. 10. Sebuah balok kayu massanya 10 kg ditempatkan pada sebuah bidang datar. berapa gaya gesek yang dialami mobil terhadap jalan? (g = 10 m/s) a. tentukanlah percepatan yang dialami oleh balok untuk bidang kasar dengan gaya gesekan 10 N. 2 m/s2 c. Tentukanlah percepatan system. 3 m/s2 d. 4 m/s2 e.000 N 4.000 N c. 40. a. 1 m/s2 b. Seorang anak menekan kotak kebawah dengan gaya 40 N. Tentukan gaya normal yang bekerja pada benda. Jika massa mobil tersebut 1000 kg. Sekotak coklat seberat 10 kg berada diatas meja. 5 m/s2 3.000 N b. 5 m/s2 5. 89 N c. Jika pada balok bekerja sebuah gaya F = 40 N membentuk sudut 60o terhadap bidang alas.~yRt~yVj~~nLko- X -2 gaya horizontal F= 12 N sehingga kedua balok dapat bergerak. 2 m/s2 c. 3 m/s2 d. 50. 1 m/s2 b. a.

. suatu ketika mobil tersebut direm hingga 2 detik kemudian kecepatannya berkurang menjadi 8 m/s. besarnya gaya yang dikerahkan oleh rem adalah . Hal ini merupakan penerapan dari Hukum Newton 2...? Jawab: 72 . GAYA DAN GERAK Gaya dapat menyebabkan benda diam menjadi bergerak dan benda bergerak menjadi diam. Dik: V1 = 20 m/s V2 = 2 m/s T=2s Dit: F=. jika massa mobil 800 kg. . .~yRt~yVj~~nLko- X -2 D. Gaya Pada Gerak Lurus Contoh: Sebuah mobil melaju dengan kecepatan 20 m/s.

hitung dulu besar perlambatannya. yaitu percepatan yang nilainya negatif Setelah didapat besar perlambatannya.~yRt~yVj~~nLko- X -2 a= V2V1 − t 8 −20 a= 2 a = −6m/s F=m⋅a F=800⋅( − 6) F= − 4800N 2 Pertama. 73 . baru dapat dihitung besar gayanya.

Suatu system yang bergerak melingkar akan berusaha untuk mempertahankan posisinya untuk tetap bergerak melingkar. besarnya gaya yang dikerahkan rem mobil adalah 4800 N. yaitu gaya yang terjadi pada benda bergerak melingkar yang arahnya menuju ke pusat lintasan. tanda minus ( . Karena itu gaya sentrifugal yang terjadi akan dilawan dengan melakukan gaya yang berlawanan arah dengan gaya sentrifugal. hal ini disebabkan karena tubuh kita mengalami gaya sentrifugal. Gaya tersebut dinamakan gaya sentripetal. Misalnya saat kita menaiki kendaraan yang sedang melaju. saat kendaraan tersebut berbelok ke kanan maka kita tubuh kita akan merasakan seolah-olah terdorong kearah kiri. yaitu gaya yang timbul akibat gerak melingkar yang arahnya menjauhi pusat lintasan.) menunjukan arah gaya berlawanan dengan arah gerak mobil Gaya Pada Gerak Melingkar Gaya juga muncul pada benda yang bergerak melingkar. 74 .~yRt~yVj~~nLko- X -2 Jadi.

sebuah gaya yang besarnya tetap dan searah dengan arah gerak benda bekerja pada balok tersebut. 16. 40 N e. 50 N 3. 30 N d. Diatas sebuah meja yang datar diletakkan balok kayu bermassa 1 kg.36 m b. berapa jarak yang masih ditempuh mobil sejak pengereman dilakukan? a. Karena ada rintangan. 18.36 m c.~yRt~yVj~~nLko- X -2 Besarnya gaya sentripetal dapat dihitung dengan persamaan: Fs = m⋅ a 2 s v = r as = ω ⋅ r 2 as Fs = gaya sentripetal = gaya sentrifugal (N) as = percepatan sentripetal = percepatan sentrifugal (m/s2) v = kecepatan linier (m/s) ù = kecepatan sudut (rad/s) r = jari-jari (m) LATIHAN GAYA DAN GERAK 1. Setelah menempuh jarak 3 m 75 . 20 N c. 17. 10 N b. Sebuah mobil bergerak pada lintasan lurus dengan kecepatan 60 km/jam.36 m d. sopir menginjak pedal rem sehingga mobil mendapatkan perlambatan 8 m/s2.36 m 2. 21. a. 19. Tentukan besarnya gaya normal yang dialami balok jika ditekan vertical dengan gaya 20 N. Sebuah balok kayu bermassa 2 kg (g=10m/s2) ditempatkan diatas meja. mula-mula balok bergerak dengan kecepatan 4 m/s.36 m e.

~yRt~yVj~~nLko- X -2 76 .

3 m/s d. tentukan besar gaya yang bekerja. 4.3 m/s c. 2 N 5. 1 4 N b. 9. 3 N c. 40 m/s e. jika jari-jari lingkaran 40 cm.8 m/s 2 adalah. 30 m/s d. a..43 m/s b. 10 m/s b.. 1 8 N 4.~yRt~yVj~~nLko- X -2 kecepatan balok menjadi 10 m/s. Sebuah benda bermassa 100 g bergerak melingkar beraturan dengan kelajuan 3 m/s.. a. 24 m/s 77 . Sebuah kotak yang massanya 10 kg mula-mula diam kemudian bergerak turun pada bidang miring yang membuat sudut 30 o terhadap arah horizontal tanpa gesekan dan menempuh jarak 10 m sebelum sampai ke bidang datar. a. 1 6 N d. hitunglah gaya sentripetal yang dialami oleh benda tersebut.9 m/s e. 26. Seutas tali panjangnya 1 meter mampu menahan gaya maksimm 20 N. Kecepatan kotak pada akhir bidang miring jika percepatan gravitasi 9. 1 7 N e. a. 2. 1 5 N c. 50 m/s 6. 44.25 N b. sebuah cincin bermassa 50 gr diikat dengan tali tersebut kemudian diputar diatas sebuah lantai licin.5 N d. 20 m/s c. 3. Tentukanlah kecepatan maksimum yang diperkenankan agar tali tidak putus.

maka roda B berputar sebanyak . Sebuah kotak ditarik dengan gaya 100 N. Perpindahan c. a. Maka a. Sebuah sepeda roda depannya (A) berjari-jari 0. . kecepatan sudut roda B c. Direm dengan gaya F selama 10 s dan kecepatannya menjadi 50 m/s. Laju d. Kecepatan e.5. Sebuah kereta api melaju dengan kecepatan tetap 80 km/jam.25 m dan roda depannya (B) berjari–jari 0. berapa besar gaya F ? 78 . Jika massa mobil tersebut 800 kg. kecepatan sudut roda A b. Tuliskan dan jelaskan isi dari a. . Percepatan f. Jarak b. Suatu mobil melaju dengan kecepatan 150 m/s. 4.~yRt~yVj~~nLko- X -2 SOAL-SOAL LATIHAN 1. berapa besar massa kotak tersebut? 7. a) Berapa lama kereta api itu bergerak untuk menempuh jarak 100 km? b)Berapa jarak yang ditempuh oleh kereta api itu setelah melaju selama 20 menit? 6. jika sepedah tersebut melaju dengan kecepatan 10 m/s. Jika kotak tersebut mengalami gaya gesek yang besarnya 60 N dan bergerak dengan pecepatan 2 m/s2. hukum Newton 2 3. Sebutkan masing-masing 3 contoh peristiwa Gerak Lurus Beraturan Dan Gerak Lurus Berubah Beraturan! 5. hukum Newton 1 b. Kecepatan sesaat 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan. jika roda A berputar 400 kali.

~yRt~yVj~~nLko- X -2 8. Sebut 4 contoh peristiwa gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari! Tuliskan pula apakah peristiwa tersebut merugikan atau menguntungkan! Catatan: 79 .

A. dan keseimbangan benda tegar KOMPETENSI DASAR · Menguasai konsep gerak translasi dan rotasi · Menguasai konsep keseimbangan benda tegar · Menghitung gerak translasi dan rotasi · Menghitung keseimbangan benda tegar A. GERAK TRANSLASI DAN ROTASI Gerak rotasi yaitu gerak dalam arah melingkar. 250 rad/s B. sedangkan gerak rotasi disebut gerak Anguler yang artinya sudut. rotasi. 15 rad/s D. . GERAK ROTASI. Pada gerak rotasi. 50 rad/s C. Gerak translasi biasanya disebut gerak Linier.4 rad/s 80 . 2.5 rad/s E. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 25 m/s mengitari suatu halaman berbentuk lingkaran berjari-jari 10 m.5y:1u~yVj~~n~o- X -3 BAB 3 GERAK TRANSLASI. 0. DAN KESEIMBANGAN BENDA TEGAR STANDAR KOMPETENSI · Menerapkan gerak translasi. Besar kecepatan sudut yang dialami mobil tersebut adalah . . besaran posisi dituliskan dalam sudut. Hubungan antara besaran dalam gerak translasi dengan gerak rotasi: Nama Dalam Gerak Dalam Gerak Hubungan Kedua No Besaran Translasi Rotasi Besaran x Jarak linier 1 Jarak Sudut ( Ө ) θ= (x) r v Kecepatan Kecepatan ω= 2 Kecepatan linier ( v ) anguler ( ω ) r a Percepatan Percepatan 3 Percepatan α= linier ( a ) anguler ( α ) r 4 5 massa Gaya Massa ( m ) Gaya (F) Momen Inersia ( I ) Torsi ( τ ) I = m⋅ r (untuk benda titik berputar pada τ = jari-jari F ⋅ r r) 2 r : jari-jari (m) LATIHAN GERAK TRANSLASI DAN ROTASI 1. . Untuk membedakan gerak translasi dengan gerak rotasi.

36 m E. 40 rad/s D. Jika jari-jari kemidi putar tersebut 6 m. A. Jika kecepatan sudutnya 6 rad/s. jarak B. 180 m 4. .. Besaran berikut hanya dimiliki oleh benda bergerak lurus. Andi menaiki kemidi putar yang berputar dengan kecepatan sudut 25 rad/s.. jari-jari lintasannya adalah . Jika jari-jari roda sepeda tersebut 20 cm. 5 m C. maka Andi akan merasa seperti menaiki kendaraan yang bergerak dengan kecepatan . kecepatan D. 150 m/s B. sudut C. 5 m B. 31 m/s C. 110 rad/s 5. 3 rad/s C. 90 rad/s E. Jika roda depannya berputar dengan kecepatan 60 rad/s. A. 6 m C. 9 m D. 45 m 3. A. 18 m E. percepatan 6. . Roda suatu sepeda berputar dengan kecepatan sudut 15 rad/s selama 3 detik. A. . . . maka kecepatan sudut roda belakangnya adalah . Sebuah motor bergerak berputar mengelilingi suatu halaman dengan kecepatan 30 m/s. . . 18 m D. perpindahan E. Sebuah sepeda roda depannya berjari-jari 30 cm dan roda belakangnya berjari-jari 20 cm. kecuali . 3 m B. 19 m/s 81 . A. 2 rad/s B. jarak yang telah ditempuh oleh sepeda adalah .5y:1u~yVj~~n~o- X -3 2. . . .

6 m/s E.2 m/s 82 .5y:1u~yVj~~n~o- X -3 D. 4.

A.5 sekon sekon C. 9. 6 sekon 8. besar kecepatan sudutnya adalah . Maka lama waktu yang diperlukan roda sejak direm hingga berhenti 83 . sekon A. 2 rad/s B. 4.. 8 rad/s E.. C. Sebuah roda berputar dengan kecepatan sudut awal 20 rad/s kemudian direm dan ternyata setelah 5 sekon. D.. 2 1 3 B. 2 6 3 sek D. E. Sebuah motor balap melaju di sirkuit yang berbentuk melingkar dengan kecepatan 120 m/s. kemudian di rem dan ternyata setelah 5 sekon kecepatan sudutnya menjadi 5 rad/s. 4 rad/s C. 10 rad/s 10. Jika jari-jari lintasan geraknya adalah 20 m.5y:1u~yVj~~n~o- X -3 7. Berapakah waktu semenjak di rem hingga berhenti . Lintasan pentil sebuah ban motor bergerak dalam bidang datar dengan arah yang lurus sesuai dengan . 2 2 on 3 E.. . . kecepatan sudutnya wenjadi 5 rad/s. A. 6 rad/s D. A. Sebuah roda berputar dengan kecepatan sudut awal 20 rad/s.

. 84 ..5y:1u~yVj~~n~o- X -3 adalah ..

17 3 20 3 10 sekon 85 .5y:1u~yVj~~n~o- X -3 A.

5y:1u~yVj~~n~o- X -3 3 86 .

B. sekon sekon 87 .5y:1u~yVj~~n~o- X -3 B.

5y:1u~yVj~~n~o- X -3 88 .

sekon 2 15 sekon 2 89 . 14 D.5y:1u~yVj~~n~o- X -3 D.

Torsi termasuk besaran vector yang arahnya tegak lurus dengan arah gaya dan juga tegak lurus dengan arah perpanjangan jarak. 13. maka jarak yang ditempuh sepeda tersebut adalah B. maka sudut yang telah ditempuh rezi adalah . Besarnya torsi dirumuskan: ~ τ = F × r ~ Atau dapat juga ditulis: τ=F⋅r⋅Sin(è ) Jika arah F tegak lurus arah r. . DINAMIKA GERAK ROTASI 1. jika gear roda tersebut diputar sebanyak 2 putaran.5y:1u~yVj~~n~o- X -3 11. . . Sebuah roda kendaraan berjari-jari 30 cm melaju dengan kecepatan 10 m/s. Suatu sepeda jari-jari gearnya 8 cm dan jari-jari tepi rodanya 24 cm. maka persamaan di atas menjadi: τ = F⋅ r τ : torsi (Nm) F : gaya (N) r : jari-jari (m) Ө : sudut antara arah gaya dengan perpanjangan jari-jari Jika dihubungkan dengan momen inersia. . Momen Gaya Atau Torsi ( τ ) Gaya pada gerak melingkar atau gerak rotasi dinamakan Momen Gaya atau Torsi. jika panjang lintasan yang ditempuh rezi adalah 100 m. 12. Roda kendaraan tersebut dalam satu detik berputar sebanyak . besarnya torsi dapat juga ditulis: τ = I⋅ α I : momen inersia (kg m2) α : percepatan anguler ( rad/s2) 90 . Rezi berlari melintasi tepi suatu lapangan berbentuk lingkaran berjari-jari 20 m.

Besarnya momen inersia suatu titik bermassa m yang berputar mengelilingi suatu titik berjarak r adalah: I = m r2 Sedangkan besarnya momen inersia benda yang berputar dengan poros pada titik berjarak d dari pusat massa benda tersebut adalah: I = Ip + m d2 Ip : momen inersia pada pusat massa Besarnya momen inersia pada tiap benda berbeda-beda tergantung dari bentuk benda dan poros putaran benda tersebut. Momen Inersia Atau Kelembaman ( I ) Momen inersia atau kelembaman adalah massa pada benda bergerak melingkar. 91 . yaitu kecenderungan benda untuk mempertahankan keadaannya.5y:1u~yVj~~n~o- X -3 2.

5y:1u~yVj~~n~o- X -3 92 .

A. Jika jarak antara engsel pintu dan gagang pintu 70 cm. B. . . besar momen gaya yang harus dikerahkan Ali untuk mengangkat ikan tersebut adalah . 24 Nm 4.. A. . .. Pernyataan yang benar adalah .5 m.5 Nm E.. sedangkan jari-jarinya R1 > R2. Nm 7 B. 7 MR2 5 B. 2 N B. Jika pada bagian tepi baling-baling yang berjarak 50 cm membentur sebuah benda. . Sebuah bola pejal bila diputar dengan sumbu putar pada salah satu sisinya adalah .8 Nm B. Seseorang memutar 2 buah gasin secara bersamaan.. 9 5 MR2 5 5. 7 N m C. 18 Nm D. . . 150 N E. 200 N 3. 100 N D. 1. 4. 700 Nm 2. 93 . . Ali berhasil mengail ikan bermassa 300 gram dengan alat pancingnya.5 Nm C. besar momen gaya yang terjadi adalah . 70 Nm E. 1 A.. maka gaya yang diterima oleh benda tersebut adalah . A.5y:1u~yVj~~n~o- X -3 LATIHAN DINAMIKA GERAK ROTASI 1. Jika panjang alat pancing yang digunakan Ali 1. Gagang sebuah pintu yang didorong dengan gaya 10 N. 6 0 N m D. MR2 A. 22. Suatu baling-baling berputar dan menghasilkan momen gaya sebesar 100 Nm. 50 N C. 1 MR2 5 MR2 7 A. Gasin berputar dengan kecepatan sudut ω1 dan ω2.

. maka torsinya . momen gaya D. r = F x r A. semua salah ℓ 94 .. A. sin a A... 3 Bila massa batang M dan panjang batang L. 6 1 C. r = F . 2 1 ML2 B. 1 ML2 A. w1 > w 2 w1 = w 2 w1 ~ w2 w1 ~ w2 w1 < w2 6. r = F . A. r = F x B.5y:1u~yVj~~n~o- X -3 A. C. benda tegar B... ML 2 9 D. 1 ML2 7 8. Sebuah batang diputar dengan sumbu putar 1 terletak pada jarak dari salah satu ujungnya. Sebuah katrol pada gambar di bawah ini (jarijari R) ditarik pada pinggirnya dengan gaya F. rotasi benda 7. 1 ML2 3 E. E.. B. sinO ℓ ℓ B. massa benda C. momen inersia E. D.. Besaran yang merupakan perkalian antara gaya dengan jarak titik terhadap gaya disebut . maka momen inersianya adalah .

Fy =0 95 . Keseimbangan rotasi → τ =0 Menghitung Keseimbangan Benda Tegar contoh soal sebuah batang kayu yang panjangnya l dan beratnya W tergeletak pada posisi pada gambar dibawah jika è = 530. dituliskan: Keseimbangan translasi → F=0. KESEIMBANGAN BENDA TEGAR Seimbang berarti resultan gaya yang bekerja pada sistem atau benda tersebut nol ( 0 ). koefisien gesek benda dengan lantai ì.5y:1u~yVj~~n~o- X -3 C. Tentukan besarnya ì agar benda tersebut seimbang ! Penyelesaian Untuk menyelesaikan permasalahan diatas. lakukanlah langkah-langkah berikut: 1. Secara matematis. lukislah komponen gaya-gaya yang berkerja pada benda tersebut terhadap lantai dan dinding Fx =0. Yang dimaksud keseimbangan benda tegar yaitu sistem atau benda tersebut dalam keadaan seimbang dalam hal gerak translasi maupun gerak rotasi. dinding licin.

5y:1u~yVj~~n~o- X -3 D L fSL Nd l NL W Nd = normal benda terhadap dinding Nl = normal benda terhadap lantai Fs = gaya gesek antara benda dengan lantai W = berat benda (terpusat pada bagian tengah benda) 96 .

.... selesaikan komponen gaya-gaya yang saling sejajar dan berlawanan arah untuk menentukan keseimbangan Fx = 0 Nd − fsL = 0 Nd −μl⋅Nl 0 N d = N l ⋅ μ l ......................................................... (i) Fx =0 Nl − W =0 Nl=W ... (ii) 97 .........5y:1u~yVj~~n~o- X -3 2.......................................

5y:1u~yVj~~n~o- X -3 τ=0 1 W⋅ ⋅l⋅cos () sin ( θ − N d⋅ l ⋅ θ = )0 98 .

5y:1u~yVj~~n~o- X -3 ⋅ cos 2 = l Nd ( θ) ⋅ sin ⋅ ⋅ 1 ( θ) Wl 99 .

5y:1u~yVj~~n~o- X -3 1 W cos θ ( ) ( i i i ) Nd = 2 sin(θ) dari persamaan (i) dan persamaan (ii) dihasilkan () ⋅ l = 1 ⋅ W cos ⋅ θ Wì2 sin(è) μ l =2 sin 1 cos ( θ) ( θ) 4. ω1 = I2. Momentum Sudut (L) Besarnya Momentum Sudut dapat ditentukan dengan persamaan: L=I. ω2 L : momentum sudut I : momen inersia ω : kecepatan sudut 100 .ω Hukum Kekekalan Momentum Sudut L1 = L2 I1 .

3. Sebuah batang kayu yang panjangnya 4 m dan massanya 8 kg diletakkan bersandar pada dinding seperti pada gambar. . 2. menggelinding sempurna menurut bidang miring.3 m/s2 3. Maka besar percepatan linier benda adalah . Jika permukaan lantai dan permukaan dinding licin. 256 Nm 200 Nm 128 Nm 96 Nm 48 Nm 2.. 1 m/s2 B.5 m/s2 C.05 m/s 101 .5y:1u~yVj~~n~o- X -3 LATIHAN KESETIMBANGAN BENDA TEGAR 1.5 m/s2 E.50 m/s D. ( sin 37 = 0. B. Maka percepatan yang dialami silinder (g = 10 m/s) adalah . E. jari-jari 8 cm. Sebuah bola pejal.52 m/s B... A. 4 m/s2 D.8) A. sehingga silinder tersebut menggelinding ke bawah dengan sudut miring 300.05 m/s C. 2. .(g = 10 m/s 2) A. 3. . 6. cos 37 = 0. 1. 6.. C. maka batang kayu tersebut akan meluncur dan menghasilkan momen gaya yang besarnya . 5.35 m/s E. sudut miring bidang 45º.6 . D. Silinder pejal dilepaskan pada bidang miring kasar. massa 4 kg.

5y:1u~yVj~~n~o- X -3 D. Prisma pejal z2 l Letak titik berat y 0 = 1l 2 z1 = titik berat bidang alas z 2 = titik berat bidang atas l = panjang sisi tegak y0 2. Koordinat titik berat benda homogen dapat ditentukan dengan rumus berikut: X0 xA An An n nn yn Y0 y . Titik berat benda pejal homogen berdimensi tiga Nama benda Gambar benda 1. TITIK BERAT Titik berat adalah titik pada suatu benda dimana gaya berat benda terkonsentrasi paling besar pada titik tersebut. X0 : koordinat titik berat sumbu-x Y0 : koordinat titik berat sumbu-y xn : jarak sumbu-x titik pusat massa benda ken yn : jarak sumbu-y titik pusat massa benda ke-n An : luas benda ke-n Benda homogen adalah benda yang besar massanya tiap titik bagian benda tersebut sama besarnya. Silinder pejal z 2 y 0 = 1t 2 t t = tinggi silinder y 0 z z1 102 . Umumnya titik berat benda berada pada pusat benda atau bagian tengah benda tersebut. tapi tidak selalu seperti itu.

5y:1u~yVj~~n~o- X -3 3. Limas pejal beraturan T z y0 T t y0= 1t 4 t = tinggi limasberaturan V = luas alas x 1 tinggi 3 103 .

t D C y 0 = 1t 2 = tinggi t y0 A B y 0 3. bujur sangkar. persegi panjang. z y 0 =38R 0 = jari-jari bola R Titik berat bidang homogen berdimensi dua Nama benda Gambar benda 1.5y:104u~yVj~~n~o- X -3 4 Kerucut pejal . Setengah lingkaran y 0 = 4R 3ð = jari-jari lingkaran R y0 X . Juring lingkaran A R z y0 X O Y z R A 0 B 0 B = 2 R talibusurAB 3 busurAB = jari-jari lingkaran R 4. Jajargenjang. Segitiga C t D Letak titik berat y = 1t 3 0 = tinggi segitiga t A E F B 2. belah Ketupat. T t y0z T’ y 0 =1 t = tinggi kerucut = luas alas x 1 tinggi t V 4 3 y 5 Setengah bola pejal .

A B 105 . Sebuah balok kayu ditopang dengan penumpu A dan penumpu B pada bagian bawahnya seperti pada gambar. . maka besarnya beban yang harus ditopang oleh masing-masing penumpu A dan penumpu B adalah . Busur setengah lingkaran. Di atasnya diletakkan sebuah benda yang beratnya 100 N.5 m dan terhadap penumpu B 0. massa balok dianggap nol. .5 m. jika jarak posisi benda terhadap penumpu A 1. z A 0 R B z l B Letak titik berat x0= 1l 2 z = titik tengah garis = R talibusurAB y0 x busurAB R = jari-jari lingkaran = 2R Y y0 y0 π R = jari-jari lingkaran B LATIHAN TITIK BERAT 1. Busur lingkaran z A y0 0 3 .5y:1u~yVj~~n~o- X -3 Titik berat benda homogen berbentuk garis Gambar Nama benda benda 1 Garis lurus . x0 A 2 .

Sebuah balok kayu AB panjangnya 4 m dan massanya 8 kg diposisikan dengan sebuah penumpu O dan beban P seperti pada gambar. 106 . Jika jarak OB 3 m. .5y:1u~yVj~~n~o- X -3 A B O P 1. . maka berapa jarak OP agar balok dalam posisi setimbang .

Besarnya percepatan sudut putaran gerinda tersebut adalah . . kecepatan sudut roda B c. 2. kelajuan putaran penari tersebut adalah 12 putaran/s. Pada saat kedua lengannya dirapatkan ke tubuhnya. dan 16 kg m ketika lengannya terentang.1 m bergerak menggelinding dengan kelajuan 20 m/s. bergerak menggelinding dari puncak sebuah bidang miring. kecepatan sudut roda A b. . Maka a. 3. .25 m dan roda depannya (B) berjari–jari 0.5. . Tentukanlah energi kinetik total bola tersebut. Sebuah roda gerinda homogen mulamula berotasi dengan kecepatan sudut 2 rad/s. maka roda B berputar sebanyak . Seorang penari balet memiliki momen inersia 4 kg m ketika lengannya merapat ke tuhuhnya. tentukanlah kelajuan putarannya. Sebuah bola pejal dengan berat 50 N dan jari-jari 0. Sebuah sepeda roda depannya (A) berjari-jari 0.5y:1u~yVj~~n~o- X -107 SOAL – SOAL LATIHAN 1. 5. Sebuah silinder pejal yang mula-mula diam. setelah 2 detik kecepatan sudutnya menjadi 4 rad/s. Saat berada di dasar bidang miring kelajuannya 4 m/s. jika sepedah tersebut melaju dengan kecepatan 10 m/s. 52 . Jika kemudian kedua lengannya direntangkan. jika roda A berputar 400 kali. 4. Tentukanlah ketinggian bidang miring tersebut.

5y:1u~yVj~~n~o- X -3 108 .

daya dan energi Kompetensi Dasar: 2. Menguasai Konsep Usaha. Daya Dan Energi A. Menerapkan konsep usaha. USAHA DAN DAYA Usaha atau kerja (work) adalah suatu proses perubahan energi W=F⋅s W = Usaha (joule) F = gaya (Newton) s = perpindahan (m) Daya atau tenaga (power) adalah usaha yang dilakukan atau energi yang berubah tiap satuan waktu. Daya Dan Energi 3.~yRt~yVj~~nLko- X -109 BAB 4 USAHA DAN ENERGI Standar Kompetensi: 1. Menghitung Usaha. Menguasai Hukum Kekekalan Energi 4. 54 .

p= t W Atau F s ⋅ p t P = Daya (watt) t = waktu (sekon) .

.

besar daya yang dikerahkan oleh atlet tersebut adalah . 400 watt b. . . . Jika beban dipertahankan pada ketinggian tersebut selama 8 detik. Daya yang dikerahkan oleh sebuah benda yang melakukan usaha sebesar 1000 joule selama 4 detik adalah . Seorang atlet angkat besi mengangkat beban yang massanya 120 kg setinggi 2 m di atas permukaan tanah. 1004 watt d.LATIHAN USAHA DAN DAYA 1. 250 watt c. 2008 watt e. (g = 10 m/s 2) . . 4000 watt 2. a.

Perhatikan gambar berikut. .. 15 joule b.~yRt~yVj~~nLko- X -4 a. F =30 N 60 besar usaha yang dilakukan untuk menarik kotak adalah . 30 3 joule d.. maka besarnya usaha yang dilakukan untuk mendorong kotak tersebut adalah . e. . 90 3 joule 4. Sebuah kotak ditarik dengan arah tarikan seperti gambar berikut. 50000 watt b. Besarnya daya yang dimiliki motor tersebut adalah . 90 joule e. . c. 2500 watt e. b. d. 30 joule c. 10000 watt c. Jika X bernilai 5 m dan kotak terletak pada lantai yang licin. 113 . 6m Sebuah kotak massanya 10 kg didorong dengan gaya F yang besarnya 15 N hingga kotak tersebut berpindah sejauh X. a. 300 watt 2400 watt 3000 watt 12000 watt 19200 watt 3. Sebuah motor harus mengerahkan gaya sebesar 5000 N untuk berpindah sejauh 10 m selama 5 s. 100 watt 5. joule a. 25000 watt d. .

25 joule 50 joule 75 joule 100 joule 114 .~yRt~yVj~~nLko- X -4 a. c. d. b.

150 joule 115 .~yRt~yVj~~nLko- x -4 e.

Jika andi mendorong dengan gaya 12 N. d. b. massa kotak 40 kg. budi mendorong dengan gaya 9 N.~yRt~yVj~~nLko- x -4 6. . 9 joule 12 joule 18 joule 54 joule 72 joule B. e. ENERGI Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha 1. c. Andi dan budi mendorong sebuah kotak dengan arah berlawanan seperti pada gambar. dan permukaan lantai licin. Energi Potensial Energi potensial adalah energi yang dimiliki oleh suatu objek akibat keadaannya atau kedudukannya 116 . besar usaha yang terjadi setelah kotak berpindah sejauh 6 m adalah . a. .

~yRt~yVj~~nLko- x -4 Ep=m⋅g⋅ h 2. Energi Kinetik Energi kinetik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena geraknya. Ep = energi potensial (joule) m = massa benda (kg) g = percepatan grafitasi (m/s2) h = ketinggian benda Ek = energi kinetic (joule) v = kecepatan gerak benda Ek= 1 ⋅ m ⋅ v 2 2 117 .

Energi Mekanik Energi mekanik adalah jumlah energi potensial dan energi kinetik 1 Em = m ⋅ g ⋅ h + m ⋅ v 2 2 Em=Ep+ Ek 118 .~yRt~yVj~~nLko- x -4 3.

Usaha Adalah Peru bahan Energi Potensial 119 .~yRt~yVj~~nLko- x -4 4. a. Hubungan Energi Dengan Usaha Usaha merupakan perubahan besar suatu bentuk energi.

diperlukan usaha sebesar . . 1800 joule 120 . . 160 joule b. a. . Sepeda massanya 40 kg melaju dengan kecepatan 4 m/s. Usaha Adalah Perubahan Energi Kinetik W = ΔEk W = Ek 2 − Ek1 W= 1 ⋅m ⋅ 2 2 ( ) v − v 2 2 1 LATIHAN ENERGI 1. (g = 10 m/s2) a. Seorang petugas PLN massa tubuhnya 60 kg berada pada ketinggian 2 m di suatu tiang listrik. Agar kecepatannya bertambah menjadi 10 m/s. 240 joule c. besar usaha yang harus dilakukan adalah . . . Jika orang tersebut naik ke ketinggian 5 m. 400 joule d.~yRt~yVj~~nLko- x -4 W=ΔEp ΔEp = perubahan energi potensial (joule) ÄEk = perubahan energi kinetik (joule) Ek1 = energi kinetik awal (joule) Ek2 = energi kinetik akhir (joule) Ep1 = energi potensial awal (joule) Ep2 = energi potensial akhir (joule) W=Ep2 −Ep1 W=m⋅g⋅(h2− h 1 ) b. 720 joule e. 1600 joule 2.

. .~yRt~yVj~~nLko- x -4 b. Jika massa tanki beserta isinya 1200 kg. c. besarnya energi potensial tanki tersebut adalah . (g = 10 m/s 2) 121 . e. d. Sebuah tanki penampung air terletak pada ketinggian 8 m. 2000 joule 3000 joule 5000 joule 6000 joule 3.

2 kg dan percepatan grafitasi 10 m/s2.. . 500000 joule 6.. 10 joule b. 20 joule d. 25000 joule c. a. b. 24 jo ul e 48 joule 96000 joule 98000 joule 112000 joule 4. 12500 joule e. 1000 joule b. 10000 joule b. besarnya energi potensial yang dimiliki kelapa tersebut adalah . 5000 joule c. 24 joule e. 200000 joule 5. 150000 joule e. . Jika massa kelapa tersebut 0. . Rahmat mengendarai sepeda motor dengan kecepatan 40 m/s. . Mobil yang massanya 1000 kg. 30 joule 12 2 . 12 joule c.. besarnya energi kinetik yang dihasilkan adalah . a. Suatu buah kelapa berada di atas pohon yang tingginya 12 m dari permukaan tanah. e. 10000 joule d. d. c. jika bergerak dengan kecepatan 5 m/s akan memiliki energi kinetik sebesar . a. . Jika massa tubuh Rahmat dengan motornya 250 kg.~yRt~yVj~~nLko- x -4 a. 100000 joule d.

Sebuah batu dijatuhkan ke air dari ketinggian 8 m di atas permukaan air. 4 10m/s 10 m/s 20 m/s 24 m/s 2. (g = 10 m/s) a. HUKUM KEKEKALAN ENERGI MEKANIK Besarnya energi mekanik yang dimiliki oleh suatu benda selalu sama.4 m e. .2 m c. . 0.3 m d. 0. d. besar kecepatan gerak batu saat menyentuh permukaan air adalah . Atau dapat dituliskan: Em1 = Em 2 1 gh m⋅ g h⋅ m + vm ⋅ 1 1 2 = ⋅ ⋅ + 2 2 m = masa benda (kg) g = percepatan grafitasi (kg m / s 2) h1 = ketinggian benda 1 (m) v1 = kecepatan gerak benda 1 (m/s) h2 = ketinggian benda 2 (m) v2 = kecepatan gerak benda 2 (m/s) 1m v ⋅ 2 2 LATIHAN HUKUM KEKEKALAN ENERGI MEKANIK 1.~yRt~yVj~~nLko- x -4 C. 0. e. Ketinggian maksimum yang akan dicapai katak terse but adalah . a.3 kg dan percepatan grafitasi 10 m/s 2. 0. Jika massa batu tersebut 0.5 m 123 . c. . Seekor katak massanya 50 gram melompat ke arah vertikal dengan kecepatan 2 m/s.1 m b. 0. 4 m/s b. .

Sebuah benda massanya 100 gram meluncur pada lintasan menanjak seperti pada gambar hingga berhenti pada ketinggian H.75 m e. Jika benda tersebut tidak mengalami gesekan.50 m d.25 m c. . 280000 joule 5. . Sebuah benda massanya 1 kg tergantung pada suatu tali sepanjang 1 m seperti pada gambar. 1. .00 m b. . 1.~yRt~yVj~~nLko- x -4 3. 1. . maka benda tersebut akan berayun hingga mencapai ketinggian . Jika benda tersebut didorong dalam arah mendatar hingga bergerak dengan kecepatan mula-mula 6 m/s. 260000 joule e. 2. 160000 joule c. diperlukan usaha sebesar . ketinggian H adalah . 120000 joule b. (g = 10 m/s2) a. untuk menambah kecepatannya menjadi 80 m/s. Diding mengendarai motornya dengan kecepatan 60 m/s.(massa Diding dan motornya 200 kg) a.00 m 4. . 180000 joule d. 124 . . . 1.

2 m b.8 m c. 1.0 m 125 . 1. 2.~yRt~yVj~~nLko- x -4 a.

2 m 6. .~yRt~yVj~~nLko- x -4 d. besarnya kecepatan V haruslah paling kecil sebesar . 3 . (g = 10 m/s2) 126 . . 2 . Agar benda dapat mencapai ketinggian 20 m.4 m e. Sebuah benda bergerak pada bidang licin menanjak seperti pada gambar.

h 127 . d. c. a. 5 m/ s 18 m/s 18 2 m/s 20 m/s 22 m/s SOAL – SOAL LATIHAN 1. berapa besar massa kotak tersebut? 2. Sebuah kotak ditarik dengan gaya 100 N.~yRt~yVj~~nLko- x -4 a. Jika kotak tersebut mengalami gaya gesek yang besarnya 60 N dan bergerak dengan pecepatan 2 m/s2. sebuah bandul di dorong hingga mencapai ketinggiah h kemudian dilepaskan hingga bergerak dengan kecepatan v seperti pada gambar berikut. b.

~yRt~yVj~~nLko- x -4 128 .

5 kg.~yRt~yVj~~nLko- x -4 Jika besar h adalah 1 m. massa bandul 1. dan percepatan 129 .

~yRt~yVj~~nLko- x -4 grafitasi 10 m/s 2 berapa besar kecepatan v ? Catatan: 130 .

MOMENTUM Momentum merupakan suatu besaran yang dimiliki oleh benda yang memiliki massa dan bergerak Momentum ialah: Hasil kali massa sebuah benda dengan kecepatan. Melaju dengan momentum 2000 kg m/s. .~yRt~yVj~~nLko- x -5 BAB 5 MOMENTUM DAN IMPULS STANDAR KOMPETENSI ·Menerapkan konsep impuls dan momentum KOMPETENSI DASAR ·Mengenali jenis tumbukan ·Menguasai konsep impuls dan hukum kekekalan momentum ·Menerapkan hubungan impuls dan momentum dalam perhitungan A. Sebuah mobil massanya 800 kg. 160 m/s B.s E. Kecepatan gerak mobil tersebut adalah .s D.. Maka momentum mobil A adalah . 4 m/s E. 8 ×103 N. P = m⋅ v P : momentum (kg m/s) m : massa (kg) v : kecepatan (m/s) Momentum termasuk besaran vektor yang arahnya searah dengan kecepatannya. 1 ×104 N. 8 ×103 N.s 2. A. . 16 m/s D.5 m/s 131 . Satuan dari mementum adalah kg m/s LATIHAN MOMENTUM 1. 40 m/s C. A. Sebuah mobil sedan bermassa 800 kg bergerak ke kanan dengan kecepatan 10 m/s.s C. 7 ×103 N. 2. 6 ×103 N..s B.

A. 5 kg E. 0. Besarnya momentum benda ketika sampai di permukaan tanah adalah . 70 N. A. besar massa balok kayu adalah . 1. Sebuah balok kayu meluncur dilantai licin dengan kecepatan 24 m/s. 0.5 m/s B.5 m/s E. s E. 50 N .s 6. 150 kg m/s C. 80 N. 100 kg B. .8 m/s C. Jika bergerak dengan kecepatan 144 km/jam.. . Sebuah motor dengan pengendaranya mempunyai massa 150 kg. 48 kg D.s C.. . 1.0 m/s D. besar kecepatan gerak perahu dan Andi sesaat setelah andi menginjak perahu adalah .. A. Jika sesaat sebelum menginjak perahu. 24 kg C. 96 kg 5. Sebuah benda bermassa 2 kg jatuh bebas dari suatu ketinggian 80 m di atas tanah. . 5000 kg m/s E. Jika momentum balok kayu tersebut 120 kg m/s. 3.s D. 65 N. A.0 m/s 132 . 6000 kg m/s 4. 25 N. Andi massanya 60 kg melompat ke perahu yang diam dan massanya 180 kg. 144 kg m/s B. . kecepatan gerak horizontal andi 12 m/s. besar momentumnya adalah . 1440 kg m/s D. .~yRt~yVj~~nLko- x -5 3.s B.

0. 1.. 0. 2. kecepatan balok karena tertembus peluru . Kecepatan peluru setelah menembus balok 100 m/s. A.5 m/det A. 90 m/s E. A. berapa besar kecepatan senapan terdorong ke belakang .09 m/s B. 900 m/s 2.. HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM “Jumlah besar momentum sebelum tumbukan sama dengan jumlah besar momentum setelah tumbukan” P =P' Atau m 1v1 +m 2 v 2 =m1v1 ' +m2v2 ' P : jumlah momentum mula-mula (kg m/s) P’ : jumlah momentum setelah tumbukan (kg m/s) m1 : massa benda 1 (kg) m2 : massa benda 2 (kg) v1 : kecepatan gerak benda 1 sebelum tumbukan (m/s) v2 : kecepatan gerak benda 2 sebelum tumbukan (m/s) v1’ : kecepatan gerak benda 1 setelah tumbukan (m/s) v2’ : kecepatan gerak benda 2 setelah tumbukan (m/s) LATIHAN HUKUM KEKEKALAN MOMENTUM 1.. 3 m/det C.9 m/s C. 4 m/det B. Bila massa senapan 5 kg dan massa peluru 10 gram. Peluru dengan massa 10 gram dan kecepatan 1000 m/s mengenai dan menembus sebuah balok dengan massa 100 kg yang diam di atas bidang datar tanpa gesekan..5 m/det B. 0.~yRt~yVj~~nLko- x -5 B. 9 m/s D.5 m/det 133 . Sebuah senapan dapat menembakkan peluru dengan kecepatan 250 m/det.

jika peluru masuk ke kayu. a. a.5 m/det c. 0.~yRt~yVj~~nLko- x -5 3.2 m/s e. 2.5 m/s 4.07 kg. 40 m/s b.5 m/det 5. Sebuah peluru massanya 30 gr ditembakan dengan kecepatan 200 m/s ke sebuah kayu yang massanya 9. 0. Sebuah balok bermassa 4 kg dalam keadaan diam ditembak dengan sebutir peluru bermassa 0. .9 m/s d.3 m/s b..6 m/s c. 1.2 kg. 0.4 m/det b. Sebuah senapan dapat menembakkan peluru dengan kecepatan 200 m/det.0 m/det e. 1. 0. .. a. besarnya kecepatan kayu setelah ditembak adalah . sehingga peluru bersarang di dalam balok. 200 m/s c. .. 400 m/s 134 .. Bila massa senapan 5 kg dan massa peluru 10 gram. berapa besar kecepatan senapan terdorong ke belakang . 0. 3.5 m/det d. Jika kecepatan peluru dan balok 10 m/s. 1. 320 m/s e. Kecepatan peluru sebelum mengenai balok adalah . 210 m/s d.

~yRt~yVj~~nLko- x -5 C. TUMBUKAN 135 .

Terdapat 3 jenis tumbukan. Tumbukan Tidak Lenting Sama Sekali (e = 0) e adalah koefisien restitusi yang dihitung dengan rumus: (v = v e vv 2 v1 = kecepatan gerak benda 1 sebelum bertumbukan (m/s) v2 = kecepatan gerak benda 2 sebelum bertumbukan (m/s) v1' = kecepatan gerak benda 1 setelah bertumbukan (m/s) v2' = kecepatan gerak benda 2 setelah bertumbukan (m/s) 1. tumbukan serupa dengan tabrakan. dalam kehidupan sehari-hari. Tumbukan Lenting Sempurna Dalam peristiwa tumbukan lenting sempurna. benda setelah bertumbukan memantul sempurna dengan kecepatan yang sama besarnya dengan kecepatan sebelum bertumbukan.~yRt~yVj~~nLko- x -5 Tumbukan yaitu peristiwa dimana dua buah atau lebih benda bergerak dengan arah lintasan gerak saling berpotongan satu sama lain. Pada tumbukan lenting sempurna berlaku: · Hukum kekekalan momentum · Koefisien restitusi (e) = 1 · Hukum kekekalan energi kinetik 136 . Tumbukan Lenting Sebagian ( 0 < e < 1) 3. yaitu: 1. Tumbukan Lenting Sempurna (e = 1) 2. Singkatnya.

~yRt~yVj~~nLko- x -5 v2 ' −v1 ' = v1 − v2 m 1 v1 +m 2 v 2 =m 1v 1 ' + m 2v 2 ' Berlaku Persamaan: 137 .

Tumbukan Lenting Sebagian Dalam peristiwa tumbukan lenting sebagian. benda setelah bertumbukan memantul dengan kecepatan yang lebih kecil dari kecepatan sebelum bertumbukan Pada tumbukan lenting sebagian berlaku: · Hukum kekekalan momentum · Koefisien restitusi (e) : 0<e<1 138 .~yRt~yVj~~nLko- x -5 2.

~yRt~yVj~~nLko- x -5 ( ' ') 2 ____1 − < − <1 0 vv 2− 1 m 1v1 +m2v2 =m1v1 ' +m2v2 ' vv Berlaku Persamaan: 139 .

3 d. 1 e. 5 140 . besar koefisien restitusi (e) nya adalah . a. tumbukan lenting sebagian c.25 c. . 0 3. . Sebuah bola membentur dinding dengan kecepatan 25 m/s. benda setelah bertumbukan tidak memantul. Jenis tumbukan berikut yang berlaku hukum kekekalan energi kinetik adalah .5 d. 1. a.75 e. Jika sesaat setelah dipantulkan dinding kecepatannya 20 m/s. 1 b. 1. Nilai koefisien restitusi berikut yang menunjukan tumbukan lenting sebagian adalah . 0. tumbukan tidak lenting d. Pada tumbukan tidak lenting sama sekali berlaku: · Hukum kekekalan momentum · Koefisien restitusi (e) = 0 Berlaku Persamaan: m1v1 + m2v2 = (m1 + m 2 ) v ' v 2 ' − v 1 '= 0 v' = kecepatan kedua benda bergerak bersama-sama (m/s) LATIHAN TUMBUKAN 1. -1 b.~yRt~yVj~~nLko- x -5 3. a. Setelah bertumbukan benda menyatu. 2. . tumbukan lenting sempurna b. 1. semua jenis tumbukan e. . 0 c. . tumbukan antar benda yang keras. Tumbukan Tidak Lenting Sama Sekali Dalam peristiwa tumbukan tidak lenting sama sekali. .

1 det 3 m/ 1 m/d e. . Tidak lenting sama sekali c. Kecepatan benda saat menyentuh dinding 12 m/s. 7. et 8 5. . maka kelajuan kedua balok setelah tumbukan adalah 1 a. 2 m/ b. Lenting sebagian b. Setelah dipantulkan lantai. Lenting sedikit 141 . . a. . Besar kecepatan bola sesaat setelah dipantulkan oleh lantai adalah . jika bertumbukan akan mengalami tumbukan .~yRt~yVj~~nLko- x -5 4. . Tidak lenting sebagian 8. Suatu benda yang memiliki koefisien restitusi (e) = 0. . Kedua balok menempel setelah bertumbuk. jika kecepatan benda setelah dipantulkan dinding 8 m/s. Tidak lenting sama sekali e. a.1 m/s c.5 m di atas lantai. Lenting sempurna d. jenis tumbukan yang dialami benda tersebut terhadap dinding adalah . a. . Sebua balok dengan massa 2 kg dan kelajuan 2 m/s bertumbukan dengan balok yang diam bermassa 6 kg. . Lenting sempurna b.2 m/s d. 7. 7 m/s b. 8.9 m/s e. Lenting sempurna b. Lenting sebagian d. . bola tersebut bergerak hingga mencapai ketinggian 1. 6 c. 1 det 4 1 m/ c. 10 m/s 7. Sebuah benda massanya 100 gr dilemparkan ke dinding. Tidak lenting sebagian 6. Sebuah bola basket dilepaskan dari ketinggian 1.9 dijatuhkan dari suatu ketinggian hingga saat menyentuh lantai kecepatannya 8 m/s. Tumbukan yang dialami bola basket terhadap lantai tersebut adalah .5 m. Sebuah bola yang mempunyai koefisien kelentingan 0. Lenting sedikit c. Tidak lenting sama sekali c. a. Lenting sedikit e. Lenting sebagian d.

Tidak lenting sebagian 9. besar koefisien restitusi yang dimiliki oleh bola terhadap lantai adalah . c. . Jika setelah dipantulkan lantai bola mergerak naik hingga mencapai tinggi maksimum 4 m. . I =F ⋅ Δ t I : impuls (Ns atau kg m/s) F : gaya (N) At : selang waktu (s) Impuls merupakan Besaran vektor yang arahnya searah dengan arah gaya E. IMPULS DAN MOMENTUM Impuls juga adalah perubahan momentum. a. IMPULS Impuls adalah hasil kali gaya dengan selang waktu (lamanya gaya tersebut bekerja pada benda). sehingga dapat juga ditulis: I=P'−P I = m ⋅ (v'−v) F ⋅ Δt = m ⋅ (v'−v ) P ' = momentum setelah bertumbukan (kg m/s) P = momentum sebelum bertumbukan (kg m/s) F = gaya (N) Δt = selang waktu (s) m = massa benda (kg) v' = kecepatan benda setelah bertumbukan (m/s) v = kecepatan benda sebelum bertumbukan (m/s) 142 . b. 2 / 1 4 / 3 9 / D.~yRt~yVj~~nLko- x -5 e. Sebuah bola dijatuhkan dari ketinggian 9 m di atas lantai. e. d.

000 N B.. Jika truk tersebut menabrak sebuah pohon dan berhenti setelah 0. Sebuah truk yang massanya 2000 kg dan melaju dengan kecepatan 36 km/jam menabrak sebuah pohon dan berhenti dalam waktu 0...15 kg dilempar horinzontal ke kanan dengan kelajuan 20 m/s.s 3. Melaju dengan kecepatan 36 km/jam.000 N E.. impuls sama dengan momentum B. 200 N B.s C.000 N E. .~yRt~yVj~~nLko- x -5 LATIHAN IMPULS DAN MOMENTUM 1. Gaya rata-rata yang dialami truk selama berlangsungnya tabrakan adalah . 5 N. impuls sama dengan setengah kali momentum 4. 80. 50.000. A.s E. 2000 N C.000 N D. 180.s B. . 8 N..000 N 5.4 s. Besarnya impuls yang diberikan kayu pemukul pada bola adalah .000 N 2. 200.000 N C. 70. Sebuah bola pada permainan soft ball bermassa 0. Hubungan impuls dan momentum adalah .1 detik.s D.000 N D. . impuls sama dengan dua kali momentum E. 60. Suatu gaya bekerja pada benda tersebut dan menyebabkan Laju 143 . impuls sama dengan jumlah momentum D. A. 4 N. 6 N. 7 N. A. A. 20. impuls sama dengan perubahan momentum C. Setelah dipukul bola bergerak ke kiri dengan kelajuan 20 m/s. 2. Sebuah truk massanya 2000 kg. Gaya rata-rata pada truk selama berlangsungya tabrakan adalah . . Sebuah benda bermassa 2 kg sedang bergerak lurus.

~yRt~yVj~~nLko- x -5 gerak benda bertambah dari 2 m/s 144 .

. 200 kg m/s C.s D. A.. .0 N E. momentum 145 .s C. .6 s.s 7.15 kg dilempar horizontal ke kanan dengan kelajuan 20 m/s. 10 N. .s B.. 186 kg m/s D. Hasil kali gaya pukulan dengan selang waktu yang dialami oleh lawannya tersebut dinamakan . besar gaya tersebut adalah .0 N B. . 216 kg m/s B. 60 kg m/s E.~yRt~yVj~~nLko- x -5 menjadi 6 m/s dalam waktu 2 detik. Sebuah bola pada permainan Soft ball bermassa 0. 2. 8 N. a. Maka impuls yang diberikan oleh kayu pemukul terhadap bola adalah . 10 N 6. A. Seorang petinju menyarangkan pukulan ke wajah lawannya dalam selang waktu tertentu.. 4 N. Besar impuls yang terjadi adalah . Sebuah bola dipukul dengan gaya sebesar 360 N.. 2 N.0 N D. 36 kg m/s SOAL – SOAL LATIHAN 1. 6 N. Kemudian tangannya ditarik kembali.s E. 4. A. 6. Jika lama persinggungan antara pemukul dengan bola adalah 0.0 N C. 8. Setelah dipukul bola bergerak ke kiri dengan kelajuan 20 m/s.

d.~yRt~yVj~~nLko- x -5 b. 146 .. Berlaku hukum kekekalan energi kinetik 3. Berlaku hukum kekekalan momentum 2.. Koefisien Restitusi e = 1 adalah jenis tumbukan .. e. Peristiwa yang memenuhi: 1. impuls usaha gaya energi 2. c.

Setelah terjadi tumbukan bola pertama melaju dengan kecepatan 5 m/s dengan arah yang berlawanan dari sebelumnya. maka berapakah kecepatan peluru sebelum bersarang dalam balok tersebut? 7.75 kg bergerak dengan kecepatan 6 m/s diberikan gaya luar sebesar 20 N yang berlawanan arah dengan arah gerak benda sehingga laju benda berkurang menjadi 2 m/s.2 detik. Berapakah besar impuls benda? 5. impuls C. Sebuah benda bermassa 0. Sebuah balok bermassa 4 kg ditembak dengan sebutir peluru bermassa 0. Jika kecepatan peluru dan balok 10 m/s. usaha D. Sebuah mobil melaju dengan cepat dan menabrak pohon dan kemudian berhenti besarnya massa mobil tersebut dikalikan dengan kecepatannya dinamakan . . B.2 kg. Dua buah benda yang bermassa sama besar bergerak saling mendekati satu sama lain dalam satu lintasan garis lurus dengan kecepatan masing-masing benda 8 m/s dan 10 m/s. C. Berapakah kecepatan benda kedua setelah tumbukan? 6.~yRt~yVj~~nLko- x -5 A. momentum B. sehingga peluru bersarang di dalam balok. Sebuah benda dipukul dengan gaya 80 N. energi 4. Lama waktu sentuhan antara benda dengan pemukul 0. tidak lenting tidak lenting sama sekali lenting sebagian lenting sempurna 3. A. D. . gaya E. Berapakah besar impuls dan lama waktu gaya impuls bekerja? 147 .

~yRt~yVj~~nLko- x -5 8.9 dijatuhkan dari suatu ketinggian hingga saat menyentuh lantai kecepatannya 8 m/s. . . Andi massanya 60 kg melompat ke perahu yang diam dan bermassa 200 kg. Jika sesaat sebelum menginjak perahu. Berapakah besar kecepatan benda setelah dipantulkan lantai ? 9. besar kecepatan gerak perahu dan Andi sesaat setelah andi menginjak perahu adalah . kecepatan gerak horizontal andi 12 m/s. 148 . Sebuah bola yang mempunyai koefisien kelentingan 0.

~yRt~yVj~~nLko- x -5 Catatan: 149 .

~yRt~yVj~~nLko-

X-7

BAB 6 SIFAT MEKANIK BAHAN
Standar Kompetensi: · Menginterpretasikan sifat mekanik bahan Kompetensi Dasar: · Menguasai Konsep Elastisitas Bahan · Menguasai Hukum Hooke · Menentukan Kekuatan Bahan A. HUKUM HOOKE 1. Gaya Pegas Menurut Hooke, besarnya pertambahan panjang (Ax) sebuah pegas sebanding dengan besarnya gaya yang bekerja pada pegas itu (F).

150

~yRt~yVj~~nLko-

X-7

Δx = F F = − k⋅ Δx Δx = perubahan panjang (m) F = gaya (N) K = konstanta pegas (N/m) Tanda (-) menyatakan arah gaya k

151

~yRt~yVj~~nLko-

X-7

k2

2. Konstanta Pegas Tiap pegas memiliki koefisien elastisitas pegas (konstanta pegas) yang berbeda-beda. Besarnya konstanta pegas tersebut dipengaruhi oleh jenis bahan pegas. k= F Δx 3. Susuna n Pegas a. Susunan Seri
k1

1_ =

1

+

1

+

1

+

...

152

~yRt~yVj~~nLko- X-7 k1 = konstanta pegas 1 (N/m) k2 = konstanta pegas 2 (N/m) k3 k3 = konstanta pegas 3 (N/m) kp = konstanta pegas pengganti atau konstanta pegas gabungan (N/m) 153 .

~yRt~yVj~~nLko-

X-7

b. Susunan Paralel

1 5 4

~yRt~yVj~~nLko-

X-7

k1

Kp = k1 + k2 + k3 + ...

k2

k3

155

~yRt~yVj~~nLko-

X-7

atau 4. Energi Potensial Pegas Besarnya Energi Potensial pegas dapat ditentukan dengan persamaan:

156

~yRt~yVj~~nLko- X-7 2 2 Ep= 1 ⋅k⋅Δx Ep = F1 ⋅Δx 2 157 .

02 m.05 N/m 3. 0. Besar konstanta pegas benda tersebut adalah .68 joule B. 50 N/m C.~yRt~yVj~~nLko- X-7 Ep : Energi Potensial Pegas (Joule) F : Gaya Pegas (N) k : konstanta pegas (N/m) Ax : simpangan pegas (m) LATIHAN HUKUM HOOKE 1. A. 0. 4 × 10-2 m E. Jika konstanta pegasnya 2400 N/m hitung besarnya energi potensial pegas! A. 2. 3 × 10-2 m D. Setelah ditarik dengan gaya 10 N panjangnya bertambah menjadi 2.5 N/m E. . 2 × 10-2 m C. 3. Jika konstanta pegas karet 2000 N/m. Sebuah pegas ditarik hingga panjangnya bertambah sebesar 8 cm. . 5 N/m D.28 joule 158 . berapa pertambahan panjang karet? A. 500 N/m B. Suatu karet ditarik dengan gaya 40 N. Sebuah benda panjangnya 2 m. 1 × 10-2 m B. 5 × 10-2 m 2.

32 joule B. . A. . . 3 × 106 N/m B. 1. Suatu benda lentur memiliki konstanta pegas 600 N/m. 1.000 N/m.40 joule 159 . . 2 × 107 N/m E. 184 joule D. besarnya usaha yang diterima oleh benda adalah . Jika gaya tarik tersebut diperkuat hingga pertambahan panjang pegas menjadi 3 cm. 4 × 106 N/m C. 65 joule 8.00 joule D. 102 joule C. Konstanta pegas suatu benda adalah 25. 7. Suatu pegas menahan beban hingga energi potensialnya 48 joule. 0.05 m D. 8.80 joule D. 2 joule C. 0. 0. . 0. berapa besar energi potensial benda tersebut? A. A. 0. 4. 0. Jika beban pada pegas tersebut ditambahkan hingga energi potensialnya menjadi 136 joule. . Jika ditarik dengan gaya 30 N berapakah pertambahan panjang benda tersebut? A. ditarik hingga panjangnya bertambah 1 cm. 37 joule B. 1 joule B. 520 m 6. 8 × 106 N/m D.68 joule E. Jika ditarik dengan gaya F hingga panjangnya bertambah sebesar 2 cm.35 joule C. 88 joule E. Energi potensial pegas karet yang meregang 2 cm adalah 600 joule. Besar konstanta pegas karet tersebut adalah .00 joule 4. Sebuah benda konstanta pegasnya 2000 N/m. 5 joule 7.08 joule E.01 m B. 25 m E.~yRt~yVj~~nLko- X-7 C.02 m C. berapa besar usaha yang dialami pegas? A. 4 joule E. 4 × 107 N/m 5. 3 joule D.

Jika nilai Ka = Kb = Kc = 3000 N/m. .~yRt~yVj~~nLko- X-7 9. . 1000 N/m 160 . 72000 joule Ka Kc Kb 10. . besarnya usaha yang dikerahkan untuk menarik pegas tersebut adalah . 250 N/m B. 120 joule C. A. A. . 1000 N/m 11. 2000 N/m b. Sebuah motor dilengkapi dengan 4 buah pegas. Jika motor tersebut dibebani muatan sebesar 180 N. 400 N/m D. arahnya ke bawah E. 215 joule B. Besarnya gaya pegas bernilai negatif yang artinya . 540 joule E. a. 500 N/m E. . nilainya kecil B. gayanya sangat lemah D. . 340 joule D. besar konstanta gabungan pegas di atas adalah . Besar konstanta pegas masing-masing pegas tersebut adalah . Jika pegas tersebut kemudian ditarik hingga energi potensialnya 320 joule. Suatu pegas meregang hingga energi potensialnya 200 joule. . arahnya berlawanan dengan arah gerak 12. 4000 N/m c. 8000 N/m e. ke empat pegas tersebut berubah panjangnya sebesar 9 cm. . A. nilainya besar C. . . . 6000 N/m d. . 300 N/m C.

A. berat sekarung beras tersebut adalah . ternyata benda pegas tersebut bertambah panjang sebesar 3 cm. 10 N B. Q c. Jika besar konstanta pegas benda tersebut 2000 N/m.03 R 12 0. a. 100 N 14. . Ke empat pegas tersebut memiliki konstanta yang sama besar.~yRt~yVj~~nLko- X-7 13. Perhatikan tabel data gaya pada pegas dan perubahan panjangnya berikut Pegas F (N) ∆l (cm) 15 0. 60 N D.01 S 20 0. P b. R d. .04 pegas yang memiliki konstanta pegas paling kecil adalah . S e. . F (N) 52 161 . Sekantung buah digantung pada suatu benda pegas. . 70 N E. 50 N C. 1 5 . .

a. 1600 N/m 162 . .~yRt~yVj~~nLko- X-7 4 Al (cm) Grafik di atas merupakan data hasil pengukuran gaya dan perubahan panjang suatu pegas. . 1300 N/m d. 1450 N/m e. 1200 N/m c. Besar konstanta pegas tersebut adalah . 1150 N/m b.

~yRt~yVj~~nLko-

X-7

B. ELASTISITAS Elastisitas adalah kemampuan benda untuk dapat kembali ke bentuk semula ketika gaya yang bekerja padanya dihilangkan 1. Stress (tegangan) Stress yaitu besarnya gaya tarik atau gaya dorong yang diberikan tiap satuan luas penampang benda. Stress = F A 2. Strain (regangan) Strain adalah perbandingan antara perubahan panjang dengan panjang semula Strain Ä x = x0

3. Modulus Young (modulus elastisitas) Modulus Young adalah perbandingan antara Stress dan Strain

163

~yRt~yVj~~nLko-

X-7

MY = Stress Strain ⋅ F x0 Δ ⋅ Atau

MY xA F = gaya (N) X0 = panjang benda semula (m) Äx = Perubahan panjang (m) A = luas penampang (m2)

164

~yRt~yVj~~nLko-

X-7

LATIHAN ELASTISITAS
1.Modulus elastisitas atau modulus Young adalah ukuran kekuatan suatu bahan, yang besarnya merupakan . . . . a. perbandingan antara tegangan dengan regangan b. perbandingan anrara regangan dengan tegangan c. perbandingan antara perubahan panjang bahan dengan panjang benda sebelum diberi perlakuan d. perbandingan antara gaya dengan luas penampang bahan e. perbandingan antara luas penampang bahan dengan gaya 2. Tegangan suatu bahan adalah 3 ×106 Pa. Jika regangannya 2 × 10-2, besar modulus elastisitas bahan tersebut adalah . . . a. 1 × 107 7 5 × 10 Pa b. 1 7 4 × 10 Pa c. 1 d. 1 × 107 7 2 × 10 Pa e. 1 6 Pa

165

5 × 6 7 × 8 1 8 10-7 10-7 10-7 10-7 × 10-7 5.0 × 10-4 m e. Jika luas penampang benda 1 cm2.5 × 10-4 m Modulus elastisitas suatu bahan adalah 3 × 1012 N/m . d. Lunak 6. e. “Jika menerima gaya dari luar. Sebuah benda panjangnya 2 m. tapi jika gaya yang bekerja pada benda tersebut hilang maka bentuk benda akan kembali seperti semula”. panjangnya 4 m dan modulus elastisitasnya 6 × 1011 N/m2. stress b. hitunglah: a. Lentur c. Jelaskan apa yang dimaksud dengan a. Rapuh d. modulus elastisitas 166 .~yRt~yVj~~nLko- X-7 3. 2. Ulet b. c. 3.0 × 10-6 m b. Ditarik dengan gaya 100 N dan panjangnya bertambah menjadi 2. Jika ditarik dengan gaya 100 N hitunglah pertambahan panjang benda tersebut! a. 2.. 2 4. a. . 4. besarnya regangan yang dialami bahan adalah . a. strain c.0 × 10-5 m c.04 m. b. maka bentuk benda tersebut dapat berubah. Suatu benda luas penampangnya 2 cm2. strain c.. jika tegangan yang dialami bahan tersebut 15 × 105 N/m2.. Fleksibel e. stress b. Sifat benda tersebut dinamakan . elastisitas 7.5 × 10-5 m d. . 2.

167 .~ yR t~ yV j~ ~ nL ko - X 7 8.

k1 ~yRt~yVj~~nLko- X-7 168 .

~yRt~yVj~~nLko- X-7 169 .

besar konstanta pegas gabungan pegas disamping adalah .. dan K4 = 500 N/m.~yRt~yVj~~nLko- X-7 k2 Jika K1 = 200 N/m. K3 = 400 N/m. K2 = 300 N/m.. 170 .

~yRt~yVj~~nLko- X-7 k3 k4 171 .

Tentukan: a. konstanta pegas gabungan b. k1 k2 F Jika K1 = 400 N/m dan K2 = 600 N/m.~yRt~yVj~~nLko- X-7 9. pertambahan panjang pegas setelah ditarik dengan gaya F yang besarnya 20 N 172 .

. 173 .~yRt~yVj~~nLko- X-7 10.

~yRt~yVj~~nLko- X-7 Ka Kb 174 .

Pertambahan panjang pegas setelah di tarik dengan gaya F sebesar 90 N 175 . hitunglah: a.~yRt~yVj~~nLko- X-7 F Diketahui besar Ka = 3500 N/m dan besar Kb = 5500 N/m. Konstanta pegas gabu ngan nya b.

~yRt~yVj~~nLko- X-7 Catatan: 176 .

Terdapat 4 macam jenis skala termometer. Mengukur suhu dan kalor 4. Termometer Celsius 177 . Menguasai konsep suhu dan kalor 2. Reamur. Suhu dapat dirasakan sebagai panas. Menguasai pengaruh kalor terhadap zat 3. dan Kelvin. dingin. atau hangat. yaitu: Celcius.~yRt~yVj~~nLko- X-7 BAB 5 SUHU DAN KALOR Standar Kompetensi: Menerapkan konsep suhu dan kalor Kompetensi Dasar: 1. Menghitung kalor A. Celsius Reamur Fahrenheit Kelvin Titik didih air Titik beku air 100o 80o 212o 373o 0o 0o 32o 273o 2. Perbandingan Skala Termometer Dengan Skala X Misalkan dibuat sebuah termometer X dengan titik didih air Td x dan titik beku air Tbx. 1. SUHU Suhu adalah derajat panas suatu zat. Skala Termometer Suhu diukur dengan menggunakan termometer. Fahrenheit.

· Termostat. Karena air raksa membeku pada – 400 C dan mendidih pada 3600. Fahrenheit. Reamur. maka termometer air raksa hanya dapat dipakai untuk mengukur suhu-suhu diantara interval tersebut. Untuk suhu-suhu yang lebih rendah dapat dipakai alkohol (Titik beku – 130 0 C) dan pentana (Titik beku – 2000 C) sebagai zat cairnya. · Termometer alkohol. · Pirometer Optik. Alat ini dapat dipakai untuk mengukur temperatur yang sangat tinggi. fahrenheit. Adalah termometer yang dipakai untuk menentukan suhu yang tertinggi atau terendah dalam suatu waktu tertentu. · Termoelemen. · Termometer maksimum-minimum Six Bellani. Perbandingan Skala Termometer Celsius. Alat ini dipakai untuk mendapatkan suhu yang tetap dalam suatu 178 . reamur.~yRt~yVj~~nLko- X-7 Maka berlaku: 0 − Tx − Tc Tbx 100− 0 Tdx Tbx T c 0o − 100o Tdx Tx Tbx 3.g. Alat ini bekerja atas dasar timbulnya gaya gerak listrik (g. Dan Kelvin Hubungan perbandingan skala termometer celsius.l) dari dua buah sambungan logam bila sambungan tersebut berubah suhunya. Macam – Macam Termometer. dan kelvin di atas dapat ditulis: T C T R T F TK − 32 180 273 100 100 80 TC : suhu dalam satuan skala Celsius (ºC) TR : suhu dalam satuan skala Reamur (ºR) TF : suhu dalam satuan skala Fahrenheit (ºF) TK : suhu dalam satuan skala Kelvin (K) 4.

Dipakai untuk menentukan selisih suhu antara dua tempat yang berdekatan. 179 . · Termometer diferensial.~yRt~yVj~~nLko- X-7 ruangan.

35 °F C. 110 °X E. 90 °X C. Suatu termometer skala Y titik bekunya – 10°Y dan titik didihnya 130°Y. 120 °X 2. .. . 100 °X D.. °C 5. 80 °X B. suhu suatu benda saat diukur dengan thermometer derajat Celsius ternyata sama den gan saa t diu ku r de ngan thermometer derajat Fahrenheit.. Dengan termometer tersebut. .~yRt~yVj~~nLko- X-7 LATIHAN SUHU 1. bila diukur dengan thermometer X adalah.. 40 °F B. A. Suatu zat suhunya 50°C. 30 °F D. Suatu zat yang suhunya terukur 50°P jika diukur menggunakan termometer celsius akan terukur sebesar . Jika diukur menggunakan termometer skala fahrenheit. suhu air membeku terukur 20°P dan air mendidih terukur 80°P.35 °F E.40 °F 3. °Y 180 . Berapakah suhu benda tersebut . Suatu Zat yang suhunya 40°R (skala reamur) jika diukur dengan termometer Y tersebut akan terukur sebesar . . . Suatu termometer x memiliki titik beku air 20°X dan titik didih air 220°X. A. . 4. . . Ahmad membuat sebuah termometer yang skalanya dinamakan skala P. suhu zat tersebut akan terukur sebesar .. Bila suhu suatu benda 40°C. .

Berikut besar kalor jenis beberapa zat Kalor jenis zat No Zat (joule/kg ºc) 1 Aluminium 900 2 Tembaga 390 3 Kaca 840 4 Besi atau 450 Perak 230 7 Kayu 1700 8 Alkohol 2400 9 Raksa 140 10 Udara 1000 Kesetaraan antara satuan kalor dan satuan energi. maka zat tersebut menerima atau melepaskan kalor sebesar : Q = m⋅ c ⋅ Δ t Q : kalor ( kal atau joule) m : masa ( g atau kg) c : kalor jenis (kal/g ºC atau kal/g ºC) ∆t : perubahan suhu (ºC atau K ) Berdasarkan persamaan diatas.K atau kalori/gram. 1 kalori = 4. Kesetaraan satuan kalor dan energi mekanik ini ditentukan oleh PERCOBAAN JOULE.~yRt~yVj~~nLko- X-7 B.2 joule 1 joule = 0.K) c = kalor jenis (joule/K atau kalori/K) m = massa zat (g atau kg) ketika suatu zat mengalami kenaikan atau penurunan suhu sebesar At ºC. KALOR Kalor adalah suatu bentuk energi yang dapat berpindah dari zat yang suhunya tinggi ke zat yang suhunya lebih rendah Kalor Jenis adalah kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu 1 satuan massa suatu zat sebesar 1 °C atau 1 K Kapasitas Kalor adalah kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu suatu zat sebesar 1°C atau 1°K Hubungan matematis kalor jenis dengan kapasitas kalor yaitu: C= m⋅ c C = kapasitas kalor (joule/kg. dapat dikatakan bahwa semakin besar kalor jenis suatu zat maka semakin sulit bagi zat tersebut untuk dinaikan suhunya.24 kal atau 181 .

· Kalor didih (kalor uap) ialah kalor laten pada perubahan wujud cair menjadi uap pada titik didihnya. Cair. Jika kalor laten = L. maka untuk merubah wujud suatu zat bermassa m seluruhnya menjadi wujud yang lain diperlukan kalor sebesar : Q=m.~yRt~yVj~~nLko- X-7 C.L Dimana : Q : kalor (kalori atau joule) m : massa (gram atau kg) L : kalor laten (kal/g atau Joule/kg) · Kalor lebur ialah kalor laten pada perubahan wujud padat menjadi cair pada titik leburnya. Dibawah ini gambar diagram perubahan wujud air (H 2O) dari fase padat. 182 . PERUBAHAN WUJUD. yaitu : Padat. dan Gas Kalor Laten (L) Kalor laten suatu zat ialah kalor yang dibutuhkan untuk merubah wujud zat tersebut wujud yang lain pada suhu dan tekanan yang tetap. Terdapat 3 jenis wujud. cair dan gas yang pada prinsipnya proses ini juga dijumpai pada lain-lain zat. · Kalor beku ialah kalor laten pada perubahan wujud cair menjadi padat pada titik bekunya.

a. a.000 kal 4. Jenis benda b. maka .. 116.... ( kalor jenis air 1 kal/gr °C.~yRt~yVj~~nLko- X-7 LATIHAN KALOR DAN PERUBAHAN WUJUD 1. banyaknya kalor yang dibutuhkan untuk mengubah wujud suatu benda d isebut.. 122. menerima kalor c. a..000 kal c. dan kalor didih air 540 kal/gr) a. tidak memiliki kalor d. volume dan massa jenis e.. Semakin tinggi kalor jenis suatu zat.000 kal d.. Warna benda e.. mudah memuai d. suhunya sulit naik c. kita membutuh kan informasi . kalor jenis dan volume d. Kalori 2.. Kalor b. untuk menentukan kapasitas kalor suatu zat. massa jenis dan kalor jenis 183 . kalor jenis dan massa c. kalor jenis suatu benda bergantung pada . Volume benda d.000 kal b. Kalor jenis d.. kalornya sedikit e. sulit memuai e. kalor yang diperlukan untuk memanaskan 200 gr air bersuhu 20°C hingga menjadi uap air bersuhu 100°C adalah . artinya zat tersebut . suhunya mudah naik b.. melepas kalor b.000 kal e.. Kapasitas kalor c. 110. suatu zat jika suhunya berkurang.. Kalor laten e. Massa benda c. 100. a. suhunya selalu rendah 5. massa dan volume b. a. Massa jenis benda 3. kekurangan kalor 6.. 124.

310.000 J b. Ät α = Koefisien muai panjang Besarnya koefisien muai panjang suatu zat berbeda-beda. menerima kalor dan sluhunya berkurang D. (t1 – t0) Lt = Lo (1 + á Ät) Lt = Lo = α= Δt = Panjang benda setelah dipanaskan Panjang mula-mula. berapa kalor yang dibutuhkan untuk mendidihkan 1 kg air yang suhunya 30°C . á .~yRt~yVj~~nLko- X-7 7. melepas kalor dan suhunya berkurang c.(t1 – t0) Panjang batang pada suhu t 1 ºC adalah : Lt = Lo + ÄL = Lo + Lo .000 J 8.á. á . Koefisien muai panjang = á. tergantung jenis zatnya.000 J c. 290. menerima kalor suhunya bertambah b. melepas kalor dan suhunya tetap d. PEMUAIAN Pemuaian panjang. menerima kalor dan suhunya tetap e.... jika suhunya dinaikkan sebesar Ät. Jika suatu benda panjangnya pada suhu t 0ºC adalah L0.. 294. a. 295.000 J d. kemudian dipanaskan sehingga suhunya menjadi t 1ºC maka panjang benda tersebut akan bertambah sebesar: ΔL = L0. maka es tersebut . Koefisien muai panjang Selisih antara suhu akhir dan suhu mula-mula. Bila suatu batang pada suatu suhu tertentu panjangnya Lo.000 J e. ketika es melebur menjadi air. 184 . ( kalor jenis air 4200 J/kg°C) a. maka batang tersebut akan bertambah panjang sebesar ÄL yang dapat dirumuskan sebagai berikut : ΔL = Lo . 300.

dan perubahan suhu memenuhi persamaan P1 • V1 _ P2 • V2 T1 T2 P1 = tekanan gas pada keadaan 1 (N/m2) P2 = tekanan gas pada keadaan 2 (N/m2) V1 = volume gas pada keadaan 1 (m3) V2 = volume gas pada keadaan 2 (m3) T1 = suhu benda pada keadaan 1 (K) T2 = suhu benda pada keadaan 2 (K) Ingat: untuk gas. perubahan tekanan. volumenya akan menjadi Vt. (3 At n At = Ao (1 + (3 At) At = t1 – t0 (3 adalah Koefisien muai luas ( (3 = 2 a ) At = Luas benda setelah dipanaskan t ºC Ao = Luas mula-mula. Pada Gas Khusus pada gas. dan pertambahan luas tersebut adalah : da AA = Ao . luasnya akan menjadi At. y AT dan VT = Vo (1 + y AT) AT = T1 – T0 y adalah Koefisien muai Volume ( y = 3 a ) Vt = Volume benda setelah dipanaskan t 0C Vo = Volume mula-mula. (3 = Koefisien muai Luas At = Selisih antara suhu akhir dan suhu mula-mula. dipanaskan sampai t 1 ºC. dipanaskan sampai t1 ºC. y = Koefisien muai ruang At = Selisih antara suhu akhir dan suhu mula-mula.'By Rudy Djoitinaco- X-7 Pemuaian Luas. dan pertambahan volumenya adalah : AV = Vo . suhu harus dituliskan dalam satuan kelvin 185 . Pemuaian Volume Bila suatu benda berdimensi tiga (mempunyai volume) mula-mula volumenya Vo pada suhu to. Bila suatu lempengan logam (luas Ao) pada t 0 ºC. pemuaian.

logam A dan B yang saling berhimpitan dan memiliki koefisien muai panjang berbeda. 150 °C e. 180 °C 2. bila panjang baja sekarang 100... Sangat besar d. suatu batang logam berukuran panjang 20 cm.4°C jika air dipanaskan maka . 186 . dua buah logam.04 cm. yaitu memuai bila dipanaskan dan menyusut bila didinginkan..~yRt~yVj~~nLko- X-7 Anomaly Air Tidak semua zat mengikuti hukum pemuaian.. 100 °C c. koefisien muai panjang logam tersebut adalah . misalnya air. Berarti koefisien muai panjang logam B . 5 x 10-5 a..1 cm dan koefisien muai panjang baja 10-5/°C. bentuknya menjadi seperti gambar di samping. panjangnya menjadi 20. Sama dengan logam A b.. Jika kedua logam tersebut dipanaskan secara bersamaan. tetapi setelah melewati 4º C. a. LATIHAN PEMUAIAN 1. Di dalam interval suhu 0ºC. Lebih kecil dari logam A c. -5 /°C 1 x 10 /°C 3. 120 °C d. air akan kembali normal. -4 /°C 1 x 10 b.4ºC air akan menyusut saat dipanaskan dan memuai saat didinginkan. Sangat kecil 4. a.. maka suhu baja sekarang adalah . 50 °C b. Keadaan ini disebut ANOMALI AIR. Lebih besar dari logam A e. setelah dipanaskan hingga suhunya bertambah sebesar 20 °C. Sebatang baja pada suhu 20°C panjangnya 100 cm.. pada suhu antara 0°C .

antara lain : · Secara konduksi (Hantaran) · Secara konveksi (Aliran) · Secara Radiasi (Pancaran) 187 . 45. 38. F. Jadi berlaku : Kalor yang diserap = kalor yang dilepaskan Qserap = Qlepas Pernyataan di atas disebut “Asas Black” yang biasanya digunakan dalam kalorimeter. 18. akan memuai suhunya tetap akan menyusut massa jenisnya bertambah suhunya berkurang 5. volume gas menjadi sekitar .~yRt~yVj~~nLko- X-7 a. suatu gas menempati volume 100 cm3 pada suhu 0°C dan tekanan 1 atm. c.4 cm3 b. 59. suhunya berbeda jika dicampur maka zat yang bersuhu tinggi akan melepaskan kalor. sedangkan zat yang bersuhu lebih rendah akan menyerap kalor.3 cm3 E. AZAS BLACK Jika 2 macam zat pada tekanan yang sama.2 cm3 d. a. b.5 cm3 c. Bila suhu dijadikan 50°C dan tekanan dijadikan 2 atm. d..5 cm3 e. 84. yaitu alat pengukur kalor jenis zat.. e. PERPINDAHAN KALOR Panas dapat dipindahkan dengan 3 macam cara.

Konveksi.672 x 10 –8 watt / m2 4 T = Suhu mutlak benda (K) k Besarnya harga e tergantung pada jenis permukaan benda 0 ~ e ~ 1. 2. Semakin besar nilai k suatu bahan. ∆t h = koefisien konveksi 3. luas penampangnya A. gelombang elektromagnetik. 188 . Radiasi adalah peristiwa perpindahan kalor tanpa melalui medium atau zat. Banyaknya kalor yang merambat tiap satuan waktu yang dialami oleh suatu batang yang panjangnya L. perpindahan panas yang terjadi tidak disertai dengan perpindahan partikel zat. dan perbedaan suhu antara ujung-ujungnya ∆t. A . semakin baik sifat konduktifitas bahan tersebut.det atau watt/m2) e = Koefisien emisivitas (Daya pancaran) permukaan τ = Konstanta umum = 5. perpindahan panas yang terjadi disertai dengan perpindahan partikel. Radiasi. Energi panas tersebut dipancarkan dengan kecepatan yang sama dengan gelombang-gelombang elektromagnetik lain di ruang hampa (3 x 108 m/det) Banyaknya panas yang dipancarkan per satuan waktu menurut Stefan Boltzman adalah : W=e. adalah : H = ⋅⋅Δ kAT L k adalah koefisien konduksi panas bahan dan besarnya tergantung dari jenis bahan. Besarnya Kalor yang merambat tiap satuan waktu adalah : H = h . benda hitam sempurna memiliki nilai e = 1. Pada peristiwa konveksi. Konduksi.T4 Dengan: W = Intensitas radiasi yang dipancarkan per satuan luas (J/m2. Pada peristiwa konduksi.ô.~yRt~yVj~~nLko- X-7 1.

~yRt~yVj~~nLko- X-7 LATIHAN AZAS BLACK DAN PERPINDAHAN KALOR 1. °C 2. 75 gram air yang suhunya 0°C dicampur dengan 50 gram air bersuhu 100°C. a. Jika kalor lebur es 80 kal/gr dan kalor jenis air 1 kal/gr °C.. 3780 J/s 5. jika kedua ujungnya bersuhu -5°C dan 95°C. lempeng kaca berukuran luas 3 m 2 dan tebal 3. 1. 3700 J/s b.. °C 20 b. 3750 J/s e. mesin mobil terasa panas b. °C 50 d.2 mm. jumlah kalor yang dihantarkan selama 2 detik adalah .. °C 189 . Sebanyak 10 gram es bersuhu 0°C dipanasi dengan kalor sebanyak 1000 kalori. pada siang hari udara terasa panas d... kecuali . maka es akan menjadi air yang bersuhu .. jika suhu pada kedua sisi kaca 25°C dan 30°C. 2.5 kal b. berapa laju konduksi kalor yang terjadi pada kaca tersebut? (konduktifitas termal kaca 0. 3800 J/s d. panjangnya 2 m dan luas penampangnya 1 cm2. 3725 J/s c.5 kal d. °C 30 c. dan konduktifitas termal logam 1 kal/cm°C.5 kal 4. 10 a.8 W/m K) a. maka suhu akhir campurannya adalah . setrika menjadi panas 3. komponen elektronik menjadi panas e. sebuah logam.. 2 kal e. 1 kal c. 0. permukaan gelas berisi air panas menjadi panas c. berikut ini contoh gejala yang terjadi akibat perpindahan kalor secara konduksi. 40 a. a..

a.9 kal/s cm °C. konduksi b. suhu zat berkurang e. 3 : c. c. wujud zat berubah d. 180 kal e. 50 °C 60 °C 70 °C 80 °C 6. volume zat berkurang c. kecuali . 120 kal b. Hal tersebut akibat perpindahan kalor dengan cara a. dua batang logam yang sejenis. 140 kal c. radiasi 190 .... 2 : b. a. d. 200 kal 8. kita merasa hangat pada saat malam hari di sekitar api unggun.. ujung yang satu menempel pada es yang suhunya 0°C dan ujung yang lain menempel pada air panas yang suhunya 100 °C. massa zat berkurang 9. bila beda suhu antara kedua ujung-ujung ( T) sama. konveksi c. volume zat bertambah b. maka jumlah kalor yang merambat tiap satuan waktu pada logam A : logam B adalah . bila koefisien konduktifitas termal tembaga adalah 0. a.. 1 : A 7.. suatu batang tembaga panjangnya 150 cm dan luas penampangnya 30 cm2.~yRt~yVj~~nLko- X-7 b. 160 kal d. berikut adalah hal yang dapat terjadi pada suatu zat akibat perpindahan kalor. 3 3 : e. e. maka banyaknya kalor yang merambat pada baja selama 10 detik adalah . penampang A banding B adalah 2 : 1 dan panjang penampang A banding penampang B adalah 4 : 3. 8 2 : d. yaitu A dan B.

~yRt~yVj~~nLko- X-7 d. melalui udara e. melalui api 191 .

~yRt~yVj~~nLko- X-7 10.. 1 1 : 1 9 2 . 8 1 c. a. 1 :1 b.. 2 e. 4 1 : 1 d. perbandingan laju energi kalor yang dipancarkan oleh sebuah benda yang dipanaskan pada suhu 4000 °K dan 2000 °K adalah .

~yRt~yVj~~nLko- X-7 Catatan: 193 .

jakarta: Direktur Pembinaan SMK s Endarko. Fisika Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: penerbit ARMICO s M. Suratman. Fisika Untuk Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Jilid 1 (BSE). Suratman. 2007. Memahami Fisika Smk 2. 2007. Fisika Untuk SMA Kelas X. Memahami Fisika Smk 1. Jakarta: penerbit ARMICO s Marthen Kanginan. Jakarta: penerbit ERLANGGA s Marthen Kanginan. 2007. Jakarta: penerbit ERLANGGA vi . 2008.DAFTAR PUSTAKA s Endarko. Fisika Untuk Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Jilid 2 (BSE). 2008. jakarta: Direktur Pembinaan SMK s M. 2007.

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->