1.

Membaca Ekstensif Membaca ekstensif merupakan cara membaca yang dilakukan terhadap sebanyak-banyaknya teks dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Tujuan membaca ekstensif adalah a. Untuk memperoleh pemahaman umum, atau b. Untuk menemukan hal tertentu dari suatu teks. Secara umum membaca ekstensif dilakukan dengan langkah-langkah berikut: a. Mensurvey halaman judul, kata pengantar, daftar isi, dan indeks. b. Men-skim halaman demi halaman teks dengan cepat Untuk menemukan gagasan pokok dari halaman-halaman teks itu atau c. Melirik setiap halaman teks hanya untuk menemukan kata atau keterangan tertentu yang diinginkan. 1. Membaca Intensif Membaca intensif merupakan cara membaca yang dilakukan secara seksama terhadap rincian-rincian suatu teks atau bacaan. Berdasarkan tingkat kecepatannya, membaca terbagi ke dalam beberapa jenis. 1. Membaca reguler Membaca reguler adalah cara membaca dengan kecepatan relatif lambat. Cara ini dilakukan dengan membaca baris demi baris. 1. Membaca sekilas Membaca sekilas dilakukan melihat secara sekilas bagian-bagian teks, terutama judul, daftar isi, kata pengantar, atau hal-hal umum lainnya. 1. Membaca cepat (skimming) Membaca cepat dilakukan dengan lebih cepat. Pandangan mata langsung meluncur, menyapu halaman-halaman teks. Teknik ini digunakan ketika membaca surat kabar dengan tujuan untuk, a. mencari angka-angka statistik. b. Melihat acara siaran televisi, dan c. Melihat daftar perjalanan kereta api Di samping itu, cara membaca ini tepat juga digunakan ketika: a) mencari nomor telepon, b) mencari kata pada kamus, c) mencari arti pada indeks http://endonesa.wordpress.com/bahasan-bahasa/keterampilanberbahasa/

Teknik-teknik Membaca dan Langkah-langkah Pelaksanaan Membaca permulaan bertujuan memberikan kemampuan dasar untuk membaca yaitu siswa mengenal/ mengetahui huruf dan terampil mengubah huruf menjadi suara. Yang akan dibahas dalam tulisan ini bukan lagi tentang teknik membaca permulaan (kelas 1 dan 2 SD), tapi akan dibahas tentang teknik membaca lanjutan (dimulai di kelas tiga sekolah dasar). Tujuan membaca lanjutan ialah untuk memperoleh informasi secara cepat, tepat, dan lengkap. Teknik Membaca Lanjutan Berikut ini akan dibahas enam teknik membaca lanjutan yang perlu diketahui guru, yang berguna untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam membaca. Membaca Teknik (Membaca Bersuara) Kurikulum 2004 tertera membaca teks bersuara, teks agak pendek, teks agak panjang, atau teks panjang (dilihat dari kompetensi yang ingin dicapai). Membaca teknis bertujuan untuk menambah kelancaran siswa mengubah lambang-lambang tertulis menjadi suara atau ucapan yang mengandung makna. Membaca teknis menekankan pada segi “menyuarakan yang dibaca “. Pada tahap ini guru harus hati-hati dan mengawasi bagaimana menyuarakan lambang Jurnal Pendidikan Penabur - No.03 / Th.III / Desember 2004 117 Program Sekolah Lima Hari, Evaluasi Formatif tertulis itu. Membaca teknis masih merupakan bagian terbesar dari kegiatan membaca di kelas I dan II sekolah dasar. Kegiatan membaca teknis makin

menurun frekuensinya pada kelas tinggi sekolah dasar dan kegiatan membaca ini lebih ditujukan untuk memelihara dan melatih kemampuan membaca.6) Contoh membaca teknis ialah orang membacakan berita di televisi atau radio, membacakan puisi atau membacakan dongeng. Semua itu membutuhkan teknik membaca. Dalam membaca teknis yang perlu diperhatikan adalah pelafalan vokal maupun konsonan, nada/lagu ucapan, penguasaan tanda-tanda baca, pengelompokan kata/frase ke dalam satuan-satuan ide, kecepatan mata, dan ekspresi. Langkah-langkah yang ditempuh dalam pelaksanaan membaca teknis adalah sebagai berikut: a. Siswa diberi waktu ± 5 menit untuk membaca bacaan yang disajikan dengan caranya sendiri. Tujuan kegiatan ini agar siswa mempunyai gambaran umum tentang bacaan yang akan dibaca, siswa juga dapat mempersiapkan cara mengucapkan kata-kata tertentu atau menentukan pemenggalan kalimat. b. Siswa diberi kesempatan menanyakan kata-kata yang dianggap baru atau sulit, yang belum diketahui maknanya supaya siswa terbantu dalam menghayati maksud bacaan. Ada dua kemungkinan jika siswa tidak mengerti arti/makna kata : 1. belum mengenal kata-kata yang dimaksud. 2. tidak mengenal konsep/makna sebuah kata. Jika siswa tidak mengenal/tidak mengerti kata-kata yang dimaksud, guru

menjelaskan dengan mengganti kata lain yang sama artinya. Tetapi jika disebabkan oleh kemungkinan yang kedua, guru diharapkan menunjukkan benda, gambar, atau memperagakan dengan perbuatan. c. Melakukan tanya jawab dan guru menjelaskan struktur kalimat yang dianggap baru atau sulit, termasuk cara memenggal dan mengucapkan kalimat. d. Guru memberikan contoh membaca yang baik dengan menonjolkan lafal kata, pemenggalan, lagu kalimat dan ekspresi. Contoh ini dapat pula dilaksanakan dengan jalan menunjuk dua atau tiga orang siswa yang dianggap cakap dalam membaca. Guru hendaknya memberikan penjelasan tentang : 1. perkataan mana yang penting dan harus dibaca dengan tekanan. 2. berhenti dan bernafas pada tempatnya. 3. tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. 118 Jurnal Pendidikan Penabur - No.03 / Th.III / Desember 2004 Program Sekolah Lima Hari, Evaluasi Formatif e. Mengadakan tanya jawab ringan tentang isi wacana, berurutan dari paragraf pertama sampai dengan terakhir. Cara ini bermanfaat untuk menolong siswa dalam menghayati maksud wacana yang disajikan, sebelum siswa mendapat giliran membaca. f. Setelah itu guru memberikan giliran membaca kepada beberapa siswa, sambil memperbaiki kesalahan yang dilakukan siswa. Pelajaran membaca teknis merupakan bagian dari pelajaran bahasa Indonesia dalam keterampilan membaca, karena itu tidak dibenarkan menggunakan

di lanjutkan dengan keterampilan bahasa yang lain. dan membaca ekstensif. membaca intensif. Membaca jenis ini dapat digolongkan ke dalam membaca dalam hati. Membaca dalam hati berbeda dengan membaca teknis. tapi secara intensif diberikan pada siswa kelas III dengan tujuan . misalnya keterampilan berbicara atau keterampilan menulis. Membaca dalam hati ialah cara atau teknik membaca tanpa suara. Jenis membaca ini perlu lebih ditekankan kepada pemahaman isi bacaan. maka membaca dalam hati lebih cepat prosesnya daripada membaca teknis. Dalam kurikulum 2004 tertera membaca sekilas. Untuk mengindari kebosanan setelah memberikan giliran kepada sekitar 5 atau 6 orang siswa. sedangkan membaca teknis lebih banyak menggunakan gerakan mulut. karena kegiatan ini akan menghambat kecepatan siswa dalam membaca. Membaca dalam hati lebih banyak menggunakan kecepatan gerak mata. Jangan biarkan siswa membaca menggunakan ujung jari atau mulut yang berkomat – kamit. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari kita lebih banyak menggunakan membaca dalam hati dalam kegiatan membaca / wacana apapun. Mengingat gerakan mata lebih cepat menanggapi apa yang dibaca. membaca memindai. Membaca Dalam Hati. Membaca dalam hati dapat diperkenalkan sejak siswa berada di kelas II sekolah dasar. dengan menuliskan kesimpulan bacaan tersebut.satu pertemuan hanya untuk membaca teknis.

atau sebaliknya hanya memberi pertanyaan pikiran saja. Setelah siswa membaca diberi tugas untuk menjawab pertanyaan. sedangkan pertanyaan pikiran untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami / menanggapi seluruh isi bacaan. sebab dengan cara ini akan lebih mendorong siswa untuk giat membaca. Membaca dalam hati cocok untuk keperluan studi dan menambah ilmu pengetahuan / informasi. Pertanyaan ingatan menanyakan tentang isi bacaan.III / Desember 2004 119 Program Sekolah Lima Hari.7) Guru hendaknya tidak hanya memberi pertanyaan ingatan.membaca dalam hati ialah melatih kemampuan siswa dalam memahami isi wacana /bacaan. Jurnal Pendidikan Penabur . Langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan membaca dalam hati adalah sebagai berikut: Guru menerangkan kata-kata yang diperkirakan sulit atau baru bagi siswa. Pada saat awal siswa dikenalkan dengan membaca dalam hati. pertanyaan pikiran harus mendapat perhatian guru. Sebagai variasi dan menghindarkan ketergantungan siswa terhadap penjelasan guru. dapat ditempuh dengan jalan memberikan daftar kata-kata sulit atau kata-kata baru dan siswa dilatih mempergunakan kamus untuk mencari katakata tersebut. bacaan ditutup. Pertanyaan yang diberikan berupa pertanyaan ingatan dan pertanyaan pikiran. pertanyaan yang diberikan berupa pertanyaan ingatan.03 / Th.No. . Evaluasi Formatif Makin meningkat kelasnya.

menunjuk dengan jari. Tujuan yang hendak dicapai melalui membaca cepat ialah melatih kecepatan gerakan mata para siswa pada saat membaca.a. Dalam praktek sehari-hari setelah langkah-langkah di atas dilakukan. Jawaban dapat disampaikan secara lisan untuk melatih keberanian siswa berbicara. Guru memberikan pertanyaan mengenai bacaan. Guru memberi waktu ± 15 menit untuk membaca dalam hati suatu bacaan yang disajikan. pensil. Dapat pula secara tertulis untuk melatih kecermatan siswa dalam menulis. bibir bergerak-gerak (komat-kamit) 3. Semuanya itu dapat masuk ke dalam jenis membaca cepat. dan membaca ekstensif. atau 4. 2. Setelah waktu yang ditentukan habis. biasanya dilanjutkan dengan membaca teknis atau membaca bahasa. Waktu yang disediakan tergantung pada panjang pendeknya bacaan tersebut. membaca dengan suara berbisik / bergumam. Membaca cepat perlu diajarkan . baik pertanyaan ingatan maupun pertanyaan pikiran. dan lain-lain. membaca sekilas. siswa disuruh untuk menutup bacaan yang sudah dibaca. untuk menghindarkan siswa membaca kembali bacaan tersebut pada waktu ia menjawab pertanyaan bacaan. b. kepala bergerak ke kiri dan kanan mengikuti baris-baris bacaan. sebaiknya bacaan yang berisi masalah baru. c. Catatan : Merupakan cacat membaca dalam hati bila : 1.8) Membaca Cepat Dalam kurikulum 2004 tertulis membaca intensif. d.

Disebut demikian karena pembaca mengeluarkan suara secara nyaring pada saat membaca. Membaca dalam hati. Membaca Telaah Isi : membaca teliti. Membaca Intensif : membaca telaah isi. (2) waktu yang digunakan cepat dan singkat. Membaca terdiri atas : a). Luas berarti (1) bahan bacaan beraneka dan banyak ragamnya. membaca nyaring dan b).pdf Menurut Tarigan (1984:11) jenis membaca tampak seperti pada bagan berikut. berita. pemberitahuan. terdiri atas : membaca survey. a. membaca pemahaman. dan tulisan-tulisan lain dalam waktu yang cepat. membaca ide-ide. membaca intensif. membaca ekstensif dan 2).id/files/hal%20113-128%20Memacu %20Minat%20Membaca%20Siswa%20Sekolah%20Dasar. membaca dalam hati. Membaca Nyaring Membaca nyaring sering kali disebut membaca bersuara atau membaca teknik. Tujuan .kepada para siswa. membaca telaah bahasa. Dalam kehidupan sehari-hari membaca cepat sangat dibutuhkan karena pada abad informasi ini kita dihadapkan pada berbagai sumber informasi yang http://www.or. karena pada saatnya kelak siswa harus dapat membaca suatu pengumuman. Membaca Ekstensif. Membaca Telaah Bahasa : membaca bahasa. b. membaca kritis.bpkpenabur. membaca sastra. membaca sekilas dan membaca dangkal. terdiri atas : 1). Membaca Ekstensif Membaca ekstensif merupakan proses membaca yang dilakukan secara luas.

membaca tanpa bersuara. 8. 6.com/2009/03/jenis-jenis-membaca-dankecepatan. dituntut kecepatan mata dalam membaca. 3. Lebih lanjut tentang: Jenis Membaca -Ekstensif yaitu ditinjau dari tujuannya membaca terbagi menjadi 2 jenis. Ketrampilan yang dituntut dalam membaca dalam hati antara lain sebagai berikut: 1. Membaca Dalam Hati Membaca dalam hati adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan tanpa menyuarakan isi bacaan yang dibacanya.blogspot.html B. 1. Tujuan membaca Ekstensif yaitu : 1. Membaca Ekstensif yaitu cara membaca yang dilakukan terhadap sebanyak-banyaknya teks dalam waktu sesingkat mungkin. tanpa bibir bergerak. 2. Menemukan hal tertentu dalam teks. dapat menyesuaikan kecepatan dengan tingkat kesukaran yang terdapat dalam bacaan. . http://riszal92. membaca tanpa ada gerakan-gerakan kepala.membaca ekstensif adalah sekadar memahami isi yang penting dari bahan bacaan dengan waktu yang cepat dan singkat. 7. 4. tanpa ada desis apapun. 2. tanpa menggunakan jari atau alat lain sebagai penunjuk. mengerti dan memahami bahan bacaan. membaca lebih cepat dibandingkan dengan membaca nyaring. membaca dengan pemahaman yang baik. Memperoleh pemahaman umum. 5.

Berikut penjelasan secara rinci kedua jenis membaca tersebut : I. membaca dalam hati dapat dibedakan menjadi dua (I) membaca ekstensif dan (II) membaca intensif.Secara garis besar. metode yang berusaha untuk menambah kosakata. kata pengantar. Yang dilakukan seseorang ketika membaca survai adalah sebagai berikut : (a) memeriksa judul bacaan/buku. 2. (b) Metode motivasi. Metode yang digunakan dalam melatihkan membaca cepat adalah : (a) metode kosakata. Kegiatan membaca survai merupakan pendahuluan dalam membaca ekstensif. (c) Metode gerak mata. (b) memeriksa bagian terahkir dari isi (kesimpulan) jika ada. Membaca Ekstensif membaca ekstensif adalah membaca secara luas. daftar isi dan malihat abstrak(jika ada). Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkatsingkatnya. Membaca Sekilas Membaca sekilas atau membaca cepat adalah kegiatan membaca dengan mengandalakan kecepatan gerak mata dalam melihat dan memperhatikan bahan tertulis yang dibacanya dengan tujuan untuk mendapatkan informasi secara cepat. metode yang berusaha memotivasi pembaca(pemula) yang mengalami hambatan. (c) memeriksa indeks dan apendiks(jika ada). Membaca ekstensif meliputi : 1. metode yang mengembangkan kecepatan . Membaca Survai (Survey Reading) Membaca survai adalah kegiatan membaca untuk mengetahui secara sekilas terhadap bahan bacaan yang akan dibaca lebih mendalam.

Question atau bertanya 3. (f) gerakan mata kembali pada kata-kata sebelumnya.membaca dengan menigkatkan kecepatan gerak mata. kita akan membahas salah satunya yakni metode SQ3R.Read atau membaca 4.Recite atau menuturkan 5. menumbuhkan pertanyaan dari judul/subjudul suatu bab dan dilanjutkan dengan membaca untuk mencari jawaban dari pertanyaan. kegembiraan sebagai pengisi waktu senggang. Hambatan-hambatan yang dapat mengurangi kecepatan mambaca : (a) vokalisai atau berguman ketika membaca. Metoda SQ3R memberikan strategi yang diawali dengan membangun gambaran umum tentang bahan yang dipelajari. Pada kesempatan kali ini. yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan. 3. Membaca jenis ini biasanya dilakukan seseorang membaca demi kesenangan. Membaca dengan metoda SQ3R terdiri atas lima tahapan proses yaitu : 1.Review atau mengulang Lima Tahap Metoda SQ3R . (c) kepala bergerak searah tulisan yang dibaca. MEMBACA EKSTENSIF SQ3R Ada banyak metode membaca yang ditawarkan ilmuwan. suara yang biasa ikut membaca di dalam pikiran kita. Membaca Dangkal (Superficial Reading) membaca dangkal pada hakekatnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran.Survey atau meninjau 2. (d) subvokalisasi. (e) jari tangan selalu menunjuk tulisa yang sedang kit abaca. membaca bacaan ringan yang mendatangkan kesenangan. (b) membaca dengan menggerakan bibir tetapi tidak bersuara.

READ Dengan membaca. kita mulai mencari jawaban pertanyaan yang kita buat pada Question. Apa yang ditinjau? Baca Judul Hal ini dapat membantu untuk memfokuskan pada topik bab Baca Pendahuluan Memberikan orientasi dari pengarang mengenai hal-hal penting dalam bab Baca kepala judul/subbab Memberikan gambaran mengenai kerangka pemikiran Perhatikan grafik. Perhatikan kepala judul ini satu per satu dan ubah kepala judul ini jadi beberapa pertanyaan. Bacalah suatu subbab dengan tuntas jangan pindah ke subbab lain sebelum kita menyelesaikannya. Misalkan kita membaca buku tentang “Belajar di SMA” dan kepala judulnya adalah “Manfaatkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolahmu”. 3. kita mulai mengisi informasi ke dalam kerangka pemikiran bab yang kita buat pada proses Survey. Dengan melakukan proses Recite ini kita bisa melatih pikiran untuk berkonsentrasi dan mengingat bahan yang dibaca. definisi. pertanyaan di akhir bab yang ditujukan untuk membantu pemahaman dan mengingat. SURVEY Dengan melakukan peninjauan dapat dikumpulkan informasi yang diperlukan untuk memfokuskan perhatian saat membaca. Pertanyaan yang dapat kita mundulkan adalah “Mengapa kita harus memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler?” dan “Bagaimana caranya kita bisa ikut terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler?”. Ingat. Peninjauan untuk satu bab memerlukan waktu 5-10 menit. Tulislah pertanyaan-pertanyaan itu pada suatu kolom dengan lebar 1/3 halaman kertas dan kolom sisanya untuk jawaban yang diperoleh selama membaca. 2. mulai perhatikan kepala judul/subbab yang biasanya dicetak tebal. QUESTION Setelah kerangka pemikiran suatu bab diperoleh. diagram dan gambar ditujukan untuk memberikan informasi penting sebagai tambahan atas teks Perhatikan alat Bantu baca Termasuk huruf miring. RECITE Pada umumnya kita cepat sekali lupa dengan bahan yang telah dibaca. Tuliskan jawaban yang kita peroleh dengan dengan kata-kata sendiri di kertas yang pada 2/3 kolom yang disiapkan.1. Pada saat membaca. Proses ini dilakukan setelah kita menyelesaikan . diagram Adanya grafik. Jangan Membaca di Tempat Tidur !! 4.

Dengan mengecek bagian yang diberi bayangan. 5. Anda sebenarnya telah membaca bagian yang menjadi inti utama teks sampel. Anda hanya diminta membaca bagian yang diberi bayangan (shaded material). Proses ini dapat dilakukan dengan membaca ulang seluruh subbab.Apa itu wawancara? 3. melengkapi catatan atau berdiskusi dengan teman. Setelah itu bandingkan pertanyaan-pertanyaan itu dengan pertanyaanpertanyaanberikut: 1. Cara melakukan Recite adalah dengan melihat pertanyaan-pertanyaan yang kita buat sebelum membaca subbab tersebut dan cobalah jawab pada selembar kertas tanpa melihat buku. Pertama. Penilaian yang dilakukan dengan teknis nontes terutama bertujuan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan tingkah laku apektif dan psikomotor" dan hanya memiliki tiga heading. Review Review membantu kita untuk meyempurnakan kerangka pemikiran dalam suatu bab dan membangun daya ingat kita untuk bahan pada bab tersebut. buat pertanyaan-pertanyaan yang memungkinkan berkaitan dengan teks itu . heading wawancara. apa Anda tahu ide umum isi halaman itu? Langkah 2: Q-Question Kemudian.suatu subbab.Strategi wawancara apa yang bisa digunakan untuk mengevaluasi sikap dan perilaku baca? . Kini. Gunakan bagian yang dicetak tebal untuk membangun pertanyaanpertanayaan. Demonstrasi SQ3R Langkah-langkah dalam SQ3R Langkah 1: S-Survey Guna mensurvey teks itu. Anda akan mendapatkan bahwa teks itu diawali oleh paragraf pendahuluan yang menjelaskan bahwa "teknik nontes merupakan suatu alat penilaian yang dipergunakan untuk mendapatkan informasi tertentu tentang keadaan testi (Inggris : testee) dengan tidak menggunakan alat tes. Cara Review yang terbukti efektif adalah dengan menjelaskan kepada orang lain. Kedua pengamatan yang sesungguhny merupakan subjudul.Teknik nontes bisa digunakan untuk mengetahui apa dalam pengajaran membaca? 2. Ketiga. skala bertingkat yang diikuti oleh penjelasan kebiasaan penggunaan tes itu. Paragraf berikutnya menjelaskan apa itu "wawancara" atau "interview" sebagai isi bagian itu --yakni "salah satu alat penilaian nontes yang dipergunakan untuk mendapatkan informasi tertentu tentang keadaan responden dengan jalan tanya-jawab sepihak".

kembalilah pada tiap-tiap heading. Nah. Anda jangan sekalikali melompati setiap langkah yang ada. sekarang Anda sudah bisa menerapkan satu di antara sekian banyak metoda belajar membaca. setiap langkah dalam SQ3R bergantung pada satu atau langkah-langkah sebelumnya. Agar Anda lebih trampil menggunakannya. coba sebutkan kembali pertanyaannya dan kemukakan jawabannya. hingga Anda tuntas mereviuw seluruh halaman.Skala bertingkat biasa dipergunakan untuk mengukur apa? 7. Sebagaimana bisa Anda lihat.Apa itu pengamatan? 5." Begitu seterusnya. Coba temukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Anda itu selama membaca. teslah diri Anda! Lanjutkan cara seperti itu. sebab memberi garis bawah teks sangat membantu menjawab pertanyaan yang Anda buat. Jika sudi garis bawahilah atau tandailah teks Anda. dan lanjutkan pada langkah 4. Anda akan mengurangi efektivitas metoda itu. Setelah itu. Agar bisa berhasil sekali dalam menggunakan metode SQ3R. Langkah 5: R-Review Jika sudah menyelesaikan seluruh bacaan yang menjadi tugas Anda.Bagaimana cara melakukan pengukuran dengan skala bertingkat? Langkah 3: R-Read Sekarang baca teks itu. kembali dan usahakan Anda menemukan jawabannya. bagian demi bagian misalnya.4. Jika tidak. Anda perlu benar-benar dan yakin bahwa langkah-langkah itu Anda lakukan dengan baik pada tiap-tiap bagian. Lalu. ikuti Latihan 1 pada bagian berikut. Cek apakah Anda dapat menemukan jawaban pada bagian itu. "Teknik nontes bisa digunakan untuk mengetahui apa dalam pengajaran membaca?" Apakah jawabannya Anda temukan pada bagian pendahuluan teks itu? Jawabannya adalah "Penilaian yang dilakukan dengan teknis nontes terutama bertujuan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan tingkah laku afektif dan psikomotor. lakukan Latihan 2 Sistem Belajar-Baca Sistem Belajar Baca itu Apa? . Jika Anda meninggalkan satu di antara langkah-langkah itu. Ingat apa pertanyaan Anda? Ya. sekarang Anda baca bagian pendahuluan teks itu. pertanyaan Andalah adalah. tes daya ingat Anda atau jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan pada setiap bagiannya. metode SQ3R. Langkah 4: R-Recite Setelah selesai pada masing-masing bagian --stop. Kemudian. cek kembali daya ingat Anda.Bagaimana cara melakukan pengamatan yang terstruktur/takterstruktur? 6. Berhentilah pada tiap-tiap akhir bagian.

gambaran sistem-sistem belajar-baca yang saat ini biasa digunakan. dan rasa senasib. fasilitas-media yang tersedia. siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan. kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. itu merupakan cara belajar dan cara mereview ketika Anda sedang membaca. modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian. Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran. semua umumnya memiliki beberapa teknik kunci. Dalam prakteknya. Dalam bab ini disajikan. Banyak nama yang diberikan pada sitem belajar-baca dan. meskipun sistem-sistem itu bebeda dalam beberapa hal. dan belajar menyadari kekurangan dan . pembegian tugas. Mempelajari Satu Sistem Belajar-Baca Mungkin Anda sudah pernah mempelajari beberapa teknik yang biasa digunakan belajar-baca.akan didiskusikan secara detail dan dikomparasikan dengan sistem yang lain. membantu konsentrasi Anda. Koperatif (CL. SQ4R Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluq sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain. untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kjondisi yang dihadapi. sifat materi bahan ajar. Anda semua saat ini harus memposisikan teknik-teknik itu dalam bentuk langkah demi langkah dalam sebuah sistem. dan menambah jumlah bahanyang bis diingat. penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat. juga sebuah sistem yang digunakan sangat luas --metode SQ3R-. tanggung jawab. Dengan memanfaatkan kenyatan itu. dan kondisi guru itu sendiri. tugas. mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama. Hakikatnya. Cooperative Learning). Oleh karena itu. belajar berkelompok secara koperatif. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip.Sistem belajar-baca itu tidak lain dari prosedur dan langkah demi langkah dalam membaca suatu bab buku teks yang akan sangat membantu Anda belajar membaca. dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa. Penggunanaan masing-masing sistem akan meningkatkan pemahaman Anda. pengalaman.

pengemabngan mateastika). evaluasi. dan pengembangan kemampuan sosialisasi.kelebihan masing-masing. sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan. Kontekstual (CTL. inquiry (identifikasi. terbuka. inkuiri.nyaman dan menyenangkan. reflection (reviu. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif). penyampaian kompetensi-tujuan. penilaian portofolio. gender. prinsip. penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara). Realistic Mathematics Education) Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization. menuntun. tidak hanya menonton dan mencatat. konjektur. siawa heterogen (kemampuan. membimbing. rangkuman. . contoh). presentasi hasil kelompok. konsep. mengerjakan). pengarahan-strategi. learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual. Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa. ada control dan fasilitasi. investigasi. dunia pikiran siswa menjadi konkret. tindak lanjut). kerja kelompok. Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi. mengembangkan. rambu-rambu. mengarahkan. pengarahan-petunjuk. negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling). membentuk kelompok heterogen. yaitu modeling (pemusatan perhatian. atau inkuiri. authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran. constructivism (membangun pemahaman sendiri. aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan. Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah. algoritma. dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya. tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang. fakta. questioning (eksplorasi. karekter). mencoba. hands-on. menemukan). mengkonstruksi konsep-aturan. Realistik (RME. generalisasi). menyelesaikan persoalan. generalisasi. penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa. motivasi belajar muncul. proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio. yaitu matematika horizontal (tools. siswa melakukan dan mengalami. dan suasana menjadi kondusif . analisis-sintesis). motivasi. dan pelaporan. minds-on. hipotesis. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep.

sajian informasi dan prosedur. Pembelajaran Berbasis masalah (PBL. sintesis. Direct Learning) Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. realitas (kebermaknaan proses-aplikasi).Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. latihan mandiri. interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial. identifikasi kekeliruan. . suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal. elaborasi (analisis). inter-twinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep). pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi. Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. cari alternative. Problem Posing Problem posing yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi. Sintaknya adalah: pemahaman.menginvestigasi. Sintaknya adalah menyiapkan siswa. Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas. mengeksplorasi. Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). dan inkuiri Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin. Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola. negosiasi. menduga. aturan. siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran yang disajikan. induksi. yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. eksplorasi. belum dikenal cara penyelesaiannya. menyusun soal-pertanyaan. terbuka. generalisasi. dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). interpretasi. dan akhirnya menemukan solusi. identifikasi. atau algoritma). latihan terbimbing. informal ke formal). siswa mengidentifkasi. demokratis. refleksi. Pembelajaran Langsung (DL. dan evaluasi. sharing). menimalisasi tulisan-hitungan. konjektur. jalan keluar. investigasi.

Ada canda. Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif. jawaban siswa beragam. dan sosialisasi. Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker. cara. membuat kesimpulan. Untuk mngurang kondisi tersebut. kreativitas. kaitakkan dengan materui selanjutnya. keterbukaan. Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. pengorganisasian pembelajaran. Jangan lupa. dan ragam berpikir. . dan ceria. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide. bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar. namun demikian bisa dibiasakan. keterpasuan. keterbukaan. komunikasiinteraksi. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang. Sintaknya adalah menyajikan masalah. fluency). diagram. senyum. kritis. siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran. suara menyejukkan. kognitif tinggi. Open Ended) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab. dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. bimbingan dan pengarahan. table). menyenangkan. sehingga suasana menjadi nyaman. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). 9. setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. dan tertawa. perhatikan dan catat reson siswa. ia telah berpartisipasi Pembelajaran Bersiklus (cycle learning) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus. nada lembut. sharing.Problem Terbuka (OE. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah.

menyimak. dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan. dan menerapkan. TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. berpikir. dan mennaggapi. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna. menggunbakan media dan alat peraga. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. argumentasi. Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan. menemukan. mengemukakan penndepat. santun. presentasi. yaitu bagaimana siswa belajar. kemudian eksplanasi (empiric). mendemonstrasikan.mulai dari eksplorasi (deskripsi). suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. mengidentifikasi. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan. SDetelah memperoleh tugas. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. memecahkan masalah. Untuk mewujudkan belajar efektif. . membaca. dan ada sajian bodoran. hipotesis. berbicara. Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (199 mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal. pengarahan. merangkum. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. mencipta. SAVI Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. representasi. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar. lembut. mengingat. Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati. mengkonstruksi. bertanya. yaitu: informasi. menyelidiki. menggambar. dan memotivasi diri. membaca-merangkum. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. ramah . tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda.

begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. Intellectualy. Auditory. good. bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI. AIR (Auditory. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih.Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. . dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi. Kinestetic) Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. Bumping.Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara. mengembangkannya.Siapkan meja turnamen secukupnya. berikan penghargaan kelompok dan individual. c. very good. Repetition) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. e. atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. medium.). VAK (Visualization. Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. perluasan. Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior. pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen. siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic.

buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif. 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa. berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa. buat kelompok heterogen. STAD (Student Teams Achievement Division) STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. umumkan hasil kuis dan beri reward. berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif. saling berbagi sehingga terjadi diskusi. . tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok. NHT (Numbered Head Together) NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok. saling tukar jawaban. Pengarahan. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa. Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul.TAI (Team Assisted Individualy) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver. buat kelompok heterogen (4-5 orang). tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu. presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas. sajian-presentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. kembali ke kelompok aasal. tuiap kelompok bahan belajar sama. pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli. buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu. informasi bahan ajar. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual. penyimpulan dan evaluasi. refleksi. Jigsaw Model pembeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini.

kuis individual. mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. presentasi dan diskusi. mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan. Sinatknya adalah: informasi. berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs). elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas. diskusi. MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic. dan kemudian buat laopran hasil presentasi. buat skor perkembangan tiap siswa. TTW (Think Talk Write) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. buat skor perkem\angan siswa. presentasi. jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah. pilih strategi solusi CPS (Creative Problem Solving) Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. kelompok (membaca-mencatatat-menandai). diskusi. mengkritisi. TS-TS (Two Stay – Two Stray) . hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. dan alternative solusi). tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas. GI (Group Investigation) Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan. presentasi. buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas. umumkan hasil kuis dan berikan reward. umumkan hasil kuis dan berikan reward. identifikasi permasalahan dan fokuspilih.TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal. kuis individual. identifikasi perbedaan. melaporkan. misal mengukur tinggi pohon. presentasi kelompok (share). banyak guru dan staf sekolah). pengoalahn data penyajian data hasi investigasi. rencanakan pelaksanaan investigasi.

Organizing. laporan kelompok. kerja kelompok. Question. MID (Meaningful Instructionnal Design) Model ini adalah pembnelajaran yang mengutamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis.Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. menggunakan. SQ3R (Survey. Read. (R) memikirkan kembali. Read. memperluas. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini. dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. Read dengan membaca teks dan cari jawabanya. dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. Question. . dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. dan menemukan. kerja kelompok. Kerangka pikir untuk sukses. Ajukan pengujian pemahaman. Sintaknya adalah kerja kelompok. mendalami. Review) SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect. darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar). dan menggali. Extending) Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. Refleting. Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya. dan konsep-ide. (0) organisasi ide untuk memahami materi. yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat. CORE (Connecting. kembali ke kelompok asal. Review) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa. analisi pengalaman. Ambil pemaknaan (mengetahui-memahami-menggunakan-memaknai). Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama). (E) mengembangkan. Reflect. Recite. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman. Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana. Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar. (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar. Recite. yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan. dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh SQ4R (Survey.

dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. dan implementasi solusi utama. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut. 3 untuk sure. solusi tentative. Integrated. DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan. menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi. dan penutup. dan rencana solusi yang terpilih. guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar. and Composition) Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif –kelompok. mengidentifikasui kausal. deteksi kausal lain. menemukan kata kunci. identifikasi kausal utama. Sintaksnya adalah: persiapan. penerapan. menemukan pilihan solusi utama. IOC (Inside Outside Circle) IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal. presentasi hasil kelompok. mengelompokkan gejala. DLPS (Double Loop Problem Solving) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah. memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya. analisis kausal. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang . CIRC (Cooperative. pendahuluan. imoplementasi solusi. 4 untuk almost certain. siswa bekerja sama (membaca bergantian. Sintaknya adalah: identifkasi. deteksi kausal. 2 untuk not sure. dn 5 untuk certain. refleksi. Reading. pengemabangan.CRI (Certainly of Response Index) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. 1 untuk amost guest. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang. pertimbangan solusi. penggunaan.

siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok. bimbingan penimpoulan dan refleksi. sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian. dan kembali berbagai informasi. menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya. presentasi di depan hasil diskusinya. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukartan pengalaman dan pengetahuan antar siswa. bentuk kelompok berpasangan sebangku. siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya. salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. sajian materi. siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya. penyampaian kompetensi. pembentukan kelompok siswa. presentasi hasil kelompok. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam. menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut. kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon. Artikulasi Artikulasi adalah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. dan seterusnya Tari Bambu Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur. Debate Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan. . Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu.bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. Role Playing Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran.

penyimpulan dan evaluasi. mengecek pemahaman dan balikan. kesimpulan dan evaluasi. refleksi. sajian materi. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak. penyuimpulan. refleksi dan evaluasi Student Facilitator and Explaining Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. Explicit Instruction Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritmaprosedural. Langkahnya adalah: informasi kompetensi. sajian materi. penyimpulan dan evaluasi. kelompok lain menjawab secara bergantian. refleksi. Course Review Horay Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain. tanya jawab untuk pemantapan. Demonstration Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. siswa mebaca materi lengkap pada wacana. bekerja kelompok. . langkah demi langkah bertahap.Talking Stick Sintak p[embelajana ini adalah: guru menyiapkan tongkat. sajian gambaran umum materi bahan ajar. refleksi. menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi. tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya. mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural. dikusi kelas. guru membimbing kesimpulan-refleksi-evaluasi. membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. membentuk kelompok. refleksi. penyimpulan dan evaluasi. membimbing pelatihan-penerapan. pemberian reward. sajian materi pokok. Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok.

diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi. siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok.Scramble Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar. evaluasi dan refleksi. Sintaknya adalah: informasi kompetensi. penyimpulan dan evaluasi. diagram. Cooperative Script Buat kelompok berpasangan sebangku. valuasi dan refleksi. Examples Non Examples Persiapkan gambar. bimbingan penyimpulan. perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn. bertukar peran. siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap kelompok. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. Picture and Picture Sajian informasi kompetensi. Pair Checks Siswa berkelompok berpasangan sebangku. sajikan gambar ditempel atau pakai OHP. dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian. evaluasi dan refleksi. penyimpulan. guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut. guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar. presentasi hasil kelompok. pengecekan kebenaran jawaban. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban. sajikan materi. siswa . kartu dikumpul lagi dan dikocok. bagikan wacana materi bahan ajar. setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya. atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi. presentasi hasuil diskusi kelompok. sajian materi. penyimpulan dan evaluasi. sajian permasalahan terbuka. buat kartu jawaban dengan diacak nomornya. untuk badak berikutnya pembelajaran seperti babak pertama. refleksi. refleksi. Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik. setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward. Make-A Match Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya.

apakah bermanfaat. presentasi. LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap. tantangan dan restruturisasi sajiankonsep. . Improve Improve singkatan dari Introducing new concept. sampaikan kompetensi. Obtaining mastery. penyimpulan. adakah alternative. Tanya jawab dan refleksi Complete Sentence Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap. siswa ditugaskan membaca wacana. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. Concept Sentence Prosedurnya adalah penyampaian kompetensi. evaluasi. ranguman. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep. guru membentuk kelompok.mempelajari wacana dan membuat rangkuman. dan pengecekan. tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci. siswa latian dan bertanya. dan refleksi Circuit Learning Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. Practicing. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya. aplikasi. guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar. Enrichment. bertukar peran. pengungkapan ide-konsep awal. Verivication. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus. Metakognitive questioning. siswa berkelompok melengkapi. Sintaks: pemahaman masalah. rencana. apakah solusinya. siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus. balikan-perbnaikan-pengayaan-interaksi. Generatif Generatif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi. Reviewing and reducing difficulty. sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi. membentuk kelompok heterogen. solusi. sajian materi. presentasi. LAPS-Heuristik Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bersifat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. evaluasi dan refleksi.

penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill. . dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan. integrasi.bahan belajar . informasikan kompetensi. Treffinger Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. sajian materi. Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. berikan latihan soal bertingkat. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori. latihan. virtual workshop menggunakan computer-internet. Kumon Pembelajaran dengan mengaitkan antar konsep. Take and Give Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks. dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian. evaluasi dan refleksi Superitem Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkatbertahap dari simpel ke kompleks. berupa opemecahan masalah. jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. kebebasan-terbuka. tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit). yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi. siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon.Time Token Model ini digunakan untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa . tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. koperatifinkuiri-solusi-workshop.dan nama yang diberi. dan hipotesis. setelah selesai kupon dikembalikan. kelompok-kerjasama. berikan sal tes bentuk super item. Hibrid Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. reward. kerja individual. Sintaksnya adalah: sajian konsep. proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya. pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalamanperluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. ketrampilan. lima kali salah guru membimbing.

tiap usaha siswa diberi reward. Mengulang bahan pelajaran secara teratur amat berguna karena mengingatkan kembali pengetahuan yang telah kita pelajari sebelumnya. interaktif.Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. Question (Mengajukan Pertanyaan) Mengajukan pertanyaan bertujuan untuk menimbulkan rasa ingin tahu. alami-dengan dunia realitas siswa. Reading (Membaca) Bacalah dengan cermat bahan pelajaran satu kali lagi sambil berusaha untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sudah diajukan 4. 6. kohesif. Survey (Meninjau) Usaha untuk mengetahui garis besar isi dari bacaan serta cara penyusunan dan penyajiannya secara sepintas lalu. demonstrasikan melalui presentasikomunikasi. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak. Enam Langkah Belajar Efektif Dengan Rumus SQ4R. dan saling menghargai. konsep harus dialami. m = massa yaitu potensi diri (akal-rasa-fisik-religi). optimalkan komunikasi + dengan aktivitas optimal. namai-buat generalisasi sampai konsep. Rumus quantum fisika asdalah E = mc2. Review (Mengulang Kembali) Mengulang kembali berarti mengungkapkan kembali apa yang telah Anda pelajari tanpa melihat catatan. c = communication. dinamis. dengan E = energi yang diartikan sukses. Orang yang ingin tahu akan berusaha mencari jawabannya. 3. . dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan. 2. semua mempunyai tujuan. Record (Mencatat) Tujuan membuat catatan ialah untuk menolong kita mengingat pokok-pokok yang penting tanpa membaca kembali bahan bacaan itu sendiri. Mengingat dan menyebutkan kembali merupakan langkah yang penting karena dengan cara ini orang dapat mengenali dan juga mempelajari jawaban. Recite (Mengingat sambil menyebutkan kembali) Rahasia yang perlu diketahui dalam menyebutkan kembali ialah sebutkan dengan menggunakan kata-kata sendiri. 5. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. yaitu: 1. Guru harus menciptakan suasana kondusif. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. Catatannya dibutuhkan untuk merangsang ingatan kembali apa yang kita pelajari. partisipatif.

PERIBAHASA. Contoh : 1.Personifikasi. 3. konotatif.ah warga negara yang paling modern. . klausa. Tatapannya laksana matahari. yaitu membandingkan dua hal/benda tanpa menggunakan kata penghubung. Majas perbandingan 1.Simile/Perumpamaan. 3.Alegori. yaitu majas yang membandingkan benda yang tidak bernyawa seolah-olah dapat bertindak seperti manusia. 2. Contoh : Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing. Wajahnya bagai bola api. Lain ladang lain belalang. A. b.UGKAPAN. Bagai air di daun talas. Contoh : a.Metafora. MAJAS Majas atau bahasa adalah bahasa kias yang digunakan untuk mempertajam kamsud. b. Seperti angin aku melayang kian kemari. Contoh : a. Contoh : a. Seperti anak ayam kehilangan induknya. 2. Daun-daun memuji angin yang telah menyapanya. Lelaki setengah baya itu ternyata mata keranjang. 2. lain lubuk lain ikannya. yaitu membandingkan dua hal/benda dengan menggunakan kata penghubung. DAN MAJAS UNGKAPAN Ungkapan adalah kata atau kelompok kaya yang memiliki makna kiasan. b. Tuhan adal. membandingkan hal/benda secara berkelanjutan membentuk sebuah cerita. c. 3. Perusahaan itu gulung tikar karena krisis ekonomi yang berkepanjangan. atau kalimat) yang memiliki bentuk dan makna tetap. Contoh : 1. Paijo selalu menjadi kambing hitam di kelasnya. 4. PERIBAHASA Peribahasa adalah satuan gramatikal (bisa frase. Bulan menangis menyaksikan manusia saling bunuh. simbolis. Bumi itu perempuan jalang.

Merahlah mukanya mendengar caci maki sahabat karibnya. jam sepuluh baru datang! 4. Contoh : a. mempertautkan hal dengan peribahasa. . Sebaiknya kita menggunakan ilmu padi dalam kehidupan kita. Contoh : a. Kesedihan adalah awal kebahagiaan. b. Contoh : a. 4.Ironi. Rajin betul.Sinekdoke. B. 3. Contoh : a.Hiperbola. dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut. C. 2. mempertentangkan yang bertujuan menyindir dengan menyampaikan sesuatu yang bertentangan dengan fakta yang sebenarnya. b. b. Kekayaannya selangit. Majas pertentangan 1. Kalau sempat mampirlah ke gubukku. Ah. Hebat betul. Contoh : a. mempertentangkan secara berlawanan bagian demi bagian. Contoh : a. yang rela menerima segala sampah. semakin berisi semakin tunduk. SMA Stella Duce 2 Yogyakarta berhasil masuk final pertandingan basket. b. mempertentangkan secara berlebih-lebihan. Roda duanya mogok. Kalau kita menggunakan sebaiknya hemat jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang. Hancurlah hatinya menyaksikan kekasihnya berpaling ke lelaki lain.Inversi. Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. mernyebut sebagian untuk keseluruhan (pars pro toto) atau keseluruhan untuk sebagian (totum pro part). Kakakku sedang membaca Pramudya Ananta Toer. Majas pertautan 1.Oksimoron.yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya. Belikan aku gudang garam filter. b. b. b.Alusio.Metonimia. mempertentangkaan dengan merendahkan diri. mengubah susunan kalimat.Litotes. Contoh : a. 2. 3. pertanyaan semudah itu tidak bisa kaujawab. b. saya ini khan cuma kacung. Saya telah berusaha setengah mati menyelesaikan soal itu. Contoh : a. menghubungkan ciri benda satu dengan benda lain yang disebutkan.

Buah hatinya menjadi buah bibir tetangganya. dan terus berjuang. Setiap hari kita disuguhi banyak media massa.. b. atau klausa yang dipentingkan. apabila kita ingin membaca semua informasi tulis tersebut. sunyi itu kudus. pastilah kita akan tertinggal.Paralelisme. mengulang-ulang kata. Majas perulangan 1. SISTEM MEMBACA CEPAT DAN EFEKTIF I. memgulang kata yang sama dengan arti yang berbeda. di Stella Duce 2 Yogyakarta ia menemukan tambatan hati. Tidak ada kata lain selain berjuang. b. jenis-jenis tersebut perlu dipahami sehingga kita dapat semakin meningkatkan kemampuam membaca baik kemampuan membaca cepat maupum kemampuan membaca efektif. Ada berbagai jenis membaca dan masing-masing jenis mempunyai spesifikasi dan fungsi khusus. Hidup adalah perjuangan. apalagi dalam era keterbukaan dan reformasi seperti saat ini. berjuang. Contoh : a. Untuk itu ketrampilan membaca dengan cepat dan efektif perlu dimiliki oleh semua pihak baik pelajar. Contoh : a. 3. Sebaliknya.Aliterasi. pastilah banyak waktu tersita hanya untuk membaca. sunyi itu lupa. Di Stella Duce 2 Yogyakarta ia mulai meraih prestasi.Repetisi. Untuk itu. mengulang ungkapan yang sama dengan tujuan memperkuat nuansa makna.D. 2. . hidup adalah kesia-siaan. Salahsatu media komunikasi yang banyak dihadapi adalah media tulus baik buku teks maupun media massa. sunyi itu mati. Sunyi itu duka. Malam kelam suram hatiku semakin muram. hidup adalah persaingan. b. frase. A[abila kita tidak menaruh perhatian pada media massa tersebut. di Stella Duce 2 Yogyakarta pula ia menunggu hari tuanya. mahasiswa. maupun manusia lain yang ingin terlibat secara aktif dalam percaturan kehidupan. mengulang bunyi konsonan yang sama.Antanaklaris. Contoh : a. Contoh : a. Hatinya memintanya berhati-hati. 4. Gadis manis menangis hatinya teriris iris. PENDAHULUAN Manuia modern tampaknya tidak dapat melepaskan diri dari media komunikasi. b.

II. yaitu membaca sambil bersuara atau mengucapkan kata demi kata yang dibacanya. Membaca dengan kecepatan tingngi (500 – 800 kpm) Tipe membaca seperti ini biasanya digunakan untuk . maka dikatakan bahwa kecepatan baca orang tersebut semakin meningkat. menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri. Pada umumnya orang yang belum pernah mendapat latihan membaca pasti memiliki kecepatan baca yang lebih rendah dari kemampuannya. c. yaitu melafalkan apa yang dibacanya dalam hati atau pikiran. Ada beberapa hal yang menyebabkan rendahnya kecepatan baca seseorang.mendapat struktur dan organisasi bacaan serta menentukan gagasan umum dari bacaan b. Pada umumnya kecepatan baca dapat dirinci sebagai berikut : a. Untuk itu perlu diadakan pengukuran kecepatan baca kita. Kebiasaan lama yang telah mendarah daging seperti menggerakkan bibir untuk melafalkan. b.mencari jawaban atas pertanyaan tertentu .mengenal bahan-bahan yang akan dibaca . Rumusnya : (Jumlah kata yang dibaca dibagi jumlah detik untuk membaca dikalikan 60) dikalikan prosentase pemahaman. Menunjuk (dengan jari atau alat lain) kata-kata yang dibaca pada waktu membaca. Persepsinya kurang sehingga lambat dalam menginterpretasikan apa yang dibacanya. MEMBACA CEPAT Yang dimaksud membaca cepat adalah sistem membaca dengan memperhitungkan waktu baca dan tingkat pemahaman terhadap bahan yang dibacanya. d. antara lain a. Apabila waktu bacanya semakin sedikit dan tingkat pemahamannya semakin tinggi. Regresi. Subvokalisasi. dan menggunakan jari atau benda untuk menunjuk kata-kata yang dibacanya. c. e. pertama-tama kita perlu mengukur kecepatan baca kita. Gerakan kepala mengikuti kata-kata yang dibacanya. antara lain a. Kecepatan baca bergantung pada kebutuhan dan bahan yang dihadapinya. Vokalisasi. Untuk meningkatkan kecepatan baca kita. b. Gerakan bibir pada waktu membaca baik bersuara mauapun tak bersuara. Membaca secara skimmming dan scannning (lebih dari 1000 kpm) Tipe membaca seperti ini biasanya digunakan untuk . Ada beberapa faktor yang menyebabkan kecepatan baca seseorang terhambat. yaitu gerakan mata melihat kembali beberapa kata yang telah dibacanya. f. Tidak agresif (tidak bersemangat) dalama usaha memahami arti bacaan.

b. MEMBACA PEMAHAMAN Membaca pemahaman berkaitan erat dengan usaha memahami hal-hal penting dari apa yang dibacanya. c.membaca bacaan yang mudah dalam bentuk deskripsi dan bahan-bahan nonfiksi lain yang bersifat informatif.Membaca fiksi yang agak sulit untuk menikmati keindahan sastranya dan mengantisipasi akhir cerita. mengorganisasikan bahan yang dibacanya dalam kaitan yang mudah dipahami. Membaca lambat (100 – 125 kpm) Biasanya digunakan untuk . Membaca dengan kecepatan rata-rata (250 – 350 kpm) Biasanya digunakan untuk . Sistem membaca SQ3R dikemukakan oleh Francis P. d. SQ3R : survey-question-read-recite-review 2. Pemahaman ini berkaitan erat dengan kemampuan mengingat bahan yang dibacanya. OK4R : overview-key ideas-read-summarize-test Salahsatu sistem yang banyak dikenal dan dipakai orang adalah SQ3R. SQ4R : survey-question-read-recite-rite-review 3. Tingkat pemahaman dalam membaca berkaitan pula dengan sistem membaca yang dipakainya. Usaha efektif untuk memahami dan mengingat lebih lama dapat dilakukan dengan a.Membuat analisis bahan-bahan bernilai sastra klasik .membaca fiksi yang komplek untuk analisis watak dan jalan ceritanya. e. Mengaitkan fakta yang satu dengana fakta yang lain atau menghubungkannya dengan fakta dan konteks.mempelajari bahan-bahan yang sulit dan untuk menguasai isinya. Yang dimaksud membaca pemahaman atau komprehensi adalah kemampuan membaca ntuk mengerti ide pokok.Memecahkan persoalan yang ditunjuk dengan bacaan yang bersifat instruksional (petunjuk). Umumnya orang cendenrung langsung membaca teks tanpa mempersiapkan prakondisi sehingga pembacaaan terssebut menjadi efektif. dan seluruh pengertian. atau membuat evaluasi ide penulis. Ada beberapa sistem membaca.membaca bahan-bahan yang mudah dan telah dikenali sebelumnya .. POINT : purpose-overview-interpret-note-test 4.Menguasai bahan-bahan ilmiah yang sulit dan bersifat teknis . Robinson pada tahun 1941. SQ3R . detail penting.membaca novel ringan untuk mengikuti jalan ceritanya. . mencari hubungan. Membaca secara cepat (350 – 500 kpm) Biasanya digunakan untuk . . .Membaca nonfiksi yang agak sulit untuk mendapatkan detail. III. antara lain 1.

mendapatkan abastrak c.baca semua subjudul . SURVEI Survei atau prabaca adalah teknik mengenal bahan sebelum membacanya secara lengkap. grafik .Tekni survei buku .mempercepat menangkap arti b. 4.melihan susunan (organisasi) bahan bacaan.lihan apendiks .Memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami lebih mudah. QUESTION Pada langkah ini kita mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang isi bacaan. Tujuan srvei adalah a.mengetahui ide-ide penting d. bukan langkah pertama.perhatikan judul .buatlah keputusan (dibaca atau tidak) d.baca kalimat pertama subbab .lihat ringkasan .Teknik survei klipping .lihat subjudul c.merupakan proses membaca yang terdiri dari lima langkah.baca pengantar .Mendapatkan minat perhatian yang seksama terhadap bacaan. Ada beberapa teknik dalam melakukan survei.telusuri indeks b. REVIEW .lihat paragraf pertama dan terakhir .amati tabel .baca kata pengantar .perhatikan penulisnya 2. teknik surveinya berbeda. READ Perlu disadari bahwa membaca merupakan langkah ketiga.Teknik survei bab . f.telusuri daftar isinya . 3.Teknik survei artikel .lihat tabel. a. Untuk tiap jenis bacaan.baca judul . yaitu 1. e. RECITE/RECALL Pada tahap ini Anda dapat membuat catatan seperlunya 5.

Pada tahal ini Anda mencoba mengingat kembali dengan membaca ulang bacaan yang Anda baca. dibubuhi angka-angka e. mengerti isi bacaan b. digarisbawahi c. Menemukan Ide Pokok Wacana Memahami suatu teks berarti memahami ide pokok yang hendak disampaikan oleh penulis teks tersebut. ikhtisar bagian bab d. Akurat artinya mampu membedakan hal yang relevan dan tidak relevan. dan kritis. Kritis artinya menerima pemikiran yang ditulis dengan dasar yang baik. Kata kunci antara lain a. Salahsatu cara mengenali detail penting adalah dengan mencari petunjuk-petunjuk yang digunakan oleh penulis untuk membantu pembaca. menjabarkan. ditulis dengan kode huruf (a. Untuk itu fokus pembacaan haruslah diletakkan pada usaha memahami ide pokok penulis. Detail adalah fakta atau informasi yang dikemas dalam paragraf untuk membuktikan. kata tambahan e. dan memberikan contoh yang mendukung ide pokok. menguji sumber penulisan . ungkapan penekanan b.c. ditulis cetak miring b. Ide pokok suatu buku dapat dikenali dalam a. Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam membaca kritis adalah a. kata ilustrasi d. Hal yang harus diingat dalam membaca kritis adalah bahwa tidak semua yang ditulis itu benar.d) Kata-kata kunci merupakan kata penuntun untuk membantu mengetahui jalan pikiran penulis. ikhtisar bab c. benar. akurat.b. Untuk itu kita harus mengikuti jalan pikiran penulis dengan cepat. dan realistis. logis. kata simpulan IV. Dengan demikian. antara lain dengan a. pembca tidak sekedar membaca. MEMBACA KRITIS Membaca secara kritis adalah cara membaca dengan melihat motif penulis dan menilainya. kata yang mengubah arah c. ikhtisar umum yang ada di awal buku b. melainkan juga berpikir tentang masalah yang dibahas. ide pokok paragraf Kadang-kadang orang terlalu membuang waktu untuk detail sebelum dia menemukan ide pokoknya. dicetak tebal d.

Bagian-bagian yanag dapat dilompati antara lain a. yiatu a. Perhatikan apa yang penting bagi Anda. catatan berupa kutipan kalimat. e. d. Agar tidak terlupakan perlu dibuat sejumlah catatan dari bacaan yang kita baca. bagian yang telah diketahui dari buku lain b. untuk mengenali topik bacaan b. hadapi bahan dengan tujuan b. dan cara berpikir penulis. yaitu a. Yang dimaksud skimming adalah mencari hal-hal penting dari bacaaan. kita perlu mengingat-ingat secara lebih seksama apa saja yang dikemukakan oleh penulis. bagian yang merupakan ringkasan bab sebelumnya. bagian-bagian kunci :ide pokok. masalah. ada interaksi antara penulis dan pembaca.c. paragraf. bagian yang hanya merupakan contoh atau ilustrasi d. untuk mengetahui pendapat/opini orang c. kita tidak boleh melupakan hal-hal yang penting yang diungkapkan oleh penulis. . survei apa saja yang perlu diingat c. catatan berupa koleksi fakta dan detail penting b. untuk mengetahui organisasi penulisan. Memutuskan :menerima atau menolak ide penulis Untuk dapat melakukan evaluasi terhadap gagasan orang lain. detail atau fakta yang kita perlukan d. SKIMMING DAN SCANNING Skimming adalah cara membaca yang hanya untuk mendapatkan ide pokok bacaan. cai fakta dan dapatkan dalam hubungannya dengana konteks d. bagian yang berisi informasi yang tidak memenuhi tujuan membaca c. untuk mendapatkan bagian penting yang kita butuhkan d. Pokok-pokok yang perlu dicatat antara lain a. ingatan sangat penting. e. informasi penting b. Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh agar kita dapat mengingat lebih lama ddan lebih baik. Untuk itu. Dalam usaha menanggapi pendapata orang lain. catatan berupa ringkasan V. Scanning adalah cara membaca dengan cara melompat langsung ke sasaran yang dicari. Untuk penyegaran apa yang pernah dibaca. kata kunci c. kaitkan apa yang dibaca dengan yang telah diketahui. asumsi penulis tentang segi tertentu c. Fungsi skimming adalah a. urutan ide pokok. pokok-pokok yang menarik tiga jenis catatan.

Tugas Kemanusiaan Adalah menarik merenungkan kembali wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT pada Muhammad SAW beberapa abad silam. Padahal. Bukankah ayat pertama yang diturunkan Tuhan kepada Muhammad SAW adalah perintah membaca sebagaimana termaktub dalam surat Al Alaq 1–5? Memang banyak faktor yang melatarbelakangi rendahnya minat baca masyarakat. melihat acara siaran televisi f. Hal mutlak yang harus dilakukan mahasiswa tak lain adalah dengan banyak membaca agar bisa sukses dalam menyelesaikan studinya. harga buku yang melambung tinggi dituding sebagai salah satu pemicunya.Scanning adalah teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain. Sebab.140 mahasiswa baru IKIP PGRI Madiun seperti yang diberitakan oleh Jawa Pos (9/09/07) patut mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membudayakan gemar membaca di kalangan mahasiswa. mencari eintri pada indeks d. Sebab. apa yang dilakukan mahasiswa IKIP PGRI Madiun itu bisa dijadikan alat untuk menyegarkan kembali pemahaman semua pihak akan betapa pentingnya membaca. Sang Rektor. Di samping urusan mentalitas. melihat daftar perjalanan PQRST Kegiatan membaca secara massal yang dilakukan 1. di tengah membengkaknya jumlah penduduk muslim di negara yang berpenduduk sekitar dua ratus lima juta jiwa ini. Ironis memang. Ini dipertegas dengan hasil penelitian yang dilakukan International Association for The Evolution of Education Achievement (IEA) tahun 1992. bukan sebuah kebetulan jika Tuhan meletakkan perintah membaca mendahului firmanfirmanNya yang lain. membaca bukan hanya sebuah proses penjelajahan . Mahasiswa sebagai agent of change dituntut cerdas dan visioner. prestasi membaca anak bangsa justru berada pada urutan buncit. Bagi penulis. yang meletakkan Indonesia pada peringkat ke-28 dari 32 negara dalam hal kemampuan membaca usia anak didik. mencari angka statistik e. Sementara peringkat pertama justru diraih Finlandia diikuti Amerika dan beberapa negara di Eropa. salah satu permasalahan akut yang dihadapi bangsa ini adalah rendahnya minat baca masyarakat. mencari kata pada kamus c. Scanning biasa digunakan untuk a. mencari nomor telepon b. Islam sebagai ajaran yang kaffah terbukti meletakan urusan baca membaca menjadi prioritas. Tapi setidaknya. Sebagaimana dituturkan Madiun Purdji.

Sejarah telah membuktikan. J. Kesimpulannya jelas. Buku adalah obat . kesadaran membaca. kehidupannya tak bisa dilepaskan dari keberadaan buku. Jawaharlal Nehru. ia tetap harus berada dalam perahu spiritualitas. Dalam kerangka itu. Lebih dari itu. untuk apa dia hidup. Namun tak kalah pentingnya adalah mencerna setiap ayat kauniyah yang berkelibat dalam ruang kehidupan. Buku adalah makanan bagi jiwa dan pikiran. Ketika manusia mengabaikan rumusan ini. Ini menunjukkan. Soekarno. Ia akan mengalami keterasingan sedemikian rupa dengan dirinya sendiri. Membaca bisa pula diartikan memahami setiap ‘fasilitas’ yang telah disediakan Tuhan berupa Qur’an. betapa tokoh-tokoh besar dunia sekaliber Gus Dur. Sedalam apapun manusia mengarungi samudra intelektualitas. Buku tetaplah cahaya bagi para pengembara yang ingin menjelajahi gelapnya rimba pengetahuan. Inilah realitas abad ini yang telah menjangkiti kehidupan para pelakunya pada kurun waktu terakhir. Pertanyaan yang kemudian mengemuka. Bahkan pada skala yang jauh. membaca bisa dimaknai secara lebih luas dengan tak hanya melulu menjelajahi isi buku. manusia akan tercerabut dari akar hidupnya. alam semesta.intelektual yang muaranya pengetahuan. Tepatlah jika Ali Syariati (1995) mengibaratkan buku sebagai makanan. Tuhan memerintahkan membaca kepada Muhammad SAW (dan juga umat Islam secara mondial) dengan bahasanya: Iqra’. membaca dalam konteks ini bukan hanya asyik masyuk bercengkarama dengan ayat-ayat qauliyah. juga terlepas dari kompleksitas bahan bacaan sebagaimana yang telah dituturkan. manusia akan mengerti kedudukannya sebagai seorang makhluk: tentang dari mana dia berasal. serta beberapa tokoh legendaris yang lain.F. Sebab. tanpa makanan. yang berpuncak pada spiritualitas. manusia tak akan dapat hidup. Membaca Dengan Metode PQSRT Terlepas dari kondisi mengenaskan yang melingkupi keadaan sosial masyarakat (baca: rendahnya minat baca). Dengan membaca. obyek apakah yang harus dibaca? Haruskah sebuah buku? Ataukah kitab-kitab samawi yang diturunkan pada para rasul? Ataukah obyek-obyek yang lain? Al Alaq ayat pertama bisa dijadikan acuan. serta akan dibawa ke mana hidupnya kelak ketika harus menghadap kembali kepada penciptaNya. dan kehidupan manusia sendiri. kehadiran buku sebagai salah satu obyek yang dibaca tetap tak bisa dikesampingkan begitu saja. Artinya. yang terjadi bukan hanya kekeringan rohaniah maupun kedahagaan spiritualitas. Kennedy. prosesi Iqro’ tetap harus berada dalam koridor bismi rabbikalladzi khalaq. Tapi perintah itu sendiri tak disertai dengan maf’ul bihi (obyek yang harus dibaca). yang bermuara pada maqam intelektualitas tak boleh dilepaskan dari kesadaran ketuhanan. Membaca adalah aktifitas manusia meneliti setiap detak peristiwa yang berjalinkelindan dalam kehidupan untuk dipungut hikmahnya. membaca adalah sikap manusia memperteguh hakekat kemanusiaan.

Pertanyaan ini gunanya untuk membimbing seorang pembaca menemukan apa yang diperlukannya. yaitu melakukan pengamatan awal secara sekilas mengenai gambaran isi buku secara garis besar. barulah seseorang membaca secara teliti paragraf demi paragraf untuk kemudian masuk pada tahapan S (summarize atau meringkas). Media Ilmu: 2004). Setelah menyusun pertanyaan kunci. niscaya kau akan menjadi seorang manusia. bagaimana kiat membaca buku yang efektif. penyakit. ketimbang menyaksikan acara bertema pantat dan 'buah simalakama' yang justru menghinadinakan nilai-nilai kemanusiaan? Sebuah tawaran yang layak dipertimbangkan: Hiasilah hari-harimu dengan membaca. Ia hanyalah salah satu cara untuk mengefektifkan aktifitas membaca. informasi penting apa sajakah yang sudah diingat. Apa saja yang dibahas dalam setiap bab. Lantas. Bagaimana menurut Anda? Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Baca Tujuan membaca seseorang akan menentukan kecepatan bacanya. Langkah ini dimaksudkan untuk mengetahui perlu tidaknya seseorang membaca atau membeli buku. Lantas. dan buku dipalsukan. Indonesia Kelas II MTs yang dikeluarkan oleh Bagian Proyek Peningkatan Kualitas Buku Pelajaran Kantor Wilayah Depag Jawa Timur (JP Press. Berbicara tentang hubungan kecepatan membaca dengan tujuan yang dikehendaki dari kegiatan membacanya itu. dan kelemahan-kelemahan perasaan dan pikiran manusia. R (read atau membaca).untuk luka. maka akan timbul bahaya kerusakan peradaban yang sangat besar. cukup mengertikah dengan bahasan yang telah diulas. Yang dimaksud fleksibilitas kecepatan baca adalah kelenturan tempo baca pada saat membaca sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dari . Bukankah membaca lebih bermakna dilakukan daripada memelototkan mata pada acara televisi yang sesungguhnya memerosokkan manusia pada jurang kedangkalan kapitalisme maupun hedonisme? Bukankah lebih enjoy bermesraan dengan buku. Jika buku mengandung racun. PQRST adalah metode membaca dengan menggunakan langkahlangkah sebagai berikut: P (preview atau membaca sekilas). akan terjadilah apa yang dinamakan fleksibilitas kecepatan baca. Pada tahap ini. dan lain sebagainya. Kemudian Q (question atau bertanya) adalah menyusun pertanyaan dalam hati mengenai isi buku. adalah berhenti sejenak untuk membuat ringkasan atau catatan penting mengenai apa yang dibacanya. Tahap terakhir adalah T (test atau menguji). Sungguh bijak dan tak ada salahnya jika metode tersebut diterapkan untuk merangsang minat serta gairah membaca. salah satu metode membaca buku adalah dengan menggunakan metode PQRST. agar aktifitas membaca dapat memperoleh manfaat sebagaimana yang diharapkan? Dalam Buku Materi B. PQRST memang bukanlah metode mutlak. pembaca harus menguji diri sendiri mengenai apa yang sudah dibaca.

sebesar 10% merupakan urutan dari faktor lainlain. (e) sikap dan minat. pembaca dapat memperlambat tempo kecepatan bacanya. dan motivasi membaca termasuk di dalamnya latar belakang pengalaman membaca. (d) inte legensi. (b) latar belakang pengalaman. dan kematangan emosi dan sosial) merupakan bekal bagi pembaca pemula dalam belajar membaca. Sisanya. Faktor ini berkenaan dengan faktor sikap dan minat. minat. sementara butir b. pemahaman makna kata. yakni sebesar 65%. misalnya. d. pemahaman konsepDiposkan oleh IKIPPGRISEMARANG di 20. Burron dan Claybaugh (1977) mengajukan enam hal yang dipandang penting dalam mempertimbangkan reading readness. Alexander tampaknya memberikan rincian yang lebih detil mengenai hal ini. Jika tujuan membacanya hanya sekedar ingin menikmati karya sastra secara santai. dan e (latar belakang pengalaman. intelegensi.kegiatan membacanya tersebut. Kemampuan-kemampuan dimaksud meliputi pengembangan konsep kosakata. dan sikap dan minat) dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca pada tingkat lanjut. tentu ia akan meningkatkan kecepatan bacanya. Butir a. menunjukkan bukti bahwa faktor intelegensi tidaklah terlalu berkontribusi terhadap kemampuan membaca seseorang. mengingat language development dirincinya lagi pada kemapuan-kemampuan yang lebih spesipik. Pembaca akan berusaha menemukan ide-ide utama atau gagasan-gagasan penting saja dan menghiraukan hal-hal kecil atau rincian-rincian khusus dalam bacaannya tersebut. Keenam hal tersebut meliputi: (a) (a) fasilitas bahasa lisan. Faktor ini hanya berurun sekitar 25%. Namun. tingkat kecepatan baca erat kaitannya dengan faktor kesiapan membaca (reading readness). Dari ketiga faktor yang disebut terakhir yang dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi kecepatan baca pada tingkat lanjut. kebiasaan. dan f (fasilitas bahasa lisan. memang ada hal penting yang perlu dicatat. Heilman (1972) dan Alexander (1983) menyodorkan pandangan yang sama mengenai faktor-faktor reading readness. (c) diskriminasi auditori dan diskriminasi visual. yakni sikap. (f) kematangan emosi dan sosial. c. diskriminasi auditori dan visual. Hasil penelitian Yap (1978).51 . sementara yang paling besar urutannya terhadap kemampuan membaca adalah faktor intensitas membaca. Pada tahap-tahap awal. Kalau pembaca menginginkan informasi menyeluruh tentang kejadian hari ini dengan segera.

0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful