P. 1
52173788-PATOFISIOLOGI-DAN-PENYIMPANGAN-KDM.docx

52173788-PATOFISIOLOGI-DAN-PENYIMPANGAN-KDM.docx

|Views: 180|Likes:
Publicado porGiantofmajesty Bali
toto
toto

More info:

Published by: Giantofmajesty Bali on Sep 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/22/2015

pdf

text

original

Sections

  • A.Pendahuluan
  • B.Teori-teori autoimunitas 1.Teori sequestered antigen atau hidden antigen
  • I. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK a.LED : Peningkatan mengindikasikan respon inflamasi
  • II.Etiologi & Klasifikasi
  • III.Patognesis:
  • IV.Manifestasi klinis
  • VI.Komplikasi
  • VII. Pengobatan

FORMAT PENGKAJIAN FISIK SEDERHANA

Posted on Maret 9, 2008 by harnawatiaj A. PENGKAJIAN 1.Identitas a.Nama :…………………………………………………………… b.Usia :…………………………………………………………… c.Jenis kelamin :…………………………………………………………… d.Tinggi badan :…………………………………………………………… e.Berat badan :…………………………………………………………… f.Agama :…………………………………………………………… g.Suku :…………………………………………………………… h.Pendidikan :…………………………………………………………… i.Pekerjaan :…………………………………………………………… j.Alamat :…………………………………………………………… 2.Pengkajian fisik a.Tingkat kesadaran : b.Tanda – tanda vital : TD : N: P: S: Posisi ( duduk, berdiri, berbaring) c.Keadaan umum : Penampilan Posisi saat dikaji Postur tubuh Ekspresi wajah Bahasa tubuh d.Sistem integumen Warna kulit Warna rambut Kuku Turgor kulit Tekstir kulit Integritas kulit e.Kepala : Bentuk Kesimetrisan Nervus V & VII Keadaan rambut Kondisi kulit kepala Massa

Nyeri tekan f.Mata : Persebaran alis Warna alis Bentuk alis Bulu mata Kelopak mata Sklera Konjungtiva Iris Kornea Pupil Kelenjar lakrimalis Alat bantu penglihatan g.Telinga : Daun telinga Kesimetrisan Lubang telinga Membran timpani Status pendengaran h.Hidung dan penciuman : Ukuran dan bentuk Septum Mukosa nasal Patensi jalan napas Nervus olfaktory Status penciuman i.Mulut dan orofaring : Bibir Gigi Bunyi napas Gusi Nervus VII & IX Lidah Nervus XIII Mukosa Palatum Uvula Faring Tonsil Pergerakan mandibular j.Leher : Penamapakan luar Tiroid Trakea Nodus limfe

k.Thoraks dan paru-paru : Pernafasan Thorax posterior Auskultasi paru l.Payudara dan axilla : Ukuran payudara Puting Axilla Nodus limfe m.Jantung dan pembuluh darah : Tekanan darah Nadi karotis Nadi apikal Nadi perifer n.Abdomen : Bentuk Kulit Bunyi peristaltik o.Sistem muskuloskeletal : Punggung Tulang vertebra Sendi Pergerakan Ekstremitas atas Ekstremitas bawah p.Sistem igenitourinaria dan rektum : Rektum Genetalia wanita Genetalia pria q.Sistem neurologi : keseimbangan Nervus XI Refleks Kordinasi Nervus kranial r.Status mental : Status kesadaran Orientasi Memori Bahasa dan pembicaraan Respon Filed under: C. PENGKAJIAN FISIK | 2 Komentar »

CT SCAN

Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memperjelas adanya dugaan yang kuat antara suatu kelainan. hematoma dan abses. Bila klien ada riwayat alergi atau dalam pemeriksaan ditemukan adanya alergi maka pemberian zat kontras iodine harus distop pemberiannya.Posted on Maret 9. 2. Berat badan klien yang dapat dilakukan pemeriksaan CT Scan adalah klien dengan berat badan dibawah 145 kg.Perubahan vaskuler : malformasi. c.TUJUAN Menemukan patologi otak dan medulla spinalis dengan teknik scanning/pemeriksaan tanpa radioisotop 3. d. Bila perlu dengan menggunakan kaset video atau poster. Pencatatan dilakukan dengan mengkombinasikan tiga pesawat detektor. sebab pada klien yang akan dilakukan pemeriksaan CT Scan disuntik dengan zat kontras berupa iodine based kontras material sebanyak 30 ml.Inflamasi. yaitu : a. b. PENATALAKSAAN PERSIAPAN PASIEN Pasien dan keluarga sebaiknya diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan. menurut posisi jam 12. Sebelum dilakukan pemeriksaan CT scan pada klien. Maka ginjal klien harus dalam keadaan normal.Brain atrofi. harus dilakukan test apakah klien mempunyai kesanggupan untuk diam tanpa mengadakan perubahan selama 20-25 menit. 3. 10 dan jam 02 dengan memakai waktu 4. dua diantaranya menerima sinar yang telah menembus tubuh dan yang satu berfungsi sebagai detektor aferen yang mengukur intensitas sinar rontgen yang telah menembus tubuh dan penyinaran dilakukan menurut proteksi dari tiga tititk. Harus dilakukan pengkajian terhadap klien sebelum dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah klien bebas dari alergi iodine.PRINSIP KERJA Film yang menerima proyeksi sinar diganti dengan alat detektor yang dapat mencatat semua sinar secara berdispensiasi. Pasien diberi gambaran tentang alat yang akan digunakan.5 menit. 2008 by harnawatiaj PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK CT SCAN (Computerized Axial Tomografi) 1. hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengertian kepada pasien dengan demikian menguragi stress sebelum waktu prosedur dilakukan. Karena eliminasi zat kontras sudah harus terjadi dalam 24 jam.Hydrocephalus. Test awal yang dilakukan meliputi : .Gambaran lesi dari tumor. karena hal ini berhubungan dengan lamanya pemeriksaan yang dibutuhkan. Hal ini dipertimbangkan dengan tingkat kekuatan scanner. e.PENGERTIAN CT Scan adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mendapatkan gambaran dari berbagai sudut kecil dari tulang tengkorak dan otak. Berat badan klien merupakan suatu hal yang harus dipertimbangkan.Brain contusion. f. naik turunnya vaskularisasi dan infark.

Rambut tidak boleh dikepang dan tidak boleh memakai wig. 5.Dilakukan pemantauan melalui komputer dan pengambilan gambar dari beberapa sudut yang dicurigai adanya kelainan. d. karena tubuh mempunyai toleransi terhadap self antigen. Bila sel tersebut memberikan respons autoimun. Bersihkan rambut pasien dari jelly atau obat-obatan. Antigen tersebut disebut autoantigen. memerlukan koreksi yang cepat oleh seorang perawat dan dokter. 4. 2008 by harnawatiaj TEORI AUTOIMUNITAS A. b. Hal ini merupakan tindak lanjut setelah pemberian zat kontras yang eliminasinya selama 24 jam.Pengambilan gambar dilakukan dari berbagai posisi dengan pengaturan komputer. Penjelasan kepada klien bahwa setelah melakukan injeksi zat kontaras maka wajah akan nampak merah dan terasa agak panas pada seluruh badan. e.PROSEDUR a.Kekuatan untuk diam ditempat ( dimeja scanner ) selama 45 menit.Observasi keadaan alergiterhadap zat kontras yang disuntikan. Pada orang normal . Oliguri merupakan gejala gangguan fungsi ginjal. DIAGNOSTIK ZONE | 3 Komentar » TEORI AUTOIMUNITAS Posted on Maret 9. sistem imun dapat membedakan antigen tubuh sendiri dari antigen asing. Mengikuti aturan untuk memudahkan injeksi zat kontras. Melakukan pernapasan dengan aba – aba ( untuk keperluan bila ada permintaan untuk melakukannya ) saat dilakukan pemeriksaan. Sel autoreaktif adalah limfosit yang mempunyai reseptor untik autoantigen. g.Mobilisasi secepatnya karena pasien mungkin kelelahan selama prosedur berlangsung.Selama prosedur berlangsung pasien harus diam absolut selama 20-45 menit. disebut sel limfosit reaktif (SLR). Bila terjadi alergi dapat diberikan deladryl 50 mg. c.Pendahuluan Dalam keadaan normal. b. Filed under: A.Ukur ntake dan out put.Selama prosedur berlangsung perawat harus menemani pasien dari luar dengan memakai protektif lead approan. f. Apabila pasien merasakan adanya rasa sakit berikan analgetik dan bila pasien merasa cemas dapat diberikan minor tranguilizer. Perhatikan keadaan klinis klien apakah pasien mengalami alergi terhadap iodine. meskipun .Posisi terlentang dengan tangan terkendali. Reaksi autoimiunitas adalah reaksi system imun terhadaap antigen sel jaringan sendiri.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN a.Meja elektronik masuk ke dalam alat scanner. tetapi pengalaman klinis menunjukkan bahwa adakalanya timbul reaksi autoimunitas. dan hal ini merupakan hal yang normal dari reaksi obat tersebut. c. sedang antibody yang dibentuk disebut autoantibody.Sesudah pengambilan gambar pasien dirapihkan.

Burnett mengajukan teori forbidden clones. Reaksi autoantibody dan autoantigen yang menimbulkan kerusakan jaringan dan gejala-gejala klinis disebut penyakit autoimun. Kadang-kadang tidak jelas apakah autoantibody tersebut merupakan penyebab atau timbul sekunder akibat suatu penyakit.Reaksi silang dengan mikroorganisme Kerusakan jantung pada demam reumatik anak diduga terjadi kaibat produksi antigen terhadap streptokok A yang bereaksi silang dengan miokard penderita 5. sedangkan bila tidak disertai gejala klinis disebut fenomena autoimun.Virus sebagai pencetus autoimunitas Virus yang terutama mengginfeksi system limfoid dapat tmempengaruhi mekanisme kontrol imunologik sehingga terjadi autoimunitas 6.Teori sequestered antigen atau hidden antigen Sequestered aatau hidden antigen adalah antigen yang karena sawar anatomic tek pernah berhubungan dengna system imu n misalnya antigen sperma. Pada tuberculosis dan tripanosomiasis yang menimbulkan kerusakan luas pada berbagai jaringan.Teori defesiensi immun Hilangnya self tolerance mungkin disebabkan oleh karena adanya gangguan system limfoid.Determinan antigen baru Pembentukan autoantibody dapat dicetuskan oleh karena timbul deterrminan antigen baru pada protein normal.Pembagian Penyakit Autoimmun Penyakit autoimmun dapat dibagi menajdi 2 golongan yaitu organ spesifik dan non spesifik Organ spesifik Non organ spesifik Tiroiditis hasimoto Miksidema primer Tirotoksotosis Anemia pernesiosa Gastritis kronik autoimun .Teori-teori autoimunitas 1. dan saraf pusat. tidak selalu terjadi respon autoimun. dapat timbul penyakit autoimmun 2. yang menyatakan bahwa tubuh menjadi toleran terhadap jaringannya sendiri oleh karena sel-sel yang autoreaktif selama perkembangan embriologiknya akan musnah. lensa mata. misalnya pada lanjut usia 3. FR dibentuk terhadap determinan antigen yang terdapat pada immunoglobulin 4. dapat pula ditemukan autoantibody terhadap antigen jaringan dalam kadar gula yang rendah C.SLR berpasangan dengan autoantigen. karena ada system yang mengontrol reaksi autoimun. Autoantibody dapat dibentuk pula terhadap antigen mitokondria pada kerusakan hati atau jantung. Oleh karena itu harus dibedakan antara fenomena autoimun dengan penyakit autoimu. Penyakit autoimmune sering ditemukan bersamaan dengan defesiensi imun. Bila sawar tersebut rusak. B. Contoh autoantibody yang timbul akibat hal tersebut ialah factor rematoid (FR).Autoantibodi dibentuk sekunder akibat kerusakan jaringan Autoantibodi terhadap jantung ditemukan pada jantung infark. Pada umumnya kadar autoantibody disini terlalu rendah untuk dapat menimbulkan penyakit autoimmun.

2008 by harnawatiaj A. IMUNOLOGY ZONE | 5 Komentar » PENYAKIT AUTOIMMUN Posted on Maret 9.Defenisi Sklerosis sistemik adalah panyakit jaringan ikat yang ditandai oleh fibrosis dan perubahan degeneratif pada kulit. paru. dan arteri . usus.Sklerosis Sistemik 1.Penyakit timbul akibat adanya respons autoimun 2.Ditemukan autoantibody 3.Penyakit dapat dipindahkan dari satu binatang ke binatang yang lain melalui serum atau limfosit yang hidup Filed under: 9. sinovium.Kriteria Penyakit Autoimun Kriteria untuk menegakkan diagnosis penyakit autoimmun adalah sebagai berikut : 1. Penyakit ini dikenal juga dengan nama skleroderma 2.Penyakit dpat ditimbulkan oleh bahan yang diduga merupakan antigen 4.Penyakit Addison Menopause premature Disbetes juvenile Sindorm goodpasture Miastenia gravis Infertilitas pada pria Pemfigus vulgaris Pemfigoid Oftalmia simpatis Uveitis vagogenik Sclerosis multiple Anemia hemolitik autoimun Purpura trombositopenik idiopatik Leucopenia idiopatik Sirosis bilier primer Hepatitis kronik aktif dengan HBsAg negative Sirosis kriptogenik Colitis ulseratif Sindrom Sjögren Arthritis rematoid Dermatomiositis Scleroderma LE discoid Lupus eritermatosus sistemik (SLE) D.Epidemiologi Sclerosis sistemik merupakan penyakit yang terdapat diseluruh dunia dan dijumpai pada semua . juga pada parenkim organ dalam terutama esophagus. jantung. ginjal dan kelenjar gondok.

atau antara trombosit dan leukosit. Kolagen ini dapat melekat pada endotel pembuluh darah.Patogenensis dan patofisiologi Etiologi dan patogenesis yang pasti belum diketahui. rambut dan lemak menghilang. Kulit tampak kering dan retak-retak. Klien tidak dapat dicubit. kelenjer lemak di epidermis. Diduga patogenesisnya berdasarkan kelainan vascular. yangmenyebabkan kerusakan endotel dan membrane basal. sangat berguna sebagai gejala diagnostic. Biasanya kalainan ini asimptomatik c. dan kulit menjadi tegang. Fibrosis menyebabkan kulit melekat pada struktur dibawahnya. kelenjar keringat. Ditemukan juga kelainan kolon yang dianggap diagnostic.Gejala klinis dan konplikasi a.Kulit Pada kasus yang khas trias terdiri atas penipisan epidermis. fibroblast kulit mensintesis koleagen lebih banyak dengan fibroblast kulit normal Peningkatan produksi kolagen yang dideposit pada jaringan ikat disekitar tunika adventisia akan mengekang arteri kecil/arteriol yang bersangkutan. Kelainan ini ditandai dengan terbentuknya kantong-kantong bermulut lebar pada dinding kolon. Epidermis mudah terkelupas karena tipis. aehingga kontraktilitas dan vasodilatasi arteri kecil dan arteriol terganggu. Dilatasi dan hipoosmolalitas duodenum dan jejunum menyebabkan malabsorbsi sehingga mengakibatkan berat badan menurun. Peristiea ini akan diikuti oleh fibrosis reaktif berupa proliferasi intima yang sangat menoniol pada aklerosis sistemik progresif Penipisan tunika intima media mungkin terjadinya sekunder terhadap perubahan distensibilitas struktur mikrovaskular yang terjepit diantara materi fibrotik yang terdapat pada intima dan adventisia. ternyata pada scleroderma. Frekwensi pada wakita 3 kali frekwensi pria 3. b. keringat berkurang.Paru Scleroderma paru yang klasik ditandai dengan fibrosis intestinal yang klasik ditandai dengan fibrosis interstitial difus.bangsa. Dapat juga terjadi anemia karena telangiektasis di saluran pencernaan mengalami perdarahan. Terdapat daerah-daerah dengan pegmentasi dan vitiligo.Saluran pencernaan Hipomotilitas asofagus merupakan manifestasi paling sering dari terlibatnya organ dalam. Sering timbul dini dan dirasakan swebagai rasa penuh di substernal. Dugaan ini timbul karena sebelum terjadi perubahan pada dermis dan epidermis. hilangnya alat-alat seperti rambut. Sklerodaktili ialah keadaaan kakunya kulit bagian distal dari sendi interfalangeal proksimal. jarang pada anak-anak. Biasanya dimulai pada usis 20-50 tahun. Keluhan mungkin baru timbul lama setelah terdapat gangguan fungsi . Reaksi peradangan dan perubahan vascular subkutan ini akan menyebabkan hilangnya kapiler-kapiler kulit (devaskularisasi) yang selanjutnya mengakibatkan atrofi epidermis dan penebalan dermis Hipotesis yang diajukan berdasarkan hasil observasi pada biakan jaringan. Kemudian terjadi adhesi antara trombosit dan kolagen. telah ada reaksi peradangan vascular dan perivaskular pada jaringan subkutan. Jari-jari mengalami fleksi kontraktur. terjadi striktur esophagus yang memerlukan dilatasi mekanis. Akibatnya timbul gangguan vasomotor seperti yang terlihat pada syndrome raynaud dan sclerosis sistemik progresif. Karena timbul dini. Dengan demikian. Keluhan akan lebih berat jika terjadi esofagitis atau striktur Pada keadaaan lanjut. gangguan metabolisme kolagen pada fibroblast dapat menerangkan baik manifestasi vascular maupun manifestasi fibrosis pada sclerosis sistemik progresif 4. Terdapat pembengkakan dan ketegangan lengan bawah dan tangan yang difus dan simetris.

EKG/ekokardiografi dan kateterisasi jantung e.Medikamentosa 1)Obat vasoaktif a)Fenoksibenzamin. mulamula pucat dan sianosis (karena vasokontriksi).Foto rongten oesophagus maag duodenum (OMD) : tampak hipoosmolalitas esophagus b. ileum e. Dimulai dengan dosis rendah sampai mencapai dosis 2 g/hari . 5.Jantung Kelainan jantung pada scleroderma ada 3 macam : 1)Sclerosis koroner : merupakan kelainan yang paling tidak spesifik. Jarang ditemukan jari clubbing. kerjanya menurunkan depot katekolamin.Ginjal Tanda-tanda klinis kelainan ginjal yaitu hipertensi ( tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg). ini penting karena pada kebanyakan penderita telah terdapat hipertensi paru sebelum timbul keluhan pada paru.Foto rongten toraks : fibrosis interstitial difus di paru-paru d.Foto rongten usus halus : dilatasi jejenum .Foto rongten tangan/lengan : tampak resorpsi falang.Arteriogram ginjal disertai pemeriksaan aliran darah korteks ginjal Gambaran histopatologik kulit menunjukkan adanya penebalan epidermis disertai menghilangnya organ-organ epidermis dan tampak pula bertambahnya jaringan kolagen dalam dermis 6. proteinuria > 1+. misalnya dyspnea d‘effort atau nafas pendek. Untuk ini kadang-kadang diperlukan pemeriksaan penunjang lain seperti foto rongten/analisis jantung.Diagnosis Sulit untuk menegakkan diagnosis scleroderma sebelum timbul kelaianan kulit yang khas. Biasanya timbul akibat pengaruh udara dingin atau ketegangan emosi. Pengawasan terhadap perkembangan hipertensi paru dapat dilakukan dengan memperhatikan peningklatan intensitas komponen pulmonal pada bunyi jantung 2 dan derajat pecahnya (splitting bunyi jantung 2. diberikan peroral. kalsifikasi subkutan c.Arteriogram perifer : penyumbatan pembuluh darah h. sekali sehari c)Metildopa. Factor presipitasi untuk timbulnya gangguan ini adalah berhurangnya volume darah sehingga aliran darah ginjal terganggu. efusi perikard tanpa gejala yang berlangsung lambat tapi progresif Gejala gangguan jantung sering sukar dibedakan dengan gejala gangguan paru.Penatalaksanaan a. Jarang timbul angina atau infark jantung 2)Fibrosis miokard 3)Kelainan perikard : berupa epikarditis akut.paru dan kelainan pada gambaran radiologist.Foto rongten gigi : pelebaran membran periodontal g. Pemerisaan radiologik banyak membantu dalam menegakkan diagnosis scleroderma . pemeriksaaan radiologik yang biasanya dilakukan adalah : a. misalnya karene operasi besar. Scleroderma harus dipikirkan jika pada seorang wamnita berumur 20-50 tahun terdapt syndrome raynaud dan pembengkakan tangan. kemudian menjadimerah dan nyeri pada waktu sirkulasi kembali normal. dan uremia. suatu obat alfa adrenergic. perdarahan. 10-40 mg/hari b)Guanetidin dengan dosis 40 mg. d. Kelainan ginjal sering timbul akut. pemakaian diuretic yang berlebihan.Foto rongten kolon : gambaran kantong-kantong pada kolon f. Syndrome raynaud ini tampak pada jari-jari tangan .

Latihan range of motion aktif/pasif. tetapi bisa terjadi pada usia berapapun.0 g/hari b. gangguan saluran pencernaan yang berat berupa diare. tidak berlangsung lama Rekontruksi d. memerlukan bimbingan fisioterapi yang ketat. pemanasan.Perawatan di Rumah sakit Perawatan di Rumah sakit perlu silakukan apabila ditemukan kegagalan kardiopulmonal. Keduanya bermanfaat untuk memperbaiki peredaran darah dankontraktur yang disebabkan oleh fibrosis pada sendi dan kulit Pencegahan vasokonstriksi karena dingin dan usaha mempertahankan pembuluh darah dalam keadaan sedikit vasodilatasi dilakukan misalnya dengan melindungi tubuh terhadap dingin dan melakukan latihanjasmani bertahap c.Fisioterapi Fisioterapi merupakan hal yang tak boleh dilupakan pada penatalaksanaan scleroderma.Arthritis Reumatoid 1. B. dan sebagainya e. usus halus.Defenisi Artritis Rematoid adalah suatu penyakit autoimun dimana persendian (biasanya sendi tangan dan kaki) secara simetris mengalami peradangan. Dosis mungkin mencapai 4-5 g/hari b)Kortikosteroid.5-2. Penyakit ini terjadi pada sekitar 1% dari jumlah penduduk. nyeri dan seringkali akhirnya menyebabkan kerusakan bagian dalam sendi. Efek sampingnya terhadap saluran pencernaan serta timbulnya reaksi alergi di kulit menyulitkan pemberian jangka lama d)Antimalaria 3)Lain-lain a)Rheomacrodex b)Imunosupresif misalnya klorambusil c)Colchicines. dehidrasi. kegagalan ginjal. Dianjurkan pemberian dosis rendah sacara intra arteri untuk menghindari pengaruh sistemik dan mencapai pengaruh maksimal pada arteri perifer.5 mg menghasilkan perlindungan terhadap vasokonstriksi perifer selama ± 6 bulan 2)Obat-obat antiinflamasi a)Asam asetilsilat. Biasanya pertama kali muncul pada usia 25-50 tahun. diberikan jika terdapat tanda-tanda peradangan pada awal penyakit c)Potassium para-aminobenzoat 12-16 g/hari. . jantung.Aspek psikososial Perlu penjelasan mengenai penyakit disertai sokongan penderita maupun keluarganya.d)Reserpin.penisilamin. juga merupakan penghambat simpatis. dosis 0. dan wanita 2-3 kali lebih sering dibandingkan pria. ginjal.Pengobatan khusus Bergantung pada organ/system yang terkene misalnya esophagus. sehingga terjadi pembengkakan. paru. Artritis rematoid juga bisa menyebabkan sejumlah gejala di seluruh tubuh.Tindakan operatif Tindakan operatif terutama ditujukan terhadap : Ulserasi : debridement dan sebagainya Simpatektomi : hasilnya hanya bersifat sementara. muntah. 7-10 mg/minggu. terutama untuk atralgia dan mialgia. Mengurangai sekresi proklagen oleh fibroblast d)D. Pemberian 0. dan persiapan operasi f. malnutrisi.

Pada proses fagositosis menghasilkan enzim-enzim dalam sendi. Sindroma Felty terjadi jika pada penderita artritis rematoid ditemukan pembesaran limpa dan penurunan jumlah sel darah putih. 3. proliferasi membrane sinovial dan akhirnya pembentukan pannus. reaksi autoimun terutama terjadi dalam jaringan sinovial. tetapi berbagai faktor (termasuk kecenderungan genetik) bisa mempengaruhi reaksi autoimun. Pannus ini dapat menyebar ke seluruh sendi dan merangsang proses peradangan dan pembentukan jaringan parut dan secara lambat akan merusak sendi.Diagnosa . Penderita lainnya menunjukkan pembengkakan kelenjar getah bening. Yang pertama kali meradang adalah sendi-sendi kecil di jari tangan. dimana pada saat yang sama banyak sendi yang mengalami peradangan. peradangan berlangsung terus menerus dan menyebar ke struktur-struktur sendi disekitarnya termasuk tulang rawansendi dan kapsul fibrosa sendi. Akhirnya ligament dan tendon ikut meradang. jari kaki. sindroma Sjögren atau peradangan mata. gangguan pernafasan dan kelainan fungsi jantung. Pembengkakan pergelangan tangan bisa mengakibatkan terjadinya sindromaterowongankarpal. jika suatu sendi pada sisi kiri tubuh terkena. Sendi yang terkena akan membesar dan segera terjadi kelainan bentuk. kaki. Sendi bisa terhenti dalam satu posisi (kontraktur) sehingga tidak dapat diregangkanataudibukasepenuhnya. Beberapa penderita merasa lelah dan lemah. Hal ini akan menyebabkan nyeri yang sangat hebat dan deformitas. 4. Akibatnya adalah menghilangnya permukaan sendi yang akan menganggu gerak sendi. tangan. Sekitar 30-40% penderita memiliki benjolan keras (nodul) tepat dibawah kulit. maka sendi yang sama di sisi kanan tubuh juga akan meradang. Pannus akan menghancurkan tulang rawan dan meniombulkan erosi tulang. Jari-jari pada kedua tangan cenderung membengkok ke arah kelingking. Sendi yang meradang biasanya menimbulkan nyeri dan menjadi kaku. 5. terutama menjelang sore hari. pergelangan tangan. Biasanya peradangan bersifat simetris.2. Pada p[eradangan kronik. Sinovium yang menebal inilah yang dilapisi oleh jaringan granuler disebut sebagai pannus seeperti yang disebutkan sebelumnya. yang apabila pecah bisa menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada tungkai sebelahbawah. Peradangan pada selaput di sekitar paru-paru (pleuritis) atau pada kantong di sekitar jantung (perikarditis) atau peradangan dan pembentukan jaringan parut pada paru-paru bisa menyebabkan nyeri dada. sikut dan pergelangan kaki. Otot akan ikut terkena karena serabut otot akan mengalami perubahan degeneratif dengan menghilangnya elastisitas otot dan kekuatan kontraksi otot. terutama pada saat bangun tidur atau setelah lama tidak melakukan aktivitas.Patofisiologi Pada AR. Enzim-enzim ini akan memecah kolagen sehingga terjadi edema. Bisa terjadi demam ringan dan kadang terjadi peradangan pembuluh darah (vaskulitis) yang menyebabkan kerusakan saraf atau luka (ulkus) di tungkai.Penyebab Penyebab yang pasti tidak diketahui. yang biasanya terletak di daerah sekitar timbulnya penyakit ini. bisa terbentuk kista. membrane sinovium mengalami hipertropi dan menebal sehingga terjadi hambatan aliran darah yang menyebabkan nekrosis sel dan respon peradangan berlanjut.Gejala Artritis rematoid bisa muncul secara tiba-tiba. Penyakit Still merupakan variasi dari artritis rematoid dimana yang pertama muncul adalah deman tinggi dan gejala umum lainnya. Pada AR. Di belakang lutut yang terkena. sehingga tendon pada jari jari tangan bergeser dari tempatnya.

sebagian besar menderita anemia . Artritispsoriatik f. Biasanya. Pembidaian bisa digunakan untuk imobilisasi dan mengistirahatkan satu atau beberapa sendi. 6. Mengistirahatkan sendi secara rutin seringkali membantu mengurangi nyeri.Perubahan yang khas pada foto rontgen. kortikosteroid dan obat imunosupresif.Pemeriksaan cairan sendi. Yang paling banyak digunakan adalah aspirin dan ibuprofen. tetapi untuk memperkuat diagnosis perlu dilakukan: 1. 4.Membedakan artritis rematoid dari berbagai keadaan lainnya yang bisa menyebabkan artritis.Pemeriksaan darah . bisa menunjukkan adanya perubahan khas pada sendi. Obat-obatan utama yang digunakan untuk mengobati artritis rematoid adalah obat anti peradangan non-steroid.Faktor rematoid di dalam darah 5. Kadar antibodi ini bisa menurun jika peradangan sendi berkurang dan akan meningkat jika terjadi serangan. Seseorang yang memiliki 4 dari 5 gejala berikut. . tidaklah mudah.Peradangan (artritis) pada 3 atau lebih sendi (selama minimal 6 minggu) 3. karena pemakaian sendi yang terkena akan memperburuk peradangan. Pseudogout i. Pola gejalanya sangat khas. perlu dilakukan beberapa pergerakan sendi yang sistematis. Artritisgonokokal c. Spondilitisankilosing g.9 dari 10 penderita memiliki laju endap eritrosit yang meningkat . 3.Rontgen. Obat ini mengurangi pembengkakan pada sendi yang terkena dan meringankan rasa nyeri. Aspirin merupakan obat tradisional untuk artritis rematoid.Pengobatan Prinsip dasar dari pengobatan artrtitis rematoid adalah mengistirahatkan sendi yang terkena. Osteoartritis. obat yang lebih baru memiliki lebih sedikit efek samping tetapi harganya lebih mahal. Mengenali artritis rematoid. Obat anti peradangan non-steroid.kadang jumlah sel darah putih berkurang . kemungkinan menderita artritis rematoid: 1. maka semakin hebat potensi efek sampingnya. SindromaReiter e. maka semakin berat penyakitnya dan semakin jelek prognosisnya.Kekakuan di pagi hari yang berlangsung lebih dari 1 jam (selama minimal 6 minggu) 2.7 dari 10 penderita memiliki antibodi yang disebut faktor rematoid.Biopsi nodul.Artritis pada persendian tangan. Demamrematik b. tetapi untuk mencegah kekakuan. 2. Gout h. semakin kuat obatnya. Keadaan-keadaaan yang menyerupai artritis rematoid adalah: a. biasanya semakin tinggi kadar faktor rematoid dalam darah. obat slow-acting. PenyakitLyme d. pergelangan tangan atau jari tanan (selama minimal 6 minggu) 4.sehingga diperlukan pemantauan ketat.

Jika terjadi efek samping tersebut. Jika setelah 6 bulan tidak menunjukkan perbaikan. Misoprostol bisa membantu mencegah erosi lapisan lambung dan pembentukan ulkus gastrikum. Senyawa emas bisa menimbulkan efek samping pada beberapa organ. Obat slow-acting kadang merubah perjalanan penyakit.Senyawa emas. karena itu obat ini tidak diberikan kepada penderita penyakit hati atau ginjal yang berat atau penyakit darah tertentu. maka pemakaiannya segera dihentikan. 2. maka pemakaian obat harus dihentikan. Pemakaiannyaharusdipantausecaraketat. dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih. Selama pengobatan berlangsung. Jika terjadi efek samping yang serius. sakit otot dan kelainan mata. bisa dicegah dengan memakan makanan atau antasid atau obat lainnya pada saat meminum aspirin. Obat ini juga bisa menyebabkan miastenia gravis. 1. tetapi obat ini juga menyebabkan diare dan tidak mencegah terjadinya mual atau nyeri perut karena aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya. Yang sekarang ini digunakan adalah senyawa emas. Kadang perbaikan dicapai setelah diberikannya dosis pemeliharaan selama beberapa tahun.Penisilamin. Suntikan mingguan diberikan sampai tercapai dosis total 1 gram atau sampai timbulnya efek samping atau terjadinya perbaikan yang berarti. Obat ini biasanya ditambahkan jika obat anti peradangan non-steroid terbukti tidak efektif setelah diberikan selama 2-3 bulan atau diberikan segera jika penyakitnya berkembang dengan cepat. Telinga berdenging merupakan efek samping yang menunjukkan bahwa dosisnya terlalu tinggi. Sebelum pengobatan dimulai dan setiap seminggu sekali selama pengobatan berlangsung. Efek sampingnya berupa ruam kulit. kelainan ginjal. penisilamin. maka pemberian obat ini dihentikan. sindroma Goodpasture dan sindroma yang menyerupai lupus. Dosisnya secara bertahap dinaikkan sampai terjadinya perbaikan. hydroxycloroquinine dan sulfasalazine. Efek sampingnya biasanya ringan. Obat slow-acting. Jika obat ini efektif. penyakit otot.Hydroxycloroquine. dosisnya dikurangi secara bertahap. Efek sampingnya adalah penekanan terhadap pembentukan sel darah di dalam sumsum tulang.Dosis awal adalah 4 kali 2 tablet (325 mgram)/hari. yaitu berupa ruam kulit. Efeknya menyerupai senyawa emas dan bisa digunakan jika senyawa emas tidak efektif atau menyebabkan efek samping yang tidak dapat ditoleransi. ruam kulit dan rasa tidak enak di mulut. yang merupakan efek samping dari dosis yang terlalu tinggi. Tetapi beberapa kelainan mata bisa menetap. Gangguan pencernaan dan ulkus peptikum. gatal dan berkurangnya sejumlah sel darah. meskipun perbaikan memerlukan waktu beberapa bulan dan efek sampingnya berbahaya. Digunakan untuk mengobati artritis rematoid yang tidak terlalu berat. Senyawa emas berfungsi memperlambat terjadinya kelainan bentuk tulang. sehingga penderita yang mendapatkan obat ini harus memeriksakan matanya sebelum dilakukan pengobatan dan setiap 6 bulan selama pengobatan berlangsung. Jika . Biasanya diberikan sebagai suntikan mingguan. 3. dilakukan pemeriksaan darah dan air kemih setiap 2-4 minggu sekali.

Efek sampingnya berupa penyakit hati. Efek samping yang sering terjadi adalah penipisan kulit. Obat imunosupresif. seperti peradangan selaput paru-paru (pleuritis) atau peradangan kantong jantung (perikarditis). Biasanya latihan akan lebih mudah jika dilakukan di dalam air. bisa dilakukan latihan aktif yang rutin. Untuk mengobati persendian yang kaku. Kortikosteroid efektif pada pemakaian jangka pendek dan cenderung kurang efektif jika digunakan dalam jangka panjang. azatioprin dan cyclophosphamide) efektif untuk mengatasi artritis rematoid yang berat. yang melibatkan hampirsetiaporgan. padahal artritis rematoid adalah penyakit yang biasanya aktif selama bertahun-tahun. memar. Kortikosteroid biasanya tidak memperlambat perjalanan penyakit ini dan pemakaian jangka panjang menyebabkan berbagai efek samping. terutama jika sendi yang terkena digunakan secara berlebihan sehingga mempercepat terjadinya kerusakan sendi. Terapi lainnya. Dosisnya dinaikkan secara bertahap dan perbaikan biasanya terjadi dalam 3 bulan. Jika pemberian obat tidak membantu. Karena itu obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi kekambuhan yang mengenai beberapa sendi atau jika obat lainnya tidak efektif. Kortikosteroid (misalnya prednison) merupakan obat paling efektif untuk mengurangi peradangan di bagian tubuh manapun. pemakaian obat ini bisa dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan. Sulfasalazine bisa menyebabkan gangguan pencernaan. kadar gula darah yang tinggi dan katarak. Kortikosteroid juga digunakan untuk mengobati peradangan diluar sendi. mungkin perlu dilakukan pembedahan. Sendi yang meradang harus dilatih secara halus sehingga tidak terjadi kekakuan. maka hampir selalu digunakan dosis efektif terendah.terjadi perbaikan. 4. kelainan sel darah dan ruam kulit. biasanya dilakukan pembedahan untuk . Untuk mengembalikan pergerakan dan fungsinya. tetapi jangan sampai terlalu lelah. digunakan untuk mengobati arthritis rematoid stadium awal. Metotreksat diberikan per-oral (ditelan) 1 kali/minggu. terapi fisik. Siklosporin bisa digunakan untuk mengobati artritis yang berat jika obat lainnya tidak efektif. osteoporosis. dilakukan latihan yang intensif dan kadang digunakan pembidaian untuk meregangkan sendi secara perlahan. Setelah peradangan mereda. Obat imunosupresif (contohnya metotreksat. mudah terkena infeksi. Untuk menghindari resiko terjadinya efek samping.Sulfasalazine. Obat ini bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi. Obat ini menekan peradangan sehingga pemakaian kortikosteroid bisa dihindari atau diberikan kortikosteroid dosis rendah. bisa dilakukan latihanlatihan. Selain itu azatioprine dan siklofosfamid bisa meningkatkan resiko terjadinya kanker. penekanan terhadap pembentukan sel darah di sumsum tulang dan perdarahan kandung kemih (karena siklofosfamid). pemanasan pada sendi yang meradang dan kadang pembedahan. tetapi bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang. kelainan hati. Bersamaan dengan pemberian obat untuk mengurangi peradangan sendi. peradangan paru-paru. tekanan darah tinggi. Obat ini semakin banyak digunakan untuk mengobati artritis rematoid. Kortikosteroid.

termasuk warna kuning dan biru . sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah.Gejala Selain mengurangai pembentukan sel darah merah.Defenisi Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12. Jika kekurangan salah satu darinya.Warna kulit menjadi lebih gelap . hidroksiurea.Pergerakanyangkaku. C. bisa terjadi anemia megaloblastik. Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat. kaki dan tangan .Penyebab Anemia Karena Kekurangan Vitamin B12 (anemia pernisiosa) adalah anemia megaloblastik yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B12.Pucat . Kadang anemia ini disebabkan oleh obat-obat tertentu yang digunakan untuk mengobati kanker (misalnya metotreksat.Anoreksia . sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas). sumsum tulang menghasilkan sel darah merah yang besar dan abnormal (megaloblas). Jika kekurangan salah satu darinya. bisa terjadi anemia megaloblastik. Pada anemia jenis ini. Selain zat besi. fluorourasil dan sitarabin). supaya kaki tidak terlalu nyeri ketika digunakan untuk berjalan.Luka terbuka di lidah atau lidah seperti terbakar . fluorourasil dan sitarabin).mengganti sendi lutut atau sendi panggul dengan sendi buatan. Pada anemia jenis ini. Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut. 2. Contohnya adalah sepatu ortopedik khusus atau sepatu atletik khusus. Penderita yang menjadi cacat karena artritis rematoid bisa menggunakan beberapa alat bantu untuk menyelesaikan tugas sehari-harinya.Lidah licin . Persendian juga bisa diangkat atau dilebur (terutama pada kaki). Anemia megaloblastik paling sering disebabkan oleh kekurangan vitamin B12 dan asam folat dalam makanan atau ketidakmampuan untuk menyerap vitamin tersebut. 3. Gejala lainnya adalah: .Buta warna tertentu.Penurunan berat badan .Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal. Selain zat besi.Hilangnya rasa ditungkai. sumsum tulang memerlukan vitamin B12 dan asam folat untuk menghasilkan sel darah merah. Sel darah putih dan trombosit juga biasanya abnormal. hidroksiurea. Ibu jari bisa dilebur sehingga penderita bisa menggenggam dan tulang belakang di ujung leher yang tidak stabil bisa dilebur untuk mencegah penekanan terhadap urat saraf tulang belakang.Kesemutan ditangan dan kaki .Anemia Pernesiosa 1.Linglung . kekurangan vitamin B12 juga mempengaruhi sistem saraf dan menyebabkan: .

4. Juga dapat dilihat perubahan sel darah putih dan trombosit. neutrofilo hiperpigmentsi. selama beberapa minggu sampai kadar vitamin B12 dalam darah kembali normal. Kadar vitamin B12 serum kurang dari 100 pg/ml 6. Filed under: 9. maka dilakukan pengukuran kadar vitamin B12 dalamdarah. Gambaran sum-sum tulang megaloblastik. Jika penyebabnya masih belum pasti. lalu penyerapannya diukur kembali. maka anemia ini bisa dicegah melalui pola makanan yang seimbang. IMUNOLOGY ZONE | 2 Komentar » SKIN GRAFT Posted on Maret 9.yaitu analisa lambung. Sering ditemukan dengan gastritis atrofi (dalam jangka waktu lama dikaitkan dengan peningkatan risiko karsinoma gaster).Pencegahan Jika penyebabnya adalah asupan yang kurang. sehingga menyebabkan aklorhidria. kekurangan vitamin B12 terdiagnosis pada pemeriksaan darah rutin untuk anemia. Pada contoh darah yang diperiksa dibawah mikroskop. Pada awalnya suntikan diberikan setiap hari atau setiap minggu. 2008 by harnawatiaj . Sebagian besar penderita tidak dapat menyerap vitamin B12 per-oral (ditelan). Biasanya pemeriksaan dipusatkan kepada faktor intrinsik: 1. Dimasukkan sebuah selang kecil (selang nasogastrik) melalui hidung. Diberikan sejumlah kecil vitamin B12 radioaktif per-oral (ditelan) dan diukur penyerapannya..Contoh darah diambil untuk memeriksa adanya antibodi terhadap faktor intrinsik.Pemeriksaan yang lebih spesifik.Penurunan fungsi intelektual.Pengobatan Pengobatan kekurangan vitamin B 12 atau anemia pernisiosa adalah pemberian vitamin B12. Jika diduga terjadi kekurangan. Selanjutnya diambil contoh cairan lambung dan diperiksa untuk menemukan adanya faktor intrinsik. maka diagnosisnya pasti anemia pernisiosa. melewati tenggorokan dan masuk ke dalam lambung.Pemeriksaan penunjang Sel darah merah besar-besar (makrositik). bisa dilakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya. Jika sudah pasti terjadi kekurangan vitamin B12. tetapi tidak diserap tanpa faktor intrinsik. 5. bisa dilakukan tes Schilling.Depresi . Lalu disuntikkan pentagastrin (hormon yang merangasang pelepasan faktor intrinsik) ke dalam sebuah vena. Jika vitamin B12 diserap dengan faktor intrinsik. Selanjutnya suntikan diberikan 1 kali/bulan. Penderita harus mengkonsumsi tambahan vitamin B12 sepanjang hidupnya. Biasanya antibodi ini ditemukan pada 60-90% penderita anemia pernisiosa. MCV ≥ 100fmol/l. 2. Kemudian diberikan faktor intrinsik dan vitamin B12.karena itu diberikan melalui suntikan. 7. terutama jika penderita telah menderita anemia dalam jangka waktu yang lama. tampak megaloblas (sel darah merah berukuran besar).Diagnosa Biasanya.

Sheet skin graft Skin graft pada daerah wajah . pantat. Skin graft merupakan pencangkokan lapisan epidermis kulit yang dapat dipindahkan secara bebas.Tujuan khusus : a. Cangkokan kulit diperoleh dari lokasi donor atau ―host‖ dan dipasangkan pada lokasi yang dikehendaki yang disebut lokasi ―resipien‖ atau ―graft bed‖.Berdasarkan ketebalannya a.Allograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari spesies yang sama c.Meshed skin graft Skin graft pada daerah mata dan lubang b.Full thickness yaitu tergantung dari banyaknya dermis yang ikut dalam spesimen.KLASIFIKASI SKIN GRAFT 1. Kulit yang digunakan dapat berasal dari bagian mana saja dari tubuh. sedang atau tebal. 2.Menutup daerah kulit yang terkelupas dan menutup luka dimana kulit sekitarnya tidak cukup menutupinya 3. pisau graft kulit. namun lazimnya berasal dari daerah paha.Mengurangi lamanya perawatan d. (yudini.2007) 2.Mempercepat penyembuhan luka b.Autograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari kulit pasien sendiri b.PEMASANGAN GRAFT Graft atau cangkokan diperoleh dengan berbagai unstrumen seperti pisau tipis seperti silet ( rasa blades ). punggung atau perut.TUJUAN Tujuan dilakukan skin graft adalah : 1.Berdasarkan letak a. b.Tujuan umum : Untuk memperbaiki kecacatan atau kelainan yang timbul akibat kecelakaan. leher. Skin graft adalah suatu tindakan atau tehnik memindahkan kulit yang sehat dan menempelkan ke bagian kulit yang luka.1.Split thickness yaiu skin graft yang tipis.Berdasarkan sumber donornya a. dermatom bertenaga listrik atau udara.Mencegah kontraktur c. Kulit yang digunakan untuk graft dapat berasal dari bagian bagian tubuh yang lain . 4.PENGERTIAN Skin graft ( pencangkokan kulit ) merupakan tehnik untuk melepaskan potongan kulit dari suplai darahnya sendiri dan kemudian memindahkannya sebagai jaringan bebas ke lokasi yang jauh ( resipien ). atau drum dermatome. seperti .Memperbaiki defek yang terjadi akibat eksisi tumor kulit e.Zenograft atau heterograft Yaitu skin graft yang donornya adalah jaringan yang diperoleh dari spesies yang lain / berbeda 3. tangan dan kaki 2.

Cangkokan ini bisa dipotong dan dibentangkan seperti jala agar menutupi suatu daerah yang lebar. Tehnik cangkok jala ini disebut ―mesh‖ dan biasanya digunakan pada skin loss yang luas/parah.Cangkokan harus melekat rapat dengan dasar (bed) lokasi resipien (untuk menghindari penumpukan darah atau cairan).Mendapatkan cangkokan kulit yang setebal mungkin tanpa mengganggu kesembuhan luka pada lokasi donor. Flap yang dipindahkan akan membentuk perdarahan baru ditempat resipien. d.cangkokan ini dapat dibiarkan terbuka (pada daerah yang tidak mungkin diimmobilisai) atau ditutup dengan kasa pembalut tipis atau pembalut tekan manurut daerahnya.cangkokan kulit dapat dijahitkan atau tidak pada lokasi tersebut.Proses revaskularisasi (pembentukan kembali pasokan darah) dan perlekatan kembali cangkokan kulit pada dasar lokasi resipien. c.Mempertimbangkan efek kosmetik pada lokasi donor setelah kesembuhan terjadi sehingga lokasi ini sebaiknya dipilih dari tempat yang tersembunyi. sehingga luasnya mencapai 1. b. Agar cangkokan kulit dapat hidup dan efektif. c.punggung. Kriteria pemilihan lokasi donor yaitu harus dipertimbangkan : a. d. Permukaan kulit dapat dioerluas dengan membuat irisan yang bila direnggang akan membentuk jala. Pada pemasangan di lokasi resipien. tidak ada infeksi dan keadaan umum penderita.Cankokan harus terfiksasi kuat (terimmobilisasi) sehingga posisinya dipertahankan pada lokasi resipien.beberapa persayaratannya : a.Mencapai kecocokan warna sedekat mungkin dengan memperhatikan jumlah cangkokan kulit yang diperlukan.PERAWATAN PRE OPERASI SKIN GRAFT 1.5 kali sampai 6-9 kali luas semula. 5.Mencocokkan tekstur dan kualitas kulit untuk membawa rambut.Pengkajian Keadaan umum Vital sign Status nutrisi Pola eliminasi Pola istirahat dan tidur Persepsi pasien Hasil laboratorium .untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka diperlukan beberapa pensyaratan antara lain. Flap adalah cangkok jaringan kulit beserta jaringan lunak dibawahnya yang diangkat dari tempat asalnya tetapi tetap mempunyai hubungan perdarahan dengan tempat asal. b.Lokasi resipien harus memiliki pasokan darah yang adekuat sehingga fungsi fisiologi yang normal dapat berlangsung kembali.Daerah pencangkokan harus bebas dari infeksi. perdarahan pada daerah resipien harus baik. Setelah cangkokan kulit terpasang pada tempatnya.

Skin graft (immobilisasi) sampai menempel dengan baik bila memindahkan pasien.Luka pada bagian donor tidak boleh tergeser dan boleh bergerak bebes b.Bila luka bersih.Gangguan sirkulasi (ada spalak) d. 2) Urutan perawatan luka a.Beri zalk silver sulfadiazine (ssp) pada luka (0.Skin graft pada tangan dan kaki. c.PERAWATAN SKIN GRAFT . nyeri tekan. c. buka balutan setelah 2 minggu post op. 3) Perawatan luka pada donor a.2. rawat setiap hari.Tutup dengan menggunakan gaas steril. b.Jika bioskin kering bersihkan dengan savlon 1% dan biarkan bioskin tetap enempel dan tutup dengan gaas steril. bengkak.Bila menggunakan Bioskin (alloask) buka pada hari ketiga. sokong bantal di bawahnya untuk mencegah edema.Buka balutan dengan pemberian NaCl bila balutan kering / lengket. rawat luka 2 hari sekali.9% (normal salin).5 cm) e. d. bila ada bau busuk.Keringkan dengan kasa steril d.Luka donor yang hanya diberi sufratulle.PERAWATAN POST OPERASI 1) Hal yang perlu diperhatikan : a. hati-hatie.Luka dicuci dengan cairan savlon 1% kemudian dibilas NaCl 0.Amati tanda-tanda infeksi.Perdarahan post op c.lepaskan alloask dan berikan sufratulle dan zalf AB kemudian tutup gaas steril. 7.Persiapan fisik Puasakan pasien 8 jam Cukur daerah donor Cairan / nutrisi parenteral selama puasa Laboratorium Thoraks foto EKG Concern form Kaji tingkat kecemasan Penjelasan tentang skin graft 6.Keadan umum b. e.

keluarga.Kultur luka : mengidentifikasi adanya infeksi . kecuali ada tanda infeksi segera buka. tekan skin graft agar tetap menempel gunakan 2 buah pinset.Rehabilitasi/ latihan setelah skin graft benar-benar lengket.Albumin serum : rasio albumin/globulin mungkin terbalik sehubungan dengan kehilangan protein pada edema cairan j. jika ada stepler dibuka pada hari ketujuh dan buka jahitan pada hari ke 14.bau.Pletismografi : mengukur TD segmental bawah terhadap ekstremitas bawah mengevaluasi aliran darah arterial d.Ultrasound Dropler : untuk mengkaji dan mengukur aliran darah e. buatlah gulungan gaas steril dan gulung perlahan-lahan gulungan gaas ke arah tepi.bengkak. b.Bila ada tanda infeksi (merah.Kering atau lengket basahi NaCl jangan dipaksakan. e.Tekanan O2 Transkutaneus : memberi peta area perfusi paling besar dan paling kecil dalam keterlibatan ekstremitas f. c.Reaksi tubuh : tidak magnetis.Jika terjadi perdarahan tekan daerah tersebut sampai perdarahan berhenti dan laporkan jika berlanjut. d.Bersihkan skin graft dengan savlon 1%.Fotografi area luka : catatan untuk penyembuhan luka/ skin loss KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan didasarkan pada kiat keperawatan berbentuk pelayanan bio-psiko-sosial dan spiritual yang komprehensif ditujukan kepada individu. kelompok dan masyarakat baik . h. f.Elektrolit serum : Kalium dapat meningkat pada awal sehubungan dengan cedera jaringan.Bagian skin graft tidak boleh dibuka sebelum hari kelima.Perhatikan jika terjadi hipertropi jaringan (pemakaian elastis verban).Reaksi penolakan/alergi c.BUN / Kreatinin : dapat meningkat akibat cedera jaringan k. dan organisme penyebab l.LED : Peningkatan mengindikasikan respon inflamasi b.KOMPLIKASI a.Buka balutan harus sangat hati-hati.Jika ncairan terkumpul di bawah graft.Ganti verban setiap hari. g.Hitung darah lengkap/diferensial : peninggian dan ―perpindahan kekiri‖ diduga proses infeksi c.pus).Tutup dengan gaas steril dan elastis verban.SDP : Leukositosis dapat terjadi sehubungan dengan kehilangan sel pada sisi luka dan respon inflamasi terhadap cedera g.Pus bersihkan dengan bethadine. 8. i. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK a. kerusakan SDM dan penurunan fungsi ginjal h. j.a. tidak menghantar listrik I. 1untuk menekan dan yang lainnya untuk melepaskan.Infeksi b.Glukosa Serum : Peningkatan menunjukkan respon terhadap stress i.

meringis.)Nyeri berhubungan dengan cedera pada jaringan lunak. 1990) 1. menangis. pelaksanaan dan evaluasi yang memerlukan kecakapan dan keterampilan profesional tenaga keperawatan (Budi Keliat. dangkal . marah. sekresi oral i. efek prilaku. cedera vaskuler langsung. 2. ansietas. 4. hipovolemia. edema berlebihan. reaksi orang lain. steroid 2.Aktifitas / istirahat : Gejala : keterbatasan aktual Tanda : penurunan kekuatan. gangguan massa otot.)Resiko tinggi terhadap disfungsi perifer berhubungan dengan penurunan/interupsi aliran darah. .Sirkulasi e.Diagnosa Keperawatan Brdasarkan pada pengkajian.sirkulasi Tanda : hipotensi. ketergantungan.Integritas ego : Gejala : masalah tentang keluarga. diagnosa keperawatan utama dapat mencakup yang berikut : 1. menangis h. pekerjaan. ansietas.Penyuluhan/pembelajaran: Pengobatan sekarang misalnya ‗ anti-inflamasi.Neurosensori : Tanda : perubahan orientasi. takikardi ( syok. sensitif untuk disentuh. ketidak mampuan menelan. penurunan refleks g. keuangan . Asuhan keperawatan dilakukan dengan menggunakan proses keperawatan untuk meningkatkan. perencanaan. imobilisasi.gejala : masalah tentang keintiman hubungan f.)Gangguan mobilitas berhubungan dengan nyeri 6.Pengkajian Pada pengkajian keperawatan pasien dengan skin graft meliputi : a. perubahan membran alveolar/kapiler. masalah dengan citra tubuh j. masalah tentang peran fungsi. diteka. menarik diri. mencegah dan memulihkan kesehatan melalui 4 tahap proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian.)Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan inkontuinitas jaringan (kehilangan integritas jaringan). perubahan tonus b.)Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit/jaringan donor berhubungan dengan skin graf dan mobilisasi.yang sehat maupun yang sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan. mengi. kecacatan Tanda : ansietas.Pernafasan : Gejala : takipnea. stress. tahanan. pembentukan trombus. berteriak.Interaksi sosial : Gejala : masalah sehubungan dengan penyakit/ kondisi. analgesik narkotik. gerakan udara dan perubahan suhu Tanda : melindungi area yang sakit. nyeri). d. 3.Nyeri/ kenyamanan Gejala : berbagai tingkat nyeri. 5. cepat dan pernafasan keras Tanda : batuk.)Resiko tinggi terhadap gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan aliran darah/emboli lemak. keterbatasan rentang gerak pada area yang sakit. penurunan nadi perifer distal pada ekstremitas yang cedera c. menyangkal.

7.)Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah informasi/tidak mengenal sumber informasi. 8.)Gangguan pemenuhan ADL ; berhubungan dengan immobilisasi. 9.)Gangguan konsep diri (body image) berhubungan dengan skin loss/ skin graf 10.)Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan. Perencanaan Setelah merumuskan diagnosa keperawatan, maka intervensi dan aktivitas keperawatan perlu ditetapkan untuk mengurangi, menghilangkan dan mencegah masalah keperawatan klien, maka langkah selanjutnya adalah memenuhi kebutuhan tersebut melalui suatu perencanaan yang baik. a.)Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan inkontuinitas jaringan (kehilangan integritas jaringan).. (1.)Tujuan Mencegah terjadinya infeksi untuk mencapai penyembuhan luka sesuai waktu, bebas drainase purulen atau eritema dan demam. (2.)Intervensi (a.)Pantau TTV dan Tanda – tanda infeksi. Rasional : Perubahan tanda vital mengindikasikan ada infeksi. (b.)Kaji nilai-nilai Lab terutama LED. Rasional : Untuk mengetahui adanya tingkat infeksi (c.)Observasi luka untuk pembentukan bula, krepitasi perubahan warna kulit kecoklatan, bau drainage yang tak sedap atau asam. Rasional : Tanda perkiraan infeksi gas gangren. (d.)Pertahankan tindakan isolasi dgn teknik isolasi. Rasional : Mencegah penyebaran kuman / mikroorganisme agar tidak terjadi infeksi silang. (e.)Rawat luka dengan cara aseptic steril.. Rasional : Meminimalkan Infeksi. (f.)Berikan obat sesuai indikasi, contoh antibiotik IV/topikal. Rasional : Antibiotik spektrum luas dapat digunakan secara profilaktik atau dapat ditujukan pada mikroorganisme. (g.)Pantau adanya sepsis, demam, Takhipnoe. Rasional :Sepsis, demam, takhipnoe menandakan Infeksi (h.)Ciptakan lingkungan yg tidak memungkinkan pertumbuhan bakteri Rasional :Infeksi Mencegah infeksi bertambah parah dan mencegah infeksi silang b.)Nyeri berhubungan dengan cedera jaringan lunak, imobilisasi, stress, ansietas (1.)Tujuan : Menyatakan nyeri hilang atau berkurang Menunjukkan tindakan santai ; mampu berpartisipasi dalam aktivitas/tidur/istirahat dengan cepat. Menunjukkan penggunaan keterampilan relaksasi. (2.)Intervensi : a.tutup luka sesering mungkin Rasional : Perubahan suhu dan paparan udara dapat menyebabkan nyeri hebat pada pemajanan ujung syaraf b.Tinggikan ektrimitas secara periodik

Rasional : Setelah perubahan posisi dan peninggian menurunkan ketidak nyamanan serta resiko kontraktur c.Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi / karakter dan intensitas ( skala 0 – 10 ) Rasional : Perubahan lokasi / karakter dan intensitas nyeri dapat mengindikasikan terjadinya komplikasi d.Dorong ekspresi perasaan tentang nyeri Rasional : Pernyataan memungkinkan pengungkapan emosi dan dapat meningkatkan mekanisme koping e.Dorong penggunaan tehnik manajemen stress, contoh relaksasi progresif, nafas dalam, bimbingan imajinasi dan visualisasi Rasional : Memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan relaksasi dapat menurunkan ketergantungan farmakologis f.Tingkatkan periode tidur tanpa gangguan Rasional : Kurang tidur dapat meningkatkan persepsi nyeri / kemampuan koping menurun. c.). Resiko tinggi terhadap disfungsi perifer berhubungan dengan penurunan/interupsi aliran darah, cedera vaskuler langsung, edema berlebihan, pembentukan trombus, hipovolemia. (1.)Tujuan : Mempertahankan perfusi jaringan. (2.)Intervensi : (a.)Kaji aliran kapiler, warna kulit dan kehangatan distal pada fraktur. Rasional : Kembalinya warna cepat (3 – 5 detik), warna kulit putih menunjukkan gangguan arterial, sianosis diduga ada gangguan vena. (b.)Lakukan pengkajian neuromuskuler, perhatikan fungsi motorik/sensori. Rasional : Gangguan perasaan bebas, kesemutan, peningkatan/ penyebaran nyeri terjadi bila sirkulasi syaraf tidak adekuat atau syaraf rusak. (c.)Tes sensasi syaraf perifer dengan menusuk pada kedua selaput antara ibu jari pertama dan kedua dan kaji kemampuan untuk dorsofleksi ibu jari bila diindikasikan. Rasional : Panjang dan posisi syaraf parineal meningkatkan resiko cedera pada adanya fraktur kaki, edema/sindrom kompartement, atau melapisi alat traksi. (d.)Kaji keseluruhan panjang ekstremitas yang cedera untuk pembengkakan/pembentukan edema. Ukur ekstremitas yang cedera dan bandingkan dengan yang tak cedera. Rasional : Peningkatan lingkar ekstremitas yang cedera dapat diduga ada pembengkakan jaringan/edema umum tetapi menunjukkan perdarahan. (e.)Awasi tanda vital, perhatikan tanda-tanda pucat, cyanosis, kulit dingin. Rasional : Ketidakadekuatan volume sirkulasi akan mempengaruhi sistem perfusi jaringan. (f.)Berikan kompres es sekitar fraktur sesuai indikasi. Rasional : Menurunkan edema/pembentukan hematoma yang dapat mengganggu sirkulasi. (g.)Awasi Hb/Ht, pemeriksaan koagulasi.

Rasional : Membantu dalam kalkulasi kehilangan darah dan membutuhkan keefektifan terapi penggantian. d.)Resiko tinggi terhadap gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan aliran darah/emboli lemak. (1.)Tujuan : Mempertahankan fungsi pernafasan yang adekuat. (2.)Intervensi : (a.)Awasi frekuensi pernafasan. Rasional : Takipnea, dispnea dan insufisiensi pernafasan. (b.)Auskultasi bunyi nafas perhatikan terjadinya ketidaksamaan bunyi hiperesonan, juga adanya gemericik, ronchi, mengi, dan inspeksi mengorok/sesak nafas. Rasional : Perubahan dalam/adanya bunyi adventisius menunjukkan terjadinya komplikasi pernafasan. (c.)Observasi sputum untuk tanda adanya darah. Rasional : Hemodialisa dapat terjadi dengan emboli paru. (d.)Inspeksi kulit untuk petekie di atas garis puting pada aksilla meluas ke abdomen/tubuh, mukosa mulut kantong konjungtiva dan retina. Rasional : Ini adalah karakteristik yang paling nyata dari tanda emboli lemak,. Yang tampak dalam 2 – 3 hari setelah cedera. (e.)Berikan tambahan oksigen bila diindikasikan. Rasional : Meningkatkan sediaan O2 untuk oksigenasi optimal jaringan. (f.)Berikan obat sesuai indikasi, heparin dosis rendah. Rasional : Blok siklus pembekuan dan mencegah bertambahnya pembekuan pada adanya tromboplebitis. e.)Gangguan mobilitas berhubungan dengan nyeri (1.)Tujuan Meningkatkan/mempertahankan mobilitas pada tingkat paling tinggi yang mungkin mempertahankan posisi fungsional. (2.)Intervensi (a.)Kaji derajat imobilitas yang dihasilkan oleh cedera/pengobatan dan perhatikan persepsi pasien terhadap mobilitas. Rasional : Pasien mungkin dibatasi oleh pandangan/persepsi diri tentang keterbatasan fisik aktual memerlukan intervensi/informasi untuk meningkatkan kemajuan kesehatan. (b.)Dorong penggunaan latihan isometrik mulai dengan tungkai yang tidak sakit. Rasional : kontraksi otot isometrik tanpa menekuk sendi atau menggerakkan tungkai dan membantu mempertahankan kekuatan massa otot. (c.)Pertahankan posisi tubuh tepat dengan dukungan. Rasional : Meningkatkan posisi fungsiinal pada extremita dan mencegah kontraktur. (d.)lakukan latihan rentang gerak secara konsisten, di awali dgn pasif kemudian aktif. Rasional : Mencegah secara progresif mengencangkan jaringan parut dan kontraktur, meningkatkan pemeliharaan fungsi otot sendi dan menurunkan kehilangan kalsium dari tulang (e.)Berikan diet tinggi protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, pertahankan penurunan kandungan protein sampai setelah defekasi pertama. Rasional : pada cedera muskuloskeletal, nutrisi yang diperlukan untuk penyembuhan berkurang

)Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit/jaringan donor berhubungan dengan skin graf dan mobilisasi. g. f. (2. (d.)Tujuan Mencapai penyembuhan luka sesuai waktu. dorong penggunaan trapeze bila mungkin. tonus dan kekuatan. (f. selama traksi tulang ini dapat mempengaruhi massa otot. (c.)Intervensi (a.)Kurang pengetahuan tentang kondisi. (e. (b. kontraktur dan kelelahan otot meningkatkan kembalinya aktivitas sehari-hari. Rasional : Memberikan dasar pengetahuan dimana pasien dapat membuat pilihan informasi. Gerakan jaringan di bawah graft dapat mengubah posisi yang mempengaruhi penyembuhan optimal. (1.)Tinggikan area graft bila mungkin/tepat.dengan cepat. prognosis.)Kaji ulang perawatan pen/luka yang tepat.)Buat daftar aktivitas di mana pasien dapat melakukannya secara mandiri dan yang memerlukan bantuan. Rasional : Membatasi risiko pemisahan graft.)Konsul dengan ahli terapi fisik/okupasi dan atau rehabiltasi spesialis. prognosis dan pengobatan. penggunaan trapeze dapat menurunkan abrasi pada siku/tumit. kemerahan. Rasional : Untuk mengurangi tekanan pada area yang sama dan meminimalkan resiko kerusakan kulit. Rasional : Untuk membuat aktivitas individual/program latihan pasien dapat memerlukan bantuan jangka panjang dengan gerakan. (1.)Beri penguatan metode mobilitas dan ambulasi sesuai instruksi dengan terapis fisik bila diindikasikan. prognosis dan harapan yang akan datang. contoh : nyeri berat.)Kaji kulit untuk luka. (c. dan kebutuhan pengobatan berhubungan dengan salah informasi.)Intervensi (a. perdarahan.)Kaji ulang patologi.)Ubah posisi dengan sering. Rasional : Plester traksi melingkari tungkai dapat mempengaruhi pada sirkulasi. Rasional : meminimalkan tekanan pada area ini. Rasional : Penyusunan aktivitas sekitar kebutuhan yang dapat bantuan. demam . Sering mengakibatkan penurunan BB. perubahan warna. Rasional : Berikan informasi tentang sirkulasi kulit dan masalah yang mungkin disebabkan oleh alat dan atau pemasangan gips/beban/traksi.)Dorong pasien untuk melanjutkan latihan aktif untuk sendi yang sehat Rasional : Mencegah kekakuan sendi. Pertahankan posisi yang diinginkan.. (e. (b.)Identifikasi tanda dan gejala yang memerlukan evaluasi medik.)Tujuan Menyatakan pemahaman kondisi. kekuatan dan aktivitas yang mengandalkan BB. (d. (2.)Letakkan bantalan pelindung di bawah kaki dan di atas tonjolan tulang. benda asing.)Gunakan plester traksu kulit dengan memanjang pada posisi tungkai yang sakit. Rasional : perlambatan penyembuhan dapat terjadi terhadap ketidaktepatan penggunaan alat ambulasi. Rasional : Menurunkan resiko infeksi (f.

)Tujuan Mewujudkan kemampuan untuk mengatasi masalah. (2.)Intervensi (a. (1. j.)Diskusikan persepsi pasien tentang diri dan hubungannya dengan perubahan dan bagaimana pasien melihat dirinya dalam pola/peran fungsi yang biasanya.)Tujuan Kebutuhan rawat diri terpenuhi. (c. (1. (c. (b.)Berikan lingkungan terbuka di mana pasien akan merasa aman untuk mendiskusikan perasaan atau menahan diri untuk berbicara. juga dukungan untuk orang terdekat. (2. Rasional : Dapat mengurangi kecemasan dan ketidakmampuan pasien untuk membuat keputusan/pilihan berdasarkan realita. Rasional : Perawatan ini membantu memelihara harga diri dan kembali untuk hidup tanpa tergantung kepada orang lain. Rasional : Dukungan yang cukup dari orang terdekat dan teman dapat membantu proses rehabilitasi. Rasional : Intervensi cepat menurunkan beratnya komplikasi seperti infeksi/gangguan sirkulasi. h. (2. (c. (d.)Kecemasan berhubungan dengan perubahan status kesehatan.)Intervensi (a.)Kaji derajat dukungan yang ada untuk pasien. (b.)Tujuan Klien dapat melakukan interaksi dengan orang lain tanpa merasa rendah diri.)Perhatikan prilaku menarik diri.)Kaji tingkat kemampuan klien dalam merawat dirinya. Rasional : Mengurangi frustasi yang sering menyertai kesulitan yang dihadapi bila belajar.)Gangguan konsep diri (body image) berhubungan dengan skin loss/ skin graft (1.)Intervensi (a. berhubungan dengan immobilisasi. i.)Berikan informasi yang dapat dipercaya dan konsisten. Rasional : Mengetahui sejauh mana kemampuan klien dalam merawat dirinya.)Sediakan waktu klien dalam melakukan aktivitas dengan segenap kemampuannya.)Gangguan pemenuhan ADL . Rasional : Membantu mengartikan masalah sehubungan dengan pola hidup sebelumnya dan membantu pemecahan masalah.)Bantu klien memenuhi kebutuhan sehari-harinya dan anjurkan klien agar dapat mengerjakan sebanyak mungkin untuk dirinya (memandikan klien). bau tak enak.)Berikan pujian terhadap kemampuan yang dicapai oleh klien dalam menolong dirinya. (b.)Berikan informasi akurat dan konsisten mengenai prognosis. Rasional : Dibutuhkan pada masalah ini untuk membantu adaptasi lanjut yang optimal dan rehabilitasi. Rasional : Membantu pasien untuk merasa diterima pada kondisi sekarang tanpa perasaan dihakimi dan meningkatkan perasaan harga diri dan kontrol. penggunaan penyangkalan atau terus menerus melihat perubahan nyata/yang diterima.tinggi. Rasional : Untuk memotivasi agar mematuhi program rehabilitasi secara kontinyu. . membicarakan diri tentang hal negatif.

struktur ini melekat pada tulang belakang. melekat pada iga. Dibagian belakang. 3. c. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan : Kebutuhan klien. Adapun evaluasi klien dengan post skin graft dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya dan asuhan keperawatan dikatakan berhasil apabila dalam evaluasi terlihat pencapaian kriteria tujuan perencanaan yang diberikan pada klien dengan post skin graft. Di bagian bawah melekat pada tulang panggul. Sumber-sumber dari keluarga dan klien sendiri.Konsep Dasar Dinding perut mengandung struktur muskulo aponeuresis yang kompleks. Kemampuan perseorangan dan keahlian/keterampilan dari perawat. Evaluasi adalah merupakan pengukuran dari keberhasilan rencana keperawatan dalam memenuhi kebutuhan klien. Dasar dari tindakan. m. Peritoneum. Dalam melaksanakan proses keperawatan harus kerjasama dengan tim kesehatan-kesehatan yang lain keluarga klien dan dengan klien sendiri.Pelaksanaan Pelaksanaan adalah perwujudan dari rencana keperawatan yang meliputi tindakan-tindakan yang direncakan oleh perawat. m. Rasional : Menjamin adanya sistem pendamping bagi pasien dan memberikan kesempatan orang terdekat untuk berpartisipasi dalam kehidupan pasien. tranfersus abdominis dan ahirnya lapis preperitoneum. b.)Libatkan orang terdekat sesuai petunjuk pada pengambilan keputusan bersifat mayor. Sumber-sumber dari instansi. oblikus abdominis externus. (d. oblikus abdominis internus. lemak sub cutan dan fasia superfisialis ( Fasia scarpa ). m. Disebelah atas.Mendokumentasikan/mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan dan respon pasien. DERMATOLOGY ZONE | 5 Komentar » OMPHALOCELE / GASTROSCHISIS Posted on Maret 9. Dinding perut ini terdiri dari berbagai lapis. yang meliputi 3 hal : a. yaitu fasia tranversalis. yaitu dari luar ke dalam lapisan kulit yang terdiri dari kutis dan sub cutis.Rasional : menciptakan interaksi interpersonal yang lebih baik dan menurunkan ansietas dan rasa takut. Filed under: 9.Mengidentifikasi respon klien. Otot di bagian depan tengah terdiri dari sepasang otot rectus abdominis dengan fasianya yang di garis tengah dipisahkan oleh linea alba.Melaksanakan tindakan keperawatan dengan memperhatikan kode etik dengan standar praktek dan sumber-sumber yang ada. Dinding perut membentuk rongga perut yang melindung isi di dalamnya. 2008 by harnawatiaj I. lemak peritoneal dan peritoneum. Evaluasi. Kemudian ketiga otot dinding perut. tahap evaluasi merupakan kunci keberhasilan dalam menggunakan proses keperawatan. Integritas lapisan .

Kekayaan vaskularisasi ini memungkinkan sayatan perut horisontal maupun vertical tanpa menimbulkan gangguan pendarahan. Epitelisasi ini membutuhkan waktu 3 – 4 bulan. Persyarafan dinding perut dilayani secara segmental oleh n. Pada gastro schisis usus berada di luar rongga perut tanpa adanya kantong. Dinding kantong dibuang. Bila proses ini terhambat maka akan terjadi kantong di pangkal umbilikus yang berisi usus. keadaan ini disebut omfalokel. Patofisiologi Kelainan kongenital Omfalokel dan Gastrischisis Embriogenesis Pada janin usia 5 – 6 minggu isi abdomen terletak di luar embrio di rongga selom. Tambahan lagi makin ditunda operasi makin sukar karena usus akan udem. Fungsi lain otot dinding perut adalah pada waktu pernafasan. dan buang air besar dengan meninggikan tekanan intra abdomen. Obstruksi vena cava inferior juga dapat terjadi karena penekanan tersebut.muskulo aponeuresis sangat penting untuk mencegah terjadinya hernia bawaan. Tindakan yang dapat dilakukan ialah dengan melindungi kantong omfalokel dengan cairan anti septik misalnya betadin dan menutupnya dengan kain dakron agar tidak tercemar. Dindingnya tipis terdiri dari lapisan peritoneum dan lapisan amnion yang keduanya bening sehingga isi kantong tengah tampak dari luar. Diagnosis Pada omfalokel tampak kantong yang berisi usus dengan atau tanpa hati di garis tengah pada bayi yang baru lahir. Intercostalis VI s/d XII dan a epigastrika superior. fasia dan kulit. iliaka sirkum fleksa superfisialis. Bila usus keluar dari titik terlemah di kanan umbilikus. a pudenta externa dan a epigastrika inferior. torakalis VI s/d XII dan n. Komplikasi Komplikasi dini merupakan infeksi pada kantong yang mudah terjadi pada permukaan yang . lambung kadang hati. dapatan maupun iatogenik. Kemudian operasi koreksi hernia ventralis tersebut dapat dikerjakan setelah anak berusia 5 – 10 tahun. juga pada saat berkemih. keadaan ini disebut gastroschisis. dapat dilakukan operasi satu tahap. Dengan demikian ada kesempatan terjadinya epitelisasi dari tepi sehingga seluruh kantong tertutup epitel dan terbentuk hernia ventralis yang besar. Bila kantong omfalokel kecil. isi kantong dimasukkan ke dalam rongga perut. Tetapi omfalokel biasanya terlalu besar dan rongga perut terlalu kecil sehingga isi kantong tidak bisa dimasukkan ke dalam rongga perut. Dari kaudal terdapat a. Pada gastroschisis operasi koreksi untuk menempatkan usus ke dalam rongga perut dan menutup lobang harus dikerjakan secepat mungkin sebab tidak ada perlindungan infeksi. luasnya cacat dinding perut dan ada tidaknya hati di dalam kantong akan menentukan cara pengobatan. kemudian lubang ditutup dengan peritoneum. Vaskularisasi dinding perut berasal dari beberapa arah. lumbalis I. Jika dipaksakan maka karena regangan dinding perut diafragma terdorong ke atas dan terjadi gangguan pernafasan. Dari kranio dorsal diperoleh pendarahan dari cabang aa. usus akan berada di luar rongga perut tanpa dibungkus peritoneum dan amnion. II. Pada usia 10 minggu terjadi pengembangan lumen abdomen sehingga usus dari extra peritoneum akanmasuk ke rongga perut.Pengobatan Paliatif Besarnya kantong.

Alergi makanan : susu dan protein. II. sepertiOtitis Media Akut. Etiologi Faktor Infeksi 1.Infeksi bakteri : Vibrio coma.Infeksi parental. Shigella. 8. Gangguan motalitas usus Hyperperistaltik menyebabkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan.Faktor psikologis : rasa tahut dan cemas. Compilobacter. 11.Infeksi parasit : Cacing. Pengertian Diare adalah keadaan kekerapan dan keenceran buang air besar dimana frekuensinya lebih dari tiga kaliper hari dan banyaknya lebih dari 200 – 250 gram. 9. 12. Gangguan osmotik Makanan atau zat yang tidak dapat diserap menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meninggi sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus. Tonsilopharingitis dan sebagainya. 2. Kelainan kongenital dinding perut ini mungkin disertai kelainan bawaan lain yang memperburuk prognosis.Obstruksi usus. Gangguan sekresi Toxin pada dinding usus meningkatkan sekresi air dan lektrolit kedalam usus. Coxechasi dan Poliomyelitis). hal ini menyebabkan isi rongga usus berlebihan sehingga merangsang usus mengeluarkannya (diare). 4. Ecserchia coli. protozoa dan jamur. Filed under: 1. peningkatan isi rongga usus merangsang usus untuk mengeluarkannya. PEDIATRIK ZONE | 1 Komentar » DIARE PADA ANAK Posted on Maret 9. Salmonella. Rota virus dan Astrovirus. Yersenia dan Acromonas. Bukan faktor infeksi 6. yaitu infeksi dibagian tubuh lain diluar alatpencernaan. Keadaan ini terutama pada bayi dan anak dibawah 2 tahun. Patofisiologi A.telanjang. crohn disease dan enterocolitis. 7. III. C. Atau peristaltik yang menurun menyebabkan bakteri tumbuh berlebihan menyebabkan peradangan .Infeksi enternal yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Adeno virus.Infeksi virus : Entero virus (Virus echo.Gangguan metabolik atau malabsorbsi.Penyakit usus seperti Colitis ulserative. 2008 by harnawatiaj I. 3.Obat-obatan seperti antibiotik.Iritasi langsung pada saluran pencernaan oleh makanan. 5. 10.

V. lemah. g. e.Feces encer dan terjadi perubahan warna dalam beberapa hari.Dehidrasi sedang : dimana berat badan menurun 6 – 9 % dengan volume cairan yang hilang kurang dari 50 – 90 ml/kgBB.Respirasi cepat dan dalam. flasiddity dan merasa nyeri pada saat buang air besar.Hipokalemi. d. c.Dehidrasi 2.Anorexia.Asidosis. terdapat fontanel dan mata yang cekung serta terjadi penurunan tekanan darah. f.Syok hipovolemik 7.Cardiac disrythmias 5.Hiponatremi.Kehilangan cairan/dehidrasi dimana jumlah urine menurun. turgor kulit jelek. 3. iritabel.Dehidrasi ringan : dimana berat badan menurun 3 – 5 % dengan volume cairan yang hilang kurang dari 50 ml/kgBB.Dehidrasi berat : dimana berat badan menurun lebih dari 10 % dengan volume cairan yang hilang sama dengan atau lebih dari 100 ml/kgBB. konvulsi. . Komplikasi Komplikasi yang sering terjadi pada anak yang menderita diare adalah : 1. Gejala Klinik Gejal klinik yang timbul tergantung dari intensitas dan tipe diare. b. pucat. 2.Sering buang air besar lebih dari 3 kali dan dengan jumlah 200 – 250 gr.Vomiting. Mikroorganisme patogen Zat – zat sulit diserap Infeksi Peningkatan tekanan osmotik Peningkatan sekresi aktif cairan Menarik air dan garam ke dalam usus Peningkatan motilitas usus Peristaltik meningkat Diare IV.Terjadi perubahan tingkah laku seperti rewel. 3.Hipokalsemi 4. Klasifikasi diare Tahapan dehidrasi menurut Ashwill dan Droske (1977) : 1.pada rongga usus sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat hal ini menyebabkan absorsi rongga usus menurun sehingga terjadilah diare. kulit kering. 6. namun secara umum tanda dan gejala yang sering terjadi adalah : a. VI.

VII.Antibiotika (hanya kalau perlu saja) Pada dehidrasi sedang.Seperti pengobatan dehidrasi ringan b. penderita tidak perlu dirawat dan diberikan : a. kalori dan elektrolit yang bisa berupa larutan oralit (garam diare) guna mencegah terjadinya dehidrasi berat.Untuk umur 1 tahun lebih .Dehidrasi. BB 7 kg lebih : teh. yang peranannya kurang berarti dalam proses penyakit.ASI/susu yang sesuai c.Patofisiologi Penyakit tetanus terjadi karena adanya luka pada tubuh seperti luka tertusuk paku. penderita harus dirawat di RS. pada suhu 65 C akan hancur dalam lima menit. ramping. Filed under: 1. sedangkan antibiotika atau obat lain hanya diberikan bila ada indikasi yang jelas. 3. Spasmolitika dan obstipansia pada diare tidak diberikan karena tidak bermanfaat bahkan dapat memberatkan penyakit.Diet. Kekuatan tonus otot massater dan otot-otot rangka. 2008 by harnawatiaj A. bermanifestasi dengan kejang otot secara proksimal dan diikuti kekakuan otot seluruh badan. luka yang kotor dan pada bayi dapat melalui tali pusat. atau kaleng.Kurang dari 1 tahun LLM dengan takaran 1/3.Definisi Penyakit tetanus adalah penyakit infeksi yang diakibatkan toksin kuman Clostridium tetani.Bila tidak minum ASI : 1. Kuman mengeluarkan toksin yang bersifat neurotoksik. Toksin ini labil pada pemanasan. Pada dehidrasi berat.Termasuk golongan gram positif dan hidupnya anaerob. bubur dan seterusnya selain oralit. Disamping itu dikenal pula tetanolysin yang hemolisis. C.Etologi Clostridium tetani adalah kuman berbentuk batang.Drugs Pada dehidrasi ringan diberikan : a.5 milimikro yang berbentuk spora selama diluar tubuh manusia. Toksin ini (tetanuspasmin) mula-mula akan menyebabkan kejang otot dan saraf perifer setempat. 4. tersebar luas di tanah dan mengeluarkan toksin bila dalam kondisi baik. PEDIATRIK ZONE | 1 Komentar » TETANUS Posted on Maret 9. berukuran 2-5 x 0. Formula susu dihentikan dan baru dimulai lagi secara realimentasi setalh makan nasi.4-0. Pengobatan diare lebih mengutamakan pemberian cairan. luka tembak.Oralit + cairan b. 2. 2.Diagnosis. B. biskuit. 2/3 penuh ditambah oralit. Organisme multiple membentuk dua toksin yaitu tetanuspasmin yang merupakan toksin kuat dan . pecahan kaca. luka baker. Penatalaksanaan Dasar-dasar penatalaksanaan diare pada anak adalah : (5 D) 1.Defisiensi disakarida 5.

Ketegangan otot dinding perut (harus dibedakan dengan abdomen akut) 4. ekstremitas inferior dalam keadaan ekstensi. menimbulkan aduksi lengan dan ekstensi ekstremitas bagian bawah. yaitu badan kaku dengan epistotonus.Biasanya terdapat leukositosis ringan dan kadang-kadang peninggian tekanan cairan otak.Kaku kuduk sampai epistotonus (karena ketegangan otot-otot erector trunki) 3. mudah terangsang. lalu timbul rebiditas dan spasme pada bagian paroksimal luak. Ada 3 bentuk klinik dari tetanus. Hipotesa cara absorbsi dan bekerjanya toksin adalah pertama toksin diabsorbsi pada ujung saraf motorik dan melalui aksis silindrik dibawah ke korno anterior susunan saraf pusat.atau neurotropik yang dapat menyebabkan ketegangan dan spasme otot. 7. masuk kedalam sirkulasi darah arteri kemudian masuk kedalam susunan saraf pusat. 3.Tetanus segal : varian tetanus local yang jarang terjadi masa inkubasi 1-2 hari terjadi sesudah . 10. toksin diabsorbsi oleh susunan limfatik. 5. Kuman ini menjadi terikat pada satu saraf atau jaringan saraf dan tidak dapat lagi dinetralkan oleh antitoksin spesifik. 9.Risus sardonikus karena spasme otot muka (alis tertarik ke atas). mudah tersinggung dan sakit kepala merupakan manifestasi awal. Spasme mula-mula intermitten diselingi periode relaksasi.Trismus (kesukaran membuka mulut) karena spasme otot-otot mastikatoris. D.tetanus local : otot terasa sakit. Fraktur kolumna vertebralis dapat pula terjadi karena kontraksi otot yang sangat kuat. 8.Spasme yang khas . Penyakit ini biasanya terjadi mendadak dengan ketegangan otot yang makin bertambah terutama pada rahang dan leher.Kesukaran menelan. Masa inkubasi 2 hari sampai 2 bulan dan rata-rata 10 hari.Kejang tonik terutama bila dirangsang karena toksin terdapat di kornu anterior. Timbul kejang tetanik bermacam grup otot. Dalam waktu singkat konstruksi otot somatik — meluas. bibir tertekan kuat pada gigi. Toksin bereaksi pada myoneural junction yang menghasilkan otot-otot manjadi kejang mudah sekali terangsang. Anak tetap sadar. yaitu: 1. Eksotoksin yang dihasilkan akan mencapai pada sistem saraf pusat dengan melewati akson neuron atau sistem vaskuler. Gejala itu dapat menetap dalam beberapa minggu dan menhilang tanpa sekuele.gelisah. Kadang-kadang terjadi perdarahan intramusculus karena kontraksi yang kuat. 2. lengan kaku dan tangan mengepal kuat.Panas biasanya tidak tinggi dan terdapat pada stadium akhir. Kedua. gelisah. nyeri anggota badan sering marupakan gejala dini. Pada mulanya spasme berlangsuang beberapa detik sampai beberapa menit dan terpisah oleh periode relaksasi. Retensi urine dapat terjadi karena spasme otot urethral. Dalam waktu 48 jam penyakit ini menjadi nyata dengan : 1. Namun toksin yang bebas dalam peredaran darah sangat mudah dinetralkan oleh aritititoksin. timbul mendadak dengan kaku kuduk.Tetanus general merupakan bentuk paling sering.sudut mulut tertarik ke luar dan ke bawah. dan mempengaruhi sistem saraf pusat. 2.Gejala klinis Masa tunas biasanya 5 – 14 hari. trismus. 6.Asfiksia dan sianosis terjadi akibat serangan pada otot pernapasan dan laring. Kemudian tidak jelas lagi dan serangan tersebut disertai rasa nyeri. tetapi kadang-kadang sampai beberapa minggu pada infeksi ringan atau kalau terjadi modifikasi penyakit oleh antiserum.

abses retrofaringeal. preumonia lobaris atas. spondilitis leher. 3.000 ca. pengobatan yang terlambat.Trismur (1 cm) dengan kejang torik umum spontan.otitis media atau luka kepala dan muka. VII. period of onsed yang pendek (jarak antara trismus dan timbulnya kejang) dan adanya kompikasi terutama spame otot pernafasan dan obstruksi saluran pernafasan. F. Pada rabies terdapat anamnesis gigitan anjing dan kucing disertai gejala spasme laring dan faring yang terus menerus dengan pleiositosis tetapi tanpa trismus. ~ Isolasi pada ruang yang tenang bebas dari rangsangan luar.Penatalaksanaan a. H. Menurut berat gejala dapat dibedakan 3 stadium : 1. I.Antitoksin . ~ Oksigen pernafasan butan dan trakeotomi bila perlu. ~ Pemeriksaan darah : leukosit 8. ~ Diet TKTP pemberian tergantung kemampuan menelan bila trismus makanan diberi pada sonde parenteral. abses gigi yang hebat. Kuduk baku juga dapat terjadi pada meningitis (pada tetanus kesadaran tidak menurun). ~ Mengatur cairan dan elektrolit.Prognosis Dipengaruhi oleh beberapa factor dan akan buruk pada masa tunas yang pendek (kurang dari 7 hari).Spame otot faring yang menyebabkan terkumpulnya air liur (saripa) di dalam rongga mulut dan hal ini memungkinkan terjadinya aspirasi sehingga dapat terjadi pneumonia aspirasi. Paling menonjol adalah disfungsi saraf III.Komplikasi 1.000-12.Fraktura kompresi. Kejang pada meningitis dapat dibedakan dengan kelainan cairan serebropinalis.Asfiksia 3.Obat-obatan 1. E. IX dan XI tersering adalah saraf otak VII diikuti tetanus umum. Mortalitas di Amerika Serikat dilaporkan 62 % (masih tinggi) J.Atelektaksis karena obstruksi secret 4.Secara Umum ~ Merawat dan memebersihkan luka sebaik-baiknya. b. Anamnesis terdapat luka dan ketegangan otot yang khas terutama pada rahang sangat membantu. mastoiditis.Diagnosis Biasanya tidak sukar. 2. Trismus dapat pula terjadi pada argina yang berat. kenaikan suhu tubuh yang tinggi. IV. miositis leher.Pemeriksaan diagnostic ~ Pemeriksaan fisik : adanya luka dan ketegangan otot yang khas terutama pada rahang. usia yang sangat mudah (neunatus) dan usia lanjut. 2.Trismus (3 cm) tanpa kejang-lorik umum meskipun dirangsang. G.Trismur (3 cm atau lebih kecil) dengan kejang torik umum bila dirangsang.Diagnosis banding Spasme yang disebabkan oleh striknin jarang menyebabkan spasme otot rahang tetapi didiagnosis dengan pemeriksaan darah (kalsium dan fospat). pembesaran getah bening leher. bila disertai frekuensi kejang yang tinggi.

0 mg/kg BB/1. 2. dll. Pemberian baru dilaksanakan setelah dipastikan tidak ada reaksi hipersensitivitas. juta 1.000 iu/1. 2008 by harnawatiaj I. 200 mg/hari).Morfologi C.V Dapat memusnakan oleh tetani tetapi tidak mempengaruhi proses neurologiknya. ~ Bila luka berta berikan pp selama 2-3 hari (50.000 iu/kg BB/hari).Imunisasi aktif toksoid tetanus. ~ Diazepam 0. untuk anak diberikan mula-mula 60-100 mg/1.Pengertian Sirosis hepatis adalah penyakit yang ditandai oleh adanya peradangan difus dan kronik pada hati.4 dan 5 bulan. Booster diberikan 1 tahun kemudian selanjutnya tiap 2-3 tahun.m/5 hari.Fungsional Uraian : A.5-1. 4.Anti kejang/Antikonvulsan ~ Fenobarbital (luminal) 3 x 100 mg/1. diikuti proliferasi jaringan ikat.u/hari atau tetrasiflin 1 gr/hari/1.Bila mendapat luka : ~ Perawatan luka yang baik : luka tusuk harus di eksplorasi dan dicuci dengan H2O2.Antitoksin 20.Pencegahan 1. II. INFEKSION ZONE | Leave a Comment » SIROSIS HEPATIS Posted on Maret 9. degenerasi dan regenerasi.M.Etiologi & Klasifikasi Sirosis hepatis diklasifikasikan berdasarkan atas : A.M/hari untuk anak-anak mula-mula 4-6 mg/kg BB.M lalu dilanjutkan 6 x 30 mg hari (max.M/4 jam.Antibiotik Penizilin prokain 1. K. Filed under: 9.Etiologi B. 2. ~ Pemberian ATS 1500 iu secepatnya.Klasifikasi etiologi 1)Etiologi yang diketahui penyebabnya (a)Hepatitis virus B & C (b)Alkohol (c)Metabolik (d)Kolestasis kronik/sirosis siliar sekunder intra dan ekstrahepatik . sehingga timbul kerusakan dalam susunan parenkim hati. ~ Tetanus toksoid sebagai boster bagi yang telah mendapat imunisasi dasar. ~ Klorpromasin 3 x 25 mg/1. yang diberikan sebagai dapat paad usia 3.

2. . sirosis makronodula ditandai dengan terbentuknya septa dengan ketebalan bervariasi. muka dan lengan atas. gangguan koagulasi darah/defisiensi protrombin. B. Klasifikasi Morfologi Secara makroskopik sirosis dibagi atas: 1. hepatitis kronik aktif (g)Toksik & obat INH. sirosis hati dibagi atas : kompensasi baik (laten. di dalam septa parenkim hati mengandung nodul halus dan kecil merata tersebut seluruh lobul. bicara gagok/slurred speech.mikronodular 2. sirosis campuran umumnya sirosis hati adalah jenis campuran ini.makronodular 3.sirosis dini) dekompensasi (aktif.kegagalan hati/hepatoselular : dapat timbul keluhan subjektif berupa lemah. metildopa (h)Operasi pintas usus halus pada obesitas (i)Malnutrisi.(e)Obstruksi aliran vena hepatik Penyakit vena oklusif Sindrom budd chiari Perikarditis konstriktiva Payah jantung kanan (f)Gangguan imunologis Hepatitis lupoid. berat badan menurun. infeksi seperti malaria. mengandung nodul yang besarnya juga bervariasi ada nodul besar didalamnya ada daerah luas dengan parenkim yang masih baik atau terjadi regenerasi parenkim. danfoetor hepatik. 2)Etiologi tanpa diketahui penyebabnya.campuran Uraian : 1. sedangkan sirosis makronodular ada yang berubah menjadi makronodular sehingga dijumpai campuran mikro dan makronodular. subfebris. flapping tremor akibat amonia dan produksi nitrogen (akibat hpertensi portal dan kegagalan hati) Hipoalbuminemia. disertai kegagalan hati dan hipertensi portal) 1. gembung.Klasifikasi Fungsional Secara fungsi. C. edema pretibial. Ensefalopati hepatik. mual.sirosis mikronodular : ditandai dengan terbentuknya septa tebal teratur. Sirosis mikronodular besar nodulnya sampai 3 mm. Sirosis yang tidak diketahui penyebabnya dinamakan sirosis kriptogenik/heterogenous. sirkulasi hiperkenetik. Eritema palmaris Asites Pertumbuhan rambut berkurang Atrofi testis dan ginekomastia pada pria Sebagai tambahan dapat timbul : Ikterus/jaundice. 3. dll Spider nevi/angiomata pada kulit tubuh bagian atas.

Biasa yang dominan adalah peningkatan resistensi. terjadi fibrogenesis dan septa aktif jaringan kologen berubah dari reversibel menjadi irrevensibel bila telah terbentuk septa permanen yang aseluler pada daerah portal dan parenkhim hati sel limfosit T dan makrofag menghasilkan limfokin dan monokin sebagai mediator fibrinogen.Patognesis: Adanya faktor etilogi menyebabkan peradangan dan kerusakan inekrosis meliputi daerah yang luas (hapatoseluler) . dan ini menyebabkan distorsi percabangan pembuluh hepatik dan gangguan aliran daerah portal dan menimbulkan hipertensi portal. dan status quo (stasioner). Pembentukan jaringan kologen diransang oleh nekrosis hepatoseluluer dan asidosis laktat merupakan faktor perangsang. Mekanisme terjadinya sirosis hati bisa secara: -mekanik -imunologis -campuran . Kolagen ada 4 tipe dengan lokasi sebagai berikut: Tipe 1: lokasi daerah sentral Tipe 2: sinusoid Tipe 3: jaringan retikulin (sinusoid portal) Tipe 4: membram basal Pada semua sirosis terdapat peningkatan pertumbuhan semua jenis kologen tersebut. Intrahepatik a)Presinusoidal b)Sinusoinal(sirosis hati) c)Post-sinusoidal (veno oklusif).2. Peningkatan tekanan prehepatik bisa juga diakibatkan meningkatnya aliran splanknik karena fistula atriovenosa atau mielofibrosis limfa.hipertensi portal : bisa terjadi pertama akibat meningkatnya reistensi portal dan splanknik karena mengurangnya sirkulasi akibat fibrosis. III. histologi jaringan dan dibagi atas progresif. insufisiensi trikuspidal. yakni kegagalan hati. jaringan parut ini dapats menghubungkan daerah portal yang satu dengan yang lain atau portal dengan sentral (bridging neerosis).Bisa disebabkan satu faktor saja. Lokasi peningkatan resistensi bisa : prehepatik. dan hipertensi portal. d)Posthepatik karena perikarditis konstriktiva.septa bisa dibenyuk dari sel retikulum penyangga kolaps dan berubah menjadi parut .septal aktif ini berasal dari portal menyebar keparenkim hati. misalnya peningkatan resistensi atau aliran corta atau keduanya.sinusoid. Aktivitas sirosis hati dapat dinilai dari aspek klinis. biokimia darah. Gambaran klinis. pengobatan dan prognosis pasien sirosis hati tergantung pada 2 komplikasi. Tahap berikutnya terjadi peradangan dan nekrosis pada sel duktules . regresif.retikulo endotel. Tekanan splanknik meningkat tetapi tekanan portal intra hepatik normal. Beberapa sel tumbuh kembali dan membentuk nodul dengan berbagai ukuran . dan kedua akibat meningkatnya aliran portal karena transmisi dari tekanan arteri hepatikke sistem portal akibat distorsi arsitektur hati.terjadi kolaps lobulus hati dan ini memacu timbulnya jaringan parut disertai terbentuknya septa fibrosa difus dan modul sel hati . biasa kongenital. trombosis vena porta waktu lahir.biasa terdapat lokasi obstruksi campuran.

hematemesis dan melena. atau melena saja akibat perdarahan farises esofagus. Darah : bisa dijumpai HB rendah. mual.Pemeriksaan Laboratorium Perlu diingat bahwa tidak ada pemeriksaan uji biokimia hati yang dapat menjadi pegangan dalam menegakkan diagnosis sirosis hati. Bisa juga pasien datang dengan gangguan pembentukan darah seperti perdarahan gusi. Fase kompensasi sempurna pada fase ini tidak mengeluh sama sekali atu bisa juga keluhan samar-samar tidak khas seperti pasien merasa tidak bugar/ fit merasa kurang kemampuan kerja selera makan berkurang. Terutama bila timbul komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal dengan manifestasi seperti: eritema palmaris. atau hipokrom makrositer. timbul peradangan luas. epistaksis. spider nevy. haid berhenti. Kenaikan kadar enzim transaminase/SGOT. yang masih baik. Fase dekompensasi Pada sirosis hati dalam fase ini sudah dapat ditegakkan diagnosisnya dengan bantuan pemeriksaan klinis. Anemia bisa akibat hipersplenisme dengan leukopenia dan trombositopenia. pengurangan masa otot terutama pengurangannya masa daerah pektoralis mayor. gangguan siklus haid. anemia normokrom normositer. Pada mekanisme terjadinya sirosis secara imunologis dimulai dengan kejadian hepatitis viral akut yang menimbulkan peradangan sel hati . edema pretibial dan asites. Pada kasus lain.Pemeriksaan Penunjang 1. vena kolateral pada dinding perut. Sebagian pasien datang dengan gejala hematemesis. hipokrom mikrositer. Kadang-kadang pasien sering mendapat flu akibat infeksi sekunder atau keadaan aktivitas sirosis itu sendiri. Kolesterol darah yang selalu rendah mempunyai prognosis yang kurang baik. 2. SGPT tidak merupakan petunjuk tentang berat dan . hipokrom normositer. V. dimana tumor akan menekan saluran empedu atau terbentuknya trombus saluran empedu intra hepatik. bisa akibat kegagalan hati pada sirosis hati fase lanjut atau akibat perdarahan varises esofagus. Ikterus dengan eir kemih berwarna seperti air kemih yang pekat mungkin disebabkan oleh penyakit yang berlanjut atau transformasi ke arah keganasan hati. sirosis datang dengan gangguan kesadran berupa ensefalopati. laboratorium. Perdarahan bisa masif dan menyebabkan pasien jatuh ke dalam renjatan. perasaan perut gembung. Perkembangan sirosis dengan cara ini memerlukan waktu sekitars 4 tahun sels yang nengandung virus ini merupakan sumber rangsangan terjadinya proses imunologis yang berlangsung terus menerus sampai terjadi kerusakan hati.Dalam hal mekanisme terjadinya sirosis secara mekanik dimulai dari kejadian hepatitis viral akut.Manifestasi klinis 1. nekrosis luas dan pembentukan jaringan ikat yang luas disertai pembentukan jaringan ikat yang luas disrtai pembentukan nodul regenerasi oleh sel parenkim hati. Keluhan pasien sirosis hati tergantung pada fase penyakitnya. ikterus. Jadi fibrosis pasca nekrotik adalah dasar timbulnya sirosis hati. dan pemeriksaan penunjang lainnya. kadang mencret atau konstipasi berat badan menurun.nekrosis /nekrosis bridging dengan melalui hepatitis kronik agresif diikuti timbulnya sirosis hati. IV. Gejala kegagalan hati ditimbulkan oleh keaktifan proses hepatitis kronik yang masih berjalan bersamaan dengan sirosis hati yang telah terjadi dalam proses penyakit hati yang berlanjut sulit dibedakan hepatitis kronik aktif yang berat dengan permulaan sirosis yang terjadi (sirosis dini ).

mempunyai nilai diagnostik suatu kanker hati primer. 2. mempunyai prognosis yang jelek. kadar Na 500-1000. bila hati mengecil artinya. Perut & ekstra abdomen : pada perut diperhatikan vena kolateral dan ascites. ginekomastia. biasa hati membesar pada awal sirosis. Bisa juga dijumpai hemoroid. Pemeriksaan laboratorium bilirubin. dan tubuh bagian bawah.Schuffner : hati membesar ke medial dan kebawah menuju umbilikus (SI-IV) dan dari umbilikus ke SIAS kanan (SV-VIII). ini lebih sensitif tetapi kurang spesifik. pada perbaikan terjadi kenaikan CHE menuju nilai normal. Peninggian kadar gamma GT sama dengan transaminase.serum(gr/dl) >35 30-35 <30 Asites Nihil Mudah dikontrol Susah Pse/ensefalopati Nihil Minimal Berat/koma . Bila terjadi kerusakan sel hati. Limpa : pembesaran limpa diukur dengan 2 cara : a. bahu. Dalam hal ensefalopati. pinggang. leher. prognosis kurang baik. Albumin : kadar albumin yang merendah merupakan cerminan kemampuan sel hati yang kurang.luasnya kerusakan parenkim hati. Nilai CHE yang bertahan dibawah nilai normal. Kenaikan kadarnya dalam serum timbul akibat kebocoran dari sel yang mengalami kerusakan. Perlu diperhatikan adanya eritema palmaris. Besar hati normal selebar telapak tangannya sendiri (7-10 cm). Penurunan kadar albumin dan peningkatan kadar globulin merupakan tanda kurangnya daya tahan hati dalam menghadapi stress seperti : tindakan operasi. transaminase dan gamma GT tidak meningkat pada sirosis inaktif. Manifestasi diluar perut : perhatikan adanya spider navy pada tubuh bagian atas. caput medussae. b. Klasifikasi Child Pasien Sirosis Dati Dalam Terminologi Derajat kerusakan Minimal sedang Berat Bil. pinggir hati biasanya tumpul dan ada sakit pada perabaan hati. Pada sirosis hati. kadar CHE akan turun.mol/dl0 50 Alb. konsistensi hati biasanya kenyal/firm.Hacket : bila limpa membesar ke arah bawah saja (HI-V).serum (mu. dan atrofi testis pada pria. Pemeriksaan CHE (kolinesterase) : penting dalam menilai sel hati. dada. Pemeriksaan kadar elektrolit penting dalam penggunaan diuretik dan pembatasan garam dalam diet.Pemeriksaan Jasmani Hati : perkiraan besar hati.

Pemeriksaan penunjang lainnya adalah pemeriksaan cairan asites dengan melakukan pungsi asites. Akelebihan endoskopi ialah dapat melihat langsung sumber perdarahan varises esofagus. Bisa dijumpai tanda-tanda infeksi (peritonitis bakterial spontan). perdarahan dan eksudat. Juga dapat dilihat besar. atrofi testis. dapat dievaluasi besar dan panjang varises serta kemungkinan terjadi perdarahan yang lebih besar. sel retikuloendotel dan limpa. ensefalopati. permukaan. vena porta. ikterus obstruktif batu kandung empedu dan saluran empedu. timbul spider nevi. Tomografi komputerisasi : walaupun mahal sangat berguna untuk mendiagnosis kelainan fokal. asites. filling defek. VI. Pada sirosis hati dan kelainan difus parenkim terlihat pengambilan radionukleid secara bertumpuk-tumpu (patchty) dan difus. kultur cairan dan pemeriksaan kadar protein.Hipertensi portal : dapat menimbulkan splenomegali. prosedur ini sangat berguna untuk melihat keadaan sirkulasi portal sebelum operasi pintas dan mendeteksi tumopr atau kista. tandatanda yang mengarah akan kemungkinan terjadinya perdarahan berupa cherry red spot. seperti tumor atau kista hidatid. kelainan tumor hati. vena kolateral dinding perut. selia gastrik atau splenotofografi terutama pengukuran tekanan vena porta.Komplikasi Bila penyakit sirosis hati berlanjut progresif. Bila penyakit berlanjut maka dari kedua komplikasi tersebut dapat timbul komplikasi dan berupa : . pemekaran pembuluh vena esofagus/cardia. maka gambaran klinis. Sonografi bisa mendukung diagnosis sirosis hati terutama stadium dekompensata. splenomegali. Angiografi : angiografi selektif. prognosis dan pengobatan tergantung pada 2 kelompok besar komplikasi : 1. hepatoma/tumor. amilase dan lipase. eritema palmaris. limpa.Kegagalan hati (hepatoseluler) . Selain tanda tersebut. Pada beberapa kasus. ikterus. bentuk dan homogenitas hati. Yang dilihat pinggir hati. Sidikan hati : radionukleid yang disuntikkan secara intravena akan diambil oleh parenkim hati.nutrisi Sempurna Baik Kurang/kurus Pemeriksaan Penunjang Lainnya : Radiologi : dengan barium swallow dapat dilihat adanya varises esofagus untuk konfirmasi hepertensi portal. Ultrasonografi : pada saat pemeriksaan USG sudah mulai dilakukan sebagai alat pemeriksaa rutin pada penyakit hati. 2. dilakukan pemeriksaan mikroskopis. red whale marking. kista. dll. hemoroid. dll. Diperlukan pengalaman seorang sonografis karena banyak faktor subyektif. Bisa dilihatbesar dan bentuk hati. gambaran vena hepatika. pelebaran saluran empedu/HBD. Esofagoskopi : dapat dilihat varises esofagus sebagai komplikasi sirosis hati/hipertensi portal. homogenitas. ginekomastia. daerah hipo atau hiperekoik atau adanya SOL (space occupyin lesion0. kemungkinan perdarahan yang lebih besar akan terjadi bila dijumpai tanda diffus redness. caput medusae. pembesaran. sel tumor. E R C P : digunakan untuk menyingkirkan adanya obstruksi ekstrahepatik.

tekanan sistolik 100 x/mnt atau Hb . Hemokromatosis. Pada penyakit wilson (penyakit metabolik yang diturunkan).1 g dalam 500 cc cairan d 5 % atau salin pemberian selama 4 jam dapat dulang 3 kali. Bila tidak tersedia fasilitas diatas.Peritonitis bakterial spontan 6. Spirolakton dimulai dengan dosis awal 4×25 mg/hr dinaikkan sampai total dosis 800 mg sehari. Bila tersedia fasilitas dapat dilakukan foto koagulasi dengan laser dan heat probe.Sindrom hepatorenal 7. Diberikan vasopresin 2 amp. pemberian neomisin per oral.v. 1.Ensefalopati 5. Bila perdarahan banyak. c)U ntuk ensefalopati dilakukan koreksi faktor pencetus seperti pemberian KCL pada hipokalemia. Dengan kontrol pasien yang teratur pada fase dini akan dapat dipertahankan keadaan kompensasi dalam jangka panjang dan kita dapat memperpanjang timbulnya komplikasi.Pasien sirosis hatidengan sebab yang diketahui. susunan diet TKTP. lemak secukupnya. Dapat dilakukan skleroterapi sesudah dilakukan endoskopi kalau ternyata perdarahan berasal dari pecahnya varises. seperti : Alkohol & obat-obat lain dianjurkan menghentikan penggunaannya. aspirasi cairan lambung bagi pasien yang mengalami perdarahan pada varises.bila perlu dikombinasi dengan furosemid. untuk mencegah rebleeding dapatdiberikan propanolol. e)Sindrom haptorenal/nefropati hepatik. istirahat yang cukup. Pada saat ini sudah mulai dikembangkan transplantasi hati dengan menggunakan bahan cadaveric liver.5 g/hr dan total cairan 1. Pertama melakukan pemasangan NG tube. protein dikurangi. Dilakukan venaseksi 2x seminggu sebanyak 500 cc selama setahun. Psien dirawat di RS sebagai kasus perdarahan saluran cerna. dilakukan klisma. 0. Dilakukan pemasangan SB tube untuk menghentikan perdarahan varises. dicoba melakukan parasentesis abdominal .Asites 4. disamping melakukan aspirasi cairan lambung. Pada hepatitis kronik autoimun diberikan kortikosteroid Pada keadaan lain dilakukan terapi terhadap komplikasi yang timbul a)Untuk asites. d)Terapi yang diberikan berupa antibiotik seperti sefotaksim 2 g/8 jam i. b)Perdarahan varises esofagus. Alkohol akan mengurangi pemasukan protein ke dalam tubuh. terapinya adalah imbangan air dan garam diatur dengan ketat.3. diberikan diet rendah garam 0. Pengobatan Terapi & prognosis sirosis hati tergantung pada derajat komplikasi kegagalan hati dan hipertensi portal. diberikan D-penicilamine 20 mg/kgBB/hari yang akan mengikat kelebihan cuprum.5 l/hr. 2.Transformasi ke arah kanker hati primer (hepatoma) VII. dan menambah ekskresi melalui urin. amokisilin.9 g% dilakukan pemberian IVFD dengan pemberian dekstrosa/salin dan transfusi darah secukupnya. dihentikan pemakaian preparat yang mengandung besi atau terapi kelasi (desferioxamine). Operasi pintas dilakukan pada Child AB atau dilakukan transeksi esofagus (operasi Tanners0. aminoglikosida. Bila timbul ensefalopati.Pasien dalam keadaan kompensasi hati yang baik cukup dilakukan kontrol yang teratur. atasi infeksi dengan pemberian antiobiotik.

0 – 75. SGPT (ALT) U/L < 36. Eosinofil % 1. usia 50) . MCV/VER fl 82. Hemoglobin (Hb) g/dL 12.0.0 – 0. Radio IV/10. 60 – 400 (L). Batang1 % 2.0 (L).0 Trombosit 103/μl 150 – 400 Catatan: 1.0. Nilai ini tergantung pada alat yang dipakai dan .0 – 1. Jakarta 12130. Hematokrit % 39.1.9 (P). usia < 50). 80 – 316 (L).0 (P).15 Lain Glukosa mmol/L 3. Limfosit % 20.6 – 5. Laju endap darah (LED) mm < 25 (P.aidsinfonet.0 – 70. Eritrosit (sel darah merah) juta/μl 4. Segmen1 % 50. sehingga timbul perbaikan pada curah jantung dan fungsi ginjal. < 30 (P. Tel: (021) 7279 7007 Fax: (021) 726-9521. MCHC/KHER g/dL 32. < 20 (L. 40. Lembaran Informasi ini berdasarkan terbitan New Mexico AIDS InfoNet. Kalium mmol/L 3.0 MCH/HER pg 27.0 persen Fungsi Hati (LFT) Ukuran Satuan Nilai Rujukan. Kadang kala dilaporkan persentase neutrofil saja.0.0 –. Batang dan segmen adalah jenis neutrofil. Trigliserid mmol/L 0. Urea mg/dL 8 – 25.0 – 48. Natrium mmol/L 135 – 150. HDL mmol/L < 4.0. Alkalin fosfatase U/L 64 – 306 (P). Asam Urat mmol/L 54 – 42 CATATAN PENTING: Setiap laboratorium menentukan nilai ‗normal‘. 4. usia 50) Leukosit (sel darah putih) 103/μl 5. dengan nilai rujukan. Monosit % 2.0.0 – 18. SGOT (AST) U/L < 35.2.0 – 36.5 (L). 92. Albumin g/L 38 – 57 Fungsi Ginjal Kreatinin U/L 40 – 150 (P).5 Profil Lipid Kolesterol total mmol/L 3.Bilirubin langsung mg/dL 0. Bilirubin total mg/dL 0.< 15 (L.0 – 40.0 (L) Hitung Jenis Basofil % 0.0 – 10.0 – 6.0.0 – 6.dengan ekstra hati-hati untuk memperbaiki aliran vena kava.0 – 1.0 – 3.org Darah Ukuran Satuan Nilai Rujukan.5 – 5.0 – 87. Protein total g/L 66. 2008 by harnawatiaj HASIL TES LAB NORMAL Diterbitkan oleh Yayasan Spiritia.6 – 5. Amilase U/L < 125.0 – 45. usia < 50).9. 13. Jl.0. Lihat http:// www.0 – 4.0 – 8.0. INTERNIS ZONE | 4 Komentar » HASIL TES LAB NORMAL Posted on Maret 9. Klorid mmol/L 95 – 108.4.0 – 16.11 – 2.0.0. Filed under: 9.0 – 31. yang ditunjukkan pada kolum ‗Nilai Rujukan‘ atau ‗Nilai Normal‘ pada laporan laboratorium.0 (P). 50.

ethylene glycol) Inhalasi racun (rokok. Hampir tenggelam dan trauma dada. Keadaan yang langsung : Menghirup racun iritan Infeksi diffusi alveolar Darah yang beracun. pneumonia septic) . 2008 by harnawatiaj ARDS Sering merupakan kelanjutan dari shock paru-paru. nilai laboratorium lain dapat berbeda. kimia corrosive. post infusion paru. Kondisi akut paru-paru yang mengakibatkan macam-macam perubahan patofisiologi dalam paru. angka ini diambil terutama dari laboratorium RSCM. O2 konsentrasi meningkat. Jadi angka pada laporan kita harus dibandingkan dengan nilai rujukan pada laporan. DIAGNOSTIK ZONE | 2 Komentar » ADULT RESPIRATORY DISTRESS SYNDROM Posted on Maret 9. Non pulmonary : Shock (traumatic. kongesti atelektasis. Kliennya umumnya masih muda yang sebelumnya dia sehat. Jakarta. baik langsung atau tidak langsung berperan dalam menimbulkan syndrom. hydrocarbon. bukan dengan nilai rujukan pada lembaran ini. Menyerupai perubahan pada IRDS. post traumatic paruparu.cara pemakaiannya. dan ventilasi paru. tenggelam. Keadaan yang tidak langsung : Trauma dan shock karena pembedahan Sepsis dengan pelepasan endotoksin Pembekuan darah intravaskuler Transfusi darah massive Reaksi transudasi Penyakit Yang Dapat Menyebabkan ARDS : Pulmonary : Virus pneumonia Fungi pneumonia Pneumocystis carinii Military tuberculosis Legionaire‘s pneumonia Radiation pneumonitis Contusio paru Cairan aspirasi (gastric. amniotic fluid embolic. Aspirasi virus pneumonia. Filed under: A. hemorrhagic. Tidak ada standar nilai rujukan. perbedaannya terletak pada penurunan surfaktan akibat dari kerusakan paru. Jenis ketidakstabilan akut. bacterial.

Cairan juga masuk dalam alveoli dan mengakibatkan oedema paru. methadone barbiturat). Massive blood transfusion Reaksi transfusi Pembekuan darah intravaskuler By pass cardiopulmonary Penambahan tekanan intrakranial Cairan overload Eclampsia Gejala defisiensi autoimmune Patofisiologi. seolah-olah dipengaruhi oleh aktifitas surfaktan. Distress pernafasan : Tachypnea > 20 x/menit. Radiografi Difusi pulmonal menyebar Infiltrasi interstitial (awal) Infiltrasi alveoli (lanjut/akhir) Fisiologi Hipoksemia refractory. Pa O2 60 % Kompliance paru rendah 1000 gr) Congestive atelektasis Membran hyaline Fibrosis PENGKAJIAN Gejala terjadi tiba-tiba dalam 2 – 3 hari sesudah trauma atau kesakitan. Adanya peningkatan permeabilitas kapiler dan akibat masuknya cairan ke dalam ruang interstitial. Tanda-tanda utama manifestasi klinik: Dyspnea Tachicardia . keadaan abnormal ventrikel kiri. Akibatnya terjadi tanda-tanda atelektasis.Emboli lemak Trauma kepala Trauma non thoraks Pancreatitis Uremia Drug overdose (heroin. susah bernafas. pada orang muda yang biasa mempunyai riwayat sakit paru-paru. Plasma dan sel darah merah keluar dari kapiler-kapiler yang rusak. Banyak teori yang menerangkan patogenesis dari syndrom yang berhubungan dengan kerusakan awal paru-paru yang terjadi dimembran kapiler alveolar. oleh karena itu mungkin perdarahan merupakan manifestasi patologi yang umum. Kriteria untuk diagnosa ARDS : Klinik Keadaan katastropik : paru atau bukan paru Eksklusi : Penyakit paru kronis.

10. 11.Potensial injury berhubungan dengan barotrauma atau tidak aktifnya aliran ventilator. 4.Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan jalan napas buatan dan kelumpuhan.Cyanosis dengan atau tanpa retraksi intercostals refractory hypoxemia.Kurangnya cardiac output berhubungan dengan tingginya PEEP (Positive mengetahui atau berguna untuk memenuhiEnd Expiratory Pressure) kebutuhan ventilasi paru. Dysritmia Tanda-tanda adanya asidosis metabolic dan respiratorik  menegakkan diagnosis: adanya kesulitan memperoleh pemenuhan ventilasiStatus klinik klien yang adekuat (sehingga penurunan pemenuhan ventilasi yang meningkatkan menurunkan kapasitas vital paru-paru infiltrasikekakuan paru-paru) alveolar. Tekanan maximum jalan napas 50 – 70 mmHg.Kerusakan mobilitas fisik berhubungan dengan kelumpuhan dan bedrest. 6. Kriteria tujuan untuk klien: Stabil dan sinkronnya antara pernapasan dengan ventilator dengan slow rate yang cukup dalam level yang normal ventilasi Pa CO2 35 – 45 mmHg.Tidak efektifnya koping keluarga berhubungan dengan mengatasi stress dan kecemasan dalam kondisi kritis. Perencanaan Dan Pelaksanaan Perawatan klien dengan ARDS perencanaannya yaitu perbaikan pola napas dan kestabilan hemodinamic. 8. . Pencegahan dengan meminimalkan komplikasi dan stressor untuk klien dan keluarganya merupakan hal yang penting. Hemodinamic parameter (CO. 2.Tidak efektifnya pola napas berhubungan dengan kurangnya complain paru dan kecemasan.Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penambahan (peningkatan) permiabilitas membran pulmonal dan kelebihan sekresi ADH. 14. 9.Kelemahan berhubungan dengan ketergantungan dalam pemakaian alat. kurang dari atau sama dengan 40 % Fi O2.Tidak efektifnya jalan napas berhubungan dengan immobilisasi dan jalan napas buatan.Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perfusi dan immobilisasi.Perubahan nutrisi. O2 C Hypoksimia.Perubahan membran mukosa mulut berhubungan dengan jalan napas buatan. 7. HR) stabil. shunt friction kurang atau sama dengan 20 % Jalan napas tetap. Diagnosa Keperawatan 1. PaO2 lebih dari atau sama dengan 60 mmHg. lebih dari pada intake berhubungan dengan perubahan metabolisme dan ketidakmampuan intake makanan melalui oral. 5. BP. 3. Hypotensia/bradicardia atau hipertension/tachicardia. 12.Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan penambahan shunt dan ventilasi – perfusi terganggu.Gangguan pola tidur berhubungan dengan lingkungan yang kritis dan kebutuhan akan bantuan perawat. 13.

PEEP kemungkinan besar menurunkan cardiac output karena lemahnya aliran denyut nadi dan tekanan darah harusdarah vena yang kembali ke jantung sering dimonitor.Mempertahankan oksigenasi secara adekuat.Tekanan kapiler paru normal. alat monitor khususKetepatan pemeriksaan gas darah. Oksigenasi jaringan secara adekuat dilakukan dengan pemberian O2 konsentrasi tinggi. . Keefektifan dari PEEP dimonitor dengan seringnya analisa gas darah. Kelemahan dan penyakit respirasi merupakan indikasi untuk menggunakan ventilasi mekanic. PEEP (Positive End Expiratory Pressure) Digunakan untuk memberi tekanan inflasi yang tinggi. TKTP diberikan. Jika keadaan ini tidak terpenuhi paru-paru akan kolaps. Vena bercampur (mengalir dari kiri ke kanan) dan hypoxemia dikurangi. Integritas kulit baik. Komunikasi nonverbal dapat diartikan. Mempertahankan tekanan jalan napas di atas tekanan atmosfer melalui siklus respirasi. cardiac output (CVP. Perawat harus memonitor perfusi pada organ vital : CNS : Tingkat kesadaran Pergerakan Sensasi Ginjal : Urine output Blood urine nitrogen (BUN) Serum kreatinin Myocardium : Heart rate Rhytm 2. Keseimbangan intake dan output. atau swan-Ganz cateter).Nutrisi: resiko terjadi malnutrisi. Mempertinggi distribusi O2 ke seluruh paru-paru dengan mempertahankan expansi alveoli.Kegagalan mempertahankan O2 Meningkatkan keperluan O2 dengan mempertahankan suhu klien pada tingkat normal. Membran mukosa mulut baik. Kemungkinan kecenderungan terjadi retensi cairan dan edema paru selama ventilasi (intake dan output). Berat badan stabil. untuk mempertahankan tekanan O2 arteri sekitar 20 mmHg (William. utuh. Pelaksanaan 1. terpenuhinyaBerguna untuk memenuhi kebutuhan ventilasi paru kebutuhan ventilasi paru ditandai dengan adanya elastisitas paru dan dada. 1982) tingkat rasa nyaman. mengurangi rasa nyeri dan menjaga ketenangan klien. Karena peningkatanKlien dengan ARDS metabolisme dan gangguan oral intake.

Pemberian albumin dan dextran dengan molekul tinggi Mungkin juga mengurangi permeabilitas kapiler Untuk menjaga paru tetap kering Antibiotik Mencegah infeksi bakteri. 1999 : 501). dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat) dapat pula disertai frekuensi yang meningkat (Arif Mansjoer. yang panjangnya kirakira 25 cm (10 inchi) menjadi distensi bila makanan melewatinya. Selang yang dapat mengempis ini. korpus dan . dan pathogen parasitic. Lambung adalah suatu kantung yang dapat berdistensi dengan kapasitas kira-kira ± 1500 ml.Anatomi fisiologi Saluran gastrointestinal yang berjalan dari mulut melalui esofagus.Individu dan family coping. B. virus. RESPIRATORY ZONE | 1 Komentar » GASTROENTERITIS Posted on Maret 9.3. 2008 by harnawatiaj A. Gastroenteritis (diare akut) adalah inflamasi lambung dan usus yang disebabkan oleh berbagai bakteri . anterior terhadap tulang punggung dan posterior terhadap trakea dan jantung. Esofagus terletak di mediastinum rongga torakal. Diare adalah defekasi yang tidak normal baik frekuensi maupun konsistensinya. Lambung ditempatkan dibagian atas abdomen sebelah kiri dari garis tengah tubuh. Sekresi sebaiknya dihisap dengan suction sesuai kebutuhan Posisi pasien sering diubah-ubah dan pentingnya dilakukan gerakan/latihan pasif. 1996 ). lambung dan usus sampai anus. Filed under: 5. fundus. Pemberian O2. Lambung dapat dibagi ke dalam empat bagian anatomis. Bagian sisa dari saluran gastrointestinal terletak di dalam rongga peritoneal. frekuensi diare lebih dari 4 kali sehari. Istilah ini menjadi acuan bahwa terjadi proses inflamasi dalam lambung dan usus Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100 – 200 ml per jam tinja). kardia. 4. Kortikosteroid Mungkin juga meningkatkan kontraktilitas jantung dan perfusi sirkulasi periferal serta organorgan vital. Istilah gastroenteritis digunakan secara luas untuk menguraikan pasien yang mengalami perkembangan diare dan/ atau munmtah akut.Pengertian Gastroenteritis atau diare akut adalah kekerapan dan keenceran BAB dimana frekuensinya lebih dari 3 kali perhari dan banyaknya lebih dari 200 – 250 gram (Syaiful Noer. menurun-kanUntuk mengurangi peradangan dari membran alveoli permeabilitas kapiler paru-paru. Lingkungan sekitar klien harus tenang dan rileks.Pencegahan cedera paru berlanjut. kortikosteroid. tepat di bawah diafragma kiri.

Kolon mengabsorbsi sekitar 600 ml air perhari sedangkan usus halus mengabsorbsi sekitar 8000 ml kapasitas absorbsi usus besar adalah 2000 ml perhari. E. E. C. Pada sat ini telah dapat diidentifikasi tidak kurang dari 25 jenis mikroorganisme yang dapat menyebabkan diare pada anak dan bayi. dan mencegah refluks bakteri ke dalam usus halus. Yang mana fungsinya mengabsorbsi air dan elektrolit yang sudah hampir lengkap pada kolon. coronavirus. entamoeba histolitica. E. menyebutkan bahwa angka kesakitan diare diindonesia saat ini adalah 230-330 per 1000 pendududk intuk semua golongan umur dan 1.2 episode diare . shigella spp. Bakteri-bakteri yang dapat menyebabkan penyakit itu adalah aeromonashidrophilia. staphylococcus aureus.ETEC. D. capillaria philippinensis. ialah bvakteri non invasive dan bakteri invasive. clostridium perfringens. Pada tempat ini terdapat apendiks veriformis. E. coli. sarcocystis suihominis.Insiden Data departemen kesehatan RI. Diare karena bakteri invasive dan non ihnvasiv terjadi melalui suatu mekanisme yang berhubungan dengan pengaturan transport ion di dalam sel-sel usus berikut ini : cAMP (cyclic adenosine monophospate). clostridium defficile. Penyebab itu dapat digolongkan lagi kedalam penyakit yang ditimbulkan adanya virus. dan sebagainya. isospora billi. Bila jumlah ini dilampaui. Untuk sekresi dan absorbsi.Bakteri penyebab gastroenteritis (diare akut) dibagi dalam dua golongan besar. Bagian ujung dari usus besar terdiri dua bagian. shigelloides.EIEC). jalan keluar anal diatur oleh jaringan otot lurik yang membentuk baik sfingter internal dan eksternal. giarsia lamblia. c. vibrio cholerae.Infeksi internal.Infeksi parenteral. cGMP (cyclic guaniosin monophospate). Sedangkan penyebab gastroenteritis (diare akut) oleh parasit adalah balantidium coli. dan parasit usus. yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan seperti : otitis media akut tonsilopharingitis. misalnya adalah karena adanya kiriman yang berlebihan dari ileum maka akan terjadi diare. minirotavirus dan virus bulat kecil. dan trichuris trichuria. segmen transversum yang memanjang dari abdomen atas kanan ke kiri dan segmen desenden pada sisi kiri abdomen. campylobacter jejuni. plesiomonas.pilorus. Sedangkan golongan bakteri invasiv adalah salmonella spp. Rektum berlanjut pada anus.Etiologi Faktor infeksi a. Pertemuan antara usus halus dan usus besar terletak dibagian bawah kanan duodenum. usus halus dibagi dalam 3 bagian yaitu bagian atas disebut duodenum. coli hemorrhagic (EHEC) dan camphylobcter. yang jumlah panjangnya kira-kira dua pertiga dari panjang total saluran. salmonella spp. Ini disebut sekum pada pertemuan ini yaitu katup ileosekal. cryptosporidium. Yang termauk dalam golongan bakteri non invasive adalah : vibrio cholera. yaitu saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare. b. fasiolapsis buski. calcivirus. bagian tengah disebut yeyunum. Yang berfungsi untuk mengontrol isi usus ke dalam usus besar. bakteri.6 – 2. strongiloides stercoralis. Usus halus adalah segmen paling panjang dari saluran gastrointestinal. bacillus cereus. Penyebab utama oleh virus yang terutama ialah rotavirus (40-60%) sedangkan virus lainnya ialah virus Norwalk. bagian bawah disebut ileum. astrovirus. Ca-dependent dan pengaturan ulang sitoskeleton. coli infasif (EIEC). Kolon sigmoid dan rektum kolon sigmoid berfungsi menampung massa faeces yang sudah dehidrasi sampai defekasi berlangsung. coli pathogen (EPEC. dan yersinia enterocolitica. Usus besar terdiri dari segmen asenden pada sisi kanan abdomen.

bahkan yang disajikan tanpa dimasak penularannya transmisi orang ke orang melalui aerosolisasi (Norwalk. namun bila jumlah bakteri terlalu banyak maka akan ada yang lolos kedalam usus 12 jari (duodenum).setiap tahunnya untukgolongan umur balita. dan dehidrasi berat 23 %. Enteriditis. Denan memproduksi enzim muicinase bakteri berhasil mencairkan lapisan lendir yang menutupi permukaan sel epitel usus sehingga bakteri dapat masuk ke dalam membrane (dinding sel epitel). Di laboratorium kesehatan anak RSUD Dr. motilitas lambung. didalam lambung bakteri akan dibunuh oleh asam lambung. Faktor penentu terjadinya diare akut adalah faktor penyebab (agent) dan faktor penjamu (host).5 liter). dan bersifat sekretorik eksudatif. Bakteri kemudian tertelan dan masuk kedalam lambung. S. Hal ini disebabkan masukan minuman atau makanan yang terkontaminasi tinja ditambah dengan ekskresi yang buruk.tahun 2000 terdapat 1160 penderita diare yang dirawat dengan 227 (19. cAMP berkhasiat merangsang sekresi cairan usus di bagian kripta vili dan menghambat absorbsi cairan di bagian kripta vili. Di dalam duodenum bakteri akan berkembang biak sehingga jumlahnya mencapai 100 juta koloni atau lebih per ml cairan usus. atau melalui aktivitas seksual. yang merusak sel mukosa. Choleraesuis. kemampuan memproduksi toksin yang mempengaruhi sekresi cairan di usus serta daya lekat kuman. Paratyphi B. Sebagai akibat adanya rangsangan sekresi cairan dan hambatan absorbsi cairan tersebut. tetapi tentu saja ada batasannya. Cairan ini akan menyebabkan dinding usus menggelembung dan tegang dan sebagai reaksi dinding usus akan megadakan kontraksi sehingga terjadi hipermotilitas atau hiperperistaltik untuk mengalirkan cairan ke baeah atau ke usus besar. Kuman tersebut membentuk koloni-koloni yang dapat menginduksi diare patogenesis diare disebabkan infeksi bakteri terbagi dua yaitu : 1. yaitu faktor daya tahan tubuh atau lingkungan lumen saluran cerna.Patogenesis Diare akut akibat infeksi( gastro enteritis) terutama dilakukan secara fekal oral. . S. Di dalam membrane bakteri mengeluarkan toksin yang disebut sub unit A dan sub unit B. Coli (EIEC). seperti keasaman lambung. tetapi bila jumlah tersebut melampaui kapasitasnya menyerap. 2. Angka kematian diare golongan umur balita adalah sekitar 4 per 1000 balita. maka akan terjadi diare.Bakteri enteroinvasif Diare menyebabkan kerusakan dinding usus berupa nekrosis dan ulserasi. sub unit B melekat di dalam membrane dari sub unit A dan akan bersentuhan dengan membrane sel serta mengeluarkan cAMP (cyclic Adenosin Monophospate). Cairan diare dapat bercampur lendir dan darah. tanpa menimbulkan kerusakan sel epitel tersebut. imunitas juga mencakup lingkungan mikroflora usus. masih belum terjadi diare. Faktor penjamu adalah kemampuan pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme. Yersinia dan Perfringens tipe C. Bakteri yang termasuk dalam golongan ini adalah Enteroinvasif E.56 %) penderita yangmeninggal karena dehidrasi. rotavirus). S. S. Faktor penyebab yang mempengaruhi patogenesis antara lain daya penetrasi. Dalam keadaan normal usus besar akan meningkatkan kemampuannya untuk menyerap cairan yang bertambah banyak. volume cairan didalam lumen usus akan bertambah banyak.1%.Bakteri noninvasif (enterotoksigenik) Bakteri masuk kedalam makanan atau minuman yang tercemar oleh bakteri tersebut. E. makanan yang tidak matang. Shigela. dehidrasi sedang 7. Typhimurium. tangan yang terkontaminasi (clostridium difficille). soetomo pada tahun 1996 didapatkan 871 penderita diare yang dirawat dengan dehidrasi ringan 5%. Bila jumlah cairan meningkat sampai dengan 4500 ml (4.

F. pasien gelisah. gangguan biokimiawi seperti asidosis metabolik akan menyebabkan frekuensi pernafasan lebih cepat dan dalam (pernafasan kusmaul).Penyebab diare lainnya. nyeri perut sampai kejang perut. mungkin karena superinfeksi dengan jasad renik lain. sehingga bila kekurangan cairan tak segera diatasi dapat timbul penulit berupa nekrosis tubular akut. Sebaliknya sel-sel kripti akan berpoliferasi dan menyebabkan bertambahnya sekresi cairan ke dalam lumen usus. ujung ekstremitas dingin dan kadang sianosis. cholarae Virus : Mikroskop elektron. sehingga mengganggu absorpsi air. elektrolit dan zat makanan (lamdia) patofisologi kandida menyebabkan gastroenteritis belum jelas. . elisa Parasit : Pemeriksaan mikroskopika PH dan uji reduksi Lemak (pewarna sudam III) Elektrolit dan osmolalitas Darah tepi lengkap Asam folat serum dan eritrosit Mikroskopik : glordia dorstring dan loides. dan elektrolit. muntah. Selain itu terjadi pula kerusakan enzim-enzim disakarida yang menyebabkan intoleransi yang akhirnya memperlama diare. serta suara menjadi serak. lidah kering. kolerifrom.Gejala Klinik Pasien dengan diare akibat infeksi sering mengalami nausea. G. tulang pipi menonjol. E. kekurangan kalium dapat menimbulkan aritmia jantung. Histolytica) kerusakan vili yang penting menyerap air. dengan diare yang terutama terdiri atas cairan saja. Secara klinis dianggap diare karena infeksi akut dibagi menjadi dua golongan pertama.Tes Diagnostik BAHAN PEMERIKSAAN Tinja Tinja Darah Cairan duadenum Biakan : Siggela. Biakan : kuman aerob dan anaerob. turgor kulit menurun. V. Bila terjadi renjatan hipovolemik berat maka denyut nadi cepat (lebih dari 120 kali/menit) tekanan darah menurun tak terukur. Perfusi ginjal dapat menurun sehingga timbul anuria. coli. salmonella. demam dan diare terjadi renjatan hipovolemik harus dihindari kekurangan cairan menyebabkan pasien akan merasa haus. pada saat diare didapatkan lendir kental dan kadang-kadang darah. Kedua disentriform. muka pucat. Mekanisme yang dilakukan virus masih belum jelas kemungkinan dengan merusak sel epitel mukosa walaupun hanya superfisial. seperti parasit menyebabkan kerusakan berupa usus besar (E.

atau 2 ½ tetes/kgBB/menit. 2). Cairan parenteral : 1). Jenis cairan 4 : 1 (4 bagian glukosa 5 % + 1 bagian NaHCO3 1 %) dengan kecepatan 4 jam pertama = 25 ml / kg BB /jam atau 6 tetes/kgBB/menit. atau 10 tetes/kgBB/menit.Pemberian cairan : jenis cairan.Untuk anak umur 1 bulan – 2 tahun. cara memberikan dan jumlah cairan. Bila anak tidak mau minum. KCI dan glukosa. (b). Dehidrasi sedang 1 jam pertama : 50 – 100 ml/kg BB peroral /intragastrik (sonde). berat badan 3 – 10 kg. 4). b. Ketiga dasar pengobatan tersebut dijelaskan sebagai berikut : 1. teruskan dengan intravena 2 tetes/.. 16 jam berikutnya : 125 ml /kg BB oralit peroral atau intragastrik. 2. yaitu 1 jam pertama : 40 ml/kg BB / jam = 10 tetes / kg BB /menit (set infus berukuran 1 ml = 15 tetes) atau 13 tetes / kg BB /menit (set infus 1 ml : 20 tetes). Bila anak tidak mau minum dapat diteruskan dengan DG aa intravena 2 tetes/kgBB/m. 20 jam berikutnya 150 ml /kg BB /20 jam = 2 tetes/kgBB/ menit. Selanjutnya : 125 ml/kg BB /hari. Cairan peroral : Pada pasien dengan dehidrasi ringan dan sedang atau tanpa dehidrasi dan bila anak mau minum serta kesadaran baik diberikan peroral berupa cairan yang berisi NaCl dan NaHCO3. 2. 7 jam berikutnya : 10 ml /kg BB /jam = 3 tetes/kgBB/ menit. Cairan sederhana yang dapat dibuat sendiri (formula tidak lengkap)hanya mengandung garam dan gula (NaCl dan sukrosa). (c).Pemberian cairan pada pasien diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum. 3).H. Formula lengkap sering disebut juga oralit. 16 jam berikutnya : 125 ml/kg BB oralit peroral atau intragastrik. atau 4 tetes/kgBB/menit. Dehidrasi berat (a). Belum ada dehidrasi Peroral sebanyak anak mau minum atau 1 gelas tiap defekasi. Selanjutnya . 8 tetes/kgBB/ menit.Pengobatan dietetik Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak di atas 1 tahun dengan BB kurang dari 7 kg jenis makanan : .Untuk bayi baru lahir (neonatus) dengan BB 2 – 3 kg. Dehidrasi ringan 1 jam pertama : 25 – 50 ml/kg BB per oral (intragastrik). Kebutuhan cairan : 125 ml + 100 ml + 25 ml = 250 ml /kg bb /24 jam.Dietetik. 7 jam berikutnya : 12 ml /kg BB/jam = 33 tetes / kg BB/ m atau 4 tetes / kg BB/menit. atau air tajin yang diberi garam dan gula untuk pengobatan sementara sebelum di bawah berobat ke rumah sakit pelayanan kesehatan untuk mencegah dehidrasi lebih jauh. 125 ml/kg BB/hari.Penatalaksanaan Dasar pengobatan diare adalah : 1. 3.Obat-obatan.Untuk anak lebih dari 25 tahun dengan BB 10 – 15 kg : 1 jam pertama : 30 ml /kg BB/jam = 8 tetes/kgBB/menit. Jenis cairan a. atau 3 tetes/ kgBB/m.kg BB/menit atau 3 tetes/kgBB/menit.

Dihentikannya pemberian susu yang diganti dengan campuran glucose elektrolit (dioralite).Dihentikannya pemberian susu b. I. b. Pergantian dapat dilakukan baik peroral atau intravena dan akan tergantung pada kehilangan air dan elektrolit melalui diare. Klorpromazin dosis 0. Obat spasmolitik. Antibiotik (Ngastiyah. Dehidrasi ringan .Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan. Ini didasarkan pada penilaian klinis. jika diberikan jumlah kecil (15 ml susu krim separuh) setiap 4 jam dengan salin antara waktu makan d. c.5 – 1 mg /kg bb /hari. ada kemungkinan lebih disukai untuk merawat anak di rumah.Prinsip Pengobatan Dan Managemen Perawatan 1. jumlah campuran glucose elektrolit diturunkan secara berimbang e. Kembali susu atau makanan biasa.Susu (ASI dan atau susu formula yang mengandung laktosa rendah dan asam lemak tak jenuh).Perawatan bayi dengan terapi intra vena d.Penimbangan berat badan harian dan pengumpilan urin harian Dehidrasi parah. Cara memberikannya : a. secara berangsur-angsur susu diberikan kembali seperti yang diuraikan untuk dehidrasi ringan . 3.Penggantian deficit cairan danelektrolit serta koreksi gangguan asam basa.Setelah 24 jam pemberian susu dimulai kembali. Hari kedua – keempat : ASI /susu formula rendah laktosa penuh. asal diberikan perawatan medis tang efesien. dilanjutkan selama 24 jam c. b. Bayi dalamkedaan sakit parah dengan kegagalan sirkulasi : a.a. Bila diberi ASI/susu formula tapi masih diare diberikan oralit selang-seling. a. c.4 % natrium bikarbonat dengan penilaian kembali status asam basa d.Jika suatu elektrolit dan cairan telah dikoreksi.Sucrose hanya ditambahkan jika feces mulai berbentuk Dehidrasi ringan.Hari pertama : setelah dehidrasi segera diberikan makanan peroral. b. atau pada rekaman kehi.Dimulainya pemberian cairan peroral secara perlahan – lahan untuk kmenentukan kemampuan menerima cairan f.Pengobatan tergantung pada derajat dehidrasi. c.Pemeriksaan biokimia dan obsevasi klinis untuk menentukan status elektrolit e. Pada kasus ini. 1997).Koreksi asidosis merabolik dengan pemberian secara intravena 8.Infuse plasma untukmenggantikan penurunan volume plasma c. Makanan setengah padat (bubur) atau makanan padat (nasi tim).angan berat badanterakhir.Cairan harus diberikan setiap 2 jam pada siang hari dan setiap 4 jam selama malam hari.Dengan ditingkatkannya pemberian susu.Dimulainya pemberian susu secara berangsur-angsur seperti yangdiuraikanuntuk dehidrasi ringan g. b.Obat-obatan a. gambaran klinik ditegakkan secara baik danbayi mulai dirawat : a.Infuse intravena dengan larutan yang sesuai dan masukan cairan dengan peningkatan yang seksama b. Hari kelima : bila tidak ada kelainan pasien dipulangkan. c.Obat anti sekresi : dosis 25 mg /tahun dengan dosis minimum 30 mg.

Perawatan dapat diawasi dan diberikan bantuan.Dukungan bagi orang tua.ibu harusdidorong untuk tinggal bersama anak. seperti kloramfenikol atau streptomisin. Orang tua diminta untuk datang ke unit rawat jalan untuk mengubungi dokter umum untuk menilai kemajuan bayi. Dialisat Cairan yang digunakan untuk proses hemodialisis. Area popok dibasuh secara lebih dan diberikan krim pelindung. Filed under: 9. Jika terdapat bukti tidak adanya pengertian dalam hal perawatan anak. karena penurunan kadar kalium serum menimbulkan perubahan aktivitas jantung. c. 2. terutama antibiotika untuk mengatasu kuman infeksi . dapat diberikan secara parenteral b. bila fungsi ginjal sudah tidak memadai lagi.Isolasi bayi dan pengertian akan proses infeksi silang serta pencegahannya. 2008 by harnawatiaj Hemodialisis berasal dari kata : Hemo : darah Dialisis : memisahkan dari yang lain Hemodialisis Proses pemisahan zat-zat tertentu dari darah melaui suatu membran semi permeabel. Diberikan oksigen dan bayi diobservasi secara seksama. . dan orang tua tidak boleh disalahkan karena keadaan ini.Pemberian obat-obatan.Selama fase akut. obat-obatan yang sesuai. Membran semi permeabel Lapisan yang sangat tipis dan memiliki lubang-lubang submikroskopik (pori) Ginjal buatan/ dialyzer (halofiber/artificial kidney) Alat yang digunakan untuk mengeluarkan sampah metabolisme tubuh atau zat toksik lain dari dalam tubuh.Perawatan rutin a. jika muntah parah. dan peningkatan kadar kalium secara cepat membawa resiko henti jantung.Perawatan bokong anak. Bayi tidak boleh ditinggal berbaring dengan popok yang basah dan kotor. harus diingat bahwa banyak bayi yangmenderita gastroenteritis kendatipun perawatan bayi yang bhaik. Walaupun demikian. Segera setelah petunjuk pemberian makanan mencapai tingkat sesuai umur dan kebutuhan anak. Feces yang encer akan menyebabkan kemerahan dan ekskoriasi kulit. Meninggalkan bokong dalam kedaan terpapar merupakan cara yang terbaik untuk mendorong terjadinya penyembuhan. f.Inspeksi dan perawatan mulit bayi e. Dimana didalamnya mempunyai 2 kompartemen dialisat yang dibatasi selaput semipermeabel. DIGESTIVE ZONE | 3 Komentar » TEHNIK DAN PROSEDUR HD Posted on Maret 9. bayi dirawat dalam incubator. maka anak dizinkan pulang.Persiapan pulang ke rumah. Blood lines Pipa-pipa atau selang-selang yang mengalirkan darah dari tubuh menuju dialyzerdan yang dari dialyzer ke tubuh. d. dan jika terjadi pertambahan berat badan anak yang memuaskan dan tidak terdapat muntah atau feces yang encer.e. Terdiri dari campuran air dan elektrolit dengan konsentrasi hampir sama dengan serum darah normal.

Terdiri dari : arteri blood line/ inlet/ ABL. Blood pump/ pompa darah Alat yang menyebabkan darah mengalir dalam sirkulasi darah.5 cm2 Tergantung dari besar badan/ berat badan 3.Aliran darah Secara teori seharusnya aliran darah secepat mungkin. Tekanan Negative/ Negative Pressure/ Dialisat Pressure : pada inlet dimonitoring sebelum blood pump. Terlalu besar aliran darah bisa menyebabkan syok pada penderita. disebut juga fistula pressure. Tekanan Positif/ Positive Pressure : pada inlet dimonitoring sesudah blood pump. pada bubble trap disebut juga arterial pressure. Meninggalkan tekanan dialisat berarti menambah daya hisap dari cairan dialisat sehingga cairan darah berpindah ke dialisat dan ultrafiltrasi meninggi Faktor-faktor yang mempengaruhi hemodialisis 1. Priming : pengisian cairan yang pertama kali dalam sirkulasi darah (ABL+Dialyzer+VBL) ……NaCl Conductivity : kemampuan suatu larutan untuk menghantarkan aliran listrik. Segment pump : Bagian dari ABL yang ditempatkan pada Blood pump. Bubble trap/ air trap Suatu ruangan pada ABL dan VBL yang bertugas menahan/ mengamankan gelembung udara dalam sirkulasi darah. menimbulkan borosnya pemakaian cairan. Bersifat ganda yaitu menarik dan mendorong.Aliran dialisat Semakin cepat aliran dialisat semakin efisien proses hemodialisis. 2.Luas selaput/ membran yang dipakai Yang biasa dipakai : 1-1. aliran darah yang keluar kurang. misalnya karena : Jarum kecil Posisi jarum kurang baik Vasokonstriksi dari vena Trans Membrane Pressure/ TMP : adalah perbedaan tekanan antara kompartemen darah dan kompartemen dialisat melalaui membrane. Terjadi karena hambatan pada jalan masuk darah ke tubuh. venous blood line/ outlet/ VBL. jarum. terjadi bila ada tekanan pada dialyzer (misalnya: ada bekuan dalam dialyzer). Qb : kecepatan aliran darah dalam sirkulasi darah (ml/m) Qd : kecepatan aliran dialisat dalam sirkulasi dialisat (ml/m) Qf : ultrafiltration rate (ml/m) yaitu jumlah air yang keluar dari kompartemen darah ke kompartemen dialisat melalui membran semi permeabel yang disebabkan karena perbedaan tekanan. Temperatur suhu dialisat Temperature dialisat tidak boleh kurang dari 360C karena bisa terjadi spasme dari vena sehingga . terjadi bila ada hambatan dari arteri. Tekanan positif pada outlet dimonitoring pada bubble trap dari outlet disebut juga venous pressure. Hal-hal yang membatasi kemungkinan tersebut antara lain : tekanan darah.

klem) Bak spuit dan kom kecil Korentang dan tempatnya Klem-klem (besar dan kecil) Gunting Bengkok.5cc.Sarana ruangan Tempat tidur Penerangan yang cukup Wastafel dan kran Kran-kran untuk sarana hubungan dengan mesin hemodialisis Saluran pembuangan Alat pendingin ruangan/ AC Tempat sampah Meja suntik Stop kontak 2. nierbekken Mat kan/ gelas ukuran Zeil + karet alat untuk alas tangan Sarung tangan Kassa/ gaas Plester/ band aid Verband Alat-alat khusus : Dialyzer Blood lines (ABL/ VBL) AV fistula/ Abocath no G14 s/d G16 Dialisat pekat Infuse set Micro drip Spuit : insulin 2. 10cc. 5cc.aliran darah melambat dan penderita menggigil.Peralatan kesehatan dan obat-obatan. Temperatur dialisat tidak boleh lebih dari 420C karena bisa menyebabkan hemolisis. Peralatan kedokteran : Tensi meter + stetoskop Timbangan BB Tabung oksigen lengkap Alat EKG Slym zuiger Tromol (duk.Mesin hemodialisis/ pengelola air Mesin pengelola air : Water softener Revense osmosis 3. 30/50cc Conductivity meter . Untuk menjalankan hemodialisis perlu : 1. kassa.

90 % Kain kasa/ Gaas steril Duk steril Sarung tangan steril Bak kecil steril Mangkuk kecil steril Klem Plester Desinfektan (alcohol + bethadine) Gelas ukur (mat kan) Timbangan BB Formulir hemodialisis Sirkulasi darah . bethadine Heparin. HD ZONE | 4 Komentar » PERAWATAN HEMODIALISA Posted on Maret 9. batch sistim) Persiapan peralatan + obat-obatan Dialyzer/ Ginjal buatan (GB) AV Blood line AV fistula/abocath Infuse set Spuit : 50 cc.Obat-obatan : Lidocain. protamin Sodium bicarbonat 7 % (meylon) Obat-obat penyelamat hidup Yang perlu selain yang diatas adalah : Surat izin dialysis Formulir dialysis Traveling dialsis Formulir laboratorium Formulir radiologi Filed under: D. 2008 by harnawatiaj 1. Novocain Alcohol. insulin Heparin inj Xylocain (anestesi local) NaCl 0. 5 cc.PERAWATAN SEBELUM HEMODIALISIS (PRA HD) Persiapan mesin Listrik Air (sudah melalui pengolahan) Saluran pembuangan Dialisat (proportioning sistim. dll .

dengan posisi merah diatas Hubungkan ujung putih pada ABL dengan GB ujung merah Hubungkan ujung putih VBL dengan GB ujung biru.Cuci tangan Letakkan GB pada holder. klem tetap dilepas Masukkan heparin dalam sirkulasi darah sebanyak 1500-2000 U Ganti kolf NaCl dengan yang baru yang telah diberi heparin 500 U dan klem infus dibuka Jalankan sirkulasi darah + soaking (melembabkan GB) selama 10-15 menit sebelu dihubungkan dengan sirkulasi sistemik (pasien) CATATAN !!!! PERSIAPAN SIRKULASI Rinsing/Membilas GB + VBL + ABL Priming/ mengisi GB + VBL + ABL Soaking/ melembabkan GB. pemberian obat-obatan) Buka klem ujung dari ABL. VBL. (untuk hubungan tekanan arteri. VBL dan infus set 100 ml/mJalankan Qb dengan kecepatan Udara yang ada dalam GB harus hilang (sampai bebeas udara) dengan cara menekan-nekan VBL Air trap/Bubble trap diisi 2/3-3/4 bagian Setiap kolf NaCl sesudah/ hendak mengganti kolf baru Qb dimatikan Setelah udara dalam GB habis. Volume priming : darah yang berada dalam sirkulasi (ABL + GB + VBL ) Cara menghitung volume priming : Σ NaCl yang dipakai membilas dikurangi jumlah NaCl yang ada didalam mat kan (gelas tampung/ ukur) Contoh : ∑ NaCl yang dipakai membilas : 1000 cc ∑ NaCl yang ada didalam mat kan : 750 cc Jadi volume priming : 1000 cc – 750 cc = 250 cc Cara melembabkan (soaking) GB Yaitu dengan menghubungkan GB dengan sirkulasi dialisat Bila mempergunakan dialyzer reuse / pemakaian GB ulang : Buang formalin dari kompartemen darah dan kompartemen dialisat Hubungkan dialyzer dengan selang dialisat 15 menit pada posisi rinseBiarkan Test formalin dengan tablet clinitest : Tampung cairan yang keluar dari dialyzer atau drain 10 tts (1/2 cc). ujung biru VBL dihubungkan dengan alat penampung/ mat-kan Letakkan posisi GB terbalik.9 % (2-3 kolf) Pasang infus set pada kolf NaCl Hubungkan ujung infus set dengan ujung merah ABL atau tempat khusus Tutup semua klem yang ada pada slang ABL. biru diatas Gantungkan NaCl 0. masukkan ke dalam tabung gelas. tekanan vena. yaitu yang tanda merah dibawah. masukkanAmbil cairan 1 tablet clinitest ke dalam tabung gelas yang sudah berisi cairan Lihat reaksi : Warna biru : – / negatif . hubungkan ujung ABL dengan ujung VBL.

fiksasi. procain inj) Punksi vena (outlet). tutup dengan kasa steril Berikan bolus heparin inj (dosis awal) Punksi inlet (fistula). fiksasi. Bolus heparin inj (dosis awal) Fiksasi.Warna hijau : + / positif Warna kuning : + / positif Warna coklat : +/ positif Selanjutnya mengisi GB sesuai dengan cara mengisi GB baru Persiapan pasien 1.Semua klem dibuka.Pompa darah (blood pump stop. biasanya di lengan).14 s/d G. tutup dengan kassa steril Dengan eksternal A-V shunt (Schibner) Desinfektan Klem kanula arteri & vena Bolus heparin inj (dosis awal) Tanpa 1 & 2 (femora dll) Desinfektan Anestesi local Punksi outlet/ vena (salah satu vena yang besar. sambungkan ujung dari VBL dengan punksi outlet . Posisi. tutup kassa steril Punksi inlet (vena/ arteri femoralis) Raba arteri femoralis Tekan arteri femoralis 0.Jalankan pompa darah (blood pump) dengan Qb sirkulasi darah terisi darah semua. sampai4.Persiapan fisik :Timbang BB. Dengan AV fistula no G.Ujung VBL line dihubungkan dengan punksi outlet 3. 5.5 – 1 cm ke arah medialVena femoralis Anestesi lokal (infiltrasi anetesi) Vena femoralis dipunksi setelah anestesi lokal 3-5 menit Fiksasi Tutup dengan kassa steril Memulai hemodialisis 1. Observasi KU (ukur TTV) 2. kecuali klem infus set 100 ml/m.16/ abocath.Izin hemodialisis 3.Persiapan mental 2.Ujung ABL line dihubungkan dengan punksi inlet 2.PERAWATAN SELAMA HEMODIALISIS (INTRA HD) Pasien Sarana hubungan sirkulasi/ akses sirkulasi : Dengan internal A-V shunt/ fistula cimino Pasien sebelumnya dianjurkan cuci lengan & tangan Teknik aseptic + antiseptic : bethadine + alcohol Anestesi local (lidocain inj.

setelah 15 menit bisa dinaikkan sampai 300 ml/m (dilihat dari keadaan pasien) 9.Pada waktu menghubungkan venous line dengan punksi outlet. Umur. 2. Heparinisasi Dosis heparin : Dosis awal : 25 – 50 U/kg BB Dosis selanjutnya (maintenance) = 500 – 1000 U/kg BB Cara memberikan Kontinus Intermiten (biasa diberikan tiap 1 jam sampai 1 jam terakhir sebelum HD selesai) Heparinisasi umum Kontinus : Dosis awal : ……. udara harus diamankan lebih dulu 3.TMP.Qb : 200 – 300 ml/m 2. CATATAN !!!! 1. 12. S. BB. N. makan/minum. 8. Tipe GB. Heparin dilarutkan dengan NaCl 11. Bila keadaan pasien tidak baik/ lemah lakukan mengukur TD.Tempat-tempat punksi harus harus sering dikontrol. U Dosis selanjutnya : …… U . untuk menghindari terjadi perdarahan dari tempat punksi.Temperatur : 36-400C 4.cairan priming diampung di gelas ukur dan jumlahnya dicatat (cairan dikeluarkan sesuai kebutuhan).Qd : 300 – 500 ml/m 3.Fiksasi ABL & VBL (sehingga pasien tidak sulit untuk bergerak) 7. Cairan priming yang masuk. Mesin Memprogram mesin hemodialisis : 1. Nadi setiap 1 jam. P. N.Hubungkan selang-selang untuk monitor : venous pressure. keluhan selama HD.Pompa heparin dijalankan (dosis heparin sesuai keperluan). arteri pressure.Ukur TD. TD. UFR 5.6.Permulaan HD posisi dialyzer terbalik setelah dialyzer bebas udara posisi kembalikan ke posisi sebenarnya.Heparinisasi Tekanan (+) /venous pressure Trans Membran Pressure / TMP Tekanan (-) / dialysate pressure Tekanan (+) + tekanan (-) Tekanan / pressure : Arterial pressure / tekanan arteri : banyaknya darah yang keluar dari tubuh Venous pressure / tekanan vena : lancar/ tidak darah yang masuk ke dalam.Isi formulir HD antara lain : Nama.Jalankan pompa darah dengan Qb = 100 ml/m.Semua sambungan dikencangkan 4. lebih sering. masalah selama HD. hidupkan air/ blood leak detector 10.

MESIN & PERALATAN Qb Qd Temperature Koduktiviti Pressure/ tekanan : arterial. Bilas dengan NaCl setiap : ½ – 1 jam Banyaknya NaCl yang masuk harus dihitung Jumlahnya NaCl yang masuk harus dikeluarkan dari tubuh. venous. MONITOR SELAMA HEMODIALISA 1. U Heparin : protamin = 100 U : 1 mg Heparin & protamin dilarutkan dengan NaCl. bisa dimasukkan ke dalam program ultrafiltrasi CATATAN Dosis awal : diberikan pada waktu punksi : sirkulasi sistem Dosis selanjutnya: diberikan dengan sirkulasi (maintenance) ekstra korporeal. Heparinisasi minimal Syarat-syarat : Dialyzer khusus (kalau ada). Heparin diberikan/ dipasang pada selang sebelum dializer. pend hipotensi berat) : Efedrin 1 ampul + 10 cc aquadest kmd disuntik 2 ml/IV .. dialysate. U Protamin : ….Intermitten : Dosis awal : …… U Dosis selanjutnya : …….PASIEN KU pasien TTV Perdarahan Tempat punksi inlet. Protamin diberikan/ dipasang pada selang sebelum masuk ke tubuh/ VBL. UFR Air leak & Blood leak Heparinisasi Sirkulasi ekstra corporeal Sambungan-sambungan CATATAN : Obat menaikkan TD ( tu. outlet Keluhan/ komplikasi hemodialisis 2. Qb tinggi (250 – 300 ml/m) Dosis heparin : 500 U (pada sirkulasi darah). U Heparinisasi regional Dosis awal : …… U Dosis selanjutnya : …. PENGAMATAN OBSERVASI.

lebih lama 5.Setelah darah masuk ke tubuh Blood pump stop.Sebelum ABL & VBL dilepas dari kanula maka kanula arteri & kanula vena harus diklem lebih dulu 3. setelah perdarahan berhenti.Penekanan bekas punksi dengan 3 jari sekitar 10 menit 3.Memakai teknik aseptik dan antiseptik SCRIBNER 1.Kedua sisi kanula dihubungkan kembali dengan konektor 5.5 menit sebelum hemodialisis berakhir Qb diturunkan sekitar 100cc/m UFR = 0 2. ditekan kembali dengan bantal pasir 4.Jarum outlet dicabut. kalau perlu di dorong dengan udara ( harus hati-hati) 2.Isi formulir hemodialisis CATATAN : 1. jarum inlet dicabut .PERAWATAN SESUDAH HEMODIALISIS (POST HD) Mengakhiri HD Persiapan alat : Kain kasa/ gaas steril Plester Verband gulung Alkohol/ bethadine Antibiotik powder (nebacetin/ cicatrin) Bantal pasir (1-1/2 keram) : pada punksi femoral Cara bekerja 1. lalu tutup dengan kain kassa/band aid lalu pasang verband.kanula arteri & vena dibilas dengan NaCl yang diberi 2500 U – 300 U heparin inj 4.Ukur TTV : TD. S.Timbang BB (kalau memungkinkan) 12. 10.Bekas punksi arteri penekanan harus tepat.Darah dimasukkan ke dalam tubuh dengan do dorong dengan nacl sambil qb 50 – 100 cc) 100 ml/m (NaCl masuk : dijalankan 7.Cairan pendorong/ pembilas (NaCl) sesuai dengan kebutuhan .Lepas klem pada kedua kanula 6. nadi 3.Blood pump stop 4. bekas punksi inlet ditekan dengan kassa steril yang diberi betadine. bekas punksi inlet & outlet ditekan dengan kassa steril yang diberi bethadine 9.Ukur TD.Bila perdarahan pada punksi sudah berhenti. ujun VBL diklem.Hubungkan ujung abl dengan infus set 6.Bekas punksi femoral lebih lama.Pakai sarung tangan 2. bubuhi bekas punksi inlet & outlet dengan antibiotik powder.Fiksasi .Ujung ABL diklem. P 11. 5.3. 8. N.

venous pressure.Pada tahap persiapan Persiapan alat dan mesin Selama ini pasien dipersilahkan masuk ke ruangan HD dalam keadaan mesin sudah siap pakai karena perawat sudah menyiapkannya. ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN HEMODIALISIS Pada pasien yang baru pertama kali hemodialisis. kecepatan aliran heparin dan UFR. mengukur suhu. meyediakan alatalat. Pada pre hemodialisis. Pada tahap penghentian hemodialisis meliputi : penghentian aliran darah. Menimbang BB .7. pemberian anestesi lokal (kalau perlu). Sebenarnya bagi pasien yang memungkinkan bisa dilibatkan sejak awal. Hal ini dapat terlihat dari kegiatan : a. kegiatan perawatan meliputi : menghidupkan mesin. untuk mengetahui ada bekuan atau tidak. Langkah selanjutnya adalah mencabut jarum out line dan menekan bekas tusukan. mempersiapkan alat-alat. Intervensi keperawatan yang dilakukan mengarah kepada pemberian bantuan sepenuhnya. pasien diorientasikan pada ruangan paviliun II dan alat-alat yang ada. pengaturan posisi tubuh. Semua kegiatan baik pada tahap pre hemodialisis selama pemasangan dan penghentian hemodialisis dilakukan oleh perawat kecuali penimbangan berat badan dan minum yang pada beberapa pasien dilakukan sendiri. mengukur suhu badan. Pada tahap pemasangan alat dan selama pemasangan. Pembuatan rencana perawatan pasien sudah berjalan dimana dalam pengkajian meliputi data fisik dan psikososial. mengganti gaas bethadine dan fiksasi dengan plester. Setelah penghentian hemodialisis. hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama hemodialisis dan efek dari hemodialisis. prinsip hemodialisis. penusukan jarum. mengawasi penimbangan berat badan pasien. sirkulasi cairan NaCl pada mesin. pembatasan cairan. dari mulai menghidupkan mesin. memprogram penurunan berat badan. makan dan minum. mengukur tekanan darah dan menciptakan suasana ruangan untuk mengisi kegiatan pasien selama hemodialisis berlangsung. selanjutnya menyambung jarum pada arteri blood line. Disamping itu beberapa pasien telah dapat melaporkan pada perawat apabila ada ketidakberesan pada mesin atau akses vaskular. memasang alat pada mesin. Pada saat itu pasien menunggu di ruang tunggu. mencabut jarum inlet dan menekan bekas tusukan sambil menunggu sampai aliran darah pada venous blood line habis. Lalu menekan tombol BFR. BB sebelum dan sesudah HD. setelah mencoba mengatasi sendiri. kegiatannya meliputi : desinfeksi daerah penusukan. pemasukan heparin (bolus). Kemudian menghubungkan heparin contnous ke sirkulasi. mengukur tekanan darah dan menghitung denyut nadi. membereskan alat-alat dan dilanjutkan dengan desinfeksi alat. diet. Sistem pencatatan dan pelaporan yang dijalankan dalam bentuk lembaran observasi pasien yang berisi tentang : TTV sebelum atau selama dan sesudah HD. dilakukan pengukuran tekanan darah. membuka klem venous dan arteri blood line. dosis heparin. Data psikososial yang dikaji sebatas pada adanya rasa cemas dan bosan. monitoring pernafasan. priming dan keluhan pasien setelah HD. waktu pelaksanaan. memasang alat pada mesin sampai mesin tersebut dipakai. program penurunan BB . Selain itu pasien diberikan penjelasan ringkas tentang prosedur yang akan dijalankan. monitoring alat-alat dan kelancaran sirkulasi darah.Pasang balutan dengan sedikit kanula bisa dilihat dari luar. mengawasi penimbangan berat badan. jika kondisi pasien memungkinkan. perawatan cimino.

b. Sebenarnya dapat mulai dikenalkan kepada pasien mengenai alat-alat dan cara pengukurannya. HD ZONE | 8 Komentar » « Halaman Sebelumnya — Halaman Berikutnya » . namun tetap dalam pengawasan perawat. mulai dari hal-hal yang sedrhana tapi dapat menarik minat untuk belajar. Pasien menyebutkan berapa BBnya dan perawat mencatatnya dalam lembaran observasi.Penimbangan BB bagi pasien yang mampu memang sudah dilakukan sendiri oleh pasien begitu mereka masuk ruangan.Pada tahap penghentian Filed under: D. Mengukur suhu badan. tekanan darah dan menghitung denyut nadi Kegiatan-kegiatan ini semuanya masih dilakukan oleh perawat. Dalam hal ini pasien dapat diberi kesempatan untuk mencatat Bbnya sendiri.Pada tahap pelaksanaan c.

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->