BAB I PENDAHULUAN

Kematian mendadak akibat penyakit seringkali mendatangkan kecurigaan baik bagi penyidik, masyakat atau keluarga , khususnya bila yang meninggal adalah orang yang cukup dikenal oleh masyarakat , orang yang meninggal di rumah tahanan dan ditempat-tempat umum seperti : Hotel, cottege, terminal, cattage, motel, atau di dalam kendaraan. Kecurigaan adanya unsur kriminal pada kasus kematian mendadak terutama disebabkan masalah TKP (tempat kejadian perkara) yaitu bukan di rumah korban atau di rumah sakit melainkan di tempat umum karena alasan tersebut kematian mendadak termasuk kasus forensik walaupun hasil otopsinya menunjukan kematian diakibatkan oleh misalnya penyakit jantung koroner, perdarahan otak atau pecahnya berry aneurisma. Penentuan sebab kematian menjadi penting terkait dengan kepentingan hukum, perubahan status almarhum dan keluarganya, serta hak dan kewajiban yang timbul dari meninggalnya orang tersebut. Autopsi sebagai suatu jalan penentuan sebab kematian merupakan pilihan solusi saat berhadapan dengan suatu kematian mendadak. Definisi WHO untuk kematian mendadak adalah kematian yang terjadi pada 24 jam sejak gejala-gejala timbul, namun pada kasus-kasus forensik, sebagian besar kematian terjadi dalam hitungan menit atau bahkan detik sejak gejala pertama timbul. Kematian mendadak tidak selalu tidak diduga, dan kematian yang tak diduga tidak selalu terjadi mendadak, namun amat sering keduanya ada bersamaan pada suatu kasus. Terminologi kematian mendadak dibatasi pada suatu kematian alamiah yang terjadi tanpa diduga dan terjadi secara mendadak, mensinonimkan kematian mendadak dengan terminologi ”sudden natural unexpected death”. Kematian alamiah di sini berarti kematian hanya disebabkan oleh penyakit bukan aibat trauma atau racun .

1

BAB II LAPORAN KASUS

Suatu hari anda didatangi penyidik dan diminta untuk membantu mereka dalam memeriksa suatu tempat kejadian perkara ( TKP ) . Menurut penyidik , TKP adalah sebuah rumah yang cukup besar milik seorang pengusaha dan istrinya ditemukan meninggal dunia didalam kamarnya yang terkunci didalam. Anaknya yang pertama kali mencurigai hal itu pukul 08.00 karena si ayah yang biasanya bangun untuk lari pagi , hari ini belum keluar dari kamarnya. Ia bersama dengan pak ketua RT melaporkannya kepada polisi. Penyidik telah membuka kamar tersebut dan menemukan kedua orang tersebut tiduran ditempat tidurnya dan dalam keadaan mati. Tidak ada tanda-tanda perkelahian diruang tersebut segalanya masih tertata rapi sebagaimana biasa, tutur anaknya. Dari pengamatan sementara tidak ditemukan luka – luka pada kedua mayat dan tidak ada barang yang hilang. Salah seorang penyidik ditelpon oleh petugas asuransi bahwa ia telah dihubungi oleh anak si pengusaha berkaitan dengan kemungkinan klaim asuransi jiwa penngusaha tersebut.

2

3 . menderita sakit lumpuh. Diduga korban dibunuh oleh anaknya sendiri dengan cara dibekap pada saat tidur di kamar. Sebelum dibunuhnya suami istri tersebut mereka sempat makan malam terlebih dahulu bersama anaknya (pelaku) yang ternyata sudah diberi obat tidur. atau yang menimbulkan bahaya maut. Pasal 90 KUHP Luka berat berarti: jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuh sama sekali. mendapat cacat berat. ASPEK HUKUM Kejahatan Terhadap Tubuh dan Jiwa Manusia1 Pasal 89 KUHP Membuat orang pingsan atau tidak berdaya disamakan dengan menggunakan kekerasan. kehilangan salah satu pancaindera. Kemungkinan sang anak melakukan aksinya ketika mereka sedang tertidur pulas. tidak mampu terus menerus untuk menjalankan tugas jabatan atau pekerjaan pencarian. gugur atau matinya kandungan seorang perempuan.BAB III PEMBAHASAN KASUS Perkiraan Kronologis Kasus Sepasang suami istri ditemukan meninggal di rumahnya sendiri. Motif si pelaku kemungkinan menginginkan klaim asuransi orang tuanya. Sehingga suami istri tersebut merasa mengantuk dan tidur dikamarnya. terganggunya daya pikir selama empat minggu lebih.

diancam. paling lama dua puluh lima tahun. kerana pembunuhan dengan rencana (woord). diancam dengan pidana penjara paling lama7 tahun. HR 25 Juni 1894 Menganiaya adalah dengan sengaja menimbulkan sakit atau luka. HR 21 Oktober 1935 Kesengajaan harus ditujukan untuk emnimbulkan luka pada badan atau terhadap kesehatan. Pasal 339 KUHP Pembunuhan yang diikuti. Kesengajaan ini harus dituduhkan dalam surat tuduhan. disertai atau didahului oleh suatu perbuatan pidana. paling lama dua puluh tahun. Pasal 351 KUHP 1) Penganiyaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak 4500 rupiah. yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun. atau untuk melepaskan diri sendiri maupun peserta lainnya dari pidana dalam hal tertangkap tangan. 4 . 2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat. dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. diancam karena pembunuhan. Pasal 340 KUHP Barangsiapa dengan sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain. Dalam hal ini dalam surat tuduhan cukup dengan menyatakan ada “penganiyaan”.Pasal 338 KUHP Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain. diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu. Ini bukan saja merupakan suatu kwalifikasi akan tetapi juga suatu pengertian yang nyata. 3) Jika mengakibatkan mati. yang dilakukan dengan maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pelaksanaannya. dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu. ataupun untuk memastikan penguasaan barang yang diperolehnya secara melawan hukum.

diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun. yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama 15tahun. dan 355 dapat ditambah dengan sepertiga: (1) Bagi yang melakukan kejahatan itu terhadap ibunya. 354. yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama tujuh tahun. isterinya atau anaknya. bapaknya. Pasal 354 KUHP (1) Barangsiapa dengan sengaja melukai berat orang lain.2 (2) Jika perbuatan mengakibatkan mati.4) Dengan penganiyaan disamakan sengaja merusak kesehatan. 353. Pasal 356 KUHP Pidana yang ditentukan dalam pasal 351. Pasal 353 KUHP (1) Penganiayaan dengan rencana terlebih dahulu. (2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat. menurut undang- undang. 5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana. dengan pidana penjara paling lama delapan tahun. diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. (3) Jika perbuatan mengakibatkan mati. Pasal 355 KUHP (1) Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana lebih dahulu. (2) Jika kejahatan dilakukan terhadap seorang pejabat ketika atau kerana menjalankan tugasnya yang sah 5 . karena melakukan penganiayaan berat. (2) Jika perbuatan mengakibatkan mati. diancam. yang bersalah dikenakan pidana penjara paling lama sepuluh tahun. dia dikenakan pidana penjara paling lama 9 tahun.

berikut adalah peraturan medikolegal penanganan kasus pidana di Indonesia. dan pada beberapa bidang juga mengacu kepada sumpah dokter dan etika kedokteran . Penyidikan : 6 .(3) Jika kejahatan dilakukan dengan memberikan bahan yang berbahaya bagi nyawa atau kesehatan untuk dimakan atau diminum PROSEDUR MEDIKOLEGAL Prosedur medikolegal adalah tata cara atau prosedur penatalaksanaan dan berbagai aspek yang berkaitan dengan pelayanan kedokteran untuk kepentingan hukum. Adapun bentuk-bentuk bantuan yang dapat diberikan seorang dokter dalam suatu kasus pidana adalah : 1. yang secara garis besar mengacu pada peraturan perundang – undangan yang berlaku di Indonesia . TKP : • • • Melakukan pemeriksaan di TKP Membuat analisanya Laporan TKP (Tulisan) 2.

dilakukan dengan diberi cap jabatan yang dilekatkan pada ibu jari kaki atau bagian lain badan mayat. Sidang pengadilan: • Sebagai saksi pembuat Visum et Repertum yaitu menjelaskan tentang Visum et Repertum yang dibuatnya • Sebagai ahli yang menjelaskan berdasarkan kepakarannya. 2) Semua ketentuan tersebut di atas untuk saksi berlaku juga bagi mereka yang memberikan keterangan ahli. dengan ketentuan bahwa mereka mengucapkan 7 . Kewajiban Dokter Membantu Pengadilan Dalam prosedur medikolegal terdapat peraturan perundang-undangan mengenai kewajiban dokter membantu peradilan yaitu : Pasal 133 KUHAP (1) Dalam hal penyidik untuk kepentingan peradilan menangani seorang korban baik luka.• Visum et Repertum 3. A. (2) Permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara tertulis . (3) Mayat yang dikirim kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter pada rumah sakit harus diperlakukan secara baik dengan penuh penghormatan terhadap mayat dan diberi label yang memuat identitas mayat . keracunan ataupun mati yang diduga karena peristiwa yang merupakan tindak pidana . ia berwenang mengajukan permintaan keterangan ahli kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter dan atau ahli lainnya.1 Pasal 179 KUHAP 1) Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan. yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat dan atau pemeriksaan bedah mayat.

Pasal 222 KUHP Barangsiapa dengan sengaja mencegah. ahli atau jurubahasa. Demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana. menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan. dengan sengaja tidak melakukan suatu kewajiban yang menurut undangundang ia harus melakukannnya: 8 . diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau denda paling banyak sembilan ribu rupiah.sumpah atau janji akan memberikan keterangan yang sebaik-baiknya dan sebenanr-benarnya menurut pengetahuan dalam bidang keahliannya.1 SANKSI BAGI PELANGGAR KEWAJIBAN DOKTER1 Pasal 216 KUHP 1) Barangsiapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu. (2) Ahli tersebut mengangkat sumpah atau mengucapkan janji di muka penyidik bahwa ia akan memberi keterangan menurut pengetahuannya yang sebaik-baiknya kecuali bila disebabkan karena harkat serta martabat . menghalang-halangi atau menggagalkan pemeriksaan mayat untuk pengadilan. ia dapat minta pendapat orang ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus. diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya. demikian pula barangsiapa dengan sengaja mencegah.2 Pasal 224 KUHP Barangsiapa yang dipanggil menurut undang-undang untuk menjadi saksi. Pasal 120 KUHAP (1) Dalam hal penyidik menganggap perlu . pekerjaan atau jabatannya yang mewajibkan ia menyimpan rahasia dapat menolak untuk memberikan keterangan yang diminta.

Bungkus mayat Kedua mayat telah dihantar dalam bungkusan plastik berwarna hitam. Pakaian dalam sebelah bawah mayat lelaki adalah boxer bermerek Hugo bewarna hitam. diancam dengan pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah. dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 6 bulan. terikat pada ibu jari kaki kanan. Pakaian dalam wanita sebelah atas bra bermerek Wacoal berwarna merah muda dan sebelah bawah short brief yang bermerek Wacoal berwarna merah muda. Dalam perkara lain. Pasal 522 KUHP Barangsiapa menurut undang-undang dipanggil sebagai saksi. Tidak ada tali yang mengikat kedua mayat. Pakaian atas terdapat poket di sebelah dada kanan.garis vertikal berwarna biru muda dan putih bermerek Yumico pakaian atas dan bawah. ahli atau jurubahasa. dalam poket tidak ada isi. 4. Mayat perempuan memakai baju tidur daster polos berwarna merah muda. Tutup mayat Mayat tidak ditutup.1. bermerek Yumico. Dalam perkara pidana dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya 9 bulan. 3. 2. tidak datang secara melawan hukum. PEMERIKSAAN MEDIS Pemeriksaan Luar Mayat 1. Label mayat Kedua-dua mayat telah diidentifikasikan dengan sehelai label berwarna merah muda. 2. 9 . dengan materai lak merah. tidak bercorak dan tidak ada kotoran. Pakaian Mayat lelaki memakai baju tidur piyama bergaris .

lengan atas. Pembusukan mayat Tidak ada tanda pembusukan dari kedua mayat. Tanda kematian a. Benda di samping mayat Ditemukan 2 buah gelas kaca yang masih terisi air putih 7. dengan bagian dalamnya terdapat nama Dahlia. pangkal paha dan sendi lutut sukar digerakkan dan dilawan. Perhiasan Mayat lelaki memakai cincin emas 24 karat bermatakan berlian. umur 48 tahun. warna kulit sawo matang. zakar disunat. 8. siku. Lebam mayat Terdapat lebam mayat yang berwarna gelap pada kedua mayat. Kaku mayat Pada kedua mayat telah didapatkan kaku mayat yang menetap. keadaan gizi baik. b. panjang badan 175 cm. berbangsa Indonesia. dengan bagian dalamnya terdapat nama Henri dan memakai kalung rantai emas 24 karat yang berliontin sebuah batu permata berwarna merah. berat badan 70 kg. Distribusi lebam di punggung.5. Kaku mayat dimulai dari kepala hingga ke ujung kaki. Suhu mayat Suhu kedua mayat sama yaitu 30˚C. Identifikasi umum Mayat lelaki : Mayat adalah seorang laki-laki. lebam mayat tidak hilang. sendi-sendi di daerah dagu. 6. bila ditekan. Mayat perempuan memakai cincin emas 24 karat bermatakan berlian. 10 . d. c.

vesikel dan bula di daerah kulit yang tidak tertekan. di bagian pipi kanan terdapat angioma kecil berwarna hitam. umur 45 tahun. 11. Ditemukan kuku berwarna biru dan terdapat tardieau spot. Pemeriksaan rambut Mayat lelaki : rambut pendek. bergelombang dan berwarna cokelat kehitaman. panjang badan 160 cm. Pemeriksaan terhadap mulut dan rongga mulut Mayat lelaki : bibir dan mulut berbentuk biasa. gigi sudah lengkap. Pemeriksaan daun telinga dan hidung Mayat lelaki : Hidung berbentuk biasa. 9. rapi dan lurus. warna kulit kuning langsat. 13. Tubuh tidak terdapat sebarang parut. dan adanya busa-busa halus yang keluar dari mulut. 12. Tidak ada cairan yang keluar dari lubang hiding dan telinga. warna rambut hitam dan keputihan beruban. Mayat perempuan : wajah bersih tanpa jerawat. terdapat kumis lebat berwarna hitam. vesikel dan bula di daerah kulit yang tidak tertekan. Tidak ada cairan yang keluar dari lubang hidung dan telinga. Pemeriksaan mata Mata mayat kedua pasangan suami isteri ini tertutup rapat. 10. keadaan gizi baik. kornea jernih. berbangsa Indonesia.Mayat perempuan : Mayat adalah seorang perempuan. Kedua daun telinga berbentuk biasa. berat badan 50 kg. Mayat perempuan : Hidung berbentuk mancung. Tubuh tidak terdapat sebarang parut. Ditemukan kuku berwarna biru dan terdapat tardieau spot. selaput mata masih baik. pada bagian dalam permukaan bibir terdapat luka memar. Mayat perempuan : rambut panjang leher. Identifikasi khusus Mayat lelaki : di bagian muka. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. kedua daun telinga berbentuk biasa. 11 .

Pemeriksaan terhadap tanda-tanda kekerasan/luka Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada kedua mayat. Pemeriksaan Dalam Mayat Pemeriksaan organ/ alat tubuh dimulai dari lidah. oesofagus. Lubang dubur berbentuk biasa tidak menunjukkan kelainan. Otak biasanya diperiksa terakhir. 16. 2. trachea dan seterusnya sampai meliputi seluruh alat tubuh. Lubang dubur berbentuk biasa tidak menunjukkan kelainan. gigi sudah lengkap. Pemeriksaan terhadap patah tulang Tidak di temukan adanya patah tulang pada kedua mayat. 14. Lidah Mayat lelaki dan perempuan : lidah berwarna kelabu. 17.Mayat perempuan : bibir dan mulut berbentuk biasa. kebiru-biruan di ujung-ujung jari dan kuku. perabaan lemas. Pemeriksaan alat kelamin dan lubang perlepasan Mayat lelaki : Alat kelamin berbentuk biasa tidak menunjukkan kelainan. dan adanya busa-busa halus yang keluar dari mulut. tidak terdapat bekas tergigit maupun resapan darah. Mayat perempuan : Alat kelamin berbentuk biasa tidak menunjukkan kelainan. 1. pada bagian dalam permukaan bibir terdapat luka memar. Lain-lain Pada kedua mayat ini ditemukan tanda-tanda sianosis. Tonsil Mayat leleki dan perempuan : Tonsil tidak membesar dan penampangnya tidak menunjukkan kelainan 12 . 15.

Ginjal ureter dan kandung kencing 13 .3. berat dua puluh gram. rawan gondok (cartilago thyroidea). 7. 4. 9. Tulang lidah (os hyoid).berat jantung empat ratus gram. Kerongkongan (oesophagus) Mayat lelaki dan perempuan : Pada kerongkongan dipenuhi lendir yang berwarna merah. Gambaran kulit dan sumsum tidak menunjukkan kelainan. 8. tidak membesar dan penampangnya tidak menunjukkan kelainan. Paru-paru Mayat lelaki dan perempuan : Paru kanan terdiri dari tiga lobus. Kelenjar gondok Mayat lelaki dan perempuan : Kelenjar gondok berwarna coklat merah. 5. 10. Berat anak ginjal kanan delapan gram dan yang kiri delapan gram. berwarna kelabu dan terdapat edema paru dan pada irisan adanya keluar darah yang berwarna lebih gelap dan encer. berwarna kelabu dan terdapat edema paru dan pada irisan adanya keluar darah yang berwarna lebih gelap dan encer. Anak ginjal (glandula suprarenalis) Mayat lelaki dan perempuan : Anak ginjal kanan berbentuk trapesium dan kiri berbentuk trapesium. Batang tenggorok (trakea) Mayat lelaki dan perempuan : Batang tenggorok dan cabangnya berwarna merah dan berlendir 6. Jantung Mayat lelaki dan perempuan : pada jantung didapatkan ptekie di epikardium pada bagian belakang jantung pada daerah aurikuloventrikular dan berwarna lebih gelap dan pada pengirisan banyak mengeluarkan darah. Pada paru kiri terdapat dari dua lobus. dan rawan cincin (cartilago cricoidea) Mayat lelaki dan perempuan : tidak ditemukan adanya patah tulang dan resapan darah. Berat paru kiri lima ratus gram dan berat paru kanan lima ratus gram.

tepi tumpul. piala ginjal dan saluran kemih tidak menunjukkan kelainan. usus halus. urin ginjal. Permukaan keriput dan perabaan lembek. Saluran tidak ada penyumbatan 12. usus halus dan usus besar Mayat lelaki dan perempuan : Lambung berisi sisa makanan dan bercampur darah. Usus dua belas jari. Selaput lendir berwarna merah dan lipatatan sudah hilang karena korosif. 13. Penampang hati merah coklat dan gambaran hati jelas. Mayat lelaki dan perempuan : Kandung kencing berisi cairan berwarna kekuningan dan berwarna putih. hati. Otak terdapat tanda-tanda perbendungan. Limpa dan kelenjar getah bening Mayat lelaki dan perempuan : Limpa berwarna ungu kelabu. sebagian otak dan lemak pada kasus keracunan barbiturat golongan kerja sangat singkat. Berat hati seribu seratus gram Mayat lelaki dan perempuan : Kandung empedu berisi cairan hijau. Tidak ditemukan adanya pembesaran kelenjar getah bening. darah hati atau perifer. 14. Tulang tengkorak utuh selaput keras otak tidak menunjukkan kelainan. Kulit kepala. tulang tengkorak dan otak Mayat lelaki dan perempuan : Kulit kepala bagian dalam bersih. usus besar berlendir berwarna merah. Pada permukaan mukosa usus halus ditemukan ptekie. 11. Pemeriksaan Laboratorium Untuk pemeriksaan toksikologik. Penampang ginjal menunjukkan gambaran yang jelas.selaput lendir berwarna hijau seperti beludru. perabaan kenyal padat. bahan yang harus dikirim adalah isi lambung. 14 . Tidak terdapat perdarahan di atas maupun di bawah selaput keras otak. Berat limpa seratus gram.Mayat lelaki dan perempuan : Ginjal kanan dan kiri Berat ginjal kanan delapan puluh gram dan yang kiri sembilan puluh gram. Penampang berwarna merah hitam dengan gambaran limpa jelas. tidak menunjukkan kelainan. Lambung. Hati dan kandung empedu Mayat lelaki dan perempuan : Hati warna coklat permukaan rata.

5 April 2012 Lampiran: Satu sampul tersegel -----------------------------------------------------------------------: Hasil pemeriksaan pembedahan atas jenazah Tn. Cara Kematian Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap mayat.II/1234/2-90 Jakarta. Saat Kematian Diperkirakan saat kematian kedua pasangan suami isteri ini adalah pada jam 9 malam. darah hati dan darah perifer. Ada 5 macam metode ekstraksi (Moghrabi & Curry). luar dan dalam serta pemeriksaan laboratorium isi lambung. Perkiraan dibuat berdasarkan lebam mayat dan kaku mayat serta keterangan si anak yang memberitahu.5mg/100gr jaringan.Untuk menetukan barbiturat dalam organ tubuh perlu dilakukan ekstraksi terlebih dahulu. Visum et Repertum Bagian Ilmu Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Jl. Sebab Kematian Sebab kematian dari pasangan suami isteri ini adalah karena pembekapan dengan benda lunak.Jakarta Barat Nomor Perihal :7891 -SK. Jalan Kyai Tapa Grogol . Bila kadar dalam darah sangat rendah maka metode yang dipakai adalah metode asam tungstat. kedua orang tuanya langsung ke kamar setelah habis makan malam pada jam 8 malam. Hendri dan Ibu Dahlia ----------15 .2 Hasil laboraturium ditemukan kadar barbiturat pada kedua mayat di dalam otak dan hepar sebesar 4mg/100gr jaringan dan ditemukan kadar barbiturat lebir rendah di tulang kaki dan tangan sebesar 2. cara kematian kedua pasangan suami isteri ini adalah bersifat mekanik akibat pembekapan dengan benda lunak. dan yang memberikan hasil terbaik ialah ekstraksi langsung dengan kloroform.

Hendri ---------------------------------------------------------------------------------------Jenis kelamin : Laki-laki ---------------------------------------------------------------------------------Umur : 48 tahun -------------------------------------------------------------------------------------------Kebangsaan : Indonesia ----------------------------------------------------------------------------------Agama : Islam ---------------------------------------------------------------------------------------------Pekerjaan : Direktur PT. bertempat di ruang bedah jenazah Bagian Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti telah melakukan pemeriksaan atas jenazah yang menurut surat permintaan tersebut adalah : Nama : Tn. terikat pada ibu jari kaki kanan.:B/123/VR/III/10 Serse tertanggal 3 April 2012 . -------------------------------------------------- Hasil pemeriksaan 16 . Pondok Indah ---------------------------------------------------------------------Kedua-dua mayat telah diidentifikasikan dengan sehelai label berwarna merah muda.Pol. pukul dua belas lewat tiga puluh menit Waktu Indonesia Bagian Barat. Dahlia ----------------------------------------------------------------------------------------Jenis kelamin : Perempuan ------------------------------------------------------------------------------Umur : 45 tahun -------------------------------------------------------------------------------------------Kebangsaan : Indonesia ----------------------------------------------------------------------------------Agama : Islam ---------------------------------------------------------------------------------------------Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga -------------------------------------------------------------------------Kebangsaan : Indonesia ----------------------------------------------------------------------------------Alamat : Jl. Melati . maka pada tanggal tiga april dua ribu dua belas. Laura -------------------------------------------------------------------------Alamat : Jl. menerangkan bahwa atas permintaan tertulis dari kepolisian Resort Polisi Jakarta Barat No. Brilli Bagus Dipo.PROJUSTITIA Visum Et Repertum Yang bertanda tangan dibawah ini. dengan materai lak merah. Melati . dokter ahli kedokteran forensik pada Bagian Ilmu Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti Jakarta. Pondok Indah ---------------------------------------------------------------------Nama : Ny.

dengan bagian dalamnya terdapat nama Henri dan memakai kalung rantai emas dua puluh empat karat yang berliontin sebuah batu permata berwarna merah. Kaku mayat Pada kedua mayat telah didapatkan kaku mayat yang menetap. Mayat berpakaian sebagai berikut: a. Mayat lelaki : piyama bergaris . bermerek Yumico. Mayat lelaki : Celana panjang piyama bergaris . ------------------------------------------------------------------------3.garis vertikal berwarna biru muda dan putih bermerek Yumico.-----------------------------------------Mayat perempuan : memakai cincin emas dua puluh empat karat bermatakan berlian. Lebam mayat Terdapat lebam mayat yang berwarna gelap pada kedua mayat. sendi-sendi di daerah dagu. b. 4.------------------------------7. Pemeriksaan Luar 1. Pembusukan mayat 17 .-------------------6. Perhiasan Mayat lelaki : memakai cincin emas dua puluh empat karat bermatakan berlian.-----------------------------2. Mayat terbungkus plastik warna hitam dengan retsleting. bila ditekan. Kaku mayat dimulai dari kepala hingga ke ujung kaki. ----------------------------------------------------------Mayat perempuan : daster polos berwarna merah muda.-----------------------------------------c. Suhu mayat Suhu kedua mayat sama yaitu tiga puluh derajat celcius.I. lebam mayat tidak hilang. Distribusi lebam di punggung.-------------------------------------5. Mayat lelaki : Celana dalam boxer bermerek Hugo bewarna hitam --------Mayat perempuan : Pakaian dalam bra bermerek Wacoal berwarna merah muda dan sebelah bawah short brief yang bermerek Wacoal berwarna merah muda. lengan atas.garis vertikal berwarna biru muda dan putih bermerek Yumico. pangkal paha dan sendi lutut sukar digerakkan dan dilawan. siku. dengan bagian dalamnya terdapat nama Dahlia.

Tiada cairan yang keluar dari lubang hidung dan telinga. Tiada cairan yang keluar dari lubang hiding dan telinga. vesikel dan bula di daerah kulit yang tidak tertekan. Ditemukan kuku berwarna biru dan terdapat tardieau spot. Mayat lelaki : rambut pendek. rapi dan lurus. Mayat lelaki : Mayat adalah seorang laki-laki. -----------------------------------Mayat perempuan : wajah bersih tanpa jerawat. umur empat puluh delapan tahun. Mayat lelaki : di bagian muka. di bagian pipi kanan terdapat angioma kecil berwarna hitam. warna kulit kuning langsat. ---------------------------------------------------------------------------- 18 . keadaan gizi baik. -------------------------------------Mayat perempuan : Hidung berbentuk mancung. --------------------------------------------------------------------------------------Mayat perempuan : rambut panjang leher.. bergelombang dan berwarna cokelat kehitaman. Tubuh tidak terdapat sebarang parut. Tiada tanda-tanda kekerasan ditemukan. berat badan lima puluh kilogram. zakar disunat.----------------------------------------8.--------------------------------------------------------------------------10. pada bagian dalam permukaan bibir terdapat luka memar. kedua daun telinga berbentuk biasa. -----------9. selaput mata masih baik. kornea jernih. berbangsa Indonesia.------------------------------------------------------------------------------------11. berbangsa Indonesia. Tubuh tidak terdapat sebarang parut. berat badan tujuh puluh kilogram. dan adanya busa-busa halus yang keluar dari mulut. Mata mayat kedua pasangan suami isteri ini tertutup rapat. gigi sudah lengkap.-------------------------12. vesikel dan bula di daerah kulit yang tidak tertekan. warna rambut hitam dan keputihan beruban. Mayat lelaki : bibir dan mulut berbentuk biasa. terdapat kumis lebat berwarna hitam. panjang badan seratus tujuh puluh lima sentimeter. Mayat lelaki : Hidung berbentuk biasa. Ditemukan kuku berwarna biru dan terdapat tardieau spot. umur empat puluh lima tahun. ---------------------------------------------------------------------------------------Mayat perempuan : Mayat adalah seorang perempuan. Kedua daun telinga berbentuk biasa. keadaan gizi baik.Tidak ada tanda pembusukan dari kedua mayat.-----------------------13. panjang badan seratus enam puluh sentimeter. warna kulit sawo matang.

. -----------------------------------Mayat perempuan : Alat kelamin berbentuk biasa tidak menunjukkan kelainan.--------------------------17. ---------Mayat perempuan : Kandung jantung tampak tiga jari diantara kedua tepi paru. tidak membesar dan penampangnya tidak menunjukkan kelainan.--------------------------------------------------------------14. Mukosa lambung berlendir warna merah.---19. dan adanya busa-busa halus yang keluar dari mulut. Otot – otot berwarna coklat cukup tebal. pada bagian dalam permukaan bibir terdapat luka memar. Pada kedua-dua mayat ini ditemukan tanda-tanda sianosis.Mayat perempuan : bibir dan mulut berbentuk biasa. Mayat lelaki : Alat kelamin berbentuk biasa tidak menunjukkan kelainan. Lubang dubur berbentuk biasa tidak menunjukkan kelainan. Mayat lelaki : Jaringan bawah kulit daerah leher dan otot leher tidak menunjukan kelainan. Lubang dubur berbentuk biasa tidak menunjukkan kelainan. berat dua puluh gram. Kelenjar gondok berwarna coklat merah. tidak terdapat bekas tergigit maupun resapan darah.---------------------------------20. Mayat lelaki : Jaringan lemak bawah kulit daerah dada dan perut berwarna kuning kecoklatan tebal di daerah dada lima milimeter sedangkan di daerah perut sebelas sentimeter.-----------------------------------------------------------------------18. Otot – otot berwarna coklat cukup tebal. Mayat lelaki dan perempuan : lidah berwarna kelabu.--------------------------15. Pemeriksaan dalam (bedah jenazah) 16. kebiru-biruan di ujungujung jari dan kuku.-----------------------------------Mayat perempuan : Jaringan lemak bawah kulit daerah dada dan perut berwarna kuning kecoklatan tebal di daerah dada lima milimeter sedangkan di daerah perut sebelas sentimeter. Mayat lelaki : Kandung jantung tampak tiga jari diantara kedua tepi paru. perabaan lemas. --------------------------------------------------------------------------------------Mayat perempuan : Jaringan bawah kulit daerah leher dan otot leher tidak menunjukan kelainan. gigi sudah lengkap.------------------------------------------------------------------------------------ 19 .-------------------------------------------------------------------------- II. Mayat lelaki dan perempuan : Dinding rongga perut tampak korosif dengan perdarahan. Tonsil tidak membesar dan penampangnya tidak menunjukkan kelainan.

25. Pada paru kiri terdapat dari dua lobus. Saluran tidak ada penyumbatan. Penampang ginjal menunjukkan gambaran yang jelas.selaput lendir berwarna hijau seperti beludru. Penampang berwarna merah hitam dengan gambaran limpa jelas. Berat limpa seratus gram. 32.-----------------------------------------------------------------------------------------23. usus halus.berat jantung empat ratus gram. -------29. Penampang hati merah coklat dan gambaran hati jelas. Mayat lelaki dan perempuan : Kandung kencing berisi cairan berwarna kekuningan dan berwarna putih. Berat paru kiri lima ratus gram dan berat paru kanan lima ratus gram. Mayat lelaki dan perempuan : Anak ginjal kanan berbentuk trapesium dan kiri berbentuk trapesium. Pada permukaan mukosa usus halus ditemukan ptekie. Usus dua belas jari. Mayat lelaki dan perempuan : Batang tenggorok dan cabangnya berwarna merah dan berlendir. Mayat lelaki dan perempuan : permukaan perut korosif dengan perdarahan.---------------------------------------------------------------------------------22. Mayat lelaki dan perempuan : Kandung empedu berisi cairan hijau. Berat anak ginjal kanan delapan gram dan yang kiri delapan gram. Mayat lelaki dan perempuan : Lambung berisi sisa makanan dan bercampur darah.-----------------------------------------------------30.------------------------20 . Mayat lelaki dan perempuan : Hati warna coklat permukaan rata. Mayat lelaki dan perempuan : Paru kanan terdiri dari tiga lobus. tepi tumpul. Mayat lelaki dan perempuan : kerongkongan dipenuhi lendir yang berwarna merah.------------------31. Permukaan keriput dan perabaan lembek. usus besar berlendir berwarna merah. Selaput lendir berwarna merah dan lipatatan sudah hilang karena korosif.-------------------------------------------------------------------------------------------24. piala ginjal dan saluran kemih tidak menunjukkan kelainan. berwarna kelabu dan terdapat edema paru dan pada irisan adanya keluar darah yang berwarna lebih gelap dan encer.21. Berat hati seribu seratus gram. Mayat lelaki dan perempuan : pada jantung didapatkan ptekie di epikardium pada bagian belakang jantung pada daerah aurikuloventrikular dan berwarna lebih gelap dan pada pengirisan banyak mengeluarkan darah.------------------------------------------------------------28. Mayat lelaki dan perempuan : Ginjal kanan dan kiri Berat ginjal kanan delapan puluh gram dan yang kiri sembilan puluh gram. Mayat lelaki dan perempuan : Limpa berwarna ungu kelabu. perabaan kenyal padat. tidak menunjukkan kelainan.-------------------------------------------------------------26. Gambaran kulit dan sumsum tidak menunjukkan kelainan. berwarna kelabu dan terdapat edema paru dan pada irisan adanya keluar darah yang berwarna lebih gelap dan encer.---------------------27.

Tulang tengkorak utuh selaput keras otak tidak menunjukkan kelainan. Otak terdapat tanda-tanda perbendungan.33. yang sebelumnya korban telah dilemahkan dengan diberi minuman yang bercampur dengan barbiturat. panjang badan seratus tujuh puluh lima sentimeter dan mayat seorang perempuan dewasa beumur sekitar empat puluh lima tahun. bangsa Indonesia. Brilli Bagus Dipo NIP 03. warna kulit sawo matang.----------------------------------------- Dokter yang memeriksa. 049 21 . gizi cukup. Tidak terdapat perdarahan di atas maupun di bawah selaput keras otak.--------------------------------------------------------------------------------------------KESIMPULAN Telah dilakukan pemeriksaan luar dan dalam terhadap mayat seorang laki-laki dewasa berumur sekitar empat puluh delapan tahun.---------------------------------------------------------------------------------------------------Demikianlah saya uraikan dengan sebenar-benarnya berdasarkan keilmuan saya yang sebaik-baiknya mengingat sumpah sesuai dengan KUHAP. panjang badan seratus enam puluh sentimeter. bangsa Indonesia. warna kulit kuning langsat. gizi cukup.-----------------------Kematian orang tersebut disebabkan pembekapan dengan menggunakan benda lunak . Dr. Mayat lelaki dan perempuan : Kulit kepala bagian dalam bersih.009.

seperti kematian yang dicurigai akibat unsur kesengajaan – meskipun ditutupi seolah suatu kecelakaan. seperti pemalsuan identitas. yaitu (1) adanya penutupan polis asuransi kematian bagi tertanggung. identitas korban yang meragukan. Kedokteran forensik harus dilibatkan dalam kasus yang meragukan (questionable). yang akan dijadikan data awal kesehatan peserta.3 Peserta asuransi kematian yang memiliki data kesehatan normal atau memiliki jumlah pertanggungan yang besar dan kemudian mendadak meninggal dunia tidak lama setelah penutupan asuransi biasanya merupakan kasus yang layak diteliti (suspicious death or contestable death claim). pembatasan dan pengecualian pertanggungan. Umumnya isu utama yang muncul adalah identitas jenasah serta sebab kematian dan cara 22 . dengan atau tanpa pemeriksaan kesehatan sebelumnya. pemalsuan sebab kematian atau pemalsuan ahli waris. cara kematian yang bukan persyaratan (pada asuransi kecelakaan). tidak semua kebenaran klaim asuransi mudah dibuktikan sehingga memerlukan penelitian khusus.BAB IV TINJAUAN PUSTAKA ASURANSI JIWA Pada asuransi kematian. Ketidakjujuran dalam mengisi data awal. hubungan yang tidak jelas antara peserta asuransi dengan pembayar premi.3 Dalam penyelesaian klaim asuransi kematian terdapat 3 hal penting yang harus diperhatikan. Polis suatu asuransi jiwa umumnya memberlakukan ketentuan tertentu sebagai persyaratan. Kejahatan di bidang asuransi kematian dapat saja dibarengi dengan kejahatan lain. (2) meninggalnya si tertanggung. jumlah pertanggungan yang sangat besar. dan (3) bukti bahwa benar tertanggung telah meninggal. cara kematian tertentu yang merupakan pengecualian (pada asuransi jiwa). atau sebab kematiannya menjurus ke arah kesengajaan. adalah sebagian alasan yang dapat mengakibatkan tidak dapat diklaimnya pertanggungan. dan bahkan sebagian kecil kasus diakhiri dengan keadaan tetap tidak terbuktikan. Di dalam praktik. calon peserta diminta untuk memasukkan data kesehatannya. dan pemalsuan identitas tertanggung. dan kejanggalan lainnya. Kecurigaan adanya fraud atau abuse semakin menguat apabila sebab kematiannya ternyata adalah penyakit fatal yang telah menahun atau kronik. pembunuhan atau bunuh diri.

tetapi cara kematiannya tetap tidak dapat dipastikan. saksi-saksi yang sudah lupa. Dalam asuransi kesehatan. Pemeriksaan forensik juga dapat digunakan untuk memastikan identitas korban apabila identitas korban memang menjadi isu utama. manipulasi jenis penyakit. Kadangkala sebab kematian seseorang dapat diketahui. Pada kasus-kasus seperti ini dapat dilakukan psychological autopsy atau retrospective death assessment atau equivocal death analysis. apa yang dapat diperoleh oleh peserta asuransi kesehatan umumnya dibatasi dengan rambu-rambu sebagai persyaratan. Fakta menunjukkan bahwa sertifikat kematian cukup mudah diperoleh karena tidak adanya ketentuan di Indonesia yang mengatur tentang kewajiban pemeriksaan jenasah untuk kepentingan sertifikasi kematian dan tidak adanya lembaga khusus yang berwenang menerbitkan sertifikat kematian.3 Keadaan yang menambah kesulitan analisis adalah bahwa pada umumnya suatu kasus menjadi kasus meragukan setelah waktu yang cukup lama sejak saat kematiannya. baik dilihat dari jenis penyakitnya. seperti tidak adanya bukti baru yang cukup untuk memunculkan kecurigaan pidana. jenis layanan kesehatannya maupun jenis pengobatannya dan atau besaran nilai ekonominya. Pada saat tersebut mungkin sudah sulit dimulai penyelidikan pidana atas berbagai alasan. cedera penyebab kematiannya dapat diketahui. Demikian pula. Pemeriksaan autopsi forensik harus dilakukan untuk memperoleh sebab kematian yang pasti.kematiannya. sertifikat kematian dapat diperoleh tanpa harus melalui pemeriksaan jenasah. bahkan tanpa harus diketahui penyebab kematiannya ataupun pemastian identitas si mati. Pemeriksaan forensik terhadap tempat kejadian perkara juga dapat membantu mengungkap peristiwa yang melatar-belakangi kematian seseorang. Pemeriksaan autopsi dan identifikasi seringkali masih dapat dilakukan dan memberikan hasil meskipun peristiwa telah lama terjadi atau korban telah dimakamkan. tempat kejadian perkara telah sukar diharapkan keasliannya. dan lain-lain. jenasah telah dimakamkan atau bahkan mungkin dikremasi.Fraud dapat dilakukan dengan mengajukan klaim suatu layanan yang tidak dilakukan. Dengan demikian. yang kemudian dapat membawa ke kesimpulan tentang cara kematiannya apakah terdapat unsur kesengajaan. Peraturan hanya mengatur tentang formalitas sertifikasi kematian yang memiliki banyak celah untuk dilanggar. atau manipulasi jumlah biaya pelayanan. manipulasi indikasi dan jenis pengobatan atau penanganan. 23 . tetapi kadangkala peristiwa yang melatar belakangi cedera tersebut (cara kematian) tidak dapat terungkap. pembatasan dan pengecualian pertanggungan.

Penyelidik harus memperoleh bukti konkrit kebohongan atau pernyataan yang tidak konsisten atau tindakan yang jelas memalsukan data. Terdapat pula jenis asuransi kesehatan lain yang hanya membayarkan pertanggungan apabila klien dirawat inap. Sebagaimana juga fraud di bidang lain. dan tentu saja hal ini sulit dipastikan oleh karena subyektivitasnya. atau kenalan atau keluarganya. Kadangkala penilaian tentang hal itu tidaklah mudah.3 Pembekapan Smothering (pembekapan) adalah penutupan lubang hidung dan mulut yang menghambat pemasukan udara ke paru – paru. Pada setiap jenis asuransi kesehatan tersebut di atas selalu terdapat kemungkinan terjadinya abuse dan fraud. jenis tindakan dan besar biaya tiap tindakan menjadi isu penting dalam menentukan besarnya pertanggungan yang dibayarkan. Klaim asuransi kesehatan dapat berdasarkan perhitungan biaya pelayanan kesehatan yang diterima atau dapat pula dihitung secara paket per-hari rawat inap. fraud di bidang perasuransian dapat dilakukan oleh peserta asuransi. Untuk itu diperlukan analisis tentang motif pengaju klaim. Pembekapan menimbulkan kematian akibat asfiksia. Namun jangan kemudian disimpulkan bahwa setiap klaim asuransi yang janggal adalah selalu merupakan fraud. atau bahkan oknum asuransi atau aparat pemerintahan yang menyalahgunakan wewenang (abuse). indikasi tiap tindakan. meskipun kadang terdapat kasus yang memerlukan penyelidikan lanjutan.Demikian pula kecacatan ataupun kehilangan kemampuan tertentu yang berhubungan dengan profesi atau pekerjaan tertentu juga dapat dipalsukan untuk memperoleh santunan asuransi. sehingga indikasi rawat inap menjadi isu penting. Masalah fraud pada asuransi kesehatan pada umumnya dapat diselesaikan oleh parainsurance adjuster. Komponen utama fraud adalah niat untuk menipu dan keinginan untuk mendorong perusahaan asuransi membayar lebih dari yang seharusnya. Cara kematian yang berkaitan dengan pembekapan dapat berupa : 24 . Banyaknya ragam asuransi kesehatan turut memperluas permasalahan yang mungkin timbul. Penyelidikan forensik kadang diperlukan pada kasus-kasus tertentu. atau pihak ketiga yang mengorbankan peserta asuransi. Dengan demikian klaim asuransi tertentu harus diperhatikan keadaan pasien.

orang dalam pengaruh obat atau minumam keras. Bunuh diri (suicide). pipi. Bunuh diri dengan cara pembekapan masi mungkin terjadi misalnya pada penderita penyakit jiwa. orang sakit berat. dan dagu yang mungkin terjadi akibat korban melawan. Orang dewasa yang terjatuh waktu bekerja atau pada penderita epilepsy yang mendapat serangan dan terjatuh sehingga mulut dan hidung tertutup dengan pasir. gandum. orang tahanan dengan menggunakan gulungan kasur.1. Luka memar atau lecet pada bagian tubuh korban. bibibr. Biasanya terjadi pada kasus pembunuhan anak sendiri. terutama bayi premature bila hidung dan mulut tertututp oleh bantal dan selimut. bantal. yang diikatkan menutupi hidung dan mulut. misalnya terbekap dengan atau dalam kantong plastic. Pembunuhan (homicidal smothering). dan sebagainya. gusi. Bila pembekapan terjadi dengan benda yang lunak maka pada pemeriksaan luar jenazah mungkin tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan. Anak – anak dan dewasa muda yang terkurung dalam suatu tempat yang sempit dengan sedikit udara . tepung. dan lidah. 2. Kecelakaan daoat terjadi misalnya pada bayi dalam bulan – bulan pertama kehidupannya. Tanda kekerasan yang dapat ditemukan tergantung jenis benda yang digunakan dan kekuatan menekan. Pada orang dewasa terjadi pada orang tidak berdaya seperti orang tua. 3. Kekerasa yang mungkin terdapat adalah luka lecet jenis tekan atau geser. Luka memar atau lecet pada bagian / permukaan dalam bibir akibat bibir yang terdorong dan menekan gigi. goresan kuku dan luka memar pada ujung hidung. Kecelakaan (accidental smothering). 25 . pakaian.

komplikasi berupa atelektasis. penumoni hipostatik. Automatisme adalah meminum obat barbiturat dalam takaran hipnotik sehingga ia telah bahwa ia telah minum obat. Bila terjadi berulang-ulang maka takaran toksik akan tercapai. salisilat dan para-aminofrnol untuk memperoleh potensiasi efek analgetik.5 26 . Biasanya keracunan terjadi karena bunuh diri. 4 Keracunan Barbiturat Barbiturat sering digunakan sebagai sedatif. Dapat pula terjadi syok pada suntikan intravena atau akibat terjadinya gagal ginjal. Kematian dapat terjadi melalui mekanisme Depresi pusat pernafasan yang menimbulkan henti nafas. popularitas obat ini di mata masyarakat dan kemudahan mendapatkannya dengan resep maupun tidak menyebabkan jumlah keracunan barbiturat tiap tahun meningkat. hipnotik. Perlu pula dilakukan pemeriksaan kerokan bawah kuku korban. dapat pula terjadi karena pembunuhan dan kadang-kadang juga terjadi karena automatisme.Selanjutnya ditemukan tanda – tanda asfiksia pada pemeriksaan luar maupun pada pembedahan jenazah. Pernafasan dapat tersumbat oleh muntahan. pneumoni aspirasi dan edema paru yang berat. antikonvulsan. anestetik atau kombinasi dengan derivat pirazolon. spasme laring dan relaksasi lidah. sekresi lendir. adakah darah atau epitel kulit si pelaku. terjadi terutama pada permulaan keracunan golongan sangat singkat. Pemakaian yang luas.

BAB V KESIMPULAN Dari hasil pemeriksaan luar. 27 .tanda asfiksia yang diakibatkan pembekapan menggunakan benda lunak dimana tidak ditemukan adanya luka – luka tetapi ditemukan adanya tanda – tanda dari asfiksia yang jelas. pemeriksaan dalam dan pemeriksaan laboratorium. pada kedua mayat ditemukan tanda.

Sudiono S. Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik. Budiyanto A.available at http://asuransinfo. et al. Indonesia. Jakarta : Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.blogspot. 37-9 2. 4. Bagian Kedokteran Forensik FKUI. 57-8 5. Widiatmaka W. Sidhi . Herdian S. Accesed on 4 april 2012. 2004 3. Teknik Autopsi Forensik. Prosedur Medikolegal . Bagian Kedokteran Forensik FKUI . 1997 . 2000. Dr. Ilmu Kedokteran Forensik.p. p. Winardi T. Kejahatan Terhadap Tubuh dan Jiwa Manusia. Jakarta.68 28 . Prosedur Klaim Asuransi.com/2012/02/prosedur-klaim-asuransi. 1994 . Edisi Pertama. Jakarta : Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.BAB VI DAFTAR PUSTAKA 1. p 11-3.html. Sampurna B. Jakarta : Penerbit FKUI . Peraturan Perundang-undangan Bidang Kedokteran. Abdul Mun’im Idries.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful