Está en la página 1de 2

ANEEMIA DEFISIENSI BESI Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul akibat kosongnya cadangan besi tubuh

sehingga penyediaan besi untuk eritropoesis berkurang, yang pada akhirnya pembentukan hemoglobin berkurang KLASIFIKASI DEFISIENSI BESI MENURUT BERATNYA DEFISIENSI Jika dilihat dari beratnya kekurangan besi dalam tubuh maka defisiensi besi dapat dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu: 1. Deplesi besi: cadangan besi menurun, tetapi penyediaan besi untuk eritropoesis belum terganggu 2. Eritropoesis defisiensi besi: cadangan besi kosong, penyediaan besi untuk eritropoesis tubuh terganggu, tetapi belum timbul anemia secara laboratorik PREVALENSI ANEMIA DEFISIENSI BESI Anemia defisiensi besi merupakan jenis anemia yang paling sering dijumpai baik di klinik maupun di masyarakat. Dari berbagai data yang dikumpulkan sampai saat ini, didapatkan gambaran prevalensi anemia defisiensi sebagai berikut

Laki dewasa Wanita tak hamil Wanita hamil

Afrika 6% 20% 60%

Amerika latin 3% 17-21% 39-46%

Indonesia 16-50% 25-48% 46-92%

ETIOLOGI ANEMIA DEFISIENSI BELI Anemia defisiensi besi dapat disebabkan oleh rendahnya masukan besi, gangguan absorpsi, serta kehilangan besi akibat perdarahan menahun. GEJALA KHAS ANEMIA DEFISIENSI BESI Gejala yang khas dijumpai pada defisiensi besi, tidak dijumpai pada anemia jenis lain, seperti: 1. Koilonychia: kuku sendok,kuku menjadi rapuh bergaris garis vertikal dan menjadi cekung sehingga mirip seperti sendok 2. Atrofi papil lidah: permukaan lidah menjadi licin dan mengkilap karena papil lidah menghilang 3. Stomatitis: adanya keradangan pada sudut mulut sehingga tampak sebagai bercak berwarna pucat keputihan 4. Disfagia: nyeri menelan karena kerusakan epitel hipofaring 5. Atrofi mukosa gaster sehingga menimbulkan akhloridia

DIAGNOSIS Untuk menegakkan diagnosis anemia defisiensi besi harus dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang teliti disertai pemeriksaan laboratorium yang tepat. Secara laboratorik untuk menegakkan diagnosis anemia defisiensi besi dapat dipakai kriteria diagnosis anemia defisiensi besi sebagai berikut: 1. Dua dari tiga parameter di bawah ini: a. Besi serum <50mg/dl b. TIBC >350 mg/dl c. Saturasi transferin <15% 2. Feritin serum <20 u/dl 3. Pengecatan sumsum tulang dengan biru prusia menunjukan cadangan besi negatif 4. Dengan pemberian sulfas ferosus 3 x 200 mg/hari selama 4 minggu disertai kenaikan kadar hemoglobin lebih dari 2 g/dl TERAPI Setelah diagnosis ditegakkan maka dibuat rencana pemberian terapi, terapi terhadap anemia defisiensi besi dapat berupa: 1. Terapi kausal: tergantung penyebabnya, misalnya: pengobatan cacing tambang pengobatan hemoroid, pengobatan menoragia. 2. Pemberian preparat besi untuk mengganti kekurangan besi dalam tubuh: a. Besi per oral: merupakan obat pilihan pertama karena efektif. Murah, dan aman. Preparat yang tersedia yaitu: i. Ferrous sulphat\ ii. Ferrous gluconate iii. Ferrous fumarat iv. Ferrous lactate b. Besi parenteral Efek samping lebih berbahaya,serta harganya lebih mahal. Indikasi,yaitu: 1. Intoleransi oral berat 2. Kepatuhan berobat berkurang 3. Kolitis ulserativa 4. Perlu peningkatan Hb secara cepat

RUMUS PENGHITUNGAN DOSIS

Kebutuhan besi(mg)=(15-Hb sekarang) x BB x 3