FORMAT PENGKAJIAN FISIK SEDERHANA

Posted on Maret 9, 2008 by harnawatiaj A. PENGKAJIAN 1.Identitas a.Nama :…………………………………………………………… b.Usia :…………………………………………………………… c.Jenis kelamin :…………………………………………………………… d.Tinggi badan :…………………………………………………………… e.Berat badan :…………………………………………………………… f.Agama :…………………………………………………………… g.Suku :…………………………………………………………… h.Pendidikan :…………………………………………………………… i.Pekerjaan :…………………………………………………………… j.Alamat :…………………………………………………………… 2.Pengkajian fisik a.Tingkat kesadaran : b.Tanda – tanda vital : TD : N: P: S: Posisi ( duduk, berdiri, berbaring) c.Keadaan umum : Penampilan Posisi saat dikaji Postur tubuh Ekspresi wajah Bahasa tubuh d.Sistem integumen Warna kulit Warna rambut Kuku Turgor kulit Tekstir kulit Integritas kulit e.Kepala : Bentuk Kesimetrisan Nervus V & VII Keadaan rambut Kondisi kulit kepala Massa

Nyeri tekan f.Mata : Persebaran alis Warna alis Bentuk alis Bulu mata Kelopak mata Sklera Konjungtiva Iris Kornea Pupil Kelenjar lakrimalis Alat bantu penglihatan g.Telinga : Daun telinga Kesimetrisan Lubang telinga Membran timpani Status pendengaran h.Hidung dan penciuman : Ukuran dan bentuk Septum Mukosa nasal Patensi jalan napas Nervus olfaktory Status penciuman i.Mulut dan orofaring : Bibir Gigi Bunyi napas Gusi Nervus VII & IX Lidah Nervus XIII Mukosa Palatum Uvula Faring Tonsil Pergerakan mandibular j.Leher : Penamapakan luar Tiroid Trakea Nodus limfe

k.Thoraks dan paru-paru : Pernafasan Thorax posterior Auskultasi paru l.Payudara dan axilla : Ukuran payudara Puting Axilla Nodus limfe m.Jantung dan pembuluh darah : Tekanan darah Nadi karotis Nadi apikal Nadi perifer n.Abdomen : Bentuk Kulit Bunyi peristaltik o.Sistem muskuloskeletal : Punggung Tulang vertebra Sendi Pergerakan Ekstremitas atas Ekstremitas bawah p.Sistem igenitourinaria dan rektum : Rektum Genetalia wanita Genetalia pria q.Sistem neurologi : keseimbangan Nervus XI Refleks Kordinasi Nervus kranial r.Status mental : Status kesadaran Orientasi Memori Bahasa dan pembicaraan Respon Filed under: C. PENGKAJIAN FISIK | 2 Komentar »

CT SCAN

Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memperjelas adanya dugaan yang kuat antara suatu kelainan.Posted on Maret 9. hematoma dan abses. Hal ini dipertimbangkan dengan tingkat kekuatan scanner. e.Hydrocephalus. Harus dilakukan pengkajian terhadap klien sebelum dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah klien bebas dari alergi iodine.PENGERTIAN CT Scan adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mendapatkan gambaran dari berbagai sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak.PRINSIP KERJA Film yang menerima proyeksi sinar diganti dengan alat detektor yang dapat mencatat semua sinar secara berdispensiasi. Pasien diberi gambaran tentang alat yang akan digunakan. 10 dan jam 02 dengan memakai waktu 4. Berat badan klien yang dapat dilakukan pemeriksaan CT Scan adalah klien dengan berat badan dibawah 145 kg. Test awal yang dilakukan meliputi : . PENATALAKSAAN PERSIAPAN PASIEN Pasien dan keluarga sebaiknya diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan. 2.Inflamasi. d.Brain atrofi. Bila perlu dengan menggunakan kaset video atau poster. Pencatatan dilakukan dengan mengkombinasikan tiga pesawat detektor. menurut posisi jam 12. naik turunnya vaskularisasi dan infark. Berat badan klien merupakan suatu hal yang harus dipertimbangkan. Karena eliminasi zat kontras sudah harus terjadi dalam 24 jam.Gambaran lesi dari tumor.Brain contusion.5 menit. f. sebab pada klien yang akan dilakukan pemeriksaan CT Scan disuntik dengan zat kontras berupa iodine based kontras material sebanyak 30 ml. hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian kepada pasien dengan demikian menguragi stress sebelum waktu prosedur dilakukan.Perubahan vaskuler : malformasi. karena hal ini berhubungan dengan lamanya pemeriksaan yang dibutuhkan. Sebelum dilakukan pemeriksaan CT scan pada klien. Bila klien ada riwayat alergi atau dalam pemeriksaan ditemukan adanya alergi maka pemberian zat kontras iodine harus distop pemberiannya.TUJUAN Menemukan patologi otak dan medulla spinalis dengan teknik scanning/pemeriksaan tanpa radioisotop 3. 2008 by harnawatiaj PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK CT SCAN (Computerized Axial Tomografi) 1. dua diantaranya menerima sinar yang telah menembus tubuh dan yang satu berfungsi sebagai detektor aferen yang mengukur intensitas sinar rontgen yang telah menembus tubuh dan penyinaran dilakukan menurut proteksi dari tiga tititk. Maka ginjal klien harus dalam keadaan normal. harus dilakukan test apakah klien mempunyai kesanggupan untuk diam tanpa mengadakan perubahan selama 20-25 menit. c. 3. b. yaitu : a.

Bila terjadi alergi dapat diberikan deladryl 50 mg. Antigen tersebut disebut autoantigen. tetapi pengalaman klinis menunjukkan bahwa adakalanya timbul reaksi autoimunitas. Filed under: A. Bila sel tersebut memberikan respons autoimun.Kekuatan untuk diam ditempat ( dimeja scanner ) selama 45 menit. karena tubuh mempunyai toleransi terhadap self antigen. dan hal ini merupakan hal yang normal dari reaksi obat tersebut. b.Selama prosedur berlangsung pasien harus diam absolut selama 20-45 menit. c. Penjelasan kepada klien bahwa setelah melakukan injeksi zat kontaras maka wajah akan nampak merah dan terasa agak panas pada seluruh badan. e.Pendahuluan Dalam keadaan normal. memerlukan koreksi yang cepat oleh seorang perawat dan dokter. c. 5. b.Ukur ntake dan out put. d.Posisi terlentang dengan tangan terkendali. Perhatikan keadaan klinis klien apakah pasien mengalami alergi terhadap iodine. Mengikuti aturan untuk memudahkan injeksi zat kontras. Sel autoreaktif adalah limfosit yang mempunyai reseptor untik autoantigen. 4. sistem imun dapat membedakan antigen tubuh sendiri dari antigen asing. Apabila pasien merasakan adanya rasa sakit berikan analgetik dan bila pasien merasa cemas dapat diberikan minor tranguilizer. Hal ini merupakan tindak lanjut setelah pemberian zat kontras yang eliminasinya selama 24 jam. disebut sel limfosit reaktif (SLR). f.Meja elektronik masuk ke dalam alat scanner.Pengambilan gambar dilakukan dari berbagai posisi dengan pengaturan komputer.Mobilisasi secepatnya karena pasien mungkin kelelahan selama prosedur berlangsung.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN a. Bersihkan rambut pasien dari jelly atau obat-obatan. sedang antibody yang dibentuk disebut autoantibody. Rambut tidak boleh dikepang dan tidak boleh memakai wig. g.PROSEDUR a.Selama prosedur berlangsung perawat harus menemani pasien dari luar dengan memakai protektif lead approan. DIAGNOSTIK ZONE | 3 Komentar » TEORI AUTOIMUNITAS Posted on Maret 9. meskipun . Melakukan pernapasan dengan aba – aba ( untuk keperluan bila ada permintaan untuk melakukannya ) saat dilakukan pemeriksaan. Oliguri merupakan gejala gangguan fungsi ginjal.Dilakukan pemantauan melalui komputer dan pengambilan gambar dari beberapa sudut yang dicurigai adanya kelainan.Sesudah pengambilan gambar pasien dirapihkan. 2008 by harnawatiaj TEORI AUTOIMUNITAS A. Pada orang normal .Observasi keadaan alergiterhadap zat kontras yang disuntikan. Reaksi autoimiunitas adalah reaksi system imun terhadaap antigen sel jaringan sendiri.

Kadang-kadang tidak jelas apakah autoantibody tersebut merupakan penyebab atau timbul sekunder akibat suatu penyakit. Pada tuberculosis dan tripanosomiasis yang menimbulkan kerusakan luas pada berbagai jaringan.Teori sequestered antigen atau hidden antigen Sequestered aatau hidden antigen adalah antigen yang karena sawar anatomic tek pernah berhubungan dengna system imu n misalnya antigen sperma.Autoantibodi dibentuk sekunder akibat kerusakan jaringan Autoantibodi terhadap jantung ditemukan pada jantung infark.Teori defesiensi immun Hilangnya self tolerance mungkin disebabkan oleh karena adanya gangguan system limfoid.Determinan antigen baru Pembentukan autoantibody dapat dicetuskan oleh karena timbul deterrminan antigen baru pada protein normal. FR dibentuk terhadap determinan antigen yang terdapat pada immunoglobulin 4. B.Reaksi silang dengan mikroorganisme Kerusakan jantung pada demam reumatik anak diduga terjadi kaibat produksi antigen terhadap streptokok A yang bereaksi silang dengan miokard penderita 5. yang menyatakan bahwa tubuh menjadi toleran terhadap jaringannya sendiri oleh karena sel-sel yang autoreaktif selama perkembangan embriologiknya akan musnah.Virus sebagai pencetus autoimunitas Virus yang terutama mengginfeksi system limfoid dapat tmempengaruhi mekanisme kontrol imunologik sehingga terjadi autoimunitas 6. Reaksi autoantibody dan autoantigen yang menimbulkan kerusakan jaringan dan gejala-gejala klinis disebut penyakit autoimun. sedangkan bila tidak disertai gejala klinis disebut fenomena autoimun. tidak selalu terjadi respon autoimun. Pada umumnya kadar autoantibody disini terlalu rendah untuk dapat menimbulkan penyakit autoimmun. karena ada system yang mengontrol reaksi autoimun. dapat timbul penyakit autoimmun 2. Contoh autoantibody yang timbul akibat hal tersebut ialah factor rematoid (FR).Pembagian Penyakit Autoimmun Penyakit autoimmun dapat dibagi menajdi 2 golongan yaitu organ spesifik dan non spesifik Organ spesifik Non organ spesifik Tiroiditis hasimoto Miksidema primer Tirotoksotosis Anemia pernesiosa Gastritis kronik autoimun . dan saraf pusat. Penyakit autoimmune sering ditemukan bersamaan dengan defesiensi imun. lensa mata. Autoantibody dapat dibentuk pula terhadap antigen mitokondria pada kerusakan hati atau jantung. Burnett mengajukan teori forbidden clones.SLR berpasangan dengan autoantigen. dapat pula ditemukan autoantibody terhadap antigen jaringan dalam kadar gula yang rendah C. Bila sawar tersebut rusak. misalnya pada lanjut usia 3.Teori-teori autoimunitas 1. Oleh karena itu harus dibedakan antara fenomena autoimun dengan penyakit autoimu.

Penyakit dapat dipindahkan dari satu binatang ke binatang yang lain melalui serum atau limfosit yang hidup Filed under: 9. ginjal dan kelenjar gondok. 2008 by harnawatiaj A.Sklerosis Sistemik 1. sinovium. juga pada parenkim organ dalam terutama esophagus. usus.Penyakit dpat ditimbulkan oleh bahan yang diduga merupakan antigen 4.Epidemiologi Sclerosis sistemik merupakan penyakit yang terdapat diseluruh dunia dan dijumpai pada semua .Defenisi Sklerosis sistemik adalah panyakit jaringan ikat yang ditandai oleh fibrosis dan perubahan degeneratif pada kulit.Penyakit timbul akibat adanya respons autoimun 2. IMUNOLOGY ZONE | 5 Komentar » PENYAKIT AUTOIMMUN Posted on Maret 9.Kriteria Penyakit Autoimun Kriteria untuk menegakkan diagnosis penyakit autoimmun adalah sebagai berikut : 1. Penyakit ini dikenal juga dengan nama skleroderma 2. paru. dan arteri .Ditemukan autoantibody 3.Penyakit Addison Menopause premature Disbetes juvenile Sindorm goodpasture Miastenia gravis Infertilitas pada pria Pemfigus vulgaris Pemfigoid Oftalmia simpatis Uveitis vagogenik Sclerosis multiple Anemia hemolitik autoimun Purpura trombositopenik idiopatik Leucopenia idiopatik Sirosis bilier primer Hepatitis kronik aktif dengan HBsAg negative Sirosis kriptogenik Colitis ulseratif Sindrom Sjögren Arthritis rematoid Dermatomiositis Scleroderma LE discoid Lupus eritermatosus sistemik (SLE) D. jantung.

Saluran pencernaan Hipomotilitas asofagus merupakan manifestasi paling sering dari terlibatnya organ dalam. Peristiea ini akan diikuti oleh fibrosis reaktif berupa proliferasi intima yang sangat menoniol pada aklerosis sistemik progresif Penipisan tunika intima media mungkin terjadinya sekunder terhadap perubahan distensibilitas struktur mikrovaskular yang terjepit diantara materi fibrotik yang terdapat pada intima dan adventisia. telah ada reaksi peradangan vascular dan perivaskular pada jaringan subkutan.Patogenensis dan patofisiologi Etiologi dan patogenesis yang pasti belum diketahui. fibroblast kulit mensintesis koleagen lebih banyak dengan fibroblast kulit normal Peningkatan produksi kolagen yang dideposit pada jaringan ikat disekitar tunika adventisia akan mengekang arteri kecil/arteriol yang bersangkutan. yangmenyebabkan kerusakan endotel dan membrane basal. Kulit tampak kering dan retak-retak. atau antara trombosit dan leukosit. Keluhan akan lebih berat jika terjadi esofagitis atau striktur Pada keadaaan lanjut. sangat berguna sebagai gejala diagnostic. b. Ditemukan juga kelainan kolon yang dianggap diagnostic. Reaksi peradangan dan perubahan vascular subkutan ini akan menyebabkan hilangnya kapiler-kapiler kulit (devaskularisasi) yang selanjutnya mengakibatkan atrofi epidermis dan penebalan dermis Hipotesis yang diajukan berdasarkan hasil observasi pada biakan jaringan. Klien tidak dapat dicubit. kelenjer lemak di epidermis. Kolagen ini dapat melekat pada endotel pembuluh darah. jarang pada anak-anak. Dugaan ini timbul karena sebelum terjadi perubahan pada dermis dan epidermis. Dengan demikian. terjadi striktur esophagus yang memerlukan dilatasi mekanis.Kulit Pada kasus yang khas trias terdiri atas penipisan epidermis. Sering timbul dini dan dirasakan swebagai rasa penuh di substernal.Paru Scleroderma paru yang klasik ditandai dengan fibrosis intestinal yang klasik ditandai dengan fibrosis interstitial difus.Gejala klinis dan konplikasi a. keringat berkurang. ternyata pada scleroderma.bangsa. Jari-jari mengalami fleksi kontraktur. kelenjar keringat. Kelainan ini ditandai dengan terbentuknya kantong-kantong bermulut lebar pada dinding kolon. Sklerodaktili ialah keadaaan kakunya kulit bagian distal dari sendi interfalangeal proksimal. Karena timbul dini. dan kulit menjadi tegang. Biasanya dimulai pada usis 20-50 tahun. Fibrosis menyebabkan kulit melekat pada struktur dibawahnya. Keluhan mungkin baru timbul lama setelah terdapat gangguan fungsi . Diduga patogenesisnya berdasarkan kelainan vascular. Terdapat daerah-daerah dengan pegmentasi dan vitiligo. Dilatasi dan hipoosmolalitas duodenum dan jejunum menyebabkan malabsorbsi sehingga mengakibatkan berat badan menurun. Epidermis mudah terkelupas karena tipis. Terdapat pembengkakan dan ketegangan lengan bawah dan tangan yang difus dan simetris. Dapat juga terjadi anemia karena telangiektasis di saluran pencernaan mengalami perdarahan. gangguan metabolisme kolagen pada fibroblast dapat menerangkan baik manifestasi vascular maupun manifestasi fibrosis pada sclerosis sistemik progresif 4. Biasanya kalainan ini asimptomatik c. Kemudian terjadi adhesi antara trombosit dan kolagen. hilangnya alat-alat seperti rambut. aehingga kontraktilitas dan vasodilatasi arteri kecil dan arteriol terganggu. Akibatnya timbul gangguan vasomotor seperti yang terlihat pada syndrome raynaud dan sclerosis sistemik progresif. rambut dan lemak menghilang. Frekwensi pada wakita 3 kali frekwensi pria 3.

Kelainan ginjal sering timbul akut.Foto rongten oesophagus maag duodenum (OMD) : tampak hipoosmolalitas esophagus b.Foto rongten tangan/lengan : tampak resorpsi falang. perdarahan. kalsifikasi subkutan c. Dimulai dengan dosis rendah sampai mencapai dosis 2 g/hari .Arteriogram ginjal disertai pemeriksaan aliran darah korteks ginjal Gambaran histopatologik kulit menunjukkan adanya penebalan epidermis disertai menghilangnya organ-organ epidermis dan tampak pula bertambahnya jaringan kolagen dalam dermis 6. Jarang timbul angina atau infark jantung 2)Fibrosis miokard 3)Kelainan perikard : berupa epikarditis akut. mulamula pucat dan sianosis (karena vasokontriksi). Biasanya timbul akibat pengaruh udara dingin atau ketegangan emosi. misalnya karene operasi besar. Scleroderma harus dipikirkan jika pada seorang wamnita berumur 20-50 tahun terdapt syndrome raynaud dan pembengkakan tangan. 10-40 mg/hari b)Guanetidin dengan dosis 40 mg. pemakaian diuretic yang berlebihan. kemudian menjadimerah dan nyeri pada waktu sirkulasi kembali normal. Pemerisaan radiologik banyak membantu dalam menegakkan diagnosis scleroderma . sekali sehari c)Metildopa.Foto rongten gigi : pelebaran membran periodontal g. EKG/ekokardiografi dan kateterisasi jantung e. Factor presipitasi untuk timbulnya gangguan ini adalah berhurangnya volume darah sehingga aliran darah ginjal terganggu. kerjanya menurunkan depot katekolamin. dan uremia.Foto rongten usus halus : dilatasi jejenum . 5.Diagnosis Sulit untuk menegakkan diagnosis scleroderma sebelum timbul kelaianan kulit yang khas.Medikamentosa 1)Obat vasoaktif a)Fenoksibenzamin. misalnya dyspnea d‘effort atau nafas pendek. efusi perikard tanpa gejala yang berlangsung lambat tapi progresif Gejala gangguan jantung sering sukar dibedakan dengan gejala gangguan paru. suatu obat alfa adrenergic.Jantung Kelainan jantung pada scleroderma ada 3 macam : 1)Sclerosis koroner : merupakan kelainan yang paling tidak spesifik. Untuk ini kadang-kadang diperlukan pemeriksaan penunjang lain seperti foto rongten/analisis jantung. ini penting karena pada kebanyakan penderita telah terdapat hipertensi paru sebelum timbul keluhan pada paru.Foto rongten kolon : gambaran kantong-kantong pada kolon f. ileum e. diberikan peroral.Penatalaksanaan a. Syndrome raynaud ini tampak pada jari-jari tangan .Foto rongten toraks : fibrosis interstitial difus di paru-paru d. d.Ginjal Tanda-tanda klinis kelainan ginjal yaitu hipertensi ( tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg). Pengawasan terhadap perkembangan hipertensi paru dapat dilakukan dengan memperhatikan peningklatan intensitas komponen pulmonal pada bunyi jantung 2 dan derajat pecahnya (splitting bunyi jantung 2. pemeriksaaan radiologik yang biasanya dilakukan adalah : a.paru dan kelainan pada gambaran radiologist. proteinuria > 1+. Jarang ditemukan jari clubbing.Arteriogram perifer : penyumbatan pembuluh darah h.

0 g/hari b. terutama untuk atralgia dan mialgia. jantung.Arthritis Reumatoid 1. gangguan saluran pencernaan yang berat berupa diare. B. sehingga terjadi pembengkakan. kegagalan ginjal. ginjal. Mengurangai sekresi proklagen oleh fibroblast d)D. Pemberian 0.penisilamin.5-2.Defenisi Artritis Rematoid adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian (biasanya sendi tangan dan kaki) secara simetris mengalami peradangan. Penyakit ini terjadi pada sekitar 1% dari jumlah penduduk. usus halus. Latihan range of motion aktif/pasif.5 mg menghasilkan perlindungan terhadap vasokonstriksi perifer selama ± 6 bulan 2)Obat-obat antiinflamasi a)Asam asetilsilat. dehidrasi. pemanasan.Fisioterapi Fisioterapi merupakan hal yang tak boleh dilupakan pada penatalaksanaan scleroderma. Keduanya bermanfaat untuk memperbaiki peredaran darah dankontraktur yang disebabkan oleh fibrosis pada sendi dan kulit Pencegahan vasokonstriksi karena dingin dan usaha mempertahankan pembuluh darah dalam keadaan sedikit vasodilatasi dilakukan misalnya dengan melindungi tubuh terhadap dingin dan melakukan latihanjasmani bertahap c. dosis 0. diberikan jika terdapat tanda-tanda peradangan pada awal penyakit c)Potassium para-aminobenzoat 12-16 g/hari. dan wanita 2-3 kali lebih sering dibandingkan pria. 7-10 mg/minggu.Tindakan operatif Tindakan operatif terutama ditujukan terhadap : Ulserasi : debridement dan sebagainya Simpatektomi : hasilnya hanya bersifat sementara. malnutrisi. . Biasanya pertama kali muncul pada usia 25-50 tahun. tidak berlangsung lama Rekontruksi d. Dosis mungkin mencapai 4-5 g/hari b)Kortikosteroid. dan persiapan operasi f.Pengobatan khusus Bergantung pada organ/system yang terkene misalnya esophagus. Artritis rematoid juga bisa menyebabkan sejumlah gejala di seluruh tubuh.d)Reserpin. muntah. Dianjurkan pemberian dosis rendah sacara intra arteri untuk menghindari pengaruh sistemik dan mencapai pengaruh maksimal pada arteri perifer. memerlukan bimbingan fisioterapi yang ketat.Perawatan di Rumah sakit Perawatan di Rumah sakit perlu silakukan apabila ditemukan kegagalan kardiopulmonal. dan sebagainya e. Efek sampingnya terhadap saluran pencernaan serta timbulnya reaksi alergi di kulit menyulitkan pemberian jangka lama d)Antimalaria 3)Lain-lain a)Rheomacrodex b)Imunosupresif misalnya klorambusil c)Colchicines. tetapi bisa terjadi pada usia berapapun. juga merupakan penghambat simpatis.Aspek psikososial Perlu penjelasan mengenai penyakit disertai sokongan penderita maupun keluarganya. paru. nyeri dan seringkali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi.

Enzim-enzim ini akan memecah kolagen sehingga terjadi edema. 5. membrane sinovium mengalami hipertropi dan menebal sehingga terjadi hambatan aliran darah yang menyebabkan nekrosis sel dan respon peradangan berlanjut. Pada AR.2. Penderita lainnya menunjukkan pembengkakan kelenjar getah bening. sehingga tendon pada jari jari tangan bergeser dari tempatnya. reaksi autoimun terutama terjadi dalam jaringan sinovial. tangan. Yang pertama kali meradang adalah sendi-sendi kecil di jari tangan. jika suatu sendi pada sisi kiri tubuh terkena. Sekitar 30-40% penderita memiliki benjolan keras (nodul) tepat dibawah kulit. Hal ini akan menyebabkan nyeri yang sangat hebat dan deformitas. sikut dan pergelangan kaki. yang apabila pecah bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada tungkai sebelahbawah. Jari-jari pada kedua tangan cenderung membengkok ke arah kelingking. Pada p[eradangan kronik.Penyebab Penyebab yang pasti tidak diketahui. Peradangan pada selaput di sekitar paru-paru (pleuritis) atau pada kantong di sekitar jantung (perikarditis) atau peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru-paru bisa menyebabkan nyeri dada. Pembengkakan pergelangan tangan bisa mengakibatkan terjadinya sindromaterowongankarpal. dimana pada saat yang sama banyak sendi yang mengalami peradangan. Bisa terjadi demam ringan dan kadang terjadi peradangan pembuluh darah (vaskulitis) yang menyebabkan kerusakan saraf atau luka (ulkus) di tungkai. kaki. Sendi bisa terhenti dalam satu posisi (kontraktur) sehingga tidak dapat diregangkanataudibukasepenuhnya. 3. Biasanya peradangan bersifat simetris.Diagnosa .Patofisiologi Pada AR. Akibatnya adalah menghilangnya permukaan sendi yang akan menganggu gerak sendi. 4. peradangan berlangsung terus menerus dan menyebar ke struktur-struktur sendi disekitarnya termasuk tulang rawansendi dan kapsul fibrosa sendi. Sendi yang terkena akan membesar dan segera terjadi kelainan bentuk. jari kaki. maka sendi yang sama di sisi kanan tubuh juga akan meradang. yang biasanya terletak di daerah sekitar timbulnya penyakit ini. Sendi yang meradang biasanya menimbulkan nyeri dan menjadi kaku. Beberapa penderita merasa lelah dan lemah. Otot akan ikut terkena karena serabut otot akan mengalami perubahan degeneratif dengan menghilangnya elastisitas otot dan kekuatan kontraksi otot. pergelangan tangan. Di belakang lutut yang terkena. terutama menjelang sore hari. Sinovium yang menebal inilah yang dilapisi oleh jaringan granuler disebut sebagai pannus seeperti yang disebutkan sebelumnya. tetapi berbagai faktor (termasuk kecenderungan genetik) bisa mempengaruhi reaksi autoimun. proliferasi membrane sinovial dan akhirnya pembentukan pannus. terutama pada saat bangun tidur atau setelah lama tidak melakukan aktivitas. gangguan pernafasan dan kelainan fungsi jantung. Pannus ini dapat menyebar ke seluruh sendi dan merangsang proses peradangan dan pembentukan jaringan parut dan secara lambat akan merusak sendi. Sindroma Felty terjadi jika pada penderita artritis rematoid ditemukan pembesaran limpa dan penurunan jumlah sel darah putih. bisa terbentuk kista.Gejala Artritis rematoid bisa muncul secara tiba-tiba. Akhirnya ligament dan tendon ikut meradang. sindroma Sjögren atau peradangan mata. Pannus akan menghancurkan tulang rawan dan meniombulkan erosi tulang. Penyakit Still merupakan variasi dari artritis rematoid dimana yang pertama muncul adalah deman tinggi dan gejala umum lainnya. Pada proses fagositosis menghasilkan enzim-enzim dalam sendi.

kadang jumlah sel darah putih berkurang . Artritispsoriatik f.Perubahan yang khas pada foto rontgen. Keadaan-keadaaan yang menyerupai artritis rematoid adalah: a. Gout h. tetapi untuk mencegah kekakuan.Membedakan artritis rematoid dari berbagai keadaan lainnya yang bisa menyebabkan artritis. biasanya semakin tinggi kadar faktor rematoid dalam darah. Artritisgonokokal c. SindromaReiter e. Mengenali artritis rematoid. Kadar antibodi ini bisa menurun jika peradangan sendi berkurang dan akan meningkat jika terjadi serangan. Obat-obatan utama yang digunakan untuk mengobati artritis rematoid adalah obat anti peradangan non-steroid. maka semakin berat penyakitnya dan semakin jelek prognosisnya.7 dari 10 penderita memiliki antibodi yang disebut faktor rematoid. maka semakin hebat potensi efek sampingnya. obat yang lebih baru memiliki lebih sedikit efek samping tetapi harganya lebih mahal.Pemeriksaan darah . Obat anti peradangan non-steroid. Seseorang yang memiliki 4 dari 5 gejala berikut. Demamrematik b. 4.sebagian besar menderita anemia . Biasanya. Pseudogout i. Mengistirahatkan sendi secara rutin seringkali membantu mengurangi nyeri. Pola gejalanya sangat khas. Pembidaian bisa digunakan untuk imobilisasi dan mengistirahatkan satu atau beberapa sendi.9 dari 10 penderita memiliki laju endap eritrosit yang meningkat .Pengobatan Prinsip dasar dari pengobatan artrtitis rematoid adalah mengistirahatkan sendi yang terkena. Osteoartritis. Obat ini mengurangi pembengkakan pada sendi yang terkena dan meringankan rasa nyeri. kemungkinan menderita artritis rematoid: 1. bisa menunjukkan adanya perubahan khas pada sendi.Biopsi nodul.sehingga diperlukan pemantauan ketat. Aspirin merupakan obat tradisional untuk artritis rematoid. PenyakitLyme d.Pemeriksaan cairan sendi. tetapi untuk memperkuat diagnosis perlu dilakukan: 1. 3.Kekakuan di pagi hari yang berlangsung lebih dari 1 jam (selama minimal 6 minggu) 2.Artritis pada persendian tangan. semakin kuat obatnya. Yang paling banyak digunakan adalah aspirin dan ibuprofen. . 2. 6. kortikosteroid dan obat imunosupresif. obat slow-acting. perlu dilakukan beberapa pergerakan sendi yang sistematis. tidaklah mudah. pergelangan tangan atau jari tanan (selama minimal 6 minggu) 4.Rontgen.Peradangan (artritis) pada 3 atau lebih sendi (selama minimal 6 minggu) 3.Faktor rematoid di dalam darah 5. karena pemakaian sendi yang terkena akan memperburuk peradangan. Spondilitisankilosing g.

Senyawa emas. dosisnya dikurangi secara bertahap. 3. Sebelum pengobatan dimulai dan setiap seminggu sekali selama pengobatan berlangsung. Efek sampingnya berupa ruam kulit. maka pemakaiannya segera dihentikan. Jika terjadi efek samping yang serius. Telinga berdenging merupakan efek samping yang menunjukkan bahwa dosisnya terlalu tinggi. 2. yang merupakan efek samping dari dosis yang terlalu tinggi. bisa dicegah dengan memakan makanan atau antasid atau obat lainnya pada saat meminum aspirin. Jika setelah 6 bulan tidak menunjukkan perbaikan. Selama pengobatan berlangsung. Efek sampingnya biasanya ringan. gatal dan berkurangnya sejumlah sel darah. Obat slow-acting kadang merubah perjalanan penyakit. Yang sekarang ini digunakan adalah senyawa emas. Obat ini biasanya ditambahkan jika obat anti peradangan non-steroid terbukti tidak efektif setelah diberikan selama 2-3 bulan atau diberikan segera jika penyakitnya berkembang dengan cepat. sakit otot dan kelainan mata. Suntikan mingguan diberikan sampai tercapai dosis total 1 gram atau sampai timbulnya efek samping atau terjadinya perbaikan yang berarti. Senyawa emas berfungsi memperlambat terjadinya kelainan bentuk tulang. Obat slow-acting. meskipun perbaikan memerlukan waktu beberapa bulan dan efek sampingnya berbahaya.Penisilamin. penyakit otot. penisilamin. Tetapi beberapa kelainan mata bisa menetap. tetapi obat ini juga menyebabkan diare dan tidak mencegah terjadinya mual atau nyeri perut karena aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya. Obat ini juga bisa menyebabkan miastenia gravis. Dosisnya secara bertahap dinaikkan sampai terjadinya perbaikan.Dosis awal adalah 4 kali 2 tablet (325 mgram)/hari. Biasanya diberikan sebagai suntikan mingguan. Jika terjadi efek samping tersebut. sindroma Goodpasture dan sindroma yang menyerupai lupus. 1. Pemakaiannyaharusdipantausecaraketat. maka pemberian obat ini dihentikan. Kadang perbaikan dicapai setelah diberikannya dosis pemeliharaan selama beberapa tahun.Hydroxycloroquine. maka pemakaian obat harus dihentikan. sehingga penderita yang mendapatkan obat ini harus memeriksakan matanya sebelum dilakukan pengobatan dan setiap 6 bulan selama pengobatan berlangsung. Jika obat ini efektif. dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih. Senyawa emas bisa menimbulkan efek samping pada beberapa organ. hydroxycloroquinine dan sulfasalazine. Misoprostol bisa membantu mencegah erosi lapisan lambung dan pembentukan ulkus gastrikum. ruam kulit dan rasa tidak enak di mulut. Gangguan pencernaan dan ulkus peptikum. Digunakan untuk mengobati artritis rematoid yang tidak terlalu berat. yaitu berupa ruam kulit. dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih setiap 2-4 minggu sekali. kelainan ginjal. Jika . Efek sampingnya adalah penekanan terhadap pembentukan sel darah di dalam sumsum tulang. Efeknya menyerupai senyawa emas dan bisa digunakan jika senyawa emas tidak efektif atau menyebabkan efek samping yang tidak dapat ditoleransi. karena itu obat ini tidak diberikan kepada penderita penyakit hati atau ginjal yang berat atau penyakit darah tertentu.

Kortikosteroid biasanya tidak memperlambat perjalanan penyakit ini dan pemakaian jangka panjang menyebabkan berbagai efek samping. Terapi lainnya. Biasanya latihan akan lebih mudah jika dilakukan di dalam air. bisa dilakukan latihanlatihan. Obat ini semakin banyak digunakan untuk mengobati artritis rematoid. peradangan paru-paru. terutama jika sendi yang terkena digunakan secara berlebihan sehingga mempercepat terjadinya kerusakan sendi. Obat imunosupresif (contohnya metotreksat. padahal artritis rematoid adalah penyakit yang biasanya aktif selama bertahun-tahun. pemakaian obat ini bisa dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan. seperti peradangan selaput paru-paru (pleuritis) atau peradangan kantong jantung (perikarditis). kelainan sel darah dan ruam kulit. yang melibatkan hampirsetiaporgan. Untuk mengobati persendian yang kaku. mungkin perlu dilakukan pembedahan. Dosisnya dinaikkan secara bertahap dan perbaikan biasanya terjadi dalam 3 bulan. terapi fisik. Jika pemberian obat tidak membantu. dilakukan latihan yang intensif dan kadang digunakan pembidaian untuk meregangkan sendi secara perlahan. Metotreksat diberikan per-oral (ditelan) 1 kali/minggu. Kortikosteroid efektif pada pemakaian jangka pendek dan cenderung kurang efektif jika digunakan dalam jangka panjang. memar. Setelah peradangan mereda. Obat imunosupresif. kelainan hati. Obat ini bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi. osteoporosis. Efek samping yang sering terjadi adalah penipisan kulit. Kortikosteroid juga digunakan untuk mengobati peradangan diluar sendi. Karena itu obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi kekambuhan yang mengenai beberapa sendi atau jika obat lainnya tidak efektif. 4. Kortikosteroid (misalnya prednison) merupakan obat paling efektif untuk mengurangi peradangan di bagian tubuh manapun.Sulfasalazine. tetapi bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang. Untuk menghindari resiko terjadinya efek samping. tekanan darah tinggi. tetapi jangan sampai terlalu lelah. penekanan terhadap pembentukan sel darah di sumsum tulang dan perdarahan kandung kemih (karena siklofosfamid).terjadi perbaikan. azatioprin dan cyclophosphamide) efektif untuk mengatasi artritis rematoid yang berat. Untuk mengembalikan pergerakan dan fungsinya. Obat ini menekan peradangan sehingga pemakaian kortikosteroid bisa dihindari atau diberikan kortikosteroid dosis rendah. biasanya dilakukan pembedahan untuk . Sendi yang meradang harus dilatih secara halus sehingga tidak terjadi kekakuan. digunakan untuk mengobati arthritis rematoid stadium awal. Kortikosteroid. pemanasan pada sendi yang meradang dan kadang pembedahan. Selain itu azatioprine dan siklofosfamid bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker. Efek sampingnya berupa penyakit hati. maka hampir selalu digunakan dosis efektif terendah. Siklosporin bisa digunakan untuk mengobati artritis yang berat jika obat lainnya tidak efektif. kadar gula darah yang tinggi dan katarak. Sulfasalazine bisa menyebabkan gangguan pencernaan. bisa dilakukan latihan aktif yang rutin. mudah terkena infeksi. Bersamaan dengan pemberian obat untuk mengurangi peradangan sendi.

Warna kulit menjadi lebih gelap . sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas). kaki dan tangan .Penyebab Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut.Luka terbuka di lidah atau lidah seperti terbakar .Pucat . kekurangan vitamin B12 juga mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan: . Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut. sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas). fluorourasil dan sitarabin).Defenisi Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal.Anoreksia . Contohnya adalah sepatu ortopedik khusus atau sepatu atletik khusus.Linglung . 2. Selain zat besi. Jika kekurangan salah satu darinya. Ibu jari bisa dilebur sehingga penderita bisa menggenggam dan tulang belakang di ujung leher yang tidak stabil bisa dilebur untuk mencegah penekanan terhadap urat saraf tulang belakang.Pergerakanyangkaku. hidroksiurea.Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal. Pada anemia jenis ini.Anemia Pernesiosa 1. Jika kekurangan salah satu darinya.Gejala Selain mengurangai pembentukan sel darah merah. Gejala lainnya adalah: . Selain zat besi. sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah. Persendian juga bisa diangkat atau dilebur (terutama pada kaki).mengganti sendi lutut atau sendi panggul dengan sendi buatan. Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat.Penurunan berat badan . Pada anemia jenis ini.Hilangnya rasa ditungkai.Lidah licin . supaya kaki tidak terlalu nyeri ketika digunakan untuk berjalan. hidroksiurea. bisa terjadi anemia megaloblastik. Penderita yang menjadi cacat karena artritis rematoid bisa menggunakan beberapa alat bantu untuk menyelesaikan tugas sehari-harinya.termasuk warna kuning dan biru .Kesemutan ditangan dan kaki . 3. Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat. sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah. C. fluorourasil dan sitarabin). bisa terjadi anemia megaloblastik.Buta warna tertentu.

Kemudian diberikan faktor intrinsik dan vitamin B12. Diberikan sejumlah kecil vitamin B12 radioaktif per-oral (ditelan) dan diukur penyerapannya. 4. IMUNOLOGY ZONE | 2 Komentar » SKIN GRAFT Posted on Maret 9.Pemeriksaan penunjang Sel darah merah besar-besar (makrositik). Gambaran sum-sum tulang megaloblastik. MCV ≥ 100fmol/l. Jika sudah pasti terjadi kekurangan vitamin B12. Juga dapat dilihat perubahan sel darah putih dan trombosit. Pada contoh darah yang diperiksa dibawah mikroskop. melewati tenggorokan dan masuk ke dalam lambung. maka diagnosisnya pasti anemia pernisiosa. selama beberapa minggu sampai kadar vitamin B12 dalam darah kembali normal. bisa dilakukan tes Schilling. Kadar vitamin B12 serum kurang dari 100 pg/ml 6.Pemeriksaan yang lebih spesifik. Biasanya pemeriksaan dipusatkan kepada faktor intrinsik: 1. maka anemia ini bisa dicegah melalui pola makanan yang seimbang. Biasanya antibodi ini ditemukan pada 60-90% penderita anemia pernisiosa.Contoh darah diambil untuk memeriksa adanya antibodi terhadap faktor intrinsik. maka dilakukan pengukuran kadar vitamin B12 dalamdarah. 7. terutama jika penderita telah menderita anemia dalam jangka waktu yang lama.karena itu diberikan melalui suntikan. Selanjutnya suntikan diberikan 1 kali/bulan. Lalu disuntikkan pentagastrin (hormon yang merangasang pelepasan faktor intrinsik) ke dalam sebuah vena. Pada awalnya suntikan diberikan setiap hari atau setiap minggu. Sering ditemukan dengan gastritis atrofi (dalam jangka waktu lama dikaitkan dengan peningkatan risiko karsinoma gaster).Pencegahan Jika penyebabnya adalah asupan yang kurang. lalu penyerapannya diukur kembali. kekurangan vitamin B12 terdiagnosis pada pemeriksaan darah rutin untuk anemia. Filed under: 9. 5. tetapi tidak diserap tanpa faktor intrinsik.. sehingga menyebabkan aklorhidria.Penurunan fungsi intelektual.Pengobatan Pengobatan kekurangan vitamin B 12 atau anemia pernisiosa adalah pemberian vitamin B12.yaitu analisa lambung. 2.Diagnosa Biasanya.Depresi . Selanjutnya diambil contoh cairan lambung dan diperiksa untuk menemukan adanya faktor intrinsik. Jika penyebabnya masih belum pasti. 2008 by harnawatiaj . bisa dilakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya. Dimasukkan sebuah selang kecil (selang nasogastrik) melalui hidung. tampak megaloblas (sel darah merah berukuran besar). Sebagian besar penderita tidak dapat menyerap vitamin B12 per-oral (ditelan). Jika diduga terjadi kekurangan. neutrofilo hiperpigmentsi. Penderita harus mengkonsumsi tambahan vitamin B12 sepanjang hidupnya. Jika vitamin B12 diserap dengan faktor intrinsik.

Sheet skin graft Skin graft pada daerah wajah . Cangkokan kulit diperoleh dari lokasi donor atau ―host‖ dan dipasangkan pada lokasi yang dikehendaki yang disebut lokasi ―resipien‖ atau ―graft bed‖.TUJUAN Tujuan dilakukan skin graft adalah : 1. atau drum dermatome. Skin graft adalah suatu tindakan atau tehnik memindahkan kulit yang sehat dan menempelkan ke bagian kulit yang luka. pisau graft kulit. b.Berdasarkan ketebalannya a. seperti .Memperbaiki defek yang terjadi akibat eksisi tumor kulit e.1. 4.Tujuan umum : Untuk memperbaiki kecacatan atau kelainan yang timbul akibat kecelakaan. Skin graft merupakan pencangkokan lapisan epidermis kulit yang dapat dipindahkan secara bebas. Kulit yang digunakan dapat berasal dari bagian mana saja dari tubuh.Berdasarkan sumber donornya a.PENGERTIAN Skin graft ( pencangkokan kulit ) merupakan tehnik untuk melepaskan potongan kulit dari suplai darahnya sendiri dan kemudian memindahkannya sebagai jaringan bebas ke lokasi yang jauh ( resipien ).Menutup daerah kulit yang terkelupas dan menutup luka dimana kulit sekitarnya tidak cukup menutupinya 3. dermatom bertenaga listrik atau udara.Zenograft atau heterograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari spesies yang lain / berbeda 3.Mencegah kontraktur c.Meshed skin graft Skin graft pada daerah mata dan lubang b.Autograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari kulit pasien sendiri b. namun lazimnya berasal dari daerah paha. Kulit yang digunakan untuk graft dapat berasal dari bagian bagian tubuh yang lain . (yudini. leher. sedang atau tebal. 2.Mempercepat penyembuhan luka b.Mengurangi lamanya perawatan d.Allograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari spesies yang sama c.Tujuan khusus : a.Split thickness yaiu skin graft yang tipis.KLASIFIKASI SKIN GRAFT 1.PEMASANGAN GRAFT Graft atau cangkokan diperoleh dengan berbagai unstrumen seperti pisau tipis seperti silet ( rasa blades ). tangan dan kaki 2.Full thickness yaitu tergantung dari banyaknya dermis yang ikut dalam spesimen. pantat.2007) 2. punggung atau perut.Berdasarkan letak a.

Cangkokan harus melekat rapat dengan dasar (bed) lokasi resipien (untuk menghindari penumpukan darah atau cairan). tidak ada infeksi dan keadaan umum penderita. c.5 kali sampai 6-9 kali luas semula.Mencocokkan tekstur dan kualitas kulit untuk membawa rambut. Agar cangkokan kulit dapat hidup dan efektif.Pengkajian Keadaan umum Vital sign Status nutrisi Pola eliminasi Pola istirahat dan tidur Persepsi pasien Hasil laboratorium .cangkokan kulit dapat dijahitkan atau tidak pada lokasi tersebut. Permukaan kulit dapat dioerluas dengan membuat irisan yang bila direnggang akan membentuk jala. 5. b. c. Pada pemasangan di lokasi resipien.Cankokan harus terfiksasi kuat (terimmobilisasi) sehingga posisinya dipertahankan pada lokasi resipien.Mencapai kecocokan warna sedekat mungkin dengan memperhatikan jumlah cangkokan kulit yang diperlukan. Kriteria pemilihan lokasi donor yaitu harus dipertimbangkan : a.punggung.Proses revaskularisasi (pembentukan kembali pasokan darah) dan perlekatan kembali cangkokan kulit pada dasar lokasi resipien.Mempertimbangkan efek kosmetik pada lokasi donor setelah kesembuhan terjadi sehingga lokasi ini sebaiknya dipilih dari tempat yang tersembunyi.PERAWATAN PRE OPERASI SKIN GRAFT 1.cangkokan ini dapat dibiarkan terbuka (pada daerah yang tidak mungkin diimmobilisai) atau ditutup dengan kasa pembalut tipis atau pembalut tekan manurut daerahnya. Flap yang dipindahkan akan membentuk perdarahan baru ditempat resipien.beberapa persayaratannya : a. sehingga luasnya mencapai 1. b. d.Cangkokan ini bisa dipotong dan dibentangkan seperti jala agar menutupi suatu daerah yang lebar. perdarahan pada daerah resipien harus baik. d.Lokasi resipien harus memiliki pasokan darah yang adekuat sehingga fungsi fisiologi yang normal dapat berlangsung kembali.Mendapatkan cangkokan kulit yang setebal mungkin tanpa mengganggu kesembuhan luka pada lokasi donor. Tehnik cangkok jala ini disebut ―mesh‖ dan biasanya digunakan pada skin loss yang luas/parah. Flap adalah cangkok jaringan kulit beserta jaringan lunak dibawahnya yang diangkat dari tempat asalnya tetapi tetap mempunyai hubungan perdarahan dengan tempat asal.untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka diperlukan beberapa pensyaratan antara lain. Setelah cangkokan kulit terpasang pada tempatnya.Daerah pencangkokan harus bebas dari infeksi.

Buka balutan dengan pemberian NaCl bila balutan kering / lengket.Skin graft pada tangan dan kaki.Persiapan fisik Puasakan pasien 8 jam Cukur daerah donor Cairan / nutrisi parenteral selama puasa Laboratorium Thoraks foto EKG Concern form Kaji tingkat kecemasan Penjelasan tentang skin graft 6. nyeri tekan. bila ada bau busuk.Keringkan dengan kasa steril d.Jika bioskin kering bersihkan dengan savlon 1% dan biarkan bioskin tetap enempel dan tutup dengan gaas steril.Luka donor yang hanya diberi sufratulle.Gangguan sirkulasi (ada spalak) d.2. hati-hatie.Amati tanda-tanda infeksi. sokong bantal di bawahnya untuk mencegah edema. 7.Skin graft (immobilisasi) sampai menempel dengan baik bila memindahkan pasien.Keadan umum b. bengkak.lepaskan alloask dan berikan sufratulle dan zalf AB kemudian tutup gaas steril. 2) Urutan perawatan luka a. c. rawat luka 2 hari sekali. d.PERAWATAN POST OPERASI 1) Hal yang perlu diperhatikan : a. c. b.5 cm) e.Luka dicuci dengan cairan savlon 1% kemudian dibilas NaCl 0.Bila luka bersih. e.Luka pada bagian donor tidak boleh tergeser dan boleh bergerak bebes b. buka balutan setelah 2 minggu post op. 3) Perawatan luka pada donor a.Tutup dengan menggunakan gaas steril.Beri zalk silver sulfadiazine (ssp) pada luka (0. rawat setiap hari.9% (normal salin).Perdarahan post op c.PERAWATAN SKIN GRAFT .Bila menggunakan Bioskin (alloask) buka pada hari ketiga.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK a.Perhatikan jika terjadi hipertropi jaringan (pemakaian elastis verban).Bagian skin graft tidak boleh dibuka sebelum hari kelima. dan organisme penyebab l.Bila ada tanda infeksi (merah.a. c. kelompok dan masyarakat baik .Ganti verban setiap hari.bengkak. tidak menghantar listrik I. g. 8.Pletismografi : mengukur TD segmental bawah terhadap ekstremitas bawah mengevaluasi aliran darah arterial d.Buka balutan harus sangat hati-hati. jika ada stepler dibuka pada hari ketujuh dan buka jahitan pada hari ke 14. 1untuk menekan dan yang lainnya untuk melepaskan.Infeksi b.bau.Kering atau lengket basahi NaCl jangan dipaksakan. h.Tutup dengan gaas steril dan elastis verban.Hitung darah lengkap/diferensial : peninggian dan ―perpindahan kekiri‖ diduga proses infeksi c. tekan skin graft agar tetap menempel gunakan 2 buah pinset.Pus bersihkan dengan bethadine.Reaksi tubuh : tidak magnetis. f.BUN / Kreatinin : dapat meningkat akibat cedera jaringan k.Jika ncairan terkumpul di bawah graft.Glukosa Serum : Peningkatan menunjukkan respon terhadap stress i.SDP : Leukositosis dapat terjadi sehubungan dengan kehilangan sel pada sisi luka dan respon inflamasi terhadap cedera g.Kultur luka : mengidentifikasi adanya infeksi .LED : Peningkatan mengindikasikan respon inflamasi b.Rehabilitasi/ latihan setelah skin graft benar-benar lengket.Jika terjadi perdarahan tekan daerah tersebut sampai perdarahan berhenti dan laporkan jika berlanjut. kerusakan SDM dan penurunan fungsi ginjal h.Albumin serum : rasio albumin/globulin mungkin terbalik sehubungan dengan kehilangan protein pada edema cairan j. buatlah gulungan gaas steril dan gulung perlahan-lahan gulungan gaas ke arah tepi.Tekanan O2 Transkutaneus : memberi peta area perfusi paling besar dan paling kecil dalam keterlibatan ekstremitas f. d.Elektrolit serum : Kalium dapat meningkat pada awal sehubungan dengan cedera jaringan. keluarga.Bersihkan skin graft dengan savlon 1%.Ultrasound Dropler : untuk mengkaji dan mengukur aliran darah e. j. e.Reaksi penolakan/alergi c.Fotografi area luka : catatan untuk penyembuhan luka/ skin loss KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan didasarkan pada kiat keperawatan berbentuk pelayanan bio-psiko-sosial dan spiritual yang komprehensif ditujukan kepada individu. i. kecuali ada tanda infeksi segera buka.pus).KOMPLIKASI a. b.

4. imobilisasi. mengi. perencanaan. 1990) 1.)Resiko tinggi terhadap gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan aliran darah/emboli lemak. stress. ketergantungan. cedera vaskuler langsung. masalah dengan citra tubuh j.Penyuluhan/pembelajaran: Pengobatan sekarang misalnya ‗ anti-inflamasi. tahanan. diagnosa keperawatan utama dapat mencakup yang berikut : 1. nyeri). menangis h. reaksi orang lain.Pernafasan : Gejala : takipnea.Interaksi sosial : Gejala : masalah sehubungan dengan penyakit/ kondisi. perubahan tonus b. 3. menarik diri.Diagnosa Keperawatan Brdasarkan pada pengkajian. menangis. pekerjaan. mencegah dan memulihkan kesehatan melalui 4 tahap proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian. masalah tentang peran fungsi. ansietas. cepat dan pernafasan keras Tanda : batuk.Nyeri/ kenyamanan Gejala : berbagai tingkat nyeri.yang sehat maupun yang sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan.Sirkulasi e. ketidak mampuan menelan.gejala : masalah tentang keintiman hubungan f. marah. 5.)Resiko tinggi terhadap disfungsi perifer berhubungan dengan penurunan/interupsi aliran darah. perubahan membran alveolar/kapiler.)Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit/jaringan donor berhubungan dengan skin graf dan mobilisasi.sirkulasi Tanda : hipotensi.)Nyeri berhubungan dengan cedera pada jaringan lunak. pembentukan trombus. analgesik narkotik.)Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan inkontuinitas jaringan (kehilangan integritas jaringan). gangguan massa otot. pelaksanaan dan evaluasi yang memerlukan kecakapan dan keterampilan profesional tenaga keperawatan (Budi Keliat.)Gangguan mobilitas berhubungan dengan nyeri 6.Integritas ego : Gejala : masalah tentang keluarga. dangkal . sekresi oral i. steroid 2. .Aktifitas / istirahat : Gejala : keterbatasan aktual Tanda : penurunan kekuatan. keuangan . gerakan udara dan perubahan suhu Tanda : melindungi area yang sakit. d.Pengkajian Pada pengkajian keperawatan pasien dengan skin graft meliputi : a. meringis. efek prilaku. hipovolemia. menyangkal. 2.Neurosensori : Tanda : perubahan orientasi. sensitif untuk disentuh. penurunan refleks g. Asuhan keperawatan dilakukan dengan menggunakan proses keperawatan untuk meningkatkan. penurunan nadi perifer distal pada ekstremitas yang cedera c. edema berlebihan. berteriak. takikardi ( syok. kecacatan Tanda : ansietas. diteka. keterbatasan rentang gerak pada area yang sakit. ansietas.

7.)Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah informasi/tidak mengenal sumber informasi. 8.)Gangguan pemenuhan ADL ; berhubungan dengan immobilisasi. 9.)Gangguan konsep diri (body image) berhubungan dengan skin loss/ skin graf 10.)Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. Perencanaan Setelah merumuskan diagnosa keperawatan, maka intervensi dan aktivitas keperawatan perlu ditetapkan untuk mengurangi, menghilangkan dan mencegah masalah keperawatan klien, maka langkah selanjutnya adalah memenuhi kebutuhan tersebut melalui suatu perencanaan yang baik. a.)Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan inkontuinitas jaringan (kehilangan integritas jaringan).. (1.)Tujuan Mencegah terjadinya infeksi untuk mencapai penyembuhan luka sesuai waktu, bebas drainase purulen atau eritema dan demam. (2.)Intervensi (a.)Pantau TTV dan Tanda – tanda infeksi. Rasional : Perubahan tanda vital mengindikasikan ada infeksi. (b.)Kaji nilai-nilai Lab terutama LED. Rasional : Untuk mengetahui adanya tingkat infeksi (c.)Observasi luka untuk pembentukan bula, krepitasi perubahan warna kulit kecoklatan, bau drainage yang tak sedap atau asam. Rasional : Tanda perkiraan infeksi gas gangren. (d.)Pertahankan tindakan isolasi dgn teknik isolasi. Rasional : Mencegah penyebaran kuman / mikroorganisme agar tidak terjadi infeksi silang. (e.)Rawat luka dengan cara aseptic steril.. Rasional : Meminimalkan Infeksi. (f.)Berikan obat sesuai indikasi, contoh antibiotik IV/topikal. Rasional : Antibiotik spektrum luas dapat digunakan secara profilaktik atau dapat ditujukan pada mikroorganisme. (g.)Pantau adanya sepsis, demam, Takhipnoe. Rasional :Sepsis, demam, takhipnoe menandakan Infeksi (h.)Ciptakan lingkungan yg tidak memungkinkan pertumbuhan bakteri Rasional :Infeksi Mencegah infeksi bertambah parah dan mencegah infeksi silang b.)Nyeri berhubungan dengan cedera jaringan lunak, imobilisasi, stress, ansietas (1.)Tujuan : Menyatakan nyeri hilang atau berkurang Menunjukkan tindakan santai ; mampu berpartisipasi dalam aktivitas/tidur/istirahat dengan cepat. Menunjukkan penggunaan keterampilan relaksasi. (2.)Intervensi : a.tutup luka sesering mungkin Rasional : Perubahan suhu dan paparan udara dapat menyebabkan nyeri hebat pada pemajanan ujung syaraf b.Tinggikan ektrimitas secara periodik

Rasional : Setelah perubahan posisi dan peninggian menurunkan ketidak nyamanan serta resiko kontraktur c.Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi / karakter dan intensitas ( skala 0 – 10 ) Rasional : Perubahan lokasi / karakter dan intensitas nyeri dapat mengindikasikan terjadinya komplikasi d.Dorong ekspresi perasaan tentang nyeri Rasional : Pernyataan memungkinkan pengungkapan emosi dan dapat meningkatkan mekanisme koping e.Dorong penggunaan tehnik manajemen stress, contoh relaksasi progresif, nafas dalam, bimbingan imajinasi dan visualisasi Rasional : Memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan relaksasi dapat menurunkan ketergantungan farmakologis f.Tingkatkan periode tidur tanpa gangguan Rasional : Kurang tidur dapat meningkatkan persepsi nyeri / kemampuan koping menurun. c.). Resiko tinggi terhadap disfungsi perifer berhubungan dengan penurunan/interupsi aliran darah, cedera vaskuler langsung, edema berlebihan, pembentukan trombus, hipovolemia. (1.)Tujuan : Mempertahankan perfusi jaringan. (2.)Intervensi : (a.)Kaji aliran kapiler, warna kulit dan kehangatan distal pada fraktur. Rasional : Kembalinya warna cepat (3 – 5 detik), warna kulit putih menunjukkan gangguan arterial, sianosis diduga ada gangguan vena. (b.)Lakukan pengkajian neuromuskuler, perhatikan fungsi motorik/sensori. Rasional : Gangguan perasaan bebas, kesemutan, peningkatan/ penyebaran nyeri terjadi bila sirkulasi syaraf tidak adekuat atau syaraf rusak. (c.)Tes sensasi syaraf perifer dengan menusuk pada kedua selaput antara ibu jari pertama dan kedua dan kaji kemampuan untuk dorsofleksi ibu jari bila diindikasikan. Rasional : Panjang dan posisi syaraf parineal meningkatkan resiko cedera pada adanya fraktur kaki, edema/sindrom kompartement, atau melapisi alat traksi. (d.)Kaji keseluruhan panjang ekstremitas yang cedera untuk pembengkakan/pembentukan edema. Ukur ekstremitas yang cedera dan bandingkan dengan yang tak cedera. Rasional : Peningkatan lingkar ekstremitas yang cedera dapat diduga ada pembengkakan jaringan/edema umum tetapi menunjukkan perdarahan. (e.)Awasi tanda vital, perhatikan tanda-tanda pucat, cyanosis, kulit dingin. Rasional : Ketidakadekuatan volume sirkulasi akan mempengaruhi sistem perfusi jaringan. (f.)Berikan kompres es sekitar fraktur sesuai indikasi. Rasional : Menurunkan edema/pembentukan hematoma yang dapat mengganggu sirkulasi. (g.)Awasi Hb/Ht, pemeriksaan koagulasi.

Rasional : Membantu dalam kalkulasi kehilangan darah dan membutuhkan keefektifan terapi penggantian. d.)Resiko tinggi terhadap gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan aliran darah/emboli lemak. (1.)Tujuan : Mempertahankan fungsi pernafasan yang adekuat. (2.)Intervensi : (a.)Awasi frekuensi pernafasan. Rasional : Takipnea, dispnea dan insufisiensi pernafasan. (b.)Auskultasi bunyi nafas perhatikan terjadinya ketidaksamaan bunyi hiperesonan, juga adanya gemericik, ronchi, mengi, dan inspeksi mengorok/sesak nafas. Rasional : Perubahan dalam/adanya bunyi adventisius menunjukkan terjadinya komplikasi pernafasan. (c.)Observasi sputum untuk tanda adanya darah. Rasional : Hemodialisa dapat terjadi dengan emboli paru. (d.)Inspeksi kulit untuk petekie di atas garis puting pada aksilla meluas ke abdomen/tubuh, mukosa mulut kantong konjungtiva dan retina. Rasional : Ini adalah karakteristik yang paling nyata dari tanda emboli lemak,. Yang tampak dalam 2 – 3 hari setelah cedera. (e.)Berikan tambahan oksigen bila diindikasikan. Rasional : Meningkatkan sediaan O2 untuk oksigenasi optimal jaringan. (f.)Berikan obat sesuai indikasi, heparin dosis rendah. Rasional : Blok siklus pembekuan dan mencegah bertambahnya pembekuan pada adanya tromboplebitis. e.)Gangguan mobilitas berhubungan dengan nyeri (1.)Tujuan Meningkatkan/mempertahankan mobilitas pada tingkat paling tinggi yang mungkin mempertahankan posisi fungsional. (2.)Intervensi (a.)Kaji derajat imobilitas yang dihasilkan oleh cedera/pengobatan dan perhatikan persepsi pasien terhadap mobilitas. Rasional : Pasien mungkin dibatasi oleh pandangan/persepsi diri tentang keterbatasan fisik aktual memerlukan intervensi/informasi untuk meningkatkan kemajuan kesehatan. (b.)Dorong penggunaan latihan isometrik mulai dengan tungkai yang tidak sakit. Rasional : kontraksi otot isometrik tanpa menekuk sendi atau menggerakkan tungkai dan membantu mempertahankan kekuatan massa otot. (c.)Pertahankan posisi tubuh tepat dengan dukungan. Rasional : Meningkatkan posisi fungsiinal pada extremita dan mencegah kontraktur. (d.)lakukan latihan rentang gerak secara konsisten, di awali dgn pasif kemudian aktif. Rasional : Mencegah secara progresif mengencangkan jaringan parut dan kontraktur, meningkatkan pemeliharaan fungsi otot sendi dan menurunkan kehilangan kalsium dari tulang (e.)Berikan diet tinggi protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, pertahankan penurunan kandungan protein sampai setelah defekasi pertama. Rasional : pada cedera muskuloskeletal, nutrisi yang diperlukan untuk penyembuhan berkurang

Rasional : perlambatan penyembuhan dapat terjadi terhadap ketidaktepatan penggunaan alat ambulasi. dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah informasi..)Tinggikan area graft bila mungkin/tepat. Rasional : Memberikan dasar pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan informasi. demam .)Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit/jaringan donor berhubungan dengan skin graf dan mobilisasi.)Beri penguatan metode mobilitas dan ambulasi sesuai instruksi dengan terapis fisik bila diindikasikan. Rasional : Membatasi risiko pemisahan graft. tonus dan kekuatan. (d. kekuatan dan aktivitas yang mengandalkan BB. Pertahankan posisi yang diinginkan.)Identifikasi tanda dan gejala yang memerlukan evaluasi medik. Rasional : meminimalkan tekanan pada area ini. prognosis dan harapan yang akan datang. (1. dorong penggunaan trapeze bila mungkin. prognosis.)Tujuan Mencapai penyembuhan luka sesuai waktu. (1.)Ubah posisi dengan sering.)Dorong pasien untuk melanjutkan latihan aktif untuk sendi yang sehat Rasional : Mencegah kekakuan sendi.)Konsul dengan ahli terapi fisik/okupasi dan atau rehabiltasi spesialis.)Kaji ulang patologi. (c.)Gunakan plester traksu kulit dengan memanjang pada posisi tungkai yang sakit. (c.)Letakkan bantalan pelindung di bawah kaki dan di atas tonjolan tulang. contoh : nyeri berat. Rasional : Menurunkan resiko infeksi (f. f. perdarahan.)Intervensi (a. penggunaan trapeze dapat menurunkan abrasi pada siku/tumit. Sering mengakibatkan penurunan BB.)Intervensi (a. (2. (e. (f. g. prognosis dan pengobatan. kemerahan. kontraktur dan kelelahan otot meningkatkan kembalinya aktivitas sehari-hari. Gerakan jaringan di bawah graft dapat mengubah posisi yang mempengaruhi penyembuhan optimal. Rasional : Penyusunan aktivitas sekitar kebutuhan yang dapat bantuan. perubahan warna. (b.dengan cepat. selama traksi tulang ini dapat mempengaruhi massa otot. (e. Rasional : Untuk mengurangi tekanan pada area yang sama dan meminimalkan resiko kerusakan kulit.)Kaji kulit untuk luka.)Kaji ulang perawatan pen/luka yang tepat. Rasional : Untuk membuat aktivitas individual/program latihan pasien dapat memerlukan bantuan jangka panjang dengan gerakan. Rasional : Plester traksi melingkari tungkai dapat mempengaruhi pada sirkulasi. Rasional : Berikan informasi tentang sirkulasi kulit dan masalah yang mungkin disebabkan oleh alat dan atau pemasangan gips/beban/traksi.)Buat daftar aktivitas di mana pasien dapat melakukannya secara mandiri dan yang memerlukan bantuan. (b. benda asing.)Kurang pengetahuan tentang kondisi. (d.)Tujuan Menyatakan pemahaman kondisi. (2.

)Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. (c. (2.)Bantu klien memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan anjurkan klien agar dapat mengerjakan sebanyak mungkin untuk dirinya (memandikan klien). Rasional : Mengetahui sejauh mana kemampuan klien dalam merawat dirinya. Rasional : Mengurangi frustasi yang sering menyertai kesulitan yang dihadapi bila belajar.)Intervensi (a. Rasional : Perawatan ini membantu memelihara harga diri dan kembali untuk hidup tanpa tergantung kepada orang lain.)Kaji derajat dukungan yang ada untuk pasien.)Tujuan Kebutuhan rawat diri terpenuhi.)Tujuan Mewujudkan kemampuan untuk mengatasi masalah.)Diskusikan persepsi pasien tentang diri dan hubungannya dengan perubahan dan bagaimana pasien melihat dirinya dalam pola/peran fungsi yang biasanya. (d. (2. (1.)Berikan informasi yang dapat dipercaya dan konsisten. Rasional : Membantu pasien untuk merasa diterima pada kondisi sekarang tanpa perasaan dihakimi dan meningkatkan perasaan harga diri dan kontrol.)Tujuan Klien dapat melakukan interaksi dengan orang lain tanpa merasa rendah diri. penggunaan penyangkalan atau terus menerus melihat perubahan nyata/yang diterima.)Intervensi (a.)Berikan informasi akurat dan konsisten mengenai prognosis.)Gangguan konsep diri (body image) berhubungan dengan skin loss/ skin graft (1. h. membicarakan diri tentang hal negatif. (b. (c. j.)Sediakan waktu klien dalam melakukan aktivitas dengan segenap kemampuannya.)Gangguan pemenuhan ADL . berhubungan dengan immobilisasi. i. juga dukungan untuk orang terdekat. Rasional : Untuk memotivasi agar mematuhi program rehabilitasi secara kontinyu. Rasional : Dukungan yang cukup dari orang terdekat dan teman dapat membantu proses rehabilitasi. (b. bau tak enak. Rasional : Dibutuhkan pada masalah ini untuk membantu adaptasi lanjut yang optimal dan rehabilitasi. . (b.)Intervensi (a. (2. Rasional : Dapat mengurangi kecemasan dan ketidakmampuan pasien untuk membuat keputusan/pilihan berdasarkan realita. (1.tinggi.)Kaji tingkat kemampuan klien dalam merawat dirinya. (c. Rasional : Membantu mengartikan masalah sehubungan dengan pola hidup sebelumnya dan membantu pemecahan masalah.)Berikan pujian terhadap kemampuan yang dicapai oleh klien dalam menolong dirinya.)Berikan lingkungan terbuka di mana pasien akan merasa aman untuk mendiskusikan perasaan atau menahan diri untuk berbicara. Rasional : Intervensi cepat menurunkan beratnya komplikasi seperti infeksi/gangguan sirkulasi.)Perhatikan prilaku menarik diri.

2008 by harnawatiaj I. Evaluasi adalah merupakan pengukuran dari keberhasilan rencana keperawatan dalam memenuhi kebutuhan klien. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan : Kebutuhan klien. Di bagian bawah melekat pada tulang panggul. lemak peritoneal dan peritoneum. Dinding perut ini terdiri dari berbagai lapis. Dalam melaksanakan proses keperawatan harus kerjasama dengan tim kesehatan-kesehatan yang lain keluarga klien dan dengan klien sendiri. 3.Melaksanakan tindakan keperawatan dengan memperhatikan kode etik dengan standar praktek dan sumber-sumber yang ada. Dinding perut membentuk rongga perut yang melindung isi di dalamnya. Evaluasi. Sumber-sumber dari keluarga dan klien sendiri. Disebelah atas.Mendokumentasikan/mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan dan respon pasien. Sumber-sumber dari instansi. struktur ini melekat pada tulang belakang. melekat pada iga. Adapun evaluasi klien dengan post skin graft dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya dan asuhan keperawatan dikatakan berhasil apabila dalam evaluasi terlihat pencapaian kriteria tujuan perencanaan yang diberikan pada klien dengan post skin graft. tahap evaluasi merupakan kunci keberhasilan dalam menggunakan proses keperawatan. oblikus abdominis internus. Kemudian ketiga otot dinding perut. Peritoneum.Rasional : menciptakan interaksi interpersonal yang lebih baik dan menurunkan ansietas dan rasa takut.Mengidentifikasi respon klien.)Libatkan orang terdekat sesuai petunjuk pada pengambilan keputusan bersifat mayor. m. c. Rasional : Menjamin adanya sistem pendamping bagi pasien dan memberikan kesempatan orang terdekat untuk berpartisipasi dalam kehidupan pasien. oblikus abdominis externus.Konsep Dasar Dinding perut mengandung struktur muskulo aponeuresis yang kompleks. lemak sub cutan dan fasia superfisialis ( Fasia scarpa ). yang meliputi 3 hal : a. Filed under: 9. Dasar dari tindakan. tranfersus abdominis dan ahirnya lapis preperitoneum. yaitu dari luar ke dalam lapisan kulit yang terdiri dari kutis dan sub cutis. b. yaitu fasia tranversalis. m. DERMATOLOGY ZONE | 5 Komentar » OMPHALOCELE / GASTROSCHISIS Posted on Maret 9.Pelaksanaan Pelaksanaan adalah perwujudan dari rencana keperawatan yang meliputi tindakan-tindakan yang direncakan oleh perawat. Integritas lapisan . Dibagian belakang. m. (d. Kemampuan perseorangan dan keahlian/keterampilan dari perawat. Otot di bagian depan tengah terdiri dari sepasang otot rectus abdominis dengan fasianya yang di garis tengah dipisahkan oleh linea alba.

Obstruksi vena cava inferior juga dapat terjadi karena penekanan tersebut. Fungsi lain otot dinding perut adalah pada waktu pernafasan. Epitelisasi ini membutuhkan waktu 3 – 4 bulan. Dari kranio dorsal diperoleh pendarahan dari cabang aa. iliaka sirkum fleksa superfisialis. usus akan berada di luar rongga perut tanpa dibungkus peritoneum dan amnion. Diagnosis Pada omfalokel tampak kantong yang berisi usus dengan atau tanpa hati di garis tengah pada bayi yang baru lahir. Bila usus keluar dari titik terlemah di kanan umbilikus. Bila proses ini terhambat maka akan terjadi kantong di pangkal umbilikus yang berisi usus. Tindakan yang dapat dilakukan ialah dengan melindungi kantong omfalokel dengan cairan anti septik misalnya betadin dan menutupnya dengan kain dakron agar tidak tercemar. dapat dilakukan operasi satu tahap. luasnya cacat dinding perut dan ada tidaknya hati di dalam kantong akan menentukan cara pengobatan.muskulo aponeuresis sangat penting untuk mencegah terjadinya hernia bawaan. Kemudian operasi koreksi hernia ventralis tersebut dapat dikerjakan setelah anak berusia 5 – 10 tahun. fasia dan kulit. Pada usia 10 minggu terjadi pengembangan lumen abdomen sehingga usus dari extra peritoneum akanmasuk ke rongga perut. Kekayaan vaskularisasi ini memungkinkan sayatan perut horisontal maupun vertical tanpa menimbulkan gangguan pendarahan. Bila kantong omfalokel kecil. Persyarafan dinding perut dilayani secara segmental oleh n. Dari kaudal terdapat a. juga pada saat berkemih. a pudenta externa dan a epigastrika inferior. lumbalis I. torakalis VI s/d XII dan n. Pada gastroschisis operasi koreksi untuk menempatkan usus ke dalam rongga perut dan menutup lobang harus dikerjakan secepat mungkin sebab tidak ada perlindungan infeksi. keadaan ini disebut gastroschisis. Intercostalis VI s/d XII dan a epigastrika superior. Dindingnya tipis terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion yang keduanya bening sehingga isi kantong tengah tampak dari luar. Vaskularisasi dinding perut berasal dari beberapa arah. Jika dipaksakan maka karena regangan dinding perut diafragma terdorong ke atas dan terjadi gangguan pernafasan. Dinding kantong dibuang. lambung kadang hati. II. dan buang air besar dengan meninggikan tekanan intra abdomen. isi kantong dimasukkan ke dalam rongga perut. Dengan demikian ada kesempatan terjadinya epitelisasi dari tepi sehingga seluruh kantong tertutup epitel dan terbentuk hernia ventralis yang besar.Pengobatan Paliatif Besarnya kantong. Patofisiologi Kelainan kongenital Omfalokel dan Gastrischisis Embriogenesis Pada janin usia 5 – 6 minggu isi abdomen terletak di luar embrio di rongga selom. Tambahan lagi makin ditunda operasi makin sukar karena usus akan udem. kemudian lubang ditutup dengan peritoneum. Tetapi omfalokel biasanya terlalu besar dan rongga perut terlalu kecil sehingga isi kantong tidak bisa dimasukkan ke dalam rongga perut. keadaan ini disebut omfalokel. Komplikasi Komplikasi dini merupakan infeksi pada kantong yang mudah terjadi pada permukaan yang . dapatan maupun iatogenik. Pada gastro schisis usus berada di luar rongga perut tanpa adanya kantong.

yaitu infeksi dibagian tubuh lain diluar alatpencernaan. Adeno virus.Infeksi parental. 2008 by harnawatiaj I. 7. Yersenia dan Acromonas.Infeksi virus : Entero virus (Virus echo.Alergi makanan : susu dan protein. Compilobacter.Infeksi enternal yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Ecserchia coli.Iritasi langsung pada saluran pencernaan oleh makanan.Penyakit usus seperti Colitis ulserative. crohn disease dan enterocolitis. C. Etiologi Faktor Infeksi 1. Kelainan kongenital dinding perut ini mungkin disertai kelainan bawaan lain yang memperburuk prognosis. sepertiOtitis Media Akut.telanjang. Atau peristaltik yang menurun menyebabkan bakteri tumbuh berlebihan menyebabkan peradangan . Patofisiologi A. Salmonella. 9. Gangguan sekresi Toxin pada dinding usus meningkatkan sekresi air dan lektrolit kedalam usus. 3. Shigella.Faktor psikologis : rasa tahut dan cemas.Gangguan metabolik atau malabsorbsi. Gangguan motalitas usus Hyperperistaltik menyebabkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan.Obstruksi usus. Bukan faktor infeksi 6.Obat-obatan seperti antibiotik.Infeksi bakteri : Vibrio coma. peningkatan isi rongga usus merangsang usus untuk mengeluarkannya. 8. 11. 10. Filed under: 1. 12. Tonsilopharingitis dan sebagainya. Pengertian Diare adalah keadaan kekerapan dan keenceran buang air besar dimana frekuensinya lebih dari tiga kaliper hari dan banyaknya lebih dari 200 – 250 gram. hal ini menyebabkan isi rongga usus berlebihan sehingga merangsang usus mengeluarkannya (diare). 2. 4. protozoa dan jamur. 5. Gangguan osmotik Makanan atau zat yang tidak dapat diserap menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus. II. III. PEDIATRIK ZONE | 1 Komentar » DIARE PADA ANAK Posted on Maret 9. Rota virus dan Astrovirus. Keadaan ini terutama pada bayi dan anak dibawah 2 tahun.Infeksi parasit : Cacing. Coxechasi dan Poliomyelitis).

6.Cardiac disrythmias 5.Vomiting. g. iritabel.Hiponatremi.Hipokalsemi 4. 2.Respirasi cepat dan dalam.Dehidrasi berat : dimana berat badan menurun lebih dari 10 % dengan volume cairan yang hilang sama dengan atau lebih dari 100 ml/kgBB.Kehilangan cairan/dehidrasi dimana jumlah urine menurun.Feces encer dan terjadi perubahan warna dalam beberapa hari. terdapat fontanel dan mata yang cekung serta terjadi penurunan tekanan darah. Komplikasi Komplikasi yang sering terjadi pada anak yang menderita diare adalah : 1.pada rongga usus sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat hal ini menyebabkan absorsi rongga usus menurun sehingga terjadilah diare. Mikroorganisme patogen Zat – zat sulit diserap Infeksi Peningkatan tekanan osmotik Peningkatan sekresi aktif cairan Menarik air dan garam ke dalam usus Peningkatan motilitas usus Peristaltik meningkat Diare IV.Asidosis. VI.Sering buang air besar lebih dari 3 kali dan dengan jumlah 200 – 250 gr. . Klasifikasi diare Tahapan dehidrasi menurut Ashwill dan Droske (1977) : 1. d. konvulsi. namun secara umum tanda dan gejala yang sering terjadi adalah : a. 3.Syok hipovolemik 7.Dehidrasi 2.Dehidrasi sedang : dimana berat badan menurun 6 – 9 % dengan volume cairan yang hilang kurang dari 50 – 90 ml/kgBB. V. kulit kering. c. b.Hipokalemi.Terjadi perubahan tingkah laku seperti rewel. 3. flasiddity dan merasa nyeri pada saat buang air besar. lemah. e.Dehidrasi ringan : dimana berat badan menurun 3 – 5 % dengan volume cairan yang hilang kurang dari 50 ml/kgBB. Gejala Klinik Gejal klinik yang timbul tergantung dari intensitas dan tipe diare.Anorexia. f. pucat. turgor kulit jelek.

luka yang kotor dan pada bayi dapat melalui tali pusat. Toksin ini (tetanuspasmin) mula-mula akan menyebabkan kejang otot dan saraf perifer setempat. 2.Definisi Penyakit tetanus adalah penyakit infeksi yang diakibatkan toksin kuman Clostridium tetani.Untuk umur 1 tahun lebih . penderita harus dirawat di RS. 4.Drugs Pada dehidrasi ringan diberikan : a. yang peranannya kurang berarti dalam proses penyakit. Penatalaksanaan Dasar-dasar penatalaksanaan diare pada anak adalah : (5 D) 1. BB 7 kg lebih : teh. Disamping itu dikenal pula tetanolysin yang hemolisis.Etologi Clostridium tetani adalah kuman berbentuk batang.Defisiensi disakarida 5.Patofisiologi Penyakit tetanus terjadi karena adanya luka pada tubuh seperti luka tertusuk paku. luka baker.5 milimikro yang berbentuk spora selama diluar tubuh manusia. 3. pecahan kaca. bubur dan seterusnya selain oralit. Spasmolitika dan obstipansia pada diare tidak diberikan karena tidak bermanfaat bahkan dapat memberatkan penyakit. Pengobatan diare lebih mengutamakan pemberian cairan. kalori dan elektrolit yang bisa berupa larutan oralit (garam diare) guna mencegah terjadinya dehidrasi berat. luka tembak. 2. 2008 by harnawatiaj A.Dehidrasi. Formula susu dihentikan dan baru dimulai lagi secara realimentasi setalh makan nasi.ASI/susu yang sesuai c. penderita tidak perlu dirawat dan diberikan : a.Seperti pengobatan dehidrasi ringan b. berukuran 2-5 x 0.4-0. Organisme multiple membentuk dua toksin yaitu tetanuspasmin yang merupakan toksin kuat dan . Pada dehidrasi berat.Termasuk golongan gram positif dan hidupnya anaerob. Filed under: 1.Bila tidak minum ASI : 1. tersebar luas di tanah dan mengeluarkan toksin bila dalam kondisi baik. C. biskuit. atau kaleng. 2/3 penuh ditambah oralit. B. Kekuatan tonus otot massater dan otot-otot rangka.Diet. bermanifestasi dengan kejang otot secara proksimal dan diikuti kekakuan otot seluruh badan. pada suhu 65 C akan hancur dalam lima menit. sedangkan antibiotika atau obat lain hanya diberikan bila ada indikasi yang jelas.VII.Antibiotika (hanya kalau perlu saja) Pada dehidrasi sedang.Oralit + cairan b.Diagnosis. PEDIATRIK ZONE | 1 Komentar » TETANUS Posted on Maret 9. ramping. Toksin ini labil pada pemanasan.Kurang dari 1 tahun LLM dengan takaran 1/3. Kuman mengeluarkan toksin yang bersifat neurotoksik.

lengan kaku dan tangan mengepal kuat. yaitu: 1. Timbul kejang tetanik bermacam grup otot.Gejala klinis Masa tunas biasanya 5 – 14 hari. Spasme mula-mula intermitten diselingi periode relaksasi.Biasanya terdapat leukositosis ringan dan kadang-kadang peninggian tekanan cairan otak. Eksotoksin yang dihasilkan akan mencapai pada sistem saraf pusat dengan melewati akson neuron atau sistem vaskuler.Trismus (kesukaran membuka mulut) karena spasme otot-otot mastikatoris.tetanus local : otot terasa sakit.Ketegangan otot dinding perut (harus dibedakan dengan abdomen akut) 4. Pada mulanya spasme berlangsuang beberapa detik sampai beberapa menit dan terpisah oleh periode relaksasi. 10. Hipotesa cara absorbsi dan bekerjanya toksin adalah pertama toksin diabsorbsi pada ujung saraf motorik dan melalui aksis silindrik dibawah ke korno anterior susunan saraf pusat. mudah tersinggung dan sakit kepala merupakan manifestasi awal. yaitu badan kaku dengan epistotonus. Gejala itu dapat menetap dalam beberapa minggu dan menhilang tanpa sekuele. Dalam waktu 48 jam penyakit ini menjadi nyata dengan : 1.atau neurotropik yang dapat menyebabkan ketegangan dan spasme otot.Kaku kuduk sampai epistotonus (karena ketegangan otot-otot erector trunki) 3.Risus sardonikus karena spasme otot muka (alis tertarik ke atas). 2. Masa inkubasi 2 hari sampai 2 bulan dan rata-rata 10 hari. 2.Panas biasanya tidak tinggi dan terdapat pada stadium akhir. 6. 9. 8. Kemudian tidak jelas lagi dan serangan tersebut disertai rasa nyeri. mudah terangsang.Tetanus general merupakan bentuk paling sering. masuk kedalam sirkulasi darah arteri kemudian masuk kedalam susunan saraf pusat. Kadang-kadang terjadi perdarahan intramusculus karena kontraksi yang kuat. Kuman ini menjadi terikat pada satu saraf atau jaringan saraf dan tidak dapat lagi dinetralkan oleh antitoksin spesifik. dan mempengaruhi sistem saraf pusat. Ada 3 bentuk klinik dari tetanus.gelisah. Toksin bereaksi pada myoneural junction yang menghasilkan otot-otot manjadi kejang mudah sekali terangsang. Retensi urine dapat terjadi karena spasme otot urethral. toksin diabsorbsi oleh susunan limfatik. Penyakit ini biasanya terjadi mendadak dengan ketegangan otot yang makin bertambah terutama pada rahang dan leher. gelisah. lalu timbul rebiditas dan spasme pada bagian paroksimal luak.Tetanus segal : varian tetanus local yang jarang terjadi masa inkubasi 1-2 hari terjadi sesudah . 5. Namun toksin yang bebas dalam peredaran darah sangat mudah dinetralkan oleh aritititoksin. ekstremitas inferior dalam keadaan ekstensi. tetapi kadang-kadang sampai beberapa minggu pada infeksi ringan atau kalau terjadi modifikasi penyakit oleh antiserum. trismus. 7.sudut mulut tertarik ke luar dan ke bawah.Spasme yang khas .Kesukaran menelan. bibir tertekan kuat pada gigi. timbul mendadak dengan kaku kuduk. menimbulkan aduksi lengan dan ekstensi ekstremitas bagian bawah. nyeri anggota badan sering marupakan gejala dini. Fraktur kolumna vertebralis dapat pula terjadi karena kontraksi otot yang sangat kuat.Kejang tonik terutama bila dirangsang karena toksin terdapat di kornu anterior. Dalam waktu singkat konstruksi otot somatik — meluas.Asfiksia dan sianosis terjadi akibat serangan pada otot pernapasan dan laring. Anak tetap sadar. Kedua. 3. D.

Obat-obatan 1. Paling menonjol adalah disfungsi saraf III. G. Menurut berat gejala dapat dibedakan 3 stadium : 1. abses gigi yang hebat.000-12. preumonia lobaris atas.Pemeriksaan diagnostic ~ Pemeriksaan fisik : adanya luka dan ketegangan otot yang khas terutama pada rahang.Prognosis Dipengaruhi oleh beberapa factor dan akan buruk pada masa tunas yang pendek (kurang dari 7 hari).Atelektaksis karena obstruksi secret 4. 2. H. IV.Penatalaksanaan a. Kuduk baku juga dapat terjadi pada meningitis (pada tetanus kesadaran tidak menurun). VII.otitis media atau luka kepala dan muka. 2.Diagnosis Biasanya tidak sukar. bila disertai frekuensi kejang yang tinggi. ~ Isolasi pada ruang yang tenang bebas dari rangsangan luar.Spame otot faring yang menyebabkan terkumpulnya air liur (saripa) di dalam rongga mulut dan hal ini memungkinkan terjadinya aspirasi sehingga dapat terjadi pneumonia aspirasi. kenaikan suhu tubuh yang tinggi. pengobatan yang terlambat.Trismus (3 cm) tanpa kejang-lorik umum meskipun dirangsang. IX dan XI tersering adalah saraf otak VII diikuti tetanus umum.Fraktura kompresi.Komplikasi 1. 3.Antitoksin . I.Trismur (1 cm) dengan kejang torik umum spontan. Mortalitas di Amerika Serikat dilaporkan 62 % (masih tinggi) J. spondilitis leher. Kejang pada meningitis dapat dibedakan dengan kelainan cairan serebropinalis.Asfiksia 3. E. abses retrofaringeal. pembesaran getah bening leher.Diagnosis banding Spasme yang disebabkan oleh striknin jarang menyebabkan spasme otot rahang tetapi didiagnosis dengan pemeriksaan darah (kalsium dan fospat). Anamnesis terdapat luka dan ketegangan otot yang khas terutama pada rahang sangat membantu. ~ Pemeriksaan darah : leukosit 8. ~ Mengatur cairan dan elektrolit. mastoiditis. ~ Oksigen pernafasan butan dan trakeotomi bila perlu. b. Trismus dapat pula terjadi pada argina yang berat. usia yang sangat mudah (neunatus) dan usia lanjut.Secara Umum ~ Merawat dan memebersihkan luka sebaik-baiknya. miositis leher. ~ Diet TKTP pemberian tergantung kemampuan menelan bila trismus makanan diberi pada sonde parenteral.000 ca. F.Trismur (3 cm atau lebih kecil) dengan kejang torik umum bila dirangsang. period of onsed yang pendek (jarak antara trismus dan timbulnya kejang) dan adanya kompikasi terutama spame otot pernafasan dan obstruksi saluran pernafasan. Pada rabies terdapat anamnesis gigitan anjing dan kucing disertai gejala spasme laring dan faring yang terus menerus dengan pleiositosis tetapi tanpa trismus.

INFEKSION ZONE | Leave a Comment » SIROSIS HEPATIS Posted on Maret 9. dll.M/4 jam.Etiologi B.Anti kejang/Antikonvulsan ~ Fenobarbital (luminal) 3 x 100 mg/1.000 iu/kg BB/hari). ~ Pemberian ATS 1500 iu secepatnya.0 mg/kg BB/1. 2008 by harnawatiaj I.Morfologi C.Klasifikasi etiologi 1)Etiologi yang diketahui penyebabnya (a)Hepatitis virus B & C (b)Alkohol (c)Metabolik (d)Kolestasis kronik/sirosis siliar sekunder intra dan ekstrahepatik .M.Pencegahan 1. II. 2. ~ Diazepam 0.M lalu dilanjutkan 6 x 30 mg hari (max.000 iu/1.Fungsional Uraian : A. Booster diberikan 1 tahun kemudian selanjutnya tiap 2-3 tahun. degenerasi dan regenerasi.Pengertian Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan kronik pada hati. 4. yang diberikan sebagai dapat paad usia 3.M/hari untuk anak-anak mula-mula 4-6 mg/kg BB.Antibiotik Penizilin prokain 1. ~ Bila luka berta berikan pp selama 2-3 hari (50.Imunisasi aktif toksoid tetanus.5-1. 200 mg/hari). Pemberian baru dilaksanakan setelah dipastikan tidak ada reaksi hipersensitivitas.m/5 hari. juta 1. Filed under: 9. ~ Tetanus toksoid sebagai boster bagi yang telah mendapat imunisasi dasar. untuk anak diberikan mula-mula 60-100 mg/1.Etiologi & Klasifikasi Sirosis hepatis diklasifikasikan berdasarkan atas : A. K. diikuti proliferasi jaringan ikat.V Dapat memusnakan oleh tetani tetapi tidak mempengaruhi proses neurologiknya.u/hari atau tetrasiflin 1 gr/hari/1. ~ Klorpromasin 3 x 25 mg/1.4 dan 5 bulan.Bila mendapat luka : ~ Perawatan luka yang baik : luka tusuk harus di eksplorasi dan dicuci dengan H2O2. 2. sehingga timbul kerusakan dalam susunan parenkim hati.Antitoksin 20.

edema pretibial. Sirosis yang tidak diketahui penyebabnya dinamakan sirosis kriptogenik/heterogenous. B. berat badan menurun. 2)Etiologi tanpa diketahui penyebabnya.Klasifikasi Fungsional Secara fungsi. disertai kegagalan hati dan hipertensi portal) 1. subfebris. mengandung nodul yang besarnya juga bervariasi ada nodul besar didalamnya ada daerah luas dengan parenkim yang masih baik atau terjadi regenerasi parenkim. Sirosis mikronodular besar nodulnya sampai 3 mm. sedangkan sirosis makronodular ada yang berubah menjadi makronodular sehingga dijumpai campuran mikro dan makronodular.sirosis mikronodular : ditandai dengan terbentuknya septa tebal teratur. sirkulasi hiperkenetik. C. di dalam septa parenkim hati mengandung nodul halus dan kecil merata tersebut seluruh lobul. hepatitis kronik aktif (g)Toksik & obat INH. Eritema palmaris Asites Pertumbuhan rambut berkurang Atrofi testis dan ginekomastia pada pria Sebagai tambahan dapat timbul : Ikterus/jaundice. 3.kegagalan hati/hepatoselular : dapat timbul keluhan subjektif berupa lemah.(e)Obstruksi aliran vena hepatik Penyakit vena oklusif Sindrom budd chiari Perikarditis konstriktiva Payah jantung kanan (f)Gangguan imunologis Hepatitis lupoid. danfoetor hepatik. gembung. bicara gagok/slurred speech. flapping tremor akibat amonia dan produksi nitrogen (akibat hpertensi portal dan kegagalan hati) Hipoalbuminemia. infeksi seperti malaria.campuran Uraian : 1. . gangguan koagulasi darah/defisiensi protrombin. sirosis makronodula ditandai dengan terbentuknya septa dengan ketebalan bervariasi.sirosis dini) dekompensasi (aktif. muka dan lengan atas. mual.makronodular 3. Klasifikasi Morfologi Secara makroskopik sirosis dibagi atas: 1. sirosis hati dibagi atas : kompensasi baik (laten. metildopa (h)Operasi pintas usus halus pada obesitas (i)Malnutrisi.mikronodular 2. dll Spider nevi/angiomata pada kulit tubuh bagian atas. sirosis campuran umumnya sirosis hati adalah jenis campuran ini. 2. Ensefalopati hepatik.

septa bisa dibenyuk dari sel retikulum penyangga kolaps dan berubah menjadi parut . Tekanan splanknik meningkat tetapi tekanan portal intra hepatik normal. dan hipertensi portal. Peningkatan tekanan prehepatik bisa juga diakibatkan meningkatnya aliran splanknik karena fistula atriovenosa atau mielofibrosis limfa.biasa terdapat lokasi obstruksi campuran. biasa kongenital.terjadi kolaps lobulus hati dan ini memacu timbulnya jaringan parut disertai terbentuknya septa fibrosa difus dan modul sel hati .septal aktif ini berasal dari portal menyebar keparenkim hati.retikulo endotel. biokimia darah.Bisa disebabkan satu faktor saja. dan status quo (stasioner). Kolagen ada 4 tipe dengan lokasi sebagai berikut: Tipe 1: lokasi daerah sentral Tipe 2: sinusoid Tipe 3: jaringan retikulin (sinusoid portal) Tipe 4: membram basal Pada semua sirosis terdapat peningkatan pertumbuhan semua jenis kologen tersebut. dan ini menyebabkan distorsi percabangan pembuluh hepatik dan gangguan aliran daerah portal dan menimbulkan hipertensi portal. terjadi fibrogenesis dan septa aktif jaringan kologen berubah dari reversibel menjadi irrevensibel bila telah terbentuk septa permanen yang aseluler pada daerah portal dan parenkhim hati sel limfosit T dan makrofag menghasilkan limfokin dan monokin sebagai mediator fibrinogen. regresif. Lokasi peningkatan resistensi bisa : prehepatik. misalnya peningkatan resistensi atau aliran corta atau keduanya.Patognesis: Adanya faktor etilogi menyebabkan peradangan dan kerusakan inekrosis meliputi daerah yang luas (hapatoseluler) . III. Pembentukan jaringan kologen diransang oleh nekrosis hepatoseluluer dan asidosis laktat merupakan faktor perangsang. histologi jaringan dan dibagi atas progresif. Tahap berikutnya terjadi peradangan dan nekrosis pada sel duktules . Gambaran klinis. Aktivitas sirosis hati dapat dinilai dari aspek klinis. trombosis vena porta waktu lahir. Beberapa sel tumbuh kembali dan membentuk nodul dengan berbagai ukuran . yakni kegagalan hati. Intrahepatik a)Presinusoidal b)Sinusoinal(sirosis hati) c)Post-sinusoidal (veno oklusif).2.hipertensi portal : bisa terjadi pertama akibat meningkatnya reistensi portal dan splanknik karena mengurangnya sirkulasi akibat fibrosis. dan kedua akibat meningkatnya aliran portal karena transmisi dari tekanan arteri hepatikke sistem portal akibat distorsi arsitektur hati. d)Posthepatik karena perikarditis konstriktiva. insufisiensi trikuspidal.sinusoid. jaringan parut ini dapats menghubungkan daerah portal yang satu dengan yang lain atau portal dengan sentral (bridging neerosis). Mekanisme terjadinya sirosis hati bisa secara: -mekanik -imunologis -campuran . pengobatan dan prognosis pasien sirosis hati tergantung pada 2 komplikasi. Biasa yang dominan adalah peningkatan resistensi.

mual. Pada mekanisme terjadinya sirosis secara imunologis dimulai dengan kejadian hepatitis viral akut yang menimbulkan peradangan sel hati . Perdarahan bisa masif dan menyebabkan pasien jatuh ke dalam renjatan. Jadi fibrosis pasca nekrotik adalah dasar timbulnya sirosis hati.nekrosis /nekrosis bridging dengan melalui hepatitis kronik agresif diikuti timbulnya sirosis hati. Pada kasus lain.Pemeriksaan Penunjang 1. Sebagian pasien datang dengan gejala hematemesis.Pemeriksaan Laboratorium Perlu diingat bahwa tidak ada pemeriksaan uji biokimia hati yang dapat menjadi pegangan dalam menegakkan diagnosis sirosis hati. dimana tumor akan menekan saluran empedu atau terbentuknya trombus saluran empedu intra hepatik. pengurangan masa otot terutama pengurangannya masa daerah pektoralis mayor. hipokrom normositer.Manifestasi klinis 1. Kolesterol darah yang selalu rendah mempunyai prognosis yang kurang baik. atau hipokrom makrositer. Perkembangan sirosis dengan cara ini memerlukan waktu sekitars 4 tahun sels yang nengandung virus ini merupakan sumber rangsangan terjadinya proses imunologis yang berlangsung terus menerus sampai terjadi kerusakan hati. gangguan siklus haid. dan pemeriksaan penunjang lainnya. Terutama bila timbul komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal dengan manifestasi seperti: eritema palmaris. hematemesis dan melena. Fase kompensasi sempurna pada fase ini tidak mengeluh sama sekali atu bisa juga keluhan samar-samar tidak khas seperti pasien merasa tidak bugar/ fit merasa kurang kemampuan kerja selera makan berkurang. Bisa juga pasien datang dengan gangguan pembentukan darah seperti perdarahan gusi. ikterus. hipokrom mikrositer. epistaksis. edema pretibial dan asites. Anemia bisa akibat hipersplenisme dengan leukopenia dan trombositopenia. Ikterus dengan eir kemih berwarna seperti air kemih yang pekat mungkin disebabkan oleh penyakit yang berlanjut atau transformasi ke arah keganasan hati. spider nevy. Keluhan pasien sirosis hati tergantung pada fase penyakitnya. atau melena saja akibat perdarahan farises esofagus. timbul peradangan luas. nekrosis luas dan pembentukan jaringan ikat yang luas disertai pembentukan jaringan ikat yang luas disrtai pembentukan nodul regenerasi oleh sel parenkim hati. laboratorium. Fase dekompensasi Pada sirosis hati dalam fase ini sudah dapat ditegakkan diagnosisnya dengan bantuan pemeriksaan klinis. 2. Darah : bisa dijumpai HB rendah. Gejala kegagalan hati ditimbulkan oleh keaktifan proses hepatitis kronik yang masih berjalan bersamaan dengan sirosis hati yang telah terjadi dalam proses penyakit hati yang berlanjut sulit dibedakan hepatitis kronik aktif yang berat dengan permulaan sirosis yang terjadi (sirosis dini ). V. anemia normokrom normositer. IV. vena kolateral pada dinding perut. kadang mencret atau konstipasi berat badan menurun. bisa akibat kegagalan hati pada sirosis hati fase lanjut atau akibat perdarahan varises esofagus.Dalam hal mekanisme terjadinya sirosis secara mekanik dimulai dari kejadian hepatitis viral akut. SGPT tidak merupakan petunjuk tentang berat dan . Kadang-kadang pasien sering mendapat flu akibat infeksi sekunder atau keadaan aktivitas sirosis itu sendiri. Kenaikan kadar enzim transaminase/SGOT. perasaan perut gembung. yang masih baik. sirosis datang dengan gangguan kesadran berupa ensefalopati. haid berhenti.

serum (mu. pinggang.Pemeriksaan Jasmani Hati : perkiraan besar hati. pinggir hati biasanya tumpul dan ada sakit pada perabaan hati. Pemeriksaan CHE (kolinesterase) : penting dalam menilai sel hati. Klasifikasi Child Pasien Sirosis Dati Dalam Terminologi Derajat kerusakan Minimal sedang Berat Bil. mempunyai prognosis yang jelek. Penurunan kadar albumin dan peningkatan kadar globulin merupakan tanda kurangnya daya tahan hati dalam menghadapi stress seperti : tindakan operasi. Pada sirosis hati. dan atrofi testis pada pria. Manifestasi diluar perut : perhatikan adanya spider navy pada tubuh bagian atas. Albumin : kadar albumin yang merendah merupakan cerminan kemampuan sel hati yang kurang.Schuffner : hati membesar ke medial dan kebawah menuju umbilikus (SI-IV) dan dari umbilikus ke SIAS kanan (SV-VIII). Perlu diperhatikan adanya eritema palmaris. Peninggian kadar gamma GT sama dengan transaminase. caput medussae.serum(gr/dl) >35 30-35 <30 Asites Nihil Mudah dikontrol Susah Pse/ensefalopati Nihil Minimal Berat/koma . pada perbaikan terjadi kenaikan CHE menuju nilai normal.luasnya kerusakan parenkim hati. bila hati mengecil artinya. Pemeriksaan laboratorium bilirubin.Hacket : bila limpa membesar ke arah bawah saja (HI-V). biasa hati membesar pada awal sirosis. Besar hati normal selebar telapak tangannya sendiri (7-10 cm). bahu. kadar Na 500-1000. Nilai CHE yang bertahan dibawah nilai normal. Bisa juga dijumpai hemoroid. Pemeriksaan kadar elektrolit penting dalam penggunaan diuretik dan pembatasan garam dalam diet. Kenaikan kadarnya dalam serum timbul akibat kebocoran dari sel yang mengalami kerusakan. kadar CHE akan turun. Bila terjadi kerusakan sel hati. transaminase dan gamma GT tidak meningkat pada sirosis inaktif. b. konsistensi hati biasanya kenyal/firm. prognosis kurang baik. Dalam hal ensefalopati. ginekomastia. Perut & ekstra abdomen : pada perut diperhatikan vena kolateral dan ascites. ini lebih sensitif tetapi kurang spesifik.mol/dl0 50 Alb. mempunyai nilai diagnostik suatu kanker hati primer. dada. Limpa : pembesaran limpa diukur dengan 2 cara : a. 2. dan tubuh bagian bawah. leher.

Diperlukan pengalaman seorang sonografis karena banyak faktor subyektif. Bila penyakit berlanjut maka dari kedua komplikasi tersebut dapat timbul komplikasi dan berupa : . hepatoma/tumor.Kegagalan hati (hepatoseluler) . permukaan. Juga dapat dilihat besar. dilakukan pemeriksaan mikroskopis.Komplikasi Bila penyakit sirosis hati berlanjut progresif. atrofi testis. Yang dilihat pinggir hati. amilase dan lipase. ikterus obstruktif batu kandung empedu dan saluran empedu. dll. red whale marking. vena porta. E R C P : digunakan untuk menyingkirkan adanya obstruksi ekstrahepatik. Selain tanda tersebut. ensefalopati. kultur cairan dan pemeriksaan kadar protein. kemungkinan perdarahan yang lebih besar akan terjadi bila dijumpai tanda diffus redness. eritema palmaris. limpa. tandatanda yang mengarah akan kemungkinan terjadinya perdarahan berupa cherry red spot. kista. asites. kelainan tumor hati. prognosis dan pengobatan tergantung pada 2 kelompok besar komplikasi : 1. selia gastrik atau splenotofografi terutama pengukuran tekanan vena porta. VI. vena kolateral dinding perut. pelebaran saluran empedu/HBD. Sonografi bisa mendukung diagnosis sirosis hati terutama stadium dekompensata. Bisa dijumpai tanda-tanda infeksi (peritonitis bakterial spontan). prosedur ini sangat berguna untuk melihat keadaan sirkulasi portal sebelum operasi pintas dan mendeteksi tumopr atau kista. Ultrasonografi : pada saat pemeriksaan USG sudah mulai dilakukan sebagai alat pemeriksaa rutin pada penyakit hati. maka gambaran klinis. dapat dievaluasi besar dan panjang varises serta kemungkinan terjadi perdarahan yang lebih besar. Akelebihan endoskopi ialah dapat melihat langsung sumber perdarahan varises esofagus. sel retikuloendotel dan limpa. hemoroid. seperti tumor atau kista hidatid. bentuk dan homogenitas hati. Pada sirosis hati dan kelainan difus parenkim terlihat pengambilan radionukleid secara bertumpuk-tumpu (patchty) dan difus. perdarahan dan eksudat. caput medusae. sel tumor. filling defek. ginekomastia. Esofagoskopi : dapat dilihat varises esofagus sebagai komplikasi sirosis hati/hipertensi portal.nutrisi Sempurna Baik Kurang/kurus Pemeriksaan Penunjang Lainnya : Radiologi : dengan barium swallow dapat dilihat adanya varises esofagus untuk konfirmasi hepertensi portal. Tomografi komputerisasi : walaupun mahal sangat berguna untuk mendiagnosis kelainan fokal. Bisa dilihatbesar dan bentuk hati. homogenitas. Pada beberapa kasus. daerah hipo atau hiperekoik atau adanya SOL (space occupyin lesion0. gambaran vena hepatika. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah pemeriksaan cairan asites dengan melakukan pungsi asites. pemekaran pembuluh vena esofagus/cardia. timbul spider nevi. ikterus. Sidikan hati : radionukleid yang disuntikkan secara intravena akan diambil oleh parenkim hati. splenomegali. 2. dll.Hipertensi portal : dapat menimbulkan splenomegali. Angiografi : angiografi selektif. pembesaran.

Psien dirawat di RS sebagai kasus perdarahan saluran cerna. Pertama melakukan pemasangan NG tube. Pada hepatitis kronik autoimun diberikan kortikosteroid Pada keadaan lain dilakukan terapi terhadap komplikasi yang timbul a)Untuk asites.3. 0.Sindrom hepatorenal 7. Pengobatan Terapi & prognosis sirosis hati tergantung pada derajat komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal. Dilakukan venaseksi 2x seminggu sebanyak 500 cc selama setahun. tekanan sistolik 100 x/mnt atau Hb . untuk mencegah rebleeding dapatdiberikan propanolol. Dapat dilakukan skleroterapi sesudah dilakukan endoskopi kalau ternyata perdarahan berasal dari pecahnya varises. pemberian neomisin per oral.Peritonitis bakterial spontan 6.bila perlu dikombinasi dengan furosemid. Operasi pintas dilakukan pada Child AB atau dilakukan transeksi esofagus (operasi Tanners0.Pasien sirosis hatidengan sebab yang diketahui. dicoba melakukan parasentesis abdominal . amokisilin. Bila tidak tersedia fasilitas diatas. Pada penyakit wilson (penyakit metabolik yang diturunkan).Asites 4. Bila timbul ensefalopati. dilakukan klisma. aminoglikosida. aspirasi cairan lambung bagi pasien yang mengalami perdarahan pada varises.5 g/hr dan total cairan 1. protein dikurangi.5 l/hr. disamping melakukan aspirasi cairan lambung. b)Perdarahan varises esofagus. dan menambah ekskresi melalui urin. Hemokromatosis.Ensefalopati 5. 2. atasi infeksi dengan pemberian antiobiotik. dihentikan pemakaian preparat yang mengandung besi atau terapi kelasi (desferioxamine). 1. d)Terapi yang diberikan berupa antibiotik seperti sefotaksim 2 g/8 jam i. istirahat yang cukup. diberikan D-penicilamine 20 mg/kgBB/hari yang akan mengikat kelebihan cuprum. Bila tersedia fasilitas dapat dilakukan foto koagulasi dengan laser dan heat probe.v. diberikan diet rendah garam 0. Dilakukan pemasangan SB tube untuk menghentikan perdarahan varises.Pasien dalam keadaan kompensasi hati yang baik cukup dilakukan kontrol yang teratur. Alkohol akan mengurangi pemasukan protein ke dalam tubuh. e)Sindrom haptorenal/nefropati hepatik.9 g% dilakukan pemberian IVFD dengan pemberian dekstrosa/salin dan transfusi darah secukupnya. susunan diet TKTP. Pada saat ini sudah mulai dikembangkan transplantasi hati dengan menggunakan bahan cadaveric liver. Dengan kontrol pasien yang teratur pada fase dini akan dapat dipertahankan keadaan kompensasi dalam jangka panjang dan kita dapat memperpanjang timbulnya komplikasi. Diberikan vasopresin 2 amp. terapinya adalah imbangan air dan garam diatur dengan ketat. Spirolakton dimulai dengan dosis awal 4×25 mg/hr dinaikkan sampai total dosis 800 mg sehari.Transformasi ke arah kanker hati primer (hepatoma) VII. c)U ntuk ensefalopati dilakukan koreksi faktor pencetus seperti pemberian KCL pada hipokalemia. seperti : Alkohol & obat-obat lain dianjurkan menghentikan penggunaannya. lemak secukupnya.1 g dalam 500 cc cairan d 5 % atau salin pemberian selama 4 jam dapat dulang 3 kali. Bila perdarahan banyak.

0 – 48. 80 – 316 (L). Klorid mmol/L 95 – 108. Protein total g/L 66. Segmen1 % 50.Bilirubin langsung mg/dL 0. Lihat http:// www. Hematokrit % 39. Alkalin fosfatase U/L 64 – 306 (P). Hemoglobin (Hb) g/dL 12.0 – 10.0.0 MCH/HER pg 27. MCV/VER fl 82.0 – 1.2. Jl. Radio IV/10. Albumin g/L 38 – 57 Fungsi Ginjal Kreatinin U/L 40 – 150 (P).0 – 3.dengan ekstra hati-hati untuk memperbaiki aliran vena kava.0 (L). Monosit % 2. < 20 (L. 92. 40. usia < 50).5 – 5. 2008 by harnawatiaj HASIL TES LAB NORMAL Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia.0 Trombosit 103/μl 150 – 400 Catatan: 1.0 – 6.6 – 5.org Darah Ukuran Satuan Nilai Rujukan. Tel: (021) 7279 7007 Fax: (021) 726-9521.9 (P). Laju endap darah (LED) mm < 25 (P. usia 50) Leukosit (sel darah putih) 103/μl 5.0 – 16.0. Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan New Mexico AIDS InfoNet.0 – 70.0 – 1. usia < 50). Eosinofil % 1.0 – 87.1. Filed under: 9.15 Lain Glukosa mmol/L 3.0. yang ditunjukkan pada kolum ‗Nilai Rujukan‘ atau ‗Nilai Normal‘ pada laporan laboratorium.0. SGOT (AST) U/L < 35.11 – 2. sehingga timbul perbaikan pada curah jantung dan fungsi ginjal.6 – 5.0 (P). usia 50) .0 (P). Limfosit % 20. Trigliserid mmol/L 0.0 – 31.5 (L). Eritrosit (sel darah merah) juta/μl 4. 4.0 – 36. Amilase U/L < 125.0 – 4. Bilirubin total mg/dL 0. INTERNIS ZONE | 4 Komentar » HASIL TES LAB NORMAL Posted on Maret 9.0 – 0.aidsinfonet. dengan nilai rujukan.0.< 15 (L. HDL mmol/L < 4. 60 – 400 (L).0 – 75.5 Profil Lipid Kolesterol total mmol/L 3. Batang dan segmen adalah jenis neutrofil. MCHC/KHER g/dL 32.0 – 40. Jakarta 12130. Natrium mmol/L 135 – 150. Asam Urat mmol/L 54 – 42 CATATAN PENTING: Setiap laboratorium menentukan nilai ‗normal‘.9.0 – 18. Batang1 % 2.0 – 6. < 30 (P.0 – 45. Kalium mmol/L 3.0 – 8.0.4. Urea mg/dL 8 – 25.0. 50.0 persen Fungsi Hati (LFT) Ukuran Satuan Nilai Rujukan.0 (L) Hitung Jenis Basofil % 0.0. Nilai ini tergantung pada alat yang dipakai dan .0. SGPT (ALT) U/L < 36. Kadang kala dilaporkan persentase neutrofil saja. 13.0.0 –.

pneumonia septic) . Keadaan yang langsung : Menghirup racun iritan Infeksi diffusi alveolar Darah yang beracun. Aspirasi virus pneumonia. Kliennya umumnya masih muda yang sebelumnya dia sehat. baik langsung atau tidak langsung berperan dalam menimbulkan syndrom. bacterial. Kondisi akut paru-paru yang mengakibatkan macam-macam perubahan patofisiologi dalam paru. Keadaan yang tidak langsung : Trauma dan shock karena pembedahan Sepsis dengan pelepasan endotoksin Pembekuan darah intravaskuler Transfusi darah massive Reaksi transudasi Penyakit Yang Dapat Menyebabkan ARDS : Pulmonary : Virus pneumonia Fungi pneumonia Pneumocystis carinii Military tuberculosis Legionaire‘s pneumonia Radiation pneumonitis Contusio paru Cairan aspirasi (gastric. ethylene glycol) Inhalasi racun (rokok. post traumatic paruparu. hemorrhagic. amniotic fluid embolic. Jenis ketidakstabilan akut. O2 konsentrasi meningkat. dan ventilasi paru. kongesti atelektasis. kimia corrosive. Jakarta. Non pulmonary : Shock (traumatic. perbedaannya terletak pada penurunan surfaktan akibat dari kerusakan paru. tenggelam.cara pemakaiannya. 2008 by harnawatiaj ARDS Sering merupakan kelanjutan dari shock paru-paru. Tidak ada standar nilai rujukan. Filed under: A. hydrocarbon. Menyerupai perubahan pada IRDS. Jadi angka pada laporan kita harus dibandingkan dengan nilai rujukan pada laporan. nilai laboratorium lain dapat berbeda. bukan dengan nilai rujukan pada lembaran ini. post infusion paru. angka ini diambil terutama dari laboratorium RSCM. Hampir tenggelam dan trauma dada. DIAGNOSTIK ZONE | 2 Komentar » ADULT RESPIRATORY DISTRESS SYNDROM Posted on Maret 9.

Massive blood transfusion Reaksi transfusi Pembekuan darah intravaskuler By pass cardiopulmonary Penambahan tekanan intrakranial Cairan overload Eclampsia Gejala defisiensi autoimmune Patofisiologi. Cairan juga masuk dalam alveoli dan mengakibatkan oedema paru. oleh karena itu mungkin perdarahan merupakan manifestasi patologi yang umum. Adanya peningkatan permeabilitas kapiler dan akibat masuknya cairan ke dalam ruang interstitial. Akibatnya terjadi tanda-tanda atelektasis. keadaan abnormal ventrikel kiri. Distress pernafasan : Tachypnea > 20 x/menit.Emboli lemak Trauma kepala Trauma non thoraks Pancreatitis Uremia Drug overdose (heroin. Pa O2 60 % Kompliance paru rendah 1000 gr) Congestive atelektasis Membran hyaline Fibrosis PENGKAJIAN Gejala terjadi tiba-tiba dalam 2 – 3 hari sesudah trauma atau kesakitan. Plasma dan sel darah merah keluar dari kapiler-kapiler yang rusak. pada orang muda yang biasa mempunyai riwayat sakit paru-paru. susah bernafas. Radiografi Difusi pulmonal menyebar Infiltrasi interstitial (awal) Infiltrasi alveoli (lanjut/akhir) Fisiologi Hipoksemia refractory. Tanda-tanda utama manifestasi klinik: Dyspnea Tachicardia . Kriteria untuk diagnosa ARDS : Klinik Keadaan katastropik : paru atau bukan paru Eksklusi : Penyakit paru kronis. Banyak teori yang menerangkan patogenesis dari syndrom yang berhubungan dengan kerusakan awal paru-paru yang terjadi dimembran kapiler alveolar. methadone barbiturat). seolah-olah dipengaruhi oleh aktifitas surfaktan.

Hypotensia/bradicardia atau hipertension/tachicardia.Tidak efektifnya jalan napas berhubungan dengan immobilisasi dan jalan napas buatan. Kriteria tujuan untuk klien: Stabil dan sinkronnya antara pernapasan dengan ventilator dengan slow rate yang cukup dalam level yang normal ventilasi Pa CO2 35 – 45 mmHg. 11. 2. 8.Perubahan nutrisi.Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perfusi dan immobilisasi. BP. PaO2 lebih dari atau sama dengan 60 mmHg. . shunt friction kurang atau sama dengan 20 % Jalan napas tetap. lebih dari pada intake berhubungan dengan perubahan metabolisme dan ketidakmampuan intake makanan melalui oral. 7. 14. 5. 13. Hemodinamic parameter (CO. Perencanaan Dan Pelaksanaan Perawatan klien dengan ARDS perencanaannya yaitu perbaikan pola napas dan kestabilan hemodinamic.Kelemahan berhubungan dengan ketergantungan dalam pemakaian alat. kurang dari atau sama dengan 40 % Fi O2.Gangguan pola tidur berhubungan dengan lingkungan yang kritis dan kebutuhan akan bantuan perawat. O2 C Hypoksimia. 9. Diagnosa Keperawatan 1. 12. 4. Dysritmia Tanda-tanda adanya asidosis metabolic dan respiratorik  menegakkan diagnosis: adanya kesulitan memperoleh pemenuhan ventilasiStatus klinik klien yang adekuat (sehingga penurunan pemenuhan ventilasi yang meningkatkan menurunkan kapasitas vital paru-paru infiltrasikekakuan paru-paru) alveolar. Pencegahan dengan meminimalkan komplikasi dan stressor untuk klien dan keluarganya merupakan hal yang penting. 6.Potensial injury berhubungan dengan barotrauma atau tidak aktifnya aliran ventilator.Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penambahan (peningkatan) permiabilitas membran pulmonal dan kelebihan sekresi ADH.Tidak efektifnya pola napas berhubungan dengan kurangnya complain paru dan kecemasan. 3.Cyanosis dengan atau tanpa retraksi intercostals refractory hypoxemia. HR) stabil.Tidak efektifnya koping keluarga berhubungan dengan mengatasi stress dan kecemasan dalam kondisi kritis. Tekanan maximum jalan napas 50 – 70 mmHg.Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan jalan napas buatan dan kelumpuhan.Kurangnya cardiac output berhubungan dengan tingginya PEEP (Positive mengetahui atau berguna untuk memenuhiEnd Expiratory Pressure) kebutuhan ventilasi paru.Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kelumpuhan dan bedrest. 10.Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan penambahan shunt dan ventilasi – perfusi terganggu.Perubahan membran mukosa mulut berhubungan dengan jalan napas buatan.

cardiac output (CVP. Karena peningkatanKlien dengan ARDS metabolisme dan gangguan oral intake. Kemungkinan kecenderungan terjadi retensi cairan dan edema paru selama ventilasi (intake dan output). Vena bercampur (mengalir dari kiri ke kanan) dan hypoxemia dikurangi. PEEP kemungkinan besar menurunkan cardiac output karena lemahnya aliran denyut nadi dan tekanan darah harusdarah vena yang kembali ke jantung sering dimonitor. terpenuhinyaBerguna untuk memenuhi kebutuhan ventilasi paru kebutuhan ventilasi paru ditandai dengan adanya elastisitas paru dan dada. Berat badan stabil. . alat monitor khususKetepatan pemeriksaan gas darah. utuh. TKTP diberikan. Keefektifan dari PEEP dimonitor dengan seringnya analisa gas darah. Membran mukosa mulut baik. PEEP (Positive End Expiratory Pressure) Digunakan untuk memberi tekanan inflasi yang tinggi. 1982) tingkat rasa nyaman. atau swan-Ganz cateter). Perawat harus memonitor perfusi pada organ vital : CNS : Tingkat kesadaran Pergerakan Sensasi Ginjal : Urine output Blood urine nitrogen (BUN) Serum kreatinin Myocardium : Heart rate Rhytm 2.Mempertahankan oksigenasi secara adekuat. Pelaksanaan 1. Kelemahan dan penyakit respirasi merupakan indikasi untuk menggunakan ventilasi mekanic. Oksigenasi jaringan secara adekuat dilakukan dengan pemberian O2 konsentrasi tinggi.Nutrisi: resiko terjadi malnutrisi. Keseimbangan intake dan output. Mempertahankan tekanan jalan napas di atas tekanan atmosfer melalui siklus respirasi.Kegagalan mempertahankan O2 Meningkatkan keperluan O2 dengan mempertahankan suhu klien pada tingkat normal. Jika keadaan ini tidak terpenuhi paru-paru akan kolaps. Mempertinggi distribusi O2 ke seluruh paru-paru dengan mempertahankan expansi alveoli. Komunikasi nonverbal dapat diartikan. untuk mempertahankan tekanan O2 arteri sekitar 20 mmHg (William.Tekanan kapiler paru normal. Integritas kulit baik. mengurangi rasa nyeri dan menjaga ketenangan klien.

korpus dan . kortikosteroid. dan pathogen parasitic.Individu dan family coping. 1996 ). Pemberian O2. 1999 : 501). RESPIRATORY ZONE | 1 Komentar » GASTROENTERITIS Posted on Maret 9. Istilah gastroenteritis digunakan secara luas untuk menguraikan pasien yang mengalami perkembangan diare dan/ atau munmtah akut. menurun-kanUntuk mengurangi peradangan dari membran alveoli permeabilitas kapiler paru-paru. 4. Filed under: 5. Selang yang dapat mengempis ini. Lambung ditempatkan dibagian atas abdomen sebelah kiri dari garis tengah tubuh. Pemberian albumin dan dextran dengan molekul tinggi Mungkin juga mengurangi permeabilitas kapiler Untuk menjaga paru tetap kering Antibiotik Mencegah infeksi bakteri. anterior terhadap tulang punggung dan posterior terhadap trakea dan jantung. dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat) dapat pula disertai frekuensi yang meningkat (Arif Mansjoer. Istilah ini menjadi acuan bahwa terjadi proses inflamasi dalam lambung dan usus Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100 – 200 ml per jam tinja). Bagian sisa dari saluran gastrointestinal terletak di dalam rongga peritoneal.Anatomi fisiologi Saluran gastrointestinal yang berjalan dari mulut melalui esofagus. Sekresi sebaiknya dihisap dengan suction sesuai kebutuhan Posisi pasien sering diubah-ubah dan pentingnya dilakukan gerakan/latihan pasif. Lingkungan sekitar klien harus tenang dan rileks. yang panjangnya kirakira 25 cm (10 inchi) menjadi distensi bila makanan melewatinya. 2008 by harnawatiaj A. Kortikosteroid Mungkin juga meningkatkan kontraktilitas jantung dan perfusi sirkulasi periferal serta organorgan vital. lambung dan usus sampai anus. B. Gastroenteritis (diare akut) adalah inflamasi lambung dan usus yang disebabkan oleh berbagai bakteri .Pencegahan cedera paru berlanjut. Lambung adalah suatu kantung yang dapat berdistensi dengan kapasitas kira-kira ± 1500 ml. Diare adalah defekasi yang tidak normal baik frekuensi maupun konsistensinya. virus.Pengertian Gastroenteritis atau diare akut adalah kekerapan dan keenceran BAB dimana frekuensinya lebih dari 3 kali perhari dan banyaknya lebih dari 200 – 250 gram (Syaiful Noer. frekuensi diare lebih dari 4 kali sehari. fundus. kardia. Lambung dapat dibagi ke dalam empat bagian anatomis. tepat di bawah diafragma kiri. Esofagus terletak di mediastinum rongga torakal.3.

Ca-dependent dan pengaturan ulang sitoskeleton. salmonella spp. Bila jumlah ini dilampaui. ialah bvakteri non invasive dan bakteri invasive.Insiden Data departemen kesehatan RI.2 episode diare .Infeksi internal. staphylococcus aureus. calcivirus. yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan seperti : otitis media akut tonsilopharingitis. astrovirus. cGMP (cyclic guaniosin monophospate). Penyebab itu dapat digolongkan lagi kedalam penyakit yang ditimbulkan adanya virus. coli. Pada sat ini telah dapat diidentifikasi tidak kurang dari 25 jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada anak dan bayi. dan yersinia enterocolitica. E.6 – 2. isospora billi. E. bagian bawah disebut ileum. bacillus cereus. jalan keluar anal diatur oleh jaringan otot lurik yang membentuk baik sfingter internal dan eksternal. coronavirus. dan sebagainya. Diare karena bakteri invasive dan non ihnvasiv terjadi melalui suatu mekanisme yang berhubungan dengan pengaturan transport ion di dalam sel-sel usus berikut ini : cAMP (cyclic adenosine monophospate). Sedangkan penyebab gastroenteritis (diare akut) oleh parasit adalah balantidium coli.Bakteri penyebab gastroenteritis (diare akut) dibagi dalam dua golongan besar. C. Penyebab utama oleh virus yang terutama ialah rotavirus (40-60%) sedangkan virus lainnya ialah virus Norwalk.Infeksi parenteral. Ini disebut sekum pada pertemuan ini yaitu katup ileosekal. cryptosporidium. Yang termauk dalam golongan bakteri non invasive adalah : vibrio cholera.Etiologi Faktor infeksi a.ETEC.EIEC). minirotavirus dan virus bulat kecil. shigelloides. Bagian ujung dari usus besar terdiri dua bagian. bakteri. E. clostridium perfringens. campylobacter jejuni. giarsia lamblia. E. dan mencegah refluks bakteri ke dalam usus halus. sarcocystis suihominis. Sedangkan golongan bakteri invasiv adalah salmonella spp. Kolon mengabsorbsi sekitar 600 ml air perhari sedangkan usus halus mengabsorbsi sekitar 8000 ml kapasitas absorbsi usus besar adalah 2000 ml perhari. Kolon sigmoid dan rektum kolon sigmoid berfungsi menampung massa faeces yang sudah dehidrasi sampai defekasi berlangsung. coli hemorrhagic (EHEC) dan camphylobcter. Pada tempat ini terdapat apendiks veriformis. bagian tengah disebut yeyunum. Untuk sekresi dan absorbsi. dan trichuris trichuria. entamoeba histolitica.pilorus. Rektum berlanjut pada anus. Usus besar terdiri dari segmen asenden pada sisi kanan abdomen. D. Yang berfungsi untuk mengontrol isi usus ke dalam usus besar. Usus halus adalah segmen paling panjang dari saluran gastrointestinal. usus halus dibagi dalam 3 bagian yaitu bagian atas disebut duodenum. coli infasif (EIEC). shigella spp. menyebutkan bahwa angka kesakitan diare diindonesia saat ini adalah 230-330 per 1000 pendududk intuk semua golongan umur dan 1. yang jumlah panjangnya kira-kira dua pertiga dari panjang total saluran. c. Pertemuan antara usus halus dan usus besar terletak dibagian bawah kanan duodenum. vibrio cholerae. strongiloides stercoralis. capillaria philippinensis. fasiolapsis buski. dan parasit usus. yaitu saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare. clostridium defficile. segmen transversum yang memanjang dari abdomen atas kanan ke kiri dan segmen desenden pada sisi kiri abdomen. b. coli pathogen (EPEC. misalnya adalah karena adanya kiriman yang berlebihan dari ileum maka akan terjadi diare. plesiomonas. Yang mana fungsinya mengabsorbsi air dan elektrolit yang sudah hampir lengkap pada kolon. Bakteri-bakteri yang dapat menyebabkan penyakit itu adalah aeromonashidrophilia.

Typhimurium. S. motilitas lambung. Faktor penentu terjadinya diare akut adalah faktor penyebab (agent) dan faktor penjamu (host). atau melalui aktivitas seksual. Di dalam duodenum bakteri akan berkembang biak sehingga jumlahnya mencapai 100 juta koloni atau lebih per ml cairan usus. imunitas juga mencakup lingkungan mikroflora usus.5 liter). S.Patogenesis Diare akut akibat infeksi( gastro enteritis) terutama dilakukan secara fekal oral. volume cairan didalam lumen usus akan bertambah banyak. maka akan terjadi diare. . dan dehidrasi berat 23 %. Shigela. Angka kematian diare golongan umur balita adalah sekitar 4 per 1000 balita. dan bersifat sekretorik eksudatif. tetapi tentu saja ada batasannya.Bakteri enteroinvasif Diare menyebabkan kerusakan dinding usus berupa nekrosis dan ulserasi. dehidrasi sedang 7.tahun 2000 terdapat 1160 penderita diare yang dirawat dengan 227 (19. Paratyphi B.Bakteri noninvasif (enterotoksigenik) Bakteri masuk kedalam makanan atau minuman yang tercemar oleh bakteri tersebut. bahkan yang disajikan tanpa dimasak penularannya transmisi orang ke orang melalui aerosolisasi (Norwalk. namun bila jumlah bakteri terlalu banyak maka akan ada yang lolos kedalam usus 12 jari (duodenum). rotavirus). S. Di dalam membrane bakteri mengeluarkan toksin yang disebut sub unit A dan sub unit B. Coli (EIEC). Cairan diare dapat bercampur lendir dan darah. yang merusak sel mukosa. Bakteri kemudian tertelan dan masuk kedalam lambung. soetomo pada tahun 1996 didapatkan 871 penderita diare yang dirawat dengan dehidrasi ringan 5%. masih belum terjadi diare. Cairan ini akan menyebabkan dinding usus menggelembung dan tegang dan sebagai reaksi dinding usus akan megadakan kontraksi sehingga terjadi hipermotilitas atau hiperperistaltik untuk mengalirkan cairan ke baeah atau ke usus besar. tangan yang terkontaminasi (clostridium difficille).56 %) penderita yangmeninggal karena dehidrasi. E. Sebagai akibat adanya rangsangan sekresi cairan dan hambatan absorbsi cairan tersebut. tetapi bila jumlah tersebut melampaui kapasitasnya menyerap. S. tanpa menimbulkan kerusakan sel epitel tersebut. Di laboratorium kesehatan anak RSUD Dr. Faktor penjamu adalah kemampuan pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme. Enteriditis. Faktor penyebab yang mempengaruhi patogenesis antara lain daya penetrasi. 2. Hal ini disebabkan masukan minuman atau makanan yang terkontaminasi tinja ditambah dengan ekskresi yang buruk. makanan yang tidak matang. Yersinia dan Perfringens tipe C. Denan memproduksi enzim muicinase bakteri berhasil mencairkan lapisan lendir yang menutupi permukaan sel epitel usus sehingga bakteri dapat masuk ke dalam membrane (dinding sel epitel).setiap tahunnya untukgolongan umur balita.1%. Bakteri yang termasuk dalam golongan ini adalah Enteroinvasif E. didalam lambung bakteri akan dibunuh oleh asam lambung. cAMP berkhasiat merangsang sekresi cairan usus di bagian kripta vili dan menghambat absorbsi cairan di bagian kripta vili. yaitu faktor daya tahan tubuh atau lingkungan lumen saluran cerna. sub unit B melekat di dalam membrane dari sub unit A dan akan bersentuhan dengan membrane sel serta mengeluarkan cAMP (cyclic Adenosin Monophospate). seperti keasaman lambung. Choleraesuis. Kuman tersebut membentuk koloni-koloni yang dapat menginduksi diare patogenesis diare disebabkan infeksi bakteri terbagi dua yaitu : 1. kemampuan memproduksi toksin yang mempengaruhi sekresi cairan di usus serta daya lekat kuman. Bila jumlah cairan meningkat sampai dengan 4500 ml (4. Dalam keadaan normal usus besar akan meningkatkan kemampuannya untuk menyerap cairan yang bertambah banyak.

elisa Parasit : Pemeriksaan mikroskopika PH dan uji reduksi Lemak (pewarna sudam III) Elektrolit dan osmolalitas Darah tepi lengkap Asam folat serum dan eritrosit Mikroskopik : glordia dorstring dan loides. lidah kering. Biakan : kuman aerob dan anaerob. seperti parasit menyebabkan kerusakan berupa usus besar (E. dan elektrolit. F. Selain itu terjadi pula kerusakan enzim-enzim disakarida yang menyebabkan intoleransi yang akhirnya memperlama diare. Histolytica) kerusakan vili yang penting menyerap air. tulang pipi menonjol. Bila terjadi renjatan hipovolemik berat maka denyut nadi cepat (lebih dari 120 kali/menit) tekanan darah menurun tak terukur. salmonella. nyeri perut sampai kejang perut. cholarae Virus : Mikroskop elektron. .Tes Diagnostik BAHAN PEMERIKSAAN Tinja Tinja Darah Cairan duadenum Biakan : Siggela. kolerifrom. Mekanisme yang dilakukan virus masih belum jelas kemungkinan dengan merusak sel epitel mukosa walaupun hanya superfisial. V. muka pucat. muntah. Kedua disentriform.Penyebab diare lainnya. elektrolit dan zat makanan (lamdia) patofisologi kandida menyebabkan gastroenteritis belum jelas. kekurangan kalium dapat menimbulkan aritmia jantung. serta suara menjadi serak. dengan diare yang terutama terdiri atas cairan saja. G. coli. sehingga bila kekurangan cairan tak segera diatasi dapat timbul penulit berupa nekrosis tubular akut. turgor kulit menurun. demam dan diare terjadi renjatan hipovolemik harus dihindari kekurangan cairan menyebabkan pasien akan merasa haus. E. mungkin karena superinfeksi dengan jasad renik lain. pasien gelisah. pada saat diare didapatkan lendir kental dan kadang-kadang darah. ujung ekstremitas dingin dan kadang sianosis.Gejala Klinik Pasien dengan diare akibat infeksi sering mengalami nausea. gangguan biokimiawi seperti asidosis metabolik akan menyebabkan frekuensi pernafasan lebih cepat dan dalam (pernafasan kusmaul). Sebaliknya sel-sel kripti akan berpoliferasi dan menyebabkan bertambahnya sekresi cairan ke dalam lumen usus. sehingga mengganggu absorpsi air. Perfusi ginjal dapat menurun sehingga timbul anuria. Secara klinis dianggap diare karena infeksi akut dibagi menjadi dua golongan pertama.

Bila anak tidak mau minum. Selanjutnya : 125 ml/kg BB /hari.kg BB/menit atau 3 tetes/kgBB/menit. Dehidrasi berat (a). Jenis cairan 4 : 1 (4 bagian glukosa 5 % + 1 bagian NaHCO3 1 %) dengan kecepatan 4 jam pertama = 25 ml / kg BB /jam atau 6 tetes/kgBB/menit.Untuk anak lebih dari 25 tahun dengan BB 10 – 15 kg : 1 jam pertama : 30 ml /kg BB/jam = 8 tetes/kgBB/menit. 3). KCI dan glukosa. 2.Dietetik. atau 10 tetes/kgBB/menit. 4). 125 ml/kg BB/hari. yaitu 1 jam pertama : 40 ml/kg BB / jam = 10 tetes / kg BB /menit (set infus berukuran 1 ml = 15 tetes) atau 13 tetes / kg BB /menit (set infus 1 ml : 20 tetes). atau air tajin yang diberi garam dan gula untuk pengobatan sementara sebelum di bawah berobat ke rumah sakit pelayanan kesehatan untuk mencegah dehidrasi lebih jauh. berat badan 3 – 10 kg. atau 4 tetes/kgBB/menit. 2. cara memberikan dan jumlah cairan.Untuk bayi baru lahir (neonatus) dengan BB 2 – 3 kg. Belum ada dehidrasi Peroral sebanyak anak mau minum atau 1 gelas tiap defekasi. 16 jam berikutnya : 125 ml /kg BB oralit peroral atau intragastrik.Untuk anak umur 1 bulan – 2 tahun. Bila anak tidak mau minum dapat diteruskan dengan DG aa intravena 2 tetes/kgBB/m. 8 tetes/kgBB/ menit. atau 3 tetes/ kgBB/m. Dehidrasi ringan 1 jam pertama : 25 – 50 ml/kg BB per oral (intragastrik). (b). Jenis cairan a. Formula lengkap sering disebut juga oralit. atau 2 ½ tetes/kgBB/menit. (c). 7 jam berikutnya : 12 ml /kg BB/jam = 33 tetes / kg BB/ m atau 4 tetes / kg BB/menit. Dehidrasi sedang 1 jam pertama : 50 – 100 ml/kg BB peroral /intragastrik (sonde).Obat-obatan.Pengobatan dietetik Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak di atas 1 tahun dengan BB kurang dari 7 kg jenis makanan : . Cairan sederhana yang dapat dibuat sendiri (formula tidak lengkap)hanya mengandung garam dan gula (NaCl dan sukrosa).. Cairan peroral : Pada pasien dengan dehidrasi ringan dan sedang atau tanpa dehidrasi dan bila anak mau minum serta kesadaran baik diberikan peroral berupa cairan yang berisi NaCl dan NaHCO3. 2). Kebutuhan cairan : 125 ml + 100 ml + 25 ml = 250 ml /kg bb /24 jam. 16 jam berikutnya : 125 ml/kg BB oralit peroral atau intragastrik. teruskan dengan intravena 2 tetes/. 3. 20 jam berikutnya 150 ml /kg BB /20 jam = 2 tetes/kgBB/ menit.Penatalaksanaan Dasar pengobatan diare adalah : 1.Pemberian cairan pada pasien diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum.Pemberian cairan : jenis cairan. Selanjutnya . Cairan parenteral : 1). Ketiga dasar pengobatan tersebut dijelaskan sebagai berikut : 1.H. b. 7 jam berikutnya : 10 ml /kg BB /jam = 3 tetes/kgBB/ menit.

angan berat badanterakhir. Pada kasus ini. c.Penimbangan berat badan harian dan pengumpilan urin harian Dehidrasi parah. Cara memberikannya : a. Obat spasmolitik. secara berangsur-angsur susu diberikan kembali seperti yang diuraikan untuk dehidrasi ringan . b. ada kemungkinan lebih disukai untuk merawat anak di rumah. Antibiotik (Ngastiyah.Infuse intravena dengan larutan yang sesuai dan masukan cairan dengan peningkatan yang seksama b.Sucrose hanya ditambahkan jika feces mulai berbentuk Dehidrasi ringan.Dihentikannya pemberian susu yang diganti dengan campuran glucose elektrolit (dioralite).Dimulainya pemberian susu secara berangsur-angsur seperti yangdiuraikanuntuk dehidrasi ringan g. Bila diberi ASI/susu formula tapi masih diare diberikan oralit selang-seling. Klorpromazin dosis 0.Hari pertama : setelah dehidrasi segera diberikan makanan peroral. Hari kelima : bila tidak ada kelainan pasien dipulangkan.Penggantian deficit cairan danelektrolit serta koreksi gangguan asam basa. Dehidrasi ringan . asal diberikan perawatan medis tang efesien.Koreksi asidosis merabolik dengan pemberian secara intravena 8.5 – 1 mg /kg bb /hari. a.Jika suatu elektrolit dan cairan telah dikoreksi. Makanan setengah padat (bubur) atau makanan padat (nasi tim). jumlah campuran glucose elektrolit diturunkan secara berimbang e.a. 1997).Perawatan bayi dengan terapi intra vena d. c. Pergantian dapat dilakukan baik peroral atau intravena dan akan tergantung pada kehilangan air dan elektrolit melalui diare. atau pada rekaman kehi. Ini didasarkan pada penilaian klinis. b.Pengobatan tergantung pada derajat dehidrasi. Kembali susu atau makanan biasa.Setelah 24 jam pemberian susu dimulai kembali.Infuse plasma untukmenggantikan penurunan volume plasma c. I.Obat anti sekresi : dosis 25 mg /tahun dengan dosis minimum 30 mg. b. jika diberikan jumlah kecil (15 ml susu krim separuh) setiap 4 jam dengan salin antara waktu makan d.Obat-obatan a.Dimulainya pemberian cairan peroral secara perlahan – lahan untuk kmenentukan kemampuan menerima cairan f.Prinsip Pengobatan Dan Managemen Perawatan 1.Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan.4 % natrium bikarbonat dengan penilaian kembali status asam basa d. Bayi dalamkedaan sakit parah dengan kegagalan sirkulasi : a. dilanjutkan selama 24 jam c.Susu (ASI dan atau susu formula yang mengandung laktosa rendah dan asam lemak tak jenuh).Pemeriksaan biokimia dan obsevasi klinis untuk menentukan status elektrolit e. gambaran klinik ditegakkan secara baik danbayi mulai dirawat : a.Dihentikannya pemberian susu b.Dengan ditingkatkannya pemberian susu. b. c. 3. Hari kedua – keempat : ASI /susu formula rendah laktosa penuh.Cairan harus diberikan setiap 2 jam pada siang hari dan setiap 4 jam selama malam hari. c.

e.Perawatan bokong anak. bila fungsi ginjal sudah tidak memadai lagi. dan peningkatan kadar kalium secara cepat membawa resiko henti jantung. jika muntah parah.ibu harusdidorong untuk tinggal bersama anak. dan jika terjadi pertambahan berat badan anak yang memuaskan dan tidak terdapat muntah atau feces yang encer. Blood lines Pipa-pipa atau selang-selang yang mengalirkan darah dari tubuh menuju dialyzerdan yang dari dialyzer ke tubuh. dapat diberikan secara parenteral b. obat-obatan yang sesuai.Inspeksi dan perawatan mulit bayi e. Feces yang encer akan menyebabkan kemerahan dan ekskoriasi kulit. karena penurunan kadar kalium serum menimbulkan perubahan aktivitas jantung. Jika terdapat bukti tidak adanya pengertian dalam hal perawatan anak. c. Walaupun demikian. Bayi tidak boleh ditinggal berbaring dengan popok yang basah dan kotor. 2008 by harnawatiaj Hemodialisis berasal dari kata : Hemo : darah Dialisis : memisahkan dari yang lain Hemodialisis Proses pemisahan zat-zat tertentu dari darah melaui suatu membran semi permeabel. Segera setelah petunjuk pemberian makanan mencapai tingkat sesuai umur dan kebutuhan anak. maka anak dizinkan pulang. harus diingat bahwa banyak bayi yangmenderita gastroenteritis kendatipun perawatan bayi yang bhaik. Dimana didalamnya mempunyai 2 kompartemen dialisat yang dibatasi selaput semipermeabel. dan orang tua tidak boleh disalahkan karena keadaan ini.Perawatan rutin a. Diberikan oksigen dan bayi diobservasi secara seksama. Dialisat Cairan yang digunakan untuk proses hemodialisis. Perawatan dapat diawasi dan diberikan bantuan. .Selama fase akut. bayi dirawat dalam incubator. DIGESTIVE ZONE | 3 Komentar » TEHNIK DAN PROSEDUR HD Posted on Maret 9. terutama antibiotika untuk mengatasu kuman infeksi .Dukungan bagi orang tua. d. Membran semi permeabel Lapisan yang sangat tipis dan memiliki lubang-lubang submikroskopik (pori) Ginjal buatan/ dialyzer (halofiber/artificial kidney) Alat yang digunakan untuk mengeluarkan sampah metabolisme tubuh atau zat toksik lain dari dalam tubuh. Meninggalkan bokong dalam kedaan terpapar merupakan cara yang terbaik untuk mendorong terjadinya penyembuhan.Pemberian obat-obatan. 2. Terdiri dari campuran air dan elektrolit dengan konsentrasi hampir sama dengan serum darah normal. Area popok dibasuh secara lebih dan diberikan krim pelindung. seperti kloramfenikol atau streptomisin.Isolasi bayi dan pengertian akan proses infeksi silang serta pencegahannya. Orang tua diminta untuk datang ke unit rawat jalan untuk mengubungi dokter umum untuk menilai kemajuan bayi. Filed under: 9. f.Persiapan pulang ke rumah.

Meninggalkan tekanan dialisat berarti menambah daya hisap dari cairan dialisat sehingga cairan darah berpindah ke dialisat dan ultrafiltrasi meninggi Faktor-faktor yang mempengaruhi hemodialisis 1.Luas selaput/ membran yang dipakai Yang biasa dipakai : 1-1. 2. menimbulkan borosnya pemakaian cairan. disebut juga fistula pressure. Segment pump : Bagian dari ABL yang ditempatkan pada Blood pump. Tekanan Negative/ Negative Pressure/ Dialisat Pressure : pada inlet dimonitoring sebelum blood pump.5 cm2 Tergantung dari besar badan/ berat badan 3. terjadi bila ada hambatan dari arteri. pada bubble trap disebut juga arterial pressure. Temperatur suhu dialisat Temperature dialisat tidak boleh kurang dari 360C karena bisa terjadi spasme dari vena sehingga . Tekanan positif pada outlet dimonitoring pada bubble trap dari outlet disebut juga venous pressure. Hal-hal yang membatasi kemungkinan tersebut antara lain : tekanan darah. jarum.Aliran dialisat Semakin cepat aliran dialisat semakin efisien proses hemodialisis. terjadi bila ada tekanan pada dialyzer (misalnya: ada bekuan dalam dialyzer). Qb : kecepatan aliran darah dalam sirkulasi darah (ml/m) Qd : kecepatan aliran dialisat dalam sirkulasi dialisat (ml/m) Qf : ultrafiltration rate (ml/m) yaitu jumlah air yang keluar dari kompartemen darah ke kompartemen dialisat melalui membran semi permeabel yang disebabkan karena perbedaan tekanan. Terjadi karena hambatan pada jalan masuk darah ke tubuh. Tekanan Positif/ Positive Pressure : pada inlet dimonitoring sesudah blood pump. Blood pump/ pompa darah Alat yang menyebabkan darah mengalir dalam sirkulasi darah. venous blood line/ outlet/ VBL.Aliran darah Secara teori seharusnya aliran darah secepat mungkin. misalnya karena : Jarum kecil Posisi jarum kurang baik Vasokonstriksi dari vena Trans Membrane Pressure/ TMP : adalah perbedaan tekanan antara kompartemen darah dan kompartemen dialisat melalaui membrane. Bubble trap/ air trap Suatu ruangan pada ABL dan VBL yang bertugas menahan/ mengamankan gelembung udara dalam sirkulasi darah. Priming : pengisian cairan yang pertama kali dalam sirkulasi darah (ABL+Dialyzer+VBL) ……NaCl Conductivity : kemampuan suatu larutan untuk menghantarkan aliran listrik. Terlalu besar aliran darah bisa menyebabkan syok pada penderita. aliran darah yang keluar kurang. Bersifat ganda yaitu menarik dan mendorong.Terdiri dari : arteri blood line/ inlet/ ABL.

5cc.5cc.Sarana ruangan Tempat tidur Penerangan yang cukup Wastafel dan kran Kran-kran untuk sarana hubungan dengan mesin hemodialisis Saluran pembuangan Alat pendingin ruangan/ AC Tempat sampah Meja suntik Stop kontak 2. Peralatan kedokteran : Tensi meter + stetoskop Timbangan BB Tabung oksigen lengkap Alat EKG Slym zuiger Tromol (duk. 10cc.Mesin hemodialisis/ pengelola air Mesin pengelola air : Water softener Revense osmosis 3. klem) Bak spuit dan kom kecil Korentang dan tempatnya Klem-klem (besar dan kecil) Gunting Bengkok. 30/50cc Conductivity meter . nierbekken Mat kan/ gelas ukuran Zeil + karet alat untuk alas tangan Sarung tangan Kassa/ gaas Plester/ band aid Verband Alat-alat khusus : Dialyzer Blood lines (ABL/ VBL) AV fistula/ Abocath no G14 s/d G16 Dialisat pekat Infuse set Micro drip Spuit : insulin 2.Peralatan kesehatan dan obat-obatan.aliran darah melambat dan penderita menggigil. Temperatur dialisat tidak boleh lebih dari 420C karena bisa menyebabkan hemolisis. kassa. Untuk menjalankan hemodialisis perlu : 1.

bethadine Heparin. Novocain Alcohol.PERAWATAN SEBELUM HEMODIALISIS (PRA HD) Persiapan mesin Listrik Air (sudah melalui pengolahan) Saluran pembuangan Dialisat (proportioning sistim. 5 cc.Obat-obatan : Lidocain. dll . protamin Sodium bicarbonat 7 % (meylon) Obat-obat penyelamat hidup Yang perlu selain yang diatas adalah : Surat izin dialysis Formulir dialysis Traveling dialsis Formulir laboratorium Formulir radiologi Filed under: D.90 % Kain kasa/ Gaas steril Duk steril Sarung tangan steril Bak kecil steril Mangkuk kecil steril Klem Plester Desinfektan (alcohol + bethadine) Gelas ukur (mat kan) Timbangan BB Formulir hemodialisis Sirkulasi darah . batch sistim) Persiapan peralatan + obat-obatan Dialyzer/ Ginjal buatan (GB) AV Blood line AV fistula/abocath Infuse set Spuit : 50 cc. HD ZONE | 4 Komentar » PERAWATAN HEMODIALISA Posted on Maret 9. insulin Heparin inj Xylocain (anestesi local) NaCl 0. 2008 by harnawatiaj 1.

klem tetap dilepas Masukkan heparin dalam sirkulasi darah sebanyak 1500-2000 U Ganti kolf NaCl dengan yang baru yang telah diberi heparin 500 U dan klem infus dibuka Jalankan sirkulasi darah + soaking (melembabkan GB) selama 10-15 menit sebelu dihubungkan dengan sirkulasi sistemik (pasien) CATATAN !!!! PERSIAPAN SIRKULASI Rinsing/Membilas GB + VBL + ABL Priming/ mengisi GB + VBL + ABL Soaking/ melembabkan GB. VBL. biru diatas Gantungkan NaCl 0. hubungkan ujung ABL dengan ujung VBL. pemberian obat-obatan) Buka klem ujung dari ABL. yaitu yang tanda merah dibawah. Volume priming : darah yang berada dalam sirkulasi (ABL + GB + VBL ) Cara menghitung volume priming : Σ NaCl yang dipakai membilas dikurangi jumlah NaCl yang ada didalam mat kan (gelas tampung/ ukur) Contoh : ∑ NaCl yang dipakai membilas : 1000 cc ∑ NaCl yang ada didalam mat kan : 750 cc Jadi volume priming : 1000 cc – 750 cc = 250 cc Cara melembabkan (soaking) GB Yaitu dengan menghubungkan GB dengan sirkulasi dialisat Bila mempergunakan dialyzer reuse / pemakaian GB ulang : Buang formalin dari kompartemen darah dan kompartemen dialisat Hubungkan dialyzer dengan selang dialisat 15 menit pada posisi rinseBiarkan Test formalin dengan tablet clinitest : Tampung cairan yang keluar dari dialyzer atau drain 10 tts (1/2 cc). VBL dan infus set 100 ml/mJalankan Qb dengan kecepatan Udara yang ada dalam GB harus hilang (sampai bebeas udara) dengan cara menekan-nekan VBL Air trap/Bubble trap diisi 2/3-3/4 bagian Setiap kolf NaCl sesudah/ hendak mengganti kolf baru Qb dimatikan Setelah udara dalam GB habis. ujung biru VBL dihubungkan dengan alat penampung/ mat-kan Letakkan posisi GB terbalik. dengan posisi merah diatas Hubungkan ujung putih pada ABL dengan GB ujung merah Hubungkan ujung putih VBL dengan GB ujung biru. masukkan ke dalam tabung gelas. masukkanAmbil cairan 1 tablet clinitest ke dalam tabung gelas yang sudah berisi cairan Lihat reaksi : Warna biru : – / negatif .9 % (2-3 kolf) Pasang infus set pada kolf NaCl Hubungkan ujung infus set dengan ujung merah ABL atau tempat khusus Tutup semua klem yang ada pada slang ABL.Cuci tangan Letakkan GB pada holder. tekanan vena. (untuk hubungan tekanan arteri.

fiksasi. sampai4. 5.Semua klem dibuka.Warna hijau : + / positif Warna kuning : + / positif Warna coklat : +/ positif Selanjutnya mengisi GB sesuai dengan cara mengisi GB baru Persiapan pasien 1. procain inj) Punksi vena (outlet). Observasi KU (ukur TTV) 2. kecuali klem infus set 100 ml/m.Ujung VBL line dihubungkan dengan punksi outlet 3. tutup kassa steril Punksi inlet (vena/ arteri femoralis) Raba arteri femoralis Tekan arteri femoralis 0. tutup dengan kasa steril Berikan bolus heparin inj (dosis awal) Punksi inlet (fistula).5 – 1 cm ke arah medialVena femoralis Anestesi lokal (infiltrasi anetesi) Vena femoralis dipunksi setelah anestesi lokal 3-5 menit Fiksasi Tutup dengan kassa steril Memulai hemodialisis 1.Pompa darah (blood pump stop.Persiapan fisik :Timbang BB.Persiapan mental 2.PERAWATAN SELAMA HEMODIALISIS (INTRA HD) Pasien Sarana hubungan sirkulasi/ akses sirkulasi : Dengan internal A-V shunt/ fistula cimino Pasien sebelumnya dianjurkan cuci lengan & tangan Teknik aseptic + antiseptic : bethadine + alcohol Anestesi local (lidocain inj.16/ abocath. sambungkan ujung dari VBL dengan punksi outlet .Jalankan pompa darah (blood pump) dengan Qb sirkulasi darah terisi darah semua. biasanya di lengan).Izin hemodialisis 3.14 s/d G.Ujung ABL line dihubungkan dengan punksi inlet 2. Bolus heparin inj (dosis awal) Fiksasi. Posisi. Dengan AV fistula no G. fiksasi. tutup dengan kassa steril Dengan eksternal A-V shunt (Schibner) Desinfektan Klem kanula arteri & vena Bolus heparin inj (dosis awal) Tanpa 1 & 2 (femora dll) Desinfektan Anestesi local Punksi outlet/ vena (salah satu vena yang besar.

8.Semua sambungan dikencangkan 4. masalah selama HD. udara harus diamankan lebih dulu 3. Tipe GB.Isi formulir HD antara lain : Nama.Hubungkan selang-selang untuk monitor : venous pressure. CATATAN !!!! 1. Heparinisasi Dosis heparin : Dosis awal : 25 – 50 U/kg BB Dosis selanjutnya (maintenance) = 500 – 1000 U/kg BB Cara memberikan Kontinus Intermiten (biasa diberikan tiap 1 jam sampai 1 jam terakhir sebelum HD selesai) Heparinisasi umum Kontinus : Dosis awal : …….Tempat-tempat punksi harus harus sering dikontrol.Qd : 300 – 500 ml/m 3. 2. makan/minum. hidupkan air/ blood leak detector 10. N. setelah 15 menit bisa dinaikkan sampai 300 ml/m (dilihat dari keadaan pasien) 9.Pompa heparin dijalankan (dosis heparin sesuai keperluan).Ukur TD. arteri pressure. UFR 5. Bila keadaan pasien tidak baik/ lemah lakukan mengukur TD.cairan priming diampung di gelas ukur dan jumlahnya dicatat (cairan dikeluarkan sesuai kebutuhan). Umur. U Dosis selanjutnya : …… U .TMP. TD.Pada waktu menghubungkan venous line dengan punksi outlet. Mesin Memprogram mesin hemodialisis : 1.Heparinisasi Tekanan (+) /venous pressure Trans Membran Pressure / TMP Tekanan (-) / dialysate pressure Tekanan (+) + tekanan (-) Tekanan / pressure : Arterial pressure / tekanan arteri : banyaknya darah yang keluar dari tubuh Venous pressure / tekanan vena : lancar/ tidak darah yang masuk ke dalam.Temperatur : 36-400C 4.Qb : 200 – 300 ml/m 2. Heparin dilarutkan dengan NaCl 11. lebih sering.Jalankan pompa darah dengan Qb = 100 ml/m. keluhan selama HD. 12. BB.6. Nadi setiap 1 jam.Permulaan HD posisi dialyzer terbalik setelah dialyzer bebas udara posisi kembalikan ke posisi sebenarnya. P. untuk menghindari terjadi perdarahan dari tempat punksi. Cairan priming yang masuk. S. N.Fiksasi ABL & VBL (sehingga pasien tidak sulit untuk bergerak) 7.

MONITOR SELAMA HEMODIALISA 1. U Heparin : protamin = 100 U : 1 mg Heparin & protamin dilarutkan dengan NaCl. UFR Air leak & Blood leak Heparinisasi Sirkulasi ekstra corporeal Sambungan-sambungan CATATAN : Obat menaikkan TD ( tu. outlet Keluhan/ komplikasi hemodialisis 2. U Heparinisasi regional Dosis awal : …… U Dosis selanjutnya : ….PASIEN KU pasien TTV Perdarahan Tempat punksi inlet. dialysate. Bilas dengan NaCl setiap : ½ – 1 jam Banyaknya NaCl yang masuk harus dihitung Jumlahnya NaCl yang masuk harus dikeluarkan dari tubuh.MESIN & PERALATAN Qb Qd Temperature Koduktiviti Pressure/ tekanan : arterial. Protamin diberikan/ dipasang pada selang sebelum masuk ke tubuh/ VBL. Heparin diberikan/ dipasang pada selang sebelum dializer.Intermitten : Dosis awal : …… U Dosis selanjutnya : ……. venous. U Protamin : …. bisa dimasukkan ke dalam program ultrafiltrasi CATATAN Dosis awal : diberikan pada waktu punksi : sirkulasi sistem Dosis selanjutnya: diberikan dengan sirkulasi (maintenance) ekstra korporeal. PENGAMATAN OBSERVASI.. pend hipotensi berat) : Efedrin 1 ampul + 10 cc aquadest kmd disuntik 2 ml/IV . Qb tinggi (250 – 300 ml/m) Dosis heparin : 500 U (pada sirkulasi darah). Heparinisasi minimal Syarat-syarat : Dialyzer khusus (kalau ada).

lalu tutup dengan kain kassa/band aid lalu pasang verband.Setelah darah masuk ke tubuh Blood pump stop.Ukur TTV : TD.Bekas punksi femoral lebih lama. bubuhi bekas punksi inlet & outlet dengan antibiotik powder.Blood pump stop 4.Ukur TD.Isi formulir hemodialisis CATATAN : 1.Memakai teknik aseptik dan antiseptik SCRIBNER 1. bekas punksi inlet ditekan dengan kassa steril yang diberi betadine. N.Darah dimasukkan ke dalam tubuh dengan do dorong dengan nacl sambil qb 50 – 100 cc) 100 ml/m (NaCl masuk : dijalankan 7.Ujung ABL diklem. P 11.Sebelum ABL & VBL dilepas dari kanula maka kanula arteri & kanula vena harus diklem lebih dulu 3.3. S.Cairan pendorong/ pembilas (NaCl) sesuai dengan kebutuhan . 5.5 menit sebelum hemodialisis berakhir Qb diturunkan sekitar 100cc/m UFR = 0 2. ujun VBL diklem. 8.Bila perdarahan pada punksi sudah berhenti.kanula arteri & vena dibilas dengan NaCl yang diberi 2500 U – 300 U heparin inj 4. jarum inlet dicabut .Penekanan bekas punksi dengan 3 jari sekitar 10 menit 3.Fiksasi .PERAWATAN SESUDAH HEMODIALISIS (POST HD) Mengakhiri HD Persiapan alat : Kain kasa/ gaas steril Plester Verband gulung Alkohol/ bethadine Antibiotik powder (nebacetin/ cicatrin) Bantal pasir (1-1/2 keram) : pada punksi femoral Cara bekerja 1.Hubungkan ujung abl dengan infus set 6. kalau perlu di dorong dengan udara ( harus hati-hati) 2. 10. bekas punksi inlet & outlet ditekan dengan kassa steril yang diberi bethadine 9. nadi 3.Lepas klem pada kedua kanula 6.Pakai sarung tangan 2. setelah perdarahan berhenti.Jarum outlet dicabut. lebih lama 5.Kedua sisi kanula dihubungkan kembali dengan konektor 5.Timbang BB (kalau memungkinkan) 12.Bekas punksi arteri penekanan harus tepat. ditekan kembali dengan bantal pasir 4.

penusukan jarum. kegiatan perawatan meliputi : menghidupkan mesin. dosis heparin. Data psikososial yang dikaji sebatas pada adanya rasa cemas dan bosan. Pada pre hemodialisis. kecepatan aliran heparin dan UFR. Lalu menekan tombol BFR. mengawasi penimbangan berat badan. membereskan alat-alat dan dilanjutkan dengan desinfeksi alat. Pada tahap pemasangan alat dan selama pemasangan. Setelah penghentian hemodialisis. memasang alat pada mesin sampai mesin tersebut dipakai. Sebenarnya bagi pasien yang memungkinkan bisa dilibatkan sejak awal. BB sebelum dan sesudah HD. diet. Disamping itu beberapa pasien telah dapat melaporkan pada perawat apabila ada ketidakberesan pada mesin atau akses vaskular. Pembuatan rencana perawatan pasien sudah berjalan dimana dalam pengkajian meliputi data fisik dan psikososial. pasien diorientasikan pada ruangan paviliun II dan alat-alat yang ada. program penurunan BB . pengaturan posisi tubuh. makan dan minum. Sistem pencatatan dan pelaporan yang dijalankan dalam bentuk lembaran observasi pasien yang berisi tentang : TTV sebelum atau selama dan sesudah HD. kegiatannya meliputi : desinfeksi daerah penusukan. pembatasan cairan. mengukur tekanan darah dan menciptakan suasana ruangan untuk mengisi kegiatan pasien selama hemodialisis berlangsung. meyediakan alatalat. mencabut jarum inlet dan menekan bekas tusukan sambil menunggu sampai aliran darah pada venous blood line habis. setelah mencoba mengatasi sendiri. pemasukan heparin (bolus).Pasang balutan dengan sedikit kanula bisa dilihat dari luar. monitoring alat-alat dan kelancaran sirkulasi darah. membuka klem venous dan arteri blood line. jika kondisi pasien memungkinkan. Kemudian menghubungkan heparin contnous ke sirkulasi. mengukur suhu badan.Pada tahap persiapan Persiapan alat dan mesin Selama ini pasien dipersilahkan masuk ke ruangan HD dalam keadaan mesin sudah siap pakai karena perawat sudah menyiapkannya. monitoring pernafasan. Semua kegiatan baik pada tahap pre hemodialisis selama pemasangan dan penghentian hemodialisis dilakukan oleh perawat kecuali penimbangan berat badan dan minum yang pada beberapa pasien dilakukan sendiri. priming dan keluhan pasien setelah HD. Langkah selanjutnya adalah mencabut jarum out line dan menekan bekas tusukan. dari mulai menghidupkan mesin. selanjutnya menyambung jarum pada arteri blood line. Pada saat itu pasien menunggu di ruang tunggu. Hal ini dapat terlihat dari kegiatan : a. memprogram penurunan berat badan. waktu pelaksanaan.7. untuk mengetahui ada bekuan atau tidak. Selain itu pasien diberikan penjelasan ringkas tentang prosedur yang akan dijalankan. Pada tahap penghentian hemodialisis meliputi : penghentian aliran darah. memasang alat pada mesin. Intervensi keperawatan yang dilakukan mengarah kepada pemberian bantuan sepenuhnya. mengukur suhu. Menimbang BB . hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama hemodialisis dan efek dari hemodialisis. mengawasi penimbangan berat badan pasien. mengganti gaas bethadine dan fiksasi dengan plester. mengukur tekanan darah dan menghitung denyut nadi. prinsip hemodialisis. venous pressure. mempersiapkan alat-alat. dilakukan pengukuran tekanan darah. perawatan cimino. ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HEMODIALISIS Pada pasien yang baru pertama kali hemodialisis. pemberian anestesi lokal (kalau perlu). sirkulasi cairan NaCl pada mesin.

Penimbangan BB bagi pasien yang mampu memang sudah dilakukan sendiri oleh pasien begitu mereka masuk ruangan.Pada tahap penghentian Filed under: D. b. HD ZONE | 8 Komentar » « Halaman Sebelumnya — Halaman Berikutnya » . Dalam hal ini pasien dapat diberi kesempatan untuk mencatat Bbnya sendiri. Mengukur suhu badan. mulai dari hal-hal yang sedrhana tapi dapat menarik minat untuk belajar. tekanan darah dan menghitung denyut nadi Kegiatan-kegiatan ini semuanya masih dilakukan oleh perawat.Pada tahap pelaksanaan c. Pasien menyebutkan berapa BBnya dan perawat mencatatnya dalam lembaran observasi. Sebenarnya dapat mulai dikenalkan kepada pasien mengenai alat-alat dan cara pengukurannya. namun tetap dalam pengawasan perawat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful