Manajemen pendidikan Sekolah

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Manajemen sekolah merupakan faktor yang terpenting dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah yang keberhasilannya diukur oleh prestasi tamatan (out put), oleh karena itu dalam menjalankan kepemimpinan, harus berpikir “sistem” artinya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah komponen-komponen terkait seperti: guru-guru, staff TU, Orang tua siswa/Masyarakat, Pemerintah, anak didik, dan lain-lain harus berfungsi optimal yang dipengaruhi oleh kebijakan dan kinerja pimpinan. Tantangan lembaga pendidikan (sekolah) adalah mengejar ketinggalan artinya kompetisi dalam meraih prestasi terlebih dalam menghadapi persaingan global, terutama dari Sekolah Menengah Kejuruan dimana tamatan telah memperoleh bekal pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai tenaga professional tingkat menengah hal ini sesuai dengan tuntunan Kurikulum SMK 2004. Tantangan ini akan dapat teratasi bila pengaruh kepemimpinen sekolah terkonsentrasi pada pencapaian sasaran dimaksud. Pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah disamping mengejar ketinggalan untuk mengatasi tantangan tersebut di atas, hal-hal lain perlu diperhatikan: Ciptakan keterbukaan dalam proses penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Ciptakan iklim kerja yang menyenangkan Berikan pengakuan dan penghargaan bagi personil yang berprestasi Tunjukan keteladanan Terapkan fungsi-fungsi manajemen dalam proses penyelenggaraan pendidikan, seperti: PerencanaanPengorganisasian Penentuan staff atas dasar kemampuan, kesanggupan dan kemauan Berikan bimbingan dan pembinaan kearah yang menuju kepada pencapaian tujuan Adalah kontrol terhadap semua kegiatan penyimpangan sekecil apapun dapat ditemukan sehingga cepat teratasi Adakan penilaian terhadap semua program untuk mengukurkeberhasilan serta menemukan cara untuk mengatasi kegagalan. B. MASALAH • Bagai manakah manajemen pendidikan sekolah ? • Apa makna dari manajemen pendidikan sekolah. ? • Apa sajakah ruang limgkup manajemen sekolah ? C. TUJUAN Tujuan pembahasan makalah ini untuk mengetahui apasaja ruang lingkup dari manajemen pendidikan sekolah D. BATASAN MASALAH Berdasarkan platabelakang masalah maka makalah ini hanya membahas tentang manajemen pendidikan sekolah BAB II LANDASAN TEORI A. Pengertian Manajemen Sekolah Dalam konteks pendidikan, memang masih ditemukan kontroversi dan inkonsistensi dalam penggunaan istilah manajemen. Di satu pihak ada yang tetap cenderung menggunakan istilah manajemen, sehingga dikenal dengan istilah manajemen pendidikan. Di lain pihak, tidak sedikit

Fungsi Manajemen Dikemukakan di atas bahwa manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatan. B. Sementara itu. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa: “Manajemen adalah proses perencanaan. dan mengendalikan (controlling). namun secara esensial dapat ditarik benang merah tentang pengertian manajemen pendidikan. Selanjutnya. mencakup : . (3) commanding (pengaturan). yaitu : (1) planning (perencanaan). Hadari Nawawi (1992) mengemukakan bahwa “administrasi pendidikan sebagai rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu terutama berupa lembaga pendidikan formal”. Sedangkan dari Stoner sebagaimana dikutip oleh T. manajemen adalah sebuah kegiatan yang berkesinambungan”. Harold Koontz dan Cyril O’ Donnel mengemukakan lima fungsi manajemen. memimpin (leading). pengorganisasian. Meski ditemukan pengertian manajemen atau administrasi yang beragam. penulis cenderung untuk mengidentikkan keduanya. Terry terdapat empat fungsi manajemen.M. Dengan demikian. pengarahan. Dari Kathryn . (3) actuating (pelaksanaan). (2) manajemen pendidikan memanfaatkan berbagai sumber daya.pula yang menggunakan istilah administrasi sehingga dikenal istilah adminitrasi pendidikan. bahwa : (1) manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatan. (2) organizing (pengorganisasian). meliputi : (1) planning (perencanaan). sehingga kedua istilah ini dapat digunakan dengan makna yang sama. Martin yang dikutip oleh A.R. mengorganisasi (organizing). baik yang bersifat umum maupun khusus tentang kependidikan. (4) coordinating (pengkoordinasian). H. Kadarman SJ dan Jusuf Udaya (1995) memberikan rumusan bahwa : “Manajemen adalah proses untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan dari empat fungsi utama yaitu merencanakan (planning). Djam’an Satori (1980) memberikan pengertian manajemen pendidikan dengan menggunakan istilah administrasi pendidikan yang diartikan sebagai “keseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien”. Berkenaan dengan fungsi-fungsi manajemen ini. Dalam studi ini. Sementara itu. dan (5) controlling (pengawasan). Secara khusus dalam konteks pendidikan. Sedangkan menurut Henry Fayol terdapat lima fungsi manajemen. Bartol dan David C. M. (2) organizing (pengorganisasian). Kegiatan dimaksud tak lain adalah tindakan-tindakan yang mengacu kepada fungsi-fungsi manajamen. dan pengawasan usahausaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan”. dan (4) controlling (pengawasan). sebagai berikut: Menurut G. dan (3) manajemen pendidikan berupaya untuk mencapai tujuan tertentu. Siagian (1977) mengungkapkan pandangan dari beberapa ahli. di bawah ini akan disampaikan beberapa pengertian umum tentang manajemen yang disampaikan oleh beberapa ahli.

meliputi : 1. Boone dan David L. sistem. and develop course of action designed to accomplish these objective. yaitu : 1. • Membantu penempatan tanggung jawab lebih tepat. Perencanaan (planning) Perencanaan tidak lain merupakan kegiatan untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai beserta cara-cara untuk mencapai tujuan tersebut. Kurtz (1984) bahwa: planning may be defined as the proses by which manager set objective. Terry. Pendefinisian gabungan situasi secara baik. (6) reporting (pelaporan). • Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti. Selanjutnya. 3.” Arti penting perencanaan terutama adalah memberikan kejelasan arah bagi setiap kegiatan. Hani Handoko mengemukakan sembilan manfaat perencanaan bahwa perencanaan: • Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan. L. (3) staffing (penentuan staf). dan (7) budgeting (penganggaran). • Memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara berbagai bagian organisasi • Membuat tujuan lebih khusus. T. (5) coordinating (pengkoordinasian). . Sebagaimana disampaikan oleh Louise E. Sedangkan T. dan (e) meliputi semua tindakan yang diperlukan. • Membantu dalam kristalisasi persesuaian pada masalah-masalah utama. (3) staffing (penentuan staf). Gullick mengemukakan tujuh fungsi manajemen. Indriyo Gito Sudarmo dan Agus Mulyono (1996) mengemukakan langkah-langkah pokok dalam perencanaan. • Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi. dengan merujuk kepada pemikiran G. (c) mempunyai sifat stabilitas. sehingga setiap kegiatan dapat diusahakan dan dilaksanakan seefisien dan seefektif mungkin. proyek. Hani Handoko (1995) mengemukakan bahwa : “ Perencanaan (planning) adalah pemilihan atau penetapan tujuan organisasi dan penentuan strategi. anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan. asses the future. yang meliputi unsur sumber daya manusia. (2) organizing (pengorganisasian). Pembuatan keputusan banyak terlibat dalam fungsi ini. • Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran. dan (5) controlling (pengawasan). program. di bawah akan dipaparkan tentang fungsi-fungsi manajemen pendidikan dalam perspektif persekolahan. 2. terperinci dan lebih mudah dipahami. prosedur.R. usaha dan dana. (b) mempunyai sifat fleksibel. yaitu : (1) planning (perencanaan). Untuk memahami lebih jauh tentang fungsi-fungsi manajemen pendidikan. metode.(1) planning (perencanaan). sumber daya alam. Merumuskan kegiatan yang akan dilaksanakan secara jelas dan tegas. kebijaksanaan. Penentuan tujuan dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut : (a) menggunakan kata-kata yang sederhana. (4) directing (pengarahan). dan sumber daya modal. (2) organizing (pengorganisasian). dan • Menghemat waktu. (d) ada dalam perimbangan sumber daya. (4) directing (pengarahan).

pekerjaan manajerial yang semakin kompleks. dan percepatan perubahan lingkungan eksternal lainnya. • Merumuskan keadaan saat ini. Pada bagian lain. Penentuan misi dan tujuan. 2. yaitu : (1) rencana global yang merupakan penentuan tujuan secara menyeluruh dan jangka panjang. khususnya pada tingkat persekolahan. pasar organisasi. Analisa lingkungan eksternal. T. namun secara esensial konsep perencanaan strategik ini dapat diterapkan pula dalam konteks pendidikan. Perumusan ini dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dibawakan manajer. falsafah dan tujuan. Disamping itu. maka perencanaan dapat dibedakan dalam tiga bentuk. Terry (1986) mengemukakan bahwa : “Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan . seperti perkembangan teknologi yang sangat pesat. Meski pendapat di atas lebih menggambarkan perencanaan strategik dalam konteks bisnis. Hani Handoko (1995) bahwa terdapat empat tahap dalam perencanaan.Hal senada dikemukakan pula oleh T. seperti para penyedia. Pengembangan profil perusahaan. Nilai-nilai ini dapat mencakup masalah-masalah sosial dan etika. Perumusan misi dan tujuan ini merupakan tanggung jawab kunci manajer puncak. 2. perusahaan perlu mengidentifikasi lingkungan lebih khusus. Pengorganisasian (organizing) Fungsi manajemen berikutnya adalah pengorganisasian (organizing). sehingga membutuhkan perencanaan yang benar-benar dapat menjamin sustanabilitas pendidikan itu sendiri. dengan maksud untuk mengidentifikasi cara-cara dan dalam apa perubahan-perubahan lingkungan dapat mempengaruhi organisasi. yaitu : • Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan. (2) rencana strategis merupakan rencana yang disusun guna menentukan tujuan-tujuan kegiatan atau tugas yang mempunyai arti strategis dan mempunyai dimensi jangka panjang. para pesaing. • Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan. karena memang pendidikan di Indonesia dewasa ini sedang menghadapi berbagai tantangan internal maupun eksternal. di mana kekuatan-kekuatan ini akan mempengaruhi secara langsung operasi perusahaan. yang mencerminkan kondisi internal dan kemampuan perusahaan dan merupakan hasil analisis internal untuk mengidentifikasi tujuan dan strategi sekarang. Perencanaan strategik akhir-akhir ini menjadi sangat penting sejalan dengan perkembangan lingkungan yang sangat pesat dan sangat sulit diprediksikan. sebagai berikut: 1. pasar tenaga kerja dan lembaga-lembaga keuangan. dan (3) rencana operasional yang merupakan rencana kegiatan-kegiatan yang berjangka pendek guna menopang pencapaian tujuan jangka panjang. • Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan Pada bagian lain. 3. Hani Handoko memaparkan secara ringkas tentang langkah-langkah dalam penyusunan perencanaan strategik. atau masalah-masalah umum seperti macam produk atau jasa yang akan diproduksi atau cara pengoperasian perusahaan. serta memerinci kuantitas dan kualitas sumber daya -sumber daya perusahaan yang tersedia. yang mencakup pernyataan umum tentang misi. baik dalam perencanaan global maupun perencanaan strategis. George R. Profil perusahaan menunjukkan kesuksesan perusahaan di masa lalu dan kemampuannya untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai implementasi strategi dalam pencapaian tujuan di masa yang akan datang. Indriyo Gito Sudarmo dan Agus Mulyono (1996) mengemukakan bahwa atas dasar luasnya cakupan masalah serta jangkauan yang terkandung dalam suatu perencanaan.

dan memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu. (3) tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting. Berkenaan dengan pengorganisasian ini. It is the process of arranging people and physical resources to carry out plans and acommplishment organizational obtective”. pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. . kapan dikerjakan. dapat dipahami bahwa pengorganisasian pada dasarnya merupakan upaya untuk melengkapi rencana-rencana yang telah dibuat dengan susunan organisasi pelaksananya. sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi Dalam hal ini. dan (f) organisasi harus fleksibel dan seimbang. tugas dan tanggung jawabnya. Semua fungsi terdahulu. dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran. dan apa targetnya. atau mendesak. (c) organisasi harus mengatur pelimpahan wewenang dan tanggung jawab. (b) pembagian beban pekerjaan total menjadi kegiatan-kegiatan yang logik dapat dilaksanakan oleh satu orang. diantaranya adalah : (a) organisasi harus profesional.kelakuan yang efektif antara orang-orang. Hadari Nawawi (1992) mengemukakan beberapa asas dalam organisasi. Lousie E. 4. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika : (1) merasa yakin akan mampu mengerjakan. sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien. pelaksanaan (actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan. (e) organisasi harus mengandung kesatuan perintah. (d) organisasi harus mencerminkan rentangan kontrol. Kurtz (1984) mengartikan pengorganisasian : “… as the act of planning and implementing organization structure. Dari pengertian di atas. yaitu : (a) pemerincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi. tidak akan efektif tanpa disertai fungsi pengawasan. (4) tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan dan (5) hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis. (2) yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya. Hani Handoko mengemukakan tiga langkah dalam proses pengorganisasian. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut. dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu”. 3. dan (c) pengadaan dan pengembangan suatu mekanisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan para anggota menjadi kesatuan yang terpadu dan harmonis. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen. Pelaksanaan (actuating) Dari seluruh rangkaian proses manajemen. Boone dan David L. Ernest Dale seperti dikutip oleh T. George R. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pengorganisasian adalah bahwa setiap kegiatan harus jelas siapa yang mengerjakan. Dari kedua pendapat di atas. yaitu dengan pembagian satuan kerja yang sesuai dengan kebutuhan. Pengawasan (controlling) Pengawasan (controlling) merupakan fungsi manajemen yang tidak kalah pentingnya dalam suatu organisasi. (b) pengelompokan satuan kerja harus menggambarkan pembagian kerja.

Karena bagaimana pun sekolah merupakan suatu sistem yang di dalamnya melibatkan berbagai komponen dan sejumlah kegiatan yang perlu dikelola secara baik dan tertib. pengorganisasian yang efektif dan efisien. Bidang Kegiatan Pendidikan Berbicara tentang kegiatan pendidikan. pengawasan merupakan suatu kegiatan yang berusaha untuk mengendalikan agar pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memastikan apakah tujuan organisasi tercapai. sehingga menghasilkan apa yang disebut dengan proses manajemen. Sementara itu. Louis E. yaitu kegiatan yang menyangkut bidang-bidang materi/ benda-benda. proses manajemen sebenarnya merupakan proses interaksi antara berbagai fungsi manajemen. gedung dan alat-alat perlengkapan sekolah dan lain-lain.” Dengan demikian. Sekolah tanpa didukung proses manajemen yang baik. Hani Handoko bahwa proses pengawasan memiliki lima tahapan. • Pembandingan pelaksanaan kegiatan dengan standar dan penganalisaan penyimpanganpenyimpangan. Apabila terjadi penyimpangan di mana letak penyimpangan itu dan bagaimana pula tindakan yang diperlukan untuk mengatasinya. yang pada gilirannya tujuan pendidikan pun tidak akan pernah tercapai secara semestinya. yaitu : • Penetapan standar pelaksanaan. merancang sistem informasi umpan balik. setiap kegiatan pendidikan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan realisitis. Fungsi-fungsi manajemen ini berjalan saling berinteraksi dan saling kait mengkait antara satu dengan lainnya. Mocker sebagaimana disampaikan oleh T. bahwa : “Pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan – tujuan perencanaan. • Pengukuran pelaksanaan kegiatan nyata. Dengan demikian. dan pengawasan secara berkelanjutan. Ngalim Purwanto (1986) mengelompokkannya ke dalam tiga bidang garapan yaitu : 1. Dengan demikian.Dalam hal ini. di bawah ini beberapa pandangan dari para ahli tentang bidang-bidang kegiatan yang menjadi wilayah garapan manajemen pendidikan. bila diperlukan. maka proses manajemen pendidikan memiliki peranan yang amat vital. serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan. menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan. Selanjutnya dikemukakan pula oleh T. boleh jadi hanya akan menghasilkan kesemrawutan lajunya organisasi. Hani Handoko (1995) mengemukakan definisi pengawasan yang di dalamnya memuat unsur esensial proses pengawasan. . pengerahan dan pemotivasian seluruh personil sekolah untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya. agar tujuan pendidikan di sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien. membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. dan • Pengambilan tindakan koreksi. seperti ketatausahaan sekolah. Dalam perspektif persekolahan. C. Administrasi material. • Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan. Kurtz (1984) memberikan rumusan tentang pengawasan sebagai : “… the process by which manager determine wether actual operation are consistent with plans”. administrasi keuangan. Boone dan David L. Robert J.

Sergiovani kiranya belum sepenuhnya dapat dilaksanakan. Dalam konteks pendidikan di Indonesia saat ini. Sementara itu. mencakup : (1) instruction and curriculum development. juga administrasi murid. Tahapan manajemen kurikulum di sekolah dilakukan melalui empat tahap : • Perencanaan. Bidang alat dan keuangan. seperti tugas mengajar guru-guru. metode dan cara mengajar. meliputi: (1) manajemen kurikulum. Sergiovani. dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya. Manajemen kurikulum Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah. Rifa’i (1980) bahwa bidang-bidang administrasi pendidikan terdiri dari : 1. Kendati demikian. yang mencakup : A. sebagai alat-alat pembantu untuk melancarkan siatuasi belajar mengajar dan untuk mencapai tujuan pendidikan sebaik-baiknya. pandangan Thomas J. (2) pupil personnel. Bidang kependidikan atau bidang edukatif. dalam kerangka peningkatkan mutu pendidikan. yang didalamnya mengetengahkan bidang-bidang kegiatan manajemen pendidikan. dan . (2) manajemen personalia. 3. yang mengajar. (7) organization and structure dan (8) School finance and business management. (5) school plant. Administrasi personal. dan personil lain yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar. Dalam hal ini masalah kepemimpinan dan supervisi atau kepengawasan memegang peranan yang sangat penting. yang menyangkut kurikulum. evaluasi dan sebagainya. • Pengorganisasian dan koordinasi. (5) manajemen perawatan preventif sarana dan prasarana sekolah. Prinsip dasar manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. • Pelaksanaan. (6) school trasportation. (3) manajemen kesiswaan. Bidang personil. (4) staff personnel. mencakup di dalamnya administrasi personal guru dan pegawai sekolah. agaknya yang perlu digarisbawahi yaitu mengenai bidang administrasi pendidikan yang dikemukakan oleh Thomas J. Hal serupa dikemukakan pula oleh M. berikut ini akan diuraikan secara ringkas tentang bidang-bidang kegiatan pendidikan di sekolah. Sergiovani sebagimana dikutip oleh Uhar Suharsaputra (2002) mengemukakan delapan bidang administrasi pendidikan. terutama dalam bidang school transportation dan business management. Administrasi kurikulum. BAB III PANALISA MANAJEMEN PENDIDIKAN SEKOLAH Merujuk kepada kebijakan Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas dalam buku Panduan Manajemen Sekolah. Di lain pihak. Thomas J. yang mencakup unsur-unsur manusia yang belajar. ke depannya pemikiran ini sangat menarik untuk diterapkan menjadi kebijakan pendidikan di Indonesia. kebijakan umum pendidikan nasional belum dapat menjangkau ke arah sana. 2. (4) manajemen keuangan. persiapan harian dan mingguan dan sebagainya. Dengan alasan tertentu. Dari beberapa pendapat di atas. 3. Direktorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas (1999) telah menerbitkan buku Panduan Manajemen Sekolah. (3) community school leadership.2. penyusunan sylabus atau rencana pengajaran tahunan.

pelaksanaan. Penilaian Input: memfokuskan pada kemampuan sistem.• Pengendalian. RPP: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). ditinjau dari kondisi fisik. (3) penentuan struktur dan isi program. 3. dan tujuan. implementasi design dan cost benefit dari rancangan. . input. dan sarana pembelajaran. Tahap perencanaan. meliputi langkah-langkah: (1) penyusunan rencana dan program pembelajaran (Silabus. Kondisi siswa sangat beragam. (3) penentuan strategi dan metode pembelajaran. Penilailain kurikulum dapat mencakup Konteks. dan (4) membuat rencana induk (master plan): pengembangan. alat. 3. Dalam konteks Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). baik bentuk penilaian formatif maupun sumatif. strategi pencapaian tujuan. (3) menentukan disain kurikulum. dan psikomotor. sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara optimal. Tahap implementasi atau pelaksanaan. 2. tetapi juga ranah afektif. (5) penentuan cara dan alat penilaian proses dan hasil belajar. produk (CIPP) : Penilaian konteks: memfokuskan pada pendekatan sistem dan tujuan. (4) pemilihan dan pengorganisasian materi. dan 4. yaitu : 1. dan penilaian. dan sarana belajar. jika mereka menyenangi apa yang diajarkan. kondisi aktual. meliputi langkah-langkah sebagai : (1) analisis kebutuhan. (5) pengorganisasian kegiatan pembelajaran. masalah-masalah dan peluang. dalam mengembangkan sekolah. terutama dilakukan untuk melihat sejauhmana kekuatan dan kelemahan dari kurikulum yang dikembangkan. Siswa harus diperlakukan sebagai subyek dan bukan obyek. (2) merumuskan dan menjawab pertanyaan filosofis. (4) penyediaan sumber. Penilaian product berfokus pada mengukur pencapaian proses dan pada akhir program (identik dengan evaluasi sumatif) B. 2. Tita Lestari (2006) mengemukakan tentang siklus manajemen kurikulum yang terdiri dari empat tahap : 1. (2) perumusan visi. sosial ekonomi. kemampuan intelektual. Manajemen Kesiswaan Dalam manajemen kesiswaan terdapat empat prinsip dasar. Sumber daya manusia akan berperan secara optimal jika dikelola dengan baik. dan 4. misi. Penilaian proses memiliki fokus yaitu pada penyediaan informasi untuk pembuatan keputusan dalam melaksanakan program. Pengembangan potensi siswa tidak hanya menyangkut ranah kognitif. sehingga mendukung tujuan institusional. 2. C. Kultur dan suasana organisasi di sekolah. Tahap penilaian. (2) penjabaran materi (kedalaman dan keluasan). alat. meliputi langkah-langkah : (1) perumusan rasional atau dasar pemikiran. Siswa hanya termotivasi belajar. (6) pemilihan sumber. minat dan seterusnya. Oleh karena itu diperlukan wahana kegiatan yang beragam. 3. Tahap pengembangan. dan (7) penentuan cara mengukur hasil belajar. serta perilaku manajerial sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah. Manajemen personalia di sekolah pada prinsipnya mengupayakan agar setiap warga dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan sekolah. proses. dan (6) setting lingkungan pembelajaran 4. Manajemen personalia Terdapat empat prinsip dasar manajemen personalia yaitu : 1. sumber daya manusia adalah komponen paling berharga. sehingga harus didorong untuk berperan serta dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka.

membuat daftar sarana dan pra saran. manajer dan karyawan. menurunkan biaya perbaikan dan menetapkan biaya efektif perawatan sarana dan pra sarana sekolah. disamping mengupayakan ketersediaan dana yang memadai untuk kebutuhan pembangunan maupun kegiatan rutin operasional di sekolah. dan membuat program lomba perawatan terhadap sarana dan fasilitas sekolah untuk memotivasi warga sekolah. maka manajemen kinerja guru terutama berkaitan erat dengan tugas kepala sekolah untuk selalu melakukan komunikasi yang berkesinambungan. Artinya. Seberapa besar kontribusi pekerjaan guru bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Dalam mengembangkan manajemen kinerja guru. cara mengadministrasikan dana sekolah. pengendalian serta pemeriksaan. hal yang amat penting dalam manajamen personalia adalah berkenaan penguasaan kompetensi dari para personil di sekolah. menyiapkan lembar evaluasi untuk menilai hasil kerja perawatan pada masingmasing bagian dan memberikan penghargaan bagi mereka yang berhasil meningkatkan kinerja peralatan sekolah dalam rangka meningkatkan kesadaran merawat sarana dan prasarana sekolah. Dalam manajemen ini perlu dibuat program perawatan preventif di sekolah dengan cara pembentukan tim pelaksana. juga perlu diperhatikan faktor akuntabilitas dan transparansi setiap penggunaan keuangan baik yang bersumber pemerintah. sebagai : sebuah proses komunikasi yang berkesinambungan dan dilakukan dalam kemitraan antara seorang karyawan dan penyelia langsungnya. ia memiliki sejumlah bagian yang semuanya harus diikut sertakan. mebeler. seperti gedung. dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja. pengelolaan keuangan dikaitkan dengan program tahunan sekolah. Dengan mengacu pada pemikiran Robert Bacal (2001) dalam bukunya Performance Management di bawah ini akan dibicarakan tentang manajemen kinerja guru. Inti dari manajemen keuangan adalah pencapaian efisiensi dan efektivitas. menyiapkan jadwal kegiatan perawatan. kalau sistem manajemen kinerja ini hendak memberikan nilai tambah bagi organisasi. 1. melalui jalinan kemitraan dengan seluruh guru di sekolahnya. kiat sekolah dalam mengelola dana. dan peralatan sekolah lainnya. Oleh karena itu. dan cara melakukan pengawasan. D. E. Proses ini meliputi kegiatan membangun harapan yang jelas serta pemahaman mengenai pekerjaan yang akan dilakukan. Manajemen perawatan preventif sarana dan prasana sekolah Manajemen perawatan preventif sarana dan prasana sekolah merupakan tindakan yang dilakukan secara periodik dan terencana untuk merawat fasilitas fisik. Ini merupakan sebuah sistem. menyebarluaskan informasi tentang program perawatan preventif untuk seluruh warga sekolah. mengupayakan pemantauan bulanan ke lokasi tempat sarana dan prasarana. Manajemen keuangan Manajemen keuangan di sekolah terutama berkenaan dengan kiat sekolah dalam menggali dana. Robert Bacal mengemukakan bahwa manajemen kinerja. Manajemen Kinerja Guru Dalam perspektif manajemen.melakukan pekerjaan dengan baik” . Dari ungkapan di atas. maka dibutuhkan suatu manajemen kinerja (performance management). agar kinerja guru dapat selalu ditingkatkan dan mencapai standar tertentu. Sedangkan untuk pelaksanaannya dilakukan : pengarahan kepada tim pelaksana. masyarakat dan sumber-sumber lainnya. F. upaya pengembangan kompetensi dari setiap personil sekolah menjadi mutlak diperlukan. memperpanjang usia pakai.Disamping faktor ketersediaan sumber daya manusia. Oleh karena itu. didalamnya harus dapat membangun harapan yang jelas serta pemahaman tentang : Fungsi kerja esensial yang diharapkan dari para guru.

Sementara itu. yang terdiri dari tiga fase yakni perencanaan. serta organisasi terus belajar dan tumbuh. Perencanaan harus dilakukan pertama kali. kemudian diikuti Pembinaan. Mengenali berbagai hambatan kinerja dan berupaya menyingkirkannya.C. dan ekpektasi yang terukur. memperbaiki. dan staf administrasi . yang pada gilirannya. 4. dan penghargaan. tidak mengasumsikan masalah kinerja terjadi secara terpisah satu sama lain. dan bagaimana kepala sekolah dapat membantu guru. Komunikasi yang berkesinambungan merupakan proses di mana kepala sekolah dan guru bekerja sama untuk saling berbagi informasi mengenai perkembangan kerja. Arti pentingnya terletak pada kemampuannya mengidentifikasi dan menanggulangi kesulitan atau persoalan sebelum itu menjadi besar. tiada satu pun taksiran yang dapat memberikan gambaran keseluruhan tentang apa yang terjadi dan mengapa. Bahwa agar kinerja guru dapat ditingkatkan dan memberikan sumbangan yang siginifikan terhadap kinerja sekolah secara keseluruhan maka perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja guru. pembinaan. Perencanaan tadi membawa pada fase pembinaan. Ini dipakai untuk menjawab pertanyaan. menentukan bagaimana kinerja harus diukur. Mendukung pengembangan profesional. penting sekali bagi kita untuk menghindari dua perangkap. umpan balik. Setiap fase didasarkan pada masukan dari fase sebelumnya dan menghasilkan keluaran. Metode apapun yang dipergunakan untuk menilai kinerja.– di mana guru dibimbing dan dikembangkan – mendorong atau mengarahkan upaya mereka melalui dukungan. atau “selalu salahnya guru”. Boyd (2002) mengemukakan bahwa evaluasi kinerja guru didesain untuk melayani dua tujuan. siklus terus berulang. Evaluasi kinerja adalah salah satu bagian dari manajemen kinerja. Kedua. Selanjutnya. kepala sekolah. Bagaimana guru dan kepala sekolah bekerja sama untuk mempertahankan. Bagaimana prestasi kerja akan diukur.2. “ Seberapa baikkah kinerja seorang guru pada suatu periode tertentu ?”. Penilaian kinerja hanyalah sebuah titik awal bagi diskusi serta diagnosis lebih lanjut. dan akhirnya Evaluasi. Wilson (2000) memberikan gambaran tentang proses manajemen kinerja dengan apa yang disebut dengan siklus manajemen kinerja. dan evaluasi. Rencana terus dikembangkan. Untuk mengukur kompetensi guru dan 2. . yaitu : 1. hambatan dan permasalahan yang mungkin timbul. Ronald T. Pertama. Karen Seeker dan Joe B. Perencanaan merupakan fase pendefinisian dan pembahasan peran. Di bawah ini akan dipaparkan tentang evaluasi kinerja guru. maupun mengembangkan kinerja guru yang sudah ada sekarang. serta mencapai pemahaman bersama tentang pekerjaan itu. Dalam hal ini. Kemudian dalam fase evaluasi. Robert Bacal mengemukakan pula bahwa dalam manajemen kinerja diantaranya meliputi perencanaan kinerja. solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah. Semua dari ketiga fase Siklus Manajemen Kinerja sama pentingnya bagi mutu proses dan ketiganya harus diperlakukan secara berurut. menjadi masukan fase berikutnya lagi. dan guru. 3. komunikasi kinerja yang berkesinambungan dan evaluasi kinerja. kinerja guru dikaji dan dibandingkan dengan ekspektasi yang telah ditetapkan dalam rencana kinerja. tanggung jawab. Dengan tidak bermaksud mengesampingkan arti penting perencanaan kinerja dan pembinaan atau komunikasi kinerja. yang merupakan proses di mana kinerja perseorangan dinilai dan dievaluasi. mengenali dan merencanakan cara mengatasi kendala. Perencanaan kinerja merupakan suatu proses di mana guru dan kepala sekolah bekerja sama merencanakan apa yang harus dikerjakan guru pada tahun mendatang.

Tujuan observasi kelas adalah untuk memperoleh gambaran secara representatif tentang kinerja guru di dalam kelas. untuk memperoleh tujuan ini. Meninjau kembali rencana pengajaran dan catatan – catatan dalam kelas. seperti : siswa. rekan sejawat. Rencana pengajaran dapat merefleksikan sejauh mana guru dapat memahami tujuan-tujuan pengajaran. • Memberikan umpan balik yang bermanfaat secara secukupnya dan tidak berlebihan. KESIMPULAN . Komunikasi secara jelas dengan guru sebelum penilaian dilaksanakan dan ditinjau ulang setelah selesai dievaluasi. diantaranya : 1. 2. Namun jika untuk kepentingan pengujian kompetensi. Dikaitkan dengan pengembangan profesional guru . seorang evaluator (baca: kepala sekolah atau pengawas sekolah) terlebih dahulu harus menyusun prosedur spesifik dan menetapkan standar evaluasi. sehingga dapat memberikan penilaian secara lebih akurat. Memperluas jumlah orang-orang yang terlibat dalam evaluasi. beberapa hal yang harus diperhatikan oleh evaluator : • Penyampaian umpan balik dilakukan secara positif dan bijak. Peninjauan catatan-cataan dalam kelas. pengawas pendidkan atau guru lainnya untuk membuat berbagai perubahan di dalam kelas. pada umumnya yang bertindak sebagai evaluator adalah kepala sekolah dan pengawas. dan menggunakan berbagai sumber informasi tentang kinerja guru. Penetapan standar hendaknya dikaitkan dengan : 1. • Menjaga keseimbangan antara pujian dan kritik. Bahkan self evaluation akan memberikan perspektif tentang kinerjanya. 3. Kendati demikian. BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. • menjaga derajat formalitas sesuai dengan keperluan untuk mencapai tujuan-tujuan evaluasi. Untuk mencapai tujuan tersebut. Para evaluator hendaknya mempertimbangkan aspek keragaman keterampilan pengajaran yang dimiliki guru. Ini merupakan bentuk umum untuk mengumpulkan data dalam menilai kinerja guru. evaluator dalam menentukan hasil evaluasi tidak cukup dengan waktu yang relatif sedikit atau hanya satu kelas. serta mendapatkan konseling dari kepala sekolah. dan tenaga administrasi. Setiap hasil evaluasi seyogyanya dilaporkan. seperti hasil test dan tugas-tugas merupakan indikator sejauhmana guru dapat mengkaitkan antara perencanaan pengajaran . 3. Keterampilan-keterampilan dalam mengajar. proses pengajaran dan testing (evaluasi). • Penyampaian gagasan dan mendorong untuk terjadinya perubahan pada guru. dan dapat memberikan peluang bagi pengembangan teknik-teknik baru dalam pengajaran. Beberapa prosedur evaluasi kinerja guru yang dapat digunakan oleh evaluator. Dalam hal ini. Mengobservasi kegiatan kelas (observe classroom activities). Konferensi pasca-observasi dapat memberikan umpan balik kepada guru tentang kekuatan dan kelemahannya. Bersifat seobyektif mungkin. Jika tujuan evaluasi untuk meningkatkan pertumbuhan kinerja guru maka kegiatan evaluasi sebaiknya dapat melibatkan berbagai pihak sebagai evaluator.Sistem evaluasi kinerja guru hendaknya memberikan manfaat sebagai umpan balik untuk memenuhi berbagai kebutuhan di kelas (classroom needs). dan 4. Oleh karena itu observasi dapat dilaksanakan secara formal dan direncanakan atau secara informal dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sehingga dapat diperoleh informasi yang bernilai (valuable) 2.

Kritik . dan d. juga dituntut untuk memahami sekaligus menerapkan seluruh substansi kegiatan pendidikan. f. kesenian. sehingga membedakan antara lembaga pendidikan dengan lembaga pendidikan lainnya. tradisi dan cara berpikir unik yang dianutnya dan tampak dalam perilaku mereka. agar pengaruh yang timbul dapat meningkatkan kinerja personil secara optimal. mengembangkan. Kepemimpinan sangat berpengaruh dalam proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Pemimpin harus memiliki pemahaman tentang konsep sistem (berpikir secara sistematik) dalam memahami suatu sekolah sebagai suatu kesatuan yang utuh. Maka pemimpin harus memiliki wawasan dan kemampuan dalam melaksanakan gaya kepemimpinan c. serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Kepala administrasi. g. Mempunyai tugas untuk mengatur. Budaya organisasi di lembaga pendidikan adalah pemaknaan bersama seluruh anggota organisasi di suatu lembaga pendidikan yang berkaitan dengan nilai. b.dosen • Bapak merokok.Berdasarkan makalah diatas dapt disimpulkan beberapa kesimpulan: a. keyakinan. e. c. Bahwa tujuannya antara lain adalah menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan. . Konsentrasi pemimpin terhadap kinerja personil pada akhirnya sasaran yang hendak dicapai adalah peningkatan prestasi sekolah pada umumnya dapat tercapai adalah peningkatan prestasi sekolah pada umumnya dapat tercapai dan pada khususnya menghasilkan tamatan yang berkualitas. Saran-Saran • Seorang kepala sekolah. teknologi. keakraban/kebersamaan. di samping harus mampu melaksanakan proses manajemen yang merujuk pada fungsi-fungsi manajemen. Menjabarkan sumber daya sekolah untuk mendukung pelaksanaan proses belajar mengajar. dan kejujuran dan tanggung jawab. h. • Kepala sekolah dituntut untuk memiliki kemampuan: a. Perekat organisasi pendidikan adalah kepercayaan pimpinan kepada bawahan. Pemimpin harus memahami wawasan jauh kedepan agar tantangan masadepan telah menjadi program dalam penyelenggaraan pendidikan. mengorganisir dan memimpin keseluruhan pelaksanaan tugas-tugas pendidikan di sekolah BAB V Kritik dan Saran A. B. Sebagai manajer perencanaan dan pemimpin pengajaran. memperkya khanazah ilmu pengetahuan. b. Kemampuan pemimpin dalam memerankan gaya kepemimpinan yang bertumpu kepada partisipasi aktif semua personil sekolah akan memunculkan keberhasilan seorang pemimpin d.

DAFTAR PUSTAKA Bacal. Robert. B. Saran . Terj.com http://semangatinspirasi. 2001. .dosen • Tolong kurangi merokoknya. kasihan mau naik gedung tinggi-tinggi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama. M. Akhmad Sudrajat. Performance Management. Kepemimpinan sekolah.blogspot. dan tidak terlalu memperhatikan mutu pendidikan. adalah staf pengajar pada Program Studi PE-AP FKIP-UNIKU dan Pengawas Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan www.Surya Darma dan Yanuar Irawan.Pd. .Fakultas • Dosennya banyak yang sudah lanjut usia.com .Fakultas • Dosen-dosen yang sudah lanjut usia jangan disuruh ngajar di lantai atas. -Universitas • Tolong mutu pendidikan universitas kita harus lebih diperhatikan lagi.Universitas • Terlalu banyak menerima mahasiswa..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful