1.

Membaca Ekstensif Membaca ekstensif merupakan cara membaca yang dilakukan terhadap sebanyak-banyaknya teks dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Tujuan membaca ekstensif adalah a. Untuk memperoleh pemahaman umum, atau b. Untuk menemukan hal tertentu dari suatu teks. Secara umum membaca ekstensif dilakukan dengan langkah-langkah berikut: a. Mensurvey halaman judul, kata pengantar, daftar isi, dan indeks. b. Men-skim halaman demi halaman teks dengan cepat Untuk menemukan gagasan pokok dari halaman-halaman teks itu atau c. Melirik setiap halaman teks hanya untuk menemukan kata atau keterangan tertentu yang diinginkan. 1. Membaca Intensif Membaca intensif merupakan cara membaca yang dilakukan secara seksama terhadap rincian-rincian suatu teks atau bacaan. Berdasarkan tingkat kecepatannya, membaca terbagi ke dalam beberapa jenis. 1. Membaca reguler Membaca reguler adalah cara membaca dengan kecepatan relatif lambat. Cara ini dilakukan dengan membaca baris demi baris. 1. Membaca sekilas Membaca sekilas dilakukan melihat secara sekilas bagian-bagian teks, terutama judul, daftar isi, kata pengantar, atau hal-hal umum lainnya. 1. Membaca cepat (skimming) Membaca cepat dilakukan dengan lebih cepat. Pandangan mata langsung meluncur, menyapu halaman-halaman teks. Teknik ini digunakan ketika membaca surat kabar dengan tujuan untuk, a. mencari angka-angka statistik. b. Melihat acara siaran televisi, dan c. Melihat daftar perjalanan kereta api Di samping itu, cara membaca ini tepat juga digunakan ketika: a) mencari nomor telepon, b) mencari kata pada kamus, c) mencari arti pada indeks http://endonesa.wordpress.com/bahasan-bahasa/keterampilanberbahasa/

Teknik-teknik Membaca dan Langkah-langkah Pelaksanaan Membaca permulaan bertujuan memberikan kemampuan dasar untuk membaca yaitu siswa mengenal/ mengetahui huruf dan terampil mengubah huruf menjadi suara. Yang akan dibahas dalam tulisan ini bukan lagi tentang teknik membaca permulaan (kelas 1 dan 2 SD), tapi akan dibahas tentang teknik membaca lanjutan (dimulai di kelas tiga sekolah dasar). Tujuan membaca lanjutan ialah untuk memperoleh informasi secara cepat, tepat, dan lengkap. Teknik Membaca Lanjutan Berikut ini akan dibahas enam teknik membaca lanjutan yang perlu diketahui guru, yang berguna untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam membaca. Membaca Teknik (Membaca Bersuara) Kurikulum 2004 tertera membaca teks bersuara, teks agak pendek, teks agak panjang, atau teks panjang (dilihat dari kompetensi yang ingin dicapai). Membaca teknis bertujuan untuk menambah kelancaran siswa mengubah lambang-lambang tertulis menjadi suara atau ucapan yang mengandung makna. Membaca teknis menekankan pada segi “menyuarakan yang dibaca “. Pada tahap ini guru harus hati-hati dan mengawasi bagaimana menyuarakan lambang Jurnal Pendidikan Penabur - No.03 / Th.III / Desember 2004 117 Program Sekolah Lima Hari, Evaluasi Formatif tertulis itu. Membaca teknis masih merupakan bagian terbesar dari kegiatan membaca di kelas I dan II sekolah dasar. Kegiatan membaca teknis makin

menurun frekuensinya pada kelas tinggi sekolah dasar dan kegiatan membaca ini lebih ditujukan untuk memelihara dan melatih kemampuan membaca.6) Contoh membaca teknis ialah orang membacakan berita di televisi atau radio, membacakan puisi atau membacakan dongeng. Semua itu membutuhkan teknik membaca. Dalam membaca teknis yang perlu diperhatikan adalah pelafalan vokal maupun konsonan, nada/lagu ucapan, penguasaan tanda-tanda baca, pengelompokan kata/frase ke dalam satuan-satuan ide, kecepatan mata, dan ekspresi. Langkah-langkah yang ditempuh dalam pelaksanaan membaca teknis adalah sebagai berikut: a. Siswa diberi waktu ± 5 menit untuk membaca bacaan yang disajikan dengan caranya sendiri. Tujuan kegiatan ini agar siswa mempunyai gambaran umum tentang bacaan yang akan dibaca, siswa juga dapat mempersiapkan cara mengucapkan kata-kata tertentu atau menentukan pemenggalan kalimat. b. Siswa diberi kesempatan menanyakan kata-kata yang dianggap baru atau sulit, yang belum diketahui maknanya supaya siswa terbantu dalam menghayati maksud bacaan. Ada dua kemungkinan jika siswa tidak mengerti arti/makna kata : 1. belum mengenal kata-kata yang dimaksud. 2. tidak mengenal konsep/makna sebuah kata. Jika siswa tidak mengenal/tidak mengerti kata-kata yang dimaksud, guru

menjelaskan dengan mengganti kata lain yang sama artinya. Tetapi jika disebabkan oleh kemungkinan yang kedua, guru diharapkan menunjukkan benda, gambar, atau memperagakan dengan perbuatan. c. Melakukan tanya jawab dan guru menjelaskan struktur kalimat yang dianggap baru atau sulit, termasuk cara memenggal dan mengucapkan kalimat. d. Guru memberikan contoh membaca yang baik dengan menonjolkan lafal kata, pemenggalan, lagu kalimat dan ekspresi. Contoh ini dapat pula dilaksanakan dengan jalan menunjuk dua atau tiga orang siswa yang dianggap cakap dalam membaca. Guru hendaknya memberikan penjelasan tentang : 1. perkataan mana yang penting dan harus dibaca dengan tekanan. 2. berhenti dan bernafas pada tempatnya. 3. tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. 118 Jurnal Pendidikan Penabur - No.03 / Th.III / Desember 2004 Program Sekolah Lima Hari, Evaluasi Formatif e. Mengadakan tanya jawab ringan tentang isi wacana, berurutan dari paragraf pertama sampai dengan terakhir. Cara ini bermanfaat untuk menolong siswa dalam menghayati maksud wacana yang disajikan, sebelum siswa mendapat giliran membaca. f. Setelah itu guru memberikan giliran membaca kepada beberapa siswa, sambil memperbaiki kesalahan yang dilakukan siswa. Pelajaran membaca teknis merupakan bagian dari pelajaran bahasa Indonesia dalam keterampilan membaca, karena itu tidak dibenarkan menggunakan

Dalam kurikulum 2004 tertera membaca sekilas. dan membaca ekstensif. membaca intensif. misalnya keterampilan berbicara atau keterampilan menulis. dengan menuliskan kesimpulan bacaan tersebut.satu pertemuan hanya untuk membaca teknis. membaca memindai. Membaca dalam hati lebih banyak menggunakan kecepatan gerak mata. Membaca Dalam Hati. Membaca jenis ini dapat digolongkan ke dalam membaca dalam hati. tapi secara intensif diberikan pada siswa kelas III dengan tujuan . Untuk mengindari kebosanan setelah memberikan giliran kepada sekitar 5 atau 6 orang siswa. Membaca dalam hati dapat diperkenalkan sejak siswa berada di kelas II sekolah dasar. Mengingat gerakan mata lebih cepat menanggapi apa yang dibaca. di lanjutkan dengan keterampilan bahasa yang lain. Membaca dalam hati ialah cara atau teknik membaca tanpa suara. Jangan biarkan siswa membaca menggunakan ujung jari atau mulut yang berkomat – kamit. karena kegiatan ini akan menghambat kecepatan siswa dalam membaca. maka membaca dalam hati lebih cepat prosesnya daripada membaca teknis. Membaca dalam hati berbeda dengan membaca teknis. Jenis membaca ini perlu lebih ditekankan kepada pemahaman isi bacaan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari kita lebih banyak menggunakan membaca dalam hati dalam kegiatan membaca / wacana apapun. sedangkan membaca teknis lebih banyak menggunakan gerakan mulut.

III / Desember 2004 119 Program Sekolah Lima Hari. sebab dengan cara ini akan lebih mendorong siswa untuk giat membaca. atau sebaliknya hanya memberi pertanyaan pikiran saja.No. sedangkan pertanyaan pikiran untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami / menanggapi seluruh isi bacaan. Membaca dalam hati cocok untuk keperluan studi dan menambah ilmu pengetahuan / informasi. pertanyaan pikiran harus mendapat perhatian guru.7) Guru hendaknya tidak hanya memberi pertanyaan ingatan. Pertanyaan ingatan menanyakan tentang isi bacaan.membaca dalam hati ialah melatih kemampuan siswa dalam memahami isi wacana /bacaan. Evaluasi Formatif Makin meningkat kelasnya. Pertanyaan yang diberikan berupa pertanyaan ingatan dan pertanyaan pikiran. . Setelah siswa membaca diberi tugas untuk menjawab pertanyaan. dapat ditempuh dengan jalan memberikan daftar kata-kata sulit atau kata-kata baru dan siswa dilatih mempergunakan kamus untuk mencari katakata tersebut.03 / Th. Langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan membaca dalam hati adalah sebagai berikut: Guru menerangkan kata-kata yang diperkirakan sulit atau baru bagi siswa. Jurnal Pendidikan Penabur . Pada saat awal siswa dikenalkan dengan membaca dalam hati. bacaan ditutup. Sebagai variasi dan menghindarkan ketergantungan siswa terhadap penjelasan guru. pertanyaan yang diberikan berupa pertanyaan ingatan.

c. biasanya dilanjutkan dengan membaca teknis atau membaca bahasa. membaca sekilas. untuk menghindarkan siswa membaca kembali bacaan tersebut pada waktu ia menjawab pertanyaan bacaan. Waktu yang disediakan tergantung pada panjang pendeknya bacaan tersebut. Guru memberi waktu ± 15 menit untuk membaca dalam hati suatu bacaan yang disajikan. dan membaca ekstensif. Jawaban dapat disampaikan secara lisan untuk melatih keberanian siswa berbicara. d. Semuanya itu dapat masuk ke dalam jenis membaca cepat. pensil. Guru memberikan pertanyaan mengenai bacaan. bibir bergerak-gerak (komat-kamit) 3. siswa disuruh untuk menutup bacaan yang sudah dibaca. Membaca cepat perlu diajarkan . atau 4. dan lain-lain. kepala bergerak ke kiri dan kanan mengikuti baris-baris bacaan. Setelah waktu yang ditentukan habis. baik pertanyaan ingatan maupun pertanyaan pikiran. membaca dengan suara berbisik / bergumam. Tujuan yang hendak dicapai melalui membaca cepat ialah melatih kecepatan gerakan mata para siswa pada saat membaca. Catatan : Merupakan cacat membaca dalam hati bila : 1. sebaiknya bacaan yang berisi masalah baru.8) Membaca Cepat Dalam kurikulum 2004 tertulis membaca intensif. b. Dapat pula secara tertulis untuk melatih kecermatan siswa dalam menulis. 2.a. menunjuk dengan jari. Dalam praktek sehari-hari setelah langkah-langkah di atas dilakukan.

membaca nyaring dan b). dan tulisan-tulisan lain dalam waktu yang cepat. b. Disebut demikian karena pembaca mengeluarkan suara secara nyaring pada saat membaca. (2) waktu yang digunakan cepat dan singkat. membaca telaah bahasa. membaca dalam hati. Membaca Ekstensif Membaca ekstensif merupakan proses membaca yang dilakukan secara luas. membaca intensif. terdiri atas : 1). membaca pemahaman. berita. Membaca Ekstensif. terdiri atas : membaca survey. Membaca dalam hati.bpkpenabur. membaca ekstensif dan 2). Luas berarti (1) bahan bacaan beraneka dan banyak ragamnya.or. membaca sastra. Dalam kehidupan sehari-hari membaca cepat sangat dibutuhkan karena pada abad informasi ini kita dihadapkan pada berbagai sumber informasi yang http://www. membaca sekilas dan membaca dangkal. Membaca terdiri atas : a).pdf Menurut Tarigan (1984:11) jenis membaca tampak seperti pada bagan berikut. Membaca Nyaring Membaca nyaring sering kali disebut membaca bersuara atau membaca teknik.kepada para siswa. karena pada saatnya kelak siswa harus dapat membaca suatu pengumuman. Membaca Telaah Bahasa : membaca bahasa. membaca ide-ide. pemberitahuan. a. Membaca Intensif : membaca telaah isi. Tujuan .id/files/hal%20113-128%20Memacu %20Minat%20Membaca%20Siswa%20Sekolah%20Dasar. Membaca Telaah Isi : membaca teliti. membaca kritis.

3. 2. 8. Ketrampilan yang dituntut dalam membaca dalam hati antara lain sebagai berikut: 1. Lebih lanjut tentang: Jenis Membaca -Ekstensif yaitu ditinjau dari tujuannya membaca terbagi menjadi 2 jenis. 4. http://riszal92.membaca ekstensif adalah sekadar memahami isi yang penting dari bahan bacaan dengan waktu yang cepat dan singkat.html B.com/2009/03/jenis-jenis-membaca-dankecepatan. tanpa menggunakan jari atau alat lain sebagai penunjuk. 6. tanpa ada desis apapun. membaca tanpa bersuara. membaca tanpa ada gerakan-gerakan kepala. 5. Membaca Ekstensif yaitu cara membaca yang dilakukan terhadap sebanyak-banyaknya teks dalam waktu sesingkat mungkin. Membaca Dalam Hati Membaca dalam hati adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan tanpa menyuarakan isi bacaan yang dibacanya. tanpa bibir bergerak. Tujuan membaca Ekstensif yaitu : 1. Memperoleh pemahaman umum. membaca lebih cepat dibandingkan dengan membaca nyaring. dituntut kecepatan mata dalam membaca. 2. 7. . mengerti dan memahami bahan bacaan.blogspot. Menemukan hal tertentu dalam teks. membaca dengan pemahaman yang baik. dapat menyesuaikan kecepatan dengan tingkat kesukaran yang terdapat dalam bacaan. 1.

Membaca Survai (Survey Reading) Membaca survai adalah kegiatan membaca untuk mengetahui secara sekilas terhadap bahan bacaan yang akan dibaca lebih mendalam. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkatsingkatnya. kata pengantar. Membaca Ekstensif membaca ekstensif adalah membaca secara luas. Yang dilakukan seseorang ketika membaca survai adalah sebagai berikut : (a) memeriksa judul bacaan/buku. membaca dalam hati dapat dibedakan menjadi dua (I) membaca ekstensif dan (II) membaca intensif. 2. Metode yang digunakan dalam melatihkan membaca cepat adalah : (a) metode kosakata. (c) Metode gerak mata. metode yang berusaha memotivasi pembaca(pemula) yang mengalami hambatan. metode yang mengembangkan kecepatan . Kegiatan membaca survai merupakan pendahuluan dalam membaca ekstensif. Membaca ekstensif meliputi : 1. (b) memeriksa bagian terahkir dari isi (kesimpulan) jika ada. metode yang berusaha untuk menambah kosakata. Membaca Sekilas Membaca sekilas atau membaca cepat adalah kegiatan membaca dengan mengandalakan kecepatan gerak mata dalam melihat dan memperhatikan bahan tertulis yang dibacanya dengan tujuan untuk mendapatkan informasi secara cepat. daftar isi dan malihat abstrak(jika ada). (b) Metode motivasi.Secara garis besar. Berikut penjelasan secara rinci kedua jenis membaca tersebut : I. (c) memeriksa indeks dan apendiks(jika ada).

menumbuhkan pertanyaan dari judul/subjudul suatu bab dan dilanjutkan dengan membaca untuk mencari jawaban dari pertanyaan. Pada kesempatan kali ini.Read atau membaca 4. 3.Question atau bertanya 3. Membaca dengan metoda SQ3R terdiri atas lima tahapan proses yaitu : 1. (c) kepala bergerak searah tulisan yang dibaca.membaca dengan menigkatkan kecepatan gerak mata. suara yang biasa ikut membaca di dalam pikiran kita. yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan.Review atau mengulang Lima Tahap Metoda SQ3R . MEMBACA EKSTENSIF SQ3R Ada banyak metode membaca yang ditawarkan ilmuwan.Survey atau meninjau 2. Membaca Dangkal (Superficial Reading) membaca dangkal pada hakekatnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran. (e) jari tangan selalu menunjuk tulisa yang sedang kit abaca.Recite atau menuturkan 5. (f) gerakan mata kembali pada kata-kata sebelumnya. Metoda SQ3R memberikan strategi yang diawali dengan membangun gambaran umum tentang bahan yang dipelajari. membaca bacaan ringan yang mendatangkan kesenangan. kegembiraan sebagai pengisi waktu senggang. (b) membaca dengan menggerakan bibir tetapi tidak bersuara. (d) subvokalisasi. kita akan membahas salah satunya yakni metode SQ3R. Membaca jenis ini biasanya dilakukan seseorang membaca demi kesenangan. Hambatan-hambatan yang dapat mengurangi kecepatan mambaca : (a) vokalisai atau berguman ketika membaca.

kita mulai mengisi informasi ke dalam kerangka pemikiran bab yang kita buat pada proses Survey. diagram dan gambar ditujukan untuk memberikan informasi penting sebagai tambahan atas teks Perhatikan alat Bantu baca Termasuk huruf miring. Ingat. diagram Adanya grafik. 3.1. Peninjauan untuk satu bab memerlukan waktu 5-10 menit. kita mulai mencari jawaban pertanyaan yang kita buat pada Question. Misalkan kita membaca buku tentang “Belajar di SMA” dan kepala judulnya adalah “Manfaatkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolahmu”. Pertanyaan yang dapat kita mundulkan adalah “Mengapa kita harus memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler?” dan “Bagaimana caranya kita bisa ikut terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler?”. Bacalah suatu subbab dengan tuntas jangan pindah ke subbab lain sebelum kita menyelesaikannya. mulai perhatikan kepala judul/subbab yang biasanya dicetak tebal. QUESTION Setelah kerangka pemikiran suatu bab diperoleh. RECITE Pada umumnya kita cepat sekali lupa dengan bahan yang telah dibaca. definisi. Tuliskan jawaban yang kita peroleh dengan dengan kata-kata sendiri di kertas yang pada 2/3 kolom yang disiapkan. Pada saat membaca. Proses ini dilakukan setelah kita menyelesaikan . 2. Dengan melakukan proses Recite ini kita bisa melatih pikiran untuk berkonsentrasi dan mengingat bahan yang dibaca. pertanyaan di akhir bab yang ditujukan untuk membantu pemahaman dan mengingat. READ Dengan membaca. Tulislah pertanyaan-pertanyaan itu pada suatu kolom dengan lebar 1/3 halaman kertas dan kolom sisanya untuk jawaban yang diperoleh selama membaca. SURVEY Dengan melakukan peninjauan dapat dikumpulkan informasi yang diperlukan untuk memfokuskan perhatian saat membaca. Jangan Membaca di Tempat Tidur !! 4. Perhatikan kepala judul ini satu per satu dan ubah kepala judul ini jadi beberapa pertanyaan. Apa yang ditinjau? Baca Judul Hal ini dapat membantu untuk memfokuskan pada topik bab Baca Pendahuluan Memberikan orientasi dari pengarang mengenai hal-hal penting dalam bab Baca kepala judul/subbab Memberikan gambaran mengenai kerangka pemikiran Perhatikan grafik.

Ketiga. Pertama. Kedua pengamatan yang sesungguhny merupakan subjudul. Review Review membantu kita untuk meyempurnakan kerangka pemikiran dalam suatu bab dan membangun daya ingat kita untuk bahan pada bab tersebut.Strategi wawancara apa yang bisa digunakan untuk mengevaluasi sikap dan perilaku baca? . Kini. Anda sebenarnya telah membaca bagian yang menjadi inti utama teks sampel. Gunakan bagian yang dicetak tebal untuk membangun pertanyaanpertanayaan. Demonstrasi SQ3R Langkah-langkah dalam SQ3R Langkah 1: S-Survey Guna mensurvey teks itu.Apa itu wawancara? 3. 5. Penilaian yang dilakukan dengan teknis nontes terutama bertujuan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan tingkah laku apektif dan psikomotor" dan hanya memiliki tiga heading.suatu subbab.Teknik nontes bisa digunakan untuk mengetahui apa dalam pengajaran membaca? 2. Cara melakukan Recite adalah dengan melihat pertanyaan-pertanyaan yang kita buat sebelum membaca subbab tersebut dan cobalah jawab pada selembar kertas tanpa melihat buku. Setelah itu bandingkan pertanyaan-pertanyaan itu dengan pertanyaanpertanyaanberikut: 1. Anda hanya diminta membaca bagian yang diberi bayangan (shaded material). buat pertanyaan-pertanyaan yang memungkinkan berkaitan dengan teks itu . Cara Review yang terbukti efektif adalah dengan menjelaskan kepada orang lain. apa Anda tahu ide umum isi halaman itu? Langkah 2: Q-Question Kemudian. Paragraf berikutnya menjelaskan apa itu "wawancara" atau "interview" sebagai isi bagian itu --yakni "salah satu alat penilaian nontes yang dipergunakan untuk mendapatkan informasi tertentu tentang keadaan responden dengan jalan tanya-jawab sepihak". skala bertingkat yang diikuti oleh penjelasan kebiasaan penggunaan tes itu. heading wawancara. Dengan mengecek bagian yang diberi bayangan. Proses ini dapat dilakukan dengan membaca ulang seluruh subbab. melengkapi catatan atau berdiskusi dengan teman. Anda akan mendapatkan bahwa teks itu diawali oleh paragraf pendahuluan yang menjelaskan bahwa "teknik nontes merupakan suatu alat penilaian yang dipergunakan untuk mendapatkan informasi tertentu tentang keadaan testi (Inggris : testee) dengan tidak menggunakan alat tes.

sekarang Anda sudah bisa menerapkan satu di antara sekian banyak metoda belajar membaca. Langkah 4: R-Recite Setelah selesai pada masing-masing bagian --stop.Bagaimana cara melakukan pengamatan yang terstruktur/takterstruktur? 6. kembalilah pada tiap-tiap heading. Agar Anda lebih trampil menggunakannya.Skala bertingkat biasa dipergunakan untuk mengukur apa? 7. coba sebutkan kembali pertanyaannya dan kemukakan jawabannya. Nah." Begitu seterusnya. Anda perlu benar-benar dan yakin bahwa langkah-langkah itu Anda lakukan dengan baik pada tiap-tiap bagian. Anda akan mengurangi efektivitas metoda itu. setiap langkah dalam SQ3R bergantung pada satu atau langkah-langkah sebelumnya. tes daya ingat Anda atau jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan pada setiap bagiannya. Agar bisa berhasil sekali dalam menggunakan metode SQ3R. "Teknik nontes bisa digunakan untuk mengetahui apa dalam pengajaran membaca?" Apakah jawabannya Anda temukan pada bagian pendahuluan teks itu? Jawabannya adalah "Penilaian yang dilakukan dengan teknis nontes terutama bertujuan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan tingkah laku afektif dan psikomotor. teslah diri Anda! Lanjutkan cara seperti itu. dan lanjutkan pada langkah 4. sebab memberi garis bawah teks sangat membantu menjawab pertanyaan yang Anda buat. Langkah 5: R-Review Jika sudah menyelesaikan seluruh bacaan yang menjadi tugas Anda. Cek apakah Anda dapat menemukan jawaban pada bagian itu. pertanyaan Andalah adalah. sekarang Anda baca bagian pendahuluan teks itu. Coba temukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan Anda itu selama membaca. Anda jangan sekalikali melompati setiap langkah yang ada. Jika sudi garis bawahilah atau tandailah teks Anda. metode SQ3R. bagian demi bagian misalnya. Jika Anda meninggalkan satu di antara langkah-langkah itu. cek kembali daya ingat Anda. Lalu. hingga Anda tuntas mereviuw seluruh halaman. Sebagaimana bisa Anda lihat. Ingat apa pertanyaan Anda? Ya. lakukan Latihan 2 Sistem Belajar-Baca Sistem Belajar Baca itu Apa? . ikuti Latihan 1 pada bagian berikut. Berhentilah pada tiap-tiap akhir bagian.4.Bagaimana cara melakukan pengukuran dengan skala bertingkat? Langkah 3: R-Read Sekarang baca teks itu. Setelah itu. Kemudian.Apa itu pengamatan? 5. kembali dan usahakan Anda menemukan jawabannya. Jika tidak.

SQ4R Untuk membelajarkan siswa sesuai dengan cara-gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai model pembelajaran. untuk dipilih dan dijadikan alternatif sehingga cocok untuk situasi dan kjondisi yang dihadapi. Anda semua saat ini harus memposisikan teknik-teknik itu dalam bentuk langkah demi langkah dalam sebuah sistem. fasilitas-media yang tersedia. Dalam prakteknya. membantu konsentrasi Anda. itu merupakan cara belajar dan cara mereview ketika Anda sedang membaca. dan kondisi guru itu sendiri. Hakikatnya. mempunyai tujuan dan tanggung jawab bersama.Sistem belajar-baca itu tidak lain dari prosedur dan langkah demi langkah dalam membaca suatu bab buku teks yang akan sangat membantu Anda belajar membaca. dan belajar menyadari kekurangan dan . dan rasa senasib. sifat materi bahan ajar. pembegian tugas.akan didiskusikan secara detail dan dikomparasikan dengan sistem yang lain. Koperatif (CL. Penggunanaan masing-masing sistem akan meningkatkan pemahaman Anda. kita (guru) harus ingat bahwa tidak ada model pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi. dalam memilih model pembelajaran yang tepat haruslah memperhatikan kondisi siswa. Cooperative Learning). pengalaman. semua umumnya memiliki beberapa teknik kunci. Saling membantu dan berlatih beinteraksi-komunikasi-sosialisasi karena koperatif adalah miniature dari hidup bermasyarakat. gambaran sistem-sistem belajar-baca yang saat ini biasa digunakan. tanggung jawab. Mempelajari Satu Sistem Belajar-Baca Mungkin Anda sudah pernah mempelajari beberapa teknik yang biasa digunakan belajar-baca. tugas. Oleh karena itu. penulis yakin kreativitas para guru sangat tinggi. belajar berkelompok secara koperatif. Pembelajaran koperatif sesuai dengan fitrah manusis sebagai makhluq sosial yang penuh ketergantungan dengan otrang lain. siswa dilatih dan dibiasakan untuk saling berbagi (sharing) pengetahuan. meskipun sistem-sistem itu bebeda dalam beberapa hal. Banyak nama yang diberikan pada sitem belajar-baca dan. modifikasinya diserahkan kepada guru untuk melakukan penyesuaian. Dengan memanfaatkan kenyatan itu. Akan tetapi sajian yang dikemukakan pengantarnya berupa pengertian dan rasional serta sintaks (prosedur) yang sifatnya prinsip. Berikut ini disajikan beberapa model pembelajaran. juga sebuah sistem yang digunakan sangat luas --metode SQ3R-. dan menambah jumlah bahanyang bis diingat. Dalam bab ini disajikan.

Pensip pembelajaran kontekstual adalah aktivitas siswa. membentuk kelompok heterogen. Ada tujuh indokator pembelajarn kontekstual sehingga bisa dibedakan dengan model lainnya. sehingga akan terasa manfaat dari materi yang akan disajkan. pengarahan-petunjuk. konsep. penilaian terhadap setiap aktvitas-usaha siswa. inkuiri. dunia pikiran siswa menjadi konkret. menyelesaikan persoalan. siawa heterogen (kemampuan. dan pelaporan. tindak lanjut). dan meminta tanggung jawab hasil kelompok berupa laporan atau presentasi. mencoba.kelebihan masing-masing. prinsip. fakta. evaluasi. investigasi. Realistic Mathematics Education) Realistic Mathematics Education (RME) dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinventiondalam mengkontruksi konsep-aturan melalui process of mathematization. Contextual Teaching and Learning) Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah. penyampaian kompetensi-tujuan. siswa melakukan dan mengalami. Menurut teori dan pengalaman agar kelompok kohesif (kompak-partisipatif). kerja kelompok. dan suasana menjadi kondusif . Sintaks pembelajaran koperatif adalah informasi. Jadi model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkontruksu konsep. aturan uantuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan. reflection (reviu. yaitu modeling (pemusatan perhatian. negosiasi) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa (daily life modeling). Kontekstual (CTL. analisis-sintesis). authentic assessment (penilaian selama proses dan sesudah pembelajaran. terbuka. dan pengembangan kemampuan sosialisasi. proses dunia empirik) dan vertikal (reoorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio. hipotesis. penilaian portofolio. gender. menemukan). konjektur. pengemabngan mateastika). motivasi. membimbing. ada control dan fasilitasi. atau inkuiri. karekter). motivasi belajar muncul. presentasi hasil kelompok. mengembangkan. questioning (eksplorasi. Realistik (RME. mengarahkan. pengarahan-strategi. menuntun. yaitu matematika horizontal (tools. generalisasi). algoritma. rambu-rambu. tidak hanya menonton dan mencatat. mengerjakan). constructivism (membangun pemahaman sendiri. minds-on. . inquiry (identifikasi. penilaian seobjektif-objektifnya darei berbagai aspek dengan berbagai cara).nyaman dan menyenangkan. tiap anggota kelompok terdiri dari 4 – 5 orang. mengkonstruksi konsep-aturan. generalisasi. hands-on. contoh). rangkuman. learning community (seluruh siswa partisipatif dalam belajar kelompok atau individual.

investigasi. eksplorasi. yaitu merumuskan kembali masalah menjadi bagian-bagian yang lebih simple sehingga dipahami. siswa berkelompok atau individual mengidentifikasi pola atau atuiran yang disajikan. negosiasi. Problem Based Learning) Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. Sintaknya adalah: pemahaman. untuk merangsang kemamuan berpikir tingkat tinggi. terbuka. dan evaluasi.menginvestigasi. latihan terbimbing. Sintaknya adalah menyiapkan siswa. menduga. inter-twinment (keterkaitan-intekoneksi antar konsep). Pembelajaran Berbasis masalah (PBL. demokratis. konjektur. siswa mengidentifkasi.Prinsip RME adalah aktivitas (doing) konstruksivis. realitas (kebermaknaan proses-aplikasi). Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif. dan akhirnya menemukan solusi. menyusun soal-pertanyaan. sintesis. Kondisi yang tetap hatrus dipelihara adalah suasana kondusif. dan bimbingan (dari guru dalam penemuan). elaborasi (analisis). latihan mandiri. interaksi (pembelajaran sebagai aktivitas sosial. sajian informasi dan prosedur. . informal ke formal). Justru problem solving adalah mencari atau menemukan cara penyelesaian (menemukan pola. generalisasi. mengeksplorasi. cari alternative. identifikasi kekeliruan. menimalisasi tulisan-hitungan. Problem Posing Problem posing yaitu pemecahan masalah dngan melalui elaborasi. dan inkuiri Dalam hal ini masalah didefinisikan sebagai suatu persoalan yang tidak rutin. jalan keluar. pemahaman (menemukan-informal daam konteks melalui refleksi. identifikasi. belum dikenal cara penyelesaiannya. interpretasi. Pembelajaran Langsung (DL. Cara ini sering disebut dengan metode ceramah atau ekspositori (ceramah bervariasi). Sintaknya adalah: sajiakn permasalah yang memenuhi criteria di atas. Direct Learning) Pengetahuan yang bersifat informasi dan prosedural yang menjurus pada ketrampilan dasar akan lebih efektif jika disampaikan dengan cara pembelajaran langsung. aturan. induksi. refleksi. sharing). suasana nyaman dan menyenangkan agar siswa dap[at berpikir optimal. atau algoritma). Model pembelajaran ini melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa.

siswa tidak bisa menghindar dari prses pembelajaran. Denga demikian model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola piker. keterbukaan. kritis. ia telah berpartisipasi Pembelajaran Bersiklus (cycle learning) Ramsey (1993) mengemukakan bahwa pembelajaran efektif secara bersiklus. Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan gambar. fluency). Siswa dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode. senyum. dan sosialisasi. dan tertawa. suara menyejukkan. Open Ended) Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan solusinya juga bisa beragam (multi jawab. keterpasuan. sehingga suasana menjadi nyaman. Sintaknya adalah menyajikan masalah. siapkan rencana bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri). sharing. keterbukaan. jawaban siswa beragam. table).Problem Terbuka (OE. 9. Jangan lupa. Ada canda. bahwa jawaban siswa yang salah harus dihargai karena salah adalah cirinya dia sedang belajar. setiap saat ia bisa dilibatkan dalam proses tanya jawab. pengorganisasian pembelajaran. dan ceria. kembangkan peremasalahan sesuai dengan kemampuan berpikir siswa. atau pendekatan yang bervariasi dalam memperoleh jawaban. bimbingan dan pengarahan. Probing-prompting Teknik probing-prompting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian petanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berpikir yang mengaitkan engetahuan sisap siswa dan engalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. komunikasiinteraksi. diagram. perhatikan dan catat reson siswa. membuat kesimpulan. nada lembut. Untuk mngurang kondisi tersebut. kaitakkan dengan materui selanjutnya. kognitif tinggi. Pembelajaran ini melatih dan menumbuhkan orisinilitas ide. Kemungkinan akan terjadi sausana tegang. menyenangkan. dan ragam berpikir. dengan demikian pengetahuan baru tidak diberitahukan. cara. Dengan model pembelajaran ini proses tanya jawab dilakukan dengan menunjuk siswa secara acak sehingga setiap siswa mau tidak mau harus berpartisipasi aktif. Selanjtynya siswa juda diinta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. Selanjutnya siswa memngkonstruksiu konsep-prinsip-aturan menjadi pengetahuan baru. . namun demikian bisa dibiasakan. kreativitas. guru hendaknya serangkaian pertanyaan disertai dengan wajah ramah.

suasana diskuisi nyaman dan menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru bersikap terbuka. menggambar. argumentasi. Istilah SAVI sendiri adalah kependekan dari: Somatic yang bermakna gerakan tubuh (hands-on. dan aplikasi berarti menggunakan konsep dalam konteks yang berbeda. santun. presentasi. dan memotivasi diri. memecahkan masalah. eksplnasi berarti menghenalkan konsep baru dan alternative pemecahan. Untuk mewujudkan belajar efektif. setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk kerja individual dan diskusi. bertanya. mengemukakan penndepat. Auditory yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melaluui mendengarkan. dan menerapkan. . mengidentifikasi. berkelompok mengerjakan LKSD-modul. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok. tugas tiap kelompok bisa sama bis aberbeda. membaca. lembut. dan diakhiri dengan aplikasi (aduktif). dan Intellectualy yang bermakna bahawa belajar haruslah menggunakan kemampuan berpikir (minds-on) nbelajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar. dan mennaggapi. mengkonstruksi. menyelidiki. berpikir.mulai dari eksplorasi (deskripsi). aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan. Donna Meyer (1999) mengemukakan cara pembelajaran resiprokal. hipotesis. mencipta. dan ada sajian bodoran. yaitu: informasi. SDetelah memperoleh tugas. pengarahan. Sedangkan Resnik (1999) mwengemukan bhawa belajar efektif dengan cara membaca bermakna. Reciprocal Learning Weinstein & Meyer (199 mengemukakan bahwa dalam pembelajaran harus memperhatikan empat hal. Setelah selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas. Eksplorasi berarti menggali pengetahuan rasyarat. SAVI Pembelajaran SAVI adalah pembelajaran yang menekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indar yang dimiliki siswa. mendemonstrasikan. kemudian eksplanasi (empiric). Visualization yang bermakna belajar haruslah menggunakan indra mata melallui mengamati. TGT (Teams Games Tournament) Penerapan model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen. mengingat. menemukan. membaca-merangkum. ramah . merangkum. menggunbakan media dan alat peraga. berbicara. representasi. menyimak. yaitu bagaimana siswa belajar.

Jika waktunya memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan. Repetition) Model pembelajaran ini mirip dengan SAVI dan VAK. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil kesewpakatan kelompok. Auditory. Intellectualy. very good. Istilah tersebut sama halnya dengan istilah pada SAVI. Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan dinilai. begitu pula untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama. medium. Selanjutnya adalah opelaksanaan turnamen. VAK (Visualization. Sintaknya adalah sebagai berikut: a. pemantapan dengan cara siswa dilatih melalui pemberian tugas atau quis. dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan gelar tadi.Buat kelompok siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme kegiatan b. good. setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit). siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama. perluasan. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior.). Setelah selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual. c. mengembangkannya. . AIR (Auditory. sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus skor kelompok asal. meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya paling rendah. dengan somatic ekuivalen dengan kinesthetic. Kinestetic) Model pebelajaran ini menganggap bahwa pembelajaran akan efektif dengan memperhatikan ketiga hal tersebut di atas. berikan penghargaan kelompok dan individual. pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst. atau dalam rangak mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. dengan perkataan lain manfaatkanlah potensi siwa yang telah dimilikinya dengan melatih. e. Bumping. bedanya hanyalah pada Repetisi yaitu pengulangan yang bermakna pendalama. missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang berkemampuan setara.Siapkan meja turnamen secukupnya.

buat kelompok heterogen (4-5 orang). diskusikan bahan belajar-LKS-modul secara kolabratif. umumkan hasil kuis dan beri reward. Oleh karena itu siswa harus membangun pengetahuan tidak menerima bentuk jadi dari guru. 1980) tanggung jawab vbelajar adalah pada siswa. tuiap kelompok bahan belajar sama. buat kelompok heterogen dan tiap siswa memiliki nomor tertentu. sajian-presentasi kelompok sehingga terjadi diskusi kelas. saling tukar jawaban. berikan persoalan materi bahan ajar (untuk tiap kelompok sama tapi untuk tiap siswa tidak sama sesuai dengan nomor siswa. umumkan rekor tim dan individual dan berikan reward. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa. tiap anggota kelompok bertugas membahasa bagian tertentu. (3) penghargaan kelompok dan refleksi serta tes formatif. saling berbagi sehingga terjadi diskusi.TAI (Team Assisted Individualy) Terjemahan bebas dari istilah di atas adalah Bantuan Individual dalam Kelompok (BidaK) dengan karateristirk bahwa (Driver. NHT (Numbered Head Together) NHT adalah salah satu tipe dari pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. pelaksnaa tutorial pada kelompok asal oleh anggotan kelompok ahli. buat kelompok ahli sesuai bagian bahan ajar yang sama sehingga terjadi kerja sama dan diskusi. kuis individual dan buat skor perkembangan tiap siswa atau kelompok. penyimpulan dan evaluasi. (2) siswa belajar kelompok dengan dibantu oleh siswa pandai anggota kelompok secara individual. presentasi kelompok dengan nomnor siswa yang sama sesuai tugas masing-masing sehingga terjadi diskusi kelas. tiasp siswa dengan nomor sama mendapat tugas yang sama) kemudian bekerja kelompok. refleksi. Pengarahan. informasi bahan ajar. Pola komunikasi guru-siswa adalah negosiasi dan bukan imposisi-intruksi. Jigsaw Model pembeajaran ini termasuk pembelajaran koperatif dengan sintaks sepeerti berikut ini. buat kelompok heterogen. . STAD (Student Teams Achievement Division) STAD adalah salah sati model pembelajaran koperatif dengan sintaks: pengarahan. berikan bahan ajar (LKS) yang terdiri dari beberapa bagian sesuai dengan banyak siswa dalam kelompok. Sintaksi BidaK menurut Slavin (1985) adalah: (1) buat kelompok heterogen dan berikan bahan ajar berupak modul. kembali ke kelompok aasal.

presentasi. elaborasi menjadi sub-sub masalah yang lebih sederhana. kuis individual. pilih strategi solusi CPS (Creative Problem Solving) Ini juga merupakan variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah melalui teknik sistematik dalam mengorganisasikan gagasan kreatif untuk menyelesaikan suatu permasalahan. diskusi. identifikasi permasalahan dan fokuspilih. buat skor perkem\angan siswa. MEA (Means-Ends Analysis) Model pembelajaran ini adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan sintaks: sajikan materi dengan pendekatan pemecahan masalah berbasis heuristic. diskusi. mengolah pikiran sehingga muncul gagasan orisinil untuk menentukan solusi. jenis dagangan dan keuntungan di kantin sekolah. presentasi. mendata banyak dan jenis kendaraan di dalam sekolah. identifikasi perbedaan. melaporkan. rencanakan pelaksanaan investigasi. TS-TS (Two Stay – Two Stray) . presentasi kelompok (share). mengkritisi. buat skor perkembangan tiap siswa. banyak guru dan staf sekolah). umumkan hasil kuis dan berikan reward. dan alternative solusi). TTW (Think Talk Write) Pembelajaran ini dimulai dengan berpikir melalui bahan bacaan (menyimak. Sintaksnya adalah: mulai dari fakta aktual sesuai dengan materi bahan ajar melalui tanya jawab lisan. misal mengukur tinggi pohon. GI (Group Investigation) Model koperatif tipe GI dengan sintaks: Pengarahan. dan kemudian buat laopran hasil presentasi. presentasi dan diskusi. susun sub-sub masalah sehingga terjadli koneksivitas. kuis individual. kelompok (membaca-mencatatat-menandai). hasil bacaannya dikomunikasikan dengan presentasi. berikan persoalan kepada siswa dan siswa bekerja kelompok dengan cara berpasangan sebangku-sebangku (think-pairs). pengoalahn data penyajian data hasi investigasi. Sinatknya adalah: informasi. buat kelompok heterogen dengan orientasi tugas.TPS (Think Pairs Share) Model pembelajaran ini tergolong tipe koperatif dengan sintaks: Guru menyajikan materi klasikal. umumkan hasil kuis dan berikan reward. tiap kelompok menginvestigasi proyek tertentu (bisa di luar kelas.

dan Review dengan cara meninjau ulang menyeluruh SQ4R (Survey. kerja kelompok. Sintaknya adalah kerja kelompok. analisi pengalaman. Extending) Sintaknya adalah (C) koneksi informasi lama-baru dan antar konsep. dan konsep-ide. Recite. laporan kelompok. dan menggali. SQ3R (Survey. Sintaknya adalah (1) lead-in dengan melakukan kegiatan yang terkait dengan pengalaman.Pembelajaran model ini adalah dengan cara siswa berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. kerja kelompok. yaitu aktivitas memberikan contoh dari bahan bacaan dan membayangkan konteks aktual yang relevan. Refleting. dengan sintaks: Survey dengan mencermati teks bacaan dan mencatat-menandai kata kunci. yaitu dengan menugaskan siswa untuk membaca bahan belajar secara seksama-cermat. Question. dua siswa bertamu ke kelompok lain dan dua siswa lainnya tetap di kelompoknya untuk menerima dua orang dari kelompok lain. Uraikan fakta sesuai dengan gaya belajar. (2) reconstruction melakukan fasilitasi pengalaan belajar. (3) production melalui ekspresi-apresiasi konsep KUASAI Pembelajaran akan efektif dengan melibatkan enam tahap berikut ini. Read. . Sertakan ingatan dan hafalkan kata kunci serta koneksinya. Ambil pemaknaan (mengetahui-memahami-menggunakan-memaknai). Recite. Review) SQ4R adalah pengembangan dari SQ3R dengan menambahkan unsur Reflect. Organizing. CORE (Connecting. Reflect. dan menemukan. Question dengan membuat pertanyaan (mengapa-bagaimana. memperluas. Read. menggunakan. Recite dengan pertimbangkan jawaban yang diberikan (cartat-bahas bersama). Ajukan pengujian pemahaman. (E) mengembangkan. Kerangka pikir untuk sukses. Read dengan membaca teks dan cari jawabanya. (R) memikirkan kembali. (0) organisasi ide untuk memahami materi. Question. MID (Meaningful Instructionnal Design) Model ini adalah pembnelajaran yang mengutamakan kebermaknaan belajar dan efektifivitas dengan cara membuat kerangka kerja-aktivitas secara konseptual kognitif-konstruktivis. mendalami. dan Introspeksi melalui refleksi diri tentang gaya belajar. Review) Pembelajaran ini adalah strategi membaca yang dapat mengembangkan meta kognitif siswa. darimana) tentang bahan bacaan (materi bahan ajar). kembali ke kelompok asal.

and Composition) Terjemahan bebas dari CIRC adalah komposisi terpadu membaca dan menulis secara koperatif –kelompok. presentasi hasil kelompok. pendahuluan. penggunaan. deteksi kausal lain. mengelompokkan gejala. 2 untuk not sure. mengidentifikasui kausal. analisis kausal. dn 5 untuk certain. 1993) di mana siswa saling membagi informasi pada saat yang . DMR (Diskursus Multy Reprecentacy) DMR adalah pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan. DLPS (Double Loop Problem Solving) DPLS adalah variasi dari pembelajaran dengan pemecahan masalah dengan penekanan pada pencarian kausal (penyebab) utama daritimbulnya masalah. dan pemanfaatan berbagai representasi dengan setting kelas dan kerja kelompok. 1 untuk amost guest. IOC (Inside Outside Circle) IOC adalah mode pembelajaran dengan sistim lingkaran kecil dan lingkaran besar (Spencer Kagan. Hutnal (2002) mengemukakan bahwa CRI menggunakan rubric dengan penskoran 0 untuk totally guested answer. menemukan kata kunci. Integrated. dan implementasi solusi utama. 4 untuk almost certain. menuliskan pernyataan masalah yang telah direvisi. 3 untuk sure. jadi berkenaan dengan jawaban untuk pertanyaan mengapa. menemukan pilihan solusi utama. pengemabangan.CRI (Certainly of Response Index) CRI digunakan untuk mengobservasi proses pembelajaran yang berkenaan dengan tingkat keyakinan siswa tentang kemampuan yang dimilkinya untuk memilih dan menggunakan pengetahuan yang telah dimilikinya. solusi tentative. Reading. Sintaksnya adalah: membentuk kelompok heterogen 4 orang. pertimbangan solusi. Sintaksnya adalah: persiapan. deteksi kausal. siswa bekerja sama (membaca bergantian. imoplementasi solusi. guru memberikan wacana bahan bacaan sesuai dengan materi bahan ajar. refleksi. dan penutup. Langkah penyelesdai maslah sebagai berikurt: menuliskan pernyataan masalah awal. CIRC (Cooperative. dan rencana solusi yang terpilih. penerapan. Selanutnya menyelesaikan masalah tersebut dengan cara menghilangkan gap uyang menyebabkan munculnya masalah tersebut. Sintaknya adalah: identifkasi. identifikasi kausal utama. memberikan tanggapan) terhadap wacana kemudian menuliskan hasil kolaboratifnya.

sajian presentasi hasil bacaan oleh perwakilan salah satu kelompok kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya begitu setrusnya secara bergantian. bimbingan penimpoulan dan refleksi. . penyampaian kompetensi. siswa yang berada di lingkran luar berputar keudian berbagi informasi kepada teman (baru) di depannya. Strategi ini cocok untuk bahan ajar yang memerlukan pertukartan pengalaman dan pengetahuan antar siswa. kelompok siswa membahas peran yang dilakukan oleh pelakon. presentasi di depan hasil diskusinya. sajian materi. dan kembali berbagai informasi. siswa yang berhadapan berbagi informasi secara bersamaan. presentasi hasil kelompok. Sintaksnya adalah: Sebagian siswa berdiri berjajar di depoan kelas atau di sela bangku-meja dan sebagian siswa lainnya berdiri berhadapan dengan kelompok siswa opertama. pembentukan kelompok siswa. guru membimbing siswa untuk menyimpulkan. menunjuk siswa untuk melakonkan scenario yang telah dipelajarinya. salah satu siswa menyampaikan materi yang baru diterima kepada pasangannya kemudian bergantian. Role Playing Sintak dari model pembelajaran ini adalah: guru menyiapkan scenario pembelajaran. menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari scenario tersebut. siswa yang berhadapan berbagi pengalkaman dan pengetahuan. Artikulasi Artikulasi adalah mode pembelajaran dengan sintaks: penyampaian konpetensi. bentuk kelompok berpasangan sebangku. siswa membaca materi bahan ajar untuk dicermati oleh masing-masing kelompok. Sintaksnya adalah: Separu dari sjumlah siswa membentuk lingkaran kecil menghadap keluar. separuhnya lagi membentuk lingkaran besar menghadap ke dalam.bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan ssingkat dan teratur. guru membimbing membuat kesimpulan dan menambahkannya biola perlu. siswa yang berdiri di ujung salah satui jajaran pindah ke ujunug lainnya pada jajarannya. Debate Debat adalah model pembalajaranb dengan sisntaks: siswa menjadi 2 kelompok kemudian duduk berhadapan. dan seterusnya Tari Bambu Model pembelajaran ini memberuikan kesempatan kepada siswa untuk berbagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda secara teratur.

penyimpulan dan evaluasi. refleksi. refleksi. sajian materi. membentuk kelompok. sajian materi. Langkahnya adalah: informasi kompetensi. Demonstration Pembelajaran ini khusu untuk materi yang memerlukan peragaan media atau eksperimen. membimbing pelatihan-penerapan. guru membacakan soal yang nomornya dipilih acak. penyimpulan dan evaluasi. Explicit Instruction Pembelajaran ini cocok untuk menyampaikan materi yang sifatnya algoritmaprosedural. kelompok lain menjawab secara bergantian. menunjuk siswa atau kelompok untuk mendemonstrasikan bagiannya. sajian materi pokok. . membagi tugas pembahasan materi untuk tiap kelompok. siswa yang punya nomor sama dengan nomor soal yang dibacakan guru berhak menjawab jika jawaban benar diberi skor dan siswa menyambutnya dengan yel hore atau yang lainnya. tanya jawab untuk pemantapan. sajian gambaran umum materi bahan ajar.Talking Stick Sintak p[embelajana ini adalah: guru menyiapkan tongkat. guru mengambil tongkat dan memberikan tongkat kepada siswa dan siswa yang kebagian tongkat menjawab pertanyaan dari guru. refleksi. penyuimpulan. mendemontrasikan pengetahuan dan ketrampilan procedural. tiap kelompok menuliskan pertanyaan dan diberikan kepada kelompok lain. pemberian reward. Course Review Horay Langkah-langkahnya: informasi kompetensi. Sintaknya adalah: Informasi materi secara umum. mengecek pemahaman dan balikan. guru membimbing kesimpulan-refleksi-evaluasi. siswa mengembangkannya dan menjelaskan lagi ke siswa lainnya. pemanggilan ketua dan diberi tugas membahas materi tertentu di kelompok. langkah demi langkah bertahap. penyimpulan dan evaluasi. kesimpulan dan evaluasi. refleksi. Sintaknya adalah: sajian informasi kompetensi. siswa atau kelompok menuliskan nomor sembarang dan dimasukkan ke dalam kotak. dikusi kelas. bekerja kelompok. siswa mebaca materi lengkap pada wacana. refleksi dan evaluasi Student Facilitator and Explaining Langkah-langkahnya adalah: informasi kompetensi. tongkat diberikan kepad siswa lain dan guru memberikan petanyaan lagi dan seterusnya.

diagram. sajian materi. Cooperative Script Buat kelompok berpasangan sebangku. kartu dikumpul lagi dan dikocok. Mind Mapping Pembelajaran ini sangat cocok untuk mereview pengetahuan awal siswa. setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat nilai-reward. setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya. valuasi dan refleksi. buat kartu jawaban dengan diacak nomornya. Sintaknya adalah: informasi kompetensi. guru mengkonfirmasi urutan gambar tersebut.Scramble Sintaknya adalah: buatlah kartu soal sesuai marteri bahan ajar. pengecekan kebenaran jawaban. membagikan kartu soal pada kelompok dan kartu jawaban. perlihatkan gambar kegiatan berkaitan dengan materi. Picture and Picture Sajian informasi kompetensi. Pair Checks Siswa berkelompok berpasangan sebangku. refleksi. siswa membuat kesimpulan dari hasil setiap kelompok. bimbingan penyimpulan. evaluasi dan refleksi. siswa berkelompok mengerjakan soal dan mencari kartu soal untuk jawaban yang cocok. evaluasi dan refleksi. presentasi hasil kelompok. salah seorang menyajikan persoalan dan temannya mengerjakan. penyimpulan dan evaluasi. diskusi kelompok tentang sajian gambar tadi. penyimpulan dan evaluasi. Examples Non Examples Persiapkan gambar. sajikan gambar ditempel atau pakai OHP. sajian permasalahan terbuka. atau tabel sesuai materi bahan ajar dan kompetensi. sajikan materi. bertukar peran. siswa . siswa (wakil) mengurutkan gambar sehingga sistematik. untuk badak berikutnya pembelajaran seperti babak pertama. presentasi hasuil diskusi kelompok. penyimpulan. siswa berkelompok untuk menanggapi dan membuat berbagai alternatiu jawababn. refleksi. bagikan wacana materi bahan ajar. Make-A Match Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya. guru menanamkan konsep sesuai materi bahan ajar. dengan petunjuk guru siswa mencermati sajian.

aplikasi. rencana. siswa berkelompok melengkapi. Reviewing and reducing difficulty. evaluasi. ranguman. siswa latian dan bertanya. tantangan dan restruturisasi sajiankonsep. Verivication. Tanya jawab dan refleksi Complete Sentence Pembelajaran dengan model melengkapi kalimat adalah dengan sintakas: sisapkan blanko isian berupa aparagraf yang kalimatnya belum lengkap. dan refleksi Circuit Learning Pembelajaran ini adalah dengan memaksimalkan pemberdayaan pikiran dan perasaan dengan pola bertambah dan mengulang. penyimpulan. siswa membuat catatan kreatif sesuai dengan pola pikirnya-peta konsep-bahasa khusus. Sintaknya adalah kondisikan situasi belajar kondusif dan focus. Concept Sentence Prosedurnya adalah penyampaian kompetensi. sajian hasil diskusi oleh salah seorang dan yang lain menanggapi. LAPS-Heuristik Heuristik adalah rangkaian pertanyaan yang bersifat tuntunan dalam rangaka solusi masalah. guru membentuk kelompok. Improve Improve singkatan dari Introducing new concept. apakah bermanfaat. dan pengecekan. apakah solusinya. sampaikan kompetensi. Metakognitive questioning.mempelajari wacana dan membuat rangkuman. tia kelompok membeuat kalimat berdasarkankata kunci. LAPS ( Logan Avenue Problem Solving) dengan kata Tanya apa masalahnya. sajian materi. dan bagaimana sebaiknya mengerjakannya. Sintaknya adalah sajian pertanyaan untuk mengantarkan konsep. Sintaks: pemahaman masalah. Generatif Generatif adalah konstruksivisme dengan sintaks orintasi-motivasi. solusi. bertukar peran. adakah alternative. presentasi. siswa ditugaskan membaca wacana. Practicing. LKS dibagikan berupa paragraph yang kaliatnya belum lengkap. pengungkapan ide-konsep awal. . presentasi. balikan-perbnaikan-pengayaan-interaksi. membentuk kelompok heterogen. Obtaining mastery. Enrichment. guru menyiapkan kata kunci sesuai materi bahan ajar. evaluasi dan refleksi.

dan menjaga suasana nyaman-menyenangkan.Time Token Model ini digunakan untuk melatih dan mengembangkan ketrampilan sosial agar siswa tidak mendominasi pembicaraan atau diam sama sekali.dan nama yang diberi. jika keliru langsung dikembalikan untuk diperbaiki dan diperiksa lagi. informasikan kompetensi. dan hipotesis. lima kali salah guru membimbing. Sintaksnya adalah: sajian konsep. Sintaksnya adalah ilustrasikan konsep konkret dan gunakan analogi. Langkahnya adalah kondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi. kebebasan-terbuka. koperatifinkuiri-solusi-workshop. virtual workshop menggunakan computer-internet. integrasi. Kumon Pembelajaran dengan mengaitkan antar konsep. siswa berbicara (pidato-tidak membaca) berdasarkan bahan pada kupon. tiap siswa diberi kupon bahan pembicaraan (1 menit). setelah selesai kupon dikembalikan. dan seterusnya dengan siswa lain secara bergantian. berikan sal tes bentuk super item. reward. proses rasa-pikir kreatif dalam pemecahan masalah secara mandiri melalui pemanasan-minat-kuriositi-tanya. pada tahap pemantapan tiap siswa disuruh berdiri dan mencari teman dan saling informasi tentang materi atau pendalamanperluasannya kepada siswa lain kemudian mencatatnya pada kartu. latihan. sajian materi. . tiap siswa selesai tugas langsung diperiksa-dinilai. Treffinger Pembelajaran kreatif dengan basis kematangan dan pengetahuan siap. berikan latihan soal bertingkat. yaitu mulai dari mengolah informasi-koneksi informasi. penggunaan ide kreatif-konflik internal-skill. siapkan kartu dengan yang berisi nama siswa . kelompok-kerjasama. kerja individual.bahan belajar . berupa opemecahan masalah. Take and Give Model pembelajaran menerima dan memberi adalah dengan sintaks. Sintaks: keterbukaan-urun ide-penguatan. Sintaknya adalah pembelajaran ekspositori. Hibrid Model hibrid adalah gabungan dari beberapa metode yang berkenaan dengan cara siswa mengadopsi konsep. ketrampilan. evaluasi dan refleksi Superitem Pembelajaran ini dengan cara memberikan tugas kepada siswa secara bertingkatbertahap dari simpel ke kompleks.

semua mempunyai tujuan. 3. 5. Recite (Mengingat sambil menyebutkan kembali) Rahasia yang perlu diketahui dalam menyebutkan kembali ialah sebutkan dengan menggunakan kata-kata sendiri. Review (Mengulang Kembali) Mengulang kembali berarti mengungkapkan kembali apa yang telah Anda pelajari tanpa melihat catatan. dan rayakan dengan reward dengan senyum-tawa-ramah-sejuk-nilai-harapan. dan saling menghargai. Question (Mengajukan Pertanyaan) Mengajukan pertanyaan bertujuan untuk menimbulkan rasa ingin tahu. namai-buat generalisasi sampai konsep. 6. m = massa yaitu potensi diri (akal-rasa-fisik-religi). kohesif. ulangi dengan Tanya jawab-latihan-rangkuman. Mengulang bahan pelajaran secara teratur amat berguna karena mengingatkan kembali pengetahuan yang telah kita pelajari sebelumnya. konsep harus dialami. c = communication. demonstrasikan melalui presentasikomunikasi. Prinsip quantum adalah semua berbicara-bermakna. Guru harus menciptakan suasana kondusif.Quantum Memandang pelaksanaan pembelajaran seperti permainan musik orkestra-simfoni. 2. Reading (Membaca) Bacalah dengan cermat bahan pelajaran satu kali lagi sambil berusaha untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sudah diajukan 4. Orang yang ingin tahu akan berusaha mencari jawabannya. Rumus quantum fisika asdalah E = mc2. optimalkan komunikasi + dengan aktivitas optimal. interaktif. partisipatif. Strategi quantum adalah tumbuhkan minat dengan AMBak. Survey (Meninjau) Usaha untuk mengetahui garis besar isi dari bacaan serta cara penyusunan dan penyajiannya secara sepintas lalu. alami-dengan dunia realitas siswa. . tiap usaha siswa diberi reward. Record (Mencatat) Tujuan membuat catatan ialah untuk menolong kita mengingat pokok-pokok yang penting tanpa membaca kembali bahan bacaan itu sendiri. Catatannya dibutuhkan untuk merangsang ingatan kembali apa yang kita pelajari. Mengingat dan menyebutkan kembali merupakan langkah yang penting karena dengan cara ini orang dapat mengenali dan juga mempelajari jawaban. yaitu: 1. dengan E = energi yang diartikan sukses. dinamis. Enam Langkah Belajar Efektif Dengan Rumus SQ4R.

Personifikasi. Contoh : a. yaitu membandingkan dua hal/benda tanpa menggunakan kata penghubung. Tuhan adal. 3. . A.ah warga negara yang paling modern. Seperti anak ayam kehilangan induknya. Perusahaan itu gulung tikar karena krisis ekonomi yang berkepanjangan. b. 2. c. Lain ladang lain belalang. yaitu majas yang membandingkan benda yang tidak bernyawa seolah-olah dapat bertindak seperti manusia. Bulan menangis menyaksikan manusia saling bunuh. atau kalimat) yang memiliki bentuk dan makna tetap.Alegori.Simile/Perumpamaan. DAN MAJAS UNGKAPAN Ungkapan adalah kata atau kelompok kaya yang memiliki makna kiasan. yaitu membandingkan dua hal/benda dengan menggunakan kata penghubung.UGKAPAN. b. Daun-daun memuji angin yang telah menyapanya. Wajahnya bagai bola api. MAJAS Majas atau bahasa adalah bahasa kias yang digunakan untuk mempertajam kamsud. Bumi itu perempuan jalang. Bagai air di daun talas. membandingkan hal/benda secara berkelanjutan membentuk sebuah cerita. Seperti angin aku melayang kian kemari. klausa. 2. b.Metafora. Contoh : 1. Contoh : 1. Contoh : Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing. PERIBAHASA. konotatif. 2. Contoh : a. Contoh : a. simbolis. lain lubuk lain ikannya. 3. Majas perbandingan 1. Paijo selalu menjadi kambing hitam di kelasnya. Lelaki setengah baya itu ternyata mata keranjang. 4. PERIBAHASA Peribahasa adalah satuan gramatikal (bisa frase. Tatapannya laksana matahari. 3.

Metonimia. Hancurlah hatinya menyaksikan kekasihnya berpaling ke lelaki lain. 4. b.Hiperbola. 3. dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut. SMA Stella Duce 2 Yogyakarta berhasil masuk final pertandingan basket. 2. mengubah susunan kalimat. yang rela menerima segala sampah. jam sepuluh baru datang! 4. b. Ah. 3. Roda duanya mogok. Belikan aku gudang garam filter.Sinekdoke.Inversi. Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. b.yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya. C. mernyebut sebagian untuk keseluruhan (pars pro toto) atau keseluruhan untuk sebagian (totum pro part). Kakakku sedang membaca Pramudya Ananta Toer. b. b. semakin berisi semakin tunduk. Kekayaannya selangit. b.Oksimoron. mempertentangkan yang bertujuan menyindir dengan menyampaikan sesuatu yang bertentangan dengan fakta yang sebenarnya. Contoh : a. saya ini khan cuma kacung.Litotes. B. Hebat betul. Sebaiknya kita menggunakan ilmu padi dalam kehidupan kita. mempertentangkaan dengan merendahkan diri. mempertautkan hal dengan peribahasa. menghubungkan ciri benda satu dengan benda lain yang disebutkan. Kalau sempat mampirlah ke gubukku. Kesedihan adalah awal kebahagiaan. pertanyaan semudah itu tidak bisa kaujawab. Contoh : a. Kalau kita menggunakan sebaiknya hemat jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang. Contoh : a. Contoh : a.Ironi. Contoh : a. Majas pertentangan 1. Contoh : a. Contoh : a. b. b. . Saya telah berusaha setengah mati menyelesaikan soal itu. mempertentangkan secara berlawanan bagian demi bagian.Alusio. mempertentangkan secara berlebih-lebihan. Merahlah mukanya mendengar caci maki sahabat karibnya. Contoh : a. Rajin betul. 2. Majas pertautan 1.

atau klausa yang dipentingkan. mengulang ungkapan yang sama dengan tujuan memperkuat nuansa makna. Gadis manis menangis hatinya teriris iris. b. berjuang. Untuk itu ketrampilan membaca dengan cepat dan efektif perlu dimiliki oleh semua pihak baik pelajar. Contoh : a. Contoh : a. maupun manusia lain yang ingin terlibat secara aktif dalam percaturan kehidupan. Majas perulangan 1. b. Malam kelam suram hatiku semakin muram. mahasiswa. Buah hatinya menjadi buah bibir tetangganya. SISTEM MEMBACA CEPAT DAN EFEKTIF I.Repetisi. Hatinya memintanya berhati-hati. Sebaliknya. hidup adalah persaingan. di Stella Duce 2 Yogyakarta pula ia menunggu hari tuanya. sunyi itu mati. Ada berbagai jenis membaca dan masing-masing jenis mempunyai spesifikasi dan fungsi khusus. b. jenis-jenis tersebut perlu dipahami sehingga kita dapat semakin meningkatkan kemampuam membaca baik kemampuan membaca cepat maupum kemampuan membaca efektif. sunyi itu lupa.Aliterasi. PENDAHULUAN Manuia modern tampaknya tidak dapat melepaskan diri dari media komunikasi.D. Untuk itu. apabila kita ingin membaca semua informasi tulis tersebut. apalagi dalam era keterbukaan dan reformasi seperti saat ini. Sunyi itu duka. Contoh : a. mengulang bunyi konsonan yang sama.. b. Tidak ada kata lain selain berjuang. Setiap hari kita disuguhi banyak media massa. hidup adalah kesia-siaan. memgulang kata yang sama dengan arti yang berbeda. Contoh : a. Salahsatu media komunikasi yang banyak dihadapi adalah media tulus baik buku teks maupun media massa. A[abila kita tidak menaruh perhatian pada media massa tersebut. Hidup adalah perjuangan. sunyi itu kudus. 2. pastilah banyak waktu tersita hanya untuk membaca. Di Stella Duce 2 Yogyakarta ia mulai meraih prestasi. mengulang-ulang kata. 4. dan terus berjuang. di Stella Duce 2 Yogyakarta ia menemukan tambatan hati.Paralelisme. frase.Antanaklaris. pastilah kita akan tertinggal. . 3.

maka dikatakan bahwa kecepatan baca orang tersebut semakin meningkat. d. Menunjuk (dengan jari atau alat lain) kata-kata yang dibaca pada waktu membaca. c. b. Vokalisasi. Gerakan bibir pada waktu membaca baik bersuara mauapun tak bersuara. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kecepatan baca seseorang terhambat. pertama-tama kita perlu mengukur kecepatan baca kita. Pada umumnya kecepatan baca dapat dirinci sebagai berikut : a. Pada umumnya orang yang belum pernah mendapat latihan membaca pasti memiliki kecepatan baca yang lebih rendah dari kemampuannya. MEMBACA CEPAT Yang dimaksud membaca cepat adalah sistem membaca dengan memperhitungkan waktu baca dan tingkat pemahaman terhadap bahan yang dibacanya. menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri.mengenal bahan-bahan yang akan dibaca . dan menggunakan jari atau benda untuk menunjuk kata-kata yang dibacanya. Rumusnya : (Jumlah kata yang dibaca dibagi jumlah detik untuk membaca dikalikan 60) dikalikan prosentase pemahaman. antara lain a. Regresi. Apabila waktu bacanya semakin sedikit dan tingkat pemahamannya semakin tinggi. Untuk meningkatkan kecepatan baca kita.mendapat struktur dan organisasi bacaan serta menentukan gagasan umum dari bacaan b. Membaca secara skimmming dan scannning (lebih dari 1000 kpm) Tipe membaca seperti ini biasanya digunakan untuk . yaitu gerakan mata melihat kembali beberapa kata yang telah dibacanya. f. Subvokalisasi. Membaca dengan kecepatan tingngi (500 – 800 kpm) Tipe membaca seperti ini biasanya digunakan untuk .II. b. Tidak agresif (tidak bersemangat) dalama usaha memahami arti bacaan. yaitu melafalkan apa yang dibacanya dalam hati atau pikiran. antara lain a. Ada beberapa hal yang menyebabkan rendahnya kecepatan baca seseorang. Gerakan kepala mengikuti kata-kata yang dibacanya. Persepsinya kurang sehingga lambat dalam menginterpretasikan apa yang dibacanya. yaitu membaca sambil bersuara atau mengucapkan kata demi kata yang dibacanya. Kecepatan baca bergantung pada kebutuhan dan bahan yang dihadapinya. c.mencari jawaban atas pertanyaan tertentu . Kebiasaan lama yang telah mendarah daging seperti menggerakkan bibir untuk melafalkan. e. Untuk itu perlu diadakan pengukuran kecepatan baca kita.

SQ3R : survey-question-read-recite-review 2.Membaca nonfiksi yang agak sulit untuk mendapatkan detail. Pemahaman ini berkaitan erat dengan kemampuan mengingat bahan yang dibacanya.membaca bacaan yang mudah dalam bentuk deskripsi dan bahan-bahan nonfiksi lain yang bersifat informatif. Yang dimaksud membaca pemahaman atau komprehensi adalah kemampuan membaca ntuk mengerti ide pokok.membaca novel ringan untuk mengikuti jalan ceritanya. SQ4R : survey-question-read-recite-rite-review 3. OK4R : overview-key ideas-read-summarize-test Salahsatu sistem yang banyak dikenal dan dipakai orang adalah SQ3R. b. Robinson pada tahun 1941. Tingkat pemahaman dalam membaca berkaitan pula dengan sistem membaca yang dipakainya.Menguasai bahan-bahan ilmiah yang sulit dan bersifat teknis .Membuat analisis bahan-bahan bernilai sastra klasik . POINT : purpose-overview-interpret-note-test 4..Membaca fiksi yang agak sulit untuk menikmati keindahan sastranya dan mengantisipasi akhir cerita. e. c. Sistem membaca SQ3R dikemukakan oleh Francis P. mencari hubungan. . atau membuat evaluasi ide penulis. Membaca dengan kecepatan rata-rata (250 – 350 kpm) Biasanya digunakan untuk . Usaha efektif untuk memahami dan mengingat lebih lama dapat dilakukan dengan a. Ada beberapa sistem membaca.mempelajari bahan-bahan yang sulit dan untuk menguasai isinya. Membaca lambat (100 – 125 kpm) Biasanya digunakan untuk . SQ3R .membaca bahan-bahan yang mudah dan telah dikenali sebelumnya .membaca fiksi yang komplek untuk analisis watak dan jalan ceritanya. Membaca secara cepat (350 – 500 kpm) Biasanya digunakan untuk . III.Memecahkan persoalan yang ditunjuk dengan bacaan yang bersifat instruksional (petunjuk). mengorganisasikan bahan yang dibacanya dalam kaitan yang mudah dipahami. dan seluruh pengertian. Mengaitkan fakta yang satu dengana fakta yang lain atau menghubungkannya dengan fakta dan konteks. antara lain 1. . MEMBACA PEMAHAMAN Membaca pemahaman berkaitan erat dengan usaha memahami hal-hal penting dari apa yang dibacanya. Umumnya orang cendenrung langsung membaca teks tanpa mempersiapkan prakondisi sehingga pembacaaan terssebut menjadi efektif. d. . detail penting.

baca semua subjudul . QUESTION Pada langkah ini kita mengajukan pertanyaan sebanyak-banyaknya tentang isi bacaan.telusuri daftar isinya .baca judul .perhatikan judul .mempercepat menangkap arti b. grafik .Memudahkan mengingat lebih banyak dan memahami lebih mudah. REVIEW . a.lihan apendiks .lihat subjudul c.merupakan proses membaca yang terdiri dari lima langkah. READ Perlu disadari bahwa membaca merupakan langkah ketiga. f. Ada beberapa teknik dalam melakukan survei.telusuri indeks b. RECITE/RECALL Pada tahap ini Anda dapat membuat catatan seperlunya 5. Untuk tiap jenis bacaan.lihat paragraf pertama dan terakhir .baca kata pengantar .Teknik survei bab . teknik surveinya berbeda.melihan susunan (organisasi) bahan bacaan.amati tabel .mendapatkan abastrak c. e. bukan langkah pertama.Teknik survei klipping . Tujuan srvei adalah a.Tekni survei buku .Teknik survei artikel . 3. SURVEI Survei atau prabaca adalah teknik mengenal bahan sebelum membacanya secara lengkap.baca kalimat pertama subbab .Mendapatkan minat perhatian yang seksama terhadap bacaan.mengetahui ide-ide penting d.buatlah keputusan (dibaca atau tidak) d.perhatikan penulisnya 2. 4.baca pengantar . yaitu 1.lihat tabel.lihat ringkasan .

Kata kunci antara lain a. kata ilustrasi d. Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam membaca kritis adalah a. Detail adalah fakta atau informasi yang dikemas dalam paragraf untuk membuktikan. Dengan demikian. ikhtisar bab c. Hal yang harus diingat dalam membaca kritis adalah bahwa tidak semua yang ditulis itu benar. MEMBACA KRITIS Membaca secara kritis adalah cara membaca dengan melihat motif penulis dan menilainya.c. ditulis cetak miring b. kata yang mengubah arah c. Ide pokok suatu buku dapat dikenali dalam a. Menemukan Ide Pokok Wacana Memahami suatu teks berarti memahami ide pokok yang hendak disampaikan oleh penulis teks tersebut.Pada tahal ini Anda mencoba mengingat kembali dengan membaca ulang bacaan yang Anda baca. Kritis artinya menerima pemikiran yang ditulis dengan dasar yang baik. menjabarkan. ikhtisar bagian bab d. dibubuhi angka-angka e. benar. digarisbawahi c. logis. mengerti isi bacaan b. Akurat artinya mampu membedakan hal yang relevan dan tidak relevan. Untuk itu fokus pembacaan haruslah diletakkan pada usaha memahami ide pokok penulis. dan memberikan contoh yang mendukung ide pokok.b. kata simpulan IV. dan kritis. ditulis dengan kode huruf (a. menguji sumber penulisan . ungkapan penekanan b. Salahsatu cara mengenali detail penting adalah dengan mencari petunjuk-petunjuk yang digunakan oleh penulis untuk membantu pembaca. Untuk itu kita harus mengikuti jalan pikiran penulis dengan cepat. dicetak tebal d. antara lain dengan a. dan realistis. melainkan juga berpikir tentang masalah yang dibahas. kata tambahan e. akurat.d) Kata-kata kunci merupakan kata penuntun untuk membantu mengetahui jalan pikiran penulis. ide pokok paragraf Kadang-kadang orang terlalu membuang waktu untuk detail sebelum dia menemukan ide pokoknya. pembca tidak sekedar membaca. ikhtisar umum yang ada di awal buku b.

bagian yang telah diketahui dari buku lain b. paragraf. Perhatikan apa yang penting bagi Anda. masalah. bagian yang berisi informasi yang tidak memenuhi tujuan membaca c. . d. kaitkan apa yang dibaca dengan yang telah diketahui. untuk mengetahui organisasi penulisan. hadapi bahan dengan tujuan b. ada interaksi antara penulis dan pembaca. survei apa saja yang perlu diingat c. kita tidak boleh melupakan hal-hal yang penting yang diungkapkan oleh penulis. catatan berupa ringkasan V. Untuk penyegaran apa yang pernah dibaca. Memutuskan :menerima atau menolak ide penulis Untuk dapat melakukan evaluasi terhadap gagasan orang lain. bagian yang hanya merupakan contoh atau ilustrasi d. e. Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh agar kita dapat mengingat lebih lama ddan lebih baik. e. untuk mengetahui pendapat/opini orang c. Yang dimaksud skimming adalah mencari hal-hal penting dari bacaaan. yaitu a. Bagian-bagian yanag dapat dilompati antara lain a. informasi penting b.c. untuk mendapatkan bagian penting yang kita butuhkan d. dan cara berpikir penulis. catatan berupa koleksi fakta dan detail penting b. detail atau fakta yang kita perlukan d. asumsi penulis tentang segi tertentu c. bagian-bagian kunci :ide pokok. bagian yang merupakan ringkasan bab sebelumnya. pokok-pokok yang menarik tiga jenis catatan. SKIMMING DAN SCANNING Skimming adalah cara membaca yang hanya untuk mendapatkan ide pokok bacaan. yiatu a. Fungsi skimming adalah a. Agar tidak terlupakan perlu dibuat sejumlah catatan dari bacaan yang kita baca. kata kunci c. cai fakta dan dapatkan dalam hubungannya dengana konteks d. Pokok-pokok yang perlu dicatat antara lain a. ingatan sangat penting. urutan ide pokok. kita perlu mengingat-ingat secara lebih seksama apa saja yang dikemukakan oleh penulis. Dalam usaha menanggapi pendapata orang lain. untuk mengenali topik bacaan b. Untuk itu. catatan berupa kutipan kalimat. Scanning adalah cara membaca dengan cara melompat langsung ke sasaran yang dicari.

mencari nomor telepon b. membaca bukan hanya sebuah proses penjelajahan . di tengah membengkaknya jumlah penduduk muslim di negara yang berpenduduk sekitar dua ratus lima juta jiwa ini. Di samping urusan mentalitas. Hal mutlak yang harus dilakukan mahasiswa tak lain adalah dengan banyak membaca agar bisa sukses dalam menyelesaikan studinya. bukan sebuah kebetulan jika Tuhan meletakkan perintah membaca mendahului firmanfirmanNya yang lain. Padahal. mencari eintri pada indeks d. Sebab. Ini dipertegas dengan hasil penelitian yang dilakukan International Association for The Evolution of Education Achievement (IEA) tahun 1992. mencari kata pada kamus c. yang meletakkan Indonesia pada peringkat ke-28 dari 32 negara dalam hal kemampuan membaca usia anak didik. Bagi penulis. Islam sebagai ajaran yang kaffah terbukti meletakan urusan baca membaca menjadi prioritas. Sementara peringkat pertama justru diraih Finlandia diikuti Amerika dan beberapa negara di Eropa. Ironis memang. melihat daftar perjalanan PQRST Kegiatan membaca secara massal yang dilakukan 1. kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membudayakan gemar membaca di kalangan mahasiswa. salah satu permasalahan akut yang dihadapi bangsa ini adalah rendahnya minat baca masyarakat. harga buku yang melambung tinggi dituding sebagai salah satu pemicunya. mencari angka statistik e. Sebagaimana dituturkan Madiun Purdji. Tapi setidaknya. Sang Rektor. prestasi membaca anak bangsa justru berada pada urutan buncit. Scanning biasa digunakan untuk a. Sebab.Scanning adalah teknik membaca untuk mendapatkan suatu informasi tanpa membaca yang lain.140 mahasiswa baru IKIP PGRI Madiun seperti yang diberitakan oleh Jawa Pos (9/09/07) patut mendapatkan apresiasi dari banyak pihak. melihat acara siaran televisi f. Tugas Kemanusiaan Adalah menarik merenungkan kembali wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT pada Muhammad SAW beberapa abad silam. Bukankah ayat pertama yang diturunkan Tuhan kepada Muhammad SAW adalah perintah membaca sebagaimana termaktub dalam surat Al Alaq 1–5? Memang banyak faktor yang melatarbelakangi rendahnya minat baca masyarakat. apa yang dilakukan mahasiswa IKIP PGRI Madiun itu bisa dijadikan alat untuk menyegarkan kembali pemahaman semua pihak akan betapa pentingnya membaca. Mahasiswa sebagai agent of change dituntut cerdas dan visioner.

Jawaharlal Nehru. Tapi perintah itu sendiri tak disertai dengan maf’ul bihi (obyek yang harus dibaca). Sejarah telah membuktikan. Membaca bisa pula diartikan memahami setiap ‘fasilitas’ yang telah disediakan Tuhan berupa Qur’an. kehidupannya tak bisa dilepaskan dari keberadaan buku.F. kesadaran membaca. Bahkan pada skala yang jauh. yang bermuara pada maqam intelektualitas tak boleh dilepaskan dari kesadaran ketuhanan. Kesimpulannya jelas. Lebih dari itu. Buku tetaplah cahaya bagi para pengembara yang ingin menjelajahi gelapnya rimba pengetahuan. membaca dalam konteks ini bukan hanya asyik masyuk bercengkarama dengan ayat-ayat qauliyah. membaca adalah sikap manusia memperteguh hakekat kemanusiaan. manusia tak akan dapat hidup.intelektual yang muaranya pengetahuan. Buku adalah obat . Pertanyaan yang kemudian mengemuka. Sedalam apapun manusia mengarungi samudra intelektualitas. serta beberapa tokoh legendaris yang lain. Sebab. kehadiran buku sebagai salah satu obyek yang dibaca tetap tak bisa dikesampingkan begitu saja. alam semesta. ia tetap harus berada dalam perahu spiritualitas. Ketika manusia mengabaikan rumusan ini. manusia akan mengerti kedudukannya sebagai seorang makhluk: tentang dari mana dia berasal. Buku adalah makanan bagi jiwa dan pikiran. yang terjadi bukan hanya kekeringan rohaniah maupun kedahagaan spiritualitas. betapa tokoh-tokoh besar dunia sekaliber Gus Dur. Namun tak kalah pentingnya adalah mencerna setiap ayat kauniyah yang berkelibat dalam ruang kehidupan. Tepatlah jika Ali Syariati (1995) mengibaratkan buku sebagai makanan. Kennedy. Membaca Dengan Metode PQSRT Terlepas dari kondisi mengenaskan yang melingkupi keadaan sosial masyarakat (baca: rendahnya minat baca). membaca bisa dimaknai secara lebih luas dengan tak hanya melulu menjelajahi isi buku. Dengan membaca. Ia akan mengalami keterasingan sedemikian rupa dengan dirinya sendiri. obyek apakah yang harus dibaca? Haruskah sebuah buku? Ataukah kitab-kitab samawi yang diturunkan pada para rasul? Ataukah obyek-obyek yang lain? Al Alaq ayat pertama bisa dijadikan acuan. Ini menunjukkan. Inilah realitas abad ini yang telah menjangkiti kehidupan para pelakunya pada kurun waktu terakhir. serta akan dibawa ke mana hidupnya kelak ketika harus menghadap kembali kepada penciptaNya. prosesi Iqro’ tetap harus berada dalam koridor bismi rabbikalladzi khalaq. Tuhan memerintahkan membaca kepada Muhammad SAW (dan juga umat Islam secara mondial) dengan bahasanya: Iqra’. Dalam kerangka itu. J. Artinya. tanpa makanan. yang berpuncak pada spiritualitas. Membaca adalah aktifitas manusia meneliti setiap detak peristiwa yang berjalinkelindan dalam kehidupan untuk dipungut hikmahnya. untuk apa dia hidup. dan kehidupan manusia sendiri. juga terlepas dari kompleksitas bahan bacaan sebagaimana yang telah dituturkan. Soekarno. manusia akan tercerabut dari akar hidupnya.

Bagaimana menurut Anda? Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Baca Tujuan membaca seseorang akan menentukan kecepatan bacanya. pembaca harus menguji diri sendiri mengenai apa yang sudah dibaca. penyakit. yaitu melakukan pengamatan awal secara sekilas mengenai gambaran isi buku secara garis besar. dan kelemahan-kelemahan perasaan dan pikiran manusia. Berbicara tentang hubungan kecepatan membaca dengan tujuan yang dikehendaki dari kegiatan membacanya itu. Pertanyaan ini gunanya untuk membimbing seorang pembaca menemukan apa yang diperlukannya. niscaya kau akan menjadi seorang manusia. ketimbang menyaksikan acara bertema pantat dan 'buah simalakama' yang justru menghinadinakan nilai-nilai kemanusiaan? Sebuah tawaran yang layak dipertimbangkan: Hiasilah hari-harimu dengan membaca. dan buku dipalsukan. agar aktifitas membaca dapat memperoleh manfaat sebagaimana yang diharapkan? Dalam Buku Materi B. adalah berhenti sejenak untuk membuat ringkasan atau catatan penting mengenai apa yang dibacanya. Sungguh bijak dan tak ada salahnya jika metode tersebut diterapkan untuk merangsang minat serta gairah membaca. cukup mengertikah dengan bahasan yang telah diulas. Lantas. Pada tahap ini. PQRST memang bukanlah metode mutlak. Indonesia Kelas II MTs yang dikeluarkan oleh Bagian Proyek Peningkatan Kualitas Buku Pelajaran Kantor Wilayah Depag Jawa Timur (JP Press. salah satu metode membaca buku adalah dengan menggunakan metode PQRST. bagaimana kiat membaca buku yang efektif. Media Ilmu: 2004). informasi penting apa sajakah yang sudah diingat. maka akan timbul bahaya kerusakan peradaban yang sangat besar. R (read atau membaca). akan terjadilah apa yang dinamakan fleksibilitas kecepatan baca. barulah seseorang membaca secara teliti paragraf demi paragraf untuk kemudian masuk pada tahapan S (summarize atau meringkas). PQRST adalah metode membaca dengan menggunakan langkahlangkah sebagai berikut: P (preview atau membaca sekilas).untuk luka. Bukankah membaca lebih bermakna dilakukan daripada memelototkan mata pada acara televisi yang sesungguhnya memerosokkan manusia pada jurang kedangkalan kapitalisme maupun hedonisme? Bukankah lebih enjoy bermesraan dengan buku. Tahap terakhir adalah T (test atau menguji). Kemudian Q (question atau bertanya) adalah menyusun pertanyaan dalam hati mengenai isi buku. Yang dimaksud fleksibilitas kecepatan baca adalah kelenturan tempo baca pada saat membaca sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dari . dan lain sebagainya. Ia hanyalah salah satu cara untuk mengefektifkan aktifitas membaca. Setelah menyusun pertanyaan kunci. Lantas. Langkah ini dimaksudkan untuk mengetahui perlu tidaknya seseorang membaca atau membeli buku. Jika buku mengandung racun. Apa saja yang dibahas dalam setiap bab.

(f) kematangan emosi dan sosial. dan sikap dan minat) dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca pada tingkat lanjut. Sisanya. Alexander tampaknya memberikan rincian yang lebih detil mengenai hal ini. dan kematangan emosi dan sosial) merupakan bekal bagi pembaca pemula dalam belajar membaca. Keenam hal tersebut meliputi: (a) (a) fasilitas bahasa lisan. yakni sikap. c. Butir a. (d) inte legensi. minat. d. dan e (latar belakang pengalaman. Kemampuan-kemampuan dimaksud meliputi pengembangan konsep kosakata. yakni sebesar 65%. (e) sikap dan minat. pembaca dapat memperlambat tempo kecepatan bacanya. diskriminasi auditori dan visual. sementara yang paling besar urutannya terhadap kemampuan membaca adalah faktor intensitas membaca. pemahaman konsepDiposkan oleh IKIPPGRISEMARANG di 20. sebesar 10% merupakan urutan dari faktor lainlain. Burron dan Claybaugh (1977) mengajukan enam hal yang dipandang penting dalam mempertimbangkan reading readness. Namun. pemahaman makna kata. misalnya. tentu ia akan meningkatkan kecepatan bacanya. Kalau pembaca menginginkan informasi menyeluruh tentang kejadian hari ini dengan segera. (c) diskriminasi auditori dan diskriminasi visual. (b) latar belakang pengalaman. Hasil penelitian Yap (1978). Jika tujuan membacanya hanya sekedar ingin menikmati karya sastra secara santai. dan motivasi membaca termasuk di dalamnya latar belakang pengalaman membaca. sementara butir b. mengingat language development dirincinya lagi pada kemapuan-kemampuan yang lebih spesipik. intelegensi.51 . Pada tahap-tahap awal. menunjukkan bukti bahwa faktor intelegensi tidaklah terlalu berkontribusi terhadap kemampuan membaca seseorang.kegiatan membacanya tersebut. Faktor ini berkenaan dengan faktor sikap dan minat. dan f (fasilitas bahasa lisan. tingkat kecepatan baca erat kaitannya dengan faktor kesiapan membaca (reading readness). Faktor ini hanya berurun sekitar 25%. Heilman (1972) dan Alexander (1983) menyodorkan pandangan yang sama mengenai faktor-faktor reading readness. Dari ketiga faktor yang disebut terakhir yang dipandang sebagai faktor yang mempengaruhi kecepatan baca pada tingkat lanjut. memang ada hal penting yang perlu dicatat. kebiasaan. Pembaca akan berusaha menemukan ide-ide utama atau gagasan-gagasan penting saja dan menghiraukan hal-hal kecil atau rincian-rincian khusus dalam bacaannya tersebut.

0 komentar: Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langgan: Poskan Komentar (Atom) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful