FORMAT PENGKAJIAN FISIK SEDERHANA

Posted on Maret 9, 2008 by harnawatiaj A. PENGKAJIAN 1.Identitas a.Nama :…………………………………………………………… b.Usia :…………………………………………………………… c.Jenis kelamin :…………………………………………………………… d.Tinggi badan :…………………………………………………………… e.Berat badan :…………………………………………………………… f.Agama :…………………………………………………………… g.Suku :…………………………………………………………… h.Pendidikan :…………………………………………………………… i.Pekerjaan :…………………………………………………………… j.Alamat :…………………………………………………………… 2.Pengkajian fisik a.Tingkat kesadaran : b.Tanda – tanda vital : TD : N: P: S: Posisi ( duduk, berdiri, berbaring) c.Keadaan umum : Penampilan Posisi saat dikaji Postur tubuh Ekspresi wajah Bahasa tubuh d.Sistem integumen Warna kulit Warna rambut Kuku Turgor kulit Tekstir kulit Integritas kulit e.Kepala : Bentuk Kesimetrisan Nervus V & VII Keadaan rambut Kondisi kulit kepala Massa

Nyeri tekan f.Mata : Persebaran alis Warna alis Bentuk alis Bulu mata Kelopak mata Sklera Konjungtiva Iris Kornea Pupil Kelenjar lakrimalis Alat bantu penglihatan g.Telinga : Daun telinga Kesimetrisan Lubang telinga Membran timpani Status pendengaran h.Hidung dan penciuman : Ukuran dan bentuk Septum Mukosa nasal Patensi jalan napas Nervus olfaktory Status penciuman i.Mulut dan orofaring : Bibir Gigi Bunyi napas Gusi Nervus VII & IX Lidah Nervus XIII Mukosa Palatum Uvula Faring Tonsil Pergerakan mandibular j.Leher : Penamapakan luar Tiroid Trakea Nodus limfe

k.Thoraks dan paru-paru : Pernafasan Thorax posterior Auskultasi paru l.Payudara dan axilla : Ukuran payudara Puting Axilla Nodus limfe m.Jantung dan pembuluh darah : Tekanan darah Nadi karotis Nadi apikal Nadi perifer n.Abdomen : Bentuk Kulit Bunyi peristaltik o.Sistem muskuloskeletal : Punggung Tulang vertebra Sendi Pergerakan Ekstremitas atas Ekstremitas bawah p.Sistem igenitourinaria dan rektum : Rektum Genetalia wanita Genetalia pria q.Sistem neurologi : keseimbangan Nervus XI Refleks Kordinasi Nervus kranial r.Status mental : Status kesadaran Orientasi Memori Bahasa dan pembicaraan Respon Filed under: C. PENGKAJIAN FISIK | 2 Komentar »

CT SCAN

karena hal ini berhubungan dengan lamanya pemeriksaan yang dibutuhkan. Maka ginjal klien harus dalam keadaan normal.TUJUAN Menemukan patologi otak dan medulla spinalis dengan teknik scanning/pemeriksaan tanpa radioisotop 3. b. 10 dan jam 02 dengan memakai waktu 4. sebab pada klien yang akan dilakukan pemeriksaan CT Scan disuntik dengan zat kontras berupa iodine based kontras material sebanyak 30 ml. Berat badan klien yang dapat dilakukan pemeriksaan CT Scan adalah klien dengan berat badan dibawah 145 kg. 2.Hydrocephalus. menurut posisi jam 12.PENGERTIAN CT Scan adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mendapatkan gambaran dari berbagai sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak. f.Gambaran lesi dari tumor. Bila perlu dengan menggunakan kaset video atau poster. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memperjelas adanya dugaan yang kuat antara suatu kelainan. e. Sebelum dilakukan pemeriksaan CT scan pada klien. PENATALAKSAAN PERSIAPAN PASIEN Pasien dan keluarga sebaiknya diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan. Test awal yang dilakukan meliputi : . yaitu : a.Brain contusion. Karena eliminasi zat kontras sudah harus terjadi dalam 24 jam. 3.Posted on Maret 9. Hal ini dipertimbangkan dengan tingkat kekuatan scanner.Inflamasi.Brain atrofi. c. naik turunnya vaskularisasi dan infark. Pasien diberi gambaran tentang alat yang akan digunakan. 2008 by harnawatiaj PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK CT SCAN (Computerized Axial Tomografi) 1.Perubahan vaskuler : malformasi. d.5 menit.PRINSIP KERJA Film yang menerima proyeksi sinar diganti dengan alat detektor yang dapat mencatat semua sinar secara berdispensiasi. Bila klien ada riwayat alergi atau dalam pemeriksaan ditemukan adanya alergi maka pemberian zat kontras iodine harus distop pemberiannya. Harus dilakukan pengkajian terhadap klien sebelum dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah klien bebas dari alergi iodine. Pencatatan dilakukan dengan mengkombinasikan tiga pesawat detektor. harus dilakukan test apakah klien mempunyai kesanggupan untuk diam tanpa mengadakan perubahan selama 20-25 menit. dua diantaranya menerima sinar yang telah menembus tubuh dan yang satu berfungsi sebagai detektor aferen yang mengukur intensitas sinar rontgen yang telah menembus tubuh dan penyinaran dilakukan menurut proteksi dari tiga tititk. Berat badan klien merupakan suatu hal yang harus dipertimbangkan. hematoma dan abses. hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian kepada pasien dengan demikian menguragi stress sebelum waktu prosedur dilakukan.

Filed under: A. sistem imun dapat membedakan antigen tubuh sendiri dari antigen asing. dan hal ini merupakan hal yang normal dari reaksi obat tersebut.Sesudah pengambilan gambar pasien dirapihkan. karena tubuh mempunyai toleransi terhadap self antigen.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN a.Pendahuluan Dalam keadaan normal. Melakukan pernapasan dengan aba – aba ( untuk keperluan bila ada permintaan untuk melakukannya ) saat dilakukan pemeriksaan. f. Pada orang normal .Meja elektronik masuk ke dalam alat scanner. c. meskipun . Rambut tidak boleh dikepang dan tidak boleh memakai wig. DIAGNOSTIK ZONE | 3 Komentar » TEORI AUTOIMUNITAS Posted on Maret 9. b. Bersihkan rambut pasien dari jelly atau obat-obatan. e. Oliguri merupakan gejala gangguan fungsi ginjal.PROSEDUR a.Kekuatan untuk diam ditempat ( dimeja scanner ) selama 45 menit. d. Reaksi autoimiunitas adalah reaksi system imun terhadaap antigen sel jaringan sendiri. memerlukan koreksi yang cepat oleh seorang perawat dan dokter. Sel autoreaktif adalah limfosit yang mempunyai reseptor untik autoantigen. 2008 by harnawatiaj TEORI AUTOIMUNITAS A. sedang antibody yang dibentuk disebut autoantibody.Observasi keadaan alergiterhadap zat kontras yang disuntikan. Penjelasan kepada klien bahwa setelah melakukan injeksi zat kontaras maka wajah akan nampak merah dan terasa agak panas pada seluruh badan. disebut sel limfosit reaktif (SLR). g. Mengikuti aturan untuk memudahkan injeksi zat kontras. Perhatikan keadaan klinis klien apakah pasien mengalami alergi terhadap iodine.Dilakukan pemantauan melalui komputer dan pengambilan gambar dari beberapa sudut yang dicurigai adanya kelainan.Mobilisasi secepatnya karena pasien mungkin kelelahan selama prosedur berlangsung.Selama prosedur berlangsung perawat harus menemani pasien dari luar dengan memakai protektif lead approan. Bila sel tersebut memberikan respons autoimun. c. Bila terjadi alergi dapat diberikan deladryl 50 mg.Selama prosedur berlangsung pasien harus diam absolut selama 20-45 menit.Posisi terlentang dengan tangan terkendali. b.Pengambilan gambar dilakukan dari berbagai posisi dengan pengaturan komputer. Antigen tersebut disebut autoantigen. Apabila pasien merasakan adanya rasa sakit berikan analgetik dan bila pasien merasa cemas dapat diberikan minor tranguilizer.Ukur ntake dan out put. Hal ini merupakan tindak lanjut setelah pemberian zat kontras yang eliminasinya selama 24 jam. tetapi pengalaman klinis menunjukkan bahwa adakalanya timbul reaksi autoimunitas. 4. 5.

Reaksi silang dengan mikroorganisme Kerusakan jantung pada demam reumatik anak diduga terjadi kaibat produksi antigen terhadap streptokok A yang bereaksi silang dengan miokard penderita 5.Virus sebagai pencetus autoimunitas Virus yang terutama mengginfeksi system limfoid dapat tmempengaruhi mekanisme kontrol imunologik sehingga terjadi autoimunitas 6. dapat pula ditemukan autoantibody terhadap antigen jaringan dalam kadar gula yang rendah C. Autoantibody dapat dibentuk pula terhadap antigen mitokondria pada kerusakan hati atau jantung.Teori defesiensi immun Hilangnya self tolerance mungkin disebabkan oleh karena adanya gangguan system limfoid. dapat timbul penyakit autoimmun 2. Oleh karena itu harus dibedakan antara fenomena autoimun dengan penyakit autoimu. Kadang-kadang tidak jelas apakah autoantibody tersebut merupakan penyebab atau timbul sekunder akibat suatu penyakit.Autoantibodi dibentuk sekunder akibat kerusakan jaringan Autoantibodi terhadap jantung ditemukan pada jantung infark. B. Contoh autoantibody yang timbul akibat hal tersebut ialah factor rematoid (FR). Penyakit autoimmune sering ditemukan bersamaan dengan defesiensi imun.Pembagian Penyakit Autoimmun Penyakit autoimmun dapat dibagi menajdi 2 golongan yaitu organ spesifik dan non spesifik Organ spesifik Non organ spesifik Tiroiditis hasimoto Miksidema primer Tirotoksotosis Anemia pernesiosa Gastritis kronik autoimun . FR dibentuk terhadap determinan antigen yang terdapat pada immunoglobulin 4. Pada umumnya kadar autoantibody disini terlalu rendah untuk dapat menimbulkan penyakit autoimmun. misalnya pada lanjut usia 3.SLR berpasangan dengan autoantigen. dan saraf pusat.Teori sequestered antigen atau hidden antigen Sequestered aatau hidden antigen adalah antigen yang karena sawar anatomic tek pernah berhubungan dengna system imu n misalnya antigen sperma. Burnett mengajukan teori forbidden clones. sedangkan bila tidak disertai gejala klinis disebut fenomena autoimun. tidak selalu terjadi respon autoimun.Teori-teori autoimunitas 1.Determinan antigen baru Pembentukan autoantibody dapat dicetuskan oleh karena timbul deterrminan antigen baru pada protein normal. Pada tuberculosis dan tripanosomiasis yang menimbulkan kerusakan luas pada berbagai jaringan. yang menyatakan bahwa tubuh menjadi toleran terhadap jaringannya sendiri oleh karena sel-sel yang autoreaktif selama perkembangan embriologiknya akan musnah. Bila sawar tersebut rusak. karena ada system yang mengontrol reaksi autoimun. Reaksi autoantibody dan autoantigen yang menimbulkan kerusakan jaringan dan gejala-gejala klinis disebut penyakit autoimun. lensa mata.

Penyakit dapat dipindahkan dari satu binatang ke binatang yang lain melalui serum atau limfosit yang hidup Filed under: 9.Penyakit timbul akibat adanya respons autoimun 2.Penyakit Addison Menopause premature Disbetes juvenile Sindorm goodpasture Miastenia gravis Infertilitas pada pria Pemfigus vulgaris Pemfigoid Oftalmia simpatis Uveitis vagogenik Sclerosis multiple Anemia hemolitik autoimun Purpura trombositopenik idiopatik Leucopenia idiopatik Sirosis bilier primer Hepatitis kronik aktif dengan HBsAg negative Sirosis kriptogenik Colitis ulseratif Sindrom Sjögren Arthritis rematoid Dermatomiositis Scleroderma LE discoid Lupus eritermatosus sistemik (SLE) D. jantung.Kriteria Penyakit Autoimun Kriteria untuk menegakkan diagnosis penyakit autoimmun adalah sebagai berikut : 1. ginjal dan kelenjar gondok. usus. IMUNOLOGY ZONE | 5 Komentar » PENYAKIT AUTOIMMUN Posted on Maret 9.Sklerosis Sistemik 1.Ditemukan autoantibody 3. juga pada parenkim organ dalam terutama esophagus. paru. sinovium. Penyakit ini dikenal juga dengan nama skleroderma 2.Defenisi Sklerosis sistemik adalah panyakit jaringan ikat yang ditandai oleh fibrosis dan perubahan degeneratif pada kulit.Penyakit dpat ditimbulkan oleh bahan yang diduga merupakan antigen 4. dan arteri .Epidemiologi Sclerosis sistemik merupakan penyakit yang terdapat diseluruh dunia dan dijumpai pada semua . 2008 by harnawatiaj A.

Dapat juga terjadi anemia karena telangiektasis di saluran pencernaan mengalami perdarahan. gangguan metabolisme kolagen pada fibroblast dapat menerangkan baik manifestasi vascular maupun manifestasi fibrosis pada sclerosis sistemik progresif 4. Fibrosis menyebabkan kulit melekat pada struktur dibawahnya. Biasanya dimulai pada usis 20-50 tahun. Biasanya kalainan ini asimptomatik c. hilangnya alat-alat seperti rambut. kelenjar keringat. Epidermis mudah terkelupas karena tipis. yangmenyebabkan kerusakan endotel dan membrane basal. Peristiea ini akan diikuti oleh fibrosis reaktif berupa proliferasi intima yang sangat menoniol pada aklerosis sistemik progresif Penipisan tunika intima media mungkin terjadinya sekunder terhadap perubahan distensibilitas struktur mikrovaskular yang terjepit diantara materi fibrotik yang terdapat pada intima dan adventisia.Patogenensis dan patofisiologi Etiologi dan patogenesis yang pasti belum diketahui. Keluhan mungkin baru timbul lama setelah terdapat gangguan fungsi . Dengan demikian. Kemudian terjadi adhesi antara trombosit dan kolagen. sangat berguna sebagai gejala diagnostic. Keluhan akan lebih berat jika terjadi esofagitis atau striktur Pada keadaaan lanjut.Saluran pencernaan Hipomotilitas asofagus merupakan manifestasi paling sering dari terlibatnya organ dalam. rambut dan lemak menghilang. Akibatnya timbul gangguan vasomotor seperti yang terlihat pada syndrome raynaud dan sclerosis sistemik progresif. Frekwensi pada wakita 3 kali frekwensi pria 3. ternyata pada scleroderma. terjadi striktur esophagus yang memerlukan dilatasi mekanis.Gejala klinis dan konplikasi a. Terdapat daerah-daerah dengan pegmentasi dan vitiligo. Terdapat pembengkakan dan ketegangan lengan bawah dan tangan yang difus dan simetris. atau antara trombosit dan leukosit. Dilatasi dan hipoosmolalitas duodenum dan jejunum menyebabkan malabsorbsi sehingga mengakibatkan berat badan menurun. dan kulit menjadi tegang.Paru Scleroderma paru yang klasik ditandai dengan fibrosis intestinal yang klasik ditandai dengan fibrosis interstitial difus. Kulit tampak kering dan retak-retak. jarang pada anak-anak. Diduga patogenesisnya berdasarkan kelainan vascular. Karena timbul dini. b. aehingga kontraktilitas dan vasodilatasi arteri kecil dan arteriol terganggu.bangsa. Dugaan ini timbul karena sebelum terjadi perubahan pada dermis dan epidermis. Kolagen ini dapat melekat pada endotel pembuluh darah. Jari-jari mengalami fleksi kontraktur. Reaksi peradangan dan perubahan vascular subkutan ini akan menyebabkan hilangnya kapiler-kapiler kulit (devaskularisasi) yang selanjutnya mengakibatkan atrofi epidermis dan penebalan dermis Hipotesis yang diajukan berdasarkan hasil observasi pada biakan jaringan. kelenjer lemak di epidermis. fibroblast kulit mensintesis koleagen lebih banyak dengan fibroblast kulit normal Peningkatan produksi kolagen yang dideposit pada jaringan ikat disekitar tunika adventisia akan mengekang arteri kecil/arteriol yang bersangkutan. Kelainan ini ditandai dengan terbentuknya kantong-kantong bermulut lebar pada dinding kolon.Kulit Pada kasus yang khas trias terdiri atas penipisan epidermis. Sklerodaktili ialah keadaaan kakunya kulit bagian distal dari sendi interfalangeal proksimal. Ditemukan juga kelainan kolon yang dianggap diagnostic. telah ada reaksi peradangan vascular dan perivaskular pada jaringan subkutan. keringat berkurang. Sering timbul dini dan dirasakan swebagai rasa penuh di substernal. Klien tidak dapat dicubit.

efusi perikard tanpa gejala yang berlangsung lambat tapi progresif Gejala gangguan jantung sering sukar dibedakan dengan gejala gangguan paru. Untuk ini kadang-kadang diperlukan pemeriksaan penunjang lain seperti foto rongten/analisis jantung. 10-40 mg/hari b)Guanetidin dengan dosis 40 mg. kalsifikasi subkutan c.Foto rongten toraks : fibrosis interstitial difus di paru-paru d.Foto rongten kolon : gambaran kantong-kantong pada kolon f.Diagnosis Sulit untuk menegakkan diagnosis scleroderma sebelum timbul kelaianan kulit yang khas. perdarahan.Arteriogram ginjal disertai pemeriksaan aliran darah korteks ginjal Gambaran histopatologik kulit menunjukkan adanya penebalan epidermis disertai menghilangnya organ-organ epidermis dan tampak pula bertambahnya jaringan kolagen dalam dermis 6.Arteriogram perifer : penyumbatan pembuluh darah h. misalnya dyspnea d‘effort atau nafas pendek. pemeriksaaan radiologik yang biasanya dilakukan adalah : a.Foto rongten gigi : pelebaran membran periodontal g. Biasanya timbul akibat pengaruh udara dingin atau ketegangan emosi.Ginjal Tanda-tanda klinis kelainan ginjal yaitu hipertensi ( tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg).Medikamentosa 1)Obat vasoaktif a)Fenoksibenzamin. kerjanya menurunkan depot katekolamin.paru dan kelainan pada gambaran radiologist. ileum e. Jarang timbul angina atau infark jantung 2)Fibrosis miokard 3)Kelainan perikard : berupa epikarditis akut. ini penting karena pada kebanyakan penderita telah terdapat hipertensi paru sebelum timbul keluhan pada paru. EKG/ekokardiografi dan kateterisasi jantung e. dan uremia.Foto rongten usus halus : dilatasi jejenum . d. Pengawasan terhadap perkembangan hipertensi paru dapat dilakukan dengan memperhatikan peningklatan intensitas komponen pulmonal pada bunyi jantung 2 dan derajat pecahnya (splitting bunyi jantung 2. Dimulai dengan dosis rendah sampai mencapai dosis 2 g/hari . mulamula pucat dan sianosis (karena vasokontriksi). diberikan peroral. sekali sehari c)Metildopa. Scleroderma harus dipikirkan jika pada seorang wamnita berumur 20-50 tahun terdapt syndrome raynaud dan pembengkakan tangan.Jantung Kelainan jantung pada scleroderma ada 3 macam : 1)Sclerosis koroner : merupakan kelainan yang paling tidak spesifik. Factor presipitasi untuk timbulnya gangguan ini adalah berhurangnya volume darah sehingga aliran darah ginjal terganggu. Jarang ditemukan jari clubbing. 5. proteinuria > 1+. Syndrome raynaud ini tampak pada jari-jari tangan . kemudian menjadimerah dan nyeri pada waktu sirkulasi kembali normal. suatu obat alfa adrenergic. Kelainan ginjal sering timbul akut.Foto rongten tangan/lengan : tampak resorpsi falang. misalnya karene operasi besar. pemakaian diuretic yang berlebihan.Foto rongten oesophagus maag duodenum (OMD) : tampak hipoosmolalitas esophagus b.Penatalaksanaan a. Pemerisaan radiologik banyak membantu dalam menegakkan diagnosis scleroderma .

Fisioterapi Fisioterapi merupakan hal yang tak boleh dilupakan pada penatalaksanaan scleroderma. jantung.penisilamin. Biasanya pertama kali muncul pada usia 25-50 tahun. dehidrasi.0 g/hari b.Tindakan operatif Tindakan operatif terutama ditujukan terhadap : Ulserasi : debridement dan sebagainya Simpatektomi : hasilnya hanya bersifat sementara.5-2. paru.Pengobatan khusus Bergantung pada organ/system yang terkene misalnya esophagus. nyeri dan seringkali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi. Keduanya bermanfaat untuk memperbaiki peredaran darah dankontraktur yang disebabkan oleh fibrosis pada sendi dan kulit Pencegahan vasokonstriksi karena dingin dan usaha mempertahankan pembuluh darah dalam keadaan sedikit vasodilatasi dilakukan misalnya dengan melindungi tubuh terhadap dingin dan melakukan latihanjasmani bertahap c. usus halus. dan wanita 2-3 kali lebih sering dibandingkan pria. memerlukan bimbingan fisioterapi yang ketat. Efek sampingnya terhadap saluran pencernaan serta timbulnya reaksi alergi di kulit menyulitkan pemberian jangka lama d)Antimalaria 3)Lain-lain a)Rheomacrodex b)Imunosupresif misalnya klorambusil c)Colchicines. Latihan range of motion aktif/pasif.5 mg menghasilkan perlindungan terhadap vasokonstriksi perifer selama ± 6 bulan 2)Obat-obat antiinflamasi a)Asam asetilsilat. Artritis rematoid juga bisa menyebabkan sejumlah gejala di seluruh tubuh. pemanasan. dan sebagainya e. kegagalan ginjal. juga merupakan penghambat simpatis. Pemberian 0.Arthritis Reumatoid 1.Perawatan di Rumah sakit Perawatan di Rumah sakit perlu silakukan apabila ditemukan kegagalan kardiopulmonal. sehingga terjadi pembengkakan.Aspek psikososial Perlu penjelasan mengenai penyakit disertai sokongan penderita maupun keluarganya. gangguan saluran pencernaan yang berat berupa diare. muntah.d)Reserpin. Dianjurkan pemberian dosis rendah sacara intra arteri untuk menghindari pengaruh sistemik dan mencapai pengaruh maksimal pada arteri perifer. . tidak berlangsung lama Rekontruksi d. ginjal. Penyakit ini terjadi pada sekitar 1% dari jumlah penduduk. malnutrisi. terutama untuk atralgia dan mialgia.Defenisi Artritis Rematoid adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian (biasanya sendi tangan dan kaki) secara simetris mengalami peradangan. B. dan persiapan operasi f. Mengurangai sekresi proklagen oleh fibroblast d)D. diberikan jika terdapat tanda-tanda peradangan pada awal penyakit c)Potassium para-aminobenzoat 12-16 g/hari. tetapi bisa terjadi pada usia berapapun. dosis 0. Dosis mungkin mencapai 4-5 g/hari b)Kortikosteroid. 7-10 mg/minggu.

Jari-jari pada kedua tangan cenderung membengkok ke arah kelingking. Sindroma Felty terjadi jika pada penderita artritis rematoid ditemukan pembesaran limpa dan penurunan jumlah sel darah putih. Pada AR. Penderita lainnya menunjukkan pembengkakan kelenjar getah bening. Penyakit Still merupakan variasi dari artritis rematoid dimana yang pertama muncul adalah deman tinggi dan gejala umum lainnya. Pada p[eradangan kronik. tangan. gangguan pernafasan dan kelainan fungsi jantung. sindroma Sjögren atau peradangan mata. Sendi bisa terhenti dalam satu posisi (kontraktur) sehingga tidak dapat diregangkanataudibukasepenuhnya. peradangan berlangsung terus menerus dan menyebar ke struktur-struktur sendi disekitarnya termasuk tulang rawansendi dan kapsul fibrosa sendi. reaksi autoimun terutama terjadi dalam jaringan sinovial.Gejala Artritis rematoid bisa muncul secara tiba-tiba. Enzim-enzim ini akan memecah kolagen sehingga terjadi edema.2. yang apabila pecah bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada tungkai sebelahbawah. Beberapa penderita merasa lelah dan lemah. Yang pertama kali meradang adalah sendi-sendi kecil di jari tangan. Sendi yang terkena akan membesar dan segera terjadi kelainan bentuk. Bisa terjadi demam ringan dan kadang terjadi peradangan pembuluh darah (vaskulitis) yang menyebabkan kerusakan saraf atau luka (ulkus) di tungkai. Akibatnya adalah menghilangnya permukaan sendi yang akan menganggu gerak sendi. sehingga tendon pada jari jari tangan bergeser dari tempatnya. Pembengkakan pergelangan tangan bisa mengakibatkan terjadinya sindromaterowongankarpal. jari kaki. Hal ini akan menyebabkan nyeri yang sangat hebat dan deformitas. Di belakang lutut yang terkena. Peradangan pada selaput di sekitar paru-paru (pleuritis) atau pada kantong di sekitar jantung (perikarditis) atau peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru-paru bisa menyebabkan nyeri dada. Pada proses fagositosis menghasilkan enzim-enzim dalam sendi. proliferasi membrane sinovial dan akhirnya pembentukan pannus.Patofisiologi Pada AR. Pannus akan menghancurkan tulang rawan dan meniombulkan erosi tulang.Diagnosa . bisa terbentuk kista. 5. Sekitar 30-40% penderita memiliki benjolan keras (nodul) tepat dibawah kulit. maka sendi yang sama di sisi kanan tubuh juga akan meradang. Sinovium yang menebal inilah yang dilapisi oleh jaringan granuler disebut sebagai pannus seeperti yang disebutkan sebelumnya. Akhirnya ligament dan tendon ikut meradang. kaki. 3. jika suatu sendi pada sisi kiri tubuh terkena. pergelangan tangan. Pannus ini dapat menyebar ke seluruh sendi dan merangsang proses peradangan dan pembentukan jaringan parut dan secara lambat akan merusak sendi.Penyebab Penyebab yang pasti tidak diketahui. Otot akan ikut terkena karena serabut otot akan mengalami perubahan degeneratif dengan menghilangnya elastisitas otot dan kekuatan kontraksi otot. dimana pada saat yang sama banyak sendi yang mengalami peradangan. membrane sinovium mengalami hipertropi dan menebal sehingga terjadi hambatan aliran darah yang menyebabkan nekrosis sel dan respon peradangan berlanjut. terutama menjelang sore hari. Sendi yang meradang biasanya menimbulkan nyeri dan menjadi kaku. 4. tetapi berbagai faktor (termasuk kecenderungan genetik) bisa mempengaruhi reaksi autoimun. yang biasanya terletak di daerah sekitar timbulnya penyakit ini. terutama pada saat bangun tidur atau setelah lama tidak melakukan aktivitas. Biasanya peradangan bersifat simetris. sikut dan pergelangan kaki.

Artritispsoriatik f. Aspirin merupakan obat tradisional untuk artritis rematoid.kadang jumlah sel darah putih berkurang . Seseorang yang memiliki 4 dari 5 gejala berikut. tidaklah mudah.Peradangan (artritis) pada 3 atau lebih sendi (selama minimal 6 minggu) 3.Kekakuan di pagi hari yang berlangsung lebih dari 1 jam (selama minimal 6 minggu) 2.7 dari 10 penderita memiliki antibodi yang disebut faktor rematoid. SindromaReiter e. 3. semakin kuat obatnya. bisa menunjukkan adanya perubahan khas pada sendi. Artritisgonokokal c.Pemeriksaan cairan sendi.Biopsi nodul.sehingga diperlukan pemantauan ketat. Demamrematik b. kemungkinan menderita artritis rematoid: 1. Pseudogout i. Pembidaian bisa digunakan untuk imobilisasi dan mengistirahatkan satu atau beberapa sendi. Osteoartritis. Pola gejalanya sangat khas. 6. Yang paling banyak digunakan adalah aspirin dan ibuprofen. Obat-obatan utama yang digunakan untuk mengobati artritis rematoid adalah obat anti peradangan non-steroid.Perubahan yang khas pada foto rontgen. 2.Pengobatan Prinsip dasar dari pengobatan artrtitis rematoid adalah mengistirahatkan sendi yang terkena.Faktor rematoid di dalam darah 5. perlu dilakukan beberapa pergerakan sendi yang sistematis. Spondilitisankilosing g. Obat anti peradangan non-steroid. 4. Mengistirahatkan sendi secara rutin seringkali membantu mengurangi nyeri.sebagian besar menderita anemia . maka semakin berat penyakitnya dan semakin jelek prognosisnya. Gout h. maka semakin hebat potensi efek sampingnya. PenyakitLyme d. karena pemakaian sendi yang terkena akan memperburuk peradangan.9 dari 10 penderita memiliki laju endap eritrosit yang meningkat .Membedakan artritis rematoid dari berbagai keadaan lainnya yang bisa menyebabkan artritis.Artritis pada persendian tangan. kortikosteroid dan obat imunosupresif. Obat ini mengurangi pembengkakan pada sendi yang terkena dan meringankan rasa nyeri. Biasanya. Keadaan-keadaaan yang menyerupai artritis rematoid adalah: a. tetapi untuk mencegah kekakuan. pergelangan tangan atau jari tanan (selama minimal 6 minggu) 4. obat yang lebih baru memiliki lebih sedikit efek samping tetapi harganya lebih mahal. biasanya semakin tinggi kadar faktor rematoid dalam darah.Rontgen. obat slow-acting.Pemeriksaan darah . tetapi untuk memperkuat diagnosis perlu dilakukan: 1. Mengenali artritis rematoid. Kadar antibodi ini bisa menurun jika peradangan sendi berkurang dan akan meningkat jika terjadi serangan. .

Efeknya menyerupai senyawa emas dan bisa digunakan jika senyawa emas tidak efektif atau menyebabkan efek samping yang tidak dapat ditoleransi. penisilamin. Senyawa emas bisa menimbulkan efek samping pada beberapa organ. Efek sampingnya berupa ruam kulit. Misoprostol bisa membantu mencegah erosi lapisan lambung dan pembentukan ulkus gastrikum. maka pemakaiannya segera dihentikan. maka pemberian obat ini dihentikan. Efek sampingnya biasanya ringan. Biasanya diberikan sebagai suntikan mingguan. Obat slow-acting. Tetapi beberapa kelainan mata bisa menetap. Senyawa emas berfungsi memperlambat terjadinya kelainan bentuk tulang. Jika obat ini efektif. Digunakan untuk mengobati artritis rematoid yang tidak terlalu berat. bisa dicegah dengan memakan makanan atau antasid atau obat lainnya pada saat meminum aspirin. sindroma Goodpasture dan sindroma yang menyerupai lupus.Senyawa emas. Jika terjadi efek samping tersebut. Obat ini biasanya ditambahkan jika obat anti peradangan non-steroid terbukti tidak efektif setelah diberikan selama 2-3 bulan atau diberikan segera jika penyakitnya berkembang dengan cepat. karena itu obat ini tidak diberikan kepada penderita penyakit hati atau ginjal yang berat atau penyakit darah tertentu.Penisilamin. Obat slow-acting kadang merubah perjalanan penyakit. Efek sampingnya adalah penekanan terhadap pembentukan sel darah di dalam sumsum tulang. dosisnya dikurangi secara bertahap. penyakit otot. Jika . Jika terjadi efek samping yang serius. hydroxycloroquinine dan sulfasalazine. Telinga berdenging merupakan efek samping yang menunjukkan bahwa dosisnya terlalu tinggi. Yang sekarang ini digunakan adalah senyawa emas. Gangguan pencernaan dan ulkus peptikum. sakit otot dan kelainan mata. Obat ini juga bisa menyebabkan miastenia gravis. 2. Kadang perbaikan dicapai setelah diberikannya dosis pemeliharaan selama beberapa tahun. meskipun perbaikan memerlukan waktu beberapa bulan dan efek sampingnya berbahaya. yang merupakan efek samping dari dosis yang terlalu tinggi. maka pemakaian obat harus dihentikan. dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih setiap 2-4 minggu sekali. Suntikan mingguan diberikan sampai tercapai dosis total 1 gram atau sampai timbulnya efek samping atau terjadinya perbaikan yang berarti. tetapi obat ini juga menyebabkan diare dan tidak mencegah terjadinya mual atau nyeri perut karena aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya. gatal dan berkurangnya sejumlah sel darah.Hydroxycloroquine. kelainan ginjal. ruam kulit dan rasa tidak enak di mulut. 1. 3. sehingga penderita yang mendapatkan obat ini harus memeriksakan matanya sebelum dilakukan pengobatan dan setiap 6 bulan selama pengobatan berlangsung. Dosisnya secara bertahap dinaikkan sampai terjadinya perbaikan. Sebelum pengobatan dimulai dan setiap seminggu sekali selama pengobatan berlangsung. yaitu berupa ruam kulit. Pemakaiannyaharusdipantausecaraketat. Jika setelah 6 bulan tidak menunjukkan perbaikan. dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih. Selama pengobatan berlangsung.Dosis awal adalah 4 kali 2 tablet (325 mgram)/hari.

bisa dilakukan latihanlatihan. digunakan untuk mengobati arthritis rematoid stadium awal. osteoporosis. pemanasan pada sendi yang meradang dan kadang pembedahan. maka hampir selalu digunakan dosis efektif terendah. peradangan paru-paru. Obat imunosupresif. Jika pemberian obat tidak membantu. Obat ini bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi. Untuk mengobati persendian yang kaku. azatioprin dan cyclophosphamide) efektif untuk mengatasi artritis rematoid yang berat. tetapi jangan sampai terlalu lelah. Selain itu azatioprine dan siklofosfamid bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker. kadar gula darah yang tinggi dan katarak. memar. Siklosporin bisa digunakan untuk mengobati artritis yang berat jika obat lainnya tidak efektif. penekanan terhadap pembentukan sel darah di sumsum tulang dan perdarahan kandung kemih (karena siklofosfamid). Obat ini menekan peradangan sehingga pemakaian kortikosteroid bisa dihindari atau diberikan kortikosteroid dosis rendah. Untuk mengembalikan pergerakan dan fungsinya. Terapi lainnya. Sulfasalazine bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Sendi yang meradang harus dilatih secara halus sehingga tidak terjadi kekakuan. Obat ini semakin banyak digunakan untuk mengobati artritis rematoid. Dosisnya dinaikkan secara bertahap dan perbaikan biasanya terjadi dalam 3 bulan. mudah terkena infeksi. Obat imunosupresif (contohnya metotreksat. pemakaian obat ini bisa dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan. mungkin perlu dilakukan pembedahan. Efek samping yang sering terjadi adalah penipisan kulit. terutama jika sendi yang terkena digunakan secara berlebihan sehingga mempercepat terjadinya kerusakan sendi. Kortikosteroid juga digunakan untuk mengobati peradangan diluar sendi. Kortikosteroid (misalnya prednison) merupakan obat paling efektif untuk mengurangi peradangan di bagian tubuh manapun. bisa dilakukan latihan aktif yang rutin. Kortikosteroid biasanya tidak memperlambat perjalanan penyakit ini dan pemakaian jangka panjang menyebabkan berbagai efek samping. kelainan sel darah dan ruam kulit. padahal artritis rematoid adalah penyakit yang biasanya aktif selama bertahun-tahun. biasanya dilakukan pembedahan untuk . kelainan hati. Bersamaan dengan pemberian obat untuk mengurangi peradangan sendi. 4.Sulfasalazine. Untuk menghindari resiko terjadinya efek samping. tekanan darah tinggi. terapi fisik. Kortikosteroid efektif pada pemakaian jangka pendek dan cenderung kurang efektif jika digunakan dalam jangka panjang. Setelah peradangan mereda. Kortikosteroid. tetapi bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang.terjadi perbaikan. yang melibatkan hampirsetiaporgan. Efek sampingnya berupa penyakit hati. Karena itu obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi kekambuhan yang mengenai beberapa sendi atau jika obat lainnya tidak efektif. Metotreksat diberikan per-oral (ditelan) 1 kali/minggu. seperti peradangan selaput paru-paru (pleuritis) atau peradangan kantong jantung (perikarditis). Biasanya latihan akan lebih mudah jika dilakukan di dalam air. dilakukan latihan yang intensif dan kadang digunakan pembidaian untuk meregangkan sendi secara perlahan.

termasuk warna kuning dan biru . bisa terjadi anemia megaloblastik. kaki dan tangan . hidroksiurea.Penurunan berat badan .Kesemutan ditangan dan kaki .mengganti sendi lutut atau sendi panggul dengan sendi buatan. Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat. sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas). Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat. bisa terjadi anemia megaloblastik. supaya kaki tidak terlalu nyeri ketika digunakan untuk berjalan. Contohnya adalah sepatu ortopedik khusus atau sepatu atletik khusus. Jika kekurangan salah satu darinya.Lidah licin .Luka terbuka di lidah atau lidah seperti terbakar . Jika kekurangan salah satu darinya. Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut. sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah. C. sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas). Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal.Pergerakanyangkaku.Gejala Selain mengurangai pembentukan sel darah merah.Warna kulit menjadi lebih gelap . Selain zat besi.Hilangnya rasa ditungkai. Ibu jari bisa dilebur sehingga penderita bisa menggenggam dan tulang belakang di ujung leher yang tidak stabil bisa dilebur untuk mencegah penekanan terhadap urat saraf tulang belakang.Pucat .Penyebab Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Penderita yang menjadi cacat karena artritis rematoid bisa menggunakan beberapa alat bantu untuk menyelesaikan tugas sehari-harinya. kekurangan vitamin B12 juga mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan: .Buta warna tertentu. Gejala lainnya adalah: . 3. fluorourasil dan sitarabin).Linglung .Anoreksia . Pada anemia jenis ini. Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut.Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal. Selain zat besi. Persendian juga bisa diangkat atau dilebur (terutama pada kaki).Defenisi Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12.Anemia Pernesiosa 1. fluorourasil dan sitarabin). 2. Pada anemia jenis ini. hidroksiurea. sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah.

Depresi . Selanjutnya suntikan diberikan 1 kali/bulan. Kadar vitamin B12 serum kurang dari 100 pg/ml 6. IMUNOLOGY ZONE | 2 Komentar » SKIN GRAFT Posted on Maret 9. Selanjutnya diambil contoh cairan lambung dan diperiksa untuk menemukan adanya faktor intrinsik. Biasanya pemeriksaan dipusatkan kepada faktor intrinsik: 1. bisa dilakukan tes Schilling. tampak megaloblas (sel darah merah berukuran besar). Sering ditemukan dengan gastritis atrofi (dalam jangka waktu lama dikaitkan dengan peningkatan risiko karsinoma gaster).yaitu analisa lambung.Pengobatan Pengobatan kekurangan vitamin B 12 atau anemia pernisiosa adalah pemberian vitamin B12. 4.Contoh darah diambil untuk memeriksa adanya antibodi terhadap faktor intrinsik. neutrofilo hiperpigmentsi.Diagnosa Biasanya. bisa dilakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya.Pemeriksaan penunjang Sel darah merah besar-besar (makrositik). sehingga menyebabkan aklorhidria. terutama jika penderita telah menderita anemia dalam jangka waktu yang lama. Jika penyebabnya masih belum pasti. maka diagnosisnya pasti anemia pernisiosa. Dimasukkan sebuah selang kecil (selang nasogastrik) melalui hidung. Juga dapat dilihat perubahan sel darah putih dan trombosit. Filed under: 9. lalu penyerapannya diukur kembali. Diberikan sejumlah kecil vitamin B12 radioaktif per-oral (ditelan) dan diukur penyerapannya. Sebagian besar penderita tidak dapat menyerap vitamin B12 per-oral (ditelan).Pemeriksaan yang lebih spesifik. 2.Pencegahan Jika penyebabnya adalah asupan yang kurang. maka dilakukan pengukuran kadar vitamin B12 dalamdarah. tetapi tidak diserap tanpa faktor intrinsik. Pada contoh darah yang diperiksa dibawah mikroskop. selama beberapa minggu sampai kadar vitamin B12 dalam darah kembali normal. 7. Jika sudah pasti terjadi kekurangan vitamin B12. MCV ≥ 100fmol/l.karena itu diberikan melalui suntikan. maka anemia ini bisa dicegah melalui pola makanan yang seimbang. Biasanya antibodi ini ditemukan pada 60-90% penderita anemia pernisiosa. Jika diduga terjadi kekurangan. Jika vitamin B12 diserap dengan faktor intrinsik. Lalu disuntikkan pentagastrin (hormon yang merangasang pelepasan faktor intrinsik) ke dalam sebuah vena. Pada awalnya suntikan diberikan setiap hari atau setiap minggu. melewati tenggorokan dan masuk ke dalam lambung.Penurunan fungsi intelektual. 5.. Penderita harus mengkonsumsi tambahan vitamin B12 sepanjang hidupnya. 2008 by harnawatiaj . Gambaran sum-sum tulang megaloblastik. kekurangan vitamin B12 terdiagnosis pada pemeriksaan darah rutin untuk anemia. Kemudian diberikan faktor intrinsik dan vitamin B12.

Cangkokan kulit diperoleh dari lokasi donor atau ―host‖ dan dipasangkan pada lokasi yang dikehendaki yang disebut lokasi ―resipien‖ atau ―graft bed‖. Skin graft adalah suatu tindakan atau tehnik memindahkan kulit yang sehat dan menempelkan ke bagian kulit yang luka.Mempercepat penyembuhan luka b.Tujuan umum : Untuk memperbaiki kecacatan atau kelainan yang timbul akibat kecelakaan. Kulit yang digunakan dapat berasal dari bagian mana saja dari tubuh.Mengurangi lamanya perawatan d.Autograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari kulit pasien sendiri b. (yudini.KLASIFIKASI SKIN GRAFT 1.Tujuan khusus : a. sedang atau tebal. b. pisau graft kulit. Kulit yang digunakan untuk graft dapat berasal dari bagian bagian tubuh yang lain .PENGERTIAN Skin graft ( pencangkokan kulit ) merupakan tehnik untuk melepaskan potongan kulit dari suplai darahnya sendiri dan kemudian memindahkannya sebagai jaringan bebas ke lokasi yang jauh ( resipien ). 4.Berdasarkan sumber donornya a.Zenograft atau heterograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari spesies yang lain / berbeda 3. tangan dan kaki 2.PEMASANGAN GRAFT Graft atau cangkokan diperoleh dengan berbagai unstrumen seperti pisau tipis seperti silet ( rasa blades ). punggung atau perut. 2. atau drum dermatome. seperti . Skin graft merupakan pencangkokan lapisan epidermis kulit yang dapat dipindahkan secara bebas.Sheet skin graft Skin graft pada daerah wajah .1.Split thickness yaiu skin graft yang tipis.Mencegah kontraktur c. pantat. leher.Allograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari spesies yang sama c.Berdasarkan ketebalannya a. namun lazimnya berasal dari daerah paha.TUJUAN Tujuan dilakukan skin graft adalah : 1.Memperbaiki defek yang terjadi akibat eksisi tumor kulit e.2007) 2.Berdasarkan letak a. dermatom bertenaga listrik atau udara.Menutup daerah kulit yang terkelupas dan menutup luka dimana kulit sekitarnya tidak cukup menutupinya 3.Meshed skin graft Skin graft pada daerah mata dan lubang b.Full thickness yaitu tergantung dari banyaknya dermis yang ikut dalam spesimen.

cangkokan kulit dapat dijahitkan atau tidak pada lokasi tersebut. Flap adalah cangkok jaringan kulit beserta jaringan lunak dibawahnya yang diangkat dari tempat asalnya tetapi tetap mempunyai hubungan perdarahan dengan tempat asal. c.untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka diperlukan beberapa pensyaratan antara lain. Tehnik cangkok jala ini disebut ―mesh‖ dan biasanya digunakan pada skin loss yang luas/parah. 5.Pengkajian Keadaan umum Vital sign Status nutrisi Pola eliminasi Pola istirahat dan tidur Persepsi pasien Hasil laboratorium .Proses revaskularisasi (pembentukan kembali pasokan darah) dan perlekatan kembali cangkokan kulit pada dasar lokasi resipien. Pada pemasangan di lokasi resipien.Daerah pencangkokan harus bebas dari infeksi.Lokasi resipien harus memiliki pasokan darah yang adekuat sehingga fungsi fisiologi yang normal dapat berlangsung kembali.cangkokan ini dapat dibiarkan terbuka (pada daerah yang tidak mungkin diimmobilisai) atau ditutup dengan kasa pembalut tipis atau pembalut tekan manurut daerahnya. b. sehingga luasnya mencapai 1. Setelah cangkokan kulit terpasang pada tempatnya.Cangkokan ini bisa dipotong dan dibentangkan seperti jala agar menutupi suatu daerah yang lebar. Permukaan kulit dapat dioerluas dengan membuat irisan yang bila direnggang akan membentuk jala.PERAWATAN PRE OPERASI SKIN GRAFT 1.Mempertimbangkan efek kosmetik pada lokasi donor setelah kesembuhan terjadi sehingga lokasi ini sebaiknya dipilih dari tempat yang tersembunyi. d.punggung. d.beberapa persayaratannya : a. Agar cangkokan kulit dapat hidup dan efektif.Cangkokan harus melekat rapat dengan dasar (bed) lokasi resipien (untuk menghindari penumpukan darah atau cairan). perdarahan pada daerah resipien harus baik.Mencapai kecocokan warna sedekat mungkin dengan memperhatikan jumlah cangkokan kulit yang diperlukan.Mencocokkan tekstur dan kualitas kulit untuk membawa rambut.Cankokan harus terfiksasi kuat (terimmobilisasi) sehingga posisinya dipertahankan pada lokasi resipien. b.5 kali sampai 6-9 kali luas semula. Flap yang dipindahkan akan membentuk perdarahan baru ditempat resipien.Mendapatkan cangkokan kulit yang setebal mungkin tanpa mengganggu kesembuhan luka pada lokasi donor. tidak ada infeksi dan keadaan umum penderita. c. Kriteria pemilihan lokasi donor yaitu harus dipertimbangkan : a.

Amati tanda-tanda infeksi.Perdarahan post op c.Skin graft (immobilisasi) sampai menempel dengan baik bila memindahkan pasien.Jika bioskin kering bersihkan dengan savlon 1% dan biarkan bioskin tetap enempel dan tutup dengan gaas steril.lepaskan alloask dan berikan sufratulle dan zalf AB kemudian tutup gaas steril.Beri zalk silver sulfadiazine (ssp) pada luka (0. bila ada bau busuk.9% (normal salin). sokong bantal di bawahnya untuk mencegah edema.Buka balutan dengan pemberian NaCl bila balutan kering / lengket. buka balutan setelah 2 minggu post op. rawat setiap hari.Tutup dengan menggunakan gaas steril.Bila menggunakan Bioskin (alloask) buka pada hari ketiga. rawat luka 2 hari sekali.2. 7. d. nyeri tekan.PERAWATAN POST OPERASI 1) Hal yang perlu diperhatikan : a.Luka pada bagian donor tidak boleh tergeser dan boleh bergerak bebes b.Bila luka bersih. 2) Urutan perawatan luka a.Skin graft pada tangan dan kaki. c.Keadan umum b.Luka dicuci dengan cairan savlon 1% kemudian dibilas NaCl 0.Persiapan fisik Puasakan pasien 8 jam Cukur daerah donor Cairan / nutrisi parenteral selama puasa Laboratorium Thoraks foto EKG Concern form Kaji tingkat kecemasan Penjelasan tentang skin graft 6. bengkak.5 cm) e.PERAWATAN SKIN GRAFT .Gangguan sirkulasi (ada spalak) d.Luka donor yang hanya diberi sufratulle. b.Keringkan dengan kasa steril d. 3) Perawatan luka pada donor a. c. hati-hatie. e.

jika ada stepler dibuka pada hari ketujuh dan buka jahitan pada hari ke 14.bengkak.Glukosa Serum : Peningkatan menunjukkan respon terhadap stress i. dan organisme penyebab l. 8.Kering atau lengket basahi NaCl jangan dipaksakan.a. keluarga.Tutup dengan gaas steril dan elastis verban. j.pus).Bila ada tanda infeksi (merah.Albumin serum : rasio albumin/globulin mungkin terbalik sehubungan dengan kehilangan protein pada edema cairan j.Ultrasound Dropler : untuk mengkaji dan mengukur aliran darah e.Jika terjadi perdarahan tekan daerah tersebut sampai perdarahan berhenti dan laporkan jika berlanjut.Pletismografi : mengukur TD segmental bawah terhadap ekstremitas bawah mengevaluasi aliran darah arterial d.Tekanan O2 Transkutaneus : memberi peta area perfusi paling besar dan paling kecil dalam keterlibatan ekstremitas f. f.LED : Peningkatan mengindikasikan respon inflamasi b.Ganti verban setiap hari.Jika ncairan terkumpul di bawah graft.Pus bersihkan dengan bethadine. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK a.Hitung darah lengkap/diferensial : peninggian dan ―perpindahan kekiri‖ diduga proses infeksi c. g.Bagian skin graft tidak boleh dibuka sebelum hari kelima. c.Rehabilitasi/ latihan setelah skin graft benar-benar lengket. kerusakan SDM dan penurunan fungsi ginjal h. d. i. e.Perhatikan jika terjadi hipertropi jaringan (pemakaian elastis verban).SDP : Leukositosis dapat terjadi sehubungan dengan kehilangan sel pada sisi luka dan respon inflamasi terhadap cedera g.Reaksi penolakan/alergi c. tidak menghantar listrik I.Buka balutan harus sangat hati-hati.bau. tekan skin graft agar tetap menempel gunakan 2 buah pinset.KOMPLIKASI a.Infeksi b.Fotografi area luka : catatan untuk penyembuhan luka/ skin loss KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan didasarkan pada kiat keperawatan berbentuk pelayanan bio-psiko-sosial dan spiritual yang komprehensif ditujukan kepada individu. kecuali ada tanda infeksi segera buka. buatlah gulungan gaas steril dan gulung perlahan-lahan gulungan gaas ke arah tepi.BUN / Kreatinin : dapat meningkat akibat cedera jaringan k. h. kelompok dan masyarakat baik . 1untuk menekan dan yang lainnya untuk melepaskan. b.Bersihkan skin graft dengan savlon 1%.Elektrolit serum : Kalium dapat meningkat pada awal sehubungan dengan cedera jaringan.Reaksi tubuh : tidak magnetis.Kultur luka : mengidentifikasi adanya infeksi .

)Resiko tinggi terhadap disfungsi perifer berhubungan dengan penurunan/interupsi aliran darah. masalah tentang peran fungsi.)Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan inkontuinitas jaringan (kehilangan integritas jaringan). diagnosa keperawatan utama dapat mencakup yang berikut : 1. nyeri).gejala : masalah tentang keintiman hubungan f.Interaksi sosial : Gejala : masalah sehubungan dengan penyakit/ kondisi. imobilisasi. 1990) 1. keterbatasan rentang gerak pada area yang sakit. menyangkal. diteka. sekresi oral i. kecacatan Tanda : ansietas. penurunan refleks g. menangis h. marah. perubahan tonus b.Nyeri/ kenyamanan Gejala : berbagai tingkat nyeri. pembentukan trombus. mencegah dan memulihkan kesehatan melalui 4 tahap proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian. hipovolemia. takikardi ( syok. stress. meringis.Neurosensori : Tanda : perubahan orientasi. masalah dengan citra tubuh j. 5. pelaksanaan dan evaluasi yang memerlukan kecakapan dan keterampilan profesional tenaga keperawatan (Budi Keliat. ketidak mampuan menelan.Sirkulasi e.Integritas ego : Gejala : masalah tentang keluarga. ansietas.Diagnosa Keperawatan Brdasarkan pada pengkajian.)Resiko tinggi terhadap gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan aliran darah/emboli lemak. Asuhan keperawatan dilakukan dengan menggunakan proses keperawatan untuk meningkatkan. ansietas.Pengkajian Pada pengkajian keperawatan pasien dengan skin graft meliputi : a. tahanan.Aktifitas / istirahat : Gejala : keterbatasan aktual Tanda : penurunan kekuatan. edema berlebihan. sensitif untuk disentuh. analgesik narkotik.)Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit/jaringan donor berhubungan dengan skin graf dan mobilisasi. cepat dan pernafasan keras Tanda : batuk. keuangan .)Gangguan mobilitas berhubungan dengan nyeri 6. pekerjaan. 2. dangkal . reaksi orang lain. 4. berteriak. gangguan massa otot.Pernafasan : Gejala : takipnea.)Nyeri berhubungan dengan cedera pada jaringan lunak. gerakan udara dan perubahan suhu Tanda : melindungi area yang sakit. 3.Penyuluhan/pembelajaran: Pengobatan sekarang misalnya ‗ anti-inflamasi. d. steroid 2. . perencanaan. ketergantungan. menarik diri. efek prilaku. mengi. perubahan membran alveolar/kapiler.sirkulasi Tanda : hipotensi. penurunan nadi perifer distal pada ekstremitas yang cedera c.yang sehat maupun yang sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan. menangis. cedera vaskuler langsung.

7.)Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah informasi/tidak mengenal sumber informasi. 8.)Gangguan pemenuhan ADL ; berhubungan dengan immobilisasi. 9.)Gangguan konsep diri (body image) berhubungan dengan skin loss/ skin graf 10.)Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. Perencanaan Setelah merumuskan diagnosa keperawatan, maka intervensi dan aktivitas keperawatan perlu ditetapkan untuk mengurangi, menghilangkan dan mencegah masalah keperawatan klien, maka langkah selanjutnya adalah memenuhi kebutuhan tersebut melalui suatu perencanaan yang baik. a.)Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan inkontuinitas jaringan (kehilangan integritas jaringan).. (1.)Tujuan Mencegah terjadinya infeksi untuk mencapai penyembuhan luka sesuai waktu, bebas drainase purulen atau eritema dan demam. (2.)Intervensi (a.)Pantau TTV dan Tanda – tanda infeksi. Rasional : Perubahan tanda vital mengindikasikan ada infeksi. (b.)Kaji nilai-nilai Lab terutama LED. Rasional : Untuk mengetahui adanya tingkat infeksi (c.)Observasi luka untuk pembentukan bula, krepitasi perubahan warna kulit kecoklatan, bau drainage yang tak sedap atau asam. Rasional : Tanda perkiraan infeksi gas gangren. (d.)Pertahankan tindakan isolasi dgn teknik isolasi. Rasional : Mencegah penyebaran kuman / mikroorganisme agar tidak terjadi infeksi silang. (e.)Rawat luka dengan cara aseptic steril.. Rasional : Meminimalkan Infeksi. (f.)Berikan obat sesuai indikasi, contoh antibiotik IV/topikal. Rasional : Antibiotik spektrum luas dapat digunakan secara profilaktik atau dapat ditujukan pada mikroorganisme. (g.)Pantau adanya sepsis, demam, Takhipnoe. Rasional :Sepsis, demam, takhipnoe menandakan Infeksi (h.)Ciptakan lingkungan yg tidak memungkinkan pertumbuhan bakteri Rasional :Infeksi Mencegah infeksi bertambah parah dan mencegah infeksi silang b.)Nyeri berhubungan dengan cedera jaringan lunak, imobilisasi, stress, ansietas (1.)Tujuan : Menyatakan nyeri hilang atau berkurang Menunjukkan tindakan santai ; mampu berpartisipasi dalam aktivitas/tidur/istirahat dengan cepat. Menunjukkan penggunaan keterampilan relaksasi. (2.)Intervensi : a.tutup luka sesering mungkin Rasional : Perubahan suhu dan paparan udara dapat menyebabkan nyeri hebat pada pemajanan ujung syaraf b.Tinggikan ektrimitas secara periodik

Rasional : Setelah perubahan posisi dan peninggian menurunkan ketidak nyamanan serta resiko kontraktur c.Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi / karakter dan intensitas ( skala 0 – 10 ) Rasional : Perubahan lokasi / karakter dan intensitas nyeri dapat mengindikasikan terjadinya komplikasi d.Dorong ekspresi perasaan tentang nyeri Rasional : Pernyataan memungkinkan pengungkapan emosi dan dapat meningkatkan mekanisme koping e.Dorong penggunaan tehnik manajemen stress, contoh relaksasi progresif, nafas dalam, bimbingan imajinasi dan visualisasi Rasional : Memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan relaksasi dapat menurunkan ketergantungan farmakologis f.Tingkatkan periode tidur tanpa gangguan Rasional : Kurang tidur dapat meningkatkan persepsi nyeri / kemampuan koping menurun. c.). Resiko tinggi terhadap disfungsi perifer berhubungan dengan penurunan/interupsi aliran darah, cedera vaskuler langsung, edema berlebihan, pembentukan trombus, hipovolemia. (1.)Tujuan : Mempertahankan perfusi jaringan. (2.)Intervensi : (a.)Kaji aliran kapiler, warna kulit dan kehangatan distal pada fraktur. Rasional : Kembalinya warna cepat (3 – 5 detik), warna kulit putih menunjukkan gangguan arterial, sianosis diduga ada gangguan vena. (b.)Lakukan pengkajian neuromuskuler, perhatikan fungsi motorik/sensori. Rasional : Gangguan perasaan bebas, kesemutan, peningkatan/ penyebaran nyeri terjadi bila sirkulasi syaraf tidak adekuat atau syaraf rusak. (c.)Tes sensasi syaraf perifer dengan menusuk pada kedua selaput antara ibu jari pertama dan kedua dan kaji kemampuan untuk dorsofleksi ibu jari bila diindikasikan. Rasional : Panjang dan posisi syaraf parineal meningkatkan resiko cedera pada adanya fraktur kaki, edema/sindrom kompartement, atau melapisi alat traksi. (d.)Kaji keseluruhan panjang ekstremitas yang cedera untuk pembengkakan/pembentukan edema. Ukur ekstremitas yang cedera dan bandingkan dengan yang tak cedera. Rasional : Peningkatan lingkar ekstremitas yang cedera dapat diduga ada pembengkakan jaringan/edema umum tetapi menunjukkan perdarahan. (e.)Awasi tanda vital, perhatikan tanda-tanda pucat, cyanosis, kulit dingin. Rasional : Ketidakadekuatan volume sirkulasi akan mempengaruhi sistem perfusi jaringan. (f.)Berikan kompres es sekitar fraktur sesuai indikasi. Rasional : Menurunkan edema/pembentukan hematoma yang dapat mengganggu sirkulasi. (g.)Awasi Hb/Ht, pemeriksaan koagulasi.

Rasional : Membantu dalam kalkulasi kehilangan darah dan membutuhkan keefektifan terapi penggantian. d.)Resiko tinggi terhadap gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan aliran darah/emboli lemak. (1.)Tujuan : Mempertahankan fungsi pernafasan yang adekuat. (2.)Intervensi : (a.)Awasi frekuensi pernafasan. Rasional : Takipnea, dispnea dan insufisiensi pernafasan. (b.)Auskultasi bunyi nafas perhatikan terjadinya ketidaksamaan bunyi hiperesonan, juga adanya gemericik, ronchi, mengi, dan inspeksi mengorok/sesak nafas. Rasional : Perubahan dalam/adanya bunyi adventisius menunjukkan terjadinya komplikasi pernafasan. (c.)Observasi sputum untuk tanda adanya darah. Rasional : Hemodialisa dapat terjadi dengan emboli paru. (d.)Inspeksi kulit untuk petekie di atas garis puting pada aksilla meluas ke abdomen/tubuh, mukosa mulut kantong konjungtiva dan retina. Rasional : Ini adalah karakteristik yang paling nyata dari tanda emboli lemak,. Yang tampak dalam 2 – 3 hari setelah cedera. (e.)Berikan tambahan oksigen bila diindikasikan. Rasional : Meningkatkan sediaan O2 untuk oksigenasi optimal jaringan. (f.)Berikan obat sesuai indikasi, heparin dosis rendah. Rasional : Blok siklus pembekuan dan mencegah bertambahnya pembekuan pada adanya tromboplebitis. e.)Gangguan mobilitas berhubungan dengan nyeri (1.)Tujuan Meningkatkan/mempertahankan mobilitas pada tingkat paling tinggi yang mungkin mempertahankan posisi fungsional. (2.)Intervensi (a.)Kaji derajat imobilitas yang dihasilkan oleh cedera/pengobatan dan perhatikan persepsi pasien terhadap mobilitas. Rasional : Pasien mungkin dibatasi oleh pandangan/persepsi diri tentang keterbatasan fisik aktual memerlukan intervensi/informasi untuk meningkatkan kemajuan kesehatan. (b.)Dorong penggunaan latihan isometrik mulai dengan tungkai yang tidak sakit. Rasional : kontraksi otot isometrik tanpa menekuk sendi atau menggerakkan tungkai dan membantu mempertahankan kekuatan massa otot. (c.)Pertahankan posisi tubuh tepat dengan dukungan. Rasional : Meningkatkan posisi fungsiinal pada extremita dan mencegah kontraktur. (d.)lakukan latihan rentang gerak secara konsisten, di awali dgn pasif kemudian aktif. Rasional : Mencegah secara progresif mengencangkan jaringan parut dan kontraktur, meningkatkan pemeliharaan fungsi otot sendi dan menurunkan kehilangan kalsium dari tulang (e.)Berikan diet tinggi protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, pertahankan penurunan kandungan protein sampai setelah defekasi pertama. Rasional : pada cedera muskuloskeletal, nutrisi yang diperlukan untuk penyembuhan berkurang

Rasional : meminimalkan tekanan pada area ini. Rasional : Plester traksi melingkari tungkai dapat mempengaruhi pada sirkulasi. (d. Pertahankan posisi yang diinginkan. g. dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah informasi. Rasional : Menurunkan resiko infeksi (f. benda asing. kekuatan dan aktivitas yang mengandalkan BB. Gerakan jaringan di bawah graft dapat mengubah posisi yang mempengaruhi penyembuhan optimal. Rasional : Untuk mengurangi tekanan pada area yang sama dan meminimalkan resiko kerusakan kulit. (1.)Buat daftar aktivitas di mana pasien dapat melakukannya secara mandiri dan yang memerlukan bantuan. (2. Rasional : Memberikan dasar pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan informasi.)Kurang pengetahuan tentang kondisi.)Tujuan Mencapai penyembuhan luka sesuai waktu.)Identifikasi tanda dan gejala yang memerlukan evaluasi medik.)Tinggikan area graft bila mungkin/tepat. dorong penggunaan trapeze bila mungkin. (e.)Tujuan Menyatakan pemahaman kondisi. Rasional : perlambatan penyembuhan dapat terjadi terhadap ketidaktepatan penggunaan alat ambulasi. perubahan warna. Rasional : Berikan informasi tentang sirkulasi kulit dan masalah yang mungkin disebabkan oleh alat dan atau pemasangan gips/beban/traksi. (e. contoh : nyeri berat.)Kaji kulit untuk luka. prognosis dan harapan yang akan datang.)Dorong pasien untuk melanjutkan latihan aktif untuk sendi yang sehat Rasional : Mencegah kekakuan sendi.)Konsul dengan ahli terapi fisik/okupasi dan atau rehabiltasi spesialis.)Beri penguatan metode mobilitas dan ambulasi sesuai instruksi dengan terapis fisik bila diindikasikan. perdarahan.)Intervensi (a. (d. Rasional : Membatasi risiko pemisahan graft. tonus dan kekuatan.)Intervensi (a. (f. (b. selama traksi tulang ini dapat mempengaruhi massa otot.)Kaji ulang perawatan pen/luka yang tepat.. penggunaan trapeze dapat menurunkan abrasi pada siku/tumit.)Letakkan bantalan pelindung di bawah kaki dan di atas tonjolan tulang.)Kaji ulang patologi. f. (2. (c. demam . kontraktur dan kelelahan otot meningkatkan kembalinya aktivitas sehari-hari. prognosis. Rasional : Penyusunan aktivitas sekitar kebutuhan yang dapat bantuan. kemerahan. (b. prognosis dan pengobatan.)Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit/jaringan donor berhubungan dengan skin graf dan mobilisasi. (c. (1. Sering mengakibatkan penurunan BB.)Ubah posisi dengan sering.dengan cepat. Rasional : Untuk membuat aktivitas individual/program latihan pasien dapat memerlukan bantuan jangka panjang dengan gerakan.)Gunakan plester traksu kulit dengan memanjang pada posisi tungkai yang sakit.

tinggi.)Tujuan Klien dapat melakukan interaksi dengan orang lain tanpa merasa rendah diri.)Sediakan waktu klien dalam melakukan aktivitas dengan segenap kemampuannya.)Kaji derajat dukungan yang ada untuk pasien.)Gangguan pemenuhan ADL . membicarakan diri tentang hal negatif. (d.)Tujuan Mewujudkan kemampuan untuk mengatasi masalah. bau tak enak.)Intervensi (a. (2.)Berikan informasi akurat dan konsisten mengenai prognosis. Rasional : Dapat mengurangi kecemasan dan ketidakmampuan pasien untuk membuat keputusan/pilihan berdasarkan realita. (c. Rasional : Mengurangi frustasi yang sering menyertai kesulitan yang dihadapi bila belajar. penggunaan penyangkalan atau terus menerus melihat perubahan nyata/yang diterima. (2. .)Intervensi (a. h. Rasional : Membantu mengartikan masalah sehubungan dengan pola hidup sebelumnya dan membantu pemecahan masalah. Rasional : Intervensi cepat menurunkan beratnya komplikasi seperti infeksi/gangguan sirkulasi.)Kaji tingkat kemampuan klien dalam merawat dirinya. (2.)Berikan informasi yang dapat dipercaya dan konsisten.)Gangguan konsep diri (body image) berhubungan dengan skin loss/ skin graft (1. juga dukungan untuk orang terdekat. (b. (1. Rasional : Perawatan ini membantu memelihara harga diri dan kembali untuk hidup tanpa tergantung kepada orang lain. (c. Rasional : Dibutuhkan pada masalah ini untuk membantu adaptasi lanjut yang optimal dan rehabilitasi. (c.)Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. Rasional : Membantu pasien untuk merasa diterima pada kondisi sekarang tanpa perasaan dihakimi dan meningkatkan perasaan harga diri dan kontrol. j. i.)Berikan pujian terhadap kemampuan yang dicapai oleh klien dalam menolong dirinya. Rasional : Dukungan yang cukup dari orang terdekat dan teman dapat membantu proses rehabilitasi. (1.)Perhatikan prilaku menarik diri.)Bantu klien memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan anjurkan klien agar dapat mengerjakan sebanyak mungkin untuk dirinya (memandikan klien).)Tujuan Kebutuhan rawat diri terpenuhi.)Diskusikan persepsi pasien tentang diri dan hubungannya dengan perubahan dan bagaimana pasien melihat dirinya dalam pola/peran fungsi yang biasanya.)Berikan lingkungan terbuka di mana pasien akan merasa aman untuk mendiskusikan perasaan atau menahan diri untuk berbicara.)Intervensi (a. (b. berhubungan dengan immobilisasi. Rasional : Untuk memotivasi agar mematuhi program rehabilitasi secara kontinyu. (b. Rasional : Mengetahui sejauh mana kemampuan klien dalam merawat dirinya.

Dinding perut membentuk rongga perut yang melindung isi di dalamnya.Pelaksanaan Pelaksanaan adalah perwujudan dari rencana keperawatan yang meliputi tindakan-tindakan yang direncakan oleh perawat. Disebelah atas.Rasional : menciptakan interaksi interpersonal yang lebih baik dan menurunkan ansietas dan rasa takut.Melaksanakan tindakan keperawatan dengan memperhatikan kode etik dengan standar praktek dan sumber-sumber yang ada. oblikus abdominis internus. c. yaitu fasia tranversalis.Konsep Dasar Dinding perut mengandung struktur muskulo aponeuresis yang kompleks. Dasar dari tindakan. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan : Kebutuhan klien. Rasional : Menjamin adanya sistem pendamping bagi pasien dan memberikan kesempatan orang terdekat untuk berpartisipasi dalam kehidupan pasien. Kemudian ketiga otot dinding perut. melekat pada iga. Dibagian belakang. Kemampuan perseorangan dan keahlian/keterampilan dari perawat. oblikus abdominis externus. Di bagian bawah melekat pada tulang panggul. struktur ini melekat pada tulang belakang. Peritoneum. Integritas lapisan . Dinding perut ini terdiri dari berbagai lapis. m. tahap evaluasi merupakan kunci keberhasilan dalam menggunakan proses keperawatan. m. lemak sub cutan dan fasia superfisialis ( Fasia scarpa ). yaitu dari luar ke dalam lapisan kulit yang terdiri dari kutis dan sub cutis. yang meliputi 3 hal : a. b. Otot di bagian depan tengah terdiri dari sepasang otot rectus abdominis dengan fasianya yang di garis tengah dipisahkan oleh linea alba. tranfersus abdominis dan ahirnya lapis preperitoneum.Mendokumentasikan/mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan dan respon pasien. Adapun evaluasi klien dengan post skin graft dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya dan asuhan keperawatan dikatakan berhasil apabila dalam evaluasi terlihat pencapaian kriteria tujuan perencanaan yang diberikan pada klien dengan post skin graft. (d. Filed under: 9. Evaluasi. lemak peritoneal dan peritoneum. DERMATOLOGY ZONE | 5 Komentar » OMPHALOCELE / GASTROSCHISIS Posted on Maret 9. Sumber-sumber dari keluarga dan klien sendiri.)Libatkan orang terdekat sesuai petunjuk pada pengambilan keputusan bersifat mayor.Mengidentifikasi respon klien. Sumber-sumber dari instansi. 3. Evaluasi adalah merupakan pengukuran dari keberhasilan rencana keperawatan dalam memenuhi kebutuhan klien. 2008 by harnawatiaj I. m. Dalam melaksanakan proses keperawatan harus kerjasama dengan tim kesehatan-kesehatan yang lain keluarga klien dan dengan klien sendiri.

Dinding kantong dibuang. Pada usia 10 minggu terjadi pengembangan lumen abdomen sehingga usus dari extra peritoneum akanmasuk ke rongga perut. kemudian lubang ditutup dengan peritoneum. a pudenta externa dan a epigastrika inferior. Epitelisasi ini membutuhkan waktu 3 – 4 bulan. usus akan berada di luar rongga perut tanpa dibungkus peritoneum dan amnion. Vaskularisasi dinding perut berasal dari beberapa arah. juga pada saat berkemih.muskulo aponeuresis sangat penting untuk mencegah terjadinya hernia bawaan. Bila proses ini terhambat maka akan terjadi kantong di pangkal umbilikus yang berisi usus. Bila usus keluar dari titik terlemah di kanan umbilikus. Persyarafan dinding perut dilayani secara segmental oleh n. Kemudian operasi koreksi hernia ventralis tersebut dapat dikerjakan setelah anak berusia 5 – 10 tahun. Dengan demikian ada kesempatan terjadinya epitelisasi dari tepi sehingga seluruh kantong tertutup epitel dan terbentuk hernia ventralis yang besar. dapat dilakukan operasi satu tahap. Diagnosis Pada omfalokel tampak kantong yang berisi usus dengan atau tanpa hati di garis tengah pada bayi yang baru lahir.Pengobatan Paliatif Besarnya kantong. keadaan ini disebut gastroschisis. Obstruksi vena cava inferior juga dapat terjadi karena penekanan tersebut. Dindingnya tipis terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion yang keduanya bening sehingga isi kantong tengah tampak dari luar. Jika dipaksakan maka karena regangan dinding perut diafragma terdorong ke atas dan terjadi gangguan pernafasan. luasnya cacat dinding perut dan ada tidaknya hati di dalam kantong akan menentukan cara pengobatan. lumbalis I. Pada gastroschisis operasi koreksi untuk menempatkan usus ke dalam rongga perut dan menutup lobang harus dikerjakan secepat mungkin sebab tidak ada perlindungan infeksi. Intercostalis VI s/d XII dan a epigastrika superior. Pada gastro schisis usus berada di luar rongga perut tanpa adanya kantong. fasia dan kulit. torakalis VI s/d XII dan n. Kekayaan vaskularisasi ini memungkinkan sayatan perut horisontal maupun vertical tanpa menimbulkan gangguan pendarahan. iliaka sirkum fleksa superfisialis. II. Tindakan yang dapat dilakukan ialah dengan melindungi kantong omfalokel dengan cairan anti septik misalnya betadin dan menutupnya dengan kain dakron agar tidak tercemar. isi kantong dimasukkan ke dalam rongga perut. dan buang air besar dengan meninggikan tekanan intra abdomen. Komplikasi Komplikasi dini merupakan infeksi pada kantong yang mudah terjadi pada permukaan yang . Tetapi omfalokel biasanya terlalu besar dan rongga perut terlalu kecil sehingga isi kantong tidak bisa dimasukkan ke dalam rongga perut. lambung kadang hati. Fungsi lain otot dinding perut adalah pada waktu pernafasan. Dari kaudal terdapat a. dapatan maupun iatogenik. keadaan ini disebut omfalokel. Bila kantong omfalokel kecil. Dari kranio dorsal diperoleh pendarahan dari cabang aa. Patofisiologi Kelainan kongenital Omfalokel dan Gastrischisis Embriogenesis Pada janin usia 5 – 6 minggu isi abdomen terletak di luar embrio di rongga selom. Tambahan lagi makin ditunda operasi makin sukar karena usus akan udem.

Compilobacter.Infeksi enternal yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Shigella. Rota virus dan Astrovirus.Infeksi virus : Entero virus (Virus echo. Atau peristaltik yang menurun menyebabkan bakteri tumbuh berlebihan menyebabkan peradangan .Infeksi parasit : Cacing.Penyakit usus seperti Colitis ulserative. Gangguan sekresi Toxin pada dinding usus meningkatkan sekresi air dan lektrolit kedalam usus.Gangguan metabolik atau malabsorbsi. II. crohn disease dan enterocolitis. peningkatan isi rongga usus merangsang usus untuk mengeluarkannya.Faktor psikologis : rasa tahut dan cemas. Gangguan osmotik Makanan atau zat yang tidak dapat diserap menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus. yaitu infeksi dibagian tubuh lain diluar alatpencernaan.Infeksi parental.Alergi makanan : susu dan protein. Etiologi Faktor Infeksi 1. protozoa dan jamur.Iritasi langsung pada saluran pencernaan oleh makanan. 11. Salmonella. Keadaan ini terutama pada bayi dan anak dibawah 2 tahun. Gangguan motalitas usus Hyperperistaltik menyebabkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan.Infeksi bakteri : Vibrio coma. PEDIATRIK ZONE | 1 Komentar » DIARE PADA ANAK Posted on Maret 9.Obat-obatan seperti antibiotik. Bukan faktor infeksi 6. Adeno virus. 8. Kelainan kongenital dinding perut ini mungkin disertai kelainan bawaan lain yang memperburuk prognosis. Coxechasi dan Poliomyelitis).Obstruksi usus. 7. 9. Pengertian Diare adalah keadaan kekerapan dan keenceran buang air besar dimana frekuensinya lebih dari tiga kaliper hari dan banyaknya lebih dari 200 – 250 gram. Yersenia dan Acromonas. Patofisiologi A. hal ini menyebabkan isi rongga usus berlebihan sehingga merangsang usus mengeluarkannya (diare). sepertiOtitis Media Akut. 3. 12. 2. III.telanjang. C. 2008 by harnawatiaj I. Filed under: 1. 10. 5. Ecserchia coli. Tonsilopharingitis dan sebagainya. 4.

Feces encer dan terjadi perubahan warna dalam beberapa hari. kulit kering. f. b.Syok hipovolemik 7. iritabel. VI.Hipokalsemi 4.Dehidrasi ringan : dimana berat badan menurun 3 – 5 % dengan volume cairan yang hilang kurang dari 50 ml/kgBB. d. 3. Gejala Klinik Gejal klinik yang timbul tergantung dari intensitas dan tipe diare. namun secara umum tanda dan gejala yang sering terjadi adalah : a. Klasifikasi diare Tahapan dehidrasi menurut Ashwill dan Droske (1977) : 1. konvulsi. Komplikasi Komplikasi yang sering terjadi pada anak yang menderita diare adalah : 1.Anorexia. . V.Terjadi perubahan tingkah laku seperti rewel.pada rongga usus sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat hal ini menyebabkan absorsi rongga usus menurun sehingga terjadilah diare.Respirasi cepat dan dalam. lemah. g.Dehidrasi sedang : dimana berat badan menurun 6 – 9 % dengan volume cairan yang hilang kurang dari 50 – 90 ml/kgBB.Sering buang air besar lebih dari 3 kali dan dengan jumlah 200 – 250 gr.Kehilangan cairan/dehidrasi dimana jumlah urine menurun.Hiponatremi.Vomiting. terdapat fontanel dan mata yang cekung serta terjadi penurunan tekanan darah. 3.Dehidrasi berat : dimana berat badan menurun lebih dari 10 % dengan volume cairan yang hilang sama dengan atau lebih dari 100 ml/kgBB.Hipokalemi.Cardiac disrythmias 5.Dehidrasi 2. flasiddity dan merasa nyeri pada saat buang air besar. 2. Mikroorganisme patogen Zat – zat sulit diserap Infeksi Peningkatan tekanan osmotik Peningkatan sekresi aktif cairan Menarik air dan garam ke dalam usus Peningkatan motilitas usus Peristaltik meningkat Diare IV. e. turgor kulit jelek. 6. pucat.Asidosis. c.

Formula susu dihentikan dan baru dimulai lagi secara realimentasi setalh makan nasi. 4. luka baker. Toksin ini (tetanuspasmin) mula-mula akan menyebabkan kejang otot dan saraf perifer setempat.Untuk umur 1 tahun lebih .ASI/susu yang sesuai c.Diet.Antibiotika (hanya kalau perlu saja) Pada dehidrasi sedang. 3. B. Organisme multiple membentuk dua toksin yaitu tetanuspasmin yang merupakan toksin kuat dan .Etologi Clostridium tetani adalah kuman berbentuk batang.Termasuk golongan gram positif dan hidupnya anaerob.Oralit + cairan b. 2. 2008 by harnawatiaj A.Patofisiologi Penyakit tetanus terjadi karena adanya luka pada tubuh seperti luka tertusuk paku. yang peranannya kurang berarti dalam proses penyakit. Pengobatan diare lebih mengutamakan pemberian cairan.Diagnosis. Disamping itu dikenal pula tetanolysin yang hemolisis. atau kaleng.Dehidrasi. pada suhu 65 C akan hancur dalam lima menit.Defisiensi disakarida 5.VII.4-0. kalori dan elektrolit yang bisa berupa larutan oralit (garam diare) guna mencegah terjadinya dehidrasi berat. luka tembak. Kekuatan tonus otot massater dan otot-otot rangka. C.Drugs Pada dehidrasi ringan diberikan : a. Spasmolitika dan obstipansia pada diare tidak diberikan karena tidak bermanfaat bahkan dapat memberatkan penyakit.Seperti pengobatan dehidrasi ringan b. bermanifestasi dengan kejang otot secara proksimal dan diikuti kekakuan otot seluruh badan. Toksin ini labil pada pemanasan. bubur dan seterusnya selain oralit.Bila tidak minum ASI : 1. Pada dehidrasi berat. PEDIATRIK ZONE | 1 Komentar » TETANUS Posted on Maret 9. Penatalaksanaan Dasar-dasar penatalaksanaan diare pada anak adalah : (5 D) 1. 2/3 penuh ditambah oralit. Kuman mengeluarkan toksin yang bersifat neurotoksik.5 milimikro yang berbentuk spora selama diluar tubuh manusia.Kurang dari 1 tahun LLM dengan takaran 1/3. ramping. BB 7 kg lebih : teh. tersebar luas di tanah dan mengeluarkan toksin bila dalam kondisi baik. pecahan kaca. berukuran 2-5 x 0. penderita tidak perlu dirawat dan diberikan : a. penderita harus dirawat di RS. biskuit.Definisi Penyakit tetanus adalah penyakit infeksi yang diakibatkan toksin kuman Clostridium tetani. Filed under: 1. 2. sedangkan antibiotika atau obat lain hanya diberikan bila ada indikasi yang jelas. luka yang kotor dan pada bayi dapat melalui tali pusat.

dan mempengaruhi sistem saraf pusat. bibir tertekan kuat pada gigi.Kejang tonik terutama bila dirangsang karena toksin terdapat di kornu anterior. Hipotesa cara absorbsi dan bekerjanya toksin adalah pertama toksin diabsorbsi pada ujung saraf motorik dan melalui aksis silindrik dibawah ke korno anterior susunan saraf pusat. lengan kaku dan tangan mengepal kuat. lalu timbul rebiditas dan spasme pada bagian paroksimal luak. tetapi kadang-kadang sampai beberapa minggu pada infeksi ringan atau kalau terjadi modifikasi penyakit oleh antiserum. Namun toksin yang bebas dalam peredaran darah sangat mudah dinetralkan oleh aritititoksin. 9. trismus. Dalam waktu 48 jam penyakit ini menjadi nyata dengan : 1. 10. 2. 3.Gejala klinis Masa tunas biasanya 5 – 14 hari. 5. mudah terangsang. masuk kedalam sirkulasi darah arteri kemudian masuk kedalam susunan saraf pusat. Toksin bereaksi pada myoneural junction yang menghasilkan otot-otot manjadi kejang mudah sekali terangsang. 7.Trismus (kesukaran membuka mulut) karena spasme otot-otot mastikatoris. D. Kemudian tidak jelas lagi dan serangan tersebut disertai rasa nyeri.tetanus local : otot terasa sakit.Asfiksia dan sianosis terjadi akibat serangan pada otot pernapasan dan laring. 8.Ketegangan otot dinding perut (harus dibedakan dengan abdomen akut) 4.Tetanus general merupakan bentuk paling sering. Spasme mula-mula intermitten diselingi periode relaksasi. Penyakit ini biasanya terjadi mendadak dengan ketegangan otot yang makin bertambah terutama pada rahang dan leher. timbul mendadak dengan kaku kuduk. Gejala itu dapat menetap dalam beberapa minggu dan menhilang tanpa sekuele. Ada 3 bentuk klinik dari tetanus. Eksotoksin yang dihasilkan akan mencapai pada sistem saraf pusat dengan melewati akson neuron atau sistem vaskuler. gelisah. 2. Kedua.Kesukaran menelan.Panas biasanya tidak tinggi dan terdapat pada stadium akhir. Pada mulanya spasme berlangsuang beberapa detik sampai beberapa menit dan terpisah oleh periode relaksasi. Dalam waktu singkat konstruksi otot somatik — meluas.Tetanus segal : varian tetanus local yang jarang terjadi masa inkubasi 1-2 hari terjadi sesudah .sudut mulut tertarik ke luar dan ke bawah.Spasme yang khas . Anak tetap sadar. Timbul kejang tetanik bermacam grup otot.gelisah. mudah tersinggung dan sakit kepala merupakan manifestasi awal. yaitu: 1.atau neurotropik yang dapat menyebabkan ketegangan dan spasme otot. Retensi urine dapat terjadi karena spasme otot urethral. yaitu badan kaku dengan epistotonus. nyeri anggota badan sering marupakan gejala dini. Masa inkubasi 2 hari sampai 2 bulan dan rata-rata 10 hari. menimbulkan aduksi lengan dan ekstensi ekstremitas bagian bawah. Kadang-kadang terjadi perdarahan intramusculus karena kontraksi yang kuat.Kaku kuduk sampai epistotonus (karena ketegangan otot-otot erector trunki) 3. Kuman ini menjadi terikat pada satu saraf atau jaringan saraf dan tidak dapat lagi dinetralkan oleh antitoksin spesifik.Biasanya terdapat leukositosis ringan dan kadang-kadang peninggian tekanan cairan otak. ekstremitas inferior dalam keadaan ekstensi. 6. toksin diabsorbsi oleh susunan limfatik. Fraktur kolumna vertebralis dapat pula terjadi karena kontraksi otot yang sangat kuat.Risus sardonikus karena spasme otot muka (alis tertarik ke atas).

usia yang sangat mudah (neunatus) dan usia lanjut.Komplikasi 1.Trismur (1 cm) dengan kejang torik umum spontan. ~ Oksigen pernafasan butan dan trakeotomi bila perlu.Antitoksin . spondilitis leher. ~ Isolasi pada ruang yang tenang bebas dari rangsangan luar.Asfiksia 3. bila disertai frekuensi kejang yang tinggi.Diagnosis banding Spasme yang disebabkan oleh striknin jarang menyebabkan spasme otot rahang tetapi didiagnosis dengan pemeriksaan darah (kalsium dan fospat).000-12. IX dan XI tersering adalah saraf otak VII diikuti tetanus umum. pembesaran getah bening leher. preumonia lobaris atas.000 ca. F. Kuduk baku juga dapat terjadi pada meningitis (pada tetanus kesadaran tidak menurun). E.Secara Umum ~ Merawat dan memebersihkan luka sebaik-baiknya.Penatalaksanaan a.Fraktura kompresi. Anamnesis terdapat luka dan ketegangan otot yang khas terutama pada rahang sangat membantu. miositis leher. ~ Pemeriksaan darah : leukosit 8. Mortalitas di Amerika Serikat dilaporkan 62 % (masih tinggi) J.Prognosis Dipengaruhi oleh beberapa factor dan akan buruk pada masa tunas yang pendek (kurang dari 7 hari). Paling menonjol adalah disfungsi saraf III. pengobatan yang terlambat. b. VII. Menurut berat gejala dapat dibedakan 3 stadium : 1. abses retrofaringeal. 2.Atelektaksis karena obstruksi secret 4.Spame otot faring yang menyebabkan terkumpulnya air liur (saripa) di dalam rongga mulut dan hal ini memungkinkan terjadinya aspirasi sehingga dapat terjadi pneumonia aspirasi.Trismur (3 cm atau lebih kecil) dengan kejang torik umum bila dirangsang. mastoiditis. Trismus dapat pula terjadi pada argina yang berat. abses gigi yang hebat. Kejang pada meningitis dapat dibedakan dengan kelainan cairan serebropinalis. IV. Pada rabies terdapat anamnesis gigitan anjing dan kucing disertai gejala spasme laring dan faring yang terus menerus dengan pleiositosis tetapi tanpa trismus. period of onsed yang pendek (jarak antara trismus dan timbulnya kejang) dan adanya kompikasi terutama spame otot pernafasan dan obstruksi saluran pernafasan. ~ Mengatur cairan dan elektrolit.otitis media atau luka kepala dan muka. G. 2.Trismus (3 cm) tanpa kejang-lorik umum meskipun dirangsang. I.Pemeriksaan diagnostic ~ Pemeriksaan fisik : adanya luka dan ketegangan otot yang khas terutama pada rahang.Obat-obatan 1. ~ Diet TKTP pemberian tergantung kemampuan menelan bila trismus makanan diberi pada sonde parenteral.Diagnosis Biasanya tidak sukar. H. 3. kenaikan suhu tubuh yang tinggi.

4.V Dapat memusnakan oleh tetani tetapi tidak mempengaruhi proses neurologiknya.Fungsional Uraian : A. K.u/hari atau tetrasiflin 1 gr/hari/1. 2.Imunisasi aktif toksoid tetanus. ~ Klorpromasin 3 x 25 mg/1.M. yang diberikan sebagai dapat paad usia 3. 2008 by harnawatiaj I. Pemberian baru dilaksanakan setelah dipastikan tidak ada reaksi hipersensitivitas.M/hari untuk anak-anak mula-mula 4-6 mg/kg BB. ~ Pemberian ATS 1500 iu secepatnya.Pengertian Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan kronik pada hati.5-1. Booster diberikan 1 tahun kemudian selanjutnya tiap 2-3 tahun. II. ~ Tetanus toksoid sebagai boster bagi yang telah mendapat imunisasi dasar.Antibiotik Penizilin prokain 1.Etiologi & Klasifikasi Sirosis hepatis diklasifikasikan berdasarkan atas : A. Filed under: 9.Anti kejang/Antikonvulsan ~ Fenobarbital (luminal) 3 x 100 mg/1.0 mg/kg BB/1.Antitoksin 20. untuk anak diberikan mula-mula 60-100 mg/1. 200 mg/hari).Klasifikasi etiologi 1)Etiologi yang diketahui penyebabnya (a)Hepatitis virus B & C (b)Alkohol (c)Metabolik (d)Kolestasis kronik/sirosis siliar sekunder intra dan ekstrahepatik .4 dan 5 bulan.000 iu/1.Morfologi C. degenerasi dan regenerasi. diikuti proliferasi jaringan ikat. 2. sehingga timbul kerusakan dalam susunan parenkim hati. ~ Bila luka berta berikan pp selama 2-3 hari (50.m/5 hari.M lalu dilanjutkan 6 x 30 mg hari (max.Pencegahan 1. dll.Bila mendapat luka : ~ Perawatan luka yang baik : luka tusuk harus di eksplorasi dan dicuci dengan H2O2.000 iu/kg BB/hari).M/4 jam.Etiologi B. juta 1. ~ Diazepam 0. INFEKSION ZONE | Leave a Comment » SIROSIS HEPATIS Posted on Maret 9.

.Klasifikasi Fungsional Secara fungsi. berat badan menurun. sirosis campuran umumnya sirosis hati adalah jenis campuran ini.campuran Uraian : 1. subfebris. flapping tremor akibat amonia dan produksi nitrogen (akibat hpertensi portal dan kegagalan hati) Hipoalbuminemia.sirosis mikronodular : ditandai dengan terbentuknya septa tebal teratur. mengandung nodul yang besarnya juga bervariasi ada nodul besar didalamnya ada daerah luas dengan parenkim yang masih baik atau terjadi regenerasi parenkim. disertai kegagalan hati dan hipertensi portal) 1. sedangkan sirosis makronodular ada yang berubah menjadi makronodular sehingga dijumpai campuran mikro dan makronodular. sirosis hati dibagi atas : kompensasi baik (laten. gembung.(e)Obstruksi aliran vena hepatik Penyakit vena oklusif Sindrom budd chiari Perikarditis konstriktiva Payah jantung kanan (f)Gangguan imunologis Hepatitis lupoid. 2. danfoetor hepatik. C. Sirosis yang tidak diketahui penyebabnya dinamakan sirosis kriptogenik/heterogenous. mual. sirosis makronodula ditandai dengan terbentuknya septa dengan ketebalan bervariasi. dll Spider nevi/angiomata pada kulit tubuh bagian atas. bicara gagok/slurred speech. metildopa (h)Operasi pintas usus halus pada obesitas (i)Malnutrisi. Ensefalopati hepatik.sirosis dini) dekompensasi (aktif. 3. hepatitis kronik aktif (g)Toksik & obat INH.makronodular 3. infeksi seperti malaria.kegagalan hati/hepatoselular : dapat timbul keluhan subjektif berupa lemah.mikronodular 2. Eritema palmaris Asites Pertumbuhan rambut berkurang Atrofi testis dan ginekomastia pada pria Sebagai tambahan dapat timbul : Ikterus/jaundice. Sirosis mikronodular besar nodulnya sampai 3 mm. gangguan koagulasi darah/defisiensi protrombin. 2)Etiologi tanpa diketahui penyebabnya. di dalam septa parenkim hati mengandung nodul halus dan kecil merata tersebut seluruh lobul. sirkulasi hiperkenetik. muka dan lengan atas. Klasifikasi Morfologi Secara makroskopik sirosis dibagi atas: 1. B. edema pretibial.

Mekanisme terjadinya sirosis hati bisa secara: -mekanik -imunologis -campuran . misalnya peningkatan resistensi atau aliran corta atau keduanya. yakni kegagalan hati.sinusoid. trombosis vena porta waktu lahir.septal aktif ini berasal dari portal menyebar keparenkim hati. Gambaran klinis. jaringan parut ini dapats menghubungkan daerah portal yang satu dengan yang lain atau portal dengan sentral (bridging neerosis). insufisiensi trikuspidal. dan kedua akibat meningkatnya aliran portal karena transmisi dari tekanan arteri hepatikke sistem portal akibat distorsi arsitektur hati. Kolagen ada 4 tipe dengan lokasi sebagai berikut: Tipe 1: lokasi daerah sentral Tipe 2: sinusoid Tipe 3: jaringan retikulin (sinusoid portal) Tipe 4: membram basal Pada semua sirosis terdapat peningkatan pertumbuhan semua jenis kologen tersebut. d)Posthepatik karena perikarditis konstriktiva. III. Tahap berikutnya terjadi peradangan dan nekrosis pada sel duktules . Aktivitas sirosis hati dapat dinilai dari aspek klinis. Intrahepatik a)Presinusoidal b)Sinusoinal(sirosis hati) c)Post-sinusoidal (veno oklusif).biasa terdapat lokasi obstruksi campuran. regresif.2.septa bisa dibenyuk dari sel retikulum penyangga kolaps dan berubah menjadi parut . terjadi fibrogenesis dan septa aktif jaringan kologen berubah dari reversibel menjadi irrevensibel bila telah terbentuk septa permanen yang aseluler pada daerah portal dan parenkhim hati sel limfosit T dan makrofag menghasilkan limfokin dan monokin sebagai mediator fibrinogen. Biasa yang dominan adalah peningkatan resistensi. pengobatan dan prognosis pasien sirosis hati tergantung pada 2 komplikasi.Bisa disebabkan satu faktor saja. Beberapa sel tumbuh kembali dan membentuk nodul dengan berbagai ukuran . Pembentukan jaringan kologen diransang oleh nekrosis hepatoseluluer dan asidosis laktat merupakan faktor perangsang. Lokasi peningkatan resistensi bisa : prehepatik. biasa kongenital. Tekanan splanknik meningkat tetapi tekanan portal intra hepatik normal. dan ini menyebabkan distorsi percabangan pembuluh hepatik dan gangguan aliran daerah portal dan menimbulkan hipertensi portal. histologi jaringan dan dibagi atas progresif. dan status quo (stasioner).terjadi kolaps lobulus hati dan ini memacu timbulnya jaringan parut disertai terbentuknya septa fibrosa difus dan modul sel hati .Patognesis: Adanya faktor etilogi menyebabkan peradangan dan kerusakan inekrosis meliputi daerah yang luas (hapatoseluler) . dan hipertensi portal.hipertensi portal : bisa terjadi pertama akibat meningkatnya reistensi portal dan splanknik karena mengurangnya sirkulasi akibat fibrosis.retikulo endotel. biokimia darah. Peningkatan tekanan prehepatik bisa juga diakibatkan meningkatnya aliran splanknik karena fistula atriovenosa atau mielofibrosis limfa.

hipokrom mikrositer. Darah : bisa dijumpai HB rendah. Anemia bisa akibat hipersplenisme dengan leukopenia dan trombositopenia. kadang mencret atau konstipasi berat badan menurun. edema pretibial dan asites.Pemeriksaan Laboratorium Perlu diingat bahwa tidak ada pemeriksaan uji biokimia hati yang dapat menjadi pegangan dalam menegakkan diagnosis sirosis hati. Sebagian pasien datang dengan gejala hematemesis. ikterus. dan pemeriksaan penunjang lainnya. atau hipokrom makrositer. laboratorium. hipokrom normositer. epistaksis.Dalam hal mekanisme terjadinya sirosis secara mekanik dimulai dari kejadian hepatitis viral akut. yang masih baik. haid berhenti.Manifestasi klinis 1. timbul peradangan luas. pengurangan masa otot terutama pengurangannya masa daerah pektoralis mayor. V. Bisa juga pasien datang dengan gangguan pembentukan darah seperti perdarahan gusi. gangguan siklus haid. vena kolateral pada dinding perut. Ikterus dengan eir kemih berwarna seperti air kemih yang pekat mungkin disebabkan oleh penyakit yang berlanjut atau transformasi ke arah keganasan hati. Fase dekompensasi Pada sirosis hati dalam fase ini sudah dapat ditegakkan diagnosisnya dengan bantuan pemeriksaan klinis. Pada mekanisme terjadinya sirosis secara imunologis dimulai dengan kejadian hepatitis viral akut yang menimbulkan peradangan sel hati . Pada kasus lain. perasaan perut gembung. Perkembangan sirosis dengan cara ini memerlukan waktu sekitars 4 tahun sels yang nengandung virus ini merupakan sumber rangsangan terjadinya proses imunologis yang berlangsung terus menerus sampai terjadi kerusakan hati. Kenaikan kadar enzim transaminase/SGOT. hematemesis dan melena. anemia normokrom normositer. Terutama bila timbul komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal dengan manifestasi seperti: eritema palmaris. spider nevy. Jadi fibrosis pasca nekrotik adalah dasar timbulnya sirosis hati. IV. mual. Perdarahan bisa masif dan menyebabkan pasien jatuh ke dalam renjatan.Pemeriksaan Penunjang 1. Kadang-kadang pasien sering mendapat flu akibat infeksi sekunder atau keadaan aktivitas sirosis itu sendiri. atau melena saja akibat perdarahan farises esofagus. SGPT tidak merupakan petunjuk tentang berat dan . nekrosis luas dan pembentukan jaringan ikat yang luas disertai pembentukan jaringan ikat yang luas disrtai pembentukan nodul regenerasi oleh sel parenkim hati. bisa akibat kegagalan hati pada sirosis hati fase lanjut atau akibat perdarahan varises esofagus. 2. Kolesterol darah yang selalu rendah mempunyai prognosis yang kurang baik. Fase kompensasi sempurna pada fase ini tidak mengeluh sama sekali atu bisa juga keluhan samar-samar tidak khas seperti pasien merasa tidak bugar/ fit merasa kurang kemampuan kerja selera makan berkurang.nekrosis /nekrosis bridging dengan melalui hepatitis kronik agresif diikuti timbulnya sirosis hati. Gejala kegagalan hati ditimbulkan oleh keaktifan proses hepatitis kronik yang masih berjalan bersamaan dengan sirosis hati yang telah terjadi dalam proses penyakit hati yang berlanjut sulit dibedakan hepatitis kronik aktif yang berat dengan permulaan sirosis yang terjadi (sirosis dini ). dimana tumor akan menekan saluran empedu atau terbentuknya trombus saluran empedu intra hepatik. Keluhan pasien sirosis hati tergantung pada fase penyakitnya. sirosis datang dengan gangguan kesadran berupa ensefalopati.

Pemeriksaan laboratorium bilirubin. kadar Na 500-1000. transaminase dan gamma GT tidak meningkat pada sirosis inaktif. Penurunan kadar albumin dan peningkatan kadar globulin merupakan tanda kurangnya daya tahan hati dalam menghadapi stress seperti : tindakan operasi. b. Manifestasi diluar perut : perhatikan adanya spider navy pada tubuh bagian atas. mempunyai nilai diagnostik suatu kanker hati primer.Schuffner : hati membesar ke medial dan kebawah menuju umbilikus (SI-IV) dan dari umbilikus ke SIAS kanan (SV-VIII). Perlu diperhatikan adanya eritema palmaris. Bila terjadi kerusakan sel hati. prognosis kurang baik. dan tubuh bagian bawah. ini lebih sensitif tetapi kurang spesifik. Peninggian kadar gamma GT sama dengan transaminase. Nilai CHE yang bertahan dibawah nilai normal.Hacket : bila limpa membesar ke arah bawah saja (HI-V). bahu. leher.serum (mu.luasnya kerusakan parenkim hati. caput medussae.Pemeriksaan Jasmani Hati : perkiraan besar hati. kadar CHE akan turun. Limpa : pembesaran limpa diukur dengan 2 cara : a. Pemeriksaan kadar elektrolit penting dalam penggunaan diuretik dan pembatasan garam dalam diet. ginekomastia. Pada sirosis hati. konsistensi hati biasanya kenyal/firm. dan atrofi testis pada pria. biasa hati membesar pada awal sirosis.mol/dl0 50 Alb. Bisa juga dijumpai hemoroid. pada perbaikan terjadi kenaikan CHE menuju nilai normal. Albumin : kadar albumin yang merendah merupakan cerminan kemampuan sel hati yang kurang. Dalam hal ensefalopati. Perut & ekstra abdomen : pada perut diperhatikan vena kolateral dan ascites. bila hati mengecil artinya. pinggang. 2. dada.serum(gr/dl) >35 30-35 <30 Asites Nihil Mudah dikontrol Susah Pse/ensefalopati Nihil Minimal Berat/koma . Pemeriksaan CHE (kolinesterase) : penting dalam menilai sel hati. mempunyai prognosis yang jelek. Kenaikan kadarnya dalam serum timbul akibat kebocoran dari sel yang mengalami kerusakan. Besar hati normal selebar telapak tangannya sendiri (7-10 cm). pinggir hati biasanya tumpul dan ada sakit pada perabaan hati. Klasifikasi Child Pasien Sirosis Dati Dalam Terminologi Derajat kerusakan Minimal sedang Berat Bil.

VI. dapat dievaluasi besar dan panjang varises serta kemungkinan terjadi perdarahan yang lebih besar. tandatanda yang mengarah akan kemungkinan terjadinya perdarahan berupa cherry red spot. limpa. seperti tumor atau kista hidatid. pelebaran saluran empedu/HBD. hemoroid. eritema palmaris. amilase dan lipase. vena kolateral dinding perut. ikterus.Komplikasi Bila penyakit sirosis hati berlanjut progresif. dll. Angiografi : angiografi selektif. bentuk dan homogenitas hati. daerah hipo atau hiperekoik atau adanya SOL (space occupyin lesion0. perdarahan dan eksudat. Bisa dilihatbesar dan bentuk hati. Sonografi bisa mendukung diagnosis sirosis hati terutama stadium dekompensata. timbul spider nevi. kultur cairan dan pemeriksaan kadar protein. 2. splenomegali. dll. Diperlukan pengalaman seorang sonografis karena banyak faktor subyektif. Pada sirosis hati dan kelainan difus parenkim terlihat pengambilan radionukleid secara bertumpuk-tumpu (patchty) dan difus. ginekomastia. kista. hepatoma/tumor. Pemeriksaan penunjang lainnya adalah pemeriksaan cairan asites dengan melakukan pungsi asites. Yang dilihat pinggir hati. Ultrasonografi : pada saat pemeriksaan USG sudah mulai dilakukan sebagai alat pemeriksaa rutin pada penyakit hati. maka gambaran klinis. prognosis dan pengobatan tergantung pada 2 kelompok besar komplikasi : 1. kemungkinan perdarahan yang lebih besar akan terjadi bila dijumpai tanda diffus redness. prosedur ini sangat berguna untuk melihat keadaan sirkulasi portal sebelum operasi pintas dan mendeteksi tumopr atau kista. Selain tanda tersebut.Kegagalan hati (hepatoseluler) . Tomografi komputerisasi : walaupun mahal sangat berguna untuk mendiagnosis kelainan fokal. sel tumor. filling defek. dilakukan pemeriksaan mikroskopis. Akelebihan endoskopi ialah dapat melihat langsung sumber perdarahan varises esofagus. sel retikuloendotel dan limpa. kelainan tumor hati. asites. permukaan. pemekaran pembuluh vena esofagus/cardia. Esofagoskopi : dapat dilihat varises esofagus sebagai komplikasi sirosis hati/hipertensi portal. Pada beberapa kasus.nutrisi Sempurna Baik Kurang/kurus Pemeriksaan Penunjang Lainnya : Radiologi : dengan barium swallow dapat dilihat adanya varises esofagus untuk konfirmasi hepertensi portal. atrofi testis. homogenitas. Sidikan hati : radionukleid yang disuntikkan secara intravena akan diambil oleh parenkim hati. pembesaran. E R C P : digunakan untuk menyingkirkan adanya obstruksi ekstrahepatik. red whale marking. Juga dapat dilihat besar. ensefalopati. vena porta. ikterus obstruktif batu kandung empedu dan saluran empedu. caput medusae.Hipertensi portal : dapat menimbulkan splenomegali. Bisa dijumpai tanda-tanda infeksi (peritonitis bakterial spontan). Bila penyakit berlanjut maka dari kedua komplikasi tersebut dapat timbul komplikasi dan berupa : . gambaran vena hepatika. selia gastrik atau splenotofografi terutama pengukuran tekanan vena porta.

v.Ensefalopati 5. untuk mencegah rebleeding dapatdiberikan propanolol. c)U ntuk ensefalopati dilakukan koreksi faktor pencetus seperti pemberian KCL pada hipokalemia. dicoba melakukan parasentesis abdominal . Dapat dilakukan skleroterapi sesudah dilakukan endoskopi kalau ternyata perdarahan berasal dari pecahnya varises. Operasi pintas dilakukan pada Child AB atau dilakukan transeksi esofagus (operasi Tanners0.Pasien dalam keadaan kompensasi hati yang baik cukup dilakukan kontrol yang teratur.Transformasi ke arah kanker hati primer (hepatoma) VII. pemberian neomisin per oral. Bila tidak tersedia fasilitas diatas. atasi infeksi dengan pemberian antiobiotik. e)Sindrom haptorenal/nefropati hepatik. Bila perdarahan banyak.bila perlu dikombinasi dengan furosemid. 0. 1.1 g dalam 500 cc cairan d 5 % atau salin pemberian selama 4 jam dapat dulang 3 kali. lemak secukupnya.5 l/hr. Pada penyakit wilson (penyakit metabolik yang diturunkan). Pada saat ini sudah mulai dikembangkan transplantasi hati dengan menggunakan bahan cadaveric liver.Asites 4. 2. Alkohol akan mengurangi pemasukan protein ke dalam tubuh.5 g/hr dan total cairan 1. Bila tersedia fasilitas dapat dilakukan foto koagulasi dengan laser dan heat probe. Hemokromatosis. Bila timbul ensefalopati. dilakukan klisma. Pengobatan Terapi & prognosis sirosis hati tergantung pada derajat komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal. Spirolakton dimulai dengan dosis awal 4×25 mg/hr dinaikkan sampai total dosis 800 mg sehari.9 g% dilakukan pemberian IVFD dengan pemberian dekstrosa/salin dan transfusi darah secukupnya. protein dikurangi. terapinya adalah imbangan air dan garam diatur dengan ketat. Pada hepatitis kronik autoimun diberikan kortikosteroid Pada keadaan lain dilakukan terapi terhadap komplikasi yang timbul a)Untuk asites. istirahat yang cukup. diberikan D-penicilamine 20 mg/kgBB/hari yang akan mengikat kelebihan cuprum. Pertama melakukan pemasangan NG tube. diberikan diet rendah garam 0. amokisilin. d)Terapi yang diberikan berupa antibiotik seperti sefotaksim 2 g/8 jam i. Dengan kontrol pasien yang teratur pada fase dini akan dapat dipertahankan keadaan kompensasi dalam jangka panjang dan kita dapat memperpanjang timbulnya komplikasi. susunan diet TKTP.Pasien sirosis hatidengan sebab yang diketahui.Sindrom hepatorenal 7.3. aminoglikosida. Psien dirawat di RS sebagai kasus perdarahan saluran cerna. disamping melakukan aspirasi cairan lambung. tekanan sistolik 100 x/mnt atau Hb . Diberikan vasopresin 2 amp.Peritonitis bakterial spontan 6. aspirasi cairan lambung bagi pasien yang mengalami perdarahan pada varises. b)Perdarahan varises esofagus. dihentikan pemakaian preparat yang mengandung besi atau terapi kelasi (desferioxamine). seperti : Alkohol & obat-obat lain dianjurkan menghentikan penggunaannya. dan menambah ekskresi melalui urin. Dilakukan venaseksi 2x seminggu sebanyak 500 cc selama setahun. Dilakukan pemasangan SB tube untuk menghentikan perdarahan varises.

0 – 8.dengan ekstra hati-hati untuk memperbaiki aliran vena kava.9.9 (P).0 – 75. usia < 50). Batang1 % 2. Tel: (021) 7279 7007 Fax: (021) 726-9521. Eosinofil % 1.0 (P). SGOT (AST) U/L < 35. dengan nilai rujukan.5 Profil Lipid Kolesterol total mmol/L 3.6 – 5. Lihat http:// www.0.< 15 (L. Bilirubin total mg/dL 0. Hemoglobin (Hb) g/dL 12. Amilase U/L < 125. Monosit % 2. Protein total g/L 66. 13.0 – 16.Bilirubin langsung mg/dL 0.15 Lain Glukosa mmol/L 3.2. usia 50) .0 (L).0 – 36. 50.0 – 1. 60 – 400 (L).org Darah Ukuran Satuan Nilai Rujukan.0. 4.11 – 2. usia < 50). < 30 (P. Kalium mmol/L 3.0 – 10. Klorid mmol/L 95 – 108.0 – 4. HDL mmol/L < 4.0 persen Fungsi Hati (LFT) Ukuran Satuan Nilai Rujukan. SGPT (ALT) U/L < 36.0 – 87. Filed under: 9.0.0 –. sehingga timbul perbaikan pada curah jantung dan fungsi ginjal.5 – 5. Laju endap darah (LED) mm < 25 (P. 80 – 316 (L). Albumin g/L 38 – 57 Fungsi Ginjal Kreatinin U/L 40 – 150 (P).0 – 31. Asam Urat mmol/L 54 – 42 CATATAN PENTING: Setiap laboratorium menentukan nilai ‗normal‘.0. INTERNIS ZONE | 4 Komentar » HASIL TES LAB NORMAL Posted on Maret 9.0 – 18. yang ditunjukkan pada kolum ‗Nilai Rujukan‘ atau ‗Nilai Normal‘ pada laporan laboratorium.0. MCHC/KHER g/dL 32.0.0. Nilai ini tergantung pada alat yang dipakai dan . Jakarta 12130.0 – 6.0 – 70. < 20 (L.5 (L).0 (P). Alkalin fosfatase U/L 64 – 306 (P). Urea mg/dL 8 – 25. MCV/VER fl 82.0 (L) Hitung Jenis Basofil % 0.0. Trigliserid mmol/L 0.0. 2008 by harnawatiaj HASIL TES LAB NORMAL Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia.0 Trombosit 103/μl 150 – 400 Catatan: 1. Jl. 92.0 – 48.0. Limfosit % 20.0 MCH/HER pg 27. Hematokrit % 39.0 – 40.1. Batang dan segmen adalah jenis neutrofil. usia 50) Leukosit (sel darah putih) 103/μl 5.0 – 0.6 – 5. Segmen1 % 50. Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan New Mexico AIDS InfoNet. Eritrosit (sel darah merah) juta/μl 4.0 – 3.0 – 6. Kadang kala dilaporkan persentase neutrofil saja. Radio IV/10.0 – 45.4. Natrium mmol/L 135 – 150.0 – 1.aidsinfonet. 40.

bacterial. nilai laboratorium lain dapat berbeda. DIAGNOSTIK ZONE | 2 Komentar » ADULT RESPIRATORY DISTRESS SYNDROM Posted on Maret 9. hydrocarbon. Kondisi akut paru-paru yang mengakibatkan macam-macam perubahan patofisiologi dalam paru. bukan dengan nilai rujukan pada lembaran ini. Tidak ada standar nilai rujukan. kongesti atelektasis. amniotic fluid embolic. O2 konsentrasi meningkat.cara pemakaiannya. perbedaannya terletak pada penurunan surfaktan akibat dari kerusakan paru. post traumatic paruparu. angka ini diambil terutama dari laboratorium RSCM. Jakarta. Aspirasi virus pneumonia. pneumonia septic) . Hampir tenggelam dan trauma dada. ethylene glycol) Inhalasi racun (rokok. Jenis ketidakstabilan akut. post infusion paru. Keadaan yang tidak langsung : Trauma dan shock karena pembedahan Sepsis dengan pelepasan endotoksin Pembekuan darah intravaskuler Transfusi darah massive Reaksi transudasi Penyakit Yang Dapat Menyebabkan ARDS : Pulmonary : Virus pneumonia Fungi pneumonia Pneumocystis carinii Military tuberculosis Legionaire‘s pneumonia Radiation pneumonitis Contusio paru Cairan aspirasi (gastric. hemorrhagic. Menyerupai perubahan pada IRDS. kimia corrosive. tenggelam. Non pulmonary : Shock (traumatic. dan ventilasi paru. Filed under: A. Keadaan yang langsung : Menghirup racun iritan Infeksi diffusi alveolar Darah yang beracun. Jadi angka pada laporan kita harus dibandingkan dengan nilai rujukan pada laporan. 2008 by harnawatiaj ARDS Sering merupakan kelanjutan dari shock paru-paru. Kliennya umumnya masih muda yang sebelumnya dia sehat. baik langsung atau tidak langsung berperan dalam menimbulkan syndrom.

susah bernafas. Adanya peningkatan permeabilitas kapiler dan akibat masuknya cairan ke dalam ruang interstitial. Distress pernafasan : Tachypnea > 20 x/menit. Akibatnya terjadi tanda-tanda atelektasis. methadone barbiturat).Emboli lemak Trauma kepala Trauma non thoraks Pancreatitis Uremia Drug overdose (heroin. Pa O2 60 % Kompliance paru rendah 1000 gr) Congestive atelektasis Membran hyaline Fibrosis PENGKAJIAN Gejala terjadi tiba-tiba dalam 2 – 3 hari sesudah trauma atau kesakitan. Radiografi Difusi pulmonal menyebar Infiltrasi interstitial (awal) Infiltrasi alveoli (lanjut/akhir) Fisiologi Hipoksemia refractory. Plasma dan sel darah merah keluar dari kapiler-kapiler yang rusak. seolah-olah dipengaruhi oleh aktifitas surfaktan. oleh karena itu mungkin perdarahan merupakan manifestasi patologi yang umum. Banyak teori yang menerangkan patogenesis dari syndrom yang berhubungan dengan kerusakan awal paru-paru yang terjadi dimembran kapiler alveolar. keadaan abnormal ventrikel kiri. Massive blood transfusion Reaksi transfusi Pembekuan darah intravaskuler By pass cardiopulmonary Penambahan tekanan intrakranial Cairan overload Eclampsia Gejala defisiensi autoimmune Patofisiologi. Tanda-tanda utama manifestasi klinik: Dyspnea Tachicardia . Cairan juga masuk dalam alveoli dan mengakibatkan oedema paru. pada orang muda yang biasa mempunyai riwayat sakit paru-paru. Kriteria untuk diagnosa ARDS : Klinik Keadaan katastropik : paru atau bukan paru Eksklusi : Penyakit paru kronis.

Cyanosis dengan atau tanpa retraksi intercostals refractory hypoxemia. HR) stabil.Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perfusi dan immobilisasi. 3. 2. O2 C Hypoksimia.Perubahan membran mukosa mulut berhubungan dengan jalan napas buatan. Perencanaan Dan Pelaksanaan Perawatan klien dengan ARDS perencanaannya yaitu perbaikan pola napas dan kestabilan hemodinamic. Diagnosa Keperawatan 1. 14.Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan jalan napas buatan dan kelumpuhan. 7. 13.Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan penambahan shunt dan ventilasi – perfusi terganggu.Potensial injury berhubungan dengan barotrauma atau tidak aktifnya aliran ventilator. 8. Tekanan maximum jalan napas 50 – 70 mmHg. . BP.Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penambahan (peningkatan) permiabilitas membran pulmonal dan kelebihan sekresi ADH. lebih dari pada intake berhubungan dengan perubahan metabolisme dan ketidakmampuan intake makanan melalui oral. 6. 5.Gangguan pola tidur berhubungan dengan lingkungan yang kritis dan kebutuhan akan bantuan perawat.Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kelumpuhan dan bedrest. 4. 10. Pencegahan dengan meminimalkan komplikasi dan stressor untuk klien dan keluarganya merupakan hal yang penting. kurang dari atau sama dengan 40 % Fi O2. Kriteria tujuan untuk klien: Stabil dan sinkronnya antara pernapasan dengan ventilator dengan slow rate yang cukup dalam level yang normal ventilasi Pa CO2 35 – 45 mmHg.Kurangnya cardiac output berhubungan dengan tingginya PEEP (Positive mengetahui atau berguna untuk memenuhiEnd Expiratory Pressure) kebutuhan ventilasi paru. Hypotensia/bradicardia atau hipertension/tachicardia.Tidak efektifnya jalan napas berhubungan dengan immobilisasi dan jalan napas buatan. PaO2 lebih dari atau sama dengan 60 mmHg. 9.Perubahan nutrisi.Tidak efektifnya pola napas berhubungan dengan kurangnya complain paru dan kecemasan.Kelemahan berhubungan dengan ketergantungan dalam pemakaian alat. 12. Hemodinamic parameter (CO. 11.Tidak efektifnya koping keluarga berhubungan dengan mengatasi stress dan kecemasan dalam kondisi kritis. shunt friction kurang atau sama dengan 20 % Jalan napas tetap. Dysritmia Tanda-tanda adanya asidosis metabolic dan respiratorik  menegakkan diagnosis: adanya kesulitan memperoleh pemenuhan ventilasiStatus klinik klien yang adekuat (sehingga penurunan pemenuhan ventilasi yang meningkatkan menurunkan kapasitas vital paru-paru infiltrasikekakuan paru-paru) alveolar.

Mempertahankan oksigenasi secara adekuat. Komunikasi nonverbal dapat diartikan. Karena peningkatanKlien dengan ARDS metabolisme dan gangguan oral intake. Perawat harus memonitor perfusi pada organ vital : CNS : Tingkat kesadaran Pergerakan Sensasi Ginjal : Urine output Blood urine nitrogen (BUN) Serum kreatinin Myocardium : Heart rate Rhytm 2. Keseimbangan intake dan output. alat monitor khususKetepatan pemeriksaan gas darah.Tekanan kapiler paru normal. Vena bercampur (mengalir dari kiri ke kanan) dan hypoxemia dikurangi. mengurangi rasa nyeri dan menjaga ketenangan klien. TKTP diberikan. Kelemahan dan penyakit respirasi merupakan indikasi untuk menggunakan ventilasi mekanic. Keefektifan dari PEEP dimonitor dengan seringnya analisa gas darah. terpenuhinyaBerguna untuk memenuhi kebutuhan ventilasi paru kebutuhan ventilasi paru ditandai dengan adanya elastisitas paru dan dada. cardiac output (CVP.Kegagalan mempertahankan O2 Meningkatkan keperluan O2 dengan mempertahankan suhu klien pada tingkat normal. atau swan-Ganz cateter). utuh. Berat badan stabil. untuk mempertahankan tekanan O2 arteri sekitar 20 mmHg (William. Oksigenasi jaringan secara adekuat dilakukan dengan pemberian O2 konsentrasi tinggi. PEEP (Positive End Expiratory Pressure) Digunakan untuk memberi tekanan inflasi yang tinggi. Integritas kulit baik. PEEP kemungkinan besar menurunkan cardiac output karena lemahnya aliran denyut nadi dan tekanan darah harusdarah vena yang kembali ke jantung sering dimonitor. Membran mukosa mulut baik. Mempertinggi distribusi O2 ke seluruh paru-paru dengan mempertahankan expansi alveoli. Kemungkinan kecenderungan terjadi retensi cairan dan edema paru selama ventilasi (intake dan output).Nutrisi: resiko terjadi malnutrisi. Jika keadaan ini tidak terpenuhi paru-paru akan kolaps. 1982) tingkat rasa nyaman. Pelaksanaan 1. Mempertahankan tekanan jalan napas di atas tekanan atmosfer melalui siklus respirasi. .

2008 by harnawatiaj A. anterior terhadap tulang punggung dan posterior terhadap trakea dan jantung.Pencegahan cedera paru berlanjut. Esofagus terletak di mediastinum rongga torakal. menurun-kanUntuk mengurangi peradangan dari membran alveoli permeabilitas kapiler paru-paru. Kortikosteroid Mungkin juga meningkatkan kontraktilitas jantung dan perfusi sirkulasi periferal serta organorgan vital.3. 4. fundus. kortikosteroid. dan pathogen parasitic. frekuensi diare lebih dari 4 kali sehari. Sekresi sebaiknya dihisap dengan suction sesuai kebutuhan Posisi pasien sering diubah-ubah dan pentingnya dilakukan gerakan/latihan pasif. Filed under: 5. korpus dan . virus. dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat) dapat pula disertai frekuensi yang meningkat (Arif Mansjoer. tepat di bawah diafragma kiri. Selang yang dapat mengempis ini. kardia.Pengertian Gastroenteritis atau diare akut adalah kekerapan dan keenceran BAB dimana frekuensinya lebih dari 3 kali perhari dan banyaknya lebih dari 200 – 250 gram (Syaiful Noer. B. Pemberian O2. Lambung dapat dibagi ke dalam empat bagian anatomis. Bagian sisa dari saluran gastrointestinal terletak di dalam rongga peritoneal. yang panjangnya kirakira 25 cm (10 inchi) menjadi distensi bila makanan melewatinya. Lambung ditempatkan dibagian atas abdomen sebelah kiri dari garis tengah tubuh. Istilah ini menjadi acuan bahwa terjadi proses inflamasi dalam lambung dan usus Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100 – 200 ml per jam tinja). 1996 ). Diare adalah defekasi yang tidak normal baik frekuensi maupun konsistensinya.Individu dan family coping. 1999 : 501). Lingkungan sekitar klien harus tenang dan rileks. Pemberian albumin dan dextran dengan molekul tinggi Mungkin juga mengurangi permeabilitas kapiler Untuk menjaga paru tetap kering Antibiotik Mencegah infeksi bakteri. RESPIRATORY ZONE | 1 Komentar » GASTROENTERITIS Posted on Maret 9.Anatomi fisiologi Saluran gastrointestinal yang berjalan dari mulut melalui esofagus. Gastroenteritis (diare akut) adalah inflamasi lambung dan usus yang disebabkan oleh berbagai bakteri . Istilah gastroenteritis digunakan secara luas untuk menguraikan pasien yang mengalami perkembangan diare dan/ atau munmtah akut. lambung dan usus sampai anus. Lambung adalah suatu kantung yang dapat berdistensi dengan kapasitas kira-kira ± 1500 ml.

ialah bvakteri non invasive dan bakteri invasive. shigelloides.EIEC). giarsia lamblia. vibrio cholerae. yang jumlah panjangnya kira-kira dua pertiga dari panjang total saluran. dan trichuris trichuria. isospora billi. Bakteri-bakteri yang dapat menyebabkan penyakit itu adalah aeromonashidrophilia. capillaria philippinensis. fasiolapsis buski. Kolon mengabsorbsi sekitar 600 ml air perhari sedangkan usus halus mengabsorbsi sekitar 8000 ml kapasitas absorbsi usus besar adalah 2000 ml perhari.6 – 2.Bakteri penyebab gastroenteritis (diare akut) dibagi dalam dua golongan besar.Etiologi Faktor infeksi a. bacillus cereus. Pada tempat ini terdapat apendiks veriformis. C. E. Kolon sigmoid dan rektum kolon sigmoid berfungsi menampung massa faeces yang sudah dehidrasi sampai defekasi berlangsung. coli. entamoeba histolitica. campylobacter jejuni. cGMP (cyclic guaniosin monophospate). Rektum berlanjut pada anus. staphylococcus aureus. jalan keluar anal diatur oleh jaringan otot lurik yang membentuk baik sfingter internal dan eksternal. Ca-dependent dan pengaturan ulang sitoskeleton. dan mencegah refluks bakteri ke dalam usus halus. strongiloides stercoralis.Infeksi internal. bagian bawah disebut ileum. coronavirus.Infeksi parenteral. minirotavirus dan virus bulat kecil. segmen transversum yang memanjang dari abdomen atas kanan ke kiri dan segmen desenden pada sisi kiri abdomen. E. calcivirus.2 episode diare . salmonella spp. Pada sat ini telah dapat diidentifikasi tidak kurang dari 25 jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada anak dan bayi.pilorus. Bagian ujung dari usus besar terdiri dua bagian. Usus halus adalah segmen paling panjang dari saluran gastrointestinal. Usus besar terdiri dari segmen asenden pada sisi kanan abdomen. dan sebagainya. bagian tengah disebut yeyunum. astrovirus. E. Yang mana fungsinya mengabsorbsi air dan elektrolit yang sudah hampir lengkap pada kolon. Yang berfungsi untuk mengontrol isi usus ke dalam usus besar. b. dan yersinia enterocolitica. clostridium defficile. yaitu saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare. D. shigella spp. Bila jumlah ini dilampaui. sarcocystis suihominis.Insiden Data departemen kesehatan RI. menyebutkan bahwa angka kesakitan diare diindonesia saat ini adalah 230-330 per 1000 pendududk intuk semua golongan umur dan 1. coli pathogen (EPEC. Sedangkan golongan bakteri invasiv adalah salmonella spp. misalnya adalah karena adanya kiriman yang berlebihan dari ileum maka akan terjadi diare. yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan seperti : otitis media akut tonsilopharingitis. clostridium perfringens. Untuk sekresi dan absorbsi. c. Diare karena bakteri invasive dan non ihnvasiv terjadi melalui suatu mekanisme yang berhubungan dengan pengaturan transport ion di dalam sel-sel usus berikut ini : cAMP (cyclic adenosine monophospate). E. dan parasit usus. Ini disebut sekum pada pertemuan ini yaitu katup ileosekal.ETEC. cryptosporidium. Pertemuan antara usus halus dan usus besar terletak dibagian bawah kanan duodenum. Sedangkan penyebab gastroenteritis (diare akut) oleh parasit adalah balantidium coli. coli hemorrhagic (EHEC) dan camphylobcter. bakteri. coli infasif (EIEC). Penyebab itu dapat digolongkan lagi kedalam penyakit yang ditimbulkan adanya virus. usus halus dibagi dalam 3 bagian yaitu bagian atas disebut duodenum. Penyebab utama oleh virus yang terutama ialah rotavirus (40-60%) sedangkan virus lainnya ialah virus Norwalk. plesiomonas. Yang termauk dalam golongan bakteri non invasive adalah : vibrio cholera.

Cairan ini akan menyebabkan dinding usus menggelembung dan tegang dan sebagai reaksi dinding usus akan megadakan kontraksi sehingga terjadi hipermotilitas atau hiperperistaltik untuk mengalirkan cairan ke baeah atau ke usus besar. Bakteri yang termasuk dalam golongan ini adalah Enteroinvasif E. Hal ini disebabkan masukan minuman atau makanan yang terkontaminasi tinja ditambah dengan ekskresi yang buruk.tahun 2000 terdapat 1160 penderita diare yang dirawat dengan 227 (19. makanan yang tidak matang. maka akan terjadi diare. Paratyphi B. Coli (EIEC). . masih belum terjadi diare.setiap tahunnya untukgolongan umur balita. cAMP berkhasiat merangsang sekresi cairan usus di bagian kripta vili dan menghambat absorbsi cairan di bagian kripta vili. 2. Denan memproduksi enzim muicinase bakteri berhasil mencairkan lapisan lendir yang menutupi permukaan sel epitel usus sehingga bakteri dapat masuk ke dalam membrane (dinding sel epitel).Bakteri noninvasif (enterotoksigenik) Bakteri masuk kedalam makanan atau minuman yang tercemar oleh bakteri tersebut. Faktor penjamu adalah kemampuan pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme. atau melalui aktivitas seksual. Angka kematian diare golongan umur balita adalah sekitar 4 per 1000 balita. yaitu faktor daya tahan tubuh atau lingkungan lumen saluran cerna. Dalam keadaan normal usus besar akan meningkatkan kemampuannya untuk menyerap cairan yang bertambah banyak. rotavirus). Di laboratorium kesehatan anak RSUD Dr. dehidrasi sedang 7. Di dalam duodenum bakteri akan berkembang biak sehingga jumlahnya mencapai 100 juta koloni atau lebih per ml cairan usus.56 %) penderita yangmeninggal karena dehidrasi. Kuman tersebut membentuk koloni-koloni yang dapat menginduksi diare patogenesis diare disebabkan infeksi bakteri terbagi dua yaitu : 1. Yersinia dan Perfringens tipe C. sub unit B melekat di dalam membrane dari sub unit A dan akan bersentuhan dengan membrane sel serta mengeluarkan cAMP (cyclic Adenosin Monophospate). Faktor penentu terjadinya diare akut adalah faktor penyebab (agent) dan faktor penjamu (host). tanpa menimbulkan kerusakan sel epitel tersebut. Bakteri kemudian tertelan dan masuk kedalam lambung. S. S. Faktor penyebab yang mempengaruhi patogenesis antara lain daya penetrasi. dan dehidrasi berat 23 %.Bakteri enteroinvasif Diare menyebabkan kerusakan dinding usus berupa nekrosis dan ulserasi. Cairan diare dapat bercampur lendir dan darah. tetapi tentu saja ada batasannya. Enteriditis. S. imunitas juga mencakup lingkungan mikroflora usus. namun bila jumlah bakteri terlalu banyak maka akan ada yang lolos kedalam usus 12 jari (duodenum). Bila jumlah cairan meningkat sampai dengan 4500 ml (4. E. kemampuan memproduksi toksin yang mempengaruhi sekresi cairan di usus serta daya lekat kuman. tetapi bila jumlah tersebut melampaui kapasitasnya menyerap.Patogenesis Diare akut akibat infeksi( gastro enteritis) terutama dilakukan secara fekal oral.5 liter). bahkan yang disajikan tanpa dimasak penularannya transmisi orang ke orang melalui aerosolisasi (Norwalk. Shigela. Typhimurium. Di dalam membrane bakteri mengeluarkan toksin yang disebut sub unit A dan sub unit B.1%. Sebagai akibat adanya rangsangan sekresi cairan dan hambatan absorbsi cairan tersebut. Choleraesuis. seperti keasaman lambung. didalam lambung bakteri akan dibunuh oleh asam lambung. volume cairan didalam lumen usus akan bertambah banyak. motilitas lambung. S. yang merusak sel mukosa. dan bersifat sekretorik eksudatif. tangan yang terkontaminasi (clostridium difficille). soetomo pada tahun 1996 didapatkan 871 penderita diare yang dirawat dengan dehidrasi ringan 5%.

coli. pasien gelisah. salmonella.Gejala Klinik Pasien dengan diare akibat infeksi sering mengalami nausea. turgor kulit menurun. elektrolit dan zat makanan (lamdia) patofisologi kandida menyebabkan gastroenteritis belum jelas. lidah kering. ujung ekstremitas dingin dan kadang sianosis. Secara klinis dianggap diare karena infeksi akut dibagi menjadi dua golongan pertama.Penyebab diare lainnya. dengan diare yang terutama terdiri atas cairan saja. muntah. V. cholarae Virus : Mikroskop elektron. Kedua disentriform. Biakan : kuman aerob dan anaerob. . gangguan biokimiawi seperti asidosis metabolik akan menyebabkan frekuensi pernafasan lebih cepat dan dalam (pernafasan kusmaul). kolerifrom. Mekanisme yang dilakukan virus masih belum jelas kemungkinan dengan merusak sel epitel mukosa walaupun hanya superfisial. sehingga mengganggu absorpsi air. kekurangan kalium dapat menimbulkan aritmia jantung. pada saat diare didapatkan lendir kental dan kadang-kadang darah. sehingga bila kekurangan cairan tak segera diatasi dapat timbul penulit berupa nekrosis tubular akut. seperti parasit menyebabkan kerusakan berupa usus besar (E. Histolytica) kerusakan vili yang penting menyerap air. elisa Parasit : Pemeriksaan mikroskopika PH dan uji reduksi Lemak (pewarna sudam III) Elektrolit dan osmolalitas Darah tepi lengkap Asam folat serum dan eritrosit Mikroskopik : glordia dorstring dan loides. tulang pipi menonjol. Selain itu terjadi pula kerusakan enzim-enzim disakarida yang menyebabkan intoleransi yang akhirnya memperlama diare.Tes Diagnostik BAHAN PEMERIKSAAN Tinja Tinja Darah Cairan duadenum Biakan : Siggela. nyeri perut sampai kejang perut. dan elektrolit. mungkin karena superinfeksi dengan jasad renik lain. muka pucat. G. demam dan diare terjadi renjatan hipovolemik harus dihindari kekurangan cairan menyebabkan pasien akan merasa haus. Bila terjadi renjatan hipovolemik berat maka denyut nadi cepat (lebih dari 120 kali/menit) tekanan darah menurun tak terukur. Perfusi ginjal dapat menurun sehingga timbul anuria. E. Sebaliknya sel-sel kripti akan berpoliferasi dan menyebabkan bertambahnya sekresi cairan ke dalam lumen usus. F. serta suara menjadi serak.

teruskan dengan intravena 2 tetes/. Cairan peroral : Pada pasien dengan dehidrasi ringan dan sedang atau tanpa dehidrasi dan bila anak mau minum serta kesadaran baik diberikan peroral berupa cairan yang berisi NaCl dan NaHCO3. Selanjutnya : 125 ml/kg BB /hari. Ketiga dasar pengobatan tersebut dijelaskan sebagai berikut : 1. atau 3 tetes/ kgBB/m.kg BB/menit atau 3 tetes/kgBB/menit. berat badan 3 – 10 kg. Formula lengkap sering disebut juga oralit. b. Kebutuhan cairan : 125 ml + 100 ml + 25 ml = 250 ml /kg bb /24 jam.Untuk anak umur 1 bulan – 2 tahun. atau air tajin yang diberi garam dan gula untuk pengobatan sementara sebelum di bawah berobat ke rumah sakit pelayanan kesehatan untuk mencegah dehidrasi lebih jauh. atau 2 ½ tetes/kgBB/menit. 2.Pemberian cairan pada pasien diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum.Pemberian cairan : jenis cairan. 3). 2. (b). Jenis cairan a.Pengobatan dietetik Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak di atas 1 tahun dengan BB kurang dari 7 kg jenis makanan : . (c). 16 jam berikutnya : 125 ml/kg BB oralit peroral atau intragastrik. 125 ml/kg BB/hari.Dietetik. Belum ada dehidrasi Peroral sebanyak anak mau minum atau 1 gelas tiap defekasi.H. atau 10 tetes/kgBB/menit.Untuk bayi baru lahir (neonatus) dengan BB 2 – 3 kg.. Bila anak tidak mau minum. Selanjutnya . yaitu 1 jam pertama : 40 ml/kg BB / jam = 10 tetes / kg BB /menit (set infus berukuran 1 ml = 15 tetes) atau 13 tetes / kg BB /menit (set infus 1 ml : 20 tetes). 20 jam berikutnya 150 ml /kg BB /20 jam = 2 tetes/kgBB/ menit. Dehidrasi ringan 1 jam pertama : 25 – 50 ml/kg BB per oral (intragastrik). 3.Untuk anak lebih dari 25 tahun dengan BB 10 – 15 kg : 1 jam pertama : 30 ml /kg BB/jam = 8 tetes/kgBB/menit. KCI dan glukosa. 16 jam berikutnya : 125 ml /kg BB oralit peroral atau intragastrik. cara memberikan dan jumlah cairan. Bila anak tidak mau minum dapat diteruskan dengan DG aa intravena 2 tetes/kgBB/m. 4). 8 tetes/kgBB/ menit. 7 jam berikutnya : 12 ml /kg BB/jam = 33 tetes / kg BB/ m atau 4 tetes / kg BB/menit. 2). Dehidrasi berat (a).Penatalaksanaan Dasar pengobatan diare adalah : 1. atau 4 tetes/kgBB/menit. Dehidrasi sedang 1 jam pertama : 50 – 100 ml/kg BB peroral /intragastrik (sonde). Cairan sederhana yang dapat dibuat sendiri (formula tidak lengkap)hanya mengandung garam dan gula (NaCl dan sukrosa). 7 jam berikutnya : 10 ml /kg BB /jam = 3 tetes/kgBB/ menit. Cairan parenteral : 1).Obat-obatan. Jenis cairan 4 : 1 (4 bagian glukosa 5 % + 1 bagian NaHCO3 1 %) dengan kecepatan 4 jam pertama = 25 ml / kg BB /jam atau 6 tetes/kgBB/menit.

c. Klorpromazin dosis 0. b.Hari pertama : setelah dehidrasi segera diberikan makanan peroral.angan berat badanterakhir. asal diberikan perawatan medis tang efesien.Dimulainya pemberian susu secara berangsur-angsur seperti yangdiuraikanuntuk dehidrasi ringan g. b. a.Pengobatan tergantung pada derajat dehidrasi. Obat spasmolitik.Dimulainya pemberian cairan peroral secara perlahan – lahan untuk kmenentukan kemampuan menerima cairan f.Susu (ASI dan atau susu formula yang mengandung laktosa rendah dan asam lemak tak jenuh).Sucrose hanya ditambahkan jika feces mulai berbentuk Dehidrasi ringan.Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan.Obat anti sekresi : dosis 25 mg /tahun dengan dosis minimum 30 mg. 3. secara berangsur-angsur susu diberikan kembali seperti yang diuraikan untuk dehidrasi ringan . 1997).Cairan harus diberikan setiap 2 jam pada siang hari dan setiap 4 jam selama malam hari.Obat-obatan a.Perawatan bayi dengan terapi intra vena d. Cara memberikannya : a.Penggantian deficit cairan danelektrolit serta koreksi gangguan asam basa. c. b. Bila diberi ASI/susu formula tapi masih diare diberikan oralit selang-seling.4 % natrium bikarbonat dengan penilaian kembali status asam basa d. Makanan setengah padat (bubur) atau makanan padat (nasi tim). jika diberikan jumlah kecil (15 ml susu krim separuh) setiap 4 jam dengan salin antara waktu makan d. Hari kelima : bila tidak ada kelainan pasien dipulangkan. I.Setelah 24 jam pemberian susu dimulai kembali. ada kemungkinan lebih disukai untuk merawat anak di rumah.Infuse intravena dengan larutan yang sesuai dan masukan cairan dengan peningkatan yang seksama b. c.Pemeriksaan biokimia dan obsevasi klinis untuk menentukan status elektrolit e. Pergantian dapat dilakukan baik peroral atau intravena dan akan tergantung pada kehilangan air dan elektrolit melalui diare. Ini didasarkan pada penilaian klinis.5 – 1 mg /kg bb /hari.Koreksi asidosis merabolik dengan pemberian secara intravena 8.Prinsip Pengobatan Dan Managemen Perawatan 1. Antibiotik (Ngastiyah. c.a. dilanjutkan selama 24 jam c.Penimbangan berat badan harian dan pengumpilan urin harian Dehidrasi parah. Pada kasus ini. Bayi dalamkedaan sakit parah dengan kegagalan sirkulasi : a. Dehidrasi ringan .Infuse plasma untukmenggantikan penurunan volume plasma c.Dengan ditingkatkannya pemberian susu. Kembali susu atau makanan biasa. atau pada rekaman kehi. jumlah campuran glucose elektrolit diturunkan secara berimbang e. Hari kedua – keempat : ASI /susu formula rendah laktosa penuh.Jika suatu elektrolit dan cairan telah dikoreksi. b. gambaran klinik ditegakkan secara baik danbayi mulai dirawat : a.Dihentikannya pemberian susu yang diganti dengan campuran glucose elektrolit (dioralite).Dihentikannya pemberian susu b.

Inspeksi dan perawatan mulit bayi e. seperti kloramfenikol atau streptomisin. Bayi tidak boleh ditinggal berbaring dengan popok yang basah dan kotor. Jika terdapat bukti tidak adanya pengertian dalam hal perawatan anak. . jika muntah parah. 2008 by harnawatiaj Hemodialisis berasal dari kata : Hemo : darah Dialisis : memisahkan dari yang lain Hemodialisis Proses pemisahan zat-zat tertentu dari darah melaui suatu membran semi permeabel. c.Perawatan rutin a. Meninggalkan bokong dalam kedaan terpapar merupakan cara yang terbaik untuk mendorong terjadinya penyembuhan. Blood lines Pipa-pipa atau selang-selang yang mengalirkan darah dari tubuh menuju dialyzerdan yang dari dialyzer ke tubuh. DIGESTIVE ZONE | 3 Komentar » TEHNIK DAN PROSEDUR HD Posted on Maret 9. maka anak dizinkan pulang. Perawatan dapat diawasi dan diberikan bantuan. Orang tua diminta untuk datang ke unit rawat jalan untuk mengubungi dokter umum untuk menilai kemajuan bayi. Terdiri dari campuran air dan elektrolit dengan konsentrasi hampir sama dengan serum darah normal. Dimana didalamnya mempunyai 2 kompartemen dialisat yang dibatasi selaput semipermeabel. dan orang tua tidak boleh disalahkan karena keadaan ini.Selama fase akut. bayi dirawat dalam incubator. karena penurunan kadar kalium serum menimbulkan perubahan aktivitas jantung. Area popok dibasuh secara lebih dan diberikan krim pelindung. bila fungsi ginjal sudah tidak memadai lagi. harus diingat bahwa banyak bayi yangmenderita gastroenteritis kendatipun perawatan bayi yang bhaik.Dukungan bagi orang tua.Isolasi bayi dan pengertian akan proses infeksi silang serta pencegahannya.Pemberian obat-obatan. Walaupun demikian.Persiapan pulang ke rumah. terutama antibiotika untuk mengatasu kuman infeksi . d. dan peningkatan kadar kalium secara cepat membawa resiko henti jantung. Dialisat Cairan yang digunakan untuk proses hemodialisis. Membran semi permeabel Lapisan yang sangat tipis dan memiliki lubang-lubang submikroskopik (pori) Ginjal buatan/ dialyzer (halofiber/artificial kidney) Alat yang digunakan untuk mengeluarkan sampah metabolisme tubuh atau zat toksik lain dari dalam tubuh. Filed under: 9. dan jika terjadi pertambahan berat badan anak yang memuaskan dan tidak terdapat muntah atau feces yang encer.Perawatan bokong anak.e. 2.ibu harusdidorong untuk tinggal bersama anak. dapat diberikan secara parenteral b. Segera setelah petunjuk pemberian makanan mencapai tingkat sesuai umur dan kebutuhan anak. obat-obatan yang sesuai. Diberikan oksigen dan bayi diobservasi secara seksama. f. Feces yang encer akan menyebabkan kemerahan dan ekskoriasi kulit.

Aliran darah Secara teori seharusnya aliran darah secepat mungkin. Blood pump/ pompa darah Alat yang menyebabkan darah mengalir dalam sirkulasi darah. terjadi bila ada tekanan pada dialyzer (misalnya: ada bekuan dalam dialyzer). Segment pump : Bagian dari ABL yang ditempatkan pada Blood pump. terjadi bila ada hambatan dari arteri. pada bubble trap disebut juga arterial pressure.5 cm2 Tergantung dari besar badan/ berat badan 3.Aliran dialisat Semakin cepat aliran dialisat semakin efisien proses hemodialisis. disebut juga fistula pressure. menimbulkan borosnya pemakaian cairan.Terdiri dari : arteri blood line/ inlet/ ABL. misalnya karena : Jarum kecil Posisi jarum kurang baik Vasokonstriksi dari vena Trans Membrane Pressure/ TMP : adalah perbedaan tekanan antara kompartemen darah dan kompartemen dialisat melalaui membrane. Hal-hal yang membatasi kemungkinan tersebut antara lain : tekanan darah. Terlalu besar aliran darah bisa menyebabkan syok pada penderita.Luas selaput/ membran yang dipakai Yang biasa dipakai : 1-1. Tekanan Positif/ Positive Pressure : pada inlet dimonitoring sesudah blood pump. Bersifat ganda yaitu menarik dan mendorong. aliran darah yang keluar kurang. Bubble trap/ air trap Suatu ruangan pada ABL dan VBL yang bertugas menahan/ mengamankan gelembung udara dalam sirkulasi darah. Tekanan positif pada outlet dimonitoring pada bubble trap dari outlet disebut juga venous pressure. Tekanan Negative/ Negative Pressure/ Dialisat Pressure : pada inlet dimonitoring sebelum blood pump. jarum. Priming : pengisian cairan yang pertama kali dalam sirkulasi darah (ABL+Dialyzer+VBL) ……NaCl Conductivity : kemampuan suatu larutan untuk menghantarkan aliran listrik. 2. Qb : kecepatan aliran darah dalam sirkulasi darah (ml/m) Qd : kecepatan aliran dialisat dalam sirkulasi dialisat (ml/m) Qf : ultrafiltration rate (ml/m) yaitu jumlah air yang keluar dari kompartemen darah ke kompartemen dialisat melalui membran semi permeabel yang disebabkan karena perbedaan tekanan. Meninggalkan tekanan dialisat berarti menambah daya hisap dari cairan dialisat sehingga cairan darah berpindah ke dialisat dan ultrafiltrasi meninggi Faktor-faktor yang mempengaruhi hemodialisis 1. Temperatur suhu dialisat Temperature dialisat tidak boleh kurang dari 360C karena bisa terjadi spasme dari vena sehingga . Terjadi karena hambatan pada jalan masuk darah ke tubuh. venous blood line/ outlet/ VBL.

kassa.Mesin hemodialisis/ pengelola air Mesin pengelola air : Water softener Revense osmosis 3. 5cc.Sarana ruangan Tempat tidur Penerangan yang cukup Wastafel dan kran Kran-kran untuk sarana hubungan dengan mesin hemodialisis Saluran pembuangan Alat pendingin ruangan/ AC Tempat sampah Meja suntik Stop kontak 2. nierbekken Mat kan/ gelas ukuran Zeil + karet alat untuk alas tangan Sarung tangan Kassa/ gaas Plester/ band aid Verband Alat-alat khusus : Dialyzer Blood lines (ABL/ VBL) AV fistula/ Abocath no G14 s/d G16 Dialisat pekat Infuse set Micro drip Spuit : insulin 2. 30/50cc Conductivity meter . Temperatur dialisat tidak boleh lebih dari 420C karena bisa menyebabkan hemolisis.aliran darah melambat dan penderita menggigil. 10cc. Peralatan kedokteran : Tensi meter + stetoskop Timbangan BB Tabung oksigen lengkap Alat EKG Slym zuiger Tromol (duk.5cc. klem) Bak spuit dan kom kecil Korentang dan tempatnya Klem-klem (besar dan kecil) Gunting Bengkok.Peralatan kesehatan dan obat-obatan. Untuk menjalankan hemodialisis perlu : 1.

protamin Sodium bicarbonat 7 % (meylon) Obat-obat penyelamat hidup Yang perlu selain yang diatas adalah : Surat izin dialysis Formulir dialysis Traveling dialsis Formulir laboratorium Formulir radiologi Filed under: D. bethadine Heparin.Obat-obatan : Lidocain. 2008 by harnawatiaj 1. Novocain Alcohol.90 % Kain kasa/ Gaas steril Duk steril Sarung tangan steril Bak kecil steril Mangkuk kecil steril Klem Plester Desinfektan (alcohol + bethadine) Gelas ukur (mat kan) Timbangan BB Formulir hemodialisis Sirkulasi darah .PERAWATAN SEBELUM HEMODIALISIS (PRA HD) Persiapan mesin Listrik Air (sudah melalui pengolahan) Saluran pembuangan Dialisat (proportioning sistim. HD ZONE | 4 Komentar » PERAWATAN HEMODIALISA Posted on Maret 9. dll . insulin Heparin inj Xylocain (anestesi local) NaCl 0. batch sistim) Persiapan peralatan + obat-obatan Dialyzer/ Ginjal buatan (GB) AV Blood line AV fistula/abocath Infuse set Spuit : 50 cc. 5 cc.

hubungkan ujung ABL dengan ujung VBL. masukkanAmbil cairan 1 tablet clinitest ke dalam tabung gelas yang sudah berisi cairan Lihat reaksi : Warna biru : – / negatif . yaitu yang tanda merah dibawah. biru diatas Gantungkan NaCl 0. klem tetap dilepas Masukkan heparin dalam sirkulasi darah sebanyak 1500-2000 U Ganti kolf NaCl dengan yang baru yang telah diberi heparin 500 U dan klem infus dibuka Jalankan sirkulasi darah + soaking (melembabkan GB) selama 10-15 menit sebelu dihubungkan dengan sirkulasi sistemik (pasien) CATATAN !!!! PERSIAPAN SIRKULASI Rinsing/Membilas GB + VBL + ABL Priming/ mengisi GB + VBL + ABL Soaking/ melembabkan GB. tekanan vena. dengan posisi merah diatas Hubungkan ujung putih pada ABL dengan GB ujung merah Hubungkan ujung putih VBL dengan GB ujung biru. pemberian obat-obatan) Buka klem ujung dari ABL. VBL. ujung biru VBL dihubungkan dengan alat penampung/ mat-kan Letakkan posisi GB terbalik. VBL dan infus set 100 ml/mJalankan Qb dengan kecepatan Udara yang ada dalam GB harus hilang (sampai bebeas udara) dengan cara menekan-nekan VBL Air trap/Bubble trap diisi 2/3-3/4 bagian Setiap kolf NaCl sesudah/ hendak mengganti kolf baru Qb dimatikan Setelah udara dalam GB habis. Volume priming : darah yang berada dalam sirkulasi (ABL + GB + VBL ) Cara menghitung volume priming : Σ NaCl yang dipakai membilas dikurangi jumlah NaCl yang ada didalam mat kan (gelas tampung/ ukur) Contoh : ∑ NaCl yang dipakai membilas : 1000 cc ∑ NaCl yang ada didalam mat kan : 750 cc Jadi volume priming : 1000 cc – 750 cc = 250 cc Cara melembabkan (soaking) GB Yaitu dengan menghubungkan GB dengan sirkulasi dialisat Bila mempergunakan dialyzer reuse / pemakaian GB ulang : Buang formalin dari kompartemen darah dan kompartemen dialisat Hubungkan dialyzer dengan selang dialisat 15 menit pada posisi rinseBiarkan Test formalin dengan tablet clinitest : Tampung cairan yang keluar dari dialyzer atau drain 10 tts (1/2 cc). masukkan ke dalam tabung gelas.9 % (2-3 kolf) Pasang infus set pada kolf NaCl Hubungkan ujung infus set dengan ujung merah ABL atau tempat khusus Tutup semua klem yang ada pada slang ABL.Cuci tangan Letakkan GB pada holder. (untuk hubungan tekanan arteri.

fiksasi. Posisi. Bolus heparin inj (dosis awal) Fiksasi.Persiapan mental 2. tutup kassa steril Punksi inlet (vena/ arteri femoralis) Raba arteri femoralis Tekan arteri femoralis 0. tutup dengan kasa steril Berikan bolus heparin inj (dosis awal) Punksi inlet (fistula).16/ abocath.Jalankan pompa darah (blood pump) dengan Qb sirkulasi darah terisi darah semua. biasanya di lengan). sambungkan ujung dari VBL dengan punksi outlet . Dengan AV fistula no G. fiksasi. tutup dengan kassa steril Dengan eksternal A-V shunt (Schibner) Desinfektan Klem kanula arteri & vena Bolus heparin inj (dosis awal) Tanpa 1 & 2 (femora dll) Desinfektan Anestesi local Punksi outlet/ vena (salah satu vena yang besar. procain inj) Punksi vena (outlet).Pompa darah (blood pump stop.14 s/d G.Persiapan fisik :Timbang BB.PERAWATAN SELAMA HEMODIALISIS (INTRA HD) Pasien Sarana hubungan sirkulasi/ akses sirkulasi : Dengan internal A-V shunt/ fistula cimino Pasien sebelumnya dianjurkan cuci lengan & tangan Teknik aseptic + antiseptic : bethadine + alcohol Anestesi local (lidocain inj. sampai4. Observasi KU (ukur TTV) 2.Ujung VBL line dihubungkan dengan punksi outlet 3. kecuali klem infus set 100 ml/m.Ujung ABL line dihubungkan dengan punksi inlet 2.Warna hijau : + / positif Warna kuning : + / positif Warna coklat : +/ positif Selanjutnya mengisi GB sesuai dengan cara mengisi GB baru Persiapan pasien 1.Izin hemodialisis 3.Semua klem dibuka. 5.5 – 1 cm ke arah medialVena femoralis Anestesi lokal (infiltrasi anetesi) Vena femoralis dipunksi setelah anestesi lokal 3-5 menit Fiksasi Tutup dengan kassa steril Memulai hemodialisis 1.

S. masalah selama HD. arteri pressure. 2. CATATAN !!!! 1. untuk menghindari terjadi perdarahan dari tempat punksi.Heparinisasi Tekanan (+) /venous pressure Trans Membran Pressure / TMP Tekanan (-) / dialysate pressure Tekanan (+) + tekanan (-) Tekanan / pressure : Arterial pressure / tekanan arteri : banyaknya darah yang keluar dari tubuh Venous pressure / tekanan vena : lancar/ tidak darah yang masuk ke dalam.Isi formulir HD antara lain : Nama. Heparinisasi Dosis heparin : Dosis awal : 25 – 50 U/kg BB Dosis selanjutnya (maintenance) = 500 – 1000 U/kg BB Cara memberikan Kontinus Intermiten (biasa diberikan tiap 1 jam sampai 1 jam terakhir sebelum HD selesai) Heparinisasi umum Kontinus : Dosis awal : …….Qb : 200 – 300 ml/m 2. Umur. N.Pada waktu menghubungkan venous line dengan punksi outlet. N.TMP. Mesin Memprogram mesin hemodialisis : 1.Qd : 300 – 500 ml/m 3.6.Hubungkan selang-selang untuk monitor : venous pressure. 8. TD. UFR 5. Cairan priming yang masuk.Semua sambungan dikencangkan 4. keluhan selama HD.Tempat-tempat punksi harus harus sering dikontrol. Tipe GB. P.Jalankan pompa darah dengan Qb = 100 ml/m. BB.Pompa heparin dijalankan (dosis heparin sesuai keperluan). hidupkan air/ blood leak detector 10.Fiksasi ABL & VBL (sehingga pasien tidak sulit untuk bergerak) 7. udara harus diamankan lebih dulu 3. Bila keadaan pasien tidak baik/ lemah lakukan mengukur TD.cairan priming diampung di gelas ukur dan jumlahnya dicatat (cairan dikeluarkan sesuai kebutuhan). makan/minum.Permulaan HD posisi dialyzer terbalik setelah dialyzer bebas udara posisi kembalikan ke posisi sebenarnya.Temperatur : 36-400C 4. Heparin dilarutkan dengan NaCl 11. lebih sering. setelah 15 menit bisa dinaikkan sampai 300 ml/m (dilihat dari keadaan pasien) 9.Ukur TD. U Dosis selanjutnya : …… U . Nadi setiap 1 jam. 12.

Qb tinggi (250 – 300 ml/m) Dosis heparin : 500 U (pada sirkulasi darah).Intermitten : Dosis awal : …… U Dosis selanjutnya : …….PASIEN KU pasien TTV Perdarahan Tempat punksi inlet. Heparinisasi minimal Syarat-syarat : Dialyzer khusus (kalau ada). Bilas dengan NaCl setiap : ½ – 1 jam Banyaknya NaCl yang masuk harus dihitung Jumlahnya NaCl yang masuk harus dikeluarkan dari tubuh.. Protamin diberikan/ dipasang pada selang sebelum masuk ke tubuh/ VBL. MONITOR SELAMA HEMODIALISA 1. dialysate. Heparin diberikan/ dipasang pada selang sebelum dializer. bisa dimasukkan ke dalam program ultrafiltrasi CATATAN Dosis awal : diberikan pada waktu punksi : sirkulasi sistem Dosis selanjutnya: diberikan dengan sirkulasi (maintenance) ekstra korporeal. UFR Air leak & Blood leak Heparinisasi Sirkulasi ekstra corporeal Sambungan-sambungan CATATAN : Obat menaikkan TD ( tu. U Protamin : …. U Heparinisasi regional Dosis awal : …… U Dosis selanjutnya : …. pend hipotensi berat) : Efedrin 1 ampul + 10 cc aquadest kmd disuntik 2 ml/IV . outlet Keluhan/ komplikasi hemodialisis 2. U Heparin : protamin = 100 U : 1 mg Heparin & protamin dilarutkan dengan NaCl.MESIN & PERALATAN Qb Qd Temperature Koduktiviti Pressure/ tekanan : arterial. PENGAMATAN OBSERVASI. venous.

Sebelum ABL & VBL dilepas dari kanula maka kanula arteri & kanula vena harus diklem lebih dulu 3.Ukur TTV : TD. setelah perdarahan berhenti. P 11. bekas punksi inlet & outlet ditekan dengan kassa steril yang diberi bethadine 9.Setelah darah masuk ke tubuh Blood pump stop.Bekas punksi arteri penekanan harus tepat.Hubungkan ujung abl dengan infus set 6.PERAWATAN SESUDAH HEMODIALISIS (POST HD) Mengakhiri HD Persiapan alat : Kain kasa/ gaas steril Plester Verband gulung Alkohol/ bethadine Antibiotik powder (nebacetin/ cicatrin) Bantal pasir (1-1/2 keram) : pada punksi femoral Cara bekerja 1.Timbang BB (kalau memungkinkan) 12. 10.Memakai teknik aseptik dan antiseptik SCRIBNER 1. lalu tutup dengan kain kassa/band aid lalu pasang verband. nadi 3.Fiksasi .Ukur TD.Jarum outlet dicabut.Ujung ABL diklem.Darah dimasukkan ke dalam tubuh dengan do dorong dengan nacl sambil qb 50 – 100 cc) 100 ml/m (NaCl masuk : dijalankan 7.Blood pump stop 4. ujun VBL diklem.Lepas klem pada kedua kanula 6.3. 5.Isi formulir hemodialisis CATATAN : 1. jarum inlet dicabut . S.Cairan pendorong/ pembilas (NaCl) sesuai dengan kebutuhan . 8.5 menit sebelum hemodialisis berakhir Qb diturunkan sekitar 100cc/m UFR = 0 2. kalau perlu di dorong dengan udara ( harus hati-hati) 2. bekas punksi inlet ditekan dengan kassa steril yang diberi betadine.Kedua sisi kanula dihubungkan kembali dengan konektor 5. lebih lama 5. N.kanula arteri & vena dibilas dengan NaCl yang diberi 2500 U – 300 U heparin inj 4.Bila perdarahan pada punksi sudah berhenti.Pakai sarung tangan 2.Bekas punksi femoral lebih lama. ditekan kembali dengan bantal pasir 4. bubuhi bekas punksi inlet & outlet dengan antibiotik powder.Penekanan bekas punksi dengan 3 jari sekitar 10 menit 3.

Pada pre hemodialisis. monitoring alat-alat dan kelancaran sirkulasi darah. mengukur suhu. memprogram penurunan berat badan. sirkulasi cairan NaCl pada mesin. mengganti gaas bethadine dan fiksasi dengan plester. diet. mengukur tekanan darah dan menciptakan suasana ruangan untuk mengisi kegiatan pasien selama hemodialisis berlangsung. waktu pelaksanaan. mencabut jarum inlet dan menekan bekas tusukan sambil menunggu sampai aliran darah pada venous blood line habis. pasien diorientasikan pada ruangan paviliun II dan alat-alat yang ada.Pasang balutan dengan sedikit kanula bisa dilihat dari luar. program penurunan BB . dosis heparin. ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HEMODIALISIS Pada pasien yang baru pertama kali hemodialisis. Langkah selanjutnya adalah mencabut jarum out line dan menekan bekas tusukan. Pada tahap pemasangan alat dan selama pemasangan. kegiatannya meliputi : desinfeksi daerah penusukan. mengukur tekanan darah dan menghitung denyut nadi. selanjutnya menyambung jarum pada arteri blood line. Data psikososial yang dikaji sebatas pada adanya rasa cemas dan bosan. priming dan keluhan pasien setelah HD. monitoring pernafasan. kecepatan aliran heparin dan UFR. Lalu menekan tombol BFR. Selain itu pasien diberikan penjelasan ringkas tentang prosedur yang akan dijalankan. penusukan jarum. Pada saat itu pasien menunggu di ruang tunggu.7. Sistem pencatatan dan pelaporan yang dijalankan dalam bentuk lembaran observasi pasien yang berisi tentang : TTV sebelum atau selama dan sesudah HD. pembatasan cairan.Pada tahap persiapan Persiapan alat dan mesin Selama ini pasien dipersilahkan masuk ke ruangan HD dalam keadaan mesin sudah siap pakai karena perawat sudah menyiapkannya. memasang alat pada mesin sampai mesin tersebut dipakai. meyediakan alatalat. memasang alat pada mesin. Pembuatan rencana perawatan pasien sudah berjalan dimana dalam pengkajian meliputi data fisik dan psikososial. membereskan alat-alat dan dilanjutkan dengan desinfeksi alat. Intervensi keperawatan yang dilakukan mengarah kepada pemberian bantuan sepenuhnya. dilakukan pengukuran tekanan darah. Disamping itu beberapa pasien telah dapat melaporkan pada perawat apabila ada ketidakberesan pada mesin atau akses vaskular. venous pressure. Setelah penghentian hemodialisis. pengaturan posisi tubuh. jika kondisi pasien memungkinkan. mengawasi penimbangan berat badan. mempersiapkan alat-alat. dari mulai menghidupkan mesin. pemberian anestesi lokal (kalau perlu). untuk mengetahui ada bekuan atau tidak. perawatan cimino. Sebenarnya bagi pasien yang memungkinkan bisa dilibatkan sejak awal. setelah mencoba mengatasi sendiri. makan dan minum. Hal ini dapat terlihat dari kegiatan : a. prinsip hemodialisis. hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama hemodialisis dan efek dari hemodialisis. pemasukan heparin (bolus). Semua kegiatan baik pada tahap pre hemodialisis selama pemasangan dan penghentian hemodialisis dilakukan oleh perawat kecuali penimbangan berat badan dan minum yang pada beberapa pasien dilakukan sendiri. kegiatan perawatan meliputi : menghidupkan mesin. Menimbang BB . mengukur suhu badan. BB sebelum dan sesudah HD. Pada tahap penghentian hemodialisis meliputi : penghentian aliran darah. mengawasi penimbangan berat badan pasien. membuka klem venous dan arteri blood line. Kemudian menghubungkan heparin contnous ke sirkulasi.

b. namun tetap dalam pengawasan perawat. mulai dari hal-hal yang sedrhana tapi dapat menarik minat untuk belajar. Sebenarnya dapat mulai dikenalkan kepada pasien mengenai alat-alat dan cara pengukurannya. tekanan darah dan menghitung denyut nadi Kegiatan-kegiatan ini semuanya masih dilakukan oleh perawat.Pada tahap pelaksanaan c. HD ZONE | 8 Komentar » « Halaman Sebelumnya — Halaman Berikutnya » . Pasien menyebutkan berapa BBnya dan perawat mencatatnya dalam lembaran observasi.Pada tahap penghentian Filed under: D. Mengukur suhu badan. Dalam hal ini pasien dapat diberi kesempatan untuk mencatat Bbnya sendiri.Penimbangan BB bagi pasien yang mampu memang sudah dilakukan sendiri oleh pasien begitu mereka masuk ruangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful