Volume 1, Tahun 2011.

ISBN 978-602-19541-0-2

PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER
Oleh : Utari Sumarmo
Abstrak Pendidikan budaya dan karakter bangsa pada dasarnya adalah pengembangan nilai-nilai yang berasal dari pandangan hidup atau ideologi bangsa Indonesia, agama, budaya, dan nilai-nilai yang terumuskan dalam tujuan pendidikan nasional. Nilai-nilai dalam pendidikan budaya dan karakter meliputi: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Pada dasarnya pendidikan karakter tidak diajarkan secara tersendiri namun bersamaan waktu dengan pembelajaran tiap bidang studi termasuk matematika, melalui: pemahaman, pembiasaan, keteladanan dan contoh, serta pembelajaran yang berkelanjutan. Pembelajaran tidak dapat disederhanakan dalam bentuk resep, karena melibatkan beragam unsur antara lain: pengetahuan bidang studi dan dan pedagogi pembelajarannya, siswa dan karakteristiknya, dan diskursus atau lingkungan belajar. Melalui pendekatan pembelajaran apapun, perlu diupayakan agar siswa belajar secara aktif, mencapai belajar matematika secara bermakna serta memiliki karakter yang terpuji. Kata kunci: pendidikan karakter dan nilai, pemahaman, pembiasaan, keteladanan dan contoh, pembelajaran yang berkelanjutan, belajar aktif, belajar bermakna, tugas matematik, diskursus A. Pendidikan Budaya dan Karakter

Pendidikan adalah suatu proses enkulturasi, berfungsi mewariskan dan mengembangkan nilai-nilai budaya dan prestasi masa lalu menjadi nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang sesuai dengan kehidupan masa kini dan masa datang. Pendidikan juga merupakan usaha sadar suatu masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasinya untuk menghadapi tantangan demi keberlangsungan hidup di masa datang. Proses di atas merupakan proses penting dan berkelanjutan yang harus dilakukan dalam semua mata pelajaran. Beberapa alasan esensialnya Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dikembangkan pada siswa dikemukakan oleh Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Indonesia (ALPTKI) sebagai berikut (Ghozi, 2010): 1) Karakter sebagai perekat kultural yang memuat nilai-nilai: kerja leras, kejujuran, disiplin, etika, estetika, komitmen, rasa kebangsaan dll. 2) Pendidikan Karakter merupakan proses berkelanjutan 3) Pendidikan Karakter sebagai landasan legal formal untuk tujuan pendidikan dalam ketiga ranah 4) Proses pembelajaran sebagai wahana pengembangan karakter dan IPTEKS 5) Melibatkan beragam aspek pengembangan peserta didik 6) Sekolah sebagai lingkungan pembudayaan peserta didik Dalam konteks pembangunan nasional, pendidikan berfungsi: (1) pemersatu bangsa, (2) penyamaan kesempatan, dan (3) pengembangan potensi diri. Dalam UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II pasal 3 tercantum sebagai berikut: “ Pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Rumusan tujuan di atas merupakan rujukan utama untuk penyelenggaraan pembelajaran bidang studi apapun, yang selain memuat kemampuan kognitif yang disesuaikan dengan bidang studi juga menekankan pada pengembangan budaya, dan karakter bangsa. Adapun nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa meliputi: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, 22 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung

menyusun bukti. atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah. diagram. 2010. mandiri. sedang butir e) melukiskan ranah afektif yang harus dimiliki siswa yang belajar matematika. dan tanggung jawab (Ghozi. kesadaran. rasa ingin tahu. Butir-butir a) sampai dengan d) dalam rumusan tujuan pembelajaran matematika di atas menggambarkan kemampuan matematik dalam ranah kognitif. memberi alasan dan mengkomunikasikan gagasan. 2000) mengemukakan bahwa disposisi matematik menunjukkan: rasa percaya diri. demokratis. rasa ingin tahu. Dengan demikian pengembangan budaya dan karakter. gemar membaca. Pusat Kurikulum). b) menggunakan penalaran pada pola dan sifat. sikap rasa ingin tahu. pengembangan kemampuan dalam bidang studi dan nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa di atas merupakan suatu keniscayaan untuk dilaksanakan dalam pembelajaran setiap bidang studi demikian juga dalam pembelajaran matematika. serta kemampuan berbagi pendapat dengan orang lain. ISBN 978-602-19541-0-2 kreatif. menghargai prestasi. serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai. tabel. peduli sosial. dan sebagai bahasa. ekspektasi dan metakognisi. atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. memecahkan masalah. efisien. Standard 10 (NCTM. kegigihan dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah. Oleh karena itu. 5) cenderung memonitor dan menilai penalaran sendiri. menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes. dan tepat dalam pemecahan masalah. semangat kebangsaan. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung 23 . 3) tekun mengerjakan tugas matematik. melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi. Hampir serupa dengan pendapat Polking (1998). Pengertian disposisi matematik seperti di atas pada dasarnya sejalan dengan makna yang terkandung dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. kemampuan berpikir dan disposisi matematik pada dasarnya dapat ditumbuhkan pada siswa secara bersama-sama. kemampuan berpikir dan disposisi matematik yang terintegrasi dan dilaksanakan secara bersamaan. akurat. dedikasi dan kecenderungan yang kuat pada diri siswa untuk berpikir dan berbuat secara matematik dengan cara yang positif dan didasari dengan iman. dan dayatemu dalam melakukan tugas matematik. Dalam menghadapi era informasi dan suasana bersaing yang semakin ketat. Polking (1998) mengemukakan bahwa disposisi matematik meliputi sikap atau sifat: 1) rasa percaya diri dalam menerapkan matematika. Pengembangan kemampuan matematika dan nilai di atas termuat dalam rumusan tujuan pembelajaran matematika yaitu: a) memahami konsep matematika. cinta damai. bersahabat/komunikatif. 7) apresiasi terhadap peran matematika dalam kultur dan nilai. 2006). 6) mengaplikasikan matematika dalam bidang studi lain dan kehidupan sehari-hari. pembelajaran matematika perlu mengutamakan pengembangan nilai-nilai dalam pendidikan budaya dan karakter. matematika sebagai alat.Volume 1. c) memecahkan masalah. gairah dan perhatian serius dalam belajar matematika. taqwa. 2) lentur dalam menyelidiki gagasan matematik dan berusaha mencari beragam cara memecahkan masalah. dan minat dalam mempelajari matematika. rasa ingin tahu yang tinggi. peduli lingkungan. cinta tanah air. d) mengkomunikasikan gagasan dengan simbol. Dalam pembelajaran matematika pembinaan komponen ranah afektif akan membentuk disposisi matematik yaitu: keinginan. Tahun 2011. Pengutamaan tersebut menjadi semakin penting manakala dihubungkan dengan upaya menyiapkan lulusan yang kelak diharapkan dapat memenuhi tuntutan kemajuan IPTEKS dan suasana bersaing yang semakin ketat. Pengertian disposisi matematik di atas pada dasarnya sejalan dengan makna yang terkandung dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. perhatian. dan ahlak mulia. serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah (KTSP. 4) minat. dan e) memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan.

dan mendorong tercapainya belajar bermakna. a) Memilih tugas hendaknya memperhatikan: topik-topik matematika yang relevan. contoh dan lawan contoh. dan situasi belajar yang berlangsung. dan saling berkomunikasi. ISBN 978-602-19541-0-2 B. Pembelajaran Matematika Berbasis Pendidikan Karakter Pembelajaran matematika merupakan suatu kegiatan yang kompleks. cara siswa belajar. 24 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung . lembaga pendidikan dan masyarakat. Memilih tugas ditujukan untuk: mengembangkan pemahaman dan keterampilan matematik. cara berfikir dan disposisi matematik siswa melalui belajar individual atau kolaboratif Menganalisis partisipasi belajar siswa melalui: observasi terhadap apa yang telah dipelajari siswa. dan disposisi matematik. matematika dan karakteristiknya. pembelajaran melibatkan pengetahuan tentang: topik matematika yang akan diajarkan. dan keseimbangan antara tujuan dan pertimbangan. melibatkan berbagai unsur seperti guru. konjektur. Adalah rasional bahwa tak ada satu pembelajaran yang paling sesuai untuk mengembangkan semua kemampuan. menggambarkan matematika sebagai kegiatan manusia. b) c) d) e) Untuk mendukung berlangsungnya saran pembelajaran di atas. lingkungan kelas. mendorong berlangsungnya belajar bermakna. mendorong partisipasi siswa untuk menciptakan suasana kelas yang kondusif. Kedua. Oleh karena itulah pembelajaran tidak dapat disederhanakan menjadi suatu resep untuk membantu siswa belajar. Paling sedikit terdapat dua hal yang menjadi alasan bahwa pembelajaran tidak dapat dirumuskan dalam bentuk resep. Namun demikian. sebagai implikasi bahwa pembelajaran melibatkan berbagai domain. perlu adanya perubahan pandangan terhadap pembelajaran seperti tercantum pada Tabel 1. menyajikan informasi. dan memberi kesempatan siswa mengatasi kesulitan serta meyakinkan diri siswa. menjelaskan isu. proses. membuat koneksi. pemecahan masalah dan penalaran matematik. pemahaman. menghargai idea. mendorong untuk formulasi masalah. dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif.Volume 1. dalam pendekatan dan strategi pembelajaran apapun yang perlu mendapat perhatian adalah ketercapaian belajar bermakna pada siswa. minat. 1993) mengemukakan beberapa saran kepada guru untuk melaksanakan pembelajaran matematika secara bermakna antara lain: memilih tugas matematik yang tepat. cara menyajikan idea matematika secara tepat. merespon. Selain hal umum seperti di atas. mengajukan pertanyaan/masalah. NCTM (Webb dan Coxford. Menciptakan suasana belajar untuk mendorong pengembangan daya matematik siswa dengan cara: mengajukan pertanyaan dan menyusun konjektur. maka guru juga harus menetapkan: cara mengajukan dan merespons pertanyaan. menstimulasi tersusunnya hubungan matematik. dan pengalaman belajar siswa yang sebelumnya. Mengatur diskursus dengan cara: memperkenalkan notasi dan bahasa matematika yang tepat. mengatur diskursus (discourse). Eds. memajukan komunikasi matematik. mendorong tumbuhnya disposisi matematik. dan bertanya melalui berbagai cara untuk bernalar. idea dan masalah kontekstual yang sesuai. mendengarkan. Pertama. perbedaan siswa. menyelesaikan masalah. berapa lama diskusi perlu dilaksanakan. siswa. membuat model. Tahun 2011. jenis dan kedalaman tugas matematika. guru juga harus mempertimbangkan hal-hal khusus misalnya: karakteristik topik yang akan diajarkan dan pedagogi mengajarkannya.

Saran lain dikemukakan Meissner (2006) yaitu agar guru memperhatikan perkembangan individual dan sosial. 6. 2. Suasana kompetitif yang kurang sehat Memandang dan memperlakukan matematika sebagai "body of isolated concepts and procedures" 9. 2010). dan 9) Berikan kesempatan/peluang kepada siswa untuk berbuat sesuai dengan jalan pikirannya. 5. Pada dasarnya pemahaman terhadap nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter serupa dengan penanaman pemahaman terhadap kemampuan dan disposisi matematik. berpikir dari empat arah. prosedur penyelesaian dan perolehan informasi Menekankan pada menemukan 7. motivator. ajukan beragam idea. Menekankan pada mengingat 6. Sauri. Guru membimbing siswa berpikir logis Guru sebagai pendidik. 10. Kemudian. 10. Berman. cari kombinasi yang terbaik. 2) pembiasaan. penalaran dan proses menemukan idea matematika secara aktif Menekankan pada menyusun konjektur. Berikut ini disajikan ilustrasi keempat cara pengembangan karakter dalam pembelajaran matematika. Misalnya dalam belajar matematika siswa tidak hanya untuk memiliki kemampuan ranah kognitif yaitu berpikir matematik namun juga didukung dengan pemilikan disposisi matematik sedemikian sehingga siswa berkeinginan untuk melaksanakan tugas-tugas matematik Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung 25 . 3. and its application”. "Connecting mathematics. 8.Volume 1. 8) Bantu siswa menetapkan standar dan bekerja dalam pandangan positif untuk masa depan. menemukan. 3) contoh atau teladan. dan kebutuhan masingmasing Seleksi dan menyesuaikan kurikulum secara fleksibel. dan manajer belajar Menekankan pada pemahaman. 2001) menyarankan sembilan strategi pembelajaran untuk mengembangkan berpikir terbuka dan pemahaman yang kritis pada siswa. 2) Ikuti cara berpikir siswa. 7) Dorong siswa agar sensitif. 5) Belajarkan tentang keterkaitan. dan 4) pembelajaran bidang studi secara integral (Ghozi. fasilitator. Tahun 2011. 7. 4. 3) Dorong siswa berpikir secara kolaboratif. dan memecahkan masalah Kerjasama antar guru untuk memajukan program matematika Masyarakat belajar dengan kerjasama dan urunan tanggung jawab dan perhatian. 2010. 4. Dari pandangan Kelas sebagai kumpulan individu Melayani siswa secara serupa untuk keseluruhan Mengikuti kurikulum secara kaku Guru sebagai pemegang otoritas jawaban yang benar Guru sebagai instruktur No 1. harapan. 6) Anjurkan siswa berpikir dalam multi persepektif. its ideas. Ke arah pandangan Kelas sebagai masyarakat belajar. serta mendorong siswa mengajukan idea secara spontan. kekuatan. 1) Memberi pemahaman yang benar tentang pendidikan karakter. Berkenaan dengan pendidikan budaya dan karakter. 5. 4) Belajarkan cara bertanya dan bukan cara menjawab. 3. 1. pada dasarnya nilai-nilai tidak dapat diajarkan dalam satu bidang studi dan periode waktu tertentu. 2. Ed. Nicholl (2006) menyarankan beberapa langkah agar individu menjadi kreatif yaitu: kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. 9. tetapi dikembangkan secara aktif dan berkelanjutan dalam semua bidang studi melalui empat cara yaitu: 1) memberi pemahaman yang benar tentang pendidikan karakter. ISBN 978-602-19541-0-2 Tabel 1 Perubahan Pandangan dalam Pembelajaran No.. Melayani siswa sesuai dengan minat. dan sadari aksi yang berlangsung. jawaban secara mekanistik Kebiasaan guru bekerja sendiri 8. yaitu: 1) Ciptakan lingkungan yang aman. menyajikan masalah yang menantang atau masalah berkenaan dengan penalaran. (dalam Costa.

2. ulangan/ ujian dan penulisan karya ilmiah dengan mengikuti aturan/ prinsip/teorema matematik yang berlaku. melalui pembiasaan dan teladan. guru berbaha-sa santun. disposisi matematik serta nilai-nilai dilaksanakan secara integral. dalam mengerjakan dan menilai tugas. dan dorong siswa sensitif menerima (toleran terhadap) perbedaan kemampuan. mandiri dan rasa ingin tahu maka guru harus memberi teladan bersikap yang sama. mengucap salam. 3) Contoh atau teladan. mandiri dan rasa ingin tahu dibangun melalui pembiasaan pemberian tugas matematik yang menantang sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangan intelektual siswa. kerja keras/ulet. kreatif. Andaikan diharapkan siswa bersikap jujur. karakteristik disposisi matematik serta beberapa saran untuk pembelajaran matematika dapat dirangkumkan kesetaraan nilai-nilai tersebut dan contoh ilustrasi pembelajaran yang relevan seperti tercantum pada Tabel 2. 26 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung . dan berkelanjutan sesuai dengan falsafah belajar sepanjang hayat. isi Tujuan Pendidikan Nasional dan Tujuan Pembelajaran Matematika.Volume 1. Selain itu. menghargai agama dan hari besar agama masing-masing Melalui pembiasaan dan teladan. kritis. Misalnya. kegiatan yang tercantum dalam ilustrasi pembelajaran tadi perlu dilaksanakan secara integral. Jujur Disiplin Toleransi Berahlak mulia. kerja keras/ulet. Tujuan Pembelajaran dan Disposisi Matematik Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa No 1. Kesetaraan Nilai-nilai dalam Pendidikan Karakter. ISBN 978-602-19541-0-2 2) Pembiasaan. mengawali dan mengakhiri kegiatan dengan doa. dan pendapat siswa. saling berkaitan. 3. dan dalam menyusun karya ilmiah. Pembiasaan diposisi matematik seperti halnya dengan pembiasaan karakter dan nilai hendaknya dilakukan secara berkelanjutan melalui pembiasaan selama pembelajaran. Perlu diperhatikan bahwa ilustrasi pembelajaran yang tercantum pada kolom terakhir pada Tabel 2 di bawah ini diawali dengan pemberian pemahaman kepada siswa terhadap pentingnya pendidikan karakter dan pemilikan kemampuan dan disposisi matematik. sifat. Misalnya pembiasaan bersikap jujur. 4. dan tidak terpisah-pisah sehingga pengembangan ranah yang satu mendukung pengembangan nilai-nilai dan ranah lainnya. Tabel 2. 3) Guru kreatif menerapkan berbagai pendekatan pembelajaran yang relevan disertai dengan tugas matematik yang kritis dan kreatif dan tidak melaksanakan pembelajaran dan memberikan tugas yang rutin dari tahun ke tahun 4) Pembelajaran matematika secara integral. tidak parsial. Dalam pembelajaran topik-topik matematika pengembangan kemampuan. Memperhatikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter. Misalnya: 1) Guru adil dan jujur dalam menilai hasil belajar siswa. kreatif. jujur dan disiplin Ilustrasi suasana pembelajaran matematika berbasis karakter dan memperhatikan berbagai saran Dengan memandang kelas sebagai masyarakat belajar. Tujuan Pendidikan Nasional. Dengan demikian diharapkan pembelajaran akan menghasilkan siswa dengan kemampun dan disposisi matematik yang tinggi serta memiliki karakter yang terpuji. Tahun 2011. disiplin. guru bersikap jujur dan disiplin dalam melaksanakan pembelajaran. disiplin. Nilai dan karakter tidak diajarkan namun dikembangkan melalui teladan perilaku guru. 2) Guru memberi pelayanan kepada siswa sesuai dengan kebutuhannya. guru menciptakan diskursus dan suasana religius selama pembelajaran. kritis. dan Disposisi Matematik dan Ilustrasi Suasana Pembelajarannya N Pendidikan karakter Religius Nilai-nilai dalam Tujuan Pendidikan Nasional.

membantu siswa menetapkan standar dan bekerja dalam pandangan positif untuk masa depan Melalui pembiasaan dan teladan. Rasa ingin tahu Menunjukkan sikap rasa ingin tahu. dan berpikir secara akurat. fasilitator. bergairah. 6. 10. dan tepat. menyajikan informasi. berkebiasaan memonitor dan menilai penalaran sendiri. dan manajer belajar. perhatian. menyajikan masalah yang menantang yang berkenaan dengan pemahaman. kritis. Mandiri Sikap rasa percaya diri dan mandiri dan cenderung memonitor dan menilai penalaran sendiri 9. Kerja keras Nilai-nilai dalam Tujuan Pendidikan Nasional. memberi tugas latihan kepada siswa dengan memanfaatkan beragam sumber Melalui pembiasaan dan teladan guru menunjukkan perhatian. menjelaskan isu. memberi peluang siswa berbuat sesuai dengan jalan pikirannya. matematika sebagai alat dan bahasa.Volume 1. dan kegunaan matematika dalam kehidupan Bekerja dengan cakap. Melalui pembiasaan dan teladan. Kreatif Sikap lentur. membelajarkan siswa cara bertanya dan bukan cara menjawab. Tahun 2011. dan minat dalam melaksanakan pembelajaran dan belajar matematika dengan memanfaatkan beragam sumber. guru menghargai pendapat. dan tepat Ilustrasi suasana pembelajaran matematika berbasis karakter dan memperhatikan berbagai saran Melalui pembiasaan dan teladan. Bersahabat/ komunikatif Berbagi pendapat. akurat. Tujuan Pembelajaran dan Disposisi Matematik Mengapresiasi peran matematika dalam kultur dan nilai. memberi tugas latihan kepada siswa dengan memanfaatkan beragam sumber Melalui pembiasaan dan teladan. dan berpikir multi persepektif Melalui pembiasaan dan teladan. mengikuti cara berpikir siswa. guru menunjukkan sikap rasa ingin tahu. berpikir logis. motivator. luwes. guru menerapkan matematika dalam bidang studi lain atau kehidupan sehari-hari. guru berbahasa santun dan berkomunikasi secara jelas dan tepat. dan sebagai bahasa dalam kehidupan Sebagai pendidik. penalaran. 8. dalam belajar matematika. melalui bahasa matematik yang tepat. menemukan idea. dan berinovasi. berkayal. 7. Melalui pembiasaan dan teladan. keindahan. 12. Gemar membaca Menunjukkan sikap senang. mengkaitkan konsep matematika sesuai dengan konteks yang relevan. dan minat belajar matematika 11. keterkaitan antar konsep. membuat model. hasil karya orang lain. berusaha mencari beragam cara memecahkan masalah. dalam melaksanakan pembelajaran dan menyelesaikan tugas matematik. Peduli lingkungan Menerapkan matematika dalam bidang studi lain dan kehidupan sehari-hari Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung 27 . memperkenalkan notasi dan bahasa matematika dengan tepat. mendorong pengembangan daya matematik berpikir secara kolaboratif. efisien. menseleksi topik-topik matematika dalam kurikulum secara fleksibel. guru bekerja dengan cakap (cerdas). efisien. guru melaksanakan pembelajaran dan menyelesaikan tugas matematik secara kreatif dan lentur menyelidiki gagasan matematik. membimbing siswa belajar aktif. peran dan manfaat matematika sebagai alat. berfikir dan berkomunikasi secara jelas dan tepat. menjalin kerjasama antar guru untuk memajukan program matematika. menyusun konjektur. dan kreatif misalnya: mencipta. guru bersikap percaya diri dan mandiri dalam melaksanakan pembelajaran dan menye-lesaikan tugas matematik. melalui pembiasaan dan teladan. ISBN 978-602-19541-0-2 No N Pendidikan karakter Menghargai prestasi 5.

memberi kesempatan yg sama kepada siswa untuk merespons dan bertanya selama pembelajaran dan belajar kooperatif dalam kelompok kecil. 2) Pembelajaran berbasis masalah. Rohaeti. 2005. 2001. 2002. Yaniawati. Sumarni. melayani siswa sesuai dengan minat. 16. dan kebutuhan masing-masing. Cinta tanah air Cinta damai Semangat Kebangsaan Menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sugandi. kontekstual dan investigasi untuk siswa SMP (Mahmudi.2005. Wardani. ISBN 978-602-19541-0-2 No Pendidikan karakter 13. Dalam strategi ini siswa belajar menelaah bahan ajar yang didiskusikan dalam kelompok kecil. pendekatan metakognitif untuk siswa SMA (Muin. eksplorasi. 2008). 2006. Sugandi. 2009. 2010). pendekatan Model – Eliciting Activities (Permana. kekuatan. 2005. Ilustrasi suasana pembelajaran matematika berbasis karakter dan memperhatikan berbagai saran Melalui pembiasaan dan teladan. Dalam pendekatan ini kepada peserta didik diajukan sejumlah pertanyaan yang bukan sekadar hafalan namun yang mendorong peserta didik memberikan jawaban disertai dengan alasannya. Pomalato. Pada dasarnya. Rohendi. Tujuan Pembelajaran Matematika dan Disposisi Matematik Menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Nindiasari. 2005. mengembangkan nilai-nilai dalam pendidikan karakter serta beragam kemampuan dan disposisi matematik siswa. 2005). 28 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung . 2002). 2009). 15. 2010. 2010. 2008. 2003). penemuan. Yonandi. 2009). 2005. 2001. Syaban. Bahan ajar dalam pembelajaran ini dikemas dengan memanfaatkan fasilitas ICT dan menggunakan bahasa pemograman tertentu atau disajikan dalam website yang dapat diakses peserta didik di kelas atau di laboratorium komputer. 2009) dan untuk siswa SMA (Ratnaningsih dan Herman. Pendekatan pembelajaran di atas hampir serupa dengan pendekatan pada Butir 1) yang diawali dengan penyajian masalah kontekstual yang tertutup dan yang open-ended. Mudzakir.Volume 1. pendekatan Analitik Sintetik pada siswa SMA (Mulyana. 1) Gabungan pembelajaran tak langsung dan langsung untuk siswa SMP (Suryadi. 5) Pembelajaran dengan memanfaatkan ICT untuk siswa SMA (Kariadinata. membangun masyarakat belajar dengan kerjasama dan urunan tanggung jawab dan perhatian. Dalam pendekatan ini konsep/prinsip/teori disajikan dalam bentuk yang belum jadi. guru bersikap demokratis dan bertanggung jawab. Namun. untuk melaksanakan pembelajaran matematika berbasis pendidikan karakter dapat dipilih beragam pendekatan pembelajaran yang inovatif berpandangan pada falsafah konstruktivisma yang mengutamakan siswa belajar aktif dan bermakna. Tahun 2011. 2004. Wardani. kemudian masing-masing membuat laporan berdasarkan hasil diskusi dan atau merevisi laporan awalnya. harapan. melalui kasus atau masalah kontekstual yang kemudian secara bertahap siswa dibimbing menemukan konsep/prinsip/teori secara bermakna yang dilanjutkan dengan pemecahan masalah yang lebih kompleks. Demokrasi Nilai-nilai dalam Tujuan Pendidikan Nasional. 3) Pendekatan IMPROVE untuk siswa SMP (Rohaeti. 2004). Rohayati. Beberapa pendekatan pembelajaran matematika inovatif yang telah dilaksanakan dan memberikan hasil kemampuan dan disposisi matematik siswa yang lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar melalui pembelajaran konvensional di antaranya adalah sebagai berikut. Melalui pembiasaan dan teladan guru menciptakan lingkungan belajar yang aman. komponen penting yang harus diperhatikan guru dalam merancang pembelajaran adalah penyusunan bahan ajar dan pemilihan tugas latihan yang tepat. 4) Berbagai strategi belajar kooperatif untuk siswa SMP dan SMA (Kariadinata. 2005. berpartisipasi dalam berbagai kegiatan matematika dan lainnya tingkat nasional dan internasional dengan membawa nama baik bangsa dan negara 14. 2005) dan untuk siswa SMA (Maya.

Nyatakan arti konsep tersebut dengan kata-katamu sendiri. 2x = 3y + 5 D. 2x + 3y = 10 Berikan penjelasan tentang keserupaan konsep dalam soal di atas. B A D C a. Butir soal mengukur kemampuan pemahaman matematik siswa SMA (Permana. 4. 6. b. Di sebuah blok yaitu blok melati terdapat beberapa rumah bernomor terdiri dari tiga angka yang berbeda dan nilainya lebih besar dari 640 tetapi lebih kecil dari 860 serta hanya mengandung angka 2. 2009) Budi dan Adi berjalan dari rumahnya ke sekolah. Ilustrasikan permasalahan tersebut ke dalam bentuk bagan ! b. Contoh 1. (Syaban. 1987) Perhatikan gambar kubus di bawah ini! H E F G D C A B Serupa dengan Kedudukan garis BE dengan garis GH pada kubus ABCD. Contoh 2. Pukul berapa Adi dan Budi tiba di sekolah? Jelaskan jawabanmu. BD = CD dan panjang sisi AB adalah a unit. Adi berangkat pukul 6 lebih a menit dan tiba di sekolah pukul 7 kurang b menit Budi berangkat pukul 6 lebih b menit dan tiba di sekolah pukul 7 kurang a menit. Perhatikan gambar di bawah ini Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung 29 . Butir tes mengukur kemampuan penalaran generalisasi untuk siswa SMA. Perjalanan Adi dan Budi dari rumah ke sekolah berturut-turut selama 25 menit dan 15 menit. a. Tulis model matematika masalah tersebut dan selesaikanlah. 7. Dari gambar tersebut. buatlah model matematika kemudian selesaikanlah model yang kamu buat untuk menentukan banyak rumah yang ada di blok melati ! Contoh 3. ISBN 978-602-19541-0-2 Berikut ini disajikan beberapa contoh tugas latihan dalam kemampuan matematik tingkat tinggi (tidak rutin). Kedudukan antara garis yang mempunyai persamaan 2x – 3y = 5 dengan garis yang mempunyai persamaan A. Tulis semua konsep matematika yang digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. 3x .Volume 1.EFGH di atas. c. bersifat menantang dan mendorong tumbuhnya disposisi matematik dan pengembangan nilai-nilai dalam pendidikan karakter. Butir tes komunikasi matematik (Yonandi.2y = -5 B. 2010) Sebuah kompleks perumahan mempunyai beberapa blok. Tahun 2011. 5. 3. 2008). Contoh 4: Butir tes mengukur kemampuan penalaran analogi matematik siswa SMA (modifikasi dari Sumarmo. Contoh 5. 2010) Pak Aman memiliki kebun sperti pada gambar di bawah ini. 3y = 2x + 10 C. Ukuran sudut BDA adalah θ. Nyatakan panjang BC dalam a and θ. Butir tes pemecahan masalah matematik siswa SMP (Mahmudi. 8 dan 9.

ISBN 978-602-19541-0-2 B1 B2 B3 B4 B5 30 0 C1 A1 A2 A3 A4 A5 Dari gambar di atas diketahui panjang A1 B1 = 10 cm. 9. Susun beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan grafik g dan grafik y = mx +n dan kemudian selesaikanlah. Benarkah pernyataan di atas? Berikan penjelasan disertai dengan ilustrasi/contoh yang relevan. Sifat apa yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan tersebut? Berikan penjelasan. 8. (2006) . T. 7. 7.) (2001). Makalah disampaikan pada Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Dasar Guru Bahasa Perancis Tanggal 24 Okober s. Nilai ulangan matematika siswa kelas I sebagai berikut: 5. 8 i) Sajikan data tersebut dalam model matematika yang mudah dipahami. Tahun 2011. 6. (2006). dan Komunikasi Matematik Siswa SLTP melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Herman..d 6 November 2010 Hendriana. Berman. 6. 8. 7. Disertasi pada Sekolah Pasca Sarjana UPI : tidak diterbitkan. 8. 7. Komunikasi Matematik dan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Menengah Pertama. 7. 7.4 sin 2x  lim  lim   x 0 x 0 3x 3 0 sin 2x sin 2x 2 2 2  lim x 1 x  x  0 3x 2x 3 3 3 Cara kedua: lim x 0 Analisislah tiap langkah kedua penyelesaian di atas! Kemudian tetapkan pada langkah mana terjadi kesalahan pada masing-masing cara penyelesaian di atas.Volume 1. 4. 4. dan sertakan alasan mengapa anda pilih model tersebut. 7. Developing Minds. 6. tidak dipublikasi. maka absis titik ekstrim g dua kali absis titik ekstrim fungsi f. ii) Perkirakan apakah kelas tersebut memperoleh nilai yang baik? Jelaskan alasanmu DAFTAR PUSTAKA Badan Standar Nasional Pendidikan. S. 8. 5. 9. 8. 30 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung . Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa dan Implementasinya dalam Pembelajaran. 6. Pengembangan Kemampuan Pemecahan Masalah. Virginia USA Ghozi. 4. Contoh 7: Butir tes mengukur kemampuan berfikir kritis matematik Perhatikan penyelesaian di bawah ini Cara pertama: lim x 0 sin 2x 2 cos 2x . 7. 8. 6. (untuk siswa SMA) Jika fungsi g dua kali fungsi f. 5. 7. Assosiation for Supervision and Curriculum Development. A. (2010). H. Costa.. Sertakan teorema atau aturan yang mendasari tiap langkah penyelesaian tersebut Contoh 8. Contoh 6: Butir tes mengukur kemampuan berfikir kritis matematik. L. A Resource Book for Teaching Thinking. Butir tes mengukur kemampuan berfikir kreatif matematik siswa SMA a) b) Diberikan fungsi g dengan persamaan g(x) = ax2 + bx + c dan garis y = mx +n.. Pembelajaran dengan Pendekatan Methaporical Thinking untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematik. Tentukan jumlah panjang garis A1B1 + A2B2 + A3B3 + A4B4 + A5B5 + . 3 rd Edidition. Penalaran. Jakarta: BNSP. Disertasi pada Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. (Ed. 8. 6. (2001) “Thinking in context: Teaching for Open-mindeness and Critical Understanding” dalam A. Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). (2009).

Transaction of Mathematical Education for College and university Vol. Koneksi dan Komunikasi Matematis Serta Kemandirian Belajar Matematika Siswa SMP Melalui Reciprocal Teaching. tidak dipublikasikan Pomalato. Division for College and University Ratnaningsih. Y. Mulyana. Pengaruh Pembelajaran Kontekstual terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik Siswa Sekolah Menengah Atas. and Herman. N (2007). (2003).9 No. Disertasi pada Sekolah pascasarjana UPI. (2005). N. (2006): “Developing the Mathematical Reasoning of High School Students through Problem Based Learning”. (2005). Disertasi pada Sekolah pascasarjana UPI. H. INC. tidak dipublikasi. Tesis pada PPs UPI. Kemampuan Pemahaman dan Komunikasi serta Disposisi Matematik: Eksperimen terhadap Siswa SMA melalui Model – Eliciting Activities Disertasi pada Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. NCTM. Rohaeti E. Penerapan Model Treffingger dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Kreatif dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas II SMP. Tidak diterbitkan Ratnaningsih. A. E. Tidak diterbitkan . T. Pembelajaran Metakognitif untuk Meningkatkan Pemahaman dan Penalaran Matematik Siswa SMU Ditinjau dari Tahap Perkembangan Kognitif Siswa. S. tidak dipublikasi. E. Tahun 2011. (2004). Qohar. (1998). tidak dipublikasi. Tidak diterbitkan Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung 31 . Reston. Permana.2 Japan Society of Mathematics Education. Tesis pada Sekolah Pasca Sarjana UPI : tidak diterbitkan. Rohayati . (2005). tidak dipublikasi. (2010). Principles and Standards for School Mathematics. Mengembangkan Kemampuan Matematik Tingkat Tinggi Siswa SMA melalui Pembelajaran Langsung dan Tak Langsung.ams. Reston. tidak dipublikasikan. R.org/government/argrpt4. Disertasi pada Sekolah Pasca Sarjana UPI: tidak diterbitkan. dan Disposisi Matematis. Pembelajaran dengan Pendekatan Eksplorasi untuk Mengembangkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Kreatif Matematik Siswa Sekolah Menengah Pertama.Volume 1. tidak dipublikasi.E. tidak dipublikasi. Disertasi pada Sekolah pascasarjana UPI. tidak dipublikasi. Rochaeti. Kariadianata. Pembelajaran Matematika dengan Menggunakan Metode IMPROVE untuk Meningkatkan Pemahaman dan Kemampuan Komunikasi Matematik siswa SLTP. Pengembangan berfikir matematik tingkat tinggi siswa SMU melalui pembelajaran dengan multimedia Disertasi pada PPs UPI.W. Curriculum and Evaluation Standards for School Mathematics. R. (2008). Mengembangkan Kemampuan Pemahaman. A. Muin. Pembelajaran Analitik Sintetik untuk Meningkatkan Kemampuan berpikir Kritis dan Kreatif Matematik Siswa SMA. A. (2001) Peningkatan Pemahaman dan Kemampuan Analogi Matematika Siswa SMU melalui Pembelajaran Kooperatif Tesis pada PPs UPI. serta Persepsi terhadap Kreativitas. Tesis pada Pascasarjana UPI. Mahmudi. Polking J. Disertasi pada Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Maya. NCTM [National Council of Teachers of Mathematics] (2000).(2010). Tesis pada Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Matematika melalui pembelajaran dengan pendekatan Kontekstual. A. R (2006). ISBN 978-602-19541-0-2 Kardianata. Tesis pada SPs UPI.Virginia: NCTM Nindiasari. Response To NCTM's Round 4 Questions [Online] In http://www. (2005). H. Meningkatkan Kemampuan Berfikir matematik Tingkat tinggi Siswa SMA melalui Pendekatan Metakognitif . Pengaruh Pembelajaran dengan Strategi MHM Berbasis Masalah terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif.html. Disertasi pada Sekolah Pasca Sarjana UPI: tidak diterbitkan. Kemampuan Pemecahan Masalah. T. Tesis pada Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Virginia: NCTM. Mudzakir.(2008). (2010). (2005). (1989). Meningkatkan Kemampuan Representasi Multipel Matematik Siswa SMP melalui Strategi Think-talk-write.

Disertasi pada Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. tidak dipublikasikan 32 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung . D. dan Pemecahan Masalah Matematik: Eksperimen terhadap Siswa SMA melalui E-Learning. (2008). No. (2010). (1987). (2009). Tahun 2011. tidak dipublikasi. U. tidak dipublikasikan. Yaniawati. (2001) Pembelajaran dengan Pendekatan Open-Ended dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematika Siswa SMA. Sumarni. Disertasi pada PPs UPI. Sauri. (2006) Pengembangan Daya Matematik mahasiswa calon guru melalui E-Learning. D. tidak dipublikasi. Jurnal Pendidikan Karakter. Kemampuan Pemahaman dan Penalaran Matematika Siswa SMA Dikaitkan dengan Kemampuan Penalaran Logik Siswa dan Komponen Proses Belajar Mengajar. tidak dipublikasikan. tidak dipublikasikan Suryadi. Disertasi pada PPs UPI. ISBN 978-602-19541-0-2 Rohendi. I. P. Vol.2. Disertasi pada Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. (2010). Syaban. Tesis pada PPs UPI. Disertasi pada Sekolah pascasarjana UPI. S. Sugandi. tidak dipublikasikan. Dipublikasikan pada Jurnal Pendidikan di Jepang (2011) Yaniawati.I. S. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Pemecahan Masalah Matematik melalui Pembelajaran Kontekstual Berbantuan Komputer pada Siswa Sekolah Menengah Atas. Wardani. Disertasi pada PPs UPI. M. tidak dipublikasikan Yonandi (2010).2. Mengembangkan Kemampuan Berfikir Tingkat Tinggi Siswa SMA melalui Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Setting Belajar Koopertaif JIGSAW. Mengembangkan Kemampuan Berfikir Matematik Tingkat Tinggi Siswa SMP melalui Pembelajaran Langsung dan Tak Langsung. A. P. (2009) Meningkatkan kemampuan berfikir kreatif dan disposisi matematik siswa SMA melalui pembelajaran dengan pendekatan model Sylver. Tidak diterbitkan Sumarmo. A. Membangun Karakter Bangsa melalui Pembinaan Profesionalisme Guru Berbasis Pendidikan Nilai. (2006). (2002) Pembelajaran Pemecahan Masalah Matematka melalui Model Kooeratif Tipe Jigsaw Tesis pada PPs UPI. S. Tesis pada Pascasarjana UPI. Sugandi. (2001) Pembelajaran Pemecahan Masalah Matematika melalui Model Belajar Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada Siswa Sekolah Menengah Umum Tesis pada PPs UPI. tidak dipublikasi. Disertasi pada PPs UPI.Volume 1. Wardani. Menumbuhkan daya dan disposisi siswa SMA melalui pembelajaran investigasi. Disertasi pada Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. tidak dipublikasi. (2005) Penggunaan variasi pendekatan pembelajaran langsung dan tak langsung dalam rangka meningkatkan kemampuan berfikir matematik tingkat tinggi siswa SLTP. Koneksi. E. Kemampuan Pemahaman.

ISBN 978-602-19541-0-2 Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung 33 .Volume 1. Tahun 2011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful