Está en la página 1de 8

THOMAS YOUNG

Young terlahir di Milverton, Inggris pada tanggal 13 Juni 1773. ia termasuk anak ajaib, karena pada umur 2 tahun ia sudah pandai membaca dengan lancar. Pada umur 14 tahun Young telah menguasai sedikitnya 5 bahasa. Thomas Young adalah ahli fisika Inggris, dokter, penemu teori gelombang cahaya Young, penemu akomodasi mata dan astigmatisma, penemu hukum interferensi cahaya, penemu teori tiga warna Young-Helmholtz, ahli tulisan mesir kuno,pengarang, guru besar, sekretaris, anggota Royal Society. Sebelum masuk perguruan tinggi ia mempelajari bahasa Yunani, Latin, Hibranu, Arab, Turki dan Etiopia. Ia pandai memainkan bermacam-macam alat musik termasuk seruling tas yang biasa dimainkan orang Skotlandia. Sampai dewasa ia pun tetap ajaib dan dapat membiayai hidup dan kuliahnya dengan uang dari kantung sendiri. Ia mengikuti kuliah di Universitas Edinburgh, lalu pergi ke Jerman kemudian mendapat gelar dari Universitas Gottingen pada umur 23tahun. Pada waktu ia masih mahasiswa ia menemukan bahwa lensa mata berubah bentuknya, jadi pipih atau cembung, sesuai dengan jarak benda yang dilihatnya. Tahun 1793 ia berhasil menjelaskan proses akomodasi pada mata manusia. Ia mengatakan bahwa lensa mata berubah bentuknya, sesuai jarak benda yang dilihatnya. Pada tahun 1799 ia berpraktek dokter di London, dan menemukan panyebab astigmatisma (1801). Astigmatisma adalah keadaan mata yang menyebabkan benda yang dilihat tampak kabur. Hal ini disebabkan oleh lengkung kornea mata yang tidak normal. Akibatnya berkas-berkas sinar yang berasal dari benda tidak terfokus pada retina. Sejak penemuannya ini Young mulai mempelajari sifat-sifat cahaya. Tahun 1801 ia menemukan penyebab astimagtisma yaitu keadaan mata yang menyebabkan benda yang dilihat nampak kabur. Hal ini disebabkan oleh lengkung mata yang tidak normal. Pada tahun itu juga ia menemukan hukum interferensi cahaya. Dengan penemuannya ia berhasil membuktikan bahwa cahaya adalah gelombang. Selain itu Young beranggapan bahwa suatu zat mempunyai batas ketegangan. Sifat-sifat dari ketegangan ini disebut Modulus Young pada suatu zat. Tahun 1807 Young menerbitkan buku tentang filsafat alam yang terdiri dari 2 jilid. Buku tersebut berisi 60 jenis materi perkuliahan dan dilengkapi dengan gambar-gambar yang berhubungan dengan hasil-hasil penelitiannya. Young meninggal pada tanggal 10 Mei 1829 di London. Tahun 1793 ia berhasil menjelaskan proses akomodasi pada mata manusia. Ia mengatakan bahwa lensa mata berubah bentuknya, sesuai jarak benda yang dilihatnya.

Tahun 1801 ia menemukan penyebab astimagtisma yaitu keadaan mata yang menyebabkan benda yang dilihat nampak kabur. Hal ini disebabkan oleh lengkung mata yang tidak normal. Pada tahun itu juga ia menemukan hukum interferensi cahaya. Dengan penemuannya ia berhasil membuktikan bahwa cahaya adalah gelombang. Selain itu Young beranggapan bahwa suatu zat mempunyai batas ketegangan. Sifat-sifat dari ketegangan ini disebut Modulus Young pada suatu zat. Interferometer adalah alat yang di gunakan untuk mengukur panjang gelombang atau perubahan panjang gelombang dengan ketelitian yang sangat tinggi berdasarkan penentuan garis-garis interferensi (Halliday, hal. 715, 1994). Sebelumnya telah di lakukan percobaan oleh Thomas Young yang mendesain metode untuk menghasilkan pola interferensi. Thomas menggunakan sebuah berkas cahaya tunggal (monokromatis) dan celah sempit yang memancar menuju dua celah sempit atau sejajar dan jaraknya berdekatan, celah-celah young dapat di gunakan untuk menentukan pola interferensi. Setelah itu A.Michelson melakukan percobaan dengan desain dan prinsip yang sama seperti milik Young berupa percobaan celah ganda, Awalnya percobaan interferometer Michelson di gunakan untuk membuktikan adanya eter, namun tidak terbukti, akhirnya interferometer Michelson di gunakan untuk menentukan panjang gelombang cahaya dan untuk menentukan jarak yang sangat pendek serta untuk mengamati sifat medium optik interferensi gelombang cahaya mula-mula diperlihatkan oleh Thomas Young dalam tahun 1801. Dalam percobaannya Young menjelaskan bahwa difraksi merupakan gejala penyebaran arah yang dialami oleh seberkas gelombang cahaya ketika melalui suatu celah sempit dibandingkan dengan ukuran panjang gelombangnya. Jika pada difraksi tersebut berkas gelombangnya melewati dua celah sempit maka ketika dua gelombang atau lebih tersebut bertemu atau berpadu dalam ruang maka medan-medan tersebut akan saling menambahkan dengan mengikuti prinsip superposisi. Dengan menggunkan sumber gelombang yang sama (sumber cahayanya sama) dan dengan panjang gelombangnya diketahui juga, maka dapat ditentukan jarak yang sangat pendek serta sifat medium optiknya akan mudah teramati. Teori lain yang dikemukakan oleh Thomas Young (ilmuwan Inggris tahun 1801), menyatakan manusia dapat melihat warna karena di dalam retina mata manusia terdapat tiga reseptor warna yang masing-masing peka terhadap warna merah, hijau, dan biru. Ia mengatakan bahwa warna-warna merah dan biru adalah warna primer cahaya. Ketika mata menangkap warna, maka informasi yang ditangkap mata tersebut dikirimkan ke otak, otak kemudian mengolahnya, sehingga manusia dapat menerima informasi tersebut sebagai sensasi warna. Teori tersebut kemudian diolah lagi oleh Hemholtz, yang kemudian dipadukan dengan teori Young dan teori YOUNG-HEMOLTZ, yakni perpaduan antara teori Young dengan teori Hemoltz. Dalam teori ini ia menambahkan bahwa dari perpaduan warna-warna primer tersebut muncul warn-warna komplementer sebagaimana yang pernah dibuktikan oleh Sir Isaac Newton. Pada waktu itu di Inggris ada perdebatan sengit antara pengikut Huygens, ahli Fisika belanda dan Newton, ahli fisika Inggris. Pengikut Huygens berpendapat bahwa cahaya adalah gelombang. Sedangkan pengikut Newton berpendapat bahwa cahaya adalah partikel.

Kemudian Young mengadakan eksperimen yang kemudian terkenal dengan nama percobaan Young. Ia menemukan hukum interferensi cahaya (1801). Dengan penemuannya ia berhasil menemukan bahwa cahaya adalah gelombang. Tapi hampir semua ilmuwan Inggris menentangnya. Bahkan in dituduh tidak ilimiah, tidak berakal sehat karena berani menentang teori Newton. Teori dikemukakan oleh Thomas Young (ilmuwan Inggris tahun 1801), yang menyatakan bahwa manusia dapat melihat warna karena di dalam retina mata manusia terdapat tiga reseptor warna yang masing-masing peka terhadap warna merah, hijau, dan biru, diolah lagi oleh Hemholtz, yang kemudian dipadukan dengan teori Young dan menjadi teori YOUNGHEMOLTZ, yakni perpaduan antara teori Young dengan teori Hemoltz yang menjelaskan bahwa dari perpaduan warna-warna primer tersebut muncul warn-warna komplementer sebagaimana yang pernah dibuktikan oleh Sir Isaac Newton. AGUSTIN JEAN FRESNEL

Fresnel pada mulanya adalah seoranga yang belajar dalam bidang teknik (enginering), namun kembali menekuni bidang optik. Banyak hal yang telah ia kemukakan namun hal tersebut merupakan hasil kerjasama dengan orang lain. Adapun salah satu penemuan dari Fresnel yang saat ini terkenal adalah sebuah bentuk lensa cembung yang bentuknya berbeda dengan dari lensa cembung pada umumnya dan lensa ini kemudian dikenal dengan lensa fresnel . Dalam keadaan tertentu, lensa cembung dibutuhkan untuk membentuk bayangan sehingga berkas cahaya akan tampak mengumpul pada sebuah titik tertentu dan memiliki suatu intensitas yang ukup kuat. Namun ada kalanya apabila sumber cahaya berjarak amat dekat dengan lensa maka pengkonsentrasian berkas cahaya tidak akan terjadi. Padahal hal ini sangat dibutuhkan oleh alat-alat yang menggunakan prinsip pembiasan dengan menggunakan lensa cembung. Sebagai contoh adalah lampu penerangan, sistem proteksi pada alat-alat Proyektor kemudian pencahayaan pad lampu depan mobil atau pada suatu lampu sinyal. optika sebagai satu cabang dalam ilmu fisika, memang telah menyusuri riwayat yang panjang.. Penglihatan manusia sendiri telah menjadi suatu kajian yang tidak ada habis-habisnya. Sekilas di atas telah dikemukakan riwayat perkembangan riset optika, Kalau dizaman kuno ada nama seperti Aristophanes, di abad pertengahan ada Galileo dan Newton, berikutnya juga ada Huygens dan van Leeuwenhoek dalam bidang mikroskop, dan fresnel dan Dopper dalam Optika Gelombang. Agustin Fresnel menyadari bahwa pengurangan dari berat dan ketebalan dari lensa itu dapat dibuat dengan memindahkan bagian silindris dari lensa seperti mengubah bentuk dari lensa ini namun tanpa mengubah cahaya dari hasil pembiasannya. Suatu ketika ide ini muncul dari sebuah lampu mercusuar. Ketika ini ia mengamati bahwa ada semacam bagian prisma

bersusun yang mengelilingi lampu tersebut. hal inilah yang membuat mengapa lampu mercusuar dapat memanarkan cahaya begitu kuat meskipun dilihat dari jarak yag sangat jauh. Namun hal ini oleh Fresnel lebih disempurnakan lagi (sebenarnya pada mulanya yang ditemukan adalah sistem penerminan tersebut) hingga lahirlah pembiasan dengan lensa Fresnel. Sifat gelombang cahaya dapat digambarkan dengan baik dengan menggunakan lensa Fresnel. Sifat gelombang cahaya dapat digambarkan dengan baik dengan menggunakan percobaan yang berhubungan dengan sifat cahaya seperti pada percobaan pembiasan misalnya. Adalah Thomas Young seorang penemu versi modern dari model gelombang cahaya yang telah menemukan interferensi pada cahaya sebelum Fresnel kembali melukiskan hal tersebut pada tahun 1815. Pada tahun 1818 Fresnel terus berupaya untuk mengembangkan suatu bentuk matematik untuk gelombang optik dan bersifat lebih mandiri dari apa yang pernah dikemukakan oleh Thomas Young dan hal ini memberikan sumbangan yang besar pada perkembangan dunia optik pada umumnya. suatu contoh dalam pemahaman yang diberikan oleh Fresnel akan efek gelombang cahaya adalah yang dinamakan zone plate. Hal ini menjadi dasar perhitungan dari lensa Presnel tersebut. Sebuah sumber cahaya kecil dapat dipertimbangkan sebagai suatu titik yang memancarkan cahaya ke segala arah. Muka gelombang ada posisi manapun dapat dilukiskan sebagai suatu bagian daerah bundar denga pusat tertentu dan daerah-daerah bundar yang berurutan menjadi makin membesar jaraknya terhadap pusat tertentu tadi. Hal inilah yang dipakai untuk menentukan tiap posisi dari daerahdaerah bundar selanjutnya, tentu dengan menggunakan perhitungan yang akurat. Dewasa ini lensa Fresnel (dan cermin Fresnel) menjadi sangat banyak digunakan dalam berbagai peralatan optik. Sebab lensa ini memiliki kelebihan tertentu yaitu bentuknya yang relatif jauh lebih tipis dan lebih ringan dibandingkan dengan lensa cembung konvensional yang ada.

MICHAEL FARADAY

SAAT ini, dinamo motor merupakan komponen penting pada kebanyakan alat-alat listrik sebagai mesin penggerak. Bahkan anak kecil pun sudah mengenal dinamo untuk mainan tamiya mereka. Dinamo merupakan salah satu hasil kreativitas Sang Penemu Sejati, Michael Faraday. Michael Faraday adalah seorang ahli dalam bidang kimia dan fisika. Dia lahir pada tanggal 22 September 1791 dan wafat pada tanggal 25 Agustus 1867. Dia dikenal sebagai perintis dalam meneliti tentang listrik dan magnet, bahkan banyak dari para ilmuwan yang mengatakan bahwa beliau adalah seorang peneliti terhebat sepanjang masa. Beberapa konsep

yang beliau turunkan secara langsung dari percobaan, seperti garis gaya magnet telah menjadi gagasan dalam fisika modern. Faraday lahir di sebuah keluarga miskin di Newington, Surrey dekat London. Faraday muda termasuk anak yang kritis namun ia hanya mengenyam sedikit pendidikan dibandingkan sekolah dasar. Walaupun demikian, itu tidak membuat dirinya minder dan berputus asa untuk terus belajar. Pada saat umurnya 14 tahun, ia magang di sebuah usaha penjilidan buku. Di sinilah ia mulai tertarik dengan ilmu fisika dan kimia. Setelah mendengar kuliah seorang dosen kimia terkenal saat itu, Humphry Davy, ia mengirimkan catatan kuliahnya kepada sang dosen. Ternyata sang dosen tertarik dan mengangkat Faraday sebagai asistennya di Laboratorium Universitas terkenal di London ,saat itu dia berusia 21 tahun. Pada tahun pertama kerja di laboratorium, Faraday menemukan dua senyawa klorokarbon dan berhasil mencairkan gas klorin dan beberapa gas lainnya. Kemudian berhasil memisahkan senyawa benzena pada tahun 1825 di mana ia diangkat sebagai ketua laboratorium. Pada tahun 1807, Davy yang memiliki pengaruh besar dalam pemikiran Faraday telah meramalkan bahwa logam natrium dan kalium dapat diendapkan dari senyawanya dengan bantuan arus listrik, suatu proses yang dikenal sebagai elektrolisis. Faraday dengan penuh semangat berusaha keras untuk membuktikan ramalan dosennya tersebut dan pada tahun 1834 hal tersebut menjadi kenyataan maka munculah satu hukum baru tentang listrik, yang dikenal dengan Hukum Faraday. Penelitian Faraday di bidang listrik dan elektrolisis dipandu oleh kepercayaannya bahwa listrik merupakan salah satu dari kekuatan alam yang lain seperti panas, cahaya, magnet dan kecenderungan kimia. Walaupun idenya tersebut keliru, tapi hal ini membuat ia masuk ke dalam dunia elektromagnetik. Pada tahun 1785, Charles Coulomb merupakan orang pertama yang menunjukkan prilaku bahwa muatan listrik saling tolak satu sama lain dan hal itu berakhir sampai tahun 1820, Hans Christian Oersted dan Andre Marie Ampere menemukan bahwa arus listrik menghasilkan medan magnet. Hal itu mengubah pemikiran Faraday tentang kekekalan energi dan membuat ia menjadi yakin bahwa medan magnet dapat menghasilkan arus listrik. Ia pun berhasil membuktikannya pada tahun 1831 dan menjadi ide pembuatan dinamo atau generator di mana listrik yang dihasilkan berasal dari mekanik. Pemikiran dan satu percobaan fenomena elektromagnetik yang ditunjukkan Faraday mengenai konsep garis gaya dibantah oleh sebagian besar ahli fisika matematik Eropa, mereka menganggap bahwa muatan listrik saling tarik dan tolak satu sama lain dipengaruhi oleh jarak dan membuat garis gaya menjadi tidak penting. Akan tetapi seorang ahli fisika terkenal pada saat itu, James Clerk Maxwell menerima pemikiran Faraday dan mengubahnya ke bentuk persamaan matematik dan menjadi tonggak lahirnya teori medan modern. Hasil kreativitas Faraday yang lain (1845) adalah tentang intensitas medan magnet yang dapat memutarkan bidang cahaya terpolarisasi dan sekarang dikenal dengan efek Faraday. Fenomena ini telah digunakan untuk menentukan struktur molekul dan memberikan informasi tentang medan magnet galaksi. Faraday menggambarkan banyak penelitiannya tentang listrik dan elektromagnet dalam tiga volum berjudul Experimental Researches in Electricity (1839, 1844, dan 1855), Catatan penelitiannya dibuat tarikh dalam Experimental Researches in Chemistry and Physics (1858). Pada tahun 1855, Faraday berhenti meneliti karena masalah kesehatan tapi ia meneruskan pekerjaannya sebagai dosen sampai 1861. Pada tanggal 25 Agustus 1867, Faraday sang penemu tutup usia dengan meninggalkan semua hasil karyanya, namun seluruh jasanya baik berupa produk maupun pemikiran akan selalu dikenang oleh dunia serta menjadikannya sebagai sang penemu sejati.

Ringkasan Hidup dan Karya Faraday 1. 22 Sept 1791 Michael Faraday dilahirkan di daerah dekat London, Inggris. 2. 27 Okt 1813 Bersama Humphrey Davy menyelidiki teorinya tentang aktivitas vulkanik. 3. 1821 Menggambarkan prinsip dinamo. 4. 1821 Menemukan motor listrik pertama. 5. 1821 Meneliti medan magnet di sekeliling konduktor. 6. 1823 Mencairkan gas klorin. 7. 1831 Menemukan induksi elektromagnetik. 8. 1831 Meneliti tentang magnet bergerak menyebabkan arus listrik. 9. 1831 Menemukan garis gaya magnet. 10. 1831 Menemukan dinamo listrik. 11. 1831 Menemukan transformer listrik. 12. 1831 Membuat hukum tentang induksi. 13. 1832 Menjelaskan hukum tentang elektrolisis dan mengambil istilah "ion" untuk partikel yang diyakini bertanggung jawab dalam membawa arus. 14. 1833 Mengembangkan hukumnya dalam bidang elektrolisis. 15. 1845 Meneliti rotasi cahaya terpolarisasi oleh medan magnet. 16. 1845 Menemukan bahwa perambatan cahaya pada materia dapat dipengaruhi oleh medan magnet eksternal. 17. 1850 Memperbaiki penelitiannya yang gagal untuk mencari hubungan antara gravitasi dan medan elektromagnetik. 18. 25 Agust 1867 Ia meninggal di Inggris sebagai ahli kimia dan fisika yang berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan.

JOSEPH HENRY

Joseph Henry (17 Desember 1797 - 13 Mei 1878) adalah seorang ilmuwan Amerika Serikat yang menjabat sebagai Sekretaris pertama dari Smithsonian Institution , serta anggota pendiri dari Institut Nasional untuk Promosi Science , pelopor dari Smithsonian Institution. Selama hidupnya, ia sangat dihormati. Sementara penemuan elektromagne, Henry menemukan fenomena elektromagnetik induktansi diri. Dia juga menemukan induktansi mutual independen dari Michael Faraday , meskipun Faraday adalah orang pertama yang mempublikasikan hasilnya. Temuan relay elektromagnetik Henry adalah dasar telegraf listrik , diciptakan oleh Samuel Morse dan Charles Wheatstone secara terpisah.

JAMES CLARK MAXWELL

James Clerk Maxwell adalah ilmuwan besar dibidang Fisika asal Inggris yang menyumbangkan hukum kelistrikan dan magnet. Listrik dan magnet sebelumnya sudah menjadi perhatian para ilmuwan, namun belum disatukan dalam satu teori yang terpadu dan terstruktur. Maxwell berhasil menjabarkan secara tepat karakteristik dan hubungan antara medan listrik dan magnit. Dia mengubah sejumlah besar fenomena menjadi satu teori tunggal yang dapat dijadikan rujukan. Teori Maxwell kemudian menjadi pegangan secara luas baik di sektor teori maupun dalam praktek ilmu pengetahuan. Maxwell dilahirkan di Edinburgh, Skotlandia, tahun 1831. Kecerdasannya terlihat sejak usia dini dimana pada usia 15 tahun dia sudah mampu mempresentasikan sebuah karya ilmiah di "Edinburgh Royal Society." Dia masuk Universitas Edinburgh dan tamat Universitas Cambridge. Maxwell umumnya dianggap teoritikus terbesar di bidang fisika dalam seluruh masa antara Newton dan Einstein. Kariernya yang cemerlang berakhir terlampau cepat karena dia meninggal dunia tahun 1879 akibat serangan kanker, tak berapa lama sehabis merayakan ulang tahunnya yang ke-48. Semua hukum-hukum listrik dan magnit yang sudah ada sebelumnya dapat dianggap berasal dari pendapat Maxwell. Teori Maxwell menjelaskan secara gamblang tentang gelombang elektromagnetik. Jika gelombang elektromagnetik digerakkan akan menyebar terus hingga angkasa luar hingga diketahui kecepatan gelombang elektromagnetik mencapai 300.000 kilometer (186.000 mil) per detik. Maxwell mengetahui bahwa ini sama dengan ukuran kecepatan cahaya. Dia berkesimpulan bahwa cahaya itu sendiri terdiri dari gelombang elektromagnetik. Pendapat Maxwell tidak hanya hukum dasar kelistrikan dan kemagnitan, tetapi sekaligus hukum dasar optik. Menurut Maxwell radiasi elektromagnetik tidak hanya disebabkan oleh cahaya yang tampak oleh mata, namun juga disebabkan panjang gelombang dan frekuensi. Kesimpulan teoritis ini secara mengagumkan diperkuat oleh Heinrich Hertz, yang berhasil menemukan sinar X. Beberapa tahun kemudian Guglielmo Marconi memperagakan bahwa gelombang yang tak terlihat mata itu dapat digunakan buat komunikasi tanpa kawat sehingga menjelmalah apa yang namanya radio itu. Kini, kita gunakan juga buat televisi, sinar X, sinar gamma, sinar infra, sinar ultraviolet adalah contoh-contoh dari radiasi elektromagnetik. Semuanya bisa dipelajari lewat hasil pemikiran Maxwell.

Maxwell juga memberi sumbangan penting bagi teori-teori astronomi dan termodinamika Salah satu minat khususnya adalah teori kinetik tentang gas. Maxwell membuktikan bahwa tidak semua molekul gas bergerak pada kecepatan sama. Sebagian lebih lambat, sebagian lebih cepat, dan sebagian lagi dengan kecepatan yang luar biasa. Maxwell mencoba rumus khusus menunjukkan bagian terkecil molekul bergerak (dalam suhu tertentu) pada kecepatan yang tertentu pula. Rumus ini disebut "penyebaran Maxwell," merupakan rumus yang paling luas terpakai dalam rumus-rumus ilmiah, dan mengandung makna dan manfaat penting pada tiap cabang fisika.