Titrasi iodometri

PERCOBAAN IV Judul Tujuan Hari/ Tanggal Tempat : TITRASI IODOMETRI : Untuk menentukan kadar tembaga dengan cara iodometri. : Sabtu/22 November 2008. : Laboratorium Kimia FKIP UNLAM Banjarmasin

I.

DASAR TEORI Proses oksidasi reduksi atau redoks menyangkut perubahan elektron pada

zat-zat yang bereaksi. Oksidasi adalah peristiwa pelepasan elektron dan reduksi adalah peristiwa pengikatan elektron. Iodium adalah oksidator lemah, sedangkan iodida merupakan suatu reduktor kuat. Persamaan reaksi pada reaksi iodium adalah :
I2 (s) + 2e2I-

Pada titrasi dengan menggunakan iod ada dua istilah yang lazim digunakan yaitu iodimetri dan iodometri. Pada iodimetri, iodium digunakan untuk menitrasi reduktor-reduktor yang dapat dioksidasi secara kuantitatif pada titik ekivalensi. Reaksi oksidasi yang berlangsung dengan larutan iodium di antaranya dengan H2S, H2SO4, H2AsO4, Sn2+ dan S2O32-. Dengan cara iodometri oksidator yang dianalisis direaksikan dengan iodida berlebih dalam suasana larutan yang cocok, dan iodium yang dibebaskan secara kuantitatif dititrasi antara lain dengan larutan baku natrium tiosulfat. Cara iodometri dapat digunakan untuk menganalisa oksidator yang kuat. Di antaranya MnO4-, Cr2O72-, BrO3-, IO3-, ClO3-, HNO3, Cu2+ dan HOCl. Pada iodimetri atau iodometri titik akhir titrasinya didasrkan atas terbentuknya iodium bebas. Adanya iodium dapat ditunjukkan dengan adanya indikator amilum atau dengan pelarut organik (CHCl atau CCl4) yang dapat mengekstraksi iodium dalam air. Beberapa sumber kesalahan dalam titrasi iodimetri atau iodometri di antaranya : a. b. Iodium mudah menguap Dalam suasana asam, iodida akan dioksidasi oleh O2 dari udara. 99

Laporan Akhir Praktikum Kimia Analisis

4.+ 2I- Untuk mendapatkan hasil titrasi yang sempurna dilakukan pada suasana pH larutan 4-4. Hal ini dilakukan dengan menambahkan asam asetat sehingga terjadinya buffer asam asetat – natrium asetat. Penambahan indikator dilakukan setelah jumlah iodium seminimal mungkin. II. Indikator lainnya yang dapat dipakai pada iodometri adalah CCl4 dan CHCl3. ALAT DAN BAHAN Alat yang digunakan : 1. jika konsentrasi I2nya tinggi (pekat). b. 2.5. Indikator kanji dengan iodium yang mengandung akan senyawa kompleks yang berwarna biru. tambahkan beberapa tetes larutan natrium karbonatsampai tidak terjadi gas dan bila ada endapan tambahkan beberapa tetes asam asetat. Jika pada larutan ion tembaga (II) terdapat asam mineral. c. 3. 2Cu2+ + 4II2 + 2S2O322CuI (s) + I2 S4O62. 5.Titrasi iodometri 4I.+ O2 + 4H+ 2I2 + 2H2O Larutan iodium dalam air yang mengandung iodida berwarna kuning sampai jingga. Logam tembaga atau ion tembaga dapat ditetapkan kadarnya secara iodometri dengan cara mengubahnya menjadi ion tembaga (II) dan selanjutnya direaksikan dengan iodida dan I2 yang dititrasi dengan larutan natrium tiosulfat. Kanji tidak larut dalam air dingin Suspensi kanji tidak stabil (mudah rusak) Senyawa kompleks iodium dengan kanji keadaannya stabil (tidak reversibel). yaitu : a. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada penggunaan indikator kanji. Erlenmeyer 100 mL Pipet tetes Gelas ukur 50 mL Gelas ukur 10 mL Batang pengaduk : 2 buah : 2 buah : 1 buah : 1 buah : 1 buah Laporan Akhir Praktikum Kimia Analisis 99 .

Standarisasi larutan Natrium Tiosulfat 0. Meneruskan titrasi sampai warna biru pada larutan hilang. Memipet 35 mL larutan ke dalam labu 250 mL bersumbat gelas. 8.1 N dengan KBrO3 Menimbang secara analisis 1. Menambahkan 1 gram KI. 3. Menambahkan 3 tetes Na2CO3 2% dan 3 mL asam asetat 2N.1 N Indikator kanji Larutan KBrO3 Akuades NaCO3 2% CuSO4 CH3COOH 2N 10. 4. mengocok dan menitrasi dengan larutan baku natrium tiosulfat sampai warna larutan kuning jerami dan menambahkan Laporan Akhir Praktikum Kimia Analisis 99 . 9. 6. Cuplikan air garam yang akan dianalisis KI Kristal Na2S2O3. H2SO4 3M III.Titrasi iodometri 6. menambahkan 1 gram KI dan 3 mL H 2SO4 3M. Kemudian menitrasi dengan Natrium tiosulfat yang akan distandarkan sampai larutan kuning jerami dan menambahkan 1 mL larutan kanji. PROSEDUR KERJA 1. 8.5H2O 0. Cara Menganalisis Garam Tembaga Memipet 25 mL CuSO4 kedalam botol bersumbat gelas 250 mL. 7. melarutkan dalam labu ukur sampai 500 mL. 7. 2. 2.4 gram KBrO 3. Neraca analitik Alat titrasi Kaca arloji : 1 buah : 1 buah : 1 buah Bahan yang digunakan : 1. Menghitung normalitas larutan natrium tiosulfat. 5.

Menghitung kadar Cu dalam larutan cuplikan yang dianalisis.ada endapan berwarna kuning keruh -Menitrasi dengan tiosulfat -Menambahkan 1 mL larutan kanji -Menitrasi -V Na2S2O3 = 14 mL Larutan berwarna abu-abu -Larutan berwarna putih susu -V Na2S2O3 = 2 mL 2 25 mL CuSO4 + 3 mL CH3COOH + 1. Sebelumnya.8 x 10-3 M + 1. Pada percobaan ini yaitu menstandarisasi larutan natrium tiosulfat (Na2S2O3). Fungsi dari penambahan 99 Laporan Akhir Praktikum Kimia Analisis . DATA PENGAMATAN Variabel yang diamati Hasil Pengamatan 1 35 mL KBrO3 2.0694 -Larutan berwarna merah hati gram KI + 3 mL H2SO4 3 M. IV. ANALISIS DATA Standarisasi larutan Natrium tiosulfat 0. membuat larutan KBrO3 dengan cara melarutkan KBrO3 dengan akuades yang ditambahkan dengan KI kristal dan H2SO4 3 M menghasilkan larutan yang berwarna coklat kemerahan. V.0327 gram KI + 3 tetes Na2CO3 2%. Melakukan titrasi sampai warna biru larutan hilang. -Menitrasi dengan Na2S2O3 -V Na2S2O3 = 35 ml Larutan berwarna kuning jerami -Menambahkan 1 mL kanji -Menggoyang -Larutan berwarna ungu kebiruan -Larutan menjadi bening -Larutan berwarna kuning kemerah-merahan.Titrasi iodometri 1 mL indikator kanji.1 N dengan KBrO3.

+ 6 H+ 3I2 + Br. Namun. Larutan berwarna abu-abu dan terdapat endapan ketika jumlah Na2CO3 yang ditambahkan sebanyak 3 tetes. Proses titrasi pada percobaan ini yaitu dengan menetesi natrium bikarbonat pada larutan CuSO4. Karena larutan kanji membentuk senyawa kompleks dalam keadaan stabil (tidak reversibel). sterilisasi atau penambahan zat pengawet dilakukan agar dapat memperlambat proses penguraian oleh bakteri tersebut.+ 6 I. Oleh sebab itu. maka penambahan indikator ini dilakukan pada saat warna larutan menjadi kuning jerami dimana konsentrasi I2 nya sudah dalam keadaan seminimal mungkin. Hal ini berarti penambahan Na2S2O3 sebelum ditambah indikator kanji telah melewati titik ekivalen. Penambahan indikator kanji ini dimaksudkan karena warna biru tua dari kompleks kanji iodium sangat peka terhadap iodium dengan adanya iodida. Setelah dititrasi sampai warna larutan kuning jerami dan volume tiosulfat sebesar 35 mL. larutan kanji mudah terurai oleh bakteri. larutan tidak harus dibiarkan untuk waktu yang lama berhubungan dengan udara. Pada percobaan setelah penambahan indikator kanji dan menggoyang larutan langsung bening. Cara menganalisis garam tembaga Titrasi Iodometri dapat pula digunakan untuk menganalisis garam tembaga. kemudian indikator kanji dimasukkan kedalamnya dan kemudian warna berubah menjadi ungu tua. seharusnya dititrasi dulu dengan Na 2S2O3 untuk mencapai titik ekivalen (larutan bening). Hal ini mungkin pada saat menitrasi tetesan Na2S2O3 nya terlalu besar. Setelah penambahan KI pada larutan berasam. larutan distandarisasi terhadap larutan standar primer.Titrasi iodometri KI adalah karena KI merupakan garam yang mengoksidasi iodida secara kuantitatif menjadi iodium dalam larutan berasam. BrO3. KI ini harus bebas dari iodat karena zat ini akan bereaksi dengan larutan berasam untuk membebaskan iodium.+ 3 H2O Larutan tersebut dititrasi dengan larutan baku natriun tiosulfat. Penambahan Na2CO3 Laporan Akhir Praktikum Kimia Analisis 99 .

14 gram dan persen hasilnya 4. ada endapan berwarna kuning keruh. Terbentuknya warna putih tersebut dikatakan telah menandakan bahwa ion tembaga dalam larutan telah terbentuk CuI. Penambahan KI dimaksudkan agar KI mampu untuk mereduksi tembaga (II) menjadi tembaga (I) sedangkan tembaga (II) tersebut teroksidasi menjadi I2 dalam larutan berasam sehingga terbentuk iodida.7% .+ 2I- Setelah larutan berwarna kuning jerami ditambahkan indikator kanji yang menjadikan warna larutan abu-abu dan kemudian dititrasi lagi dengan Na 2S2O3 sebanyak 2 mL sehingga larutan berubah warna menjadi putih susu.Titrasi iodometri dimaksudkan untuk menghasilkan CO2 yang berfungsi untuk mengusir udara agar reaksi berjalan sempurna. Perlakuan selanjutnya campuran ditambahkan dengan asam asetat dan KI Kristal dihasilkan larutan berwarna kuning kemerah-merahan. KESIMPULAN Laporan Akhir Praktikum Kimia Analisis 99 . Dari hasil perhitungan didapat kadar Cu2+ sebanyak 0. VI. Persamaan reaksinya : I2 + 2 S2O32S4O62. Persamaan reaksinya sebagai berikut : 2 Cu2+ + 4 I2 CuI + I2 Selanjutnya dititrasi dengan natrium tiosulfat sampai volume yang terpakai sebanyak 14 mL dengan perubahan sampai warna menjadi kuning jerami.

2002. oksidasi dengan katalis tembaga dari ion iodida terjadi dengan kecepatan yang cukup tinggi. M. Pada iodometri titik akhir titrasinya didasarkan atas terbentuknya iodium bebas dengan bantuan indikator amilum (indikator kanji) Dalam larutan yang agak asam. Harizul.72 % VII. Analisis Kimia Kuantitatif. 3. Dari percobaan yang di lakukan. Bambang Suharto dan Abdul Hamid. 5. Penerjemah Iis Sopyan. Arif. 2007. Jakarta: Erlangga. Jakarta : UI-Press Sholahuddin. 2002. Khophar. Banjarmasin: FKIP UNLAM. 2.A. DAFTAR PUSTAKA Day R. Iodometri adalah proses titrasi secara langsung dan digunakan untuk menentukan kadar tembaga dalam suatu cuplikan Tembaga murni dapat digunakan sebagai standar primer untuk Na2S2O3 dan dianjurkan apabila tiosulfat harus di gunakan untuk penentuan tembaga. S. Asas Pemeriksaan kimia. Edisi Keenam. di peroleh kadar Cu dalam larutan cuplikan yang dianalisis adalah sebesar 4. Panduan Praktikum Kimia Analisis. Konsep Dasar Kimia Analitik. L Underwood. Jakarta : UI Rivai.Titrasi iodometri 1. Jr. Jr dan A. 4.1995. LAMPIRAN 99 Laporan Akhir Praktikum Kimia Analisis .

35 mL N = N .1 N • Menganalisis garam tembaga Ar Cu2+ = 63.1 N . V (kuning jerami) = N .Titrasi iodometri Perhitungan : • Standarisasi larutan natrium tiosulfat 0.1 N Jadi.1 N dengan KBrO3 V Na2S2O3 (kuning jerami) = 35 mL V Na2S2O3 (bening) = 35 mL Ditanya : Normalitas larutan natrium tiosulfat ? Penyelesaian : BrO3.+ 2S2O32.1 N = 12 mL = 12 x 10-3 L V Na2S2O3 setelah penambahan kanji 99 Laporan Akhir Praktikum Kimia Analisis . 35 mL = = 0. normalitas larutan natrium tiosulfat adalah 0. V total Na2S2O4 0.1 N .+ 3H2O +10 Diketahui : N Na2S2O3 = 0.1 N 2I2 + S4O62.V = N.+ 6H+ + 3I+6e+4 N.1 gram V Na2S2O3 sebelum ditambah kanji (rata-rata) V + V2 V rata-rata = 1 2 = 10mL +14mL 2 Diketahui :N Na2S2O3 = 0.V 0.4 g/ mol V sampel = 25 mL = 25 x 10-3 L Berat sampel = 3.

dan iodium yang dibebaskan secara kuantitatif dititrasi 99 Laporan Akhir Praktikum Kimia Analisis .Titrasi iodometri V rata-rata = = 11.4 g/ mol = 0. Ar = 2.1464 g % hasil = = = 4.1) x10-3 L = 2. (12 + 11.7225 % Pertanyaan: 1. Mengapa pembuatan larutan Na2S2O3 menggunakan akuadest yang mendidih? Jawaban Pertanyaan: 1. V Na2S2O3 = 0. Mengapa indikator amilum tidak dilakukan sejak awal titrasi? 3. Jelaskan perbedaan antara titrasi iodometri dan iodimetri? 2..31 x10-3 mol x 63.1 mL = 11.31 x10-3 mol = n .1 N .? Penyelesaian : n S2O32= N Na2S2O3 .1 x10-3 L Ditanya : kadar Cu dalam larutan …. Perbedaan antara titrasi iodometri dan iodimetri adalah : Titrasi iodometri Oksidasi yang dianalisis direaksikan dengan iodida berlebih dalam suasana larutan yang cocok.31 x10-3 mol n S2O32n Cu2+ m Cu2+ = n Cu2+ = 2.

HNO3. Cu2+ dan HOCl. Pembuatan larutan Na2S2O3 menggunakan akuades yang mendidih karena larutan Na2S2O3 tidak stabil untuk waktu yang lama. Cara iodometri dapat digunakan untuk menganalisa oksidator yang kuat. Sn2+ dan S2O32-. Suspensi amilum tidak stabil (mudah rusak) c). Indikator amilum tidak dilakukan sejak awal titrasi karena : a). BrO3-. Reaksi oksidasi yang berlangsung dengan larutan iodium di antaranya dengan H2S. Jadi biasanya air yang digunakan untuk membuat larutan tiosulfat harus didihkan agar larutannya bebas kuman dan karena dapat bereaksi maka dapat ditambahkan zat Na 2CO3 (natrium bikarbonat) sebagai zat pengawat untuk memperlambat reaksi penguraiannya. ClO3-. 2. Senyawa kompleks iodium dengan amilum keadaannya lebih stabil (tidak reversibel) Jika konsentrasi I2 tinggi (pekat). Laporan Akhir Praktikum Kimia Analisis 99 . Amilum tidak larut dalam air b). H2SO4. 3.Titrasi iodometri antara lain dengan larutan baku natrium tiosulfat. Di antaranya : Cr 2O72-. H2AsO4. oleh karena itu penambahan indikator dilakukan setelah jumlah iodium seminimal mungkin. Titrasi iodimetri Iodium digunakan untuk menitrasi reduktor-reduktor yang dapat dioksidasi secara kuantitatif pada titik ekivalensi.

5H2O + 1L aquadest panas -Menambahkan 0. Persiapan membuat indikator kanji 1 gram kanji + 10 mL air dingin -Menuang suspensi kedalam 100 mL air mendidih -Mengaduk secara terus-menerus -Mendidihkan kira-kira 2 menit -Mendinginkan -Menambahkan beberapa HgO sebagai pengawet Larutan indikator kanji 2a.jika larutannya disimpan beberapa hari larutan Laporan Akhir Praktikum Kimia Analisis 99 .1g NaCO3 dan 3 tetes CHCl3.Titrasi iodometri FLOWCHART 1.1 N 25g Kristal Na2S2O3. Membuat larutan standar natrium tiosulfat 0.

4g KBrO3 -Melarutkan dalam labu ukur 500 mL -Memipet 35 mL larutan ke dalam labu 250 mL 35 mL larutan + 1g KI + 3 mL H2SO4 -Menitrasi dengan tiosulfat sampai warna larutan kuning jerami Larutan kuning jerami -Menambahkan 1 mL indikator kanji -Meneruskan titrasi sampai warna biru pada larutan hilang larutan *Menghitung normalitas larutan natrium tiosulfat Reaksi: NaS2O3.1 N 1.Titrasi iodometri b. Standarisasi larutan natrium tiosulfat 0.5H2O (s) NaS2O3 (aq) + 5H2O (l) Laporan Akhir Praktikum Kimia Analisis 99 .

1 gram Kristal tembaga (CuSO4) -Melarutkan pada labu ukur 250 mL -Memipet larutan kedalam botol bersumbat 250 mL -Menambahkan beberapa tetes Na2CO3 dan 3 mL CH3COOH 2N -Menambahkan 1 g KI -Mengocok dan menitrasi larutan sampai warna larutan kuning jerami Larutan kuning jerami Menambahkan 1 mL indikator kanji Melakukan titrasi sampai warna biru larutan hilang larutan Laporan Akhir Praktikum Kimia Analisis 99 .Cara menganalisis garam tembaga 3.Titrasi iodometri 3.

baru H2SO4 pekatnya kemudian tambahkan lagi air sampai batas. Yang jelas terikat di permukaan β-amilose (suatu substituen dalam indikator kanji). 4. Gunakanlah KBrO3 sebagai pengganti KIO3 5. Penulisan angka jika terdapat koma adalah 1 angka dibelakang koma. Dan juga hendaknya indikator kanji diletakkan di dalam kulkas. Penanya : Jimita Harisa (Kelompok 4) Pertanyaan : 1) Apa bakteri pengurai indikator kanji? 2) Apa yang ditambahkan agar kanji tidak terurai? Laporan Akhir Praktikum Kimia Analisis 99 . 2. Pada saat larutan biru. Gunakanlah sarung tangan ketika mengambil H2SO4 3. Penanya : Biah (Kelompok 4) Pertanyaan : Senyawa komplek apa yang mungkin terjadi antara indikator kanji dan iodium? Jawaban : Nama kompleks dan bentuknya yang sesungguhnya tidak dapat kami pastikan. karena disini tidak diketahui iodiumnya itu terikat dibagian mananya dalam indikator kanji. Buatlah indikator kanji sesegar mungkin.Titrasi iodometri Saran-Saran dari Asisten: 1. Pertanyaan dan Jawaban Dalam Presentasi Final Praktikum 1. Kalau H2SO4 duluan baru air maka akan terjadi letupanletupan dengan menghasilkan asap. 2. karena indikator kanji mudah sekali terurai. terbentuk senyawa kompleks tersebut karena kompleksnya berwarna biru. Ketika mengencerkan H2SO4 tuangkanlah terlebih dahulu sedikit air didalam labu pengenceran. kalau bisa beberapa jam sebelum praktikum (jangan sampai berhari-hari).

Penanya : Dini Misliyati (Kelompok 3) Pertanyaan : Mengapa CO2 bisa mengusir udara? Jawaban : Diudara ada O2 yang bisa mengakibatkan terjadinya reaksi oksidasi. Na2SO4(aq) + CuO + CO2(g) Jadi. 3. Bisa juga dari udara. CO2 yang dihasilkan berasal dari penambahan Na2CO3 ke dalam larutan garam tembaga yang dianalisis. dalam wadah tempat kita mereaksikan itu mengeluarkan CO 2 yang Laporan Akhir Praktikum Kimia Analisis 99 . Kemungkinan bakteri itu bisa berasal dari alat-alat yang digunakan tidak bersih. Jadi disini bisa dilakukan sterilisasi dan penambahan zat pengawet seperti Boraks. CuSO4(aq) + Na2CO3 → mendesak O2 keluar. Jadi bakteri yamg menguraikan tepung.Titrasi iodometri Jawaban : Nama bakteri disini kurang diketahui tapi yang jelas amilum kan sejenis seperti tepung-tepung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful