FORMAT PENGKAJIAN FISIK SEDERHANA

Posted on Maret 9, 2008 by harnawatiaj A. PENGKAJIAN 1.Identitas a.Nama :…………………………………………………………… b.Usia :…………………………………………………………… c.Jenis kelamin :…………………………………………………………… d.Tinggi badan :…………………………………………………………… e.Berat badan :…………………………………………………………… f.Agama :…………………………………………………………… g.Suku :…………………………………………………………… h.Pendidikan :…………………………………………………………… i.Pekerjaan :…………………………………………………………… j.Alamat :…………………………………………………………… 2.Pengkajian fisik a.Tingkat kesadaran : b.Tanda – tanda vital : TD : N: P: S: Posisi ( duduk, berdiri, berbaring) c.Keadaan umum : Penampilan Posisi saat dikaji Postur tubuh Ekspresi wajah Bahasa tubuh d.Sistem integumen Warna kulit Warna rambut Kuku Turgor kulit Tekstir kulit Integritas kulit e.Kepala : Bentuk Kesimetrisan Nervus V & VII Keadaan rambut Kondisi kulit kepala Massa

Nyeri tekan f.Mata : Persebaran alis Warna alis Bentuk alis Bulu mata Kelopak mata Sklera Konjungtiva Iris Kornea Pupil Kelenjar lakrimalis Alat bantu penglihatan g.Telinga : Daun telinga Kesimetrisan Lubang telinga Membran timpani Status pendengaran h.Hidung dan penciuman : Ukuran dan bentuk Septum Mukosa nasal Patensi jalan napas Nervus olfaktory Status penciuman i.Mulut dan orofaring : Bibir Gigi Bunyi napas Gusi Nervus VII & IX Lidah Nervus XIII Mukosa Palatum Uvula Faring Tonsil Pergerakan mandibular j.Leher : Penamapakan luar Tiroid Trakea Nodus limfe

k.Thoraks dan paru-paru : Pernafasan Thorax posterior Auskultasi paru l.Payudara dan axilla : Ukuran payudara Puting Axilla Nodus limfe m.Jantung dan pembuluh darah : Tekanan darah Nadi karotis Nadi apikal Nadi perifer n.Abdomen : Bentuk Kulit Bunyi peristaltik o.Sistem muskuloskeletal : Punggung Tulang vertebra Sendi Pergerakan Ekstremitas atas Ekstremitas bawah p.Sistem igenitourinaria dan rektum : Rektum Genetalia wanita Genetalia pria q.Sistem neurologi : keseimbangan Nervus XI Refleks Kordinasi Nervus kranial r.Status mental : Status kesadaran Orientasi Memori Bahasa dan pembicaraan Respon Filed under: C. PENGKAJIAN FISIK | 2 Komentar »

CT SCAN

Sebelum dilakukan pemeriksaan CT scan pada klien. PENATALAKSAAN PERSIAPAN PASIEN Pasien dan keluarga sebaiknya diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan.Hydrocephalus. menurut posisi jam 12. Pencatatan dilakukan dengan mengkombinasikan tiga pesawat detektor. Test awal yang dilakukan meliputi : . e. Karena eliminasi zat kontras sudah harus terjadi dalam 24 jam. b.Brain atrofi.Posted on Maret 9. 2. naik turunnya vaskularisasi dan infark. Maka ginjal klien harus dalam keadaan normal. dua diantaranya menerima sinar yang telah menembus tubuh dan yang satu berfungsi sebagai detektor aferen yang mengukur intensitas sinar rontgen yang telah menembus tubuh dan penyinaran dilakukan menurut proteksi dari tiga tititk. Berat badan klien yang dapat dilakukan pemeriksaan CT Scan adalah klien dengan berat badan dibawah 145 kg. d.PRINSIP KERJA Film yang menerima proyeksi sinar diganti dengan alat detektor yang dapat mencatat semua sinar secara berdispensiasi. 10 dan jam 02 dengan memakai waktu 4.PENGERTIAN CT Scan adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mendapatkan gambaran dari berbagai sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak. Bila perlu dengan menggunakan kaset video atau poster. Hal ini dipertimbangkan dengan tingkat kekuatan scanner.Perubahan vaskuler : malformasi.Brain contusion.Gambaran lesi dari tumor. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memperjelas adanya dugaan yang kuat antara suatu kelainan. hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian kepada pasien dengan demikian menguragi stress sebelum waktu prosedur dilakukan. c. karena hal ini berhubungan dengan lamanya pemeriksaan yang dibutuhkan. Pasien diberi gambaran tentang alat yang akan digunakan. 2008 by harnawatiaj PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK CT SCAN (Computerized Axial Tomografi) 1. Harus dilakukan pengkajian terhadap klien sebelum dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah klien bebas dari alergi iodine. sebab pada klien yang akan dilakukan pemeriksaan CT Scan disuntik dengan zat kontras berupa iodine based kontras material sebanyak 30 ml.5 menit. 3. hematoma dan abses. f.TUJUAN Menemukan patologi otak dan medulla spinalis dengan teknik scanning/pemeriksaan tanpa radioisotop 3. Bila klien ada riwayat alergi atau dalam pemeriksaan ditemukan adanya alergi maka pemberian zat kontras iodine harus distop pemberiannya. harus dilakukan test apakah klien mempunyai kesanggupan untuk diam tanpa mengadakan perubahan selama 20-25 menit. Berat badan klien merupakan suatu hal yang harus dipertimbangkan.Inflamasi. yaitu : a.

sedang antibody yang dibentuk disebut autoantibody. tetapi pengalaman klinis menunjukkan bahwa adakalanya timbul reaksi autoimunitas.Pengambilan gambar dilakukan dari berbagai posisi dengan pengaturan komputer. Apabila pasien merasakan adanya rasa sakit berikan analgetik dan bila pasien merasa cemas dapat diberikan minor tranguilizer. memerlukan koreksi yang cepat oleh seorang perawat dan dokter. d. Sel autoreaktif adalah limfosit yang mempunyai reseptor untik autoantigen. g. Perhatikan keadaan klinis klien apakah pasien mengalami alergi terhadap iodine. c. DIAGNOSTIK ZONE | 3 Komentar » TEORI AUTOIMUNITAS Posted on Maret 9. 4. Penjelasan kepada klien bahwa setelah melakukan injeksi zat kontaras maka wajah akan nampak merah dan terasa agak panas pada seluruh badan. e. Mengikuti aturan untuk memudahkan injeksi zat kontras.Posisi terlentang dengan tangan terkendali.Sesudah pengambilan gambar pasien dirapihkan. sistem imun dapat membedakan antigen tubuh sendiri dari antigen asing.Mobilisasi secepatnya karena pasien mungkin kelelahan selama prosedur berlangsung.PROSEDUR a. Bila terjadi alergi dapat diberikan deladryl 50 mg.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN a. disebut sel limfosit reaktif (SLR). 5. Filed under: A. Antigen tersebut disebut autoantigen.Kekuatan untuk diam ditempat ( dimeja scanner ) selama 45 menit. b. dan hal ini merupakan hal yang normal dari reaksi obat tersebut. b. Oliguri merupakan gejala gangguan fungsi ginjal. Hal ini merupakan tindak lanjut setelah pemberian zat kontras yang eliminasinya selama 24 jam.Pendahuluan Dalam keadaan normal. Rambut tidak boleh dikepang dan tidak boleh memakai wig.Selama prosedur berlangsung pasien harus diam absolut selama 20-45 menit.Meja elektronik masuk ke dalam alat scanner. Melakukan pernapasan dengan aba – aba ( untuk keperluan bila ada permintaan untuk melakukannya ) saat dilakukan pemeriksaan.Selama prosedur berlangsung perawat harus menemani pasien dari luar dengan memakai protektif lead approan. Reaksi autoimiunitas adalah reaksi system imun terhadaap antigen sel jaringan sendiri.Observasi keadaan alergiterhadap zat kontras yang disuntikan.Dilakukan pemantauan melalui komputer dan pengambilan gambar dari beberapa sudut yang dicurigai adanya kelainan. karena tubuh mempunyai toleransi terhadap self antigen. 2008 by harnawatiaj TEORI AUTOIMUNITAS A. c. Bersihkan rambut pasien dari jelly atau obat-obatan. f. Bila sel tersebut memberikan respons autoimun.Ukur ntake dan out put. meskipun . Pada orang normal .

FR dibentuk terhadap determinan antigen yang terdapat pada immunoglobulin 4. dan saraf pusat.Pembagian Penyakit Autoimmun Penyakit autoimmun dapat dibagi menajdi 2 golongan yaitu organ spesifik dan non spesifik Organ spesifik Non organ spesifik Tiroiditis hasimoto Miksidema primer Tirotoksotosis Anemia pernesiosa Gastritis kronik autoimun . dapat pula ditemukan autoantibody terhadap antigen jaringan dalam kadar gula yang rendah C. dapat timbul penyakit autoimmun 2.SLR berpasangan dengan autoantigen. Reaksi autoantibody dan autoantigen yang menimbulkan kerusakan jaringan dan gejala-gejala klinis disebut penyakit autoimun. Burnett mengajukan teori forbidden clones.Autoantibodi dibentuk sekunder akibat kerusakan jaringan Autoantibodi terhadap jantung ditemukan pada jantung infark. tidak selalu terjadi respon autoimun. Bila sawar tersebut rusak. Contoh autoantibody yang timbul akibat hal tersebut ialah factor rematoid (FR). Oleh karena itu harus dibedakan antara fenomena autoimun dengan penyakit autoimu.Virus sebagai pencetus autoimunitas Virus yang terutama mengginfeksi system limfoid dapat tmempengaruhi mekanisme kontrol imunologik sehingga terjadi autoimunitas 6. Kadang-kadang tidak jelas apakah autoantibody tersebut merupakan penyebab atau timbul sekunder akibat suatu penyakit. yang menyatakan bahwa tubuh menjadi toleran terhadap jaringannya sendiri oleh karena sel-sel yang autoreaktif selama perkembangan embriologiknya akan musnah. misalnya pada lanjut usia 3. Pada tuberculosis dan tripanosomiasis yang menimbulkan kerusakan luas pada berbagai jaringan. Autoantibody dapat dibentuk pula terhadap antigen mitokondria pada kerusakan hati atau jantung. karena ada system yang mengontrol reaksi autoimun.Reaksi silang dengan mikroorganisme Kerusakan jantung pada demam reumatik anak diduga terjadi kaibat produksi antigen terhadap streptokok A yang bereaksi silang dengan miokard penderita 5. lensa mata.Determinan antigen baru Pembentukan autoantibody dapat dicetuskan oleh karena timbul deterrminan antigen baru pada protein normal. sedangkan bila tidak disertai gejala klinis disebut fenomena autoimun.Teori sequestered antigen atau hidden antigen Sequestered aatau hidden antigen adalah antigen yang karena sawar anatomic tek pernah berhubungan dengna system imu n misalnya antigen sperma. Penyakit autoimmune sering ditemukan bersamaan dengan defesiensi imun. B. Pada umumnya kadar autoantibody disini terlalu rendah untuk dapat menimbulkan penyakit autoimmun.Teori-teori autoimunitas 1.Teori defesiensi immun Hilangnya self tolerance mungkin disebabkan oleh karena adanya gangguan system limfoid.

Penyakit timbul akibat adanya respons autoimun 2. 2008 by harnawatiaj A.Kriteria Penyakit Autoimun Kriteria untuk menegakkan diagnosis penyakit autoimmun adalah sebagai berikut : 1. dan arteri . juga pada parenkim organ dalam terutama esophagus.Penyakit Addison Menopause premature Disbetes juvenile Sindorm goodpasture Miastenia gravis Infertilitas pada pria Pemfigus vulgaris Pemfigoid Oftalmia simpatis Uveitis vagogenik Sclerosis multiple Anemia hemolitik autoimun Purpura trombositopenik idiopatik Leucopenia idiopatik Sirosis bilier primer Hepatitis kronik aktif dengan HBsAg negative Sirosis kriptogenik Colitis ulseratif Sindrom Sjögren Arthritis rematoid Dermatomiositis Scleroderma LE discoid Lupus eritermatosus sistemik (SLE) D. usus.Penyakit dpat ditimbulkan oleh bahan yang diduga merupakan antigen 4. IMUNOLOGY ZONE | 5 Komentar » PENYAKIT AUTOIMMUN Posted on Maret 9.Defenisi Sklerosis sistemik adalah panyakit jaringan ikat yang ditandai oleh fibrosis dan perubahan degeneratif pada kulit. jantung.Ditemukan autoantibody 3.Penyakit dapat dipindahkan dari satu binatang ke binatang yang lain melalui serum atau limfosit yang hidup Filed under: 9.Epidemiologi Sclerosis sistemik merupakan penyakit yang terdapat diseluruh dunia dan dijumpai pada semua . paru. sinovium. Penyakit ini dikenal juga dengan nama skleroderma 2. ginjal dan kelenjar gondok.Sklerosis Sistemik 1.

Kulit Pada kasus yang khas trias terdiri atas penipisan epidermis. Keluhan akan lebih berat jika terjadi esofagitis atau striktur Pada keadaaan lanjut. Peristiea ini akan diikuti oleh fibrosis reaktif berupa proliferasi intima yang sangat menoniol pada aklerosis sistemik progresif Penipisan tunika intima media mungkin terjadinya sekunder terhadap perubahan distensibilitas struktur mikrovaskular yang terjepit diantara materi fibrotik yang terdapat pada intima dan adventisia. kelenjer lemak di epidermis. Karena timbul dini. Kelainan ini ditandai dengan terbentuknya kantong-kantong bermulut lebar pada dinding kolon. fibroblast kulit mensintesis koleagen lebih banyak dengan fibroblast kulit normal Peningkatan produksi kolagen yang dideposit pada jaringan ikat disekitar tunika adventisia akan mengekang arteri kecil/arteriol yang bersangkutan. rambut dan lemak menghilang. hilangnya alat-alat seperti rambut. Sering timbul dini dan dirasakan swebagai rasa penuh di substernal. b.Saluran pencernaan Hipomotilitas asofagus merupakan manifestasi paling sering dari terlibatnya organ dalam. Terdapat pembengkakan dan ketegangan lengan bawah dan tangan yang difus dan simetris. telah ada reaksi peradangan vascular dan perivaskular pada jaringan subkutan. ternyata pada scleroderma. kelenjar keringat. Epidermis mudah terkelupas karena tipis. atau antara trombosit dan leukosit. Akibatnya timbul gangguan vasomotor seperti yang terlihat pada syndrome raynaud dan sclerosis sistemik progresif. Kemudian terjadi adhesi antara trombosit dan kolagen. Dengan demikian. Frekwensi pada wakita 3 kali frekwensi pria 3. Biasanya kalainan ini asimptomatik c. aehingga kontraktilitas dan vasodilatasi arteri kecil dan arteriol terganggu.bangsa. sangat berguna sebagai gejala diagnostic. dan kulit menjadi tegang. Kolagen ini dapat melekat pada endotel pembuluh darah. yangmenyebabkan kerusakan endotel dan membrane basal. Terdapat daerah-daerah dengan pegmentasi dan vitiligo. jarang pada anak-anak. Dilatasi dan hipoosmolalitas duodenum dan jejunum menyebabkan malabsorbsi sehingga mengakibatkan berat badan menurun. Kulit tampak kering dan retak-retak. Dapat juga terjadi anemia karena telangiektasis di saluran pencernaan mengalami perdarahan. Jari-jari mengalami fleksi kontraktur.Paru Scleroderma paru yang klasik ditandai dengan fibrosis intestinal yang klasik ditandai dengan fibrosis interstitial difus. Ditemukan juga kelainan kolon yang dianggap diagnostic. terjadi striktur esophagus yang memerlukan dilatasi mekanis.Gejala klinis dan konplikasi a. Klien tidak dapat dicubit. gangguan metabolisme kolagen pada fibroblast dapat menerangkan baik manifestasi vascular maupun manifestasi fibrosis pada sclerosis sistemik progresif 4. Fibrosis menyebabkan kulit melekat pada struktur dibawahnya. Biasanya dimulai pada usis 20-50 tahun. keringat berkurang. Dugaan ini timbul karena sebelum terjadi perubahan pada dermis dan epidermis.Patogenensis dan patofisiologi Etiologi dan patogenesis yang pasti belum diketahui. Diduga patogenesisnya berdasarkan kelainan vascular. Sklerodaktili ialah keadaaan kakunya kulit bagian distal dari sendi interfalangeal proksimal. Keluhan mungkin baru timbul lama setelah terdapat gangguan fungsi . Reaksi peradangan dan perubahan vascular subkutan ini akan menyebabkan hilangnya kapiler-kapiler kulit (devaskularisasi) yang selanjutnya mengakibatkan atrofi epidermis dan penebalan dermis Hipotesis yang diajukan berdasarkan hasil observasi pada biakan jaringan.

Dimulai dengan dosis rendah sampai mencapai dosis 2 g/hari . Scleroderma harus dipikirkan jika pada seorang wamnita berumur 20-50 tahun terdapt syndrome raynaud dan pembengkakan tangan.Arteriogram ginjal disertai pemeriksaan aliran darah korteks ginjal Gambaran histopatologik kulit menunjukkan adanya penebalan epidermis disertai menghilangnya organ-organ epidermis dan tampak pula bertambahnya jaringan kolagen dalam dermis 6. proteinuria > 1+. Pemerisaan radiologik banyak membantu dalam menegakkan diagnosis scleroderma .paru dan kelainan pada gambaran radiologist.Foto rongten tangan/lengan : tampak resorpsi falang. kerjanya menurunkan depot katekolamin. pemeriksaaan radiologik yang biasanya dilakukan adalah : a. suatu obat alfa adrenergic. 5. kalsifikasi subkutan c. d.Jantung Kelainan jantung pada scleroderma ada 3 macam : 1)Sclerosis koroner : merupakan kelainan yang paling tidak spesifik. Untuk ini kadang-kadang diperlukan pemeriksaan penunjang lain seperti foto rongten/analisis jantung.Foto rongten gigi : pelebaran membran periodontal g. ileum e. pemakaian diuretic yang berlebihan. Jarang timbul angina atau infark jantung 2)Fibrosis miokard 3)Kelainan perikard : berupa epikarditis akut. mulamula pucat dan sianosis (karena vasokontriksi).Arteriogram perifer : penyumbatan pembuluh darah h. dan uremia.Penatalaksanaan a. Kelainan ginjal sering timbul akut. diberikan peroral.Foto rongten oesophagus maag duodenum (OMD) : tampak hipoosmolalitas esophagus b.Ginjal Tanda-tanda klinis kelainan ginjal yaitu hipertensi ( tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg).Foto rongten toraks : fibrosis interstitial difus di paru-paru d.Foto rongten kolon : gambaran kantong-kantong pada kolon f. EKG/ekokardiografi dan kateterisasi jantung e. Pengawasan terhadap perkembangan hipertensi paru dapat dilakukan dengan memperhatikan peningklatan intensitas komponen pulmonal pada bunyi jantung 2 dan derajat pecahnya (splitting bunyi jantung 2. misalnya karene operasi besar. 10-40 mg/hari b)Guanetidin dengan dosis 40 mg. Factor presipitasi untuk timbulnya gangguan ini adalah berhurangnya volume darah sehingga aliran darah ginjal terganggu. Syndrome raynaud ini tampak pada jari-jari tangan .Foto rongten usus halus : dilatasi jejenum . Jarang ditemukan jari clubbing. efusi perikard tanpa gejala yang berlangsung lambat tapi progresif Gejala gangguan jantung sering sukar dibedakan dengan gejala gangguan paru. ini penting karena pada kebanyakan penderita telah terdapat hipertensi paru sebelum timbul keluhan pada paru. kemudian menjadimerah dan nyeri pada waktu sirkulasi kembali normal. perdarahan.Diagnosis Sulit untuk menegakkan diagnosis scleroderma sebelum timbul kelaianan kulit yang khas. misalnya dyspnea d‘effort atau nafas pendek.Medikamentosa 1)Obat vasoaktif a)Fenoksibenzamin. sekali sehari c)Metildopa. Biasanya timbul akibat pengaruh udara dingin atau ketegangan emosi.

Dianjurkan pemberian dosis rendah sacara intra arteri untuk menghindari pengaruh sistemik dan mencapai pengaruh maksimal pada arteri perifer.Tindakan operatif Tindakan operatif terutama ditujukan terhadap : Ulserasi : debridement dan sebagainya Simpatektomi : hasilnya hanya bersifat sementara. tidak berlangsung lama Rekontruksi d. sehingga terjadi pembengkakan. terutama untuk atralgia dan mialgia. usus halus. Biasanya pertama kali muncul pada usia 25-50 tahun. Latihan range of motion aktif/pasif. Dosis mungkin mencapai 4-5 g/hari b)Kortikosteroid. .5 mg menghasilkan perlindungan terhadap vasokonstriksi perifer selama ± 6 bulan 2)Obat-obat antiinflamasi a)Asam asetilsilat. dosis 0.Defenisi Artritis Rematoid adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian (biasanya sendi tangan dan kaki) secara simetris mengalami peradangan.0 g/hari b. nyeri dan seringkali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi.penisilamin.Fisioterapi Fisioterapi merupakan hal yang tak boleh dilupakan pada penatalaksanaan scleroderma.5-2. Keduanya bermanfaat untuk memperbaiki peredaran darah dankontraktur yang disebabkan oleh fibrosis pada sendi dan kulit Pencegahan vasokonstriksi karena dingin dan usaha mempertahankan pembuluh darah dalam keadaan sedikit vasodilatasi dilakukan misalnya dengan melindungi tubuh terhadap dingin dan melakukan latihanjasmani bertahap c. memerlukan bimbingan fisioterapi yang ketat. muntah. tetapi bisa terjadi pada usia berapapun. malnutrisi. Artritis rematoid juga bisa menyebabkan sejumlah gejala di seluruh tubuh. juga merupakan penghambat simpatis. Mengurangai sekresi proklagen oleh fibroblast d)D. paru. pemanasan.Arthritis Reumatoid 1. jantung. gangguan saluran pencernaan yang berat berupa diare. kegagalan ginjal.Perawatan di Rumah sakit Perawatan di Rumah sakit perlu silakukan apabila ditemukan kegagalan kardiopulmonal. dehidrasi. ginjal.Pengobatan khusus Bergantung pada organ/system yang terkene misalnya esophagus. dan persiapan operasi f. diberikan jika terdapat tanda-tanda peradangan pada awal penyakit c)Potassium para-aminobenzoat 12-16 g/hari. dan wanita 2-3 kali lebih sering dibandingkan pria.Aspek psikososial Perlu penjelasan mengenai penyakit disertai sokongan penderita maupun keluarganya. B. Pemberian 0. Penyakit ini terjadi pada sekitar 1% dari jumlah penduduk. dan sebagainya e. 7-10 mg/minggu.d)Reserpin. Efek sampingnya terhadap saluran pencernaan serta timbulnya reaksi alergi di kulit menyulitkan pemberian jangka lama d)Antimalaria 3)Lain-lain a)Rheomacrodex b)Imunosupresif misalnya klorambusil c)Colchicines.

Pada p[eradangan kronik. Beberapa penderita merasa lelah dan lemah. Akibatnya adalah menghilangnya permukaan sendi yang akan menganggu gerak sendi. Pada proses fagositosis menghasilkan enzim-enzim dalam sendi. Enzim-enzim ini akan memecah kolagen sehingga terjadi edema. Sekitar 30-40% penderita memiliki benjolan keras (nodul) tepat dibawah kulit. sehingga tendon pada jari jari tangan bergeser dari tempatnya. jika suatu sendi pada sisi kiri tubuh terkena. Yang pertama kali meradang adalah sendi-sendi kecil di jari tangan. membrane sinovium mengalami hipertropi dan menebal sehingga terjadi hambatan aliran darah yang menyebabkan nekrosis sel dan respon peradangan berlanjut. bisa terbentuk kista.Gejala Artritis rematoid bisa muncul secara tiba-tiba. Di belakang lutut yang terkena. pergelangan tangan. maka sendi yang sama di sisi kanan tubuh juga akan meradang. Akhirnya ligament dan tendon ikut meradang. Sendi yang meradang biasanya menimbulkan nyeri dan menjadi kaku. dimana pada saat yang sama banyak sendi yang mengalami peradangan. jari kaki. Pada AR. tangan.2. sindroma Sjögren atau peradangan mata. Pembengkakan pergelangan tangan bisa mengakibatkan terjadinya sindromaterowongankarpal. Jari-jari pada kedua tangan cenderung membengkok ke arah kelingking. proliferasi membrane sinovial dan akhirnya pembentukan pannus.Penyebab Penyebab yang pasti tidak diketahui.Patofisiologi Pada AR. tetapi berbagai faktor (termasuk kecenderungan genetik) bisa mempengaruhi reaksi autoimun. 4. Hal ini akan menyebabkan nyeri yang sangat hebat dan deformitas. Sendi bisa terhenti dalam satu posisi (kontraktur) sehingga tidak dapat diregangkanataudibukasepenuhnya. reaksi autoimun terutama terjadi dalam jaringan sinovial. terutama pada saat bangun tidur atau setelah lama tidak melakukan aktivitas. 5. Sendi yang terkena akan membesar dan segera terjadi kelainan bentuk. kaki. gangguan pernafasan dan kelainan fungsi jantung.Diagnosa . Penyakit Still merupakan variasi dari artritis rematoid dimana yang pertama muncul adalah deman tinggi dan gejala umum lainnya. peradangan berlangsung terus menerus dan menyebar ke struktur-struktur sendi disekitarnya termasuk tulang rawansendi dan kapsul fibrosa sendi. Pannus ini dapat menyebar ke seluruh sendi dan merangsang proses peradangan dan pembentukan jaringan parut dan secara lambat akan merusak sendi. Peradangan pada selaput di sekitar paru-paru (pleuritis) atau pada kantong di sekitar jantung (perikarditis) atau peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru-paru bisa menyebabkan nyeri dada. terutama menjelang sore hari. Bisa terjadi demam ringan dan kadang terjadi peradangan pembuluh darah (vaskulitis) yang menyebabkan kerusakan saraf atau luka (ulkus) di tungkai. Sindroma Felty terjadi jika pada penderita artritis rematoid ditemukan pembesaran limpa dan penurunan jumlah sel darah putih. 3. Penderita lainnya menunjukkan pembengkakan kelenjar getah bening. yang apabila pecah bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada tungkai sebelahbawah. yang biasanya terletak di daerah sekitar timbulnya penyakit ini. Pannus akan menghancurkan tulang rawan dan meniombulkan erosi tulang. sikut dan pergelangan kaki. Biasanya peradangan bersifat simetris. Sinovium yang menebal inilah yang dilapisi oleh jaringan granuler disebut sebagai pannus seeperti yang disebutkan sebelumnya. Otot akan ikut terkena karena serabut otot akan mengalami perubahan degeneratif dengan menghilangnya elastisitas otot dan kekuatan kontraksi otot.

bisa menunjukkan adanya perubahan khas pada sendi.Perubahan yang khas pada foto rontgen. pergelangan tangan atau jari tanan (selama minimal 6 minggu) 4.Artritis pada persendian tangan. 3. Obat anti peradangan non-steroid.Rontgen. Demamrematik b. Kadar antibodi ini bisa menurun jika peradangan sendi berkurang dan akan meningkat jika terjadi serangan. 6.Kekakuan di pagi hari yang berlangsung lebih dari 1 jam (selama minimal 6 minggu) 2. Pembidaian bisa digunakan untuk imobilisasi dan mengistirahatkan satu atau beberapa sendi. tetapi untuk memperkuat diagnosis perlu dilakukan: 1. Obat-obatan utama yang digunakan untuk mengobati artritis rematoid adalah obat anti peradangan non-steroid. 4. obat slow-acting.kadang jumlah sel darah putih berkurang . semakin kuat obatnya.Pemeriksaan darah . Biasanya.Membedakan artritis rematoid dari berbagai keadaan lainnya yang bisa menyebabkan artritis.Pengobatan Prinsip dasar dari pengobatan artrtitis rematoid adalah mengistirahatkan sendi yang terkena. Mengenali artritis rematoid.Pemeriksaan cairan sendi. Aspirin merupakan obat tradisional untuk artritis rematoid. kortikosteroid dan obat imunosupresif. maka semakin berat penyakitnya dan semakin jelek prognosisnya. . Yang paling banyak digunakan adalah aspirin dan ibuprofen.Biopsi nodul. 2. Seseorang yang memiliki 4 dari 5 gejala berikut. karena pemakaian sendi yang terkena akan memperburuk peradangan. tetapi untuk mencegah kekakuan.Faktor rematoid di dalam darah 5. Pola gejalanya sangat khas. PenyakitLyme d.sehingga diperlukan pemantauan ketat. Pseudogout i. Artritispsoriatik f. kemungkinan menderita artritis rematoid: 1. biasanya semakin tinggi kadar faktor rematoid dalam darah. Obat ini mengurangi pembengkakan pada sendi yang terkena dan meringankan rasa nyeri. Osteoartritis. perlu dilakukan beberapa pergerakan sendi yang sistematis. Gout h. Artritisgonokokal c. Mengistirahatkan sendi secara rutin seringkali membantu mengurangi nyeri.sebagian besar menderita anemia . Keadaan-keadaaan yang menyerupai artritis rematoid adalah: a. maka semakin hebat potensi efek sampingnya.9 dari 10 penderita memiliki laju endap eritrosit yang meningkat .Peradangan (artritis) pada 3 atau lebih sendi (selama minimal 6 minggu) 3.7 dari 10 penderita memiliki antibodi yang disebut faktor rematoid. obat yang lebih baru memiliki lebih sedikit efek samping tetapi harganya lebih mahal. Spondilitisankilosing g. SindromaReiter e. tidaklah mudah.

Jika setelah 6 bulan tidak menunjukkan perbaikan. tetapi obat ini juga menyebabkan diare dan tidak mencegah terjadinya mual atau nyeri perut karena aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya. Digunakan untuk mengobati artritis rematoid yang tidak terlalu berat. Suntikan mingguan diberikan sampai tercapai dosis total 1 gram atau sampai timbulnya efek samping atau terjadinya perbaikan yang berarti. Pemakaiannyaharusdipantausecaraketat. Dosisnya secara bertahap dinaikkan sampai terjadinya perbaikan. dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih setiap 2-4 minggu sekali.Senyawa emas. yaitu berupa ruam kulit. Biasanya diberikan sebagai suntikan mingguan. maka pemakaian obat harus dihentikan. yang merupakan efek samping dari dosis yang terlalu tinggi. penyakit otot. Misoprostol bisa membantu mencegah erosi lapisan lambung dan pembentukan ulkus gastrikum. Senyawa emas bisa menimbulkan efek samping pada beberapa organ. Obat slow-acting kadang merubah perjalanan penyakit. 3. penisilamin. sehingga penderita yang mendapatkan obat ini harus memeriksakan matanya sebelum dilakukan pengobatan dan setiap 6 bulan selama pengobatan berlangsung. kelainan ginjal. dosisnya dikurangi secara bertahap. Efeknya menyerupai senyawa emas dan bisa digunakan jika senyawa emas tidak efektif atau menyebabkan efek samping yang tidak dapat ditoleransi. Obat ini juga bisa menyebabkan miastenia gravis. Jika terjadi efek samping tersebut. 2. Jika . Efek sampingnya berupa ruam kulit.Hydroxycloroquine. bisa dicegah dengan memakan makanan atau antasid atau obat lainnya pada saat meminum aspirin. dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih. Tetapi beberapa kelainan mata bisa menetap. sindroma Goodpasture dan sindroma yang menyerupai lupus.Penisilamin. Selama pengobatan berlangsung. gatal dan berkurangnya sejumlah sel darah. ruam kulit dan rasa tidak enak di mulut. Obat ini biasanya ditambahkan jika obat anti peradangan non-steroid terbukti tidak efektif setelah diberikan selama 2-3 bulan atau diberikan segera jika penyakitnya berkembang dengan cepat. Kadang perbaikan dicapai setelah diberikannya dosis pemeliharaan selama beberapa tahun. Sebelum pengobatan dimulai dan setiap seminggu sekali selama pengobatan berlangsung. hydroxycloroquinine dan sulfasalazine. Jika obat ini efektif. 1. Efek sampingnya biasanya ringan. Efek sampingnya adalah penekanan terhadap pembentukan sel darah di dalam sumsum tulang. Obat slow-acting. maka pemberian obat ini dihentikan. maka pemakaiannya segera dihentikan. Gangguan pencernaan dan ulkus peptikum. Yang sekarang ini digunakan adalah senyawa emas. karena itu obat ini tidak diberikan kepada penderita penyakit hati atau ginjal yang berat atau penyakit darah tertentu. sakit otot dan kelainan mata. meskipun perbaikan memerlukan waktu beberapa bulan dan efek sampingnya berbahaya. Jika terjadi efek samping yang serius.Dosis awal adalah 4 kali 2 tablet (325 mgram)/hari. Senyawa emas berfungsi memperlambat terjadinya kelainan bentuk tulang. Telinga berdenging merupakan efek samping yang menunjukkan bahwa dosisnya terlalu tinggi.

digunakan untuk mengobati arthritis rematoid stadium awal. Kortikosteroid juga digunakan untuk mengobati peradangan diluar sendi. bisa dilakukan latihan aktif yang rutin. Obat ini menekan peradangan sehingga pemakaian kortikosteroid bisa dihindari atau diberikan kortikosteroid dosis rendah. mudah terkena infeksi. dilakukan latihan yang intensif dan kadang digunakan pembidaian untuk meregangkan sendi secara perlahan. Selain itu azatioprine dan siklofosfamid bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker. osteoporosis. azatioprin dan cyclophosphamide) efektif untuk mengatasi artritis rematoid yang berat. maka hampir selalu digunakan dosis efektif terendah. kelainan sel darah dan ruam kulit. tetapi jangan sampai terlalu lelah. Untuk mengobati persendian yang kaku. kelainan hati. Jika pemberian obat tidak membantu. Obat imunosupresif (contohnya metotreksat. pemanasan pada sendi yang meradang dan kadang pembedahan. tekanan darah tinggi. Obat imunosupresif. Sulfasalazine bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Terapi lainnya. terutama jika sendi yang terkena digunakan secara berlebihan sehingga mempercepat terjadinya kerusakan sendi. Untuk mengembalikan pergerakan dan fungsinya. Metotreksat diberikan per-oral (ditelan) 1 kali/minggu. tetapi bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang. Obat ini bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi. 4. kadar gula darah yang tinggi dan katarak. Kortikosteroid efektif pada pemakaian jangka pendek dan cenderung kurang efektif jika digunakan dalam jangka panjang. yang melibatkan hampirsetiaporgan. Karena itu obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi kekambuhan yang mengenai beberapa sendi atau jika obat lainnya tidak efektif. Efek samping yang sering terjadi adalah penipisan kulit. Biasanya latihan akan lebih mudah jika dilakukan di dalam air. bisa dilakukan latihanlatihan. penekanan terhadap pembentukan sel darah di sumsum tulang dan perdarahan kandung kemih (karena siklofosfamid). Bersamaan dengan pemberian obat untuk mengurangi peradangan sendi. Dosisnya dinaikkan secara bertahap dan perbaikan biasanya terjadi dalam 3 bulan. padahal artritis rematoid adalah penyakit yang biasanya aktif selama bertahun-tahun. Efek sampingnya berupa penyakit hati. terapi fisik. Siklosporin bisa digunakan untuk mengobati artritis yang berat jika obat lainnya tidak efektif. Kortikosteroid biasanya tidak memperlambat perjalanan penyakit ini dan pemakaian jangka panjang menyebabkan berbagai efek samping.terjadi perbaikan. biasanya dilakukan pembedahan untuk . Sendi yang meradang harus dilatih secara halus sehingga tidak terjadi kekakuan.Sulfasalazine. Setelah peradangan mereda. peradangan paru-paru. seperti peradangan selaput paru-paru (pleuritis) atau peradangan kantong jantung (perikarditis). memar. Kortikosteroid. Kortikosteroid (misalnya prednison) merupakan obat paling efektif untuk mengurangi peradangan di bagian tubuh manapun. Untuk menghindari resiko terjadinya efek samping. Obat ini semakin banyak digunakan untuk mengobati artritis rematoid. mungkin perlu dilakukan pembedahan. pemakaian obat ini bisa dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan.

sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas). Pada anemia jenis ini. Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat.Luka terbuka di lidah atau lidah seperti terbakar .Hilangnya rasa ditungkai.Warna kulit menjadi lebih gelap . Jika kekurangan salah satu darinya. sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah. sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas).Gejala Selain mengurangai pembentukan sel darah merah. Jika kekurangan salah satu darinya.termasuk warna kuning dan biru . kaki dan tangan .Defenisi Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Contohnya adalah sepatu ortopedik khusus atau sepatu atletik khusus.mengganti sendi lutut atau sendi panggul dengan sendi buatan. bisa terjadi anemia megaloblastik. hidroksiurea. Pada anemia jenis ini. Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut. 3. Ibu jari bisa dilebur sehingga penderita bisa menggenggam dan tulang belakang di ujung leher yang tidak stabil bisa dilebur untuk mencegah penekanan terhadap urat saraf tulang belakang. Persendian juga bisa diangkat atau dilebur (terutama pada kaki). Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat. sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah.Anoreksia . supaya kaki tidak terlalu nyeri ketika digunakan untuk berjalan. Penderita yang menjadi cacat karena artritis rematoid bisa menggunakan beberapa alat bantu untuk menyelesaikan tugas sehari-harinya.Kesemutan ditangan dan kaki .Linglung .Buta warna tertentu. 2. Selain zat besi. Selain zat besi.Pergerakanyangkaku. hidroksiurea.Anemia Pernesiosa 1. C.Lidah licin . fluorourasil dan sitarabin).Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal. Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal.Penurunan berat badan . Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut.Penyebab Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. kekurangan vitamin B12 juga mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan: . Gejala lainnya adalah: .Pucat . fluorourasil dan sitarabin). bisa terjadi anemia megaloblastik.

tampak megaloblas (sel darah merah berukuran besar). lalu penyerapannya diukur kembali. terutama jika penderita telah menderita anemia dalam jangka waktu yang lama. melewati tenggorokan dan masuk ke dalam lambung. Diberikan sejumlah kecil vitamin B12 radioaktif per-oral (ditelan) dan diukur penyerapannya. Kemudian diberikan faktor intrinsik dan vitamin B12. maka diagnosisnya pasti anemia pernisiosa. Jika vitamin B12 diserap dengan faktor intrinsik. 4. Selanjutnya suntikan diberikan 1 kali/bulan. 5. Pada awalnya suntikan diberikan setiap hari atau setiap minggu.Pemeriksaan yang lebih spesifik. Jika sudah pasti terjadi kekurangan vitamin B12.Diagnosa Biasanya. bisa dilakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya.. Pada contoh darah yang diperiksa dibawah mikroskop. bisa dilakukan tes Schilling.Penurunan fungsi intelektual. Filed under: 9. Lalu disuntikkan pentagastrin (hormon yang merangasang pelepasan faktor intrinsik) ke dalam sebuah vena. kekurangan vitamin B12 terdiagnosis pada pemeriksaan darah rutin untuk anemia. Sebagian besar penderita tidak dapat menyerap vitamin B12 per-oral (ditelan). tetapi tidak diserap tanpa faktor intrinsik. Sering ditemukan dengan gastritis atrofi (dalam jangka waktu lama dikaitkan dengan peningkatan risiko karsinoma gaster).Contoh darah diambil untuk memeriksa adanya antibodi terhadap faktor intrinsik. Juga dapat dilihat perubahan sel darah putih dan trombosit. Penderita harus mengkonsumsi tambahan vitamin B12 sepanjang hidupnya. Gambaran sum-sum tulang megaloblastik. IMUNOLOGY ZONE | 2 Komentar » SKIN GRAFT Posted on Maret 9. Biasanya antibodi ini ditemukan pada 60-90% penderita anemia pernisiosa. maka dilakukan pengukuran kadar vitamin B12 dalamdarah. Selanjutnya diambil contoh cairan lambung dan diperiksa untuk menemukan adanya faktor intrinsik. Jika penyebabnya masih belum pasti. 7.Depresi . Kadar vitamin B12 serum kurang dari 100 pg/ml 6. MCV ≥ 100fmol/l.Pemeriksaan penunjang Sel darah merah besar-besar (makrositik). 2008 by harnawatiaj . Dimasukkan sebuah selang kecil (selang nasogastrik) melalui hidung. neutrofilo hiperpigmentsi. 2.Pencegahan Jika penyebabnya adalah asupan yang kurang. selama beberapa minggu sampai kadar vitamin B12 dalam darah kembali normal.yaitu analisa lambung.karena itu diberikan melalui suntikan. maka anemia ini bisa dicegah melalui pola makanan yang seimbang.Pengobatan Pengobatan kekurangan vitamin B 12 atau anemia pernisiosa adalah pemberian vitamin B12. sehingga menyebabkan aklorhidria. Biasanya pemeriksaan dipusatkan kepada faktor intrinsik: 1. Jika diduga terjadi kekurangan.

Split thickness yaiu skin graft yang tipis.Sheet skin graft Skin graft pada daerah wajah . b.PENGERTIAN Skin graft ( pencangkokan kulit ) merupakan tehnik untuk melepaskan potongan kulit dari suplai darahnya sendiri dan kemudian memindahkannya sebagai jaringan bebas ke lokasi yang jauh ( resipien ).Meshed skin graft Skin graft pada daerah mata dan lubang b.Tujuan umum : Untuk memperbaiki kecacatan atau kelainan yang timbul akibat kecelakaan. Skin graft adalah suatu tindakan atau tehnik memindahkan kulit yang sehat dan menempelkan ke bagian kulit yang luka.Mencegah kontraktur c. seperti .Menutup daerah kulit yang terkelupas dan menutup luka dimana kulit sekitarnya tidak cukup menutupinya 3.PEMASANGAN GRAFT Graft atau cangkokan diperoleh dengan berbagai unstrumen seperti pisau tipis seperti silet ( rasa blades ). dermatom bertenaga listrik atau udara. Kulit yang digunakan untuk graft dapat berasal dari bagian bagian tubuh yang lain .Allograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari spesies yang sama c.Full thickness yaitu tergantung dari banyaknya dermis yang ikut dalam spesimen.Autograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari kulit pasien sendiri b. 4. atau drum dermatome.TUJUAN Tujuan dilakukan skin graft adalah : 1. namun lazimnya berasal dari daerah paha.Berdasarkan sumber donornya a. leher.Berdasarkan letak a.Berdasarkan ketebalannya a.KLASIFIKASI SKIN GRAFT 1. 2. Kulit yang digunakan dapat berasal dari bagian mana saja dari tubuh. pantat.Mengurangi lamanya perawatan d.Mempercepat penyembuhan luka b.1. pisau graft kulit. punggung atau perut.Tujuan khusus : a. (yudini.Zenograft atau heterograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari spesies yang lain / berbeda 3.2007) 2.Memperbaiki defek yang terjadi akibat eksisi tumor kulit e. Skin graft merupakan pencangkokan lapisan epidermis kulit yang dapat dipindahkan secara bebas. sedang atau tebal. Cangkokan kulit diperoleh dari lokasi donor atau ―host‖ dan dipasangkan pada lokasi yang dikehendaki yang disebut lokasi ―resipien‖ atau ―graft bed‖. tangan dan kaki 2.

c. Kriteria pemilihan lokasi donor yaitu harus dipertimbangkan : a.Cangkokan ini bisa dipotong dan dibentangkan seperti jala agar menutupi suatu daerah yang lebar.Mendapatkan cangkokan kulit yang setebal mungkin tanpa mengganggu kesembuhan luka pada lokasi donor.Cankokan harus terfiksasi kuat (terimmobilisasi) sehingga posisinya dipertahankan pada lokasi resipien. b.cangkokan kulit dapat dijahitkan atau tidak pada lokasi tersebut. Flap yang dipindahkan akan membentuk perdarahan baru ditempat resipien.punggung. Setelah cangkokan kulit terpasang pada tempatnya.5 kali sampai 6-9 kali luas semula.untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka diperlukan beberapa pensyaratan antara lain.Daerah pencangkokan harus bebas dari infeksi. Flap adalah cangkok jaringan kulit beserta jaringan lunak dibawahnya yang diangkat dari tempat asalnya tetapi tetap mempunyai hubungan perdarahan dengan tempat asal.beberapa persayaratannya : a. 5.Pengkajian Keadaan umum Vital sign Status nutrisi Pola eliminasi Pola istirahat dan tidur Persepsi pasien Hasil laboratorium .Mencapai kecocokan warna sedekat mungkin dengan memperhatikan jumlah cangkokan kulit yang diperlukan. tidak ada infeksi dan keadaan umum penderita. perdarahan pada daerah resipien harus baik.PERAWATAN PRE OPERASI SKIN GRAFT 1. Agar cangkokan kulit dapat hidup dan efektif.Cangkokan harus melekat rapat dengan dasar (bed) lokasi resipien (untuk menghindari penumpukan darah atau cairan). Permukaan kulit dapat dioerluas dengan membuat irisan yang bila direnggang akan membentuk jala. d. d. c. b. sehingga luasnya mencapai 1.Proses revaskularisasi (pembentukan kembali pasokan darah) dan perlekatan kembali cangkokan kulit pada dasar lokasi resipien.Lokasi resipien harus memiliki pasokan darah yang adekuat sehingga fungsi fisiologi yang normal dapat berlangsung kembali.Mencocokkan tekstur dan kualitas kulit untuk membawa rambut. Tehnik cangkok jala ini disebut ―mesh‖ dan biasanya digunakan pada skin loss yang luas/parah. Pada pemasangan di lokasi resipien.Mempertimbangkan efek kosmetik pada lokasi donor setelah kesembuhan terjadi sehingga lokasi ini sebaiknya dipilih dari tempat yang tersembunyi.cangkokan ini dapat dibiarkan terbuka (pada daerah yang tidak mungkin diimmobilisai) atau ditutup dengan kasa pembalut tipis atau pembalut tekan manurut daerahnya.

e.Persiapan fisik Puasakan pasien 8 jam Cukur daerah donor Cairan / nutrisi parenteral selama puasa Laboratorium Thoraks foto EKG Concern form Kaji tingkat kecemasan Penjelasan tentang skin graft 6.Beri zalk silver sulfadiazine (ssp) pada luka (0.5 cm) e. 2) Urutan perawatan luka a.PERAWATAN POST OPERASI 1) Hal yang perlu diperhatikan : a. hati-hatie. c. c.Bila menggunakan Bioskin (alloask) buka pada hari ketiga. sokong bantal di bawahnya untuk mencegah edema.2.Tutup dengan menggunakan gaas steril.Luka donor yang hanya diberi sufratulle.Amati tanda-tanda infeksi. 7.Skin graft pada tangan dan kaki.PERAWATAN SKIN GRAFT .Gangguan sirkulasi (ada spalak) d. rawat luka 2 hari sekali. d.Bila luka bersih.Luka dicuci dengan cairan savlon 1% kemudian dibilas NaCl 0.Luka pada bagian donor tidak boleh tergeser dan boleh bergerak bebes b. b. bengkak. nyeri tekan.Keringkan dengan kasa steril d.Jika bioskin kering bersihkan dengan savlon 1% dan biarkan bioskin tetap enempel dan tutup dengan gaas steril. 3) Perawatan luka pada donor a.Skin graft (immobilisasi) sampai menempel dengan baik bila memindahkan pasien. bila ada bau busuk.Perdarahan post op c.lepaskan alloask dan berikan sufratulle dan zalf AB kemudian tutup gaas steril.Buka balutan dengan pemberian NaCl bila balutan kering / lengket.9% (normal salin).Keadan umum b. rawat setiap hari. buka balutan setelah 2 minggu post op.

bau.Reaksi tubuh : tidak magnetis.KOMPLIKASI a.Tutup dengan gaas steril dan elastis verban. kelompok dan masyarakat baik .Glukosa Serum : Peningkatan menunjukkan respon terhadap stress i.Hitung darah lengkap/diferensial : peninggian dan ―perpindahan kekiri‖ diduga proses infeksi c. keluarga.Rehabilitasi/ latihan setelah skin graft benar-benar lengket.Albumin serum : rasio albumin/globulin mungkin terbalik sehubungan dengan kehilangan protein pada edema cairan j. e.Jika terjadi perdarahan tekan daerah tersebut sampai perdarahan berhenti dan laporkan jika berlanjut.LED : Peningkatan mengindikasikan respon inflamasi b.Kering atau lengket basahi NaCl jangan dipaksakan. tidak menghantar listrik I.Bersihkan skin graft dengan savlon 1%. c.Tekanan O2 Transkutaneus : memberi peta area perfusi paling besar dan paling kecil dalam keterlibatan ekstremitas f.Ganti verban setiap hari. kerusakan SDM dan penurunan fungsi ginjal h. g.Jika ncairan terkumpul di bawah graft.Reaksi penolakan/alergi c.BUN / Kreatinin : dapat meningkat akibat cedera jaringan k. 1untuk menekan dan yang lainnya untuk melepaskan. f.pus). b. tekan skin graft agar tetap menempel gunakan 2 buah pinset.Ultrasound Dropler : untuk mengkaji dan mengukur aliran darah e. 8.Elektrolit serum : Kalium dapat meningkat pada awal sehubungan dengan cedera jaringan.Pletismografi : mengukur TD segmental bawah terhadap ekstremitas bawah mengevaluasi aliran darah arterial d. d.Perhatikan jika terjadi hipertropi jaringan (pemakaian elastis verban).Infeksi b.Bagian skin graft tidak boleh dibuka sebelum hari kelima.Fotografi area luka : catatan untuk penyembuhan luka/ skin loss KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan didasarkan pada kiat keperawatan berbentuk pelayanan bio-psiko-sosial dan spiritual yang komprehensif ditujukan kepada individu.bengkak. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK a. h.a.Pus bersihkan dengan bethadine.Buka balutan harus sangat hati-hati. buatlah gulungan gaas steril dan gulung perlahan-lahan gulungan gaas ke arah tepi. i. dan organisme penyebab l.SDP : Leukositosis dapat terjadi sehubungan dengan kehilangan sel pada sisi luka dan respon inflamasi terhadap cedera g. kecuali ada tanda infeksi segera buka. jika ada stepler dibuka pada hari ketujuh dan buka jahitan pada hari ke 14.Kultur luka : mengidentifikasi adanya infeksi .Bila ada tanda infeksi (merah. j.

Pengkajian Pada pengkajian keperawatan pasien dengan skin graft meliputi : a. dangkal . 5. menyangkal. perubahan tonus b.Interaksi sosial : Gejala : masalah sehubungan dengan penyakit/ kondisi. stress.Pernafasan : Gejala : takipnea. reaksi orang lain. 2.Sirkulasi e. 4. cedera vaskuler langsung. 3.Aktifitas / istirahat : Gejala : keterbatasan aktual Tanda : penurunan kekuatan. pembentukan trombus. 1990) 1. keuangan . masalah tentang peran fungsi. perubahan membran alveolar/kapiler. marah. steroid 2.Penyuluhan/pembelajaran: Pengobatan sekarang misalnya ‗ anti-inflamasi. sensitif untuk disentuh.)Resiko tinggi terhadap disfungsi perifer berhubungan dengan penurunan/interupsi aliran darah. kecacatan Tanda : ansietas. pelaksanaan dan evaluasi yang memerlukan kecakapan dan keterampilan profesional tenaga keperawatan (Budi Keliat. mencegah dan memulihkan kesehatan melalui 4 tahap proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian. gerakan udara dan perubahan suhu Tanda : melindungi area yang sakit. menangis h.yang sehat maupun yang sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan.)Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit/jaringan donor berhubungan dengan skin graf dan mobilisasi. menarik diri. tahanan. keterbatasan rentang gerak pada area yang sakit.)Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan inkontuinitas jaringan (kehilangan integritas jaringan).Diagnosa Keperawatan Brdasarkan pada pengkajian.gejala : masalah tentang keintiman hubungan f. ketergantungan. mengi. penurunan nadi perifer distal pada ekstremitas yang cedera c. pekerjaan. diteka. berteriak. ketidak mampuan menelan.sirkulasi Tanda : hipotensi. menangis. sekresi oral i.Neurosensori : Tanda : perubahan orientasi. masalah dengan citra tubuh j. gangguan massa otot.)Nyeri berhubungan dengan cedera pada jaringan lunak. penurunan refleks g. cepat dan pernafasan keras Tanda : batuk.Integritas ego : Gejala : masalah tentang keluarga. ansietas. perencanaan.Nyeri/ kenyamanan Gejala : berbagai tingkat nyeri. edema berlebihan. meringis. diagnosa keperawatan utama dapat mencakup yang berikut : 1. analgesik narkotik. d.)Resiko tinggi terhadap gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan aliran darah/emboli lemak. ansietas.)Gangguan mobilitas berhubungan dengan nyeri 6. efek prilaku. nyeri). imobilisasi. . Asuhan keperawatan dilakukan dengan menggunakan proses keperawatan untuk meningkatkan. takikardi ( syok. hipovolemia.

7.)Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah informasi/tidak mengenal sumber informasi. 8.)Gangguan pemenuhan ADL ; berhubungan dengan immobilisasi. 9.)Gangguan konsep diri (body image) berhubungan dengan skin loss/ skin graf 10.)Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. Perencanaan Setelah merumuskan diagnosa keperawatan, maka intervensi dan aktivitas keperawatan perlu ditetapkan untuk mengurangi, menghilangkan dan mencegah masalah keperawatan klien, maka langkah selanjutnya adalah memenuhi kebutuhan tersebut melalui suatu perencanaan yang baik. a.)Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan inkontuinitas jaringan (kehilangan integritas jaringan).. (1.)Tujuan Mencegah terjadinya infeksi untuk mencapai penyembuhan luka sesuai waktu, bebas drainase purulen atau eritema dan demam. (2.)Intervensi (a.)Pantau TTV dan Tanda – tanda infeksi. Rasional : Perubahan tanda vital mengindikasikan ada infeksi. (b.)Kaji nilai-nilai Lab terutama LED. Rasional : Untuk mengetahui adanya tingkat infeksi (c.)Observasi luka untuk pembentukan bula, krepitasi perubahan warna kulit kecoklatan, bau drainage yang tak sedap atau asam. Rasional : Tanda perkiraan infeksi gas gangren. (d.)Pertahankan tindakan isolasi dgn teknik isolasi. Rasional : Mencegah penyebaran kuman / mikroorganisme agar tidak terjadi infeksi silang. (e.)Rawat luka dengan cara aseptic steril.. Rasional : Meminimalkan Infeksi. (f.)Berikan obat sesuai indikasi, contoh antibiotik IV/topikal. Rasional : Antibiotik spektrum luas dapat digunakan secara profilaktik atau dapat ditujukan pada mikroorganisme. (g.)Pantau adanya sepsis, demam, Takhipnoe. Rasional :Sepsis, demam, takhipnoe menandakan Infeksi (h.)Ciptakan lingkungan yg tidak memungkinkan pertumbuhan bakteri Rasional :Infeksi Mencegah infeksi bertambah parah dan mencegah infeksi silang b.)Nyeri berhubungan dengan cedera jaringan lunak, imobilisasi, stress, ansietas (1.)Tujuan : Menyatakan nyeri hilang atau berkurang Menunjukkan tindakan santai ; mampu berpartisipasi dalam aktivitas/tidur/istirahat dengan cepat. Menunjukkan penggunaan keterampilan relaksasi. (2.)Intervensi : a.tutup luka sesering mungkin Rasional : Perubahan suhu dan paparan udara dapat menyebabkan nyeri hebat pada pemajanan ujung syaraf b.Tinggikan ektrimitas secara periodik

Rasional : Setelah perubahan posisi dan peninggian menurunkan ketidak nyamanan serta resiko kontraktur c.Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi / karakter dan intensitas ( skala 0 – 10 ) Rasional : Perubahan lokasi / karakter dan intensitas nyeri dapat mengindikasikan terjadinya komplikasi d.Dorong ekspresi perasaan tentang nyeri Rasional : Pernyataan memungkinkan pengungkapan emosi dan dapat meningkatkan mekanisme koping e.Dorong penggunaan tehnik manajemen stress, contoh relaksasi progresif, nafas dalam, bimbingan imajinasi dan visualisasi Rasional : Memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan relaksasi dapat menurunkan ketergantungan farmakologis f.Tingkatkan periode tidur tanpa gangguan Rasional : Kurang tidur dapat meningkatkan persepsi nyeri / kemampuan koping menurun. c.). Resiko tinggi terhadap disfungsi perifer berhubungan dengan penurunan/interupsi aliran darah, cedera vaskuler langsung, edema berlebihan, pembentukan trombus, hipovolemia. (1.)Tujuan : Mempertahankan perfusi jaringan. (2.)Intervensi : (a.)Kaji aliran kapiler, warna kulit dan kehangatan distal pada fraktur. Rasional : Kembalinya warna cepat (3 – 5 detik), warna kulit putih menunjukkan gangguan arterial, sianosis diduga ada gangguan vena. (b.)Lakukan pengkajian neuromuskuler, perhatikan fungsi motorik/sensori. Rasional : Gangguan perasaan bebas, kesemutan, peningkatan/ penyebaran nyeri terjadi bila sirkulasi syaraf tidak adekuat atau syaraf rusak. (c.)Tes sensasi syaraf perifer dengan menusuk pada kedua selaput antara ibu jari pertama dan kedua dan kaji kemampuan untuk dorsofleksi ibu jari bila diindikasikan. Rasional : Panjang dan posisi syaraf parineal meningkatkan resiko cedera pada adanya fraktur kaki, edema/sindrom kompartement, atau melapisi alat traksi. (d.)Kaji keseluruhan panjang ekstremitas yang cedera untuk pembengkakan/pembentukan edema. Ukur ekstremitas yang cedera dan bandingkan dengan yang tak cedera. Rasional : Peningkatan lingkar ekstremitas yang cedera dapat diduga ada pembengkakan jaringan/edema umum tetapi menunjukkan perdarahan. (e.)Awasi tanda vital, perhatikan tanda-tanda pucat, cyanosis, kulit dingin. Rasional : Ketidakadekuatan volume sirkulasi akan mempengaruhi sistem perfusi jaringan. (f.)Berikan kompres es sekitar fraktur sesuai indikasi. Rasional : Menurunkan edema/pembentukan hematoma yang dapat mengganggu sirkulasi. (g.)Awasi Hb/Ht, pemeriksaan koagulasi.

Rasional : Membantu dalam kalkulasi kehilangan darah dan membutuhkan keefektifan terapi penggantian. d.)Resiko tinggi terhadap gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan aliran darah/emboli lemak. (1.)Tujuan : Mempertahankan fungsi pernafasan yang adekuat. (2.)Intervensi : (a.)Awasi frekuensi pernafasan. Rasional : Takipnea, dispnea dan insufisiensi pernafasan. (b.)Auskultasi bunyi nafas perhatikan terjadinya ketidaksamaan bunyi hiperesonan, juga adanya gemericik, ronchi, mengi, dan inspeksi mengorok/sesak nafas. Rasional : Perubahan dalam/adanya bunyi adventisius menunjukkan terjadinya komplikasi pernafasan. (c.)Observasi sputum untuk tanda adanya darah. Rasional : Hemodialisa dapat terjadi dengan emboli paru. (d.)Inspeksi kulit untuk petekie di atas garis puting pada aksilla meluas ke abdomen/tubuh, mukosa mulut kantong konjungtiva dan retina. Rasional : Ini adalah karakteristik yang paling nyata dari tanda emboli lemak,. Yang tampak dalam 2 – 3 hari setelah cedera. (e.)Berikan tambahan oksigen bila diindikasikan. Rasional : Meningkatkan sediaan O2 untuk oksigenasi optimal jaringan. (f.)Berikan obat sesuai indikasi, heparin dosis rendah. Rasional : Blok siklus pembekuan dan mencegah bertambahnya pembekuan pada adanya tromboplebitis. e.)Gangguan mobilitas berhubungan dengan nyeri (1.)Tujuan Meningkatkan/mempertahankan mobilitas pada tingkat paling tinggi yang mungkin mempertahankan posisi fungsional. (2.)Intervensi (a.)Kaji derajat imobilitas yang dihasilkan oleh cedera/pengobatan dan perhatikan persepsi pasien terhadap mobilitas. Rasional : Pasien mungkin dibatasi oleh pandangan/persepsi diri tentang keterbatasan fisik aktual memerlukan intervensi/informasi untuk meningkatkan kemajuan kesehatan. (b.)Dorong penggunaan latihan isometrik mulai dengan tungkai yang tidak sakit. Rasional : kontraksi otot isometrik tanpa menekuk sendi atau menggerakkan tungkai dan membantu mempertahankan kekuatan massa otot. (c.)Pertahankan posisi tubuh tepat dengan dukungan. Rasional : Meningkatkan posisi fungsiinal pada extremita dan mencegah kontraktur. (d.)lakukan latihan rentang gerak secara konsisten, di awali dgn pasif kemudian aktif. Rasional : Mencegah secara progresif mengencangkan jaringan parut dan kontraktur, meningkatkan pemeliharaan fungsi otot sendi dan menurunkan kehilangan kalsium dari tulang (e.)Berikan diet tinggi protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, pertahankan penurunan kandungan protein sampai setelah defekasi pertama. Rasional : pada cedera muskuloskeletal, nutrisi yang diperlukan untuk penyembuhan berkurang

Rasional : Untuk mengurangi tekanan pada area yang sama dan meminimalkan resiko kerusakan kulit. perdarahan. Rasional : Memberikan dasar pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan informasi.)Tujuan Mencapai penyembuhan luka sesuai waktu. kontraktur dan kelelahan otot meningkatkan kembalinya aktivitas sehari-hari.)Identifikasi tanda dan gejala yang memerlukan evaluasi medik. Gerakan jaringan di bawah graft dapat mengubah posisi yang mempengaruhi penyembuhan optimal. (e.)Intervensi (a. f. contoh : nyeri berat. kemerahan. (2. selama traksi tulang ini dapat mempengaruhi massa otot. (2. Rasional : Untuk membuat aktivitas individual/program latihan pasien dapat memerlukan bantuan jangka panjang dengan gerakan. (1.)Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit/jaringan donor berhubungan dengan skin graf dan mobilisasi. Rasional : Penyusunan aktivitas sekitar kebutuhan yang dapat bantuan.)Konsul dengan ahli terapi fisik/okupasi dan atau rehabiltasi spesialis.)Tujuan Menyatakan pemahaman kondisi.)Kurang pengetahuan tentang kondisi.)Tinggikan area graft bila mungkin/tepat. Rasional : meminimalkan tekanan pada area ini. perubahan warna. (c. prognosis dan harapan yang akan datang. Pertahankan posisi yang diinginkan.)Kaji ulang perawatan pen/luka yang tepat. penggunaan trapeze dapat menurunkan abrasi pada siku/tumit. Rasional : Menurunkan resiko infeksi (f. dorong penggunaan trapeze bila mungkin. (b. (1. prognosis. dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah informasi. g.)Buat daftar aktivitas di mana pasien dapat melakukannya secara mandiri dan yang memerlukan bantuan. (d.. (f. kekuatan dan aktivitas yang mengandalkan BB. Rasional : Berikan informasi tentang sirkulasi kulit dan masalah yang mungkin disebabkan oleh alat dan atau pemasangan gips/beban/traksi.)Kaji ulang patologi.)Beri penguatan metode mobilitas dan ambulasi sesuai instruksi dengan terapis fisik bila diindikasikan.)Letakkan bantalan pelindung di bawah kaki dan di atas tonjolan tulang. prognosis dan pengobatan. (b. (c. demam .)Gunakan plester traksu kulit dengan memanjang pada posisi tungkai yang sakit. Rasional : Membatasi risiko pemisahan graft. Sering mengakibatkan penurunan BB. Rasional : perlambatan penyembuhan dapat terjadi terhadap ketidaktepatan penggunaan alat ambulasi.)Dorong pasien untuk melanjutkan latihan aktif untuk sendi yang sehat Rasional : Mencegah kekakuan sendi.dengan cepat.)Ubah posisi dengan sering. tonus dan kekuatan. (d.)Intervensi (a. benda asing.)Kaji kulit untuk luka. (e. Rasional : Plester traksi melingkari tungkai dapat mempengaruhi pada sirkulasi.

)Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. Rasional : Membantu mengartikan masalah sehubungan dengan pola hidup sebelumnya dan membantu pemecahan masalah. Rasional : Intervensi cepat menurunkan beratnya komplikasi seperti infeksi/gangguan sirkulasi.)Perhatikan prilaku menarik diri.)Bantu klien memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan anjurkan klien agar dapat mengerjakan sebanyak mungkin untuk dirinya (memandikan klien). i.tinggi. Rasional : Dapat mengurangi kecemasan dan ketidakmampuan pasien untuk membuat keputusan/pilihan berdasarkan realita. berhubungan dengan immobilisasi.)Tujuan Klien dapat melakukan interaksi dengan orang lain tanpa merasa rendah diri. (1.)Berikan informasi yang dapat dipercaya dan konsisten. penggunaan penyangkalan atau terus menerus melihat perubahan nyata/yang diterima. Rasional : Mengurangi frustasi yang sering menyertai kesulitan yang dihadapi bila belajar. (2. (1.)Sediakan waktu klien dalam melakukan aktivitas dengan segenap kemampuannya.)Berikan lingkungan terbuka di mana pasien akan merasa aman untuk mendiskusikan perasaan atau menahan diri untuk berbicara.)Intervensi (a. membicarakan diri tentang hal negatif. Rasional : Dukungan yang cukup dari orang terdekat dan teman dapat membantu proses rehabilitasi. Rasional : Perawatan ini membantu memelihara harga diri dan kembali untuk hidup tanpa tergantung kepada orang lain.)Kaji tingkat kemampuan klien dalam merawat dirinya.)Tujuan Kebutuhan rawat diri terpenuhi.)Berikan informasi akurat dan konsisten mengenai prognosis. (2. (c. (d. (c. bau tak enak.)Berikan pujian terhadap kemampuan yang dicapai oleh klien dalam menolong dirinya.)Tujuan Mewujudkan kemampuan untuk mengatasi masalah. (b. h. (b. juga dukungan untuk orang terdekat. Rasional : Membantu pasien untuk merasa diterima pada kondisi sekarang tanpa perasaan dihakimi dan meningkatkan perasaan harga diri dan kontrol.)Gangguan konsep diri (body image) berhubungan dengan skin loss/ skin graft (1. (b. Rasional : Dibutuhkan pada masalah ini untuk membantu adaptasi lanjut yang optimal dan rehabilitasi.)Intervensi (a.)Intervensi (a. (c.)Diskusikan persepsi pasien tentang diri dan hubungannya dengan perubahan dan bagaimana pasien melihat dirinya dalam pola/peran fungsi yang biasanya. Rasional : Untuk memotivasi agar mematuhi program rehabilitasi secara kontinyu.)Gangguan pemenuhan ADL . j.)Kaji derajat dukungan yang ada untuk pasien. (2. Rasional : Mengetahui sejauh mana kemampuan klien dalam merawat dirinya. .

Filed under: 9.Mendokumentasikan/mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan dan respon pasien.Konsep Dasar Dinding perut mengandung struktur muskulo aponeuresis yang kompleks.Pelaksanaan Pelaksanaan adalah perwujudan dari rencana keperawatan yang meliputi tindakan-tindakan yang direncakan oleh perawat. Sumber-sumber dari instansi. 2008 by harnawatiaj I. (d.Melaksanakan tindakan keperawatan dengan memperhatikan kode etik dengan standar praktek dan sumber-sumber yang ada. melekat pada iga. Dinding perut ini terdiri dari berbagai lapis. Di bagian bawah melekat pada tulang panggul. Integritas lapisan . yaitu fasia tranversalis. oblikus abdominis externus. tahap evaluasi merupakan kunci keberhasilan dalam menggunakan proses keperawatan. Otot di bagian depan tengah terdiri dari sepasang otot rectus abdominis dengan fasianya yang di garis tengah dipisahkan oleh linea alba. Dasar dari tindakan. Dalam melaksanakan proses keperawatan harus kerjasama dengan tim kesehatan-kesehatan yang lain keluarga klien dan dengan klien sendiri. Adapun evaluasi klien dengan post skin graft dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya dan asuhan keperawatan dikatakan berhasil apabila dalam evaluasi terlihat pencapaian kriteria tujuan perencanaan yang diberikan pada klien dengan post skin graft. 3. lemak sub cutan dan fasia superfisialis ( Fasia scarpa ). yaitu dari luar ke dalam lapisan kulit yang terdiri dari kutis dan sub cutis. Disebelah atas. Kemudian ketiga otot dinding perut. yang meliputi 3 hal : a.Rasional : menciptakan interaksi interpersonal yang lebih baik dan menurunkan ansietas dan rasa takut. oblikus abdominis internus. Dinding perut membentuk rongga perut yang melindung isi di dalamnya. m. Sumber-sumber dari keluarga dan klien sendiri. struktur ini melekat pada tulang belakang. Peritoneum.)Libatkan orang terdekat sesuai petunjuk pada pengambilan keputusan bersifat mayor. Rasional : Menjamin adanya sistem pendamping bagi pasien dan memberikan kesempatan orang terdekat untuk berpartisipasi dalam kehidupan pasien. c. DERMATOLOGY ZONE | 5 Komentar » OMPHALOCELE / GASTROSCHISIS Posted on Maret 9. tranfersus abdominis dan ahirnya lapis preperitoneum. lemak peritoneal dan peritoneum. m. b. m. Evaluasi. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan : Kebutuhan klien. Evaluasi adalah merupakan pengukuran dari keberhasilan rencana keperawatan dalam memenuhi kebutuhan klien.Mengidentifikasi respon klien. Kemampuan perseorangan dan keahlian/keterampilan dari perawat. Dibagian belakang.

fasia dan kulit. Pada usia 10 minggu terjadi pengembangan lumen abdomen sehingga usus dari extra peritoneum akanmasuk ke rongga perut. keadaan ini disebut omfalokel. Bila usus keluar dari titik terlemah di kanan umbilikus. kemudian lubang ditutup dengan peritoneum. Dari kranio dorsal diperoleh pendarahan dari cabang aa. Epitelisasi ini membutuhkan waktu 3 – 4 bulan. Patofisiologi Kelainan kongenital Omfalokel dan Gastrischisis Embriogenesis Pada janin usia 5 – 6 minggu isi abdomen terletak di luar embrio di rongga selom. lambung kadang hati. keadaan ini disebut gastroschisis. Pada gastroschisis operasi koreksi untuk menempatkan usus ke dalam rongga perut dan menutup lobang harus dikerjakan secepat mungkin sebab tidak ada perlindungan infeksi. Dengan demikian ada kesempatan terjadinya epitelisasi dari tepi sehingga seluruh kantong tertutup epitel dan terbentuk hernia ventralis yang besar. luasnya cacat dinding perut dan ada tidaknya hati di dalam kantong akan menentukan cara pengobatan. Dindingnya tipis terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion yang keduanya bening sehingga isi kantong tengah tampak dari luar. Tambahan lagi makin ditunda operasi makin sukar karena usus akan udem. lumbalis I. Pada gastro schisis usus berada di luar rongga perut tanpa adanya kantong.Pengobatan Paliatif Besarnya kantong. Jika dipaksakan maka karena regangan dinding perut diafragma terdorong ke atas dan terjadi gangguan pernafasan. dan buang air besar dengan meninggikan tekanan intra abdomen.muskulo aponeuresis sangat penting untuk mencegah terjadinya hernia bawaan. Persyarafan dinding perut dilayani secara segmental oleh n. Fungsi lain otot dinding perut adalah pada waktu pernafasan. Dinding kantong dibuang. dapat dilakukan operasi satu tahap. Intercostalis VI s/d XII dan a epigastrika superior. Tindakan yang dapat dilakukan ialah dengan melindungi kantong omfalokel dengan cairan anti septik misalnya betadin dan menutupnya dengan kain dakron agar tidak tercemar. Diagnosis Pada omfalokel tampak kantong yang berisi usus dengan atau tanpa hati di garis tengah pada bayi yang baru lahir. dapatan maupun iatogenik. usus akan berada di luar rongga perut tanpa dibungkus peritoneum dan amnion. Komplikasi Komplikasi dini merupakan infeksi pada kantong yang mudah terjadi pada permukaan yang . iliaka sirkum fleksa superfisialis. Bila kantong omfalokel kecil. a pudenta externa dan a epigastrika inferior. Kekayaan vaskularisasi ini memungkinkan sayatan perut horisontal maupun vertical tanpa menimbulkan gangguan pendarahan. Dari kaudal terdapat a. Bila proses ini terhambat maka akan terjadi kantong di pangkal umbilikus yang berisi usus. Obstruksi vena cava inferior juga dapat terjadi karena penekanan tersebut. Tetapi omfalokel biasanya terlalu besar dan rongga perut terlalu kecil sehingga isi kantong tidak bisa dimasukkan ke dalam rongga perut. Kemudian operasi koreksi hernia ventralis tersebut dapat dikerjakan setelah anak berusia 5 – 10 tahun. torakalis VI s/d XII dan n. II. juga pada saat berkemih. Vaskularisasi dinding perut berasal dari beberapa arah. isi kantong dimasukkan ke dalam rongga perut.

Rota virus dan Astrovirus.Infeksi enternal yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Coxechasi dan Poliomyelitis). Gangguan motalitas usus Hyperperistaltik menyebabkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan. Pengertian Diare adalah keadaan kekerapan dan keenceran buang air besar dimana frekuensinya lebih dari tiga kaliper hari dan banyaknya lebih dari 200 – 250 gram.Penyakit usus seperti Colitis ulserative. 11. Filed under: 1. II.Obstruksi usus. 4.telanjang. Shigella. 10. Atau peristaltik yang menurun menyebabkan bakteri tumbuh berlebihan menyebabkan peradangan . 3. 8. III.Infeksi parental.Obat-obatan seperti antibiotik. Bukan faktor infeksi 6.Iritasi langsung pada saluran pencernaan oleh makanan. protozoa dan jamur.Alergi makanan : susu dan protein. Salmonella.Gangguan metabolik atau malabsorbsi.Infeksi bakteri : Vibrio coma. PEDIATRIK ZONE | 1 Komentar » DIARE PADA ANAK Posted on Maret 9. 2. crohn disease dan enterocolitis. C. 5. 9. peningkatan isi rongga usus merangsang usus untuk mengeluarkannya. 12.Infeksi virus : Entero virus (Virus echo. Ecserchia coli. Compilobacter.Infeksi parasit : Cacing. Gangguan osmotik Makanan atau zat yang tidak dapat diserap menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus. Patofisiologi A. hal ini menyebabkan isi rongga usus berlebihan sehingga merangsang usus mengeluarkannya (diare). yaitu infeksi dibagian tubuh lain diluar alatpencernaan. Yersenia dan Acromonas. 7. Kelainan kongenital dinding perut ini mungkin disertai kelainan bawaan lain yang memperburuk prognosis. Keadaan ini terutama pada bayi dan anak dibawah 2 tahun. Etiologi Faktor Infeksi 1.Faktor psikologis : rasa tahut dan cemas. sepertiOtitis Media Akut. Adeno virus. 2008 by harnawatiaj I. Gangguan sekresi Toxin pada dinding usus meningkatkan sekresi air dan lektrolit kedalam usus. Tonsilopharingitis dan sebagainya.

Hipokalsemi 4. d. turgor kulit jelek. konvulsi.Vomiting. flasiddity dan merasa nyeri pada saat buang air besar.Asidosis. c.Dehidrasi sedang : dimana berat badan menurun 6 – 9 % dengan volume cairan yang hilang kurang dari 50 – 90 ml/kgBB.Dehidrasi ringan : dimana berat badan menurun 3 – 5 % dengan volume cairan yang hilang kurang dari 50 ml/kgBB.Dehidrasi berat : dimana berat badan menurun lebih dari 10 % dengan volume cairan yang hilang sama dengan atau lebih dari 100 ml/kgBB.Anorexia. b. kulit kering. Mikroorganisme patogen Zat – zat sulit diserap Infeksi Peningkatan tekanan osmotik Peningkatan sekresi aktif cairan Menarik air dan garam ke dalam usus Peningkatan motilitas usus Peristaltik meningkat Diare IV. lemah. terdapat fontanel dan mata yang cekung serta terjadi penurunan tekanan darah.Syok hipovolemik 7.Cardiac disrythmias 5. Gejala Klinik Gejal klinik yang timbul tergantung dari intensitas dan tipe diare.pada rongga usus sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat hal ini menyebabkan absorsi rongga usus menurun sehingga terjadilah diare. V.Kehilangan cairan/dehidrasi dimana jumlah urine menurun. 2. namun secara umum tanda dan gejala yang sering terjadi adalah : a.Sering buang air besar lebih dari 3 kali dan dengan jumlah 200 – 250 gr. Klasifikasi diare Tahapan dehidrasi menurut Ashwill dan Droske (1977) : 1.Respirasi cepat dan dalam. g. . f.Dehidrasi 2.Hiponatremi. e.Feces encer dan terjadi perubahan warna dalam beberapa hari. 3. iritabel. VI. Komplikasi Komplikasi yang sering terjadi pada anak yang menderita diare adalah : 1.Terjadi perubahan tingkah laku seperti rewel. 6. 3.Hipokalemi. pucat.

sedangkan antibiotika atau obat lain hanya diberikan bila ada indikasi yang jelas. 3. biskuit. Pengobatan diare lebih mengutamakan pemberian cairan. Toksin ini (tetanuspasmin) mula-mula akan menyebabkan kejang otot dan saraf perifer setempat. bermanifestasi dengan kejang otot secara proksimal dan diikuti kekakuan otot seluruh badan. C. atau kaleng.Kurang dari 1 tahun LLM dengan takaran 1/3. yang peranannya kurang berarti dalam proses penyakit.Diagnosis. Pada dehidrasi berat. pada suhu 65 C akan hancur dalam lima menit. B. luka yang kotor dan pada bayi dapat melalui tali pusat.Etologi Clostridium tetani adalah kuman berbentuk batang.5 milimikro yang berbentuk spora selama diluar tubuh manusia. berukuran 2-5 x 0. Organisme multiple membentuk dua toksin yaitu tetanuspasmin yang merupakan toksin kuat dan . 4.4-0.Patofisiologi Penyakit tetanus terjadi karena adanya luka pada tubuh seperti luka tertusuk paku. Kuman mengeluarkan toksin yang bersifat neurotoksik. Spasmolitika dan obstipansia pada diare tidak diberikan karena tidak bermanfaat bahkan dapat memberatkan penyakit.Untuk umur 1 tahun lebih . ramping. Filed under: 1. kalori dan elektrolit yang bisa berupa larutan oralit (garam diare) guna mencegah terjadinya dehidrasi berat. 2. pecahan kaca.Oralit + cairan b.Defisiensi disakarida 5.Termasuk golongan gram positif dan hidupnya anaerob.Seperti pengobatan dehidrasi ringan b. 2008 by harnawatiaj A. Disamping itu dikenal pula tetanolysin yang hemolisis. BB 7 kg lebih : teh. penderita tidak perlu dirawat dan diberikan : a.VII. 2/3 penuh ditambah oralit.Bila tidak minum ASI : 1. 2.Drugs Pada dehidrasi ringan diberikan : a.Diet.Definisi Penyakit tetanus adalah penyakit infeksi yang diakibatkan toksin kuman Clostridium tetani.ASI/susu yang sesuai c.Antibiotika (hanya kalau perlu saja) Pada dehidrasi sedang. luka baker. tersebar luas di tanah dan mengeluarkan toksin bila dalam kondisi baik. PEDIATRIK ZONE | 1 Komentar » TETANUS Posted on Maret 9. penderita harus dirawat di RS. Kekuatan tonus otot massater dan otot-otot rangka. luka tembak. Toksin ini labil pada pemanasan. bubur dan seterusnya selain oralit. Penatalaksanaan Dasar-dasar penatalaksanaan diare pada anak adalah : (5 D) 1. Formula susu dihentikan dan baru dimulai lagi secara realimentasi setalh makan nasi.Dehidrasi.

timbul mendadak dengan kaku kuduk. Kemudian tidak jelas lagi dan serangan tersebut disertai rasa nyeri. 7. gelisah.Gejala klinis Masa tunas biasanya 5 – 14 hari. Eksotoksin yang dihasilkan akan mencapai pada sistem saraf pusat dengan melewati akson neuron atau sistem vaskuler. Fraktur kolumna vertebralis dapat pula terjadi karena kontraksi otot yang sangat kuat. Namun toksin yang bebas dalam peredaran darah sangat mudah dinetralkan oleh aritititoksin. Kadang-kadang terjadi perdarahan intramusculus karena kontraksi yang kuat. Hipotesa cara absorbsi dan bekerjanya toksin adalah pertama toksin diabsorbsi pada ujung saraf motorik dan melalui aksis silindrik dibawah ke korno anterior susunan saraf pusat. menimbulkan aduksi lengan dan ekstensi ekstremitas bagian bawah.Asfiksia dan sianosis terjadi akibat serangan pada otot pernapasan dan laring. dan mempengaruhi sistem saraf pusat.Biasanya terdapat leukositosis ringan dan kadang-kadang peninggian tekanan cairan otak. 9.tetanus local : otot terasa sakit. Dalam waktu 48 jam penyakit ini menjadi nyata dengan : 1. Kuman ini menjadi terikat pada satu saraf atau jaringan saraf dan tidak dapat lagi dinetralkan oleh antitoksin spesifik. trismus. 10. Spasme mula-mula intermitten diselingi periode relaksasi. ekstremitas inferior dalam keadaan ekstensi. mudah tersinggung dan sakit kepala merupakan manifestasi awal.Spasme yang khas . 3. Masa inkubasi 2 hari sampai 2 bulan dan rata-rata 10 hari.Tetanus segal : varian tetanus local yang jarang terjadi masa inkubasi 1-2 hari terjadi sesudah . 2. 6. yaitu: 1. mudah terangsang. Anak tetap sadar. 8.Tetanus general merupakan bentuk paling sering. Kedua.Kesukaran menelan. lalu timbul rebiditas dan spasme pada bagian paroksimal luak.Panas biasanya tidak tinggi dan terdapat pada stadium akhir. Ada 3 bentuk klinik dari tetanus.Ketegangan otot dinding perut (harus dibedakan dengan abdomen akut) 4. 5. Pada mulanya spasme berlangsuang beberapa detik sampai beberapa menit dan terpisah oleh periode relaksasi.Trismus (kesukaran membuka mulut) karena spasme otot-otot mastikatoris. Retensi urine dapat terjadi karena spasme otot urethral. toksin diabsorbsi oleh susunan limfatik.Kaku kuduk sampai epistotonus (karena ketegangan otot-otot erector trunki) 3.atau neurotropik yang dapat menyebabkan ketegangan dan spasme otot.gelisah. yaitu badan kaku dengan epistotonus. tetapi kadang-kadang sampai beberapa minggu pada infeksi ringan atau kalau terjadi modifikasi penyakit oleh antiserum.Risus sardonikus karena spasme otot muka (alis tertarik ke atas). Timbul kejang tetanik bermacam grup otot. Penyakit ini biasanya terjadi mendadak dengan ketegangan otot yang makin bertambah terutama pada rahang dan leher.sudut mulut tertarik ke luar dan ke bawah. 2. D. lengan kaku dan tangan mengepal kuat. bibir tertekan kuat pada gigi. masuk kedalam sirkulasi darah arteri kemudian masuk kedalam susunan saraf pusat. Toksin bereaksi pada myoneural junction yang menghasilkan otot-otot manjadi kejang mudah sekali terangsang. nyeri anggota badan sering marupakan gejala dini. Dalam waktu singkat konstruksi otot somatik — meluas.Kejang tonik terutama bila dirangsang karena toksin terdapat di kornu anterior. Gejala itu dapat menetap dalam beberapa minggu dan menhilang tanpa sekuele.

Obat-obatan 1. I.Diagnosis Biasanya tidak sukar. IX dan XI tersering adalah saraf otak VII diikuti tetanus umum. F. Anamnesis terdapat luka dan ketegangan otot yang khas terutama pada rahang sangat membantu. E. 2.otitis media atau luka kepala dan muka.Diagnosis banding Spasme yang disebabkan oleh striknin jarang menyebabkan spasme otot rahang tetapi didiagnosis dengan pemeriksaan darah (kalsium dan fospat).Asfiksia 3. kenaikan suhu tubuh yang tinggi. preumonia lobaris atas.000-12. pengobatan yang terlambat. Mortalitas di Amerika Serikat dilaporkan 62 % (masih tinggi) J. Trismus dapat pula terjadi pada argina yang berat. pembesaran getah bening leher. ~ Pemeriksaan darah : leukosit 8.Komplikasi 1.Secara Umum ~ Merawat dan memebersihkan luka sebaik-baiknya.Pemeriksaan diagnostic ~ Pemeriksaan fisik : adanya luka dan ketegangan otot yang khas terutama pada rahang. IV. Kejang pada meningitis dapat dibedakan dengan kelainan cairan serebropinalis. b.Trismur (1 cm) dengan kejang torik umum spontan. Kuduk baku juga dapat terjadi pada meningitis (pada tetanus kesadaran tidak menurun).Fraktura kompresi. ~ Isolasi pada ruang yang tenang bebas dari rangsangan luar. ~ Diet TKTP pemberian tergantung kemampuan menelan bila trismus makanan diberi pada sonde parenteral. VII. Pada rabies terdapat anamnesis gigitan anjing dan kucing disertai gejala spasme laring dan faring yang terus menerus dengan pleiositosis tetapi tanpa trismus. period of onsed yang pendek (jarak antara trismus dan timbulnya kejang) dan adanya kompikasi terutama spame otot pernafasan dan obstruksi saluran pernafasan. usia yang sangat mudah (neunatus) dan usia lanjut.Penatalaksanaan a. bila disertai frekuensi kejang yang tinggi.Trismur (3 cm atau lebih kecil) dengan kejang torik umum bila dirangsang. H. mastoiditis.Atelektaksis karena obstruksi secret 4. 3. abses retrofaringeal. Paling menonjol adalah disfungsi saraf III.000 ca. spondilitis leher.Spame otot faring yang menyebabkan terkumpulnya air liur (saripa) di dalam rongga mulut dan hal ini memungkinkan terjadinya aspirasi sehingga dapat terjadi pneumonia aspirasi. abses gigi yang hebat.Trismus (3 cm) tanpa kejang-lorik umum meskipun dirangsang. 2. Menurut berat gejala dapat dibedakan 3 stadium : 1. ~ Oksigen pernafasan butan dan trakeotomi bila perlu.Prognosis Dipengaruhi oleh beberapa factor dan akan buruk pada masa tunas yang pendek (kurang dari 7 hari). ~ Mengatur cairan dan elektrolit.Antitoksin . miositis leher. G.

2.0 mg/kg BB/1.000 iu/kg BB/hari).Antitoksin 20.M. Pemberian baru dilaksanakan setelah dipastikan tidak ada reaksi hipersensitivitas. K. INFEKSION ZONE | Leave a Comment » SIROSIS HEPATIS Posted on Maret 9. ~ Diazepam 0.Bila mendapat luka : ~ Perawatan luka yang baik : luka tusuk harus di eksplorasi dan dicuci dengan H2O2.Morfologi C.Imunisasi aktif toksoid tetanus.4 dan 5 bulan.Etiologi & Klasifikasi Sirosis hepatis diklasifikasikan berdasarkan atas : A.Antibiotik Penizilin prokain 1. ~ Pemberian ATS 1500 iu secepatnya.Pencegahan 1.Fungsional Uraian : A. sehingga timbul kerusakan dalam susunan parenkim hati. ~ Tetanus toksoid sebagai boster bagi yang telah mendapat imunisasi dasar. 4.M/4 jam.Pengertian Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan kronik pada hati.Etiologi B.M lalu dilanjutkan 6 x 30 mg hari (max. yang diberikan sebagai dapat paad usia 3. dll. degenerasi dan regenerasi.m/5 hari. II. diikuti proliferasi jaringan ikat. juta 1. ~ Bila luka berta berikan pp selama 2-3 hari (50. untuk anak diberikan mula-mula 60-100 mg/1. 2.M/hari untuk anak-anak mula-mula 4-6 mg/kg BB.V Dapat memusnakan oleh tetani tetapi tidak mempengaruhi proses neurologiknya. ~ Klorpromasin 3 x 25 mg/1. 200 mg/hari).Anti kejang/Antikonvulsan ~ Fenobarbital (luminal) 3 x 100 mg/1.5-1. 2008 by harnawatiaj I.Klasifikasi etiologi 1)Etiologi yang diketahui penyebabnya (a)Hepatitis virus B & C (b)Alkohol (c)Metabolik (d)Kolestasis kronik/sirosis siliar sekunder intra dan ekstrahepatik .u/hari atau tetrasiflin 1 gr/hari/1.000 iu/1. Filed under: 9. Booster diberikan 1 tahun kemudian selanjutnya tiap 2-3 tahun.

sirosis hati dibagi atas : kompensasi baik (laten. C. Sirosis mikronodular besar nodulnya sampai 3 mm. bicara gagok/slurred speech.sirosis dini) dekompensasi (aktif. mual. mengandung nodul yang besarnya juga bervariasi ada nodul besar didalamnya ada daerah luas dengan parenkim yang masih baik atau terjadi regenerasi parenkim. edema pretibial. B. sedangkan sirosis makronodular ada yang berubah menjadi makronodular sehingga dijumpai campuran mikro dan makronodular. subfebris.sirosis mikronodular : ditandai dengan terbentuknya septa tebal teratur. .mikronodular 2. gangguan koagulasi darah/defisiensi protrombin. sirkulasi hiperkenetik. Ensefalopati hepatik. 2. infeksi seperti malaria. danfoetor hepatik.(e)Obstruksi aliran vena hepatik Penyakit vena oklusif Sindrom budd chiari Perikarditis konstriktiva Payah jantung kanan (f)Gangguan imunologis Hepatitis lupoid.kegagalan hati/hepatoselular : dapat timbul keluhan subjektif berupa lemah. Eritema palmaris Asites Pertumbuhan rambut berkurang Atrofi testis dan ginekomastia pada pria Sebagai tambahan dapat timbul : Ikterus/jaundice.campuran Uraian : 1. di dalam septa parenkim hati mengandung nodul halus dan kecil merata tersebut seluruh lobul. disertai kegagalan hati dan hipertensi portal) 1.makronodular 3.Klasifikasi Fungsional Secara fungsi. 3. 2)Etiologi tanpa diketahui penyebabnya. berat badan menurun. Sirosis yang tidak diketahui penyebabnya dinamakan sirosis kriptogenik/heterogenous. sirosis campuran umumnya sirosis hati adalah jenis campuran ini. hepatitis kronik aktif (g)Toksik & obat INH. sirosis makronodula ditandai dengan terbentuknya septa dengan ketebalan bervariasi. Klasifikasi Morfologi Secara makroskopik sirosis dibagi atas: 1. metildopa (h)Operasi pintas usus halus pada obesitas (i)Malnutrisi. flapping tremor akibat amonia dan produksi nitrogen (akibat hpertensi portal dan kegagalan hati) Hipoalbuminemia. muka dan lengan atas. dll Spider nevi/angiomata pada kulit tubuh bagian atas. gembung.

dan hipertensi portal. insufisiensi trikuspidal. Tekanan splanknik meningkat tetapi tekanan portal intra hepatik normal.Patognesis: Adanya faktor etilogi menyebabkan peradangan dan kerusakan inekrosis meliputi daerah yang luas (hapatoseluler) . Beberapa sel tumbuh kembali dan membentuk nodul dengan berbagai ukuran . Kolagen ada 4 tipe dengan lokasi sebagai berikut: Tipe 1: lokasi daerah sentral Tipe 2: sinusoid Tipe 3: jaringan retikulin (sinusoid portal) Tipe 4: membram basal Pada semua sirosis terdapat peningkatan pertumbuhan semua jenis kologen tersebut.septa bisa dibenyuk dari sel retikulum penyangga kolaps dan berubah menjadi parut . regresif. misalnya peningkatan resistensi atau aliran corta atau keduanya. Gambaran klinis. Pembentukan jaringan kologen diransang oleh nekrosis hepatoseluluer dan asidosis laktat merupakan faktor perangsang.septal aktif ini berasal dari portal menyebar keparenkim hati. biasa kongenital. trombosis vena porta waktu lahir.sinusoid. biokimia darah. Tahap berikutnya terjadi peradangan dan nekrosis pada sel duktules .Bisa disebabkan satu faktor saja. dan kedua akibat meningkatnya aliran portal karena transmisi dari tekanan arteri hepatikke sistem portal akibat distorsi arsitektur hati. pengobatan dan prognosis pasien sirosis hati tergantung pada 2 komplikasi. Mekanisme terjadinya sirosis hati bisa secara: -mekanik -imunologis -campuran . terjadi fibrogenesis dan septa aktif jaringan kologen berubah dari reversibel menjadi irrevensibel bila telah terbentuk septa permanen yang aseluler pada daerah portal dan parenkhim hati sel limfosit T dan makrofag menghasilkan limfokin dan monokin sebagai mediator fibrinogen.2. yakni kegagalan hati. Intrahepatik a)Presinusoidal b)Sinusoinal(sirosis hati) c)Post-sinusoidal (veno oklusif). III. jaringan parut ini dapats menghubungkan daerah portal yang satu dengan yang lain atau portal dengan sentral (bridging neerosis). Aktivitas sirosis hati dapat dinilai dari aspek klinis.terjadi kolaps lobulus hati dan ini memacu timbulnya jaringan parut disertai terbentuknya septa fibrosa difus dan modul sel hati . Lokasi peningkatan resistensi bisa : prehepatik.biasa terdapat lokasi obstruksi campuran. histologi jaringan dan dibagi atas progresif. Peningkatan tekanan prehepatik bisa juga diakibatkan meningkatnya aliran splanknik karena fistula atriovenosa atau mielofibrosis limfa. dan status quo (stasioner). dan ini menyebabkan distorsi percabangan pembuluh hepatik dan gangguan aliran daerah portal dan menimbulkan hipertensi portal. Biasa yang dominan adalah peningkatan resistensi.retikulo endotel. d)Posthepatik karena perikarditis konstriktiva.hipertensi portal : bisa terjadi pertama akibat meningkatnya reistensi portal dan splanknik karena mengurangnya sirkulasi akibat fibrosis.

pengurangan masa otot terutama pengurangannya masa daerah pektoralis mayor. sirosis datang dengan gangguan kesadran berupa ensefalopati. Fase kompensasi sempurna pada fase ini tidak mengeluh sama sekali atu bisa juga keluhan samar-samar tidak khas seperti pasien merasa tidak bugar/ fit merasa kurang kemampuan kerja selera makan berkurang. Darah : bisa dijumpai HB rendah. Gejala kegagalan hati ditimbulkan oleh keaktifan proses hepatitis kronik yang masih berjalan bersamaan dengan sirosis hati yang telah terjadi dalam proses penyakit hati yang berlanjut sulit dibedakan hepatitis kronik aktif yang berat dengan permulaan sirosis yang terjadi (sirosis dini ). hipokrom normositer. kadang mencret atau konstipasi berat badan menurun. IV. dan pemeriksaan penunjang lainnya. spider nevy. Kenaikan kadar enzim transaminase/SGOT. bisa akibat kegagalan hati pada sirosis hati fase lanjut atau akibat perdarahan varises esofagus.Pemeriksaan Laboratorium Perlu diingat bahwa tidak ada pemeriksaan uji biokimia hati yang dapat menjadi pegangan dalam menegakkan diagnosis sirosis hati. Jadi fibrosis pasca nekrotik adalah dasar timbulnya sirosis hati. edema pretibial dan asites.Dalam hal mekanisme terjadinya sirosis secara mekanik dimulai dari kejadian hepatitis viral akut. Bisa juga pasien datang dengan gangguan pembentukan darah seperti perdarahan gusi. laboratorium. Anemia bisa akibat hipersplenisme dengan leukopenia dan trombositopenia. atau melena saja akibat perdarahan farises esofagus. ikterus. anemia normokrom normositer. Sebagian pasien datang dengan gejala hematemesis. Kolesterol darah yang selalu rendah mempunyai prognosis yang kurang baik.Pemeriksaan Penunjang 1. 2. Ikterus dengan eir kemih berwarna seperti air kemih yang pekat mungkin disebabkan oleh penyakit yang berlanjut atau transformasi ke arah keganasan hati. haid berhenti. V. Pada mekanisme terjadinya sirosis secara imunologis dimulai dengan kejadian hepatitis viral akut yang menimbulkan peradangan sel hati .nekrosis /nekrosis bridging dengan melalui hepatitis kronik agresif diikuti timbulnya sirosis hati. Fase dekompensasi Pada sirosis hati dalam fase ini sudah dapat ditegakkan diagnosisnya dengan bantuan pemeriksaan klinis. hipokrom mikrositer. hematemesis dan melena. Keluhan pasien sirosis hati tergantung pada fase penyakitnya. epistaksis. Perkembangan sirosis dengan cara ini memerlukan waktu sekitars 4 tahun sels yang nengandung virus ini merupakan sumber rangsangan terjadinya proses imunologis yang berlangsung terus menerus sampai terjadi kerusakan hati. gangguan siklus haid. Kadang-kadang pasien sering mendapat flu akibat infeksi sekunder atau keadaan aktivitas sirosis itu sendiri. yang masih baik. Terutama bila timbul komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal dengan manifestasi seperti: eritema palmaris. vena kolateral pada dinding perut. SGPT tidak merupakan petunjuk tentang berat dan . nekrosis luas dan pembentukan jaringan ikat yang luas disertai pembentukan jaringan ikat yang luas disrtai pembentukan nodul regenerasi oleh sel parenkim hati. atau hipokrom makrositer. perasaan perut gembung. Perdarahan bisa masif dan menyebabkan pasien jatuh ke dalam renjatan. mual.Manifestasi klinis 1. timbul peradangan luas. Pada kasus lain. dimana tumor akan menekan saluran empedu atau terbentuknya trombus saluran empedu intra hepatik.

Dalam hal ensefalopati. b. Kenaikan kadarnya dalam serum timbul akibat kebocoran dari sel yang mengalami kerusakan. leher. Perut & ekstra abdomen : pada perut diperhatikan vena kolateral dan ascites. pinggir hati biasanya tumpul dan ada sakit pada perabaan hati. prognosis kurang baik. 2. biasa hati membesar pada awal sirosis. Pada sirosis hati. kadar Na 500-1000. Peninggian kadar gamma GT sama dengan transaminase. ini lebih sensitif tetapi kurang spesifik.luasnya kerusakan parenkim hati. bila hati mengecil artinya. ginekomastia. transaminase dan gamma GT tidak meningkat pada sirosis inaktif. mempunyai nilai diagnostik suatu kanker hati primer. Albumin : kadar albumin yang merendah merupakan cerminan kemampuan sel hati yang kurang. Pemeriksaan kadar elektrolit penting dalam penggunaan diuretik dan pembatasan garam dalam diet.Hacket : bila limpa membesar ke arah bawah saja (HI-V).mol/dl0 50 Alb. dan tubuh bagian bawah. Klasifikasi Child Pasien Sirosis Dati Dalam Terminologi Derajat kerusakan Minimal sedang Berat Bil. Limpa : pembesaran limpa diukur dengan 2 cara : a. pada perbaikan terjadi kenaikan CHE menuju nilai normal.Schuffner : hati membesar ke medial dan kebawah menuju umbilikus (SI-IV) dan dari umbilikus ke SIAS kanan (SV-VIII). Bila terjadi kerusakan sel hati. dan atrofi testis pada pria. kadar CHE akan turun. bahu. Nilai CHE yang bertahan dibawah nilai normal. Perlu diperhatikan adanya eritema palmaris. Pemeriksaan laboratorium bilirubin. dada.Pemeriksaan Jasmani Hati : perkiraan besar hati. Bisa juga dijumpai hemoroid.serum (mu.serum(gr/dl) >35 30-35 <30 Asites Nihil Mudah dikontrol Susah Pse/ensefalopati Nihil Minimal Berat/koma . Penurunan kadar albumin dan peningkatan kadar globulin merupakan tanda kurangnya daya tahan hati dalam menghadapi stress seperti : tindakan operasi. Besar hati normal selebar telapak tangannya sendiri (7-10 cm). mempunyai prognosis yang jelek. caput medussae. pinggang. Manifestasi diluar perut : perhatikan adanya spider navy pada tubuh bagian atas. konsistensi hati biasanya kenyal/firm. Pemeriksaan CHE (kolinesterase) : penting dalam menilai sel hati.

bentuk dan homogenitas hati. asites. Juga dapat dilihat besar. filling defek. Sonografi bisa mendukung diagnosis sirosis hati terutama stadium dekompensata. VI. seperti tumor atau kista hidatid.Komplikasi Bila penyakit sirosis hati berlanjut progresif. dll. pelebaran saluran empedu/HBD. Bisa dilihatbesar dan bentuk hati. Bila penyakit berlanjut maka dari kedua komplikasi tersebut dapat timbul komplikasi dan berupa : .Hipertensi portal : dapat menimbulkan splenomegali. caput medusae. ginekomastia. hemoroid. kista. prognosis dan pengobatan tergantung pada 2 kelompok besar komplikasi : 1. sel retikuloendotel dan limpa. sel tumor. selia gastrik atau splenotofografi terutama pengukuran tekanan vena porta. amilase dan lipase. Angiografi : angiografi selektif. dapat dievaluasi besar dan panjang varises serta kemungkinan terjadi perdarahan yang lebih besar. prosedur ini sangat berguna untuk melihat keadaan sirkulasi portal sebelum operasi pintas dan mendeteksi tumopr atau kista. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah pemeriksaan cairan asites dengan melakukan pungsi asites. limpa. pembesaran. Pada beberapa kasus. gambaran vena hepatika. daerah hipo atau hiperekoik atau adanya SOL (space occupyin lesion0. perdarahan dan eksudat. eritema palmaris. Pada sirosis hati dan kelainan difus parenkim terlihat pengambilan radionukleid secara bertumpuk-tumpu (patchty) dan difus. vena kolateral dinding perut. kelainan tumor hati. Yang dilihat pinggir hati. 2. Sidikan hati : radionukleid yang disuntikkan secara intravena akan diambil oleh parenkim hati. kemungkinan perdarahan yang lebih besar akan terjadi bila dijumpai tanda diffus redness. homogenitas. Esofagoskopi : dapat dilihat varises esofagus sebagai komplikasi sirosis hati/hipertensi portal. hepatoma/tumor. Ultrasonografi : pada saat pemeriksaan USG sudah mulai dilakukan sebagai alat pemeriksaa rutin pada penyakit hati. E R C P : digunakan untuk menyingkirkan adanya obstruksi ekstrahepatik. pemekaran pembuluh vena esofagus/cardia.Kegagalan hati (hepatoseluler) . dilakukan pemeriksaan mikroskopis. red whale marking.nutrisi Sempurna Baik Kurang/kurus Pemeriksaan Penunjang Lainnya : Radiologi : dengan barium swallow dapat dilihat adanya varises esofagus untuk konfirmasi hepertensi portal. maka gambaran klinis. ensefalopati. Bisa dijumpai tanda-tanda infeksi (peritonitis bakterial spontan). Diperlukan pengalaman seorang sonografis karena banyak faktor subyektif. Selain tanda tersebut. timbul spider nevi. vena porta. Tomografi komputerisasi : walaupun mahal sangat berguna untuk mendiagnosis kelainan fokal. dll. kultur cairan dan pemeriksaan kadar protein. Akelebihan endoskopi ialah dapat melihat langsung sumber perdarahan varises esofagus. ikterus. permukaan. tandatanda yang mengarah akan kemungkinan terjadinya perdarahan berupa cherry red spot. splenomegali. ikterus obstruktif batu kandung empedu dan saluran empedu. atrofi testis.

3. 0. dihentikan pemakaian preparat yang mengandung besi atau terapi kelasi (desferioxamine). Hemokromatosis. Dapat dilakukan skleroterapi sesudah dilakukan endoskopi kalau ternyata perdarahan berasal dari pecahnya varises. lemak secukupnya. Pada saat ini sudah mulai dikembangkan transplantasi hati dengan menggunakan bahan cadaveric liver. dicoba melakukan parasentesis abdominal . c)U ntuk ensefalopati dilakukan koreksi faktor pencetus seperti pemberian KCL pada hipokalemia. Pertama melakukan pemasangan NG tube. seperti : Alkohol & obat-obat lain dianjurkan menghentikan penggunaannya.Pasien sirosis hatidengan sebab yang diketahui. Pada hepatitis kronik autoimun diberikan kortikosteroid Pada keadaan lain dilakukan terapi terhadap komplikasi yang timbul a)Untuk asites. aminoglikosida.9 g% dilakukan pemberian IVFD dengan pemberian dekstrosa/salin dan transfusi darah secukupnya. Psien dirawat di RS sebagai kasus perdarahan saluran cerna. e)Sindrom haptorenal/nefropati hepatik. Pada penyakit wilson (penyakit metabolik yang diturunkan). diberikan diet rendah garam 0. 1. dilakukan klisma.Transformasi ke arah kanker hati primer (hepatoma) VII. Pengobatan Terapi & prognosis sirosis hati tergantung pada derajat komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal. Diberikan vasopresin 2 amp. disamping melakukan aspirasi cairan lambung.Asites 4.5 g/hr dan total cairan 1. amokisilin. b)Perdarahan varises esofagus. Bila tidak tersedia fasilitas diatas.v. protein dikurangi. istirahat yang cukup. atasi infeksi dengan pemberian antiobiotik. d)Terapi yang diberikan berupa antibiotik seperti sefotaksim 2 g/8 jam i. Dilakukan venaseksi 2x seminggu sebanyak 500 cc selama setahun.Sindrom hepatorenal 7.Ensefalopati 5. Bila perdarahan banyak. Bila tersedia fasilitas dapat dilakukan foto koagulasi dengan laser dan heat probe. pemberian neomisin per oral. Dengan kontrol pasien yang teratur pada fase dini akan dapat dipertahankan keadaan kompensasi dalam jangka panjang dan kita dapat memperpanjang timbulnya komplikasi.bila perlu dikombinasi dengan furosemid. aspirasi cairan lambung bagi pasien yang mengalami perdarahan pada varises. Bila timbul ensefalopati. dan menambah ekskresi melalui urin. susunan diet TKTP. diberikan D-penicilamine 20 mg/kgBB/hari yang akan mengikat kelebihan cuprum. 2.Pasien dalam keadaan kompensasi hati yang baik cukup dilakukan kontrol yang teratur. terapinya adalah imbangan air dan garam diatur dengan ketat.5 l/hr.Peritonitis bakterial spontan 6. untuk mencegah rebleeding dapatdiberikan propanolol. Dilakukan pemasangan SB tube untuk menghentikan perdarahan varises. tekanan sistolik 100 x/mnt atau Hb . Alkohol akan mengurangi pemasukan protein ke dalam tubuh. Spirolakton dimulai dengan dosis awal 4×25 mg/hr dinaikkan sampai total dosis 800 mg sehari. Operasi pintas dilakukan pada Child AB atau dilakukan transeksi esofagus (operasi Tanners0.1 g dalam 500 cc cairan d 5 % atau salin pemberian selama 4 jam dapat dulang 3 kali.

0 – 6. Trigliserid mmol/L 0. usia < 50). Asam Urat mmol/L 54 – 42 CATATAN PENTING: Setiap laboratorium menentukan nilai ‗normal‘.0 – 87.0 – 36. Kadang kala dilaporkan persentase neutrofil saja. Hemoglobin (Hb) g/dL 12. 4. Batang dan segmen adalah jenis neutrofil.15 Lain Glukosa mmol/L 3. Lihat http:// www.0 – 18. Protein total g/L 66.0 – 70. Urea mg/dL 8 – 25. Alkalin fosfatase U/L 64 – 306 (P). Jl.0 – 3. Bilirubin total mg/dL 0.0 – 1.0 – 45.1. 50.0 – 4.0 (L) Hitung Jenis Basofil % 0. HDL mmol/L < 4. Hematokrit % 39. Amilase U/L < 125. Radio IV/10. < 20 (L. Filed under: 9.0 persen Fungsi Hati (LFT) Ukuran Satuan Nilai Rujukan. Limfosit % 20.9.0 – 31. Eritrosit (sel darah merah) juta/μl 4. Eosinofil % 1.0.0. Nilai ini tergantung pada alat yang dipakai dan .0 Trombosit 103/μl 150 – 400 Catatan: 1.0 (P). MCV/VER fl 82. Albumin g/L 38 – 57 Fungsi Ginjal Kreatinin U/L 40 – 150 (P). 13.5 Profil Lipid Kolesterol total mmol/L 3.0 – 40.5 – 5.0 – 0.0 (P).0 – 1.2.0 – 75. SGOT (AST) U/L < 35.0.4. Natrium mmol/L 135 – 150. Batang1 % 2.0.0 – 6. 80 – 316 (L).6 – 5.0. yang ditunjukkan pada kolum ‗Nilai Rujukan‘ atau ‗Nilai Normal‘ pada laporan laboratorium. Laju endap darah (LED) mm < 25 (P.9 (P). Tel: (021) 7279 7007 Fax: (021) 726-9521. usia < 50). Klorid mmol/L 95 – 108.5 (L).0.0 –.0 – 48. 40.0. 2008 by harnawatiaj HASIL TES LAB NORMAL Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia. < 30 (P.0 MCH/HER pg 27. dengan nilai rujukan.0 – 10.dengan ekstra hati-hati untuk memperbaiki aliran vena kava. Monosit % 2.0.6 – 5.0 (L). Jakarta 12130.0 – 8. usia 50) .0. sehingga timbul perbaikan pada curah jantung dan fungsi ginjal. 92. SGPT (ALT) U/L < 36. Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan New Mexico AIDS InfoNet.aidsinfonet. Segmen1 % 50.0 – 16. MCHC/KHER g/dL 32. 60 – 400 (L). usia 50) Leukosit (sel darah putih) 103/μl 5.< 15 (L. INTERNIS ZONE | 4 Komentar » HASIL TES LAB NORMAL Posted on Maret 9.11 – 2. Kalium mmol/L 3.0.Bilirubin langsung mg/dL 0.org Darah Ukuran Satuan Nilai Rujukan.

Keadaan yang langsung : Menghirup racun iritan Infeksi diffusi alveolar Darah yang beracun. Non pulmonary : Shock (traumatic. perbedaannya terletak pada penurunan surfaktan akibat dari kerusakan paru. Jakarta. Hampir tenggelam dan trauma dada. 2008 by harnawatiaj ARDS Sering merupakan kelanjutan dari shock paru-paru. tenggelam. Filed under: A. kongesti atelektasis. amniotic fluid embolic. DIAGNOSTIK ZONE | 2 Komentar » ADULT RESPIRATORY DISTRESS SYNDROM Posted on Maret 9. Aspirasi virus pneumonia. Kliennya umumnya masih muda yang sebelumnya dia sehat. bukan dengan nilai rujukan pada lembaran ini. ethylene glycol) Inhalasi racun (rokok. Jadi angka pada laporan kita harus dibandingkan dengan nilai rujukan pada laporan. post infusion paru. hydrocarbon. Menyerupai perubahan pada IRDS.cara pemakaiannya. Jenis ketidakstabilan akut. Kondisi akut paru-paru yang mengakibatkan macam-macam perubahan patofisiologi dalam paru. nilai laboratorium lain dapat berbeda. dan ventilasi paru. baik langsung atau tidak langsung berperan dalam menimbulkan syndrom. pneumonia septic) . bacterial. Tidak ada standar nilai rujukan. hemorrhagic. angka ini diambil terutama dari laboratorium RSCM. post traumatic paruparu. kimia corrosive. Keadaan yang tidak langsung : Trauma dan shock karena pembedahan Sepsis dengan pelepasan endotoksin Pembekuan darah intravaskuler Transfusi darah massive Reaksi transudasi Penyakit Yang Dapat Menyebabkan ARDS : Pulmonary : Virus pneumonia Fungi pneumonia Pneumocystis carinii Military tuberculosis Legionaire‘s pneumonia Radiation pneumonitis Contusio paru Cairan aspirasi (gastric. O2 konsentrasi meningkat.

Radiografi Difusi pulmonal menyebar Infiltrasi interstitial (awal) Infiltrasi alveoli (lanjut/akhir) Fisiologi Hipoksemia refractory. methadone barbiturat). Akibatnya terjadi tanda-tanda atelektasis.Emboli lemak Trauma kepala Trauma non thoraks Pancreatitis Uremia Drug overdose (heroin. Kriteria untuk diagnosa ARDS : Klinik Keadaan katastropik : paru atau bukan paru Eksklusi : Penyakit paru kronis. Cairan juga masuk dalam alveoli dan mengakibatkan oedema paru. Tanda-tanda utama manifestasi klinik: Dyspnea Tachicardia . keadaan abnormal ventrikel kiri. Plasma dan sel darah merah keluar dari kapiler-kapiler yang rusak. Massive blood transfusion Reaksi transfusi Pembekuan darah intravaskuler By pass cardiopulmonary Penambahan tekanan intrakranial Cairan overload Eclampsia Gejala defisiensi autoimmune Patofisiologi. susah bernafas. seolah-olah dipengaruhi oleh aktifitas surfaktan. Adanya peningkatan permeabilitas kapiler dan akibat masuknya cairan ke dalam ruang interstitial. oleh karena itu mungkin perdarahan merupakan manifestasi patologi yang umum. Pa O2 60 % Kompliance paru rendah 1000 gr) Congestive atelektasis Membran hyaline Fibrosis PENGKAJIAN Gejala terjadi tiba-tiba dalam 2 – 3 hari sesudah trauma atau kesakitan. Distress pernafasan : Tachypnea > 20 x/menit. Banyak teori yang menerangkan patogenesis dari syndrom yang berhubungan dengan kerusakan awal paru-paru yang terjadi dimembran kapiler alveolar. pada orang muda yang biasa mempunyai riwayat sakit paru-paru.

lebih dari pada intake berhubungan dengan perubahan metabolisme dan ketidakmampuan intake makanan melalui oral. 13. Dysritmia Tanda-tanda adanya asidosis metabolic dan respiratorik  menegakkan diagnosis: adanya kesulitan memperoleh pemenuhan ventilasiStatus klinik klien yang adekuat (sehingga penurunan pemenuhan ventilasi yang meningkatkan menurunkan kapasitas vital paru-paru infiltrasikekakuan paru-paru) alveolar. 4. 10.Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kelumpuhan dan bedrest.Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penambahan (peningkatan) permiabilitas membran pulmonal dan kelebihan sekresi ADH.Tidak efektifnya jalan napas berhubungan dengan immobilisasi dan jalan napas buatan. 14.Gangguan pola tidur berhubungan dengan lingkungan yang kritis dan kebutuhan akan bantuan perawat. kurang dari atau sama dengan 40 % Fi O2.Tidak efektifnya koping keluarga berhubungan dengan mengatasi stress dan kecemasan dalam kondisi kritis. 11. Pencegahan dengan meminimalkan komplikasi dan stressor untuk klien dan keluarganya merupakan hal yang penting.Kelemahan berhubungan dengan ketergantungan dalam pemakaian alat.Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan jalan napas buatan dan kelumpuhan. 5. Tekanan maximum jalan napas 50 – 70 mmHg. shunt friction kurang atau sama dengan 20 % Jalan napas tetap.Tidak efektifnya pola napas berhubungan dengan kurangnya complain paru dan kecemasan.Perubahan membran mukosa mulut berhubungan dengan jalan napas buatan.Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan penambahan shunt dan ventilasi – perfusi terganggu.Potensial injury berhubungan dengan barotrauma atau tidak aktifnya aliran ventilator. PaO2 lebih dari atau sama dengan 60 mmHg. 12.Kurangnya cardiac output berhubungan dengan tingginya PEEP (Positive mengetahui atau berguna untuk memenuhiEnd Expiratory Pressure) kebutuhan ventilasi paru. 9. . O2 C Hypoksimia.Cyanosis dengan atau tanpa retraksi intercostals refractory hypoxemia.Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perfusi dan immobilisasi. 8. 7. Diagnosa Keperawatan 1. 6. Hemodinamic parameter (CO. Kriteria tujuan untuk klien: Stabil dan sinkronnya antara pernapasan dengan ventilator dengan slow rate yang cukup dalam level yang normal ventilasi Pa CO2 35 – 45 mmHg. Hypotensia/bradicardia atau hipertension/tachicardia. Perencanaan Dan Pelaksanaan Perawatan klien dengan ARDS perencanaannya yaitu perbaikan pola napas dan kestabilan hemodinamic. HR) stabil. BP. 3. 2.Perubahan nutrisi.

atau swan-Ganz cateter). Komunikasi nonverbal dapat diartikan. Kelemahan dan penyakit respirasi merupakan indikasi untuk menggunakan ventilasi mekanic. Mempertahankan tekanan jalan napas di atas tekanan atmosfer melalui siklus respirasi. 1982) tingkat rasa nyaman.Tekanan kapiler paru normal. PEEP (Positive End Expiratory Pressure) Digunakan untuk memberi tekanan inflasi yang tinggi. Keefektifan dari PEEP dimonitor dengan seringnya analisa gas darah.Nutrisi: resiko terjadi malnutrisi.Mempertahankan oksigenasi secara adekuat. Oksigenasi jaringan secara adekuat dilakukan dengan pemberian O2 konsentrasi tinggi. Keseimbangan intake dan output. Pelaksanaan 1.Kegagalan mempertahankan O2 Meningkatkan keperluan O2 dengan mempertahankan suhu klien pada tingkat normal. cardiac output (CVP. Kemungkinan kecenderungan terjadi retensi cairan dan edema paru selama ventilasi (intake dan output). Integritas kulit baik. TKTP diberikan. Berat badan stabil. Mempertinggi distribusi O2 ke seluruh paru-paru dengan mempertahankan expansi alveoli. Jika keadaan ini tidak terpenuhi paru-paru akan kolaps. alat monitor khususKetepatan pemeriksaan gas darah. Perawat harus memonitor perfusi pada organ vital : CNS : Tingkat kesadaran Pergerakan Sensasi Ginjal : Urine output Blood urine nitrogen (BUN) Serum kreatinin Myocardium : Heart rate Rhytm 2. Membran mukosa mulut baik. terpenuhinyaBerguna untuk memenuhi kebutuhan ventilasi paru kebutuhan ventilasi paru ditandai dengan adanya elastisitas paru dan dada. . Vena bercampur (mengalir dari kiri ke kanan) dan hypoxemia dikurangi. untuk mempertahankan tekanan O2 arteri sekitar 20 mmHg (William. mengurangi rasa nyeri dan menjaga ketenangan klien. utuh. Karena peningkatanKlien dengan ARDS metabolisme dan gangguan oral intake. PEEP kemungkinan besar menurunkan cardiac output karena lemahnya aliran denyut nadi dan tekanan darah harusdarah vena yang kembali ke jantung sering dimonitor.

virus. Sekresi sebaiknya dihisap dengan suction sesuai kebutuhan Posisi pasien sering diubah-ubah dan pentingnya dilakukan gerakan/latihan pasif. Diare adalah defekasi yang tidak normal baik frekuensi maupun konsistensinya. Pemberian albumin dan dextran dengan molekul tinggi Mungkin juga mengurangi permeabilitas kapiler Untuk menjaga paru tetap kering Antibiotik Mencegah infeksi bakteri.Individu dan family coping. tepat di bawah diafragma kiri. Selang yang dapat mengempis ini. Bagian sisa dari saluran gastrointestinal terletak di dalam rongga peritoneal. RESPIRATORY ZONE | 1 Komentar » GASTROENTERITIS Posted on Maret 9. dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat) dapat pula disertai frekuensi yang meningkat (Arif Mansjoer. 2008 by harnawatiaj A. kortikosteroid.Pencegahan cedera paru berlanjut. fundus. Lambung ditempatkan dibagian atas abdomen sebelah kiri dari garis tengah tubuh. Kortikosteroid Mungkin juga meningkatkan kontraktilitas jantung dan perfusi sirkulasi periferal serta organorgan vital. frekuensi diare lebih dari 4 kali sehari. korpus dan . Istilah gastroenteritis digunakan secara luas untuk menguraikan pasien yang mengalami perkembangan diare dan/ atau munmtah akut. B. yang panjangnya kirakira 25 cm (10 inchi) menjadi distensi bila makanan melewatinya. menurun-kanUntuk mengurangi peradangan dari membran alveoli permeabilitas kapiler paru-paru. kardia.Anatomi fisiologi Saluran gastrointestinal yang berjalan dari mulut melalui esofagus. Lingkungan sekitar klien harus tenang dan rileks. 1999 : 501). anterior terhadap tulang punggung dan posterior terhadap trakea dan jantung. 1996 ). Pemberian O2.Pengertian Gastroenteritis atau diare akut adalah kekerapan dan keenceran BAB dimana frekuensinya lebih dari 3 kali perhari dan banyaknya lebih dari 200 – 250 gram (Syaiful Noer. Istilah ini menjadi acuan bahwa terjadi proses inflamasi dalam lambung dan usus Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100 – 200 ml per jam tinja). Esofagus terletak di mediastinum rongga torakal. Gastroenteritis (diare akut) adalah inflamasi lambung dan usus yang disebabkan oleh berbagai bakteri . Lambung dapat dibagi ke dalam empat bagian anatomis. Filed under: 5. lambung dan usus sampai anus. dan pathogen parasitic. Lambung adalah suatu kantung yang dapat berdistensi dengan kapasitas kira-kira ± 1500 ml. 4.3.

capillaria philippinensis. E. dan sebagainya. jalan keluar anal diatur oleh jaringan otot lurik yang membentuk baik sfingter internal dan eksternal.Etiologi Faktor infeksi a. Sedangkan penyebab gastroenteritis (diare akut) oleh parasit adalah balantidium coli. plesiomonas. staphylococcus aureus. vibrio cholerae. Kolon sigmoid dan rektum kolon sigmoid berfungsi menampung massa faeces yang sudah dehidrasi sampai defekasi berlangsung. Penyebab utama oleh virus yang terutama ialah rotavirus (40-60%) sedangkan virus lainnya ialah virus Norwalk. Usus besar terdiri dari segmen asenden pada sisi kanan abdomen. dan mencegah refluks bakteri ke dalam usus halus. menyebutkan bahwa angka kesakitan diare diindonesia saat ini adalah 230-330 per 1000 pendududk intuk semua golongan umur dan 1. fasiolapsis buski. clostridium defficile. Bagian ujung dari usus besar terdiri dua bagian.EIEC). Yang termauk dalam golongan bakteri non invasive adalah : vibrio cholera. D. E. Kolon mengabsorbsi sekitar 600 ml air perhari sedangkan usus halus mengabsorbsi sekitar 8000 ml kapasitas absorbsi usus besar adalah 2000 ml perhari. astrovirus. Untuk sekresi dan absorbsi.ETEC.Infeksi internal. minirotavirus dan virus bulat kecil. Sedangkan golongan bakteri invasiv adalah salmonella spp. ialah bvakteri non invasive dan bakteri invasive. segmen transversum yang memanjang dari abdomen atas kanan ke kiri dan segmen desenden pada sisi kiri abdomen. dan trichuris trichuria. Rektum berlanjut pada anus. bagian bawah disebut ileum. c.6 – 2. usus halus dibagi dalam 3 bagian yaitu bagian atas disebut duodenum. shigella spp. dan yersinia enterocolitica. Penyebab itu dapat digolongkan lagi kedalam penyakit yang ditimbulkan adanya virus.Infeksi parenteral. Pada tempat ini terdapat apendiks veriformis. isospora billi. Bakteri-bakteri yang dapat menyebabkan penyakit itu adalah aeromonashidrophilia. Bila jumlah ini dilampaui. Pada sat ini telah dapat diidentifikasi tidak kurang dari 25 jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada anak dan bayi.2 episode diare . E. Yang berfungsi untuk mengontrol isi usus ke dalam usus besar. coli pathogen (EPEC. campylobacter jejuni. yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan seperti : otitis media akut tonsilopharingitis. sarcocystis suihominis. bakteri. coli hemorrhagic (EHEC) dan camphylobcter. strongiloides stercoralis.Insiden Data departemen kesehatan RI. E.Bakteri penyebab gastroenteritis (diare akut) dibagi dalam dua golongan besar. coronavirus. bacillus cereus. cryptosporidium. dan parasit usus. Ini disebut sekum pada pertemuan ini yaitu katup ileosekal. coli. yang jumlah panjangnya kira-kira dua pertiga dari panjang total saluran. Pertemuan antara usus halus dan usus besar terletak dibagian bawah kanan duodenum. coli infasif (EIEC). entamoeba histolitica. giarsia lamblia. Diare karena bakteri invasive dan non ihnvasiv terjadi melalui suatu mekanisme yang berhubungan dengan pengaturan transport ion di dalam sel-sel usus berikut ini : cAMP (cyclic adenosine monophospate). bagian tengah disebut yeyunum. Yang mana fungsinya mengabsorbsi air dan elektrolit yang sudah hampir lengkap pada kolon. shigelloides. C. yaitu saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare. b.pilorus. clostridium perfringens. salmonella spp. calcivirus. Usus halus adalah segmen paling panjang dari saluran gastrointestinal. misalnya adalah karena adanya kiriman yang berlebihan dari ileum maka akan terjadi diare. Ca-dependent dan pengaturan ulang sitoskeleton. cGMP (cyclic guaniosin monophospate).

Di dalam duodenum bakteri akan berkembang biak sehingga jumlahnya mencapai 100 juta koloni atau lebih per ml cairan usus. Enteriditis. tanpa menimbulkan kerusakan sel epitel tersebut. dan bersifat sekretorik eksudatif. S. Coli (EIEC). dan dehidrasi berat 23 %. Bakteri yang termasuk dalam golongan ini adalah Enteroinvasif E. kemampuan memproduksi toksin yang mempengaruhi sekresi cairan di usus serta daya lekat kuman. motilitas lambung. yaitu faktor daya tahan tubuh atau lingkungan lumen saluran cerna. rotavirus). Faktor penentu terjadinya diare akut adalah faktor penyebab (agent) dan faktor penjamu (host). seperti keasaman lambung. Sebagai akibat adanya rangsangan sekresi cairan dan hambatan absorbsi cairan tersebut. namun bila jumlah bakteri terlalu banyak maka akan ada yang lolos kedalam usus 12 jari (duodenum). Cairan ini akan menyebabkan dinding usus menggelembung dan tegang dan sebagai reaksi dinding usus akan megadakan kontraksi sehingga terjadi hipermotilitas atau hiperperistaltik untuk mengalirkan cairan ke baeah atau ke usus besar. Bila jumlah cairan meningkat sampai dengan 4500 ml (4. Shigela. maka akan terjadi diare. tangan yang terkontaminasi (clostridium difficille). volume cairan didalam lumen usus akan bertambah banyak.Patogenesis Diare akut akibat infeksi( gastro enteritis) terutama dilakukan secara fekal oral. Faktor penyebab yang mempengaruhi patogenesis antara lain daya penetrasi. Bakteri kemudian tertelan dan masuk kedalam lambung. S. atau melalui aktivitas seksual. tetapi tentu saja ada batasannya. Denan memproduksi enzim muicinase bakteri berhasil mencairkan lapisan lendir yang menutupi permukaan sel epitel usus sehingga bakteri dapat masuk ke dalam membrane (dinding sel epitel). Kuman tersebut membentuk koloni-koloni yang dapat menginduksi diare patogenesis diare disebabkan infeksi bakteri terbagi dua yaitu : 1. Typhimurium. cAMP berkhasiat merangsang sekresi cairan usus di bagian kripta vili dan menghambat absorbsi cairan di bagian kripta vili. Di laboratorium kesehatan anak RSUD Dr.Bakteri enteroinvasif Diare menyebabkan kerusakan dinding usus berupa nekrosis dan ulserasi. soetomo pada tahun 1996 didapatkan 871 penderita diare yang dirawat dengan dehidrasi ringan 5%. sub unit B melekat di dalam membrane dari sub unit A dan akan bersentuhan dengan membrane sel serta mengeluarkan cAMP (cyclic Adenosin Monophospate). Faktor penjamu adalah kemampuan pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme. Choleraesuis. Di dalam membrane bakteri mengeluarkan toksin yang disebut sub unit A dan sub unit B. makanan yang tidak matang. imunitas juga mencakup lingkungan mikroflora usus. didalam lambung bakteri akan dibunuh oleh asam lambung. . Dalam keadaan normal usus besar akan meningkatkan kemampuannya untuk menyerap cairan yang bertambah banyak. bahkan yang disajikan tanpa dimasak penularannya transmisi orang ke orang melalui aerosolisasi (Norwalk.1%.Bakteri noninvasif (enterotoksigenik) Bakteri masuk kedalam makanan atau minuman yang tercemar oleh bakteri tersebut. Yersinia dan Perfringens tipe C.setiap tahunnya untukgolongan umur balita.tahun 2000 terdapat 1160 penderita diare yang dirawat dengan 227 (19. yang merusak sel mukosa.5 liter). Hal ini disebabkan masukan minuman atau makanan yang terkontaminasi tinja ditambah dengan ekskresi yang buruk. masih belum terjadi diare. S. E. tetapi bila jumlah tersebut melampaui kapasitasnya menyerap. Cairan diare dapat bercampur lendir dan darah. S. Angka kematian diare golongan umur balita adalah sekitar 4 per 1000 balita. dehidrasi sedang 7. Paratyphi B. 2.56 %) penderita yangmeninggal karena dehidrasi.

mungkin karena superinfeksi dengan jasad renik lain. elisa Parasit : Pemeriksaan mikroskopika PH dan uji reduksi Lemak (pewarna sudam III) Elektrolit dan osmolalitas Darah tepi lengkap Asam folat serum dan eritrosit Mikroskopik : glordia dorstring dan loides. coli. Bila terjadi renjatan hipovolemik berat maka denyut nadi cepat (lebih dari 120 kali/menit) tekanan darah menurun tak terukur. sehingga bila kekurangan cairan tak segera diatasi dapat timbul penulit berupa nekrosis tubular akut. Mekanisme yang dilakukan virus masih belum jelas kemungkinan dengan merusak sel epitel mukosa walaupun hanya superfisial. dan elektrolit. elektrolit dan zat makanan (lamdia) patofisologi kandida menyebabkan gastroenteritis belum jelas. salmonella. Selain itu terjadi pula kerusakan enzim-enzim disakarida yang menyebabkan intoleransi yang akhirnya memperlama diare. Histolytica) kerusakan vili yang penting menyerap air. F. Perfusi ginjal dapat menurun sehingga timbul anuria. ujung ekstremitas dingin dan kadang sianosis. sehingga mengganggu absorpsi air. G. tulang pipi menonjol. serta suara menjadi serak. turgor kulit menurun. kekurangan kalium dapat menimbulkan aritmia jantung. pada saat diare didapatkan lendir kental dan kadang-kadang darah. Biakan : kuman aerob dan anaerob. pasien gelisah. muntah. nyeri perut sampai kejang perut.Penyebab diare lainnya. gangguan biokimiawi seperti asidosis metabolik akan menyebabkan frekuensi pernafasan lebih cepat dan dalam (pernafasan kusmaul). E. demam dan diare terjadi renjatan hipovolemik harus dihindari kekurangan cairan menyebabkan pasien akan merasa haus. kolerifrom. cholarae Virus : Mikroskop elektron. Kedua disentriform. lidah kering.Tes Diagnostik BAHAN PEMERIKSAAN Tinja Tinja Darah Cairan duadenum Biakan : Siggela. dengan diare yang terutama terdiri atas cairan saja. Secara klinis dianggap diare karena infeksi akut dibagi menjadi dua golongan pertama. . muka pucat.Gejala Klinik Pasien dengan diare akibat infeksi sering mengalami nausea. Sebaliknya sel-sel kripti akan berpoliferasi dan menyebabkan bertambahnya sekresi cairan ke dalam lumen usus. V. seperti parasit menyebabkan kerusakan berupa usus besar (E.

16 jam berikutnya : 125 ml/kg BB oralit peroral atau intragastrik.Pemberian cairan : jenis cairan.Untuk anak lebih dari 25 tahun dengan BB 10 – 15 kg : 1 jam pertama : 30 ml /kg BB/jam = 8 tetes/kgBB/menit.. atau air tajin yang diberi garam dan gula untuk pengobatan sementara sebelum di bawah berobat ke rumah sakit pelayanan kesehatan untuk mencegah dehidrasi lebih jauh.kg BB/menit atau 3 tetes/kgBB/menit.Obat-obatan. Dehidrasi berat (a). 2). 4). Cairan peroral : Pada pasien dengan dehidrasi ringan dan sedang atau tanpa dehidrasi dan bila anak mau minum serta kesadaran baik diberikan peroral berupa cairan yang berisi NaCl dan NaHCO3. Bila anak tidak mau minum dapat diteruskan dengan DG aa intravena 2 tetes/kgBB/m. 125 ml/kg BB/hari. Selanjutnya : 125 ml/kg BB /hari. 7 jam berikutnya : 10 ml /kg BB /jam = 3 tetes/kgBB/ menit. atau 10 tetes/kgBB/menit. teruskan dengan intravena 2 tetes/. 2. Dehidrasi ringan 1 jam pertama : 25 – 50 ml/kg BB per oral (intragastrik). atau 3 tetes/ kgBB/m.Pemberian cairan pada pasien diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum.Untuk anak umur 1 bulan – 2 tahun. 3). yaitu 1 jam pertama : 40 ml/kg BB / jam = 10 tetes / kg BB /menit (set infus berukuran 1 ml = 15 tetes) atau 13 tetes / kg BB /menit (set infus 1 ml : 20 tetes). b. 8 tetes/kgBB/ menit. berat badan 3 – 10 kg. 16 jam berikutnya : 125 ml /kg BB oralit peroral atau intragastrik.Dietetik. Selanjutnya .Untuk bayi baru lahir (neonatus) dengan BB 2 – 3 kg. Kebutuhan cairan : 125 ml + 100 ml + 25 ml = 250 ml /kg bb /24 jam. 3. Dehidrasi sedang 1 jam pertama : 50 – 100 ml/kg BB peroral /intragastrik (sonde). atau 4 tetes/kgBB/menit. Cairan parenteral : 1). Cairan sederhana yang dapat dibuat sendiri (formula tidak lengkap)hanya mengandung garam dan gula (NaCl dan sukrosa). Belum ada dehidrasi Peroral sebanyak anak mau minum atau 1 gelas tiap defekasi. Jenis cairan a. (c). cara memberikan dan jumlah cairan. 7 jam berikutnya : 12 ml /kg BB/jam = 33 tetes / kg BB/ m atau 4 tetes / kg BB/menit. Formula lengkap sering disebut juga oralit.Pengobatan dietetik Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak di atas 1 tahun dengan BB kurang dari 7 kg jenis makanan : .H. 20 jam berikutnya 150 ml /kg BB /20 jam = 2 tetes/kgBB/ menit. (b). Jenis cairan 4 : 1 (4 bagian glukosa 5 % + 1 bagian NaHCO3 1 %) dengan kecepatan 4 jam pertama = 25 ml / kg BB /jam atau 6 tetes/kgBB/menit. 2. Ketiga dasar pengobatan tersebut dijelaskan sebagai berikut : 1.Penatalaksanaan Dasar pengobatan diare adalah : 1. KCI dan glukosa. atau 2 ½ tetes/kgBB/menit. Bila anak tidak mau minum.

c. secara berangsur-angsur susu diberikan kembali seperti yang diuraikan untuk dehidrasi ringan . Obat spasmolitik.a.Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan.Penggantian deficit cairan danelektrolit serta koreksi gangguan asam basa. c. Antibiotik (Ngastiyah.Obat-obatan a. a. b.4 % natrium bikarbonat dengan penilaian kembali status asam basa d.Hari pertama : setelah dehidrasi segera diberikan makanan peroral.Dengan ditingkatkannya pemberian susu. jika diberikan jumlah kecil (15 ml susu krim separuh) setiap 4 jam dengan salin antara waktu makan d. 3. Bila diberi ASI/susu formula tapi masih diare diberikan oralit selang-seling.Setelah 24 jam pemberian susu dimulai kembali. jumlah campuran glucose elektrolit diturunkan secara berimbang e.angan berat badanterakhir.Pengobatan tergantung pada derajat dehidrasi. Pergantian dapat dilakukan baik peroral atau intravena dan akan tergantung pada kehilangan air dan elektrolit melalui diare. Kembali susu atau makanan biasa. Bayi dalamkedaan sakit parah dengan kegagalan sirkulasi : a.Obat anti sekresi : dosis 25 mg /tahun dengan dosis minimum 30 mg.Dimulainya pemberian susu secara berangsur-angsur seperti yangdiuraikanuntuk dehidrasi ringan g. Pada kasus ini. dilanjutkan selama 24 jam c. Hari kedua – keempat : ASI /susu formula rendah laktosa penuh. gambaran klinik ditegakkan secara baik danbayi mulai dirawat : a. Ini didasarkan pada penilaian klinis.Infuse intravena dengan larutan yang sesuai dan masukan cairan dengan peningkatan yang seksama b.Dihentikannya pemberian susu yang diganti dengan campuran glucose elektrolit (dioralite). c. b.Dihentikannya pemberian susu b.5 – 1 mg /kg bb /hari. ada kemungkinan lebih disukai untuk merawat anak di rumah. Makanan setengah padat (bubur) atau makanan padat (nasi tim). 1997).Sucrose hanya ditambahkan jika feces mulai berbentuk Dehidrasi ringan.Prinsip Pengobatan Dan Managemen Perawatan 1.Penimbangan berat badan harian dan pengumpilan urin harian Dehidrasi parah. atau pada rekaman kehi.Dimulainya pemberian cairan peroral secara perlahan – lahan untuk kmenentukan kemampuan menerima cairan f.Pemeriksaan biokimia dan obsevasi klinis untuk menentukan status elektrolit e. Klorpromazin dosis 0.Infuse plasma untukmenggantikan penurunan volume plasma c. Hari kelima : bila tidak ada kelainan pasien dipulangkan. asal diberikan perawatan medis tang efesien. I.Jika suatu elektrolit dan cairan telah dikoreksi.Cairan harus diberikan setiap 2 jam pada siang hari dan setiap 4 jam selama malam hari. b. b. c. Dehidrasi ringan .Koreksi asidosis merabolik dengan pemberian secara intravena 8.Perawatan bayi dengan terapi intra vena d. Cara memberikannya : a.Susu (ASI dan atau susu formula yang mengandung laktosa rendah dan asam lemak tak jenuh).

e. seperti kloramfenikol atau streptomisin. Terdiri dari campuran air dan elektrolit dengan konsentrasi hampir sama dengan serum darah normal. . jika muntah parah. dan orang tua tidak boleh disalahkan karena keadaan ini. Walaupun demikian. dan peningkatan kadar kalium secara cepat membawa resiko henti jantung.Dukungan bagi orang tua. Dialisat Cairan yang digunakan untuk proses hemodialisis. Perawatan dapat diawasi dan diberikan bantuan. Dimana didalamnya mempunyai 2 kompartemen dialisat yang dibatasi selaput semipermeabel. bayi dirawat dalam incubator. Segera setelah petunjuk pemberian makanan mencapai tingkat sesuai umur dan kebutuhan anak.Selama fase akut. d. Feces yang encer akan menyebabkan kemerahan dan ekskoriasi kulit. Diberikan oksigen dan bayi diobservasi secara seksama. Bayi tidak boleh ditinggal berbaring dengan popok yang basah dan kotor.ibu harusdidorong untuk tinggal bersama anak. Blood lines Pipa-pipa atau selang-selang yang mengalirkan darah dari tubuh menuju dialyzerdan yang dari dialyzer ke tubuh. Membran semi permeabel Lapisan yang sangat tipis dan memiliki lubang-lubang submikroskopik (pori) Ginjal buatan/ dialyzer (halofiber/artificial kidney) Alat yang digunakan untuk mengeluarkan sampah metabolisme tubuh atau zat toksik lain dari dalam tubuh. obat-obatan yang sesuai. harus diingat bahwa banyak bayi yangmenderita gastroenteritis kendatipun perawatan bayi yang bhaik. Jika terdapat bukti tidak adanya pengertian dalam hal perawatan anak.Perawatan bokong anak. karena penurunan kadar kalium serum menimbulkan perubahan aktivitas jantung.Inspeksi dan perawatan mulit bayi e.Isolasi bayi dan pengertian akan proses infeksi silang serta pencegahannya.Perawatan rutin a. 2. f. Area popok dibasuh secara lebih dan diberikan krim pelindung. DIGESTIVE ZONE | 3 Komentar » TEHNIK DAN PROSEDUR HD Posted on Maret 9. Orang tua diminta untuk datang ke unit rawat jalan untuk mengubungi dokter umum untuk menilai kemajuan bayi. 2008 by harnawatiaj Hemodialisis berasal dari kata : Hemo : darah Dialisis : memisahkan dari yang lain Hemodialisis Proses pemisahan zat-zat tertentu dari darah melaui suatu membran semi permeabel.Persiapan pulang ke rumah. Filed under: 9. Meninggalkan bokong dalam kedaan terpapar merupakan cara yang terbaik untuk mendorong terjadinya penyembuhan. dapat diberikan secara parenteral b. bila fungsi ginjal sudah tidak memadai lagi. terutama antibiotika untuk mengatasu kuman infeksi . c. maka anak dizinkan pulang.Pemberian obat-obatan. dan jika terjadi pertambahan berat badan anak yang memuaskan dan tidak terdapat muntah atau feces yang encer.

Terdiri dari : arteri blood line/ inlet/ ABL. Hal-hal yang membatasi kemungkinan tersebut antara lain : tekanan darah. Bubble trap/ air trap Suatu ruangan pada ABL dan VBL yang bertugas menahan/ mengamankan gelembung udara dalam sirkulasi darah. Temperatur suhu dialisat Temperature dialisat tidak boleh kurang dari 360C karena bisa terjadi spasme dari vena sehingga .5 cm2 Tergantung dari besar badan/ berat badan 3. Terjadi karena hambatan pada jalan masuk darah ke tubuh. venous blood line/ outlet/ VBL. aliran darah yang keluar kurang. Tekanan Positif/ Positive Pressure : pada inlet dimonitoring sesudah blood pump.Aliran dialisat Semakin cepat aliran dialisat semakin efisien proses hemodialisis. 2.Aliran darah Secara teori seharusnya aliran darah secepat mungkin. Segment pump : Bagian dari ABL yang ditempatkan pada Blood pump.Luas selaput/ membran yang dipakai Yang biasa dipakai : 1-1. disebut juga fistula pressure. Qb : kecepatan aliran darah dalam sirkulasi darah (ml/m) Qd : kecepatan aliran dialisat dalam sirkulasi dialisat (ml/m) Qf : ultrafiltration rate (ml/m) yaitu jumlah air yang keluar dari kompartemen darah ke kompartemen dialisat melalui membran semi permeabel yang disebabkan karena perbedaan tekanan. Tekanan Negative/ Negative Pressure/ Dialisat Pressure : pada inlet dimonitoring sebelum blood pump. menimbulkan borosnya pemakaian cairan. jarum. Terlalu besar aliran darah bisa menyebabkan syok pada penderita. Meninggalkan tekanan dialisat berarti menambah daya hisap dari cairan dialisat sehingga cairan darah berpindah ke dialisat dan ultrafiltrasi meninggi Faktor-faktor yang mempengaruhi hemodialisis 1. terjadi bila ada hambatan dari arteri. Bersifat ganda yaitu menarik dan mendorong. Tekanan positif pada outlet dimonitoring pada bubble trap dari outlet disebut juga venous pressure. pada bubble trap disebut juga arterial pressure. Priming : pengisian cairan yang pertama kali dalam sirkulasi darah (ABL+Dialyzer+VBL) ……NaCl Conductivity : kemampuan suatu larutan untuk menghantarkan aliran listrik. terjadi bila ada tekanan pada dialyzer (misalnya: ada bekuan dalam dialyzer). misalnya karena : Jarum kecil Posisi jarum kurang baik Vasokonstriksi dari vena Trans Membrane Pressure/ TMP : adalah perbedaan tekanan antara kompartemen darah dan kompartemen dialisat melalaui membrane. Blood pump/ pompa darah Alat yang menyebabkan darah mengalir dalam sirkulasi darah.

aliran darah melambat dan penderita menggigil. Temperatur dialisat tidak boleh lebih dari 420C karena bisa menyebabkan hemolisis. 10cc. kassa.Sarana ruangan Tempat tidur Penerangan yang cukup Wastafel dan kran Kran-kran untuk sarana hubungan dengan mesin hemodialisis Saluran pembuangan Alat pendingin ruangan/ AC Tempat sampah Meja suntik Stop kontak 2. Peralatan kedokteran : Tensi meter + stetoskop Timbangan BB Tabung oksigen lengkap Alat EKG Slym zuiger Tromol (duk. 5cc.Mesin hemodialisis/ pengelola air Mesin pengelola air : Water softener Revense osmosis 3. nierbekken Mat kan/ gelas ukuran Zeil + karet alat untuk alas tangan Sarung tangan Kassa/ gaas Plester/ band aid Verband Alat-alat khusus : Dialyzer Blood lines (ABL/ VBL) AV fistula/ Abocath no G14 s/d G16 Dialisat pekat Infuse set Micro drip Spuit : insulin 2. 30/50cc Conductivity meter .5cc.Peralatan kesehatan dan obat-obatan. Untuk menjalankan hemodialisis perlu : 1. klem) Bak spuit dan kom kecil Korentang dan tempatnya Klem-klem (besar dan kecil) Gunting Bengkok.

batch sistim) Persiapan peralatan + obat-obatan Dialyzer/ Ginjal buatan (GB) AV Blood line AV fistula/abocath Infuse set Spuit : 50 cc. 5 cc.Obat-obatan : Lidocain. 2008 by harnawatiaj 1. bethadine Heparin.PERAWATAN SEBELUM HEMODIALISIS (PRA HD) Persiapan mesin Listrik Air (sudah melalui pengolahan) Saluran pembuangan Dialisat (proportioning sistim. HD ZONE | 4 Komentar » PERAWATAN HEMODIALISA Posted on Maret 9. Novocain Alcohol. insulin Heparin inj Xylocain (anestesi local) NaCl 0. protamin Sodium bicarbonat 7 % (meylon) Obat-obat penyelamat hidup Yang perlu selain yang diatas adalah : Surat izin dialysis Formulir dialysis Traveling dialsis Formulir laboratorium Formulir radiologi Filed under: D. dll .90 % Kain kasa/ Gaas steril Duk steril Sarung tangan steril Bak kecil steril Mangkuk kecil steril Klem Plester Desinfektan (alcohol + bethadine) Gelas ukur (mat kan) Timbangan BB Formulir hemodialisis Sirkulasi darah .

hubungkan ujung ABL dengan ujung VBL. Volume priming : darah yang berada dalam sirkulasi (ABL + GB + VBL ) Cara menghitung volume priming : Σ NaCl yang dipakai membilas dikurangi jumlah NaCl yang ada didalam mat kan (gelas tampung/ ukur) Contoh : ∑ NaCl yang dipakai membilas : 1000 cc ∑ NaCl yang ada didalam mat kan : 750 cc Jadi volume priming : 1000 cc – 750 cc = 250 cc Cara melembabkan (soaking) GB Yaitu dengan menghubungkan GB dengan sirkulasi dialisat Bila mempergunakan dialyzer reuse / pemakaian GB ulang : Buang formalin dari kompartemen darah dan kompartemen dialisat Hubungkan dialyzer dengan selang dialisat 15 menit pada posisi rinseBiarkan Test formalin dengan tablet clinitest : Tampung cairan yang keluar dari dialyzer atau drain 10 tts (1/2 cc). biru diatas Gantungkan NaCl 0. masukkan ke dalam tabung gelas. (untuk hubungan tekanan arteri. yaitu yang tanda merah dibawah. ujung biru VBL dihubungkan dengan alat penampung/ mat-kan Letakkan posisi GB terbalik. tekanan vena. pemberian obat-obatan) Buka klem ujung dari ABL. VBL. masukkanAmbil cairan 1 tablet clinitest ke dalam tabung gelas yang sudah berisi cairan Lihat reaksi : Warna biru : – / negatif . klem tetap dilepas Masukkan heparin dalam sirkulasi darah sebanyak 1500-2000 U Ganti kolf NaCl dengan yang baru yang telah diberi heparin 500 U dan klem infus dibuka Jalankan sirkulasi darah + soaking (melembabkan GB) selama 10-15 menit sebelu dihubungkan dengan sirkulasi sistemik (pasien) CATATAN !!!! PERSIAPAN SIRKULASI Rinsing/Membilas GB + VBL + ABL Priming/ mengisi GB + VBL + ABL Soaking/ melembabkan GB. dengan posisi merah diatas Hubungkan ujung putih pada ABL dengan GB ujung merah Hubungkan ujung putih VBL dengan GB ujung biru.9 % (2-3 kolf) Pasang infus set pada kolf NaCl Hubungkan ujung infus set dengan ujung merah ABL atau tempat khusus Tutup semua klem yang ada pada slang ABL. VBL dan infus set 100 ml/mJalankan Qb dengan kecepatan Udara yang ada dalam GB harus hilang (sampai bebeas udara) dengan cara menekan-nekan VBL Air trap/Bubble trap diisi 2/3-3/4 bagian Setiap kolf NaCl sesudah/ hendak mengganti kolf baru Qb dimatikan Setelah udara dalam GB habis.Cuci tangan Letakkan GB pada holder.

tutup dengan kassa steril Dengan eksternal A-V shunt (Schibner) Desinfektan Klem kanula arteri & vena Bolus heparin inj (dosis awal) Tanpa 1 & 2 (femora dll) Desinfektan Anestesi local Punksi outlet/ vena (salah satu vena yang besar.Pompa darah (blood pump stop.Jalankan pompa darah (blood pump) dengan Qb sirkulasi darah terisi darah semua.Ujung ABL line dihubungkan dengan punksi inlet 2. sampai4.16/ abocath. Posisi. fiksasi. biasanya di lengan).Ujung VBL line dihubungkan dengan punksi outlet 3.Warna hijau : + / positif Warna kuning : + / positif Warna coklat : +/ positif Selanjutnya mengisi GB sesuai dengan cara mengisi GB baru Persiapan pasien 1.5 – 1 cm ke arah medialVena femoralis Anestesi lokal (infiltrasi anetesi) Vena femoralis dipunksi setelah anestesi lokal 3-5 menit Fiksasi Tutup dengan kassa steril Memulai hemodialisis 1. Bolus heparin inj (dosis awal) Fiksasi.14 s/d G. kecuali klem infus set 100 ml/m.PERAWATAN SELAMA HEMODIALISIS (INTRA HD) Pasien Sarana hubungan sirkulasi/ akses sirkulasi : Dengan internal A-V shunt/ fistula cimino Pasien sebelumnya dianjurkan cuci lengan & tangan Teknik aseptic + antiseptic : bethadine + alcohol Anestesi local (lidocain inj. 5. fiksasi. sambungkan ujung dari VBL dengan punksi outlet . tutup dengan kasa steril Berikan bolus heparin inj (dosis awal) Punksi inlet (fistula).Persiapan mental 2.Persiapan fisik :Timbang BB. procain inj) Punksi vena (outlet).Semua klem dibuka. Dengan AV fistula no G. tutup kassa steril Punksi inlet (vena/ arteri femoralis) Raba arteri femoralis Tekan arteri femoralis 0. Observasi KU (ukur TTV) 2.Izin hemodialisis 3.

Heparin dilarutkan dengan NaCl 11. 2. 12.Isi formulir HD antara lain : Nama. N. BB. Cairan priming yang masuk.Qd : 300 – 500 ml/m 3. S.Hubungkan selang-selang untuk monitor : venous pressure. arteri pressure.cairan priming diampung di gelas ukur dan jumlahnya dicatat (cairan dikeluarkan sesuai kebutuhan). Tipe GB. UFR 5.Ukur TD. untuk menghindari terjadi perdarahan dari tempat punksi.Heparinisasi Tekanan (+) /venous pressure Trans Membran Pressure / TMP Tekanan (-) / dialysate pressure Tekanan (+) + tekanan (-) Tekanan / pressure : Arterial pressure / tekanan arteri : banyaknya darah yang keluar dari tubuh Venous pressure / tekanan vena : lancar/ tidak darah yang masuk ke dalam. N. TD. Umur.Permulaan HD posisi dialyzer terbalik setelah dialyzer bebas udara posisi kembalikan ke posisi sebenarnya.Semua sambungan dikencangkan 4. udara harus diamankan lebih dulu 3.Pompa heparin dijalankan (dosis heparin sesuai keperluan). Mesin Memprogram mesin hemodialisis : 1. lebih sering.TMP. masalah selama HD. Bila keadaan pasien tidak baik/ lemah lakukan mengukur TD.Qb : 200 – 300 ml/m 2. hidupkan air/ blood leak detector 10. 8. makan/minum.Temperatur : 36-400C 4.Tempat-tempat punksi harus harus sering dikontrol. Nadi setiap 1 jam.Jalankan pompa darah dengan Qb = 100 ml/m. U Dosis selanjutnya : …… U . keluhan selama HD. Heparinisasi Dosis heparin : Dosis awal : 25 – 50 U/kg BB Dosis selanjutnya (maintenance) = 500 – 1000 U/kg BB Cara memberikan Kontinus Intermiten (biasa diberikan tiap 1 jam sampai 1 jam terakhir sebelum HD selesai) Heparinisasi umum Kontinus : Dosis awal : ……. CATATAN !!!! 1. P.Fiksasi ABL & VBL (sehingga pasien tidak sulit untuk bergerak) 7. setelah 15 menit bisa dinaikkan sampai 300 ml/m (dilihat dari keadaan pasien) 9.6.Pada waktu menghubungkan venous line dengan punksi outlet.

PENGAMATAN OBSERVASI. UFR Air leak & Blood leak Heparinisasi Sirkulasi ekstra corporeal Sambungan-sambungan CATATAN : Obat menaikkan TD ( tu. Qb tinggi (250 – 300 ml/m) Dosis heparin : 500 U (pada sirkulasi darah). U Protamin : …..PASIEN KU pasien TTV Perdarahan Tempat punksi inlet. venous. Heparinisasi minimal Syarat-syarat : Dialyzer khusus (kalau ada). outlet Keluhan/ komplikasi hemodialisis 2. bisa dimasukkan ke dalam program ultrafiltrasi CATATAN Dosis awal : diberikan pada waktu punksi : sirkulasi sistem Dosis selanjutnya: diberikan dengan sirkulasi (maintenance) ekstra korporeal. pend hipotensi berat) : Efedrin 1 ampul + 10 cc aquadest kmd disuntik 2 ml/IV . Bilas dengan NaCl setiap : ½ – 1 jam Banyaknya NaCl yang masuk harus dihitung Jumlahnya NaCl yang masuk harus dikeluarkan dari tubuh.Intermitten : Dosis awal : …… U Dosis selanjutnya : ……. dialysate.MESIN & PERALATAN Qb Qd Temperature Koduktiviti Pressure/ tekanan : arterial. U Heparin : protamin = 100 U : 1 mg Heparin & protamin dilarutkan dengan NaCl. MONITOR SELAMA HEMODIALISA 1. U Heparinisasi regional Dosis awal : …… U Dosis selanjutnya : …. Protamin diberikan/ dipasang pada selang sebelum masuk ke tubuh/ VBL. Heparin diberikan/ dipasang pada selang sebelum dializer.

5 menit sebelum hemodialisis berakhir Qb diturunkan sekitar 100cc/m UFR = 0 2.Ukur TTV : TD.Bekas punksi arteri penekanan harus tepat. bekas punksi inlet & outlet ditekan dengan kassa steril yang diberi bethadine 9.Penekanan bekas punksi dengan 3 jari sekitar 10 menit 3.Timbang BB (kalau memungkinkan) 12. setelah perdarahan berhenti. S.kanula arteri & vena dibilas dengan NaCl yang diberi 2500 U – 300 U heparin inj 4. N. bekas punksi inlet ditekan dengan kassa steril yang diberi betadine.Bekas punksi femoral lebih lama.Kedua sisi kanula dihubungkan kembali dengan konektor 5.PERAWATAN SESUDAH HEMODIALISIS (POST HD) Mengakhiri HD Persiapan alat : Kain kasa/ gaas steril Plester Verband gulung Alkohol/ bethadine Antibiotik powder (nebacetin/ cicatrin) Bantal pasir (1-1/2 keram) : pada punksi femoral Cara bekerja 1.Fiksasi . 10.Pakai sarung tangan 2. nadi 3. jarum inlet dicabut . P 11.Isi formulir hemodialisis CATATAN : 1. kalau perlu di dorong dengan udara ( harus hati-hati) 2.Lepas klem pada kedua kanula 6.Jarum outlet dicabut.Setelah darah masuk ke tubuh Blood pump stop.Hubungkan ujung abl dengan infus set 6.Ukur TD. bubuhi bekas punksi inlet & outlet dengan antibiotik powder. lalu tutup dengan kain kassa/band aid lalu pasang verband.Memakai teknik aseptik dan antiseptik SCRIBNER 1.3. 5. ujun VBL diklem. lebih lama 5.Blood pump stop 4.Bila perdarahan pada punksi sudah berhenti.Sebelum ABL & VBL dilepas dari kanula maka kanula arteri & kanula vena harus diklem lebih dulu 3. 8.Ujung ABL diklem.Darah dimasukkan ke dalam tubuh dengan do dorong dengan nacl sambil qb 50 – 100 cc) 100 ml/m (NaCl masuk : dijalankan 7.Cairan pendorong/ pembilas (NaCl) sesuai dengan kebutuhan . ditekan kembali dengan bantal pasir 4.

Pada saat itu pasien menunggu di ruang tunggu. Hal ini dapat terlihat dari kegiatan : a. mengukur suhu badan. memprogram penurunan berat badan. pengaturan posisi tubuh. mengawasi penimbangan berat badan pasien. dilakukan pengukuran tekanan darah. Kemudian menghubungkan heparin contnous ke sirkulasi. mengawasi penimbangan berat badan. meyediakan alatalat. Langkah selanjutnya adalah mencabut jarum out line dan menekan bekas tusukan. Disamping itu beberapa pasien telah dapat melaporkan pada perawat apabila ada ketidakberesan pada mesin atau akses vaskular. diet. memasang alat pada mesin. penusukan jarum. pasien diorientasikan pada ruangan paviliun II dan alat-alat yang ada. makan dan minum. Menimbang BB . perawatan cimino. membereskan alat-alat dan dilanjutkan dengan desinfeksi alat. Intervensi keperawatan yang dilakukan mengarah kepada pemberian bantuan sepenuhnya. sirkulasi cairan NaCl pada mesin.Pada tahap persiapan Persiapan alat dan mesin Selama ini pasien dipersilahkan masuk ke ruangan HD dalam keadaan mesin sudah siap pakai karena perawat sudah menyiapkannya.7. pemberian anestesi lokal (kalau perlu). untuk mengetahui ada bekuan atau tidak. jika kondisi pasien memungkinkan. venous pressure. dosis heparin. ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HEMODIALISIS Pada pasien yang baru pertama kali hemodialisis. kegiatannya meliputi : desinfeksi daerah penusukan. hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama hemodialisis dan efek dari hemodialisis. Pada pre hemodialisis. Pada tahap pemasangan alat dan selama pemasangan. monitoring pernafasan. Setelah penghentian hemodialisis. Sistem pencatatan dan pelaporan yang dijalankan dalam bentuk lembaran observasi pasien yang berisi tentang : TTV sebelum atau selama dan sesudah HD. Sebenarnya bagi pasien yang memungkinkan bisa dilibatkan sejak awal. pemasukan heparin (bolus). setelah mencoba mengatasi sendiri. mengganti gaas bethadine dan fiksasi dengan plester. Selain itu pasien diberikan penjelasan ringkas tentang prosedur yang akan dijalankan. program penurunan BB . priming dan keluhan pasien setelah HD. monitoring alat-alat dan kelancaran sirkulasi darah. prinsip hemodialisis. Lalu menekan tombol BFR. kegiatan perawatan meliputi : menghidupkan mesin. waktu pelaksanaan. dari mulai menghidupkan mesin. kecepatan aliran heparin dan UFR. pembatasan cairan. selanjutnya menyambung jarum pada arteri blood line. mengukur tekanan darah dan menciptakan suasana ruangan untuk mengisi kegiatan pasien selama hemodialisis berlangsung. Semua kegiatan baik pada tahap pre hemodialisis selama pemasangan dan penghentian hemodialisis dilakukan oleh perawat kecuali penimbangan berat badan dan minum yang pada beberapa pasien dilakukan sendiri. memasang alat pada mesin sampai mesin tersebut dipakai. mencabut jarum inlet dan menekan bekas tusukan sambil menunggu sampai aliran darah pada venous blood line habis. Pembuatan rencana perawatan pasien sudah berjalan dimana dalam pengkajian meliputi data fisik dan psikososial. membuka klem venous dan arteri blood line. BB sebelum dan sesudah HD. Pada tahap penghentian hemodialisis meliputi : penghentian aliran darah. mengukur tekanan darah dan menghitung denyut nadi. mempersiapkan alat-alat. Data psikososial yang dikaji sebatas pada adanya rasa cemas dan bosan. mengukur suhu.Pasang balutan dengan sedikit kanula bisa dilihat dari luar.

Penimbangan BB bagi pasien yang mampu memang sudah dilakukan sendiri oleh pasien begitu mereka masuk ruangan.Pada tahap pelaksanaan c. namun tetap dalam pengawasan perawat. b. Mengukur suhu badan. tekanan darah dan menghitung denyut nadi Kegiatan-kegiatan ini semuanya masih dilakukan oleh perawat. HD ZONE | 8 Komentar » « Halaman Sebelumnya — Halaman Berikutnya » . Pasien menyebutkan berapa BBnya dan perawat mencatatnya dalam lembaran observasi.Pada tahap penghentian Filed under: D. mulai dari hal-hal yang sedrhana tapi dapat menarik minat untuk belajar. Sebenarnya dapat mulai dikenalkan kepada pasien mengenai alat-alat dan cara pengukurannya. Dalam hal ini pasien dapat diberi kesempatan untuk mencatat Bbnya sendiri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful