P. 1
Panduan Bud Dan Karakter Bangsa

Panduan Bud Dan Karakter Bangsa

|Views: 15|Likes:
Publicado porDoni Aris Wibowo
karakter
karakter

More info:

Published by: Doni Aris Wibowo on Sep 09, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2014

pdf

text

original

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA PEDOMAN SEKOLAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PUSAT KURIKULUM
JAKARTA, 2010

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa C. Landasan Pedagogis Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa D. Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa E. Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa F. Nilai-Nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa BAB II : PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI INTEGRASI MATA PELAJARAN, PENGEMBANGAN DIRI, DAN BUDAYA SEKOLAH A. Prinsip dan Pendekatan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa B. Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa C. Pengembangan Proses Pembelajaran D. Penilaian Hasil Belajar E. Indikator Sekolah dan Kelas BAB III : PETA NILAI DAN INDIKATOR A. Nilai, Jenjang Kelas, dan Indikator B. Peta Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Berdasarkan Mata Pelajaran C. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Nilai, dan Indikator Mata Pelajaran BAB IV : INTEGRASI NILAI-NILAI BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA KE DALAM DOKUMEN KTSP 86 11 i 52 45 32 15 20 23 24 11 5 7 7 8 1 2 i iii

PENUTUP

7

KATA PENGANTAR Program Kerja 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II menargetkan berbagai penyempurnaan program pendidikan antara lain pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dan Metode Belajar Aktif. Kebijakan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dicanangkan berdasarkan masukan dari masyarakat, pengembangan telah dilakukan bersama oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) dan beberapa Unit Utama di lingkungan Kemendiknas serta kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat. Upaya yang telah dilakukan masyarakat dan lembaga terkait berupa pemikiran tentang pendidikan nilai, moral, dan karakter bangsa telah ii

Perubahan yang diperlukan tidak mengubah kurikulum yang berlaku tetapi menghendaki sikap baru dan keterampilan baru dari para guru. Materi belajar ranah pengetahuan/kognitif dapat dijadikan pokok bahasan sedangkan materi nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa tidak dapat dijadikan pokok bahasan karena mengandung resiko akan menjadi materi yang bersifat kognitif. Balitbang menyusun naskah Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. dan mau menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai dasar bagi tindakan dalam perilaku iii . antara keduanya terdapat perbedaan yang mendasar dalam perencanaan pada dokumen kurikulum (KTSP). antara proses belajar di kelas dengan kegiatan kurikuler di sekolah dan di luar sekolah. dalam pengembangan materi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa sikap menyukai. kebijakan pemerintah merupakan bukan saja dukungan tetapi juga unsur yang berperan aktif dalam pengembangan budaya dan karakter bangsa. kepala sekolah dan konselor sekolah. maupun upaya langsung dalam melaksanakan pendidikan nilai. Berdasarkan kajian terhadap masukan dari masyarakat baik melalui media massa. silabus. materi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa bersifat ’developmental’. Oleh karena itu. ingin memiliki. dan karakter. sebagaimana halnya suatu ’performance content’ suatu kompetensi. moral. budaya. seminar. berkelanjutan. RPP. Oleh karena itu. Berbeda dari materi ajar yang bersifat ’mastery’. Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa diarahkan pada upaya mengembangkan nilai-nilai yang mendasari suatu kebajikan sehingga menjadi suatu kepribadian diri warga negara. dan sistemik. Perbedaan hakekat kedua kelompok materi tersebut menghendaki perbedaan perlakukan dalam proses pendidikan. Meskipun demikian.dikembangkan dan dilaksanakan dalam skala yang ’manageable’ sesuai dengan kemampuan lembaga terkait dan dukungan kebijakan pemerintah. Pada saat sekarang. Sikap dan keterampilan baru tersebut merupakan persyaratan yang harus dipenuhi (conditio sine qua non) untuk keberhasilan implementasi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Disamping persamaan dalam kelompok. Materi pendidikan yang bersifat ’developmental’ menghendaki proses pendidikan yang cukup panjang dan bersifat saling menguat (reinforce) antara kegiatan belajar dengan kegiatan belajar lainnya. materi belajar ranah pengetahuan (cognitive) yang dalam satu kelompok ’developmental’ dengan nilai. Karakter bangsa Indonesia adalah karakter yang dimiliki warga negara bangsa Indonesia berdasarkan tindakan-tindakan yang dinilai sebagai suatu kebajikan berdasarkan nilai yang berlaku di masyarakat dan bangsa Indonesia. Pikiran tentang Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa yang tercantum dalam naskah yang ada di hadapan para pendidik dan peminat pendidikan ini merupakan pikiran yang bersifat praktis dan dapat dilaksanakan dalam suasana pendidikan yang ada di sekolah pada saat sekarang. Karakter sebagai suatu ’moral excellence’ atau akhlak dibangun di atas berbagai kebajikan (virtues) yang pada gilirannya hanya memiliki makna ketika dilandasi atas nilai-nilai yang berlaku dalam budaya (bangsa). kajian literatur. dan proses belajar. sarasehan. pelaksanaan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa memerlukan berbagai perubahan dalam pelaksanaan proses pendidikan yang terjadi di sekolah pada saat sekarang. Perubahan sikap dan penguasaan keterampilan yang dipersyaratkan tersebut hanya dapat dikembangkan melalui pendidikan dalam jabatan yang terfokus.

Jakarta. Selain sebagai pedoman untuk pelaksanaan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. kemampuan maupun tenaga sehingga pikiran-pikiran awal menjadi suatu konsep nyata dalam bentuk naskah ini. konselor sekolah. konselor sekolah.kehidupan peserta didik sehari-hari merupakan persyaratan awal yang mutlak untuk keberhasilan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. dan pihak lain yang terkait. menjadikan nilai sebagai miliknya dan menjadikan nilai-nilai yang sudah dipelajarinya sebagai dasar dalam setiap tindakan) maka posisi peserta didik sebagai subyek yang aktif dalam belajar adalah prinsip utama belajar aktif. H. Kepada guru. Dr. Mansyur Ramly iv . Oleh karena itu. keduanya saling memerlukan. Proses pembelajaran Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa dilaksanakan melalui proses belajar aktif. naskah ini dilengkapi juga dengan indikator sekolah dan indikator kelas yang dianggap kondusif dalam penerapan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Januari 2010 Kepala Balitbang Prof. Sesuai dengan prinsip pengembangan nilai harus dilakukan secara aktif oleh peserta didik (dirinya subyek yang akan menerima. kepala sekolah. Selain itu. dan pengawas dapat menggunakan indikator tersebut sebagai pedoman dalam mengembangkan dan menilai budaya sekolah yang kondusif untuk Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. kepala sekolah. pengawas. Semoga naskah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh guru. tidak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi baik berupa pikiran.

.

dan di berbagai kesempatan. Berbagai alternatif penyelesaian diajukan seperti peraturan. nasional. paling tidak mengurangi. Persoalan yang muncul di masyarakat seperti korupsi. dan para pengamat pendidikan. kehidupn politik yang tidak produktif. Selain di media massa. para ahli. perkelahian massa. tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak. kejahatan seksual. dan pengamat sosial berbicara mengenai persoalan budaya dan karakter bangsa di berbagai forum seminar. para pemerhati pendidikan dan anggota masyarakat lainnya di berbagai media massa. peningkatan upaya pelaksanaan dan penerapan hukum yang lebih kuat. pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi muda bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi penyebab berbagai masalah budaya dan karakter bangsa. Sebagai alternatif yang bersifat preventif. dan gelar wicara di media elektronik. seminar. tetapi memiliki daya tahan dan dampak yang kuat di masyarakat. Alternatif lain yang banyak dikemukakan untuk mengatasi. sudah seharusnya kurikulum. Latar Belakang Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat. maupun internasional.BAB I PENDAHULUAN A. wawancara. Sorotan itu mengenai berbagai aspek kehidupan. masalah budaya dan karakter bangsa yang dibicarakan itu adalah pendidikan. undang-undang. dan sebagainya menjadi topik pembahasan hangat di media massa. memberikan perhatian yang lebih besar pada pendidikan budaya dan karakter bangsa dibandingkan kurikulum masa sebelumnya. kehidupan ekonomi yang konsumtif. kekerasan. Kurikulum adalah jantungnya pendidikan (curriculum is the heart of education). saat ini. baik pada tingkat lokal. dialog. perusakan. dan sarasehan yang diadakan oleh 1 . Oleh karena itu. Memang diakui bahwa hasil dari pendidikan akan terlihat dampaknya dalam waktu yang tidak segera. Pendapat yang dikemukakan para pemuka masyarakat. para pemuka masyarakat. seminar. ahli pendidikan. Pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif karena pendidikan membangun generasi baru bangsa yang lebih baik.

Pedoman sekolah ini adalah rancangan operasionalisasi kebijakan pemerintah dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. Keinginan masyarakat dan kepedulian pemerintah mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa. Apalagi jika dikaji. adalah sebagai kualitas manusia Indonesia yang dirumuskan dalam Tujuan Pendidikan Nasional. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berbagai upaya pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa telah dilakukan di berbagai direktorat dan bagian di berbagai lembaga pemerintah. secara imperatif. terutama di berbagai unit Kementrian Pendidikan Nasional. Kepedulian masyarakat mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa telah pula menjadi kepedulian pemerintah. Pasal 3 UU Sisdiknas menyebutkan.Kementerian Pendidikan Nasional pada awal tahun 2010 menggambarkan adanya kebutuhan masyarakat yang kuat akan pendidikan budaya dan karakter bangsa. mandiri. bahwa kebutuhan itu. rumusan tujuan pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Oleh karena itu. berilmu. kreatif. B. cakap. 2 . paling tidak untuk masa 5 (lima) tahun mendatang. Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. Upaya pengembangan itu berkenaan dengan berbagai jenjang dan jalur pendidikan walaupun sifatnya belum menyeluruh. sehat. akhirnya berakumulasi pada kebijakan pemerintah mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa dan menjadi salah satu program unggulan pemerintah. Tujuan pendidikan nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. berakhlak mulia. “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

nilai. nilai. dan norma. nilai. Ketika kehidupan manusia terus berkembang. dan mata pelajaran lain. akan tetapi juga dalam interaksi dengan sesama manusia dan alam kehidupan. dan keyakinan yang diwariskan masyarakatnya dan mengembangkan warisan tersebut ke arah yang sesuai untuk kehidupan masa kini dan masa mendatang. seperti jujur. nilai. tetap memiliki kebebasan sepenuhnya membahas dan berargumentasi mengenai istilah-istilah tersebut secara akademik. karakter bangsa. Sistem berpikir. dan sebagainya. dan pendidikan. sistem ekonomi. yang istilah-istilah itu menjadi pokok bahasan dalam mata pelajaran terkait. moral. moral. dan bertindak. seni. Guru-guru Antropologi. norma. Interaksi seseorang dengan orang lain menumbuhkan karakter masyarakat dan karakter bangsa. norma dan keyakinan itu digunakan dalam kehidupan manusia dan menghasilkan sistem sosial. pengembangan karakter bangsa hanya dapat dilakukan melalui pengembangan karakter individu seseorang. teknologi. manusia diatur oleh sistem berpikir. Budaya diartikan sebagai keseluruhan sistem berpikir. karena manusia hidup 3 . moral. serta seni. norma. Sistem berpikir. dan keyakinan itu adalah hasil dari interaksi manusia dengan sesamanya dan lingkungan alamnya. Kebajikan terdiri atas sejumlah nilai. Pengertian yang dikemukakan di sini dikemukakan secara teknis dan digunakan dalam mengembangkan pedoman ini. Oleh karena itu. akhlak. moral. norma. dan keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat. sistem kepercayaan. dapat dipercaya. berpikir. teknologi. Pendidikan merupakan upaya terencana dalam mengembangkan potensi peserta didik. maka yang berkembang sesungguhnya adalah sistem sosial. berani bertindak. ilmu. sehingga mereka memiliki sistem berpikir. norma. dan hormat kepada orang lain. sistem ekonomi. Akan tetapi. bersikap. moral. dan keyakinan yang telah dihasilkannya. atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan sebagai landasan untuk cara pandang. moral. nilai. nilai. sistem kepercayaan. Manusia sebagai makhluk sosial menjadi penghasil sistem berpikir.Untuk mendapatkan wawasan mengenai arti pendidikan budaya dan karakter bangsa perlu dikemukakan pengertian istilah budaya. sistem pengetahuan. Karakter adalah watak. moral. dan keyakinan. tabiat. Pendidikan Kewarganegaraan.

Artinya. Atas dasar pemikiran itu.dalam ligkungan sosial dan budaya tertentu. secara aktif peserta didik mengembangkan potensi dirinya. melakukan proses internalisasi. Dengan kata lain. pengembangan pendidikan budaya dan karakter sangat strategis bagi keberlangsungan dan keunggulan bangsa di masa mendatang. dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat. melalui semua mata pelajaran. Oleh karena itu. jadi pendidikan budaya dan karakter bangsa haruslah berdasarkan nilai-nilai Pancasila. oleh karenanya harus dilakukan secara bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah. pengembangan budaya dan karakter bangsa hanya dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan sosial. dan budaya bangsa. otak. Sesuai dengan sifat suatu nilai. dan metode belajar serta pembelajaran yang efektif. mendidik budaya dan karakter bangsa adalah mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada diri peserta didik melalui pendidikan hati. serta mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat.budaya masyarakat. Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa. 4 . pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang. mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera. dan fisik. Pengembangan itu harus dilakukan melalui perencanaan yang baik. maka pengembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan sosial dan budaya yang berangkutan. Keberlangsungan itu ditandai oleh pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah. pendekatan yang sesuai. Lingkungan sosial dan budaya bangsa adalah Pancasila. pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah. Pendidikan adalah juga suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan.

Pendidikan yang tidak dilandasi oleh prinsip itu akan menyebabkan peserta didik tercerabut dari akar budayanya. dimulai dari budaya di lingkungan terdekat (kampung. cara berpikir. aturan dasar yang mengatur pendidikan nasional (UUD 1945 dan UU Sisdiknas) sudah memberikan landasan 5 . Budaya. yang lebih mengkhawatirkan adalah dia menjadi orang yang tidak menyukai budayanya. peserta didik akan menjadi warga negara Indonesia yang memiliki wawasan.C. desa) berkembang ke lingkungan yang lebih luas yaitu budaya nasional bangsa dan budaya universal yang dianut oleh ummat manusia. Usaha sadar itu tidak boleh dilepaskan dari lingkungan peserta didik berada. Landasan Pedagogis Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pendidikan adalah suatu upaya sadar untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Selain menjadi orang asing. dan cara menyelesaikan masalah sesuai dengan norma dan nilai ciri ke-Indonesiaannya. Hal ini sesuai dengan fungsi utama pendidikan yang diamanatkan dalam UU Sisdiknas. cara bertindak. RW. Dengan demikian. semakin kuat pula kecenderungan untuk tumbuh dan berkembang menjadi warga negara yang baik. Pada titik kulminasinya. Apabila peserta didik menjadi asing dari budaya terdekat maka dia tidak mengenal dengan baik budaya bangsa dan dia tidak mengenal dirinya sebagai anggota budaya bangsa. yang menyebabkan peserta didik tumbuh dan berkembang. Kecenderungan itu terjadi karena dia tidak memiliki norma dan nilai budaya nasionalnya yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan pertimbangan (valueing). Dalam situasi demikian. Oleh karena itu. RT. Ketika hal ini terjadi. terutama dari lingkungan budayanya. norma dan nilai budaya secara kolektif pada tingkat makro akan menjadi norma dan nilai budaya bangsa. Semakin kuat seseorang memiliki dasar pertimbangan. karena peserta didik hidup tak terpishkan dalam lingkungannya dan bertindak sesuai dengan kaidahkaidah budayanya. dia sangat rentan terhadap pengaruh budaya luar dan bahkan cenderung untuk menerima budaya luar tanpa proses pertimbangan (valueing). “mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa”. maka mereka tidak akan mengenal budayanya dengan baik sehingga ia menjadi orang “asing” dalam lingkungan budayanya.

pemerintahan. pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan inti dari suatu proses pendidikan. Selain mewariskan. bangsa. pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan prestasi masa lalu itu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan kehidupan masa kini dan masa yang akan datang. IPA. pendidikan harus membangun pula kesadaran. Pendidikan adalah suatu proses enkulturasi. IPS. Kesadaran tersebut hanya dapat terbangun dengan baik melalui sejarah yang memberikan pencerahan dan penjelasan mengenai siapa diri bangsanya di masa lalu yang menghasilkan dirinya dan bangsanya di masa kini. masyarakat. Nilai-nilai dan prestasi itu merupakan kebanggaan bangsa dan menjadikan bangsa itu dikenal oleh bangsa-bangsa lain. sistem sosial yang berlaku dan sedang berkembang (sosiologi). dan seni. bahasa Indonesia. dilakukan melalui berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum (kewarganegaraan. agama. pengetahuan. berfungsi mewariskan nilai-nilai dan prestasi masa lalu ke generasi mendatang. dan nilai berkenaan dengan lingkungan tempat diri dan bangsanya hidup (geografi). wawasan. nilai yang hidup di masyarakat (antropologi). Oleh karena itu. matematika. serta ketrampilan). Dengan terobosan kurikulum yang demikian. sistem ketatanegaraan. ilmu. teknologi. Artinya. antropologi. Dalam mengembangkan pendidikan karakter bangsa.yang kokoh untuk mengembangkan keseluruhan potensi diri seseorang sebagai anggota masyarakat dan bangsa. dan bahkan umat manusia. kehidupan perekonomian. kesadaran akan siapa dirinya dan bangsanya adalah bagian yang teramat penting. sosiologi. seni. serta mengembangkan prestasi baru yang menjadi karakter baru bangsa. bahasa Indonesia dengan cara berpikirnya. Selain itu. ekonomi. perlu ada upaya terobosan kurikulum berupa pengembangan nilai-nilai yang menjadi dasar bagi pendidikan budaya dan karakter bangsa. dan politik (ketatanegaraan/politik/ kewarganegaraan). 6 . Proses pengembangan nilai-nilai yang menjadi landasan dari karakter itu menghendaki suatu proses yang berkelanjutan. nilai dan karakter yang dikembangkan pada diri peserta didik akan sangat kokoh dan memiliki dampak nyata dalam kehidupan diri. geografi. sejarah. pendidikan jasmani dan olahraga.

4. 2. D. perbaikan: memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk bertanggung jawab dalam pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat. E. 3.Pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pendidikan nilai-nilai atau kebajikan yang menjadi nilai dasar budaya dan karakter bangsa. dan nilai-nilai yang terumuskan dalam tujuan pendidikan nasional. penyaring: untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang bermartabat. budaya. dan 5. mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri. Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah: 1. berwawasan kebangsaan. dan 3. menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. jujur. pengembangan: pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi pribadi berperilaku baik. mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius. Oleh karena itu pendidikan budaya dan karakter bangsa pada dasarnya adalah pengembangan nilai-nilai yang berasal dari pandangan hidup atau ideologi bangsa Indonesia. Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Fungsi pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah: 1. Kebajikan yang menjadi atribut suatu karakter pada dasarnya adalah nilai. ini bagi peserta didik yang telah memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan budaya dan karakter bangsa. 7 . kreatif. 2. agama. mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman. penuh kreativitas dan persahabatan. serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity).

Oleh karena itu. kemasyarakatan. kehidupan kenegaraan pun didasari pada nilai-nilai yang berasal dari agama. Posisi budaya yang demikian penting dalam kehidupan masyarakat mengharuskan budaya menjadi sumber nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. yaitu warga negara yang memiliki kemampuan. hukum. 4. Tujuan pendidikan nasional memuat berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara Indonesia. kemauan. Tujuan Pendidikan Nasional: sebagai rumusan kualitas yang harus dimiliki setiap warga negara Indonesia. nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur kehidupan politik. Budaya: sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui masyarakat itu. Artinya. dikembangkan oleh berbagai satuan pendidikan di berbagai jenjang dan jalur. maka nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari agama. ekonomi. 1.F. Pancasila terdapat pada Pembukaan UUD 1945 dan dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945. masyarakat. Oleh karena itu. Nilai-nilai budaya itu dijadikan dasar dalam pemberian makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antaranggota masyarakat itu. Pancasila: negara kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas prinsipprinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila. Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik. Secara politis. 2. 3. dan seni. tujuan pendidikan nasional adalah sumber yang 8 . Agama: masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. kehidupan individu. Atas dasar pertimbangan itu. Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa diidentifikasi dari sumber-sumber berikut ini. budaya. dan bangsa selalu didasari pada ajaran agama dan kepercayaannya. dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara.

Baris berbaris (nilai disiplin) Berdasarkan keempat sumber nilai itu.paling operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Gambar 1. teridentifikasi sejumlah nilai untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa sebagai berikut ini. 9 .

Cinta Tanah Air 12. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Toleransi 4. perkataan. Kreatif 7. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara. serta menyelesaikan tugas dengan sebaikbaiknya. bersikap. Nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Budaya dan Kaarakter Bangsa NILAI 1.Tabel 1. dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. Religius DESKRIPSI Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. suku. Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Menghargai Prestasi 13. Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. sosial. bersikap. Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. dan mengakui. dan bekerja sama dengan orang lain. bertindak. Bersahabat/ Komuniktif 14. Jujur 3. kepedulian. Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. dan didengar. Semangat Kebangsaan 11. dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. tindakan. lingkungan fisik. etnis. Cinta Damai 15. Kerja Keras 6. Cara berpikir. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. Rasa Ingin Tahu 10. Mandiri 8. dilihat. dan politik bangsa. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. ekonomi. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. Demokratis 9. Gemar Membaca 16. Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas. budaya. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah 2. Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya. pendapat. bergaul. Cara berfikir. Peduli Lingkungan 10 . Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Cara berfikir. Disiplin 5. dan pekerjaan. sikap. Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. serta menghormati keberhasilan orang lain. Sikap.

Silabus dan Rencana Program Pembelajaran (RPP) yang sudah ada. bersikap. DAN BUDAYA SEKOLAH A. Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa mengusahakan agar peserta didik mengenal dan menerima nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai milik mereka dan bertanggung jawab atas keputusan yang diambilnya melalui tahapan mengenal pilihan.NILAI DESKRIPSI kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya. pengembangan budaya dan karakter bangsa tidak dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran. menilai pilihan. masyarakat. 17. Ketiga proses ini dimaksudkan untuk 11 . dan berbuat. dan budaya sekolah. dan selanjutnya menjadikan suatu nilai sesuai dengan keyakinan diri. PENGEMBANGAN DIRI. menentukan pendirian. Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Tanggung-jawab BAB II PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA MELALUI INTEGRASI MATA PELAJARAN. Prinsip dan Pendekatan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pada prinsipnya. Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. yang seharusnya dia lakukan. peserta didik belajar melalui proses berpikir. negara dan Tuhan Yang Maha Esa. pengembangan diri. Peduli Sosial 18. Oleh karena itu. dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. terhadap diri sendiri. guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dengan prinsip ini. lingkungan (alam. sosial dan budaya).

mensyaratkan bahwa proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui setiap mata pelajaran. Sejatinya. 2. Berkelanjutan. proses tersebut dimulai dari kelas 1 SD atau tahun pertama dan berlangsung paling tidak sampai kelas 9 atau kelas akhir SMP. 12 . Gambar 1 berikut ini memperlihatkan pengembangan nilai-nilai melalui jalur-jalur itu: MATA PELAJARAN NILAI PENGEMBANGAN DIRI BUDAYA SEKOLAH Gambar 2. 1. Melalui semua mata pelajaran. Pengembangan Nilai-nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pengembangan nilai budaya dan karakter bangsa melalui berbagai mata pelajaran yang telah ditetapkan dalam Standar Isi (SI). mengandung makna bahwa proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa merupakan sebuah proses panjang. Pendidikan budaya dan karakter bangsa di SMA adalah kelanjutan dari proses yang telah terjadi selama 9 tahun. pengembangan diri. dimulai dari awal peserta didik masuk sampai selesai dari suatu satuan pendidikan. dan dalam setiap kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. Berikut prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.mengembangkan kemampuan peserta didik dalam melakukan kegiatan sosial dan mendorong peserta didik untuk melihat diri sendiri sebagai makhluk sosial. dan budaya sekolah. digambarkan sebagai berikut ini.

pendidikan jasmani dan kesehatan. nilainilai itu tidak dijadikan pokok bahasan yang dikemukakan seperti halnya ketika mengajarkan suatu konsep. IPA. prosedur. ataupun fakta seperti dalam mata pelajaran agama. Pengembangan Nilai Budaya dan Karakter Bangsa melalui Setiap Mata Pelajaran 3. tidak diajarkan sebagai materi atau pokok bahasan dalam mata pelajaran. Gambar 4. PKn. mengandung makna bahwa materi nilai budaya dan karakter bangsa bukanlah bahan ajar biasa. matematika. seni. IPS.MP 1 MP 2 MP 3 NILAI MP 4 MP 5 MP6 MP .n Gambar 3. Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan. Warung Kejujuran Nilai kejujuran dikembangkan dengan praktik langsung melalui warung kejujuran. Pembeli membayar sesuai dengan harga yang ditentukan. artinya. dan ketrampilan. 13 . teori. bahasa Indonesia.

dan psikomotor. Juga. atau nilai. merekonstruksi data. 4. Diawali dengan perkenalan terhadap pengertian nilai yang dikembangkan maka guru menuntun peserta didik agar secara aktif. mencari sumber informasi. guru tidak perlu mengubah pokok bahasan yang sudah ada. Konsekuensi dari prinsip ini. tetapi menggunakan materi pokok bahasan itu untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. nilai-nilai budaya dan karakter bangsa tidak ditanyakan dalam ulangan ataupun ujian. guru tidak harus mengembangkan proses belajar khusus untuk mengembangkan nilai. Suatu hal yang selalu harus diingat bahwa satu aktivitas belajar dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif. Guru menerapkan prinsip ”tut wuri handayani” dalam setiap perilaku yang ditunjukkan peserta didik. 14 . dan mengumpulkan informasi dari sumber. Proses pendidikan dilakukan peserta didik secara aktif dan menyenangkan. fakta. menyajikan hasil rekonstruksi atau proses pengembangan nilai. Walaupun demikian. Oleh karena itu. prinsip ini menyatakan bahwa proses pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh peserta didik bukan oleh guru. Prinsip ini juga menyatakan bahwa proses pendidikan dilakukan dalam suasana belajar yang menimbulkan rasa senang dan tidak indoktrinatif. dan tugas-tugas di luar sekolah. Mereka tidak boleh berada dalam posisi tidak tahu dan tidak paham makna nilai itu. tapi guru merencanakan kegiatan belajar yang menyebabkan peserta didik aktif merumuskan pertanyaan.Materi pelajaran biasa digunakan sebagai bahan atau media untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Hal ini dilakukan tanpa guru mengatakan kepada peserta didik bahwa mereka harus aktif. sekolah. mengolah informasi yang sudah dimiliki. peserta didik perlu mengetahui pengertian dari suatu nilai yang sedang mereka tumbuhkan pada diri mereka. menumbuhkan nilai-nilai budaya dan karakter pada diri mereka melalui berbagai kegiatan belajar yang terjadi di kelas. afektif.

tenaga kependidikan (konselor) secara bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidik dan diterapkan ke dalam kurikulum melalui hal-hal berikut ini. berdoa waktu mulai dan selesai pelajaran. rambut. tenaga kependidikan. a. Kegiatan rutin sekolah Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus menerus dan konsisten setiap saat. telinga. mengucap salam bila bertemu guru. Pembelajaran Aktif B. Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh kepala sekolah. beribadah bersama atau shalat bersama setiap dhuhur (bagi yang beragama Islam). Program Pengembangan Diri Dalam program pengembngan diri.Gambar 5. Contoh kegiatan ini adalah upacara pada hari besar kenegaraan. pemeriksaan kebersihan badan (kuku. perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pengintegrasian ke dalam kegiatan sehari-hari sekolah yaitu melalui hal-hal berikut. atau teman. 1. dan lain-lain) setiap hari Senin. 15 . guru.

Upacara Bendera b. misalnya: memperoleh nilai tinggi. Membersihkan Kelas Gambar 7. Kegiatan spontan berlaku untuk perilaku dan sikap peserta didik yang tidak baik dan yang baik sehingga perlu dipuji. memperoleh prestasi dalam olah raga atau kesenian. berani menentang atau mengkoreksi perilaku teman yang tidak terpuji. mencuri. Kegiatan ini dilakukan biasanya pada saat guru dan tenaga kependidikan yang lain mengetahui adanya perbuatan yang kurang baik dari peserta didik yang harus dikoreksi pada saat itu juga. Contoh kegiatan itu: membuang sampah tidak pada tempatnya. berpakaian tidak senonoh. berlaku tidak sopan. 16 . menolong orang lain. Kegiatan spontan Kegiatan spontan yaitu kegiatan yang dilakukan secara spontan pada saat itu juga. berkelahi. berteriak-teriak sehingga mengganggu pihak lain. memalak.Gambar 6. Apabila guru mengetahui adanya perilaku dan sikap yang kurang baik maka pada saat itu juga guru harus melakukan koreksi sehingga peserta didik tidak akan melakukan tindakan yang tidak baik itu.

perhatian terhadap peserta didik. Jika guru dan tenaga kependidikan yang lain menghendaki agar peserta didik berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa maka guru dan tenaga kependidikan yang lain adalah orang yang pertama dan utama memberikan contoh berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai itu. Misalnya. jujur. menjaga kebersihan. kasih sayang. Nilai cinta damai c. Keteladanan Keteladanan adalah perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan yang lain dalam memberikan contoh terhadap tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan menjadi panutan bagi peserta didik untuk mencontohnya. 17 . datang tepat pada waktunya.Gambar 8. berpakaian rapi. bertutur kata sopan. bekerja keras.

Misalnya. sekolah terlihat rapi dan alat belajar ditempatkan teratur. 18 . bak sampah ada di berbagai tempat dan selalu dibersihkan. toilet yang selalu bersih. Menolong teman yang terluka (nilai kasih sayang) d. Pengkondisian Untuk mendukung keterlaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa maka sekolah harus dikondisikan sebagai pendukung kegiatan itu. Sekolah harus mencerminkan kehidupan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang diinginkan.Gambar 9.

c. b. Pengintegrasian dalam mata pelajaran Pengembangan nilai-nilai pendidikan budaya dan karakater bangsa diintegrasikan dalam setiap pokok bahasan dari setiap mata pelajaran. Pengkondisian suasana sekolah yang bersih didukung oleh fasilitas yang memadai. menggunakan tabel 1 yang memperlihatkan keterkaitan antara SK dan KD dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai yang akan dikembangkan. 19 . Pengembangan nilai-nilai itu dalam silabus ditempuh melalui cara-cara berikut ini: a. mencantumkankan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam tabel 1 itu ke dalam silabus. Nilainilai tersebut dicantumkan dalam silabus dan RPP.Gambar 10. 2. mengkaji Standar Komptensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada Standar Isi (SI) untuk menentukan apakah nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang tercantum itu sudah tercakup di dalamnya.

memberikan bantuan kepada peserta didik. keramahan. mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera dalam silabus ke dalam RPP. kegiatan kurikuler. Interaksi internal kelompok dan antarkelompok terikat oleh berbagai aturan. dan f. Gambar 11. harapan. konselor dengan sesamanya. norma. guru dengan guru. moral serta etika bersama yang berlaku di suatu sekolah. umumnya mencakup ritual. Budaya Sekolah Budaya sekolah cakupannya sangat luas. kebijakan maupun interaksi sosial antarkomponen di sekolah. proses mengambil keputusan. keteladanan. Guru mengintegrasikan nilai dalam mata pelajaran 3. pegawai administrasi dengan sesamanya. e. baik yang mengalami kesulitan untuk menginternalisasi nilai maupun untuk menunjukkannya dalam perilaku. mengembangkan proses pembelajaran peserta didik secara aktif yang memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan internalisasi nilai dan menunjukkannya dalam perilaku yang sesuai. 20 . kegiatan ekstrakurikuler. Kepemimpinan. toleransi. hubungan. dan antaranggota kelompok masyarakat sekolah.d. Budaya sekolah adalah suasana kehidupan sekolah tempat peserta didik berinteraksi dengan sesamanya. demografi.

dan kreatif memerlukan upaya pengkondisian 21 . rasa kebangsaan. Meskipun demikian. jujur. tidak selalu diperlukan kegiatan belajar khusus untuk mengembangkan nilai-nilai pada pendidikan budaya dan karakter bangsa. toleransi. Pengembangan Proses Pembelajaran Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan pendekatan proses belajar peserta didik secara aktif dan berpusat pada anak. tanggung jawab merupakan nilai-nilai yang dikembangkan dalam budaya sekolah. kepedulian sosial. dan gemar membaca dapat melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru. dan psikomotor. 1. Oleh karena itu. rasa ingin tahu. sekolah.kerja keras. disiplin. untuk pengembangan nilai-nilai tertentu seperti kerja keras. semangat kebangsaan. dan masyarakat. Budaya bersih C. peduli lingkungan. Gambar 12. Setiap kegiatan belajar mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif. konselor. melalui proses belajar setiap mata pelajaran atau kegiatan yang dirancang sedemikian rupa. kepedulian lingkungan. disiplin. Untuk pegembangan beberapa nilai lain seperti peduli sosial. dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas. tenaga administrasi ketika berkomunikasi dengan peserta didik dan menggunakan fasilitas sekolah. afektif. cinta tanah air. Kelas. mandiri. guru. dan Pengembangan nilai-nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam budaya sekolah mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepala sekolah.

direncanakan sejak awal tahun pelajaran. melakukan wawancara kepada tokoh yang berkaitan dengan budaya dan karakter bangsa. dimasukkan ke Kalender Akademik dan yang dilakukan sehari-hari sebagai bagian dari budaya sekolah. atau berceramah yang berhubungan dengan budaya dan karakter bangsa. lomba mengarang lagu. melalui berbagai kegiatan sekolah yang diikuti seluruh peserta didik. dan tenaga administrasi di sekolah itu. mengundang berbagai narasumber untuk berdiskusi. Gemar membaca 2. gelar wicara. pameran hasil karya peserta didik bertema budaya dan karakter bangsa. pagelaran seni. Contoh kegiatan yang dapat dimasukkan ke dalam program sekolah adalah lomba vocal group antarkelas tentang lagu-lagu bertema cinta tanah air. 22 .sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai itu. lomba olah raga antarkelas. lomba pidato bertema budaya dan karakter bangsa. pameran foto hasil karya peserta didik bertema budaya dan karakter bangsa. lomba membuat tulisan. lomba kesenian antarkelas. Sekolah. pagelaran bertema budaya dan karakter bangsa. guru. Gambar 13. kepala sekolah.

Misalnya. Kesetiakawanan sosial D. Penilaian Hasil Belajar 23 . melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan lain yang diikuti oleh seluruh atau sebagian peserta didik. memperbaiki atau membersihkan tempat-tempat umum. melakukan pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial (membantu mereka yang tertimpa musibah banjir. Luar sekolah.Gambar 14. Pagelaran seni 3. kunjungan ke tempat-tempat yang menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. dirancang sekolah sejak awal tahun pelajaran. dan dimasukkan ke dalam Kalender Akademik. menumbuhkan semangat kebangsaan. Gambar 15. membantu membersihkan atau mengatur barang di tempat ibadah tertentu).

Selain itu. Mungkin saja peserta didik menyatakan perasaannya itu secara lisan tetapi dapat juga dilakukan secara tertulis atau bahkan dengan bahasa tubuh. Gambar 16. guru dapat pula memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya. Perasaan yang dinyatakan itu mungkin saja memiliki gradasi dari perasaan yang tidak berbeda dengan perasaan umum teman sekelasnya sampai bahkan kepada yang bertentangan dengan perasaan umum teman sekelasnya. peserta didik dimintakan menyatakan sikapnya terhadap upaya menolong pemalas.Penilaian pencapaian pendidikan nilai budaya dan karakter didasarkan pada indikator. dipelajari. Melakukan observasi 24 . diamati. indikator untuk nilai jujur di suatu semester dirumuskan dengan “mengatakan dengan sesungguhnya perasaan dirinya mengenai apa yang dilihat. atau hal-hal lain yang bersifat bukan kontroversial sampai kepada hal yang dapat mengundang konflik pada dirinya. Penilaian dilakukan secara terus menerus. memberikan bantuan terhadap orang kikir. Sebagai contoh. Model anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya perilaku yang berkenaan dengan nilai yang dikembangkan) selalu dapat digunakan guru. setiap saat guru berada di kelas atau di sekolah. Sebagai contoh. atau dirasakan” maka guru mengamati (melalui berbagai cara) apakah yang dikatakan seorang peserta didik itu jujur mewakili perasaan dirinya.

Kesimpulan atau pertimbangan itu dapat dinyatakan dalam pernyataan kualitatif sebagai berikut ini. Artinya. Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter bangsa bersifat progresif. Indikator ini berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan sekolah sehari-hari (rutin). guru. indikator untuk sekolah dan kelas. guru dapat memberikan kesimpulan atau pertimbangan tentang pencapaian suatu indikator atau bahkan suatu nilai. Indikator Sekolah dan Kelas Ada 2 (dua) jenis indikator yang dikembangkan dalam pedoman ini. melaksanakan. catatan anekdotal. dan bahkan dalam jenjang kelas yang sama. E. dan personalia sekolah dalam merencanakan. Guru memiliki kebebasan 25 . Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu. 10-12). laporan. dan mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter bangsa. tanya jawab dengan peserta didik. perilaku tersebut berkembang semakin kompleks antara satu jenjang kelas ke jenjang kelas di atasnya ( 1-3.Dari hasil pengamatan. jawaban yang diberikan peserta didik terhadap tugas dan pertanyaan guru. 4-6. MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten). indikator untuk mata pelajaran. Kedua. serta tulisan peserta didik dalam laporan dan pekerjaan rumah. 7-9. dan sebagainya. Indikator dirumuskan dalam bentuk perilaku peserta didik di kelas dan sekolah yang dapat diamati melalui pengamatan guru ketika seorang peserta didik melakukan suatu tindakan di sekolah. BT : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). Pertama. Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah. tugas. MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten). MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten).

membagi buku. membagi pensil.”membagi makanan kepada teman” sebagai indikator kepedulian sosial pada jenjang kelas 1 – 3. 26 . Indikator berfungsi bagi guru sebagai kriteria untuk memberikan pertimbangan tentang perilaku untuk nilai tertentu telah menjadi perilaku yang dimiliki peserta didik. maka ditetapkan indikator sekolah dan kelas antara lain seperti berikut ini. dan sebagainya. Guru dapat mengembangkannya menjadi “membagi makanan”.dalam menentukan berapa lama suatu perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang lebih kompleks. Misalkan. Untuk mengetahui bahwa suatu sekolah itu telah melaksanakan pembelajaran yang mengembangkan budaya dan karakter bangsa.

pendapat. ras. Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. 3.  Memberikan perlakuan yang sama terhadap stakeholder tanpa membedakan suku. agama. dan status 2. suku. Sikap dan perilaku yang patuh  Merayakan hari-hari besar dalam melaksanakan ajaran agama keagamaan.  Menyediakan kotak saran dan pengaduan. dan pekerjaan. status sosial. semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah. Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan.  Bekerja dalam kelompok yang berbeda.  Memberikan pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus. tindakan. dan kemampuan khas. Jujur  Menyediakan fasilitas tempat temuan barang hilang. agama.  Larangan menyontek. status sosial.  Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melaksanakan ibadah. status ekonomi. 27 .  Menyediakan fasilitas tempat temuan barang hilang. Religius DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS  Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran. ras. etnis. golongan.  Tranparansi laporan keuangan dan penilaian sekolah secara berkala. golongan. agama. golongan.  Menghargai dan memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh warga sekolah tanpa membedakan suku.  Menyediakan kantin kejujuran. ras.INDIKATOR KEBERHASILAN SEKOLAH DAN KELAS DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA NILAI 1. yang dianutnya. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya  Memberikan pelayanan yang sama terhadap seluruh warga kelas tanpa membedakan suku. status sosial. dan status ekonomi.  Tempat pengumuman barang temuan atau hilang.  Larangan membawa fasilitas komunikasi pada saat ulangan atau ujian. toleran terhadap  Memiliki fasilitas yang dapat pelaksanaan ibadah agama lain. digunakan untuk beribadah.  Tranparansi laporan keuangan dan penilaian kelas secara berkala. sikap. serta hidup rukun dengan pemeluk  Memberikan kesempatan kepada agama lain.

 Menegakkan aturan dengan memberikan sanksi secara adil bagi pelanggar tata tertib sekolah.NILAI DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH ekonomi.  Menyediakan peralatan praktik sesuai program studi keahlian (SMK). pantang menyerah.  Penyimpanan dan pengeluaran alat dan bahan (sesuai program studi keahlian) (SMK). Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar.  Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang giat bekerja dan belajar.  Membiasakan warga sekolah untuk berdisiplin.  Menggunakan pakaian praktik sesuai dengan program studi keahliannya (SMK). perilaku tertib dan patuh pada  Memberikan penghargaan kepada berbagai ketentuan dan peraturan.  Memiliki tata tertib sekolah. 28 .  Mencipatakan suasana belajar yang memacu daya tahan kerja. dan daya tahan belajar. Menciptakan situasi yang menumbuhkan daya berpikir dan bertindak kreatif.  Membiasakan mematuhi aturan. Kerja Keras  Menciptakan suasana kompetisi yang sehat. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.  Pemberian tugas yang menantang munculnya karya- 6.  Membiasakan hadir tepat waktu.  Menciptakan suasana kompetisi yang sehat. 5. Disiplin Tindakan yang menunjukkan  Memiliki catatan kehadiran. INDIKATOR KELAS 4. warga sekolah yang disiplin. tugas dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.  Menciptakan situasi belajar yang bisa menumbuhkan daya pikir dan bertindak kreatif.  Menciptakan suasana sekolah yang menantang dan memacu untuk bekerja keras.  Menciptakan kondisi etos kerja.  Memiliki pajangan tentang slogan atau motto tentang kerja.

 Memfasilitasi warga sekolah untuk bereksplorasi dalam pendidikan.  Tersedia media komunikasi atau informasi (media cetak atau media elektronik).  Bekerja sama dengan teman sekelas yang berbeda suku. Demokratis 9. teknologi.  Melakukan upacara rutin sekolah.  Eksplorasi lingkungan secara terprogram. 7.  Menyelenggarakan peringatan hari kepahlawanan nasional. Menciptakan situasi sekolah yang membangun kemandirian peserta didik. ilmu pengetahuan. 8. Cara berpikir.  Menciptakan suasana sekolah yang menerima perbedaan.  Seluruh produk kebijakan melalui musyawarah dan mufakat.  Pemilihan kepengurusan OSIS secara terbuka.  Mendiskusikan hari-hari besar nasional. Cara berpikir. Mandiri Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.  Mengambil keputusan kelas secara bersama melalui musyawarah dan mufakat.NILAI DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH INDIKATOR KELAS karya baru baik yang autentik maupun modifikasi. etnis. Semangat Kebangsaan 29 .  Memiliki program melakukan 10. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. didengar. dilihat. bertindak.  Melakukan upacara hari-hari besar nasional. dan warga sekolah. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu  Menyediakan media komunikasi atau berupaya untuk mengetahui lebih informasi (media cetak atau media mendalam dan meluas dari sesuatu elektronik) untuk berekspresi bagi yang dipelajari. status sosial-ekonomi.  Mengimplementasikan modelmodel pembelajaran yang dialogis dan interaktif. dan budaya. Menciptakan suasana kelas yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bekerja mandiri.  Melibatkan warga sekolah dalam setiap pengambilan keputusan. bersikap.  Menciptakan suasana kelas yang mengundang rasa ingin tahu.  Pemilihan kepengurusan kelas secara terbuka.

 Berkomunikasi dengan bahasa yang santun.  Guru mendengarkan keluhankeluhan peserta didik. Cinta Tanah Air Cara berpikir. dan penghargaan yang  Menggunakan bahasa Indonesia yang tinggi terhadap bahasa. budaya.  Menciptakan suasana pembelajaran untuk memotivasi peserta didik berprestasi.  Dalam berkomunikasi. Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. bergaul. INDIKATOR KELAS 11.  Menggunakan produk buatan dalam negeri. fisik. dan tindakan yang  Menciptakan suasana sekolah dan menyebabkan orang lain merasa bekerja yang nyaman.  Memajangkan: foto presiden dan wakil presiden.  Pergaulan dengan cinta kasih dan rela berkorban.  Mengikuti lomba pada hari besar nasional. guru tidak menjaga jarak dengan peserta didik. peta Indonesia. sumber cetak.  Memberikan penghargaan atas hasil karya peserta didik. Cinta Damai Sikap.  Membiasakan perilaku warga 12. bendera negara. sosial. ekonomi. lingkungan baik dan benar.  Memajang tanda-tanda penghargaan prestasi. dan  Menyediakan informasi (dari politik bangsa.  Memberikan penghargaan atas hasil prestasi kepada warga sekolah. Menghargai Prestasi 13.NILAI DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH kunjungan ke tempat bersejarah. dan bekerja sama dengan orang lain.  Menciptakan suasana kelas yang damai. dan senang dan aman atas kehadiran harmonis. perkataan. dan menghormati keberhasilan orang lain. bersikap. lambang negara. dan berbuat  Menggunakan produk buatan dalam yang menunjukkan kesetiaan. tenteram.  Memajang tanda-tanda penghargaan prestasi. Bersahabat/ Komuniktif Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara. 14. gambar kehidupan masyarakat Indonesia. negeri.  Pembelajaran yang dialogis. elektronik) tentang kekayaan alam dan budaya Indonesia.  Suasana sekolah yang memudahkan terjadinya interaksi antarwarga sekolah. kepedulian.  Pengaturan kelas yang memudahkan terjadinya interaksi peserta didik. mengakui.  Saling menghargai dan menjaga kehormatan. 30 .

menyenangkan untuk membaca.  Penanganan limbah hasil praktik (SMK).  Penugasan pembuatan kompos dari sampah organik.  Tersedia tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan.  Membuat biopori di area sekolah.  Pembiasaan hemat energi.  Perilaku seluruh warga sekolah yang penuh kasih sayang.  Memelihara lingkungan kelas. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. 31 .  Melakukan pembiasaan memisahkan jenis sampah organik dan anorganik.  Tersedia tempat pembuangan sampah di dalam kelas. Gemar Membaca Kebiasaan menyediakan waktu  Program wajib baca.  Saling tukar bacaan.  Daftar buku atau tulisan yang dibaca peserta didik.  Pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.  Membiasakan perilaku warga sekolah yang tidak bias gender.  Membangun saluran pembuangan air limbah dengan baik. yang memberikan kebajikan bagi  Menyediakan fasilitas dan suasana dirinya.NILAI dirinya DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH  Membiasakan perilaku warga sekolah yang anti kekerasan.  Menyediakan kamar mandi dan air bersih. INDIKATOR KELAS sekolah yang anti kekerasan. 15. 16.  Pembelajaran yang memotivasi anak menggunakan referensi. untuk membaca berbagai bacaan  Frekuensi kunjungan perpustakaan.  Kekerabatan di kelas yang penuh kasih sayang.  Menyediakan peralatan kebersihan.  Memasang stiker perintah mematikan lampu dan menutup kran air pada setiap ruangan apabila selesai digunakan (SMK).  Frekuensi kunjungan perpustakaan.  Pembelajaran yang tidak bias gender.  Pembiasaan hemat energi.

 Berempati kepada sesama teman kelas. 18. INDIKATOR KELAS 17. • Peran serta aktif dalam kegiatan  Melakukan tugas tanpa disuruh.  Membangun kerukunan warga kelas.  Memrogramkan cinta bersih lingkungan. lain dan masyarakat yang  Melakukan aksi sosial. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu  Memfasilitasi kegiatan bersifat ingin memberi bantuan pada orang sosial.  Menunjukkan prakarsa untuk • Mengajukan usul pemecahan mengatasi masalah dalam lingkup masalah.NILAI DESKRIPSI INDIKATOR SEKOLAH  Membuat tandon penyimpanan air.  Menyediakan fasilitas untuk menyumbang.  Menghindarkan kecurangan dalam pelaksanaan tugas. Tanggung jawab  Membuat laporan setiap kegiatan • Pelaksanaan tugas piket secara yang dilakukan dalam bentuk lisan teratur. masyarakat. yang seharusnya dia lakukan. terdekat. negara dan Tuhan Yang Maha Esa.  Melakukan aksi sosial. sosial dan budaya). membutuhkan. lingkungan (alam. sekolah. 32 . maupun tertulis. Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. terhadap diri sendiri.

33 .

NILAI. A. serta keterkaitan antara SK dan KD. Misalnya. 4-6). DAN INDIKATOR Tabel berikut menggambarkan keterkaitan antara nilai. jenjang kelas. peta nilai yang diidentifikasi untuk sejumlah mata pelajaran di jenjang pendidikan dasar dan menengah. SMP (7-9). JENJANG KELAS. perilaku yang dirumuskan dalam indikator untuk jenjang kelas 1 – 3 lebih sederhana dibandingkan perilaku untuk jenjang kelas 4 – 6. Indikator perilaku nilainilai organ” tubuh manusia 4-6 yang karena sempurna dalam sinkronisasi fungsi untuk kelas mengagumi sistem dan cara kerja organ lebih tinggi dibandingkan mengenal dan mensyukuri tubuh dan bagian tubuh. dan indikator untuk setiap jenjang kelas yang digunakan dalam pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. bagi nilai religius. Dalam pedoman ini ada 4 jenjang kelas yaitu SD (1-3. Indikator itu bersifat berkembang secara progresif. Artinya. dan indikator untuk nilai itu. SMA/SMK (10-12). 34 .BAB III PETA NILAI DAN INDIKATOR Bab III ini memuat nilai dan indikator minimal. indikator tubuh “mengenal dan dan mensyukuri bagiannya melalui cara sebagai ciptaan Tuhan merawatnya dengan baik” untuk kelas 13 lebih sederhana dibandingkan indikator “mengagumi sistem dan cara kerja organ-organ Gambar 17. tetapi lebih sederhana dibandingkan untuk kelas 10 – 12. perilaku yang dirumuskan dalam indikator untuk kelas 7 – 9 lebih kompleks dibandingkan untuk kelas 4 – 6. Bagi nilai yang sama. nilai.

KETERKAITAN NILAI DAN INDIKATOR UNTUK SEKOLAH DASAR INDIKATOR 1–3 Mengenal dan mensyukuri tubuh dan bagiannya sebagai ciptaan Tuhan melalui cara merawatnya dengan baik. Senang mengikuti aturan kelas dan sekolah untuk kepentingan hidup bersama. Mau bercerita tentang kesulitan dirinya dalam berteman. Merasakan manfaat aturan kelas dan sekolah sebagai keperluan untuk hidup bersama. Senang bergaul dengan teman sekelas dan satu sekolah dengan berbagai perbedaan yang telah diciptakan-Nya. Mau menyatakan tentang ketidaknyaman suasana belajar di kelas. Menjawab pertanyaan guru tentang sesuatu berdasarkan yang diketahuinya. Membantu teman yang memerlukan bantuan sebagai suatu ibadah atau kebajikan.1. Mengatakan dengan sesungguhnya sesuatu yang telah terjadi atau yang dialaminya. NILAI Religius: Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. Jujur: Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. Bersyukur kepada Tuhan karena memiliki keluarga yang menyayanginya. Mengemukakan ketidaknyaman dirinya dalam belajar di sekolah. tindakan. Mengemukakan pendapat tentang sesuatu sesuai dengan yang diyakininya. Tidak meniru pekerjaan temannya dalam mengerjakan tugas di rumah. 35 . Mengagumi kebesaran Tuhan karena kelahirannya di dunia dan hormat kepada orangtuanya. Mau bercerita tentang kesulitan menerima pendapat temannya. Mengagumi kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan berbagai jenis bahasa dan suku bangsa. Menceritakan suatu kejadian berdasarkan sesuatu yang diketahuinya. dan pekerjaan. Merasakan kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan berbagai keteraturan dalam berbahasa. 4–6 Mengagumi sistem dan cara kerja organ-organ tubuh manusia yang sempurna dalam sinkronisasi fungsi organ. serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Tidak meniru jawaban teman (menyontek) ketika ulangan ataupun mengerjakan tugas di kelas.

Melaksanakan tugas-tugas kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Mau bertegur sapa dengan teman yang berbeda pendapat. 4–6 Menjaga hak teman yang berbeda agama untuk melaksanakan ajaran agamanya. suku. Fokus pada tugas-tugas yang diberikan guru di kelas. Mengerjakaan tugas dengan teliti dan rapi. Kerja keras: Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar. tugas. Membantu teman yang mengalami kesulitan walaupun berbeda dalam agama. sikap.NILAI Toleransi: Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. Datang ke sekolah dan masuk kelas pada waktunya. suku. Selalu mengajak teman menjaga ketertiban kelas. Menaati peraturan sekolah dan kelas. Mencatat dengan sungguhsungguh sesuatu yang ditugaskan guru. Menyelesaikan PR pada waktunya. Bersahabat dengan teman yang berbeda pendapat. diamati. etnis. Mengerjakan tugas-tugas dari guru pada waktunya. Mencari informasi dari sumber-sumber di luar sekolah. Bekerja sama dengan teman yang berbeda agama. Mematuhi aturan permainan. Menggunakan sebagian besar waktu di kelas untuk belajar. 36 . Saling menjaga dengan teman agar semua tugastugas kelas terlaksana dengan baik. pendapat. dan etnis. Menerima pendapat teman yang berbeda dari pendapat dirinya. Mengerjakan semua tugas kelas dengan sungguhsungguh. Berpakaian rapi. Mematuhi aturan sekolah. Menghargai pendapat yang berbeda sebagai sesuatu yang alami dan insani. INDIKATOR 1–3 Tidak mengganggu teman yang berlainan agama dalam beribadah. dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. dan etnis dalam kegiatankegiatan kelas dan sekolah. Berpakaian sopan dan rapi. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Duduk pada tempat yang telah ditetapkan. Mengingatkan teman yang melanggar peraturan dengan kata-kata sopan dan tidak menyinggung. Mencatat dengan sungguhsungguh sesuatu yang dibaca. suku. Mencari informasi dari sumber di luar buku pelajaran. dan didengar untuk Disiplin: Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Menyelesaikan tugas pada waktunya.

bentukbentuk komunikasi lisan dan tulis. Mengemukakan pendapat tentang teman yang jadi pemimpinnya. Memberi kesempatan kepada teman yang menjadi pemimpinnya untuk bekerja. Menerima arahan dari ketua kelas. Ikut membantu melaksanakan program ketua kelas. Mengerjakan PR tanpa meniru pekerjaan temannya. Mengusulkan suatu kegiatan baru di kelas. Membuat berbagai kalimat baru dari sebuah kata. Membuat karya tulis tentang hal baru tapi terkait dengan materi pelajaran. Melakukan tindakantindakan untuk membuat kelas menjadi sesuatu yang nyaman. seni. Demokratis: Cara berpikir. 37 . Memberikan suara dalam pemilihan di kelas dan sekolah. Melaksanakan kegiatan yang dirancang oleh teman yang menjadi pemimpinnya. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Mencari sumber untuk menyelesaikan tugas sekolah tanpa bantuan pustakawan sekolah. Melakukan penghijauan atau penyegaran halaman sekolah.NILAI INDIKATOR 1–3 4–6 kegiatan kelas. Melakukan sendiri tugas kelas yang menjadi tanggung jawabnya. Membiasakan diri bermusyawarah dengan teman-teman. Mandiri: Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. Bertanya tentang sesuatu yang berkenaan dengan pelajaran tetapi di luar cakupam materi pelajaran. bersikap. dan OSIS. ketua kelompok belajar. Kreatif: Berpikir dan melakukan sesuatu yang menghasilkan cara atau hasil baru berdasarkan sesuatu yang telah dimiliki. Mengerjakan PR tanpa meniru pekerjaan temannya. Menerima ketua kelas terpilih berdasarkan suara terbanyak. Membuat suatu karya dari bahan yang tersedia di kelas. Menyatakan perasaannya dalam gambar. Mengemukakan pikiran tentang teman-teman sekelas. Menerima kekalahan dalam pemilihan dengan ikhlas.

Membaca atau mendiskusikan gejala alam yang baru terjadi. Menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Bekerja sama dengan teman dari suku. INDIKATOR 1–3 Bertanya kepada guru dan teman tentang materi pelajaran. Semangat kebangsaan: Cara berpikir. Menyukai berbagai upacara adat di nusantara. ekonomi. Menggunakan bahasa Indonesia ketika ada teman dari suku lain. Bertanya tentang sesuatu yang terkait dengan materi pelajaran tetapi di luar yang dibahas di kelas. Bertanya tentang berbagai peristiwa yang dibaca dari media cetak. 4–6 Bertanya atau membaca sumber di luar buku teks tentang materi yang terkait dengan pelajaran. 38 . Bertanya kepada guru tentang sesuatu yang didengar dari radio atau televisi. budaya lain. dilihat. budaya.NILAI Rasa ingin tahu: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari. Bertanya kepada sesuatu tentang gejala alam yang baru terjadi. etnis. budaya lain berdasarkan persamaan hak dan kewajiban. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu-lagu wajib. etnis yang ada di Indonesia. sosial. Turut serta dalam panitia peringatan hari pahlawan dan proklamasi kemerdekaan. Mengagumi banyaknya keragaman bahasa di Indonesia. teknologi yang baru didengar. dan didengar. Mengakui persamaan hak dan kewajiban antara dirinya dan teman sebangsa dari suku. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Turut serta dalam upacara peringatan hari pahlawan dan proklamasi kemerdekaan. politik. bertindak. Bertanya tentang beberapa peristiwa alam. etnis. Membaca buku-buku mengenai suku bangsa dan etnis yang berjuang bersama dalam mempertahankan kemerdekaan. Menggunakan bahasa Indonesia ketika berbicara di kelas. Menyadari bahwa setiap perjuangan mempertahankan kemerdekaan dilakukan bersama oleh berbagai suku.

Mengagumi keragaman hasil-hasil pertanian. Menghargai prestasi: Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. lingkungan fisik. dan menghormati keberhasilan Hormat kepada sesuatu yang orang lain. sosial. Menyenangi keragaman budaya dan seni di Indonesia. Mengagumi peran hutan Indonesia bagi dunia. Rajin belajar untuk berprestasi tinggi. dan fauna Indonesia. etnis. Menghargai tradisi dan hasil karya masyarakat di sekitarnya. flora. Menghargai temuan-temuan yang telah dihasilkan manusia dalam bidang ilmu. Berlatih keras untuk berprestasi dalam olah raga dan kesenian. flora. Mengagumi sumbangan produk pertanian. Menghargai kerja keras guru. dan seni.NILAI Cinta tanah air: Cara berpikir. Mengagumi kekayaan budaya dan seni di Indonesia. Menghargai hasil kerja pemimpin di masyarakat sekitarnya. Mengagumi peran laut dan hasil laut Indonesia bagi bangsa-bangsa di dunia. sosial. Menghargai upaya orang tua untuk mengembangkan berbagai potensi dirinya melalui pendidikan dan kegiatan lain. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. dan fauna Indonesia bagi dunia. Menceritakan prestasi yang dicapai orang tua. dan politik bangsa. Mengagumi laut serta perannya dalam kehidupan bangsa Indonesia. INDIKATOR 1–3 Mengagumi keunggulan geografis dan kesuburan tanah wilayah Indonesia. kepedulian. dan personalia sekolah lain. perikanan. perikanan. budaya. 4–6 Mengagumi posisi geografis wilayah Indonesia dalam perhubungan laut dan udara dengan negara lain. Berlatih keras untuk menjadi pemenang dalam berbagai kegiatan olah raga dan kesenian di sekolah. bersikap. teknologi. budaya. Mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik-baiknya. sudah dilakukan guru. 39 . dan bahasa sebagai keunggulan yang hadir di wilayah negara Indonesia. Menghargai hasil kerja pemimpin dalam menyejahterakan masyarakat dan bangsa. Mengagumi keragaman suku. mengakui. dan personalia lain. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. kepala sekolah. Mengagumi kekayaan hutan Indonesia. Menyenangi keragaman suku bangsa dan bahasa daerah yang dimiliki Indonesia. kepala sekolah. ekonomi.

fauna. Berbicara dengan guru. pendapat dalam diskusi kelas. yang ada di perpustakaan sekolah. Bergaul dengan teman Aktif dalam kegiatan sosial sekelas ketika istirahat. 40 . Membaca buku atau tulisan yang diwajibkan guru. organisasi di sekolah. dan kepala sekolah. Menjaga keselamatan teman di kelas/sekolah dari perbuatan jahil yang merusak. Menggunakan kata-kata yang menyejukkan emosi teman yang sedang marah. kepala sekolah. Berbicara dengan kata-kata yang tidak mengundang amarah teman. Berbicara dengan guru. dan budaya kelas. Membaca buku atau tulisan tentang alam. bergaul. Berbicara dengan teman Memberi dan mendengarkan dan bekerja sama dengan sekelas. perkataan. Ikut menjaga keamanan barang-barang di kelas. dan alam. Mendamaikan teman yang sedang berselisih. memperlihatkan rasa senang berbicara. dan teknologi. dan personalia sekolah lainnya. personalia sekolah lainnya. orang lain. dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya Tidak menggunakan kekuatan fisik dalam berselisih dengan teman. kerja kelompok di kelas. Aktif dalam kegiatan sosial dan budaya sekolah. Gemar membaca: Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi Membaca buku-buku cerita dirinya. budaya. Mengucapkan salam atau selamat pagi/siang/sore ketika bertemu teman untuk pertama kali pada hari itu. NILAI Cinta damai: Sikap. Tidak mengambil barang teman. Membaca buku dan tulisan yang terkait dengan mata pelajaran. Bergaul dengan teman lain Aktif dalam kegiatan kelas.INDIKATOR 1–3 4–6 Bersahabat/ komunikatif: Bekerja sama dalam Memberikan pendapat dalam Tindakan yang kelompok di kelas. Membaca koran atau majalah dinding. seni. Membaca buku yang ada di rumah tentang flora. Mencari bahan bacaan dari perpustakaan daerah. Membaca buku novel dan cerita pendek. sosial.

JENJANG KELAS DAN SMP – SMA NILAI Religius: Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya. 4–6 Mengunjungi rumah yatim dan orang jompo. Merasakan kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan berbagai keteraturan di alam semesta. dan masyarakat yang Meminjamkan alat kepada membutuhkan. Ikut dalam kegiatan menjaga kebersihan lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi Berterima kasih kepada bantuan kepada orang lain petugas kebersihan sekolah. Tidak memetik bunga di taman sekolah.NILAI Peduli sosial: INDIKATOR 1–3 Membagi makanan dengan teman. teman yang tidak membawa atau tidak punya. 10. Mengagumi kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan berbagai alam semesta. Membersihkan lingkungan sekolah. Peduli lingkungan: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upayaupaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi. Ikut memelihara taman di halaman sekolah. Tidak menginjak rumput di taman sekolah. INDIKATOR UNTUK INDIKATOR 7–9 Mengagumi kebesaran Tuhan melalui kemampuan manusia dalam melakukan sinkronisasi antara aspek fisik dengan aspek kejiwaan. Mengumpulkan uang dan barang untuk korban bencana alam. toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain. dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Menyumbang darah untuk PMI. Buang air besar dan air kecil di WC. Memperindah kelas dan sekolah dengan tanaman. 41 . Membersihkan WC. Membersihkan halaman sekolah. Menjaga kebersihan rumah 2. Mmbantu teman yang sedang memerlukan bantuan.12 Mensyukuri keunggulan manusia sebagai makhluk pencipta dan penguasa dibandingkan makhluk lain Bersyukur kepada Tuhan karena menjadi warga bangsa Indonesia. Membuang sampah di tempatnya. Menghormati petugaspetugas sekolah. Membersihkan tempat sampah. Mengagumi kebesaran Tuhan karena kemampuan dirinya untuk hidup sebagai anggota masyarakat. KETERKAITAN NILAI.

tindakan. Membayar barang yang dibeli dengan jujur. Toleransi: Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama. Bersahabat dengan teman lain tanpa membedakan agama. etnis. Bersahabat dengan teman dari kelas lain. pendapat. Tidak menggangu teman yang berbeda pendapat. dan etnis Mau mendengarkan pendapat yang dikemukakan teman tentang budayanya. Menyebutkan secara tegas keunggulan dan kelemahan suatu pokok bahasan. 10. Memberi kesempatan kepada teman untuk berbeda pendapat. Mengagumi kebesaran Tuhan melalui berbagai pokok bahasan dalam berbagai mata pelajaran. Membayar barang yang dibeli di toko sekolah dengan jujur. Mengemukakan pendapat tanpa ragu tentang suatu pokok diskusi.12 Merasakan kebesaran Tuhan dengan keberagaman agama yang ada di dunia. Mengembalikan barang yang dipinjam atau ditemukan di tempat umum. Mau bercerita tentang permasalahan dirinya dalam menerima pendapat temannya. dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.NILAI INDIKATOR 7–9 Mengagumi kebesaran Tuhan karena adanya agama yang menjadi sumber keteraturan hidup masyarakat. suku. Jujur: Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan. Mengembalikan barang yang dipinjam atau ditemukan di tempat umum. Tidak menyontek ataupun menjadi plagiat dalam mengerjakan setiap tugas. Mengemukakan pendapat tentang sesuatu sesuai dengan yang diyakininya. suku. 42 . Menyatakan sikap terhadap suatu materi diskusi kelas. Mengemukakan rasa senang atau tidak senang terhadap pelajaran. Mengagumi kebesaran Tuhan melalui berbagai pokok bahasan dalam berbagai mata pelajaran. Melaksanakan tugas sesuai dengan aturan akademik yang berlaku di sekolah. Menghormati teman yang berbeda adat-istiadatnya. sikap. dan pekerjaan.

Patuh dalam menjalankan ketetapan-ketetapan organisasi peserta didik. Tertib dalam berbahasa lisan dan tulis. Tidak putus asa dalam menghadapi kesulitan dalam belajar.NILAI INDIKATOR 7–9 10. Menaati aturan berbicara yang ditentukan dalam sebuah diskusi kelas. Selalu teliti dan tertib dalam mengerjakan tugas. Menaati peosedur kerja laboratorium dan prosedur pengamatan permasalahan sosial. Mengerjakaan tugas dengan teliti dan rapi. Tertib dalam menerapkan kaidah-kaidah tata tulis dalam sebuah tulisan. Kerja keras: Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar. Mengajukan suatu pikiran baru tentang suatu pokok bahasan. Selalu berusaha untuk mencari informasi tentang materi pelajaran dari berbagai sumber. Menerapkan hukum/teori/prinsip yang sedang dipelajari dalam aspek kehidupan masyarakat. Selalu tertib dalam melaksanakan tugas-tugas kebersihan sekolah. Bertanya mengenai penerapan suatu hukum/teori/prinsip dari materi lain ke materi yang sedang dipelajari. Selalu fokus pada pelajaran. Mematuhi jadwal belajar yang telah ditetapkan sendiri. dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Mengerjakan semua tugas kelas selesai dengan baik pada waktu yang telah ditetapkan. tugas. Tertib dalam menerapkan aturan penulisan untuk karya tulis ilmiah. 43 . Disiplin: Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Menggunakan waktu secara efektif untuk menyelesaikan tugas-tugas di kelas dan luar kelas. Kreatif: Berpikir dan melakukan sesuatu yang menghasilkan cara atau hasil baru dari yang telah dimiliki. Mengajukan pendapat yang berkenaan dengan suatu pokok bahasan.12 Mau menerima pendapat yang berbeda dari teman sekelas. Tertib dalam menerapkan aturan penulisan untuk karya tulis.

INDIKATOR 7–9 10. Membaca atau mendiskusikan beberapa peristiwa alam. radio. Mengemukakan pendapat tentang teman yang menjadi pemimpinnya. Menerjemahkan sendiri kalimat bahasa Indonesia ke bahasa asing atau sebaliknya. Bertanya kepada sesuatu tentang gejala alam yang baru terjadi. Ikut membantu melaksanakan program ketua kelas. dan teknologi yang baru didengar. Membaca atau mendiskusikan gejala alam yang baru terjadi. teman. Demokratis: Cara berpikir. Turut serta dalam panitia peringatan hari pahlawan dan proklamasi kemerdekaan. Memberikan suara dalam pemilihan di kelas dan sekolah. menyelesaikan tugas sekolah tanpa bantuan pustakawan. dilihat. sosial. bersikap. 44 . Bertanya atau membaca sumber di luar buku teks tentang materi yang terkait dengan pelajaran.12 Melakukan sendiri tugas Mencari sumber di kelas yang menjadi tanggung perpustakaan untuk jawabnya. ekonomi. politik. Memilih ketua kelompok berdasarkan suara terbanyak. budaya. Membiasakan diri bermusyawarah dengan teman-teman. dan berwawasan yang menempatkan kepentingan Turut serta dalam upacara peringatan hari pahlawan dan proklamasi kemerdekaan. Semangat kebangsaan: Cara berpikir. dan didengar. Menerima kekalahan dalam pemilihan dengan ikhlas. atau televise. Rasa ingin tahu: Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari. Mengemukakan pikiran tentang teman-teman sekelas. dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.NILAI Mandiri: Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas. Mencari sendiri di kamus terjemahan kata bahasa asing untuk bahasa Indonesia atau sebaliknya. bapak. Memberi kesempatan kepada teman yang menjadi pemimpinnya untuk bekerja. Bertanya kepada guru dan teman tentang materi pelajaran. Bertanya kepada guru tentang sesuatu yang didengar dari ibu. bertindak.

45 . Mengagumi dan menyenangi produk. dan budaya. INDIKATOR 7–9 10. dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa. dan fauna. Berlatih keras untuk berprestasi dalam olah raga dan kesenian. flora.12 Mengemukakan pikiran dan Mengemukakan pikiran dan sikap mengenai ancaman dari sikap terhadap pertentangan negara lain terhadap bangsa antara bangsa Indonesia dan negara Indonesia. Berlatih keras untuk menjadi pemenang dalam berbagai kegiatan olah raga dan kesenian di sekolah. flora. bersikap. ekonomi. sosial. kepala sekolah. dan politik bangsa. Rajin belajar untuk berprestasi tinggi. Hormat kepada sesuatu yang sudah dilakukan guru. dan personalia lainnya. Mengemukakan sikap dan tindakan mengenai hubungan Indonesia dengan negaranegara lain dalam masalah politik. dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan. lingkungan fisik. Rasa bangga atas berbagai produk unggulan bangsa Indonesia di bidang industri dan teknologi. dan teknologi yang dihasilkan bangsa Indonesia Menghargai prestasi: Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. dengan negara lain. sosial.NILAI bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Menyenangi keberagaman suku bangsa dan bahasa daerah yang dimiliki Indonesia. perikanan. kepedulian. Mengemukakan sikap mengenai kondisi geografis Indonesia. dan menghormati keberhasilan orang lain. Mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik-baiknya. budaya. Mengemukakan sikap dan kepedulian terhadap keberagaman budaya dan seni di Indonesia. ekonomi. Mengagumi keberagaman hasil-hasil pertanian. dan fauna Indonesia. Mengemukakan sikap dan kepedulian terhadap kekayaan budaya bangsa Indonesia. Menyenangi keragaman budaya dan seni di Indonesia. kepala sekolah. perikanan. industri. Menyenangi keunggulan geografis dan kesuburan tanah wilayah Indonesia. mengakui. dan personalia sekolah lain. Cinta tanah air: Cara berpikir. Menghargai kerja keras guru. Rasa bangga dan peduli terhadap berbagai unggulan produk Indonesia dalam pertanian. Mengemukakan sikap dan tindakan yang akan dilakukan mengenai hubungan antara bangsa Indonesia dengan negara bekas penjajah Indonesia.

Menghargai hasil kerja Menghargai hasil kerja pemimpin di masyarakat pemimpin dalam sekitarnya. Memberikan pendapat dalam kerja kelompok di kelas. sosial. teknologi. Berbicara dengan teman sekelas. dan bekerja sama dengan orang lain Bekerja sama dalam kelompok di kelas. teknologi. Bergaul dengan teman lain kelas. budaya. Aktif dalam kegiatan organisasi di sekolah. Aktif dalam kegiatan sosial dan budaya kelas. Bergaul dengan teman sekelas ketika istirahat. Berbicara dengan guru. Gemar membaca: Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang Membaca buku atau tulisan keilmuan. sastra. Memberi dan mendengarkan pendapat dalam diskusi kelas. Berbicara dengan guru. Berupaya mempererat pertemanan. bergaul. Bersahabat/ komunikatif: Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara. Ikut serta dalam berbagai kegiatan cinta damai. 46 . budaya. Ikut berpartisipasi dalam sistem keamanan sekolah. perkataan. dan personalia sekolah lainnya. sastra. Menghargai temuan-temuan yang telah dihasilkan manusia dalam bidang ilmu. Melindungi teman dari ancaman fisik. teknologi. untuk mengembangkan berbagai potensi dirinya melalui pendidikan dan kegiatan lain. seni.NILAI INDIKATOR 7–9 10. dan humaniora. mensejahteraan kesejahteraan masyarakat dan bangsa. kepala sekolah. Aktif dalam kegiatan sosial dan budaya sekolah.12 Menceritakan prestasi yang Menghargai upaya orangtua dicapai orang tua. Cinta damai: Sikap. dan seni. Berkomunikasi dengan teman-teman setanah air. Membaca buku atau tulisan keilmuan. dan humaniora. dan personalia sekolah lainnya. budaya. kepala sekolah. seni. dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya. Ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan sekolah. Menghargai tradisi dan hasil karya masyarakat di sekitarnya.

Merancang dan melaksanakan berbagai kegiatan sosial. Merencanakan dan melaksanakan berbagai kegiatan pencegahan kerusakan lingkungan. Peduli sosial: Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan bagi orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. Menyumbang darah. JENJANG PENDIDIKAN DASAR MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARA AN (PKn) • air • • • Bersahabat Komunikatif Senang membaca 1-3 Cinta tanah JENJANG KELAS 4-6 • Semangat kebangsaan • Cinta tanah air • Menghargai Prestasi 7-9 • Semangat kebangsaan • Cinta tanah air • Menghargai Prestasi 47 . sosial. dan teknologi.NILAI memberikan kebajikan bagi dirinya. keindahan. dan pemeliharaan lingkungan. Peduli lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upayaupaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.12 Membaca buku atau tulisan tentang alam. Mmbantu teman yang sedang memerlukan bantuan. Mengikuti berbagai kegiatan berkenaan dengan kebersihan. Ikut dalam berbagai kegiatan sosial. 1. B. budaya. INDIKATOR 7–9 Membaca koran/majalah dinding. Membaca koran. Menghormati petugaspetugas sekolah. Meminjamkan alat kepada teman yang tidak membawa atau tidak punya. PETA NILAI PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA BERDASARKAN MATA PELAJARAN Berikut adalah gambaran keterkaitan antara mata pelaajaran dengan nilai yang dapat dikembangkan untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa. 10. seni.

• Religius • Jujur • Toleran • Disiplin • Kerja keras • Kreatif • Mandiri • Demokratis • Rasa ingin tahu • Percaya • Respek • Bertanggung jawab • Saling berbagi • Religius • Jujur • Toleransi • Disiplin • Kerja Keras • Kreatif • Mandiri • Demokratis • Rasa Ingin Tahu • Semangat Kebangsaan • Cinta Tanah Air • Menghargai Prestasi • Bersahabat/Komu nikatif • Terbuka * 7-9 • Bersahabat • Komunikatif • Cinta Damai • Senang membaca • Peduli sosial • Peduli lingkungan. • Religius • Jujur • Toleran • Disiplin • Kerja keras • Kreatif • Mandiri • Demokratis • Rasa ingin tahu • Percaya • Respek • Bertanggung jawab • Saling berbagi • Religius • Jujur • Toleransi • Disiplin • Kerja keras • Kreatif • Mandiri • Demokrasi • Rasa Ingin Tahu • Cinta Tanah Air • Menghargai Prestasi • Bersahabat/ Komunikatif • Cinta Damai • Peduli Sosial • Peduli Lingkungan • Kritis • Terbuka • Kemanusiaan 48 .MATA PELAJARAN • • • • • • • • • • • 1-3 Peduli sosial Peduli lingkungan. Jujur Toleran Disiplin Kreatif Rasa ingin tahu Percaya Respek Bertanggung jawab Saling berbagi BAHASA INDONESIA • • • • • • • • • • • • • • • • Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerja Keras Kreatif Mandiri Demokratis Rasa Ingin Tahu Semangat Kebangsaan Cinta Tanah Air Menghargai Prestasi Bersahabat/Komu nikatif Cinta Damai Peduli Sosial Peduli Lingkungan JENJANG KELAS 4-6 • Bersahabat • Komunikatif • Cinta Damai • Senang membaca • Peduli sosial • Peduli lingkungan.

MATA PELAJARAN • • • • • MATEMATIKA • • • • • • • • • • • • • • • • 1-3 Berani * Kritis * Terbuka * Humor * Kemanusiaan* Teliti Tekun Kerja keras Rasa ingin tahu Pantang menyerah Religius Toleransi Kerja keras Kreatif Bersahabat/k omunikatif Kasih sayang Rukun (persatuan) Tahu diri Penghargaan Kebahagiaan Kerendahan hati JENJANG KELAS 4-6 • 7-9 Optimis • • • • • • • • • • • • • • • • Teliti Tekun Kerja keras Rasa ingin tahu Pantang menyerah Religius Toleransi Disiplin Kreatif Demokratis Rasa ingin tahu Semangat kebangsaan Menghargai prestasi Bersahabat Senang membaca Peduli lingkungan Peduli kesehatan Nilai intelektual Religius Empati Mandiri Disiplin Toleransi Hati-hati Bersahabat/k omunikasi Peduli sosial Tanggung • • • • • • • • • • • • • • • • • • Teliti Kreatif Patang menyerah Rasa ingin Tahu Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerja keras Kreatif Mandiri Rasa ingin tahu Cinta tanah air Menghargai prestasi Bersahabat Senang membaca Peduli sosial Peduli lingkungan Peduli kesehatan Nilai intelektual Religius Empati Mandiri Disiplin Toleransi Hati-hati Bersahabat/k omunikasi Peduli sosial Tanggung IPS IPA • • • • • • • • • • • Peduli kesehatan Nilai intelektual Religius Empati Mandiri Disiplin Toleransi Hati-hati Bersahabat/k omunikasi Peduli sosial Tanggung • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • 49 .

MATA PELAJARAN • • • • • • • • • • • • • • 1-3 jawab Peduli lingkungan Nilai susila Rasa ingin tahu Senang membaca Estetika Teliti Menghargai prestasi Pantang menyerah Terbuka Jujur Cinta damai Objektif Hemat Percaya diri JENJANG KELAS 4-6 jawab • Peduli lingkungan • Nilai susila • Kerja keras • Rasa ingin tahu • Senang membaca • Estetika • Kreatif • Teliti • Septis • Mnghargai prestasi • Pantang menyerah • Terbuka • Jujur • Cinta damai • Objektif • Hemat • Percaya diri • • • • • • • • • • • • • • • • • • • 7-9 jawab Peduli lingkungan Nilai susila Kerja keras Rasa ingin tahu Senang membaca Estetika Nilai ekonomi Kreatif Teliti Skeptis Menghargai prestasi Pantang menyerah Terbuka Jujur Cinta damai Objektif Hemat Percaya diri Cinta tanah air 2. 50 . JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH MATA PELAJARAN PKn • • • • • • • • • NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS 10 .12 Semangat Kebangsaan Cinta Tanah air Menghargai Prestasi Bersahabat Komunikatif Cinta Damai Senang membaca Peduli sosial Peduli lingkungan.

MATA PELAJARAN • • • • • • • • • • • • BAHASA INDONESIA • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS 10 . Bertanggung jawab Saling berbagi Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerja Keras Kreatif Mandiri Demokratis Rasa Ingin Tahu Semangat Kebangsaan Cinta Tanah Air Menghargai Prestasi Bersahabat/Komunikatif Cinta Damai Peduli Sosial Peduli Lingkungan Berani * Kritis * Terbuka * Humor * Kemanusiaan* Teliti Kreatif Pantang menyerah Rasa ingin Tahu Semangat Kebangsaan Cinta Tanah Air Mengharagai Prestasi Bersahabat/Komunikatif MATEMATIKA SEJARAH 51 .12 Religius Jujur Toleran Disiplin Kerja keras/cerdas Kreatif Mandiri Demokratis Rasa ingin tahun Percaya Respek.

12 Cinta Damai Senang Membaca Peduli Sosial Peduli Lingkungan Religius Jujur Toleransi Disiplin Kerjakeras Kreatif Mandiri Demokratis Rasa Ingin Tahu Peduli Kesehatan Religius Mandiri Toleransi Bersahabat/komunikatif Peduli sosial Tanggungjawab Peduli lingkungan Rasa ingin tahu Senang membaca Semangat kebangsaan Jujur Peduli lingkungan Toleransi Cinta damai Kerja keras Berani Kreatif FISIKA EKONOMI • • • • • • • • • • Jujur Peduli sosial Rasa ingin tahu Kreatif Mandiri Cinta tanah air Kerja keras Disiplin Semangat kebangsaan Demokratis 52 .MATA PELAJARAN • • • • • • • • • • • • • BIOLOGI • • • • • • • • • • • • • • • • • • NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS 10 .

Mandiri. Cinta tanah air. Toleransi. Kretaif. Peduli lingkungan.12 Semangat kebangsaan. Memokratis. Cintai damai. Peduli sosial. Rasa ingin tahu BAHASA INGGRIS • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Bersahabat Komunikatif. Senang membaca. Religius. Kerja keras. Jujur. Menghargai prestasi. Peduli sosial Rasa ingin tahu Demokratis Mandiri Kerja keras Disiplin Senang membaca Rasa Ingin tahu Jujur Peduli lingkungan Senang membaca Kritis Kreatif Toleran Peduli sosial Religius Disiplin Komunikatif Mandiri Peduli sosial Cinta tanah air Cinta damai KIMIA 53 . Bersahabat. Disiplin.MATA PELAJARAN GEOGRAFI • • • • • • • • • • • • • • • • • NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS 10 .

Guru memiliki kebebasan dalam menambah. dan Indikator Sekolah Dasar Mata Pelajaran Pendidikan Standar Kompetensi Menerapkan Kompetensi Dasar Mengetahui Nilai Rasa ingin Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Bermain dan 4-6 Mencari 54 . Kreatif.MATA PELAJARAN SOSIOLOGI • • • • • • • • • • • • NILAI BERDASARKAN JENJANG KELAS 10 . KOMPETENSI DASAR.12 Bersahabat/ Komunikasitif. Kerja Karas. guru dapat menggunakan contoh berikut ini untuk merencanakan pengembangan nilai terkait untuk semester yang akan dilaksanakan atau tahun akademik yang akan dilaksanakan. 1. Toleransi. Disiplin. Dalam pengembangan silabus pada awal tahun atau awal semester. Religius. STANDAR KOMPETENSI. dan Rasa Ingin Tahu C. Peduli Sosial. Berikut ini adalah peta yang menggambarkan keterkaitan antara KD dan SD dengan nilai dan indikator untuk nilai terkait. NILAI. Demokratis. SK/KD. Cinta Damai. Nilai. mengurangi bahkan mengembangkan sendiri indikator yang akan digunakan. Peduli Lingkungan. DAN INDIKATOR MATA PELAJARAN Setiap Kompetensi Dasar memiliki kemampuan mengembangkan satu atau lebih nilai dan setiap nilai memiliki satu atau lebih indikator.

Mata Pelajaran Kewarganegaraan (PKn) Standar Kompetensi hidup rukun dalam perbedaan Kompetensi Dasar perbedaan jenis kelamin. agama.suku bangsa Nilai tahu Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 belajar bersama 4-6 informasi tentang agama dan suku bangsa di Indonesia lebih lanjut dari apa yang ada pada buku pelajaran Membaca bukubuku yang berkenaan dengan agama dan suku bangsa di Indonesia Senang membaca Memilih buku bacaan di perpustakaan dan membaca buku tersebut Memberikan contoh hidup rukun melalui kegiatan di rumah dan sekolah Menerapkan kehidupan rukun di rumah dan di sekolah Menghargai perbedaan Hidup rukun Hidup rukun Berbicara dengan semua teman sekelas Bersedia duduk sebangku dengan teman sekelas yang mana saja Membagi bekal kepada teman yang membutuhkan Bekerja sama dengan baik dalam kelompok belajar yang beragam suku/agama Membiasaka n tertib di rumah dan di sekolah Menjelaskan perlunya tata tertib di rumah di sekolah Melaksanakan tatatertib di rumah dan sekolah Disiplin Merapikan meja dan kursi setelah belajar di kelas Membantu memelihara kebersihan ruang kelas Tidak bermain ketika sedang belajar kelompok di kelas Bersahabat dengan semua teman sekelas Bekerja dalam kelompok yang beragam latar belakang agama dan suku bangsa Meminjamkan alat belajar kepada teman yang tidak punya atau lupa membawa Bekerja sama dengan semua warga sekolah dalam kelompok organisasi peserta didik Melaksanakan tugas-tugas kelas Membantu memelihara kebersihan sekolah dan pekarangan Mengerjakan tugas sesuai dengan tugas yang diberikan kelompok Disiplin 55 .

anak tentang sesuatu terkait mata pelajaran Mengembalikan buku perpustakaan pada waktunya Membeli makanan/minu man/barang di kantin sekolah dengan tertib Membantu membuang sampah di tempat sampah di kelas yang sudah penuh mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan fungsi anggota tubuh dan perawatan nya mengemukakan dengan antusias cara merawat bagian-bagian tubuh berdasarkan hasil bacaan Mau berkomunikasi dengan teman yang mengalami keterbatasan fisik (anggota tubuh) Senang membaca Anak membaca buku anak-anak yang di perpustakaan Memilih dengan tertib buku bacaan sekolah untuk dibaca Masuk kelas dengan teratur Menerapkan kewajiban anak di rumah dan di sekolah Disiplin Menerapkan aturan yang berlaku di masyarakat Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Mengenal anggota tubuh Mengenal bagian tubuh dan perawatan nya Disiplin Membuang sampah pada tempatnya rasa ingin tahu menunjukkan pengamatan yang serius terhadap anggota tubuhnya mengemukakan dengan antusias fungsi bagianbagian tubuh berdasarkan hasil bacaan tidak mengolokolok teman yang memiliki keterbatasan fisik (anggota tubuh) senang membaca peduli sosial 56 .Mata Pelajaran Standar Kompetensi Menenerapk an hak anak di rumah dan di sekolah Kompetensi Dasar Menjelaskan hak anak untuk bermain dan belajar dan dengan pendapatnya Melaksanakan hak anak di rumah dan di sekolah Mengikuti tata tertib di rumah dan di sekolah Nilai Senang membaca Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Anak meminta bantuan kepada guru dalam membaca 4-6 Anak menanyakan kata/kalimat/isi dari buku/tulisan yang dibacanya Anak membaca buku anak.

dll. Mengikuti jadwal piket untuk memelihara Bersahabat/ komunikatif Peduli sosial Mengenal cara memelihara lingkungan Mengenal cara menjaga lingkungan agar tetap Disiplin Membuang sampah pada tempatnya 57 . mengajukan pertanyaan dan pendapat tentang kebutuhan tubuh agar sehat dan kuat Selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan Membantu teman membersihkan bagian tubuh yang terkena kotoran Tidak meludah di tempat umum Buang air kecil/besar pada tempatnya/ toilet Menutup mulut jika batuk dan menutup hidung jika bersin 4-6 menanyakan aspek lain yang terkait dengan kebutuhan tubuh agar sehat dan kuat kerja keras Mengenal anggota tubuh Membiasakan hidup sehat disiplin memilah fakta/informasi yang relevan dan tidak relevan secara teliti dalam mengidentifikas i kebutuhan tubuh agar sehat dan kuat Membersihkan gigi setelah makan Membantu teman membersihkan bagian tubuh belakang yang kotor Menutup mulut jika batuk dan menutup hidung jika bersin Membersihkan toilet atau tempat buang air kecil/basar Menunjukkan upaya aktif dalam bidang kesehatan seperti menjadi pengurus UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) atau menjadi donor darah. lingkungan sehat) Nilai Rasa ingin tahu Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 menunjukkan antusiasme dalam memperoleh informasi tentang kebutuhan tubuh agar sehat dan kuat menyimak penjelasan guru dengan serius. air. udara.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Mengidentifik asi kebutuhan tubuh agar tumbuh sehat dan kuat (makanan. pakaian.

Mata Pelajaran

Standar Kompetensi agar tetap sehat

Kompetensi Dasar sehat

Nilai

Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 4-6 kebersihan ruangan kelas

Senang membaca

Ingin tahu

Menjawab pertanyaan guru dengan antusias tentang cara menjaga lingkungan agar tetap sehat berdasarkan hasil bacaan Menunjukkan antusiasme dalam memperoleh informasi tentang lingkungan sehat menanyakan aspek lain yang terkait dengan kebutuhan lingkungan sehat

Mengemukakan pendapat dengan antusias berdasarkan hasil bacaan tentang cara menjaga lingkungan agar tetap sehat Mengumpulkan informasi dari guru dan buku tentang lingkungan sehat Mengumpul-kan informasi dari berbagai sumber (guru dan buku) tentang lingkungan sehat Memilah fakta/informasi yang relevan dan tidak relevan secara teliti dalam membedakan lingkungan sehat dan tidak sehat Menunjukkan kepedulian dalam menjaga lingkungan kelas agar tetap sehat Menunjukkan kepedulian dalam menjaga lingkungan sekolah agar tetap sehat

Membedakan lingkungan sehat dengan lingkungan tidak sehat

Kerja keras

Menyimak penjelasan guru dengan serius, mengajukan pertanyaan tentang lingkungan sehat dan tidak sehat Bermain/duduk pada tempat yang bersih di lingkungan sekolah Menunjukkan upaya menjaga kebersihan bangku dan kursi masingmasing

Peduli lingkungan

58

Mata Pelajaran

Standar Kompetensi Mengenal cara memelihara lingkungan agar tetap sehat

Kompetensi Dasar Menceritakan perlunya merawat tanaman, hewan peliharaan dan lingkungan sekitar

Nilai Senang membaca

Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 Menceritakan dengan antusias tentang perlunya merawat tanaman, hewan dan lingkungan berdasarkan hasil bacaan buku paket 4-6 Menceritakan dengan antusias tentang perlunya merawat tanaman, hewan dan lingkungan berdasarkan hasil bacaan buku paket dan buku lainnya/buku pengayaan Tidak mencabut Menunjukkan tanaman dan upaya turut serta memetik bunga dalam merawat di halaman tanaman di sekolah lingkungan sekolah seperti menyiram dan menyiangi tanaman Menunjukkan Mengemukakan upaya turut serta pendapat/ saran dalam merawat untuk tanaman di memelihara pekarangan kelas tanaman dan seperti menyiram lingkungan tanaman pada pot sekolah. Berusaha Memberikan mendapatkan penghargaan nilai yanag kepada teman sempurna dari yang berprestasi tugas yang diberikan. Mengungkapkan Melaporkan secara ciri-ciri secara jujur benda yang hasil dapat diamati di pengamatan lingkungan mengenai benda sekitar di sekitarnya Mengungkapkan Turut dalam secara jelas diskusi kelas benda-benda yang dapat diamati di lingkungan sekitar Mendengar dan menyimak penjelasan guru Menjawab pertanyaan teman sekelas

Peduli lingkungan

Mengenal berbagai sifat benda dan kegunaannya melalui pengamatan perubahan bentuk benda

Mengidentifik asi benda yang ada di lingkungan sekitar berdasarkan cirinya melalui pengamatan

Menghargai prestasi

Jujur

Bersahabat/ komunikatif

Peduli sosial

59

Mata Pelajaran

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Nilai

Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 dan teman sekelas 4-6

Senang membaca

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Memahami identitas diri dan keluarga, serta sikap saling menghormat i dalam kemajemuka n keluarga

Mengidentifik asi identitas diri, keluarga dan kerabat

Rasa Ingin tahu

Disiplin

Menceritakan pengalaman diri

Jujur

Menceritakan hal yang telah difahami dalam kegiatan membaca. Menunjukan antusiasme dalam mengenali identitas anggota keluarga dan kerabat Melakukan tugas pengamatan terhadap identitas keluarga dan kerabat sesuai dengan aturan yang ditetapkan Menceritakan pengalaman pengamatan tentang identitas keluarga dan kerabat sesuai dengan kenyataannya Menyatakan rasa syukur melalui doa sederhana karena memiliki keluarga yang saling menyayangi Menunjukan rasa kasih sayang terhadap anggota keluarga melalui cerita di kelas Menunjukan sikap hidup rukun dalam

Membicarakan isi buku/tulisan yang dibacanya di kelas

Religius Menceritakan kasih sayang antar anggota keluarga Memahami identitas diri dan keluarga, serta sikap saling menghormat i dalam kemajemuka n Menceritakan kasih sayang antar anggota keluarga Kasih Sayang

Menunjukan sikap hidup rukun dalam

Toleransi

60

Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar kemajemukan keluarga Menceritakan kembali peristiwa penting yang dialami sendiri di lingkungan Menceritakan salah satu peristiwa penting di dalam keluarga sesuai dengan kejadian sebenarnya Mendeskripsik an letak rumah Menjelaskan lingkungan rumah sehat dan perilaku dalam menjaga kebersihan rumah Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 kemajemukan keluarga 4-6 keluarga Mendeskrips i-kan lingkungan rumah Jujur Mendeskrips i-kan lingkungan rumah Empati Jujur Mendeskrips i-kan lingkungan rumah Rasa ingin tahu Mencerita-kan salah satu peristiwa penting di dalam keluarga sesuai dengan kejadian sebenarnya Menyatakan perasaan yang dalam melalui kata – kata terhadap pengalaman anggota keluarga yang menyedihkan Menggambarkan letak rumah sesuai dengan kenyataannya Mengekspresika n dengan katakata bayangan/ imaginasi tinggal di rumah yang sehat Membuang sampah pada tempatnya di lingkungan sekolah Menunjukan antusiame untuk mengenali dokumen dan koleksi benda berharaga yang dimiliki kelas Melakukan pengamatan sederhana tentang tugas dan peran setiap anggota daalam keluarga dalam kehidupan sehari Peduli lingkungan Memahami peristiwa penting dalam keluarga secara kronologis Memahami kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga Memelihara dokumen dan koleksi benda berharga Rasa ingin tahu Menunjukan antusiame untuk mengenali dokumen dan koleksi benda berharaga yang dimiliki sekolah Mendeskripsik an kedudukan dan peran anggota keluarga Rasa ingin tahu 61 .

Nilai.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 1-3 – hari 4-6 Kritis Menceritakan pengalaman dalam melaksana-kan peran dalam anggota keluarga Jujur Menghargai prestasi Memahami kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga Memberi contoh bentuk – bentuk kerjasama di lingkungan tetangga Rasa ingin tahu Membedakan tugas masing – masing anggota keluarga dalam kehidupan sehari – hari Menceritakan pengalaman dalam melaksanakan peran dalam keluarga sesuai dengan kenyataannya Menunjukan rasa bangga akan kerja keras yang dilakukan orang tua dalam usaha mencukupi kebutuhan keluarga Melakukan pengamatan sederhana tentang bentuk – bentuk kerjasama di lingkungan tetangga Mau menceritakan partisipasi dalam kegiatan kerjasama di lingkungan tetangga yang dilakukan peserta didik sesuai dengan sebenarnya Jujur 2. dan Indikator SMP 62 . SK/KD.

Rasa ingin tahu Indikator 7-9 Mengumpulkan beberapa gambar dan pakaian adat di Indonesi dan memabahasnya dalam tugas Pekerjaan Rumah Mengikuti lomba cerdas cermat tentang adat istiadat di sekolah Mewakili sekolah dalam lomba cerdas cermat tentng hukum di luar sekolah Menarikan salah satu tarian daerah dalam peringatan 17 Agustus di Sekolah Kreatif Bersahabat Menerima dan mau bergaul dengan teman yang berbeda agama Mendeskripsikan makna Proklamasi Kemerdekaan dan konstitusi pertama Menjelaskan makna proklamasi kemerdekaan Mendeskripsikan suasana kebatinan konstitusi pertama Cinta tanah air Turut aktif didalam memperingati detikdetik proklamasi di sekolah Mencari berbagai sumber di luar buku pelajaran tentang Pancasila dan UUD 1945 Memprakarsai kegiatan untuk memahami makna proklamasi bagi para pemimpin bangsa yang melahirkan UUD 1945 Rasa ingin tahu Kreatif 63 .Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Standar Kompetensi Menunjukkan sikap positif terhadap normanorma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat. adat istiadat dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara Menerapkan normanorma. peraturan yang berlaku dalam masyarakat. kebiasaan. berbangsa dan bernegara. Nilai Semangat kebangsaan Rasa ingin tahu Menjelaskan hakikat dan arti penting hukum bagi warganegara Menerapkan normanorma. Kompetensi Dasar Mendeskripsikan hakekat normanorma. adat istiadat dan peraturan yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara Menjelaskan makna proklamasi kemerdekaan Mendeskripsikan suasana kebatinan konstitusi pertama Menganalisis hubungan antara proklamasi kemerdekaan dan UUD 1945 Menunjukkan sikap positif terhadap makna proklamasi kemerdekaan dan suasana kebatinan konstitusi pertama.kebiasaan. adat istiadat. kebiasaan.

hukum . dan kelembagaan HAM Nilai Peduli sosial Indikator 7-9 Membantu kegiatan lembaga HAM dalam kampanye tentang HAM kepada masyarakat Mewawancarai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam kaitannya dengan penegakan HAM Mendeskripsikan kasus pelanggaran dan pupaya perlindungan HAM Rasa ingin tahu Ilmu Pengatahuan Alam (IPA) Melaksanakan pengamatan objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan abiotik Ingin tahu Mengajukan pertanyaan untuk memperoleh penjelasan tentang gejala alam biotik dan abiotik Kerja keras Memilah data hasil pengamatan yang relevan dan tidak relevan secara teliti untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan abiotik Jujur Melaporkan hasil pengamatan sesuai data / fakta yang diperoleh Disiplin Format dan teknik pelaporan mengikuti kaidah dan aturan yang telah ditetapkan dalam tugas 64 .Mata Pelajaran Standar Kompetensi Menampilkan sikap positif terhadap perlindungan dan penegakan Hak Azasi Manusia (HAM) Menampilkan sikap positif terhadap perlindungan dan penegakan Hak Azasi Manusia (HAM) Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan Kompetensi Dasar Menguraikan hakikat.

Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Demokratis Indikator 7-9 Menerima adanya perbedaan pendapat tentang hasil pengamatan Dapat menggunakan mikroskop serta peralatan pendukungnya tanpa lagi dibantu guru Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan Menggunakan mikroskop dan peralatan pendukung lainnya untuk mengamati gejalagejala kehidupan Mandiri Menghargai prestasi Menunjukkan pengakuan /apresiasi terhadap mutu hasil kerja teman Bekerja keras Mencoba berbagai upaya untuk memperoleh jawban terhadap pertanyaan yang diajukan Menerapkan keselamatan kerja dalam melakukan pengamatan gejalagejala alam Disiplin Menggunakan mikroskop dan peralatan lainnya secara hati-hati sesuai prosedur Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan Mendeskripsikan besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya Senang membaca Mendapatkan informasi melalui kegiatan membaca tentang besaran pokok dan besaran turunan 65 .

Melakukan pengamatan untuk mengetahui besaran pokok dan besaran turunan Bangga akan satuan tradisional Jujur Menyimpulkan hasil pengamatan tentang besaran pokok dan besaran turunan dengan benar (jujur) Berani Mau menjelaskan besaran pokok dan besaran satuan beserta satuannya Mendeskripsikan pengertian suhu dan pengukuran nya Berani Berani menjelaskan secara benar dengan bahasa sendiri.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Rasa ingin tahu Semangat kebangsaan Indikator 7-9 1. Mengajukan pertanyaan untuk mengetahui besaran pokok dan besaran turunan 2. Keatif menyusun kalimat yang benar dan dapat dimengerti. Mengkomunikasikan hal yang dipahami dengan benar (jujur) baik secara lisan maupun tulisan Kreatif Jujur 66 .

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Memahami masalah penyimpangan sosial. PSK dll) akibat penyimpangan sosial di keluarga dan masyarakat Menunjukan kewaspadaan dan menjauhi perilaku yang cenderung mengarah ke bentuk patologi sosial yang ada di lingkungan sekitar Menunjukan sikap menghindari perilaku yang mengandung penyakit sosial dan merugikan diri sendiri dan meresahkan masyarakat. Disiplin Peduli sosial 67 . judi. Mengidenti-fikasi berbagai usaha pencegahan penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat Ktitis Menunjukan kesadaran akan dampak negatif dari penyakit sosial (miras.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Peduli lingkungan Indikator 7-9 Memperhatikan keselamatan jiwa dan keselamatan alat (seafty) dalam menyusun prosedur. Disiplin Menggunakan syaratsyarat khusus dalam mengukur suhu (taat azaz). seks bebas. narkoba.

Memahami kegiatan pelaku ekonomi di masyarakat Mengidentifikasi bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat Rasa ingin tahu Menemukan contoh dalam kehidupan sehari – hari baik di lingkungan rumah maupun di masyarakat adanya hubungan antara kelangkaan sumber daya dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas Kreatif Menunjukan melalui sikap membiasakan diri dalam kehidupan sehari – hari membuat skala prioritas kebutuhan untuk mengatasi keterbatasan kemampuan memenuhinya.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Rasa ingin tahu Indikator 7-9 Mencari informasi tentang upaya – upaya menangulangi dan mencegah penyakit sosial yang diakibatkan oleh perilaku menyimpang dari berbagai sumber. 68 .

Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Jujur Indikator 7-9 Menceritakan pengalaman tentang perbedaan yang dirasakan belanja di pasar moderen dengan pasar tradisional sesuai dengan kenyataan Memahami usaha persiapan kemerdekaan Mendeskripsikan peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi dan proses terbentuknya negara kesatuan Republik Indonesia Senang membaca Mencari informasi dari sumber bacaan lain tentang peranan BPUPKI dan PPKI dalam penyusunan persiapan kemerdekaan dan merumuskan kelengkapan sebuah negara yang merdeka . Menunjukan sikap penghargaan atas kerja keras dan kerjasama dalam menyelesaikan berbagai pebedaan dan mencapai kesepakatan baik dalam sidang BPUPKI maupun PPKI demi Indonesia merdeka Menunjukan sikap meneladani sikap tokoh – tokoh BPUPKI dan PPKI demi keutuhan semangat dan kebersamaan mempersiapkan kemerdekaaan Indonesia. Semangat kebangsaan 69 .

Mencari informasi melalui sumber bacaan lain tentang masalah ketidak setimbangan antara jumlah angkatan kerja dengan kesempatan kerja Memahami Kegiatan perekonomian Indonesia Mendeskripsikan permasalahan angkatan kerja dan tenaga kerja sebagai sumber daya dalam kegiatan ekonomi.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Empati Indikator 7-9 Menunjukan dengan pernyataan ikut merasakan gejolak semangat bangsa Indonesia ketika mendengar kekalahan Jepang dari Sekutu Menghargai prestasi Menunjukan sikap menghormati perbedaan pemikiran kaum muda dan kaum tua menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia sebagai bagian dinamika sejarah perjuangan bangsa. serta peranan pemerintah dalam upaya penainggulangannya Senang membaca Rasa ingin tahu Melakukan pengamatan di lingkungan setempat terhadap rendahnya kualitas ketrampilan tenaga kerja yang menjadi beban pemerindah daerah 70 .

Mata Pelajaran

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Nilai Mandiri

Indikator 7-9 Belajar dengan sungguh – sungguh dan memiliki ketrampilan yang memadai agar kelak tidak menjadi beban keluarga, masyarakat dan negara.

3. SK/KD, Nilai, dan Indikator SMA
Mata Pelajaran PENDIDIKAN KEWARGANEGA RAAN (PKn) Standar Kompetensi Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia Kompetensi Dasar Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya Negara Nilai Rasa kebangsaan Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 - 12 Mengungkapkan perasaan terbaiknya yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia tebentuk karena ada persamaan sejarah, kepentingan dan tujun antara sukusuku bangsa menjadi sebuah bangsa untuk membentuk sebuah Negara. Menunjukkan pengkajian yang serius terhadap bentuk pemerintahan Indonesia yang memilih republic dan bukannya kerajaan.

Rasa ingin tahu

71

Mata Pelajaran

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Nilai

Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 - 12

Semangat kebangsaan

Memilki sikap yang jelas bahwa NKRI ada karena rasa kebangsaan dan persatuan bangsa Memilki sikap yang jelas bahwa NKRI ada karena rasa kebangsaan dan persatuan bangsa Memilih untuk membela Negara jika dihadapkan pada situsi yang menempatkan Negara dalam bahaya. Memecahkan persoalan kelas/sekolah yang didasari oleh aturan dan tata tertib sekolah. Melakukan pengkajian dan pengumpulan informasi serta laporan singkat tentang kegiatan lembga – lembaga peradilan di Indonesia Menggiatkan simulasi pelaksanaan pengadilan di sekolah Bekerja secara teratur, rinci dan tertib dalam menggunakan aturan pangkat, akar, dan logaritma Terus mencoba menerapkan aturan pangkat, akar, dan logaritma Cermat dalam melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar, dan logaritma.

Menjelaskan pengertian, fungsi dan tujuan NKRI

Semangat kebangsaan

Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional

Mendeskripsikan pengertian sistem hukum dan peradilan nasional Menganalisis lembaga-lembaga peradilan

Disiplin

Rasa ingin tahun

Partisipasi

MATEMATIKA

Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma

Menggunakan aturan pangkat, akar, dan logaritma.

Teliti

Pantang Menyerah

2 Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar, dan logaritma.

Teliti

72

Mata Pelajaran

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Nilai Pantang Menyerah

Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 - 12 Berusaha dengan gigih dalam mempertahankan pendapat yang berkaitan dengan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar, dan logaritma. Rapi dalam menyajikan jawaban terhadap soal yang berkaitan dengan pemahaman konsep fungsi Selalu mengecek ulang segala pekerjaan yang telah dilakukan berkaitan dengan penggambaran grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat. Tidak terpengaruh oleh keadaan lingkungan pada waktu menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat. Terus berupaya menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat secara benar Mengajukan pemikiran kritis dalam diskusi tentang keteraturan dalam system periodik unsur Mencari informasi lebih lanjut tentang fenomena keteraturan dalam unsur di alam Menunjukkan kesadaran bahwa keteraturan dalam alam disebabkan oleh Tuhan penciptanya

Memecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi, persamaan dan fungsi kuadrat serta pertidaksamaan kuadrat

Memahami konsep fungsi

Teliti

Menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat

Teliti

Tekun

Jujur

KIMIA

Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia

Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifatsifat unsur, massa atom relatif, dan sifatsifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi

Kritis

Rasa ingin tahu

Religius

73

bertanya pada ahli. panjang. ikatan koordinasi. sifat-sifat periodik unsur. dan waktu) Senang membaca. Komunikatif Menghargai Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya Rasa ingin tahu Senang membaca Jujur Menghargai FISIKA Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya Mengukur besaran fisika (massa. koordinasi Menggunakan bahasa yang komunikatif dalam kelompok untuk mengungkapkan gagasan Memberi kesempatan kepada anggota kelompok diskusi untuk mengajukan pendapat Menunjukkan usaha yang keras untuk memperoleh informasi tentang tatanama senyawa kimia Mencari sumber informasi/bacaan lain untuk memperoleh informasi tambahan tentang tatanama senyawa kimia Melaporkan hasil percobaan berdasarkan data hasil percobaan Memberikan kesempatan kepada teman lain untuk mengajukan pendapat dan mengomentarinya dengan santun Mencari informasi lebih dari berbagai sumber (internet) untuk memahami makna standar . bertanya lebih dalam. dan ikatan kimia Membandingkan proses pembentukan ikatan ion. ikatan kovalen. dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk Kritis Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . 74 . ion.12 Menunjukkan kesadaran bahwa disiplin merupakan satu cara untuk mempertahankan keteraturan alam Mengajukan pemikiran kritis dalam diskusi tentang pembentukan ikatan kovalen.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Disiplin elektron Memahami struktur atom.

12 Melakukan eksperimen untuk pengukuran panjang. cermat. teliti. bertanya lebih dalam. menjaga keslaamatan kerja. Melaporkan hasil eksperimen secara benar (jujur) baik lisan maupun tulisan dengan aturan ilmiah yang benar Mengamati fenomena untuk mengetahui konsep penjumlahan besaran vektor. dan menjaga keselamataan kerja. meyelesaikan pekerjaan pada waktunya Mencari informasi lebih dari berbagai sumber (internet) untuk memahami konsep gerak. Bekerja secara optimal.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Jujur Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . Menganalisis besaran fisika pada gerak melingkar dengan laju konstan Jujur Kerja keras 75 . teliti. Melakukan eksperimen secara benar. hati-hati. bertanya pada ahli. Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik Menganalisis besaran fisika pada gerak dengan kecepatan dan percepatan konstan Rasa ingin tahu Peduli lingkungan Toleran. Bekerja secara optimal. taaat azaz. Bekerjasama dalam kelompok. hati-hati. cermat . massa dan waktu Melakukan eksperimen secara benar. bertanggung jawab dalam kelompok Melaporkan hasil eksperimen secara benar (jujur) baik lisan maupun tulisan dengan aturan ilmiah yang benar. meyelesaikan pekerjaan pada waktunya Melakukan penjumlahan vektor Jujur Rasa ingin tahu Kerja keras. taat azaz.

hatihati. Melakukan eksperimen secara benar. Melakukan eksperimen secara benar.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik Kompetensi Dasar Menerapkan Hukum Newton sebagai prinsip dasar dinamika untuk gerak lurus. teliti. bertanya lebih dalam. II dan III Newton Mencari informasi lebih dari berbagai sumber (internet) untuk memahami konsep Hukum Newton.12 Mengamati fenomena untuk mengetahui keberlakukan Hukum I. dan menjaga keselamataan kerja 76 . hatihati. Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . cermat. taat azat. kamera pinholl Menerapkan alatalat optik dalam kehidupan seharihari Disiplin. taat azat. dan gerak melingkar beraturan Nilai Rasa ingin tahu Senang membaca. teleskope. dan menjaga keselamataan kerja Kreatif Menerapkan prinsip kerja alat-alat optik Menganalisis alatalat optik secara kualitatif dan kuantitatif Rasa ingin tahu Jujur Kreatif Membuat teropong. Menemukan kasuskasus yang menarik terkait dengan penerapan hukum Newton Mengamati fenomena untuk mengetahui keberlakuan pentingya alat-alat optik bagai kebutuhan hidup manusia. gerak vertikal. cermat. bertanya pada ahli. teliti.

dan bioma) Memahami prinsipprinsip pengelompokan makhluk hidup Mendeskripsikan ciri-ciri. replikasi. replikasi. populasi. dan peran virus dalam kehidupan Kerja keras Ingin tahu Kerja keras Ingin tahu Peduli lingkungan 77 . jaringan. dan pengamatan) tentang ruang lingkup Biologi Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mengidentifikasi ruang lingkup Biologi Melaporkan hasil kajian buku teks dan pustaka lainnya secara antusias dalam mengidentifikasi ruang lingkup Biologi Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mendeskripsikan objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru dan buku) tentang tahapan perkembangan manusia Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mendeskripsikan ciriciri.12 Menampilkan hasil karya dalam kegiatan pameran Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru. organ. dan peran virus dalam kehidupan Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru dan buku) tentang ciri-ciri. buku. ekosistem.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Kreatif Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . individu. replikasi. dan peran virus dalam kehidupan Mengemukakan pendapat/ saran positif tentang upaya menghindari BIOLOGI Memahami hakikat Biologi sebagai ilmu Mengidentifikasi ruang lingkup Biologi Ingin tahu Kerja keras Senang membaca Mendeskripsikan objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan (molekul. sel.

Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . menarik dan bernilai ekonomi Tidak meniru/ menyontek desain produk daur ulang limbah teman yang lain Menyelesaikan masalah sendiri yang berkaitan dengan pembuatan produk daur ulang limbah Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mendeskripsikan komponen kimiawi sel. struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru dan buku) tentang komponen kimiawi sel.12 penyebaran virus flu di dalam kelas Mendeskripsikan ciri-ciri Archaeobacteria dan Eubacteria dan peranannya bagi kehidupan Kerja keras Menganalisis jenis-jenis limbah dan daur ulang limbah Kerja keras Membuat produk daur ulang limbah Kreatif Jujur Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mendeskripsikan ciriciri Archaeobacteria dan Eubacteria dan peranannya bagi kehidupan Menunjukkan upaya yang sungguh-sungguh dalam mengkaitkan fakta hasil pengamatan dengan sumber acuan/pustaka untuk menganalisis jenis-jenis limbah dan daur ulang limbah Membuat produk baru dari daur ulang limbah yang bermanfaat. struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan Mandiri Memahami struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan Mendeskripsikan komponen kimiawi sel. struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan Kerja keras Ingin tahu 78 .

transport aktif. osmosis. dan pengamatan) tentang organela sel tumbuhan dan hewan Menunjukkan upaya mempelajari sumbersumber acuan/bacaan yang relevan untuk mengidentifikasi organela sel tumbuhan dan hewan Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru. dan pengamatan) tentang perbedaan mekanisme transpor pada membran (difusi. endositosis.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . Menunjukkan upaya yang sungguh-sungguh dalam mengkaitkan fakta dengan sumber acuan/pustaka untuk mengidentifikasi mekanisme transpor pada membran (difusi. transport aktif. transport aktif. eksositosis) Merespon isi percakapan dua orang peserta didik yang melibatkan tindak/ujaran menerima/ Mendengarkan percakapan antara dua orang yang saling berkenalan agar peserta didik mepraktekkan persahabatan dan kepedulian sosial 79 . lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari- Rasa ingin tahu Persahabatan Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru. buku.12 Mengidentifikasi organela sel tumbuhan dan hewan Ingin tahu Kerja keras Membandingkan mekanisme transpor pada membran (difusi. endositosis. endositosis. osmosis. buku. eksositosis) Ingin Tahu Kerja keras BAHASA INGGRIS Memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal resmi dan berlanjut (sustained) dalam konteks kehidupan sehari-hari Merespon makna yang terdapat dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa lisan sederhana secara akurat. osmosis.

lancar dan berterima dalam berbagai konteks kehidupan seharihari dalam teks: recount. narrative. menunjukkan simpati. dan Persahabatan Mendengarkan percakapan dua orang yang melibatkan tindak tutur mengungkapkan perasaan bahagia. menunjukkan simpati. rasa ingin tahu Mendengarkan monolog lisan tentang peristiwa alam agar peserta didik dapat menujukkan peduli lingkungan dan rasa ingin tahu Peduli sosial Peduli lingkungan 80 .Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . toleransi. dan memberi instruksi Merespon makna dalam teks monolog sederhana yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat. menunjukkan simpati.12 hari dan melibatkan tindak tutur: berkenalan. menunjukkan perhatian. atau menerima instruksi agar peserta didik dapat mempraktekkan persahabatan. menunjukkan perhatian. toleransi. menyetujui Merespon makna yang terdapat dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa lisan sederhana secara akurat. bertemu/berpisah. lancar dan berterima dalam konteks kehidupan seharihari dan melibatkan tindak tutur: mengungkapkan perasaan bahagia. atau menerima instruksi agar peserta didik dapat mempraktekkan persahabatan. dan peduli sosial Merespon isi percakapan yang melibatkan tindak tutur mengungkapkan perasaan bahagia. peduli sosial. menunjukkan perhatian.

12 Merespon ceritera tentang tokoh yang menggambarkan kejujuran .Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar procedure Nilai Jujur Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . menyetujui ajakan/tawaran/ undangan. disiplin agar peserta didik dapat menunjukkan nilai kejujuran. menerima janji. dan disiplin Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal dalam konteks kehidupan sehari-hari Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan tak resmi secara akurat. lancar dan berterima dengan menggunakan ragam bahasa lisan sederhana dalam konteks kehidupan seharihari dan melibatkan tindak tutur: berkenalan. bertemu/berpisah. kerja keras. dan membatalkan janji Menyimpulkan hakekat geografi GEOGRAFI Menganalisis gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi serta pelestariannya Rasa ingin tahu Mencari pengertian dan ruang lingkup geografi dari sumber lain (RIT) Menanyakan hubungan antara geografi dengan ilmu-ilmu lain (RIT) 81 . kerja keras.

12 Mencari pengertian dan ruang lingkup geografi dari sumber lain (RIT) Menanyakan hubungan antara geografi dengan ilmu-ilmu lain (RIT) Mengemukakan pendapat mengenai ciriciri wilayah tempat tinggalnya (RIT) Bekerja sama dengan teman sekelas yang berbeda desa/kelurahan untuk menggambar peta kabupaten setempat (SK) Mencari pengertian dan ruang lingkup geografi dari sumber lain (RIT) Menanyakan hubungan antara geografi dengan ilmu-ilmu lain (RIT) Mengemukakan pendapat mengenai ciriciri wilayah tempat tinggalnya (RIT) Bekerjasama dengan teman sekelas yang berbeda desa/kelurahan untuk menggambar peta kabupaten setempat (SK Menanyakan global warming dalam kaitannya dengan iklim di Indonesia (RIT) Melaporkan hasil pengamatan mengenai data kerusakan pada saat terjadi bencana (JJR) Mencari informasi mengenai konversi lahan di lingkungan setempat dari sumber lain yang relevan (RIT) Mencari gambar dari sumber lain yang relevan mengenai batas-batas wilayah pesisir dan pantai (RIT) Menganalisis gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi serta pelestariannya Manafsirkan pola dan ciri kenampakan alam dan budaya pada berbagai peta dan media citra Menyimpulkan hakekat geografi Rasa ingin tahu Rasa ingin tahu Manafsirkan pola dan ciri kenampakan alam dan budaya pada berbagai peta dan media citra Rasa ingin tahu Semangat kebangsaan Menganalisis gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi serta pelestariannya Memprediksi perubahan dinamika atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi Memprediksi dinamika perubahan litosfer dan dampaknya terhadap Jujur Rasa ingin tahu Rasa ingin tahu 82 .Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 .

Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar kehidupan di muka bumi Nilai Jujur SEJARAH Menganalisis perkembangan bangsa Indonesia sejak masuknya pengaruh Barat sampai dengan pendudukan Jepang. Menganalisis sejarah dunia yang mempengaruhi sejarah Bangsa Indonesia ari abad ke-18 sampai dengan abad ke-20. dan Revolusi Rusia terhadap perkembangan pergerakan nasional Indonesia. Menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia Mengidentifikasi peradaban awal masyarakat di dunia yang berpengaruh terhadap peradaban Indonesia Menghargai prestasi Mengagumi teknologi yang telah dihasilkan oleh masyarakat awal bangsa Indonesia Mempelajari dan mengagumi berbagai peninggalan budaya & peradaban dalam perjalanan panjang sejarah Indonesia atau dunia. ekonomi. Semangat kebangsaan Mengemukakan pendapat/saran positif untuk menyelesaikan suatu masalah nasional (berkenaan dengan konflik sosial. Revolusi Amerika. pergerakan kebangsaan. hingga terbentuknya negara kebangsaan sampai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Menganalisis peradaban Indonesia dan dunia Menganalisis hubungan antara perkembangan paham-paham baru dan transformasi sosial dengan kesadaran dan pergerakan Membedakan pengaruh Revolusi Prancis. Menghargai prestasi 83 . Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia dari negara tradisional.12 Menginventarisasi lagulagu nasional yang bertemakan tentang laut (SK) Setia menghadiri setiap upacara bendera pada setiap hari kemerdekaaan/kebangs aan di sekolah. politik) di sekolah maupun di luar sekolah Cinta tanah air Khidmat mengikuti upacara kenaikan bendera merah putih disertai lagu kebangsaan Indonesia Raya. kolonial. Menganalisis terbentuknya negara Kebangsaan Indonesia Semangat kebangsaan Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 .

agama. budaya.12 Mempelajari dan mengagumi keberanian manusia yang menjadi leluhur bangsa Indonesia untuk berlayar dengan perlengkapan yang sangat terbatas Bersikap ramah dan berteman baik dengan teman-teman sekelas dari berbagai daerah tanpa membedakan etnis.berhubungan dengan kajian sosialogi Peduli Sosial Senang Membaca Rasa ingin tahu 84 . dan Islam di Indonesia.menanyakan sesuatu yang tidak jelas/tahu yang . HinduBuddha.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Menganalisis asal-usul dan persebaran manusia di kepulauan Indonesia Nilai Menghargai prestasi Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia pada masa negara-negara tradisional. asal-usul sosial. Menunjukkan sikap bersedia membantu teman-teman kelas/sekolah yang sedang menghadapi kesulitan semampunya Bersahabat/ Komunikatif Cinta Damai Bergaul dengan temanteman sekelasnyA menjauhi sikap bermusuhan dengan teman sekelasnya Menunjukkan rasa simpati pada teman sekelasnya . Menganalisis hubungan antara perkembangan paham-paham baru dan transformasi sosial dengan kesadaran dan pergerakan kebangsaan. golongan.membuat ringkasan isi buku dari hasil bacaan yang .berkaitan dengan kajian sosiologi untuk me . Menjelaskan fungsi sosiologi sebagai ilmu yang mengkaji hubungan masyarakat dan lingkungan Bersahabat/ komunikatif Menganalisis perkembangan bangsa Indonesia sejak masuknya pengaruh Barat sampai dengan pendudukan Jepang SOSIOLOGI Memahami prilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat Bersahabat/ko munikatif Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . Menganalisis proses interaksi antara tradisi lokal.

Mata Pelajaran Standar Kompetensi Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan kepribadian Kompetensi Dasar Menjelaskan sosialisasi sebagai proses dalam pembentukan kepribadian Nilai Semangat Kebangsaan Mendeskripsikan terjadinya perilaku menyimpang dan sikap-sikap anti sosial Kerja keras Disiplin Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 .12 Bekerjasama dengan teman sekelas dan sekolahnya yang berbeda agama/suku/budaya/s tatus sosial dalam rangka bersosialisasi untuk membentuk kepribadian bangsa Berani menolak ajakan yang dapat mengarah pada prilaku menyimpang dan sikapsikap anti sosial Menjaga prilaku dan perbuatan positif sesuai dengan aturan sekolah agar tidak terjerumus pada perilaku menyimpang dan sikapsikap anti sosial Menghindari prilaku negative yang dapat mengarah pada prilaku menyimpang Menjalin hubungan pertemanan dengan teman-teman sekolahnya yang berasal dari struktur sosial yang berbeda Melakukan pertemanan dengan seluruh sivitas sekolah tanpa melihat kedudukan dan jabatannya Membantu temanteman sekelasnya yang membutuhkan pertolongan/bantuan tanpa melihat kedudukan dan jabatannya Menjalin persahabatan dengan teman-teman sekelas dan sekolahnya untuk menghindari konflik sosial Menerapkan aturan sosial dalam kehidupan bermasyarakat Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab Mendeskripsikan bentuk-bentuk struktur sosial dalam fenomena kehidupan Disiplin Toleransi Bersahabat/ komunikatif Peduli Sosial Menganalisis factor penyebab konflik sosial dalam masyarakat Bersahabat/ komunikatif 85 .

Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Semangat kebangsaan Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . Mengemukakan pendapat tentang pengembangan produksi barang-barang dalam negeri di masa yang akan datang. kelangkaan dan sistem ekonomi Mengidentifikasi kebutuhan manusia Jujur Cermat Peduli Sosial Mendeskripsikan berbagai sumber ekonomi yang langka & kebutuhan manusia yang tidak terbatas Kreatif Peduli Sosial Memahami konsep ekonomi dlm kaitannya dg kegiatan ekonomi konsumen dan produsen Mendeskripsikan pola perilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan ekonomi Mandiri Jujur Cinta Tanah Air 86 . Mengungkapkan gagasan baru terhadap penanggulangi masalah ekonomi akibat kelangkaan sumber daya alam (bahan bakar).12 Mengemukakan pendapat/saran posiitif untuk menyelesaikan konflik sosial yang terjadi di negaranya Menyebutkan dengan jujur kebutuhan hidupnya sehari-hari yang masih belum terpenuhi Mengelompokkan secara mendetail kebutuhan hidup keluarganya dengan teliti Memberikan solusi untuk penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat miskin. EKONOMI Memahami permasalahan ekonomi dulu kaitannya dengan kebutuhan manusia. Merancang satu kegiatan dengan memanfaatkan berbagai potensi ekonomi untuk menanggulangi masalah kebutuhan hidup masyarakatat. Mengidentifikasi sendiri berbagai perilaku konsumen dalam kegiatan ekonomi sehari-hari Menunjukkan hasil pengamatan apa adanya tentang perilaku konsumen dalam kegiatan ekonomi saat ini.

12 Menuliskan sendiri sejumlah peran konsumen dan produsen dalam membangun perekonomian masyarakat Indonesia. Mengumpulkan dan mempertunjukkan sebanyak-banyaknya informasi tentang faktor yang mempengaruhi jumlah permintaan dan penawaran barang. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran Kerja Keras Rasa ingin tahu Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas 10 . Menunjukkan hasil pengamatan yang mendalam tentang perilaku produsen dan dampaknya terhadap perilaku ekonomi masyarakat Indonesia. Menguraikan dengan cermat. penjabaran hukum permintaan dan penawaran dalam perilaku ekonomi sehari-hari berdasarkan hasil analisis kelompok. Demokratis Menjelaskan hukum permintaan dan penawaran serta asumsi yang mendasarinya. mendapatkan kesempatan secara bergiliran persoalan yang ada dan mempengaruhi permintaan dan penawaran barang. harga keseimbangan dan pasar. Teliti Menghargai Prestasi 87 . Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan. Memberi perhatian yang sungguh sungguh serta respon positif atas prestasi dan kelompok lain yang dapat menunjukkan dengan benar contohcontoh ikaitan hukum permintaan dan penawaran.Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Mendeskripsikan peran konsumen dan produsen Nilai Mandiri Rasa ingin tahu. penawaran. Melakukan penelaahan dengan benar kaitan antara permintaan dan penawaran.

BAB IV INTEGRASI NILAI-NILAI BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA KE DALAM DOKUMEN KTSP 88 .

(3) nilainilai tidak diajarkan tapi dikembangkan. sekolah. muatan lokal. keteladanan. Penerapannya dapat dilakukan dengan berbagai strategi pengintegrasian dalam program-program sekolah melalui kegiatan rutin. contoh berikut ini bukanlah dokumen KTSP yang akan dipersandingkan dengan dokumen KTSP yang sudah ada atau sedang berjalan.Sebagaimana dijelaskan pada bab II. Contoh dokumen KTSP yang mengembangkan pendidikan budaya dan karakter berikut merupakan masukan untuk diadaptasi dengan dokumen KTSP yang sedang berlaku di sekolah. Hal-hal sebagaimana yang telah diuraikan harus tercermin jelas dalam dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada satuan-satuan pendidikan. Sekolah yang menjalankan program pengembangan budaya dan karakter bangsa ditandai dengan sejumlah indikator sekolah dan kelas seperti yang tercantum dalam bab II. Dalam satu sekolah hanya ada satu KTSP. kepribadian. dan budaya sekolah. dan pengkondisian. Pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan dalam berbagai kegiatan belajar di kelas. Pelaksanaaan program pengembangan budaya dan karakter bangsa ini dinilai secara terus menerus dan berkesinambungan. Oleh karena itu. prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah (1) berkelanjutan. dan luar sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan lain. Dokumen KTSP yang dipaparkan ini bukan mengambil contoh dari 89 . (2) melalui semua mata pelajaran (saling menguatkan). Penilaian ini dilakukan oleh pihak ekternal (dinas pendidikan) dan internal (kepala sekolah dan guru). spontan. dan (4) dilaksanakan melalui proses belajar aktif.

dan karakter bangsa diuraikan secara lengkap dengan anak bab (I) Pendahuluan. Bagi pelaksana pendidikan di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. dan (IV) Kalender Pendidikan. (II) Tujuan Pendidikan. dan Tujuan Sekolah. dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan diharap mengadakan adaptasi dari contoh itu. (III) Struktur dan Muatan Kurikulum. Contoh dokumen KTSP yang memuat pendidikan budaya KURIKULUM SMP …. SMP …. Oleh karenanya tidak menyertakan analisis konteks dari keadaan sekolah tertentu. ALAMAT SEKOLAH CONTOH DOKUMEN KTSP 90 . Ini semata-mata contoh yang dalam penerapannya di lapangan harus diadakan adaptasi (bukan adopsi) sesuai dengan konteks sekolah yang bersangkutan.salah satu sekolah yang nyata. Misi. Contoh KTSP yang dituangkan di sini adalah untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Visi.

LOGO SEKOLA H/DAERA H I. Latar Belakang 91 . PENDAHULUAN 1.

toleransi. potensi daerah. dan Kompetensi Dasar (KD). Dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan kerangka dasar Standar Kompetensi Lulusan (SKL). semangat kebangsaan. KTSP ini mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan pendidikan yang terjadi di sekolah. Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. cinta tanah air. Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah harus segera dilaksanakan. Nilai- 92 . Satuan pendidikan merupakan pusat pengembangan budaya. Pengembangannya harus berdasarkan satuan pendidikan. mandiri. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya: religius. atau karakteristik daerah. komunikatif. kreatif.Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. gemar membaca. peduli sosial dan lingkungan. kerja keras. cinta damai. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. baik dalam penyusunan maupun pelaksanaannya di satuan pendidikan. isi. sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik. disiplin. KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. seperti dalam pengelolaan kurikulum. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. yaitu Pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan Pasal 35 mengenai standar nasional pendidikan. Standar Kompetensi (SK). jujur. demokratis. serta tanggung jawab. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada satuan pendidikan untuk menyusun kurikulumnya mengacu pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. menghargai prestasi. Bentuk nyata desentralisasi pengelolaan pendidikan adalah diberikannya kewenangan kepada satuan pendidikan untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan. rasa ingin tahu.

potensi daerah. ”Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik seutuhnya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pasal 38 ayat (2). cakap. Sekolah sebagai bagian dari masyarakat tidak terlepas dari lokus. kemanusiaan. sehat. Landasan Penyusunan KTSP a. persatuan. sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara. “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia” dan Pasal 32 ayat (1). Kekuatan dan kelemahan dari hal-hal ini akan menjadi pertimbangan dalam penentuan Struktur Kurikulum sekolah ini. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. kerakyatan. Landasan Yuridis Secara yuridis KTSP ini dikembangkan berdasarkan: • Undang-undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat (5). kondisi sosial dan budaya. berakhlak mulia. Landasan Filosofis Sekolah sebagai pusat pengembangan budaya tidak terlepas dari nilai-nilai budaya yang dianut oleh suatu bangsa. 2. yang mencakup religius. Pasal 36 ayat (2).” • Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3. berilmu. “Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dalam mengembangkan nilai-nilai budayanya. Bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai budaya yang bersumber dari Pancasila. kreatif. “Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. mandiri. kewaktuan. “Kurikulum pendidikan dasar dan menengah 93 . dan peserta didik”. Nilai-nilai ini dijadikan dasar filosofis dalam pengembangan kurikulum sekolah. b.nilai melingkupi dan terintegrasi dalam seluruh kegiatan pendidikan sebagai budaya sekolah. dan keadilan.

/SMPLB. dan prinsip-prinsip pendidikan.dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor departemen agama kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah”. peserta didik”. atau bentuk lain yang sederajat dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. Berpusat pada potensi perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia 94 . sosial budaya masyarakat setempat. a. 4. Tujuan Penyusunan KTSP KTSP ini disusun sebagai pedoman bagi komunitas sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik sekolah. • Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 17 ayat (1). • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 6 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional dan nomor 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan. Prinsip Pengembangan KTSP Pengembangan KTSP ini berpedoman pada prinsip-prinsip berikut ini. SMA/MA/SMALB/SMK/MAK. potensi daerah/karakteristik daerah. 3. “Satuan pendidikan dapat mengadopsi atau mengadaptasi model Kurikulum Tingkat Satuan Pedidikan Dasar dan Menengah yang disusun oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional bersama unit terkait”. “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan SD/MI/SDLB. tujuan pendidikan nasional. SMP/MTs.

suku. semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan. c. Menyeluruh dan berkesinambungan 95 . kepentingan peserta didik. pengembangan keterampilan pribadi. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. muatan lokal.yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. b. dan gender. teknologi. dan pengembangan diri secara terpadu. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. dan seni. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. status sosial ekonomi. dan tuntutan lingkungan. serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama. dunia usaha dan dunia kerja. keterampilan akademik. teknologi. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. serta budaya dan karakter bangsa. sehat. dan seni yang berkembang secara dinamis. perkembangan. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. budaya. berilmu. kondisi daerah. adat istiadat. berakhlak mulia. Oleh karena itu. jenjang dan jenis pendidikan. kreatif. kebutuhan. keterampilan berpikir. e. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Oleh karena itu. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. cakap. keterampilan sosial. d.

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.

f. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

g. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerah Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

II. TUJUAN PENDIDIKAN, VISI, MISI, DAN TUJUAN SEKOLAH

1. Tujuan Pendidikan Tujuan Pendidikan Nasional adalah berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang: beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

96

2. Visi Sekolah dengan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara maksimal yang dijiwai oleh nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. 3. Misi • • • • • • Mengembangkan sikap dan perilaku religiusitas di lingkungan dalam dan luar sekolah. Mengembangkan budaya gemar membaca, rasa ingin tahu, bertoleransi, bekerja sama, saling menghargai, disiplin, jujur, kerja keras, kreatif, dan mandiri. Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, rapi, bersih, dan nyaman. Menciptakan suasana pembelajaran yang menantang, menyenangkan,

komunikatif, tanpa takut salah, dan demokratis. Mengupayakan pemanfaatan waktu belajar, sumber daya fisik, dan manusia agar memberikan hasil yang terbaik bagi perkembangan peserta didik. Menanamkan kepedulian sosial dan lingkungan, cinta damai, cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan hidup demokratis. 4. Tujuan Sekolah Mengacu pada visi dan misi sekolah, serta tujuan umum pendidikan dasar, tujuan sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai berikut ini. a. b. c. d. e. Semua kelas melaksanakan pendekatan “pembelajaran aktif” pada semua mata pelajaran. Mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses belajar di kelas berbasis pendidikan budaya dan karakter bangsa. Mengembangkan budaya sekolah yang kondusif untuk mencapai tujuan pendidikan dasar. Menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial yang menjadi bagian dari pendidikan budaya dan karakter bangsa. Menjalin kerja sama lembaga pendidikan dengan media dalam memublikasikan program sekolah. 97

f.

Memanfaatkan dan memelihara fasilitas untuk sebesar-besarnya dalam proses pembelajaran.

III.

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

1. Struktur Kurikulum Struktur dan muatan kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang tertuang dalam Standar Isi meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut ini. a. b. c. d. e. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi Kelompok mata pelajaran estetika Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

Kelompok mata pelajaran tersebut memiliki cakupan dan kegiatan masing-masing seperti diungkapkan di dalam PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) Pasal 7 sebagai berikut ini.
Kelompok Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia Cakupan Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. Melalui Kegiatan keagamaan, pembelajaran kewarganegaraan dan pembinaan kepribadian/akhlak mulia, pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olahraga dan kesehatan, dan pengembangan diri/ekstrakurikuler Kegiatan keagamaan, pembinaan kepribadian/akhlak mulia, pembelajaran kewarganegaraan, bahasa, seni dan budaya, dan

Kewarganegaraan dan Kepribadian

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat,

98

keterampilan/kejuruan. serta muatan lokal yang relevan. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran. kolusi. dan nepotisme. ilmu pengetahuan alam. kreatif dan mandiri. pelestarian lingkungan hidup.Kelompok Mata Pelajaran Cakupan berbangsa. ilmu pengetahuan sosial. dan sikap serta perilaku anti korupsi. tanggung jawab sosial. dan Kesehatan. kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kegiatan bahasa. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan. matematika. ketaatan membayar pajak. dan pengembangan diri/ekstrakurikuler Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis. dan muatan lokal yang relevan. ketaatan pada hukum. dan bernegara. Kegiatan pendidikan jasmani. olahraga. Kegiatan pembelajaran bahasa. kesetaraan gender. Olah Raga. dan/atau teknologi informasi dan komunikasi. keterampilan. demokrasi. kemajemukan bangsa. Kelompok mata pelajaran jasmani. olahraga dan kesehatan pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat. pendidikan kesehatan. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi. dan perilaku hidup Jasmani. ilmu pengetahuan alam. baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup. dan pengembangan diri/ekstrakurikuler 99 . sikap. seni dan budaya. Melalui pendidikan jasmani. penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia. dan pengembangan diri/ekstrakurikuler Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas. jiwa dan patriotisme bela negara. serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis. dan muatan lokal yang relevan.

Pengembangan Diri 1.Kelompok Mata Pelajaran Cakupan sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas. Kegiatan Ekstrakurikuler: a. kecanduan narkoba. Komponen A. Bahasa Inggris 5. Ilmu Pengetahuan Sosial 8. Bahasa Daerah 1 Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 2 2 4 4 4 4 4 2 2 2 1 1 2* 2 2* 2 2* C. Matematika 6. Olahraga dan Kesehatan 10. Bimbingan Konseling 2. dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah. Pendidikan Keterampilan Jasa 2. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Jasmani. Teknologi Informasi dan Komunikasi B. UKS dan PMR 100 . HIV/AIDS. Seni Budaya 9. Melalui Struktur kurikulum meliputi sejumlah mata pelajaran termasuk pengembangan diri sebagai berikut ini. Muatan Lokal 1. demam berdarah. Budidaya Tanaman 4. Agroindustri 3. Kepramukaan b. Ilmu Pengetahuan Alam 7. Bahasa Indonesia 4. muntaber.

1) Pendidikan Agama Pendidikan agama yang diselenggarakan di SMP meliputi agama Islam. …………………………… Jumlah Kelas dan Alokasi Waktu VII VIII IX 32 32 32 2*) Ekuivalen 2 Jam pembelajaran 2. Kebersihan h. • Memberikan wawasan terhadap keberagaman agama di Indonesia. Karya Ilmiah Remaja (KIR) d. a. Hindu. Muatan Kurikulum Muatan Kurikulum SMP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik dan materi muatan lokal. Olahraga e. Kristen Protestan. dan Konghucu. Tujuan: • Meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik sesuai keyakinan agamanya masing-masing. Kerohanian f. Seni budaya/Sanggar seni g. Katholik. 101 .Komponen c. Mata Pelajaran Wajib Mata pelajaran wajib yang diselenggarakan di SMP terdiri atas mata-mata pelajaran sebagai berikut ini. dan • Menumbuhkembangkan sikap toleransi antarumat beragama. Peduli dan Bakti Sosial i. Buddha.

meliputi: proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama. prestasi diri. instrumen nasional dan internasional HAM. sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. demokrasi dan 102 . kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. e) Konstitusi negara. pemerintah pusat. konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia. norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. meliputi: hidup rukun dalam perbedaan. pemerintahan daerah dan otonomi. cinta lingkungan. partisipasi dalam pembelaan negara. kebebasan berorganisasi. meliputi: hidup gotong royong. f) Kekuasan dan politik. norma yang berlaku di masyarakat. Sumpah Pemuda. tata tertib di sekolah. harga diri sebagai warga masyarakat. hak dan kewajiban anggota masyarakat. c) Hak asasi manusia. hukum. persamaan kedudukan warganegara. sistem hukum dan peradilan nasional.2) Pendidikan Kewarganegaraan Tujuan: Memberikan pemahaman terhadap peserta didik tentang kesadaran hidup berbangsa dan bernegara dan pentingnya penanaman rasa persatuan dan kesatuan. hubungan dasar negara dengan konstitusi. hukum dan peradilan internasional. Ruang lingkup: a) Persatuan dan kesatuan bangsa. menghargai keputusan bersama. keterbukaan dan jaminan keadilan. peraturan-peraturan daerah. d) Kebutuhan warga negara. pemajuan. meliputi: hak dan kewajiban anak. keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. penghormatan dan perlindungan HAM. meliputi: pemerintahan desa dan kecamatan. dan peraturan yang meliputi: tertib dalam kehidupan keluarga. b) Norma. kemerdekaan mengeluarkan pendapat.

h) Globalisasi. sistem pemerintahan. budaya politik. budaya demokrasi menuju masyarakat madani. meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara. proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara. g) Pancasila. pers dalam masyarakat demokrasi. serta mengevaluasi globalisasi. Ruang lingkup: a) Kemampuan berwacana. dampak globalisasi.sistem politik. 3) Bahasa Indonesia Tujuan: Membina keterampilan berbahasa secara lisan dan tertulis serta dapat menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi dan sarana pemahaman terhadap IPTEK. hubungan internasional dan organisasi internasional. politik luar negeri Indonesia di era globalisasi. Ruang lingkup: a) Mendengarkan b) Berbicara c) Membaca d) Menulis 4) Bahasa Inggris Tujuan: Membina keterampilan berbahasa dan berkomunikasi secara lisan dan tertulis untuk menghadapi perkembangan IPTEK dalam menyongsong era globalisasi. yakni kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat 103 . pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila sebagai ideologi terbuka. meliputi: globalisasi di lingkungannya.

Ruang lingkup: 104 . kompetensi strategi (mengatasi masalah yang timbul dalam proses komunikasi dengan berbagai cara agar komunikasi tetap berlangsung). c) Kompetensi pendukung. tata tulis). Ruang lingkup: b) Bilangan c) Aljabar d) Geometri dan Pengukuran e) Statistika dan Peluang 6) Ilmu Pengetahuan Alam Tujuan: Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik untuk menguasai dasar-dasar sains dalam rangka penguasaan IPTEK. Gradasi bahan ajar tampak dalam penggunaan kosa kata. narrative. yakni kompetensi linguistik (menggunakan tata bahasa dan kosa kata. tata bunyi. dan kompetensi pembentuk wacana (menggunakan piranti pembentuk wacana). kompetensi sosiokultural (menggunakan ungkapan dan tindak bahasa secara berterima dalam berbagai konteks komunikasi). dan report. recount. descriptive. 5) Matematika Tujuan: Memberikan pemahaman logika dan kemampuan dasar Matematika dalam rangka penguasaan IPTEK. tata bahasa. membaca dan menulis secara terpadu untuk mencapai tingkat literasi functional. dan langkah-langkah retorika. b) Kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan monolog serta esei berbentuk procedure.keterampilan berbahasa. berbicara. yakni mendengarkan.

dan Lingkungan b) Waktu. dan sebagainya. Ruang lingkup: a) Manusia. apresiasi karya musik. 105 . Ruang lingkup: a) Seni Rupa. patung. b) Seni Musik. dan Perubahan c) Sistem Sosial dan Budaya d) Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan 8) Seni Budaya Tujuan: Mengembangkan apresiasi seni. keterampilan. dan nilai dalam menghasilkan karya seni berupa lukisan. daya kreasi. apresiasi terhadap gerak tari.a) Makhluk Hidup dan Proses Kehidupan b) Materi dan Sifatnya c) Energi dan Perubahannya d) Bumi dan Alam Semesta 7) Ilmu Pengetahuan Sosial Tujuan: Memberikan pengetahuan sosiokultural masyarakat yang majemuk. cetak-mencetak. mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal. dan kecintaan pada seni budaya nasional. mencakup pengetahuan. mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa rangsangan bunyi. Tempat. memainkan alat musik. Keberlanjutan. mengembangkan kesadaran hidup bermasyarakat serta memiliki keterampilan hidup secara mandiri. ukiran. c) Seni Tari.

tanggung jawab disiplin dan percaya diri pada peserta didik. dan menyajikan informasi. 9) Pendidikan Jasmani. tenis lapangan. rounders. dan beladiri. menanamkan rasa sportifitas. Ruang lingkup: a) Perangkat keras dan lunak yang digunakan untuk mengumpulkan. bola basket. ketangkasan dengan alat. dan manipulatif. menyimpan. bola voli. dan senam aerobic serta aktivitas lainnya. c) Aktivitas senam. senam pagi. b) Aktivitas pengembangan. 10) Teknologi Informasi dan Komunikasi Tujuan: Memberikan keterampilan dalam bidang teknologi informatika dan komunikasi yang sesuai dengan bakat dan minat peserta didik. serta aktivitas lainnya. dan olah suara yang pementasannya memadukan unsur seni musik. meliputi: mekanika sikap tubuh. mencakup keterampilan olah tubuh. bulu tangkis. atletik. dan senam lantai. memanipulasi. kippers. tenis meja. kasti. meliputi: gerak bebas. keterampilan lokomotor nonlokomotor. Olah Raga dan Kesehatan Tujuan: Menanamkan kebiasaan hidup sehat. sepak bola. meliputi: ketangkasan sederhana. a) Permainan dan olah raga. permainan. Ruang lingkup.d) Seni Teater. olah pikir. seni tari. SKJ. meningkatkan kebugaran dan keterampilan dalam bidang olah raga. ketangkasan tanpa alat. d) Aktivitas ritmik. eksplorasi gerak. serta aktivitas lainnya. 106 . dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya. komponen kebugaran jasmani. dan seni peran. meliputi: olah raga tradisional.

Nilai-nilai budaya yang dimaksud antara lain kejujuran. potensi dan keunggulan daerah.b) Penggunaan alat bantu untuk memproses dan memindah data dari satu perangkat ke perangkat lainnya. eksplorasi. dan kerja sama. sarana prasarana. kemandirian. Jenis Muatan Lokal Pendidikan Keterampilan Jasa Agroindustri Budidaya Tanaman Bahasa Daerah Alokasi Waktu VII VIII IX 2 2 1 1 c. b. 2. sehinggga satuan pendidikan harus mengembangkan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap muatan lokal yang diselenggarakan. dan memiliki etos kerja. Sasaran pembelajaran muatan lokal adalah pengembangan jiwa kewirausahaan dan penanaman nilai-nilai budaya sesuai dengan lingkungan. No. berpikir kritis. Muatan Lokal yang diselenggarakan di SMP ini adalah sebagai berikut. serta ketersediaan lahan. tanggung jawab. Nilai-nilai kewirausahaan yang dikembangkan antara lain inovasi. Muatan Lokal Muatan Lokal yang dipilih ditetapkan berdasarkan ciri khas. Penanaman nilai-nilai kewirausahaan dan budaya tersebut diintegrasikan di dalam proses pembelajaran yang dikondisikan supaya nilai-nilai tersebut dapat menjadi sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. kreatif. 3. Muatan Lokal merupakan mata pelajaran. dan tenaga pendidik. 1. komunikasi. kepekaan terhadap lingkungan. disiplin. Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan 107 . 4.

dan atau klasikal melalui penyelenggaraan kegiatan sebagai berikut ini. bakat. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan dalam bentuk bimbingan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan Rutin. dan minat. Pengembangan diri terdiri atas 2 (dua) bentuk kegiatan.diri sesuai dengan kebutuhan. yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal Contoh • Piket kelas • Ibadah • Berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran di kelas • Bakti sosial • Memberi dan menjawab salam • Meminta maaf • Berterima kasih • Mengunjungi orang yang sakit 108 Spontan. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut. Kegiatan Layanan dan kegiatan pendukung konseling Ekstrakurikuler Pelaksanaan • Individual • Kelompok: tatap muka guru BP masuk ke kelas • Kepramukaan • PMR • UKS • KIR • Olah raga • Kerohaniaan • Seni budaya/sanggar seni • Kesehatan reproduksi remaja • Latihan dasar kepemimpinan 2. kelompok. adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus . yaitu terprogram dan tidak terprogram. 1. Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual.

Kegiatan Contoh • Membuang sampah pada tempatnya • Menolong orang yang sedang dalam kesusahan • Melerai pertengkaran Keteladanan. adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Performa guru Mengambil sampah yang berserakan Cara berbicara yang sopan Mengucapkan terima kasih Meminta maaf Menghargai pendapat orang lain Memberikan kesempatan terhadap pendapat yang berbeda Mendahulukan kesempatan kepada orang tua Penugasan peserta didik secara bergilir Menaati tata tertib (disiplin. taat waktu. taat pada peraturan) Memberi salam ketika bertemu Berpakaian rapi dan bersih Menepati janji Memberikan penghargaan kepada orang yang berprestasi Berperilaku santun Pengendalian diri yang baik Memuji pada orang yang jujur Mengakui kebenaran orang lain Mengakui kesalahan diri sendiri Berani mengambil keputusan Berani berkata benar Melindungi kaum yang lemah Membantu kaum yang fakir Sabar mendengarkan orang lain Mengunjungi teman yang sakit Membela kehormatan bangsa Mengembalikan barang yang bukan miliknya Antri Mendamaikan 109 .

UKS dan PMR • Latihan terprogram 3. tenis meja. badminton. outbond) Perlombaan olah raga Beribadah rutin Peringatan hari besar agama Kegiatan keagamaan 110 . pencak silat. basket. Kegiatan Ekstrakurikuler: 1. Bimbingan Konseling (BK) • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Nilai-nilai yang ditanamkan Kemandirian Percaya diri Kerja sama Demokratis Peduli sosial Komunikatif Jujur Demokratis Disiplin Kerja sama Rasa Kebangsaan Toleransi Peduli sosial dan lingkungan Cinta damai Kerja keras Peduli sosial Toleransi Disiplin Komunikatif Komunikatif Rasa ingin tahu Kerja keras Senang membaca Menghargai prestasi Jujur Sportifitas Menghargai prestasi Kerja keras Cinta damai Disiplin Jujur Religius Rasa kebangsaan Cinta tanah air Strategi • Pembentukan karakter atau kepribadian • Pemberian motivasi • Bimbingan karier B.Jenis Pengembangan Diri yang ditetapkan SMP adalah sebagai berikut ini. Olahraga • • • • 5. Kepramukaan • Latihan terprogram (kepemimpinan. Jenis Pengembangan Diri A. KIR • • • • • 4. Kerohanian Pembinaan rutin Mengikuti perlombaan Pameran atau pekan ilmiah Publikasi ilmiah secara internal Melalui latihan rutin (antara lain: bola voli. berorganisasi) 2.

Festival sekolah Nilai-nilai yang ditanamkan Disiplin Jujur Peduli budaya Peduli sosial Cinta tanah air Semangat kebangsaan Kebersihan Kesehatan Tanggung jawab Rasa ingin tahu Tanggung jawab Keberanian Tekun Sportivitas Disiplin Mandiri Demokratis Cinta damai Cinta tanah air Peduli lingkungan Peduli sosial Keteladanan Sabar Toleransi Kerja keras Pantang menyerah Kerja sama Kreativitas Etos kerja Tanggung jawab kepemimpinan Kerja sama Strategi • • • • • Latihan rutin Mengikuti vokal grup Berkompetisi internal dan eksternal Pagelaran seni Kegiatan rutin pada waktu hari jum’at • • • • • Kegiatan OSIS Kepramukaan Kegiatan kerohanian Kegiatan KIR Kegiatan PMR • • • • • • • Pasar seni Pagelaran seni atau musik Pameran karya ilmiah Bazaar Pasar murah Karya seni Peringatan hari-hari besar agama/nasional d.Jenis Pengembangan Diri 6. Kepemimpinan 9. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa 111 . Seni budaya/Sanggar seni • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • 7. Kesehatan reproduksi remaja 8.

dilakukan melalui berbagai kegiatan di kelas. guru dan personalia sekolah dalam merencanakan. perilaku tersebut berkembang semakin komplek antara satu jenjang kelas dengan jenjang kelas di atasnya. sekolah. Indikator mata pelajaran menggambarkan perilaku afektif seorang peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu. Di sekolah dikembangkan dengan upaya pengkondisian atau perencanaan sejak awal tahun pelajaran. pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa tidak dimasukkan sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran. bahkan dalam jenjang kelas yang sama. Di masyarakat dikembangkan melalui kegiatan ekstra kurikuler dengan melakukan kunjungan ke tempat-tempat yang menumbuhkan rasa cinta tanah air dan melakukan pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan kesetiakawanan sosial. pengembangan diri dan budaya sekolah. silabus dan RPP yang sudah ada. dan (2) indikator untuk mata pelajaran. Di kelas dikembangkan melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru dengan cara integrasi. dan masyarakat. dan dimasukkan ke Kalender Akademik dan yang dilakukan sehari-hari sebagai bagian dari budaya sekolah sehingga peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang menunjukkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. dan mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter bangsa. Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan pendekatan proses belajar aktif dan berpusat pada anak. Guru memiliki kebebasan dalam menentukan berapa lama suatu perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan ke perilaku yang lebih kompleks.Pada prinsipnya. Indikator nilai-nilai budaya dan karakter bangsa ada dua jenis yaitu (1) indikator sekolah dan kelas. artinya. Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah. Indikator ini berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan dan kegiatan sekolah sehari-hari (rutin). Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan karakter bangsa bersifat progresif. 112 . melaksanakan. Guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam KTSP.

maupun memberikan tugas yang berisikan suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya. BT : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda.  Beban belajar tetap adalah 36 jam pelajaran per minggu  Alokasi waktu 40 menit untuk setiap mata pelajaran Satu jam pembelajaran tatap muka (menit) 40 Jumlah jampel/ minggu 36 Minggu efektif per tahun 34 Waktu pembelajaran per tahun (jampel) 1360 Jumlah jam per tahun (@ 60 menit) 906 Kelas VII. Dari hasil pengamatan. Pengaturan Beban Belajar Beban belajar ditentukan mengacu pada ketentuan standar pengelolaan pendidikan yang berlaku di satuan pendidikan. tugas. Pengaturan beban belajar di SMP ini dengan sistem paket yang didasarkan pada struktur dan muatan kurikulum dengan alokasi waktu sebagai berikut ini. model anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya perilaku yang berkenaan dengan nilai yang dikembangkan). laporan.tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator). catatan anekdotal.Adapun penilaian dilakukan secara terus menerus oleh guru dengan mengacu pada indikator pencapaian nilai-nilai budaya dan karakter. melalui pengamatan guru ketika seorang peserta didik melakukan suatu tindakan di sekolah. VIII. MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten) MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten) MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten) d. dan sebagainya guru dapat memberikan kesimpulannya/pertimbangan yang dinyatakan dalam pernyataan kualitatif sebagai berikut ini. IX 113 .

daya dukung. Sosial Ilmu Pengetahuan Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Ilmu Pengetahuan 75 75 75 75 75 75 75 77 77 77 77 77 77 77 80 80 80 80 80 80 80 Kriteria Ketuntasan Belajar VII VIII IX 114 . 5. Penetapan KKM Komponen A. penyusunan program/perencanaan kegiatan. 3. 4. Oleh karena itu. maka ditetapkan KKM sebagai berikut ini.Selain tatap muka. minat. Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik dan hasil analisis yang berbeda. beban belajar yang harus diikuti peserta didik adalah penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur yang waktunya maksimal lima puluh persen (50%) dari jumlah jam tatap muka. Penugasan terstruktur di antaranya pekerjaan rumah (PR). Mata Pelajaran 1. Ketuntasan Belajar Dalam penetapan ketuntasan belajar. 2. sekolah menetapkan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kompleksitas. dan tingkat kemampuan awal peserta didik (intake) dalam penyelenggaraan pembelajaran. laporan pelaksanaan kegiatan. Sekolah secara bertahap dan berkelanjutan menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mencapai ketuntasan ideal. 6. dan bakat peserta didik. e. Alam 7. Penugasan mandiri tidak terstruktur terdiri dari tugas-tugas individu atau kelompok yang disesuaikan dengan potensi.

Kerohanian e. Program Remedial (Perbaikan) a. b. f. Kegiatan remedial meliputi remedial pembelajaran dan remedial penilaian. Pendidikan Keterampilan Jasa 2. Budidaya Tanaman 4. e. Pengembangan Diri 1. Kesempatan mengikuti kegiatan remedial. Pramuka b. Penilaian dalam program remedial dapat berupa tes maupun nontes. Nilai remedial dapat melampaui KKM. Seni Budaya Pendidikan Jasmani.Komponen 8. Remedial wajib diikuti oleh peserta didik yang belum mencapai KKM dalam setiap kompetensi dasar dan/atau indikator. Program Pengayaan 115 . 1. sedangkan peserta didik yang sudah mencapai KKM mengikuti kegiatan pengayaan. Muatan Lokal 1. d. BK 2. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti kegiatan remedial. ada perlakuan khusus untuk peserta didik yang belum maupun sudah mencapai ketuntasan. Olahraga d. Kegiatan remedial dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran. c. 2. Kegiatan Ekstra Kurikuler: a. 9. Olahraga dan Kesehatan Kriteria Ketuntasan Belajar VII VIII IX 75 77 80 75 75 75 75 77 77 77 80 80 80 - Teknologi Informasi dan Komunikasi B. UKS dan PMR c. Bahasa Daerah C. Senibudaya/Sanggar seni Satuan pendidikan ini menggunakan prinsip mastery learning (ketuntasan belajar). 10. Agroindustri 3.

Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran. minggu efektif belajar. Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan 1) Kenaikan Kelas Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi kriteria sebagai berikut: a) telah menyelesaikan semua program pembelajaran untuk satu tahun pelajaran. Pengayaan boleh diikuti oleh peserta didik yang telah mencapai KKM dalam setiap kompetensi dasar. Kegiatan pengayaan dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran. Pasal 72 ayat (1) menyebutkan bahwa peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan dasar dan menengah apabila: a) telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran. efektif fakultatif. KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. b) memiliki nilai minimal baik untuk kelompok mata pelajaran selain kelompok mata pelajaran IPTEK. waktu pembelajaran efektif. Nilai pengayaan yang lebih tinggi dari nilai sebelumnya dapat digunakan. Penilaian dalam program pengayaan dapat berupa tes maupun nontes. c) jumlah ketidakhadiran alpa kurang dari 24 izin dan sakit kurang dari 48 hari per tahun. 116 . d. b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk kelompok mata pelajaran selain kelompok mata pelajaran IPTEK.a. c) lulus ujian sekolah. 2) Kelulusan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. b. dan hari libur. dan d) lulus ujian nasional. Berikut adalah kalender tersebut secara rinci. c. f. IV.

30 07.00 – 14.00 – 14.20 07.00 117 .30 – 14.00 – 14.20 07.00 – 12.Hari Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Kegiatan Upacara Kegiatan belajar mengajar Kegiatan belajar mengajar Kegiatan belajar mengajar Kegiatan belajar mengajar Kegiatan belajar mengajar Shalat Jumat Ekstra kurikuler Waktu 07.45 08.00 – 07.25 07.20 07.45 11.00 – 11.

menyembelih kurban.Ziarah ke Taman Makam Pahlawan . kompetisi olahraga) .Bakti sosial 17 s/d 19 Masa orientasi peserta didik (MOS) kelas VII Agustus 17 Upacara HUT Proklamasi RI Setelah upacara diadakan lomba-lomba: .Membaca sajak . pasar murah.menyanyikan lagu wajib nasional . pameran sains.lomba-lomba lainnya 21 Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Lomba marawis September 28 s/d 30 Libur awal Ramadhan 1427 H Oktober 17 sd 23 Libur menjelang Idul Fitri 24 sd 25 Hari Raya Idul Fitri . pameran KIR.KALENDER PENDIDIKAN SMP Tanggal dan Bulan Juli Libur akhir tahun ajaran .Lomba pidato Desember 11 s/d 16 23 25 26 sd 30 31 Ulangan akhir semester Pembagian rapor Merayakan Hari Raya Natal Libur akhir semester Merayakan Hari Raya Idul Adha. membagikam daging kurban kepada mustahiq 20 1 Tahun Baru masehi 2 sd 6 Libur akhir semester 20 Tahun Baru Hijrah .School Fair (bazaar. pentas seni dan budaya.silaturahmi di sekolah 26 sd 28 Libur sesudah Idul Fitri November 10 Memperingati hari pahlawan .Lomba esai tentang kepahlawanan di majalah dinding .kebersihan .Karnaval 13 25 15 23 25 1 s/d 15 Kegiatan Hari Belajar Efektif 10 Januari 118 .lomba membaca atau membuat puisi kebangsaan/story telling tentang kebangsaan . Shalat Ied.

Hari Belajar Efektif Semester II = 131 hari hari belajar efektif (HBE) (setara 21 minggu belajar efektif). 119 .Kreatifitas mengolah kue keranjang Maret 31 Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW Merayakan hari raya Waisak April 13 Wafatnya Isa Almasih 21 Merayakan Hari Kartini 23 s/d 30 Ujian praktik Mei 1 s/d 5 Ujian praktik (lanjutan) 2 Hari Pendidikan Nasional Upacara/diadakan lomba membaca atau membuat puisi kebangsaan/story telling tentang kebangsaan 7 sd 9 Ujian Sekolah 21 sd 23 Ujian Nasional 24 Memperingati Kenaikan Isa Almasih Juni 18 s/d 23 Ulangan umum 25 Pengumuman kelulusan 30 Pembagian rapor 18 15 16 29 Hari Belajar Efektif Semester I = 119 hari hari belajar efektif (HBE) (setara 19 minggu belajar efektif).Tanggal dan Bulan 21 Hari raya Nyepi Februari Kegiatan Hari Belajar Efektif 27 14 Merayakan Imlek . Catatan: semua kegiatan pada tabel di atas merupakan contoh kalender pendidikan yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.Membuat lampion .

tanggung-jawab. pelaksanaan pembelajaran yang lebih berorientasi pada peserta didik. Keseluruhan perencanaan sekolah yang bertitik tolak dari melakukan analisis kekuatan dan kebutuhan sekolah akan dapat dihasilkan program pendidikan yang lebih terarah yang tidak semata-mata berupa penguatan ranah pengetahuan dan keterampilan melainkan juga sikap prilaku yang akhirnya dapat membentuk ahklak budi luhur. toleran. Nilai-nilai tersebut tentunya perlu ditumbuhkembangkan yang pada akhirnya dapat membentuk pribadi karakter peserta didik yang selanjutnya merupakan pencerminan hidup suatu bangsa yang besar. struktur kurikulum. disiplin. program pengembangan diri maupun budaya sekolah. Upaya pembentukan karakter sesuai dengan budaya bangsa ini tentu tidak semata-mata hanya dilakukan di sekolah melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar baik melalui mata pelajaran maupun serangkaian kegiatan pengembangan diri yang dilakukan di kelas dan luar sekolah. Pedoman yang disusun ini lebih diperuntukkan kepada kepala sekolah. cinta damai. jujur.PENUTUP Seperti telah diuraikan pada awal pendahuluan bahwa fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa selain mengembangkan dan memperkuat potensi pribadi juga menyaring pengaruh dari luar yang akhirnya dapat membentuk karakter peserta didik yang dapat mencerminkan budaya bangsa Indonesia. dan penilaian yang bersifat komprehensif. misi. tetapi lebih kepada upaya penanaman nilai-nilai baik melalui mata pelajaran. Pembentukan budaya sekolah (school culture) dapat dilakukan oleh sekolah melalui serangkaian kegiatan perencanaan. Pembiasaan-pembiasan (habituasi) dalam kehidupan. Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa bukan merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri atau merupakan nilai yang diajarkan. Peta nilai dan indikator yang disajikan dalam naskah ini merupakan contoh penyebaran nilai yang dapat diajarkan melalui berbagai mata pelajaran sesuai dengan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang terdapat dalam standar isi (SI). Perencanaan di tingkat sekolah pada intinya adalah melakukan penguatan dalam penyusunan kurikulum di tingkat sekolah (KTSP). tujuan. Begitu pula melalui program 120 . kalender akademik. dsb. kerja keras. dan penyusunan silabus. perlu dimulai dari lingkup terkecil seperti keluarga sampai dengan cakupan yang lebih luas di masyarakat. seperti menetapkan visi. seperti: religius.

Penyajian pembelajaran yang bernuansa belajar aktif dengan muatan budaya dan karakter bangsa perlu menjadi perhatian terutama dalam membelajarkan peserta didik. keteladanan. Selanjutnya diharapkan kualitas produk peserta didik yang memiliki ahklak budi mulia sebagai pencerminan bangsa yang besar. 121 . Perencanaan pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa ini perlu dilakukan oleh semua pemangku kepentingan di sekolah yang secara bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidik diterapkan ke dalam kurikulum sekolah yang selanjutnya diharapkan menghasil budaya sekolah. kegiatan spontan. pengkondisian. Penyempurnaan pedoman ini akan terus menerus dilanjutkan seiring dengan kompleksnya permasalahan pendidikan terutama dalam pembentukan budaya dan karakter bangsa. seperti kegiatan rutin sekolah.pengembangan diri. Oleh karena itu. Pedoman yang ada ini pada intinya merupakan produk Program Kerja 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II. kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan dari semua pihak pemerhati. pelaksana pendidikan untuk kesempurnaan yang akhirnya dapat memberikan pencerahan pelaksanaan di tingkat sekolah.

You're Reading a Free Preview

Descarga
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->