P. 1
EKOSISTEM AKUATIK

EKOSISTEM AKUATIK

|Views: 41|Likes:
Publicado porIstiqomah Addiin
tugas biologi umum
tugas biologi umum

More info:

Published by: Istiqomah Addiin on Sep 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/06/2013

pdf

text

original

EKOSISTEM AKUATIK AIR LAUT DAN AIR TAWAR

Oleh: 1. Andreas Asep S. 2. Dewi Sandianita 3. Istiqomah Addiin 4. Sri Dewi Ulandari K3310007 K33100 K3310044 K33100

PENDIDIKAN KIMIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2010

EKOSISTEM AIR TAWAR F.DAFTAR ISI A. DAFTAR ISI C. EKOSISTEM AIR LAUT E. PENDAHULUAN D. HALAMAN JUDUL B. PENCEMARAN AIR 1 i ii .

b. karena tidak mampu menyintesis zat organik sendiri. yaitu komponen yang terdiri atas komponen makhluk hidup (komponen biotik) dan komponen yang terdiri atas benda mati (komponen abiotik). Berdasarkan jenis makanannya konsumen terdiri atas: 1) Herbivora Merupakan organisme pemakan tumbuh-tumbuhan. Contohnya adalah sapi dan kerbau. Komponen Biotik Komponen biotik merupakan komponen.komponen yang terdiri atas makhluk hidup. sehingga tumbuhan hijau disebut juga organisme fotoautotrof. Konsumen Semua organisme yang termasuk konsumen bersifat heterotrof. Organisme yang mampu menyintesis makanan sendiri adalah tumbuhan hijau. Produsen Adapun yang dimaksud produsen. Ekosistem tersusun atas 2 komponen.BAB I PENDAHULUAN Ekosistem merupakan interaksi antara komunitas dengan lingkungan yang merupakan kesatuan ekologi. yang meliputi: a. 1. Konsumen menggantungkan hidupnya dari zat-zat organik yang dihasilkan oleh produsen. Tumbuhan hijau yang memiliki klorofil atau zat hijau daun dengan bantuan sinar matahari mampu melakukan fotosintesis. . yaitu organisme yang mampu menyintesis makanan atau zat organik sendiri dari zat anorganik atau bersifat autotrof. 6H2O + 6CO2 dengan bantuan (Sinar matahari dan klorofil) menjadi C6H12O6(amilum) + 6O2 Dalam reaksi tersebut tumbuhan menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi dalam proses sintesa makanannya. Reaksi fotosintesis adalah sebagai berikut.

Suhu yang paling sesuai dan mendukung kehidupan untuk organisme disebut sebagai suhu optimum. Oksigen Semua makhluk hidup dalam ekosistem membutuhkan oksigen untuk respirasi atau pernapasan. cahaya matahari. air dan garam mineral. zat organik yang ada dalam tubuh akan dioksidasi untuk menghasilkan energi untuk tetap bisa bertahan hidup. Air dan garam mineral . b. kucing. Dengan adanya oksigen. 3) Omnivora Merupakan organisme pemakan segalanya. Pengurai atau dekomposer Merupakan organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme yang telah mati. Kelembapan dan suhu Kelembapan dan suhu juga sangat memengaruhi keberadaan suatu organisme dalam suatu ekosistem. sedangkan suhu tertinggi yang masih dapat ditoleransi atau memungkinkan organisme hidup disebut sebagai suhu maksimum. c.2) Karnivora Merupakan organisme yang makanannya berupa daging. Komponen Abiotik Komponen abiotik adalah semua faktor penyusun ekosistem yang terdiri dari benda-benda mati. dan tingkat keasaman tanah atau pH tanah. dan serigala. Pernahkah kalian mengamati habitat jamur dan lumut? Jamur dan lumut hanya mampu bertahan pada habitat yang memiliki kelembapan tinggi dan tak mampu hidup pada daerah yang panas. Contohnya adalah harimau. c. kelembapan dan suhu. Suhu terendah yang masih memungkinkan organisme hidup disebut sebagai suhu minimum. a. Organisme yang termasuk pengurai adalah bakteri dan jamur. antara lain oksigen. Kelembapan dan suhu berpengaruh terhadap hilangnya air yang terjadi melalui penguapan. 2. Setiap organisme memiliki toleransi yang berbeda-beda terhadap suhu dan kelembapan. Contohnya manusia.

Tingkat keasaman atau Ph tanah Tumbuhan hanya bisa hidup normal dalam suasana tanah yang tidak begitu asam dan basa atau dalam keadaan netral atau Ph 7. padatan (es). Contohnya tumbuhan memerlukan zat besi (Fe) untuk pembentukan klorofil. estuari dan ekosistem air tawar yang dibedakan menjadi air tenang(lentik) serta ekosistem air mengalir(lontik). Selain itu. Fungsi air dalam tubuh antara lain sebagai zat pelarut dalam tubuh serta membantu metabolisme dalam tubuh. pantai. Meskipun jumlah yang dibutuhkan sedikit. namun harus ada karena tak bisa diganti oleh zat yang lain. . atau tumbuhan tersebut akan mengalami klorosis.Air merupakan penyusun tubuh setiap makhluk hidup. Sebagian besar tubuh tersusun oleh air. d. Apabila tanah terlalu asam (Ph kurang 7) atau terlalu basa (Ph lebih 7) pertumbuhannya akan terganggu. sehingga begitu pentingnya air bagi metabolisme kehidupan makhluk hidup. e. Ekosistem akuatik dibagi menjadi ekosistem air laut yang dibedakan menjadi lautan. Cahaya matahari Cahaya matahari merupakan sumber energi dari semua organisme yang ada. Dalam siklus air di muka bumi. dan uap air. 75% air tersimpan di lautan. baik hewan maupun tumbuhan juga memerlukan garamgaram mineral. sisanya air tawar dalam cairan. Meskipun jumlahnya sedikit jika tidak ada maka klorofil tidak akan terbentuk.

Variasi temperatur atau suhu tinggi 2. Penetrasi dari cahaya matahari tinggi 4. Habitat di laut saling berhubungan / berkaitan satu sama lain 7. dan terumbu karang. karena luasnya dan potensinya sangat besar. zooplankton dan dekomposer. Aliran atau arus laut terus bergerak karena perbedaan iklim. Komunitas air asin terdiri dari produsen. ekosistem air perhatian orang banyak. Ekosistem air laut dibedakan menjadi lautan. Ekosistem tidak terpegaruh iklim dan cuaca alam sekitar 5. temperatur dan rotasi bumi 6. pantai. Ciri Habitat Air Laut : 1. konsumen. 1. Kadar garam / salinitas / tingkat keasinan tinggi 3. Laut laut menjadi Laut mempunyai beberapa hal yang menarik di banding di daratan di antaranya : . estuary.BAB II EKOSISTEM AIR LAUT Ekosistem air laut luasnya lebih dari 2/3 permukaan bumi ( + 70 % ).

 Sebagai sumber energi. sehingga memungkinkan terbentuknya rantai makanan yang berlangsung baik. khususnya laut tropic Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion Cl mencapai 55% terutama di daerah laut tropik. Habitat laut dapat dibedakan berdasarkan kedalamannya dan wilayah permukaannya secara horizontal. Laut dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan criteria tertentu. karena suhunya tinggi dan penguapan besar. c) Batial: Merupakan daerah yang dalamnya berkisar antara 200-2500 m. maka daerah permukaan laut tetap subur dan banyak plankton serta ikan.cumi-cumi dan lain-lain. b) Neartik: Merupakan daerah yang masih bisa ditembus sinar matahari.500. perbedaan suhu udara wilayah kutub dan wilayah tropik mengakibatkan angin kencang. d) Abisal: Merupakan daerah yang lebih jauh dan lebih dalam dari pantai (1. Selain itu ada juga hubungan laut dengan hubungan hidup bahari yaitu :  Laut untuk penghubung antar bagian bumi  Sebagai sumber makanan untuk melengkapi bahan makanan yang ada di daratan contoh : ikan.10. Laut merupakan perairan yang dalam dan pada tiap kedalaman terdapat perbedaan habitat. suhu laut sekitar 25°C. 1) Menurut kedalamannya. yaitu: a) Litoral: Merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan daratan. Di daerah dingin. .  Air laut beredar tanpa henti. bagian dasar dalamnya ± 300 m. suhu air laut merata sehingga air dapat bercampur.000 m).  Air laut merupakan suatu larutan garam. ( minyak bumi ) karena terdapat fosil di lepas pantai  Keanekaragaman yang sangat tinggi.  Laut di pengaruhi oleh jenis gelombang dan pasut ( tide ) yang merupakan akibat daya tarik bulan dan matahari. ekosistem air laut dibagi sebagai berikut. Gerakan air dari pantai ke tengah menyebabkan air bagian atas turun ke bawah dan sebaliknya. Di daerah tropik.

b) Mesopelagik Merupakan daerah di bawah epipelagik dengan kedalaman 200. Laut dekat muara sungai. karena adanya aliran zat hara melalui sungai. sehingga fotosintesis hamper sama dengan respirasi. Hewan yang hidup di daerah misalnya adalah ikan hiu. Sinar matahari tidak mampu menembus daerah ini. Sebagai produsen di tempat ini adalah bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.000 m. 4. b) Disfotik Zona laut agak dalam dengan sinar surya remang-remang. 3. . c) Batiopelagik Merupakan daerah dengan kedalaman 200-2. Kedalaman lebih dari 6.500 m. laut dibagi menjadi 3 zonasi : a) Eufotik Zona permukaan laut di mana fitoplankton mendapat banyak sinar matahari ntuk fotosintesis sehingga produktifitasnya lebih tinggi dari respirasi. a. d) Abisal pelagik Merupakan daerah dengan kedalaman mencapai 4. Menurut penetrasi cahaya surya dan aktifitas fotosintesis dari fitoplankton.000 m. Hewan yang hidup di daerah ini misalnya adalah gurita. laut dibedakan sebagai berikut: a) Epipelagik Merupakan daerah antara permukaan dengan kedalaman air sekitar 200 m.1000 m.2) Menurut wilayah permukaannya secara horizontal berturut-turut dari tepi laut menuju ke tengah. c) Afotik Lapisan dalam di mana tidak ada sinar surya yang sampai sehingga tidak ada proses fotosintesis dan produktifitas sama dengan nol. di daerah ini tidak terdapat tumbuhan tetapi hewan masih ada. Menurut segi produktifitas komponen biotiknya. e) Hadal pelagik Merupakan bagian laut terdalam (dasar). Ekosistem laut kurang subur disbanding dengan ekosistem darat. kecuali.

Pantai Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. hewan dan tumbuhan tingkat rendah memiliki tekanan osmosis sel yang hampir sama dengan tekanan osmosis air laut. Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. 2) Formasi baringtonia: Daerah ini didominasi tumbuhan baringtonia. dan pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang. bintang laut. termasuk di dalamnya Wedelia. . Tumbuhan lainnya adalah Spinifex littorius (rumput angin). Pandanus tectorius (pandan). Daerah ini dihuni oleh beberapa jenis ganggang. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras. Laut dengan arus vertical pada waktu tertentu yang disebut “Up welling. Terminalia. pengeluaran urin sedikit. remis dan kerang. Acathus. Garam yang berlebihan diekskresikan melalui insang secara aktif. Bila tanah di daerah pasang surut berlumpur. Lebih ke arah darat lagi ditumbuhi Crinum asiaticum (bakung). porifera. Komunitas tumbuhan berturut-turut dari daerah pasang surut ke arah darat dibedakan sebagai berikut. anemon laut. Daerah pantai terdalam terendam saat air pasang maupun surut. 2. dan Erythrina. dan remis.” Di laut. kepiting. landak laut.karena teraduk dengan lapisan dasar yang kaya zat hara. 1) Formasi pes caprae Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin. Daerah ini dihuni oleh ganggang. c. Guettarda. Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. tumbuhan ini menjalar dan berdaun tebal. siput herbivora dan karnivora. Vigna. dan ikanikan kecil. maka kawasan ini berupa hutan bakau yang memiliki akar napas. dan Cerbera. Adapun yang termasuk tumbuhan di hutan bakau antara lain Nypa. Thespesia.b. Daerah ini dihuni oleh beragam invertebrata dan ikan serta rumput laut. Hewan tingkat tinggi beradaptasi dengan cara banyak minum air. molusca. Laut dangkal.

kerang. dan fitoplankton. ganggang. mikro organisme. 4. Estuari Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut airnya. dan ikan. yaitu unggas air.3. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing. Rangka dari kalsium karbonat ini bermacam-macam bentuknya dan menyusun substrat tempat hidup karang lain dan ganggang. Nutrien dari sungai memperkaya estuari. kepiting. Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam. Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain. Terumbu Karang Terumbu karang didominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria yang menyekresikan kalsium karbonat. Berbagai invertebrata. hidup di antara karang dan . Estuari juga merupakan tempat mencari makan bagi vertebrata semi air. dan ikan.

dan ikan karnivora. menjadi mangsa bagi gurita. . Herbivora seperti siput. ikan.ganggang. landak laut. bintang laut.

Aliran air terjadi setiap waktu terus-menerus pada sungai 6. Ciri Habitat Air Tawar 1. dan selokan.BAB III EKOSISTEM AIR TAWAR Ekosistem air tawar merupakan salah satu bagian dari ekosistem akuatik. 7. Misalnya : Sungai. Ekosistem air tawar dibagi menjadi : 1) Ekosistem air tawar Lotik : airnya berarus. Tumbuhan mikroskopis seperti alga dan fitoplankton sebagai produsen utama. berarti airnya senantiasa mengalir. Terpegaruh iklim dan cuaca alam sekitar 5. Variasi temperatur atau suhu rendah 2. Penetrasi dari cahaya matahari kurang 4. Secara fisik dan biologi merupakan perantara habitat laut dan darat. Contoh dari ekosistem air tawar lotik sering kita jumpai di sekitar kita. . Kadar garam atau salinitas rendah 3.

dan hilir. Beberapa sungai besar dihuni oleh berbagai kurakura dan ular. Air sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan komunitas plankton untuk berdiam diri. Di hilir sering dijumpai ikan gurami. Di anak sungai sering dijumpai makhluk air tawar. sehingga dapat mendukung rantai makanan. 2) Ekosistem air tawar lentik : airnya tidak berarus. Khusus sungai di daerah tropis.Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan danau. Misalnya bertubuh tipis dorsoventral dan dapat melekat pada batu. ini berarti airnya tidak mengalir. rawa gambut. karena akan terbawa arus. rawa air tawar. anak sungai. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari ganggang yang melekat dan tanaman berakar. kolam. Contohnya : Danau. dihuni oleh buaya dan lumbalumba. Komposisi komunitas hewan juga berbeda antara sungai. Organisme sungai dapat bertahan tidak terbawa arus karena mengalami adaptasi evolusioner. Hutan Rawa Gambut Danau Toba .

Daerah yang tidak tertembus cahaya matahari disebut daerah afotik. dengan berbagai jenis dekomposer pada bagian dasarnya. c) Wilayah Profundal adalah daerah yang dalam. Di danau juga terdapat daerah perubahan temperatur yang drastis atau termoklin. Ciricirinya. capung. karena fitoplankton sangat produktif. Contohnya : Zooplankton dan Fitoplankton. Berdasarkan hal tersebut danau dibagi menjadi 4 daerah sebagai berikut. Contohnya : Hydrylla. airnya jernih sekali. 1) Danau oligotropik Oligotropik merupakan sebutan untuk danau yang dalam dan kekurangan makanan. . Danau juga dapat dikelompokkan berdasarkan produksi materi organiknya. katak. yaitu sebagai berikut. burung. terdapat bermacam-macam organisme. Komunitas tumbuhan dan hewan tersebar di danau sesuai dengan kedalaman dan jaraknya dari tepi. Termoklin memisahkan daerah yang hangat di atas dengan daerah dingin di dasar. Hydra. Daerah ini merupakan daerah dasar danau tempat terdapatnya bentos dan sisa-sisa organisme mati. karena fitoplankton di daerah limnetik tidak produktif. dan oksigen terdapat di daerah profundal.Daerah yang dapat ditembus cahaya matahari sehingga terjadi fotosintesis disebut daerah fotik. dihuni oleh sedikit organisme. 2) Danau eutropik Eutropik merupakan sebutan untuk danau yang dangkal dan kaya akan kandungan makanan. d) Wilayah bentik. b) Wilayah Limnetik adalah wilayah perairan terbuka yang masih bisa di tembus oleh cahaya matahari. a) Wilayah Litoral adalah merupakan wilayah perairan dangkal di sepanjang tepi danau dan kolam. dan tikus. dan di dasar air banyak terdapat oksigen sepanjang tahun. Ciricirinya adalah airnya keruh.

Salah satu masalah yang tibul adalah eutrofikasi.BAB IV PERMASALAHAN AIR Pertambahan penduduk setiap tahunnya menimbulkan berbagai masalah karena kebutuhan manusia yang juga bertambah. Air dikatakan eutrofik jika konsentrasi total phosphorus (TP) dalam air berada dalam rentang 35-100 µg/L. oleh manusia . Eutrofikasi adalah masalah lingkungan hidup yang mengakibatkan kerusakan ekosistem perrairan khususnya di air tawar. limbah industri. Hal tersebut disebabkan oleh limbah fosfat (PO3-). Proses alamiah ini. eutrofikasi merupakan sebuah proses alamiah di mana perairan yang terkena dampaknya mengalami penuaan secara bertahap dan menjadi lebih produktif bagi tumbuhnya biomassa. dimana fosfat tersebut dihasilkan oleh limbah rumah tangga seperti detergen. Diperlukan proses ribuan tahun untuk sampai pada kondisi eutrofik. Pada dasarnya Eutrofikasi adalah pencemaran terhadap air yang terjadi dikarenakan terakumulasinya nutrient yang berlebihan didalam ekosistem air. dan berasal dari pertanian. selain itu limbah tersebut juga dapat dihasilkan dari limbah peternakan.

Banyaknya eceng gondok yang bertebaran di rawa-rawa dan danau-danau juga disebabkan fosfat yang sangat berlebihan ini. dan pariwisata sehingga dibutuhkan biaya sosial dan ekonomi yang tidak sedikit untuk mengatasinya. Rendahnya konsentrasi oksigen terlarut. untuk tumbuh berkembang biak dengan pesat (blooming) akibat ketersediaan fosfat yang berlebihan serta kondisi lain yang memadai. menyebabkan makhluk hidup air seperti ikan dan spesies lainnya tidak bisa tumbuh dengan baik sehingga akhirnya mati. Maka tidaklah mengherankan jika eutrofikasi menjadi masalah di hampir ribuan danau di muka Bumi. bahkan sampai batas nol. berbau tak sedap. kualitas air di banyak ekosistem air menjadi sangat menurun. Hal ini bisa dikenali dengan warna air yang menjadi kehijauan. rekreasional. nitrogen (N). dan kekeruhannya yang menjadi semakin meningkat. Melalui penelitian jangka panjang pada berbagai danau kecil dan besar. Hilangnya ikan dan hewan lainnya dalam mata rantai ekosistem air menyebabkan terganggunya keseimbangan ekosistem air. Problem eutrofikasi baru disadari pada dekade awal abad ke-20 saat alga banyak tumbuh di danau-danau dan ekosistem air lainnya. Sebuah percobaan berskala besar yang pernah dilakukan pada tahun 1968 terhadap Lake Erie (ELA Lake 226) di Amerika Serikat membuktikan bahwa bagian danau yang hanya ditambahkan karbon dan nitrogen tidak mengalami fenomena algal bloom selama delapan tahun pengamatan. sebagaimana dikenal lewat fenomena alga bloom.dengan segala aktivitas modernnya.Menyadari bahwa senyawa fosfatlah yang menjadi penyebab terjadinya eutrofikasi. Sebaliknya. dan fosfor (P)) di dalam proses eutrofikasi. maka perhatian para saintis dan kelompok masyarakat pencinta lingkungan hidup semakin meningkat . Algal bloom juga menyebabkan hilangnya nilai konservasi. cyanobacteria (blue-green algae) diketahui mengandung toksin sehingga membawa risiko kesehatan bagi manusia dan hewan. Problem ini disinyalir akibat langsung dari aliran limbah domestik. Permasalahan lainnya. Hingga saat itu belum diketahui secara pasti unsur kimiawi yang sesungguhnya berperan besar dalam munculnya eutrofikasi ini. para peneliti akhirnya bisa menyimpulkan bahwa fosfor merupakan elemen kunci di antara nutrient utama tanaman (karbon (C). Kondisi eutrofik sangat memungkinkan alga. secara tidak disadari dipercepat menjadi dalam hitungan beberapa dekade atau bahkan beberapa tahun saja. tumbuhan air berukuran mikro. Akibatnya. bagian danau lainnya yang ditambahkan fosfor (dalam bentuk senyawa fosfat)-di samping karbon dan nitrogen-terbukti nyata mengalami algal bloom. estetika.

Karena apa? Karena sejalan dengan populasi warga Bumi yang terus meningkat. Program miliaran dollar pernah dicanangkan lewat institusi St Lawrence Great Lakes Basin di AS untuk mengontrol keberadaan fosfat dalam ekosistem air. Pemerintah juga harus mendorong para pengusaha agar produk detergen tidak lagi mengandung fosfat. Upaya untuk menyubstitusi pemakaian fosfat dalam detergen juga menjadi bagian dari program tersebut. pertumbuhan penduduk Bumi yang semakin cepat. urbanisasi yang semakin tinggi. Lalu apa solusi yang mungkin diambil? Menurut Forsberg. ada juga kelompok yang secara tegas melarang keberadaan fosfor dalam detergen. pembuangan limbah fosfat dari rumah tangga dan permukiman. Sebagai implementasinya. berarti akan meningkat pula kontribusi bagi lepasnya fosfat ke lingkungan air dari sumber-sumber yang disebutkan di atas. Ada kelompok yang condong memilih cara-cara penanggulangan melalui pengolahan limbah cair yang mengandung fosfat. konsumsi bahan kimiawi yang mengandung unsur fosfat yang berlebihan. lahirlah peraturan perundangan yang mengatur pembatasan penggunaan fosfat. Penanganan eutrofikasi Eutrofikasi merupakan contoh kasus dari problem yang menuntut pendekatan lintas disiplin ilmu dan lintas sektoral. Di samping itu. .terhadap permasalahan ini. Begitu pula produk makanan dan minuman diusahakan juga tidak mengandung bahan aditif fosfat. serta perannya dalam pengelolaan sektor peternakan yang bisa mencegah lebih banyaknya lagi fosfat lepas ke lingkungan air. dan lepasnya senyawa kimia fosfat yang telah lama terakumulasi dalam sedimen menuju badan air. dituntut pula peran pemerintah di sektor pertanian agar penggunaan pupuk fosfat tidak berlebihan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan penanggulangan terhadap problem ini sulit membuahkan hasil yang memuaskan. Bagi masyarakat dianjurkan untuk tidak berlebihan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung aditif fosfat. Faktor-faktor tersebut adalah aktivitas peternakan yang intensif dan hemat lahan. yang utama adalah dibutuhkan kebijakan yang kuat untuk mengontrol pertumbuhan penduduk (birth control). seperti detergen dan limbah manusia.

mendanai. Negara-negara di kawasan Eropa juga memiliki komite khusus dengan nama Scientific Committee on Phosphates in Europe yang memberlakukan The Urban Waste Water Treatment Directive 91/271 yang berfungsi untuk menangani problem fosfat dari limbah cair dan cara penanggulangannya. Australia sudah mempunyai program yang disebut The National Eutrophication Management Program. yang didirikan untuk mengoordinasi. mereka masih mempunyai American Society of Limnology and Oceanography yang menaruh bidang kajian pada aquatic sciences dengan tujuan menerapkan hasil pengetahuan di bidang ini untuk mengidentifikasi dan mencari solusi permasalahan yang diakibatkan oleh hubungan antara manusia dengan lingkungan. Negara-negara maju telah menjadikan problem eutrofikasi sebagai agenda lingkungan hidup yang harus ditangani secara serius. AS memiliki organisasi seperti North American Lake Management Society yang menaruh perhatian besar terhadap kelestarian danau melalui aktivitas sains.Di negara-negara maju masyarakat yang sudah memiliki kesadaran lingkungan (green consumers) hanya membeli produk kebutuhan rumah sehari-hari yang mencantumkan label phosphate free atau environmentally friendly. Selain itu. . Mereka juga memiliki jurnal ilmiah European Water Pollution Control. di samping Environmental Protection Agency (EPA) yang memberlakukan peraturan dan pengawasan ketat terhadap pencemaran lingkungan. edukasi. dan menyosialisasi aktivitas riset mengenai masalah ini. dan advokasi. Sebagai contoh. manajemen.

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->