P. 1
Perkembangan Janin Usia 8 Bulan

Perkembangan Janin Usia 8 Bulan

|Views: 70|Likes:
Publicado porMentari Erry Putri
perkembangan janin di usia 8 bulan serta organogenesisnya
perkembangan janin di usia 8 bulan serta organogenesisnya

More info:

Published by: Mentari Erry Putri on Sep 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2013

pdf

text

original

Perkembangan Janin Usia 8 Bulan.

Semua indera pada janin sudah
mulai berfungsi. Gerakan-gerakan janin mulai terasa dengan jelas. Janin telah terbentuk sempurna dan posisi kepala berada di bawah (cephalic). Paru-parunya sudah sempurna dan plasenta mencapai kematangan. Panjang janin saat ini sekitar 45-50 cm dan beratnya 1,8 kg. Dengan panjang tersebut, wajar jika kantung ketuban (amnion) mulai terasa sempit. Cairan amnion akan mencapai volume optimal, dan kemudian akan mengalami pengurangan. Saat janin mencapai usia 33 minggu, kuku jari tangannya akan mulai tumbuh. Kelopak mata yang telah dapat membuka dan menutup sudah ditumbuhi bulu mata. Oksigen yang dibutuhkan janin masih disuplai oleh ibu, karena janin belum mampu bernafas dengan sempurna (paru-paru dan ginjal belum berfungsi sempurna). Pada masa ini, aktivitas janin sudah mulai mempelajari bahasa yang sederhana, yaitu suara sang ibu dan orang-orang di sekitarnya. ika ibu sering membacakan cerita bagi janin, maka setelah lahir, si janin akan mudah terlelap bila dibacakan cerita yang sama sebagai pengantar tidur. Pada bulan ini, perkembangan otak janin terus berkembang pesat, dan fungsi otak dalam menghantarkan rangsangan syaraf semakin baik. Pada bulan kedelapan, aktivitas janin sudah mulai menyesuaikan dengan aktivitas ibunya. Janin akan banyak beraktivitas pada siang hari, dan pada malam harii ia akan beristirahat. Perkembangan Janin Minggu ke-29

Posisi janin pada saat ini mempersiapkan diri seperti posisi lahir dengan kepala ke arah bawah. Jaringan lemak terus terbentuk. Beratnya sekitar 1250 gram dengan panjang rata-rata 37 cm. Kelahiran prematur mesti diwaspadai karena umumnya meningkatkan keterlambatan perkembangan fisik maupun mentalnya. Bila dilahirkan di minggu ini, ia mampu bernapas meski dengan susah payah. Ia pun bisa menangis, kendati masih terdengar lirih. Kemampuannya bertahan untuk hidup pun masih tipis karena perkembangan paru-parunya belum sempurna. Meski dengan perawatan yang baik dan terkoordinasi dengan ahli lain yang terkait, kemungkinan hidup bayi prematur pun cukup besar Perkembangan Janin Minggu ke-30

Beratnya mencapai 1400 gram dan kisaran panjang 38 cm. Puncak rahim yang berada sekitar 10 cm di atas pusar memperbesar rasa tak nyaman, terutama pada panggul dan perut seiring bertambah besar kehamilan. Bagilah kebahagiaan saat merasakan gerakan si kecil pada suami dengan memintanya meraba perut Anda. Mulai denyutan halus, sikutan/tendangan sampai gerak cepat meliuk-liuk yang menimbulkan rasa nyeri. Aktifnya gerakan ini tak mustahil akan membentuk simpulsimpul. Bila sampai membentuk simpul mati tentu sangat membahayakan karena suplai gizi dan oksigen dari ibu jadi terhenti atau paling tidak terhambat. Janin mengisi hampir seluruh ruang di rahim. Ketika janin menendang atau mendorong, anda dapat melihat kaki atau tangannya bergerak di bawah kulit perut. Otak berkembang sangat cepat

Perkembangan Janin Minggu ke-31

Berat Janin sekitar 1600 gram dengan taksiran panjang 40 cm. Waspadai bila muncul gejala nyeri di bawah tulang iga sebelah kanan, sakit kepala maupun penglihatan berkunang-kunang. Terutama bila disertai tekanan darah tinggi yang mencapai peningkatan lebih dari 30 ml/Hg. Itu sebab, pemeriksaan tekanan darah rutin dilakukan pada setiap kunjungan ke bidan/dokter. Cermati pula gangguan aliran darah ke anggota tubuh bawah yang membuat kaki jadi bengkak. Pada gangguan ringan, anjuran untuk lebih banyak beristirahat dengan berbaring miring sekaligus mengurangi aktivitas, bisa membantu. Janin makin bertumbuh besar, jadi ruangan rahim menjadi lebih sedikit, sehingga gerakan Janin akan berkurang. Janin kemungkinan dalam posisi melengkungkan badan dengan dengkul dilipat, dagu didadanya serta tangan dan kaki saling bersilang. Perkembangan Janin Minggu ke-32

Janin berada dalam posisi kepala di bawah sampai nanti lahir. Janin akan tetap menendang, gerakannya rata-rata sehari meningkat 375 kali per hari, tapi anda tidak akan merasakan semuanya ini. sepuluh gerakan yang anda rasakan dalam sehari sudah normal. Pada usia ini berat janin harus berkisar 1800-2000 gram dengan panjang tubuh 42 cm. Mulai minggu ini biasanya kunjungan rutin diperketat/lebih intensif dari sebulan sekali menjadi 2 minggu sekali. Umumnya hemodilusi atau pengenceran darah mengalami puncaknya pada minggu ini. Untuk ibu hamil dengan kelainan jantung, hipertensi dan preeklampsia, mesti ekstra hati-hati. Sebab dengan jumlah darah yang makin banyak, beban kerja jantung pun meningkat. Pada mereka yang mengalami gangguan jantung dan tekanan darah, tentu makin besar pula peluang terjadi penjepitan di pembuluh-pembuluh darah. Dampak lebih lanjut adalah tekanan darah meningkat. Gangguan semacam ini tak hanya berbahaya pada ibu, tapi juga si janin, hingga biasanya dipertimbangkan untuk dilahirkan. Terlebih bila terjadi perburukan kondisi, semisal tekanan darah tak kunjung turun.

TANDA-TANDA DAN PERUBAHAN PADA IBU HAMIL BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kehamilan merupakan suatu peristiwa yang penting bagi seorang wanita terutama bagi wanita yang telah berkeluarga dan mengharapkan kehadiran seorang anak. Namun bahkah kita bahwa saat hamil pertama merupakan saat dimana seorang wanita mengalami perubahan yang sangat signifikan baik dari segi fisik seperti perut yang membuncit dan payudara membesar ataupun dari segi psikologisnya seperti lebih sensitif, ingin perhatian yang lebih dari orang-orang disekitarnya, atau bahkan mengalami gangguan body image karena perubahan fisik yang dialaminya. Perubahanperubahan tersebut tidak jarang menimbulkan syok terutama pada wanita yang baru pertama mengalami kehamilan (primigravida), meskipun terkadang pada wanita yang telah hamil lebih dari

satu (multigravida) pun sering terjadi namun segera dapat diatasi karena telah memiliki pengalaman pada saat hamil sebelumnya. Untuk primigravida mungkin akan mengalami kekhawatiran yang lebih terhadap gejala-gejala yang umumnya wajar pada kehamilan. Bertolak dari hal itulah sehingga tim penyusun merasa perlu membahas mengenai tanda-tanda dan perubahan pada ibu hamil.

B. Tujuan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah: 1. Untuk menjelaskan mengenai tanda-tanda pada ibu hamil 2. Untuk menjelaskan mengenai perubahan pada ibu hamil

C. Manfaat Manfaat dari pembuatan makalah ini adalah: 1. Memberi pengetahuan pada pembaca mengenai tanda-tanda pada ibu hamil 2. Memberi pengetahuan pada pembaca mengenai perubahan pada ibu hamil

BAB II PEMBAHASAN

TANDA-TANDA DAN PERUBAHAN PADA IBU HAMIL 1. Terjadinya Kehamilan Peristiwa prinsip pada terjadinya kehamilan : a. Pembuahan/fertilisasi: bertemunya sel telur/ovum wanita dengan sel benih/spermatozoa pria. b. Pembelahan sel (zigot).hasil pembuahan tersebut. c. Nidasi/implantasi zigot tersebut pada dinding saluran reproduksi (pada keadaan normal: implantasi pada lapisan endometrium dinding kavum uteri). d. Pertumbuhan dan perkembangan zigot – embrio – janin menjadi bakal individu baru.

Kehamilan dipengaruhi berbagai hormon : estrogen, progesteron, human chorionic gonadotropin, human somatomammotropin, prolaktin dsb. Human Chorionic Gonadotropin (HCG) adalah hormon aktif khusus yang berperan selama awal masa kehamilan, berfluktuasi kadarnya selama kehamilan. Terjadi perubahan juga pada anatomi dan fisiologi organ-organ sistem reproduksi dan organ-organ sistem tubuh lainnya, yang dipengaruhi terutama oleh perubahan keseimbangan hormonal tersebut.

2. Tanda Kehamilan Tidak Pasti a. Payudara atau putting yang nyeri, bengkak. Salah satu perubahan fisik yang dialami saat kehamilan adalah perubahan pada payudara. Payudara akan terasa berat, sakit atau nyeri bila dipegang. Atau bisa juga terasa lebih penuh dan lebih berat. Pada dua minggu pertama setelah kehamilan dimulai, payudara mulai membesar dan berubah sebagai persiapan untuk memproduksi susu. Penyebab utama dari perubahan ini adalah meningkatnya produksi hormon esterogen dan progesteron. Perubahan pada payudara akan terlihat lebih jelas apabila baru pertama kali hamil.

b. Kelelahan yang sangat Banyak perempuan yang merasa kehabisan tenaga selama kehamilan, terutama pada masa-masa awal. Hal ini mungkin merupakan cara alami untuk membujuk para calon ibu untuk mengambil waktu lebih untuk tidur, dalam rangka persiapan untuk malam-malam dimana dia tidak bisa tidur di masa yang akan datang. Akan tetapi Ada juga alasan fisik untuk kelelahan ini. Pada minggu-minggu pertama masa kehamilan, tubuh bekerja dengan sangat keras memompa hormon dan memproduksi lebih banyak darah untuk membawa nutrisi bagi janin. Untuk mengakomodasi meningkatnya aliran darah ini, jantung memompa lebih keras dan lebih cepat. Ditambah, hormon progesteron yang merupakan depresan alami bagi sistem syaraf pusat, sehingga adanya hormon ini dalam jumlah yang banyak menyebabkan perasaan ngantuk. Sebagai tambahahan, adanya kemungkinan hamil dapat menyebabkan timbulnya perasaan khawatir yang dapat menyerap energi anda dan menyebabkan susah tidur.

c. Flek darah atau nyeri perut. Ada yang mengalami flek atau sedikit pendarahan pada saat awal kehamilan, sekitar 10 atau 14 Hari setelah pembuahan. Dikenal sebagai pendarahan karena implantasi, yang terjadi bila sel telur yang telah dibuahi menempelkan dirinya pada dinding uterus. Pendarahan seperti ini biasanya terjadi lebih awal, lebih sedikit dan warnanya lebih terang daripada darah yang biasa keluar pada saat haid,

dan terjadinya hanya sebentar. Ada juga yang mengalami nyeri atau kram perut pada awal-awal kehamilannya saat rahim mulai membesar. Rasa nyeri ini persis seperti rasa sakit pada saat haid.

d. Mual dengan atau tanpa muntah Mual pada pagi Hari adalah tanda-tanda klasik pada awal kehamilan. Kebanyakan rasa mual mulai terasa sekitar minggu keempat sampai kedelapan kehamilan, tapi muntah-muntah bisa dimulai pada dua minggu pertama setelah kehamilan. Meskipun mual dan muntah selama masa kehamilan biasa dikenal dengan nama morning sickness muntah di pagi Hari, akan tetapi pada kenyataannya bisa terjadi kapan saja. Kelihatannya hal ini terjadi karena peningkatan drastis kadar esterogen yang diproduksi oleh plasenta dan janin. Hormon ini menyebabkan pengosongan usus berjalan lebih lambat, yang bisa jadi mengakibatkan terjadinya masalah ini. Ibu hamil juga dikenal lebih sensitif terhadap bau, sehingga berbagai macam bau seperti bau masakan, kopi, parfum atau bau ASAP rokok dapat memicu terjadinya rasa mual.

e. Tidak suka atau ingin makan satu makanan tertentu Bau makanan tertentu bisa menyebabkan rasa mual di awal kehamilan. Satu studi mengatakan bahwa ibu hamil biasanya tidak suka pada bau kopi di minggu-minggu awal kehamilannya. Daging, produk yang mengandung susu dan makanan berbumbu tajam adalah objek yang biasanya paling tidak disukai pada saat kehamilan. Ngidam satu makanan tertentu juga biasa terjadi. Seperti juga gejala kehamilan yang lain, keinginan untuk makan makanan tertentu ini bisa diakibatkan oleh perubahan hormon. Ibu hamil biasanya mengalami perubahan selera makan, terutama pada semester pertama, saat akibat dari perubahan hormon masih sangat kuat.

f. Sering buang air kecil. Banyak ibu hamil yang merasakan bahwa mereka jadi lebih sering pergi ke kamar kecil daripada biasanya. Pada trimester pertama kehamilan, hal ini disebabkan karena rahim yang membesar menekan ke arah kandung kemih.

g. Sakit kepala. Pada masa awal kehamilan, sakit kepala mungkin disebabkan oleh meningkatnya sirkulasi darah yang disebabkan oleh adanya perubahan hormon.

h. Konstipasi

Konstipasi atau susah buang air besar adalah salah indikator awal terjadinya kehamilan. Peningkatan jumlah hormon progesteron menyebabkan proses pencernaan berjalan lambat, sehingga makanan lebih lambat bisa masuk ke saluran pencernaan, yang bisa menyebabkan terjadinya konstipasi.

i. Perubahaan suasana hati Membanjirnya jumlah hormon dalam tubuh di masa awal kehamilan bisa membuat luar biasa emosional dan cengeng. Perubahan suasana hati ini, dari gembira menjadi sedih, juga biasa terjadi, terutama pada trimester pertama.

j. Merasa pusing dan melayang Merasa pusing dan melayang biasa terjadi pada ibu hamil. Sensasi ini biasanya adalah akibat dari perubahan sirkulasi saat pembuluh darah dalam tubuh membesar dan tekanan darah menurun. Pada awal kehamilan, rasa pusing ini juga bisa disebabkan oleh rendahnya gula darah.

k. Suhu basal tubuh meningkat Suhu basal tubuh adalah temperatur yang diambil secara oral pada saat pertama kali bangun di pagi Hari. Temperatur ini akan sedikit meningkat setelah masa ovulasi dan menetap pada level tersebut sampai mendapatkan haid berikutnya. Apabila sering mencatat suhu basal tubuh untuk menentukan kapan mengalami ovulasi, akan terlihat peningkatan selama lebih dari dua minggu berarti sang ibu mengalami kehamilan. Pada kenyataannya, suhu basal tubuh akan tetap tinggi selama masa kehamilan anda.

3. Tanda Kehamilan Pasti a. Pada perabaan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerak janin. b. Bila didengarkan menggunakan alat Doppler maka akan terdengar detak jantung janin. c. Pada pemeriksaan USG dilihat gambaran janin. d. Pada pemeriksaan rontgen terlihat gambaran rangka janin.

4. Perubahan Pada Ibu Hamil A. Perubahan Pada Organ-Organ Sistem Reproduksi a) Uterus

Selama kehamilan uterus akan beradaptasi untuk menerima dan melindungi hasil konsepsi (janin, plasenta, amnion) sampai persalinan. Uterus mempunyai kemampuan yang luarbiasa untuk bertambah besar dengan cepat selama kehamilan dan pulih kembali seperti keadaan semula dalam beberapa minggu setelah persalinan. Pada perempuan tidak hamil uterus mempunyai berat 70 garam dan kapasistas 10 mL atau kurang. Selama kehamilan, uterus akan berubah akan menjadi suatu organ yang mampu menumpung janin, plasenta dan cairan amnion rata-rata pada akhir kehamilan volume totalnya mencapai 5l bahkan dapat mencapai 20 l atau lebih dengan berat ratarata 1100 gram Pembesaran uterus meliputi peregangan dan penebalan sel-sel otot, sementara produksi miosit yang baru sangat terbatas. Bersamaan dengan hal itu terjadi akumolasi jaringan ikat dan elastic, terutama pada lapisan otot luar. Kerjasama tersebut akan meningkatkan kekuatan dindidng uterus. Daerah korpus pada bulan-bulan pertama akan menebal, tetapi seiring dengan bertambahnya usia kehamilan kan menipis. Pada akhirnya kehamilan ketebalannya hanya berkisar 1,5 cm bahkan kurang. Pada minggu-minggu pertama kehamilan uterus masih seperti bentuk aslinya seperti buah alvokad. Seiring dengan perkembangan kehamilannya, daerah fundus dan korfus akan membulat dan akan menjadi bentuk sferis pada usia kehamilan 12 minggu. Panjang uterus akan bertambah lebih cepat dibandingkan lebarnya sehingga akan bebntuk oval. Ismus eteri pada minggu pertama mengadakan hipertrifi seperti korfus uteri yang mengakibatkan ismus menjadai lebih panjang dan lunak yang dikenal dengan tanda hegar. Taksiran kasar perbesaran uterus pada perabaan tinggi fundus : • tidak hamil/normal : sebesar telur ayam (+ 30 g) • kehamilan 8 minggu : telur bebek • kehamilan 12 minggu : telur angsa • kehamilan 16 minggu : pertengahan simfisis-pusat

• kehamilan 20 minggu : pinggir bawah pusat • kehamilan 24 minggu : pinggir atas pusat • kehamilan 28 minggu : sepertiga pusat-xyphoid • kehamilan 32 minggu : pertengahan pusat-xyphoid • 36-42 minggu : 3 sampai 1 jari bawah xyphoid

Serviks uteri mengalami hipervaskularisasi akibat stimulasi estrogen dan perlunakan akibat progesteron (-> tanda Hegar), warna menjadi livide / kebiruan. Sekresi lendir serviks meningkat pada kehamilan memberikan gejala keputihan.

b) Vagina/vulva Selama kehamilan peningkatan vaskularisasi dan hyperemia terlihat jelas pada kulit dan otot-otot diperineum dan vulva, sehingga pada vagina akan terlihat berwarna keunguan yang dikenal dengan tanda Chadwick. Perubaham ini meliputi peneipisan mukosa dan hilangnya sejumlah jaringan ikat dan hipertropi dari sel-sel otot polos. Dinding vagina mengalami banyak perubahan yang merupakan persiapan untuk mengalami peregangan pada waktu persalinan dengan meningkatnya ketebalan mukosa, megondornya jaringa ikat, dan hipertorpi sel otot polos. Perubahan ini mengakibatkan bertambah panjangnya didnding vagina. Papilla mukosa juga mengalami hipertrtopi dengan gambaran seperti paku sepatu. Peningkatan volume sekresi vagina juga terjadi, dimana sekresi akan berwarna keputihan, menebal, dan pH antara 3,5-6 yang merupakan hasil dari peningkatan produksi asam laktat glikogen yang dihasilkan oleh epitel vagina sebagai aksi dari lactobacillus acidophilis.

c) Ovarium Sejak kehamilan 16 minggu, fungsi diambil alih oleh plasenta, terutama fungsi produksi progesteron dan estrogen. Selama kehamilan ovarium tenang/beristirahat. Tidak terjadi pembentukan dan pematangan folikel baru, tidak terjadi ovulasi, tidak terjadi siklus hormonal menstruasi. Proses ovulasi selama kahamilan akan terhenti dan pematangan folikel baru juga ditunda. Hanya satu korpus luteum yang dapat ditemukan diovarium. Volikel ini kan berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan setelah itu akan berperan sebagai pengahsil progesterone dalam jumlah yang relative minimal.

d) Payudara Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial payudara. Hormon laktogenik plasenta (diantaranya somatomammotropin) menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara, serta meningkatkan produksi zat-zat kasein, laktoalbumin, laktoglobulin, sel-sel lemak, kolostrum. Mammae membesar dan tegang, terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery, terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. Puting susu membesar dan menonjol. (beberapa kepustakaan tidak memasukkan payudara dalam sistem reproduksi wanita yang dipelajari dalam ginekologi). Pada awal kehamilan perempuan akan merasakan payudaranya menjadi lunak. Setelah bulan kedua payudara akan bertambah ukurannya dan vena-vena dibawah kulit akan lebih terlihat. Putting payudara akan lebih besar, kehitaman dan tegang. Setelah bulan pertama sutu cairan berwarna kekuningan yang disebut kolustrum dapat keluar. Kolustrum ini berasala dari kelenjar-kelenjar asinus yang mulai bersekresi. Meskipun dapat dikeluarkan, air susu belum dapat diprosuksi Karen ahormon prolaktin ditekan oleh prolactin inhibiting hormone.

B. Peningkatan Berat Badan Selama Hamil Normal berat badan meningkat sekitar 6-16 kg, terutama dari pertumbuhan isi konsepsi dan volume berbagai organ/cairan intrauterin. Berat janin + 2.5-3.5 kg, berat plasenta + 0.5 kg, cairan amnion + 1.0 kg, berat uterus + 1.0 kg, penambahan volume sirkulasi maternal + 1.5 kg, pertumbuhan mammae + 1 kg, penumpukan cairan interstisial di pelvis dan ekstremitas + 1.0-1.5 kg.

C. Perubahan Pada Organ-Organ Sistem Tubuh Lainnya a. Sistem respirasi Selama kehamilan sirkumferensia torak akan bertambah ± 6 cm, tetapi tidak mencukupi penurunan kapasitas residu fungsional dan volume residu paru-prau karena pengaruh diagfragma yang naik ± 4 cm selama kehamilan. Frekuensi pernapasan hanya mengalami sedikit perubahan selama kehamilan, tetapi volume tidal, volume ventilasi permenit dan pengambilan oksigen per menit akan bertambah secara signifikan pada kehamilan lanjut. Perubahan ini akan mencapai puncaknya pada minggu ke 37 dan akan kembali hampir seperti sedia kala dalam 24 minggu setelah persalinan. b. Sistem gastrointestinal Estrogen dan hCG meningkat dengan efek samping mual dan muntah-muntah, selain itu terjadi juga perubahan peristaltik dengan gejala sering kembung, konstipasi, lebih sering lapar / perasaan ingin makan terus (mengidam), juga akibat peningkatan asam lambung. Pada keadaan patologik tertentu dapat terjadi muntah-muntah banyak sampai lebih dari 10 kali per hari (hiperemesis gravidarum).

c. Sistem sirkulasi / kardiovaskular Perubahan fisiologi pada kehamilan normal, yang terutama adalah perubahan HEMODINAMIK maternal, meliputi : • retensi cairan, bertambahnya beban volume dan curah jantung • anemia relative • akibat pengaruh hormon, tahanan perifer vaskular menurun • tekanan darah arterial menurun • curah jantung bertambah 30-50%, maksimal akhir trimester I, menetap sampai akhir kehamilan • volume darah maternal keseluruhan bertambah sampai 50% • volume plasma bertambah lebih cepat pada awal kehamilan, kemudian bertambah secara perlahan sampai akhir kehamilan

Pada trimester pertama, terjadi : • penambahan curah jantung, volume plasma dan volume cairan ekstraselular, disertai peningkatan aliran plasma ginjal dan laju filtrasi glomerulus • penambahan / retensi air dan natrium yang dapat ditukar di dalam tubuh, peningkatan TBW / total body water • akibatnya terjadi aktifasi sistem renin-angiotensin dan penurunan ambang osmotik untuk pelepasan mediator vasopresin dan stimulasi dahaga. • akibatnya pula terjadi penurunan konsentrasi natrium dalam plasma dan penurunan osmolalitas plasma, sehingga terjadi edema pada 80% wanita yang hamil.

Pada minggu ke lima cardiac output akan meningkat dan perubahan ini terjadi untuk mebgurangu resistensi vascular sistemik. Selain itu, juga terjadi peningkatan denyut jantung. Antara minggu ke 10 dan 20 terjadi peningkatan volume plasma sehingga juga terjadi peningkatan preload. Performa ventrikel selama kehamilan dipengaruhi oleh penurunan resistensi vascular sistemik dan peruahan pada aliran pulsasi arterial. Kapasitas vascular juga akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan. Peningkatan estrogen dan progesterone juga kana menyebabkan terjadinya vasodilatasi danpenurunan resistensi vascular perifer. Volume darah akan meningkat secara progresif mulai minggu ke 6-8 kehamilan dan mnecapai puncaknya pada minggu ke 32-34 dengan perubahan kecil setelah minggu tersebut. Volume plasma kana meningkat kira-kira 40-45 %. Hal ini dipengaruhi oleh aksi progesterone dan estrogen pada ginjal yang diinisiasi oleh jalur renin-angiotensin dan aldosteron. Penambahan volume darah ini sebaaian besar berupa plasma dan eritrosit. d. Metabolisme Basal metabolic rate meningkat sampai 15%, terjadi juga hipertrofi tiroid. Kebutuhan karbohidrat meningkat sampai 2300 kal/hari (hamil) dan 2800 kal/hari (menyusui). Kebutuhan protein 1 g/kgbb/hari untuk menunjang pertumbuhan janin. Kadar kolesterol plasma meningkat sampai 300 g/100 ml. Kebutuhan kalsium, fosfor, magnesium, cuprum meningkat. Ferrum dibutuhkan sampai kadar 800 mg, untuk pembentukan hemoglobin tambahan. Khusus untuk metabolisme karbohidrat, pada kehamilan normal, terjadi kadar glukosa plasma ibu yang lebih rendah secara bermakna karena : • ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat, • produksi glukosa dari hati menurun • produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis) menurun • aktifitas ekskresi ginjal meningkat

• efek hormon-hormon gestasional (human placental lactogen, hormon2 plasenta lainnya, hormon2 ovarium, hipofisis, pankreas, adrenal, growth factors, dsb).

Selain itu terjadi juga perubahan metabolisme lemak dan asam amino. Terjadi juga peningkatan aktifitas enzim-enzim metabolisme pada umumnya.

e. Traktus urinarius Ureter membesar, tonus otot-otot saluran kemih menururn akibat pengaruh estrogen dan progesteron. Kencing lebih sering (poliuria), laju filtrasi meningkat sampai 60%-150%. Dinding saluran kemih dapat tertekan oleh perbesaran uterus, menyebabkan hidroureter dan mungkin hidronefrosis sementara. Kadar kreatinin, urea dan asam urat dalam darah mungkin menurun namun hal ini dianggap normal.

f. Kulit Pada kulit dinding perut akan terjadi perubahan warna menjadi kemerahan, kusam, dan kadangkadang juga akan mengenai payudara dan paha. Perubahan ini dikenal dengan nama striae gravidarum. Pada multipara selain striae kemerahan itu seringkali ditemukan garis berwarna perak berkilau yang merupakan sikatrik dari striae sebelumnya. Pada banyak perempuan kulit digaris pertengahan perutnya (linea alba) akan berubah menjadi hitam kecoklatan yang disebut dengan linea nigra. Kadang-kadang akan muncul dalam ukuran yang bervariasi pada wajah dan leher yang disebut dengan chloasma atau pigmentasi yang berlebihan. Pigmentasi yang berlebihan itu biasanya akan hilang atau sangat jauh berkurang setelah persalinan. Kontrasespsi oral juga bisa menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi yang sama.

D. Perubahan Psikis Sikap/penerimaan ibu terhadap keadaan hamilnya, sangat mempengaruhi juga kesehatan/keadaan umum ibu serta keadaan janin dalam kehamilannya. Umumnya kehamilan yang diinginkan akan disambut dengan sikap gembira, diiringi dengan pola makan, perawatan tubuh dan upaya memeriksakan diri secara teratur dengan baik. Kadang timbul gejala yang lazim disebut “ngidam”, yaitu keinginan terhadap hal-hal tertentu yang tidak seperti biasanya (misalnya jenis makanan tertentu, tapi mungkin juga hal-hal lain). Tetapi kehamilan yang tidak diinginkan, kemungkinan akan disambut dengan sikap yang tidak mendukung, napsu makan menurun, tidak mau memeriksakan diri secara teratur, bahkan kadang juga ibu sampai melakukan usaha-usaha untuk menggugurkan kandungannya.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Tanda-tanda pada ibu hamil antara lain terdiri dari tanda yang tidak pasti dan tanda yang pasti. Tanda yang tidak pasti meliputi: Payudara atau putting yang nyeri dan bengkak, kelelahan yang sangat, flek darah atau nyeri perut, mual dengan atau tanpa muntah, Tidak suka atau ingin makan satu makanan tertentu, sering buang air kecil, sakit kepala, konstipasi, perubahan suasana hati, Merasa pusing dan melayang, suhu basal tubuh meningkat. Sedangkan tanda kehamilan yang pasti yaitu: Pada perabaan di bagian perut dirasakan adanya janin serta gerak janin, Bila didengarkan menggunakan alat Doppler maka akan terdengar detak jantung janin, Pada pemeriksaan USG dilihat gambaran janin, Pada pemeriksaan rontgen terlihat gambaran rangka janin. Perubahan yang terjadi pada ibu hamil antara lain Kebutuhan oksigen meningkat sampai 20%, Estrogen dan hCG meningkat dengan efek samping mual dan muntah-muntah, perubahan HEMODINAMIK maternal, Basal metabolic rate meningkat sampai 15%, terjadi juga hipertrofi tiroid, Kebutuhan karbohidrat meningkat sampai 2300 kal/hari (hamil), Ureter membesar, tonus otot-otot saluran kemih menururn akibat pengaruh estrogen dan progesteron, perubahan berupa hiperpigmentasi pada wajah (kloasma gravidarum), payudara, linea alba (-> linea grisea), striae lividae pada perut, dll.

B. Saran Apabila pembaca menemukan beberapa gejala kehamilan yang tidak pasti seperti yang sudah dijelaskan di atas sebaiknya cepat melakukan pemeriksaan kehamilan agar dapat diketahui secara pasti apakah sedang hamil atau tidak. Karena menurut referensi bahwa gejala kehamilan tidak pasti di atas bukan hanya dialami oleh wanita yang sedang hamil saja melainkan juga wanita yang sangat mengharapkan kehamilan.

DAFTAR PUSTAKA ____________. 2007. Tanda-tanda dan gejala awal kehamilan. Tersedia di: http://doktersehat.com. Diakses tanggal: 18 November 2011. ____________. 2007. Tanda-tanda kehamilan. Tersedia di: http://www.blogdokter.net. Diakses tanggal: 18 November 2011. Harnawatia. 2008. Perubahan anatomi dan fisiologi wanita hamil. Tersedia di: http://harnawatiaj.wordpress.com. Diakses tanggal: 18 November 2011. Prawirohardjo, Sarwono. Ilmi kebidanan, Edisi Keempat, PT Bina Pustaka Sarwono Prawirihardjo, Jakarta. 2008

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->